Pelatih QPR Kagumi Agresivitas Garuda Select

Jakarta, 7 Februari 2020 – Garuda Select belum meraih hasil maksimal ketika bertandang ke markas Queens Park Rangers U18 di QPR Training Center, Crane Lodge Road, London pada Selasa (4/2). Meski demikian, permainan tim asuhan Dennis Wise dan Des Walker, tetap mendapat pujian dari pelatih tim lawan, Paul Furlong. Menurut Furlong, permainan Garuda Select sangat mengejutkan, terutama pada babak kedua ketika empat gol bersarang di gawang anak asuhnya. Sementara itu, QPR hanya mampu menjaringkan dua gol sepanjang  paruh kedua permainan. “Kami memang sempat unggul lima gol pada babak pertama, namun saya tekankan kepada pemain untuk tetap waspada. Benar saja, Garuda Select lebih mendominasi penguasaan bola pada babak kedua. Memang itu yang mereka inginkan sejak awal,” ucapnya kepada Mola TV setelah pertandingan. Hasil ini membuat Garuda Select belum berhasil mengulang catatan pada pertemuan pertama ketika mereka menang 4-0 atas QPR. Namun, Furlong menekankan bahwa dirinya sama sekali tidak terpikir hasil ini menjadi pembalasan dendam tahun lalu. “Ini bukan ajang balas dendam. Saya hanya ingin memberikan lawan tanding yang bagus untuk para pemain. Saya tahu sejak awal mereka akan berbahaya dan Anda bisa lihat sendiri seperti apa mereka di babak kedua. Garuda Select tampil mengerikan. Kami senang bisa bertanding melawan mereka,” katanya. Kelima gol Garuda Select tercipta lewat quat-trick Bagus Kahfi, serta tambahan satu gol oleh Rafli Asrul. Hasil ini menjadi bekal yang cukup untuk menyambut laga selanjutnya menghadapi Sheffield United U18 di Lapangan Birmingham County FA, pada Rabu (12/2). Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Dennis Wise Matangkan Skema Baru Jelang Duel Garuda Select VS QPR U18

Depan: Rafli Asrul (dribel), Arjuna Agung Belakang: Nando Pamungkas, Dodi Irawan

Jakarta, 4 Februari 2020 – Garuda Select akan kembali memulai kiprahnya di Inggris. Kali ini, lawan yang akan dihadapi adalah Queens Park Rangers U18, pada Selasa (4/2), di QPR Academy, Crane Lodge Road, Cranford, London. Latihan bertahap langsung diterapkan oleh tim pelatih untuk memaksimalkan waktu persiapan para pemain. Dennis Wise selaku Direktur Teknik Garuda Select, menuturkan, ia sedang fokus membenahi pergerakan pemain ketika bertahan dalam mengantisipasi bola mati lawan. Salah satunya adalah menerapkan garis pertahanan yang tinggi. “Diperlukan pengertian dan keberanian yang tinggi di dalam tim untuk bisa memaksimalkan skema ini. Ini hal baru untuk dipelajari oleh para pemain dan saya ingin mereka melakukannya,” ucap Dennis Wise kepada Mola TV. Selama di Italia, Garuda Select kemasukan lima gol ketika menghadapi dua tim kuat, Juventus dan Internazionale. Sementara saat melawan Torino dan Como, tim berhasil mencatatkan clean sheets. Garuda Select punya rekor bagus ketika menghadapi Queens Park Rangers. Tahun lalu, Bagus Kahfi dkk. menang empat gol tanpa balas di London. Meski demikian, Wise tidak ingin anak asuhnya terlena. “Kami akan menghadapi QPR dan yang harus diperhatikan adalah tim saat ini berbeda dengan tahun lalu. Hasil pertadingan nanti berada di tangan kami. Apakah mengulangi hasil tahun lalu atau tidak. Lagi-lagi lini pertahanan mendapatkan perhatian khusus,” katanya. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Petenis Junior Indonesia, Priska Nugroho Juara di Australia Open Junior 2020

Priska Nugroho, petenis putri Junior Indonesia berhasil menjuarai turnamen Australia Open Junior 2020 di nomor ganda putri.

Priska Nugroho, petenis putri Junior Indonesia berhasil menjuarai turnamen Australia Open Junior 2020, Jumat 31/1/2020. di nomor ganda putri. Berpasangan dengan Alexandra Eala (Filipina), mereka sukses mengalahkan pasangan Ziva Falkner (Slovenia)/Matilda Mutavdzic (Britania) dalam dua set langsung 6-1, 6-2. Pasangan Priska/Eala yang menjadi unggulan keempat di turnamen ini langsung mendominasi dari awal pertandingan yang berlangsung di lapangan 3 Melbourne Park, Australia. Priska dengan permainan apik di net berhasil mengembalikan keadaan dari ketinggalan 15-30 di game kelima sehingga menambah keunggulan menjadi 5-0. Priska/Eala hanya kehilangan 1 set sebelum menuntaskan 6-1 di set pertama. Set kedua, Falkner/Mutavdzic memimpin terlebih dahulu 1-0 namun Priska/Eala mampu menyamakan keadaan 1-1 dan menambah keunggulan menjadi 3-1. Lalu, pasangan Falkner/Mutavdzic memberi perlawanan dengan memperkecil ketinggalan menjadi 3-2. Priska/Eala tidak terkejar dengan langsung menutup pertandingan dengan skor 6-2. Alexandra Eala saat ini menduduki ranking 8 junior putri ITF. Petenis junior putri Indonesia yang mempunyai nama lengkap Priska Madelyn Nugroho menduduki peringkat ke-27 ITF sesuai data tanggal 27 January 2020. Priska menyamakan pencapaian yang diperoleh Angelique Widjaja 18 tahun lalu di ajang yang sama.

Potensi Pemain Garuda Select Berkarier Di Eropa, Bagus Inginkan Akhir Manis Di Italia

Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri

Jakarta, 24 Januari 2020 – Garuda Select angkatan kedua telah melengkapi tiga dari empat laga uji coba yang dijadwalkan di Italia. Hasil yang diraih yakni menang telak atas Torino U17 (dengan skor 3-0), kalah tipis melawan Juventus U17 (1-2), serta kejar-mengejar angka dalam pertandingan sengit kontra Internazionale U17 (2-3). Menanggapi hasil yang didapat selama beberapa uji coba terakhir, Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise, mengaku puas melihat perkembangan setiap pemain secara umum. Meski mengalami dua kekalahan, eks pemain Chelsea itu melihat banyak kemajuan baik dari segi pemahaman taktik, hingga koordinasi di lapangan. Bahkan, sejak awal Wise sudah melihat potensi dan bakat anak didiknya. Ia pun tak ragu memberi jawaban positif ketika diberi pertanyaan terkait potensi skuadnya berkarier di klub Eropa. “Beberapa pemain punya bakat yang cukup untuk bermain di Eropa. Memang tidak semua. Namun beberapa dari mereka, saya yakin masih bisa dipoles menjadi lebih baik lagi. Kalau soal main di Eropa, memang itu tujuan kami,” ujar Wise dalam sesi Q&A di akun media sosial Garuda Select (@programgarudaselect). “Pemain-pemain seperti Bagus (Kahfi), Brylian (Aldama), Rafli (Asrul), dan David (Maulana), sejauh ini punya standar bagus. Indonesia punya banyak bakat hebat. Masalahnya hanya beberapa pemain yang kami ambil di sini. Saya rasa kita harus menemukan bakat-bakat lain di daerah terpencil. Jadi, masih ada kesempatan lebih besar bagi anak-anak Indonesia untuk belajar sepak bola,” tambahnya. Anak asuh Wise dan Des Walker kini tengah dalam persiapan menyambut laga keempat menghadapi Como U17. Pertandingan yang rencananya akan berlangsung di SNEF Lambrone Sport Center, Senin (27/1), akan menjadi laga penutup di Negeri Pizza. Penyerang Garuda Select, Bagus Kahfi, masih belum menyerah untuk kembali meraih hasil positif dalam agenda tur Italia di awal tahun ini. Agenda terdekat tim yang diarsiteki Dennis Wise selaku direktur teknik dan Des Walker sebagai pelatih kepala itu adalah menghadapi Como U17 di SNEF Lambrone Sport Center, Como pada Senin (27/1) waktu setempat. Bagus tidak asal pasang target. Catatan pribadinya memang menunjukkan demikian karena sepanjang tiga pertandingan ia lakoni di selama Italia, tiga gol berhasil dicetaknya. Mulai dari melawan Torino U17, Juventus U17, dan Internazionale U17. Dengan performa yang sedang meningkat, bukan tidak mungkin pemain kelahiran Magelang tersebut bisa menutup perjalanannya di Negeri Pizza dengan mencetak setidaknya satu gol lagi. Meski demikian, Bagus tetap menunggu keputusan pelatih soal pemain yang akan diturunkan. “Pertandingan melawan Como itu laga terakhir di Italia. Semoga kami bisa meraih kemenangan. Siapa pun yang akan tampil nantinya, semoga tetap bisa mengerahkan kemampuan 100 persen,” ucapnya kepada Mola TV. Kabar menggembirakan datang dari Bagus di awal tahun ini. Bersama Brylian Aldama, ia dipercaya untuk menjalani latihan dengan tim utama Como beberapa waktu lalu. Menurutnya, kesempatan itu membuatnya optimistis menatap laga-laga selanjutanya bersama skuad Garuda Select. “Senang dan bangga sempat berlatih bersama tim senior Como, bagi kami tentu hal ini menambah kepercayaan,” tuturnya lagi. Como tidak bisa dipandang remeh. Meski namanya tidak sementereng Juventus atau Inter, mereka pernah memproduksi pemain-pemain top Italia, bahkan dunia. Salah satunya ada Gianluca Zambrotta yang namanya berkibar di Juventus, Barcelona, dan AC Milan. Bahkan meraih trofi Piala Dunia 2006 bersama timnas Italia. Selain itu masih ada Marco Tardelli, pemain timnas Italia di era 70 dan 80-an yang juga pernah mengangkat trofi Piala Dunia pada 1982. Agenda pertandingan menghadapi Como U17 merupakan yang terakhir di Italia. Garuda Select akan kembali ke Inggris pada Selasa (28/1) atau tepat satu hari setelah laga. Jadwal selanjutnya adalah menghadapi Queens Park Ranger pada Selasa (4/2) yang sejauh ini direncanakan berlangsung di Queens Park Rangers FC Training Ground. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Garuda Select Tunjukkan Grafik Meningkat Di Laga Melawan Internazionale U-17

Bagus kahfi kehilangan fokus saat menghadapi 3 pemain inter U-17

Jakarta, 22 Januari 2020 – Garuda Select masih belum meraih kemenangan ketika bertandang ke markas Internazionale U-17 di Sunning Development Center, Milan pada Rabu (22/1). Meski demikian, tim racikan Dennis Wise dan Des Walker terlihat memperbaiki kekurangan dari pertandingan sebelumnya melawan Juventus. Lengkapnya poros lini tengah David Maulana, Rafli Asrul, dan Brylian Aldama secara tidak langsung membuat transisi permainan Garuda Select kembali seimbang. Pada laga sebelumnya melawan Juventus, Brylian harus absen sehingga agak sedikit mengubah keseimbangan di sektor tengah. Garuda Select sempat lengah mengantisipasi pergerakan Gabriele Menegatti ketika laga baru bergulir delapan menit. Akibatnya, pemain bernomor punggung tujuh tersebut mampu mengoyak jala Yogi Hermawan. Namun, setelah itu, Garuda Select dengan cepat kembali menguasai ritme permainan. Kran gol Bagus Kahfi sejak berada di Italia belum terhenti. Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-35. Empat menit berselang, giliran Ferdiansyah yang membalikkan kedudukan sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1. Babak kedua dimulai, Inter langsung melancarkan serangan cepat yang membuat barisan belakang Garuda Select hilang konsentrasi. Tuan rumah mencetak gol penyama kedudukan lewat Tommaso Clerici, dua menit paruh kedua berjalan. Inter kembali unggul 3-2 berkat gol Andrea Cappadonna hingga pertandingan selesai. Setelah pertandingan, salah satu pencetak gol Garuda Select, Bagus Kahfi, menuturkan timnya sudah bekerja maksimal. Selain itu, pertahanan Inter cukup stabil meski berkali-kali digempur sepanjang pertandingan. “Bek mereka bermain lebih disiplin. Kami cukup kesulitan meski mampu mencetak dua gol. Itulah sepak bola, tidak ada yang tahu hasil akhir akan seperti apa. Kami mampu mengimbangi, tetapi mereka tetap unggul hari ini,” papar Bagus. Garuda Select harus segera memulihkan kebugaran. Lima hari mendatang, Bagus Kahfi dkk. sudah ditunggu Como U-17 di Lapangan SNEF Lambrone Sport Center pada Senin, 27 Januari 2020.

Garuda Select Sudah Kantongi Kekuatan Inter U-17

Bagus Kahfi melakukan tendangan saat melawan Inter U-17.

Jakarta, 22 Januari 2020 – Garuda Select meraih dua hasil berbeda dari dua laga selama rangkaian tur Italia di awal tahun ini. Sempat menang besar kala menghadapi Torino, Bagus Kahfi dkk. menyerah 1-2 karena tendangan penalti saat melawan Juventus. Malam nanti, Garuda Select akan kembali menyambangi markas tim Italia lainnya. Kali ini, lawan yang akan dihadapi adalah Internazionale U-17. Evaluasi sudah barang tentu dilakukan oleh seluruh jajaran tim, mulai dari pemain hingga pelatih. Grafik permainan yang perlahan tapi pasti meningkat tentu harus dibarengi dengan hasil maksimal pula. Tim pelatih memastikan sudah mengantongi kekuatan Inter yang harus diwasapdai oleh para pemain. “Agak berbeda dengan Juventus, pemain Inter lebih menggunakan pendekatan fisik. Mereka juga lebih cenderung memperagakan umpan langsung ke depan dan lebih berani dalam berduel. Tentu para pemain harus siap,” kata Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes. Secara keseluruhan, Garuda Select tidak bermain buruk saat menghadapi Juventus. Beberapa kali pergerakan dengan atau tanpa bola Bagus Kahfi dkk. terlihat merepotkan barisan bertahan tim lawan. Tuan rumah bahkan membutuhkan dua kali hadiah penalti untuk meraih kemenangan. Meski demikian, kekalahan dari Juventus memberikan banyak pelajaran berharga bagi para pemain Garuda Select. Danny berharap para pemain bisa berkaca dari pertandingan melawan Juve, untuk tampil maksimal kala menghadapi Inter. “Kami sudah mengantisipasi beberapa hal untuk pertandingan melawan Inter. Semoga kami tidak mudah kehilangan bola seperti pertandingan sebelumnya dan mendapatkan hasil yang diinginkan,” ucap Holmes. Dua pemain Garuda Select, Bagus Kahfi dan Fajar Fathurrahman, juga sudah melupakan hasil melawan Juventus. Saat ini, fokus mereka hanya tertuju untuk Inter. “Pertandingan melawan Inter kami harus fokus dan konsentrasi. Kami siap belajar banyak di pertandingan nanti,” kata Bagus. “Inter U-17 saat ini berada di peringkat pertama liga. Kemampuan teknik mereka mungkin sama dengan Juventus, tapi secara taktik dan mental bisa jadi lebih baik,” Fajar menambahkan. Pertandingan melawan Inter U-17 akan berlangsung di Sunning Youth Development Center, Milan, pada Rabu (22/1) malam. Laga nanti akan disiarkan langsung oleh Mola TV pukul 21:00 WIB. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Tim-tim Peraih Poin Pertama Junior DBL East java Series 2020

