Asian Youth Games 2021 Akan Diadakan di Shantou, Cina

Penandatanganan memo antara OCA dengan Pemerintahan Shantou untuk menyelenggarakan Asian Youth Games 2021 (03/03). Photo : people.cn

Asian Youth Games 2021 akan diadakan di Shantou, Cina, hal ini diumumkan saat konferensi OCA (Olympic Council of Asia) ke 38 yang diadakan di Bangkok, Thailand (3/3). Kota Shantou merupakan kota ke empat di Cina yang menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional setelah Beijing Guangzhou dan Nanjing. Saat konferensi tersebut berlangusng, Lin Yimin selaku walikota Shantou menjelaskan kekuatan dan kebudayaan kota tersebut, fasilitas olahraga, tingkat keamanan dan pengalaman sebelumnya dalam menyelenggarakan event-event besar. Setelah berdasarkan hasil diskusi diantara para pejabat OCA, Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah selaku Presiden OCA mengumumkan bahwa Shantou terpilih sebagai tuan rumah Asian Youth Games 2021. Shantou yang berlokasi di sebelah timur propinsi Guangding adalah salah satu kota perekonomian di Cina. Ajang ini bermanfaat untuk mendongkrak prekeonomian local dan dapat menumbuhkan potensi bakat-bakat baru yang bias berguna untuk kota tersebut. Kota Shantou dengan populasi sekitar 5.6 juta penduduk ini merupakan satu-satunya bidder setelah beberapa negara lain seperti Sri Lanka dan Indonesia batal menjadi tuan rumah. Asian Youth Games 2021 ini rencananya akan diadakan secara mayoritas di area Shantou University dimana jumlah atlet peserta diperkirakan mencapai 2500 orang dari 45 negara. Asian Youth Games adalah event olahraga yang memperlombakan banyak cabang olahraga dimana para pesertanya adalah para remaja mulai dari umur 14 sampai dengan 17 dari seluruh Asia. Event ini akan berlangsung selama Sembilan hari dan dinobatkan sebagai ajang olahraga remaja terbesar di Asia. Asian Youth Games sebelumnya diadakan di Nanjing, Propinsi Jiangsu, CIna 2013 lalu. Di ajang Asian Youth Games 2013 lalu, Indonesia mengirim 104 atlet untuk 13 cabang dari 16 cabang olahraga yang dipertandingkan dan menduduki peringkat 15 dengan raihan 1 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. 1 Medali Emas Ricky Anggawijaya dari cabang renang dalam nomor 100 meter Gaya Punggung Putra 2 Medali PerakRicky Anggawijaya dari cabang renang dalam nomor 200 meter Gaya Punggung Putra, Aprilia Kartina dari cabang atletik nomor 1500 meter Putri 2 Medali PerungguLorenza Monalisa Arieswaty dari cabang renang dalam nomor 200 meter Gaya Kupu-kupu Putri, Ken Ayuthaya Purnama dari cabang atletik nomor 100 meter Gawang Putri. (IHA)

Titik Terang, Perbasasi Janji Akan Bantu Dana Untuk Timnas Bisbol Putri U-15

Tim Bisbol putri akan mengikuti turnamen di Canberra.Tim Bisbol putri akan mengikuti turnamen di Canberra. (Dok.Timnnas Bisbol Putri Indonesia)

Angin sejuk bertiup ke arah Timnas Bisbol Putri yang akan berkompetisi di U-15 Australian Youth Women’s Baseball Championship 2019 di Canberra pada 15-20 April mendatang, karena Andika Monoarfa selaku Ketua Umum Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) akan mengucurkan bantuan dana bagi mereka. Realisasi bantuan dana ini disepakati setelah jajaran pimpinan Perbasasi bertemu dengan Menpora Imam Nahrawi di Kemepora senin (4/3) lalu. Tim Perbasasi menjelaskan perihal kesulitan dana yang dialami oleh Timnas Bisbol Putri U-15 tersebut untuk mengikuti turnames usia dini di Australia. Mengenai jumlah dana yang akan dikucurkan Andika enggan membeberkannya. “Sekarang ini dukungan [dana] partisipasi pemerintah dan federasi, termasuk amal soleh. Nah itu urusan kami dengan Tuhan, jangan ditanya. Karena sekali lagi, yang paling penting partisipasinya lengkap,” kata Andika kepada para awak media. “Sebenarnya tanpa kami [Perbasasi dan Kemenpora] rapat pun, mereka tetap berangkat juga. Memang biasanya federasi kalau untuk [kompetisi] anak-anak usia dini, kami menyumbang hanya jersey/pakaian tanding, bola, peralatan tanding, dan lain sebagainya lalu kami lepas secara resmi dimana ada acara cium bendera. Hanya itu, tidak ada bantuan lain,” ucapnya menambahkan. Kabar mengenai kesulitan dana ini sebelumnya sudah viral melalui social media lewat akun Instagram @baseballputri pada hari minggu (3/3) “Nah maksud adik-adik ini, mereka membuat viral dan lain sebagainya itu sekali lagi tidak ada maksud yang aneh-aneh sebenarnya. Sangat positif, mereka itu mau berangkat tapi mencari dukungan rekan-rekan yang lain dan tidak mau membebankan terlalu banyak orang tuanya. Sekarang alhamdulillah ada berita seperti itu [viral], ya alhamdulillah tidak disangka malah dibantu [Perbasasi dan Kemenpora],” ucap Andika. “Jadi memang penting sekali partisipasi dari masyarakat. Saya pribadi juga ikut bantu walau tidak besar, pengurus yang lain juga bantu, dari awal yang bentuk ini juga penasehat kami. Sekarang lengkap: partisipasi dari orang tua ada, dari federasi ada yang akan membantu kelancaran mengurus visa dan lain sebagainya, dari masyarakat, dan pemerintah,” katanya melanjutkan. Keseluruhan dana yang diperlukan untuk mengikuti turnamen ini adalah sebesar 982 Juta Rupiah, yang akan diperuntukkan untuk 22 pemain, 2 pelatih dan ofisial selama turnamen tersebut di Australia. Andika sempat menjelaskan kenapa butuh biaya yang besar untuk hal ini, karena timnas yang berangkat adalah U-15 maka selain para pemain ada pendamping atau orang tua yang akan juga berangkat ke Australia. Selain itu Timnas Putri Indonesia ini juga berhasil mengumpulkan dana hingga berita ini dibuat, sebesar Rp. 16.320.713 melalui website crowdfunding kitabisa.com. Bagi Sobat Muda yang tergerak untuk membantu silahkan menyumbang melalui website kitabisa.com tersebut.(IHA)  

Animo IJL Musim 2019 tak Terbendung, Lebih Dari 1000 Pemain Mengikuti Screening Kloter Pertama

Proses foto untuk mengumpulkan database pemain dalam screening IJL 2019 U-9 dan U-11 kloter pertama di sawangan, depok Minggu lalu (24/02/19). Foto: IJL

Indonesia Junior League (IJL) musim 2019 U-9 dan U-11 akan segera menyemarakkan kompetisi sepak bola usia dini di Indonesia. Ajang ini akan diawali dengan proses screening pemain yang dimulai di hari minggu (24/02/2019) hingga 3 Maret 2019. Proses screening hari pertama untuk kompetisi yang akan diikuti oleh 66 SSB ini dibuka dengan antusiasme yang tinggi. Tercatat lebih dari 1000 calon pemain laga IJL menyerbu lokasi screening yang terletak di Sawangan, Depok. Seperti diketahui Sawangan memang bukan tempat yang baru dikenal dalam dunia sepak bola tanah air. “Nama Sawangan sudah identik dengan Timnas Indonesia khususnya program pengembangan usia muda, setidaknya kehadiran IJL nantinya bisa memberi warna dan gairah baru lebih segar,” ujar Rezza Mahaputra Lubis yang menjabat sebagai CEO IJL. “Sebisa mungkin dari proses screening sampai kick-off kompetisi IJL 2019 bergulir, atmosfer itu yang akan kami bawa utamanya agar anak-anak bisa kenal Sawangan lebih dekat,” tambah Rezza. “Kami kan juga punya tim Elite semacam timnasnya IJL tiap musimnya, semoga dari Sawangan bibit-bibit baru akan lebih banyak bermunculan,” sambung Rezza lagi. Proses tahapan screening akan terbagi menjadi empat tahap mulai dari pengecekan data dokumen, cek gigi, sesi foto sampai validasi finger print. “Banyak dari mereka yang baru menjalani proses screening lewat sesi cek gigi, tidak jarang banyak hal lucu menghampiri. Anak-anak ini kita mereka akan disuntik,” ungkap Rezza seraya tertawa lebar. IJL tetap berlaku secara professional dalam menggelar proses screening ini, salah satunya adalah dengan konsisten menggandeng SSB sebagai mitra strategisnya dan juga menganggap serius pencatatan database pemain sebagai asset jangka panjang dunia sepak bola tanah air. “Tak lain kami ingin lebih menekankan soal profesionalisme ke teman-teman SSB, tidak gampang memang tapi setidaknya dari proses screening yang ketat akan menggambarkan pentingnya database pemain sebagai investasi jangka panjang masa depan sepak bola Indonesia. Harus dimulai sejak usia dini memang, kalau tidak sekarang ya kapan lagi,” tandas Rezza. (IHA)

