Tim Jawa Timur Juara Umum Kejurnas Catur Junior VI 2024, Ini Pesan Utut Adianto

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur Junior VI 2024

Tim Catur Jawa Timur menjadi juara umum Kejurnas Catur Junior VI 2024. Turnamen berlangsung di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Bojongsari, Depok, Kamis (14/11/2024). Jawa Timur mengumpulkan tujuh medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. Posisi kedua diambil tim catur DK Jakarta dengan dua medali emas, enam perak, dan dua perunggu. Medali emas Jatim dipersembahkan Veronica Makalew Kelompok Umur (KU) 9 putri, Wavina Kamita Putri KU11, Claretta Handoko KU13. Medali emas berikutnya diperoleh Fitzal Muzafkar KU13 putra, Arjuna Satriya Pamungkas KU15, dan Salwa Nadia Maharani KU17 putri. Sementara, Sofyan Ahmad Zaini mempersembahkan medali emas dari juara KU17 putra. Sofyan merasa bersyukur bisa meraih juara Kejurnas Catur Yunior tahun ini karena harus bermain ketat. “Sampai babak 9 saya belum membayangkan mampu tampil sebagai juara karena hingga babak 8 ada enam pecatur memiliki poin sama 6. Jadi jika salah langkah maka akan kalah,” ujar Sofyan. Posisi ketiga direbut tim Daerah Istimewa Yogyakarta dengan mengumpulkan dua emas dan dua perunggu. Tempat keempat ditempati Jawa Barat dengan satu emas, dua perak, serta empat perunggu. Posisi kelima diraih tim dari Jawa Tengah dengan satu emas dan dua perak. Di urutan keenam, Tim dari Sulawesi Tengah meraih satu medali emas. Zilla Altofun, peraih medali emas Sulawesi Tengah, menerima apresiasi dari Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto. Menurutnya, merupakan suatu kemajuan bahwa atlet dari luar Jawa berhasil meraih medali emas. “Saya sengaja memberikan dukungan semangat bagi pecatur Sulawesi Tengah yang berhasil meraih juara. Karena, selama ini jarang atlet dari Sulteng yang tampil cemerlang, dan diharapkan prestasi yang diraih Zilla dapat memotivasi atlet dari Sulteng lainnya,” ucap Utut. Utut mengatakan tidak mudah membina atlet catur hingga mencapai gelar Grand Master(GM). Untuk itu dia berharap adanya kolaborasi orang tua atlet dan pengprov Percasi untuk membina para atletnya. “Saya berharap melalui Kejurnas Catur Junior di Parung, Depok ini nantinya akan lahir pecatur yang bergelar GM. Dengan begitu, kerja sama antara pengprov, orang tua atlet, dan PB Percasi berjalan sesuai harapan,” ujarnya. “Melalui pertimbangan itulah PB Percasi akan membantu para juara pecatur Junior bisa tampil di event ASEAN atau tingkat Asia. Syukur-syukur pengprov-nya juga mengirim juara dua dan tiga dengan biaya sendiri ke event ASEAN nantinya,” katanya mengakhiri. Sumber: RRI

POBSI Dukung Atlet Muda Indonesia Berkompetisi pada Piala Dunia Billiar di Qatar

PB POBSI mendukung Albert Januarta, atlet billiar muda yang akan berkompetisi di turnamen dunia. Albert Januarta, yang berhasil menjuarai turnamen POBSI Pool Circuit Series IV di Kota Batu, Jawa Timur, akan berlaga pada ajang turnamen billiar bertajuk Mens World 9 Ball Championships Qatar. Ajang itu merupakan turnamen billiar dunia yang diikuti oleh Albert Januarta, usai menjuarai turnamen billiar dunia di level junior. Ajang ini memang sudah lama diadakan sejak tahun 1990 dan menjadi turnamen bergengsi atlet billiar dunia. Kepala Bidang (Kabid) Pertandingan dan Perwasitan POBSI Edward Lumbantoruan menyatakan, Albert memang menjadi pebiliar yang diproyeksi untuk go internasional melihat penampilannya. Terlebih darı beberapa ajang sebelumnya, Albert juga sempat menggondol juara dunia di Vietnam beberapa bulan lalu. “Memang Albert ini kita nominasikan untuk terjun ke event-event internasional, terutama yang barusan itu dia itu sekarang sangat dipersiapkan oleh klubnya Carabao untuk menuju go internasional,” ungkap Edward Lumbantoruan, saat ditemui pada Kamis malam (14/11/2024). Edward menambahkan, POBSI mendukung langkah pebiliar berusia 16 tahun itu berkompetisi di internasional. Terlebih Albert menjadi satu-satunya atlet billiar muda di Indonesia yang memiliki handicap tujuh, atau sistem yang mengelompokkan peserta turnamen berdasarkan tingkat kemahiran mereka. Sebelumnya memang Albert pernah menjuarai beberapa kejuaraan billiar nasional, termasuk di PON, dan ajang internasional dimana terakhir menjadi juara di level dunia junior. “Albert punya gelar internasional dan ini gelar nasional, dia atlet pertama saat ini, pebiliar muda yang punya handicap tujuh saat ini. Sebelumnya rata-rata pemain nasional yang berhandicap tujuh usianya di atas 20 tahun,” tuturnya. Sementara itu, Hendra Kurniawan selaku owner tim Carabao menuturkan, bila atletnya itu memang mendapat tiket khusus usai menjuarai kejuaraan billiar internasional level junior di Vietnam. Makanya ketika ada kesempatan berlaga di turnamen billiar elite dunia, pihaknya langsung mendaftarkan Albert Januarta. “Itu dapat tiket sehabis juara dunia di Vietnam. Memang satu-satunya atlet Indonesia yang ikut di Qatar itu. Kami berangkat pada 7 Desember 2024 mendatang, kalau pertandingannya dari 9 – 14 Desember,” ujar Hendra Kurniawan, dikonfirmasi terpisah. Di turnamen POBSI Pool Circuit Series IV Kota Batu sendiri, atlet billiar asal Pulau Bintan, Batam, Kepulauan Riau, Albert Januarta berhasil menjadi juara satu. Albert mengalahkan Rico DW dari tim Labewa di final dengan skor 9 – 5. Meski sudah juara satu di seri keempat, Albert hanya menduduki peringkat 8 klasemen POBSI ranking nasional pool putra. Sebab darı empat seri yang diadakan, Albert hanya ikut dua seri yakni seri dua di Bali dan seri empat di Kota Batu, Jawa Timur. Sementara dari sisi klasemen akhir POBSI rangking nasional pool putra di posisi pertama ada Punguan dan Jeffry Z, keduanya darı tim Mantra dan sama-sama darı Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Sumber: iNews