Kenneth SMP Cita Hati East Surabaya - DBL.id

Sabtu, 18 Januari 2020 – Delapan laga menjadi menu pembuka jalannya Junior DBL East java Series 2020. Ada delapan tim yang berhasil mencuri poin pertamanya dipertandingan tersebut. Torehan ini membuka jalan mereka menuju babak playoffs. Siapa saja mereka? Putra-putri SMPN 1 Blitar Awal yang manis diraih champion musim lalu, One Blitar (julukan tim SMPN 1 Blitar). Mereka bertemu dengan Wones Sidoarjo (sebutan tim SMPN 1 Wonoayu, Sidoarjo) di laga pembuka babak utama Junior DBL East Java Series 2020. Mereka berhasil mengakhiri laga dengan skor 40-8. Hasil positif skuad putri SMPN 1 Blitar menular ke tim putra yang berlaga di pertandingan kedua hari ini. Melawan SMP Mawar Sharon Surabaya mereka berhasil memenangi laga dengan skor meyakinkan 51-32. Torehan ini membuat mereka menjadi tim yang tak terkalahkan sejak babak penyisihan Junior DBL musim ini. SMPN 4 Sidoarjo Kemenangan pertama di babak utama Junior DBL East Java Series berhasil diperoleh putri Foursda Sidoarjo (julukan SMPN 4 Sidoarjo). Mereka mengamankan kans untuk bisa melaju ke play-off dengan mengalahkan Atlas Surabaya (sebutan SMPN 17 Surabaya) dengan skor 19-12. Putra-putri SMP Petra 3 Surabaya Skuad asuhan  Halimah Saleh   tampil perkasa di laga perdananya. Mereka berhasil memetik poin pertama di babak utama Junior DBL East Java Series 2020 usai menundukkan tim putri SMP Santa Agnes Surabaya dengan skor 31-7. Setelah sebelumnya Putri SMP Petra 3 Surabaya Menang meyakinkan di Laga Perdana , kini giliran skuad putra mereka yang menunjukkan permainan gemilang. Melawan SMP Singapore National Academy Sidoarjo, mereka berhasil menyudahi laga dengan skor meyakinkan 34-17. SMP Gloria 1 Surabaya It’s an epic comeback! Sempat tertinggal cukup jauh di sepanjang paruh awal pertandingan, tim putri SMP Gloria 1 Surabaya berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan perdana Junior DBL musim ini. Adalah Jane Lavinia Chiang yang menjadi sosok dibalik kemenangan skuas asuhan  Wahyudi Yunarto. SMP Petra 1 Surabaya Teriakan gembira para pendukung tim putri SMP Petra 1 Surabaya langsung pecah ketika tim kebanggan mereka memenangi laga pertamanya di babak utama  Juior DBL East Java Series 2020. Putri SMP Petra 1 Surabaya berhasil menyudahi perlawanan SMP Gloria 2 Surabaya dengan skor 39-6. SMP CH East SBY Cheetah-sebutan SMP Cita Hati East Surabaya- berhasil meraih kemenangan perdananya melawan SMP Gloria 2 Surabaya. Pada laga terakhir Jumat (18/2) Junior DBL East Java Series 2020 ini mereka mengakhiri laga dengan skor 39-19. Jangan lupa datang dan saksikan Babak Utama Junior DBL East Java Series 2019-2020 di DBL Arena Surabaya. Download aplikasi DBL Play untuk mengikuti perkembangan tim-tim kesayangan kalian selama bertanding, ya!  

Para Pemain Alami Banyak Perkembangan Sejak Gabung Garuda Select

Edgard Amping dan Arsa Ahmad bersyukur ia telah menjalani uji coba dengan tim Inggris dan Italia.

Jakarta, 19 Januari 2020 – Garuda Select sudah berlatih sekitar empat bulan. Para pemain merasakan banyak perkembangan selama mengikuti program yang dilatih duet Des Walker dan Dennis Wise ini. Pemain belakang Garuda Select, Edgard Amping bersyukur ia telah menjalani uji coba dengan tim Inggris dan Italia. Ia jadi merasakan pengalaman menghadapi lawan dengan teknik bagus seperti tim Italia dan lawan yang mengandalkan fisik layaknya tim Inggris. “Kalau soal perkembangan selama empat bulan cukup banyak. Mulai dari teknik, visi bermain, kerja sama tim, dan komunikasi,” ucap Edgard. Sementara Arsa Ahmad merasakan perkembangan dari sisi fisik. Ini merupakan faktor penting bagi setiap pemain untuk bermain konstan selama 90 menit. “Yang paling penting sih perkembangan fisik karena kami di sini ditempa fisik. Setiap tiga kali seminggu kami latihan gim,” ujar Arsa. Skuad Garuda Select terdekat akan menghadapi Inter Milan. Laga ini dijadwalkan pada tanggal 22 Januari. Penampilan Garuda Select di setiap pertandingan dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Demi Kompetisi EPA 2020, Klub Liga 1 dan PSSI Tidak Menghargai SSB, DIKLAT SB & AKADEMI SB.

PSSI

Menjelang bergulirnya Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 PSSI U-16. U-18, dan U-20 tahun 2020, kini banyak beredar iklan lewat media sosial tentang seleksi terbuka yang dilakukan oleh berbagai klub Liga 1 PSSI. Yang lebih memprihatinkan adalah, iklan-iklan tersebut ditujukan untuk mencari pemain dari berbagai daerah, untuk di ambil sebagai pemain klub bersangkutan, dengan cara registrasi secara online. Iklan pun di share terbuka melalui instagram dan medsos lain secara resmi oleh klub-klub pencari pemain. Luar biasanya setiap pemain yang akan ikut seleksi terbuka, dipungut biaya. Ada yang dalam iklan menyampaikan pemain asal daerah dari klub berdomisili gratis, namun pemain dari luar daerah membayar. Ada yang memungut biaya tiga ratus ribu rupiah, ada yang memungut biaya dua ratus ribu rupiah per pemain. Namun, panitia seleksi dari klub-klub tersebut juga secara resmi mengumumkan bahwa seleksi dibatasi hingga ratusan pemain. Ini cara-cara tak “sopan” klub liga 1, mencari pemain gratisan, juga mencari “recehan” dari orangtua pemain. Sungguh memalukan. Lalu, siapa sasaran pemain seleksi yang diincar para klub Liga 1 tersebut? Jelas anak-anak yang selama ini sudah dibina oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) atau Akademi Sepak Bola (ASB) atau Diklat Sepak Bola (DSB) yang sudah terlebih dahulu menjadi pembina secara resmi. Cara-cara yang kini dilakukan oleh klub-klub Liga 1 demi memiliki pemain untuk kompetisi EPA U-16, U-18, dan U-20 secara gratisan, tanpa membina pemain, bahkan saat melakukan seleksi terbuka juga memungut biaya, sungguh menciderai sportivitas pembinaan sepak bola akar rumput (usia dini dan muda). Dari regulasi PSSI sendiri, klub-klub peserta Liga 1, wajib memenuhi syarat bahwa pemain EPA setiap klub wajib menjadi pemilik klub, dan saat merekrut pemain dengan seleksi terbuka atau tak terbuka, pemain dari SSB atau ASB atau DSB yang terpilih harus minta Surar Keluar dari SSB atau ASB atau DSB bersangkutan. Memang tidak semua klub liga 1 melakukan cara-cara “picik” merekrut pemain tanpa membina, ada juga Klub liga 1 yang memang sudah memiliki pemain binaan sendiri.