Mengukir Sejarah, Indonesia Lolos Sebagai Kampiun Pada Ajang Piala AFF U-22 LG CUP 2019

Selebrasi Timnas Indonesia setelah menjuarai ajang Piala AFF U-22 2019 seusai menaklukkan Thailand 2-1 di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019). (foto : pojoksatu)

Sejarah baru dalam dunia olahraga Indonesa hari ini telah dicetak dari cabang olahraga Sepakbola, Indonesia berhasil lolos sebagai juara pada ajang Piala AFF U-22 2019 usai menaklukkan Thailand dengan hasil 2-1. Pertandingan final yang diadakan di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019) tersebut diawali dengan kondisi imbang 0-0 pada babak pertama. Walaupun Thailand sempat memimpin pada menit ke 57, tetapi tim merah putih dapat menyamakan keadaan dengan hanya dengan selisih satu menit melalui tendangan Sani Rizki yang membentur pemain bek Thailand. Pada menit ke 63, Osvaldo Haay pun tampil sebagai penentu kemenangan Indonesia dengan sundulannya setelah mendapatkan umpan tendangan bebas dari M. Luthfi Kamal. Meski dalam pertarungan sengit tersebut tim Indonesia harus kehilangan Kapten Bagas Adi Nugroho karena kartu merah, tetapi Indonesia mampu bertahan dan menuntaskan pertandingan tersebut sebagai Juara dengan hasil akhir 2-1 atas Thailand. (IHA)

Tonjolkan Kearifan Lokal, Riors Luncurkan Jersey Anyar PSIS Semarang

Perusahaan apparel asli Indonesia, Riors meluncurkan jersey anyar PSIS Semarang. Yudhi Setiawie mengatakan design jersey tersebut menonjolkan kearifan lokal Kota Semarang. (Adt/NYSN)

Jakarta– Perusahaan apparel asli Indonesia, Riors dan klub sepak bola PSIS Semarang kembali menjalin kerjasama. Sinergi kedua belah pihak yang sudah terjalin selama tiga tahun, sejak 2017, ditandai dengan peluncuran jersey anyar bagi klub berjuluk ‘Laskar Mahesa Jenar’ tersebut. Jersey yang disediakan Riors untuk PSIS Semarang dalam mengarungi kompetisi musim 2019 yakni berwarna biru (kandang) dan putih (tandang). Yudhi Setiawie, Owners Riors, mengatakan design jersey yang dikenakan klub kebanggaan warga Semarang tersebut diambil dari kearifan lokal Kota Semarang. “Untuk design jersey ini, kami ingin lebih menonjolkan kearifan lokal Kota Semarang. Selain dari segi bahan dan pola, kami juga sangat fokus pada kenyamanan serta fungsional untuk dikenakan oleh para pemain,” ujar Yudhi, di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (18/2). Dibandingkan dengan jersey sebelumnya, kali ini Riors memasang kepala Naga di bagian depan jersey berwarna biru PSIS Semarang. “Jersey ini kami konsepkan dengan matang. Kami juga perlihatkan ada wajah naga di bagian depan jersey,” lanjutnya. Dan, untuk jersey berwarna putih, ungkap Yudhi, terdapat sisik-sisik naga. “Kami ingin para pemain ini juga kuat seperti naga pada saat bertanding,” tambah Yudhi. Sedangkan untuk Jersey PSIS Semarang yang akan dikenakan untuk mengarungi Liga 1 Indonesia musim mendatang, Yudhi menjelaskan pihaknya akan merancang jersey dengan design terbaik, dengan kualitas yang terus ditingkatkan. “Menatap Liga 1 Indonesia musim 2019-2020, Riors akan merancang jersey PSIS Semarang yang pastinya jauh lebih baik dari jersey yang kami luncurkan saat ini,” cetus Yudhi. Dalam kesempatan yang sama, Yoyok Sukawi, CEO PSIS Semarang, menyebut Riors selalu memberikan kejutan kepada klub sepak bola kebanggaan warga Kota Atlas. Ia juga menyebut selama kurun waktu tiga tahun menjalin kerjasama, Riors telah menjadi bagian dan setia menemani PSIS Semarang sejak dari Liga 2 hingga Liga 1 Indonesia. “Atas dukungan maupun support yang luar biasa ini, kami ucapkan banyak terima kasih pada Riors,” cetus Yoyok. Disisi lain, Yoyok mengaku mendapatkan keuntungan lebih atas penjualan jersey resmi PSIS Semarang, dimana totalnya mencapai ribuan jersey. “Tahun kemarin kami cukup bagus penjualannya. Dan kami menargetkan penjualan tahun ini bisa lebih besar atau dua kali lipat,” tutur Yoyok. Sementara itu, salah satu skuat PSIS, Bayu menyebut dengan jersey baru ini akan dapat menambah kepercayaan diri dalam melakoni setiap pertandingan. “Dengan jersey baru ini, secara pribadi semakin menambah kepercayaan diri, dan berusaha melakukan yang terbaik dalam setiap pertandingan untuk bisa meraih kemenangan,” tukas Bayu. (Adt)

Terpilih Aklamasi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Pimpin FORKI Periode 2019-2023

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akhirnya resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) periode 2019-2023. (tribunnews.com)

Jakarta- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) periode 2019-2023. Hasil itu merupakan keputusan Kongres FORKI XV, di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, selama dua hari, atau Jumat (15/2) hingga Sabtu (16/2). Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 8 November, 55 tahun silam itu, akan melanjutkan kepemimpinan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. Hadi diusulkan oleh 26 Pengprov (Pengurus Provinsi) dan 17 perguruan anggota FORKI. Sedianya Hadi akan hadir ke Kongres XV FORKI, namun berhalangan hadir. Ia mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Semarang, Jawa Tengah. Dan rencananya Kongres XV FORKI yang semula ditutup pada Sabtu (16/2), diundur pada Minggu (17/2) pagi. Sebelumnya, usai membuka Kongres XV FORKI, Gatot menyatakan bersedia maju lagi sebagai Ketua Umum PB FORKI. Dengan syarat, ia hany bersedia jika dipilih melalui musyawarah dan mufakat. Basiruddin sebagai wakil pimpinan sidang, mengatakan kongres kali ini berlangsung lancar, dan memutuskan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Ketua Umum PB FORKI. “Beliau sebelumnya sudah setuju diusung sebagai Ketua Umum PB FORKI, sehingga Pengprov dan perguruan memberi surat rekomendasi keterpilihan Panglima TNI sebagi Ketua Umum yang baru,” ujar Basiruddin, yang juga Ketua Harian FORKI DKI Jakarta. Selanjutnya, Ketua Umum baru akan membentuk struktur kepengurusan dibantu tim formatur. “Ada formatur yang terdiri dari 4 tim, yakni 2 dari Pengprov (Pengprov DKI dan Sumatera Utara), serta 2 perguruan, yaitu KKI (Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia) dan INKANAS,” lanjutnya. “Formatur ini akan membantu Ketua Umum terpilih untuk menyusun struktur kepengurusan dalam jangka 30 hari masa kerja,” tambah Basiruddin. Sementara itu, Ellong Tjandra, Ketua Harian FORKI Sulawesi Selatan, berharap Ketua Umum yang baru dapat membawa organisasi kearah yang lebih baik serta memberikan perhatian lebih kepada pengurus daerah. “Semoga dengan kepengurusan yang baru ini, regenerasi atlet dapat berjalan dengan baik, begitu juga dengan pelatih. Selain itu, Ketua Umum yang baru bisa memberikan perhatian kepada pengurus-pengurus di daerah. Dan, kedepan prestasi FORKI harus lebih baik, bisa melebihi prestasi di Asian Games 2018,” tukas Ellong. (Adt)

Dicoret dari Timnas U-22, Nadeo Argawinata Masuk Daftar Seleksi Timnas U-23

Nadeo Argawinata (kiri) akhirnya gagal menembus skuat akhir Timnas U-22. Nama kiper Borneo FC itu tak muncul dalam tim arahan Indra Sjafri itu untuk tampil di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Alasan utamanya karena minim jam terbang interasional. (kumparan.com)

