Presiden Jokowi Lepas Kontingen Indonesia ke Olimpiade 2024 Paris

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi melepas Kontingen Indonesia menuju Olimpiade 2024 Paris di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (10/7) sore. Presiden berpesan agar atlet Indonesia meraih medali dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. “Rakyat menginginkan bendera Merah Putih dikibarkan di arena olimpiade, lagu Indonesia Raya dikumandangkan di arena olimpiade dan saudara-saudara pulang membawa medali, sekali lagi selamat bertanding harumkan nama Indonesia mata dunia,” pesan Presiden Jokowi. “Dan dengan mengucap basmallah, pada sore hari ini secara resmi saya berangkatkan tim Indonesia menuju Olimpic Games ke-33 Paris tahun 2024,” kata Presiden Jokowi didampingi Menpora Dito dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya. Menurut Presiden, delegasi Indonesia yang akan bertanding di event olahraga paling bergengsi itu merupakan atlet-atlet pilihan hasil seleksi ketat. “Saya tahu untuk menjadi anggota delegasi ke olimpiade ini seleksinya sangat ketat. Jadi, saudara-saudara adalah atlet-atlet pilihan yang diseleksi secara ketat, atlet pilihan yang akan tampil diajang dunia yang sangat bergengsi yaitu arena Olimpiade,” jelasnya. Mata dunia, lanjut Presiden, akan tertuju semuanya pada penampilan para atlet dan juga rakyat Indonesia juga akan tertuju semuanya kepada atlet Indonesia dan akan mengelu-elukan serta menaruh banyak harapan kepada atlet-atlet Indonesia. “Oleh karena itu, persiapan diri dengan baik siapkan fisik, siapkan mental, siapkan diri untuk bertanding dan harapan kita semuanya semoga berhasil dan menang dan membawa pulang medali,” tegas Presiden Jokowi. “Saya tahu di arena pertandingan nanti lawan saudara-saudara pasti banyak orang- orang terbaik dari seluruh dunia, pasti sangat berat kita tahu. Tapi, saya pesan semuanya harus optimis, bertandinglah dengan penuh semangat,” pungkasnya.

Atas Persetujuan FIFA, Pembukaan Piala Dunia U-20 Tahun 2023 Bisa Berlangsung Meriah

Berkenalan Dengan Bacuya, Maskot Piala Dunia U-20 2023

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyampaikan beberapa pesan menarik ketika melakukan pertemuan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Qatar beberapa waktu lalu. Salah satunya Indonesia akan diberi keleluasaan pembukaan Piala Dunia U-20 tahun 2023 nanti akan berlangsung meriah. Menurut Menpora, Gianni Infantino memberi perhatian khusus untuk Indonesia pada pembukaan Piala Dunia U-20 tahun 2023. Ia pun mencontoh keleluasaan yang diberikan oleh FIFA yakni pembukaan Piala Dunia U-20 nanti bisa dibuat meriah. “Misalnya untuk acara opening Piala Dunia U-20 sendiri biasanya tidak semeriah yang senior tetapi untuk Indonesia karena memang hubungan baik antara bapak Presiden Joko Widodo dengan Presiden FIFA, maka beliau mempersilahkan saat pembukaan nanti bisa dibuat meriah,” kata Menpora Amali secara virtual pada Program Apa Kabar Indonesia Malam TV One, Kamis (22/12) malam. Terkait kesiapan Indonesia dan juga venue-venue yang sudah ditunjuk oleh FIFA. Menurut Menpora Amali sudah dilaporkan ke Presiden FiFA. “Kesiapan Indonesia dan venue sudah saya laporkan kepada Presiden FIFA, dan dia menyambut baik dan memberikan dukungan penuh dengan serius agar Indonesia bisa sukses menjadi tuan rumah,” jelasnya Menurutnya stadion yang akan digunakan untuk pertandingan tetap masih sama yakni enam stadion. “Enam stadion ini adalah Gelora Bung Karno (Jakarta), Si Jalak Harupat (Jawa Barat), Manahan (Solo), Gelora Bung Tomo (Surabaya) , I Wayan Dipta (Bali) dan Jakabaring (Sumsel),” ucapnya. “Jadi sampai hari ini FIFA tetap masih mengagendakan untuk melihat persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023. Rencana Januari nanti FIFA akan datang lagi,” tutupnya.