Kunci Penampilan Apik Bagus Kahfi Saat Hadapi Juventus

Pemain Garuda Select bernomor punggung 10, Bagus Kahfi

Jakarta, 18 Januari 2020 – Juventus U-17 hanya mampu mencetak gol lewat eksekusi penalti ketika menang 2-1 atas Garuda Select di Juventus Training Center, Vinovo, pada Kamis (16/1) waktu setempat. Tim tuan rumah juga cukup kerepotan menghadapi permainan skuad arahan Des Walker yang kerap mengandalkan umpan panjang. Secara keseluruhan, tidak ada penurunan performa signifikan dari Garuda Select jika dibandingkan dengan laga melawan Torino U-17 pekan lalu. Bagus Kahfi masih menjadi andalan di garis depan, dengan ditopang David Maulana dan Rafli Asrul dari sektor tengah. Meski demikian, beberapa hal masih harus diperbaiki. Setelah pertandingan, Bagus mengakui bahwa tidak mudah menghadapi Juventus U-17. Jika harus membandingkannya dengan tim-tim di Inggris, tentu ada perbedaan mencolok. “Tim Italia lebih ketat dalam bertahan dibandingkan tim-tim Inggris. Kalau di Inggris, masih ada sedikit celah di lini belakang, sementara Italia benar-benar ketat. Contohnya Juventus ini, makanya ketika mendapatkan kesempatan, saya harus memaksimalkannya,” tutur Bagus selepas laga kepada Mola TV. Bagi Bagus, gol tersebut menjadi yang ketiga sejak kembali bergabung dengan skuad Garuda Select pada Desember 2019. Pada laga pertandingan melawan Torino pekan lalu, pemain kelahiran Magelang tersebut juga mengemas satu gol. Sementara itu, satu gol lainnya dicetak kala menghadapi Swindon Town di Lapangan Birmingham County FA. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Tantangan Garuda Select Hadapi Gaya Main Berbeda di Inggris dan Italia

Pendapat Arsa Ahmad mengenai perbedaan permainan Inggris dan Italia

Jakarta, 19 Januari 2020 – Garuda Select mengenyam latihan dan bertanding melawan tim-tim Inggris dan Italia. Tim asuhan duet Des Walker dan Dennis Wise ini harus cepat beradaptasi melawan tim dengan gaya main berbeda. Setelah berlatih dua bulan di Inggris, Garuda Select melanjutkan latihan di Como, Italia. Terdekat, Garuda Select akan melawan Inter Milan di tanggal 22 Januari. “Soal perbedaan Inggris dan Italia ada perbedaannya tapi tidak terlalu banyak. Permainan di Italia lebih fokus ke teknik mereka bermain build-up dari bawah bisa sampai ke depan dengan baik,” ucap bek kiri Garuda Select, Edgard Amping. Sementara itu, menurut Arsa Ahmad anak-anak Inggris lebih fokus kepada fisik. Sangat banyak benturan badan di setiap pertandingan yang dijalani. “Kalau Inggris itu lebih banyak tentang fisiknya. Adu fisiknya, tentang benturan badan, otot-otot semua, kalau di Inggris seperti itu,” ujar Arsa. Bagi Arsa, lawan-lawan di Inggris dan Italia sama-sama sulit. Para pemain harus bisa beradaptasi dengan cepat untuk bisa mengalahkan lawan dengan karakter berbeda. “Sama-sama sulit kalau yang satu lebih sulit di faktor bagian fisik, yang satu lagi bagus di bagian teknik,” lanjut Arsa.

Persija Resmi Umumkan Pelatih Baru, Bepe Siap Bantu Sergio Farias

Persija Jakarta menunjuk Sergio Farias sebagai Pelatih musim 2020.

Jakarta -Sergio Farias resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Persija Jakarta. Proses perkenalan pelatih berkebangsaan Brasil itu berlangsung di Elite Club Epicentrum, Setiabudi, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Salah satu alasan dirinya menerima pinangan Macan Kemayoran adalah mencari tantangan baru. Tim Ibu Kota ini merupakan klub bersejarah dan memiliki basis suporter yang besar, sehingga Ia tertantang untuk memberikan gelar di Persija. “Saya pernah di Asia dan saya dapat undangan dari Persija. Ini tantangan besar serta level pekerjaan yang bagus. Apalagi saya pernah juara Liga Champions tapi sudah lama sekarang saya butuh tantangan baru,” ujar Sergio. “Ditambah lagi tim ini tim besar banyak suporter dan sangat fanatik. Jadi saya akan berikan yang terbaik buat Persija,” tambahnya. Rencananya selama di Persija baru dibantu dua asisten pelatih. Dua asisten pelatih yakni Stefano selaku asisten pelatih dan Rodrigo Pellegrino selaku pelatih fisik sekaligus analis. Keduanya juga sudah dikenalkan di depan awak media. “Kami sebelum ini sudah mencari tahu soal Persija baik itu melalui online maupun beberapa pelatih Brasil yang sebelumnya melatih di Indonesia. Intinya saya akan bertahap dan menganalisis agar nantinya bisa membangun tim ini menjadi baik sekaligus bisa meraih juara,” tutupnya. PERSIJA TUNJUK BEPE JADI MANAJER TIM Bambang Pamungkas telah dipastikan mengemban tugas baru di Persija Jakarta selepas pensiun. Ia resmi ditunjuk sebagai manajer tim untuk musim depan. Pengumuman ini disampaikan di Elite Club Epicentrum, Setiabudi, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Tugas utama pria yang akrab disapa Bepe yakni membantu tim pelatih mengelola tim di dalam maupun luar lapangan. Ia mengaku akan tetap bekerja sama dengan Marsma TNI, Ardhi Tjahjoko, yang mendapatkan jabatan baru sebagai pembina tim. “Sekali lagi saya diperkenalkan secara resmi sebagai manajer Persija. Ini bukan peran baru untuk saya. Yang pasti, saya dan Pak Ardhi akan sama-sama membantu tim pelatih dan menyediakan hal yang dia perlukan untuk menjalani roda tim ini,” kata Bepe. “Sekali lagi tidak ada pengurangan orang di manajemen tim, tapi diperkuat. Saya melengkapi. Saya dan Pak Ardhi menjadi kepanjangan presiden tim,” tambahnya. Lebih lanjut Ia juga menegaskan tidak akan mengintervensi ke arah teknikal. Pasalnya wewenang ini sepenuhnya dipegang Sergio Farias sebagai pelatih kepala. “Saya sudah lama di tim ini. Sudah mengenal tim ini. Saya mempercepat pengenalan pelatih kepala ke tim ini, misal soal budaya dan lain-lain. Tapi kami tak akan mencampuri area teknis pelatih,” imbuh eks striker Timnas Indonesia itu.

