Skuad Timnas U-16 Bubar, Setelah Itu Rame-rame Reuni Dan Berlatih di Inggris

Gelandang Timnas U-16 yang kini bergabung dengan klub Persebaya Surabaya U-16, Brylian Aldama, dikabarkan akan segera berlatih di Inggris, usai merampungkan Liga Elite Pro Academy U-16 2018. (goal.com)

Surabaya- Setelah Mochammad Supriadi, beberapa nama pilar Timnas U-16 dikabarkan juga segera bertolak ke Inggris, untuk menimba ilmu sepak bola di tanah leluhur si kulit bundar tersebut. Salah satu pemain yang dikabarkan masuk dalam skema kerja sama PSSI dan asosiasi sepak bola Inggris (FA) itu adalah Brylian Aldama. Gelandang Garuda Asia sekaligus Persebaya Surabaya U-16 ini, rencananya akan segera dikirim ke Inggris untuk berlatih di sana. Andai rencana itu benar-benar terlaksana, maka Brylian dipastikan akan menyusul pilar timnas U-16 lain yang lebih dahulu mendarat di Negeri Ratu Elizabeth tersebut, Mochammad Supriadi. Supriadi dikirim oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk berlatih di Liverpool, kota pelabuhan di Inggris. Rencananya, pemain kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur ini akan berangkat ke Inggris bersama dengan 24 anak terpilih lainnya. Mendengar rencanaya itu, Brylian mengaku amat senang dengan kesempatan itu. “Wah, pastinya senang banget dapat tawaran itu. Susah digambarkan,” kata Brylian, dikutip dari Tribun Jatim. Namun, remaja kelahiran 23 Februari 2002 itu belum mengetahui pasti dan mendetail terkait keberangkatannya tersebut. Dari beberapa yang dirinya dengar, kemungkinan besar 25 anak yang terpilih, termasuk dirinya akan bertolak ke Inggris pada Desember tahun ini. Ia menakar program ini akan berjalan setelah kompetisi putaran 4 Elite Pro Academy U-16 berakhir. Sebab, seluruh peserta yang akan berangkat merupakan pemain yang berlaga dalam kompetisi itu. “Saya belum tahu detailnya, tapi saya prediksi bulan depan (Desember), sambil menunggu kompetisi U-16 putaran 4 berakhir,” ujarnya. Sementara itu, manajemen klub Liga 1, Barito Putera, sangat serius melakukan pembinaan pemain usia muda. Langkah strategis dilakukan dengan merekrut si kembar bintang Timnas U-16, Bagus Kaffi dan Bagas Kaffa, jadi tulang punggung Barito Putera U-16. “Keseriusan kami tunjukkan dengan silaturahmi langsung ke orang tua Bagus dan Bagas. Di pertemuan itu, kami paparkan semua program akademi, sehingga wali pemain yakin melepas anak-anak mereka ke Barito Putera,” ungkap Mundari Karya, Direktur Akademi Barito Putera. Mundari menyebut Barito Putera bukan sekedar memanfaatkan tenaga duo kembar asal Magelang saja. Mereka bahkan memberi fasilitas yang ditawarkan mulai dari pendidikan formal, kesehatan, hingga jenjang karier sepak bola mereka. “Karena usia mereka belum memenuhi syarat secara hukum formal, jadi tak dikontrak seperti pemain profesional. Tapi, kami siap beri jaminan masa depan pendidikan dan karier. Tapi urusan uang saku, saya tak tahu. Itu urusan bos Barito, dengan orang tua pemain,” ujar Mundari. Mantan pelatih Pelita Jaya itu menambahkan, mulai Desember mendatang, Bagus dan Bagas serta tiga pemain Barito Putera U-16 lainnya akan menimba ilmu di Akademi Chelsea di London, Inggris, selama enam bulan. “Kelima pemain kami, lolos ke Inggris, setelah diseleksi langsung Dennis Wise, mantan bintang Chelsea dan Timnas Inggris. Ini juga bentuk komitmen kami dengan orang tua pemain soal karier sepak bola mereka,” tutur Mundari. Selain Bagus-Bagas, ada tiga eks Timnas U-16 yang bergabung di Barito Putera. Mereka adalah Yuda Febrianto, Alif Zailani, dan Dandi Maulana. “Semua eks Timnas U-16 yang ada di Barito akan berangkat ke Inggris. Ilmu mereka akan berguna bagi Barito Putera dan Timnas Indonesia mendatang,” jelasnya. (art)

Shindoka Gelar Seminar Kata dan Kejuaraan Junior-Senior, Pada APSKF ke-15 di Kelapa Gading

Ketua Perguruan Shindoka Sumut, Zulkarnain (paling kiri), bersama kelima atlet binaanya, yang akan memperkuat Indonesia di Asia Pasific Shitoryu Karate Federation (APSKF) 2018 pada 22-24 November 2018, di Mahaka Mall Sport, Kelapa Gading, Jakarta. (tribunnews)

Jakarta- Perguruan Shitoryu Indonesia Karate-Do (Shindoka) menggelar seminar nomor kata dan Kejuaraan APSKF 2018, dalam rangkaian acara Asia Pacific Shitoryu Karate Federation (APSKF) ke-15 di Britama Arena Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta, 21-24 November. Tak tanggung-tanggung seminar kata yang digelar pada hari pertama perhelatam APSKF Ke-15, Rabu (21/11), itu dipimpin Direktur Teknik APSKF Sensei Kyoshi Sakamoto, pemilik Dan 8 Shitoryu. “Ini program penyeragaman kata. Khususnya nomor kata pappuren,” ujar Ketua Umum PB Shindoka Iwan Setiawan di sela-sela seminar kata. Seminar kata diikuti lebih dari 70 karateka dari 16 negara. Yang menarik, event seminar ini juga dihadiri para petinggi Shitoryu. Di antaranya Guru Besar Sithoryu Soke Ken Yu Mabuni, Presiden WSKF Genzo Iwata, dan Presiden APSKF Sensei George Tan. Menurut Iwan, setiap perhelatan APSKF, panitia selalu menggelar seminar kata seperti itu. Ini penting agar para karateka shitoryu di seluruh dunia, mampu memahami perkembangan teknik kata mereka. “Kebetulan di event APSKF ke-15 ini, kami menggelar seminar nomor kata pappuren, termasuk Bunkainya. Kami berharap karateka shitoryu di seluruh dunia bisa mempelajari nomor kata ini dengan baik,” ujar Iwan. Setelah seminar kata, pada hari yang sama Shindoka juga menggelar Referee & Coaches Clinic, di Ballroom Hotel Santika, Kelapa Gading. Termasuk pula ujian wasit juri. Sementara perhelatan Kejuaraan APSKF Ke-15 akan dilangsungkan pada 23-24 November, di Mahaka Mall Sport, Kelapa Gading, Jakarta. PB Shindoka mengikutsertakan lima karateka Shindoka Sumut memperkuat Tim Karate Shindoka Indonesia. Kejuaraan karate khusus Shitoryu tingkat Asia Pasifik ini tercatat akan diikuti 14 negara, termasuk Jepang, yang turun di semua kelas dan kategori, serta memilih Indonesia sebagai tuan rumah tahun ini. Kelima atlet Sumut itu yakni M. Dhijey Lexie (pra pemula 10-11 tahun), Azizul Akbar Lubis (kategori pemula 12-13 tahun), Ruth Meilani Hutabarat (pemula 12-13 tahun), Nicky Dwi Oktari (senior 18 tahun) dan Nur Intan (senior 18 tahun) Kelima atlet terbaik Shindoka itu didampingi pelatih Zeffry Nico Budiman ST, Ichwan Helmi Nasution SH, dan Fachri, serta turut mengirimkan seorang wasit Bambang Eko Prastiyo. “Kami dari Perguruan Shindoka Sumut merasa berbangga, sebab ini menunjukkan pembinaan yang sudah dilakukan dalam kurun tiga tahun terakhir ini mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan,” ungkap Ketua Perguruan Shindoka Sumut, Zulkarnain, pada Rabu (21/11). Dijelaskannya, kelima karateka yang dikirim tersebut merupakan atlet yang meraih juara dalam Kejurnas Shindoka beberapa waktu lalu dan dipilih berdasarkan perkembangan prestasi yang dipantau sebelumnya. “Perguruan Shindoka juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak yang ikut memberikan dukungan bagi perkembangan Shindoka di Sumut termasuk FORKI Medan dan Sumut,” tegasnya. Zulkarnain juga menyampaikan, karateka putri terbaik binaanya, Nicky Dwi Oktari, setelah mengikuti APSKF ini juga langsung akan dipersiapkan PB FORKI untuk mengikuti seri kejuaraan dunia karate APSKF, di Cina, pada Desember mendatang. (Adt)

Target Revans Lawan Persib U-19, The Young Tiger Nyaman Tampil di Gianyar

Pelatih Perrsija Jakarta U-19, Sudirman (kanan/hitam), terus memantapkan timnya jelang menghadapi Persib Bandung U-19 dalam laga final Liga U-19 melawan Persib Bandung U-19, pada Senin (26/11) di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali. (Persija.id)

