Keren! Atlet Muda Indonesia Juara Dunia Angkat Besi di Meksiko

Keren! Atlet Muda Indonesia Juara Dunia Angkat Besi di Meksiko

Lifter muda Indonesia Luluk Diana Tri Wijayana merebut medali emas pada ajang IWF Youth World Championship 2022 di Leon, Guonojuoto, Mexico, Selasa (14/6) dini hari WIB. Luluk menjadi juara dunia di di nomor 49 kilogram putri. Luluk berhasil merebut medali emas dengan total angkatan 170 kg melalui angkatan snatch 75 kg dan clean & jerk 95 kg. Luluk mengalahkan lifter Polandia nama Oliwia W. Drzazga dengan total angkatan 161 kg (snatch 70 kg, clean & jerk 85 kg). Medali perunggu menjadi milik wakil tuan rumah Gonzalez J. Lopez dengan total angkatan 153 kg (snatch 68 kg, clean & jerk 85 kg). Usai merebut medali emas, lifter kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 9 Agustus 2005, itu mengaku bangga mampu memberikan prestasi tertinggi dan bertekad tampil di Olimpiade. “Saya sangat bangga dapat memberikan hasil yang terbaik untuk Indonesia pada ajang ini dan hasil ini menjadi tambahan motivasi bagi saya untuk tampil di Olimpiade ke depannya,” ucap Luluk dalam rilis resmi PABSI. Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) PB PABSI, Hadi Wihardja yang menjadi tim leader mendampingi Luluk berlaga mengatakan pihaknya terus berupaya mempersiapkan pelapis untuk tim senior. “Kami dari PB. PABSI selalu menyiapkan pelapis-pelapis untuk regenerasi seniornya. Untuk ke depannya, kami mengharapkan perhatian dari semua pihak terhadap pembinaan usia dini agar pembinaan dapat terus berkesinambungan,” ucap Hadi. “Terima kasih PB PABSI serta Pengprov Pabsi Jatim kepada semua pihak yang selalu memberikan support untuk hasil juara dunia Luluk Diana,” ujar Hadi. Kejuaraan dunia angkat besi remaja tahun ini diikuti 205 lifter remaja (115 lifter putri dan 90 lifter putra) dari 39 negara.

Kembali Terjun, Ini Target Atlet Muda Loncat Indah di Kejuaraan Budapest Hungaria 2022

Kembali Terjun, Ini Target Atlet Muda Loncat Indah di Kejuaraan Budapest Hungaria 2022

Setelah vakum hampir dua tahun dari kompetisi di tingkat internasional karena pandemi Covid-19, atlet loncat indah Jawa Timur, Gladies Lariesa Garina Haga Kore (16), akhirnya bisa berlaga lagi. Kali ini, dia berkompetisi tingkat dunia pada FINA World Championships ke-19 di Kota Budapest, Hungaria, 26 Juni – 3 Juli 2022 mendatang. Atlet peraih tiga medali emas PON Papua 2021 itu berkesempatan mengukur kemampuan di tingkat yang lebih tinggi. Ajang ini sekaligus menjadi sarana mengasah mental tanding hingga lebih siap menghadapi Olimpiade 2024 mendatang. Pelatih Loncat Indah Jatim, Ronaldy Herbintoro, mengungkapkan saat persiapan kejuaraan di Surabaya dari sisi kesiapan, salah satu atlet binaan Dispora Jatim melalui program SPOP (Sentra Pembinaan Olahraga Pelajar) ini memiliki materi loncatan yang bisa disejajarkan dengan atlet-atlet loncat indah dunia. “Hasil di PON Papua bisa jadi tolok ukur kemampuan teknik dan mental Gladies. Dengan pertimbangan itulah, kami selaku pelatih mendaftarkan Gladies pada kejuaraan dunia,” ungkap Ronaldy Herbintoro, Rabu (15/6/2022). Lebih lanjut, Ronaldy berharap, Gladies mendapatkan pengalaman berharga bisa berkompetisi dengam atlet-atlet loncat indah dunia, yang tentunya mereka sekelas atlet Olympic Games. “Dengan kesempatan ini, Gladies bisa belajar banyak dan mengukur sudah sejauh mana kamampuan teknik loncatan yang dimilikinya,” harapnya. Disisi lain dalam ajang event tersebut, Gladies bisa melampaui limit nilai untuk kualifikasi Olympic Games. “Capaian nilai ini bisa dijadikan acuan untuk mengembangkan kemampuan Gladies agar menjadi lebih baik lagi,” imbuhnya. Bahkan kesempatan besar ini tak lepas dari peran serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui KONI Jatim, kemudian dukungan dari PB PRSI dan Pengprov PRSI Jatim. “Para pemangku kepentingan sangat support terhadap langkah-langkah kami untuk mewujudkan prestasi kelas dunia, khususnya di cabor loncat indah,” ucap Ronaldy.