Ratusan Karateka di Balikpapan Ramaikan Liga Pelajar 

Lebih dari 700 karateka dari jenjang SD, SMP, dan SMA di Balikpapan berkompetisi dalam Kejuaraan Karate Liga Pelajar se-Balikpapan 2024 yang berlangsung di Balikpapan Sports and Convention Center (BSCC) Dome. Ajang tahunan ini menjadi panggung regenerasi bagi atlet-atlet muda di kota tersebut. Ketua Pengurus Kota Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Balikpapan, Mayor Cke (K) Suryani Panjaitan, menyatakan Liga Pelajar ini merupakan gelaran kedua yang mempertandingkan kategori mulai dari pra-usia dini hingga junior. “Antusiasme peserta sangat tinggi. Jika pendaftaran tidak dibatasi, jumlah peserta bisa lebih banyak lagi,” ujar Suryani usai pembukaan Liga Pelajar, Rabu (13/11/2024). Kejuaraan ini diharapkan bisa melahirkan karateka-karateka berbakat yang siap berprestasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. Ketua panitia Edi Akriansyah menyebutkan kejuaraan ini berlangsung dua hari, dari 13 hingga 14 November 2024. Ada dua kategori yang dipertandingkan: kejuaraan, dengan 402 peserta, dan festival, diikuti 379 peserta. “Ini adalah wadah bagi pelajar untuk mengembangkan bakat serta menanamkan semangat sportivitas,” kata Edi. Ketua Dewan Wasit Inkado Nasional, Laode A Yani Mahdi, mengapresiasi Forki Balikpapan atas terselenggaranya Liga Pelajar. “Semoga daerah lain di Kaltim dapat mencontoh Balikpapan dalam mendorong pembinaan atlet muda,” ujar Laode .Menurutnya, kejuaraan adalah puncak dari tiga proses dalam karate: latihan, ujian, dan tanding. “Tanding adalah proses terakhir yang harus mereka lalui,” jelasnya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Ganung Pratikno, mendukung penuh kejuaraan ini. “Prestasi tidak hanya dilihat dari akademik, tapi juga non-akademik. Harapannya, pelajar-pelajar berprestasi akan lahir dari ajang seperti ini,” katanya. Kejuaraan ini tak hanya memupuk sportivitas, tapi juga membuka peluang bagi atlet karate muda Balikpapan untuk mengasah kemampuan dan mental juara mereka. Sumber: IDN Times

Breaking News! Windy Cantika Putuskan Pensiun Dini

Kabar mengejutkan datang dari lifter putri Indonesia, Windy Cantika Aisah. Windy secara resmi memberitahukan dirinya memutuskan pensiun dini sebagai atlet melalui akun Instagram resmi Tim Indonesia @timindonesiaofficial pada Senin (11/11/2024). Perempuan 22 tahun itu membuka pernyataan dengan permohonan maaf, karena sudah menutup akun Instagram pribadinya sejak Juli sehingga tak bisa berinteraksi. Kemudian, Windy Cantika Aisah menyatakan bahwa dirinya telah memutuskan untuk pensiun dan PON 2024 jadi aksi terakhirnya sebagai lifter. Pada PON 2024 yang berlangsung di Aceh dan Sumatra Utara sekitar dua bulan lalu, ia mampu mendapatkan medali perak dari cabor angkat besi kelas 55 kg putri. Kala itu, Windy mewakili Jawa Barat, finis kedua berkat total Angkatan 179 kg dengan rincian 81 kg snatch dan 98 kg clean and jerk. Ia hanya kalah dari rekannya di Pelatnas, Juliana Klarisa (Jambi), yang mencatatkan total angkatan 190 kg dengan rincian 82 kg snatch dan 108 kg clean and jerk. Keputusan Windy Cantika Aisah untuk pensiun cukup disayangkan, terlebih diambil kala dirinya masih tergolong masih berusia muda bagi seorang atlet angkat besi. Apalagi anak dari lifter putri era 1980-an, Siti Aisah ini sempat digadang-gadang sebagai masa depan angkat besi Indonesia di kategori putri. Predikat ini didapatkan setelah Windy sukses menyabet medali perunggu kelas 49 kg putri di ajang Olimpiade 2020 Tokyo (2021). Sebelum membuat gebrakan di Olimpiade 2020 Tokio, perempuan kelahiran Bandung itu lebih dulu mencuri perhatian di ajang IWF Junior World Championships 2019. Usia Windy kala itu belum genap berusia 17 tahun, masih tergolong dalam kategori youth, telah dapat medali perak untuk angkatan snatch, clean and jerk, dan total di kelas 49 kg putri. Tiga bulan kemudian, tren positif Windy berlanjut di Kejuaraan Junior Asia 2019. Ia meraih emas untuk angkatan snatch dan dua perak untuk angkatan clean and jerk serta total. Windy menutup tahun 2019 dengan menyabet medali emas SEA Games 2019. Ini pengalaman perdananya tampil di pesta olahraga terbesar untuk kawasan Asia Tenggara. Kala itu, ia meraih medali emas cabor angkat besi kelas 49 kg putri, berkat torehan angkatan total 190 kg dengan rincian 86 kg snatch dan 104 kg clean and jerk. Tiga angkatan yang dibukukan Windy di SEA Games 2019, juga tercatat sebagai rekor dunia untuk kelas 49 kg putri kategori youth dan masih bertahan hingga saat ini. Gebrakan Windy pun berlanjut, meski kompetisi angkat besi dunia kala itu turut terganggu efek pandemi Covid-19, tapi ia sukses menyapu bersih medali emas kelas 49 kg putri dari Kejuaraan Junior Asia 2020 dan IWF Junior World Championship 2021. Ini jadi modal berharganya untuk meraih perunggu Olimpiade 2020 Tokio. Di Olimpiade 2020 Tokio, Windy pun membuat gebrakan di level junior. Ia kembali sukses memborong medali emas kelas 49 kg putri di IWF Junior World Championships 2022. Windy Cantika Aisah pun lebih sering diberitakan berkutat dengan cedera, mulai dari tulang kering, lumbar, hingga terakhir di area lutut saat dirinya tampil di PON 2024 lalu. Meski begitu, Windy memang dikenal sebagai salah satu lifter kebanggaan Indonesia yang telah mendulang banyak prestasi. Prestasi Windy Cantika Selama Jadi Atlet Angkat Besi Indonesia: Raih medali Perak di Asian Youth & Junior Weightlifting Championships 2019 Pyongyang Raih medali perak di Junior World Weightlifting Championships 2019 Suva Raih medali emas di SEA Games 2019 Filipina Raih medali emas di Asian Youth & Junior Weightlifting Championships 2020 Tashkent Raih medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020 Raih medali emas di World Junior Weightlifting Championships 2021 Tashkent Raih medali emas di World Junior Weightlifting Championships 2022 Heraklion.

