Strateginya Buntu, Tunggal Putra Pelatnas U-19 Akhirnya Harus Puas Jadi Runner-Up

Tunggal putra junior Indonesia, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (baju biru), meraih runner-up usai ditaklukkan Kunlavut Vitidsarn, 14-21 dan 9-21. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tunggal putra junior Indonesia, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, harus puas menjadi runner-up turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’. Di partai final, Minggu (8/4), pebulutangkis Pelatnas Cipayung itu gagal menaklukkan pemain unggulan satu asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn, pada laga berdurasi 37 menit, dengan skor 14-21 dan 9-21. Ikhsan yang menempati unggulan dua mampu mengimbangi wakil Thailand itu di awal-awal gim. Lawan berhasil mengoleksi angka pertama 1-0, setelah bola pengembalian Ikhsan tak berhasil melewati net. Perolehan angka kedua pemain berlanjut. Bola pendek di depan net yang dilakukan Ikhsan gagal dikembalikan dengan sempurna oleh lawan. Skor pun berubah menjadi 3-4. Lalu, kedudukan kembar 5-5 tercipta, setelah siswa Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan Jakarta itu sukses membuat bola bergulir dibibir net tanpa mampu dikembalikan Kunlavut. Smash backhand tajam dari Ikhsan membuat ia unggul 6-5 atas pebulutangkis Negeri Gajah Putih itu. Namun, Kunlavut mampu menutup interval gim pertama dengan skor 11-8. Tekanan yang dilancarkan pebulutangkis Thailand itu terus memberikan ancaman ke jantung pertahanan Ikhsan. Akibatnya, angka demi angka dikumpulkan Kunlavut hingga kedudukan 19-13. Lalu, bola yang tak mampu melewati net dari ikhsan memastikan berakhirnya gim pertama dengan skor 14-21. Memasuki gim kedua, Ikhsan mencoba menerapkan strategi baru. Namun, kematangan yang dimiliki Kunlavut memaksa pebulutangkis asal PB Djarum Kudus itu menyerah di interval gim kedua dengan skor 4-11. Saat kedudukan 4-15, aksi brilian ditunjukkan pebulutangkis Thailand, saat ia mampu mengembalikan bola Ikhsan yang tipis bergulir di depan net, membuat kedudukan berubah menjadi 4-16. Gelar juara untuk Kunlavut makin dekat usai ia mampu melakukan smash keras menyilang yang tak mampu dikembalikan Ikhsan untuk terjadinya game point 20-9. Bola Ikhsan yang melebar jauh dari lapangan akhirnya memastikan Kunlavut menjadi kampiun di turnamen bergengsi junior itu dengan skor 21-9. “Tadi gim pertama angkanya masih kejar-kejaran karena saya sudah tahu pola permainan lawan. Misalkan bolanya mau kemana, terus saya antisipasinya bagaimana,” ujar Ikhsan usai pertandingan. “Pas angka 11 ke atas, lawan tiba-tiba merubah pola. Saya juga ikut merubah. Tapi, strategi saya juga nggak jalan, saya mulai nge-blank,” lanjut pebulutangkis yang juga pernah bermain di ganda campuran bersama Yasnita Enggira itu. Berdasarkan catatan, kedua pemain bertemu empat kali, dua diantaranya di turnamen ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold’. Pada 2016, Ikhsan tumbang dua gim dengan skor 21-23 dan 15-21. Kemudia, pada 2017, ia juga kalah dua gim dengan skor 17-21 dan 7-21. “Dari dulu kalau ketemu dia (Kunlavut) maunya menang. Ya, mungkin kalah jam terbang. Tapi, yang pasti, saya akan terus belajar dari setiap pertemuan dengan dia,” tutup Ikhsan. (Adt) Hasil Pertandingan Final, Minggu (8/4) : Kategori U-15: 1. Tunggal Putra Pranav Rao Gandham (India) vs Justin Shou Wei Hoh (Malaysia) 21-13, 21-16 2. Tunggal Putri Ellena Manaby Yullyana (Indonesia) vs Pitchamon Opatniput (Thailand) 19-21, 22-20, dan 22-20 3. Ganda Putra Pranav Rao Gandham/Sai Vishnu Pullela (India) vs Justin Shou Wei Hoh / Mohamad Razif M Fazriq (Malaysia) 24-22, 23-25, dan 21-16 4. Ganda Putri Mikala Kani/Febi Setianingrum (Indonesia) vs Farica Abela/Ester Nurumi Tri Wardoyo 23-21, 13-21, dan 21-18 Kategori U-17 1. Tunggal Putra Jacky Jing Hong Kok (Malaysia) vs Hak Joo Lee (Korea Selatan) 21-17, 22-20 2. Tunggal Putri Aisyah Sativa Fatetani (Indonesia) vs So Yul Lee (Korea Selatan) 15-21, 21-13, dan 21-19 3. Ganda Putra Rian Cannavaro/Asghar Herfanda (Indonesia) vs Muhammad Satria/Muhammad Haikal Zaki (Indonesia) 21-17, 21-18 4. Ganda Putri Hye Jin Choi/So Yul Lee (Korea Selatan) vs Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia (Indonesia) 18-21, 21-17, dan 21-13 5. Ganda Campuran Muhammad Nendi Novantino/Tryola Nadia (Indonesia) vs Galuh Dwi Putra/Nabila Putri Arsyillah (Indonesia) 21-7, 20-22, dan 21-19 Kategori U-19  1. Tunggal Putra Kunlavut Vitidsarn (Thailand) vs Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay (Indonesia) 21-14, 21-9 2. Tunggal Putri Zhiyi Wang (China) vs Zhou Meng (China) 21-15, 21-16 3. Ganda Putra Di Zijian/Wang Chang (China) vs Guo Xinwa/Shiwen Liu (China) 21-13, 22-20 4. Ganda Putri Liu Xuanxuan/Yuting Xia (China) vs Chen Yingying/Zhang Shuxian (China) 21-16, 21-18 5. Ganda Campuran Shang Yichen/Yijing Li (China) vs Wang Chang/Yuting Xia (China) 21-19, 21-19

Jelang Piala Dunia Rusia 2018, PSSI Dukung Anak Indonesia Tampil di F4F

Football for Friendship (F4F) International Children`s Social Project keenam yang digelar pada 8-15 Juni 2018, di Moskow, Rusia. (hargo.net)

Jakarta- PSSI mendukung keikutsertaan anak Indonesia dalam program persahabatan internasional lewat ajang Football for Friendship (F4F) International Children`s Social Project yang keenam, yang digelar pada 8-15 Juni 2018, di Moskow, Rusia. “Program yang bagus. Sepak bola bisa menjadi instrumen penting dan selalu relevan bagi generasi muda di seluruh dunia, untuk mempererat pertemanan demi masa depan yang baik,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketum PSSI Joko Driyono, dilansir Antara pada Sabtu (7/4). Football for Friendship (F4F) International Children`s Social Project merupakan program yang digagas perusahaan milik Pemerintah Rusia Gazprom, yang merupakan sponsor Piala Dunia 2018. Event ini dimulai sejak 2013, dan untuk edisi keenam pada 2018 ini, F4F akan melibatkan ratusan anak berusia 12 tahun dari 211 negara dan kawasan. Sebagai informasi untuk Indonesia keterlibatan di edisi keenam ini, menjadi yang pertama. Nantinya, ada satu orang anak yang menjadi duta Indonesia, berpartispasi di kegiatan tersebut. Di Moskow, anak-anak perwakilan negara tersebut akan dilibatkan dalam banyak kegiatan seperti pertandingan sepak bola Football for Friendship World Championship, diskusi dalam forum internasional Football for Friendship Children`s Forum keenam, dan mendapatkan pendidikan tentang nilai-nilai F4F. Khusus Football for Friendship World Championship digelar mulai 12 Juni dan diikuti 32 tim. Dalam satu timnya beranggotakan enam pemain (kiper, dua bek, dua gelandang, dan penyerang), anak Indonesia yang terpilih masuk dalam tim “Grizzly Bear” bersama perwakilan Kosovo, Eritrea, Ghana, Qatar, dan Guyana. Selain berbeda negara, para pemain di tim ini juga berbeda jenis kelamin dan kemampuan fisik. Hal lain yang unik, tim ini akan dilatih oleh pesepak bola muda berusia 14-16 tahun dari berbagai negara. Lainnya, nama-nama ke-32 tim itu, diambil dari hewan-hewan yang terancam punah dari seluruh benua Sementara terkait pemilihan perwakilan anak Indonesia untuk F4F, PSSI menyatakan itu merupakan wewenang dari penyelenggara. Tak ada keterlibatan Timnas Indonesia di dalamnya. “Gazprom yang memimpin inisiatif ini,” tutur Joko. Program F4F telah mendapat dukungan dari FIFA. Menurut Sekretaris Jenderal FIFA Fatma Samoura, F4F menunjukkan jik sepak bola adalah olahraga yang bisa memberikan harapan bagi anak-anak, di seluruh dunia. “Program ini contoh yang sangat bagus. Ada proses bagaimana sepak bola membuka pintu bagi semua anak dari bermacam latar belakang,” kata Fatma. (Art)