Gilas Nepal, Indonesia Lolos Ke Piala Asia Setelah 16 Tahun

Gilas Nepal, Indonesia Lolos Ke Piala Asia Setelah 16 Tahun

Indonesia vs Nepal tersaji pada matchday ketiga Grup A Kualifikasi Piala Asia di Jaber Al-Ahmad International Stadium, Rabu (15/6/2022) dini hari WIB. Tak tanggung-tanggung, tujuh gol disarangkan skuad Garuda ke gawang Nepal untuk mengunci tiket ke putaran final Piala Asia. Tim nasional Indonesia berhasil lolos ke Piala Asia 2023 setelah memastikan diri dalam lima runner-up terbaik. Tambahan tiga poin ini membuat Tim Garuda mengoleksi enam poin dan duduk di urutan kedua klasemen Grup A, sementara itu, Nepal menjadi juru kunci dengan setelah tak mampu menghasilkan satu poin pun. Dalam klasemen runner-up terbaik, Fachruddin Aryanto cs menempati urutan kedua setelah unggul selisih gol dari Malaysia, Thailand dan Hong Kong — dan itu membuat Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia tahun depan setelah absen lebih dari 15 tahun. Sejak awal pertandingan, pasukan Tae-yong langsung mengambil inisiatif serangan dan langsung mengancam saat pertandingan belum genap satu menit melalui Saddil Ramdani setelah melakukan umpan kombinasi dengan Dimas Drajad, namun tendangannya mengarah ke pelukan penjaga gawang Nepal, Deep Karki. Umpan Asnawi berhasil ditanduk dengan sukses oleh Dimas Drajad.#KitaGaruda #MeraihImpian #TimnasDay pic.twitter.com/8QP4DfxeMZ — PSSI (@PSSI) June 14, 2022 Pada menit kelima, Indonesia berhasil membuka pesta gol mereka di laga ini lewat Dimas. Berawal dari umpan melengkung Asnawi Mangkualam dari sisi kanan, striker Persikabo 1973 itu mencetak gol melalui sundulannya. Setelah mencetak satu gol, Indonesia semakin bersemangat untuk menambah skor. Tetapi, alih-alih menambah gol, gawang skuad Garuda justru terancam pada menit ke-13. Prince George Karki memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Pratama Arhan dan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Beruntung bola masih melambung di atas mistar. Pada menit ke-33, Nepal terpaksa bermain dengan sepuluh pemain setelah Suman Aryal mendapatkan kartu kuning kedua karena melakukan terjangan keras kepada Asnawi. Umpan cut-back dari Asnawi mampu dilesakkan dengan baik oleh Witan! ✊🏼🇮🇩 Sementara, Indonesia unggul di babak pertama.#KitaGaruda #MeraihImpian #TimnasDay pic.twitter.com/CMng20foxf — PSSI (@PSSI) June 14, 2022 Unggul sepuluh pemain membuat Indonesia semakin mengurung pertahanan Nepal. Dan dua menit sebelum paruh pertama selesai, Witan Sulaeman menggandakan keunggulan tim Garuda setelah memanfaatkan umpan tarik dari Asnawi. Skor 2-0 menutup pertandingan babak pertama. Di paruh kedua, Indonesia masih menguasai jalannya pertandingan. Our capt, Fachruddin 🔥#KitaGaruda #MeraihImpian #TimnasDay pic.twitter.com/iUKQf5PPXm — PSSI (@PSSI) June 14, 2022 Pada menit ke-53, Fachruddin mencetak gol ketiga untuk Indonesia. Berawal dari sepak pojok yang diambil oleh Marselino Ferdinan, sapuan bek Nepal yang tidak sempurna malah mengarah ke tiang jauh, dan sang kapten dengan mudah menjebloskan bola ke gawang Deep Karki. Good finishing Saddil ☄️#KitaGaruda #MeraihImpian #TimnasDay pic.twitter.com/8L2qGUz9v7 — PSSI (@PSSI) June 14, 2022 Satu menit kemudian, tim Garuda mencetak gol keempat mereka. Muhammad Rafli yang merebut bola mengirimkan umpan kepada Saddil, yang tanpa kontrol langsung melepaskan bola dengan kaki kirinya. Tendangan jarak jauh Elkan mampu menambah angka untuk Indonesia! ☄️#KitaGaruda #MeraihImpian #TimnasDay pic.twitter.com/X3NPVq9tTF — PSSI (@PSSI) June 14, 2022 Pemain naturalisasi Elkan Baggott turut mencetak gol di laga ini. Tepatnya pada menit ke-79, bek Ipswich Town itu melepaskan tembakan dari luar kotak penalti menuju sisi kanan, Deep Karki tak mampu menjangkau bola, dan Indonesia sementara unggul 5-0 atas Nepal. Tak lama kemudian, Witan mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya. Setelah kick-off dilakukan oleh Nepal, Ricky Kambuaya langsung merebut bola dan memberikan umpan terobos kepada Witan. Pemain FK Senica itu melewati satu bek Nepal sebelum mengecoh kiper Nepal Deep Karki. Tidak cukup sampai di situ. Di detik-detik akhir pertandingan, Marselino tak ingin ketinggalan untuk mencetak gol dalam pembantaian di laga ini. Gelandang muda Persebaya Surabaya tersebut melepaskan tembakan mendatar dari luar kotak penalti meneruskan umpan dari Rafli dan membuat tim Garuda unggul tujuh gol tanpa balas. Di sisa laga, tidak ada tambahan gol tercipta dan Indonesia menang dengan skor telak 7-0 atas Nepal.

Bela Indonesia di SEATTA Bangkok, Edi Natar Lepas Atlet Junior Tenis Meja Asal Riau

Bela Indonesia di SEATTA Bangkok, Edi Natar Lepas Atlet Junior Tenis Meja Asal Riau

Atlet junior asal Provinsi Riau, Muhammad Al Ghifari akan membela Indonesia dalam ajang Kejuaraan Tenis Meja Asia Tenggara (SEATTA) di Bangkok, Thailand pada 14 hingga 29 Juni 2022. Di kejuaraan ini, Al Ghifari akan membela Tim Merah-Putih bersama tujuh atlet lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi serta dukungan terhadap Muhammad Al Ghifari, Wakil Gubernur Riau, Brigjen (Purn) Edi Natar Nasution menerima kunjungan atlet muda tersebut serta melakukan pelepasan, Kamis (9/6/2022) siang. Dalam pelepasan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum PP PTMSI, Komjen Pol (Purn) Oegroseno, Sekjen PP PTMSI Dimas AP beserta rombongan, Kadispora Riau, Boby Rachmat, Asisten I Kabupaten Bengkalis Andris, Ketua Pengprov PTMSI Riau beserta jajaran serta kedua orang tua Muhammad Al Ghifari. Wakil Gubernur Riau, Edi Natar Nasution menyampaikan dirinya menerima permintaan dari Ketua Pengprov PTMSI Riau untuk jamuan Al Ghifari sekaligus pelepasan sebagai atlet tenis meja. “Meskipun ada hal yang terjadi di organisasi tenis meja saat ini, saya mengenyampingkan itu. Sebagai Wakil Gubernur Riau saya wajib memberikan motivasi kepada atlet. Ibarat dalam rumah tangga apabila ibu dan bapak bertengkar, anak tidak boleh jadi korban,” katanya disela pelepasan atlet. “Untuk anak kita Al Ghifari dalam kejuaraan nanti tetap fokus berjuang dan jangan pikirkan yang lain. Karena kami semua disini dan masyarakat Riau bahkan Indonesia akan mendukung perjuangan Al Ghifari untuk membela Merah Putih di Bangkok, Thailand,” sambung Wagub. Kadispora Riau, Boby Rachmat dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan berharap Al Ghifari dapat meraih juara pada kejuaraan tenis meja U15. “Kita mendukung Al Ghifari sampai meraih juara. Dan Al Ghifari akan langsung dimasukkan sebagai atlet mewakili Provinsi Riau pada POPNAS 2023 sebagai atlet tenis meja,” kata Boby. Ketua Umum PP PTMSI, Komjen Oegroseno mengucapkan selamat kepada Pengprov PTMSI Riau yang sudah berhasil mendidik atlet hingga lolos Seleksi Nasional (Seleknas) sampai mengirimkan atlet terbaiknya ke Bangkok, Thailand. “Itu semua adalah kerja keras serta kerja sama. Selagi kita berniat dan berusaha, tentu hasil yang baik akan diraih. Kedepannya saya akan coba melihat apakah Riau bisa dijadikan pusat Pelatnas Tenis Meja Indonesia. Meskipun saat ini wadah tenis meja masih dalam kemelut dualisme, dirinya tetap berikhtiar akan terus mengembangkan atlet-atlet. Ingat atlet tidak boleh menjadi korban dan selalu terus dibina untuk terus berkembang,” beber Oegroseno. Sementara itu diwaktu bersamaan, Ketua Pengprov PTMSI Riau Dedi Harianto Lubis mengucapkan terimakasih banyak kepada Wakil Gubernur Riau yang telah berkenan melaksanakan acara pelepasan atlet. “Kita Pengprov PTMSI Riau berharap Al Ghifari nantinya dapat menjadi juara dan terus melaju ke kejuaraan tingkat asia dan dunia. Untuk kedua orang tua Al Ghifari kami ucapkan terimakasih banyak telah mendukung selama ini. Semoga kedepannya ada Al Ghifari lainnya dari Riau mengikuti jejak Al Ghifari,” harap Dedi.