Jakarta– Persija Jakarta U-19 terus memantapkan diri jelang menghadapi Persib Bandung U-19 dalam laga final Liga 1 U-19 melawan Persib Bandung U-19, pada Senin (26/11) di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali. Alasannya, tak lain agar kemenangan bisa diperoleh. Segala aspek pun diperbaiki agar hasil kemenangan lain. Maklum, Persija U-19 mengalami kekalahan telak 0-4 dari Maung Ngora, saat tampil di babak 8 besar Liga 1 U-19. Evaluasi dan beberapa kekuatan lawan, jadi perhatian tim pelatih agar Desly Nur dan kolega, siap melakukan merevans di partai puncak. Salah satu fokus yang utama adalah lemahnya respon para pemain, saat terjadi transisi dari menyerang ke bertahan, atau sebaliknya. Kondisi ini kerap menjadi titik bocornya kekuatan tim yang berjuluk The Young Tiger. “Evaluasi terbesarnya soal transisi. Saat kami menyerang, lalu lawan dapat bola. Mereka melakukan fast break dan counter attack. Ternyata respon pemain kami sering telat mengantisipasinya. Jadi, itu fokus latihan kami,” ujar Sudirman, pelatih Persija U-19. Ia pun menilai semua lini serang tim yang diasuh Budiman ini, cukup berbahaya. Maka dari itu ia tidak mau kecolongan lagi. “Persib U-19 itu tim yang punya penyerang- penyerang yang bagus. Tak hanya striker, sektor gelandangnya juga subur karena mereka bisa mencetak gol. Dan itu harus kami antisipasi,” tambahnya. Selain memantap transisi, Sudirman memberi materi finsihing dan serta how to defence. “Peluangnya 50-50, apalagi ini laga final. Partai yang auranya berbeda dengan pertandingan biasa. Tim yang punya mental juara, itulah yang bisa memenangkan pertandingan,” tegas mantan Kapten Timnas era ’90an ini. Sejatinya, jadwal Final U-19 2018 berlangsung pada Minggu (25/11), di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi. Namun, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai pihak penyelenggara, lalu merubah lokasi dan menjadwal ulang waktu partai puncak event junior Liga 1 ini, ke Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Persija pun mengapresiasi keputusan PT Liga Indonesia Baru menggelar final di pulau Dewata. Sudirman, menyatakan kepastian itu melegakan. “Alhamdulilah keputusan kapan dan dimana laga final sudah kami ketahui. Kami bisa melanjutkan program persiapan babak final yang sudah dilakukan pada Senin kemarin,” ujarnya. Sebelumnya, PT LIB mengeluarkan surat bernomor 357/LIB/XI/2018 terkait laga final itu. Bali menjadi pilihan usai aparat keamanan enggan memberi izin laga final digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat. Sudirman tak mempermasalahkan penunjukkan Stadion Kapten I Wayan Dipta. Bahkan, dia memberi indikasi hal itu menguntungkan laskar ibukota. “Bali bukan hal baru, karena kami melakukan pemusatan latihan selama 10 hari pada Agustus, jelang Liga 1 U-19 bergulir. Anak-anak tak masalah dengan stadion Kapten Dipta,” pungkasnya. (art)

Srikandi Cup Seri Pertama Musim 2018/2019 Siap Bergulir, Flying Wheel Makassar Bidik Empat Besar

Flying Wheel Makassar, siap mengarungi kompetisi bola basket putri paling bergengsi di Tanah Air, yakni Srikandi Cup Seri Pertama musim 2018/2019, di GOR Merpati, Denpasar, Bali, 26 November - 2 Desember. Tim asal Sulawesi Selatan ini membidik posisi empat besar. (Istimewa)

Makassar- Jelang kompetisi bola basket putri paling bergengsi di Tanah Air, yakni Srikandi Cup Seri Pertama musim 2018/2019, di GOR Merpati, Denpasar, Bali, pada 26 November – 2 Desember, semua tim terus mematangkan persiapan. Salah satunya Flying Wheel Makassar. Musim ini, tim kebanggaan masyarakat Kota Makassar, Sulawesi Selatan itu diarsiteki Eddy Winarso. Dengan komposisi pemain lokal, Eddy tak merasa kecil hati. Musim lalu, Azizah Abbas dan kawan-kawan menempati peringkat tujuh dari delapan kontestan. “Srikandi musim ini pasti akan muncul juara baru. Pasti di musim ini pertandingan dan persaingan makin ketat dan seru. Kami sudah latihan intensif sejak September, dan semoga hasil kerja keras anak-anak berlatih membuahkan hasildengan target yang saya canangkan, yakni lolos di empat besar,” ujar Eddy, pada Kamis (22/11). “Saya rasa peluang itu ada dengan absennya Surabaya Fever dan Merah Putih Jakarta,” lanjutnya. Demi mewujudkan ambisinya itu, selama sepekan terakhir ini, Eddy terus menggenjot secara intensif persiapan timnya. Jika biasanya mereka rutin berlatih satu kali sehari, kali ini Eddy menambah jadwal latihan untuk anak didiknya menjadi dua kali sehari. Beberapa materi tambahan dan latih tanding juga menjadi santapan wajib yang harus dilahap Azizah dan kolega. Azizah mengaku optimis jelang bergulirnya musim keduanya di Srikandi Cup. Ia bersama rekan satu timnya banyak belajar dari musim lalu dan mereka kini lebih siap membenahi mental bertanding. “Untuk Seri 1 intensitas latihan kami bertambah jadi dua kali sehari, libur itu cuma Sabtu dan Minggu. Tahun lalu pekerjaan rumah kami ada di mental bertanding dan juga kekompakan permainan,” ungkap Azizah. “Kekurangan itu yang kini tengah dibenahi pelatih supaya kami bisa mencapai target lolos di empat besar,” tambahnya. Kembali, Eddy menegaskan kendala yang dihadapi tim-nya pada musim ini yakni masih menggunakan pemain lokal dan kurang diposisi pemain tinggi. “Tapi itu tidak masalah buat saya, yang jelas sepekan ini kami terus mengasah kemampuan passing, dribbling, dan persentase menembak dari segala lini,” tukas Eddy. Ia menyebut Merpati Bali dan Tenaga Baru Pontianak bakal menjadi pesaing berat untuk anak asuhnya mengarungi Srikandi Cup musim 2018/2019. Terdapat tiga seri yang dalam ajang Srikandi Cup musim ini, hingga babak play off dan grand final. Seri pertama dihelat di GOR Merpati, Denpasar, Bali (26 November – 2 Desember 2018). Lalu, seri kedua berlangsung di Jakarta di GOR Cempaka Putih atau GOR Rawamangun (11-16 Februari 2019). Kemudian, seri ketiga tampil di GOR Sahabat, Semarang, Jawa Tengah (1-6 April 2019). Sedangkan fase play off dan grand final tersaji di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada akhir April 2019. (Adt)

Taklukan SMAN 4 Samarinda 4-1, SMAN 8 Bekasi Kampiun Pocari Sweat Futsal Championship 2018

Salah satu pertandingan grand final di event Pocari Sweat Futsal Championship 2018, di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (18/11). (Dok. Pocari Sweat)

Solo- Bertanding di Gelanggang Olahraga (GOR) Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (18/11), tim futsal SMAN 8 Bekasi, Jawa Barat, berhasil menjadi kampiun Pocari Sweat Futsal Championship 2018. Mereka berhak membawa pulang Piala Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga). Di final, Bagas Wijaya dan kolega sukses membantai juara bertahan SMAN 4 Samarinda, Kalimantan Timur, dengan skor 4-1. Pencapaian wakil Bekasi sebagai juara baru di ajang kompetisi futsal pelajar paling heboh di Indonesia itu makin lengkap setelah Alip Setyo P didapuk menjadi Best Player, yang dipilih langsung oleh Kensuke Takahashi, Pelatih Futsal Tim Nasional Indonesia. Empat gol SMAN 8 Bekasi masing-masing dicetak, Bagas Wijaya (3 gol), dan Budi Alfatar (1 gol). Sedangkan satu-satunya gol SMAN 4 Samarinda dicetak Apriyanto Samuel Jaya. Kendati kalah, SMAN 4 Samarinda patut berbangga. Sebab, Apriyanto, yang merupakan kapten tim, berhasil menyabet predikat sebagai top skor dengan torehan 7 gol. Sedangkan SMA Yayasan Pendidikan (YP) Karya, Kota Tangerang, Banten, menempati juara 3, dan SMAN 12 Makassar, Sulawesi Selatan, harus puas sebagai juara 4. Selain memberikan hadiah kepada para juara, dan top skor, panitia juga menganugerahkan hadiah individu The Most Favourite Tim kepada SMAN 1 Cimahi, Jawa Barat. Tujuan Pocari Sweat mengadakan event ini guna mewadahi seluruh pelajar SMA di Indonesia agar mereka memiliki wadah menyalurkan bakat yang mereka miliki melalui sebuah kompetisi futsal pelajar bertaraf nasional. “Sudah ke-9 kalinya Pocari Sweat mengadakan Pocari Sweat Futsal Championship yang didukung penuh Kemenpora, dan menjadi konsistensi kami untuk menaungi seluruh pelajar di Tanah Air agar mereka dapat menyalurkan bakat terutama di cabang olahraga futsal,” ujar Ricky Suhendar, Marketing Directory PT Amerta Indah Otsuka, di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, seperti keterangan yang diterima nysnmedia, pada Senin (19/11). (Adt)