Cerita Vivian, Awal Dipandang Sebelah Mata, Kini Mendunia

Vivi Indrawaty atau yang biasa dipanggil Vivian ini memiliki cerita panjang dalam perjalanan kariernya hingga bisa menyandang predikat atlet putri Timnas Esport Indonesia. Dipandang sebelah mata oleh teman hingga orang tuanya mampu dijawab dengan prestasi membanggakan untuk Indonesia. Atlet yang bergabung dalam Mobile Legend: Bang Bang (MLBB) putri Indonesia ini awalnya dipandang sebelah mata ketika meniti karier menjadi gamers. Salah satu bentuk pandangan sebelah mata tersebut diantaranya datang dari teman-teman terdekat dan lingkungan sekitar bahkan dari orang tuanya yang mengkritik jika bermain game itu tak berguna dan hanya membuang-buang waktu. “Apaan sih main games, tidak jelas, buang-buang waktu, cewek pula?,” cerita Vivian yang menirukan teman-temanya saat itu. Begitu juga dengan pandangan orang tuanya yang menyayangkan kenapa anak kuliah main games terus di rumah. Meski diterpa banyak pandangan yang tak mendukung karier dan hobinya, Vivian terus jalani apa yang ia yakini. Kini dirinya mampu membuktikan apa yang telah ia jalani berbuah manis. Ia memberi motivasi untuk pemuda-pemudi Indonesia yang ingin menjadi pro player, atlet profesional player MLBB ladies untuk terus berlatih tekun tak mudah putus asa terus kerjar prestasi demi mengharumkan nama bangsa seperti dirinya. “Sekarang pemuda-pemudi Indonesia istilahnya sudah enak ya, sudah ada contoh dan bisa bilang ke orang tua. Karena dulu aku tidak ada, banyak memandang sebelah mata karena main game di handphone (HP) terus,” jelas peraih Final MVP Woman Star League Season 4 dan Final MVP WSL Season 8 ini. “Sekarang mamah sudah mulai bangga dengan apa yang sudah aku raih. Mamah juga bisa bilang ke orang-orang sekitarnya dengan senang dan bangga yang tadinya main games dipandang sebelah mata, kini bangga,” imbuh Vivian usai pelepasan Timnas Esport Indonesia ke International Esports Federation World Esports Championship (IESF WEC) 2024 di Media Center Kemenpora Senayan, Jakarta, Jumat (8/11) lalu. Konsisten, fokus, belajar tekun, tidak mudah putus asa dan disiplin, menurut peraih medali emas bersama timnas Mobile Legends di SEA Games 2023 lalu, menjadi hal yang penting meraih cita-cita di dunia Esport. “Tapi ya balik lagi karena dari awal aku suka, cinta dan hobi sama game ini merasa yakin dan konsisten itu yang penting. Satu tahun pertama 2017an berat ya, tapi tahun kedua aku mulai buktiin dan terus belajar, tekun, kembangkan terus pasti awal-awal banyak cibiran itu sudah pasti,” tegasnya. “Dulu aku juga pernah sampai main pakai akun orang terus dapat uang. Tapi, sekarang orang tua aku sudah mulai bangga dengan prestasi-prestasi aku. Ini semua juga takdir ya aku cuma ngejalani aja konsisten dan disiplin,” tandas peraih Juara 1 Unipin Ladies Series SEA Championship 2023. Vivian memulai karier esports bersama Bigetron, sejak 2018 dan telah meraih banyak prestasi baik di dalam negeri, dan juga di kancah internasional mewakili Indonesia. Mampu menjadi yang terbaik di ajang IESF WEC 2024 artinya menyandang status sebagai juara dunia, pastinya akan membanggakan bangsa dan negara. “Aku merasa senang dan bangga karena pelepasan atlet esport ke IESF tahun 2024 ini dilepas oleh orang-orang hebat. Terima kasih Pak Menpora. Ini adalah hal yang harus kita balikin dengan medali emas,” tekadnya. “Di IESF ini kejuaraan pertama aku persiapannya 99% siap. Maunya semua ditim selalu respect sama tim lawan. Mainnya kompak, fokus karena kesalahan sedikit menjadi cela melawan kita. Fokus kita adalah menang agar bisa ngibarin Merah-Putih di negara orang dan ingin tunjukin ke seluruh dunia kalau atlet MLBB Women terbaik lahirnya di Indonesia,” imbuhnya. “Pokoknya aku mau berlatih keras. Target kedepannya maunya juara 1 terus termasuk ke olimpic game dan semuanya,” pungkas lulusan D3 Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) jurusan Graphic Arts Engineering ini. Biodata Vivian Nama: Vivi Indrawaty Tanggal Lahir: Depok, 7 Januari 1999 Role(s): Roamer Tim: Team Vitality Prestasi Juara 1 Sea Games 32 Tahun 2023 1st Place WSL S4 2022 1st Place MLBB MWI 2022 1st Place UniPin Ladies Series 2022 1st Place MLBB UPoint Esports Invitational 2022 1st Place UniPin Ladies Championship 2021 1st Place Dignity of Srikandi Chapter III 2021 1st Place Woman Club Series 2021 1st Place WSL Ignition 2020 1st Place Dignity of Srikandi: Kartini Series 2021 1st Place UniPin Ladies Series 2021 1st Place WSL S3 2021 1st Place Nimo TV Queens Championship 2021 1st Place WISC 2021 1st Place UniPin Ladies Series SEA 2021 1st Place MLBB UPoint Invitational Esports 2021 1st Place BYGE MLBB Ladies Invitational 2021 1st Place Yamisok Female Cup 2020 1st Place Star 8 MLBB Ladies Tournament 2020 1st Place FSL ID 2020 1st Place WSL Ignition 2020 1st Place Good Dat Well Played MLBB Kickoff Tournament 2020 3rd Place of WSL Invitational 2020 2nd Place Female Gaming League Minor Series 2019

Profil Brian Ick, Pemain Terbaik Piala AFF Futsal

Timnas Futsal Indonesia berhasil meraih gelar juara Piala AFF Futsal 2024, setelah di final mengalahkan Vietnam. Gelar juara milik Indonesia makin lengkap dengan terpilihnya Wendy Brian Ick sebagai pemain terbaik turnamen futsal antar negara ASEAN ini. Indonesia menang 2-0 atas Vietnam pada laga yang digelar di Terminal 21, Thailand, Minggu (10/11/2024). Gol Indonesia di laga ini dibuat oleh Muhammad Syaifullah dan Rizky Xavier. Wendy Brian Ick total mencetak 3 gol dalam Piala AFF Futsal kali ini. Namun, kontribusinya secara keseluruhan di lapangan menjadikannya layak menyandang gelar Pemain Terbaik. Pencapaian ini mendapat apresiasi dari Ketum FFI, Michael Sianipar. Michael berharap Brian bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik di Timnas Futsal Indonesia. “Saya ingin mengucapkan selamat kepada Wendy Brian atas penghargaan Pemain Terbaik yang sangat layak ia terima. Kami berharap Indonesia bisa terus berkembang dan memberikan lebih banyak kebanggaan di kancah internasional,” ucap Michael dalam keterangan resminya, Senin (11/11/2024). Keberhasilan Brian dalam meraih gelar pemainterbaik Piala AFF Futsal 2024 ini menambah prestasi individu yang mengesankan. Wendy Brian Ick lahir di Jayapura, Papua, 14 Oktober 1999 yang saat ini berusia 25 tahun. Brian saat ini bermain untuk klub Liga Futsal Profesional, Black Steel FC. Ia juga pernah bermain di Thailand untuk Royal Thai, di mana ia menunjukkan performa yang mengesankan. Sosoknya dikenal dengan permainan yang agresif dan teknik yang baik, menjadikannya salah satu pemain kunci dalam tim nasional. Brian terbukti menjadi figur penting dalam kesuksesan Timnas Indonesia di Piala AFF Futsal 2024. Sumber: RRI

