IESF World eSports Championships 2022 Resmi Dibuka Menpora

IESF World Esports Championships 2022 Resmi Dibuka Menpora

Kejuaraan Dunia eSports ke-14 tahun 2022 di Bali dibuka pada Jumat (2/12/2022). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali secara resmi membuka kompetisi ini. Indonesia eSports Summit: The 14th World eSports Championship sendiri digelar oleh Pengurus Besar eSports Indonesia (IESF World Championships 2022 PBESI), dan akan diadakan pada 2 sampai 11 Desember 2022. Untuk enam kategori game yang dipertandingkan di ajang ini adalah Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), PUBG Mobile, eFootball 2022, Counter Strike: Global Offensive (CS: GO), Dota 2, dan Tekken 7. Mengutip laman resmi Kemenpora, IESF World eSports Championships 2022 ini adalah ajang yang sangat luar biasa dan bergengsi. Adapun, peserta yang ikut di kejuaraan ini berasal dari setidaknya 105 negara. Menpora mengatakan, ajang ini menjadi momen istimewa bagi eSports Indonesia, untuk melakukan lompatan besar dalam visinya, sebagai kekuatan terdepan di Asia dan dunia. “Semoga perhelatan ini, menjadi titik awal dimulainya sejarah baru untuk memberikan kontribusi besar eSports bagi bangsa dan negara, serta dunia tentunya,” kata Amali. Mengutip YouTube PB ESI, Sabtu (3/12/2022), Amali juga memberikan pesan kepada para atlet dari Indonesia. “Bertandinglah dengan sportif, tunjukkan sportifitas, pererat persahabatan bersama negara-negara di dunia yang menjadi peserta Kejuaraan dunia ini. Dan jadilah Anda semua membanggakan Indonesia,” kata Menpora. Amali juga menyampaikan selamat datang ke Bali bagi para peserta dari negara yang bertanding, serta mengucapkan terima kasihnya atas berpartisipasi di IESF World Championships 2022. Dalam upacara pembukaan tersebut, Ketua Harian PBESI Bambang Sunarwibowo mengatakan, eSports saat ini tumbuh pesat dan sedang berkembang menjadi sebuah industri dengan potensi ekonomi, sosial, dan budaya yang besar. “Cabang olahraga baru tidak saja mampu menjadi wadah aktualisasi dan pencapaian prestasi kelas dunia anak-anak muda dari seluruh bangsa, namun juga berpotensi sebagai penggerak pulihnya perekonomian pasca pandemi Covid-19,” kata Bambang. Bambang menambahkan, menurut data World Economic Forum, eSports mampu membawa industri gim tumbuh kuat ke level berikutnya, sejak Covid-19 melanda dunia. “Bahkan ekonomi dapat terus bergulir dengan salah satu penggeraknya adalah industri gim dan eSports,” imbuh Bambang. Selain itu, Bambang mengatakan, berkembangnya eSports juga membuka jenjang karir yang luas, serta menciptakan profesi-profesi baru yang menuntut berbagai kecerdasan, ketangkasan, kedisiplinan, intelektualitas, dan integritas. Sebelumnya, dalam sesi diskusi yang digelar Pengurus Besar eSports Indonesia (PB ESI) beberapa waktu lalu, diungkap tentang peta kekuatan dan persaingan di IESF Bali 14th World Championships. Tak hanya itu, panelis dalam diskusi ini juga membagikan prediksi menarik tentang negara-negara patut diwaspadai dan siapa yang akan menjadi kuda hitam. Pegiat dan pengamat eSports Irliansyah Wijanarko mengungkapkan, Indonesia dapat meraih medali emas di nomor PUBG Mobile. Nomor PUBG Mobile yang selama ini telah membuktikan kepiawaian dan capaian para pemainnya berpeluang besar jaya di ajang ini. “Indonesia sangat berprestasi di cabang PUBG Mobile. Prediksi kami, Korea Selatan akan menjadi lawan terberat di Kejuaraan Dunia eSports IESF di Bali nanti,” ungkap Irliansyah. Irliansyah juga menyebut, CS:GO adalah nomor gim lain dimana skuad Indonesia unjuk gigi di ajang eSports bergengsi ini. “Pertandingan CS:GO Women antara Indonesia dan Polandia, serta CS:GO Men antara Indonesia dengan tim-tim asal Eropa akan menjadi pertandingan wajib ditonton,” jelasnya. Meskipun tim-tim Eropa dijagokan, bukan tidak mungkin tim CS:GO Men Indonesia tampil sebagai kuda hitam mampu menundukkan lawan-lawan favorit. “Secara individu, komposisi tim sebenarnya sangat bagus. Ini merupakan aset yang bernilai. Sekarang yang terpenting adalah membangun komunikasi antar-pemain yang baik selama persiapan dan pertandingan,” tambahnya Di nomor MOBA (multiplayer online battle arena), laga antara Indonesia dan Filipina di kategori Mobile Legends: Bang-Bang akan menjadi salah satu duel terpanas di IESF Bali 14th World eSports Championships. Sementara untuk DOTA 2, Polandia, Prancis, dan Filipina diantisipasi menjadi saingan yang kuat. Lalu, Tekken 7 kemungkinan didominasi oleh Amerika Serikat dan Jepang yang masih menggandrungi gim konsol bergenre fighting tersebut. Serupa, Amerika Serikat dan Jepang juga berpeluang besar di eFootball 2023, namun menghadapi lawan berat yakni para negara penggila sepak bola: Brazil dan Perancis. “Tentu, dengan persiapan yang matang, Indonesia juga memiliki kans untuk bersinar di kedua kategori tersebut,” imbuhnya.

