Hadirkan Indoor Climbing Gym Pertama di Jakarta, Sarana Pembibitan Atlet Muda Panjat Tebing

IndoClimb dengan FX Sudirman resmi bekerjasama, untuk menghadirkan indoor climbing gym pertama di pusat kota Jakarta, sekaligus jadi wadah latihan atlet panjat tebing nasional. Kesepakatan itu dilakukan di Kawasan Sudirman, Jakarta, pada Selasa (11/12) (dreamclimbingwalls.com)

Jakarta- Rock climbing merupakan olahraga outdoor yang melibatkan petualangan, adrenalin, dan kebugaran fisik. Aktifitas rock climbing tak sedikit serta berbahaya seperti dibayangkan sebagian orang. Bila dilakukan dengan dengan peralatan yang lengkap, serta teknik yang benar. Terlebih, olahraga ini memiliki komunitas yang besar di Indonesia dan mancanegara. Kini, olahraga outdoor dan extreme berkembang dan mulai digemari berbagai kalangan. Namun, untuk melakukan aktifitas rock climbing di alam bebas setiap hari, bagi masyarakat perkotaan tak memungkinkan. Sehingga, dibutuhkan lokasi yang terletak di pusat perkotaan agar rock climbers bisa berlatih. Di negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura dan negara Asia Tenggara lainnya, rock climbing sudah populer dan memiliki fasilitas climbing gym di pusat kota, sehingga sudah menjadi urban lifestyle bagi masyarakat perkotaan. Untuk itu, IndoClimb dengan FX Sudirman resmi bekerjasama, untuk menghadirkan indoor climbing gym pertama di pusat kota Jakarta, sekaligus wadah latihan atlet panjat tebing nasional. Denny Maruhum Pasaribu, Vice President Marketing Communication dan Komersial FX Sudirman, mengaku indoor climbing gym sesungguhnya sudah ada. Namun, tak berkembang dengan baik. “Kami melihat tak hanya dari sisi bisnis. Sebab, FX s itu merupakan home of sport. Dan, kami lihat ide membangun indoor climbing gym adalah peluang, dan sesuatu yang berbeda,” ujar Denny, di Jakarta, pada Selasa (11/12). “Bedanya, di tempat lain tidak strategis. Apalagi di kawasan ini rata-rata mereka adalah orang kantoran, yang suka berolahraga, yang sifatnya urban lifestyle. Jadi ini sebenarnya peluang besar,” lanjutnya.Terlebih, tambah Denny, paska Asian Games 2019 harus terus dijaga momentumnya. Sedangkan Fedi Fianto, dari pihak IndoClimb, mengungkapkan indoor climbing gym menjadi tempat ideal untuk semua kategori, mulai speed, lead dan boulder. “Kami pastikan arenanya sangat aman. Untuk speed record itu tingginya mencapai 15 meter, sedangkan lead bisa sampai 18 meter,” terang Fedi. Ketiganya bisa dinikmati pengunjung umum dan akan diadakan kelas program bagi yang ingin mendalami. Namun fasilitas panjat tebing ini baru akan hadir pada bulan April 2019. “Yang speed 15 meter, boulder yang cukup luas, pendek karena buruh movement dan tidak terlalu tinggi, dan lead climbing tingginya 18 meter,” jelas Fedi. Nantinya, tiket panjat tebing indoor ini akan dibandrol sekitar Rp 150.000 untuk satu hari dan tidak terbatas jam. Perbedaan Climbing gym di kawasan sentra olahraga Jakarta ini dengan tempat lain, yakni skenario rute memanjat yang bisa diubah, demi meningkatkan teknik pemanjat. Kehadiran indoor climbing gym ini adalah salah satu upaya melahirkan atlet muda panjat tebing. “Semoga makin banyak indoor climbing gym. Di Jepang, mereka punya ratusan arena seperti ini. Mereka kadang pusing menentukan atlet untuk timnas, karena atletnya terlalu banyak,” cetus Aspar Jaelolo, atlet pelatnas panjat tebing,. Ia berharap makin banyak pihak yang bisa menghadirkan indoor climbing gym, serta menggelar event. “Selain atlet-atlet nasional yang berlatih ditempat ini nantinya, juga bisa mengundang juara dunia, sehingga makin menarik minat masyarakat untuk datang ke indoor climbing gym,” tukas kampiun dunia di Wujiang 2018, China itu. (Adt)

Kembali Pimpin PB GABSI, Miranda Fokuskan Program Bridge Go To School

Miranda S Goeltom kembali terpilih memimpin Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB Gabsi), dalam Kongres Gabsi Ke-25, di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, pada Jumat (7/12) lalu. Program Bridge Masuk Sekolah (brige go to school) pun ia usung jadi andalannya. (manado.tribunnews.com)

Padang- Miranda S Goeltom kembali terpilih memimpin Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB Gabsi), dalam Kongres Gabsi Ke-25, di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, pada Jumat (7/12) lalu. Dia mencatat sejarah sebagai wanita pertama yang memimpin Gabsi,dalam dua periode berbeda. Wanita 59 tahun ini, sebelumnya memimpin Gabsi masa bakti 2002 – 2006. Kini, mantan Deputi Senior Bank Indonesia itu akan kembali menjalani tugasnya periode 2018 – 2024. Dia menggantikan ketua umum sebelumnya, Eka Wahyu Kasih, yang kini terbelit kasus hukum. Berdasarkan kesepakatan dalam kongres, Miranda diberikan waktu sebulan hingga 7 Januari 2019 untuk menyusun pengurus lengkap. Namun, pada Upacara Pentupan Kejurnas Bridge di Padang, Sabtu (15/12), Gabsi terpilih sudah harus memiliki pengurus Inti, yakni Ketum, Waketum, Ketua Harian, Sekjen dan Bendahara. Dalam Kongres yang dihadiri 23 Pengurus Propinsi dan 37 Pengurus Kabupaten/Kota, Miranda terpilih secara aklamasi. Ini karena calon lainnya, Beni J Ibradi tidak bisa hadir di Kongres karena tengah menunggui istrinya yang sedang sakit. “Ya, Beni Ibradi tidak bisa menghadiri Kongres Gabsi, karena menunggui isterinya yang sedang sakit,” kata wakil dari DKI, Amin Ramali. Sesuai AD/ART, calon harus hadir di Kongres, untuk membacakan visi dan misi seandainya terpilih. Miranda lalu diberi kesempatan menyampaikan visi dan misi di Gabsi, ditengah kesibukannya yang padat. Miranda yang mengklaim keberhasilannya saat memimpin PB Gabsi periode lalu, mengaku sangat tertantang untuk mengembalikan kejayaan olahraga bridge Indonesia di pentas internasional. Atas dasar itulah dia mencalonkan diri untuk kembali memimpin PB Gabsi. Bahkan, ia berjanji meneruskan program Bridge Masuk Sekolah (brige go to school) dengan format yang terbaru dan terkini, dengan tujuan mencetak atlet muda berkualitas di level usia sekolah, serta menjadi jembatan regenerasi guna menggantikan atlet senior. “Saat saya memimpin PB Gabsi, program bridge go to school itu berjalan dengan baik. Program ini harus diteruskan sehingga mencetak atlet muda bridge berkualitas untuk menggantikan atlet bridge senior. Kelak, atlet bridge Indonesia yang memperkuat tim nasional, sudah tak lagi berusia di atas 50 tahun seperti sebelumnya,” katanya. Perkembangan bridge di Tanah Air, memang sedikit terlambat. Saat masa kolonial, olahraga dengan kartu ini, hanya dimainkan di kalangan tertentu. Pada tahap berikutnya, bridge pun identik dengan olahraga yang hanya dimainkan oleh orangtua. Perkembangan bridge makin tertinggal, karena muncul stigma jika permainan menggunakan kartu remi, sangat dekat dengan judi. Tak heran, jika regenerasi atlet bridge sangat lamban. Bahkan di Pelatnas bridge saat ini, ada atlet aktif yang sudah berusia 78 tahun. Selain program bridge go to school, Miranda akan menggelar turnamen dan liga bridge profesional, serta turnamn bridge antar wartawan. “Wartawan yang bisa bermain bridge, maka mereka bisa menulisnya dengan baik, serta bisa mensosialisasikan program untuk peningkatan prestasi atlet bridge Indonesia,” pungkasnya. (Adt)

Jelang Tampil di Bangkok, Atlet Tenis PPLPD Muba Rebut Juara 1 dan 2 Junior Master U-16

Atlet tenis binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Jones Pratama (kiri), Merliana Mona Rizki (tengah), dan Indah Septiani, meraih prestasi tingkat nasional, pada ajang Junior Master Nasional U-16, di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta, pada Minggu (9/12). (halosumsel.com)

