Lakoni Penyisihan Kejuaraan Basket Asia U-18 Putri, Srikandi Muda Indonesia Kalah Telak Dari Australia dan Korea Selatan

Timnas Basket Putri Indonesia U-18 yang diisi Adelaide Callista Wongsohardjo dan kolega, kalah telak di dua laga penyisihan Grup A, FIBA Usia (U)-18 Women’s Asian Championship (Kejuaraan Asia U-18), di Sree Kanteerava Indoor Stadium, Bengaluru, Karnataka, India. (FIBA)

Bengaluru- Srikandi muda Indonesia harus mengalami kekalahan telak di dua laga penyisihan Grup A, FIBA Usia (U)-18 Women’s Asian Championship (Kejuaraan Asia U-18) 2018, di Bengaluru, Karnataka, India. Bertanding di Sree Kanteerava Indoor Stadium, pada Minggu (28/10), Adelaide Callista Wongsohardjo dan kolega dipaksa menyerah dari Australia, dengan skor 28-96. Di pertandingan itu, Indonesia tercatat melakukan 33 turn over. Faizzatus Shoimah, siswi SMAN 8 Malang, Jawa Timur (Jatim), mencetak poin terbanyak skuat Merah Putih, yakni 8 poin, 4 rebound, dan 1 steal. Di tim Australia, Isobel Anne Anstey, pemain center berusia 17 tahun ini mampu mencetak 20 poin, 12 rebound, 2 assist, dan 4 steal. Berikutnya, pada Senin (29/10), Indonesia dipaksa menyerah 40-84 dari Korea Selatan (Korsel). Di kuarter pertama, Indonesia tertinggal 6-20. Tim Negeri Gingseng makin memantapkan keunggulan setelah memundi 25 poin di kuarter kedua. Pertandingan berakhir dengan kedudukan 45-14 untuk Korsel. Indonesia berusaha bangkit dengan mendulang 16 poin di kuarter ketiga. Namun hasil itu belum cukup mengejar defisit poin dari Korsel yang mampu memanen 24 poin. Korsel tetap memimpin 69-30. Di kuarter akhir, kedua tim tetap tampil impresif. Sayang, akurasi yang buruk membuat Adelaide Callista Cs tak mampu mendulang poin. Sebaliknya, Korsel yang dimotori Jihyun Park memaksimalkan kesempatan melesakkan bola ke keranjang Indonesia. Hasilnya, laga berakhir dengan keunggulan 40-84 untuk Korsel. Dikubu Korsel, Jihyun Park, forward berusia 18 tahun ini mencetak 20 poin, 9 rebound, 5 assist, 3 steal, dan 1 block. Sebaliknya, Indonesia melalui Adelaide Callista, point guard kelahiran 12 Oktober 2001, menghasilkan 5 poin, 5 rebound, 2 assist, dan 3 steal. Indonesia melakoni laga kontra Cina Taipei, pada Selasa (30/10). Laga kedua tim adalah pertandingan terakhir penyisihan Grup A. Senasib, Cina Taipei juga menelan dua kekalahan, yakni melawan Korsel 56-64, dan Australia 66-106. Nantinya, semifinalis kompetisi ini berkesempatan lolos langsung ke Piala Dunia Basket U-19, pada 2019, di Thailand. (Adt)

Genjot Kualitas Atlet, Kei Shin Kan Segera Perbanyak Event Nasional Dan Junior

Karateka Kei Shin Kan asal Jawa Barat, Silvani Anjela (16 tahun), menjadi juara best of the best kadet-junior Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kei Shin Kan edisi ketujuh 2018. Juara kumite -53 kg junior putri itu jadi yang terbaik, usai menekuk karateka juara kelas 48 kg putri junior asal Sumatera Utara, Nadya Zaskia Harahap. (sindonews.com)

Jakarta- Perguruan Karate Kei Shin Kan akan terus meningkatkan kualitas karatekanya dengan memperbanyak event nasional. Bahkan, usai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kei Shin Kan edisi ketujuh 2018 di GOR Cempaka Putih, Jakarta, Minggu (28/10), mereka menetapkan DI Yogyakarta (DIY), sebagai tuan rumah berikutnya dua tahun mendatang. “Ini bagian dari pembinaan kontinu yang kami lakukan. DIY akan menjadi tuan rumah kejurnas berikutnya,” ujar Ketua Umum PP Kei Shin Kan Leonard Mamahit. Ia meyakini dengan banyak event yang digelar perguruan, itu membantu proses peningkatan kualitas karateka. Mereka memperoleh pengalaman bertanding dari berbagai karakter karateka. ”Kami berharap Yogyakarta siap dan mampu menggelar event dengan lebih baik lagi,” ujar Sekjen PP Kei Shin Kan Bahari, yang juga Ketua Panitia Kejurnas Kei Shinkan VII. Kejurnas Kei Shin Kan VII pada 27-28 Oktober berlangsung sangat ketat. Terbukti, event ini diikuti 412 karateka dari 14 provinsi. Kejuaraan itu mempertandingkan 87 nomor kata dan kumite putra putri dalam tujuh kategori junior dan dua senior, yakni kategori prausia dini (6-7 tahun), usia dini (8-9 tahun), pra pemula (10-11 tahun), pemula (12-13 tahun), kadet (14-15 tahun), junior (16-17 tahun), U-21 (18-20 tahun), senior (>20 tahun), dan veteran. Pada event itu, tim Kei Shin Kan Jawa Barat, tampil sebagai yang terbaik dengan 31 medali emas, 30 perak, dan 35 perunggu. Posisi kedua direbut tim Kei Shin Kan Sumatera Utara, yang meraih 20 medali emas, 9 perak, dan 11 perunggu. Tuan rumah DKI Jakarta, menempati posisi ketiga dengan 4 emas, 6 perak, dan 22 perunggu. Kesuksesan tim Jawa Barat makin sempurna, dengan penampilan Silvani Anjela (16 tahun), menjadi juara best of the best kadet-junior. Juara kumite -53 kg junior putri itu menjadi yang terbaik, setelah menundukkan karateka juara kelas 48 kg putri junior asal Sumatera Utara, Nadya Zaskia Harahap. Sementara best of the best putra jatuh ke tangan karateka Sumatera Utara, Willy Situmorang. Willy yang sebelumnya sudah menjuarai kelas 76 kg putra junior, menjadi yang terbaik setelah menundukkan rekan setimnya, Muhammad Idil, yang juara kelas 55 kg putra junior. ”Kami berharap kejurnas ini menjadi tambahan pengalaman bagi karateka kami. Kami akan terus membina dan mempersiapkan mereka dengan mengirimkan atlet ke event nasional yang digelar PB Forki maupun event internasional lainnya,” ujar Leonard. Kejurnas Kei Shin Kan 2018 ini juga semakin bermakna berkat kehadiran Ketua Kei Shin Kan Internasional Shihan Kisaku Uchida yang juga pemegang sabuk hitam Dan 8, Ketua Kei Shin Kan Jepang Eiichi Yamazaki (Dan8), serta Ketua Kei Shin Kan Singapura dan Australia. “Dari sisi teknik, saya lihat Kei Shin Kan Indonesia sudah sangat bagus. Kejurnas seperti ini sangat penting untuk mengasah jam terbang dan kemampuan karateka. Karena, dalam mencetak karateka andal diperlukan latihan rutin dan pertandingan kontinu,” kata Shihan Uchida. (Adt)

Sengit Sesama Satu Wilayah, Derby Duren Sawit Akhirnya Resmi Milik SMAN 61

Dua tim sekolah yang sama-sama berasal dari Duren Sawit, SMAN 61 dan SMAN 71, harus melakoni derby, dalam lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, di GOR Pulogadung, Senin (29/10). SMAN 61 akhirnya menang 29-22. (DBL)

Jakarta- Duel sengit tersaji dalam lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, di GOR Pulogadung, Senin (29/10). Dua tim sekolah yang sama-sama berasal dari Duren Sawit, SMAN 61 dan SMAN 71, harus melakoni derby. Demi melanjutkan langkah pada kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air ini. Sejak tip-off dimulai, laga derby ini langsung membuat para penonton riuh. Kedua tim saling berbalas mengoyak ring dan ngotot memenangkan laga sore hari ini. Namun, SMAN 61 berhasil menyudahi perjalanan runner-up Honda DBL DKI Jakarta Series tahun lalu, SMAN 71, lewat keunggulan 29-22. Pada menit-menit awal, Sapta Eka (Julukan SMAN 71) dan SMAN 61 sama-sama scoreless. Kedua tim menuai kebuntuan dalam mencetak poin. Inisiatif time out langsung diambil Sapta Eka, Addy Mulyadi pada menit ketiga. Sejak itu, skuat Sapta Eka langsung terbakar. Finalis edisi 2016 dan 2017 itu mengeluarkan tajinya. Tiga poin Ananta Dandy menutup keunggulan Sapta Eka, skor 6-4. Memasuki kuarter kedua, SMAN 61 berbalik unggul. Melalui forward Dhimas Aldry, yang berhasil membukukan 8 poin untuk membawa timnya unggul. Belum genap satu menit berlaga, pemain bernomor punggung 9 itu langsung mencetak three point. Hal itu jadi titik balik SMAN 61 untuk unggul atas rival abadinya, dan menutup kuarter kedua dengan berbalik unggul. Tyas Satrio dkk unggul 15-8. Ketatnya laga semakin meningkat pada kuarter ketiga. Kali ini, Sapta Eka yang kembali unggul atas SMAN 61. Duet Nasser Muhammad dan Ananta Dandy membuat tim polesan Muhammad Fahmi tak berkutik. Torehan 6 poin Nasser dan Ananta dari total 10 poin Sapta Eka, pada kuarter ketiga membuat mereka unggul tipis satu bola. Sementara SMAN 61, hanya mampu membukukan 1 poin pada kuarter ini, skor 18-16, jadi milik Sapta Eka atas rivalnya. Puncak drama terjadi, saat memasuki kuarter keempat. Pada babak penentu ini, kedua tim asal Duren Sawit terlihat ngotot untuk memenangkan laga. Digadang-gadang sebagai sebagai final prematur, SMAN 61 menunjukkan mereka layak dipandang di Honda DBL DKI Jakarta. Tim berjersey putih ini memperlihatkan team work yang lebih baik, pola permainan mereka sangat terlihat rapi pada kuarter penentu. Kali ini center andalan mereka, Yoel Marco mampu membawa timnya unggul. Torehan 14 rebound pemain berpostur tinggi 190 sentimeter ini, membuat barisan penyerangan Sapta Eka buntu. Ditambah, absennya salah satu guard andalan Sapta Eka, Muhammad Hafizh, yang membela DKI Jakarta di Kejurnas Basket U-16 di Pontianak, Kalbar, makin membuat Sapta Eka sulit berkembang pada masa-masa krusial. Hal ini sudah diprediksi Fahmi, sebagai arsitek tim. “Kami sudah scouting pemain SMAN 71, saat mereka tanding pada babak awal East Region. Jadi, saya sudah sangat menyiapkan plot pemain untuk saling menempel ketat pemain andalan mereka. Dan hal itu berhasil, Alhamdulillah kami menang,” jelas Fahmi. (Adt)