Tinjau Pelatnas Tim ESports Indonesia SEA Games 2021, Menpora Amali Beri Motivasi dan Semangat pada Atlet.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali meninjau Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Tim ESports Indonesia SEA Games 2021 Vietnam di Jeep Station Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Senin (7/3). Menpora Amali yang didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Chandra Bhakti disambut hangat Ketua Harian Pengurus Besar ESports Indonesia (PBESI) KomJen Pol.Drs. Bambang Sunarwibowo, SH, M. Hum, jajaran pengurus dan pelatih timnas Esports. Dalam sambutannya, Menpora Amali memberikan motivasi dan semangat kepada 128 atlet yang mengikuti Pelatnas SEA Games 2021. Dia mengingatkan bahwa 128 yang hadir di Pelatnas tersebut merupakan yang terbaik dari seluruh peserta yang ikut di seluruh Indonesia. “Bayangkan dari sekian banyak atlet ESports yang ada di Indonesia hanya ada 128 yang terundang ke tempat Pelatnas ini, berarti kalian orang-orang terpilih dan orang-orang hebat,” kata Menpora Amali. Disamping itu, Menpora Amali menyampaikan bahwa tujuan para atlet tersebut berada di Pelatnas tidak lain untuk membuat 270 juta rakyat Indonesia bangga dengan torehan prestasi di SEA Games yang digelar di Hanoi, Vietnam mendatang. “Itu utamanya, bagaimana 270 rakyat Indonesia menjadi bangga, kalian harus berprestasi, kembali ke Tanah Air membawa medali,” ucapnya. Pada kesempatan ini, Menpora Amali juga menegaskan bahwa hanya ada dua kejadian yang membuat bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan di luar negeri yakni ketika kepala negara berkunjung dan ketika atlet berprestasi. Saat ini, lanjutnya, PBESI telah memberikan fasilitas yang lengkap dan lebih baik dari Pelatnas SEA Games beberapa waktu yang lalu, mulai dari akomodasi, tempat latihan, internet bahkan nutrisi atlet diperhatikan. “PBESI sudah menyiapkan fasilitas yang lengkap, harus kalian balas dengan prestasi di training camp di tempat yang bagus, nutrisi yang bagus, ada pelatih asing, masa pulang-pulang medalinya sedkit,” tukasnya. Menpora Amali pun berpesan agar 128 atlet ini menunjukan kerja keras, disiplin dan mematuhi semua perintah dan instruksi pelatih. Sebab, meski ada yang tidak terpilih dalam SEA Games tahun ini, tapi kedepannya masih banyak kejuaraan dunia Esports yang bisa diikuti. Selanjutnya, Menpora Amali memastikan bahwa pemerintah mendukung penuh kemajuan olahraga ESports di Indonesia. “Kemenpora akan selalu memberikan dukungan kepada pengurus ESports Indonesia dan perkembangan cabang olahraga ESports di Tanah Air. Kita mensupport terus, pastikanlah prestasi demi prestasi bisa ditunjukan, maka tentu dukungannya akan makin bertambah,” jelasnya. Menpora Amali pun mengungkapkan bahwa ESports merupakan cabang olahraga Pelatnas SEA Games 2021 pertama dikunjunginya. “Jadi saya belum berkunjung ke cabang olahraga lain yang sekarang sedang Pelatnas. Kunjungan pertama saya ke Pelatnas ESports, mudah-mudahan itu akan terjawab dengan prestasi, semangat terus untuk Indonesia yang makin maju,” harap Menpora Amali. Sumber: www.kemenpora.go.id