Bangkalan- Nadeo Argawinata akhirnya gagal menembus skuat akhir Timnas U-22. Nama kiper Borneo FC itu tak muncul dalam tim arahan Indra Sjafri itu untuk tampil di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Padahal, Nadeo termasuk pemain yang sejak awal mengikuti pemusatan latihan bersama Andy Setyo dkk. Kondisi ini tentu sangat berat buat kiper 187 cm. Dalam situasi ini, kiper Madura United, Muhammad Ridho Djazulie, memberi dukungan bagi Nadeo. “Saya selalu memberikan support untuk Nadeo. Selama ini, saya dekat dengan dia. Karena dia kiper muda, saya harus selalu memberikan dukungan buat dia,” kata Ridho pada Kamis (14/2). Ridho dan Nadeo pernah berada dalam satu tim di Borneo FC musim lalu. Tak heran keduanya menjalin kedekatan. Mereka selalu bergantian tampil di bawah mistar Borneo FC, saat satu dari keduanya harus membela Timnas Indonesia. Musim ini, Ridho memutuskan meninggalkan tim Pesut Etam. Namun, keduanya terus menjalin komunikasi. Terbaru, Ridho dan Nadeo saling berhadapan saat uji coba Madura United kontra Timnas U-22 di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan (12/2). “Saran saya buat dia, tetap semanagat dan bekerja keras. Masih banyak kesempatan. Selalu tetap jaga kondisi dan mulai fokus kembali membela klub,” imbuh Ridho. Nadeo akan kembali memperkuat Borneo FC yang tengah melakukan agenda pramusim. Di klub Pesut Etam, kiper kelahiran Kediri 9 Maret 1997 ini akan kembali bersaing dengan Alfonsius Kelvan dan Gianluca Padenyewu. Timnas U-22 akan mengandalkan tiga kiper dalam turnamen antarnegara ASEAN itu. Mereka adalah Muhamad Riyandi (Barito Putera), Satria Tama (Madura United), dan Awan Setho Rahardjo (Bhayangkara FC). Indra menyebut minimnya pengalaman internasional jadi alasan tercoretnya Nadeo dari skuat akhir yang bakal diboyong ke Kamboja. Diakui Indra bahwa Nadeo tersingkir karena kalah bersaing dari Riyandi. “Riyandi punya pengalaman internasional yang banyak, alasan saya itu,” kata Indra usai sesi latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Kamis sore. Tercoretnya Nadeo memang sempat memancing komentar dari warganet, mengingat kiper jebolan SSB Macan Putih Kediri itu musim lalu cukup kerap dimainkan oleh Borneo FC di Liga 1 Indonesia. Nadeo juga tampil cukup prima ketika menjaga gawang Timnas U-22 dalam laga uji coba terakhir menghadapi Madura United, meski kemasukan gol Slamet Nurcahyo lima menit jelang babak pertama usai. Indra menegaskan gol tersebut bukan menjadi alasan pencoretan Nadeo, sebab penilaiannya menyeluruh termasuk tiap sesi latihan yang diikuti. “Akumulasi semua, ada kesehatan, psikotes, sesi latihan, hingga uji coba. Dari rekapitulasi semua itu, ada yang kita pilih,” ujar Indra. Pun demikian, nama Nadeo, lanjut Indra, masuk daftar 40 pemain yang akan diseleksi kembali saat Timnas U-23 tampil di kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam pada Maret nanti. (Adiantoro)

Kolaborasi DBL-Ardiles, Luncurkan Sepatu Basket Produk Lokal yang Terjangkau

Development Basketball League (DBL) bersama Ardiles, produsen sepatu dalam negeri asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim), meluncurkan sepatu basket berkualitas, dengan harga terjangkau. Bahkan, Ardiles sudah merilis sepatu AD1, signature shoe pebasket profesional pertama di Indonesia, milik Abraham Damar Grahita (tengah). (DBL)

Jakarta- Development Basketball League (DBL) bersama Ardiles, produsen sepatu dalam negeri asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim), meluncurkan beragam sepatu basket berkualitas, dengan harga terjangkau. Terbaru, DBL-Ardiles merilis Pride2. Rilis sepatu generasi kedua seri Pride ini dilakukan di Jakarta, pada Rabu (13/2). Pride2 semakin melengkapi line-up DBL-Ardiles. Setelah kolaborasi ini juga sukses merilis sepatu AZA6 pada Desember 2018. Berlanjut dengan diluncurkannya sepatu AD1, signature shoe pebasket profesional pertama di Indonesia pada 26 Januari 2019. Hadir dengan tiga kombinasi warna, yakni hitam-kuning, merah-hitam, dan hitam-hijau, Pride2 adalah sepatu basket berkualitas, namun dengan harga terjangkau. Sepatu ini tersedia dengan ukuran 39 hingga 47, dan dijual kisaran Rp 300 ribu. “Lewat Pride2, kami ingin terus mengembangkan barisan pilihan sepatu basket berkualitas dengan harga terjangkau. Kami ingin terus mendorong industri pendukung olahraga di Indonesia. Semoga nantinya brand Indonesia bisa menjadi raja di negeri sendiri,” ujar Azrul ‘AZA’ Ananda, founder dan CEO DBL Indonesia, Rabu (13/2). Sepatu AZA6, bukan hanya diperuntukan untuk bermain basket, tapi bisa dikenakan untuk bersekolah maupun bekerja. Berbahan dasar upper pada AZA6 terbuat dari mesh yang berasal dari nilon rajut. Sehingga memberikan sirkulasi udara saat digunakan. Baik saat pertandingan maupun aktivitas lainnya Demi mendukung mobilitas yang tinggi, Megatonic Tech yang terbuat dari poly urathane membuat pijakan kaki saat melakukan drive dan pivot lebih kuat. Selain itu, hitmap dan motif alas kaki herringbone juga mempunyai fungsi untuk mendistribusikan beban yang dikeluarkan sesuai dengan kontur kaki. Dan penggunaan phylon sole untuk meminimalisir terjadinya cedera, juga menjadi keunggulan lain pada sepatu AZA6 ini, seharga Rp 428 ribu. Sedangkan AD1 adalah sepatu basket yang mengutamakan performa, khususnya pemain dengan gerakan cepat. Nama AD1 adalah akronim nama pebasket muda yang sedang melejit yakni Abraham Damar Grahita. Guard 23 tahun skuat klub Stapac Jakarta ini adalah bintang masa depan tim nasional basket Indonesia. Sederet prestasi disandangnya, berpredikat Most Improved Player IBL 2017. Pemuda asal Bangka Belitung itu juga ikut meraih gold medal pada SEABA Championship 2018. Serta Mempersembahkan medali perak di SEA Games 20 17 (Malaysia). Ia juga menjadi andalan di Asian Games 2018. DBL Indonesia dan Ardiles sudah mengembangkan AD1 selama 1,5 tahun. Bahkan, Abraham Damar sudah menjalani proses scan dan cetak kaki untuk membantu risetnya. Sepatu AD1 tersedia dalam tiga kombinasi warna. Hitam-Merah, sesuai warna khas timnya, Stapac Jakarta. Kemudian Merah-Putih, dipakai saat membela Timnas, dan Biru-Orange muda, warna khas DBL Academy. Sepatu ini dijual kisaran Rp 400 ribu. “Saya diundang ke Surabaya, tapi tidak diberi tahu untuk apa. Ketika melihat sepatu itu, saya langsung tidak bisa berkata apa-apa. Bangga, bahagia, terharu,” ungkap Abraham. Ia juga menjadi Pebasket pertama Indonesia yang memiliki signature shoe tersebut. Sementara itu, Kim Pan Seung, Direktur A1 Ardiles, menegaskan bahwa visi dan misi DBL Indonesia dan Ardiles sama. “Yakni ikut mengembangkan basket Indonesia. Ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk show off, bahwa produk lokal juga tak kalah dengan brand luar,” tukasnya. (Adiantoro)

Bocah 14 Tahun Asal Magetan, Pimpin Uji Coba Balapan Asia Talent Cup 2019 di Sepang

Pebalap muda Indonesia, Mohammad Adenanta Putra (14 tahun), tampil gemilang dalam uji coba di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Uji coba yang berlangsung setelah tes pramusim MotoGP itu merupakan persiapan jelang Asia Talent Cup 2019. (otomotifzone.com)

Kuala Lumpur- Pebalap muda Indonesia, Mohammad Adenanta Putra, tampil gemilang dalam uji coba di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Uji coba setelah tes pramusim MotoGP itu, merupakan persiapan jelang Asia Talent Cup 2019. Dalam uji coba itu, Adenanta menjadi pembalap tercepat dalam hasil kombinasi. Remaja kelahiran Magetan, 21 April 2004 itu berhasil mencatatkan waktu putaran lebih cepat 0,5 detik dari pembalap Jepang, Sho Nishimura, di posisi kedua. Mencetak catatan waktu 2 menit 16,293 detik pada sesi kedua, Minggu (10/2), ia sekaligus memecahkan rekor lap miliknya sendiri. Sebelumnya saat hari pertama, Sabtu (9/2), Adenanta membukukan 2 menit 16,737 detik. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh rekan senegara Sho Nishimura, Takuma Matsuyama, yang lebih lambat 0,016 detik. “Tahun lalu, saya belum menunjukan kemampuan secara maksimal. Cedera pada tangan dan sejumlah balapan harus berakhir di gravel, membuat penampilan saya kurang mengilap sepanjang 2018,” ucap Adenanta mengomentari penampilan keduanya di Asia Talent Cup. “Tahun ini saatnya pembuktian. Saya berusaha sebaik mungkin untuk tambil baik. Apalagi, AHM memberi kesempatan saya fokus hanya di kejuaraan ATC,” ujarmya lagi. Hasil positif tersebut tentunya bisa menjadi modal bagus untuk siswa kelas 8 SMPN 2 Parang, Magetan, yang akrab disapa Keceng, jelang musim berlangsung. Berdasarkan jadwal, seri pertama Asia Talent Cup 2019, dimulai di Sirkuit Losail, Qatar, pada 8-10 Maret mendatang. Indonesia memiliki lima pembalap muda yang tampil pada Asia Talent Cup 2019. Selain Keceng, empat pembalap lainnya adalah Afridza Syach Munandar, Muhammad Hildhan Kusuma, Herjun Atna Firdaus, dan Abdul Gofar Mutaqim. Tahun lalu, Mario Suryo Aji, jadi pebalap Indonesia yang gemilang di ajang Asia Talent Cup 2018. Pemuda kelahiran 16 Maret 2004 ini mengakhiri 2018 di peringkat kelima dengan torehan tiga kali podium dan satu kemenangan. Pada 2019, Mario yang juga berasal dar Magetan, tampil pada ajang CEV Moto3 Junior World Championship. (Adiantoro)

