Pertama di Indonesia, Menpora Resmikan SKO Disabilitas Jadi Kawah Candradimuka Atlet Berkualitas

Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) meresmikan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Disabilitas, di Wisma Sejahtera Yayasan Insan Sembada (YIS) Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis (20/12) siang. Ia berharap SKO menjadi kawah candradimuka atlet disabilitas berkualitas. (Kemenpora)

Solo- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) meresmikan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Disabilitas, di Wisma Sejahtera Yayasan Insan Sembada (YIS) Laweyan, Surakarta, Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (20/12) siang. Dalam kesempatan itu, Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, mengucapkan terima kasih atas dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) agar Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) memberikan penghargaan yang sama kepada kaum disabilitas. Selain perhatian dari segi prestasi, Menpora juga mengapresiasi dukungan pemerintah dengan menyediakan sarana pendidikan, bagi atlet yang berkebutuhan khusus ini. Sehingga semua dapat dilaksanakan dengan baik. “Saat prestasi diraih memerlukan proses panjang memadukan pendidikan dan olahraga, SKO Disabilitas ini menjadi Kawah Candradimuka lahirnya atlet-atlet disabilitas Indonesia sebagai penyiapan level-level kedua dan level yunior,” ujar Imam. “Jangan berkecil hati kalian akan dibimbing oleh guru-guru, pelatih. Dan, saya titip tolong lebih sabar tentu dengan pendekatan tekhnologi juga hingga kelak bisa mewakili Indonesia,” lanjutnya. Selain Menpora, hadir dalam peresmian itu, yakni Raden Isnanta (Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga), Bayu Rahadian (Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus), dan Pribadi (Sekertaris Jenderal National Paralympic Commitee/Komite Paralympic Nasional). Lebih lanjut, Imam berharap dengan adanya peresmian SKO Disabilitas ini dapat diikuti dengan adanya pendirian PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) Disabilitas di masing-masing Provinsi dan Kabupaten. “SKO ini harus diikuti PPLP di Provinsi dan Kabupaten agar anak-anak disabilitas memiliki hak yang sama meraih pendidikan dan cita-cita yang suatu saat akan membawa kebanggaan keluarga, masyarakat, bahkan negara karena atlet disabilitas telah membuktikan prestasinya yang luar biasa,” tambahnya. “SKO ini masih rintisan maka ditempatkan di wisma YIS, tetapi sekolahnya berpencar di beberapa sekolahan. Kelak bila anggaran diperkuat, makan akan dibuat dalam satu kawasan atau komplek di Solo, seperti SKO di Ragunan ada tempat latihannya, sekolahannya dan asramanya,” tutur menteri berusia 45 tahun itu. Sementara itu, Pribadi menyampaikan memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah atas didirikannya SKO Disabilitas. “SKO ini memudahkan kami mencari bibit dan membina atlet sebagai pelapis. Sebab, olahraga disabilitas ini tidak ada pemandu bakatnya,” ungkapnya. Menurut Pribadi, SKO ini merupakan wadah untuk pembibitan dan pembinaan, karena menampung atlet-atlet yang telah mengikuti Pekan Paralimpik Pelajar Nasional yang telah terbukti menghasilkan atlet-atlet yang sangat berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di multievent internasional. Sedangkan Bayu menjelaskan di SKO ini mempersiapkan empat cabang olahraga, yakni renang, bulutangkis, atletik dan tenis meja, dengan 20 siswa-siswi peserta didik perwakilan dari beberapa Provinsi di Indonesia. “Para siswa atau siswi atlet melalui beberapa proses yang mewakili daerah di Indonesia hasil dari Pekan Paralimpik Pelajar 2017,” tukas Bayu, sekaligus penanggungjawab kegiatan. (Adt)

Usai Binatama, Primavera dan SAD Uruguay, Kini Timnas U-16 Gelar TC di Inggris per Januari 2019

Sebanyak 25 pemain akan bersama-sama terbang ke Inggris bersama pelatih Timnas U-16 yag baru, Bima Sakti Tukiman, untu menggelar sesi latihan mulai Januari 2019, di di markas klub Liga Inggris, Blackburn Rovers, di London, Inggris. (Pras/NYSN)

Jakarta- PSSI menunjuk Bima Sakti Tukiman menjadi pelatih Timnas U-16 mulai 2019. Penunjukan Bima tak lepas dari proyek jangka panjang PSSI untuk Garuda Asia yang akan menggelar pemusatan latihan di Inggris, tepatnya di Blackburn Rovers. Skuat Timnas U-16 juga sudah dipilih dari kompetisi Liga 1 U-16 Elite Pro Academy. “Kami menunjuk Bima sebagai pelatih Timnas U-16 Indonesia, karena ia terlibat dalam program Garuda Selection yang awal tahun akan terbang ke Inggris dan TC di markas Blackburn Rovers,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, pada Kamis (20/12). Sebanyak 25 pemain akan bersama-sama terbang ke Inggris bersama Bima, menggelar sesi latihan mulai Januari 2019. “Bima dan pemain Timnas U-16 akan berada di Inggris selama enam atau delapan bulan,” ucapnya menambahkan. Ada dua agenda Timnas U-16, di bawah asuhan Bima pada 2019. Pertama, skuat Garuda Asia itu akan berlaga di Piala AFF U-15 2019 yang digelar di Bangkok, Thailand, pada Juli sampai Agustus tahun depan. Kedua, Bima akan membawa pasukannya menjalani babak kualifikasi Piala Asia U-16 2020. Pada turnamen itu, Merah Putih remaja akan berjuang agar melaju ke putaran final Piala Asia U-16 2020. “Kontrak Bima sekurang-kurangnya satu tahun, tetapi PSSI akan melihat program ini sampai dua atau tiga tahun ke depan,” kata Joko. Bima sejatinya pernah bertugas menjadi arsitek Timnas senior di Piala AFF 2018. Sayang, di bawah pemain asal Balikpapan, Kaltim, skuat Garuda gagal melangkah ke semifinal, setelah hanya meraih empat poin. Nilai itu dari hasil menang melawan Timor Leste, imbang berjumpa Filipina, dan kalah dari Singapura serta Thailand. Sebelum berguru di Inggris, PSSI sebelumnya memiliki berbagai program pelatihan nasional (Pelatnas) jangka panjang di negeri orang. Hasilnya, beberapa pemain timnas yang ikut program jangka panjang itu sempat menyicipi bermain di liga Eropa dan Amerika. Sayangnya, meskipun berlatih dan ikut bergabung dengan liga di Eropa dan Amerika Latin, hal itu belum mampu mendongkrak prestasi timnas Indonesia. Belum lagi, nasib para pemain eks program pelatnas jangka panjang itu, ternyata tidak semuanya sukses. Beberapa ada yang namanya tak terdengar lagi. Program itu diantaranya PSSI Binatama, yang mayoritas saat itu diisi pemain usia 19 tahun dan menimba ilmu di Brasil. Program itu dicetuskan ketika PSSI dipimipin oleh Ali Sadikin, pada 1979. Rully Nere, Subangkit, atau Bambang Nurdiansyah, adalah nama-nama pemain junior saat itu, yang masuk dalam skuat dream team itu. Lalu, pada 1993, PSSI kembali membuat program junior jangka panjang. Kali ini di negeri Pizza, yakni Italia. Berisi pemain berusia 17-18 tahun, program yang tenar dengan nama PSSI Primavera dan PSSI Barreti, berhasil mengukir beberapa pemain besar, seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Bejo Sugiantoro, Kurnia Sandy, Bima Sakti, Yeyen Tumena sampai Anang Maruf. Dan Sociedad Anónima Deportiva (SAD) Indonesia adalah program jangka panjang terakhir PSSI, sebelum dibekukan oleh FIFA pada 2013. Program SAD ini berjalan sejak 2008 sampai 2013, di Uruguay. Di era ini, sempat muncul nama remaja potensial berusia 16-17 tahun, seperti Syamsir Alam, Alfin Tuasalamony dan Yericho Christiantoko. Sayang mereka tak bersinar dan meredup karena cedera. (Adt) Agenda Timnas U-16 pada 2019 Training Camp Garuda Selection Timnas U-16 Venue : Blackburn Rovers, Inggris Pelaksanaan : Januari – Juli/Agustus Piala AFF U-15 2019 Tuan rumah: Bangkok, Thailand Pelaksanaan: 22 Juli-9 Agustus Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 Pelaksanaan: 14-22 September