Dua Skuat Timnas U-16, Kini Resmi Memperkuat Persebaya Surabaya U-16 Di Ajang Liga 1 U-16

Persebaya Surabaya U-16 menurunkan dua pemain Timnas U-16, Ernando Ari Sutaryadi (71) dan Brylian Negietha Dwiki Aldama (68), dalam laga perdana Seri 3 ajang Liga 1 U-16 Grup C, di Makassar, Sulawesi Selatan, pekan ini. (Persebaya.id)

Surabaya- Kiper Timnas U-16, Ernando Ari Sutaryadi, resmi bergabung dengan Persebaya U-16, untuk berlaga di kancah Liga 1 U-16. Ernando bahkan dimainkan saat Persebaya U-16 menghadapi PSM Makassar, Senin (29/10). Usai mendatangkan Brylian Negietha Dwiki Aldama, Persebaya U-16 kembali merekrut skuat Timnas U-16 lainnya, yakni Nando, sapaannya, yang berposisi sebagai kiper. Remaja kelahiran Semarang, 2 Februari 2002, didatangkan ke Persebaya U-16, karena memiliki hubungan baik dengan keluarga. “Nando kini sudah resmi memperkuat Persebaya U-16. Ada hubungan yang baik antara kami dan keluarganya. Kebetulan adiknya, pemain Putra Surabaya U-13,” ungkap Yahya Hasan Alkatiri, manajer Persebaya U-16. Nando yang mengawal gawang Timnas U-16 pada Piala Asia U-16 2018 langsung dimainkan, saat Persebaya U-16 melawan PSM Makassar U-16, di Lapangan Hasanuddin, Makassar. Pada laga itu, Persebaya U-16 harus puas bermain imbang dengan skor 1-1 versus PSM U-16. Persebaya U-16 sempat tertinggal pada menit ke-6, melalui gol Aan Sesario. Pada menit ke-31, M. Akrom, akhirnya berhasil mencetak gol penyeimbang. Sehari sebelumnya, Brylian sukses mencatatkan debut manis, saat mencetak gol kemenangan melawan Mitra Kukar U-16, pada Liga 1 U-16, Minggu (28/10). Menghadapi Mitra, pada laga perdana Seri 3 Liga 1 U-16 Grup C, gelandang enerjik Timnas Garuda Asia ini mencetak satu-satunya gol pada laga itu. Bermain di Lapangan Hasanuddin, Makassar, Persebaya U-16 baru bisa mencetak gol jelang laga usai. Brylian sukses mencetak gol pada menit ke-60 setelah menerima umpan dari Ega Vafian Fitrianto. Ia melepaskan tembakan kaki kanan untuk membobol gawang Mitra, yang dikawal Muhammad Syahru Ramadhan. Hingga laga usai, skor 1-0 Persebaya U-16 atas Mitra U-16 tetap bertahan. Laga melawan Mitra, sekaligus menjadi partai perdana Brylian, menjadi skuad Persebaya U-16. Laga debut remaja kelahiran Sidoarjo 23 Februari 2002, bersama Persebaya U-16 makin berkesan, dengan catatan gol yang dicetak pemain yang punya daya jelajah tinggi saat bermain. (art)

Tim Putra SMAN 1 Denpasar Kampiun Kadispora Cup 2018, Event Berikutnya Siap Munculkan Bibit Baru Pebasket Bali

Tim putra SMA 1 Denpasar (hitam) menjadi juara, usai menekuk SMA Soverdi Badung Kuta, dengan skor 70 -51, dalam Kejuaraan basket antar SMA tingkat Nasional putra-putri Kadispora Cup 2018, yang digelar mulai 22-28 Oktober di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Sementara SMA SKO Ragunan Jakarta menjadi juara di kategori putri. (wartabalionline.com)

Denpasar– Kejuaraan basket antar SMA tingkat Nasional putra-putri Kadispora Cup 2018 yang digelar mulai 22-28 Oktober di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, rampung. Pada laga final Minggu (28/10), SMAN 1 Denpasar (Smansa) menyerah 57- 67, dan SMA Ragunan Jakarta keluar sebagai juara katagori putri. Pelatih SMA Ragunan Rino Tendean, mengakui pertandingan final sangat bagus. Setiap quarter laga berjalan ketat. Dan raihan poin selalu saling berkejaran. Apalagi tim Ragunan sempat tertinggal di quarter pertama meskipun tipis. Beruntung quarter selanjutnya Ragunan mampu mengambil alih. Sedangkan pelatih tim putri Smansa, Adi Setiawan mengakui timnya tak begitu maksimal di final, terutama di penyelesaian akhir. Banyak poin terbuang percuma, padahal kesempatan sudah didepan mata. Juga pertandingan sangat ketat. Di laga lain, SMAN 2 (Resman) Denpasar, merebut peringkat ketiga, usai mengalahkan SMAN 1 Mengwi, dengan skor 66-42. Sedangkan di sektor putra, Smansa meraih titel juara Kadispora Cup. Di final, Smansa mengalahkan SMA Soverdi Badung Kuta, dengan skor 70-51. Laga final menambah panjang kekalahan Soverdi dari Smansa. Sejak awal coach Soverdi, IGN Ngurah Teguh bertekad mengalahkan Smansa. Namun hal itu tak terwujud. Sebab penampilan anak asuh Rusta Wijaya, terlalu tangguh bagi Soverdi, yang harus puas di posisi kedua. Sementara tempat ketiga di bagian putra, ditempati SMAN 2 Denpasar (Resman) Denpasar, usai menekuk Smanela 49-62. Dalam sambutan penutup, ketua panitia Kadispora Cup 2018, Cokorda Raka Satrya Wibawa, mengaku puas dengan pelaksanaan event tahun ini. Ia berharap regenerasi pebasket semakin lancar dengan adanya turnamen ini. “Dua tahun terakhir, gairah basket di Bali mulai bangkit lagi. Di putri ada Merpati Bali yang mengikuti kompetisi Srikandi Cup dan harapan kami lewat Kadispora Cup akan bermunculan bibit-bibit basket Bali di sektor putra putri, untuk persiapan PON dan kejuaraan nasional lainnya,” kata Coka Raka, dalam rilisnya. Asa melihat olahraga basket di Bali dapat berprestasi kembali tingkat nasional diamini oleh beberapa mantan pebasket profesional yang kini berdomisili di Bali, seperti IGN Rusta Wijaya (eks Kalila Jakarta), IGN Ngurah Teguh dan Ary Sapto (Hang Tuah Sumsel), hingga Putu Donny Hermawan (Pacific Surabaya). “Kadispora Cup adalah momentum yang tepat, untuk memulai era regenerasi basket di Bali. Kami sudah melihat beberapa potensi baru di tim putra maupun putri. Kami butuh kompetisi yang konsisten dari level kelompok umur, pelajar dan juga antar klub,” jelas IGN Ngurah Teguh yang juga pelatih tim SMA Putra Soverdi Badung. “Kami akan menggelar berbagai kejuaraan basket ataupun cabang lainnya, di tingkat nasional. ASW Sports didirikan sebagai amanah membaktikan visi dan misi kami, salah satunya menularkan kecintaan olahraga di Bali. Jangan hanya mengandalkan dari Perbasi atau Koni Provinsi Bali saja,” sahut Ali Santoso Wibowo pendiri ASW Sports. Pujian terhadap pebasket Bali, dilontarkan Yohanes Kristian, pelatih SMAK 1 Bina Bakti Bandung. Ia menilai mereka punya potensi sama baiknya dengan pebasket di Pulau Jawa. “Karakter pemain Bali keras dan skillnya tak kalah dengan pebasket di Pulau Jawa. Mereka akan berbicara banyak dan menyumbang pemain di timnas,” ujar Yohanes. Rencananya di awal bulan Desember mendatang, ASW Sports kembali akan menggelar kejuaraan turnamen bola basket terbuka KU-14 nasional, dan antar klub yang membolehkan mantan pemain professional terlibat didalamnya. (Adt) Hasil kejuaraan Kadispora Cup 2018 Putra Juara 1 SMA 1 Denpasar (Smansa) Runner Up SMAK Soverdi Tuban Badung Peringkat 3 SMA 2 Denpasar (Resman) Putri Juara 1 SKO Ragunan Jakarta Runner Up SMA 1 Denpasar (Smansa) Peringkat 3 SMA 2 Denpasar (Resman)

Triple Gold Spiderwoman Grobogan Aries Susanti Rahayu, Tambah Motivasi Menuju Olimpiade 2020 Tokyo

Atlet panjat tebing kelahiran Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), 21 Maret 1995, Aries Susanti Rahayu, sukses mengukir medali emas ketiga di ajang IFSC Climbing Worldcup, yang kali ini berlangsung di Xiamen, China, pada 27-28 Oktober 2018. (FPTI)