Jakarta- Atlet tenis binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, merebut juara tingkat nasional pada ajang Junior Master Nasional U-16. Jones Pratama, yang berasal dari PPLPD Muba, sukses menekuk atlet asal Jawa Tengah, Reza Pahlevi, di partai final. Tampil di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta, pada Minggu (9/12), Jones unggul dari Reza dengan skor 7-6, 6-3. Sementara atlet PPLPD putri, Indah Septiani Putri, meraih gelar runner up, usai di laga puncak harus mengakui Nadya Dhaneswara, asal Jawa Tengah, dua set langsung 2-6, 3-6. Sedangkan Merliana Mona Rizki, yang juga mewakili Muba, ada di peringkat IV, kalah dari petenis putri asal Tegal, Jawa Tengah, Yunizar Lusida Putri. “Alhamdulillah, dua atlet binaan PPLPD Muba cabor tenis di tingkat nasional, mendapatkan juara 1 dan 2,” ujar Suwandi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkab Muba. “Ini bukti, proses pembinaan dan fasilitas penunjang olahraga di Muba, serta komitmen pak Bupati, mampu mencetak atlet-atlet berkualitas,” ujar Suwandi. Usai tampil di Jakarta, mereka akan melanjutkan ke Seri Bandung. Pada awal 2019, Jones, Mona dan Indah, akan mewakili Indonesia dalam turnamen Master U15, di Bangkok, Thailand. Sementara itu, Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin mengapresiasi prestasi atlet tenis asal Muba. “Jangan cepat puas, kejar terus prestasi dengan sportif,” tambahnya. Penggerak dan Pembina Olahraga Terbaik se-Indonesia ini bertekad terus mencetak atlet berprestasi, di tingkat nasional maupun internasional. “Terus pacu prestasi dan kembangkan potensi diri serta selalu membanggakan daerah Muba tercinta,” tukasnya. turnamen Tenis Fix Open di Bandung pada 16-22 Desember nanti. Usai pertandingan, Jones dan Indah mengaku sangat senang dengan peraihan yang diperoleh di ajang junior ini. Mereka mengucapkan terima kasih kepada support yang selalu diberikan Dodi sebagai Bupati Muba. “Kami ucapkan terima kasih dengan pak Bupati, yang selalu memberikan support, dan juga menyediakan sarana prasarana lengkap serta berstandar internasional sehingga memudahkan untuk berlatih,” pungkas mereka. Sebelumnya, petenis cilik putra asal Muba, Jackquilyn Zavio Audrey Yoza, terpilih mengikuti TC Pelatnas Indonesiaku untuk usia 12, di Magelang, Jawa Tengah, pada 1-6 Desember lalu. Boca kelahiran 21 Januari 2008 ini, akan mewakili Indonesia, dalam Turnamen Junior Tenis U12, di Bangkok, Thailand, pada awal 2019. (Adt)

Bentuk KORI Demi Masa Depan Atlet Indonesia, Erick Thohir: Dukungan Jangan Berhenti

Sejumlah tokoh olahraga di Tanah Air membentuk Komunitas Olahraga Indonesia (KORI), yang bertujuan mempertemukan segala gagasan, pemikiran, pengalaman, dan pengetahuan guna memajukan olahraga Indonesia. Sebagai langkah awal merek menggelar dialog di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada Senin (10/12). (Adt/NYSN)

Jakarta- Dua event besar, Asian Games dan Asian Para Games 2018, jadi momentum kebangkitan olahraga Indonesia. Tak hanya sebagai tuan rumah yang baik, tapi juga sukses menuai prestasi. Finish diurutan keempat dengan 31 medali emas di Asian Games 2018 adalah sejarah baru sejak keikutsertaan pertama kali di New Delhi, India, pada 1951. Hal itu membuktikan potensi olahraga Indonesia bila dirancang, disiapkan, dan dikelola dengan baik, akan menghasilkan prestasi hebat. Guna menyikapi pencapaian itu, sejumlah tokoh olahraga di Tanah Air, menggagas ide memajukan prestasi, serta turut mensejahterakan para pelakunya. Sebagai langkah awal, para tokoh tersebut membentuk Komunitas Olahraga Indonesia (KORI). Wadah ini diharapkan jadi forum untuk mempertemukan segala gagasan, pemikiran, pengalaman, dan pengetahuan tentang bagaimana memajukan olahraga Indonesia. Sebagai langkah awal, mereka menggelar dialog. Forum dialog dunia olahraga di Indonesia yang bertajuk ‘Apakah Masa Depan Atlet Indonesia Sudah Terjamin?’ ini, berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada Senin (10/12). “Sudah menjadi kebiasaan bangsa Indonesia, bila selesai menggelar event besar, ya tak berlanjut. Mirip sebuah pesta. Padahal, kita ingin momentum itu terus diingatkan dan dijaga. Karena momen seperti ini belum tentu mendapatkannya kembali,” ujar Erick Thohir, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sekaligus Keynote Speaker. Ia berharap, pemberdayaan dana olahraga terus berjalan. Ditegaskannya, jangan karena Asian Games selesai, maka pembinaan atlet dan dukungan kepada pengurus cabang olahraga pun berhenti. “Kita sebagai pembina olahraga itu hanya membuka jalan dan kesempatan, kepada para atlet demi masa depannya,” lanjut pria berusia 48 tahun itu Sementara itu, Susi Susanti, legenda bulutangkis Indonesia, mengaku khawatir akan jaminan dan masa depan atlet, yang termasuk buram, di Indonesia. Alasan itulah ia enggan mengizinkan sang putri, Laurencia Averina, untuk mengikut jejaknya menjadi atlet. “Saya tak mengizinkan putri saya menjadi atlet, karena belajar dari diri saya sendiri. Masa depan atlet masih belum bisa dijadikan pijakan, kalau di Indonesia,” jelas peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona, Spanyol itu. Sedangkan Simone Julia, atlet Ju-Jitsu nasional, mengaku proses nepotisme marak terjadi di induk cabor, dengan modus menitipkan atlet tertentu. “Mereka bukan atlet, padahal di Indonesia butuh atlet berkemampuan baik. Juga pembinaan, jangan hanya ada di kota besar, tapi juga di daerah,” terang blasteran Indonesia-Kanada itu. Kembali Erick menegaskan hasil dialog ini harus menjadi rekomendasi ke pemerintah, DPR RI, utamanya Komisi X, dan lembaga terkait sebagai bahan menyusun kebijakan olahraga ke depan. “Disini cabor-cabor hadir, dari Pemerintah, Komisi X DPR RI, dan saya harapkan juga KONI bisa hadir,” tukas pendiri Mahaka Grup itu. (Adt)

Pemuda 20 Tahun Sabet Gelar Juara Dunia Jet Ski 2018, Aqsa Aswar Kampiun di Thailand

Peraih emas Asian Games 2018 Aqsa Sutan Aswar, kembali membuktikan diri sebagai yang terbaik, dalam kejuaraan dunia yang bertajuk The Thai Airways International Jet Ski World Cup 2018, di Jomtien Beach, Pattaya, Thailand, pada 5-9 Desember. (jpnn.com)

Jakarta- Peraih emas Asian Games 2018 Aqsa Sutan Aswar, kembali membuktikan diri sebagai yang terbaik di kejuaraan dunia The Thai Airways International Jet Ski World Cup 2018, yang berlangsung di Jomtien Beach, Pattaya, Thailand, pada 5-9 Desember. Menurut Manajer tim, yang juga Ayah Aqsa, Fully Sutan Aswar, Senin (10/12) menuturkan, Aqsa yang turun di kelas Pro Am Runabout Stock, meraih nilai tertinggi setelah menyelesaikan lomba dalam 4 moto. Di motto pertama, Aqsa menyelesaikan lomba, dengan menempati urutan kedua dan memperoleh nilai 53. Sementara di motto kedua, ia memperoleh nilai 60, setelah menyentuh finis pertama. Di motto ketiga dan keempat, Aqsa berada di posisi kedua mengemas angka 106. Secara keseluruhan, pemuda kelahirah Jakarta, 31 Mei 1997 ini, meraih poin tertinggi 219 sekaligus tampil sebagai juara. Posisi runner up ditempati atlet jet ski tuan rumah Thailand, Supuk Settura, dengan nilai 209, dan pejetski tuan rumah lainnya, Teera Settura, dengan nilai 161. Nasib kurang beruntung dialami kakak Aqsa, Aero Sutan Aswar. Aero mengalami gangguan pada mesin jetski, sehingga gagal menyelesaikan lomba. “Aero gagal selesaikan lomba, karena clutch supercharged (one way gear)-nya pecah,” ujar Fully. Usai mengikuti Ajang World Cup 2018 ini, Aero dan Aqsa akan mengikuti serangkaian kegiatan seri International Jet Sport Boating Association (IJSBA) sepanjang 2019. “Kami mengagendakan beberapa event yang akan diikuti Aero dan Aqsa, pada musim lomba 2019,” jelasnya. Di antaranya Kejuaraan Dunia endurance Mark Hahn 2019 di Amerika Serikat. Kejuaraan World Championship 2019 di Jakarta, National Series USA, Kejuaraan World offshore 2019 Maroko, World Finals 2019 USA, dan World Cup 2019 Thailand. (Adt)

Sembilan Atlet Indonesia Berlaga di Kejuaraan Asia, Lawan Pecatur Super Grandmaster

PB Percasi mengirim kontingen catur Indonesia berjumlah sembilan atlet, yang terdiri dari lima pria dan empat wanita, menuju Makati, Filipina, tampil dalam ajang 17th Asian Continental Chess Championship 2018. (beritsatu.com)