30 Persen Atlet Indonesia Peraih Medali Emas SEA Games 2021 Vietnam Berusia Dibawah 23 Tahun

30 Persen Atlet Indonesia Peraih Medali Emas SEA Games 2021 Vietnam Berusia Dibawah 23 Tahun

Kontingen Indonesia berhasil memenuhi target untuk menempati posisi ketiga pada SEA Games 2021 Vietnam. Kontingen yang dipimpin Ferry Kono sebagai Chief de Mission (CdM) ini meraih total 69 medali emas, 91 perak, dan 81 perunggu pada SEA Games 2021 Vietnam. Tidak hanya itu, dari total 69 medali emas, ternyata 30 persen di antaranya diraih atlet yang berusia masih di bawah 23 tahun ke bawah. Ferry Kono pun bangga dengan torehan atlet Merah-Putih di Vietnam. “Dari 69 medali emas yang kita dapatkan, 21 di antaranya diraih oleh atlet muda atau 30 persen,” kata Ferry Kono. “Sementara gabungan atlet senior-junior memberikan 12 medali emas atau 17 persen. Sedangkan 36 medali emas lainnya atau 52 persen diberikan atlet senior,” lanjutnya. Lelaki yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) ini mengatakan dari sisi pembinaan, NOC Indonesia bersama pemerintah memang menginginkan induk organisasi cabang olahraga (PP/PB) memberikan kesempatan kepada atlet muda. Hal ini kemudian yang menjadi dasar mayoritas yang dikirim ke SEA Games didominasi atlet-atlet muda. “Atlet termuda yang mendapatkan medali emas itu perenang Flairene Candrea Wonomiharjo, 16 tahun, yang turun di nomor 100m gaya punggung putri,” kata Ferry. “Ada juga Masniari Wolf yang tampil 50m gaya punggung putri. Dia masih berusia 17 tahun. Sama seperti pemanah Arif Dwi Pangestu yang memberikan emas di nomor recurve perorangan putra,” lanjutnya. Di sisi lain, Ferry juga bangga dengan torehan atlet senior. Seperti misalnya Eko Yuli Irawan, lifter 33 tahun yang mampu membawa pulang medali emas di kelas 61kg putra. “Eko tak lagi muda, tetapi pengalaman membuat dia dapat menyumbang medali untuk Tim Indonesia. Kombinasi senior dan atlet muda ini juga kami harapkan bisa berjalan beriringan sehingga atlet muda termotivasi dengan baik dan atlet senior kita mampu membimbing atlet muda dengan pengalaman tersebut,” ujar Ferry. “Itu bisa menjadi modal yang baik bagi Indonesia di multi event olahraga ke depan, terutama dalam merealisasikan misi lima besar dunia melalui DBON,” tambahnya. PERAIH EMAS – ATLET MUDA Kickboxing – Low kick -52kg Putri – Amanda La Loupatty (22 Tahun) Gymnastic Artistic – All-Around Putri – Rifda Irfanaluthfi (23) Gymnastic Artistic – Floor Putri – Rifda Irfanaluthfi (23) Wushu – Taolu Taijiquan Putri – Alisha Mellynar (21) Wushu – Taolu Daoshu+Gunshu Putra – Seraf Naro Siregar (21) Wushu – Sanda 48kg putri – Juanita Malay (21) Aquatic Swimming – 50m gaya punggung putri – Masniari Wolf (17) Aquatic Swimming – 100m gaya punggung putri – Flairene Candrea Wonomiharjo (16) Esports – Free Fire Team – Victor Innosensius (21), Shahih Taskhir (22), Richard William Manurung (23), Nur Ivaldi Fajar (21), Ibnu Nasir Ramdani (21) Shooting – 10m Air Rifle Putri – Mubarokah Dewa Laila (23) Shooting – 10m Air Rifle Putra – Fathur Gustafian (23) Shooting – Mixed Team Air Rifle – Citra Dewi Resti (18), Fathur Gustafian (23) Archery – Recurve Perorangan Putra – Arif Pangestu Dwi (17) Archery – Recurve Perorangan Putri – Rezza Octavia (22) Taekwondo – Kyorugi 63kg putra – M Bassam Raihan (21) Chess – Team Rapid Putri – Medina Wards Aulia (23), Ummi Fisalbillah (22) Cycling – Road Individual Time Trial Putri – Ayustina Priatna Delia (21) Fin Swimming – 100m Bi Fins – Harvey Hubert Marcelo Hutasuhut (20) Badminton – Ganda Putra – Daniel Martin (21), Leo Rollycarnando (21) Weightlifting – 73kg Putra – Rahmat Erwin Abdullah (21) Boxing – 75kg – 81kg – Maikhel Roberrd Muskita (21)

Hasil Drawing Piala AFF U-16, U-19 dan U-18 Women’s

Hasil Drawing Piala AFF U-16, U-19 dan U-18 Women’s

Indonesia mendapat kesempatan dan dipercaya untuk menjadi tuan rumah tiga turnamen sepak bola oleh AFF (Asean Football Federation). Turnamen tersebut yakni AFF U-16 Boys dan AFF U-19 Boys dan AFF U-18 Women’s. Untuk itu, undian pembagian grup dilakukan di kantor PSSI, Jakarta, Kamis (9/6). AFF U-16 Boys, akan berlangsung dari tanggal 31 Juli – 13 Agustus 2022 di Jakarta dan Bekasi. Sedangkan AFF U-19 Boys akan berlangsung dari tanggal 2 – 15 Juli 2022 di Bekasi dan Jakarta. Kemudian untuk AFF U-18 Women’s akan berlangsung dari tanggal 22 Juli – 4 Agustus 2022 di Palembang. Di AFF U-16, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura dan Filipina. Sedangkan di AFF U-19, Indonesia juga berada di Grup A bersama Myanmar, Vietnam, Thailand, Brunei Darussalam dan juga Filipina. Sementara itu untuk kejuaraan AFF U-18 Women’s, Indonesia berada di Grup A bersama dengan Vietnam, Thailand, Kamboja dan Singapura. Indonesia terakhir menjadi juara gelaran AFF U-16 di tahun 2018, ketika itu era Ernando Ari Sutaryadi, dkk dimana Fakhri Husaini menjadi pelatihnya dan Ernando tampil heroik dan menjadi man of the match dengan menepis beberapa tendangan penalti Thailand. Malaysia menjadi juara di edisi terakhir gelaran ini tahun 2019. Setelah itu turnamen ini vakum karena pandemi covid-19. Di gelaran AFF U-19, Indonesia terakhir kali merasakan gelar juara di tahun 2013, dimana era Evan Dimas, dkk dibawah asuhan pelatih Indra Sjafri yang memberikan gelar tersebut. Edisi terakhir gelaran ini tersaji di tahun 2019 dimana Vietnam keluar sebagai juaranya. Dua tahun belakangan turnamen ini juga terhenti akibat dari pandemi covid-19. Kemudian untuk gelaran AFF U-18 Women’s Indonesia belum pernah merasakan gelar juara. Thailand keluar sebagai juara pada edisi terakhir gelaran ini pada tahun 2018 dengan mengalahkan Australia. Berikut ini adalah pembagian grup AFF U-16, U-19 Boys dan AFF U-18 Women’s: AFF U-16 Boys: A: Indonesia, Vietnam, Singapura, Filipina B: Thailand, Timor Leste, Laos, Brunei Darussalam C: Malaysia, Australia, Myanmar, Kamboja AFF U-19 2022 Boys: A: Indonesia, Myanmar, Vietnam, Thailand, Brunei Darussalam, Filipina B: Malaysia, Laos, Timor Leste, Kamboja, Singapura AFF U-18 Women’s: A: Vietnam, Thailand, Kamboja, Singapura, Indonesia B: Australia, Myanmar, Malaysia, Filipina