Xianmen- Aries Susanti Rahayu kembali mengukir medali emas di ajang bergengsi dunia IFSC Climbing Worldcup, yang kali berlangsung di Xiamen, China, pada 27-28 Oktober 2018. Sekaligus menjadi medali emas ketiga bagi atlet panjat tebing berjuluk ‘Spiderwoman’ itu di ajang IFSC Climbing Worldcup. Di partai puncak kategori women’s speed, ia menghadapi pemanjat asal Rusia Iuliia Kaplina. Wanita kelahiran Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), 21 Maret 1995, jadi yang tercepat usai membukukan catatan waktu 7,532 detik. Kaplina kalah akibat fall. Posisi ketiga dihuni Anouck Jaubert asal Prancis. Ia mengalahkan pemanjat Rusia Elena Remizova. Jaubert menang dengan mengunci waktu 7,947 detik, sedangkan Remizova 7,995 detik. Prestasi gemilang itu membuat wanita asal Desa Klambu, Kabupaten Grobogan, Jateng itu, makin mantap menyongsong Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. “Ini memotivasi saya menatap Olimpiade,” ujar Aries, seperti keterangan yang diterima redaksi nysnmedia.com, pada Senin (29/10). Dipertandingan lain, Aspar ‘Babon’ Jaelolo meraih medali perak. Di babak final, ia harus mengakui keunggulan, Bassa Mawem asal Prancis. Catatan waktu kedua atlet ini terpaut tipis. Mawem mampu merebut medali emas usai membukukan waktu 5,600 detik, sedangkan Aspar 5,620 detik. Peringkat ketiga diraih Reza Alipourshena (Iran), dengan catatan 7,600 detik, sedangkan Dmitrii Timofeev dari Rusia, fall. Dijelaskan Aspar, kompetisi di Xiamen sangat luar biasa. Persaingan dalam event ini ketat. Atlet asal DKI Jakarta itu, mengaku kerepotan untuk bisa mengamankan tiket ke babak final. Semua atlet berpeluang menang. “Pertandingan seri terakhir ini luar biasa ketat. Untuk babak final sangat susah. Rata-rata atlet, waktu pemanjatannya 5 detik dan 06,20 detik,” terang pria kelahiran Wani, Sulawesi Tengah, 24 Januari 1988. Hendra Basir, Pelatih Speed Indonesia, menyebut para atlet bisa tampil lebih maksimal lagi. “Dibanding dua seri terakhir, (performa atlet) masih bagus seri awal-awal yang diikuti. Sekarang, kami enggak ada Pelatnas lagi. Jadi sifatnya cuma mempertahankan performa saja,” tutur Hendra. Ia menambahkan usai dari Xiamen, China, para atlet kembali ke Tanah Air, sebelum mengikuti kejuaraan Asia. “Kami pulang ke Indonesia dan kurang lebih persiapan tiga hari untuk Asian Champhionship (pada 7-11 November 2018, di Kurayoshi, Jepang),” imbuhnya. Sementara itu, Pristiawan Buntoro, Wakil Ketua II Pengurus Pusat (PP) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), menegaskan prestasi ini capaian yang luar biasa. “Sudah on the track dan sah dia (Aries Susanti Rahayu) sebagai pemanjat dunia. Tahun depan dia harus ikut semua seri (IFSC Climbing Worldcup),” cetusnya. Sedangkan Faisol Riza, Ketua Umum PP FPTI, menerangkan kompetisi di luar negeri sangat bermanfaat bagi para atlet Indonesia. “Kemenangan ini makin menunjukkan kesiapan atlet panjat tebing merah putih, untuk berlaga di Olimpiade,” tukas Faisol. (Adt)

Punya Pemain Raksasa, Laju SMAN 21 Tak Terhadang Eka Paksi di DBL 2018 Jakarta East Region

SMAN 21 Jakarta (Dust) beruntung memiliki Ihsan Faiz Ilhamsyah (4). Big man bertinggi 190 sentimeter dan bobot 105 kg ini, seolah menjadi ‘monster’ yang sulit dibendung pasukan Eka Paksi (julukan SMAN 81), dalam lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, di GOR Pulogadung, Minggu (28/10). (DBL)

Jakarta- Duel sengit lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, antara SMAN 21 Jakarta kontra SMAN 81 Jakarta, berakhir dramatis di GOR Pulogadung, Minggu (28/10). Dari awal, kedua tim saling menunjukan semangat untuk tidak mau kalah. Aksi kejar-kejaran poin pun tak terhindarkan. Namun, beruntung Dust (Julukan SMAN 21), memiliki keunggulan postur pemain. Adalah Ihsan Faiz Ilhamsyah, yang tampil sebagai pembeda. Big man bertinggi 190 sentimeter dan bobot 105 kg ini, menjadi ‘monster’ yang sulit dibendung oleh pasukan Eka Paksi (julukan SMAN 81). Duel seru hingga detik-detik akhir itu ditutup kemenangan Dust dengan skor 33-29. Pertarungan dimulai dengan perolehan poin yang sangat ketat, pada kuarter pertama skor hanya terpaut tiga angka untuk keunggulan Eka Paksi. Memasuki kuarter selanjutnya, secara perlahan Dust mengejar angka di papan skor. Para penonton pun semakin gerah melihat pertarungan sengit kedua tim. Beruntung, Dust memiliki Faiz yang berkontribusi dalam bertahan maupun saat menyerang. Faiz mampu menjadi tumpuan Dust untuk menyingkirkan Eka Paksi. Posturnya yang tinggi besar mengingatkan pada sosok pebasket di liga profesional, Toni Sugiharto. Toni adalah mantan pemain asal klub Hangtuah Sumsel, yang melejit karirnya, usai menjadi bintang bagi tim sekolahnya, MAN 2 Model Pekanbaru, di ajang Honda DBL Riau Series, pada 2008 silam. Soal duel udara, Faiz juga sangat berani menghantam center lawan, yang terus menempelnya di paint area. Selain itu, akurasi tembakan bebasnya tergolong lumayan. Pada kuarter pertama, pemain bernomor punggung 4 tersebut berhasil memasukan free throw dengan tingkat akurasi 100 persen. Tercatat, Faiz dapat mengemas 12 poin untuk timnya sepanjang pertandingan. Dari sisi pertahanan, Faiz juga memiliki andil dalam mengamankan bola-bola liar. Sebanyak 8 rebound dibukukan student athlete kelahiran Jakarta, 25 Oktober 18 tahun silam ini. Coach Dust, Rizqy Almushaddieq mengaku memang memanfaatkan kelebihan postur besar Faiz di lapangan. “Saya akui kami beruntung memiliki pemain seperti Faiz. Strategi yang kami siapkan berjalan baik, bola tersalurkan ke dalam lewat Faiz,” jelasnya. Eka Paksi sebenarnya tampil ngotot. Sang kapten, Muhammad Hafizh menjadi pemain yang menjaga asa kemenangan bagi sekolah asal Jatiwaringin tersebut. Pemain bernomor punggung 7 tersebut memiliki skill yang lengkap. Hafizh pun mengemas double-double lewat kombinasi 18 poin dan 12 rebound. Namun penampilan apiknya itu tak mampu membawa timya meraih kemenangan. (Adt)

Sabet Poin tertinggi, Pegokart 9 Tahun Aditya Wibowo Juara Gokart Asia Termuda 2018 di Malaysia

Pegokart cilik Gandasari Racing Team, Aditya Wibowo (9 tahun) ditemani sang adik, Calvin Wibowo, meraih gelar juara Asia, setelah memenangi seri 6 kejuaraan Asia Max Challenge 2018, di sirkuit Elite Speedway Plus, Malaysia, pada Minggu (28/10) siang. (beritasatu.com)

Subang Jaya- Pegokart cilik Indonesia, Aditya Wibowo (9 tahun), sukses meraih gelar juara Asia, usai memenangi seri 6 kelas Micro Max seri Rotax Asia Max Challenge (AMC) 2018. di sirkuit Elite Speedway Plus, Subang Jaya, Malaysia, Minggu (28/10) siang. Aditya tampil dengan misi khusus dan bersemangat tinggi karena harus mengejar ketinggalan 4 poin dari pimpinan klasemen kelas Micro Max, Ranvir Singh dari India. Pada babak kualifikasi, pembalap Gandasari Racing Team ini berada pada posisi ketiga di bawah Adam Mikail (Malaysia) dan Ranvir Singh. Demikian pula pada sesi Pre-final, siswa kelas 5 SD Bakti Mulia, Pondok Indah, Jakarta Selatan itu harus puas finish ketiga. Namun, berkat dukungan moril keluarganya yang mendampingi langsung di sisi sirkuit dan mendapat suntikan semangat dari pegokart senior Senna SN, Aditya membalap dengan tanpa cela. Di akhir lomba, putra sulung pasangan pengusaha Andy Wibowo dan Nadia Fransisca itu finish pertama, diikuti Ranvir. “Di final, Adit mencoba atur ritme meninggalkan lawannya terutama pembalap tuan rumah. Namun, rekan tim Ranvir, yakni Adam Mikail (Malaysia), berusaha mengganggu Adit,” ujar sang ayah, Andy, di Jakarta. Setelah berhasil mengambil alih posisi kedua, balapan terjadi dengan seru. Tampak sekali, Ranvir dan Adam mencoba memainkan strategi team order, membuat sempat terjadi overtake di antara ketiga pembalap unggulan ini. “Kekompakan” pembalap Malaysia dan India dari DRM Team tersebut membuat Adit harus mengatur strategi lebih tajam dan cermat agar tidak terulang seperti kejadian seri 5 AMC lalu. Dengan fokus dan penetrasi yang tinggi, akhirnya Adit menembus finish pertama, diikuti Ranvir kedua, dan Adam ketiga. Kerasnya persaingan sangat jelas terjadi. “Kami belajar dari kasus kejadian pada seri 5 lalu, saat Adit sudah memimpin di depan, tapi dikeluarkan oleh pembalap tuan rumah, sehingga akhirnya hanya finish ketiga,” ungkap Andy. Saat itu, ia tak bisa mendampingi Adit berlomba karena ada urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. “Bercermin dari itu, kami upayakan harus ada di samping Adit ketika membalap untuk menambah kepercayaan diri dan meraih hasil terbaik,” terangnya. Hasil hitung-hitungan yang mengakumulasi 5 dari 6 seri poin terbaik, Adit mengoleksi nilai tertinggi sehingga, ia berhak menyandang gelar sebagai juara AMC 2018 untuk kelas Micro Max. Bukan itu saja, pelajar kelahiran Tanjung pinang, Kepri ini juga menjadi juara termuda di kelasnya. (Adt)