Buka Turnamen e-Sports, Menpora Berharap Akan Bermunculan Atlet Indonesia di Level Dunia

Buka Turnamen e-Sports, Menpora Berharap Akan Bermunculan Atlet Indonesia di Level Dunia

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali resmi membuka turnamen Youth e-Sports secara daring yang memperebutkan Piala Menpora 2021, Sabtu (17/4/2021). Dalam sambutannya, Zainudin Amali mengapresiasi upaya dari penyelenggara yakni dari organisasi kepemudaan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jawa timur. Penyelenggaraan turnamen secara daring ini diikuti peserta yang tersebar diseluruh Tanah Air. “Pertama, saya mengapresiasi upaya dari penyelenggara atas inisiatifnya menyelenggarakan suatu kegiatan turnamen e-Sports yang sekarang ini memang sedang marak dilakukan. Apalagi kita tahu sekarang ini dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga protokol kesehatan harus menjadi panduan dari penyelenggara,” kata Zainudin Amali. Menurutnya, e-Sports merupakan salah satu olahraga yang terus berkembang di kalangan milenial. Pada praktiknya, harus mengedepankan konsentrasi, strategi, mental, hingga teknologi. Sehingga, e-Sports dinilai menjadi salah satu olahraga pilihan yang tepat di tengah pandemi Covid-19. “Upaya penyelenggara sangat luar biasa. Panitia sangat siap dan saya rasa penyelenggara mampu melakukan kegiatan ini dengan dibuktikannya peserta tim yang ikut mendaftar. Ini bukan pekerjaan yang mudah. Sangat luar biasa capaian ini,” ujarnya. Melalui turnamen e-Sports ini, Zainudin berharap, dapat muncul atlet-atlet baru yang nantinya diharap bisa menjadi andalan Tim Nasional Indonesia kedepannya untuk menghadapi kejuaraan di tingkat internasional. “Dengan adanya turnamen ini, semoga muncul atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama bangsa di level dunia,” ucap Zainudin Amali. “Saya dapat laporan, usia yang ikut bertanding dalam turnamen ini berkisar pelajar hingga mahasiswa. Ini berarti masuk kategori pemuda, dan e-Sports memang menjadi kegemaran anak muda kita,” pungkasnya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum PB e-Sports Indonesia, Komjen Pol Bambang Sunarwibowo, mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh turnamen itu dan berharap akan muncul atlet baru yang nantinya akan mengharumkan nama bangsa. “Kami mendukung sepenuhnya turnamen ini. Melalui turnamen ini, kami berharap dapat muncul atlet yang berprestasi, kelak mengharumkan nama baik bangsa dikalangan e-Sports tingkat internasional. Kepada tim, selamat bertanding dan junjung sportivitas. Mari kita bersatu untuk mendukung e-Sports Indonesia,” ujar Bambang. Mobile Legend terpilih menjadi olahraga elektronik yang dipertandingkan pada Youth e-Sports Tournament kali ini. Turnamen ini berhadiah total Rp 200 juta dan trofi Piala Menpora bagi tim yang juara. Tahapan kualifikasi dan babak 8 besar berlangsung 17 April hingga 9 Mei 2021. Sedangkan, semi final dan grand final akan dilaksanakan di Jawa Timur pada 30 Mei 2021.