SMANDU The Giant Killer, Dampingi SMAN 61 Wakili Grup B ke Fantastic Four

Guard SMAN 2 Jakarta, Nico Candra (3/Hitam), hendak mencetak poin, saat timnya mengalahkan SMAN 3 dengan skor 22-15, di laga terakhir fase Grup Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018, di GOR Soemantri, pada Rabu (14/11). (DBL)

Jakarta- Luar biasa peforma tim putra SMAN 2 Jakarta. Tim polesan Rudi Ohandi ini layak menyandang julukan The Giant Killer. Menyusul keberhasilan Malvin Hariyanto dkk memastikan tiket semifinal Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 dengan catatan yang cukup mengesankan. Berstatus sebagai runner-up West Region, Smandu (julukan SMAN 2) sejatinya kurang diperhitungkan. Sebab, mereka tergabung pada persaingan sengit Grup B, yang dihuni SMAN 3 Jakarta (Juara South Region), dan SMAK 5 Penabur (juara North Region). Namun, siapa sangka, justru melawan kedua tim yang diunggulkan itulah, Smandu meraih poin sempurna. Itu pula yang berhasil mengantarkan Smandu keluar dari persaingan sengit fase Grup B, serta melaju ke babak Fantastic Four, yang akan digelar pada Kamis (15/11), di GOR Soemantri. Usai menundukkan SMAK 5 Penabur pada laga Senin (12/11), korban keganasan Smandu berikutnya adalah SMAN 3. Anak-anak Smandu tampil luar biasa pada laga do or die, Rabu (14/11). Tim berkostum gelap ini menutup laga terakhir fase Grup, dengan keunggulan 22-15. Laga ini berlangsung sangat alot. Bahkan, kedua tim tak kunjung mengemas poin alias scoreless, sepanjang tujuh menit awal. Saat kuarter awal berakhir, skor hanya 2-2. Memasuki kuarter kedua, kedua tim pun kesulitan mencetak angka. Skor 7-7 di akhir kuarter kedua, bukti menandakan alotnya laga. Adalah Smandu yang berhasil keluar dari tekanan, sejak memasuki kuarter ketiga. Saat laga memasuki menit kelima, under basket Stephen Sanjaya Prischou menjadi titik balik keperkasaan Smandu untuk unggul atas Teladan. Pemain bernomor punggung 15 itu membawa Smandu unggul 9-7. Mulai dari momen itu, Smandu menjelma bagaikan monster, bagi pertahanan Teladan. Perolehan poin Smandu menjauh dari juara dua kali Honda DBL DKI Jakarta edisi 2012 dan 2016 tersebut. Smandu makin tak terbendung setelah berhasil mendapatkan 7 poin beruntun pada 20 detik terakhir. Empat poin diantaranya berhasil ditorehkan sang kapten, Malvin. Skor 22-15 menjadi milik Smandu, sekaligus memaksa Teladan angkat koper. Hasil ini mengantarkan Smandu lolos ke semifinal sebagai runner-up Grup B setelah mengemas 5 poin, hasil dari 2 kali menang dan sekali kalah. Satu tiket lainnya direbut SMAN 61, sebagai pemuncak klasemen. Menyusul kemenangan 41-37 atas SMAK 5 Penabur. NASA (julukan SMAN 61) juga mengemas 5 poin, hasil dari dua kemenangan dan sekali kalah. Namun, NASA memiliki keunggulan head to head karena pada pertemuan awal fase Grup B, NASA menang atas Smandu. Pada babak Fantastic Four alias semifinal, Smandu akan meladeni anak-anak SMA Bukit Sion, yang sukses menjadi pemuncak Grup A. Sedangkan SMAN 61 akan bentrok dengan skuat SMA Al-Izhar Pondok Labu. ”Berhasil lolos ke semifinal, rasanya tanggung kalau tidak sekalian memasang target maksimal (juara). Apalagi, anak-anak bermain lebih lepas tanpa beban dan kolektif. Jadi, siapapun lawannya akan kami hadapi sekuat tenaga,” ungkap Om Abok, sapaan Rudi Ohandi, pelatih Smandu. (Adt)

Kembali Gelar Balapan Sirkuit Jalan Raya, BSD City Grand Prix 2018 Lombakan Sembilan kelas

BSD City Grand Prix 2018 akan melombakan sembilan kelas kejuaraan, termasuk kelas Kejuaraan Nasional, yang diselenggarakan di Sirkuit BSD, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Balapan ini menyuguhkan tantangan yang berbeda, karena ada jalur-jalur yang tidak biasa dan karakter sirkuit jalan raya seperti di Monaco. (intersport.id)

Jakarta- Promotor balap mobil nasional Tonsco Club menyatakan ada sembilan kelas kejuaraan yang akan dilombakan dalam BSD City Grand Prix 2018, yang berlangsung mulai 30 November hingga 2 Desember 2018, di Sirkuit BSD, Tangerang Selatan. “Tahun ini, BSD City Grand Prix akan melombakan sembilan kelas kejuaraan, termasuk kelas Kejuaraan Nasional, yang diselenggarakan di wilayah Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Banten,” kata Ketua Tonsco Club, Lola Moenek, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/11). Sembilan kelas itu yakni Indonesian Touring Car Championship, Indonesian Touring Car Championship 1600 Max, Super Touring Car Championship Div 1, Super Touring Car Championship Div 2, Honda Jazz/Brio Speed Challenge dan Japan Super Touring Championship. Serta European Touring Car Championship 3000, European Touring Car Championship 2000 dan Mercedes Benz Club INA Race. “Kami optimistis peserta BSD City Grand Prix 2018 akan ramai sekali, bahkan lebih ramai dari penyelenggaraan 2017 lalu. Hadiah para pemenang tak jauh berbeda dari hadiah balapan di Sirkuit Sentul,” ujar Lola. Sementara itu, pimpinan Lomba BSD City Grand Prix 2018, Dani Sarwono menuturkan, Sirkuit BSD yang digunakan sudah mengedepankan aspek standar FIA dan IMI, diantaranya terdapat double guard rail, pagar wiremesh, serta pengadaan komponen penting lainnya, seperti mobil derek, mobil pemadam kebakaran, mobil ambulans dan safety car. “Selain itu, puluhan staf keamanan juga dikerahkan agar lomba berjalan aman dan terkendali. Kami menjamin, jika BSD City Grand Prix 2018 akan menyajikan pengalaman, keamanan, serta kenyamanan tersendiri bagi para pebalapnya,” ungkap Dani. Untuk dapat menyaksikan BSD City Grand Prix 2018, para penonton diberikan beberapa titik atau spot, yang sudah bebas biaya masuk, diantaranya di perempatan Moenir dan di belakang Q-Big. Namun untuk mendapatkan pengalaman keseluruhan balapan, pihak penyelenggara menyediakan racing village yang di dalamnya ada berbagai wahana hiburan otomotif, tribun untuk menonton, berbagai jajanan food truck serta pertunjukan musik. Harga tiket racing village tersebut, yaitu Rp50.000 per hari. “BSD City Grand Prix 2018 akan menyuguhkan tantangan yang berbeda dari Sirkuit Sentul, karena ada variasi tersendiri, jalur-jalur yang tidak biasa dan karakter sirkuit jalan raya seperti di Monaco,” ucap Ketua Panitia BSD City Grand Prix 2018, Ananda Mikola. Lebih lanjut, Ananda menyebut jika akses menuju lokasi Sirkuit BSD juga mudah dicapai karena dikelilingi oleh beberapa pusat keramaian, diantaranya Aeon Mall, ICE BSD serta Q-Big. “Lokasinya tidak sulit untuk dijangkau, karena bisa diakses melalui tol Jakarta-Tangerang. Kami ingin menyajikan hiburan bagi masyarakat yang mengutamakan faktor keamanan dan kenyamanan,” pungkasnya. (Adt)

Unggul 36-23 di laga Terakhir Dari SMAN 71, Skuat Putri Teladan Jumpa SMAN 36 di Semifinal

Tim putri SMAN 3 Jakarta tampak bergembira usai mencetak kemenangan di pertandingan terakhir Grup B Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Hasil positif ini membawa mereka unggul dari SMAN 71 Jakarta, dengan skor 36-23, pada Rabu (14/11) di GOR Soemantri Brodjonegoro. (DBL)