Ditonton Lebih dari 65 ribu orang, Timnas U-19 Takluk 0-2 Dari Jepang Dan Gagal Lolos ke Piala Dunia U-20

Duo Timnas U-19, Witan Sulaeman (8/merah) dan Hanis Saghara (19/merah), saat berduel dengan bek Jepang U-19, Daiki Hashioka (4), yang tampil di tengah guyuran hujan, saat laga perempat final Piala Asia U-19 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (28/10). Indonesia takluk 0-2, dan gagal lolos Piala Dunia U-20 2019 di Polandia. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 harus mengubur impian melaju ke Piala Dunia U-20 kandas usai kalah 0-2 dari Jepang U-19, pada laga perempat final Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (28/10). Tim Samurai Biru Muda tampil lebih dominan sejak awal laga. Situasi ini memaksa Indonesia untukk tampil dominan bertahan di babak pertama. Dan lini kiri skuat Garuda Nusantara, menjadi sisi yang paling sering dieksploitasi lawan. Jepang sempat sempat membuat suporter Indonesia terdiam saat Daiki Hashioka membobol gawang Muhammad Riyandi, lewat sundulan pada menit ke-11. Tapi, gol dianulir wasit Mooud Bonyadifard (Iran), karena dianggap offside. Timnas U-19 nyaris membuka keunggulan di menit ke-36 lewat serangan balik cepat. Hanis Saghara melepaskan umpan pada Saddil Ramdani di sisi kiri kotak penalti Jepang. Sayang, tendangan Saddil masih melenceng di sisi kiri gawang Kosei Tani. Jepang yang bermain lebih sabar untuk membongkar pertahanan rapat Indonesia akhirnya membuahkan hasil di menit ke-40. Lihat foto-foto pertandingan Indonesia vs Jepang Disini Tendangan jarak jauh bek kiri, Higashi Shunki dari luar kotak penalti, bersarang di pojok kiri gawang Riyandi. Indonesia mencoba mengambil inisiatif serangan di babak kedua. Luthfi Kamal mencoba melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti di menit ke-52, namun bola belum menemui sasaran. Perjuangan anak-anak Indonesia untuk menyamakan kedudukan semakin berat, paska Jepang menggandakan keunggulan jadi 2-0 di menit ke-70. Mendapat umpan cerdik di kotak penalti, Taishei Miyashiro sukses menceploskan gawang Riyandi. Tertinggal dua gol memaksa Indonesia tampil lebih agresif. Sayang sejumlah peluang yang dimiliki gagal dimanfaatkan. Tim Merah Putih harus mengakui keunggulan Jepang 0-2 di SUGBK. Hasil negatif ini memaksa Garuda Nusantara tersingkir di Piala Asia U-19, sekaligus kembali gagal mewujudkan mimpi lolos ke Piala Dunia U-20, yang edisi 2019 berlangsung di Polandia. Namun, laga ini akhirnya dipastikan memecahkan rekor penonton non timnas senior terbanyak, dalam sejarah Piala Asia U-19 2018. Pihak Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan rekor penonton di ajang Piala Asia U-19 sebelumnya, terjadi saat Indonesia takluk dari Qatar, pada laga Grup A di SUGBK, Minggu (21/10). Kala itu 38.217 penonton hadir menyaksikan pertandingan menegangkan Indonesia dikalahkan Qatar 5-6. Rekor penonton itu kembali pecah, saat Indonesia menghadapi Jepang. Setidaknya, lebih dari 65 ribu penonton, hadir di SUGBK malam ini, menyaksikan laga Indonesia vs Jepang setelah tiket pertandingan ludes terjual. (art)

Singgah di Kota 1001 Goa, Sepeda Nusantara 2018 Pacu Semangat Atlet Muda Pacitan Lebih Berprestasi

Program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Sepeda Nusantara 2018, di bawah Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga), pada Minggu (28/10), singgah di Kota Pacitan, perbatasan Provinsi Jawa Timur (Jatim), dan Jawa Tengah (Jateng). (Kemenpora)

Pacitan- Event Sepeda Nusantara 2018 yang menjadi salah satu program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), di bawah Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga), pada Minggu (28/10), singgah di Kota Pacitan, yang merupakan perbatasan Provinsi Jawa Timur (Jatim), dan Jawa Tengah (Jateng). Event di daerah yang dikenal dengan sebutan Kota 1001 goa itu, dipusatkan di alun-alun Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dan diikuti ribuan masyarakat dari semua umur, sehingga tujuan dari digelarnya kegiatan tersebut yakni membudayakan masyarakat untuk berolahraga tercapai. Indartato, Bupati Pacitan, yang didampingi Sanusi, Kepala Biro Hukum dan Humas Kemenpora, melepas rombongan besar Sepeda Nusantara di Alun-alun Pacitan, bergerak ke arah timur menyusuri jalan tengah kota dengan jarak tempuh 10 km. Sambutan masyarakat di sepanjang perjalanan sangat tinggi, dan pelaksanaannya bersamaan dengan hari libur. “Kami ucapkan terima kasih kepada pihak Kemenpora yang telah memberi Pacitan kesempatan untuk menggelar event Sepeda Nusantara 2018. Ini penghargaan bagi masyarakat Pacitan,” ujar Indarto saat pelepasan Sepeda Nusantara 2018. “Semoga kegiatan ini bisa lebih memacu semangat masyarakat Pacitanmembudayakan olahraga. Harapan kami kegiatan ini juga memacu semangat atlet muda lebih berprestasi,” lanjutnya. Sebagai kota pesisir yang dikenal dengan wisata alamnya yakni 1001 goa, kota ini juga banyak melahirkan atlet-atlet potensial. Beberapa atlet pebola voli nasional yang saat ini berkiprah di Livoli dan Proliga, datand dari kota ini. Sebut saja Veleg Dhany Ristan Krisnawan dan Novia Andriyanti. Bahkan keduanya masuk skuat Timnas Indonesia di Asian Games XVIII/2018. “Semoga ke depan banyak lagi atlet-atlet muda potensial dari Pacitan. Bibit-bibit sudah ada. Tinggal bagaimana mengasah dan dukungan, termasuk dari pemerintah pusat,” tambah Bupati asal Lorok itu. Sementara itu, Sanusi mengatakan rangkaian Sepeda Nusantara 2018 singgah di 70 Kabupaten/Kota di Indonesia. Puncak pelaksanaan program andalan Kemenpora ini akan digelar di Denpasar, Bali, pada bulan depan. “Sepeda Nusantara salah satu media untuk interaksi semua lapisan masyarakat di Indonesia dan bersinergi dengan baik. Apalagi, pelaksanaan di Pacitan cukup istimewa karena bersama dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda,” ucapnya. Selain itu, terang Sanusi, harapan yang sangat dinantikan adalah kegiatan ini mampu melahirkan banyak atlet-atlet potensial karena regenerasi harus berjalan. Bahkan, pihaknya menilai Pacitan merupakan salah satu wilayah, yang mempunyai banyak peluang untuk mengembangkan olahraga prestasi. (Adt)

PABBSI Kirim 11 Lifter Ke Kejuaraan Dunia Turkmenistan, Atlet 17 Tahun Asal Sulsel Disiapkan Jadi Penerus

Atlet angkat besi asal Sulawesi Selatan (Sulsel), Rahmat Erwin Abdullah, yang masih berusia 17 tahun, gagal menyumbang medali pada Asian Games 2018. Pemuda kelahiran 13 Oktober 2000 itu, kini berangkat ke Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan, 1-10 November. (Antaranews.com)

Jakarta- Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat Binaraga dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) mengirimkan 11 lifter terbaiknya ke IWF World Championships 2018 atau Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018, di Ashgabat, Turkmenistan, 1-10 November. Wakil Ketua Umum PB PABBSI Joko Pramono, dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (8/10), mengatakan bila kejuaraan dunia di Ashgabat ini sekaligus sebagai ajang kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. “Saya bersama jajaran PB PABBSI berharap bisa meloloskan atlet sebanyak mungkin demi menpertahankan tradisi medali Olimpiade. Makanya semuanya harus bisa meraih hasil maksimal,” katanya. 11 lifter Indonesia yang diberangkatkan ke Ashgabat adalah Eko Yuli Irawan dan Surahmat untuk kelas 61 kg, Deni kelas 67 kg, Triyatno dan Rahmat Erwin Abdullah kelas 73 kg. Selanjutnya Sri Wahyuni kelas 49 Kg, Yolanda Putri 49 Kg, Sarah Anggraeni kelas 55 Kg, Acchedya Jaggadhita kelas 59 Kg dan Nurul Akmal kelas + 87 Kg. Menurut Joko, tradisi meraih medali pada kejuaraan multi event terbesar di dunia itu memang harus dipertahankan. Salah satu upayanya adalah banyak menurunkan lifter pada kejuaraan yang masuk kualifikasi. Dan kegiatan tersebut dibarengi dengan proses regenerasi. Pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro Brazil, Indonesia mampu mengirimkan lima orang lifter dan dua diantaranya yaitu Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni mampu menyumbang medali untuk kontingen Indonesia. Kini, dua lifter muda Indonesia yakni Rahmat Erwin yang baru berusia 17 tahun, kelahiran Makassar (Sulsel) 13 Oktober 2000, dan Yolanda asal Deli Serdang (Sumut) 23 Januari 2000, diharapkan bisa menjadi penerus era Eko Yuli dan Sri Wahyuni, di masa depan,. Sementara itu, Manajer tim angkat besi Indonesia, Sony Kasiran mengatakan, tim saat ini sudah bertolak menuju Ashgabat, dan sebelumnya dilepas oleh Ketua Umum PB PABBSI Rosan Perkasa Roeslani. “Yang menjadi fokus PB PABBSI adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin, untuk perebutan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020,” katanya. (Adt)