Jadi Pelatih Timnas U-16, Bima Sakti Pikul Tugas Berat Siapkan Bibit Muda Garuda

Bima Sakti Tukiman resmi menjadi pelatih Timnas U-16. Perannya dirasa sangat krusial, mengingat reputasinya yang digadang PSSI sebagai calon pelatih masa depan timnas Indonesia. Itu sebabnya, PSSI mempercayakan bibit muda kepada Bima. (Pras/NYSN)

Jakarta- PSSI resmi menunjuk Simon McMenemy sebagai pelatih Timnas senior Indonesia. Pelatih Bhayangkara FC itu, menggantikan peran pelatih Bima Sakti Tukiman. Lalu bagaimana nasib Bima, usai PSSI menunjuk Simon sebagai penggantinya? Pada Rabu (20/12), Komite Eksekutif (Exco) melakukan rapat terakhir hasil evaluasi prestasi Timnas Indonesia sepanjang 2018 di semua level usia. Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengatakan, ada tiga keputusan penting dari rapat tersebut. Selain memastikan Simon sebagai pelatih timnas senior, Exco juga mempromosikan Indra Sjafri di skuat U-19 ke timnas U-22, yang selama ini ditangani Luis Milla Aspas dan Bima. Joko melanjutkan, Indra dikontrak selama setahun dan guna membawa Timnas U-22 menuju SEA Games 2019 yang akan berlangsung di Filipina. Sebelum ke SEA Games, mantan pelatih timnas U-19 Indonesia asal Sumatera Barat tersebut akan mendampingi anak-anak asuhnya berlaga di Piala U-22 AFF 2019, Kamboja, dan kualifikasi Piala U-23 Asia 2020. Ketiga, status arsitek Garuda U-16, resmi dijabat Bima yang menggantikan peran pelatih sebelumnya, Fakhri Husaini. “Bima kami percaya jadi salah satu pelatih nasional. Kami mempercayakan dia untuk berada di timnas U-16,” kata Joko di Jakarta. Joko menerangkan, sejak Fakhri mengantarkan Garuda U-16 menjuarai Piala AFF U-16 2018, Fakhri sudah berulang kali menyatakan ingin berhenti sementara. Namun, Timnas U-16 tak mungkin dibiarkan vakum tanpa pelatih. Peran Bima, sejatinya sangat krusial, mengingat reputasinya yang digadang PSSI sebagai calon pelatih masa depan timnas Indonesia. Itu sebabnya, PSSI mempercayakan bibit muda kepada Bima Sakti. “Untuk U-16 dan U-19 ini, PSSI sangat memperhatikan potensi talenta di wilayah Indonesia. Dengan keluasan wilayah kita, kami membaginya dalam zona Timur, Tengah, dan Barat dalam mencari bibit pemain timnas,” kata Joko. Rencana program ini sebetulnya masukan dari Luis Milla kepada PSSI saat masih berada di Indonesia. Joko menerangkan, pelatih U-19 dan U-16 akan mengepalai tim pelatih di tiga zona. Tiap zona punya pelatih lokal yang membentuk timnas U-19 dan U-16 dengan komposisi masing-masing 30 pemain. Artinya, ada 90 pemain timnas level U-19 dan U-16 dari tiga zona yang berpotensi masuk ke tim induk, di bawah Indra dan Bima. Menurut Joko, tujuan dari pembagian zona tersebut, untuk memastikan ketersedian bibit yang layak pemain timnas. “Jadi untuk (rencana) ini, di level usia muda, akan ada sekitar tiga pelatih (zona) dengan satu pelatih koordinator di tingkat nasional,” kata Joko. Karena itulah, meski dinyatakan kontraknya hanya setahun, besar kemungkinan Bima akan berada cukup lama duduk di kursi pelatih Timnas U-16. “Bisa saja dua atau tiga tahun di Timnas U-16,” pungkas Joko. (Adt)

Himbau Tak Putus Sekolah, Direktur Utama Persib Janjikan Beasiswa ke Amerika bagi Persib U-16 dan U-19

Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn T. Sugita mengapresiasi, prestasi tim Persib Bandung U-16 dan U-19 yang meraih juara pada kompetisi 2018. Glenn berjanji memberikan beasiswa ke Amerika kepada semua pemain, dengan syarat berprestasi di sepak bola dan pendidikan. (persib.co.id)

Bandung- Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn T. Sugita mengapresiasi, prestasi tim Persib U-16 dan U-19 yang meraih juara pada kompetisi 2018. Glenn berjanji akan memberikan beasiswa ke Amerika kepada semua pemain, dengan syarat selain berprestasi di sepak bola dan pendidikan. “Saya menekankan kepada kalian semua untuk tak meninggalkan sekolah, minimal sampai SMA, kalau bisa sampai ke perguruan tinggi. Jika sekolahnya bagus, akan kami bantu beasiswa ke Amerika Serikat, untuk bermain sepak bola,” jelas Glenn, dalam acara syukuran di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu (18/12) malam. Glenn berharap semua pemain muda Persib tak meninggalkan sekolah dan jangan berpikir sepak bola adalah segalanya. “Bermain sepak bola bisa menjadi mata pencaharian, tapi waktunya tidak panjang, atau bisa cedera dan lain sebagainya yang tidak diharapkan. Jadi jangan sampai berhenti sekolah,” tegas Glenn. Pada kesempatan itu, Glenn memberi bonus Rp 100 juta untuk Persib U-16 sebagai motivasi agar pada 2019 kembali berprestasi. “Persib U-16 belum kami beri bonus. Jadi, pada kesempatan ini, kami dari PT PBB menghadiahkan kalian 100 juta. Semoga prestasi bisa ditingkatkan dan dipertahankan,” ucapnya. Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengapresiasi keberhasilan tim Persib junior (U-16 dan U-19) yang musim ini mampu menjadi juara. Atas keberhasilan itu, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, pada Jumat (14/12) mengganjar kadeudeuh atau bonus Rp200 juta, masing-masing Rp 100 juta untuk Persib U-16 dan U-19. (Adt)

Beredar Line-up 6 Nomor Cabor eSports di SEA Games 2019 Filipina, PUBG Tersisih

Setelah mundur empat hari dari rencana semula di Sabtu (15/12), akhirnya "secara tidak resmi" enam nomor eSports SEA Games 2019 diungkapkan oleh beberapa sumber dari Filipina, kepada publik pada Rabu (19/12). (bola.com)