Jakarta- Belajar dari kesalahan sebelumnya kala takluk di tangan SMK Yadika 2, tim putri SMAN 3 Jakarta bermain lepas, dan tak meremehkan lawannya. Hasil positif ini membawa mereka unggul dari SMAN 71 Jakarta, dengan skor 36-23, pada Rabu (14/11) di GOR Soemantri Brodjonegoro. Putri Teladan (julukan SMAN 3) pun mengobati gagalnya tim putra melangkah ke babak semifinal Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Sepanjang laga, srikandi Teladan berhasil memperlihatkan kelas mereka sebagai tim basket putri unggulan ibu kota. Insyira Keysa dan kolega mendominasi laga dengan skema transisi dan pertahanan yang rapat. Permainan cepat ini tentunya membuat anak-anak Sapta Eka (julukan SMAN 71) kelimpungan. Sapta Eka terlihat di bawah tekanan nama besar Teladan. Bahkan, skuat asal Duren Sawit itu gagal mengimbangi permainan yang ditunjukan oleh Teladan. Anak asuh Muhammad Ridzky hanya mampu mencetak 2 poin. Teladan unggul jauh 9-2 pada kuarter pertama. Ketangguhan pemain Teladan juga merata. Tiga pilar utama mereka, Stanita Nataya, Zefanya Angelina Risdiyanto dan Annika Amadea Dacya, masing-masing berhasil mencetak 6 poin sepanjang pertandingan. Sementara salah satu pemain andalan mereka, Jofinka Putri berhasil menorehkan 7 poin. Sedangkan guard andalan Teladan, Zhara Mauritzka Syafrizal, sukses menyumbang poin terbanyak untuk Teladan, dengan 8 poin. Kemenangan atas Sapta Eka mengunci posisi pemuncak klasemen akhir Grup B. “Dari awal laga, kami diingatkan untuk tak menganggap remeh lawan. Dan kami membuktikan hal itu di lapangan,” ucap kapten Teladan Insyira Keysa. Teladan berhadapan dengan SMAN 36 Jakarta, runner-up Grup A, pada Kamis (15/11). Sedangkan, SMAN 36 akhirnya harus puas duduk di posisi kedua, usai kalah dari SMAN 28 Jakarta, pada laga Rabu (14/11), dengan skor telak 13-38. Pada laga semifinal, akan mempertemukan SMAN 71 menantang SMAN 28, yang menjadi ratu di Grup A. (Adt)

Nyaris Ditunda Lantaran Izin Keamanan, Laga Semifinal Persija U-19 vs Barito U-19 Geser ke Jumat

Stiker anyar Persija Jakarta U-19, Sutan Diego Zico, saat menjalani latihan, jelang Laga semifinal Liga 1 U-19 melawan Barito Putera U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pertandingan ini akhirnya dimundurkan sehari ke Jumat (16/11), karena alasan keamanan. (Persija.id)

Jakarta– Laga semifinal Liga 1 U-19 2018 yang mempertemukan Persija Jakarta U-19 melawan Barito Putera U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/11), pukul 19.30 WIB, dipastikan ditunda. Penundaan laga Persija Jakarta kontra Barito, tak lepas adanya laga semifinal Liga 1 U-19 antara Persib Bandung U-19 melawan Pusamania Borneo FC U-19, di stadion yang sama pada pukul 15.30 WIB. Potensi gesekan antara suporter Persija dan Persib, menjadi salah satu faktornya. Keputusan terakhir pada Match Coordination Meeting (MCM) pada Rabu (14/11) di Cikarang, jadwal pertandingan semifinal Liga 1 U-19 2018 mengalami perubahan. Hal itu ada pada pertandingan Persija U-19 melawan Barito U-19, yang begerser ke Jumat (16/11) dan kick off pada pukul 15.30 WIB. “Banyak pertimbangan yang dijelaskan oleh pihak keamanan kepada kami,” kata Ketua Panpel Semifinal Liga 1 U-19 2018, Barry Timothy, dalam rilisnya. “Hal itulah yang membuat kami memundurkan jadwal pertandingan Persija U-19 melawan Barito U-19. Kami berharap semuanya bisa lancar,” ucap Barry menambahkan. Sementara itu, pelajaran berharga didapatkan skuat Macan Muda saat tampil di babak 8 besar Liga 1 U-19 Grup A di Magelang. Pelatih Sudirman menilai ada beberapa bahan evaluasi yang menjadi catatannya. Menurut mantan libero timnas Indonesia di era 90 an ini, transisi menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi tim pelatih. Beberapa gol ke gawang Persija, justru terjadi saat tim berhadapan dengan situasi transisi dari menyerang ke bertahan, terutama di area second line. “Saat situasi transisi dari menyerang ke bertahan seperti kemarin, banyak pemain kami yang terlambat meresponnya. Apalagi, transisi faktor penting sangat krusial dalam sepakbola. Fatal, andai sebuah tim buruk dalam melakukan transisi,” ujar Sudirman. Namun, Legenda Areseto Solo ini sudah memiliki gambaran permainan Barito. “Mereka main dengan skema built up serangan dan positioning yang sama bagusnya. Striker dan satu gelandang serang mereka sangat mobile, dan harus diwaspadai,” tutupnya. Persija sukses maju ke semifinal Liga 1 U-19, usai menempati posisi kedua, dengan empat poin di babak 8 besar Grup A. Torehan itu berasal dari sekali menang atas PSM Makassar U-19, dan imbang dari Persebaya Surabaya U-19. Disisi lain, suporter Persija U-19, The Jakmania, tak akan mendampingi timnya saat laga semifinal Liga 1 U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Hal itu merupakan buntut ricuhnya pendukung laskar ibukota, saat menyaksikan laga delapan besar Grup A melawan Persib U-19, di Magelang, pada 7 November lalu. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menghukum pendukung Persija, dengan larangan memasuki stadion hingga akhir musim Liga 1 U-19 2018. Di situs resmi PSSI, selain hukuman larangan menonton bagi suporter, Komdis juga mengganjar tim berkostum oranye ini dengan denda sebesar Rp 50.000.000. (art)

Delapan Besar Liga 1 U-19 2018 Selesai, Persija U-19 Lawan Barito Putera U-19 Di Semifinal

Winger Persija Jakarta U-19, Mario Nurcahyo (91/oranye), dibayangi bek Persebaya Surabaya U-19, Rizky Ridho Ramadhan (23/hijau), dalam laga terakhir fase 8 Besar Grup A Liga 1 U-19 2018, di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu (11/11). Persija U-19 lolos ke semifinal sebagai runner up Grup A, dan akan melawan Barito Putera FC U-19. (persija.id)

Magelang- Liga 1 U-19 2018 resmi menuntaskan babak 8 Besar yang digelar di Magelang, Jawa Tengah, serta Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Laga terakhir berlangsung serentak, baik Grup A dan Grup B, pada Minggu (11/11). Hasilnya empat tim memastikan tempat dan calon lawan, yang dihadapi di semifinal. Partai semifinal dijadwalkan berlangsung pada Kamis (15/11), di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dari Grup A, dua tim yang lolos adalah Persib Bandung U-19, dan Persija Jakarta U-19. Persib U-19 melaju sebagai juara grup, sedangkan Persija U-19 sebagai runner-up. Dalam laga ketiga Grup A babak 8 besar, Persija U-19 dan Persebaya U-19 berbagi satu poin, di Stadion Moch Soebroto, Magelang. Partai itu berakhir 1-1. Persija tertinggal lebih dulu, lewat gol Rizky Ridho Ramadhan, melalui titik penalti, pada menit ke-46. Beruntung, The Young Tiger menyamakan kedudukan pada menit 80. Gol Persija U-19 dihasilkan gelandang enerjik, Anang Ma’ruf. Gol itu sangat berharga karena anak asuh Sudirman hanya butuh hasil seri, untuk lolos ke semifinal. Di waktu bersamaan, PSM Makassar U-19 tertinggal dari Persib U-19, dan akhirnya kalah 0-2, di Stadion Gemilang, Magelang. Dengan hasil ini, skuat Ibukota Junior berhak mendampingi Maung Ngora, yang keluar sebagai juara Grup A. Persija U-19 dari tiga pertandingan mengoleksi 4 poin, hasil dari sekali menang, sekali seri, dan sekali kalah. Sedangkan di Grup B, tiket semifinal dikunci Barito Putera U-19, dan Pusamania Borneo U-19. Barito U-19, yang juga bertindak sebagai tuan rumah babak 8 besar, keluar sebagai juara grup. Sedangkan, Borneo U-19 nyaman menyegel posisi runner-up. Poin Barito U-19 dan Borneo U-19, sebetulnya sama-sama 6. Tapi, Laskar Antasari muda unggul head to head, termasuk selisih gol, atas Borneo U-19. Dengan demikian, pertandingan semifinal Liga 1 U-19, akan mempertemukan Persib U-19 vs Borneo U-19, serta Barito U-19 kontra Persija U-19. Sesuai regulasi kompetisi Liga 1 U-19 2018, fase empat besar memakai sistem silang. Dua partai semifinal itu tampak menjanjikan persaingan yang sengit. Persib U-19 yang menyapu bersih tiga laga 8 besar Grup A dengan kemenangan, bakal menantang kekuatan motivasi dari Borneo U-19. Lalu duel Barito U-19 menghadapi Persija U-19, pun tak kalah menegangkan. Kedua tim dikenal memiliki permainan yang solid. (art) Babak Semifinal Liga 1 U-19 2018 Kamis (15/11) Stadion : Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi Semifinal 1 Persib Bandung U-19 vs Pusamania Borneo FC U-19 Semifinal 2 Stadion : Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi Persija Jakarta U-19 vs Barito Putera U-19 Babak Final Liga 1 U-19 2018 Minggu (18/11) Stadion : Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi Semifinal 1 vs Semifinal 2