Ramaikan Turnamen Game Indonesia, Piala Presiden Esports 2019 Segera Bergulir

Ajang bergengsi Piala Presiden Esport 2019 akan segera digelar awal tahun ini dan mempertandingkan beberapa game-game populer di Indonesia. Indonesia Esports Premiere League (IESPL), Event Organizer e-sports lokal terbesar di Indonesia, dikabarkan menjadi penyelenggaranya. (instagram)

Jakarta- Piala Presiden biasanya dikenal sebagai turnamen sepakbola pra musim liga 1 dimulai, tapi kini, pemerintah mulai merangkul e-sports. Piala Presiden Esports 2019 akan digelar awal tahun ini dan akan memertandingkan beberapa game. Penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2019 menjadi jawaban dari perkembangan e-Sports yang semakin meluas di Indonesia. Merunut informasi yang ditampilkan pada akun media sosial tersebut, penyelenggara utama adalah Indonesia Esports Premiere League (IESPL). Sayang, tak banyak informasi yang diungkap dari akun Instagram itu. Piala Presiden Esport 2019 akan berkerja sama dengan IESPL, salah satu Event Organizer e-sports lokal terbesar di Indonesia. Pihak penyelenggara belum membocorkan waktu turnamen tersebut akan berlangsung. Info yang didapat melalui Instagram IESPL, hanya sebuah Insta Story yang memuat tautan untuk pendaftaran peserta turnamen. Keterangan dari akun itu hanya menyebut, gelaran ini segera berlangsung dalam waktu dekat di 2019. Saat dihubungi terkait gelaran ini, Presiden IESPL, Giring Ganesha tak banyak berkomentar. “Saya masih belum bisa bilang apa-apa mengenai Piala Presiden Esports 2019. (Tunggu) Tanggal 28,” tuturnya. Pihak panitia penyelenggara akan mengadakan sesi konferensi pada Senin (28/1). Sebelumnya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Nasional (BEKRAF), Triawan Munaf, menegaskan, keberadaan event Piala Presiden Esports 2019 akan menjadi satu di antara upaya pemerintah memberi tempat terhadap perkembangan e-Sports. Ia menyebut, ajang Piala Presiden ini bakal menjadi ‘pesta’ sekaligus adu kreativitas antarpemain. Triawan berharap, langkah pemerintah ini memberi ruang keselarasan bagi keinginan lingkungan e-Sports di Tanah Air. Sebelumnya, esports dipastikan bakal menjadi salah satu cabor (cabang olahraga) di SEA Games 2019 di Filipina. e-sports masuk dalam Kategori 3 dari daftar cabor SEA Games yang diusulkan Komite Penyelenggara SEA Games Filipina atau PHISGOC. e-sports bergabung dengan cabor lainnya, seperti arnis, floorball, jiu-jitsu, kickboxing, kurash, lawn bowling/petanque, netball, obstacle course, sambo/vovinam, underwater hockey, wakeboarding. Seperti kabar sebelumnya, SEA Games tahun depan bakal mempertandingkan enam judul gim. “Info terakhir akan ada 6 judul gim, yang terdiri dari PC, mobile, dan konsol,” ungkap Ketua IeSPA, Eddy Lim, pada Selasa (27/11/2018). Adapun judul gim yang bakal dipertandingkan di SEA Games 2019, antara lain NBA2K19 dan Tekken (konsol), Dota 2 dan StarCraft II (PC), serta Mobile Legends dan Arena of Valor (mobile). Walau belum dirilis resmi oleh panitia SEA Games 2019 Filipina, Eddy Lim, selaku ketua IeSPA mengonfirmasi kabar keenam judul gim tersebut benar. “Iya, keenam judul gim tersebut 1000 persen confirm. Jadi kalau ada info berbeda di media luar, itu salah,” tulis Eddy Lim, pada Kamis (20/12/2018). Jika diperhatikan, gim League of Legends (LoL), FIFA, Heartstone, dan Clash Royal yang sebelumnya dikabarkan bakal muncul di SEA Games 2019, tidak masuk ke dalam daftar. (Adt)