Fokus Pemulihan Cedera Pinggang, Juara Dunia Junior 2017 Gregoria Mariska Tunjung Batal ke SaarLorLux Open 2018 Jerman

Demi pemulihan cedera pinggang, pebulutangkis 19 tahun asal Wonogiri, Gregoria Mariska Tunjung, mundur dari kejuaraan bulutangkis SaarLorLux Open 2018 BWF Tour Super 100, yang dihelat pada 30 Oktober – 4 November 2018, di Saarbrucken, Jerman. (badmintonindonesia)

Paris- Demi fokus pada pemulihan cedera pinggang, tunggal putri andalan Indonesia Gregoria Mariska Tunjung, terpaksa mundur dari kejuaraan bulutangkis SaarLorLux Open 2018 BWF Tour Super 100, yang dihelat pada 30 Oktober – 4 November 2018, di Saarbrucken, Jerman. Mundurnya Jorji, sapaannya, membuat sektor tunggal putri Indonesia di SaarLorLux Open 2018 hanya diwakili oleh satu wakil, yakni Fitriani. Selain di tunggal putri, Indonesia juga mengirim wakil di ganda putri, yaitu duet Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani. Juara dunia junior 2017 di Yogyakarta itu mulai merasakan sakit pada pinggangnya saat bertanding di babak kedua Denmark Open 2018, pekan lalu. Namun, Jorji mampu melawan sakitnya dan menembus semifinal. Usai dari Denmark Open 2018, dara kelahiran Wonogiri, 11 Agustus 1999 itu, menuju French Open 2018. Ia memutuskan mundur saat melakoni laga perempat final, pada Jumat (26/10), kontra wakil Jepang Akane Yamaguchi (2), pada kedudukan 15-21, 6-11. Dijadwalkan, akan mengikuti pertandingan ketiganya di Jerman, pekan depan. Namun, usai dilakukan MRI (Magnetic Resonance Imaging), di Pusat Medik Olahraga, di Kota Paris, Perancis, yang direkomendasikan dokter pertandingan, ternyata hasilnya tidak memungkinkan bagi penghuni Pelatnas PBSI Cipayung sejak 2013 itu mengikuti turnamen lanjutan. “Setelah MRI tadi pagi, ternyata Jorji tak mungkin bertanding di Jerman. Kami mengistirahatkan dia dulu, supaya bisa fokus pemulihan cedera pinggangnya. Kami tidak mau memaksakan, daripada makin parah,” tegas Minarti Timur, Kepala Pelatih Tunggal Putri PBSI, dikutip situs resmi PBSI, pada Minggu (28/10). “Setelah pemeriksaan MRI tadi, Jorji sudah diberi obat dan vitamin untuk memulihkan cederanya. Dia masih tetap dijadwalkan ke Korea Open bulan depan. Tapi kami masih mau lihat hasil pemeriksaan di Jakarta nanti,” lanjut atlet peraih medali perak Olimpiade 2000, Sydney, Australia, berpasangan dengan Try Kusharyanto itu. (Adt)

SYNC 2018 Resmi Ditutup, Pentas Seni Saint John’s Catholic School Serpong Meriah

Dengan tema ‘Aeternum’, acara pentas seni (Pensi) Saint John’s Catholic School, yang menutup gelaran ‘Saint John’s Youth Nation Cup (SYNC)’, di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Sabtu (27/10), berlangsung meriah. (Riz/NYSN)

Serpong- Mengusung tema ‘Aeternum’, acara pentas seni (Pensi) Saint John’s Catholic School, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Sabtu (27/10), berlangsung meriah. Selain band sekolah, event yang merupakan penutup dari seluruh rangkaian gelaran ‘Saint John’s Youth Nation Cup (SYNC)’, pada 12-23 Oktober 2018 itu, juga dimeriahkan oleh kehadiran grup musik asal Bandung, Jawa Barat, The Changcuter, dan Afgan Syahreza. Tujuan event ini sebagai sarana ketrampilan berkolaborasi antara siswa SMP dan SMA yang diimplementasikan dalam bentuk kepanitiaan SYNC 2018, seperti diungkapkan Catur Santosa, Principal SMA Saint John’s Catholic School, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. “Saat ini untuk berhasil tidak bisa hidup sendiri. Kami membuat event yang mendukung siswa berkembang, baik secara pengetahuan, organisasinya, maupun kerjasamanya. Sehingga pengetahuan yang dimiliki para siswa harus terus dikembangkan, iman dan ketakwaannya harus besar, serta memiliki kemampuan beradaptasi yang baik,” ujar Catur. Hal itu selaras dengan visi dan misi sekolah, yakni Scientia (Ilmu Pengetahuan), Virtus (Kebajikan), dan Vita (Kehidupan). Adapun yang diperlombakan dalam SYNC 2018, di antaranya basketball, futsal, badminton, fencing (anggar), mural, dan mobile legend. Catur menilai selama perhelatan SYNC 2018 antusiasme peserta sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya penonton yang hadir untuk turut menyemarakan setiap pertandingan yang dihelat sekaligus memberikan dukungan pada tim sekolah masing-masing. “Ini mungkin yang membuat para siswa menjadi senang bergaul dengan rekan-rekannya. Lalu mereka dengan sangat antusias menghubungi rekannya dan mengajak untuk menonton pertandingan bersama, sehingga setiap pertandingan terlihat semarak,” lanjutnya. Apakah akan ada penambahan cabang olahraga pada hajatan SYNC tahun depan? Catur menjelaskan bahwa pada pelaksanaan SYNC 2018 sejatinya telah ada penambahan cabang olahraga yang dikompetisikan. Dan, event tahun depan, tambah Catur, bila ada cabang olahraga favorit yang bisa mendatangkan kemeriahan, dan mendapatkan antusiasme tinggi dari siswa, tak menutup kemungkinan akan adanya penambahan cabang olahraga yang dipertandingkan. “Keunggulan Saint John’s Catholic School yakni tim basketnya, dan fencing (anggar). Tapi, kemarin kami gelar pertandingan badminton (bulutangkis). Bila ditempat lain kebanyakan mempertandingan antar tim, namun kami gelar nomor individu. Ini mendapat apresiasi yang sangat baik, karena jarang badminton nomor individual, ” ungkap Catur. Disisi lain, jelas Catur, cabang olahraga futsal turut menjadi salah satu yang memiliki banyak peminat. Terbukti jumlah peserta yang selalu bertambah. Menurutnya, futsal bisa menyatukan seluruh siswa, baik sekolah negeri maupun swasta. “Jumlah pemainnya cukup banyak, ditambah animo penonton yang tinggi. Apalagi setiap tim selalu mendapat dukungan penuh dari suporter masing-masing. Soal kualitas penyelenggaraan, ada salah satu tim yang juara tingkat Provinsi, bahkan dikirim ke luar negeri, tapi mereka tetap berpartisipasi di SYNC 2018,” terangnya. “Bahkan anak didik kami yang selama ini tidak pernah ke final, dan dibabak penyisihan sudah gugur, tapi kemarin bisa masuk ke final (runner-up), akhirnya anak-anak senang, karena sebelum lulus mereka mendapatkan piala,” urainya. Catur berharap SYNC bisa menjadi sarana bagi para siswa dalam mengelola kemampuan yang dimiliki secara internal, sehingga mampu berkolaborasi serta bekerjasama dalam organisasi, dan bagaimana mengelola kegagalan, keberhasilan, dan mengatasi masalah. “Karena knowledge (ilmu pengetahuan) itu cepat sekali. Tapi, mereka harus bisa bertahan dalam menghadapi masalah, memiliki karakter untuk menghargai orang lain, serta mampu menyelesaikan masalah. Para siswa yang aktif di sekolah, pasti kedepanya baik di kampus, maupun meniti karir pasti akan aktif,” tegasnya. “Dengan relasi-relasi yang ditumbuhkan sejak dini, diharapkan mereka nantinya tumbuh sekaligus memiliki jaringan yang mempermudah kehidupan mereka untuk meraih kesuksesan,” tukas Catur. (Adt) Daftar Pemenang Lomba: Basket SMP: Putra: 1. Saint John’s Catholic School Serpong 2. Sekolah Tunas Indonesia (STI) Bintaro 3. SMPN 3 Tangerang Selatan Putri: 1. SMPN 3 Tangerang Selatan 2. Santa Ursula Serpong 3. Solideo Serpong Basket SMA: Putra: 1. Saint John’s Catholic School Serpong 2. Tunas Bangsa Tangerang Selatan 3. Solideo Serpong Futsal SMP Putra: 1. Annisa Tangerang Selatan 2. Saint John’s Catholic School 3. Global Islamic School Futsal SMA Putra: 1. YP Karya 2. Saint Johns Catholic School 3. Al Amanah Badminton: SMP: 1. Patrick Sixdio (Abdi Siswa) 2. Nathan (Ipeka) 3. Nathanael Pieter Audrico (Saint John’s Catholic School) SMA: 1. Jason Elezardo (Mater Dei) 2. Bobby Wong (SMKN 1) 3. Audie Febriansyah (Global Islamic School) Fencing SMP Putra: Kategori Epee: 1. Gold : Maulana Cahyadi (Ksatria Nusantara/SMPN 182) 2. Silver : Ilham Asri (Ksatria Nusantara/SMPN 115) 3. Bronze : Ryan Immanuel (Highscope) 3. Bronze : Arval Raziel (SD Polisi 4 Bogor) Kategori Foil: 1. Gold : Revanza Maulana (Ikasi Karawang/SMPN 1 Karawang Barat) 2. Silver Jason Lee (Jakarta Intercultural School) 3. Bronze : M. Zidan Muzaki (Ikasi Karawang/SMP Al Muhajirin Purwakarta) 3. Bronze : Raka Bima Ramadhan (Ikasi Karawang/SMP Lampu Iman Karawang) Kategori Sabre: 1. Gold : Raka Fachri Maulia Kamal (Ikasi Karawang/SMPN 1 Karawang Barat) 2. Silver : M. Latif (SMPN 13 Kota Tangerang) 3. Bronze : Muhammad Ramdani (Ikasi Karawang/SMPN 2 Karawang Timur) 3. Bronze : Rafi (SMP Purwakarta) Fencing SMP Putri: Kategori Epee: 1.Gold : Shayna Shanara (Mentari Intercultural School) 2. Silver : Richelle Xie (Binus Serpong) 3. Bronze : Anita Sol Oddsdottir (Jakarta Nanyang School) 3. Bronze : Tjut Keumala Syahlyanna (Highscope) Kategori Foil: 1. Gold : Cantika Aditya (Ikasi Karawang/SMPN 4 Karawang Barat) 2. Silver : Dina Oktaviana (SMPN 49 Bandung) 3. Bronze : Alleyda Siti Oddet (DOFC/SD Jalan Anyar Bandung) 3. Bronze : Alfira (SMP Purwakarta) Kategori Sabre: 1. Gold : Sania Azhara (Ikasi Kab. Tangerang/SMPN 5 Pasar Kemis) 2. Silver : Devi (SMP Purwakarta) 3. Bronze : Syafina Afaf Muzdalifah (Ikasi Karawang/SMPN 1 Karawang) 3. Bronze : Zahran Talitha Fauzi (Highscope) Fencing SMA Putra: Kategori Epee: 1. Gold : Haikal Al-Farizi (SMKN 1 Cilegon) 2. Silver : Salman (Ikasi Kab. Tangerang/SMK Aero Dirgantara) 3. Bronze : Azka Ranit Naufan Za (Zakaria Fencing) 3. Bronze : Chandra Gupti Mabbi (SMAN 2 Depok) Kategori Foil: 1. Gold : M Chikal Maulidna (SMAN 14 Kota Tangerang) 2. Silver : Faridz Hilmi (Ikasi Karawang/SMUN 5 Karawang) 3. Bronze : Jason Lee (Jakarta Intercultural School) 3. Bronze : Filza Shidqi (Patriot Nusantara/SMAN 55) Kategori Sabre: 1. Gold : Bagas Ahmad Fauzian (Ikasi Karawang/SMUN 3 Karawang) 2. Silver : M Adrenal (SMAN 33 Jakarta) 3. Bronze : Hardyanshel Kesuma (Saint John’s Catholic School) 3. Bronze : Jayanto Nanda Putra (Saint John’s Catholic School) Fencing SMA Putri: Kategori Epee: … Read more