Jakarta- PB Persatuan Catur Seluruh Indonesi (PB Percasi) mengirim sembilan pecatur Indonesia, terdiri atas lima pria dan empat perempuan, ke 17th Asian Continental Chess Championship 2018, di Makati, Filipina, 9-19 Desember 2018. Turnamen ini menjadi ajang pecatur Indonesia melawan pecatur kaliber dunia, yang berasal dari Asia. “Pecatur China masih menjadi yang terkuat di dalam ajang kali ini. Mereka mengirim pecatur Super Grandmaster, Wang Hao (2730) dan Wei Yi (2828) yang merupakan unggulan pertama dan kedua, dalam ajang pertarungan perorangan ini,” ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem dalam rilisnya, Minggu (9/12). Kristianus Liem menambahkan, PB Percasi mengirimkan lima orang pecatur putra, yaitu GM Susanto Megaranto, IM Novendra Priasmoro, IM Sean Winshand Cuhendi, IM Yoseph Theolifus Taher, dan FM Mohamad Ervan, sedangkan pecatur Putri adalah WGM Medina Warda Aulia, WIM Dewi Ardhiani, WIM Dita Karenza, dan WFM Aay Aisyah Anisa. “Pada kompetisi kali ini, PB Percasi kembali mendapatkan dukungan dari Japfa sebagai sponsor utama,” kata Kristianus. Ia juga menjelaskan, dukungan Japfa kali ini merupakan kali kedua pada 2018. Dukungan tersebut cukup membantu para pecatur Indonesia untuk mengasah kemampuan di ajang internasional. “Japfa bercita-cita untuk melahirkan pecatur Indonesia yang mampu menorehkan prestasi gemilang di tingkat Internasional. Dukungan sepanjang 2018 merupakan komitmen Japfa untuk berinvestasi pada ajang prestasi Indonesia di masa datang,” ujar R. Artsanti Alif, head of social investment JApfa. Artsanti menjelaskan, dua dekade lalu, China masih belum memiliki prestasi yang luar biasa di dunia catur. Negri Tirabi bambu itu masih tertinggal jauh dari negara-negara Balkan dan eks Uni Soviet. Tetapi, saat ini, China mampu menduduki posisi teratas di catur dunia. “Bagi Indonesia, cita-cita menjadi juara dunia tentunya masih membutuhkan perjuangan panjang, sebuah perjuangan berat, tapi bukan sebuah hal yang mustahil. Harapannya, tim yang berangkat bisa memperoleh prestasi gemilang di ajang ini,” papar dia. Ajang kali ini memakai format pertandingan utama Catur Standar/Klasik dengan jatah waktu berpikir setiap pemain adalah 90 menit untuk 40 langkah, ditambah 30 menit sampai dengan selesai, dengan increment (bonus waktu) 30 detik setiap langkah sejak langkah pertama. Sistem pertandingan: Swiss 9 Babak. Lima peserta peringkat teratas di kelompok Open berhak maju ke Kejuaraan Catur Dunia pada 2019 mendatang, dan hanya Juara pertama saja di kelompok Women, yang berhak maju ke Kejuaraan Catur Dunia Wanita 2019. Pada ajang yang sama di tahun 2014, International Master (IM) Irine Kharisma Sukandar, berhasil menjadi juara di kategori women, sehingga saat itu ia berhak ikut-serta pada Kejuaraan Catur Dunia Wanita 2015. (Adt)

Jabar Gelar Kejurnas Arung Jeram R6 2018 di Sungai Ciwulan, Andalkan Peforma Tim Junior

Pengprov Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Barat siap menggelar Kejurnas R6 2018 dan mempertahankan titel juara bertahan, yang akan berlangsung di Sungai Ciwulan, Kawalu, Tasikmalaya pada 13 hingga 16 Desember 2018. (extremeina.com)

Bandung- Sebanyak 44 tim dari 13 provinsi Se-Indonesia meramaikan Kejuaraaan Nasional (Kejurnas) arung jeram R6 2018, yang berlangsung di Sungai Ciwulan, Urug Lapang, Kawalu, Tasikmalaya, mulai 13 hingga 16 Desember 2018. Hal ini dipastikan Sekum Pengprov Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jabar, Iwan Ruswanto. Ia menyebut bila Jabar sudah siap 99 persen menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya di level Kejurnas. “Sebagai tuan rumah, kami siap melangsungkan kejurnas R6 2018. Segala kendala yang ada, selalu capat diantisipasi karena semua mempunyai semangat yang sama untuk menyukseskan acara ini,” ucap Iwan, awal Desember lalu. Iwan mengungkapkan, tiga belas provinsi yang memastikan mengikuti Kejurnas R6 2018 yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Papua, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, dan Jawa Timur. Menurut dia, tak semua tim mengikuti empat kelas yang dipertandingkan. “Pada Kejurnas R6 2018, ada empat kelas yakni youth, junior, open, dan master. Dengan dua kategori yakni putra dan putri. Nomor pertandingan ada empat juga yakni sprint, head to head, slalom dan down river race,” tuturnya. Untuk kelas master putra tercatat ada tiga tim yang berpartisipasi, untuk Master putri ada satu tim. Lalu, Kelas Open putra dan putri, masing-masing diikuti delapan tim, kelas Junior putra delapan tim dan Junior putri 6 tim, kelas Youth terdiri dari enam putra dan empat tim. Sehingg total 44 tim akan tampil. Iwan memohon doa kepada seluruh masyarakat Jabar agar pihaknya sukses menggelar Kejurnas R6 2018. Saat ini Jabar menjadi tolak ukur cabor arung jeram di tingkat Nasional. Sehingga jika semuanya berjalan sesuai rencana, maka arung jeram bisa menjadi salah satu cabor yang diperhitungkan pada PON 2020. Sementara itu, pelatih kepala tim Jabar, Harris Budianto mengatakan, telah menyiapkan tujuh tim. Mereka akan bertanding di kelas youth putri, youth putra, junior putra dan putri, open putra dan putri serta master putra. Menurut dia, Jabar fokus mempertahankan gelar juara Kejurnas yang didapatkan tahun lalu. “Jabar fokus mempertahankan gelar juara bertahan. Selain keuntungan sebagai tuan rumah, kami juga memiliki 4 tim unggulan yakni youth men, youth women, junior putra dan junior putri. Mereka punya pengalaman bertanding yang baik, dan ditangani oleh para pelatih yang sarat akan pengalaman,” kata Harris. Dia menambahkan, Kejurnas 2018 dipastikan berjalan ketat dan menarik. Itu karena, para peserta akan tertantang dengan kondisi debit air yang menunjang di Sungai Ciwulan. Dengan begitu, tim siap berlomba memperebutkan tiket bertanding di kejuaraan internasional pada Mei 2019. “Tantangannya adalah cuaca, yang berpengaruh dengan tingginya debit air di Sungai Ciwulan, Tasikmalaya. Kejurnas R6 FAJI adalah ajang yang bergengsi di kompetisi Arung Jeram di Indonesia. Seluruh peserta bertarung memperebutkan tiket mewakili Indonesia, menuju World Rafting Championship, di Australia bulan Mei 2019,” katanya. Harrisjuga memprediksi jia tim DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Aceh, menjadi kontingen dengan skuat mumpuni. Mereka telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi Kejurnas 2018. “Tapi siapapun lawannya, Jawa Barat tetap fokus untuk mempertahankan gelar juara bertahan dan meraih tiket menuju WRC mewakili Indonesia. Kami ingin mempertahankan peringkat dunia yang dimiliki Indonesia saat ini yang memang diwakili oleh atlet-atlet asal Jabar,” tuturnya. (Adt)

Jadi Juara Liga 1 di Jakarta, Persija Tim Terbaik di Liga 1 Sepanjang 2018

Striker Persija Jakarta (9), Marco Simic, memborong gol kemenangan atas Mitra Kukar, dengan skor 2-1, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada laga penutup, Minggu (9/12). Persija akhirnya mengunci titel juara kompetisi GoJek Liga 1 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Persija Jakarta menjadi juara kompetisi GoJek Liga 1 2018. Kemenangan 2-1 atas Mitra Kukar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada laga penutup, Minggu (9/12), memastikan poin Persija tak terkejar klub-klub lain. Macan Kemayoran mengemas total 62 poin. Dua gol Persija diborong Marco Simic. Sedangkan, gol balasan Mitra dicetak Aldino Herdianto. Mereka unggul satu angka atas PSM Makassar yang harus puas jadi runner-up, meski menang telak atas PSMS Medan pada waktu bersamaan. Pencapaian ini jadi gelar juara kedua Persija sepanjang tahun 2018. Awal musim lalu, Macan Kemayoran merengkuh trofi Piala Presiden 2018. Mereka mengalahkan Bali United tiga gol tanpa balas, pada partai final yang dihelat di SUGBK pertengahan Februari. Keberhasilan Persija menjadi juara, diiringi dengan statistik-statistik menjanjikan. Di antaranya, tampil sebagai klub dengan jumlah kemenangan terbanyak, yakni 18 kali. Persija juga jadi tim dengan rekor kekalahan paling sedikit kedua, setelah PSM Makassar. Macan Kemayoran kalah delapan kali, sementara Juku Eja hanya menelan tujuh hasil minor. Persija memang tak jadi klub paling tajam sepanjang musim. Torehan 53 gol mereka, masih kalah jika dibandingkan dengan Persebaya (60) dan PSM (57). Namun, dalam hal rekor kebobolan, rapor Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan jadi yang terbaik. Mereka hanya 36 kali kebobolan musim ini, lebih sedikit dari Perseru dan Persib (41). Perbandingan ini pun secara otomatis, membuat Persija punya rasio gol dan kebobolan paling baik, dibanding klub-klub kontestan Liga 1 lain. Selisih gol mereka adalah +17. Ini juga pertama kalinya, Persija menjuarai Liga Indonesia dengan format satu wilayah, dan juara ditentukan berdasarkan poin tertinggi di akhir musim. Hasil ini juga seakan menegaskan bahwa 2018 adalah tahunnya tim asal ibu kota. Persija masih bisa menambah koleksi juara, lantaran masih ada Piala Indonesia yang baru memasuki fase 64 besar. Persija juga berhasil menembus empat besar AFC CUP 2018 zona ASEAN, sebelum akhirnya dikalahkan wakil Singapura, Home United. Dan musim depan, keduanya kembali bertemu dalam kualifikasi AFC Champions League 2019. Selain trofi Liga 1, Persija Jakarta memborong dua gelar individu di kompetisi kasta tertinggi Indonesia itu. Pelatih Stefano Cugurra Rodrigues alias Teco, dan Rohit Chand berhasil menyabet dua gelar individu. Teco dinobatkan sebagai pelatih terbaik. Gelar individu tersebut diberikan karena pencapaiannya di Liga 1 musim ini. Bersama Teco, Persija di musim ini memang tampil konsisten. Di bawah arahan Teco, Persija menang 18 kali, imbang di delapan kesempatan, dan kalah dalam delapan laga. Memang, pencapaian Teco pantas diapresiasi. Karena, Teco berhasil mengawinkan gelar Piala Presiden dan Liga 1. Sementara Rohit, menyabet gelar pemain terbaik Liga 1. Secara torehan gol, Rohit tak produktif. Namun, dari statistik, peran Rohit begitu penting. Pria asal Nepal ini adalah pemain multi posisi. Ia bisa bermain sebagai gelandang serang, di kanan maupun kiri, menjadi stopper, dan handal bermain sebagai bek kanan maupun kiri. (Pras)