Manila- Setelah mundur empat hari dari rencana semula di Sabtu (15/12), akhirnya “secara tidak resmi” enam nomor eSports SEA Games 2019 diungkapkan beberapa sumber dari Filipina, kepada publik pada Rabu (19/12). Nomor console yang disepakati muncul di event itu adalah NBA2K 2019 dan Tekken, sedangkan untuk nomor PC adalah Dota 2 dan StarCraft II, serta Mobile Legends: Bang Bang, dan Arena of Valor, di nomor mobile. Berita yang pertama kali dirilis harian Malaysia, The Straits Times, ini dikonfirmasi oleh pihak Asosiasi E-Sports Indonesia (IeSPA), meski pihak panitia SEA Games 2019 Filipina, masih menyusun rilis resminya untuk segera dipublikasikan pekan ini. Hal yang menarik adalah fakta bahwa Pro Evolution Soccer 2019 (console), League of Legends (PC), dan PUBG Mobile (mobile) yang semula diprediksi masuk dalam line-up nomor eSports SEA Games 2019, ternyata justru batal dipanggungkan. Perubahan line-up nomor eSports dan mundurnya waktu pengumuman, menimbulkan spekulasi, jika terjadi perdebatan di internal panitia lokal SEA Games 2019 Filipina, yang juga memicu polemik di ruang publik negara tersebut. Banyak kepentingan yang terlihat dalam penentuan nomor eSports ini, mulai dari pengembang gim, sponsor, komunitas e-sports Asia Tenggara, hingga penyelarasan dengan permintaan IOC (Komite Olimpiade Internasional) dan OCA (Dewan Olimpade Asia) kepada AeSF (Asosiasi e-Sports Asia). “Saya tak bisa berkomentar soal spekulasi yang muncul, tapi informasi yang saya dapat dari AeSF, bahwa panitia lokal SEA Games 2019 di Filipina butuh tanda tangan dari para pengembang gim dan distributor lisensi setiap nomor eSports, sebelum memastikan rilis resmi dipublikasikan,” kata ketua IeSPA, Eddy Lim, dilansir Bola.com Para pengembang yang kali ini mendapatkan kesempatan guna melibatkan produknya di SEA Games adalah Visual Concepts (NBA 2k19), Bandai Namco (Tekken), Valve Corporation (Dota 2), Blizzard Entertainment (StarCraft II), Moonton (Mobile Legends: Bang Bang), dan Tencent Games (Arena of Valor). Keterwakilan Tencent digantikan AOV di SEA Games 2019, karena AeSF mencoba menyelaraskan permintaan IOC dan OCA, agar nomor-nomor eSports yang muncul di pesta olahraga multievent di kawasan Asia, terutama untuk Asian Games 20122 di Hangzhou, tidak yang bergenre first person shooter. PUBG Mobile yang terpopuler hingga meraih market share lebih dari 60% dari Januari – November 2018 adalah produk Tencent. PUBG Mobile dan Counter Strike: Global Offensive yang jelas-jelas bergenre first person shooter, disebut sebagai nomor eSports yang terlalu eksplisit memperagakan kekerasan dengan sejata api. Aksi lingkungan game play ini diasosiasikan sangat realistik dan mirip kehidupan nyata. Perdebatan sempat terjadi karena sesungguhnya eSports dengan genre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) seperti Dota 2, Mobile Legends dan AOV pun mensimulasikan kekerasan dan perkelahian. Tekken yang bergenre fighting pun, dalam beberapa sisi, telah melewati norma-norma olahraga dari cabang martial arts. Namun, beberapa pengamat eSports Asia Tenggara menilai bahwa nuansa permainan, lebih terasa di genre MOBA dan fighting karena lingkungan yang dibangun dalam nomor itu terasa artifisial dan tidak nyata. “Banyak diskusi yang muncul sebenarnya, tapi pada akhirnya aspek kekerasan yang terasa terlalu nyata dalam gameplay, sangat sulit diterima sebagai nilai-nilai sports dalam tatanan olimpiade. Tak ada polemik untuk aspek yang terakhir ini,” kata Samart Benjamin Assarasakorn, petinggi asosiasi eSports Thailand. Kubu Thailand cukup terkejut dengan line-up nomor eSports yang dipilih panitia SEA Games 2019. Apalagi mereka semula cukup optimistis bisa unggul di nomor League of Legends, yang kemudian gagal mendapatkan slot. Sementara itu, untuk Indonesia kehadiran Tekken yang paling menjadi kejutan dan memastikan nomor ini, menjadi keharusan banyak digelar IeSPA dalam kompetisi di Tanah Air pada 2019. Siapa yang bakal menjadi atlet Indonesia di enam nomor itu? Menarik untuk kita simak jalur seleksinya tahun depan. (Adt)

Masih Grogi Saat Tampil, Pebulutangkis Taruna Unggulan Satu Bidik Juara Kejurnas PBSI 2018

Pebulutangkis tunggal taruna asal DKI Jakarta Karono, lolos ke babak berikutnya dan membidik gelar juara, pada Tiket.com Kejurnas PBSI 2018 di Britama Arena, Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta Utara, serta berharap masuk Pelatnas PBSI Cipayung. (PBSI)

Jakarta- Pebulutangkis tunggal taruna, Karono, asal DKI Jakarta membidik gelar juara di Tiket.com Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2018, di Britama Arena, Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta Utara. Langkah pemain unggulan satu itu masih belum terbendung di babak kedua (16 besar), pada Rabu (19/12). Pemain kelahiran Sukoharjo, Solo, 28 Februari 2000 ini, sukses menaklukan Rezha Akbar Raja Husain YM, asal Jawa Tengah. Pemain PB Jaya Raya yang di babak pertama (32 besar) mendapatkan bye itu, menang straight game, dengan skor 21-19, 21-17. “Hari ini saya baru main, jadi masih penyesuaian diri di lapangan. Saya masih sering coba-coba bola, dan masih grogi mainnya,” ujar Karono usai laga. Skuat Indonesia di World Junior Championships 2018 itu menargetkan menjadi kampiun di turnamen penghujung tahun itu. Bahkan, Karono bertekad menjadi penghuni Pelatnas Cipayung. “Target pribadi saya juara, karena kejurnas ini adalah turnamen paling penting untuk saya, jadi fokus di turnamen ini,” lanjutnya. Di babak perempat final, Karono akan berhadapan dengan sesama pemain asal DKI Jakarta, Jim Jason Kiazen. “Juara Kejurnas dapat kesempatan untuk dipantau di Pelatnas, jadi saya berharap bisa juara, apalagi saya sudah masuk taruna akhir juga,” tambah Karono. Jim memastikan lajunya, usai menang atas wakil Jawa Barat Yudha Putra Pramudya, straight game, dengan skor 21-16, 21-11. (Adt)

Datangkan Atlet Jepang, Timnas Junior Bisbol Indonesia Ikut Coaching Clinic di Senayan

Atlet bisbol Jepang dari klub Fukuoka Softbank Hawks, Shuhei Fukuda, memberikan arahan kepada atlet bisbol junior Indonesia, yang dilakukan di Lapangan Softball Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (19/12). (liputan6.com)