Bungkam Exist Jakarta 3-0, PB Djarum Kudus Pertahankan Gelar Pembangunan Jaya Cup Junior 2018

PB Djarum Kudus akhirnya mempertahankan gelar kejuaraan bulutangkis nasional antar klub beregu junior 'Pembangunan Jaya Cup 2018’, di GOR Jaya Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, usai membungkam perlawanan PB Exist Jakarta, pada Sabtu (27/10), dengan skor telak 3-0. Ini gelar kedua bagi sang juara bertahan. (pbdjarum.com)

Ciputat- PB Djarum Kudus mempertahankan gelar kejuaraan bulutangkis nasional antar klub beregu junior ‘Pembangunan Jaya Cup 2018’, di GOR Jaya Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Bobby Setiadi dan kolega menjadi kampiun, usai membungkam perlawanan PB Exist Jakarta, pada Sabtu (27/10), dengan skor telak 3-0. Duet campuran Leo Rollycarnando/Indah Cahya Sari Jamil berhasil mencuri kemenangan dari wakil PB Exist Jakarta. Mereka menghentikan perlawanan Dejan Ferdinansyah/Nita Violina Marwah, dua gim langsung, dengan skor 22-20, 21-14, yang menelan waktu 50 menit. PB Djarum unggul 1-0. Klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah itu kembali memundi kemenangan lewat tunggal putra, Bobby Setiabudi. Turun di partai kedua, Bobby membutuhkan waktu 41 menit menaklukan Yonatan Ramlie, straight game, dengan skor 21-19, 21-14. Usai laga, Bobby mengaku senang karena bisa menyumbangkan poin bagi klubnya. “Bersyukur harapan itu di dengar. Lagi pula ini bisa dibilang laga penentu, karena di semifinal (ketemu PB Jaya Raya), tunggal putra dan putri belum kasih poin. Jadi mainnya semangat kasih yang terbaik,” ujar pemegang juara Wali Kota Surabaya Bank Jatim Victor Open 2017 itu, dikutip situs resmi PB Djarum, pada Sabtu (27/10). Bagi remaja kelahiran Situbondo, Jawa Timur, 22 Maret 2001 itu, kemenangan ini sekaligus ajang pembuktian bila dirinya bisa memberikan yang terbaik. PB Djarum Kudus mengunci kemenangan sekaligus mempertahankan gelar juara di partai ketiga, yang memainkan duet Daniel Martin/Leo Rollycarnando menuntaskan tugasnya dengan baik. Mereka meruntuhkan perlawanan Caesar Bagus Sadewa/Dejan Ferdinansyah, dalam drama tiga gim, dengan skor 21-15, 18-21, 21-18. “Alhamdulillah, senang dan bersyukur. Di 2017, saya dan Indah (Cahya Sari Jamil) juga sebagai penentu kemenangan. Dan, di 2018 ini, saya juga bisa kasih poin penentu buat klub,” tutur Leo. “Apalagi kejuaraan ini cukup melelahkan, dari Superliga Junior langsung kesini. Capek, tapi demi klub, saya coba lebih semangat dan hasilnya positif,” tambah pemain kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 29 Juli 2001 itu. Sementara itu, Pujiasto, Manajer Tim PB Djarum Kudus, mengungkapan kebahagiannya atas pencapaian anak didiknya. Menurutnya, bukanlah hal yang mudah karena lawan-lawan yang dihadapi memiliki materi pemain yang bagus. “Terima kasih untuk semua pemain atas kerja kerasnya selama pertandingan ini bergulir, khusunya semua atlet yang sudah berjuang sekuat tenaga,” tukas Pujiasto. Ini merupakan gelar kedua bagi sang juara bertahan, setelah Pembangunan Jaya Cup digelar pertama kali, pada 2016. Edisi tahun lalu, Djarum juga berhasil menghentikan Exist Jakarta di babak semifinal, dengan kedudukan akhir 3-1. (Adt)

Striker Timnas U-16 Trial di Tiga Klub Eropa, Rendy Juliansyah Menuju Klub La Liga Leganes

Striker Timnas U-16 kelahiran Tangerang Selatan 22 Juli 2002, Rendy Juliansyah, mengaku akan melakukan trial ke tiga klub Eropa. Satu di antara yang sudah pasti adalah klub Spanyol (La Liga), Leganes. (detiksport.com)

Jakarta- Striker Timnas U-16, Rendy Juliansyah, mengaku memiliki rencana terkait kariernya sebagai pesepak bola. Ia akan melakukan trial ke luar negeri, tepatnya ke Eropa dalam waktu dekat. Rendy tergabung dalam Timnas U-16 di bawah asuhan pelatih Fakhri Husaini, dalam Piala AFC U-16 2018. Bersama pasukan Garuda Asia, atlet kelahiran Tangerang Selatan 22 Juli 2002 ini, membukukan 19 penampilan dan mencetak 15 gol. Pemain ASIOP Apacinti itu mengaku akan melakukan trial ke tiga klub Eropa. Satu di antara yang sudah pasti adalah klub Spanyol (La Liga), Leganes. “Insya Allah, bulan depan akan trial ke klub luar negeri. Tujuannya sih ada tiga klub Eropa yakni di Spanyol, Italia, dan Belgia. Pokoknya saya akan mencari klub yang terbaik buat masa depan saya,” tukas siswa yang mengenyam sekolah di SMA Kartika X-1, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. “Untuk klub yang di Spanyol adalah Leganes. Untuk yang di Italia dan Belgia, saya belum tahu,” ujar Rendy. Demi mempertahankan kebugarannya usai tampil bersama Timnas U-16 paska Piala AFC U-16 2018, brand ambassador aplikasi pendidikan (ruangguru.com) ini memiliki program latihan sendiri. Putra bungsu dari empat bersaudara pasangan Rizal Alfansyah dan Rita Aryani ini aktif bermain bersama ASIOP di Liga Topskor U-16, agar kondisi fisik dan sentuhan bolanya  terjaga. “Saya mengikuti program latihan tersendiri, dan ada instruktur yang mengarahkan latihannya. Fokusnya buat ke strength,” ucapnya. Andai mendapatkan kesempatan bermain di Leganes, pemuda yang mengidolakan pemain Bayern Muenchen asal Polandia, Robert Lewandowski, akan mengikuti jejak Egy Maulana Vikri, yang berkiprah bersama klub di Eropa. Bintang Timnas U-19 itu saat ini menjalani kariernya bersama klub Polandia, Lechia Gdansk. (art) Biodata Nama : Rendy Juliansyah Lahir: Tangerang Selatan (Banten), 27 Juli 2002 Tinggi/Berat : 174 cm/58 Kg Agama: Islam Orang tua: Riza Alfansyah (ayah), Rita Aryani (ibu) Saudara: Vicky Utama Putra, Rio Renaldo, Bella Novtaria, Media sosial : Instagram @rendyjuliansyah Perjalanan Karir Klub: 2010 – .. : ASIOP Apacinti (Jakarta) 2017-2018 : Aomori Yamada High School Soccer Club (Jepang) Negara: 2017 – Sekarang: Timnas Indonesia U-16 Gelar dan Prestasi Internasional 2018 : Perempat Final Piala AFC U-16 2018 : Juara AFF Cup U-16 2017 : Juara Turnamen Jeneys Cup U-16 2017 : Juara Piala Tien Phong Plastik U-16 Individual 2017 : Top Skor Piala Tien Phong Plastik U-16 2016 : Player of the Month-Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 2016/17 2016 : Pemain Terbaik Menpora Cup 2016 2015 : Top Skor Liga Topskor 2015