Villa 2000 Kalah 2-3 di Laga Uji Coba, Blitz Tarigan : Ingin Tandang ke Kandang Lawan

Villa 2000 (hitam) takluk dari tim Porda Bogor (merah) dengan skor 2-3, dalam laga uji coba pada Sabtu (7/4), di lapangan Villa 2000, Pamulang Selatan. (Ham/NYSN)

Pamulang- Klub Villa 2000 mengagendakan uji coba pada sabtu (7/4), melawan tim Porda Bogor, di lapangan Villa, Pamulang Selatan. Anak asuh Blitz Tarigan harus takluk dengan skor tipis 2-3. Dengan konsep trofeo, pertandingan dilakukan menjadi tiga babak, yang masing-masing babak berjalan selama 35 menit. Dan pelatih asal Medan ini menyiapkan dua tim. Pada babak pertama dan kedua, ia memainkan skuat yang akan turun di even Liga 3, sedangkan tim yang turun di babak ketiga, untuk Piala Soeratin. Tim pertama gagal mencetak angka, bahkan gawang Villa 2000 justru bobol dua kali. Sedangkan saat tim kedua merumput, meski jala mereka terkoyak sekali, namun sanggup mencetak dua gol balasan. Tak urung, Blitz sempat merasa kesal dengan peforma tim pertamanya. Lantaran mudah terpancing emosi dan terprovokasi, sehingga mengganggu konsentrasi mereka. Akibatnya, mereka tertinggal dua gol. Ia menilai ada beberapa faktor penyebab. Hal yang mempengaruhi itu yakni lawan yang usianya lebih tua dua tahun, sehingga punya pengalaman lebih, dan kondisi cuaca yang sangat terik siang itu, sehingga pemain tak fokus mengikuti skema yang diberikan pelatih. “Mereka emosi duluan gara-gara diusili lawan. Harusnya ya tetap fokus. Itu kan taktik lawan. Berbeda dengan peforma tim yang kedua tadi, lumayan terstruktur mainnya, dan bisa cetak dua gol,” ungkapnya. Mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini memberi catatan untuk tim pertama, agar mengurangi ego masing-masing individu, dan menjaga komunikasi antar lini, agar skema permainan berjalan baik. Sedangkan untuk tim kedua menurutnya problem penyelesaian akhir harus diperbaiki. Sebab tim ini sering mendapat peluang, namun pemain kerap blunder ketika mengeksekusi bola ke dalam gawang. “Harapannya, saat latihan berikutnya, mereka belajar apa yang kurang dari uji coba hari ini. Dan, kami ingin tiap minggu rutin uji coba. Tidak hanya di villa, sebaiknya juga away ke kandang lawan,” pungkasnya. (Ham)

Lewati Tiga Uji Coba, Timnas Putri U-16 Kini Sisakan 23 Pemain

Timnas Putri U-16 kini dihuni 23 orang pemain setelah melewati tiga kali uji coba, dan terus akan melakukan seleksi pemain hingga 20 April nanti. (Ham/NYSN)

Jakarta- Usai menjalani uji coba melawan tim putra U-13 SSB Bina Sentra, pada Kamis (5/4), Timnas Putri U-16 kembai melakukan latihan rutin pada sabtu (7/4) sore, di Lapangan Atang Sutresna, Cijantung. Sesi latihan hari ini mulai difokuskan pada konsep attacking, finishing serta transisi pemain sayap. Tidak itu saja, anak asuh Rully Nere juga mulai membangun serangan dengan konsep crossing. “Kami mencoba membangun (built up) serangan dari tengah ke samping, lalu crossing ke tengah. Pemain harus fokus saat menerima bola, dan eksekusi ke gawang lawan” ujar Rully, pada Sabtu (7/4). Ia melihat laga sebelumnya saat menantang SSB Bina Sentra, timnya tampak kesulitan melakukan finishing ke gawang lawan. Salah satunya, karena timnya tak memanfaatkan lebar lapangan. “Komunikasi yang padu, bisa membuat kerangka serangan bisa terjalin rapi. Ini yang terus kami fokuskan, agar sesi menyerang dan penyelesaian peluang, dipahami dengan baik,” tukas pria 57 tahun itu. Pada momen yang sama, salah seorang pemain, harus menepi dari latihan lebih awal. Jasmine, pemain yang masih berusia 12 tahun ini, mengalami cidera engkel, kala berbenturan dengan pemain lainnya. Dibantu oleh staf fisioterapi, Jasmine menepi dan diberikan beberapa pijatan guna mencegah cidera yang lebih parah. Hingga saat ini, Rully sudah memulangkan tiga pemain. Proses seleksi pun masih terus berjalan diiringi sesi latihan. Tercatat, total seluruh pemain Timnas Putri U-16 berjumlah 23 pemain, dari 28 sebelumnya. “Kami pulangkan tiga orang sampai hari ini. Andai, ada yang lebih baik, bukan tak mungkin kembali akan kita masukkan ke tim, tapi ya tetap diseleksi terus,” tutup pria kelahiran Sentani tersebut. (Ham)

Takluk Dari Non Unggulan Asal Thailand, Tunggal Putri U-15 PB Jaya Raya Gagal ke Final