Tim U-19 Indonesia Belajar Banyak dari Turnamen Toulon 2022

Tim U-19 Indonesia Belajar Banyak dari Turnamen Toulon 2022

Tim U-19 Indonesia dinilai mampu memetik banyak pelajaran dari pergelaran Turnamen Toulon 2022 atau yang kini bernama resmi Maurice Revello Tournament. Dalam turnamen usia muda yang berlangsung di Perancis itu, tim U-19 Indonesia bersaing di Grup B bersama Venezuela, Ghana, dan Meksiko. Tim U-19 Indonesia mengakhiri perjuangan di fase grup Turnamen Toulon 2022 dengan catatan satu kemenangan dan dua kekalahan. Skuad Garuda Muda memetik satu-satunya kemenangan kala bersua Ghana pada laga kedua fase grup, Kamis (2/6/2022). Kala itu, tim U-19 Indonesia mampu memenangi laga kontra Ghana dengan skor 1-0 berkat gol yang dicetak pemain muda Persija Jakarta, Raka Cahyana. Selain kemenangan tersebut, skuad Garuda Muda harus menelan kekalahan pada dua laga lainnya, yakni ketika bersua Venezuela (0-1) dan Meksiko (0-2). Hasil itu membuat tim U-19 Indonesia tertahan di peringkat ketiga klasemen Grup B Turnamen Toulon 2022. Ronaldo Kwateh dkk menempati peringkat ketiga dengan koleksi tiga poin dari tiga laga. Mereka unggul atas Ghana yang terpuruk di dasar klasemen. Tertahan di peringkat ketiga klasemen Grup B sekaligus membuat tim U-19 Indonesia tak bisa melanjutkan perjuangan ke babak semifinal. Kendati demikian, mereka dinilai mampu memetik banyak pelajaran selama berjuang dalam Turnamen Toulon 2022. Pelatih yang dipercaya menukangi tim U-19 Indonesia pada Turnamen Toulon 2022, Dzenan Radoncic, menilai anak-anak asuhnya telah berkembang pesat berkat pelajaran tersebut. Menurut Dzenan Radoncic, hal ini juga bisa menjadi modal berharga bagi Garuda Muda yang akan menjadi tuan rumah dalam ajang Piala Dunia U20 2023. “Sejauh ini, saya puas dengan penampilan pemain selama turnamen, dengan satu modal kemenangan atas Ghana, ini merupakan yang terbaik bagi para pemain,” kata Dzenan Radoncic, dikutip dari laman resmi PSSI. “Jadi, kami akan mempersiapkan lebih baik lagi untuk Piala Dunia U-20 nanti. Sejauh ini, mereka bekerja dengan baik. Saya senang, mereka berkembang pesat, mereka belajar banyak tentang sepak bola dunia,” ujar Dzenan Radoncic.

SBY Didedikasikan untuk Pembinaan Anak Usia Dini

SBY Didedikasikan untuk Pembinaan Anak Usia Dini

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mendukung penuh tumbuhnya atlet olahraga sepak bola yang berkualitas di Kabupaten Jayapura. Namun tentunya butuh dukungan sarana prasarana agar harapan itu bisa terwujud. Ini merupakan bentuk dukungan dari pemerintah Kabupaten Jayapura terhadap pengembangan sepak bola di Kabupaten Jayapura, sehingga menyerahkan pemanfaatan Stadion Barnabas Youwe (SBY) untuk pembinaan anak usia dini. “Stadion Barnabas Youwe ini didedikasikan untuk anak usia dini. Itu arahan langsung dari bapak bupati,” ujar Kepala Dinas Olahraga kabupaten Jayapura, Yaan Yoku kepada Cenderawasih Pos, Kamis (2/6). Oleh karena itu pihaknya sedang merancang jadwal untuk anak-anak usia dini, yang tergabung di beberapa SSB di Kabupaten Jayapura untuk bisa bertanding di stadion tersebut. “Pembinaan SSB tetap jalan di masing-masing klub. Kami hanya memfasilitasi untuk ada sparing antar SSB,” imbuhnya. Terkait rencana itu, pihaknya sudah membangun komunikasi dengan sejumlah pelatih dan dipastikan dalam waktu dekat jadwal sparing itu sudah bisa dijalankan di stadion tersebut. Pihaknya memastikan pemanfaatan lapangan itu bagi anak-anak di SSB di Kabupaten Jayapura diberikan waktu dari Hari Senin sampai Jumat. Sementara untuk Hari Sabtu dan Minggu akan dipakai untuk umum, yang kemudian didorong adanya pemasukan PAD dari pemanfaatan stadion tersebut. Di Kabupaten Jayapura sendiri sejauh ini ada sekitar 13 SSB yang sudah ada komunikasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jayapura. Ini merupakan dukungan dari pemerintah Kabupaten Jayapura untuk pengembangan talenta sepak bola muda Papua yang dibina mulai dari usia dini. Selama ini sejumlah SSB ini tetap menjalankan kegiatan berlatih dengan memanfaatkan dana atau dukungan seadanya. “Ada SSB yang mungkin dia mengalami kesulitan karena tidak ada lapangan latihan. 13 SSB yang ada ini berdasarkan data kami mereka bertahan dari semangat sendiri dan dukungan dari orang tua,” pungkasnya.

Alinskha Hanamaira Sukses Meraih Emas Wushu All Games 2021, Jadi Pertandingan Paling Berkesan

Alinskha Hanamaira Sukses Meraih Emas Wushu All Games 2021, Jadi Pertandingan Paling Berkesan

Alinskha Hanamaira atlet muda wushu Indonesia mampu melampaui prestasi kakaknya, Achmad Hulaefi yang berhasil meraih perunggu di nomor Daoshu-Gunsu putra pada Asian Games 2018. Melalui akun Instagram pribadi miliknya @alinskha, dia membagikan momen kemenangannya pada pertandingan Indonesia Wushu All Games 2021. Saat itu, adik ipar dari atlet wushu, Lindswells Kwok ini menjadi juara pertama dan mampu membawa pulang emas pada pagelaran nasional yang digelar di GBK, Senayan. Wanita yang biasa disapa Chika ini mengatakan, pertandingan itu merupakan pertandingan yang paling berkesan dalam hidupnya. “Itu adalah kejuaraan pertama kali aku mendapatkan gold medal selama ikut pertandingan. Dari kecil aku belum pernah dapat gold medal,” katanya ketika ditemui di gedung iNews, belum lama ini. Tak hanya itu, dia juga mengaku kerap mendapat medali perunggu dan perak dalam setiap pertandingan. “Aku selalu dapat perak dan perunggu. Tapi baru tahun 2021 kemarin, aku akhirnya dapat gold medal pertama untuk kejuaraan nasional,” ujarnya. Atlet muda ini juga punya target-target yang ingin dicapai untuk kedepannya. Chika akan mengikuti seleksi PON (Pekan Olahraga Nasional) nantinya. “Kalau masuk seleksi PON, ikut pertandingan PON dulu, abis itu mungkin kalau menang, InsyaAllah lanjut ke Sea Games biasanya gitu,” ucapnya. Dia juga memiliki wishlist target yang membuatnya makin semangat dengan seni bela diri ini. “Pasti target-targetnya menang di ajang-ajang internasional, itu wishlist-ku. Dan kalau itu sudah tercapai, aku udah bersyukur banget dan mungkin akan memutuskan pensiun,” ujar Chika. Biodata Nama: Alinskha Hanamaira Panggilan: Chika Lahir: Jakarta, 5 November 2001 Pendidikan: Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Sasana: Yayasan Inti Bayangan Pelatih: Achmad Hulaefi, Rizki, dan Ahmad Rifai Idola: Zhao Hua (Tiongkok) dan Achmad Hualefi Prestasi: – 2 Perak Kejurnas Wushu Bangka Belitung 2019 – 1 Perak, 1 Perunggu Kejurnas Wushu Yogyakarta 2018