Presiden dan FIFA Pastikan Piala Dunia U-20 2023 Tetap di Indonesia

Presiden dan FIFA Pastikan Piala Dunia U-20 2023 Tetap di Indonesia

Indonesia tak perlu khawatir kehilangan hak menggelar Piala Dunia U-20 2023 usai Tragedi Kanjuruhan. Sebab FIFA memastikan turnamen itu tetap dihelat. Hal itu dikatakan Presiden FIFA, Gianni Infantino, usai bertemu Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Selasa (18/10/2022) siang WIB. Infantino berkunjung ke Tanah Air sebagai bentuk tindak lanjut pertemuan dengan Menteri BUMN Erick Thohir beberapa waktu lalu. Infantino membahas soal tragedi kanjuruhan bersama Jokowi dan bersama-sama mencari jalan keluar agar hal tersebut tidak terulang lagi. Apalagi tragedi tersebut dikabarkan sempat mengancam peluang Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Mengingat adanya korban jiwa sampai 133 orang, maka Indonesia bisa diartikan tidak punya infrastruktur yang aman untuk menggelar pertandingan internasional. Meski demikian, FIFA yakin kalau Pemerintah Indonesia bersama-sama dengan PSSI dan AFC akan memperbaiki sarana dan prasarana sebelum kickoff Piala Dunia U-20. Maka dari itu, FIFA ingin memastikan Piala Dunia U-20 2023 tetap dihelat di Indonesia. “Saya bisa jamin, FIFA bersama Anda di sini, FIFA di sini bekerja bareng pemerintah, PSSI, dan AFC untuk mereformasi sepakbola, karena sepakbola harus bahagia, Indonesia adalah negara sepakbola, negara yang begitu mencintai sepakbola, kami berutang kepada mereka, bahwa setiap penonton harus merasa aman ketika menonton sepakbola di stadion,” ujar Infantino dalam jumpa pers di Youtube Sekretariat Presiden. “Oleh karenanya kami ingin membawa ahli-ahli sepakbola dari kami untuk membuat sepakbola menjadi aman. Tahun depan kami akan menggelar Piala Dunia U-20 di sini, ini adalah turnamen terpenting kedua setelah Piala Dunia yang dimulai sebulan lagi di Qatar,” Infantino menambahkan. “Kami butuh 10 stadion terbaik agar Indonesia bisa dikenal oleh dunia, bukan karena insiden tapi karena sepakbolanya. Sebab sepakbola itu penuh kebahagiaan dan kegembiraan.” pungkasnya.