Diawali Opening Party Termegah, SMA Al-Izhar Menangi Duel Kontra SMAN 21 DBL Jakarta Championship Series 2018

SMA Al-Izhar (hitam) mengawali dengan manis langkah di Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018, usai unggul 30-26 atas Dust (julukan SMAN 21), pada Sabtu (10/11), di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. (DBL)

Jakarta- Ribuan penonton yang hadir di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan terkagum-kagum. Sebagian besar mengabadikannya lewat handphone masing-masing. Merekam detik demi detik rangkaian show yang disajikan pada opening party Honda DBL (Developmental Basketball League) DKI Jakarta Championship Series 2018, Usai lampu stadion dipadamkan alias black out, permainan lighting show langsung menyapa para penonton. Disusul kemudian penampilan cuplikan video aksi-aksi para pemain melalui giant drop screen yang digantung di atap stadion. Lalu, dilanjutkan sesi pemanggilan starting line up dari kedua tim, melalui layar LED dengan iringan musik ansambel dari Wisnu and Friends, kian memancing sorak-sorai para suporter larut dalam opening party termegah sepanjang penyelenggaraan Honda DBL seri Ibu Kota sejak 2012 ini. Penyajian istimewa yang disuguhkan ini, ditujukan untuk mengapresiasi para student athlete yang berhasil mengantarkan tim sekolahnya lolos ke fase puncak, pada Sabtu (10/11) malam, jelang dimulainya big match Grup A antara tim putra SMAN 21 Jakarta versus SMA Al-Izhar Jakarta. Suguhan mengagumkan ini membuat salah satu orang tua dari Khairan Shauma Drajat, pemain SMA Al-Izhar, turut terpukau melihatnya. Ayah dari Khairan, Derry Drajat yang merupakan salah satu artis top ibu kota, bangga dengan suguhan dari DBL Indonesia. “Ini adalah pengalaman pertama kali anak saya bermain di Honda DBL. Melihat bagaimana penyelenggara memperlakukan anak saya seperti ini, membuat saya sebagai orang tua kian semangat memberi support anak saya di basket,” ujarnya. hal serupa juga disampaikan Rizki Andika, kapten tim SMAN 21. ”Bangga pastinya iya. Karena saya dan rekan-rekan diperkenalkan kepada penonton dengan cara yang keren layaknya pemain NBA. Walau hasil dari game pertama mengecewakan, malam ini akan saya kenang terus,” ungkap Rizki. Tak salah duel SMAN 21 Jakarta versus SMA Al-Izhar Pondok Labu ini dipilih sebagai gong pembuka hari pertama Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Sejak tip off hingga kuarter akhir, kedua tim saling kejar mencetak poin. SMA Al-Izhar akhirnya mengawali langkah dengan manis, lewat keunggulan 30-26 atas Dust (julukan SMAN 21). (Adt)

Kampiun Nomor Speed World Record, Indonesia Sukses Jaga Tradisi Medali Emas Asian Championship

Atlet panjat tebing Merah Putih, Alfian M. Fajri (kiri), dan Agustina Sari, jadi kampiun nomor speed world record perorangan putra dan putri, di Asian Championship 2018, di Kurayoshi, Prefecture Tottori, Jepang, pada Sabtu (10/11). (FPTI)

Tottori- Atlet panjat tebing Merah Putih Alfian M. Fajri dan Agustina Sari, jadi kampiun nomor speed world record perorangan putra dan putri, di Kurayoshi, Prefecture Tottori, Jepang, pada Sabtu (10/11). Torehan gemilang di ajang Asian Championship 2018 itu, membuat Indonesia sukses mempertahankan tradisi medali emas. Di laga puncak, Alfian keluar sebagai yang tercepat, setelah di big final mengalahkan kompatriotnya Sabri, dengan unggul selisih waktu yang tipis. Atlet kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah, 18 Januari 1997 itu, mencatatkan waktu 5,883 detik atau 0,003 detik lebih cepat dari Sabri yang mencatatkan waktu 5,886 detik. “Saya berusaha keras menjaga fokus. Siapa pun lawan saya, saya retap fokus sehingga saya bisa berada di podium tertinggi,” ujar Alfian seperti keterangan yang diterima redaksi nysnmedia, pada Minggu (11/11). Hasil positif yang ditorehkan Alfian itu mengulang prestasi ciamik pada 2010. Ia yang ketika itu masih bermain di Asian Youth Championship di Singapura, juga sukses merebut emas nomor speed perorangan putra. Sedangkan peringkat ketiga nomor speed world record putra, direbut Aspar Jaelolo, yang juga mengalahkan rekan senegara, Veddriq Leonardo. Sementara itu, di nomor speed world record perorangan putri, Agustina mampu menjadi yang tercepat, setelah dalam big final mengalahkan Yi Ling Song, dengan catatan waktu 8,366 detik berbanding 9,151 detik. “Asian Games memberi pelajaran saya dan saya memperbaikinya di Asian Championship 2018. (Medali emas) ini untuk Indonesia,” cetus Agustina usai pertandingan. Dan Aries Susanti Rahayu, kali ini harus puas berada di peringkat ketiga. Melawan Nurul Iqamah, atlet berjuluk Spiderwoman Grobogan itu, berhasil membukukan waktu 7, 816 detik berbanding 9,717 detik. Pristiawan Buntoro, Manager Timnas Asian Championship 2018, menyebut kesuksesan merebut emas di nomor speed merupakan target untuk menjaga tradisi. “Tradisi kita kan emas untuk nomor speed. Dan, Alhamdulillah itu tercapai. Sekarang waktunya fokus menyiapkan diri untuk kualifikasi pra olympic Tokyo 2020,” tukas Pristiawan. (Adt)

Bomber Timnas U-16 Cetak Gol, Persija U-19 Lumat PSM Makassar U-19 Dengan Skor 3-1

Bomber Timnas U-16, Sutan Zico (9) saat melakukan selebrasi usai mencetak gol dan membawa Persija Jakarta U-19 mengalahkan PSM Makassar U-19 dengan skor 3-1, dalam pertandingan kedua Grup A babak 8 besar Liga 1 U-19, di Stadion Gemilang, Magelang, Jumat (9/11) sore. (Pesija.id)

Magelang- Persija Jakarta U-19 mengalahkan PSM Makassar U-19 dalam pertandingan kedua Grup A babak 8 besar Liga 1 U-19, di Stadion Gemilang, Magelang, Jumat (9/11) sore. Dalam pertandingan itu, The Young Tiger menang dengan skor telak 3-1. Kemenangan ini menjadi penebusan penting yang dilakukan Persija, setelah di laga pertama kalah 0-4 dari Persib Bandung U-19. Tiga gol Persija dicetak Anang Ma’ruf, Mario Nur Cahyo, dan bomber Timnas U-16, Sutan Zico. Kemenangan ini membuat peluang Persija ke semifinal menjadi terbuka. Seandainya tim ibukota mampu memenangi pertandingan melawan Persebaya, dan PSM muda yang kini ditukangi Herrie Setiawan juga menang di laga terakhir melawan Persib, maka Persija tetap yang akan lolos, karena unggul head to head atas skuat anging mamiri. Sedangkan PSM U-19 berpeluang melaju ke fase empat terbaik, dengan catatan, tim Juku Eja muda sanggup mengalahkan Maung Ngora, pada laga terakhir Grup A, lalu Persija U-19 gagal menang atas Persebaya U-19. (Art)

Buru Poin PON 2020 Papua, 88 Petenis Muda Panaskan Persaingan Kejurnas Junior Pelti Riau Open 2018

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Pelti Riau Open 2018, mulai dihelat pada pada Jumat (9/11) - Minggu (11/11) di Pekanbaru. Event ini mempertandingkan lima kelompok umur (KU), yakni 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun, dan 18 tahun. (gonews.com)