Siswi Cantik SMAN 4 Depok Juara Piala Menpora-Emeralda 2018, Mulai Bidik Slot Skuat Timnas SEA Games 2019

Atlet golf amatir putri Indonesia, Viera Permata Rosada menjuarai Piala Menpora-Emeralda 2018, di lapangan Emeralda Golf Club di Tapos, Depok, Sabtu (27/10). OCha, sapaannya meraih gelar juara turnamen Piala Menpora-Emeralda tahun ketiga itu, usai mengoleksi total 214 pukulan atau dua di bawah par, dalam tiga hari perlombaan pada 25-27 Oktober. (instagram)

Jakarta- Atlet golf amatir putri Indonesia, Viera Permata Rosada, memasang target lolos seleksi tim nasional SEA Games 2019, setelah meraih gelar juara Piala Menpora-Emeralda 2018 yang berlangsung di lapangan Emeralda Golf Club di Tapos, Depok, pada 25-27 Oktober. “Saya ingin masuk tim nasional, karena saat ini saya adalah atlet pelapis kedua. Tapi, saya tak ingin terlalu memikirkan hal itu, karena dapat mempengaruhi permainan saya,” kata Ocha, sapaanya, selepas menerima Piala Menpora-Emeralda 2018, Sabtu. Ia meraih gelar juara Piala Menpora-Emeralda 2018 usai mengoleksi total 214 pukulan atau dua di bawah par dalam tiga hari perlombaan. Pada perlombaan hari pertama Kamis (25/10), Ocha mendapatkan par atau 72 pukulan. Atlet Banten itu mendapatkan birdie masing-masing pada hole tujuh, hole delapan, dan hole 17. Tapi, Ocha juga menemui bogey pada hole satu, hole enam, dan hole 14. Atlet kelahiran Jakarta, 21 Juni 2001 itu, menorehkan 70 pukulan, atau dua di bawah par pada hari kedua, Jumat (26/10). Empat birdie didapatkannya masing-masing pada hole tiga, hole tujuh, hole 12, dan hole 15. Siswi kelas XII SMA Negeri 4 Depok ini menutup turnamen dengan par atau 72 pukulan, pada perlombaan hari ketiga, Sabtu (27/10). Ia meraih masing-masing satu birdie pada hole lima, hole tujuh, dan hole 17, walau mencetak satu bogey pada hole sembilan dan double bogey pada hole enam. “Ini adalah pencapaian terbesar bagi saya, setelah berlatih golf sejak tujuh tahun lalu. Kunci kemenangan saya pada hari kedua dengan main dua di bawah par. Padahal, saya hanya menargetkan par saja,” kata dara yang mulai berlatih golf pada usia 10 tahun itu. Keluarnya Ocha sebagai juara memang tak diduga. Ia mengungguli senior-seniornya yang lebih berpengalaman seperti Marcella Pranovia, dan Nanda Winnet Soraya. Nanda pun harus puas menduduki peringkat kedua, setelah hanya mampu meraih dua over (+2) atau 218 pukulan. Peringkat ketiga diraih oleh Meva Helina Schmit dengan skor yang cukup jauh, delapan over (+8) atau 224 pukulan. Sementara itu, Marcella harus terpental ke peringkat kedelapan dengan skor 14 over (+14) atau 230 pukulan. Ocha mengaku mulai menyukai permainan golf, setelah diperkenalkan cabang olahraga itu oleh ibunya. “Saya diajak driving sama ibu yang menemani klien-nya. Saya mulai memukul bola dan berlanjut sampai sekarang,” ujar atlet yang kerap berlatih kawasan Serpong, Banten itu. Atas prestasinya meraih gelar juara Piala Menpora-Emeralda 2018 itu, Ocha mendapat hadiah berupa keikutsertaan gratis dalam kejuaraan golf tingkat Asia-Pasifik pada 2019. “Saya ingin terus mempertahankan skor di bawah par seperti ini. Saya akan terus berlatih dan menyiapkan mental menghadapi pemain-pemain unggulan,” katanya. Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PGI), I Gusti Putu Gede mengatakan, turnamen Piala Menpora-Emeralda 2018 jadi salah satu ajang uji coba bagi calon-calon atlet tim nasional golf Indonesia jelang SEA Games 2019. “Kejuaraan ini menjadi salah satu ajang uji coba, meski pelatnas SEA Games 2019 belum dimulai secara resmi,” kata Gusti yang menambahkan sebanyak 40 atlet amatir golf nasional berada di bawah pembinaan PB PGI. PB PGI, menurut Gusti, belum dapat menentukan jumlah maupun komposisi atlet yang akan masuk dalam tim nasional menuju SEA Games 2019 menyusul nomor perlombaan cabang golf yang belum ditentukan panitia SEA Games Filipina itu. “Kami tentunya memantau hasil dalam turnamen-turnamen seperti ini serta perkembangan peringkat dunia dari setiap atlet amatir. Kami ingin melihat perkembangan atlet-atlet pelapis juga,” kata Gusti.

Kandaskan Juara Musim Lalu, SMAN 14 Impresif Di Laga Perdana DBL 2018 Jakarta East Region

SMAN 14 Jakarta (putih) sukses di laga perdana Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region. Miqdad Ismail dan kolega sukses mengalahkan SMAN 22 Jakarta, dengan skor 29-20 di GOR Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (26/10). (Pras/NYSN)

Jakarta- SMAN 14 Jakarta berhasil tampil gemilang di laga perdana Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region. Miqdad Ismail dan kolega sukses mengalahkan SMAN 22 Jakarta, dengan skor 29-20 di GOR Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (26/10). Pelatih tim basket SMAN 14 Jakarta, Andi Ilham, mensyukuri keberhasilan anak asuhnya yang meraih kemenangan di partai pembuka. Padahal, lawan yang mereka hadapi adalah kampiun East Region musim lalu. Namun, Andi tak puas dengan kinerja yang ditunjukan oleh anak asuhnya di lapangan. “Sebenrnya sedikit kecewa dengan penampilan mereka, karena apa yang sudah diberikan di latihan tapi diterapkannya hanya beberapa,” kata Andi Ilham, Jumat (26/10). Andi menilai perfoma anak asuhnya belum menunjukan penampilan terbaik karena mengalami demam panggung lantaran bermain di laga pembuka. “Mungkin karena pertandingan pertama, jadi grogi, Grogi ikut turnamen bergengsi seperti ini, ditambah lawannya juara tahun kemarin. Kesempatan menang itu 50-50 dalam lapangan, gimana mereka bisa mengaplikasikan yang saya berikan di dalam lapangan,” kata Andi menambahkan. Lebih lanjut, Andi siap mengevaluasi beberapa kesalahan yang ditunjukan di laga perdana kali ini. “Lumayan, tapi tadi puas karena ada faktor cedera nanti kita evaluasi kekurangannya. Kekurangan lainnya yaitu kerja sama antar pemain di lapangan harus ditingkatin lagi,” papar Andi. (Adt)

Tekuk Mutiara Cardinal 3-1, Exist Jakarta Tantang Juara Bertahan Djarum Kudus di Final Junior Pembangunan Jaya Cup 2018

Putri Kusuma Wardani, wakil tunggal PB Exist Jakarta, akhirnya menjadi penentu kemenangan klubnya, usai sukses mengalahkan Saifi Rizka Nurhidayah (PB Mutiara Cardinal Bandung), 21-17, 19-21, 21-17. (Adt/NYSN)