Pengurus Periode 2018-2022 Terbentuk, PGI Pimpinan Muchdi Pr Gencarkan Jumlah Turnamen

Ketua Umum PB PGI Muchdi Purwoprandjono mengukuhkan Pengurus PGI Periode 2018-2022, di Jakarta Golf Club, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Senin (11/2). Muchdi siap memperjuangkan golf berprestasi di pentas internasional. (Adt/NYSN)

Jakarta- Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Golf Indonesia (PGI) Muchdi Purwoprandjono (Pr) mengukuhkan kepengurusan PGI periode 2018-2022, di Jakarta Golf Club, Rawamangun, Jakarta Timur (Jaktim), pada Senin (11/2). Dengan pengukuhan ini, Muchdi Pr siap menahkodai organisasi serta memperjuangkan golf Indonesia agar lebih berprestasi di dunia internasional. Max Sopacua, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB PGI, mengatakan PB PGI pimpinan Muchdi Pr akan menggencarkan turnamen, guna meningkatkan prestasi para pegolf Indonesia. “Di kepengurusan ini, kami manfaatkan kondisi atlet yang ada dari hasil evaluasi selama ini. Jadi pengurus PB PGI yang sekarang lebih banyak menggelar kompetisi bagi para atlet dari berbagai aspek, apakah atlet itu sudah masuk ranking atas atau bawah,” ujar Max, di Jakarta Golf Club, Rawamangun, Jaktim, Senin (11/2). Max menegaskan turnamen itu tak hanya digelar di Jakarta, namun juga di berbagai daerah. “Kami akan lebih banyak memfasilitasi semua atlet untuk berada di lapangan mengikuti berbagai turnamen,” lanjutnya. Tak hanya itu, Max menambahkan target terbesar kepengurusan PB PGI periode 2018-2022 adalah mensejajarkan prestasi Indonesia dengan negara-negara, seperti Thailand, Korea, dan Jepang. “Target ini akan selalu jadi obsesi bagi PGI periode ini. Selain itu, PB PGI pimpinan Muchdi Pr akan meneruskan yang sudah baik di kepimpinan terdahulu dan memperbaiki kelemahan serta kekurangan yang dikeluhkan Pengurus Provinsi (Pengprov) PGI di masa kepemimpinanan yang lalu,” jelasnya. Namun, lanjut Max, pencapaian target besar PGI tak akan terealisasl tanpa dukungan Pengprov PGI yang merupakan fondasi utama menopang kinerja PB PGI. Diungkapkannya, eksistensi organisasi golf amatir nasional tak akan berarti, jika tak mampu menjalin hubungan baik dengan organisasi golf amatir daerah. Untuk itu, Max menegaskan PB PGl pimpinan Muchdi Pr lebih banyak menjemput bola ke daerah. “Jika sebelumnya PB PGI hanya menunggu hasil dari Pengprov, kali ini PB PGI pimpinan Muchdi Pr akan lebih giat untuk mendatangi Pengprov-Pengprov agar bisa bekerja sama dalam meningkatkan prestasi golf di daerah-daerah,” cetusnya. (Adiantoro)

Apresiasi Timnas Pertahankan Tiket Group I Piala Fed, PP Pelti : Modal Positif ke SEA Games 2019

Tim nasional (Timnas) Piala Fed Indonesia sukses mempertahankan tiket di group I Asia Oceania. Torehan itu didapat setelah Aldila Sutjiadi Cs menaklukan Tim Thailand dengan skor 2-1, di Astana, Kazakhstan, pekan lalu. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim nasional (Timnas) Piala Fed Indonesia sukses mempertahankan tiket di group I Asia Oceania. Torehan itu didapat setelah Aldila Sutjiadi Cs menaklukan Tim Thailand dengan skor 2-1, di Astana, Kazakhstan, pekan lalu. Rildo Ananda Anwar, Ketua Umum PP (Pengurus Pusat) Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti), mengapresiasi hasil positif ini. “Kami sangat mengapresiasi keberhasilan yang sudah ditorehkan para atlet kami di Asia Oceania,” ujar Anwar, di Sekretariat Pelti Senayan, Jakarta, Senin (11/2). Dijelaskannya, torehan positif ini akan menjadi modal berharga menghadapi pesta multievent terbesar di Asia Tenggara, pada akhir tahun nanti. “Ini tentu akan menjadi modal kami untuk menuju ajang SEA Games 2019 yang akan digelar di Filipina nanti,” lanjutnya. Lebih lanjut, Anwar menerangkan hasil yang diraih Tim Piala Fed Indonesia kali ini dapat dikatakan mengalami kemajuan. Sebab, ungkapnya, pada tahun sebelumnya skuat Indonesia meraih hasil yang kurang konsisten. “Selama ini posisi Tim Fed Cup selalu pasang-surut. Tapi, kali ini mereka stabil di Grup 1,” cetus Anwar. Ia menegaskan Tim Piala Fed Indonesia yang terdiri dari Beatrix Gumulya, Aldila Sutjiadi, Jessy Rompies, dan Deria Nur Halizq, didampingi Dedy Tedjamukti (Pelatih) itu akan dipertahankan dalam ajang SEA Games 2019 Filipina. “Tim ini akan dipertahankan, selama seleksi junior belum masuk ke level mereka. Tapi, untuk SEA Games 2019, kami akan akomodir 60 persen junior dan 40 senior,” tutur Anwar. Sementara itu, Aldila mengatakan, hasil positif mempertahankan posisi untuk tetap berada di Group I tidaklah mudah. Apalagi, lawan yang dihadapi memiliki peringkat di atas para pemain Indonesia. “Di Piala Fed ini, semua lawan kami, seperti Korea, Cina dan Thailand memiliki ranking di atas kami. Bahkan, di Group I itu, kami adalah underdog,” tukas peraih medali emas tenis ganda campuran Asian Games 2018 bersama Christopher Rungkat. Menurut Aldila, selama ini performa dirinya dan kolega kerap naik turun, sehingga untuk tetap berada di Group I sangat sulit. “Akhirnya kami bisa tetap bertahan dan tahun depan masih berada di Group I,” pungkas dara kelahiran Jakarta, 2 Mei 1995. (Adiantoro)

Tunggu Saddil dan Osvaldo, Indra Sjafri Masih Enggan Coret Pemain Timnas U-22

Bek Timnas U-22 sekaligus kapten, Andy Setyo (2/merah), tengah berduel dengan tim Bhayangkara FC, pada laga uji coba jelang Piala AFF U-22, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2). Kedua tim akhirnya bermain imbang 2-2. (Bola.com)