Tunggal putri U-15 asal PB Jaya Raya, Tasya Farahnailah (hijau), gagal ke final usai kalah dari pebulutangkis Thailand, Pitchamon Opatniput, 18-21, dan 12-21. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pebulutangkis tunggal putri U-15 asal PB Jaya Raya Jakarta sekaligus unggulan lima, Tasya Farahnailah harus menelan pil pahit. Ia gagal melangkah ke babak final turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’. Tasya takluk pada babak semifinal dari pebulutangkis non unggulan asal Thailand Pitchamon Opatniput, Sabtu (7/4), lewat pertarungan dua gim, dengan skor 18-21 dan 12-21, dalam waktu 28 menit. Bermain di gim pertama, kedua pebulutangkis itu tampil impresif. Angka keduanya bahkan tak berselisih jauh, hingga Pitchamon berhasil unggul diinterval gim pertama dengan skor 11-10. Tasya mengambil inisitif untuk memberikan tekanan pada lawan. Namun, pebulutangkis Thailand itu mampu meladeni permainannya, sehingga skor kembar terjadi saat kedudukan 12-12. Pitchamon berhasil menambah dua angka menjadi 14-12, dan smash yang dilancarkan Tasya bergulir dibibir net untuk kemudian mengejar ketertigalan menjadi 13-14. Saat kedudukan 16-17 untuk keunggulan wakil ‘Gajah Putih’ itu sempat terjadi rely panjang. Sayang, Tasya yang ingin menempatkan bola di depan net gagal, kedudukan berubah 16-18. Akhirnya, game point menjadi milik Pitchamon 20-17. Dan, bola pengembalian Tasya yang keluar mengakhiri pertandingan di gim pertama dengan skor 21-18. Pada gim kedua, Tasya memimpin perolehan angka 2-0. Kemudian serobotan bola di depan net yang dilakukan Tasya merubah kedudukan menjadi 4-3. Lalu, Pitchamon menyamakan kedudukan 4-4. Lagi-lagi, wakil Thailand itu mampu menutup interval kedua dengan unggul 11-9. Selepas itu, permainan wakil Merah Putih mulai goyah. Kelelahan fisik serta kehilangan feeling bermain yang dialami Tasya, memberi keuntungan bagi Pitchamon. Ia terus menambah angka hingga game point 20-11 dan menutupnya dengan skor 21-12. Pitchamon akan menantang pebulutangkis tuan rumah, yang menempati unggulan tiga Ellena Manaby Yullyana. Ellena lolos ke final usai menyingkirkan kompatriotnya, Farica Abela, dengan skor 23-21 dan 21-18. “Saya mainnya kurang sabar, feeling juga lagi tidak enak. Jadi serba salah. Apalagi fisik saya sudah habis. Lawan juga mainnya bagus,” ujar Tasya usai pertandingan. Sementara, Taufiq Hidayat Akbar, Pelatih Tunggal Putri PB Jaya Raya, mengaku kemampuan anak didiknya saat bertemu pebulutangkis asal Thailand, seperti terlihat kelelahan. Padahal, lanjut Taufiq, secara kualitas permainan Tasya di atas lawannya. “Kondisi Tasya menurun, jadi banyak mati sendiri bolanya. Kalau keluar kualitasnya, saya yakin bisa menang jauh,” tuturnya. Ia menilai Tasya bermain ngotot. “Ini jadi pengalaman berharga buat Tasya. Ada kesempatan tapi tak dimanfaatkan dengan baik. Dan soal fisik, ya harus ditingkatkan lagi,” tutup Taufiq. (Adt)

Targetkan 1000 Atlet Ikut Serta, IKASI Jabar Gelar Kejuaraan Anggar Internasional di Sentul

Kejuaraan anggar Internasional bertajuk Jabar Open 2018, akan berlangsung pada 28-29 April medatang di Sentul, Bogor, Jawa Barat. (net)

Bandung- Enam negara Asia dipastikan akan mengikuti kejuaraan anggar Internasional bertajuk Jabar Open 2018. Ajang ini rencananya digelar pada 28-29 April 2018 di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Enam negara yang sudah memastikan ikut adalah Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam. Sementara Hongkong masih dalam penjajakan. Hal itu dikatakan Ketua Pengprov IKASI (Ikatan Anggar Seluruh Indonesia) Jawa Barat, Asyanti Rozana Thalib, pada Jumat (6/4) malam, di Bandung. Menurut Asyanti, kejuaraan ini dihelat guna mengukur kemampuan atlet anggar di Indonesia, khususnya Jabar agar bisa bersaing di tingkat internasional. “Selama ini IKASI Jabar hanya menggelar Sirkuit anggar di beberapa daerah di Jabar. Sekarang kami mencoba menggelar event internasional dengan nama Jabar Open,” jelas Asyanti. Asyanti berharap seluruh atlet anggar perwakilan daerah di Indonesia bisa tampil di even internasional ini. “Target kami atlet yang ikut kejuaraan anggar internasional ini sebanyak 750 sampai 1000 atlet, karena kejuaraan anggar sirkuit saja rata-rata diikuti 500 atlet,” tegas politisi Fraksi PDIP ini. Asyanti juga berharap kejuaraan ini bisa membuat para atlet anggar di Indonesia bisa lebih baik lagi dan mampu bersaing hingga ke tingkat internasional. Dengan jumlah peserta yang banyak, ia berharap menjadi tantangan bagi atlet Indonesia. “Saya melihat Indonesia ini masih bisa menjadi juara kejuaraan anggar tingkat internasional asal rutin digelar. Rencananya Jabar Open ini akan menjadi agenda rutin IKASI Jabar,” tukas Ketua Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Jawa Barat ini memaparakan. Kejuaraan ini akan mempertandingan Kelompok Usia 12 sampai 14 tahun (KU) dan semua yang ikut akan ambil bagian merupakan para atlet yang disiapkan daerah untuk PON 2020 mendatang. “Ini sangat bagus buat mengasah persiapan mereka, dan sebelum diturunkan di ajang nasional nanti seperti PON,” tambahnya. “Dan semua nomor akan kita tampilkan yaitu, degen, floret serta sable. Atlet-atlet kita di Jawa Barat akan diturunkan semua, karena ini sangat penting bagi mereka untuk persiapan PON dan Asian Games, sekaligus untuk memberikan kesempatan bagi para atlet pelatnas,” ujar 75 persen atlet anggar sudah masuk daftar sebagai peserta. “Kita berharap, Sumsel, Sulses dan Jatim yang saat ini menjadi daerah terkuat bisa mengikuti kejuaraan ini. Agar persaingan makin ketat dan bagus untuk menguji atlet muda kita,” pungkasnya. (Art)

SIS KG Raih Juara Umum, Olimpiade SIS Pada 2019 Bakal Undang Sekolah Lain

SIS Kelapa Gading (KG) akhirnya sukses menjadi juara umum Olimpiade Olahraga Siswa SIS School Group 2018, pada Sabtu (7/4). (Adt/NYSN)

Jakarta- Atletik menjadi cabang olahraga yang terakhir dipertandingkan sekaligus menutup gelaran Olimpiade Olahraga Siswa SIS School Group 2018, di Gelanggang Olahraga (GOR) Cenderawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (7/4). Event itu mengokohkan SIS Kelapa Gading (KG) sebagai juara umum dengan mengoleksi 2.120 poin. Diikuti SIS Pantai Indah Kapuk (PIK) diperingkat dua dengan 1.842 poin. Dan, SIS Bona Vista (BV) menempati urutan tiga dengan 1.399 poin. Sementara, SIS Semarang (SMG) bertengger diurutan empat mengoleksi jumlah 479 poin. Selanjutnya, diperingkat lima dihuni oleh SIS Cilegon (CLG) dengan 452 poin. Sedangkan SIS Palembang (PLB) harus puas diposisi enam dengan 436 poin. Gareth Jones, Head of Sport and Health SIS Group of Schools, mengatakan event Olimpiade Olahraga Siswa SIS School Group pada tahun ini berlangsung lancar. Bahkan, menurutnya, seluruh staf, guru, dan orang tua turut terlibat dalam memberikan dukungan demi kesuksesan event ini. “Kami senang semua orang mulai dari guru, orang tua, staf hingga petugas keamanan terlibat dan membantu kesuksesan event ini. Dan event yang dilaksanakan selama empat hari ini bisa selesai sesuai jadwal. Bahkan lebih cepat selesai dari waktu yang ditentukan saat acara penutupan,” ujar Gareth jelang acara penutupan, pada Sabtu (7/4). Diakuinya, pada event yang diadakan setiap tahun ini terdapat peningkatan kualitas. Hal itu, lanjut Gareth, dibuktikan adanya pemecahan rekor seperti pada cabang renang, lari, lempar lembing dan cakram, serta tolak peluru. “Jadi selalu ada rekor baru setiap tahun. Selain itu, partisipasi siswa untuk mengikuti event ini juga terus bertambah. Karena kami selalu melakukan evaluasi setelah event ini selesai,” tambahnya. Gareth berharap kedepannya event ini tak hanya melibatkan siswa SIS School Group saja, tapi juga melibatkan sekolah lain untuk turut berpartisipasi meramaikan persaingan diberbagai cabang olahraga. “Kami sudah memikirkan untuk sekolah-sekolah di luar SIS bisa berpartisipasi di olimpiade olahraga tahunan ini. Juga, penambahan cabang olahraga yang dipertandingkan. Mungkin kendala kami adalah soal waktu, karena event ini hanya berlangsung selama empat hari,” tutup Gareth. (Adt)

Tim Profesional AS Nyaman Pakai Sepeda Wdnsdy, Produk Lokal yang Go Internasional

Sepeda Wdnsdy, produk lokal asal Surabaya, Jawa Timur, yang go-internasional. (net)