Jakarta- Dua atlet bisbol Jepang, Keizo Kawashima dan Shuhei Fukuda, memiliki keinginan besar mempopulerkan cabang olahraga yang mereka geluti di Indonesia. Berkat bantuan perusahaan konstruksi Ohama Group dan PB Perbasasi, Kawashima dan Fukuda mendapatkan kesempatan menularkan ilmu bisbolnya kepada ratusan atlet di Indonesia. Mereka pun sempat melakukan coaching clinic di Lapangan Softball Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (19/12). Tercatat ratusan atlet Indonesia berpartisipasi, di antaranya anggota tim nasional senior Indonesia, U-18, usia dini 11-15 tahun, dan tim putri bisbol U-15. Menurut dua pemain yang memperkuat klub Fukuoka Softbank Hawks itu, orang-orang Indonesia sebetulnya memiliki struktur badan dan potensi yang mumpuni untuk bermain bisbol. Namun, antusiasme masyarakat dalam memainkan olahraga tersebut belum signifikan. Terlebih lagi, selama ini kerap ada anggapan bisbol adalah olahraga berbiaya mahal. Peralatan bisbol seperti tongkat, sarung tangan, dan lain-lain, nyatanya memang masih sulit didapat di Indonesia. “Dari kunjungan ini, saya mencatat bisbol bukan olahraga populer di Indonesia. Kami harus pikirkan dulu, bagaimana caranya agar orang Indonesia menyukai bisbol karena itulah kuncinya,” ujar Fukuda, saat konferensi pers. Softbank Hawks merupakan klub yang berhasil menjadi juara pada Japan Series 2018. Wakil Ketua Umum PB Perbasasi, Leo Agus Cahyono, menyatakan Indonesia sebetulnya memiliki fasilitas lapangan bisbol yang cukup baik, meski faktanya belum ada kompetisi reguler. Contohnya saja lapangan di Kalimantan Timur yang dinilai sudah memenuhi standar. Lapangan tersebut digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2018. Ada pula lapangan di Lampung, yang sempat digunakan venue latihan atlet bisbol Indonesia. Namun sebenarnya, persoalan tidak populernya bisbol di Indonesia bukan terletak pada ketersediaan infrastruktur. Kedatangan Kawashima dan Fukuda, kata Leo, juga diharapkan bisa mengubah persepsi para atlet yang selama ini berpikir bahwa atlet baseball harus punya tubuh yang besar dan kuat. “Mereka berdua posturnya tidak terlalu besar. Bahkan dapat dikatakan sama dengan kita,” tambahnya. Sementara itu Direktur Ohama Group, Tetsuya Ohama, menyebut jika bisbol bisa dimainkan di berbagai jenis lapangan apapun. Satu hal yang bisa membuat bisbol populer di Indonesia adalah pola pikir dan pandangan masyarakat, terhadap olahraga itu sendiri. “Hal terpenting adalah bagaimana mindset anak-anak Indonesia menyukai baseball. Bisbol bisa menjadi luar biasa di Jepang karena anak-anak di Jepang sudah punya mindset soal olahraga itu. Misalnya, anak-anak di Jepang sudah ada yang ingin berkarier dan meraih kesuksesan besar melalui bisbol,” pungkas Ohama. Diselenggarakannya sesi pelatihan bisbol sangat penting, lantaran Indonesia baru membentuk tim nasional bisbol putri. Asosiasi Bisbol dan Sofbol Dunia (WSBC) memang sedang menggencarkan olahraga bisbol kepada atlet putri, mengingat masih banyak atlet putri yang lebih banyak bertanding di sofbol. (Adt)

Yoan Soccer Festival 2018, Ajang Seleksi Pemain U-12 non SSB Wakili Indonesia di Singapura Pada 2019

Ibnu Jamil, Founder YOAN Foundation (ketiga dari kanan), menyebut Yoan Soccer Festival 2018 adalah ajang menjaring 17 pemain terbaik U-12, yang berasal dari 32 tim SD (Sekolah Dasar) se-Jabotabek, untuk mewakili Indonesia di Junior Singapore Soccer League 2019, di Singapura. (Adt/NYSN)

Jakarta- Yayasan Olahraga Anak Nusantara (YOAN) akan menggelar Yoan Soccer Festival 2018, di Stadion Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, 19-20 Desember 2018. Turnamen mini yang diikuti 32 tim SD (Sekolah Dasar) se-Jabotabek itu sekaligus menjadi ajang menjaring 17 pemain terbaik. Nantinya, mereka akan mewakili Indonesia di kejuaraan internasional sepak bola usia dini bergensi Junior Singapore Soccer League (JSSL), di Singapura, pada Maret 2019. Ibnu Jamil, Founder Yoan Foundation, mengatakan Yoan Soccer Festival adalah turnamen mini khusus U-12, atau tingkat SD. “Kenapa SD? Karena kalau antar SSB (Sekolah Sepak Bola) sudah banyak, sedangkan antar SD se-Jabotabek masih kurang. Sehingga kami gelar Yoan Soccer Festival 2018. Dari turnamen mini ini kami harapkan lahir bibit pemain usia dini potensial,” ujar Ibnu, di Stadion Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (19/12). Kendati prestasi sepak bola senior Indonesia masih belum menggembirakan, lanjut Ibnu, semua pihak untuk tak menyerah dalam melakukan pembinaan dan mencetak bibit muda guna menjadi pesepak bola yang baik serta berkualitas di masa depan. “Kehadiran Yoan Soccer Festival 2018 sebagai wadah memberikan kontribusi bagi dunia sepak bola Indonesia. Dan, tujuan kami adalah membentuk satu tim yang nantinya akan mewakili Indonesia di salah satu kejuaraan sepak bola bergengsi se-Asia Tenggara di Singapura,” alumni Universitas Mercu Buana Jakarta, jurusan Periklanan itu. Presenter olahraga berusia 36 tahun itu menyebut masih ada waktu sekitar dua bulan menyiapkan tim terbaik yang akan berlaga di ajang JSSL pada Maret 2019. “Setelah terpilih 17 pemain terbaik, kami juga akan seleksi guna memenuhi kuota sesuai keinginan tim kepelatihan,” jelas Ibnu. Dengan sisa waktu yang ada, mereka akan masuk dalam training camp, yang dipimpin Kurniawan Dwi Yulianto dan Supriono Prima. Hal senada diungkap Kurniawan, mantan skuat timnas Indonesia 1995-2006 itu, menyebut jika Yoan Soccer Festival 2018 adalah event menggali potensi bakat muda di tingkat SD. “Kalau SSB itu sudah banyak turnamennya. Untuk itu, turnamen antar SD ini perlu diselenggarakan, karena tidak semua pemain bertalenta ini mampu masuk sekolah sepak bola. Sehingga turnamen ini memfasilitasi mereka yang tak terpantau bakatnya,” terang pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 42 tahun silam itu. Kurniawan menambahkan event ini sejalan dengan program induk organisasi sepak bola Indonesia (PSSI) yang tengah giat mensosialisasikan Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) yang dituangkan dalam buku Kurikulum Pembinaan Sepak Bola Indonesia. “Di Yoan Soccer Festival 2018 ini kami juga menghadirkan talent scouting Peri Sandria dan Francis Mewengkang. Dan, setelah pemain terpilih, kami dari tim pelatih akan memberikan pemahaman bagaimana bermain sesuai filosofi sepak bola Indonesia,” tukas pemain yang sempat mengecap karir junior di Sampdoria Primavera (1993-1994). (Adt)

Elga Diminta Turun di ATC 2019, Pelatih Rekomendasikan Diganti Atlet 18 Tahun

Pebalap kelahiran Blitar, 20 Juni 2000, Wiji Lestari, mendapat rekomendasi dari sang pelatih, untuk menggantikan Ratu sepeda BMX putri Indonesia, Elga Kharisma Novanda yang masih menjalani pemulihan cedera pinggang, tampil dalam ajang Asian Track Championship (ATC) 2019. (mainsepeda.com)

Jakarta- Ratu sepeda BMX putri Indonesia, Elga Kharisma Novanda, masih menjalani pemulihan cedera pinggang yang menderanya sejak awal tahun. Namun, atlet 26 tahun ini sudah diminta turun dalam event Asian Track Championship (ATC) 2019, di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, pada 8-13 Januari. Pebalap kelahiran Malang, 14 November 1993 ini, diminta turun di nomor tim sprint putri bersama, Crismonita Dwi Putri. Keduanya memang menorehkan catatan waktu yang cukup baik di kejuaraan Track Asia Cup, September lalu. Dengan catatan waktu 34,862 detik, mereka diharapkan bisa mengulangi pencapaian tersebut. Ketua PB ISSI, Raja Sapta Oktohari mengaku, meski masih proses penyembuhan, ia yakin Elga bisa tampil prima di ATC 2019. “Saya tahu perkembangannya. Dipastikan nanti akan turun di Asian Track Championships 2019,” katanya. Namun, pendapat berbeda justru diutarakan oleh pelatih Elga, Nur Rochman. Rochman merasa, Elga harus diberi waktu untuk istirahat. Berdasarkan saran dokter, pemulihan pasca operasi setidaknya membutuhkan waktu minimal tiga bulan. Menurut Rochman, peran Elga sebaiknya digantikan oleh atlet junior, Wiji Lestari, yang pada Asian Games 2018, berhasil meraih perunggu di nomor BMX. Hal itu membuat Wiji kini dinilai layak mendampingi Crismonita. “Wiji memang harus membenahi beberapa teknik bersepeda. Dia itu memiliki power yang luar biasa, tapi dia harus bisa lebih efisien lagi, supaya tidak boros tenaganya,” jelas Rochman. Wiji, remaja kelahiran Blitar, Jawa Timur, 20 Juni 2000 ini menyumbang perunggu Asian Games bagi Indonesia, usai tampil di Pulo Mas International BMX Centre, pada Sabtu (25/8) dan membukukan waktu 40,788 detik. Ia kalah cepat dari Zhang Yaru (China, 39,843 detik) dan Kitwanitsathian Chuttikan (Thailand, 40,379 detik). Sebelum meraih perunggu Asian Games 2018, Wiji yang tinggal di Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, mengunci gelar juara kelas junior putri, dalam ajang International BMX Competition 2018, di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Juli silam. (Adt)