Januari 2019 Duel Kontra China, PSSI Pastikan Pelatih Timnas U-22 Pada 20 Desember

Osvaldo Haay (25) masuk seleksi Timnas U-22. Ia masyhur sebagai winger berkecepatan tinggi. Namun pemuda 20 tahun asal Jayapura ini pernah menghuni pos striker murni bersama timnya, Persebaya Surabaya, di Liga 1 2018. Ia pun pemain multifungsi. Empat pos sanggup dimainkannya, yakni bek kiri, gelandang, sayap, dan penyerang. (medcom.id)

Jakarta- PSSI berjanji akan menetapkan pelatih untuk menangani Timnas U-22, pada 20 Desember. Hal itu diungkapkan langung oleh Sekretaris Jendral, Ratu Tisha. Jabatan pelatih Timnas U-22 memang menjadi salah satu posisi yang harus segera diisi. Tim ini nantinya akan mengikuti tiga turnamen penting sepanjang 2019, yakni Piala AFF U-22, Kualifikasi Piala Asia U-23 2019, dan SEA Games 2019. Selain itu, PSSI juga akan segera menunjuk arsitek tim, yang akan mengawal Timnas Senior dan Timnas Putri. “Penetapan pelatih (Timnas U-22) saat 20 Desember. Penetapan pelatih ini mekanismenya harus melalui rapat exco. Sudah ada beberapa kandidat untuk segera diangkat sebagai pelatih,” ujar Ratu Tisha, di Hotel Sultan, pada Jumat (7/12). Namun posisi juru racik untuk skuat senior dan timnas Putri, federasi sepak bola Indonesia itu baru akan menetapkannya paling lambat, saat kongres tahunan, Januari mendatang. “Yang mepet agendanya adalah timnas putri, untuk persiapan Pra Olimpiade putaran kedua. Sebab, pada 1 april mereka harus tampil,” tambahnya. Timnas putri Indonesia dipastikan lolos ke putaran kedua Kualifikasi Olimpiade 2020. Itu setelah, mereka lolos dengan status runner-up grup D, di putaran pertama. Pada putaran kedua nanti, akan diikuti 12 tim, yang akan terbagi dalam tiga grup. Babak tersebut akan digelar pada 1-9 April 2019. “Untuk pelatih timnas senior dan wanita, mungkin penjajakannya memerlukan waktu lebih lama. Saya belum tahu bisa diputuskan tanggal 20 atau tidak, tapi kita memiliki deadline sebelum kongres, bahwa tiga timnas itu sudah ada pelatih, dan pada Januari serentak melakukan persiapan,” tegasnya. Pernyataan Tisha tersebut mengisyaratkan kuat, jika PSSI akan segera memisah jabatan pelatih Timnas senior dan Timnas U-22. Sebelumnya, dua jabatan itu diemban oleh Luis Milla, selama hampir dua tahun terakhir. “Jadwalnya, kami akan segera siapkan proses pemusatan latihan pada awal Januari 2019, dan kami sedang menyiapkan agenda uji coba menghadapi China U-22 pada 27 Januari 2019, terlepas siapa pun nanti pelatihnya,” lanjut Tisha. Timnas U-22 menjadi tim yang paling pertama menjalani rangkaian kompetisi internasional, pada 2019. Tim Garuda Muda tampil di event Piala AFF U-22 2019, di Kamboja pada Februari hingga Maret 2019. Di ajang itu mereka tergabung di grup B, menghadapi Myanmar, Singapura, Malaysia, dan tuan rumah, Kamboja. Usai dari Kamboja, dilanjutkan dengan fase kualifikasi Piala AFC U-23 2020, di Vietnam, pada akhir Maret 2019. Dalam Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, Tim merah putih muda akan menghadapi Thailand, Vietnam, dan Brunei Darussalam. (art)

Derby Denpasar di Final Turnamen Basket ASW Cup 2018, Skuat Elite Juara KU-14 Usai Bantai Merpati

Skuat tim Elite Denpasar KU-14, usai menerima kalungan medali dan hadiah, yang diserahkan Owner All Star Winner (ASW) Sport, Ali Santoso Wibowo (kanan), di GOR Ngurah Rai Denpasar, pada Sabtu (8/12). Di final, mereka mengalahkan tim Merpati Denpasar dengan skor telak, 70-31. (wartabalionline.com)

Denpasar- Tim Elite Denpasar tampil sebagai juara Turnamen Basket Antarklub Nasional KU-14 putra All Star Winner (ASW) Cup 2018, setelah pada laga pamungkas turnamen selama sepekan itu, membantai rival sekotanya, tim Merpati Denpasar dengan skor telak, 70-31, di GOR Ngurah Rai Denpasar, Sabtu (8/12). Sejak kuarter pertama hingga keempat, Elite mendominasi jalannya pertandingan. Permainan Michael Owen, Elgi, Gusbim, Renata dan Gung Gus tampaknya membuat sayap-sayap Merpati tak berdaya dalam laga ‘derby Denpasar’ penuh prestise dan gengsi itu. Elite pun pantas menyandang juara sejati. Mereka sukses menyapu bersih lima laga yang dimainkan dengan kemenangan, termasuk mengalahkan dua tim tamu luar Bali, Sonic Samarinda dan Juanda Bogor. Bagi anak-anak Merpati, kekalahan di tangah Elite merupakan yang ketiga, setelah sebelumnya dipecundangi Juanda dan Sonic. Penderitaan Merpati seolah makin lengkap, setelah dalam laga eksebisi KU-12 juga terhempas. Lagi-lagi skuat Merpati KU-12 harus mengakui keunggulan Elite KU-12 dengan skor 26-27. Hasil eksebisi KU-12 lainnya, Tim Tulikup KU-12 berhasil mengungguli Kijang KU-12 dengan skor 21-18. Dengan sukses ini, Elite KU-14 dan KU-12 mendapat kalungan medali emas sekaligus hadiah uang pembinaan Rp 3 juta yang langsung diserahkan Owner ASW, Ali Santoso Wibowo, pengusaha lokal Bali yang juga mantan pemain basket. Ini even kedua yang digeber ASW Sport di pengujung 2018 ini, setelah sebelumnya Kadispora Cup 2018. ASW Sport merupakan merek dagang baru di dunia bola basket tanah air yang didirikan Ali dan sudah lama berkecimpung dalam dunia bisnis. Dengan suksesnya dua even yang sudah berjalan ini, membuat Ali makin berminat menggelar even berikutnya, demi memajukan dunia perbaskaten Bali. Ketua Panitia ASW Cup 2018, Cokorda Raka Satrya Wibawa mengaku bersyukur, turnamen yang dimulai sejak Minggu (2/12) berjalan lancar, meski diwarnai aksi ‘pemboikotan’ wasit-wasit yang ditugaskan Pengprov Perbasi Bali. Dari enam wasit yang diajukan Panpel ke Perbasi Bali, tak satu pun menjalankan tugasya karena alasan kesibukan. (Adt)

Cari Bibit Muda Atlet Dari Kejurnas Estafet 2018, Jabar Dominasi 4×100 Meter U-18 Putri dan 4×400 U-20 Putra