18 Atlet Indonesia Ikut Kejuaraan Asia Panjat Tebing Remaja 2024

Sebanyak 18 atlet muda RI bakal bertanding di Kejuaraan Asia Panjat Tebing Remaja 2024. Selain menambah jam terbang, ajang ini bertujuan menguji daya saing atlet di tingkat Asia. Kejuaraan dengan nama resmi IFSC Youth Asian Championships Jamshedpur 2024 akan dilaksanakan di India, mulai 14-18 November ini. Serta mempertandingkan semua disiplin cabang yaitu lead, boulder, dan speed. Sekretaris Umum FPTI Pristiawan Buntoro mengatakan Indonesia mengirimkan 18 atlet yang terdiri dari 11 atlet putra dan 7 putri. Mereka merupakan pemanjat terbaik dan telah menjalani berbagai tahapan seleksi yang diselenggarakan oleh FPTI. Senada, Ketua bidang Pembinaan dan Pengembangan Prestasi FPTI M. Rizali Umarella menyatakan bahwa partisipasi Indonesia dalam kompetisi ini bertujuan untuk menambah jam terbang dan pengalaman internasional bagi atlet-atlet muda, sekaligus menguji daya saing mereka di tingkat Asia. Selain itu, pengalaman bertanding di tingkat Asia ini juga penting dalam membangun mental kuat pada atlet. Apalagi, mereka juga diproyeksikan untuk persiapan mengikuti Olimpiade Los Angeles 2028. “Kami memiliki target untuk mempertahankan bahkan meningkatkan perolehan medali di Olimpiade Los Angeles 2028. Oleh karena itu, kami terus mempersiapkan para atlet muda agar memiliki mental yang matang serta daya juang yang tinggi di kejuaraan internasional,” kata Rizali, yang juga manajer tim Indonesia. Daftar Atlet Indonesia di Kejuaraan Asia Remaja 2024: Putra Putra Tri Ramadani (Lead & Boulder) Ramaski Aswin Kristanto (Speed) Anstasyafi Robby Al Hilmi (Speed) Muhammad Fauzan Akbar (Speed) Rizky Aditya (Lead & Boulder) Aditya Maulana Ibrahim (Speed) Abdillah Nabihan Tajusa (Speed) Ardana Cikal Damarwulan (Lead & Boulder) Laksamana Krido Swarnabumi (Lead & Boulder) Haddan Malik Baqmuhyibar (Lead & Boulder) Aeifhel Tri Andika (Speed) Putri Cinta Dwi Maharani (Speed) Aninda Qalbi Arsyillah (Speed) Taqiyya Nur Aziza (Lead & Boulder) Noor Arsyada (Speed) Tsaniya Ema Kusumawati (Speed) Alma Ariella Tsany (Lead & Boulder) Fransiska Alexandria Dwi Rahayu (Lead & Boulder) Sumber: Detiksport

BNI Sirnas Premier DKI Jakarta 2024: Ribuan Pebulutangkis Ramaikan Seri Pamungkas

Ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) telah sampai di seri pamungkas. Bertajuk BNI Sirnas Premier DKI Jakarta 2024, turnamen ini berlangsung mulai hari ini, Senin (11/11) hingga Sabtu (16/11) mendatang di Gelanggang Remajan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Total, ada 1413 atlet dari berbagai klub bulu tangkis se-Indonesia bersaing menjadi yang terbaik dari setiap nomor yang dipertandingkan. Salah satunya dari klub PB Djarum. Sebanyak 124 atlet PB Djarum akan melakoni pesaingan di ajang BNI Sirkuit Nasional (Sirnas) DKI Jakarta 2024. Diakui manjer tim PB Djarum, Fung Permadi bahwa para atlet yang dikirimkan tentu dalam keadaan yang siap untuk bertanding. Ketika ditanya soal target, lagi-lagi Fung menjawab berharap bisa menjadi klub dengan peraih gelar terbanyak. “Tentu atlet-atlet yang kami kirimkan semua dalam kondisi siap untuk bertanding. Kalau soal target, pastinya berharap atlet-atlet kita bisa mendominasi gelar di sini,” tutur Fung. BNI Sirnas Premier DKI Jakarta 2024 menjadi satu-satunya turnamen berlabel ‘premier’ pada ajang sirkuit nasional sekaligus menjadi yang paling bergengsi. Selama tahun 2024, BNI Sirnas telah menyambangi 7 kota di Indonesia untuk mencari bibit-bibit pebulutangkis muda potensial. Ajang ini sekaligus dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembinaan dan pematangan pemain-pemain muda potensial. Para pebulutangkis muda yang menjuarai berbagai Sirnas akan memiliki poin ranking nasional yang lebih tinggi. Mereka yang kerap tampil sebagai juara dan punya rangking nasional terbaik, serta didukung talenta menjanjikan, bakal diprioritaskan untuk mengikuti seleksi masuk bergabung dengan Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur.

Putri Ukir Sejarah di Korea Masters, Indonesia Boyong Dua Medali

Untuk pertama kalinya sejak Korea Masters digelar tahun 2007, akhirnya Patriot Olahraga Prestasi Indonesia menjadi juara untuk pertama kalinya. Gelar juara diraih pada nomor tunggal putri oleh Putri Kusuma Wardani. Prestasi membanggakan yang mengukir sejarah Indonesia tersebut diraih usai Putri KW menang dari atlet Cina Han Qian Xi dengan skor meyakinkan 21-14, 21-14 di Iksan Gymnasium. Akhirnya bertepatan dengan Hari Pahlawan, Putri KW mempersembahkan prestasi membanggakan tanggal 10 November 2024. Ini merupakan pertama kali Putri KW meraih juara di tingkat internasional usai terakhir kali pada Orleans Masters 2022. Pada tahun ini, Putri KW dua kali sampai ke laga final, sayangnya ia harus puas menjadi runner up pada Taipei Open dan Hong Kong Open. Medali lain dipersembahkan oleh kontingen Indonesia dari nomor ganda campuran. Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja yang bertanding sebelumnya, mampu mempersembahkan medali perak usai kalah dari wakil Cina Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dengan skor 21-10, 21-12 dalam waktu 31 menit. Atas prestasi tersebut, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengucapkan selamat dan terima kasih. “Selamat, dan terima kasih atas kerja keras Putri Kusuma Wardani yang sukses mempersembahkan juara Korea Masters 2024, sebagai atlet Indonesia pertama yang meraih juara pada ajang tersebut setelah beberapa tahun. Saya juga mengucapkan selamat kepada pasangan Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja yang berhasil meraih medali perak. Ini persembahan hebat para Patriot Olahraga di Hari Pahlawan,” katanya. Ketum KONI Pusat mengapresiasi Putri KW yang pantang menyerah dalam meraih gelar juara. Ia berharap, sosoknya dapat menginspirasi banyak atlet di Tanah Air. “Selaku Ketum KONI Pusat, saya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh atlet yang berlaga, para pelatih ofisial dan juga PBSI yang telah melakukan pembinaan atlet dengan baik. Semoga prestasi ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan pada kompetisi selanjutnya,” sambungnya. Sumber: RRI

Timnas Futsal Indonesia Juara ASEAN Futsal Championship 2024

Timnas Futsal Indonesia berhasil mencatatkan sejarah baru dengan meraih gelar juara ASEAN Futsal Championship 2024. Timnas Futsal Indonesia mematenkan gelar dengan menaklukan Vietnam dua gol tanpa balas di Nakhon Ratchasima, Thailand, Minggu (10/11/2024). Tensi tinggi terjadi dengan aksi saling serang sejak menit awal. Kesulitan merangsek pertahanan Vietnam, Timnas Futsal Indonesia akhirnya mencetak gol pertama dari M Syaifullah di menit 8. Skor 1-0 pun bertahan sampai turun minum. Babak kedua, Timnas Futsal Indonesia kembali mendominasi serangan dengan tak membiarkan Vietnam lolos ke pertahanan. Lima menit terakhir, Vietnam sudah frustasi dengan menggunakan skema power play alias menurunkan ‘kiper’ ke tengah lapangan. Sayangnya cara tersebut tak bisa dimanfaatkan untuk menjebol gawang Timnas Futsal Indonesia. Malah gol kedua Timnas Indonesia terjadi ketika tendangan jarak jauh Rizki Xavier yang tak bisa dikejar oleh kiper terbang Vietnam. Bahkan Ahmad Habibie sempat hampir mencetak gol dari tendangan jarak jauhnya. Skor 2-0 menutup babak kedua ini membuat Timnas Futsal Indonesia memastikan diri sebagai juara turnamen yang sebelumnya bernama Piala AFF Futsal ini. Timnas Indonesia mencetak sejarah baru dengan menghentikan Thailand meraih gelar kesepuluh beruntun setelah mengalahkan di babak semifinal dengan skor telak 5-1. Ini kedua kali kedua Timnas Indonesia menjadi juara di ajang ini. Sebelumnya, Indonesia pernah jadi juara di edisi 2010 setelah mengalahkan Malaysia 5-0. Indonesia juga menjadi satu-satunya negara yang berhasil menjadi juara selain Thailand yang mendominasi dengan raihan 16 gelarnya. Sumber: TV One

Tak Pernah Kalah Sejak 2016, BOSA Raih Gelar Kesepuluh DBL Yogyakarta!