Menpora Pastikan Piala Dunia U-20 Tahun 2023 Tetap Digelar di Indonesia

Makna dan Inspirasi Logo Piala Dunia U-20 Indonesia Sesungguhnya

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, memastikan bahwa tragedi Kanjuruhan tidak mengganggu persiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepakbola U-20 atau FIFA World Cup U-20 tahun 2023 mendatang. Menpora Amali, hingga saat ini pemerintah terus melakukan perbaikan infrastruktur baik itu renovasi stadion yang akan digunakan maupun pendukung lainnya. Meskipun, perbaikan-perbaikan tersebut sifatnya perbaikan minor. “(Persiapan) masih jalan, insya Allah tidak ada gangguan, perbaikan infrastruktur tetap jalan,” ujar Menpora Amali di sela-sela agenda launching Bulan Pemuda Tahun 2022 ini digelar di Auditorium Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/10). Menpora Amali menjelaskan, sejatinya Indonesia sudah siap menyelenggarakan gelaran tersebut pada tahun 2021 lalu. Kala itu, stadion-stadion yang rencanannya akan digunakan sudah siap namun karena ada pandemi maka kegiatan ditunda hingga tahun 2023. Sehingga seiring mulai bergulirnya liga, stadion-stadion yang awalnya menjadi venue kemudian digunakan sementara oleh klub-klub untuk pertandingan liga. “Saya sampaikan berkali-kalai, kalau kita ini siap dari 2021 sebenarnya, cuma karena ada pandemi menunda itu ke 2023,” ujarnya. Namun demikian, Menpora Amali menekankan bahwa pihaknya juga tengah fokus menyelesaikan tragedi Kanjuruhan terutama terkait dengan penanganan korban. “Tapi kalau bagi kita pemerintah segera menyelesaikan tragedi Kanjuruhan, penanganan korban itu yang paling penting. Dari awal saya sudah sampaikan penanganan yang paling penting dan duka cita mendalam sudah disampaikan Presiden usai peristiwa dan berbagai pihak. Kita sedang fokus untuk urusan tragedi Kanjuruhan,” tegas Menpora Amali. Sementara itu, Presiden Joko Widodo telah resmi mengumumkan Indonesia tidak akan mendapat sanksi FIFA terkait tragedy Kanjuruhan. “Kemarin saya menerima surat dari FIFA sebagai tindaklanjut hasil pembicaraan saya dengan Presiden FIFA Giani Infantino 3 Oktober lalu. Berdasar surat itu, alhamdulillah sepakbola Indonesia tidak dikenakan sanksi oleh FIFA,” ucap Jokowi dalam sebuah video yang diunggah Sekretariat Presiden di YouTube.

Presiden Jokowi Pimpin Ratas Piala Dunia U-20 2023, Ini yang Dibahas

Lambang Resmi Piala Dunia FIFA U-20 2023™ Indonesia Diluncurkan pada Hari Kemerdekaan

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memimpin Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Piala Dunia U-20 2023. Ratas membahas kekurangan dalam persiapan hingga deadline dari FIFA. Ratas ini dihadiri Menpora, Zainudin Amali hingga Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Bertempat di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/9/2022), Ratas ini bertujuan untuk menyukseskan Piala Dunia U-20 tahun depan. Belum lama ini FIFA baru saja melakukan inspeksi langsung untuk melihat venue yang akan dipakai Indonesia di Piala Dunia U-20 2023. Dari kunjungan itu, FIFA memberikan beberapa catatan bahwa beberapa venue mesti diperbaiki lagi. FIFA mengharapkan catatan ataupun kekurangan tersebut dapat dilengkapi selambat-lambatnya pada bulan Oktober 2022. Kira-kira Indonesia hanya punya waktu sekitar 1 bulan untuk memenuhi ekspektasi FIFA. “Bapak Presiden memutuskan (menginstruksikan) kepada kami menteri-menteri terkait untuk segera melakukan langkah-langkah memenuhi apa yang dikehendaki oleh FIFA,” kata Amali dalam pernyataannya. “Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami untuk segera memperbaiki itu karena kita ada deadline. Kira-kira sekitar Oktober, FIFA akan melihat,” ujarnya menambahkan. Menpora menjelaskan, sebelumnya sejumlah stadion dan fasilitas telah siap untuk penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 yang sedianya diadakan pada tahun 2021. Namun, karena adanya penundaan dan juga dipergunakannya fasilitas tersebut berbagai ajang pertandingan maka diperlukan sejumlah perbaikan di fasilitas tersebut. “Saya beri contoh, seperti Stadion Manahan Solo yang tadinya sudah siap, tetapi pada saat itu kita gunakan untuk turnamen pramusim, dua kali bahkan turnamen pramusim, yaitu Piala Menpora dan Piala Presiden, kemudian untuk kompetisi Liga musim 2021/2020 dan 2022/2023, dan terakhir digunakan untuk ASEAN Para Games,” tutur Amali. “Sehingga kondisinya masih perlu perbaikan lagi. Sama halnya dengan stadion-stadion lainnya, seperti Si Jalak Harupat, Bandung dan lain sebagainya,” ucapnya.