Tim estafet 4x400 meter U-20 kontingen Jawa Barat (biru), sukses meraih gelar juara, pada Kejurnas Estafet 2018, di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Minggu (9/12). (istimewa)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) mencari bibi muda atlet estafet Indonesia melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Estafet 2018, di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Minggu (9/12). Hal itu dikatakan Eni Sumartoyo, Pelatih Estafet PASI, dalam event ini. Menurutnya, event ini digelar sebagai bagian dari proses regenerasi.”Karena ada atlet-atlet yang sudah harus pensiun. Sehingga yang muda-muda inilah yang nantinya akan menggantikan mereka. Tapi, yang menjadi juara di Kejurnas ini tidak otomatis masuk Pelatnas tahun depan,” ujar Eni. Disebutkannya, masih ada seleksi yang harus dilalui dengan melibatkan tim khusus talent dari PASI guna menilai bakat para atlet muda itu. Selain itu, tambah Eni, dua kejuaraan internasional pada Maret 2019, yaitu SEA Youth di Filipina dan Asian Youth di Hong Kong juga akan menjadi ajang seleksi para atlet muda Indonesia itu. “Dari dua kejuaraan itu, nantinya kami sekaligus menyeleksi siapa saja yang memiliki bakat dan potensi,” terang Eni. Pada Kejurnas Estafet 2018 mempertandingkan tujuh nomor. Yakni 5×80 meter estafet U-14 putra-putri, 4×100 meter estafet U-18 putra-putri, 4×400 meter estafet U-20 putra-putri, dan 4×400 meter estafet senior mix. Sementara itu, kontingen Jawa Barat (Jabar) berhasil mendominasi nomor 4×100 meter estafet U-18 putri dan 4×400 meter estafet U-20 putra. Sedangkan Jawa Timur (Jatim) tampil sebagai yang terbaik di nomor 4×400 meter estafet U-20 putri dan 4×400 meter estafet senior mix. Lalu tim Jawa Tengah (Jateng) sukses membawa pulang juara nomor 4×100 meter estafet U-18 putra. Untuk nomor 5×80 meter estafet U-14 putra, sukses dimenangi sekolah atletik MTR 72. Lalu, sekolah atletik Jayakarta 16 menjadi kampiun di nomor 5×80 meter estafet U-14 putri. (Adt)

Uni Papua Kerja Sama Dengan Sekolah Kristen Calvin, Lakukan Program Pembentukan Karakter Siswa

Pendiri dan CEO Uni Papua, Harry Widjaja, bersama Koordinator sekolah Kristen Calvin Jakarta, Ivan Kristiono (kiri), bersepakat untuk mengadakan kerjasama selama dua tahun, yakni pada 2019-2020. Kesepakatan tersebut dilakukan di Menara Calvin, Komplek RMCI Kemayoran, Jakarta Pusat, pada sabtu (8/12). (Uni Papua)

Jakarta- Perkumpulan sepakbola Uni Papua bekerjasama dengan Sekolah Kristen Calvin Jakarta untuk mengembangkan pembinaan dalam dunia sepak bola. Keduanya pun akan menikat kesepakatan dengan tim kasta kedua Liga Spanyol, RD Numancia, dalam waktu dekat. Perkumpulan sepak bola Uni Papua merupakan organisasi yang menggunakan sepak bola sebagai alat pembentukan karakter. Organisasi yang turut mengkampanyekan “Football For Peace Indonesia” baru saja menandatangani kerja sama dengan Sekolah Kristen Calvin Jakarta untuk menangani program pembentukan karakter siswa. Program tersebuitu berupa pembinaan anak-anak yang mempunyai minat, bakat, dan talenta di sepak bola. Pertengahan 2018, Uni Papua memberikan coaching clinic selama lima hari kepada sekitar 40 pendidik, mulai dari guru-guru, hingga kepala sekolah Kristen Calvin dari SD, SMP dan SMA. Kegiatan itu bertujuan untuk memperkenalkan metode dan materi pelatihan yang akan diberikan kepada siswa-siswi. Sekolah Kristen Calvin adalah salah satu sekolah swasta terbaik di Jakarta, dan salah satu keunggulan sekolah ini adalah dalam bidang science dan musik. Pendiri dan CEO Uni Papua, Harry Widjaja, bersama Koordinator sekolah Kristen Calvin Jakarta, Ivan Kristiono, bersepakat untuk mengadakan kerjasama selama dua tahun pada 2019-2020. Kesepakatan tersebut dilakukan di Menara Calvin, Komplek RMCI Kemayoran, Jakarta Pusat, pada sabtu (8/12). “Kami ingin memperlengkapi murid sekolah Kristen Calvin dengan pendidikan dan pembentukan karakter, yang lebih kreatif dan sesuai minat mereka, salah satunya dengan menggunakan sepak bola yang dimiliki oleh Uni Papua”, ucap Ivan. Ada enam personel dari Uni Papua yang akan terlibat, dan empat asisten pelatih dari cabang Uni Papua Indonesia. “Uni Papua secara konsisten dan telah berkomitmen untuk bekerjasama dengan berbagai pihak yang ingin membina generasi muda Indonesia untuk membentuk karakter mereka. Nilai-nilai hidup dan karakter yang baik adalah modal besar bagi anak-anak untuk mencapai cita-cita mereka,” tukas Harry. Melalui kerjasama ini, Uni Papua berharap akan muncul dari sekolah Kristen Calvin anak-anak yang berminat melanjutkan studi di bidang Sport Science, Sport Management, dan industri olahraga khususnya sepak bola. Uni Papua telah mempersiapkan program selama dua tahun yang akan dikerjakan bersama-sama Sekolah Kristen Calvin. “Dari Uni Papua itu ada Kepala Pelatih sepak bola sosial, Frans Paraibabo, Ahmad Maulana Sirath, Chandra Kuosasih, Germany Bationo, dan Pelatih Pengarah dari Uni Papua berlisensi AFC B yaitu Albert Rudiana nanti juga akan terlibat, serta coach educator, Hirma Sjarif,” lanjut Harry. Uni Papua dan Sekolah Kristen Calvin Jakarta dalam waktu dekat akan mengundang perwakilan La Liga Spanyol, dan kontestan Segunda Division Spanyol, CD Numancia, untuk mulai menjajaki kerja sama. Selain itu, Coaches Across Continents, salah satu organisasi pelatihan dari Amerika Serikat juga siap melakukan coaching pada 2019. (Adt)

Menang Adu Penalti, Bara FC Tundukkan Timnas Pelajar U-15 Dan Juarai Bali IFC 2018

Skuat Badung Ragunan (Bara) FC akhirnya menjuarai Bali International Football Championship (IFC) U-15 2018 Piala Menpora, yang diikuti 12 tim dari sembilan negara. Di partai final melawan Timnas Pelajar U-15, pada Sabtu (8/12), mereka unggul 5-4 (6-5) dalam adu tendangan penalti, setelah di waktu normal kedudukan berahkir sama kuat 1-1. (Kemenpora)

Badung- Tendangan penalti Arya Wijaya yang gagal dihalau penjaga gawang Timnas Pelajar U-15, Muhammad Rafi, membawa Badung Ragunan (Bara) FC juarai Bali International Football Championship (IFC) U-15 2018 Piala Menpora yang diikuti 12 tim dari sembilan negara. Laga final Bali IFC 2018 Piala Menpora di Stadion Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Sabtu (8/12), harus diakhiri dengan adu tendangan penalti, setelah pada pertandingan waktu normal kedudukan sama kuat 1-1. Dari lima pemain yang menjadi algojo, empat tendangan masing-masing tim menjadi gol sehingga kedudukan sama kuat 4-4. Tendangan penalti akhirnya masuk putaran kedua. Bara FC yang menurunkan Arya Wijaya, sukses menjebol gawang timnas yang dikawal oleh Muhammad Rafi, sehingga membuat kedudukan akhir 5-4 (6-5). Sebagai tim yang tak diunggulkan, pemain Bara FC langsung meluapkan kegembiraannya dengan membuka baju untuk merayakan kemenangan. Kondisi berbeda terjadi pada pemain Timnas Pelajar U-15 yang tertunduk lesu di lapangan seakan tak percaya dengan hasil pertandingan. Menpora Imam Nahrawi yang hadir didampingi Deputi Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta, menyaksikan secara langsung partai puncak ini memang dibuat tertegun dengan pola permainan yang diperagakan pemain-pemain muda Indonesia. Kedua tim bermain maksimal meski sama-sama dari Indonesia. “Bagus. Keren banget. Mereka mainnya lepas. Yang luar biasa, mereka sangat total mainnya tanpa ada beban, dan kita tahu permainan mereka sangat pantas untuk dinamakan sebagai tim yg mewakili Indonesia,” tukas Imam, usai pertandingan. Pertandingan antara Timnas Pelajar U-15 melawan Bara FC berlangsung ketat sejak awal babak pertama. Saling serang terus terjadi karena kedua tim memiliki materi pemain yang hampir sama. Hanya saja timnas yang dilatih oleh Firman Utina harus kebobolan terlebih dahulu, lewat Asdi Ohorella pada menit 13. Kondisi tertinggal membuat skuat Timnas yang dipimpin Syukran Arabia Samual meningkatkan tempo permainan. Akhirnya Ardi Ardiana mampu menyamakan kedudukan pada menit 20. Pertandinganpun bertambah seru setelah kedudukan sama kuat 1-1. Hanya saja hingga babak pertama usai kedudukan tidak berubah. Memasuki babak kedua, kedua tim tetap melakukan hal yang sama. Jual beli serangan terutama dari sayap terus terjadi. Penonton yang setiap di luar pagar juga tak kalah dalam memberikan dukungan.Hanya saja hingga pertandingan usai tidak ada tambahan gol sehingga pertandingan harus diselesaikan dengan adu tendangan penalti . Bali Internasional Football Championship (BIFC) 2018 merupakan turnamen internasional pertama yang digagas Kemenpora. Selain untuk mencari bibit pemain potensial, kejuaraan ini juga untuk meningkatkan sport tourism. “Kami akan dorong supaya sport tourism berjalan bareng. Badung punya potensi luar biasa, lapangannya keren banget. Desa lain di seluruh Indonesia perlu tiru Badung. Di sisi lain, kompetisi ini jadi hal baru bagi kita, karena semakin sering selenggarakan kompetisi internasional maka semakin baik,” pungkas Menpora. (Adt)

Pantau Pemain Berbakat di Astec Open Championship 2018, Susy Susanti : Ini Bibit Pelatnas !