Beri Perlawanan Sengit, Edgard Amping Dapat Pelajaran Berharga Dari Juventus U-17

Garuda Select menjalani partai uji coba keduanya dengan menghadapi Juventus U-17 di Juventus Training Center, Vinovo, Turin. Laga yang digelar pada Kamis (16/1), berakhir dengan skor tipis 2-1 untuk keunggulan tuan rumah. Des Walker menurunkan skuad yang hampir sama dengan pertandingan sebelumnya. Perubahan praktis hanya terletak di lini tengah. Bramdani yang di laga kontra Torino mengisi lini tengah bersama Rafli Asrul dan David Maulana, kini digantikan oleh Fernando. Berbeda dari laga melawan Torino, kali ini lini tengah lebih didominasi oleh Juventus. Barisan pertahanan yang digalang Dodi Irawan dan Renaldi menerima serangan demi serangan I Bianconeri. Garuda Select akhirnya mampu keluar dari tekanan dan mendapat peluang emas di menit ke-14 melalui Bagus Kahfi. Sayang, sepakan pemain yang tengah merayakan hari ulang tahunnya itu masih bisa ditepis Simone Scaglia. Juventus mendapat hadiah penalti di menit ke-19 setelah Dodi menjatuhkan Nicolo’ Turco di kotak terlarang. Turco yang maju sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakan peluang untuk mengubah skor menjadi 1-0. Dua menit berselang, Bagus akhirnya mewujudkan angan untuk mencetak gol di hari jadinya. Mendapat umpan terobosan matang dari Subhan Fajri, Bagus dengan tenang melewati penjaga gawang dan melesakkan bola. Skor imbang bertahan hingga turun minum. Di awal babak kedua, Walker tidak melakukan banyak perubahan. Hanya Yogi Hermawan yang digantikan Risky Sudirman di bawah mistar. Debut Risky – yang sejatinya merupakan kiper Garuda Select angkatan pertama – harus ‘ternoda’ ketika Juventus kembali mendapat penalti di menit ke-48. Luis Hasa yang mendapat giliran menjadi eksekutor membawa timnya kembali unggul 2-1. Gol kedua Juventus membuat Garuda Select menambah kedalaman di lini tengah, sekaligus mempertajam di lini depan. Walker memasukkan Dika Kuswardani dan Alfriyanto Nico menggantikan Bramdani dan Subhan Fajri. Garuda Select terus berupaya untuk kembali menyamakan kedudukan. Beberapa kali peluang dihasilkan oleh Rafli, Bagus, hingga Renaldi yang sempat terjebak off-side. Namun, tak ada lagi gol tambahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Meski menelan kekalahan, tidak ada penyesalan yang terlihat di wajah para pemain Garuda Select. Para pemain tetap meninggalkan lapangan dengan kepala tegak karena mereka sadar, banyak pelajaran yang bisa diambil dari pertandingan ini. Salah satu pemain yang mengakuinya ada Edgard Amping, bek kiri asal Mamuju, Sulawesi Barat. “Ada pelajaran penting yang bisa kami ambil dari pertandingan ini. Kami sudah berusaha maksimal, meskipun memang hasil belum memihak,” katanya setelah pertandingan kepada Mola TV. Edgard, yang diberi kesempatan bermain penuh, bergerak dengan sigap di sektor kiri pertahanan Garuda Select. Sambil sesekali, dengan kecepatannya, ia merangsek ke depan untuk membantu serangan. Konsistensi Edgard di sisi kiri permainan Garuda Select masih sulit tergantikan. Sejauh 11 pertandingan yang sudah dijalani pada musim kedua ini, ia tidak pernah absen sekali pun meski tak selalu bermain penuh. Delapan pertandingan dia dimainkan sejak awal hingga akhir, dua masuk sebagai pemain pengganti, dan sekali ditarik keluar pada babak kedua. Meski harus mengakui keunggulan Juventus, Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes, mengaku bangga dengan performa yang ditampilkan anak asuhnya. “Pertandingan berjalan bagus. Banyak pelajaran dari permainan tim Italia seperti possession, bertahan dalam, counter. Kami mampu membuat beberapa peluang dan gol yang bagus. Para pemain tetap bersemangat sejak awal,” jelas Holmes kepada Mola TV. Dengan tuntasnya pertandingan ini, Garuda Select sudah melewati dua laga uji coba di Italia. Bagus dan kawan-kawan selanjutnya akan mempersiapkan diri menyambut laga berikutnya yakni menghadapi Internazionale U-17 (22/1) dan Como U-17 (28/1).

Proliga Bola Voli 2020, 78 Laga di Delapan Kota

Indonesia akan menjadi tempat pelaksanaan 78 laga pada musim kompetisi Proliga 2020, yang diikuti enam tim putra dan lima putri, 24 Januari hingga 19 April 2020 mendatang.