Presiden Jokowi Luncurkan Akademi Sepak Bola Pertama di Papua

Presiden Jokowi Luncurkan Akademi Sepak Bola Pertama di Papua

Mengawali kunjungan kerjanya di Provinsi Papua, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Iriana Joko Widodo meluncurkan Papua Football Academy (PFA) di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Rabu (31/08). Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi terbentuknya akademi tersebut guna melahirkan talenta-talenta berbakat lainnya dari tanah Papua yang dikenal telah melahirkan banyak talenta sepak bola. “Tadi Pak Dirut sudah menyampaikan Rully Nere, ada yang kenal? Kita ingat juga Yohanes Auri betul? Ada juga kita ingat Aples Tecuari, ada juga yang saya ingat Alexander Pulalo, ada juga Boaz Salossa, ada juga Elie Aiboy, kalau ke sini lagi ada Ramai Rumakiek, dan Ricky Kambuaya,” ujar Presiden Jokowi. FA merupakan sekolah bagi putra Papua dengan rentang usia 14-15 tahun untuk mengasah bakat dalam bidang olahraga khususnya sepak bola. Menurut Jokowi, dalam akademi tersebut, anak-anak akan dilatih tentang kedisiplinan dengan latihan rutin yang didampingi oleh para pelatih dengan reputasi yang baik. “Di sini nanti untuk meraih prestasi anak-anak digembleng kedisiplinan, digembleng latihan-latihan yang rutin, dan terus didampingi oleh coach yang memiliki reputasi yang baik,” katanya. Presiden menjelaskan bahwa anak-anak yang telah masuk dalam PFA merupakan talenta berbakat yang telah melalui serangkaian proses seleksi dengan baik. Untuk itu, dia berharap anak-anak dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menimba ilmu sepak bola di PFA. “Tadi Pak Dirut sudah menyampaikan ada 477 anak yang diseleksi dan sekarang hanya tinggal 30 anak. Ini adalah bibit-bibit, talenta-talenta yang diseleksi dengan baik, talenta-talenta yang berbakat,” lanjutnya. Selain sepak bola, Presiden Jokowi menuturkan bahwa anak-anak yang tergabung dalam PFA juga tetap mendapatkan pendidikan formal di sekolah. “Tidak hanya sepak bola disiapkan juga pendidikan formalnya sehingga tetap sekolah yang diharapkan nanti akan menjadi pemain-pemain bola yang memiliki jiwa percaya diri yang kuat, karakter yang kuat, yang kompetitif, yang sportif, tapi juga pandai dan pintar,” imbuhnya. Usai menyampaikan sambutan dan melakukan peluncuran PFA, Presiden Joko Widodo nampak bergabung dengan anak-anak siswa PFA bermain bola bersama. Presiden juga tampak berdiskusi dengan tim pelatih. Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam peluncuran tersebut yaitu Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, Menteri BUMN, Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas.

Menpora Siap Bangun Pemusatan Latihan Terpadu di Berbagai Daerah

Menpora Siap Bangun Pemusatan Latihan Terpadu di Berbagai Daerah

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, terus berusaha untuk meningkatkan dan mengembangkan olahraga Indonesia yang masuk dalan grand desain olahraga nasional. Menpora Amali berencana akan membuat sedikitnya sepuluh sentra pemusatan latihan di beberapa daerah di Indonesia. Hal itu Menpora sampaikan usai melakukan Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta terkait Desain Besar Pembinaan Olahraga Nasional. “Kami juga akan membuat 10 sentra pemusatan latihan di beberapa daerah. Dengan disesuaikan dengan potensi yang ada dan yang paling mendasar adalah potensi talenta ketika di sekolah dasar,” kata Menpora pada keterangan persnya di Istana Negara, Senin (15/3) siang. Menurutnya, hal itu sesuai dengan arahan Presiden. Menpora menilai sentra pemusatan latihan itu nantinya akan berisi anak-anak calon atlet yang berpotensi. “Sentra-sentra ini nanti akan berisi anak-anak kita yang penuh potensi dan yang sudah terseleksi di usia Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selanjutnya usia SMA akan kita dorong ke SKO Cibubur,” urai Menpora. “Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga memberikan respon yang luar biasa positif. Beliau akan melaksanakan tugasnya sesuai dengan apa yang ada di dalam desain besar ini,” sambung Menpora Amali. Untuk mewujudkan grand desain olahraga yang maksimal, Kemenpora telah melakukan kerjasama dengan dengan KONI, NOC Indonesia, NPC dan perguruan tinggi, akademisi, praktisi bidang olahraga. “Tentu arahan Bapak Presiden, desain besar olahraga nasional ini diterima tentu dengan tambahan dan masukan disana-sini dari peserta Ratas yang hadir untuk melengkapi lagi,” ujarnya. “Jadi, desain besar ini berasal dari hulu ke hilir seperti kebugaran masyarakat yang menjadi sumber potensi talenta untuk atlet-atlet nasional,” tambahnya pada Ratas yang juga dihadiri Wapres Ma’ruf Amin dan beberapa menteri terkait.