Tunggal putri PB Exist Jakarta, Irgi Apprilia Hizkia Rifa Putri, menjuarai Daihatsu ASTEC Open Badminton Championship 2018, usai menekuk Gracia Ruth Tri Kusumastuti Sanyoto (Daihatsu Candra Wijaya), 21-10, 21-10. (topskor.co.id)

Jakarta- Kejuaraan Daihatsu ASTEC Open Badminton Championship 2018 memasuki fase puncak. Ajang ini berlangsung sejak 3 Desember, mencapai final pada Sabtu (8/12), di Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Kejuaraan ini menghasilkan pemain berbakat yang berpotensi disumbangkan ke pelatnas. Dalam gelaran tahun ini terlihat banyak pemain potensial. Salah satunya adalah Briliandri Christianto dari Exist Jakarta yang keluar sebagai tunggal putra kelompok taruna. Di final, Briliandri unggul dari Damas Mawardi Putra dari (Candra Wijaya Jayabaya). Skor pertandingan selesai dengan 19-21, 21-10, 21-6. “Saya ingin masuk pelatnas di Cipayung. Itu impian saya sejak kecil,” kata pemuda yang pada 2 Januari nanti genap berusia 17 tahun. Brili adalah kampiun Daihatsu Astec seri Bandung. Lalu ada Irgi Apprilia Hizkia Rifa Putri. Pemain jangkung kelahiran Jakarta 30 Maret 2003, yang membela PB Exist ini, tampil sebagai yang terbaik. Di final tunggal putri remaja putri, Irgi mengalahkan Gracia Ruth Tri Kusumastuti Sanyoto (Daihatsu Candra Wijaya), 21-10, 21-10. “Saya bercita-cita jadi juara dunia. Makanya saya ingin bisa masuk pelatnas,” tutur Irgi. Pada 2017 di event yang sama, Irgi juga menjadi kampiun di nomor ini. Kemudian ganda berbakat di kelompok taruna putra, Maulana Chrissandi/Viorel Joan Fernando menjadi juara. Wakil dari Jaya Raya ini, menghentikan Ali Akbar/Dimas Satria Aji (Daihatsu Candra Wijaya), 21-10, 21-17. Bakat menonjol pun diperlihatkan Hendry Leander, di tunggal anak-anak putra. Pemain binaan Djarum Kudus ini, di final mengalahkan rekan satu klub, yaitu M. Afiq Dzakwan, 18-21, 21-17, 21-12. Ketua panitia Susy Susanti mengatakan, kejuaraan yang didukung Daihatsu ini, diharapkan lahir bibit pemain potensial. Apalagi tahun ini kejuaraan ini digelar di 10 kota besar di Tanah Air. “Turnamen ini digunakan sebagai ajang pembinaan dan penyaringan atlet berbakat guna disumbangkan bagi timnas Indonesia. Semua kami lakukan untuk mengembalikan kejayaan prestasi bulutangkis Indonesia,” kata Susy yang juga Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI. Sementara Tetsuo Miura, President Director PT Astra Daihatsu Motor, mengatakan pihaknya sangat bangga turut terlibat dalam event pembinaan bulutangkis di Indonesia. Itu karena bulutangkis merupakan cabang berprestasi. “Kami berharap dari turnamen Daihatsu Astec Open ini, dapat menjaring dan memunculkan generasi baru atlet bulutangkis Indonesia yang nantinya dapat berkontribusi pada kejayaan bulutangkis nasional hingga ke kancah internasional,” kata Miura. Dan rencananya, turnamen ini mendapat perhatian PB PBSI dengan menaikkan level penyelenggaraannya. PBSI segera menaikkan level Daihatsu ASTEC Open Badminton Championship menjadi Sirkuit Nasional B, di tingkat regional dan Swasta Nasional, di Jakarta. Kenaikan status turnamen yang merupakan kolaborasi Daihatsu dengan Alan & Susy Technology (ASTEC) menjadi Sirkuit Nasional (Sirnas) B ini, berarti makin membuka peluang bagi para pemain untuk mengikuti seleksi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Event ini digelar secara serial di 10 kota besar di Indonesia yang berlangsung sejak Februari hingga Desember 2018. Penyisihan tingkat regional dilakukan di Bandung, Denpasar, Makassar, Yogyakarta, Pontianak, Batam, Padang, Banjarmasin, Manado dan berakhir di grand final di Jakarta pada 3-8 Desember. Grand final dihelat di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Antusiasme atlet mengikuti turnamen ini sangat besar dengan membukukan jumlah peserta mencapai 7.050 pemain dari 10 kota penyelenggara. Tak hanya peserta lokal, turnamen ini juga diikuti pemain dari Malaysia, Jepang, Prancis dan Inggris. Turnamen yang memasuki edisi ketiga ini dibagi menjadi tujuh kategori berdasarkan umur dari U-11, U-13, U-15, U-17, dan U-19. Selain laga, di setiap penyelenggaraan di daerah dilakukan coaching clinic yang melibatkan Susy dan Alan Budikusuma, pasangan peraih emas Olimpiade Barcelona. (Adt)

Dukung Indonesia, Komunitas Golf Filipina Galang Dana Pendidikan Lewat Turnamen

Komunitas Golf Filipina menggalang dana pendidikan lewat turnamen yang berlangsung di Senayan National Golf Club, Jakarta, Minggu (9/12). Event ini untuk menggalang dana pembangunan dan perawatan perpustakaan di Indonesia. (ilustrasi)

Jakarta- Komunitas golf Filipina siap mengikuti turnamen amal Filipino Community in Indonesia (Filcomin) Charity Golf Tournament yang berlangsung di Senayan National Golf Club, Jakarta, pada Minggu (9/12). Dilansir beritsatu.com, Turnamen ini untuk menggalang dana pembangunan dan perawatan perpustakaan di Indonesia. Asosiasi pecinta golf warga Filipina yang tinggal di Indonesia ini mendukung perkembangan pendidikan di Indonesia. Duta Besar Filipina untuk Indonesia, Lee Hiong Wee mengatakan turnamen digelar dengan format 18 hole. Ini merupakan event tahunan yang diselenggarakan sebagai wadah mempererat hubungan masyarakat Filipina dan Indonesia. Dana yang terkumpul nantinya disalurkan untuk membantu sekolah-sekolah umum di Indonesia. “Turnamen golf penggalangan dana bantuan ini menunjukkan simpati Komunitas Filipina di Indonesia, untuk komunitas lokal di Indonesia. Dana yang dikumpulkan bertujuan menghadirkan perpustakaan di sekolah-sekolah umum di Indonesia,” ujar Lee di Kantor Kedutaan Besar Filipina ketika dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (8/12). Lee mengatakan program penggalangan dana untuk membangun perpustakaan itu sudah berlangsung sejak 2013 yang juga bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan Rotary Club Indonesia dan sekretariat ASEAN. “Ini adalah turnamen golf pertama kali yang digelar Filcomin untuk menggalang dana sosial. Kami akan pertimbangkan untuk menghadirkan atlet pada penyelenggaraan tahun berikutnya karena Filipina berhasil meraih 2 medali emas pada cabang golf Asian Games 2018 lalu,” kata Lee. Presiden Asosiasi Golf Filcomin, Riche Tiblani mengatakan, 200 pegolf yang akan mengikuti turnamen di Senayan itu terdiri dari peserta pemain golf dan bukan pemain golf asal Filipina. “Dana yang akan kami kumpulkan nanti cukup untuk biaya pembangunan dan perawatan perpustakaan. Bantuannya pun tak hanya buku, namun peralatan olahraga dan peningkatan kompetisi Bahasa Inggris,” katanya tentang target dana yang akan dikumpulkan dari permainan 18 hole di Senayan itu. Tiblani mengatakan organisasinya bersama Rotary Club telah menggalang dana hingga 1,2 juta dolar yang disalurkan melalui Badan Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Dana Darurat bagi Anak-Anak (UNICEF) untuk proyek kesehatan dan pendidikan. “Kami juga turut membantu para korban bencana alam di Palu dengan membangun rumah yang juga bekerjasama dengan organisasi-organisasi internasional,” katanya. Filcomin, lanjut Tiblani, berharap hubungan masyarakat Filipina dan Indonesia akan semakin kokoh dengan penyelenggaraan turnamen golf dan penggalangan dana itu. (Adt)

Bara FC Singkirkan Malaysia, Piala Menpora Bali IFC U-15 2018 Milik Indonesia

Bara FC (merah), sukses mengikuti langkah Timnas Pelajar U-15, yang lolos ke babak final Bali International Football Championship (IFC) U-15 Piala Menpora 2018, setelah menundukkan wakil Malaysia, Felda United, dengan skor 2-0, yang berlangsung di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Jumat (7/12). (kemenpora)