Beredar Line-up 6 Nomor Cabor eSports di SEA Games 2019 Filipina, PUBG Tersisih

Setelah mundur empat hari dari rencana semula di Sabtu (15/12), akhirnya "secara tidak resmi" enam nomor eSports SEA Games 2019 diungkapkan oleh beberapa sumber dari Filipina, kepada publik pada Rabu (19/12). (bola.com)

Manila- Setelah mundur empat hari dari rencana semula di Sabtu (15/12), akhirnya “secara tidak resmi” enam nomor eSports SEA Games 2019 diungkapkan beberapa sumber dari Filipina, kepada publik pada Rabu (19/12). Nomor console yang disepakati muncul di event itu adalah NBA2K 2019 dan Tekken, sedangkan untuk nomor PC adalah Dota 2 dan StarCraft II, serta Mobile Legends: Bang Bang, dan Arena of Valor, di nomor mobile. Berita yang pertama kali dirilis harian Malaysia, The Straits Times, ini dikonfirmasi oleh pihak Asosiasi E-Sports Indonesia (IeSPA), meski pihak panitia SEA Games 2019 Filipina, masih menyusun rilis resminya untuk segera dipublikasikan pekan ini. Hal yang menarik adalah fakta bahwa Pro Evolution Soccer 2019 (console), League of Legends (PC), dan PUBG Mobile (mobile) yang semula diprediksi masuk dalam line-up nomor eSports SEA Games 2019, ternyata justru batal dipanggungkan. Perubahan line-up nomor eSports dan mundurnya waktu pengumuman, menimbulkan spekulasi, jika terjadi perdebatan di internal panitia lokal SEA Games 2019 Filipina, yang juga memicu polemik di ruang publik negara tersebut. Banyak kepentingan yang terlihat dalam penentuan nomor eSports ini, mulai dari pengembang gim, sponsor, komunitas e-sports Asia Tenggara, hingga penyelarasan dengan permintaan IOC (Komite Olimpiade Internasional) dan OCA (Dewan Olimpade Asia) kepada AeSF (Asosiasi e-Sports Asia). “Saya tak bisa berkomentar soal spekulasi yang muncul, tapi informasi yang saya dapat dari AeSF, bahwa panitia lokal SEA Games 2019 di Filipina butuh tanda tangan dari para pengembang gim dan distributor lisensi setiap nomor eSports, sebelum memastikan rilis resmi dipublikasikan,” kata ketua IeSPA, Eddy Lim, dilansir Bola.com Para pengembang yang kali ini mendapatkan kesempatan guna melibatkan produknya di SEA Games adalah Visual Concepts (NBA 2k19), Bandai Namco (Tekken), Valve Corporation (Dota 2), Blizzard Entertainment (StarCraft II), Moonton (Mobile Legends: Bang Bang), dan Tencent Games (Arena of Valor). Keterwakilan Tencent digantikan AOV di SEA Games 2019, karena AeSF mencoba menyelaraskan permintaan IOC dan OCA, agar nomor-nomor eSports yang muncul di pesta olahraga multievent di kawasan Asia, terutama untuk Asian Games 20122 di Hangzhou, tidak yang bergenre first person shooter. PUBG Mobile yang terpopuler hingga meraih market share lebih dari 60% dari Januari – November 2018 adalah produk Tencent. PUBG Mobile dan Counter Strike: Global Offensive yang jelas-jelas bergenre first person shooter, disebut sebagai nomor eSports yang terlalu eksplisit memperagakan kekerasan dengan sejata api. Aksi lingkungan game play ini diasosiasikan sangat realistik dan mirip kehidupan nyata. Perdebatan sempat terjadi karena sesungguhnya eSports dengan genre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) seperti Dota 2, Mobile Legends dan AOV pun mensimulasikan kekerasan dan perkelahian. Tekken yang bergenre fighting pun, dalam beberapa sisi, telah melewati norma-norma olahraga dari cabang martial arts. Namun, beberapa pengamat eSports Asia Tenggara menilai bahwa nuansa permainan, lebih terasa di genre MOBA dan fighting karena lingkungan yang dibangun dalam nomor itu terasa artifisial dan tidak nyata. “Banyak diskusi yang muncul sebenarnya, tapi pada akhirnya aspek kekerasan yang terasa terlalu nyata dalam gameplay, sangat sulit diterima sebagai nilai-nilai sports dalam tatanan olimpiade. Tak ada polemik untuk aspek yang terakhir ini,” kata Samart Benjamin Assarasakorn, petinggi asosiasi eSports Thailand. Kubu Thailand cukup terkejut dengan line-up nomor eSports yang dipilih panitia SEA Games 2019. Apalagi mereka semula cukup optimistis bisa unggul di nomor League of Legends, yang kemudian gagal mendapatkan slot. Sementara itu, untuk Indonesia kehadiran Tekken yang paling menjadi kejutan dan memastikan nomor ini, menjadi keharusan banyak digelar IeSPA dalam kompetisi di Tanah Air pada 2019. Siapa yang bakal menjadi atlet Indonesia di enam nomor itu? Menarik untuk kita simak jalur seleksinya tahun depan. (Adt)