Jhezekel Jason Wakili Indonesia di Bangkok

Jhezekel Jason Wakili Indonesia di Bangkok

Prestasi membanggakan diukir petenis meja junior Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Jhezekel Jason Christian. Petenis 13 tahun itu jadi salah satu atlet yang akan mewakili Indonesia di ajang Seatta Table Tennis Championships U-15 di Bangkok, Thailand, 17-22 Juni mendatang. Keberhasilan Jason itu didapat setelah dirinya lolos dalam seleksi nasional (Seleknas) kelompok umur 15 tahun di Kudus, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Atas prestasi itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ memberikan apresiasi berupa penghargaan dan uang saku kepada petenis muda asal Kota Jogja itu. Ketua Umum (Ketum) KONI DIJ, Djoko Pekik Irianto mengatakan, prestasi yang dicatatkan Jason di Seleknas sangat membanggakan. Dari banyak atlet muda yang ikut seleksi, wakil DIJ sukses menempati peringkat tiga bersama (empat besar). “Harapannya Jason bisa mengibarkan bendera Merah-Putih di Thailand. Bahkan kalau bisa, jangan hanya mengibarkan bendera, tapi memperdengarkan lagu Indonesia Raya di luar negeri. Artinya, bisa jadi juara, kalau bendera kan bisa peringkat dua atau tiga,” ujarnya di sela acara di ruang rapat KONI DIJ kemarin sore (3/6). Dalam kesempatan tersebut, Djoko mengucapkan rasa terima kasih yang besar kepada Pengda PTMSI DIJ. Menurutnya PTMSI DIJ sukses melakukan pembinaan kepada atlet-atletnya. Itu dibuktikan dengan keberhasilan Jason menembus Seleknas dan masuk tim Indonesia. Sementara itu, Ketum Pengda PTMSI DIJ Bagiya Rakhmadi menuturkan, keberhasilan Jason merupakan kebanggaan dan keberhasilan PTMSI DIJ dalam memenuhi janji ke Ketum PTMSI untuk melahirkan atlet berkualitas. Sebab, kali terakhir DIJ mewakilkan atlet ke nasional yakni pada 2009. “Dan, baru 2022 ini kami kembali mampu mengirimkan lagi,” terangnya. Sementara itu Jason yang didampingi kedua orang tuanya, Andy Kristiyanto dan Yessy Wijaya sangat bangga dan senang bisa mewakili Indonesia di ajang tersebut. Dia pun berjanji akan bekerja lebih keras dan siap memberikan yang terbaik untuk Merah-Putih. “Impian saya bisa masuk tim Indonesia sejak kelas 6 SD, tapi tertunda dan akhirnya masuk saat sudah kelas 1 SMP. Saya bertekad meraih hasil terbaik dan meraih medali emas,” tegas anak pertama dari tiga bersaudara itu.

Pegolf Muda Indonesia Juara LLD International Amateur Championship 2022

Pegolf Muda Indonesia Juara LLD International Amateur Championship 2022

Kabar baik datang dari pegolf muda Indonesia, Elaine Widjaja, yang baru saja menyabet trofi juara di ajang LLD International Amateur Championship 2022. Pegolf belia asal Jawa Tengah tersebut memastikan diri sebagai pemenang Girl Division di Golf Resort Singapura pada Rabu (1/6/2022). Elaine mengalahkan para pesaing kuat dari berbagai negara di Asia seperti Thailand, Malaysia, Myanmar, Filipina, Australia, Hong Kong, Jepang, India, dan tuan rumah Singapura. Kemenangan tersebut disambut kegembiraan yang luar biasa oleh Elaine yang saat ini baru berusia 16 tahun tersebut. “Saya sangat bersyukur dapat mengakhiri bulan yang ketat ini dengan kemenangan,” tulis Elaine di Instagram @elaine.wgolf sehari setelah kemenangannya. “Terima kasih kepada para panitia dan sukarelawan yang telah menggelar kejuaraan luar biasa ini. Saya bisa berjumpa dengan banyak orang luar biasa dan berjumpa teman (baru).” Setelah kemenangan di Singapura, Elaine bertekad meningkatkan kemampuan bermainnya. “Saya sangat antusias untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjadi pribadi yang lebih baik secara fisik maupun mental,” ujarnya. Sebelum juara LLD International Amateur Championship 2022, Elaine tampil sebagai satu dari tiga pegolf putri muda Indonesia di ajang Queen Sirikit Cup 2022 di Singapura. Sayangnya, Elaine dan kolega hanya mampu peringkat dua terbawah dari 14 negara yang tampil.

Tim Astara U-12 Siap Berlaga di Korea Selatan

Tim Astara U-12 Siap Berlaga di Korea Selatan

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, melepas 13 atlet tim Akademi Sepakbola Nusantara (Astara) U-12 Kabupaten Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (1/6/2022). Tim tersebut siap berlaga mewakili Indonesia pada Son Heung Min International U-12 Friendship Soccer Competition di Gangwon Korea Selatan (Korsel), 7-12 Juni 2022. Kustini menyampaikan selamat kepada atlet muda yang akan berangkat mewakili Indonesia di Korea Selatan. Kustini sangat bangga mengingat pada usia dini, tim Astara U-12 ini mampu tampil di tingkat internasional. Kustini berharap tim Astara U-12 dapat tampil sebaik mungkin dan mengharumkan nama Indonesia serta Kabupaten Sleman. “Saya berharap tim Astara U-12 dapat tampil maksimal dan tetap junjung tinggi komitmen dan sportivitas ketika berlaga,” kata dia. Ketua Askab PSSI Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan, menjelaskan pihaknya telah melakukan seleksi dan diperoleh 13 pemain yang akan didampingi 3 ofisial tergabung dalam tim sepakbola Astara Sleman. Dari 13 atlet yang berangkat, 10 di antaranya berasal dari Sleman. “Kami memohon doa restu sekaligus berpamitan kepada Bupati Sleman untuk dapat berlaga di Korea Selatan dan membawa prestasi untuk Indonesia dan Sleman,” kata Wahyudi.

Ini Keuntungan Indonesia Jika Menjadi Tuan Rumah Dua Event Basket Dunia Menurut Menpora

Ini Keuntungan Indonesia Jika Menjadi Tuan Rumah Dua Event Basket Dunia Menurut Menpora