JAKARTA, 15 JANUARI 2020 – Sembilan venue di delapan kota di Indonesia akan menjadi tempat pelaksanaan 78 laga pada musim kompetisi Proliga 2020, yang diikuti enam tim putra dan lima putri, 24 Januari hingga 19 April 2020 mendatang. Gelanggang Remaja Pekanbaru, Riau akan menjadi delapan laga pembuka, termasuk upacara pembukaan 24 Januari 2020. Pelaksanaan seri perdana putaran pertama itu akan berlangsung hingga 26 Januari 2020. Juara bertahan, Surabaya Bhayangkara Samator akan menjadi tuan rumah di Pekanbaru itu. Sedangkan laga penutup atau grand final akan dilangsungkan di GOR Amongrogo, Yogyakarta, 18 dan 19 April 2020. Tujuh venue lainnya yang akan menjadi tempat pelaksanaan kompetisi yang sudah memasuki tahun ke-19 ini yakni GOR Satria Purwokerto (31/1-2/2), Gedung PSCC Palembang (7/1-9/1), GOR Tri Dharma Gresik (28/2-1/3), GOR C’Tra Arena Bandung (6/1-8/1), GOR UNY Yogyakarta (13/1-15/1), GOR Joyoboyo Kediri (3/4-5/4), dan GOR Sritex Arena Solo (10/4-12/4). Sementara enam tim putra yang akan meramaikan Proliga 2020 terdiri dari juara bertahan Surabaya Bhayangkara Samator, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta BNI 46, Palembang Bank SumselBabel, Jakarta Garuda, dan tim pendatang baru Lamongan Sadang MHS. Sedangkan di sektor putri, lima tim yang akan berpartisipasi antara lain juara bertahan Jakarta PGN Popsivo Polwan, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta BNI 46, Bandung bjb Tandamata, Gresik Petrokimia Puslatda KONI Jatim. Juara bertahan putri Jakarta PGN Popsivo Polwan dan Jakarta Pertamina Energi akan mengawali kompetisi kasta tertinggi bola voli di Tanah Air ini di Pekanbaru (24/1). Sedangkan juara bertahan putra, Surabaya Bhayangkara Samator dan Jakarta Garuda laga kedua pada hari yang sama. Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty mengatakan pada musim kompetisi tahun ini, Purwokerto merupakan kota yang baru pertama menjadi tempat pelaksanaan Proliga, tahun ini. “Ini berarti bola voli, khususnya Proliga, semakin berkembang dan menyebar di berbagai kota di Indonesia,” ujar Hanny. Jakarta Pertamina Energi menjadi tuan rumah di Purwokerto. Menurut manajer tim putra Jakarta Pertamina Energi, Sutrisno, dipilihnya Purwokerto ini dikarenakan kota Purwokerto memiliki fasilitas yang sangat memadai untuk pelaksanaan sekelas Proliga. “Kita tahu kalau GÖR Satria yang juga disebut sebagai GOR Sasana Krida Raga Satria ini pernah digunakan Kejurnas Futsal dan Kejuaraan Provinsi Bola Voli Junior se-Jateng. Makanya kita pilih Purwokerto,” ujar Sutrisno. Sementara pada perhelatan Proliga tanun ini terdapat tim peserta baru yakni putra Lamongan Sadang MHS. Sedangkan di bagian putri, ada Gresik Petrokmia Pusiatda KONI Jatim. Tim dari Kota Pudak ini sebenarova adalah tim lama yang kembali turut serta. Pada musim kompetisi 2019 lalu, Petrokimia absen Lamongan Sadang MHS, diasuh pelatin senior asal Yogyakarta Putut Marhaento. Dalam debutnya pada musim ini, Lamongan Sadang MHS tdak menargetkan muluk-muluk. “Bagi kami di tahun pertama ini asal lolos final four saja cukup,” ujar Putut. Tim pendatang baru ini dihuni pema pemtain yang sudah berkecimpung cukup lama di Proliga seperti mantan kapten Samator, Machfud Nurcanyadi, Dimas Saputra Pratama, Antho Bertyawan dan lain-lain yang berintikan pemain dari Yuso Yogyakarta. Manajer juara bertahan putra Surabaya Bhayangkara Samator, Hadi Sampurno mengatakan akan berusaha memetik kemenangan pada dua laga di Pekanbaru pada seri pembuka putaran pertama di Pekanbaru, 24-26 Januari mendatang “Kami akan berusaha semaksimal mungkin memetik dua kemenangan di awal ini,”viar Hadi Sampurno. Dua laga yang menjadi homebase Samator itu, juara bertahan bertemu dengan Jakarta Garuda (24/1) dan Lamongan Sadang MHS (26/1). Sedangkan tim Palembang Bank SumselBabel mempunyai target yang realistis yakni lolos final four. Pada musim ini Bank Sumsel diasuh pelatih Mashudi, pelatih yang pernah membawa tim dari luar Pulau Jawa ini, dua kali juara Proliga (2011 dan 2013). “Harapan kami dengan adanya pelatih Mashudi, kami bisa meraih prestasi terbaik seperti tahun 2011 dan 2013. Tapi target awal yah lolos final four dulu,” kata asisten manajer Bank SumselBabel, Brian Alfianto. Satunya berasal Tim putra lainnya yakni finalis musim lalu, Jakarta BNI 46 mengaku optimis bisa lebih baik pada musim ini ketimbang tahun lalu. “Dari materi pemain saya lebih optimis tahun ini. Masuknya Doni Haryono semakin membuat kami optimis,” kata pelatih putra Jakarta BNI 46, Samsul Jais. Di bagian putri juara bertahan, Jakarta PGN Popsivo Polwan tak berani sesumbar menargetkan juara seperti yang mereka raih tahun lalu. Popsivo kehilangan tiga pemain inti yang meraih gelar juara musim lalu yakni Aprilia Manganang yang kini memperkuat Bandung bjb Tandamata, dan Wilda Siti Nurfadillah Sugandhi yang bergabung dengan Jakarta Pertamina Energi, serta seter asal Thailand, Porpurn. “Kita target asal lolos final four. Baru itu kita pikirkan target berikutnya,” ujar asisten manajer Popsivo, Kompol. Ernita Pongki. Lain halnya dengan tim Bandung bjb Tandamata. Tim asuhan Risco Herlambang ini ditargetkan oleh manajemen menjadi juara. Dengan mengandalkan Aprilia Manganang, bjb diharapkan menjuarai musim ini. “Setelah musim lalu kami hanya menempati peringkat empat, tahun ini kami targetkan juara Proliga 2020,” ungkap Ayi Subarna, manajer Bandung bjb Tandamata. Gresik Petrokimia yang kembali berkiprah tahun ini setelah musim lalu absen, lebih kepada persiapan tim PON Jawa Timur, yang dipersiapkan menghadapi pesta olahraga PON Papua mendatang. “Di samping untuk persiapan PON Papua, kami juga melihat para pemain muda untuk pembinaan,” tukas manajer Gresik Petrokimia Puslatda KONI Jatim, Irmantara Subagio. Proliga 2020 tetap bagi setiap peserta untuk menggunakan maksimal dua pemain asing. Setiap pemain asing yang berlaga diwajibkan memiliki Kartu ljin Tinggal Terbatas (Kitas) yang dikeluarkan Imigrasi dan ITC (International Transfer Procedure) yang dikeluarkan (FIVB). “Tanpa Kitas dan ITC, pemain asing tidak diperkenankan bermain. Sedangkan pelatih asing hanya mengurus Kitas saja,” tambah Hanny. Seluruh laga Proliga 2020 bisa diikuti di Live streaming Youtube channel: pbvsi_official Instagram: @proliga_official Twitter. @VoliProliga Facebook: @pbvsiofficial Website: www.volindonesia.org

Trio Garuda Select Dilatih Pelatih Kiper Tim Senior Como

Yogi Hermawan, Erlangga Setyo, dan Risky Sudirman menerima metode latihan yang diberikan langsung oleh pelatih kiper tim senior FC Como.

Jakarta, 14 Januari 2020 – Jelang persiapan menghadapi laga kontra Juventus U17, Kamis (16/1) mendatang, skuad Garuda Select kembali menjalani serangkaian sesi latihan. Taktik dari laga sebelumnya ketika sukses menaklukkan Torino tiga gol tanpa balas coba terus disempurnakan tim pelatih yang dikepalai Des Walker dan Dennis Wise. Selain aliran bola dari belakang hingga ke lini depan, satu aspek yang tak ketinggalan mendapat perhatian adalah penjaga gawang. Dalam sesi latihan terakhir, para kiper Garuda Select yang kini beranggotakan Yogi Hermawan, Erlangga Setyo, dan Risky Sudirman menerima metode latihan yang diberikan langsung oleh pelatih kiper tim senior FC Como. Sosok itu adalah Cartago Alessandro. Pelatih kiper kawakan yang satu ini punya segudang pengalaman melatih kiper-kiper terbaik di Italia. Salah satu anak didiknya adalah seorang kiper legendaris Gli Azzurri di era 80-an, Walter Zenga. Dalam sesi latihan tersebut, Alessandro memberi latihan kecepatan reaksi bagi trio penjaga gawang Garuda Select. Latihan ini dilakukan dengan beberapa variasi metode. Salah satunya dengan menggunakan dua bola berbeda warna, dimana kiper dituntut mampu menangkap atau menghalau warna bola sesuai instruksi Alessandro. “Amankan bola kuning ketika saya katakan demikian. Sebaliknya jika saya memberi komando untuk mengamankan bola satunya (bola putih). Percepat reaksi kalian,” tegas Alessandro kala memberi instruksi. Dengan latihan yang diberikan langsung oleh Alessandro, Yogi dan para kompatriotnya diharapkan mampu kembali tampil apik di bawah mistar. Clean sheet yang didapat saat kontra Torino menjadi tren positif yang harus mereka pertahankan di laga-laga mendatang. Setelah Juventus, Garuda Select akan menghadapi Internazionale U17 (22/1) dan Como U17 (28/1) sebelum nantinya kembali bertolak ke Inggris. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Risky Sudirman, Amunisi Teranyar Di Bawah Mistar Gawang Garuda Select