e-Sports Indonesia Siap Lakukan Pelatnas SEA Games 2019, Menpora : Atletnya Harus Bebas Doping

Penyelenggara SEA Games Filipina 2019 sudah mengumumkan bahwa e-Sports resmi bakal dipertandingkan dan medalinya dihitung di klasemen. Kini, asosiasi e-Sports Indonesia (IeSPA), siap segera melakukan seleksi atlet dan Pelatnas. (tv5.espn.com)

Jakarta- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menerima perwakilan asosiasi e-Sports Indonesia (IeSPA) pada Selasa, (4/12). Hadir dalam pertemuan itu Eddy Lim selaku ketua IeSPA dan atlet e-sports, termasuk Hendry “Jothree” Handisurya, yang meraih medali perak Asian Games 2018, pada nomor gim “Hearthstone”. Menurut IeSPA, Indonesia memiliki jasa besar dalam perkembangan e-Sports karena berhasil menggelar turnamen e-Sports pertama, di ajang multi-event melalui Asian Games. Atas keberhasilan ini, forum-forum e-Sports internasional percaya bahwa masa depan e-Sports sebagai turnamen olahraga akan cerah. Sejak didirikan pada 2013, IeSPA sudah memiliki badan kepengurusan hingga ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, bahkan Papua Barat. IeSPA mengaku akan terus mengembangkan olahraga e-Sports di Indonesia, dengan menggelar banyak kejuaraan di tingkat lokal hingga nasional. Hal ini bertujuan untuk menjaring bakat para atlet e-Sports di Indonesia. “Pemerintah sangat mendukung penuh kejuaraaan e-Sports tingkat nasional bahkan internasonal,” ujar Menpora. Menpora juga menambahkan agar proses pembinaan juga diperhatikan. “Atlet e-Sports adalah atlet yang membela merah-putih sehingga perlu dibina dan diperhatikan fisik, mental, dan lainnya,” tambah Menpora. Senada dengan Menpora, pihak IeSPA juga menyatakan para pemain e-Sports bukan sekadar bermain gim. Mereka adalah para atlet yang punya kondisi fisik dan kondisi otak yang sama baiknya. “Bahkan para atlet e-Sports harus menjaga pola makan dan kandungan gizi mereka. Para atlet tidak boleh makan dan minum sembarangan karena mereka juga dilakukan tes doping, sama seperti atlet lainnya,” ujar Imam. Pembahasan juga mengerucut tentang rencana kualifikasi dan pelatnas SEA Games cabang olahraga e-Sports. Penyelenggara SEA Games Filipina 2019 sudah mengumumkan bahwa e-Sports resmi bakal dipertandingkan dan medalinya dihitung di klasemen. Sejauh ini, baru Mobile Legends: Bang-Bang yang resmi diumumkan sebagai judul games yang dipertandingkan pada SEA Games tersebut. Jenis games lainnya sedang dibahas hingga 15 Desember 2018. “Rencananya untuk kualifikasi, kami akan mengadakan series event. Namun, detailnya seperti apa, masih perlu dimatangkan lagi karena harus menunggu pengumuman jenis-jenis games yang akan dipertandingkan. Sejauh ini, yang sudah pasti ‘kan baru Mobile Legends,” kata Eddy, dilansir Bola.com. Eddy mengatakan rencana kualifikasi e-Sports untuk SEA Games belum diputuskan secara mendetail karena teknisnya pasti berbeda-beda, tergantung jenis game. Namun, Eddy memastikan para atlet yang dikirim ke SEA Games 2019, akan diseleksi berdasarkan hasil kualifikasi. “Jadi, misal ada gamers papan atas, ya tak otomatis langsung lolos. Apalagi jangka waktunya masih panjang, hingga satu tahun ke depan. Masih mungkin ada perubahan kekuatan. Gamer yang terbaik saat ini, belum tentu masih jadi yang terbaik pada pertengahan tahun depan,” urai Eddy. Penyelenggara SEA Games 2019 yang bermitra dengan manufaktur perangkat keras gaming Razer bakal menyediakan enam medali emas, dengan pembagian kategori dua untuk game konsol, dua untuk game PC, dan dua untuk game mobile. “Lagipula, bukan hanya pemain terbaik yang akan dikirim ke SEA Games 2019. Kami akan mencari pemain terbaik, dan bagaimana caranya membuat mereka meraih medali emas. Mungkin dengan cara mengirim pemain menjalani pelatihan ke luar negeri,” imbuh Eddy. EeSPA juga berencana menggelar pelatnas menjelang SEA Games 2018, sama seperti cabang-cabang lainnya. Namun, detail rencana pelatnas juga masih menunggu jenis games yang dipertandingkan, serta ketersediaan dana. (Adt)

