Maria dan Linda melaju ke semifinal Asian Boxing U19 dan U23

Linda Sari Langi M

Petinju putri tim nasional tinju Indonesia, Maria Meisita Manguntu dan Linda Sari Langi Maililin melaju ke babak semifinal Asian Boxing U19 dan U23 2026 setelah menumbangkan lawan-lawan mereka di Basket Hall, Senayan, Jakarta. “Maria dan Linda masuk ke semifinal setelah mengalahkan dari Taipei dan Uzbekistan hari ini,” kata pelatih tim nasional tinju Indonesia, Husni Ray ketika dikonfirmasi seusai pertandingan di Jakarta. Maria yang turun di kelas welter ringan putri (65 kg) berhasil mengatasi perlawanan wakil Taipei melalui kemenangan angka mayoritas. Empat juri memberikannya skor 29-27, 29-27, 29-27, 29-27, dan satu juri memberikan skor imbang 28-28. Dengan hasil itu, Maria melaju ke babak semifinal untuk menghadapi lawan dari Uzbekistan. Sedangkan, Linda berhasil mengatasi perlawanan sengit dari petinju Uzbekistan, Robiyakhon Bakhtiyorova yang berakhir dengan keputusan terbelah (split decision). Linda yang bertarung di kelas minimum putri (45-48 kg) unggul tipis dengan tiga juri memberikannya skor 29-28, sedangkan dua juru mengunggulkan Robiyakhon dengan skor 29-28. Selanjutnya, di babak semifinal yang berlangsung pada 12 Juli mendatang, Linda akan berhadapan dengan wakil dari Mongolia. Sementara itu, nasib berbeda dialami oleh rekan satu tim mereka yang berarung di hari yang sama yaitu Nurul Izzah Nuhehe yang harus mengakui keunggulan wakil Uzbekistan Khumorabonu Mamahonova dalam persaingan di kelas bulu putri (57 kg). Langkah Nurul terhenti setelah menelan kekalahan angka saat empat wasit memberikannya skor 27-30 dan satu wasit dengan 26-30. Husni mengatakan bahwa para atlet telah memberikan penampilan terbaik dalam kejuaraan bergengsi itu. Oleh sebab itu, ia berharap atlet-atlet yang melaju ke babak selanjutnya dapat menjaga performa agar bisa meraih prestasi dalam turnamen. Pada ajang Asian Boxing kali ini yang diikuti 400-an petinju terbaik dari 26 negara di Asia, tim Indonesia menerjunkan 19 atlet putra dan putri untuk bersaing di dua kategori yaitu kategori U19 sebanyak 10 atlet dan kategori U23 sembilan atlet. Sebagian besar petinju dari tim tuan rumah diisi atlet-atlet muda yang baru menjalani debut di level internasional sehingga turnamen ini menjadi kesempatan penting untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan menghadapi petinju-petinju terbaik Asia.

Anggie atasi wakil Filipina untuk melaju ke semifinal Asian Boxing

Anggie Intania Chalik

Atlet putri tim nasional tinju Indonesia, Anggie Intania Chalik mengatasi wakil Filipina, Shairylle Pores dengan kemenangan angka untuk melaju ke babak semifinal Asian Boxing U19 dan U23 2026 di Bakset Hall, Senayan, Jakarta, Kamis. Turun di kelas terbang ringan (45-48 kg), Anggie menampilkan ciri khasnya dengan manuver agresif sejak ronde pertama pertarungan yang dipimpin wasit asal Irak Moushine Souilimi. Pores memberikan perlawanan ketat, namun Anggie tetap menjaga rencana permainan untuk mendominasi melalui beberapa pukulan telak ke kepala dan tubuh lawannya. Setelah pertukaran pukulan yang berlangsung hingga akhir laga, tiga juri mengunggulkan Anggie dengan skor 30-27, 29-28, 29-28, sedangkan dua juri lainnya mengunggulkan Pores dengan 28-29 dan 28-29. Dengan kemenangan melalui keputusan terbelah (split decision) itu, Anggie melaju ke babak semifinal, membuka peluang medali bagi tim Merah Putih dalam kejuaraan bergengsi itu. Sementara itu, rekan satu tim Anggie, Fani Afnan yang bersaing di kelas terbang putri (51 kg) harus mengakui keunggulan lawannya Riko Matsushita asal Jepang. Fani menelan kekalahan telak dengan kelima juri memberikan skor 30-27 untuk Riko yang mendominasi jalannya pertarungan. Pada kejuaraan Asian Boxing kali ini yang diikuti 400-an petinju terbaik dari 26 negara di Asia, tim Indonesia menerjunkan 19 atlet putra dan putri untuk bersaing di dua kategori yaitu kategori U19 sebanyak 10 atlet dan kategori U23 sembilan atlet. Sebagian besar petinju dari tim tuan rumah diisi atlet-atlet muda yang baru menjalani debut di level internasional sehingga turnamen ini menjadi kesempatan penting untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan menghadapi petinju-petinju terbaik Asia.