Bekasi- Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri, belum memutuskan terkait pencoretan pemain. Indra berujar harus menunggu kepastian Saddil Ramdani dan Osvaldo Haay. Timnas U-22 bermain dengan skor akhir 2-2 melawan Bhayangkara FC pada uji coba di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2). “Kami sedang mendiskusikan mengenai pencoretan pemain. Saya juga sedang menunggu kepastian Saddil Ramdani dan Osvaldo Haay,” kata Indrai dalam konferensi pers seusai pertandingan. Saddil sebenarnya sudah tidak diizinkan Pahang FA untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-22. Namun, PSSI ternyata masih melobi agar bisa menggunakan jasa Saddil di Piala AFF U-22 2019. Sementara Osvaldo saat ini sedang menjalani latihan bersama klub kasta kedua Spanyol, CD Numancia. Indra masih menunggu apakah sang pemain bisa bergabung dengan timnya atau tidak. Selain itu, adanya cedera pemain membuat Indra enggan melakukan perjudian dalam pencoretan pemain. “Jadi, strategi pencoretan pemain masih harus saya pertimbangkan. Masih ada satu pemain yang cedera, yakni M. Rafli. Apakah dicoret sebelum kami ke Malang atau nanti? Mungkin besok pagi akan saya informasikan,” ujarnya. Pada pertandingan ini, Timnas U-22 sejatinya berhasil unggul 2 gol lebih dulu melalui aksi Andi Setyo dan tendangan penalti Gian Zola. Namun, begitu beberapa pemain diganti permainan Timnas menurun. Sebaliknya, Bhayangkara FC mampu bangkit dan mencetak dua gol penyeimbang melalui aksi Ilham Udin dan Mahir Radja Menurut Indra, tim pertama yang bermain pada babak pertama, memiliki kelebihan dalam serangan. Namun, permainan tim kedua yang menjadi sorotan adalah skema serangan balik yang lambat. “Tim pertama, serangannya lebih rapi dan bermain dengan position yang lebih progresif. Adapun tim kedua, kami meminta untuk bermain dengan counter attack. Namun, saat transisi counterattack-nya lambat,” tukas pelatih kelahiran 2 Februari 1963, usai pertandingan. “Saat deep-defending dan melakukan counter, mereka seharusnya bangun serangan. Tapi ini tak terjadi. Ketika deep-defending keluar dengan konvesional counterattack, seharusnya cepat. Orang pertama yang harus lihat adalah Beni Oktaviansyah, dia paling ujung, kalau tidak bisa, dia harus keluar dengan channel yang ada,” tegasnya. Selain itu, ia juga menyoroti kesalahan mendasar yang dilakukan tim kedua. Contohnya kesalahan ketika kiper sudah berniat membangun serangan, namun dua center back malah mengembalikan lagi bola. “Kiper sudah mulai serangan, tapi kedua center back mengembalikan bola ke kiper. Ini konyol. Kenapa? Ketika bola dikembalikan ke kiper, maka kiper sudah kehilangan senjata yakni tangannya. Harusnya lebih progresif ke depan. Tim yang kedua juga kurang smooth ketika keluar dari tekanan,” ucap pelatih asal Sumatra Barat itu. “Kami akan mencoba lagi pada tanggal 10 melawan Arema FC. Saya yakin Timnas Indonesia U-22 ini bisa lebih baik lagi. Saya dan tim pelatih sudah melihat apa yang harus diperbaiki kedepan,” pungkasnya. (Adt)

Bulan Juli Berlaga di Pentas Internasional, Kemenpora-BLiSPI Berangkatkan Tim Pelajar U-15 ke Portugal

Kemenpora bersinergi dengan BLiSPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia) dan sponsor akan memberangkatkan Tim Pelajar Usia (U)-15 ke Portugal, mengikuti turnamen sepak bola usia muda Iber Cup 2019, di kota Lisbon, pada 1-6 Juli. Raden Isnanta berharap skuat Garuda Muda mendapatkan pengalaman berlaga di pentas internasional. (Istimewa)

Jakarta- Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) bersinergi dengan BLiSPI (Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia) dan sponsor akan memberangkatkan Tim Pelajar Usia (U)-15 ke Portugal, mengikuti turnamen sepak bola usia muda Iber Cup 2019, di kota Lisbon, pada 1-6 Juli mendatang. Raden Isnanta, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, menyebut keberangkatan atlet pelajar ke kancah internasional akan memberikan pengalaman yang sangat luar biasa. “Kami berharap anak-anak ini memperoleh pengalaman yang luar biasa. Sebab, pengalaman internasional dari para atlet top dari ‘benua sepak bola’ merupakan sesuatu yang harus diperoleh,” ujar Isnanta, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2). Diungkapkan Isnanta, bahwa gelar juara bukan tujuan utama dari skuat Garuda Muda ini, namun pengalaman menjadi sesuatu yang lebih berharga. “Kalau juara memang bukan target tim pelajar ini. Apalagi kompetitornya memang luar biasa, karena selama ini tim terbaik Indonesia saja hanya masuk 8 besar,” lanjutnya. “Tapi dengan melawan postur tinggi dan pola pembinaan yang benar disana, harapan kami mereka bisa mendapatkan ilmu yang berharga,” tambah Isnanta. Pria Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu, menegaskan pemerintah menyiapkan generasi muda sepak bola ini untuk go internasional bukan tanpa tujuan. “Terlebih Indonesia ingin kembali menjadi “macan Asia’ untuk itu kami bersyukur anak-anak ini diperkenalkan ke pentas Eropa sejak usia dini,” terangnya. Lebih lanjut, ungkap Isnanta, dengan dana yang sangat terbatas membuat Kemenpora selama ini baru bisa memberangkatkan para atlet ke level Asia Tenggara. Sehingga, pihaknya berharap para sponsor bisa memberikan dukungan yang besar bagi kemajuan olahraga, khususnya sepak bola di usia muda. “Kekuatan dari sponsor-sponsor ini akan menjadi sumbangan yang besar untuk sekitar 18 atlet sepak bola pelajar U-15 dari 90 atlet nantinya,” tegasnya. Sementara itu, Ray Manurung, Manajer Timnas U-15, menerangkan nantinya dari 90 atlet yang terjaring akan disaring menjadi 18 pemain pada waktunya. Dan, dari 90 pemain yang terpilih, ungkap Ray, mereka akan diikutkan dalam tiga training center (TC). “TC pertama diawal April, dan Juli mendatang akan kami sampaikan TC berikutnya seperti apa. Kemungkinan TC kami gelar di Lembang (Bandung), Bali dan Jakarta,” tutur Ray. Ditambahkannya, nantinya dari TC kedua akan terbentuk paling tidak 18 pemain. Para pemain ini akan masuk pada TC ketiga, di Portugal. “Mereka akan bertanding pada 1 hingga 6 Juli 2019. Sedangkan konsekuensi TC di Portugal ini biayanya sangat tinggi, modal kami hanya yakin dan percaya saja, karena ini untuk bangsa dan negara. Jika ingin hasil ‘buah’ yang bagus, maka harus tanam bibit yang bagus pula,” tegas Ray. Sedangkan Subagja Suihan, Ketua BLiSPI, mengungkapkan pemain yang akan berangkat ke Portugal merupakan hasil kejuaraan Liga Sepak bola Pelajar U14 dan U16 Piala Menpora 2018. “Kami menunjuk Pak Ray, agar BLiSPI bisa memperoleh hasil yang terbaik dan berkualitas di Portugal. demi kepentingan sepak bola nasional,” tukas Subagja. (Adt)

Bertabur Bintang, One Pride Pro Never Quit 2019 Dihelat di Tennis Indoor Senayan

One Pride PRO Never Quit yang diselenggarakan atas kerjasama Komite Olahraga Beladiri lndonesia (KOBI), PT. Merah Putih Berkibar (MPB), dan tvOne sebagai broadcast partner, kembali meraih kesuksesan dalam menyelenggarakan laga-laga Mixed Martial Arts (MMA) terbaik di Indonesia. (Adt/NYSN)

Jakarta- One Pride PRO Never Quit yang diselenggarakan atas kerjasama Komite Olahraga Beladiri lndonesia (KOBI), PT. Merah Putih Berkibar (MPB), dan tvOne sebagai broadcast partner, kembali meraih kesuksesan dalam menyelenggarakan laga-laga Mixed Martial Arts (MMA) terbaik di Indonesia. Sepanjang 2018, One Pride telah menggelar 10 Fight Night termasuk 3 Celebrity Fight, 2 International Fight, dan lebih dari 10 Title Fight di 8 kelas berbeda, yakni kelas bulu, kelas bantam, kelas terbang, kelas ringan, kelas welter, kelas straw putra-putri, dan kelas atom, yang baru pertama kali diselenggarakan. Pada 2019 ini akan menjadi musim yang luar biasa di One Pride PRO Never Quit. Diantaranya venue One Pride Arena yang berpindah ke pusat kota, yaitu di Tennis Indoor, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Pemilihan Tennis Indoor Senayan bukan tanpa alasan. Karena dinilai dapat menjangkau pecinta MMA semakin banyak lagi, karena tempat yang lebih strategis, serta lebih luas, dan berkelas internasional. Selain itu, juga bertambahnya jumlah internasional fight. Dan, pada 2019, akan menjadi laga-laga MMA yang bertabur bintang dan pertandingan para jawara. Sebab, sebanyak 10 Fight Night akan digelar selama One Pride PRO Never Quit 2019, termasuk diantaranya adalah 3 Celebrity Fight, 5 International Fight, dan lebih dari 200 Local National Fight. Saat ini, One Pride telah menjadi brand beladiri MMA pertama dan terbesar di Indonesia. Sejak digelar pada April 2016, One Pride menjadi kompetisi MMA yang paling banyak mendapat perhatian dari masyarakat Indonesia. Bahkan, pencapaian jumlah penonton One Pride sampai dengan 2018 mencapai 76 juta orang, naik 25 juta dari tahun sebelumnya. Lebih dari itu, One Pride juga merupakan ajang beladiri satu-satunya yang menaungi lebih dari 80 persen atlet MMA di Indonesia, yang jumlahnya mencapai 500 atlet. Pada 2018, fighter putri One Pride, Linda Darrow juga menjadi atlet MMA pertama yang mendapat beasiswa. Ia mengikuti pelatihan di UFC Performance Institute, Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Langkah ini sejalan dengan cita-cita KOBI untuk meningkatkan kualitas fighter Indonesia. Anindra Ardiansyah Bakrie, Ketua Umum KOBI, mengatakan KOBI bersama PT Merah Putih Berkibar dan tvOne selalu dan akan terus berupaya untuk mengembangkan olahraga MMA (One Pride PRO Never Quit). “Sehingga ini bisa menjadi alternatif olahraga dan tempat yang tepat untuk para atlet olahraga beladiri dalam menunjukan keterampilan, keindahan, dan sportifitas dalam bertarung,” ujar Ardiansyah, di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2). “Melalui langkah-langkah yang telah ditempuh ini, KOBI dan One Pride berharap fighter-fighter Tanah Air dapat juga berlaga di event internasional, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” lanjutnya. Pada akhir pekan ini, pada Sabtu (9/2), One Pride PRO Never Quit kembali digelar, 3 sabuk juara nasional akan diperebutkan. Sang juara kelas terbang Suwardi akan ditantang petarung yang aktif di dunia gulat yaitu Erpin Syah. Ini merupakan pertemuan kedua mereka. Li,a tahun lalu Suwardi berhasil memenangkan pertarungan pada ajang turnamen submission. Laga ini akan menjadi laga yang panas karena kedua petarung mempunyai keahlian bertarung yang lengkap. Perebutan sabuk kedua adalah Title Fight kelas bulu antara juara nasional One Pride Hafid Nur Maradi kontra Laode Abdul Harris. Laga perebutan sabuk kelas bulu dipastikan berlangsung menarik, sebab kedua fighter memiliki kelebihan yang berbeda, Hafid lebih unggul bermain bawah dengan background fight BJJ. Sementara Laode lebih unggul bermain atas dengan background fight Wushu.Selanjutnya, sabuk juara kelas bantam yang sedang lowong sejak ditinggal Fajar juga akan kembah diperebutkan oleh Eko Priandono dan Sony Rizaldi. Ini merupakan ajang balas dendam Eko Priandono. Pada pertarungan pertamanya di One Pride, Sony berhasil memenangkan pertarungan dengan kemenangan angka mutlak. Sedangkan, Teguh Rahardjo, Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga pada Deputi III Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menyebut One Pride progresnya sangat luar biasa, dan makin digemari masyarakat. “Kedepan, olahraga beladiri ini harus terus kita tingkatkan. Dan kami (pemerintah) pasti akan mendukung kalau olahraga ini bisa dipertandingkan ke Olimpiade,” ungkap Teguh. Ia menilai di daerah terdapat banyak potensi besar untuk melahirkan atlet berbakat dalam olahraga beladiri ini. “Kalau semakin banyak melakukan pembinaan di daerah seluruh Indonesia, supaya nanti bisa masuk ke Olimpik,” tambahnya. Teguh berjanji pemerintah akan terus memantau serta mendorong agar olahraga ini terus berkembang. “Harapannya adalah event yang sudah digemari ini tetap dipertahankan. Ini juga memiliki manfaat yang sangat besar dalam membangun strategi Pembudayaan olahraga ini, mulai dari daerah hingga ke nasional,” tukas Teguh. (Adt)

Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 Siap Dihelat di Surabaya, Persiapan Lancar

Panitya persiapan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 yang akan dihelat di Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/2), berpose usai melakukan sesi jumpa pers. Ajang ini diharapkan berjalan lancar. Total ada 15 kategori penghargaan yang akan diberikan pada Golden Award SIWO PWI Pusat 2019. (Adt/NYSN)

Jakarta- Persiapan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 yang akan dihelat di Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/2) berjalan lancar. Ketua Panitia Penyelenggara, Firmansyah Gindho melalui Wakil Ketua, Azhari Nasution memastikan, ajang yang menjadi bagian rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2019 ini, sudah mencapai 80 persen. “Alhamdulillah. Berkat kerja keras seluruh panitia dan dukungan dari semua pihak, persiapan penyelenggaraan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 berjalan lancar. Persiapan sudah 80 persen. Dengan sisa waktu yang ada, maka persiapan rampung 100 persen,” ujar Firmansyah di Jakarta, Senin (4/2). “Yang 20 persen lagi di Surabaya. Panitia inti akan berangkat pada 5 Februari ke Surabaya. Lalu Kami akan mengadakan rapat koordinasi dengan Protokoler Pemerintah Provinsi Jawa Timur selaku tuan rumah. Apalagi, Presiden Joko Widodo juga direncanakan bakal hadir,” lanjut wartawan senior dari RRI (Radio Republik Indonesia) itu. Terkait kepastian kehadiran Presiden Jokowi dalam acara pemberian penghargaan kepada para atlet dan pelatih berprestasi serta para tokoh-tokoh yang perduli terhadap olahraga tersebut, Panpel masih menunggu konfirmasi dari pihak Istana. “Kami sudah kirim undangan resmi kepada Presiden Joko Widodo melalui Ketua TKN (Tim Kampanye Nasional), Erick Thohir dan Menpora Imam Nahrawi,” ungkap Azhari. “Melalui pesan WhatsApp yang saya terima dari Pak Imam. Undangan ke Presiden sudah disampaikan melalui Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara),” tambahnya. Sementara itu, Ketua SIWO PWI Pusat, AAGWA Ariwangsa menjelaskan, acara Golden Awards tahun ini dinilai sangat istimewa karena momentumnya disemangati sukses Indonesia sebagai tuan rumah dan pencapaian prestasi atlet Asian Games dan Asian Para Games 2018. Khusus untuk pencapaian prestasi, Indonesia menembus posisi empat besar Asian Games (AG) 2018 dengan raihan 31 medali emas, serta posisi lima besar Asian Para Games (APG) dengan torehan 37 medali emas. “Dan momentum menjadi tuan rumah Asian Games ini belum tentu terulang kembali hinggga 50 tahun ke depan,” tegas Ariwangsa. Selain teknis penyelenggaraan menyangkut protokoler maupun acara, personil Panpel di Bidang Penjurian juga telah merampungkan tugasnya untuk menyaring nama-nama atlet, pelatih dan tokoh yang dinilai layak menerima penghargaan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019. Ketua Dewan Juri Golden Award SIWO PWI Pusat 2019, TB Slamet Priyanto mengungkapkan, fase penjurian telah mengerucut. Dirinya bersama tim sudah menetapkan nominator calon penerima penghargaan kategori utama untuk umum dan disabilitas. Total ada 15 kategori penghargaan yang akan diberikan pada Golden Award SIWO PWI Pusat 2019. Antara lain, Kategori Atlet Terbaik Putra, Atlet Terbaik Putri, Pelatih Terbaik, Pembina Terbaik, Tim Terbaik, Atlet Harapan Putra, Atlet Harapan Putri, Tim Harapan, Pelatih Harapan, Pembina Harapan, Atlet Favorit Putera, Atlet Favorit Putri, Pelatih Favorit, Pembina Favorit dan Tim Favorit. Sedangkan pada disabilitas ada delapan kategori penghargaan, antara lain, Kategori Atlet Terbaik Putera, Atlet Terbaik Puteri, Pelatih Terbaik, Pembina Terbaik, Atlet Harapan Putera, Atlet Harapan Puteri, Atlet Favorit Putera dan Atlet Favorit Puteri. (Adt) Nominator calon penerima penghargaan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 di seluruh kategori untuk umum dan disabilitas: UmumKategori Atlet Terbaik Putera Nominator: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Bulutangkis), Eko Yuli Irawan (Angkat Besi) dan Hanifan Yudani Kusuma (Pencak Silat) Kategori Atlet Terbaik Puteri Nominator: Lindswell Kwok (Wushu), Defia Rosmaniar (Taekwondo) dan Aries Susanti Rahayu (Panjat Tebing) Kategori Pelatih TerbaikNominator: Herry Imam Pierngadi (Bulutangkis/Ganda Putera), Caly Setiawan (Panjat Tebing) dan Gendon Subandono (Paralayang) Kategori Pembina TerbaikNominator: Faisol Riza (Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia), Asnawi Abdul Rahman (Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia) dan Airlangga Hartarto (Ketua Umum PB Wushu Indonesia) Kategori Tim TerbaikNominator: Tim Rowing Putera Asian Games 2018, Tim Quadran Takraw Putera Asian Games dan Timnas U-16 Kategori Atlet Harapan Putera Nominator: Lalu Muhammad Zohri (Atletik), Angga Dwi Prahesta (Balap Sepeda) dan Amiruddin Bagus Khafi (Sepak Bola) Atlet Harapan PuteriNominator: Samantha Edithso (Catur), Putri Nur Vinatasari (Angkat Besi) dan Bunga Nyimas (Skateboard) Kategori Tim HarapanNominator: Tim Persib U-16 dan Tim Persib U-18 Kategori Pelatih HarapanNominator: Rosida (Pelatih Pertama Atlet Atletik, Lalu Muhammad Zohri), Fachry Husaini (Sepak Bola) dan Bambang Warsito (Pelatih Pesepakbola muda berbakat Egy Maulana Vikri) Kategori Pembina HarapanNominator: Kepala PPLP Nusa Tenggara Barat, Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Hartono dan Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia, Anindya Bakrie Kategori Atlet Favorit Putera Nominator: Jonathan Christie (Bulutangkis), Hanifan Yudani Kusuma (Pencak Silat) dan Aqsa Sutan Aswar (Jetski) Kategori Atlet Favorit PuteriNominator: Diananda Choirunnisa (Panahan), Rifda Irfanaluthfi (Senam) dan Emily Nova (Atletik) Kategori Pelatih FavoritNominator: Richard Mainaky (Bulu tangkis), Indra Sjafrie (Sepak Bola) dan Dirja Wiharja (Angkat Besi) Kategori Pembina FavoritNominator: Gatot Nurmantyo (Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia), Imam Sujarwo (Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) dan Erick Thohir (Pemilik Klub Basket Satria Muda) Kategori Tim FavoritNominator: Persija Jakarta, Tim Basket Putera Asian Games 2018 dan Tim Bulutangkis Putera Asian Games 2018 DisabilitasKategori Atlet Terbaik PuteraNominator: M Fadli (Balap Sepeda), Dheva Anrimusthi (Bulutangkis) dan Purnomo Sapto Yogo (Atletik) Kategori Atlet Terbaik PuteriNominator: Leani Ratri Oktila (Bulutangkis), Tati Karhati (Catur) dan Rica Oktavia (Atletik) Kategori Pelatih TerbaikNominator: Nur Islahuzzaman (Lawn Ball), M Nurochman (Bulutangkis) dan Waluyo (Renang) Kategori Pembina TerbaikNominator: Shenny Marbun (Ketua Umum National Paralympic Committee) Kategori Atlet Harapan PuteraNominator: Sufyan Saori (Balap Sepeda) Kategori Atlet Harapan PuteriNominator: Syuci Indriani (Renang) dan Tiarani Kharisma Evi (Atletik) Kategori Atlet Favorit Putera Nominator: M Fadli (Balap Sepeda), David Jacobs (Tenis Meja) dan Edy Suryanto (Catur) Kategori Atlet Favorit PuteriNominator: Tati Karhati (Catur), Leani Ratri Oktila (Bulutangkis) dan Suparniyati (Atletik)