E-Sports Resmi Dipertandingkan di SEA Games 2019, Mobile Legends Bisa Sumbang Medali Emas

Cabang olahraga e-Sports resmi dipertandingkan dan medalinya akan dihitung di klasemen pada ajang sport multievent SEA Games 2019, di Filipina. Mobile Legends dikonfirmasi jadi salah satu judul gim esports, yang dipertandingkan di SEA Games 2019. (foxsportsasia.com)

Jakarta- Kesuksesan eksibisi electronic sports (e-Sports) pada Asian Games 2018, akhirnya berefek positif. Cabang olahraga e-Sports resmi dipertandingkan dan medalinya dihitung di klasemen pada SEA Games 2019 di Filipina. Kepastian tentang kabar ini diumumkan pada konferensi pers yang digelar panitia penyelenggara SEA Games Filipinaa (PhilSGOC), Komite Olimpiade Filipina dan perusahaan perangkat keras games, Razer, di Pasay City, Kamis (29/11). Total ada enam medali emas yang akan diperebutkan di cabang olahraga e-Sports, yang terbagi dalam tiga platform. Perinciannya dua untuk konsol, dua untuk PC, dan dua untuk mobile. Sejauh ini, baru Mobile Legends: Bang-Bang yang resmi diumumkan sebagai judul games yang dipertandingkan pada SEA Games tersebut. Jenis games lainnya baru dibahas hingga 15 Desember 2018. Menurut pihak penyelenggara, games yang dipilih harus sesuai nilai Komite Olimpiade Internasional, serta tak mengandung unsur kekerasan dan judi. Atlet e-Sports dari masing-masing negara akan dipilih melalui turnamen kualifikasi. Tak ada undangan langsung pada atlet e-Sports yang sudah ternama. “Kami bersemangat, antusias, dan bangga memiliki e-Sports di SEA Games dengan Razer sebagai partner. Gamers adalah bagian penting bagi komunitas kami,” kata ketua PhilSGOC, Alan Peter Cayetano, seperti dilansir Fox Sports. “Ini akan membawa para atlet e-Sports di Asia Tenggara ke panggung dunia,” imbuh Chief Strategy Officer Razer, Limeng Lee. Co-founder dan CEO of Razer, Min-Liang Tan, mengungkapkan melalui Facebook bahwa beberapa hari lalu dirinya mengunjungi Filipina untuk bertemu dengan PhilSGOC. Misi utamanya untuk meyakinkan mereka untuk memasukkan e-Sports ke SEA Games 2019 dan memasukkan perolehan medalinya ke klasemen. Perwakilan PhilSGOC juga akan bertemu dengan Dewan Federasi SEA Games pada pekan depan. Dewan Federasi SEA Games akan mengunjungi Filipina untuk memeriksa venue untuk e-Sports di Clark, Pampanga. (Adt)