Pebulutangkis Cantik 18 Tahun Asal DKI, Lolos ke Babak 2 Kejurnas PBSI 2018

Tunggal putri DKI Jakarta asal klub PB Exist Jakarta, Eprilia Mega Ayu Swastika, sukses mengatasi Kyla Legiana Agatha, asal Jawa Barat, straight game, 21-17 dan 21-8, dalam laga babak pertama nomor perorangan Taruna U-19 Kejurnas PBSI 2018, pada Selasa (18/12). (PBSI)

Jakarta- Perhelatan ajang Tiket.com Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2018 resmi bergulir. Dengan dimulai menggelar laga babak pertama nomor perorangan Taruna U-19 pada Selasa (18/12). Tunggal putri DKI Jakarta, Eprilia Mega Ayu Swastika, memetik kemenangan saat menghadapi Kyla Legiana Agatha, asal Jawa Barat. Dalam laga yang berlangsung di Britama Arena, Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta Utara, Eprilia menang dua game, 21-17 dan 21-8. “Game pertama saya masih penyesuaian lapangan. Anginnya cukup kencang. Saya juga baru pertama bertemu dengan lawan ini. Game kedua saya sudah tahu dan lebih enak mainnya,” ungkap Eprilia usai laga. Pada Kejurnas PBSI 2018 kali ini, pilar dari klub PB Exist Jakarta itu menargetkan pencapaian maksimal sebagai juara. Ini dilakukan, agar gadis yang memulai karir di klub Garuda Tangkas Indramayu ini, kembali masuk jajaran skuat Pelatnas PBSI Cipayung, seperti pada 2016 lalu. “Keinginannya pasti pengen maksimal, bisa juara dan masuk ke Pelatnas lagi. Cuma jangan dijadikan beban. Saya akan berusaha yang terbaik saja di lapangan,” lanjut dara kelahiran Indramayu, 4 Juli 2000. Selanjutnya di babak dua, peraih medali perunggu Asean Schools Games 2018 lalu, akan menantang wakil Jawa Tengah berlabel unggulan dua, Virginia Sarce Runtukahu. Ini akan menjadi pertemuan pertama mereka dan Eprilia mengaku sudah banyak mempelajari lawannya itu. “Kami memang belum pernah ketemu. Tapi saya sudah pernah lihat mainnya dia. Udah tahu. Videonya juga sudah saya tonton. Besok tinggal siap aja di lapangan,” ujar atlet cantik berpostur tinggi semampai tersebut. (Adt)

Makin Matang Berkat Latihan di Italia, Bocah 8 Tahun Resmi Balapan di 2019

Pembalap cilik, Qarrar Firhand (8 tahun) menunjukkan peningkatan kemampuan yang pesat, dalam penampilan akhir 2018, pasca mengikuti latihan di Italia pada Juni dan Juli serta Oktober 2018. (sindonews.com)

Jakarta- Pembalap cilik, Qarrar Firhand menunjukkan peningkatan kemampuan yang pesat, dalam penampilan akhir 2018, pasca mengikuti latihan di Italia pada Juni dan Juli serta Oktober 2018. Program latihan sepanjang 2018 yang dirancang sang ayah, Firhand Ali, dan timnya, Tanada Racing, bertujuan untuk mematangkan mental dan teknik bertanding Qarrar, mulai membuahkan hasil yang diharapkan. Latihan yang dilakukan Qarrar di Italia menjadikannya matang karena iklim bertanding di negara pizza itu lebih berat daripada di Asia. Banyak ilmu dan pengalaman yang didapat dari program latihan ini. Memulai kompetisi balap gokart di kejuaraan nasional dan Asia pada awal 2018, Qarrar masih memiliki banyak kekurangan dan sering melakukan kesalahan pada saat balapan. Namun pasca latihan bebas pada 6 kejuaraan di Italia, berbagai kekurangan dan kesalahan tersebut perlahan mulai diperbaiki dan teratasi. Salah satu kunci adalah Iklim balap yang jauh lebih keras, membuat mental dan teknik bertanding Qarrar terus terasah. Selain mengikuti kejuaran nasional dan Asia pada musim balapan 2019, Tanada Racing mengagendakan Qarrar untuk mengikuti beberapa kejuaraan di Italia. Pelajar kelas 2 SD Al Azhar Pusat, Jakarta, pada 7 Januari 2019, akan genap berusia 8 tahun. Artinya Al—panggilan akrab Qarrar— memenuhi persyaratan usia mínimum peserta lomba. Sang Ayah, Firhand Ali berharap dengan seringnya berkompetisi kemampuan Qarrar akan terus teruji dan meningkat dalam setiap kejuaraan yang diikuti. Tercatat, ada sekitar 15 event gokart yang akan diikutinya, baik di dalam maupun luar negeri. “Kalau tahun lalu beberapa kali ke Italia hanya mengikuti sampai Free Practice (latihan bebas), tahun depan Qarrar sudah boleh mengikuti event. Karena usia minimalnya sudah memenuhi syarat,” ujar Faris Luthfi, manajer tim Tanada Racing. (Adt) Schedule Balap Qarrar Firhand di 2019 Indonesia 26-27 Januari Indonesia 23-24 Februari Singapura 3 Maret Malaysia 16-17 Maret Indonesia 30-31 Maret Singapura 14 April Italia 9 Juni Italia 23 Juni Indonesia 29 Juni Indonesia 27-28 Juli Singapura 18 Agustus Indonesia 7-8 September Italia 28-29 September Italia 5-6 Oktober Macau 7-8 Desember

Ratusan Atlet Pelajar Dunia Bersaing Dalam Kejuaraan Junior Golf Internasional 2018 di Jakarta

Ketua Umum PB PGI Murdaya Po (ketiga kanan) bersama Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Junior Golf Internasional, Andreas Tjahjadi (kedua kiri), bersama jajaran manajemen BRI, dalam jumpa pers Kejuaraan Junior Golf Internasional Tabungan BRI Junio Pondok Indah 2018, di Jakarta, pada Senin (17/12). (tempo.co)