Koleksi 10 Emas, Bocah 10 Tahun Asal Bali Jadi Perenang Terbaik Kejurnas Pelajar 2019

Perenang kelahiran Singaraja, Buleleng, 4 Oktober 2008, Made Bayu Artiana Putra Dhananjaya, menjadi yang terbaik Kelompok Umur (KU) IV Kejurnas Renang Antar Pelajar dan Mahasiswa Seluruh Indonesia 2019, di Kolam Renang Tirta Krida, Yogyakarta, pada 2-3 Februari. (rri.co.id)

Singaraja- Perenang asal Buleleng, Bali, Made Bayu Artiana Putra Dhananjaya, menjadi perenang terbaik Kelompok Umur (KU) IV Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Renang Antar Pelajar dan Mahasiswa Seluruh Indonesia 2019, di Kolam Renang Tirta Krida, Kompleks Akademi Angkatan Laut (AAL) Yogyakarta, pada 2-3 Februari. Perenang kelahiran Singaraja, Buleleng, 4 Oktober 2008 itu, sukses mengoleksi 10 medali emas. Bayu, sapaannya, yang turun di KU IV tampil gemilang. Ia menyabet medali emas dari 10 nomor yang diikutinya. Pada hari pertama event tersebut, perenang Mola-mola Swimming Club Buleleng itu menyapu bersih kemenangan. Masing-masing di nomor 200 meter gaya bebas, 100 meter gaya kupu-kupu, 50 meter gaya dada, 100 meter gaya punggung, dan 50 meter gaya bebas. Tren positif anak asuh Wayan Setaya itu berlanjut pada hari kedua. Bayu menjadi kampiun usai mencapai finish pertama di lima nomor berbeda. Yakni 100 meter gaya bebas, 50 meter gaya punggung, 100 meter gaya dada, 50 meter gaya kupu-kupu, dan 200 meter gaya ganti. Wayan Artanayasa, orang tua Bayu yang turut mendampingi putranya itu, menyebut penampilan Bayu sangat maksimal. Ia menegaskan hasil di Yogyakarta jadi barometer program latihan yang dijalani putranya itu. “Tak semua emas diraih dengan best time, karena Bayu selama latihan dalam masa lelah setelah mengikuti Indonesia Open 2018,” ujar Artanayasa, dikutip dari rri, Senin (4/1). Kedepan, terang Artanayasa, banyak yang harus diperbaiki dari Bayu, terutama segi fisik. “Sehingga di kejuaraan selanjutnya, catatan waktu yang ditorehkan makin tajam,” tambah Artanayasa. Berkat torehan 10 medali emas, atlet yang masih mengenyam pendidikan di SDN 3 Banjar Jawa Buleleng itu, dinobatkan sebagai atlet terbaik KU IV putra. Selain Bayu, perenang Buleleng lainnya, yakni Made Pryamanaya Satria Dewadatta Ganesha Pooja, berhasil meraih dua perak dan satu perunggu. Medali perak dari perenang klub Bina Sakti itu berasal dari nomor 200 meter gaya kupu-kupu serta 200 meter gaya punggung. Dan, medali perunggu dihasilkan dari nomor 100 meter gaya kupu-kupu. Sedangkan di tingkat mahasiswa, perenang Dewa Gede Anom Artha Tanaya, menjadi atlet terbaik putra pada Kejurnas ini. Mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) itu sukses membawa pulang tiga medali emas, yakni di nomor 100 meter gaya kupu-kupu, 100 meter gaya bebas, dan 100 meter gaya punggung. (Adt)

Eks Kiper Timnas U-16 Indonesia, Berpeluang Tembus Skuat Senior Persebaya Surabaya

Kiper Timnas U-16 Indonesia era 2018, Ernando Ari Sutaryadi (kiri), berpeluang masuk skuat Persebaya Surabaya senior musim 2019. Manajemen Persebaya akan mempromosikan sosok kiper, yang mengantarkan Timnas U-16 juara Piala AFF U-16 2018 itu. (bola.com)

Surabaya- Kiper Timnas U-16 Indonesia era 2018, Ernando Ari Sutaryadi, berpeluang masuk skuat Persebaya Surabaya senior musim 2019. Tak hanya itu, manajemen Persebaya juga berencana mempromosikan sosok kiper yang mengantarkan Timnas U-16 juara Piala AFF U-16 2018 itu. Hal ini disampaikan Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, yang berburu informasi regulasi memainkan pemain yang berkompetisi di Elite Pro Academy U-16 itu. “Nando sudah kami kontrak sebagai pemain Persebaya dan kami sedang pelajari regulasi elite pro dan senior, bagaimana koneksinya,” kata Candra dikutip Tribun Jatim, Minggu (3/2). Manajemen Bajul Ijo berharap ada regulasi yang membolehkan remaja kelahiran Semarang, 2 Februari 2002 ini bisa bermain untuk Persebaya U-16 saat Elite Pro Academy U-16 dan juga Liga 1 2019 bersama tim senior Persebaya. “Kalau bisa (bermain di Elite Pro dan Liga 1) kami akan sesuaikan dengan kebutuhan,” tambahnya. Upaya ini dilakukan oleh manajemen tak lain arahan dari pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman. Djanur membutuhkan kiper tambahan, meski sudah memiliki Miswar Syahputra dan Imam Arief Fadhillah, serta melakukan negosiasi dengan eks kiper PSMS Medan, Abdul Rohim. Jika mendapatkan persetujuan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI selaku penanggung jawab kompetisi Liga 1, bukan tidak mungkin Kiper yang merintis karir di klub SSB Bina Bakat Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah ini, bisa menembus skuat utama Persebaya. Tentu kehadiran Nando menjadi hal positif bagi Persebaya. Apalagi, pelajar kelas XII SMAN 3 Pangkalan Bun saat ini tengah ditempa bersama rekan-rekan Garuda Select di Inggris. Jadi, ketika nanti kembali ke Persebaya, Ernando telah mendapatkan bekal dari proses pelatihan tersebut. (Adt)

Tak Terkalahkan, Mahasiswa Malang Sabet Juara GACC Chess Championship 2019 di Malaysia

Mahasiswa IKIP Budi Utomo, Malang, Ervan Mohamad menyabet gelar juara di ajang 23rd GACC Inter-Varsity Chess Championship 2019, yang berlangsung di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Ia meraih 9 poin dari 9 babak yang dimainkan, dan meraih predikat pecatur tak terkalahkan. (radarmalang.id)