Gelar kesepuluh SMA BOPKRI 1 Yogyakarta. Kepastian ini didapat setelah kesatria BOSA -sebutan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta- menang atas Olifant -sebutan SMA Olifant Yogyakarta- partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2024 DI Yogyakarta dengan skor akhir 62-37. Mentalita BOSA dalam menjaga teritori takhta mereka sungguh luar biasa. Rekam jejak Olifant yang melantai pertama kali musim ini tak membuat BOSA tersipu. Keberhasilan BOSA dalam membendung laju sang debutan dimulai sejak kuarter awal. Skuad asuhan Adjie Putra berhasil memaksa pemain andalan Olifant, Yowel Son, melakukan dua pelanggaran pada kuarter pertama. Pelanggaran tersebut membuat Yowel harus lebih lama duduk di bangku cadangan ketimbang melantai. Nah, di sana BOSA mulai menjauh dari kejaran Olifant. Buktinya keunggulan 11 poin menutup paruh pertama. Bukan hanya itu saja. BOSA juga berhasil membuat penggawa Olifant tak berkutik selama dua kuarter (kuarter kedua dan ketiga). Total Olifant hanya mencetak 14 poin saja dari dua kuarter tersebut. Sedangkan Demetrius Deric dan kawan-kawan berhasil mencetak 27 poin. Datang ke partai final dengan status debutan ternyata membuat Olifant tak nyaman dalam mengembangkan permainannya. Terlalu banyak ekspektasi yang ada di pundak penggawa Olifant membuat mereka tergesa-gesa untuk menyerang. “Kuncinya ada pada kemauan anak-anak. Dari awal mereka tahu kalau masuk di tim BOSA itu apa. Dari awal semuanya sudah sepakat kalau mau juara lagi,” ungkap Ichsan Gigih, asisten pelatih BOSA. Terbukti ada 41 turnover yang diciptakan penggawa Olifant. Meski begitu bisa melangkah hingga babak final dengan status debutan bukan hal mudah. Terdapat tiga pemain BOSA yang mencetak dua digit poin. Ishak Benniray dan Lingga Wisnujati memimpin daftar dengan perolehan masing-masing 11 poin. Di belakangnya ada nama Joshua Allan dengan tambahan 10 poin. “Sebenarnya musim ini begitu spesial. Semuanya kita dapat. Dari babak playoffs lawannya juga gak mudah. Masuk ke Fantastic Four juga. Terus di final ketemunya sama Olifant. Jadinya kita sudah terbiasa menghadapi gim-gim ketat,” terangnya. Pada skuad Olifant, hanya Yowel Son yang menjadi tumpuan dengan raihan 10 poin. Kemenangan ini membuat kesucian BOSA yang tak pernah kalah sejak musim 2016! Plus membawa pulang gelar kesepuluh. Selamat BOSA! Luar biasa. Sumber: DBL

Ukir Sejarah! Putri Olifant Tiga Kali Jadi Ratu DBL Yogyakarta

Ratu DBL Yogyakarta masih milik SMA Olifant Yogyakarta. Kepastian ini didapat setelah pada partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2024 DI Yogyakarta putri Olifant berhasil menang atas Stece -sebutan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta- dengan skor akhir 84-25 Ketangguhan sang juara bertahan sudah terlihat sejak kuarter awal. Evangeline Yvonne dan kolega langsung melesat meninggalkan perolehan angka Stece. Keberhasilan mereka selalu mencetak dua digit poin selama empat kuarter menjadi bukti keganasan Olifant. Bahkan meski sudah unggul dengan selisih 16 poin di paruh pertama, Olifant tak mengendorkan serangan di babak kedua. Buktinya mereka justru terus melesat dan menyerang! Bertemu dengan Stece di partai final merupakan hal baru bagi Olifant. Terakhir kali mereka bertemu pada musim 2022 pada babak Fantastic Four. Saat itu pula Olifant berhasil menyingkirkan pemilik delapan gelar juara DBL Jogja. “Sejujurnya aku sendiri gak pernah ketemu Stece di final. Ini baru pertama kali. Sempat deg-degan juga soalnya kan Stece banyak freshman,” ungkap Josephine Felicia, salah satu penggawa Ilifant. Pada partai final pasukan Olifant menggempur bertubi-tubi pertahanan Stece. Mulai dari tusukan hingga tembakan tiga angka. Buktinya ada 86 percobaan menembak yang diciptakan putri Olifant. Hal ini berbanding terbalik dengan srikandi Stece yang sedikit sulit dalam menembus pertahanan Olifant (hanya 53 kali kesempatan menembak). Sejatinya srikandi Stece punya cara untuk memangkas jarak poin yang terlampau jauh. Cara tersebut adalah memaksimalkan tembakan gratis yang mereka dapat. Sayangnya kesempatan emas untuk memangkas margin tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik. Michelle Emanuela dan kawan-kawan hanya memasukkan 8 poin dari 29 percobaan tembakan gratis. Pada skuad Olifant nama Quinsah Ferlin menjadi tumpuan dalam mendulang angka. Total ada 19 poin dan 6 asis. Di belakangnya ada Evangeline Yvonne dengan tambahan 18 poin dan 8 steal. Lalu ada Agustina Refita dengan tambahan 14 poin dan 2 rebound. Sang kapten, Dinda Nugraheni memberi rasa aman di skuad Olifant kala melakukan defense. Terbukti ada 19 rebound yang ia koleksi pada partai final. “Pastinya senang karena kita bisa mempertahankan gelar tiga kali berturut-turut. Atmosfer di final memang beda banget. Suporternya Stece yang berisik itu bikin kita sempat nervous. Untungnya kita cepat buat nemu temponya,” sambung cewek yang masih duduk di bangku kelas 11 SMA. Di skuad Stece hanya ada nama Halmaherani Blandina yang mengoleksi dua digit poin dengan torehan 12 poin dan 9 rebound. Kemenangan ini semakin spesial bagi putri Olifant. Mereka berhasil mengukir sejarah baru untuk sekolah. Mempersembahkan gelar ketiga secara beruntun. Selamat, Olifant! Sumber: DBL