Jakarta- Sebanyak 162 atlet junior dari 10 negara akan saling bersaing dalam Turnamen BRI Junio Internasional Junior Golf Championship 2018, yang berlangsung mulai 17-20 Desember. 126 peserta akan bertanding di lapangan golf Pondok Indah, sedangkan 36 peserta akan bertanding di lapangan golf Senayan. “Kami menggunakan dua lapangan golf sejak menggelar kejuaraan junior ini pada 2017 yakni Pondok Indah dan Senayan karena minat keikutsertaan yang tinggi dari peserta baik dari Asia ataupun Eropa,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan, Andreas Tjahjadi, di Jakarta, Senin (17/12). Turnamen BRI Junio Internasional Junior Golf Championship 2018 ini, terbagi dalam enam kelompok umur putra dan putri, yakni untuk kelompok umur A untuk peserta berusia 15-18 tahun, kelompok umur B untuk peserta berusia 13-14 tahun, kelompok umur C untuk peserta berusia 11-12 tahun. Dan kelompok umur D untuk peserta berusia 10 tahun, kelompok umur E untuk peserta berusia sembilan tahun, dan kelompok umur F untuk peserta berusia 7-8 tahun. “Para peserta itu berasal dari China, Filipina, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Prancis, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, dan Thailand,” kata Andreas. Turnamen tahun ini merupakan pergelaran ke-7 dan secara rutin berlangsung. “Turnamen ini digelar sebagai bentuk kepedulian PT Bank Rakyat Indonesia terhadap olahraga di Indonesia, khususnya golf,” kata Handayani, Direktur Konsumer Bank BRI. Sementara, lanjut Andreas, untuk peserta Indonesia yang turut bertanding bukan hanya dari Jakarta dan sekitarnya melainkan juga dari sebelas daerah. Mereka adalah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara. “Kami berharap kejuaraan yang diikuti para peserta berusia 18 tahun ini meningkatkan perkembangan cabang golf di berbagai daerah secara merata dan mendorong regenerasi atlet-atlet nasional,” kata Anderas. Ketua Umum PB Persatuan Golf Indonesia Murdaya Po mengatakan, kehadiran kejuaraan junior internasional itu menambah pengalaman bertanding dan meningkatkan kepercayaan diri para pegolf muda Indonesia. “Sehingga mereka terbiasa untuk berkompetisi dengan para pegolf dari negara lain,” katanya. (Adt)

Kejurnas PBSI 2018 Ajang Evaluasi Pembinaan Atlet, Juaranya Berhak Magang di Pelatnas Selama Enam Bulan

Tiket.com Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2018 menjadi ajang evaluasi pembinaan atlet, baik pusat dan daerah, sebab Kejuaraan ini merupakan level tertinggi, dan seluruh pemain terbaik yang berasal dari Indonesia, bakal bersaing di event tahunan ini. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menjadikan ajang Tiket.com Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2018, sebagai ajang evaluasi bagi pembinaan atlet, baik di pusat maupun daerah. Hal itu dikatakan Alex Tirta, Ketua Harian PP PBSI, di Jakarta, pada Senin (17/12). Menurutnya, Kejurnas merupakan puncak kegiatan dengan level tertinggi dan seluruh pemain terbaik di Indonesia akan bertanding. “Pengprov (Pengurus Provinsi) juga harus bisa melaksanakan Kejurprov berbasis sistim informasi dalam rangka mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya untuk bertanding di Kejurnas,” ujar Alex. Pria yang juga menjabat Ketua Pengprov PBSI DKI Jakarta itu, menyebut saatnya Pengprov memiliki program pembinaan berlandaskan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). “Supaya proses regenerasi bisa berjalan dengan efektif dan efisien,” lanjutnya Alex. Tiket.com Kejurnas PBSI 2018 bakal dihelat di Britama Arena, Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk Divisi Satu. Sedangkan Divisi Dua, akan berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Kedua event mulai bertanding pada 18-22 Desember ini. Deretan pemain top Indonesia akan berlaga membela klub mereka masing-masing, di antaranya Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, dan Greysia Polii. Mereka akan bermain di sektor beregu campuran Divisi Satu. Untuk kelompok dewasa, Kejurnas secara bergantian setiap tahunnya mempertandingkan nomor perorangan dan beregu. Pada tahun genap, memainkan nomor beregu, sedangkan tahun ganjil mempertandingkan nomor perorangan. Sedangkan kelas Taruna U-19, setiap tahunnya akan melangsungkan nomor perorangan. Selain terbagi menjadi menjadi dua kelompok usia (KU), Kejurnas ini terdiri dua divisi, yakni Divisi Satu dan Divisi Dua. Tiga ketentuan peserta yang masuk ke Divisi Satu adalah klub bulutangkis yang memiliki kontribusi besar mengirim atletnya ke Pelatnas PBSI. Ketentuan lain, yakni atlet atau klub, yang sanggup memberi gelar juara satu dan dua, pada Kejurnas tahun sebelumnya. Dan syarat terakhir, atlet tunggal dan ganda yang berada di ranking 30 besar, dihitung dari satu bulan sebelum Kejurnas. Klub-klub bulu tangkis yang masuk Divisi Satu, adalah Jaya Raya Jakarta, Djarum Kudus, Mutiara Cardinal Bandung, SGS PLN Bandung, Exist Jakarta, Berkat Abadi Banjar Baru, dan PBAD Bandung. Sedangkan kategori perorangan taruna, atlet yang masuk Divisi I adalah atlet-atlet dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kemudian, pertandingan beregu campuran dewasa Divisi Dua, akan mempertandingkan sembilan klub bulu tangkis yaitu Banda Baru Batam, Menang Kalah Sehat Singaraja, Elang Yogyakarta, Tunas Jaya Kasturi Jambi, Kamajaya Merangin, Sentra Banjarmasin, Jaya Raya Satria Sleman, PBSI Pangkalpinang, dan Icli Gowata Sungguminasa. Juara kategori taruna dan Divisi Satu di ajang ini, berhak magang di Pelatnas Cipayung selama enam bulan. “Hanya juara yang boleh magang di Pelatnas PBSI. Sekaligus memantau bibit potensial dan menilai kelayakan kandidat untuk bergabung di Pelatnas,” terang Susy Susanti, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI. “Pasti ada proses dari pengumpulan poin dari hasil prestasi selama setahun, yang puncaknya adalah di Kejurnas ini. Juara kelompok Taruna Divisi Satu bisa dipastikan lolos ke Pelatnas dan dinilai lebih lanjut dari semua kriteria. Baik fisik, teknik, karakter, disiplin, maupun daya juang,” tambah istri Alan Budikusuma itu. Disisi lain, Ahmad Budiharto, Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas PBSI 2018, berharap gelaran ini dapat berjalan lancar dan sukses. “Klub yang bertanding bisa bersaing untuk meraih gelar juara, dan pecinta bulutangkis bisa menyaksikan pertandingan kelas dunia di Kejurnas 2018 ini,” tukas Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI itu. Sementara itu, untuk harga tiket pertandingan Kejurnas PBSI 2018 di Britama Arena pada 18-20 Desember adalah Rp 50 ribu. Sedangkan harga tiket pada 21-22 Desember sebesar Rp 75 ribu untuk kelas reguler dan Rp 150 ribu untuk kelas VIP. (Adt)

Jabar Kampiun Kejurnas Taekwondo Junior 2018, PBTI : Butuh 5-6 Tahun Jadikan Atlet Senior

Provinsi Jawa Barat akhirnya meraih gelar juara umum Bank BRI Kejurnas Junior Taekwondo Indonesia 2018 yang berlangsung sejak 14-16 Desember, dengan total meraih 15 medali emas, 1 perak, dan 4 perunggu, di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur. (PBTI)