Jakarta- Sepeda Indonesia, Wdnsdy (Wednesday), resmi turun di arena balap sepeda profesional di Amerika Serikat (AS). Tak tanggung-tanggung, mereka menjadi sponsor dari Point S Auto presented by Nokian Tyres, sebuah tim perempuan profesional yang bermarkas di negara bagian Oregon. Pada musim balap 2018, para pebalap Point S-Nokian turun menunggangi Wdnsdy AJ1, dengan warna chartreuse, bertuliskan ‘#HRDWMN’ pada bagian top tube. Frame yang terbuat dari bahan karbon terbaik ini dilengkapi dengan komponen kelas dunia. Point S-Nokian disponsori oleh produsen grupset terbesar dunia, Shimano, serta produsen komponen dan wheelset papan atas, Enve. Sebagai pelengkap, para pebalap duduk di sadel merek Fabric dan memakai power meter dari Stages. Azrul Ananda, co-founder Wdnsdy Bikes, menyebut kerja sama dengan tim professional Negara Paman Sam itu makin mempertegas misi besar perusahaannya untuk cycling di Indonesia. Yakni, memproduksi frame kelas dunia dengan kualitas tertinggi, tapi tetap terjangkau sehingga bisa terus mempopulerkan olahraga cycling di tanah air. Apalagi, perusahaan ini berpusat di Surabaya, Jawa Timur. “Ini menunjukkan keseriusan Wdnsdy di arena cycling. Frame AJ1 telah mengantongi sertifikasi UCI (Federasi Balap Sepeda Internasional), layak tampil di arena balap kelas dunia. Dan sekarang, AJ1 resmi terjun di arena balap profesional di Amerika,” terang Azrul, yang mendirikan Wdnsdy Bike bersama John Boemihardjo. Lewat Point S-Nokian, sepeda Wdnsdy akan turun di balapan-balapan terbesar seri nasional di negara Adikuasa itu. Tim ini punya sejarah baik, terlebih eksis sejak lebih dari sepuluh tahun lalu. Tahun ini adalah tahun ke-5 Point S-Nokian di arena profesional. Point S-Nokian pernah meraih peringkat 1 dan 2 overall di seri nasional Criterium AS, termasuk sejumlah kemenangan seri dan banyak lomba lain di berbagai negara bagian di negara Donald Trump itu. Sedangkan pada awal musim 2018, Point S-Nokian langsung meraih hasil baik. “Kami finis di urutan tiga overall di Valley of the Sun Stage Race. Posisi top ten di Chico Stage Race juga kami cetak, termasuk urutan empat time trial,” tutur Molly Cameron, pemilik sekaligus manajer Point S-Nokian. Ia mengaku sangat senang bisa menjalin kerja sama dengan Wdnsdy. “Atlet-atlet kami sudah menunggangi sepeda Wdnsdy selama beberapa pekan, dan mereka langsung takjub. Sepeda AJ1 sangat nyaman dan responsif. Handling-nya stabil. Para mekanik kami juga senang, karena sepeda itu begitu mudah untuk dikerjakan. Wdnsdy melakukan hal-hal baik dan melakukannya dengan baik!” puji Molly. (Adt)

Ajang China Master 2018, Jadi Bahan Evaluasi PP PBSI Sektor Ganda Putri

Pasangan ganda putri Anggia Shitta Awanda (kiri), saat masih berpasangan dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani. (badmintonindonesia)

Jakarta- Turnamen China Masters 2018, pada 10-15 April nanti, Indonesia bakal menurunkan tiga pasangan ganda putri. Yakni Nitya Krishinda Maheswari/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Anggia Shitta Awanda/Meirisa Cindy Sahputri dan Rosyita Eka Putri Sari/Yulfira Barkah. Di ajang itu, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan melakukan evaluasi terhadap ketiga pasangan tersebut, karena duet-duet itu merupakan kombinasi baru. Sebelumnya, Anggia berpasangan dengan Ketut, Nitya bersama Yulfira. Sedangkan Cindy bersama Nisak Puji Lestari. Sementara bagi Rosyita, ini adalah turamen pertamanya setelah mengalami cedera lutut di SEA Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia. Pada turnamen Osaka International Challenge 2018, Anggia/Cindy harus terhenti dilaga pertama, dan Nitya/Ketut di babak kedua, sedangkan Rosyita/Yulfira di babak perempat final. Chafidz Yusuf, Asisten Pelatih Ganda Putri PP PBSI yang mendampingi para pemain di Osaka, menyebut penampilan para pemain ganda putri akan kembali dievaluasi di China Masters 2018. “Kombinasi pasangan baru ini baru bisa dievaluasi di dua atau tiga turnamen. Itu pun diawali dari turnamen level international challenge. Beda dengan pasangan junior, yang disiapkan untuk jangka panjang,” ujar Chafidz seperti dikutip situs resmi PBSI, Jumat (6/4). “Mereka yang tampil di Osaka, memang pasangan baru. Tapi, secara individu sudah sering ikut turnamen. Jadi, fase penyesuaian, mestinya bukan masalah lagi. Coach Eng Hian juga beberapa kali memberikan kesempatan kepada pemain-pemain ini,” sambungnya. “Kami lihat nanti di China Masters. Faktor usia para pemain yang tak terpaut jauh, dan pengalaman, saya rasa waktu menyesuaikan diri itu bisa diatasi, karena mereka juga dilatih di Pelatnas,” terang Chafidz. Setelah China Masters 2018, nantinya beberapa pemain Indonesia itu akan mengikuti turnamen Malaysia International Challenge 2018, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 17-22 April 2018. (Adt)

Laga Tensi Tinggi, SIS PIK Sukses Raih Juara Basket Kategori E

Tim Basket Putra Kategori E, SIS PIK berhasil menjadi juara usai mengalahkan SIS Semarang, dengan skor 28-12. (Adt/NYSN)

Jakarta- Olimpiade SIS School Group memasuki hari ketiga. Pada Jumat (6/4), cabang olahraga Bola Basket, Catur, dan E-Sport, dilangsungkan di SIS Pantai Indah Kapuk (SIS PIK), Jakarta Utara. Pada laga basket, terjadi duel dengan tensi tinggi antara Tim Basket Putra SIS PIK dengan tim tamu SIS Semarang di Kategori E. Berstatus sebagai tuan rumah dan mendapatkan dukungan penuh suporter menjadi modal besar bagi anak asuh Saut Lambok Jonson itu. Sejak wasit melakukan jump ball tanda permainan dimulai, permainan SIS PIK sulit dibendung oleh kubu lawan hingga membuat angka dengan cepat diraih Justin dkk. Bahkan, SIS PIK mampu unggul tiga setengah bola atas pasukan kuning hitam ini. Aksi individu yang diperlihatkan tim tamu melalui pemain bernomor punggung 5 dengan melakukan three point memangkas jarak angka. Juga aksi ciamik pebasket bernomor punggung 15, hingga mampu membuat kedudukan 9-9. Namun, para pemain SIS PIK tak tinggal diam. Usaha untuk merebut kuarter pertama sukses. SIS PIK mengakhiri kuarter pertama dengan skor 13-9. Di kuarter kedua, SIS Semarang berusaha bangkit, namun kematangan para pemain tuan rumah membuat usaha yang dilakukan tim tamu selalu kandas. Terlebih, tembakan tiga angka kerap tercipta masing-masing melalui Justin, Hanzel dan Kent Rhu, yang akhirnya sukses memastikan kemenangan di kuarter kedua dengan skor 28-12. Saut, sang juru racik tim, mengatakan anak asuhnya tampil sangat baik menghadapi perlawanan SIS Semarang. Namun, menurutnya, laga ini tak sekadar mencari kemenangan, tapi juga diharapkan bisa membentuk karakter kuat kepada para pemain binaannya tersebut. “Tim lawan tak memiliki pelatih yang secara khusus menangani tim. Jadi mereka bermain apa adanya. Beda dengan SIS PIK, yang memepercayakan saya sebagai pelatih,” ujar mantan pemain Timnas Basket ini. “Saya ingin membuat basket ini menjadi habit bagi mereka. Tidak hanya soal menang-kalah, tapi dibasket ada pelajaran tentang disiplin dan kerja keras. Itu yang mereka harus tahu,” sambungnya. Meskipun pada pertandingan tersebut, terdapat sejumlah pemain yang memiliki skill individu yang mumpuni, namun bagi Jonson hal itu belum cukup untuk membuat sebuah tim yang kuat. “Di basket itu tim work. Mereka harus bisa menjadi pemain yang bisa diandalkan, sehingga kekuatannya merata,” jelas salah satu bigman terbaik Indonesia itu. Sementara, pada perebutan tempat ketiga, SIS Kelapa Gading (SK) berhasil mengalahkan SIS Bona Vista (BV), dengan skor 17-2. Kriesky, Pelatih SIS KG, mengungkapkan bila di timnya tidak ada pemain bintang. Sehingga, dirinya, harus puas berada diperingkat tiga cabang basket putra pada Olimpiade SIS School Group tahun ini. “Tim kami tak ada star player. Jadi tidak ada yang lebih unggul dalam satu tim. Sehingga mereka bermain dengan kemampuannya masing-masing,” terangnya. Disisi lain, ia mengkritik jadwal pertandingan yang terlalu padat, sehingga tim-nya tak punya waktu istirahat yang cukup. “Secara fisik pemain kami sudah lelah, karena harus bertemu dengan tim SIS PIK yang punya pemain bagus. Tapi, saya tetap respek sama tim. Walau lelah, mereka tetap semangat dalam perebutan peringkat ketiga ini,” tukas Kriesky. (Adt)