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali mengungkapkan sejumlah keuntungan yang didapatkan Indonesia saat menjadi tuan rumah kegiatan olahraga bertaraf internasional, yakni FIFA World Cup U-20 dan FIBA World Cup 2023. Rencanannya, tahun 2023 Indonesia akan menjadi tuan rumah FIFA World Cup U-20 untuk sepakbola, FIBA World Cup untuk Bola basket, dan World Beach Games serta event olahraga lainnya. Hal ini disampaikan Menpora Amali saat melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI, di Ruang Komisi X, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/6). Menurut Menpora Amali, dirinya telah diberi keluasaan oleh Presiden Joko Widodo untuk mengambil sebanyak mungkin kesempatan menjadi tuan rumah event olahraga internasional. Namun demikian, dirinya tidak asal menerima tawaran menjadi tuan rumah sebab ada ukuran-ukuran yang menjadi standar salah satunya dampak atau benefitnya terhadap Indonesia. “Kita akan ambil (menjadi tuan rumah), kalau event yang punya dampak benar-benar terhadap pengembangan prestasi. Kemudian pertumbuhan ekonomi dan tentu tentang diplomasi internasional. Jadi ada standar-standar yang akan dijadikan sebagai ukuran dari kami menerima atau tidak menerima tawaran tuan rumah,” ungkapnya. Sementara itu, terkait FIFA World Cup U-20, Indonesia menjadi tuan rumah karena memenangkan bidding dan mengalahkan negara lainnya yang tradisi sepak bola lebih kuat dari Indonesia. Apa yang sudah dicantumkan di dalam tambahan ini adalah yang sudah dikomitkan, misalnya FIFA World Cup U 20, kita menang karena itu bidding, dan kita memenangkan negara-negara yang tradisi sepak bolanya harusnya lebih kuat dari kita. “FIFA memberikan kesempatan kepada Indonesia karena satu-satunya peserta yang presidennya mengirim surat itu adalah Indonesia. Jadi kita ikut bidding dan kita menang, Presiden FIFA sangat menghargai karena Pak Jokowi mengirim surat langsung dan itu menjadi pertimbangan,” bebernya. Menurut Menpora Amali, dengan Indonesia menjadi tuan rumah maka akan berdampak tehadap prestasi dan ekonomi. Dia pun mencontohkan Korea yang pada tahun 2002 menjadi tuan rumah FIFA World Cup 2022 (tim senior) bersama Jepang prestasinya langsung naik dan ekonominya meningkat luar biasa. “Jadi dampak-dampak yang dihasilkan dari. Kita menjadi tuan rumah itu sangat besar,” katanya. Terkait pembiayaan FIFA World Cup U-20, Menpora Amali menegaskan bahwa FIFA tidak ingin kegiatannya itu dibiayai satu rupiah pun dari Indonesia. Menurutnya, FIFA memang mengeluarkan anggaran untuk mulai dari urusan pengangkutan bus, hotel, dan lainnya. Sementara, anggaran yang diajukan Kemenpora dalam penambahan anggaran murni untuk renovasi stadion dan persiapan lainnya. “Jadi benar semua itu dibiayai (FIFA) tetapi bukan berarti karena semua dibiayai kemudian kita tidak mengeluarkan apa-apa. Tetap ada yang harus kita keluarkan sebagai tuan rumah, kalau FIBA bahkan ada hosting fee dan lain sebagainya,” katanya. Menpora Amali mengatakan, event-event internasional yang Indonesia tuan rumah 2023 tetap akan digelar karena sudah menjadi komitmen pemerintah. Meskipun anggaran sebesar Rp.3.041.450.000.000 yang diajukan Kemenpora sebagai tambahan anggaran tidak masuk dalam pagu indikatif. “Jadi ini (tuan rumah sejumlah event internasional) sesuatu yang pasti yang sudah dikomitkan oleh pemerintah, oleh negara tetapi belum dicantumkan dalam pagu indikatif maka kami cantumkan di dalam tambahan anggaran. Jadi usulan tambahan ini bukan sesuatu yang belum pasti dan belum dikomitkan oleh pemerintah. Jadi Insya Allah pasti akan terjadi dan bahkan FIFA itu langsung bapak Presiden yang menulis surat,” katanya.

Kemenangan Perdana Garuda Nusantara di Toulon Cup 2022

Kemenangan Perdana Garuda Nusantara di Toulon Cup 2022

Tim U-19 Indonesia sukses meraih kemenangan pada laga kedua Toulon Cup 2022. Garuda Nusantara menang 1-0 atas Ghana di Stade Jules-Ladoumegue, Vitrolles, Kamis (2/6). Pada babak pertama kedua tim bermain imbang 0-0. Namun di babak kedua, Indonesia membuka keunggulan menjadi 1-0 pada menit ke-58 lewat gol Raka Cahyana. Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan berakhir. Dengan kemenangan ini, Indonesia kmengumpulkan tiga poin dari dua pertandingan. Ronaldo Kwateh dan kawan-kawan menempati peringkat ketiga klasemen sementara Grup B Toulon Cup 2022. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengapresiasi kemenangan perdana Tim U-19 Indonesia di ajang ini. Ia menyebut kemenangan sangat berharga untuk menambah kepercayaan diri pemain di laga selanjutnya. “Alhamdulillah hari ini anak-anak U-19 Indonesia mampu meraih kemenangan melawan Ghana. Tim lawan bukan tim yang sembarangan dan ini menjadi modal yang bagus untuk kami menghadapi laga selanjutnya melawan Meksiko,” kata Iriawan. “Kami berharap pemain terus bekerja keras dan meningkatkan kemampuan selama di Prancis. Apalagi tim ini dipersiapan untuk Piala Dunia U-20 tahun depan yang notabene Indonesia menjadi tuan rumah,” tambahnya. Seperti diketahui, pada turnamen ini, pelatih Bima Sakti menjadi nahkoda Garuda Nusantara. Hal ini karena pelatih Shin Tae-yong memimpin Timnas Indonesia pada ajang FIFA Match Day melawan Bangladesh dan Kualifikasi Piala Asia 2023 di Kuwait. Jadi tidak mungkin dalam waktu bersamaan dua tim ini dipegang Shin Tae-yong. Indonesia selanjutnya akan menghadapi Meksiko di tempat yang sama sekaligus pertandingan ketiga pada Minggu (5/6). Bila kembali meraih kemenangan, Garuda Nusantara akan melenggang ke babak selanjutnya.

Atlet Binaan Akademi Marcus Gideon akan Wakili Indonesia di Turkey Junior Championship 2022

Atlet Binaan Akademi Marcus Gideon akan Wakili Indonesia di Turkey Junior Championship 2022

Kabar gembira datang untuk bulu tangkis Indonesia. Atlet binaan akademi Marcus Gideon yakni Indihome Gideon Badminton Academy (IGBA) akan mewakili Indonesia di Turkey Junior Championship 2022. Indonesia akan diwakili dua atlet dari nomor tunggal putra dan putri di Turkey Junior Championship 2022. Mereka adalah Muhammad Ibrahimnauvic R. Sopyan dan Ardini Cantika Putri yang berasal dari Gideon Badminton Academy (IGBA). Kepastian itu didapat setelah Muhammad Ibrahimnauvic R. Sopyan dan Ardini Cantika Putri menjadi juara pada The Second Pulau Intan Home Tournament Single Junior U-17 South Jakarta Region 2022. Turnamen bulu tangkis yang digelar pada 21 dan 22 Mei 2022 itu diikuti oleh atlet dan klub bulu tangkis yang ada di Jakarta Selatan. Turnamen tersebut dijadikan ajang seleksi untuk mengirimkan atlet yang akan mewakili Indonesia di Turkey Junior Championship 2022. Atlet yang meraih gelar juara akan dikirim untuk mewakili Indonesia pada turnamen bergengsi tersebut. Selain Muhammad Ibrahimnauvic R. Sopyan, ada dua atlet lain Indihome Gideon Badminton Academy (IGBA) yang meraih prestasi. Mereka adalah Kevin F Santoso yang meraih peringkat tiga dari nomor tunggal putra dan Malyaraisa Andaradigdo yang meraih peringkat keempat dari nomor tunggal putri. Turkey Junior Championship 2022 akan digelar pada Oktober mendatang. Ajang ini diprediksi akan melahirkan bakat-bakat baru di dunia bulu tangkis. Sementara itu, untuk tahun ini kalender kejuaraan resmi sudah berlangsung dan berjalan sesuai agenda dari PBSI. Para atlet IndiHome Giedon Badminton Academy (IGBA) akan mengikuti kejuaraan untuk meraih podium juara di tingkat Nasional. Namun, perjuangan para atlet IGBA tak akan mudah. Mereka akan bersaing dengan klub besar di seluruh Indonesia Akademi milik Marcus Gideon yaitu IndiHome Giedon Badminton Academy (IGBA) mengalami perkembangan yang signifikan. Untuk menempa atletnya menjadi profesional dan berkualitas, IGBA mendatangkan pelatih elite. Legenda bulu tangkis Indonesia, Pia Zebadiah Bernadet menjadi satu di antaranya. Pia mulai bertugas di IGBA sejak April 2022. Selain itu, ada pula nama beken bulu tangkis yang menjadi mentor di akademi tersebut. Sebut saja Irfan Fadhilah, Kurniahu Gideon, Muhammad Ali Mu’min, Gusti Ali, Muhammad Rizky, dan Ricky Pehong.