Atlet Muda Indonesia Sabet Medali Emas di Kejuaraan Ice Skating Filipina

Berita baik datang dari dunia ice skating! Indonesia kembali mengukir sejarah membanggakan melalui torehan prestasi seorang atlet cilik berbakat. Medina Khaira Fastabiqa, putri penulis ternama Ippho Santosa, berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih medali emas di ajang bergengsi Philippines National Figure Skating Championship 2024 pada Kamis (7/11/2024). Menjadi peserta termuda dan berhijab, Medina menduduki peringkat pertama, di antara 21 peserta dari beberapa negara seperti Singapura dan Filipina. Dengan bakat luar biasa, gadis yang belum genap berusia 9 tahun ini memukau penonton saat tampil di atas es. Mengenakan hijab dengan anggun, Medina menunjukkan pembawaan yang ceria namun tetap profesional, yang membuatnya tampil dengan kelenturan dan teknik yang sempurna dalam setiap gerakan. Kemampuannya meluncur di atas es mencerminkan dedikasi dan kerja keras yang telah ia curahkan dalam latihan, menjadikannya teladan bagi generasi muda Indonesia. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika penampilannya yang energik dan penuh semangat mampu memikat hati para juri dan penonton yang hadir. Lantas, apa yang membuat Medina berbeda dari peserta lainnya, sehingga mampu meraih medali emas? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini. Kesuksesan Medina Khaira Fastabiqa di arena ice skating internasional bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari dedikasi dan persiapan yang matang. Astrid Suhaimi, ibunda sekaligus mentor utama Medina, mengungkapkan strategi yang diterapkan dalam mempersiapkan putrinya menghadapi kompetisi bergengsi di Filipina. “Dengan pengelolaan waktu yang teliti, Medina menjalani program latihan intensif yang mencakup 3,5 jam sesi di atas es (on ice) dan 2 jam latihan di luar es (off ice) setiap minggunya, sambil tetap menjaga keseimbangan antara pendidikan dan waktu istirahat. Ia juga mengkonsumsi suplemen pendukung kesehatan seperti British Propolis,” kata Astrid. Di samping itu, sang bunda menceritakan kekhasan yang mencolok, partisipasi Medina di arena ice skating internasional memberikan warna tersendiri. Menjadi peserta cilik berhijab satu-satunya dalam ajang tersebut, aksinya disambut hangat dan memperoleh tanggapan positif dari juri beserta peserta lainnya. “Keunikan Medina dengan hijabnya justru menjadi inspirasi tersendiri. Responnya sangat menggembirakan, membuktikan bahwa dunia olahraga ice skating sangat terbuka terhadap keberagaman,” tutur Astrid dengan bangga. Atlet muda yang mengenakan hijab sebagai bagian dari identitas muslimahnya ini juga berhasil mengalahkan 21 pesaing tangguh dari berbagai negara, termasuk atlet berpengalaman dari Singapura dan tuan rumah Filipina, dalam ajang Philippines National Figure Skating Championship tahun ini. “Alhamdulillah, Medina berhasil meraih medali emas dalam kompetisi ini. Yang membanggakan, ini merupakan pencapaian di level yang lebih tinggi dibandingkan kompetisi sebelumnya,” ungkap ibunda Medina, Astrid Suhaimi. Perjalanan membanggakan Medina Khaira Fastabiqa di kancah ice skating internasional terus berlanjut dengan torehan prestasi yang menakjubkan. Kiprah gadis cilik berbakat ini telah dimulai sejak beberapa waktu lalu, terbukti dengan keberhasilannya meraih medali perak dalam kompetisi bergengsi Thailand Open Figure Skating Trophy di Bangkok pada Mei 2024. Namun, saat ini panggung Filipina menjadi saksi bisu atas kemampuan dan bakat luar biasa yang dimiliki Medina. Pencapaian ini tidak hanya membuktikan bahwa talenta tidak mengenal batas, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Muslim di seluruh dunia untuk berani mengejar impian mereka. “Kami sangat bersyukur karena penilaian yang diberikan benar-benar didasarkan pada kemampuan dan teknik yang ditampilkan Medina. Para juri dan penonton memberikan penghargaan tinggi atas keunikan dan profesionalisme yang ia tunjukkan,” ungkap sang ibunda. Sumber: Kapan Lagi

530 pecatur junior bersaing di Kejurnas Catur Junior VI 2024

Sebanyak 530 pecatur junior dari seluruh provinsi di Indonesia bersaing di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur Junior VI 2024 yang berlangsung di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV), Depok mulai 8 hingga 11 November. Kejurnas yang memasuki edisi keenam ini mempertandingkan tujuh kategori kelompok umur yakni KU-7, KU-9, KU-11, KU-13, KU-15, KU-17 dan KU-19. “Kejuaraan Nasional Catur Junior ini adalah wadah penting untuk melahirkan talenta-talenta muda yang siap bersaing tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional,” kata Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat dalam pidato upacara pembukaan kejuaraan, Jumat malam WIB. “Ini adalah bukti nyata komitmen Percasi dalam membangun generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berprestasi… Sekali lagi kepada para pesta kerja, selamat bertanding, terus asah prestasi, menunjukkan semangat sportivitas dan integritas yang tinggi, kalah atau menang bukanlah akhir tetapi bagian dari proses untuk terus belajar berprestasi,” kata Taufik yang juga merupakan legenda bulu tangkis Indonesia tersebut. Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto menjelaskan bahwa Kejurnas Catur Junior biasanya dilangsungkan serentak dengan Kejurnas Catur Senior, namun karena ada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 gelaran kejurnas akhirnya dilangsungkan secara terpisah. Utut Adianto juga mengatakan sebenarnya Kejurnas Catur Junior direncanakan di kota Manado, Sulawesi Utara, namun disebabkan karena beberapa faktor akhirnya gelaran turnamen dipindahkan ke Depok. “Harusnya pada Juli itu sudah dijadwalkan dilangsungkan teman-teman di Manado, tetapi karena satu dan lain hal, teman-teman di Manado belum berhasil melaksanakan. PB Percasi mengambil sikap sebagai leader of the last resort, kalau Bank namanya Federal Resort (menyelenggarakan disini),” kata Utut Adianto. Nantinya para peraih gelar juara di turnamen kali ini akan dikirimkan menuju turnamen catur tingkat ASEAN untuk menambah jam terbang. “Jadi juara Kejurnas kali ini, juara kelompok, juara satunya kita kirim ke ASEAN atas biaya PB Percasi. PB Percasi duitnya dari mana, yaudahlah nanti Insyaallah Tuhan membantu,” ujar Utut Adianto. Sumber: ANTARA