Ciputat- PB Exist Jakarta mengunci tiket final kejuaraan bulutangkis nasional antar klub beregu junior ‘Pembangunan Jaya Cup 2018’. Mereka menyingkirkan PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat, di semifinal, pada Jumat (26/10), dengan skor 3-1. Di pertandingan lain, PB Djarum Kudus menembus partai puncak, usai menyingkirkan tuan rumah PB Jaya Raya Jakarta, dengan skor tipis 3-2. Putri Kusuma Wardani, wakil tunggal PB Exist Jakarta yang diturunkan pada partai keempat, menjadi penentu kemenangan klubnya. Namun, sukses dara kelahiran 20 Juli 2002 itu tak mudah. Menghadapi Saifi Rizka Nurhidayah, Putri dipaksa kerja keras melakoni pertarungan melelahkan tiga gim, selama 75 menit. Mampu memetik kemenangan di gim pertama, dengan skor 21-17, namun Putri justru tak berdaya di gim kedua. Ia takluk dengan skor 19-21. Pertandingan di gim ketiga pun juga berlangsung sengit. Bahkan kedua pemain kerap melakukan rally panjang. Melalui smash keras yang tak mampu dikembalikan Saifi dengan sempurna, membuat Putri berhasil menyegel kemenangan dengan skor 21-17. “Tadi, saya mainnya agak tegang. Mungkin karena kebawa pikiran, misalkan kehilangan satu poin, tapi yang ada dipikiran itu kayak hilang sampai lima poin. Jadi makin tegang kalau sampai banyak buang poin,” ujar Putri ditemui usai laga, di Gelanggang Olahraga (GOR), Jaya Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten itu. “Lawan juga memiliki kontrol serta motong bolanya bagus, jadi waktu gim ketiga, meski tegang menjelang akhir permainan, tapi saya berusaha main nekat saja,” lanjutnya. Runner-up Sirkuit Nasional (Sirnas) Premier Jakarta Open 2018 itu berjanji akan tampil maksimal, jika dirinya dipercaya bermain di partai pamungkas. “Harapannya tampil maksimal dan menyumbang poin untuk tim. Semoga klub juara di kejuaraan beregu junior ini,” tambah Putri. Kemenangan PB Exist juga disumbang Yonathan Ramlie. Tungga putra yang memainkan partai kedua itu menekuk wakil PB Mutiara Cardinal Bandung Arya Kusuma, straight game, dengan skor 21-18, 21-17, selama 45 menit. Duet Caesar Bagus Sadewa/Dejan Ferdinansyah berhasil menambah keunggulan PB Exist. Mereka menghentikan Ari Kusuma/Bagas Febrian Sani, usai memainkan laga selama 39 menit, straight game, dengan skor 21-13, 21-13. Sedangkan satu-satunya kekalahan diperoleh dari dobel campuran yang memainkan Dejan Ferdinansyah/Nita Violina Marwah. Mereka takluk dari Alif Rafsyah Mauthuthihona/Rayhan Vania Salsabila, straight game, 20-22, 15-21, di partai pertama. Dan, partai kelima yang sejatinya mempertemukan ganda putri Nita Violina Marwah/Putri Syaikah Ulima Hidayat (PB Exist) dengan Amalia Cahaya Pratiwi/Rayhan Vania Salsabila, tidak dimainkan. Sementara itu, di partai semifinal lainnya, juara bertahan PB Djarum Kudus unggul lebih dahulu lewat Leo Rollycarnando/Indah Cahya Sari Jamil. Dobel campuran yang turun di partai pertama itu mampu membungkam wakil tuan rumah, Ghifari Anandaffa Prihardika/Dinda Dwi Chayaning, rubber game, 19-21, 21-16, 21-16. Pertandingan ini berlangsung 80 menit. PB Jaya Raya lalu mampu menyamakan kedudukan 1-1, setelah Karono menyingkirkan Muhammad Aldo Apriyandi dalam duel berdurasi 56 menit, straight game, dengan skor 21-16, 21-16. Diakui Karono, jika kondisi fisiknya masih kurang fit, namun sudah jauh lebih baik dibandingkan hari sebelumnya. “Saya bersyukur bisa memberikan poin untuk tim. Ini sesuai target pelatih,” ujar Karono. Ia menyebut kemampuan lawan seimbang dengan dirinya. “Kami sama-sama taruna, sehingga levelnya juga sama dengan lawan,” lanjutnya. Pada partai ketiga, duet Daniel Marthin/Leo Rollycarnando memperlebar jarak atas PB Jaya Raya menjadi 2-1. Daniel/Leo menang dalam duel ketat tiga gim dari Ferdian Mahardika Ranialdy/Ghifari Anandaffa Prihardika, dengan skor 21-16, 22-24, 21-19. Tunggal putri PB Jaya Raya Maharani Sekar Batari menyamakan kedudukan 2-2. Ia menyudahi Nandini Putri Arumni setelah unggul rubber game, dengan skor 21-16, 15-21, 21-19, selama 65 menit. Di partai kelima sekaligus penentuan, PB Djarum Kudus berhak melangkah ke partai final, usai wakilnya Indah Cahya Sari Jamil/Lisa Ayu Kusumawati memastikan kemenangan, straight game, dengan skor 21-19, 21-11, atas Lanny Tria Mayasari/Tryola Nadia. Pertandingan itu berlangsung dalam 35 menit. Laga puncak antara PB Exist dan PB Djarum Kudus bakal berlangsung pada Sabtu (27/10), mulai pukul 14.00 WIB. Dan, pertandingan PB Jaya Raya dengan PB Mutiara Cardinal Bandung yang memperebutkan posisi ketiga juga berlangsung pada hari yang sama, yakni mulai pukul 10.00 WIB. (Adt)

Atlet 9 Tahun Kelahiran Kepri, Berpeluang Sabet Juara Gokart Asia 2018 di Malaysia

Pegokart cilik Indonesia andalan tim Gandasari Racing, Aditya Wibowo (9 tahun), berpeluang menjuarai kelas Micro Max seri Rotax Asia Max Challenge (AMC) 2018, di sirkuit Elite Speedway Plus, Subang Jaya, Malaysia, akhir pekan ini. (inilah.com)

Subang Jaya- Pegokart cilik dari Indonesia, Aditya Wibowo, berpeluang menjuarai kelas Micro Max seri Rotax Asia Max Challenge (AMC) 2018. Andalan tim Gandasari Racing kelahiran Tanjungpinang, Kepri, 30 Juli 2009, hanya berselisih 4 poin dari pimpinan klasemen, Ranvir Singh, asal India. Seri 6 yang merupakan penentuan balapan, akan dilangsungkan di sirkuit Elite Speedway Plus, Subang Jaya, Malaysia, pada Sabtu (27/10) dan Minggu (28/10). Peringkat siswa kelas 4 SD Bakti Mulia, Pondok Indah, Jakarta Selatan ini didapat, dengan asumsi menghitung 4 hasil balapan terbaiknya, dari 5 seri yang telah dilangsungkan. Seperti diketahui, regulasi penentuan juara umum AMC 2018, dengan menentukan 5 terbaik hasil balapan, dari total 6 seri yang telah diselesaikan. Dengan demikian, seri 6 pada akhir pekan ini, menjadi sangat menentukan. Saat ini, Ranvir mengumpulkan poin 346 berada pada peringkat pertama, lalu Aditya dengan 342 (kedua), serta pegokart Indonesia lainnya, Kimi Rae Fitriansyah dengan 321 (keempat), dan Calvin Wibowo dengan 316 (keenam). Sebenarnya, dengan perolehan poin yang relatif rapat ini, pegokart di posisi 6 besar, memiliki peluang hampir sama untuk menyandang gelar juara Asia 2018. Hanya saja, Aditya masih berusia 9 tahun ini, paling berpengalaman di antara 3 pegokart, yang berlaga di Micro Max tahun ini. Pada 2016 lalu, Adit, sapaanya, mencuri perhatian kalangan olah raga motor. Meski berusia 7 tahun, ia meraih IMI Award 2016, berkat prestasinya menjuarai sejumlah even gokart tingkat nasional dan level internasional. Salah satunya, menjadi juara nasional termuda kelas Kadet Rok Kejurnas Eshark Rok Cup National Championship 2016. (Adt)

Proyeksi Event Internasional, Kemenpora Dorong Atlet Junior Isi Kuota 60 Persen Skuat Indonesia di SEA Games 2019

Dua pelari asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Zohri (belakang), dan Muhammad Fadlin, melakukan selebrasi, usai meraih medali perak di nomor lari estafet 4x100 meter, pada Asian Games 2018 lalu. Zohri yang masih berusia 17 tahun, menjadi atlet prioritas guna mengisi kuota 60 persen, skuat Indonesia di ajang SEA Games 2019 Filipina. (Riz/NYSN)

Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga akan mewajibkan komposisi atlet junior 60 persen dari total atlet yang diajukan pengurus cabang olahraga untuk mengikuti SEA Games 2019, di Filipina. “Kata kuncinya, prestasi itu bisa meningkat saat atlet sering bertanding dengan negara lain dengan puncak penampilan di kejuaraan multi-cabang olahraga, seperti SEA Games. Kami mendorong atlet junior, agar punya pengalaman dalam SEA Games,” kata Menpora Imam Nahrawi, usi Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI di Jakarta, Kamis (25/10).. Kemenpora kini menganggarkan pembinaan atlet jelang SEA Games 2019, ASEAN Para Games 2019, dan kualifikasi Olimpiade 2020 dalam bidang peningkatan prestasi olahraga terutama sebesar Rp500 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. “Hasil dalam SEA Games 2019 akan menjadi batu loncatan ke Olimpiade 2020 serta Asian Games 2022 di China,” kata Menpora. Menpora mengatakan Indonesia telah memiliki atlet-atlet yang masuk kualifikasi Olimpiade 2020, dan Paralimpiade 2020 yang juga memakai anggaran Rp500 miliar itu. “Bujet Rp500 miliar itu tidak semuanya untuk atlet yang mengikuti SEA Games 2019, melainkan juga bagi atlet yang mengikuti kualifikasi Olimpiade,” kata Menpora. Ia mengakui anggaran pemusatan latihan nasional pada 2019, lebih kecil dibanding anggaran pada 2018. “Pada 2018, anggaran sebesar Rp735 miliar, itu naik karena ada Asian Games. Anggaran menjadi tantangan bagi Kemenpora, untuk mencari terobosan lain. Dan ini waktu yang tepat untuk meyakinkan publik, agar terlibat dan bagaimana menyiasati pendapatan atau bantuan dari sponsor,” tegas pria asal Bangkalan, Madura ini. Anggaran pelatnas untuk 2019 turun dibandingkan tahun ini.Penurunan itu berimbas pada anggaran yang akan dikucurkan kepada federasi cabang olahraga, yang bertanggung jawab membina atlet. Pada 2019, Indonesia sudah ditunggu dua multievent besar, yakni SEA Games Filipina dan kualifikasi Olimpiade 2010 Tokyo, untuk sebagian cabang olahraga. Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana, berharap prestasi tak turun meskipun dana berkurang. Dia menekankan agar kualifikasi olimpiade dan persiapan SEA Games terpadu dan linier. “Latihannya ‘kan satu paket. Seperti atletik nomor lari 100 meter, ada Lalu Muhammad Zohri. Usianya masih 17 tahun dan dia ikut kualifikasi olimpiade, serta SEA Games juga. Tentu, selain untuk event SEA Games, ya juga lolos kualifikasi. Itu yang dimaksud keterpaduan linier,” jelasnya “Makanya, ada prioritas, khususnya untuk sport olympic. Tapi, itu pun bukan cabornya, melainkan number of eventnya, yang potensi medali yang dilihat. Itu yang akan prioritas untuk mendapatkan dana lebih,” dia menjelaskan. (Adt)