PP PTMSI Pastikan Kirim Atlet U-15 dan Junior Berprestasi Berlaga di Dua Kejuaraan

PP PTMSI Pastikan Kirim Atlet U-15 dan Junior Berprestasi Berlaga di Dua Kejuaraan

Cabang olahraga (cabor) Tenis Meja Indonesia dipastikan mengikuti South East Asian Junior Cadet Training Camp dan The 26th South East Asia Junior Cadet Championships (SEAJCTTC) 2022. Ajang bergengsi yang lebih besar dari Kejuaraan Tenis Meja pada Sea Games Vietnam 2022, akan berlangsung dari tanggal 14 – 22 Juni 2022 di Bangkok Thailand. Pada Sea Games di Vietnam 2022 kemarin, ajang laga ini hanya diikuti oleh 7 (tujuh) Negara. Kejuaraan SEAJCTTC 2022 ini lebih berkelas karena diikuti oleh Atlet dari 10 negara di Asean. Ketua Umum PP PTMSI, Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Oegroseno, S.H. mengatakan, ada sebanyak 8 (delapan) Atlet Tenis Meja Indonesia utusan PP PTMSI, terdiri dari 4 (empat) Atlet Tenis Meja Putra dan 4 (empat) Atlet Putri Tenis Meja Indonesia, yang akan dikirim untuk berlaga dalam ajang Tenis Meja bergengsi The 26th SEAJCTTC di Bangkok Thailand. Sebanyak 8 Atlet Junior tersebut adalah para atlet yang sudah dipersiapkan untuk bertanding di Sea Games 31st Vietnam 2021 bulan Mei 2022 tapi tidak diberangkatkan oleh Menpora RI. “Meski tidak pernah mendapatkan dukungan dari pemerintah, delapan atlet itu tetap kita kirim mewakili Bangsa Indonesia dalam ajang bergengsi, yang lebih besar dari laga di Sea Games 2021 kemarin. Kita optimistis bisa berhasil Meraih Medali dalam ajang Tenis Meja berkelas ini,” ujar Oegroseno kepada wartawan, Selasa (31/5/2022). Mantan Wakapolri periode 2013 – 2014 ini menambahkan, para Atlet Tenis Meja Nasional itu akan diberangkatkan setelah sebelumnya PP PTMSI sukses melaksanakan seleksi nasional Atlet-Atlet Tenis Meja U-15 di PTM Sukun Kudus selama 2 hari, yang dilaksanakan pada tanggal 28-29 Mei 2022. “Ada 4 atlet Putra dan 4 atlet Putri Tenis Meja U-15 dari 34 provinsi telah lolos seleksi ketat secara nasional. Mereka yang akan diberangkatkan itu atas nama M. Alghifari (Riau), M. Naufal (Jawa Barat), Rasya M (Jawa Timur), Jason (DIY), Faiza Zahra (Jawa Tengah), Citra Rasmi (Bali), Janelle (DKI), Adisty F (Jawa Tengah),” jelasnya. Seperti diketahui, kejuaraan the 26th SEAJCTTC 2022 ini akan diikuti oleh para Atlet dari 10 Negara ASEAN karena Negara Timor Leste tidak memberangkatkan atletnya. Selain Atlet U-15, PP PTMSI juga mengirim 4 (empat) Atlet Putra dan 4 (empat) Atlet Putri Junior untuk mengikuti Kejuaraan the 26th SEAJCTTC 2022. “Total Atlet Cadet dan Junior yang berangkat ke Bangkok Thailand adalah 16 atlet yang akan dipimpin langsung oleh seorang Manager dan 2 orang Pelatih. Seluruh anggaran untuk keberangkatan kalangan Atlet ini akan dibiayai secara Mandiri oleh PP PTMSI,” tegas Oegroseno. Selain Kejuaraan SEAJCTTC 2022, 4 Atlet Putra dan 4 Atlet Putri juga akan mengikuti Kejuaraan The 12th South East Asian Table Tennis Championships 2022 yang akan berlangsung dari tanggal 23 -28 Juni 2022 dalam rangka memperebutkan tiket kejuaraan dunia tenis meja (WTTC) di South Afrika 2023. “Kita optimis dapat lolos mengikuti kejuaraan tenis meja (WTTC) di South Africa,” pungkasnya.

Perenang Muda Probolinggo Sabet 6 Emas Piala Walikota Surabaya

Perenang Muda Probolinggo Sabet 6 Emas Piala Walikota Surabaya

Perenang muda asal Kabupaten Probolinggo, Almira Balqis Azizi Alfladea, meraih prestasi membanggakan dalam Piala Walikota Surabaya tahun 2022. Dalam kejuaraan yang dilaksanakan di kolam renang Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur, Sabtu (28/5/2022) dan Minggu (28/5/2022), Almira mendapatkan 6 medali emas, dua perunggu dan satu perak. Karena raihan prestasi itu, perenang binaan Pengkab PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) Kabupaten Probolinggo tersebut meraih gelar perenang putri terbaik Kategori Usia (KU) III. Ketua Pengkab PRSI Probolinggo, A’at Kadono mengapresiasi raihan prestasi Almira. Menurutnya, hal ini dapat menjadi modal untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang akan digelar di Kabupaten Jember pada Juni 2022 mendatang. Menurutnya, piala Walikota Surabaya ini merupakan sebuah TC (Training Center) atau pemusatan latihan dalam rangka persiapan atlit yang akan mengikuti Porprov 2022 di Jember. “Dengan ini semakin optimis untuk bisa mencuri medali,” paparnya, Selasa (31/5/2022). A’at menjelaskan, pada dasarnya ada dua atlet renang yang dikirim oleh Pengkab PRSI Probolinggo dalam ajang Piala Wali Kota Surabaya tersebut. Satunya adalah Chalista, yang mampu meraih medali 1 perak dan 3 perunggu. “Harapannya menang saat ajang regional Jawa Timur,” kata A’at. Sementara, Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo, Sugeng Nufindarko turut mengapresiasi prestasi yang diraih oleh para atlet renang. Ia turut berharap atlet asal Kabupaten Probolinggo bisa meraih medali di Porprov nanti. “Semoga sukses lagi di kejuaraan lainnya,” harap Sugeng.

Tim U-19 Indonesia Akui Keunggulan Venezuela di Toulon Cup 2022

Tim U-19 Indonesia Akui Keunggulan Venezuela di Toulon Cup 2022

Tim U-19 Indonesia harus mengakui kekalahan tipis 0-1 dari Venezuela pada pertandingan pertama Indonesia di Grup B turnamen Toulon Cup 2022 di Stade de Lattre de Tassigney, Aubagne, pada Senin (30/5). Gol sematawayang Venezuela dicetak Daniel Perez pada menit ke-69. Pertandingan ini juga merupakan awal kiprah skuad Garuda Muda di turnamen Toulon Cup 2022. Mengenai permainan timnya, pelatih Dženan Radončić merasa tidak kecewa. “Tak ada keraguan lagi, kami membuka permainan dengan baik, kami mengontrol permainan, kami menguasai lapangan tengah, kami menahan serangan lawan dari berbagai arah, itu adalah termasuk misi kita kali ini,” ujarnya. “Akan tetapi kami belum bisa cetak gol, itu karena mereka tim yang bagus, dengan pemain yang bagus juga. Kadang kita hilang konsentrasi, dan kami kebobolan dengan mudah,” tambahnya. “Namun saya tidak menyesali hal itu, anak-anak sudah menunjukkan permainan terbaik mereka, saya senang berada disini, kami telah menunjukkan bahwa kami dari Asia Tenggara pun bisa bermain sepak bola dengan baik,” ujarnya. Dirinya pun mengatakan kalau ikut ambil bagian dalam turnamen ini sangat bagus untuk memberikan kesempatan pengalaman pertandingan Internasional bagi para pemainnya. “Saya pikir kami bisa mengambil banyak pelajaran di turnamen ini, apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 nanti,” kata Dženan. Sementara itu menurut Ronaldo Kwateh yang sempat beberapa kali merepotkan barisan belakang pemain lawan, mengatakan, “Pertama kami tentu sedikit kecewa dengan hasil ini, tapi kami akan lebih bermain bagus lagi di pertandingan berikutnya. Meski ada beberapa peluang yang saya ciptakan, saya kurang puas dengan itu, namun saya akan lebih baik lagi. Saya senang dengan adanya turnamen ini. Tentu ini akan menambah pengalaman bertanding kami,” tuturnya. Laga selanjutnya, Tim U-19 Indonesia akan menghadapi Ghana U-19 pada Kamis (2/6). “Persiapan melawan Ghana, saat Anda bertemu tim kuat seperti Ghana, dengan pemainnya yang tinggi dan fisik kuat, saya berharap anak-anak bisa tetap memainkan bola bawah. Itu juga yang kita mainkan sebelumnya (melawan Venezuela). Saya pikir akan sama saat lawan Ghana. Kami akan coba tetap berdekatan, kompak, tetap konsentrasi penuh sepanjang pertandingan, dengan begitu, kami akan mendapatkan hasil yang bagus,” tutup Dženan.