Liga 3 Bergulir Juli, Villa 2000 Padati Jadwal Latihan Dengan Rutinitas Uji Tanding

Villa 2000 akan segera mengikuti Kompetisi Liga 3 regional DKI Jakarta yang akan berlangsung dan digelar pada bulan Juli 2018. (Ham/NYSN)

Tangerang- Kompetisi Liga 3 regional DKI Jakarta akan digelar Juli. Villa 2000, salah satu klub yang nantinya akan bergabung di Asprov DKI Jakarta, terus memantapkan persiapan. Blitz Tarigan selaku Pelatih, memimpin jalannya latihan pada jumat (6/4) di lapangan Villa 2000, di kawasan Pamulang Selatan. Blitz terus menekankan metode transisi, attacking dan finishing. “Sepak bola itu ada tiga; bertahan, menyerang, dan transisi. Jadi, fokus latihan sore ini adalah ketiganya”, ujar Blitz, pada Kamis (6/4). Menurutnya di Liga 3 DKI Jakarta nanti, persaingan antar tim sangat kuat. Dengan status juara bertahan, maka peluang tim lain untuk merebut posisi juara sangatlah terbuka. “Kami memang juara bertahan, tapi ya jangan jemawa. Tim yang akan mengikuti Liga 3 musim ini pasti makin kuat. Sulit untuk memprediksi siapa yang bakal juara,” tambahnya. Demi menjaga tensi atmosfir laga dan persaingan, Villa 2000 terus menjajal kemampuan, dengan melakukan uji tanding sebanyak mungkin. Uji coba demi uji coba terus dijajaki. Pada Sabtu (7/4), Villa 2000 akan kedatangan tim asal Bogor, yakni PORDA Bogor. Rencananya mereka akan melakukan laga pada pukul 10.00 WIB. Namun, ada kendala lain yang dirasakan Blitz saat ini. Dengan skuat yang mayoritas diisi pemain berstatus pelajar, efek sistem Full Day School, cukup berpengaruh dengan waktu latihan. “Jam latihan kami saat ini waktunya sangat terbatas. Sekolah sekarang ‘kan sampai sore pulangnya, jadi jam latihan pun cuma sebentar. Waktu mereka habis di sekolahan. Tapi ya mau gimana lagi, pendidikan juga kan penting” tutupnya. (Dre/Ham)

Duel Ketat Hingga Rubber Set, Tunggal Putri U-15 PB Exist Kalah Dari Unggulan Asal India

Tunggal putri (U-15) Trianisa Kania Nurhasanah (kuning) takluk dari pebulutangkis unggulan dua asal India Meghana Reddy Mareddy lewat partai rubber game. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pemain tunggal putri (U-15) Trianisa Kania Nurhasanah masih belum berhasil merobohkan pebulutangkis unggulan dua asal India Meghana Reddy Mareddy, dibabak 32 besar turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, pada Jumat (6/4). Pebulutangkis asal PB Exist Cibinong itu menyerah dalam drama pertarungan tiga gim berdurasi 45 menit, dengan skor 15-21, 21-19, dan 8-21 atas Mareddy. Di gim pertama, Nurhasanah membentang asa usai memimpin dalam interval skor 11-9. Namun, Mareddy berhasil memaksa skor imbang 12-12. Kedudukan kembar 15-15 kembali terjadi akibat bola pengembalian Nurhasanah keluar. Selanjutnya, perolehan angka pebulutangkis India itu menjauh dan menutup gim pertama dengan skor 21-15. Memainkan gim kedua, anak asuh Jonathan itu merubah strategi. Hasilnya, Nurhasanah mampu mencuri angka terlebih dahulu yakni 1-0. Kedua pemain terus mencari cara untuk bisa memberikan tekanan pada lawan. Akibatnya, pertarungan berlangsung ketat, begitu juga dengan skor yang selalu sama hingga kedudukan 7-7. Saat kedudukan 12-9 sempat terjadi rely panjang. Akhirnya pertarungan berakhir setelah bola pengembalian Mareddy tak mampu melewati net. Kedudukan berubah menjadi 12-9.Berkat instruksi dari sang pelatih yang harus lebih sabar dalam meladeni lawan membuahkan hasil. Nurhasanah sukses membungkus kemenangan di gim kedua dengan skor 21-19. Memainkan gim ketiga, Nurhasanah berada dalam tekanan. Mareddy dengan mudah mengumpulkan angka demi angka, hingga kedudukan 11-2. Pebulutangkis Bogor kerap melakukan kesalahan sendiri. Akhirnya, Mareddy yang memang berada di atas angin berhasil memastikan kemenangan setelah smash tajamnya tak mampu dikembalikan Nurhasanah. Pertandingan berakhir dengan skor 21-8. “Saya main memang agak tegang karena lawan pemain unggulan dua. Apalagi, secara fisik juga lebih bagus dan tinggi dari saya. Lawan juga terus melakukan tekanan,” ujar Nurhasanah usai pertandingan. “Di gim kedua, saya inisiatif untuk menekan dari awal. Bola saya turunin duluan terus dicepetin. Itu efektif dan saya bisa menang. Tapi di gim ketiga, saya sudah nggak fokus karena lawan bisa ngumpulin angka cepat dan akhirnya kalah,” sambungnya. Sementara, Jonathan, Pelatih PB Exist, mengaku puas dengan penampilan anak didiknya tersebut. Menurutnya, ajang ini bisa dijadikan sarana untuk menambah pengalaman bertanding bagi Nurhasanah. “Ini ajang internasional yang bagus, terutama untuk pebulutangkis pemula. Saya melihat ini adalah pengalaman buat Nurhasanah. Apalagi, lawannya menempati unggulan dua. Memang berat bagi Nurhasanah untuk bisa mengalahkan pemain India tersebut,” terangnya. “Tapi di gim ketiga, karena ketinggalan jauh, mainnya makin tak terkontrol. Dan lawan statusnya juga unggulan, sehingga pengalaman saat-saat poin kritis dan tahu bagaimana menghadapinya,” tuturnya. Ia menambahkan paska pertandingan ini pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap penampilan anak didiknya itu. “Perlu ditingkatkan lagi untuk fisiknya, terutama bertemu lawan yang memiliki postur lebih tinggi. Harus lebih sabar mainnya, dan dilihat juga Nurhasanah tadi angkanya didapat darimana,” pungkasnya. (Adt)