Risky Sudirman (kiper)

Jakarta, 11 Januari 2020 – Setelah di bulan Desember lalu memanggil lima pemain dari angkatan pertama, tim pelatih Garuda Select yang dikepalai Des Walker (Pelatih Kepala) dan Dennis Wise (Direktur Teknik) menambah stok penjaga gawang skuad Garuda Select season kedua dengan memanggil Risky Sudirman. Kiper milik Persija Jakarta itu berangkat menuju Italia guna menyusul rekan-rekannya yang tengah dalam persiapan menyambut laga kontra Juventus U17. Ditemui Mola TV jelang keberangkatan pada Kamis (9/1), Risky mengaku sangat senang bisa kembali bergabung dengan angkatan kedua. “Senang sekali bisa kembali dipanggil ke skuad Garuda Select! Selama mengikuti program di angkatan pertama, saya sudah dapat banyak pelajaran mulai dari fisik, mental, hingga pengalaman bertanding menghadapi tim-tim di Inggris,” ujar Risky. Pemain yang memiliki tanggal lahir sama dengan Kakang Rudianto, yakni 2 Februari 2002 ini juga mengaku sangat antusias menghadapi rangkaian uji coba yang ada di Italia nanti. “Karena baru pertama kali ke Italia, akan jadi pengalaman baru bagi saya untuk mengenal gaya bermain tim-tim Italia,”lanjutnya. Risky juga berharap, kehadirannya di Italia mampu memberikan kontribusi positif bagi skuad arahan Walker tersebut. Terlebih dengan kondisi salah satu kiper, Erlangga Setyo, yang tengah mengalami cedera. Hadirnya Risky diyakini akan menambah opsi dan kedalaman amunisi di bawah mistar Garuda Select. “Di pertandingan terakhir lawan Torino, saya melihat permainan tim sangat baik dan sudah memiliki kekompakan yang bagus. Harapannya kedatangan saya bisa memberi hasil yang terbaik buat para pelatih dan teman-teman di sana,” tutup Risky. Laga menghadapi I Bianconeri yang berlangsung di Juventus Training Center, Kamis (16/1), akan menjadi laga kedua Garuda Select di Italia. Pertandingan-pertandingan lain yang sudah menunggu Risky dan kawan-kawan dalam waktu dekat adalah kontra Internazionale U17 (22/1) dan Como U17 (28/1). Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Menang Atas Torino, Dennis Wise Apresiasi Penampilan David Maulana

Pemain Garuda Select, David Maulana

Perkembangan pesat terus diperlihatkan para pemain Garuda Select dari hari ke hari. Pada pertandingan terbaru, kombinasi lini tengah menjadi andalan ketika mengalahkan Torino U-17 tiga gol tanpa balas pada Jumat (8/1) waktu setempat di Lascaris Field, Turin. Khusus melawan Torino, durasi pertandingan menjadi 2×40 menit karena permintaan pihak tuan rumah Umpan pendek dari kaki ke kaki menjadi andalan Garuda Select dalam mengacak-acak pertahanan tim asuhan Christian Fioratti. Poros David Maulana, Brylian Aldama, dan Rafli Asrul memperlihatkan kelasnya di laga kali ini. Skema umpan-umpan pendek langsung membuahkan hasil pada menit ke-22. Bek Torino yang lengah saat menjaga pergerakan Bagus Kahfi, dianggap melakukan handball di kotak penalti. Eksekusi dari titik putih dituntaskan langsung oleh Bagus dan membawa timnya unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir. Dominasi Garuda Select masih berlanjut pada babak kedua. David dan Rafli menambah dua gol di sisa pertandingan. Masing-masing pada menit ke-65 dan 78. Hasil ini menjadi modal bagus jelang menghadapi Juventus pada Kamis, 16 Januari 2020. Jika berjalan sesuai rencana, pertandingan akan dilangsungkan di Juventus Training Center, Vinovo. Bagi Rafli, satu gol tersebut menjadikannya pemain tersubur di skuad Garuda Select dengan torehan tujuh gol. Kemenangan ini pun mendapat reaksi positif dari Dennis Wise selaku direktur teknik. “Mereka bermain bagus, baik secara individu, maupun secara tim. Padahal, jika melihat lapangan hari ini, kondisinya cukup parah. Tetap para pemain tetap mampu mengalirkan umpan-umpan dengan baik,” kata Dennis. Salah satu pencetak gol di laga ini, David Maulana, bangga melihat semangat bermain yang diperlihatkan rekan-rekan setimnya. “Kami bermain bagus dan berani memainkan bola padahal lapangan cukup becek. Arahan khusus dari pelatih adalah kalau umpan harus melihat posisi teman dan jangan kehilangan bola di tengah lapangan,” ucap David. PENAMPILAN DAVID MAULANA SAAT MELAWAN TORINO Garuda Select mengawali petualangan di Italia dengan kemenangan meyakinkan. Torino U-17 kebobolan tiga gol tanpa mampu membalas satu pun di Lapangan Lascaris, Turin, pada Rabu (8/1) waktu setempat. Salah satu pemain yang mencuri perhatian di pertandingan ini adalah David Maulana. Gelandang sekaligus kapten tim itu terlibat dalam proses terciptanya dua dari tiga gol Garuda Select di pertandingan tersebut. Pada babak kedua, tendangan akuratnya dari luar kotak penalti tidak mampu dihalau kiper Torino, Ramon Virano. Berselang 13 menit, David dengan jeli mengirim bola ke Rafli Asrul yang berdiri dalam posisi strategis. Rafli langsung menyontek bola dan menutup memastikan timnya menang besar di Lascaris. Setelah pertandingan, penampilan apik David Maulana mendapat pujian dari Direktur Teknik Garuda Select, Dennis Wise. “David tampil sangat luar biasa hari ini. Sejak kembali bergabung, perlahan tapi pasti kualitasnya terus meningkat. Hari ini umpan-umpannya sangat bagus meskipun kualitas lapangan di sini sangat buruk. Saya senang melihat apa yang sudah ia lakukan sejauh ini,” ucap Dennis setelah pertandingan. David memang tampil menonjol di laga tersebut. Ia menjadi pengatur ritme permainan di lini tengah, menopan dua gelandang lain yang lebih ditugaskan menyerang, Brylian Aldama dan Rafli Asrul. Umpan pendek dari kaki ke kaki yang menjadi skema andalan sejak awal pertandingan, berfungsi dengan baik dan membuat lini belakang Torino kerepotan. “Kami bermain sangat baik di pertandingan kali ini. Saya melihat pemain yang lain juga menikmati pertandingan. Tidak ada beban di mata mereka. Gol yang saya cetak juga berkat kinerja pemain yang lain,” tutur David ketika ditemui Mola TV. Hasil ini menjadi modal bagus jelang menghadapi Juventus U-17 pada Kamis, 16 Januari 2020. Jika berjalan sesuai rencana, pertandingan akan dilangsungkan di Juventus Training Center, Vinovo. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat  

Intip Rahasia Kekompakan Poros Tengah Garuda Select

Kiri ke kanan: Brylian Aldama, Rafli Asrul, David Maulana.