Pekanbaru- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Pelti Riau Open 2018, mulai dihelat pada pada Jumat (9/11) hingga Minggu (11/11) di lapangan Pelti dan lapangan indoor di komplek DPRD Riau, Pekanbaru. Event ini mempertandingkan lima kelompok umur (KU). Yakni usia 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun, dan 18 tahun. Dan, setiap kategori mempertandingkan dua nomor, yaitu single putra-putri, serta ganda putra-putri. Tercatat, sebanyak 88 peserta, terdiri dari 62 putra dan 62 putri turut memanaskan persaingan. “Para peserta yang ikut Kejurnas Junior Pelti Riau Open 2018 ini, berasal dari Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Barat, dan beberapa peserta dari DKI Jakarta,” ujar Herman, Ketua Panitia Kejurnas Junior Pelti Riau Open 2018. Sedangkan untuk Riau, Herman, menyebut hanya dua Kabupaten/Kota yang tak ikut mengirim atlet tenisnya. “Kabupaten Inhu (Indragiri Hulu), dan Kabupaten Inhil (Indragiri Hilir) tak mengirimkan atletnya. Hmpir separuh peserta Kejurnas ini berasal dari Riau,” lanjutnya. Sementara itu, sesuai aturan Pengurus Besar (PB) Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti), para atlet muda yang menjadi juara pada Kejurnas ini tidak diberi hadiah uang tunai, melainkan akan mendapatkan poin yang berpengaruh pada ranking. “Kejurnas ini digelar untuk mengumpulkan poin atlet yang akan mengikuti PON (Pekan Olahraga Nasional) XX di Papua 2020 mendatang,” ujar M. Taufiq OH, Plt Ketua Pelti Riau. Ia menambhkan, event ini sekaligus ajang untuk menggaungkan tenis lapangan di Riau, yang saat ini masih belum cukup dikenal. “Ini juga sebagai evaluasi pembinaan prestasi atlet tenis Riau, saat mereka nantinya diseleksi mengikuti Porwil (Pekan Olahraga Wilayah) di Bengkulu 2019, dan pastinya PON 2020,” jelasnya. Taufiq mengungkapkan pada PON XVIII (Riau), cabang tenis menyumbangkan satu medali emas, dan satu medali perunggu. Ia berharap pada PON 2020 Papua, Riau melalui cabang olahraga tenis bisa berprestasi lebih baik lagi. “Tentu dengan memberikan hasil yang membanggakan,” tukas Taufiq. (Adt)

1.800 Atlet Pelajar Berlaga di Solo, Persaingan Ajang Popwil II dan III 2018 Dimulai

Cabang olahraga (cabor) tenis lapangan, dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) II dan III 2018. Cabor Tenis lapangan berlangsung di kawasan arena tenis GOR Manahan, Solo, Jawa Tengah. POPWIL II dan III yang kali ini digabung pelaksanaannya, berlangsung 8-13 November. (TopSkor.id)

Solo- Sebanyak 1800 lebih atlet dari 13 daerah akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) II dan III 2018. Event ini dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana, di Hotel Lorin Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (8/11). Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Bambang Siswanto, penyelenggaraan POPWIL wilayah II dan III untuk tahun ini digabung di Solo, Jawa Tengah, pada 8-13 November. Ia mengaku efisiensi biaya menjadi faktor utamanya. Sebab event ini biasanya bergulir di masing-masing wilayah, dengan peserta terdiri atas tujuh propinsi. Sebelumnya, POPWIL I sudah berlangsung dari 21 hingga 27 Oktober, di Banda Aceh. Saat itu, sebanyak 886 pelajar tampil, yang merupakan utusan dari tujuh provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau (Kepri), Bangka Belitung (Babel) dan Jambi. Bambang, yang juga Ketua Bidang Kompetisi Usia Muda di Kemenpora, dalam laporannya mengatakan, Popwil digelar sebagai babak kualifikasi menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XV pada 2019, di Papua, seperti halnya Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) untuk kualikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). “POPWIL adalah sarana babak kualifikasi delapan cabor menuju POPNAS XV 2019 di Papua, dan merupakan bagian sistem kompetisi pelajar secara nasional, berjenjang dan berkelanjutan,” kata Bambang. Sementara itu, Mulyana mengatakan, atlet yang tampil di POPWIL adalah cikal bakal atlet yang menjadi investasi masa depan. “Tahun depan, Indonesia menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar ASEAN atau ASG di Semarang. POPWIL ini akan menjadi salah satu ajang seleksi atlet pelajar nasional,” ujar imbuh pria yang juga menjabat Ketua Umum Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi), yang bernaung di bawah Kemenpora . Di wilayah II, akan bersaing komtingen dari Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Barat. Sedangkan di wilayah III, ada tujuh tim yang bersaing yakni Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara. Para atlet pelajar potensial ini akan berkompetisi di delapan cabang olah raga yang dipertandingan. Bola basket, bulutangkis, bola voli, pencak silat, sepakbola, sepak takraw, tenis lapangan dan tenis meja. Adapun venue pada POPWIL II dan III 2018 ini tersebar di beberapa tempat. Tak hanya di Kota Solo, namun juga di Sragen, Karanganyar dan Sukoharjo. Untuk bola basket, digelar di GOR Sritex Arena, Solo dan GOR ATMI, Pabelan, Sukoharjo. Untuk bulutangkis, digelar di GOR Sritex B Solo. Cabang bola voli diselenggarakan di GOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Untuk Pencak silat berlaga di ball room Hotel Lorin, sepakbola di Stadion Sriwedari Solo dan Stadion Taruna Sragen, cabor sepak takraw di GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), tenis lapangan di arena tenis Manahan, serta tenis meja di Hartono Trade Center Solo Baru, Sukoharjo. “Basket dan tenis lapangan menjadi cabang sebagai andalan kami,” kata pimpinan kontingen DKI Jakarta, Ondang Gufron. Menurutnya, selain dau cabang itu, Kontingan DKI juga menargetkan untuk dapat meloloskan atletnya pada semua cabang yang dipertandingan. Persiapan matang sepanjang tahun di sekolah olahraga Ragunan menjadi salah satu modal terbaik kontingen ibukota di ajang POPWIL II 2018 kali ini. Oleh karenanya, tak hanya nomor beregu, DKI juga menargetkan meloloskan atletnya di nomor perorangan yang banyak diperlombakan. POPWIL merupakan Sarana dan Babak Kualifikasi delapan cabang olahraga awal evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan olahraga pelajar di daerah, menuju event POPNAS XV tahun 2019 di Papua. Peserta POPWIL adalah pelajar atau sederajat, dan mereka yang tercatat kelahiran 1 Januari 2001 dan sesudahnya. (Adt) Tuan Rumah POPWIL 2018 Wilayah I 1. Aceh (tuan rumah) 2. Sumatra Utara 3. Sumatera Barat 4. Riau 5. Kepulauan Riau 6. Kep. Bangka Belitung 7. Jambi Wilayah II 1. Lampung 2. Sumatera Selatan 3. Bengkulu 4. DKI Jakarta 5. Jawa Barat 6. Kalimantan Barat Wilayah III 1. Banten 2. Jawa Tengah (tuan rumah) 3. DI. Yogyakarta 4. Bali 5. Kalimantan Tengah 6. Kalimantan Selatan 7. Kalimantan Utara Wilayah IV 1. Sulawesi Selatan 2. Sulawesi Tenggara 3. Sulawesi Barat 4. Kalimantan Timur 5. Jawa Timur 6. Nusa Tenggara Barat 7. Nusa Tenggara Timur Wilayah V 1. Sulawesi Selatan 2. Sulawesi Tenggara 3. Sulawesi Barat 4. Kalimantan Timur 5. Jawa Timur 6. Nusa Tenggara Barat 7. Nusa Tenggara Timur

Libas Tim Tuan Rumah 7-2, Okky Youth Soccer U-12 Jadi Juara SingaCup 2018

Tim Okky Youth Soccer (OYS) U-12 sukses menekuk tuan rumah, JSSL Singapura, dalam final turnamen SingaCup 2018 U12. Laga yang berlangsung di The Cage Sports Park, Turf City, Singapura ini, OYS menang telak 7-2, pada Rabu (8/11). (istimewa)