Sabet 14 Emas Dan Juara Umum, INASGOC Bantah Tudingan Kecurangan di Cabor Silat Asian Games 2018

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto, sempat dipeluk pesilat Hanifan Yudani Kusumah, yang meraih emas di kategori tarung kelas C (55-60) kg putra, di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (29/8). (KOMPAS.com)

Jakarta- Pihak Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) membantah tudingan curang di cabang olahraga pencak silat yang dilontarkan Presiden Pencak Silat Asia, Sheikh Alauddin Yacoob Marican. Alauddin sempat melontarkan kecurangan, terkait wasit dan juri pencak silat yang dinilainya berat sebelah. Ia lantas meminta agar perangkat pertandingan harus konsisten dan transparan. “Saya kecewa, sejak hari pertama kecurangan wasit dan juri terlihat. Kami sudah beritahu  jangan ada yang coba berat sebelah, harus konsisten, bersih, dan transparan,” kata Alauddin yang juga manajer timnas pencak silat Singapura pada Rabu (29/8). “Kami harus mengevaluasi wasit juri untuk lebih netral dan transparan. Mungkin dengan memakai body detector, seperti yang ada di taekwondo, supaya lebih fair. Kalau seperti ini tidak fair, saya kecewa sekali,” ujar Alauddin, yang pernah meraih gelar juara dunia pencak silat, pada 1990 dan 1994 itu. Namun, Deputi Games and Sport INASGOC, Harry Warganegara, menganggap tudingan Alauddin ini tidak mendasar. “Semua sudah kami serahkan ke federasi (pencak silat) Asia untuk pertandingan. Delegasi teknis juga dari Asia. Saya tak bisa banyak komentar, karena saya tak mengerti yang dimaksud curang itu, yang mana,” ujar Harry. Harry menilai tidak benar jika ada kecurangan, karena terbukti Indonesia bisa menang bukan hanya di nomor seni, tapi juga di nomor tarung. Merah Putih total meraih 14 medali emas, dari 16 nomor yang dipertandingan, di cabor pencak silat. “Apa (maksud) nomor tanding curang? Kalau begitu, mereka evaluasi lah. Kalau seni subjektif. Pertanyaan saya, berapa komposisi medali tanding dan seni dari Indonesia?” tegas Harry dengan maksud membandingkan lebih banyak nomor tanding, dibandingkan seni. “Saya rasa juri punya standar, bukan? Karena kita (Indonesia) sendiri kalau dilihat nomor, ini olahraga kita. Pertanyaannya kelihatan enggak kecurangan itu?,” Harry pun menegaskan semua penyelenggaraan cabor Asian Games 2018 secara teknis berdasarkan persetujuan federasi Asia. “Kami tidak lihat TD (Delegasi Teknis) ini dari negara mana. Kalau dari kita (Indonesia), kami serahkan mereka (untuk menyeleksi). Jurinya juga banyak orang Singapura, Thailand, dan mungkin juga ada Malaysia. Kalau dia [Alauddin] berkata begitu [ada kecurangan], harus dibuktikan,” ucap Harry. Pesilat putri asal Ciamis, Wewey Wita, menutup perolehan emas tim Indonesia pada cabor pencak silat di ajang Asian games 2018. Wewey mengalahkan pesilat Vietnam, Thi Them Ram dengan skor telak 5 – 0, di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (29/8). Kemenangan Wewey menjadikan Indonesia jadi juara umum cabang pencak silat Asian Games 2018. Dari 16 nomor yang dipertandingkan, 14 medali emas diantaranya dimenangkan atlet asal Indonesia. Delapan emas pertama berhasil dimenangkan, saat Indonesia sapu bersih pada final hari pertama Senin (27/8). Sedangkan, hari ini silat menyumbang enam emas tambahan. Dua emas yang lepas dari Indonesia ada di nomor tarung pria, kelas J dan F.  Indonesia hanya sukses mendapatkan satu medali perunggu. Pertandingan final hari ini, amat menyedot animo penonton. Hampir tak tersedia bangku kosong, di tribun Padepokan Pencak Silat TMII. Dan laga hari terakhir cabor pencak silat ini juga diminati elit politisi. Selain dihadiri Ketua Gerindra Prabowo Subianto yang juga ketua umum IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia), hadir juga Ketua umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarno Putri, bersama sang Sekjen, Hasto Kristiyanto. Mega hadir untuk menemani anaknya Puan Maharani yang jadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Tak lama, datang Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang hadir secara terpisah. (Ham) Klasemen akhir pencak silat di Asian Games 2018 Negara      Emas   Perak    Perunggu Indonesia    14        0               1 Vietnam         2         7               3 Malaysia        0          4               4 Thailand        0          2               5 Singapura      0          2               3