4 Atlet Muda yang Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia, Indonesia Sumbang Satu Nama

4 Atlet Muda yang Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia, Indonesia Sumbang Satu Nama

Majalah ternama dunia, Forbes kembali merilis daftar anak muda yang masuk ke kategori 30 under 30 Asia. Orang yang masuk ke dalam daftar ini merupakan anak-anak muda hebat yang mampu membuat terobosan meski usianya masih di bawah 30 tahun. Dalam daftar ini terdapat 30 nama anak muda yang memiliki kehebatan dalam dunia masing-masing. Dan yang lebih membanggakan ada beberapa nama orang Indonesia di dalamnya. Prilly Latuconsina dan Apriyani menjadi anak muda Indonesia yang kali ini masuk dalam daftar 30 Under 30 Asia. Mereka masuk ke dalam kategori Entertainment and Sports sesuai dengan pekerjaan masing-masing. Namun rupanya Apriyani bukan satu-satunya atlet yang masuk ke daftar Forbes 30 under 30 Asia, lho. Selain Apriyani Rahayu, berikut sederet atlet yang masuk ke daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2022. Apriyani Rahayu Pebulu tangkis berusia 23 tahun itu masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 berkat pencapaiannya yang luar biasa. Seperti kita tahu, di usianya yang masih muda, Apriyani berhasil meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama partnernya, Greysia Polii. Loh Kean Yew Apriyani bukan satu-satunya pebulu tangkis yang masuk dalam daftar bergengsi tersebut. Ada juga tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew. Keberhasilan Loh Kean Yew juara dunia pada 2021 lalu di sektor tunggal putra menjadi torehan yang disorot Forbes. An San Atlet selanjutnya yang juga masuk ke dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia adalah atlet panahan asal Korea Selatan, An San. Seperti kita tahu, atlet panahan asal Korea Selatan berhasil meraih 3 medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 di usianua yang baru 21 tahun. Tak heran jika ia masuk ke dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia ya. Kanoa Igarashi Dan yang terakhir ada peselancar asal Jepang, Kanoa Igarashi. Peselancar blasteran Jepang-Amerika memang mendapat perhatian masyarakat dunia saat ia berhasil meraih perak pada Olimpiade Tokyo 2020 lalu. Apalagi saat meraihnya, usianya juga baru 24 tahun.

Rio Waida, Satu-satunya Atlet Indonesia Pada Kompetisi Selancar Dunia Banyuwangi 2022

Kompetisi selancar Dunia atau World Surf League (WSL) 2022 Championship Tour (CT) mulai diselenggarakan dengan 36 peserta dari berbagai negara, Sabtu (28/5/2022). Kompetisi dibagi menjadi dua, yakni Roxy Pro G-Land untuk 12 peserta perempuan, dan Quiksilver Pro G-Land untuk 24 peselancar laki-laki. Dari semua peserta, Rio Waida (22), muncul sebagai satu-satunya atlet dari Indonesia yang berlaga di Pantai G-Land, Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, itu. Sementara negara-negara lain dalam kompetisi yang sama diwakili beberapa atlet, seperti Australia dengan 5 orang, Brasil dengan 8 peselancar, dan Amerika Serikat sebanyak 5 atlet. INamun pun begitu, dalam pembukaan kompetisi, Rio menyampaikan, bersemangat untuk menjalani kompetisi dan berharap mendapatkan nilai terbaik. Semangat Waida tersebut nampaknya berbuah hasil, Rio berhasil mengalahkan peselancar peringkat satu dunia, Felipe Toledo di hari pertama ajang WSL, Sabtu (28/5/2022). Hasil ini membuat Rio melaju ke babak 16 besar. Menurut Rio di penampilan hari pertamanya tersebut tidak ada kendala yang berarti. “Tidak ada banyak kendala, yang penting percaya diri saja,” kata Rio usai pertandingan. Di WSL kali ini Rio diharapkan bisa menjadi juara. Berbekal juara di kejuaraan bergengsi Sydney Surf Pro 2022 nomor Open Mens yang digelar di Manly Beach, Australia pada 17-24 Mei 2022 lalu, Rio optimistis bisa meraih juara di WSL tahun ini. “Saya senang berada di sini, dan saya datang ke sini untuk menang. “Saya akan berusaha keras untuk bisa menjadi juara di Indonesia,” kata Rio Waida. Pelatih Rio, Tipi Jabrik mengaku tidak terlalu terkejut dengan hasil yang ditorehkan Rio di hari pertama. Menurutnya performa Rio setelah kembali dari Olimpiade 2020 di Tokyo, kepercayaan dirinya telah berada di atas rata-rata. “Saya tidak terlalu terkejut Rio bisa mengalahkan peringkat satu dunia. Setelah kembali dari Olimpiade, kepercayaan diri Rio di atas rata-rata. Di pertandingan ini saya menilai performa Rio 80 persen,” kata Tipi. Pria yang juga Sekjen Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) itu mengatakan, Rio telah mampu mengubah tekanan menjadi motivasi. Namun Tipi mengingatkan agar Rio tetap fokus ke pertandingan selanjutnya. “Yang Rio butuhkan adalah fokus, karena 24 peselancar di WSL ini semua hebat-hebat,” katanya. Tipi yang juga mantan atlet selancar tersebut mengatakan, sangat sulit memprediksi hasil di selancar. Karena selain harus mengalahkan diri sendiri dan lawan, ada faktor lainnya yakni alam karena selancar arenanya adalah alam. “Memprediksi surfing susah sekali. Pertandingan di alam, sehingga peluangnya sama 50-50 (fifty-fifty),” tambah Tipi. Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fistiandani mengatakan, akan memanfaatkan even bergengsi Dunia ini untuk meningkatkan minat anak-anak muda Banyuwangi pada cabang olahraga selancar ombak. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bakal menggelar pelatihan selancar ombak untuk 50 pelajar dari tingkat SD, SMP, dan SMA, selama satu hari, dengan instruktur peselancar profesional lokal. Mereka mendapatkan materi-materi tentang pengenalan alat (surfing board), teknik selancar ombak, hingga praktik langsung di laut dengan pendampingan instruktur. Dia berharap akan muncul minat dan bakat dari anak-anak tersebut, untuk mengikuti jejak Rio dengan serius berlatih dan mengikuti kompetisi-kompetisi bergengsi selancar ombak. “Ini menjadi momentum bagi Banyuwangi untuk kembali mencari bibit atlet selancar. Sudah selayaknya kita punya atlet selancar karena Banyuwangi punya garis pantai yang panjang. Area latihannya melimpah,” kata Ipuk.