Badung- Bara FC sukses mengikuti langkah Timnas Pelajar U-15 yang melaju ke babak final Bali International Football Championship (IFC) U-15 Piala Menpora 2018, setelah menundukkan wakil Malaysia Felda United dengan skor 2-0, yang berlangsung di Stadion Beji Mandala, Pecatu, Badung, Bali, Jumat (7/12). Bara FC, seperti halnya Timnas Pelajar U-15, merupakan wakil Indonesia di ajang Internasional pertama, kejuaraan bagi pesepakbola muda di Tanah Air. Sehari sebelumnya, Timnas Pelajar Indonesia U-15 lolos ke final setelah menang 3-1 dari Hubei, wakil Tiongkok pada Kamis (6/12). Meski menang, perjalanan Bara FC ke final tidak mudah. Felda yang membuat kejutan lolos ke semifinal mampu merepotkan anak asuh Bambang Warsito itu. Hingga akhirnya Muhammad Reza, mampu memecah kebutuhan pada menit 17. Itupun melalui titik pinalti. Kondisi ini bertahan hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, Bara FC meningkatkan tempo permainan. Tekanan demi tekanam terus dilakukukan terutama dari sayap. Akhirnya upaya untuk menambah gol membuahkan hasil setelah tendangan Ahmad Athallah Araihan, gagal diantisipasi oleh kiper Felda. Bara FC jadi unggul 2-0 dan bertahan hingga pertandingan usai. “Ini sesuai skenario. Lawan menyerang dari sayap dan bisa diantisipasi. Anak-anak bermain dengan tenang. Makanya kita mampu memenangkan pertandingan,” ungkap Bambang usai pertandingan. Menghadapi Timnas Pelajar U-15 di partai final pada Sabtu (8/12), Bambang mengatakan peraih predikat juara pastinya ditentukan oleh kesiapan masing-masing kesebelasan, disamping dia juga sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi tim yang diarsiteki oleh Firman Utina itu. “Timnas Pelajar U-15 punya pertahanan yang kokoh, tapi ada celah di sisi kiri, yang bisa dimanfaatkan. Namun, mereka punya striker dan gelandang yang cepat, sehingga kami harus mengantisipasi itu dan wajib mengunci dua pemain itu,” tegas Bambang. Dalam kesempatan terpisah, Firman mengatakan siap menghadapi tim yang merupakan gabungan antara pemain Badung, SKO Ragunan dan PPLP. Meski demikian, ia sebenarnya lebih suka jika lawannya di babak penentuan merupakan klub luar negeri. Karena bakal ada ilmu baru yang didapat. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengaku senang dengan terjadinya All Indonesian Final di Bali IFC U-15 Piala Menpora 2018 ini. Deputi III Kemenpora Raden Isnanta mengatakan lolosnya Timnas Pelajar dan Bara membuktikan kualitas sepakbola usia muda Indonesia sudah berlevel internasional. “Kedua tim memperlihatkan perlawanan yang tangguh ketika harus melawan klub asal Malaysia, Thailand, Filipina, Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok. Itu membuktikan kita memang bisa bersaing dengan negara-negara di Asia Tenggara, Asia dan semoga tembus level dunia yang merupakan cita-cita kami selama ini,” kata Isnanta. Turnamen yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diikuti 12 tim dari sembilan negara. Selain Timnas Pelajar dan Bara FC, tuan rumah Indonesia juga menurunkan tim Bali All Stars untuk menggantikan Timor Leste. Hanya saja tim ini gagal lolos ke babak semifinal. Sedangkan tim asing yang turun adalah Jepang (Progresso Sano FC), Cina (Hubei FA), Australia (Western Football), Korea Selatan (Busan Football Academy dan Gyeongnam Changnyeong SC), Filipina (Apuesto Bueno United FC), Thailand (Cruzeiro Academy Asia), Malaysia (Felda United FC) dan Singapura (Sporting CF SA). (Adt)

Usung Konsep Baru, Junior DBL Siap Kolaborasi Internasional di Akhir 2019

Junior DBL atau kompetisi basket pelajar tingkat SMP, yang konsisten digelar sejak 2005, bakal mengusung konsep baru pada 2019 nanti. Serta, akan melibatkan kolaborasi internasional. (DBL)

Surabaya- Konsisten digelar sejak 2005, JRBL (Junior Basketball League) dipastikan akan naik level pada 2019. Kompetisi basket pelajar tingkat SMP ini bakal mengusung konsep baru. Serta, melibatkan kolaborasi internasional. Seperti sang ‘kakak’, Honda DBL (Developmental Basketball League), yang telah diakui sebagai kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air, JRBL akan diawali dengan rebrand atau penggantian nama liga menjadi Junior DBL. Perubahan ini, sudah dirilis sejak November lalu. Pada babak penyisihan dimulai di Surabaya. Babak utama akan digelar pada Januari 2019, di DBL Arena Surabaya. Namun, masih dengan konsep lama seperti tahun sebelumnya. Sedangkan, konsep baru Junior DBL, akan diterapkan penuh pada season 2019. Menurut rencana, Junior DBL 2019 akan digelar di tujuh kota, di tujuh provinsi. Yakni, Surabaya, Jogjakarta, Solo, Bandung, Jakarta, Balikpapan, dan Denpasar. Tip-off musim baru (Junior DBL) dimulai Oktober 2019. “Banyak upgrade yang kami lakukan. Tujuannya, agar kompetisi yang melibatkan student-athlete level SMP ini (Junior DBL) membesar, seperti Honda DBL,” ujar Masany Audri, Direktur DBL Indonesia. Digelar sejak 2005 di Surabaya. Kompetisi basket tingkat pelajar SMP ini semula diputar hanya sebagai pendukung liga SMA (DBL). Lalu, pada 2015, event ini diperluas pelaksanaannya di tujuh kota dari enam provinsi di Indonesia. Lebih dari 6.000 student-athlete berpartisipasi dan melibatkan lebih dari 170.000 penonton. Seiring pertumbuhan secara spektakuler itu. DBL Indonesia selaku penyelenggara, bertekad memperbesar Junior DBL. Mengiringi bentuk model pengembangan DBL yang akhirnya dimainkan di setiap wilayah di Indonesia. Sama seperti DBL, Junior DBL nantinya, tak hanya mengakomodir passion para siswa SMP di bidang basket. Juga ada ajang lain yakni kompetisi dance, serta jurnalistik sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ini. (Pras)

Singkirkan Pembuat Kejutan, Gracia Ruth Kantongi Tiket Final Astec Open Championship 2018

Pebulutangkis tunggal remaja putri dari tim Daihatsu Candra Wijaya, Gracia Ruth Tri Kusumastuti Sanyoto (kaos biru) melaju ke final Astec Open Badminton Championship 2018. Ia menang atas Alivia Nadifah Salma (Mutiara Cardinal Bandung), rubber game, 21-14, 17-21, 22-20, di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/12). (Adt/NYSN)

Jakarta- Pertarungan ketat tersaji pada semifinal Daihatsu ASTEC Open Badminton Championship 2018, di Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/12). Tunggal remaja putri asal Daihatsu Candra Wijaya, Gracia Ruth Tri Kusumastuti Sanyoto, sukses mengantongi tiket final. Gracia menyingkirkan wakil Mutiara Cardinal Bandung, Alivia Nadifah Salma, dalam drama pertarungan melelahkan tiga gim. Melakoni laga empat besar, Gracia sempat meraih kemenangan di gim pertama dengan skor 21-14. Namun, Gracia harus menyerah di gim kedua akibat kelelahan yang membuatnya kehilangan fokus dalam bermain. Alhasil, ia harus melepas gim ini dengan skor 17-21. “Di gim kedua, capek banget, jadi nggak fokus mainnya,” ujar Gracia usai laga. Di awal gim ketiga, Gracia justru seolah sulit berkembang. Akibatnya, Salma yang membuat kejuatan usai menyingkirkan dua pemain unggulan ini, dengan mudah memundi poin demi poin. Namun, seolah tak ingin membuang kesempatan, Gracia pun berusaha fight dan ngotot. Tertinggal 17-20 dari Salma, siswi SMAN 10 Tangerang Selatan ini perlahan mengejar defisit poin. Kesalahan demi kesalahan Salma, memberi keuntungan dara kelahiran Sidoarjo, 29 Desember 2002, hingga memaksa kedudukan imbang 20-20. Dan bola pengembalian Salma yang melebar ke sisi kiri garis pertahanan Gracia, memastikan anak didik Gesti Prayitno itu mengunci laga dengan skor 22-20, sekaligus mengantongi tiket final. “Di gim ketiga, main nahan dan safe. Mikirnya harus fokus sama pertandingan. Lawan juga kewalahan kalau bolanya di cepat,” tukas Gracia. Sementara itu, Gesti mengaku bila anak didiknya tersebut tampil di bawah performa, akibat kondisi fisiknya yang menurun. “Tadi mainnya tinggal mau nahan atau nggak saja. Pelan-pelan dan sabar bisa menambah poin. Apalagi lawan juga sering mati sendiri bolanya,” terang Gesti. “Di gim terakhir, saya bilang ke dia, ayo tahan, satu-satu dulu, karena posisinya sudah ketinggalan 17-20. Lawan juga nafsu mainnya, jadi sering melakukan kesalahan sendiri,” cetusnya. Menghadap laga final, Gesti berpesan agar anak didiknya itu bermain sebaik mungkin. “Recovery fisiknya juga harus cepat, dan main all out. Seharusnya dia bisa juara, karena lawannya pernah dikalahkan saat Superliga Junior 2018 lalu,” tegas Gesti. Di final, Sabtu (8/12), Gracia akan menantang pemain unggulan tiga, Irgi Apprilla Hizkia Rifa Putri, asal PB Exist Jakarta. Irgi menghentikan lajur rekan satu klubnya, Imtiyaz Yasmin (8), rubber game, dengan skor 23-25, 21-10, 21-10, selama 59 menit. “Karena pingin banget masuk final, yang penting main bagus. Untuk besok (Sabtu, 8/12), saya akan kurangi kesalahan sendiri dan harus lebih fokus lagi,” tegas Irgi. (Adt)