Jakarta, 10 Januari 2020 – Perjuangan Garuda Select latihan selama berbulan-bulan tampaknya mulai menemui hasil. Dalam beberapa pertandingan terakhir, tim pelatih sudah menemukan skema andalan yang bisa digunakan di segala sektor. Khusus untuk lini tengah, duet Dennis Wise dan Des Walker mempercayakan trio David Maulana, Brylian Aldama, dan Rafli Asrul untuk mengurusnya. David berperan sebagai komandan utama di jantung permainan. Sementara Brylian dan Rafli bertugas langsung sebagai pembongkar pertahanan lawan lewat pergerakannya. Sambil sesekali menyumpai umpan matang ke lini depan yang bergantian diisi Bagus Kahfi, Alfriyanto Nico, dan Arsa Ahmad. Rahasia utamanya terletak pada komunikasi. “Kalau sedang tidak bermain, kami lumayan sering mengobrol. Dari situ, sedikit demi sedikit, chemistry mulai terbangun,” ucap Brylian kepada Mola TV. “Pada dasarnya, saya sudah tahu apa yang diinginkan David dan Rafli. Begitu pula sebaliknya, mereka tahu maksud saya. Itu yang membuat kami menikmati permainan,” sambungnya. Komunikasi memang menjadi salah satu aspek yang paling ditekankan pelatih kepada para pemainnya. Hal itu diakui Brylian sangat berpengaruh terhadap pola permainan tim di atas lapangan. “Kami diminta untuk kompak di lini tengah. Harus bisa saling mengisi satu sama lain dan yang terpenting, menjaga komunikasi saat latihan,” tutur Bry, sapaan akrabnya. Dari empat laga dengan kehadiran mereka di lini tengah, sudah ada 11 gol yang diciptakan oleh Garuda Select. Hampir separuh dari jumlah itu, tercipta atas nama tiga pemain tersebut. Rafli paling produktif dengan tiga gol, sementara David dan Brylian, sama-sama berbagi satu gol. Ketiga pemain ini juga selalu bermain penuh dalam setiap laga sejak dipadukan bersama. Mulai dari melawan Cheltenham Town, Swindon Town, Walsall, hingga Torino, posisi mereka bertiga sebagai motor utama serangan tidak tergantikan. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Tim Garuda Select Rekreasi ke Milan Sebelum Jalani Laga Perdana Melawan Torino U-17

Tim Garuda Select Menyambangi Milan untuk Refreshing.

Jakarta, 6 Januari 2020 – Sebelum melakoni laga perdana di Italia melawan Torino U-17 pada Rabu, 8 Januari 2020, tim Garuda Select berkesempatan menyambangi Milan untuk berekreasi. Dalam rombongan tersebut ikut pula sang pelatih kepala, Des Walker, yang ditemani jajarannya. Ada Danny Holmes selaku asisten pelatih, Jake Fitzsimmons yang bertugas sebagai pelatih fisik, petugas perlengkapan tim, Des Dolan. Momen tersebut disambut antusias oleh para pemain. Setelah satu pekan digembleng menjalani latihan, mereka pun mendapatkan waktu rehat sebelum pertandingan yang akan berlangsung lusa. Salah satunya ada Fajar Fathurrahman, yang mengaku senang dengan pengalaman pertamanya ke Milan. “Hari ini ada sedikit waktu untuk refreshing keliling menikmati kota Milan karena sepekan kemarin kami fokus untuk latihan. Ini merupakan pengalaman pertama saya ke sini. Senang bisa rekreasi dan melihat langsung pemandangan kota,” kata Fajar kepada Mola TV. Sejak bergabung kembali pada Desember 2019, Fajar langsung menjadi andalan pelatih untuk beroperasi di sektor kanan penyerangan. Dalam dua pertandingan melawan Cheltenham Town dan Swindon Town, ia selalu dimainkan selama 90 menit. Garuda Select akan berada di Italia selama Januari 2020 untuk menjalani sejumlah partai uji coba. Setelah Torino, tim-tim lain seperti Inter Milan, Juventus, dan Como, sudah menunggu untuk menjajal kekuatan Fajar Fathurrahman dkk. Seluruh pertandingan rencananya digelar di kandang lawan. Penampilan Garuda Select dapat disaksikan melalui LIVE MATCH secara gratis di MOLA TV. Selain itu, MOLA TV juga menyediakan liputan dokumenter kegiatan latihan dan berbagai kehidupan para pemain selama mengikuti program Garuda Select. Banyak hal menarik dan menyentuh yang layak menjadi pembelajaran bagi siapa pun yang ingin meraih impian, termasuk mimpi para pemain Garuda Select untuk menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Aksi-aksi dari para pemain Garuda Select bisa disaksikan di: https://mola.tv/categories/gs-cat

Garuda Select Siap Menambah Pengalaman dari Kunjungan ke Italia

Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes. (tengah)

Jakarta, 5 Januari 2020 – Garuda Select akan menjajal kekuatan Torino U-17 pada Rabu, 8 Januari 2020 di Lascaris Field, Turin. Setelah tiba dari Inggris pekan lalu, para pemain langsung menjalani sejumlah persiapan mulai dari faktor teknis seperti latihan, hingga nonteknis seperti adaptasi cuaca dan lingkungan sekitar. Setelah menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Birmingham ke Como, para pemain butuh waktu sedikit untuk mengembalikan kondisi kebugaran. Oleh sebab itu, tim pelatih memutuskan untuk tidak memberikan materi latihan terlalu berat. “Para pemain baru datang dan mereka butuh waktu untuk kembali menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kami memutuskan untuk membiarkan mereka latihan-latihan yang tidak terlalu menguras fisik. Pertandingan semakin dekat jadi latihan difokuskan ke aspek taktis,” kata Asisten Pelatih Garuda Select, Danny Holmes. Jajaran tim pelatih tengah mempelajari kekuatan calon lawan yang akan dihadapi. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diwaspadai oleh David Maulana dkk. Ia pun berharap para pemain bisa mengambil ilmu lebih banyak setelah pertandingan. “Secara spesifik, kami tidak terlalu mengenal karakter bermain tim lawan. Kita tahu tim Italia tidak bermain dengan intensitas kecepatan seperti di Inggris. Namun, kualitas teknis bermain mereka juga harus diwaspadai oleh para pemain,” ucapnya. Perjalanan ke Italia juga menjadi pengalaman tambahan bagi tim pelatih. Holmes mengakui, ada sudut pandang lain yang bisa didapatkan dengan menghadapi tim-tim Italia. Setelah Torino, sudah ada Inter Milan, Juventus, dan Como yang masuk daftar antrean. “Saya sangat bersemangat menyambut pertandingan ini. Para pemain bisa belajar dari bagaimana lawan mereka bermain. Demikian pula untuk pelatih yang bisa menambah pengetahuan dan sudut pandang baru tentang sepakbola. Kita semua sama-sama belajar di sini,” kata Holmes.