Surabaya Fever Perkasa di Tiga Seri Srikandi Cup Musim Ini, Berkat Filosofi Jari Tangan

Tim Basket Putri Surabaya Fever mencapai prestasi terbaik lewat polesan tangan dingin sang pelatih, Wellyanto Pribadi. (Pras/NYSN)

Jakarta- Surabaya Fever tampil perkasa pada tiga seri kompetisi basket putri profesional Srikandi Cup musim ini. Filosofi jari tangan dinilai menjadi kunci kesuksesan tim kebanggaan ‘Kota Pahlawan’ itu. Peran Wellyanto Pribadi, sang arsitek Surabaya Fever, menjadi krusial. Berkat tangan dinginnya, ia mampu melahirkan sebuah tim yang disegani lawan diberbagai ajang kompetisi basket di Tanah Air. Namun, pria berusia 53 tahun itu, enggan jika kesuksesan timnya selama ini dianggap andil besarnya. Baginya basket adalah olahraga tim dan semua yang terlibat memiliki peran dalam setiap kesuksesan. Ko Welly, sapaan akrabnya, menyebut dalam menangani Gabriel Sophia dkk, dirinya memiliki filosofi bahwa mereka harus bisa bekerja sama seperti halnya jari tangan. “Saya bukan pelatih hebat. Justru anak-anaklah yang mempunyai potensi itu. Semua pemain Surabaya Fever bisa menjadi pemain inti karena memahami filosofi jari tangan,” ujar Ko Welly beberapa waktu lalu. Prinsip jari, bagi Ko Welly berarti kelengkapan jempol, telunjuk, jari tengah, jari manis dan kelingking. Jika disatukan secara fungsi kerja, maka akan menghasilkan kekuatan yang utuh Dalam ingatannya, ia mengawali kecintaanya bermain basket di klub CLS Surabaya saat masih duduk dibangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) sekitar awal tahun 1990-an. Berposisi sebagai point guard, kala itu Welly dinilai pekerja keras oleh salah satu pelatih legendaris Nasional sekaligus sesepuh CLS, Widiarto Hartanu, atau Mpek, sapaan akrabnya. Menurut Mpek, Welly memiliki kecepatan meski postur tubuhnya tidak terlalu tinggi. Berlatih di bawah gemblengan keras Mpek membuatnya mendapat ilmu baru dalam dunia kepelatihan. Toh, hal itu tak lantas membuatnya tertarik untuk menjadi pelatih dan terjun di dunia kepelatihan. Bahkan setelah lulus kuliah, ia lebih tertarik berdagang membantu bisnis keluarganya. Hingga pertengahan 1997, Mpek yang menderita sakit keras lalu memberi wasiat kepada para pengurus CLS untuk meminta Welly kembali aktif, membantu melatih di klub CLS Surabaya. Ia tergugah dan akhirnya memulai profesi sebagai pelatih baik tingkat junior hingga senior. Pada 2014, Welly menjadi pelatih Surabaya Fever. Dengan pengalaman yang dimilikinya, Surabaya Fever dibawanya kejenjang prestasi yang lebih tinggi. Tercatat, pada 2015 menjadi Juara WNBL, Juara WIBL (2016) serta Juara Perbasi Cup (2017). Dan bukan tak mungkin, mereka akan merebut Tropi Srikandi Cup musim ini, melalui babak playoff yang akan dihelat pada 18-21 April 2018, di Arena Generasi Muda Cirebon (GMC), Jawa Barat. “Ko Welly itu seperti teman. Tak banyak menuntut, tapi selalu mengingatkan jika ada kurang, terutama jangan cepat terlena. Karena diri kita sendiri itu musuh terbesar,” timpal Gabriel Sophia, center andalan Surabaya Fever. Cepat atau lambat, Welly menyadari Surabaya Fever pasti akan mengalami kekalahan, tapi ia berharap terus memberikan hasil yang terbaik. “Saya berharap lewat kompetisi Srikandi Cup yang teratur, prestasi-prestasi Timnas Putri Indonesia dapat berbicara banyak di kancah ASEAN maupun Asia,” ucap Welly lagi. (Adt)

Universitas Brawijaya Malang Kampiun LIMA Badminton Musim keenam

Universitas Brawijaya menjadi tim yang paling banyak meloloskan wakilnya ke fase Nasional LIMA Badminton di Surakarta pada Mei nanti. (LIMA)

Malang- LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Malang Subconference 2018 telah rampung. Beberapa kejutan meramaikan kompetisi badminton antarmahasiswa musim ini. Selain muncul tim debutan dan wakil baru dari kategori perorangan, pemenang anyar juga lahir. Tim-tim dan wakil kategori perorangan terbaik dari kompetisi yang dihelat di Sports Center Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, 1-5 April 2018, telah terpilih. Malang menjadi kota keempat digelarnya LIMA Badminton musim keenam. Tim-tim dan wakil perseorangan terbaik yang lolos dari fase ini, akan tampil di ajang LIMA Badminton Nationals 2018, di GOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, 1-8 Mei 2018. Usai Malang, LIMA akan menyambangi Yogyakarta. LIMA Badminton: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (Yogyakarta Subconference) akan digelar pada 11-17 April 2018, di Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta. (Adt) Rekapitulasi Kategori beregu Beregu Putra Juara : Universitas Brawijaya Peringkat 2 : Univ. Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Peringkat 3 : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Beregu Putri Juara : Universitas Negeri Malang Peringkat 2 : Universitas Brawijaya Peringkat 3 : Univ. Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Lolos Ke LIMA Badminton Nationals Beregu Putra 1. Universitas Brawijaya 2. Univ. Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Beregu Putri 1. Universitas Negeri Malang Rekapitulasi Kategori perorangan Tunggal Putra Juara : Achmad Rizal Lullah – Univ. Brawijaya Peringkat 2 : M. Hafid Hendarto – Univ. Negeri Malang Peringkat 3 : Ilham Yudha – Univ. Brawiyaja Ganda Campuran Juara : M. Zulfa Risyad/Shinta Dewayani Nugroho – Univ. Brawijaya Peringkat 2 : Muhammad Farod Zamzami/Fitria Ayu Nawangwulan – Univ. Negeri Malang Peringkat 3 : Barok Fauzan/Riska Ayu Indah Sari – STIE Yadika Bangil Lolos Ke LIMA Badminton Nationals Tunggal Putra 1. Achmad Rizal Lullah – Univ. Brawijaya 2. M. Hafid Hendarto – Univ. Negeri Malang Ganda Campuran 1. M. Zulfa Risyad/Shinta Dewayani Nugroho – Univ. Brawijaya 2. Muhammad Farod Zamzami/Fitria Ayu Nawangwulan – Univ. Negeri Malang

Sepekan di Purwokerto Bersama Pelatih Baru, Kiper Timnas Futsal Putri: Ada Kendala Bahasa

Kiper Timnas Futsal Putri asal Klub Kebumen Angels, Citra Adisti (1), saat berlatih di lapangan Score Futsal Stadium, Purwokerto, jelang TC dan seleksi. (bolalob.com)

Purwokerto- Usai dilantik menjadi pelatih baru Timnas Futsal Indonesia, Kensuke Takahashi langsung berangkat ke Purwokerto, untuk TC dan seleksi Timnas Futsal Putri, jelang event AFC Women’s Futsal Championship 2018, di Thailand Mei mendatang. Latihan sudah berjalan sepekan, dan dimulai sejak Selasa (3/4), di Lapangan Score Futsal Stadium, Purwokerto. “Saya selalu menekankan pada atlet untuk memberikan kinerja 110% setiap latihan, dan harus disiplin dalam melakukannya,” singkat sang pelatih. Dalam program latihannya, pelatih asal Jepang tersebut menekankan kedisiplinan. Lantaran prinsip ini, beberapa pemain merasa canggung, dengan gaya pria kelahiran Hokkaido ini. Maklum, selain ketat soal disiplin waktu, Kensuke konon juga menerapkan metode latihan fisik yang keras. Hal ini diungkapkan oleh pemain timnas asal klub Kebumen Angels, Citra Adisti. “Visinya dalam berlatih dan bermain bagus. Terutama disiplin latihan dan menjaga fisik. Tapi, karena beda bahasa, jadi penyampaiannya belum maksimal, meski ada penerjemah”, ujar Citra pada Jumat (6/4). Pada pekan awal TC, latihan dilaksankan tiga hari sejak Selasa-Kamis. Pada Jumat, (6/4) para atlet kembali dipulangkan ke klub masing-masing, mengingat Liga Futsal berlangsung di tiap akhir pekan. (Dre)