Kevin Diks, Estella Loupatty dan Noa Leatomu Resmi jadi WNI

Kementerian Hukum RI melakukan sumpah kewarganegaraan terhadap pemain sepak bola putra Kevin Diks beserta dua putri Estella Raquel Loupattij dan Noa Johanna Christina Cornelia Leatomu menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) di Kedutaan Besar RI di Copenhagen, Denmark, Jumat. Dalam siaran pers Kementerian Hukum RI yang diterima pewarta di Jakarta, Jumat malam, menjelaskan bahwa Kevin, Estela, dan Noa merupakan pemain sepak bola kelahiran Belanda yang memiliki garis keturunan Indonesia. Pengambilan sumpah kewarganegaraan ketiga pemain dilakukan setelah melalui proses panjang, di antaranya mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden RI. Dijelaskan, dengan telah resminya pengambilan sumpah ketiga pemain tersebut, maka mereka siap memperkuat timnas Indonesia di berbagai ajang kejuaraan. Pengambilan sumpah kewarganegaraan dilakukan Kementerian Hukum RI yang diwakili oleh Direktur Jenderal Andministrasi Hukum Umum Cahyo M. Muzhar dan disaksikan oleh Staf Khusus Menteri Akhmad Ali Fahmi, Sesditjen Administrasi Hukum Umum Mohamad Aliamsyah, Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, dan Chief of President office PSSI Nirmala Dewi. Turut hadir menyaksikan sumpah kewarganegaraan yaitu Duta Besar Republik Indonesia untuk Denmark Dewi Savitri Wahab beserta jajarannya. Ketua PSSI, Erick Thohir menyambut gembira dengan pengambilan sumpah kewarganegaraan, termasuk Kevin Diks. Erick Thohir memberikan apresiasi proses naturalisasi pemain FC Copenhagen itu yang cepat karena dukungan Presiden Prabowo Subianto, Komisi X dan XIII DPR, Dirjen AHU dan Dirjen Imigrasi, serta Dukcapil DKI Jakarta. “Alhamdulillah hari ini Kevin Diks sudah mengambil sumpah sebagai Warga Negara Indonesia untuk memperkuat Timnas Indonesia,” kata Erick Thohir. “Terima kasih Bapak Presiden Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, Ketua DPR RI, Pimpinan dan Anggota DPR, juga Bapak Menteri, atas dukungannya dan memungkinkan percepatan sumpah Kevin untuk Timnas Indonesia,” ujarnya. Lebih lanjut, Erick Thohir menjelaskan bahwa Kevin Diks telah melakukan proses pembuatan KTP dan paspor. Selanjutnya, Kevin akan melakukan proses perpindahan federasi untuk membela timnas Indoensia. Kehadiran Kevin Diks akan menambah kekuatan bek timnas Indonesia. Apalagi timnas Indonesia akan melawan Jepang dan Arab Saudi di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 15 dan 19 November 2024. “Kedatangan Kevin Diks yang kita ketahui sangat tangguh di lini belakang FC Copenhagen, termasuk saat mampu bertarung dengan tim-tim kuat Eropa di Europa Conference League, sangat kita butuhkan. Tak hanya di dua laga tandang kita besok, tapi di laga-laga lain,” kata Erick Thohir. Kita tunggu saja, apakah proses perpindahan federasi bisa selesai sebelum melawan Jepang dan Arab Saudi. Timnas Indonesia akan melakoni dua laga penting dalam perjuangan untuk lolos ke Piala Dunia 2026 yaitu melawan Timnas Jepang pada Jumat, 15 November 2025 Selanjutnya, tim asuhan pelatih Shin Tae-yong juga kembali berperan sebagai tuan rumah untuk menjamu Timnas Arab Saudi pada Selasa, 19 November 2024. Timnas Indonesia saat ini berada di posisi kelima klasemen sementara Grup C dengan membukukan tiga poin menahan imbang Arab Saudi 1-1, Australia 0-0, Bahrain 2-2, dan takluk dari China 1-2. Sumber: West Java Today

Ikut Latihan, Keysha Calon Pemain Diaspora Baru Berikutnya?

Di sela-sela TC Timnas Wanita Indonesia di Belanda beberapa pekan lalu, tampak satu pemain baru yang ikut latihan bersama skuad Satoru Mochizuki. Dia adalah Keysha Bulgamin, putri dari Galih Bulgamin dan Marissa Bulgamin, diaspora Indonesia yang tinggal di Amsterdam, Belanda. Keysha saat ini berusia 14 tahun dan aktif bermain sepak bola di tim laki-laki Dream Team Academy U-14. Timnas Wanita Indonesia sendiri tengah memperkuat kedalaman skuadnya. Terbaru, PSSI bakal menaturalisasi dua pemain yakni Estella Loupattij, dan Noa Leatomu. Keduanya telah mendapat lampu hijau dari Komisi XIII DPR RI dan Komisi X DPR RI. Setelah ini, proses naturalisasi berlanjut ke rapat paripurna DPR, dan berlanjut ke Keputusan Presiden (Keppres). Dari situ, tahap terakhirnya adalah diambil sumpah kewarganegaraan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Seusai menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), baru tiga pemain tersebut melakukan perpindahan federasi. Estella Loupattij sendiri bermain di FC Amsterdamsche, Belanda serta kelahiran 14 November 2003 dan Noa Leatomu bermain di Alemania Aachen, Jerman dan kelahiran 7 November 2003. Disisi lain, Timnas Wanita Indonesia sedang melakukan persiapan guna menghadapi Piala AFF Putri yang akan digelar pada 23 November mendatang.

Indonesia Boyong 24 Medali di Ajang 1st China-ASEAN Wushu Championship 2024

Tim Wushu Indonesia membuat kejutan dengan merebut 24 medali di ajang 1st China ASEAN Wushu Championship 2024, di Nantong, Jiangsu, China, 3-6 November 2024. Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) mengapresiasi hasil yang mampu diraih Timnas Wushu Indonesia. Terlebih ajang ini hanya untuk menambah jam terbang bagi Agni Agustine Dimonim dan kolega dengan tidak menargetkan apa-apa. Namun, Timnas Wushu Indonesia mampu menghadirkan prestasi terbaik dengan membawa pulang total 24 medali dengan rincian sebelas emas, tujuh perak, dan enam perunggu. “Ini merupakan kebanggaan karena mereka tampil tanpa target dan hanya menambah jam terbang,” kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Taoulu PB WI, Herman Wijaya, saat dihubungi pewarta, Rabu (6/11). Herman mengatakan kesuksesan ini juga tak lepas dari komitmen Ketua Umum mereka, Airlangga Hartarto, dalam menjalankan program pembinaan pelatnas yang berjenjang dan berkesinambungan. “Juga tidak lupa peran Pengprov WI serta dukungan dari pemerintah lewat Kemenpora,” kata Herman. Pada event yang melibatkan negara-negara di Asia Tenggara dan China ini, dua atlet wushu putri penghuni Pelatnas, Terrenca Tjahyadi dan Agni Agustine Dimonim, mampu menyumbangkan masing-masing dua medali emas. Sementara atlet penghuni Pelatnas lainnya seperti Ahmad Ghifari Fuaiz, Rainer Reinaldy Ferdiansyah, dan Patricia Geraldine juga mampu menyumbang masing-masing satu medali emas. Selain atlet pelatnas, medali emas juga diraih atlet daerah seperti, Arya Gita Sentosa (DKI Jakarta), Abigail Fang (Sumut), Josh Tiasto Tanto (DKI Jakarta), dan Zefanya Adelia Sidharta (DIY). Sementara itu, medali perak juga disumbangkan oleh Alexandra Calista Setiawan, Ahmad Ghozali Fuaiz, Andrea Simon, Abigail Fang, Andrea Simon, Theodora Rosa Santoso, dan Kenneth Christovani Wijaya. Untuk enam medali perunggu lainnya masing-masing disumbangkan oleh Ahmad Ghifari Fuaiz, Patricia Geraldine, Jennifer Tjahyadi, Ahmad Ghozali Fuaiz, Zefanya Adelia Sidharta, dan Theodora Rosa Santoso. Timnas Wushu Indonesia sendiri berkekuatan 17 atlet dengan didampingi tiga pelatih di antaranya Ahmad Hulaefi, Probo Muljono, dan Fuliana. Sumber: Akurat.co

Pelajar RI Borong 15 Medali di Ajang Karate Internasional Belanda, Ini Daftar Juaranya