Singapura- Tim Okky Youth Soccer (OYS) U-12 akhirnya sukses mengalahkan tim tuan rumah, JSSL Singapura, dalam babak final turnamen SingaCup 2018 U12. Laga yang berlangsung di The Cage Sports Park, Turf City, Singapura ini, OYS menang telak 7-2, pada Kamis (8/11). Asisten Pelatih, Ami Handayani mengaku bila daya juang yang luar biasa dari para pemain, membuat mereka mampu mengatasi perlawanan JSSL Singapura dengan kemenangan telak 7-2. Masing-masing gol tersebut ditorehkan oleh Mokhamad Hanif (lima gol), Hidayatulloh dan Catur Bima R. “Hari ini anak-anak bermain luar biasa, tanpa beban dan di luar ekspektasi. Semua lini memiliki peran masing-masing untuk menjuarai laga final ini. Tekad dan semangat anak-anak adalah kunci kemenangan pada partai final ini. Selamat dan sukses buat anak anak hebat tim Okky Youth Soccer 2018,” ujarnya penuh kebahagiaan. Lebih jauh Ami menambahkan, permainan anak-anak Okky Youth Soccer Team setiap hari menunjukkan kemajuan. “Komunikasi pemain di lapangan juga cukup baik, kondisi fisik makin bagus. Walau partai final berlangsung di tengah cuaca panas tetapi anak-anak tetap penuh semangat bermain demi mengharumkan nama Indonesia,” tuturnya. Saat bertanding di fase perempat final, tim asuhan Asep Padian ini, mampu unggul 5-0 tim asal Australia, Football West. Lolos ke babak semifinal, mereka harus berjumpa tim sesama Indonesia, Bandung Pro United. Di partai ini, OYC Team sempat tertinggal 2 gol. Namun menit ke-20, Dhimas mencetak satu gol dan merubah skor 2-1. Pada babak ke 2, OYC bermain spartan dengan semangat sangat tinggi. Hasilnya, menit ke 38, Dhimas kembali menambah satu gol, dan menyamakan kedudukan 2-2. Selanjutnya di menit ke-45, OYC berbalik unggul, dan Hanif menjadi penentu kemenangan OYC, menjadi 3-2. Hasil ini membawa OYC melaju ke partai puncak Singacup 2018 U12. “Selain konsisten, anak-anak mampu bermain tenang, disiplin dan mendengarkan arahan pelatih. OYC Team juga mendapat apresiasi dari peserta dan supporter lain karena karakter mereka yang selalu ceria dan mau menolong. Mereka bermain dengan sportif, gembira, dan menunjukkan kepedulian tinggi pada tim lawan yang terjatuh.” ujarnya. 16 pemain yang berlaga di U-12 Singacup 2018 ini adalah hasil seleksi Okky Youth Soccer League (OYSL) 2018 dan talent scouting dari eks pemain Timnas era 80an, Dede Sulaiman dan Berti Tutuarima pada Okky National championship 11 September 2018 lalu. Para pemain menjalani training centre (pemusatan latihan) selama 7 hari di Sentul, Bogor, Jawa Barat, serta sejumlah laga persahabatan. Selama TC, OYS juga menjalani kegiatan di antaranya kunjungan ke pabrik PT. Suntory Garuda Beverage, produsen Okky, di Gunung Putri, serta studi banding ke Cipta Cendikia Football Academy. Okky Youth Soccer League (OYSL) 2018 merupakan program yang bertujuan mengembangkan bibit persepakbolaan Tanah Air yang dilaksanakan sejak 2017 oleh PT. Suntory Garuda Beverage (SGB) bekerjasama dengan Kemenpora dan Indonesia Junior Soccer League (IJSL). SGB merupakan perusahaan joint venture Suntory Jepang dan Garuda Food. Saat 2017, turnamen U-12 OYSL hanya hadir di Jabodetabek.Namun, mulai 2018, turnamen U-12 OYSL sudah hadir di enam kota besar, yakni Surabaya, Bandung, Malang, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta. (art)

Bungkam Denmark 3-0, Garuda Muda Duel Kontra Korea Selatan di Semifinal World Junior Championship 2018

Ganda Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, akhirnya menjadi penentu Indonesia lolos ke semifinal World Junior Championship 2018. Mereka membuat skor 3-0 atas Denmark, usai menundukkan Rasmus Esperen/Sebastian Grondbjerg, 21-14, 21-14. (Humas PBSI)

Toronto- Melakoni laga perempat final, di Markham Pan Am Center, Ontario, Toronto, Kanada, pada Kamis (8/11) waktu Kanada, Garuda Muda membenamkan Denmark dengan skor 3-0. Hasil itu memastikan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dan kolega lolos ke semifinal kejuaraan bulutangkis BWF World Junior Championship 2018. Duet andalan Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin jadi penentu kemenangan skuat Pelatnas PBSI Cipayung. Mereka merubah kedudukan 3-0 atas Denmark, usai menekuk Rasmus Espersen/Sebastian Gronbjerg, dua gim langsung, dalam duel berdurasi 32 menit, dengan skor 21-14, 21-14. “Lawan tadi mereka no lob-nya bagus. Susah-susah gampang pertandingan tadi,” ungkap Leo mengomentari pertandingannya itu. Sedangkan Daniel mengaku dirinya dan kolega hanya bermodalkan kepercayaan diri dan yakin ketika bermain di lapangan. “Karena main beregu, jadi kekuatannya berasa lebih,” jelas Daniel. Sebelumnya, dobel Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, membuka keunggulan Indonesia. Tampil di partai pertama, mereka dipaksa bermain 55 menit sebelum merebut kemenangan dari pasangan Daniel Lundgaard/Amalie Magelund, dalam drama pertarungan tiga gim, dengan skor 21-12, 20-22, 21-17. Hasil positif pun ditorehkan Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay. Siswa SKO (Sekolah Khusus Olahraga) Ragunan, Jakarta, yang turun di laga kedua turnamen yang memperebutkan Piala Suhandinata itu, menumbangkan Magnus Johannesen, straight game, dengan skor 21-13, 21-11, dalam waktu 40 menit. Indonesia memimpin 2-0. Usai unggul 3-0 dari Denmark, membuat partai keempat serta kelima, yang memainkan tunggal putri, yakni Putri Kusuma Wardani kontra Line Christophersen, dan ganda putri yang mempertemukan Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto dengan Amalie Magelund/Freja Ravn, tak dimainkan. Menjejak ke semifinal, Garuda Muda akan berjumpa dengan Korea Selatan yang menang atas India, dengan skor 3-1, pada Jumat (10/11). China juga melenggang ke babak empat besar, usai mengalahkan Malaysia, dengan skor 3-1. China akan berhadapan dengan Jepang, yang menghempaskan China Taipei, dengan skor 3-0. (Adt)

Persija Jakarta U-19 Masih Sanggup Menatap Semifinal, Usai Dipermak 0-4 dari Persib Bandung

Persija Jakarta U-19 (oranye) harus takluk 0-4 dari Persib Bandung U-19, di pertandingan pertama babak 8 besar Liga 1 U-19 2018. Namun, peluang The Young Tiger menuju fase semifinal Liga 1 U-19 2018 sebenarnya masih terbuka lebar. (goal.com)

Jakarta- Persija Jakarta U-19 harus mengakui keunggulan Persib Bandung U-19 di pertandingan pertama babak 8 besar Liga 1 U-19 2018. Skuat berjuluk The Young Tiger itu harus takluk dari Persib U-19 dengan skor 0-4 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, pada Rabu (7/11). Persija U-19 masih berpeluang melaju ke babak selanjutnya asal menyapu bersih dua laga terakhir kontra PSM Makassar dan Persebaya Surabaya. Menurut asisten pelatih Persija u-19, Washiyatul Akmal, mengungkapkan kekalahan ini tak lepas dari cederanya yang dialami sang kapten, Desly Nur. “Sejatinya anak-anak bermain bagus namun kurang beruntung. Cederanya Desly Nur sedikit berpengaruh tim. Terutama keseimbangan di permainan kami,” ujar Akmal pada Kamis (8/11). Kekalahan ini membuat staff pelatih Persija U-19 harus memutar otak untuk tampil maksimal di dua pertandingan terakhir. Akmal melakukan evaluasi kesalahan yang dilakukan para pemain di pertandingan kali ini. “Kami akan perbaiki lewat rekaman video, agar kesalahan kami tak terulang di pertandingan selanjutnya,” tutur Akmal. Sekedar catatan, pada musim 2017, Persija U-19, gagal lolos ke babak delapan besar. Dari 10 kali bermain, tim yang saat itu diasuh Jan Saragih hanya meraih 12 poin. Memakai GOR Ciracas, Jakarta Timur, sebagai kandang, The Young Tiger mengoleks tiga kali menang, tiga kali imbang, dan empat kali kalah. Akhirnya, Bhayangkara U-19 yang mengoleksi 16 poin, menemani Persib Bandung U-19, lolos ke 8 besar Liga 1 U-19 musim 2017. Di partai selanjutnya, Persija Jakarta U-19 akan ditantang oleh PSM Makassar U-19, pada Jumat (9/11), dan menghadapi Persebaya Surabaya U-19, pada Minggu (11/11). (art)

Gagal Sumbang Medali di Kejuaraan Dunia WKF Spanyol, Peringkat Karateka 20 Tahun Ini Diyakini Naik Signifikan

Meski Rifki Ardiansyah Arrosyiid (sabuk merah) takluk di tangan karateka asal Latvia, Kalvis Kalnins 0-2, dalam kondisi cedera kaki kanan pada Rabu (7/11), ia diyakini berpeluang besar menambah peringkat dunianya, karena berhasil lima kali tampil dalam Kejuaraan Dunia WKF, di Madrid, Spanyol. (Koran SINDO)