Bocah Tujuh Tahun Kampiun Kelas Kadet, Qarrar Firhand Bidik Juara Gokart di Macau

Qarrar Firhand, siswa kelas 2 SD Al Azhar Pusat, Jakarta, yang akan berusia 8 tahun pada 7 Januari 2019, siap berlomba di AKOC (Asian Karting Open Championship) 2018, di Sirkuit Macau International, Macau, Sabtu-Minggu (8-9/12). (mobilinanews.com)

Jakarta- Acungan jempol layak ditujukan kepada Qarrar Firhand, pelajar kelas 2 SD Al Azhar Pusat, Jakarta. Usianya baru genap 8 tahun pada 7 Januari 2019, namun sudah menunjukkan bakat besarnya tiap balapan demi balapan, hingga menuai hasil spektakuler di akhir musim 2018. Tampil diajang ESHARK Year End Race 2018, pada Sabtu (1/12), di Sentul International Karting Circuit, Sentul, Qarraq menyabet 3 trophy kejuaraan. Yakni kampiun Kelas Kadet overall, lalu podium 2 kategori rising star Kelas Mini, dan peringkat 3 di kelas Kadet Mini. Bergabung dalam Tanada Racing Team, putra bungsu dari empat bersaudara pasangan Firhand Ali dan Aimma ini pantang menyerah. Menggeluti balap gokart sejak usia 5 tahun, Qarrar kecil bahkan harus menahan hatinya, karena diusia itu, jelas ia belum bisa mendapat izin lomba. Tapi, ambisinya begitu besar, sehingga ia tetap melakukan latihan sendiri dipandu sang ayah, hingga akhirnya mendapat izin lomba, saat berulang tahun yang ke-7, awal Januari 2018 lalu. Tahun pertama lomba, prestasi spektakuler ditoreh dengan mengunci titel Juara kelas Kadet overall di akhir musim, akhir pekan lalu. Bermodalkan prestasi itu, Qarrar pun melangkah pasti. Sejak Rabu (5/12), Qarrar bahkan sudah berada di Macau. Ia siap berlomba di ajang Kejuaraan internasional AKOC (Asian Karting Open Championship) 2018, di Sirkuit Macau International, Macau, pada Sabtu-Minggu (8-9/12). Qarrar tak main-main mempersiapkan diri. Latihan serius dilakukan, hingga ke Italia. Usai lebaran, pada Juni Lalu, selama sebulan penuh ia melakoni latihan di Sirkuit South Garda, Adria, Dan Castelletto. Dilanjutkan dua pekan berikutnya, juga berlatih di tiga sirkuit yang sama, hingga pertengahan Oktober Lalu. Tim Tanada berharap Qarrar meraih posisi terbaik di Macau. Sang Ayah, Firhand menyatakan optimisme tingi atas bungsunya Ini. “Kami serius dengan bakat dan potensi Qarrar. Selama 2018 ini, dia berlatih hingga dua kali di Italia. Kami tempa sejak awal tahun, kemampuan balapnya terus meningkat,” ungkap Firhand, pada Jumat (7/12). Tidak itu saja, proses penggemblengan untuk Qarrar akan terus berlanjut untuk musim balap tahun depan. Tercatat, ada sekitar 15 event gokart yang akan diikutinya, baik di dalam maupun luar negeri. “Bedanya, kalau tahun lalu beberapa kali ke Italia hanya bisa mengikuti sampai Free Practice (latihan bebas), tahun depan Qarrar sudah boleh mengikuti event. Karena usia minimalnya sudah memenuhi syarat,” ujar Faris Luthfi, manajer tim Tanada Racing. Di Macau, Qarrar akan bersaing ketat dengan sejumlah pembalap dunia dari Filipina, Malaysia, Cina, Jepang, Inggris, juga Amerika Serikat. Tapi, pengagum Lewis Hamilton dan ayahnya sendiri ini, menyatakan kesiapannya. “Saya siap bersaing dan melakukan yang terbaik untuk tim dan Merah Putih. Doain ya,” kata Qarrar. (Adt) Schedule Balap Qarrar Firhand di 2019 Indonesia 26-27 Januari Indonesia 23-24 Februari Singapura 3 Maret Malaysia 16-17 Maret Indonesia 30-31 Maret Singapura 14 April Italia 9 Juni Italia 23 Juni Indonesia 29 Juni Indonesia 27-28 Juli Singapura 18 Agustus Indonesia 7-8 September Italia 28-29 September Italia 5-6 Oktober Macau 7-8 Desember

Atlet Pelatnas Tampil Lesu di IOC 2018, PRSI : Perenang Junior Bisa Ancam Seniornya

Atlet renang putra gaya punggung, yang tampil dalam event 2nd Indonesia Open Aquatic Championship 2018, Stadion Akuatik GBK, Jakarta, 1-5 Desember, berpose sejenak sebelum tampil bertanding. Mereka adalah Farrel Armandio Tangkas (kiri), I Gde Siman Sudartawa dan Rick Anggawijaya. (kompas.com)

Jakarta- Perlombaan renang di 2nd Indonesia Open Aquatic Championship (IOC) 2018 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta berakhir. Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) mengantongi nama-nama perenang baru. PRSI memanfaatkan ajan ini sebagai seleksi awal perenang menuju pelatnas 2019. Hasil dari perenang yang tampil pada Sabtu (1/12) hinngga Rabu (5/12), akan segera dievaluasi. Secara garis besar, penampilan perenang pelatnas kurang sip. Sementara, nonpelatnas memberikan kejutan, yakni mengalahkan senior yang juga pelatnas. Wakil Ketua PRSI, Harlin E. Rahardjo akan mempertimbangkan atlet-atlet non pelatnas yang berprestasi masuk pelatnas 2019, kendati harus disesuaikan juga dengan limit yang ditetapkan PRSI, dilansir detik.com. “Ini banyak perenang baru. Jika juara pasti kami pertimbangkan. Tinggal limitnya disesuaikan dengan kami. Seperti Reza Bayu Prasetyo (18 tahun), dia peringkat dua tapi pantas masuk pelatnas, karena sebagai sparring atlet pelatnas, Aflah Fadlan Prawira,” kata Harlin, di Stadion Akuatik, Senayan, Rabu (5/12). Harlin mengungkapkan beberapa nama lain yang muncul, seperti Farrel Armandio Tangkas (17 tahun), peraih medali emas nomor 200 meter gaya punggung, dengan catatan waktu 2 menit 03,33 detik. Dia mengalahkan seniornya, Ricky Angga Wijaya, yang meraih medali perak 2 menit 05,46 detik. Farrel adalah perenang Jawa Barat, kelahiran Surabaya, 22 Desember 2001. Siswa SMAN 3 Bandung ini merupakan aset renang merah putih yang siap berprestasi. Pada Oktober lalu, Farrel adalah salah satu atlet Indonesia, yang tampil di Buenos Aires, Argentina, dalam event Youth Olympic Games 2018. Lalu, prestasi Reza Bayu, perenang kelahiran Bekasi 21 Februari 2000, yang berhasil mendekati Fadlan, paska membukukan waktu 16 menit 05.25 detik di nomor 1500 gaya bebas putra. Fadlan meraih emas di nomor sama, setelah menjadi yang tercepat, dengan catatan waktu 15 menit 33.96 detik. Kemudian, aksi atlet nonpelatnas asal Sumatra Utara, Muhammad Fachri Tunjung, yang jadi kampiun nomor 50 meter gaya dada, usai membukukan 28.57 detik. Dia mengalahkan atlet pelatnas, Gagarin Nathaniel Yus, yang hanya mencatatkan waktu 28,89 detik. Jauh dari catatannya saat tampil di Asian Games lalu, 28,37 detik. “Yang penting, kami membuat program latihan dan uji coba untuk SEA Games, sekaligus membuat komposisi terbaik. Teknisnya kami susun lebih dulu dari hasil peringkat pertama dan dua nasional, serta memasukkan limit yang kami tetapkan. Lalu kamu ajukan ke Kemenpora sebagai perenang pelatnas,” ujar dia. Meski sudah mengantongi nama, Harlin mengatakan, hasil ini bukan akhir dari pembentukan tim inti SEA Games 2019. Para perenang masih ditunggu dua event lainnya, yang juga sebagai event seleknas atlet, sampai mendekati proses entry by name SEA Games Manila. “April 2019, kami buat seleksi juga lewat festival akuatik. Pasti nanti komposisinya, bisa berubah lagi. Dan September masih ada seleksi lagi. Jadi memang yang betul-betul siap-lah yang berangkat. Iklim ini penting, agar atlet pelatnas tak merasa sudah aman. Mereka harus terpacu, untuk memberikan perfoma terbaik,” pungkasnya. (Adt)