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra-putri terbaik bangsa Indonesia di kejuaraan internasional. Bagaimana tidak, sebanyak 15 medali berhasil diborong dan diboyong ke Tanah Air dari ajang karate Dutch Open for Youth Championship yang diselenggarakan di Almere, Belanda pada 31 Oktober-5 November 2024. Raihan ini menjadikan Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam ajang rutin tahunan yang diadakan Karate-do-Bond Nederland. Kelima belas medali ini terdiri dari delapan medali emas, dua medali perak, dan lima medali perunggu. Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, memberikan apresiasi terhadap perjuangan karateka muda Indonesia. Hal ini menjadi bukti bila Nusantara mampu bersaing di segala bidang pada event internasional. “Selamat kepada para siswa dan tim pelatih, dan semua pihak yang telah mendukung para siswa hingga meraih prestasi ini. Adik-adik telah membuktikan mampu bersaing di level internasional,” kata Maria dikutip dari laman resmi Puspresnas, Kamis (7/11/2024). Para siswa yang bertarung dalam salah satu kejuaran karate internasional terbesar di dunia itu merupakan para juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabor karate tahun 2024. Setiap jenjang pendidikan baik SD, SMP, dan SMA turut menyumbang wakilnya. Sebelum berangkat, karateka sudah mendapat pembinaan yang difasilitasi oleh Puspresnas. Pembinaan ini bekerja sama dengan Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI). Adapun daftar peraih medali dalam ajang tersebut yakni: Medali Emas Rifqi Syahputra (Kelas Kumite dan Kata) dari SD Negeri 1 Ampenan Jose Alvin Sebastian (Kelas Kumite) dari SD Negeri 4 Purwodadi Adelio Zahran Puasa (Kelas Kata) dari SMP Negeri 4 Jayapura Aghniya Faza Nurwidhi (Kelas Kata) dari SMP Negeri 81 Jakarta Jafran Mujaffar (Kelas Kata) dari SMPN 1 Banjaran Fahrel Apriansyah Amartha (Kelas Kumite) dari SMA Negeri 1 Bandar Lampung Ida Ayu Kirana Maheswari (Kelas Kumite) dari SMAN 1 Sukawati Medali Perak Rameyza Qanita (Kelas Kumite) dari SD Negeri 2 Rajabasa Adelio Zahran Puasa (Kelas Kata) dari SMP Negeri 4 Jayapura. Medali Perunggu I Gede Arya Wiguna (Kelas Kumite) dari SD Negeri 2 Pesinggahan Eloven Kristian Langit Potoroli (Kelas Kumite) dari SMP Negeri 1 Tabukan Tengah Ida Ayu Kirana Maheswari (Kelas Kata) dari SMAN 1 Sukawati Daffa Raditya Widiarta (Kelas Kata) dari SMA Negeri 5 Mataram Adinda Carissa Rahma Budhi (Kumite) dari SMA Negeri 8 Bekasi Sumber: Detikcom

Drawing Piala Asia U20 2025: Indonesia Tantang Juara Bertahan Uzbekistan

Berdasarkan hasil drawing Piala Asia U20 2025 yang berlangsung di Shenzhen, Tiongkok, pada Kamis, 7 November 2024, Tim Nasional Indonesia U20 dipastikan tergabung dalam Grup C bersama Yaman, Iran, dan juara bertahan, Uzbekistan. Dalam undian ini, Garuda Nusantara ditempatkan di pot 3 bersama Arab Saudi, Suriah, dan Kirgistan. Sebanyak 16 tim berhasil lolos ke putaran final Piala Asia U20 2025 di Tiongkok setelah menyelesaikan babak kualifikasi pada akhir September 2024. Menurut jadwal, turnamen ini akan berlangsung pada 6-23 Februari 2025. Lolosnya Timnas Indonesia U20 ke Piala Asia U20 2025 membuka kesempatan bagi Indonesia untuk tampil di Piala Dunia U20 2025 di Chili, yang tentunya menjadi motivasi besar bagi Jens Raven dan rekan-rekannya. Saat ini, Timnas Indonesia U20 tengah berada di Jepang untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) sejak 5 November 2024, sebagai persiapan menghadapi turnamen di Tiongkok. TC ini akan berlangsung hingga 23 November 2024. Pelatih Indra Sjafri membawa 30 pemain yang dijadwalkan akan melakoni serangkaian laga uji coba, baik melawan klub-klub J-League 2 maupun menghadapi tim-tim universitas terkemuka di Jepang. Pelatih Indra Sjafri menegaskan pentingnya persiapan matang menyusul hasil drawing ini. “Kita akan membuat roadmap menuju Piala Asia U20 2025, tentu sudah bisa secara spesifik karena lawan-lawan yang dihadapi sudah jelas. Tiga kali kita akan bertanding di Grup C, dan jika lolos, kita akan bertanding di semifinal, yang sekaligus membuka jalan menuju Piala Dunia U20 2025. Ini yang akan kita upayakan bersama pemain dan staf ofisial. Kami mulai menyusun program dengan baik, dan semoga apa yang kita targetkan bisa tercapai,” ujar Indra Sjafri, Kamis 7 November 2024. Dengan roadmap yang jelas dan persiapan yang matang, Timnas Indonesia U20 berharap mampu meraih hasil terbaik di Piala Asia U20 2025 dan melangkah ke ajang Piala Dunia U20 2025.

Gebyar Olahraga Pendidikan 2024 Jadi Ajang Pembibitan Atlet Muda DIY

Gebyar Olahraga Pendidikan 2024 ajang kompetisi olahraga pelajar SMP se-DIY dibuka Selasa (5/11/2024). Event yang digagas oleh Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) DIY ini berlangsung selama tiga hari, hingga 7 November mendatang di GOR Amongraga. Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono, mengatakan bahwa Gebyar Olahraga Pendidikan bukan sekadar ajang kompetisi biasa. Lebih dari itu, event ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengasah bakat, menjunjung tinggi nilai sportivitas, dan mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa. “Olahraga adalah bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda,” kata Beny. Ketua Bapopsi DIY, Priya Santosa menyampaikan, kegiatan Gebyar Olahraga Pendidikan 2024 ini merupakan kolaborasi dari tiga sub kegiatan, yaitu kompetisi olahraga pendidikan jenjang Sekolah Dasar atau usia dini, festival olahraga pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA, dan kompetisi antar KKO SMP se-DIY. Kompetisi olahraga ini bertujuan mendorong partisipasi aktif pelajar DIY dalam berbagai cabang olahraga, terutama dalam rangka pembibitan atlet usia dini. “Selain itu juga bertujuan untuk mengembangkan karakter positif pada pelajar DIY, memberikan wadah kompetisi bagi sekolah penyelenggara Kelas Khusus Olahraga SMP di DIY juga mempererat tari persaudaraan antara pelajar DIY,” ucap Priya. Disebutkan Priya, lokasi pertandingan bertempat di berbagai venue menyesuaikan dengan cabang olahraga yang dipertandingkan. Beberapa cabang olahraga yang dikompetisikan diantaranya seperti SKJ pelajar, atletik, bola voli mini, pencak silat, tarung derajat, panjat tebing, bulutangkis, bola basket, renang, sepak bola, dan taekwondo. Kontingen yang bertanding dalam Gebyar Olahraga Pendidikan 2024: SMP Negeri 1 Rongkop SMP Negeri 1 Saptosari SMP Negeri 1 Playen SMP Negeri 13 Yogyakarta SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta SMP Negeri 1 Kalasan SMP Negeri 3 Sleman SMP Negeri 2 Tempel SMP Negeri 1 Ngawen Kontingen pelajar mewakili Kabupaten Bantul Kontingen Kabupaten Sleman Kontingen Kabupaten Gunungkidul Kontingen Kabupaten Kulon Progo Kontingen Kota Yogyakarta. SMP Negeri 3 Imogiri, SMP Negeri 2 Kretek SMP Negeri 3 Pleret SMP Negeri 2 Sewon SMP Negeri 1 Kretek SMP Negeri 1 Nanggulan SMP Negeri 1 Panjatan SMP Negeri 2 Galur SMP Negeri 3 Samigaluh. Sumber: Harian Jogja