Madrid- Meski gagal merebut medali, dua karate Indonesia berpeluang besar naik peringkat dunianya karena berhasil lima kali tampil di Kejuaraan Dunia WKF di Madrid, Spanyol. Mereka adalah Cokorda Istri Agung Sanistyarani dan Rifki Ardiansyah Arrosyiid. Cokie, panggilan Cokorda Istri Agung Sanistyarani misalnya, mampu lolos babak perempat final kumite -55 kg putri pada laga hari kedua, Rabu (7/11) waktu setempat. Pada babak pertama, karateka peringkat 16 dunia itu menaklukkan karateka Selandia Baru, Alison Oliver dengan skor 6-3. Di babak kedua, menundukkan andalan Israel Rotem Efroni 2-1, dan babak ketiga mengalahkan Jovana Georgieva asal Makedonia, dengan skor 1-0. Bahkan, pada babak keempat dia tampil menggila dengan menghabisi karateka Slovakia, Viktoria Semanikova 5-4. Sayangnya pada babak perempat final, peraih medali perunggu Asian Games 2018 Jakarta-Palembang itu gagal memanfaatkan momentum kemenangan. Dia justru takluk di tangan karateka Jepang, Sara Yamada dengan skor telak 0-4. Padahal, andai bisa bertahan, bukan mustahil wanita kelahiran Klungkung, Bali, 31 Desember 1994 ini, memecahkan rekor medali perunggu kejuaraan dunia yang pernah dicatatkan Dony Dharmawan, pada Kejuaraan Dunia WKF di Finlandia, pada 2006. Yang lebih sial lagi, langkah Yamada pun terhenti di babak semifinal, usai takluk dari karateka Polandia, Dorota Banaszczyk, dengan hantei usai kedudukan 0-0. Alhasil, harapan Cokie mendapatkan babak repechage, guna memperebutkan medali perunggu pun hilang seketika. “Saya kurang beruntung, karena karateka Jepang yang mengalahkan saya, justru kalah hantei dari lawannya,” ujar Cokie, di Madrid. Kondisi sama dialami Rifki, peraih emas Asian Games 2018. Pemilik peringkat 128 WKF itu, juga gagal merebut medali di kejuaraan dunia ini. Pemuda kelahiran Surabaya 24 Desember 1997 ini, menyerah pada pertandingan ketiga babak repechage kumite kelas -60 kg putra. Dia takluk di tangan karateka asal Latvia, Kalvis Kalnins 0-2, dalam kondisi cedera kaki kanan. Jika sanggup menahan serangan Kalnins, anggota TNI AD ini dipastikan menjejaki prestasi Dony. Apalagi, Rifki hanya tinggal selangkah mewujudkan ambisi itu. Pada babak pertama repechage, ia menang hanshoku atas karateka Kroasia, Kristijan Lackovic, dan menyudahi karateka Inggris, Cuba Parris. Babak repechage didapatnya, paska menundukkan peringkat 5 dunia asal Brasil, Douglas Brose, pada babak kedua. Sayang, dia gagal memanfaatkan momentum usai ditekuk karateka Jepang, Naoto Sago, dengan skor akhir 1-6. “Sebetulnya saya optimistis, dia bisa merebut medali perunggu, jika melewati karateka Latvia itu. Tapi, karena lutut Rifki cedera, dia sulit mengatasi ketertinggalan poin dari Kalnins,” ujar Pelatih Kepala, Syamsuddin. Meski begitu, Syamsuddin yakin, pencapaian Rifki akan mengatrol peringkat dunianya yang saat ini 128 WKF. Sebab, poin yang disediakan pada kejuaraan dunia ini, merupakan yang tertinggi, dari kejuaraan-kejuaraan WKF lainnya, seperti WKF Premier League dan Seri A. Fakta menunjukkan, setelah Rifki lima kali tampil di Kejuaraan WKF Seri A, di Santiago, Chile, September lalu, peringkat dunia prajurit yang berpangkat sersan satu TNI ini langsung melesat, dari 329 WKF menjadi 128 WKF. “Saya sangat yakin, peringkat Cokie maupun Rifki, bakal naik signifikan, hasil lima kali penampilan mereka di Madrid. Dan, bukan mustahil, rankingnya langsung masuk 50 besar WKF. Ini jadi bekal positif mendapatkan tiket ke Olimpiade 2020 Tokyo,” jelasnya. Syamsuddin mengatakan, untuk lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo, setiap karateka harus bisa masuk peringkat 100 besar dunia pada 2018. Sementara pada 2019, mereka harus lolos ke 50 besar dunia, guna mengamankan tiket ajang mulitievent dunia itu. Selain Rifki dan Cokie yang bertanding pada hari kedua kejuaraan dunia karate di Madrid, dua karateka Indonesia lain juga turut tampil. Mereka adalah Sandi Firmansyah (kumite -75 kg putra) dan Srunita Sari Sukatendel (kumite -50 kg putri). Namun, langkah mereka tak seberuntung Cokie dan Rifki. Sandi kalah dari karateka nomor 5 dunia asal Jepang, Ken Nishimura 0-3 pada babak pertama, sementara Sari harus takluk di tangan karateka dari Aljazair, Imane Taleb 0-5 pada babak kedua. Sebelumnya, pada babak pertama, Sari unggul atas karateka Bulgaria, Kristina Svilenova 3-1. (art)

Undang Pelatih dan Pemain Timnas Basket Indonesia, SD Ar-Rahman Motik Gelar Kompetisi 3×3

Sekolah Dasar Ar-Rahman Motik menggelar kompetisi basket 3x3 antar-SD se-DKI Jakarta di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 7-8 November. Sebanyak 25 tim tampil dalam event 3x3 Ar-Rahman Motik Basketball Competition 2018. Hadir pula Pelatih Timnas, Fictor Gideon Roring. (mediaindonesia.com)

Jakarta- Usia dini merupakan peluang emas dalam membentuk sebuah karakter sesorang. Dalam dunia olahraga, pembinaan atlet sejak usia dini juga terus dilakukan. Selain untuk mematangkan skill, dalam hal ini mental juga perlu diasah saat merintis sebuah karier. Hal itu menjadi perhatian Sekolah Dasar Ar-Rahman Motik yang menggelar kompetisi basket 3×3 antar-SD se-DKI Jakarta di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 7-8 November. Sebanyak 25 tim ikut serta dalam kompetisi bertajuk 3×3 Ar-Rahman Motik Basketball Competition 2018 itu. Kompetisi itu mendapat pengakuan dari Pengurus Besar Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PB Perbasi) dengan kehadiran wasit dan panitia pertandingan dari induk olahraga basket di Indonesia itu. “Even ini berawal dari keprihatinan anak sekarang itu aktivitas fisiknya kurang. Lebih lama main gadget ketimbang yang lainnya. Makanya kita berpikir untuk bikin even ini, tapi bagaimana mereka datang bukan hanya main basket dan berkompetisi. Tapi juga ada edukasinya,” ungkap Catur Prastyo, Ketua Pelaksana, di Jakarta, Kamis (8/11). Sebagai edukasi, panitia pun mendatangkan pebasket Tim Nasional, di antaranya Andakara Prastawa Dhyaksa, Ponsianus Nyoman Indrawan, Adhi Pratama Prasetyo Putra, dan Valentino Wuwungan. Hadir pula Pelatih Timnas Fictor Gideon Roring yang akrab disapa Ito, dan Johannis Winar atau karib dipanggil coach Ahang. “Jadi kita menghadirkan pebasket idola mereka untuk hadir. Mereka berbicara, apa korelasi antara pentingnya sekolah dan main basket? Kenapa sekolahnya musti pinter agar main basketnya bisa bagus. Sejauh ini sih tidak ada kendala karena memang usia mereka usia bermain. Pulang sekolah mereka punya memori dan kesan,” jelas Catur. Seluruh peserta baik menang atau kalah akan dapat medali sebagai kenang-kenangan. Diharapkan akan lahir regenerasi atau penerus basket Indonesia yang mampu menembus jenjang karier profesional tanpa mengorbankan pendidikannya. Sistem pertandingannya dalam kompetisi ini sedikit dimodifikasi, dari segi waktu pertandingan untuk menunjang kapasitas fisik siswa SD. Yakni permainan per kuarter hanya berlangsung selama 7 menit. Kompetisi itu menganut sistem pertandingan setengah kompetisi, walaupun ada 25 tim. Tujuannya, agar tim yang kalah bertanding di babak awal tidak langsung angkat koper. Menurut Catur, setiap tim minimal akan bermain 3 kali. Sementara itu, sambutan hangat juga datang dari Pelatih Timnas. “Komentar saya mengenai acara ini yang pasti, ya saya senang banget karena kita bisa datang dan bertemu dengan anak-anak sekolah. Kita bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan,” ujar coach Ito. “Di usia dini mereka sudah berlatih basket, bisa mengembangkan bakatnya. Bagi saya sebagai pelatih, saya sudah punya pemain-pemain muda yang basic dan fundamentalnya solid. Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh Sekolah Ar-Rahman bisa jadi teori yang lainnya. Bibit-bibit itu harus kita cari dan harus kita olah,” tutupnya. (Adt)