Ulangi Prestasi 2017, Achmad Rizal Sukses Pertahankan Gelar Tunggal Putra

Achmad Rizal Lullah, tunggal putra unggulan asal Universitas Brawijaya (UB) lolos Fase Nasional di Surakarta pada Mei nanti. (LIMA)

Malang- Achmad Rizal Lullah, unggulan asal Universitas Brawijaya (UB) mempertahankan gelar juara kategori perseorangan LIMA Badminton: McDonald’s East Java Conference (EJC) Malang Subconference 2018. Pada gelaran LIMA 2017 lalu, pria yang disapa Rizal ini, adalah juara di fase kualifikasi, dan menyabet titel pemenang tunggal putra kategori perseorangan. Pada Kamis (5/4), Rizal kembali superior, usai menekuk tunggal Universitas Negeri Malang (UM), Muhammad Hafid Hendarto, dua game langsung, dengan skor 21-17 dan 21-13. Ketangguhan Rizal memang patut diakui. Begitu pula dengan tunggal UM, Hafid. Namun, di gim pertama, Hafid harus mengakui kekuatan Rizal. Terpaut empat poin, Rizal unggul lebih dulu 21-17 atas Hafid. Alih-alih membalas, Hafid justru membuat selisih poin lebih jauh. Rizal, dengan modal gelar juara musim lalu, menekuk Hafid di gim kedua ini. Skor 21-13 mengakhiri gim kedua di laga final tunggal putra. Rizal berhak beradu kemampuan di fase nasional. Meski harus kalah di final, Hafid turut mengikuti langkah Rizal ke fase LIMA Badminton Nationals. Karena, berdasarkan koefisien conference, Malang memang memiliki jatah dua pemain tunggal putra, untuk bermain di fase nasional. “Alhamdulillah, saya bisa pertahankan gelar kembali. Ini hasil perjuangan dan latihan saya selama ini. Saya akan melakukan latihan lagi untuk persiapan di nasional nanti,” ujar Rizal. (Adt)

Unggul 3-2 Dari Legenda Timnas Indonesia, Sekjen PSSI : Timnas Putri Kurang Kencang Mainnya

Timnas Putri Senior berhasil mengalahkan Legenda Timnas Indonesia yang telah berusia 50-60 tahun (Indonesian Football Ambassador) dengan skor 3-2, di laga uji coba pada Kamis (5/4). (kumparan.com)

Jakarta- Sehari paska menang telak dengan Universitas Bina Nusantara (BINUS), pada Kamis (5/4) Timnas Putri Senior kembali melakukan uji coba. Namun, kali ini pertandingan digelar di Lapangan C, Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta. Lawan yang dihadapi anak asuh Satia Bagja pun Legenda Timnas Indonesia yang telah berusia 50-60 tahun (Indonesian Football Ambassador). Srikandi Indonesia mendominasi pertandingan dan meraih hasil positif dengan skor akhir 3-2. Gol Timnas diciptakan Tugiyati pada babak pertama, kemudian Zahra Muzdalifah dan Dhanielle Daphne di babak kedua. “Ini pengalaman pertama bermain di luar. Hasilnya cukup bagus. Diawal, beberapa pemain mengaku agak nervous, karena ditonton banyak orang. Tapi itu bagus, tes mental buat mereka buat,” ungkap Satia, pada Kamis (5/4). Namun, ia mengaku jika anak asuhnya tampil sesuai arahannya. “Anak-anak sudah paham, bagaimana cara membangun permainan dari belakang hingga ke depan, terutama passing pendek yang seperti diajarkan saat latihan”, tambahnya. Tak hanya pelatih, pencetak gol terakhir pada laga ini, Dhanielle Daphne juga menanggapi laga uji coba kedelapan mereka. “Lawannya lebih baik dari kemarin, karena mereka berpengalaman. Kami ada tekanan yang lebih. Banyak belajar dalam segi mental dan juga kekompakkan tim”, ujar perempuan penggemar David Beckham tersebut. Sesuai informasi, dijadwalkan jika PLT PSSI (Joko Driyono), Sekjen PSSI (Ratu Tisha) Menpora (Imam Nahrawi), akan hadir untuk memantau laga ini. Tetapi, hingga usai laga, hanya Ratu Tisha, yang hadir. Ia juga menyatakan, akan membidik lawan yang lebih cepat, kuat, dan gesit. “Meski ini laga persahabatan, tapi Timnas Putri harus bermain keras, seperti pertandingan sesungguhnya. Saya masih melihat ini harus lebih kencang, dan serius lagi latihannya,” tegas Ratu Tisha usai pertandingan. “Uji coba International Match pertama, rencananya akan kami undang klub sepak bola putri Thailand, pada 30 Mei, dan main di Palembang. Jadi, bulan April ini, mereka fokus di pemusatan latihan terlebih dahulu”, tambahnya. Setelah melawan Thailand, nantinya timnas Putri Hongkong dan Korea Utara, juga dibidik menjadi sparing partner, sebagai ajang persiapan Asian Games 2018. (Dre) Rekap Uji Coba Timnas Putri Timnas Putri vs Tim Pelatih Lisensi B (Putra): 1-3 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya (Putra) : 0-4 Timnas Putri vs SSB Pelita Jaya (Putra) : 1-4 Timnas Putri vs SSB Akademi Sepak Bola Tangsel Muda (ASTAM) (Putra) : 3-1 Timnas Putri vs UNJ Alumni (Putra) : 4-0 Timnas Putri vs SSB Goal Axis (Putri) : 23-0 Timnas Putri vs Univ Bina Nusantara (Putri) : 21-0 Timnas Putri vs Legenda Timnas Indonesia (Indonesian Football Ambassador) : 3-2

Kembali Hadirkan Kejutan, Dobel Putri Jaya Raya U-17 Tekuk Unggulan Enam asal Taiwan

Pasangan ganda putri (U-17) asal Klub Jaya Raya Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia sukses mengalahkan unggulan enam asal Taiwan Hsu Li Ying/Ting Ya Yun, dua set langsung.(Adt/NYSN)