Jakarta- Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mengaku jika atlet daerah yang potensial dan meraih medali pada Bank BRI Kejurnas Junior Taekwondo Indonesia 2018, disiapkan promosi menjadi atlet nasional dan mengikuti pelatnas di Jakarta. “Kami akan melihat kebutuhan dalam pelatnas. Kami akan menggabungkan atlet senior dengan atlet junior dari daerah, sehingga kami punya atlet pelapis yang kami turunkan dalam berbagai kejuaraan,” kata Ketua Umum PB TI, Marciano Norman, usai menutup kejurnas di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, pada Minggu (16/12). Provinsi Jawa Barat akhirnya meraih gelar juara umum dalam Kejurnas yang berlangsung dari 14-16 Desember ini, dengan raihan total 15 emas, 1 perak, dan 4 perunggu. Disusul Jawa Tengah dengan 5 emas, 5 perak dan 18 perunggu, serta DKI Jakarta di peringkat ketiga, dengan 4 emas, 3 perak dan 13 perunggu. “Kejurnas junior ini akan dijadikan ajang seleksi timnas bagi PBTI, yang diturunkan pada kejuaraan Asia Junir 2019. Melalui team talent scouting, PBTI sangat ketat dan selektif mencari bakat serta talenta mereka untuk mendapatkan atlet terbaik, dari sisi taktik dan tehniknya, serta postur tubuh yang ideal,” kata Marciano. Mantan Kepala Badan Intelijen Negera (BIN) itu menyebut, pembinaan atlet taekwondo junior menjadi atlet utama nasional, membutuhkan waktu lima hingga enam tahun. Usai diputuskan masuk pelatnas, PBTI berharap mereka bisa turun di ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade, termasuk kejuaraan dunia. Pelatih pelatnas PBTI, Rahmi Kurnia mengakui, bila postur atlet junior dari berbagai daerah di Indonesia saat ini, sudah memadai berkompetisi dalam kejuaraan-kejuaraan di tingkat Asia Tenggara. Hal itu merupakan kabar baik untuk regenerasi atlet taekwondo Indonesia. Sebab, postur tubuh merupakan salah satu bagian penting untuk atlet ketika berlaga di atas matras. Meski skill dan tehnik juga tetap menjadi peran paling utama saat bertanding. “Postur tubuh mereka sudah cukup memadai, meskipun teknik bertanding mereka belum sempurna. Kami akan memperkuat teknik bertanding ataupun jurus mereka, ketika mereka bergabung dalam pelatnas nanti,” kata Rahmi. (Adt)

Hapus Piala Asia U-16 Dan U-19, AFC Gelar Format U-17 dan U-20

Komite Kompetisi AFC merekomendasikan mengubah format Piala Asia U-16 dan U-19, menjadi Piala Asia U-17 dan U-20, mulai 2023. Hal ini mengacu kepada kategori usia FIFA dan gelaran Piala Dunia kelompok umur yang ada. Tammpak winger timnas Indonesia U-19, Todd Rivaldo Fere (22/putih), saat tampil di ajang Piala Asia U-19 2018, di Jakarta. (Pras/NYSN)

Kuala Lumpur- Komite Kompetisi Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) merekomendasikan untuk mengubah kategori usia kompetisi kelompok umur, di bawah naungan mereka. Ada dua kompetisi kelompok umur yang menjadi fokus AFC sejauh ini, yakni Piala Asia U-16 dan U-19. Berdasarkan rapat Komite Kompetisi AFC, yang digelar di Muscat, Oman, dua kompetisi itu sudah diajukan diubah menjadi Piala Asia U-17 dan U-20. Itu mengacu kepada kategori usia FIFA dan gelaran Piala Dunia kelompok umur yang ada, yakni Piala Dunia U-17 dan U-20. “Tim Gugus Tugas merasa ada kebutuhan untuk mengubah struktur untuk membantu pengembangan pemain. Mereka juga menekankan perlunya pemeriksaan integritas lanjutan dan pemain muda yang akan diminta untuk menandatangani kontrak dan menjalani tes MRI, sesuai dengan praktik saat ini,” tulis AFC, dalam rilis resmi akhir November lalu. Piala Asia U-17 dan U-20 dengan format baru, akan berlangsung di tahun yang sama dengan turnamen FIFA, dan akan disesuaikan dengan kualifikasi pada tahun sebelumnya. Edisi pertama kejuaraan ini dimulai dengan kualifikasi pada 2022, dan putaran final pada 2023, guna memberi waktu bagi anggota asosiasi untuk lebih banyak melakukan persiapan. Event untuk pemain junior Piala Asia U-19 2018 yang digelar di Indonesia, memunculkan Timnas Arab Saudi sebagai juara. Sedangkan untuk Piala Asia U-16, yang berlangsung di Malaysia, dimenangkan oleh Jepang. (Adt)

Demi Kualifikasi Olimpiade, Pelatnas Taekwondo Butuh Lima Event Kejurnas di 2019

Atlet-atlet junior taekwondo dari 34 provinsi di Indonesia, saling bersaing dalam Bank BRI Kejurnas Junior Taekwondo Indonesia 2018, yang berlangsung di GOR POPKI Cibubur, pada 14-16 Desember, demi lolos ke pemusatan latihan nasional. (infonitas.com)

Jakarta- Pelatih pemusatan latihan nasional (pelatnas) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) mengharapkan lima kejuaraan nasional sepanjang 2019 demi mendukung pembinaan atlet jelang kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. “Kami harap setidaknya ada lima kejuaraan nasional di Indonesia, sehingga atlet bisa punya pengalaman bertanding dan penampilan mereka lebih bagus, sebelum mengikuti kejuaraan kualifikasi zona Asia, pada awal 2020 di China,” ujar pelatih nasional PB TI, Lee Sunjae, pada Minggu (16/12). Di sela-sela Bank BRI Kejurnas Junior Taekwondo Indonesia 2018, di GOR POPKI Cibubur Jakarta, Lee mengaku, keikutsertaan di kejuaraan kualifikasi zona Asia membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan tiket Olimpiade Tokyo 2020, dibanding harus mengumpulkan 300 poin, dengan mengikuti berbagai turnamen sepanjang 2019. “Peringkat atlet Indonesia masih jauh di bawah atlet-atlet negara lain. Saat ini peluang terbesar, hanya ada pada atlet dengan peringkat satu hingga enam dunia, untuk lolos Olimpiade. Dan Indonesia tidak ada di peringkat itu,” katanya. Selain jumlah pertandingan nasional yang memadai, Lee mengharapkan percepatan anggaran pelatnas agar para atlet yang akan mengikuti kualifkasi Olimpiade atau SEA Games bisa segera berlatih pada Januari, baik atlet senior yang masih di pelatnas, ataupun atlet junior daerah yang akan turut bergabung di pelatnas. “Saya sudah mengamati postur tubuh atlet-atlet junior Indonesia dalam Kejurnas Junior 2018 ini. Rata-rata postur tubuh atlet Indonesia kecil, dan itu sulit untuk masuk kelas pertandingan lebih berat,” katanya. Lee berharap Indonesia memiliki wakil kelas pertandingan -67 kilogram putra dan +67 kilogram putri, serta kelas -80 kilogram putra serta +80 kilogram putra, untuk tampil di ajang internasional. “Kami harus mencari atlet-atlet untuk kelas berat itu, dari berbagai kejuaraan nasional di Indonesia,” katanya. Indonesia, menurut Lee, harus meloloskan setidaknya satu wakil pada Olimpiade Tokyo 2020 dari delapan kelas pertandingan kyorugi yaitu empat kelas pertandingan putra dan empat kelas pertandingan putri. Sebelumnya, pelatih lain pelatnas taekwondo Indonesia, Rahmi Kurnia mengatakan, akan ada dua hingga tiga atlet, yang sedang dipersiapkan fokus mengikuti kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. “Kami juga harus memantau perkembangan atlet-atlet junior yang ada. Kami akan melakukan seleksi kembali pada Januari, karena atlet pelatnas Asian Games akan berakhir pada Desember,” kata Rahmi. Atlet-atlet yang akan masuk dalam prioritas kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 akan punya program latihan yang berbeda dengan atlet-atlet lain karena harus mengikuti kejuaraan-kejuaraan uji coba sebelum mengikuti kejuaraan kualifikasi zona Asia. (Adt)

Tim Junior Jadi Bintang, Jabar Pimpin Perolehan Medali Kejurnas Arung Jeram R6 2018

Tim arung jeram Jawa Barat (Jabar) tengah bertanding dalam Kejurnas Arung Jeram R6 2018 di Sungai Ciwulan, Tasikmalaya. Hingga Sabtu (15/12), mereka memimpin dengan 11 medali emas, 3 perak, dan 3 perunggu. (pikiran-rakyat.com)