WOW! Ternyata Olahraga Favorit Presiden Jokowi adalah Sepak Bola, Olahraga Kebanggaan Indonesia

Masyarakat Indonesia patut berbangga memiliki Presiden yang terlihat dengan jelas sangat menggilai sepak bola. Ya, seperti diketahui, dalam beberapa pertandingan sepak bola di tanah air, Presiden Jokowi kerap hadir dan ikut ambil bagian di dalamnya. dengan hanya menjadi penonton atau bahkan hanya sekedar memberi dukungan dan apresiasi semata, hingga menjadi penyelenggara pertandingan. Di kutip dari Bolasport.com, Presiden Jokowi ternyata juga sebagai pemberi ide dan penggerak terselengaranya gelaran Piala Presiden yang sudah berjalan dua kali, yakni 2015 dan 2017. Bahkan, Jokowi sempat menyampaikan kata-kata yang menggugah hati publik sepak bola Indonesia dalam pidatonya kala membuka Piala Presiden 2017. Dalam pidato pembukaan tersebut, Jokowi menyatakan bahwa sepak bola harus menjadi hiburan rakyat yang sehat dan mempersatukan. “Saya ingin sepak bola mempersatukan, sepak bola yang berorientasi prestasi, jadi hiburan yang sehat bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya. Tak hanya itu, baru-baru ini orang nomor satu Indonesia tersebut juga sering menunjukan kecintaannya terhadap sepak bola dengan kerap menjamu, bahkan mengapresiasi penampilan Timnas Indonesia dalam setiap kompetisi yang dilakoni. baru terjadi beberapa hari yang lalu, Jokowi terlihat dua kali memberikan selamat dan pujiannya kepada penampilan Timnas Indonesia U-19 yang kini berlaga di Piala AFF U-18. Pria asli kelahiran Kota Surakarta tersebut menyematkan apresiasinya terhadap kemenangan yang berhasil diraih Garuda Nusantara menang atas Myanmar dan Filipina. Berikut ucapan selamat Presiden Jokowi untuk Timnas Indonesia U-19: Selamat atas kemenangan Timnas Indonesia yg mengalahkan Myanmar di ajang Piala AFF U-18. Semoga prestasi berlanjut hingga tangga juara -Jkw pic.twitter.com/NGBMg9ybVP — Joko Widodo (@jokowi) September 6, 2017 Wah, kalau penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF U-18 konsisten seperti dengan Filipina hari ini, sangat mungkin kita jadi juara -Jkw — Joko Widodo (@jokowi) September 7, 2017