Malang- Pecatur Indonesia, Ervan Mohamad mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Mahasiswa IKIP Budi Utomo, Malang, memastikan diri sebagai juara pada turnamen internasional, yang digagas Federasi Catur Malaysia (MAS), dengan titel “23rd GACC Inter-Varsity Chess Championship 2019”. Dalam keterangan resminya, Ervan menjadi juara pada ajang yang diselenggarakan di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, itu meski turnamen baru berakhir pada Sabtu (2/2). “Saya sudah pasti juara, sedangkan yang lain masih berebut untuk juara 2 dan juara tim,” ujar Ervan. Menjadi jawara pada ajang internasional bukan perkara mudah. Mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) semester 3 ini harus melewati puluhan perwakilan dari luar negeri. “Lawan yang saya anggap berat adalah Thailand, serta Malaysia, yang bertindak sebagai tuan rumah,” ungkapnya. Meraih 9 poin dari 9 babak yang dimainkan, ia meraih predikat pecatur tak terkalahkan, dan sukses meraup hasil 100% kemenangan. Selain menjadi juara, penyandang gelar internasional FIDE Master dengan Elo Rating (2362), juga berhasil menambah nilai Elo Ratingnya sebanyak 8,2 point. Turnamen GACC Chess Championship 2019 diikuti oleh sejumlah perwakilan dari beberapa negara. Mulai dari India, Thailand, Sri Lanka, Indonesia serta tuan rumah Malaysia yang menurunkan banyak pecaturnya. “Saya bahagia karena dari 73 pemain yang berpartisipasi dari berbagai negara, saya berhasil meraih juara,” tuturnya. Ervan berharap kedepannya muncul mahasiswa berprestasi, terutama dari IKIP Budi Utomo. Dia pun berpesan agar mahasiswa yang lain tetap belajar dengan rajin dan maksimalkan apa yang menjadi hobi dan bakatnya. “Mahasiswa IKIP Budi Utomo juga bisa berkiprah di ajang internasional,” bebernya. Sejak awal kariernya, Ervan berulang kali membawa nama Indonesia berkiprah di ajang internasional. Ervan mengikuti turnamen pertamanya pada saat menginjak kelas IV SD, yakni Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2003 di Pamekasan. Pada event pertamanya itu, pemuda kelahiran Probolinggo, 15 Mei 1992 ini langsung menyabet medali emas. Kiprahnya berlanjut ke jenjang lebih tinggi yakni Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Mulai dari Kejurnas yang digelar di Surabaya, Karawang, Tarakan, hingga Batam. Sejak 2008, Ervan mendapatkan kepercayaan untuk mewakili negara di ajang internasional, salah satunya SEA Games 2013. Pada tahun yang sama, ia mendapat gelar FIDE Master dari federasi catur dunia, Federation Internationale des Echecs (FIDE). Sementara itu, Rektor IKIP Budi Utomo, Dr Nurcholis Sunuyeko MSi mengaku bangga dengan prestasi yang diraih mahasiswanya. Prestasi itu menunjukkan IKIP Budi Utomo memiliki reputasi di kancah internasional. “Untuk perstasi Ervan, IKIP Budi Utomo akan memberi perhargaan sebagai salah satu mahaiswa berprestasi, dengan bantuan beasiswa untuk percepatan studi, yang di berikan oleh Yayasan Ibu Khadijah Malang,” terangnya. “IKIP Budi Utomo sudah bereputasi internasional yang banyak di buktikan dari berbagai kegiatan dan pretasi internasional. Hal itu menunjukan sebuah tata kelola yang tidak saja menjamin secara internal, tapi juga transnasional,” pungkasnya. (Adt)

Juara di Bandung, Tim Softball Putri Garuda Jakarta Wakil Indonesia ke Kejuaraan Asia Pasific U-16

Tim softball putri Garuda Jakarta berhasil menjadi juara, pada kejuaraan Indonesia Little League (ILL) 2019, yang berlangsung dari 30 Januari hingga 1 Februari 2019 di lapangan Lodaya, Bandung. (Tribunnews.com)

Bandung- Tim Softball Putri Garuda Jakarta berhasil menjadi juara pada kejuaraan Indonesia Little League (ILL) yang berlangsung 30 Januari hingga 1 Februari 2019, di lapangan Lodaya, Bandung. Pada kejuaraan tersebut, Garuda Jakarta tampil dominan dengan rekor tak terkalahlan. Garuda Jakarta memang tampil digdaya pada ILL, karena mencetak 121 skor tanpa kecolongan satu angka pun di 4 laga yang mereka jalani. Deputi Softball Garuda Baseball-Softball Club, Miranti Sadono mengatakan, hasil ini adalah buah dari persiapan tim yang sangat serius demi menghadapi sejumlah kejuaraan di 2019. “Kejuaraan ILL adalah kejuaraan pembuka pada 2019 ini, dan saya sangat bersyukur dengan prestasi yang didapat. Semoga sepanjang 2019 nanti dapat menghasilkan prestasi yang lebih hebat lagi,” tutur Miranti. Miranti pun mengungkapkan Garuda Jakarta akan melakukan persiapan lebih baik lagi, demi meraih sukses di kejuaraan Little League Asia Pasifik U-16. Apalagi, mereka akan menghadapi tim-tim besar dari berbagai negara. “Tim-tim kuat dari Asia dan negara Pasifik seperti Korea, Taiwan, Filipina, Guam, dan Tiongkok diperkirakan hadir menjadi peserta kejuaraan Asia Pasifik tersebut, guna merebut tiket ke kejuaraan dunia di Amerika pada Agustus nanti. Saya dan tim pelatih akan mempersiapkan lebih matang agar mampu bersaing,” ucapnya. Sementara itu, menurut Ketua Umum Garuda Baseball-Football Club, Febrinaldy Darmansyah, ILL 2019 merupakan bagian dari kalender kejuraan yang wajib diikuti Garuda pada tahun ini. Sebagai turnamen awal, i amengungkapkan ajang ini menjadi persiapan mereka untuk mengikuti sejumlah kejuaraan. “Sebagai turnamen awal tahun, ILL berguna bagi atlet kami, sebagai pemanasan sebelum menghadapi turnamen lainnya. Kami telah menentukan bobot turnamen seperi Turnamen PONY dan turnamen lokal lain yang memiliki syarat gengsi,” jelas Febri, sapaan Febrinaldy Darmansyah, yang baru menjabat setahun namun menghasilkan banyak prestasi. Namun ia menambahkan, bahwa tidak melulu berlatih untuk memenangkan turnamen, Namun, pada hakekatnya lebih mementingkan pembangunan karakter. “Dengan katakter dan kepribadian yang baik niscaya akan mendapatkan hasil baik di mana pun mereka berkegiatan, termasuk pada olahraga softball dan baseball,” pungkas Febri. (Adt)

Timnas U-22 Hadapi Bhayangkara FC di Bekasi, Tiga Winger Terbaik Absen Piala AFF 2019

Pemain Timnas U-22, Osvaldo Haay, saat melakukan latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, pada Selasa (22/1). Gelandang 21 tahun itu dikabarkan menerima tawaran trial dari klub Segunda Division Spanyol, CD Numancia, sehingga terancam absen tampil di Piala AFF U-22 2019. (Bola.com)

Jakarta- Direktur Teknik Bhayangkara FC, Yeyen Tumena, mengungkapkan pertandingan uji coba timnya melawan Timnas U-22 digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2). Meski mengungkapkan jadwal dan tempat agenda uji coba, Yeyen belum membocorkan terkait harga dan jumlah tiket laga ini. Pertandingan melawan Timnas U-22 akan digelar di Stadion Patriot pada 6 Februari 2019 pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini bisa disaksikan umum dan kami akan jual tiket,” kata Yeyen kepada wartawan. “Kami mau koordinasi dengan PSSI. Panpelnya itu dari Bhayangkara FC, tapi perangkat pertandingan dan tanggung jawab dari PSSI,” ujar Yeyen. Melawan Bhayangkara FC merupakan agenda pertama Timnas U-22 setelah pemusatan latihan, sejak 7 Januari 2019. Laga ini digelar untuk mempersiapkan Garuda Muda tampil di Piala AFF U-22 2019. Setelah itu, Timnas U-22 kembali melakoni uji coba melawan Arema FC, pada Minggu (10/2). Sayangnya, anak asuh Indra Sjafri ini berpotensi tak diperkuat winger-winger terbaiknya, di Piala AFF 2019. Kepastian itu terjadi, usai mereka tak mendapat izin dari klubnya. Piala AFF 2019 yang berada di luar kalender FIFA, membuat klub-klub luar negeri tak berkewajiban melepas pemainnya ke Timnas Indonesia. Kabar terbaru, Pahang FA berkirim surat dengan PSSI, yang isinya dengan berat hati tak bisa meminjamkan Saddil Ramdani. Pahang FA hanya mau melepas Saddil, untuk Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, pada Maret mendatang. Langkah yang dilakukan Pahang FA, serupa dengan Lechia Gdansk. Selain karena bukan agenda FIFA, Lechia Gdansk enggan melepas Egy Maulana Vikri, karena mereka berada pada pekan-pekan krusial di Liga Polandia. Hal ini tentu saja menjadi kabar buruk buat Timnas U-22. Selain kedua nama itu, belakangan Osvaldo Haay, juga diyakini absen pada ajang Piala AFF 2019. Pemain 21 tahun itu justru menerima tawaran trial, dari klub Segunda Division Spanyol, CD Numancia. Situasi ini tentu saja membuat Indra gamang. Apalagi ketiga pemain-pemain tersebut sangat cocok dengan karakterisik permainan yang diusung arsitek asal Sumbar itu. Pelatih kelahiran 2 Februari 1963 itu pun belum memutuskan apakah mengandalkan sumber daya pemain yang ada, atau memanggil nama baru. Keputusan itu akan diambil Indra, setelah Timnas U-22 melakukan uji coba. “Indonesia punya banyak pemain. Kami akan melihat perkembangan setelah uji coba nanti,” tegas Indra. (Adt)