Jakarta- Turnamen bulutangkis ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex-Sunrise Junior Grand Prix Gold 2018’, pada Kamis (5/4), kembali menghadirkan kejutan. Kali ini, kategori U-17 ganda putri asal Klub Jaya Raya Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia sukses memaksa pasangan unggulan enam asal Taiwan Hsu Li Ying/Ting Ya Yun untuk segera angkat koper dari turnamen junior itu. Bertarung dihadapan publik sendiri, seolah memberikan energi tambahan bagi pasangan tuan rumah. Buktinya, Lanny/Nadia tidak menemukan kesulitan berarti kala melakoni gim pertama. Angka demi angka dengan mudah diraih dan berhasil memaksa ganda putri Taiwan itu menyerah di gim pertama dengan skor 21-10. Berlanjut, di gim kedua, Lanny/Nadia yang tampil konsisten serta terus menerus memberikan tekanan hingga tidak memberikan kesempatan pada Hsu/Ting untuk bisa mengembangkan permainan. Usai pertarungan berdurasi 20 menit, Lanny/Nadia unggul dengan skor akhir 21-10 atas pasangan Hsu/Ting. Berdasarkan catatan, ini merupakan pertemuan pertama bagi kedua pasangan. Lanny mengatakan, pasangan Taiwan itu merupakan pemain tunggal, sehingga tak terlalu kesulitan mengantisipasi bola dari lawan. “Tadi siang mereka main tunggal dan kalah (Hsu vs Shellin Salsabila Nurfazriah, 17-21, 13-21 dan Ting vs Siti Sarah Azzahra, 19-21, 13-21). Tak terlalu berat buat kami. Banyakin rely-rely aja pas ketemu mereka, dan kami mainnya jangan sampai kendur,” ujar Lanny usai pertandingan. Diakui Lanny, pasangan lawan yang berstatus unggulan membuat dirinya khawatir tidak mampu mengimbangi permainan lawan. “Tapi sama Papa dikasih tahu kalau mainnya harus berani, dan lawan cuma menang di pertandingan luar. Karena yang namanya unggulan, sering bertanding diberbagai turnamen di luar negeri,” sambungnya. “Dipertandingan tadi kami disuruh main cepat dan harus melakukan tekanan terus ke lawan. Mungkin karena mereka mainnya juga standar, jadi kami bisa mengantisipasi bola pengembalian dari mereka,” timpal Nadia. Terpisah, pemain tunggal putri (U-17) Sekar Maji Bening Nur Kholifah berhasil mengalahkan pemain unggulan pertama asal Selandia Baru Roanne Apalisok (21-6, 21-6). Disusul pemain tunggal putri (U-17) Irgi Aprillia Hizkia Putri yang sukses menumbangkan pemain unggulan tiga asal Taiwan Huang Yu Hsun (21-5, 21-12). Selanjutnya, pemain tunggal putri (U-17) Nurani Ratu Azzahra mampu menghempaskan pemain unggulan 11 asal Taiwan Huang Ching Ping (21-16, 21-16). Dan, pemain tunggal putra (U-15) Rizky Dwi Cahyo menaklukkan pemain tunggal unggulan dua asal Selandia Baru Daniel Yang (21-10, 21-8). Dan duet putri (U-15) Vicka Aryandini/Arlya Nabila Thesa Munggaran yang sukses menekuk dobel unggulan satu Selandia Baru Ashley Tan/Camellia Zhou (21-13, 21-8). (Adt)

Jelang TC di Palembang Pada 21 April, Timnas Putri U-16 Takluk 1-4 Di Laga Uji Coba

Timnas Putri U-16 (hijau) takluk 1-4 di laga uji coba melawan tim putra U-13 SSB Bina Sentra 1-4, pada Kamis (5/4). (Ham/NYSN)

Jakarta- Memasuki pekan keempat, Timnas Putri U-16 kembali merumput di Lapangan Atang Sutresna, Cijantung, pada kamis (5/4). Kali ini, tim putra U-13 SSB Bina Sentra asal Kota Udang, Cirebon, jadi mitra tanding. Dalam laga 90 menit ini, anak asuh Rully Nere itu harus takluk 1-4. Gol tunggal Srikandi muda, dicetak oleh striker asal Banten, Carla Bio Pattinasarany. Walau Carla dan kawan-kawan gagal meraup kemenangan, Rully mengaku senang dengan progres para pemainnya. “Dari uji coba pertama dan kedua, sampai ini yang ketiga, semua ada progresnya. Mulai terbentuk bagaimana mereka membangun serangan, built up skema permainan,” jelas Rully, pada Kamis (5/4). Rully menilai, jika kinerja sektor penjaga gawang, pemain belakang, gelandang, hingga penyerang, mulai menampakkan pola kerjasama, meski masih sangat minim. “Anak-anak harus mengikuti skema permainan. Kedepannya skema sepak bola putri Indonesia, ya akan seperti itu,” terang pria kelahiran Sentani itu, menyoroti peforma timnya. Ia mengaku jika porsi latihan terkait organisasi secara tim, belum dilaksanakan. Durasi latihan yang baru memasuki pekan ketiga, menjadi faktornya. Proses adaptasi antar pemain merupakan kunci. “Komunikasi antara lini belakang, tengah dan depan, harus makin terjalin. Saat bola kedepan, maka pemain belakang juga harus maju setengah lapangan. Komunikasi yang seperti ini yang dibutuhkan,” tegasnya. Termasuk, kedatangan Shafira Ika Putri Kartini, yang sudah bergabung, belum memberi pengaruh banyak untuk tim. Apalagi, selama berlatih bersama Timnas Putri senior, Ika diposisikan sebagai pemain belakang. “Mestinya, tak ada kesulitan untuk Ika. Memang dia harus adaptasi dengan metode latihan kami. Karena pasti berbeda, porsi latihan Timnas Senior dengan Timnas U-16,” jelas Rully lagi. Rencananya, Timnas Putri U-16, akan beruji coba dengan Timnas Putri Senior, di Lapangan ABC Senayan, pada 16 April mendatang. Agenda sparing partner berlanjut pada 18 dan 20,dengan lawan yang masih disiapkan. Sehari kemudian, pada 21 April, semua pemain terpilih, akan berangkat ke Palembang, dan melakukan TC di Stadion Gelora Jakabaring. (Ham) Rekap Hasil Uji Coba Timnas Putri U-16 Sabtu (24/3) Timnas Putri U-16 vs tim putri Pro:Direct Academy 6-0 Pencetak gol Timnas 6″ Carla 32″ Sheva Imut 35″ Vinny 48″ Carla 50″ Carla 68″ Hanifah Jumat (30/3) Timnas Putri U-16 vs tim putri FC Ngapak Putri 13-0 Pencetak gol Timnas 1″ Vinny 3″ Carla 12″ Carla 23″ Helsa 31″ Vinny 38″ Vinny 43″ Yasmin 52″ Carla 56″ Viranda 63″ Viranda 65″ Viranda 72″ Viranda 83″ Azra Kamis (5/4) Timnas Putri U-16 vs tim putra U-13 SSB Bina Sentra 1-4 Pencetak gol Timnas 19″ Carla

Indonesia Ultimate Golf Series 2018, Ajang Pegolf Amatir Indonesia Adu Prestasi

Cahaya Oktora Marpaung, founder Indonesia Ultimate Golf Series (tengah) secara simbolis menerima piala IUGS 2018 yang mulai bergulir sejak April hingga September 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Turnamen golf Indonesia Ultimate Golf Series (IUGS) 2018, merupakan salah satu ajang bagi pegolf-pegolf amatir Indonesia untuk unjuk kemampuan. IUGS pertama kali berlangsung pada 2016-2017 lalu. Pada 2018 ini, akan menghadirkan 30 pegolf amatir terbaik, untuk tampil berlaga di putaran final. Cahaya Oktora Marpaung, Founder IUGS mengatakan, setelah pertandingan, terdapat pembicaraan dengan golf course dari luar Jakarta dan Bali. “Spiritnya bahwa IUGS ini, menyatukan Indonesia lewat golf. Sehingga pegolf di Jakarta, juga familiar dengan pegolf di luar Jakarta,” ujar Cahaya, saat jumpa pers, Kamis (5/4). IUGS 2018 akan diadakan di 11 lapangan golf berbeda, yang terbagi menjadi lima region. Wanita yang akrab disapa Oca, ini menjelaskan masing-masing region, akan mengirimkan 30 pemenang. Nantinya, 30 pegolf pemenang ini akan bertanding pada November mendatang, di fase putaran final di Bali National Golf Club, Nusa Dua, Bali. “Tahun lalu, hadiah utamanya adalah ke London, Inggris, untuk tahun ini, juaranya berangkat ke Selandia Baru, karena disana ada lapangan golf terbaik di dunia,” lanjutnya. Cahaya juga mengucapkan terimakasih karena animo golf course di IUGS kali ini, cukup antusias untuk bekerjasama, demi memajukan pegolf-pegolf Indonesia. “Sumatera dan Kalimantan sedang persiapan. Sebenarnya, kami bangga sebagai anak Indonesia, dari ujung Sumatera sampai Papua, banyak bertebaran lapangan golf,” cetus Oca. Tahun depan, ia berharap IUGS proses penyelenggaraannya akan jauh lebih baik, lebih agresif, dan lebih update rules-nya. “Dari sisi pegolf-pegolfnya, momentum ini adalah event yang ditunggu-tunggu untuk level amatir di Indonesia,” pungkasnya. (Adt)