Tasikmalaya– Tim arung jeram Jawa Barat terus mendominasi perolehan medali emas Kejuaraaan Nasional (Kejurnas) arung jeram R6 2018, di Sungai Ciwulan, Tasikmalaya yang berlangsung 13-16 Desemeber. Pada Sabtu (15/12), Jawa Barat (Jabar) telah mengantongi 11 medali emas, 3 perak dan 3 medali perunggu. Unggul jauh atas Jawa Tengah (Jateng) di peringkat kedua, dengan 8 medali emas dan satu medali perak. Disusul DKI Jakarta di peringkat ketiga dengan dua medali emas. Lalu keempat ada NTB, dengan satu medali emas dan satu perunggu. Dan kelima, ada DI Yogyakarta dengan satu medali emas. Sebelumnya, pada Jumat (14/12) malam, Jabar meninggalkan kontingen lain dengan tujuh emas. Lalu merek makin mendominasi usai menambah empat emas pada Sabtu (15/12). Empat emas tambahan diraih oleh tim master R6 men, dengan raihan total poin 600, unggul atas DIY Yogyakarta di peringkat kedua dengan 528 poin. Sementara medali perunggu diraih oleh Sumatera Barat dengan 474 poin. Emas kedua didapat tim Jabar Youth R6 women. Jabar mengantongi 576 poin, disusul Jateng 552 poin, serta Sumatera Barat dengan 475 poin. Emas ketiga diraih oleh youth R6 men yang juga meraih 600 poin, Aceh (501 poin), lalu peringkat ketiga Jateng juga 501 poin. Emas keempat diraih oleh tim Jabar junior women. Mereka mengantongi 300 poin, disusul DKI Jakarta 264 poin dan Sumatera Barat 237 poin. Seusai laga pelatih open dan junior men Jabar, Insan Caldera mengaku puas dengan performa tim Jabar. “Di kategori slalom, kontingen kami memborong 4 emas 1 perak dan 1 perunggu. Kategori slalom adalah jenis lomba yang membutuhkan keahlian dan ketepatan manuver perahu dalam melewati gawang, jadi pengalaman dan skill yang mumpuni, sangat berpengaruh dalam kategori ini selain power,” ucap Insan. Menurut dia, pengalaman yang matang dimiliki tim Jabar, karena atletnya sering mengikuti kejuaraan dunia. Tentu dengan pengalaman yang banyak semakin mempermudah Jabar mempertahankan juara umum Kejurnas 2018. “Kami sering mengikuti beberapa kejuaraan, termasuk kejuaraan dunia. Ini membantu Jabar meraih medali, di hari ketiga ini,” tuturnya. Hal senada dikatakan pelatih Jabar, Wawan Purwana. Menurut dia, kemenangan tim Jabar adalah hasil dari proses pembinaan yang terus menerus dan berkesinambangun. “Nomor Slalom ini adalah nomor paling bergengsi, di antara nomor lainnya, yakni Sprint, Head to Head dan Down River Race. Slalom itu nomor teknis. Tim Putri mempunyai basis latihan di Sungai Citarik, Sukabumi, dan tim putra mempunyai basis latihan di Sungai Citarum, Rajamandala,” katanya. Namun, kata dia, prestasi mereka ini kurang dukungan dari pihak terkait. Seperti yang dialami oleh tim yang berasal dari Citaru, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tim ini terpaksa tampil tanpa mendapat dukungan sama sekali dari KONI KBB. (Adt)

Pekan Olahraga Pelajar Bali 2019 Dikemas Berbeda, Cabor Bertambah Jadi 26

I Ketut Ngurah Boy Jayawijaya, Kadispora Bali, menyebut pada Porsenijar 2019 (dahulu bernama Porjar) akan meningkatkan jumlah cabor yang dipertandingkan dari semula 21 cabor, menjadi 26 cabor. Salah satunya selam, yang menjadi kandidat cabor eksebisi. (istimewa)

Denpasar- I Ketut Ngurah Boy Jayawijaya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Bali, mengatakan pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2019, bakal dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Porjar yang tahun sebelumnya hanya Pekan Olahraga Pelajar (Porjar), maka pada 2019 akan digabung dengan aktivitas seni. Jadi namanya nanti menjadi Porsenijar. Kami nanti akan bersinergi dengan Dinas Kebudayaan,” ujar Boy, dikutip RRI, pada Minggu (16/12). Tak hanya itu, untuk cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada Porsenijar 2018, ungkap Boy, akan meningkat dari semula 21 cabor, menjadi 26 cabor. “Cabang olahraga dari sebelumnya 21 cabor, nanti akan ditambah dan menjadi 26 cabor. Itu mengalami peningkatan meskipun tidak banyak,” jelas Boy. Sementara itu, terkait dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, Boy menyebut khusus pertandingan cabor, pihaknya mengajukan Rp 3,5 miliar. “Untuk lomba kesenian, hingga kini masih berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan, terkait anggaran yang diperlukan. Intinya dana masuk dalam APBD induk 2019,” tukas Boy. (Adt)

Tiga Kali Berturut Sabet Gelar Juara Gokart Nasional, Calvin Wibowo Go Internasional Tahun Depan

Calvin Wibowo (9 th) kembali menerima penganugerahan IMI Award 2018, di Hotel Grand Jatra, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (15/12). Calvin meraih kemenangan tiga kali berturut-turut anugerah IMI Award, sebagai juara nasional gokart kelas cadet. (tribunnews.com)

Jakarta- Calvin Wibowo (9 tahun) mengantar Keluarga Wibowo mencetak kemenangan tiga kali berturut-turut anugerah IMI Award sebagai juara nasional gokart kelas cadet. Calvin kembali menerima anugerah IMI Award 2018 yang dilangsungkan di Hotel Grand Jatra, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (15/12). Sebelumnya, Calvin berhasil kembali menjadi juara nasional kelas Cadet Rok pada Kejurnas ESHARK Rok Cup 2018. Pebalap cilik andalan Gandasari Racing Team itu, berhasil mengumpulkan total poin 2.189 dari 6 seri yang dilewati. Pada seri 6, balapan dilangsungkan di Sentul Internatiomal Karting Circuit, Bogor, pada Minggu (2/3). Calvin mengungguli Dillan Tan. Dillan asal tim DT Racing, duduk sebagi runner up dengan koleksi total poin 2.117. Sementara R. Kimi Rae Fitriansyah (Mahata Racing Team) dengan 2.014. “Alhamdulillah dapat IMI Award lagi. Semoga tahun depan juga juara nasional lagi. Jadi, bisa dapat IMI Award lagi,” ujar Mpin, panggilan Calvin. Mpin adalah anak kedua dari empat bersaudara, pasangan pengusaha Andy Wibowo dan Nadia Frasiska, dan masih duduk di bangku kelas 4 SD Bakti Mulia, Pondok Indah, Jakarta. Tahun lalu, Mpin juga menyabet penghargaan IMI Award, sebagai juara nasional kelas Cadet di Crowne Plaza Hotel Jakarta. Aditya Wibowo, kakak Mpin, juga menerima IMI Award kelas yang sama pada di Ciater, Subang, Jawa Barat, Desember 2016. Prestasi Aditya (satu kali) dan Calvin (dua kali) dilakukan secara berturut-turut pada 2016, 2017, dan 2018. “Mereka masih akan berlomba di ajang gokart baik tingkat Kejurnas maupun international. Dan kami optimis prestasi akan makin berkembang dan maju lagi,” ungkap Andy, yang mendampingi duo pebalap cilik ini. Tahun depan, Calvin akan naik kelas Minirok. Selain itu, demi menambah jam terbang, ia diproyeksikan memperbanyak event balap gokart di luar negeri. Aditya & Calvin pun tetap memilih akan menggunakan mesin X30, pada Kejurnas Gokart 2019. “Mereka akan memakai X30, seperti yang dipakai pada Eshark End Year, di Sentul kemarin,” pungkas Andy. (Adt)

Jakarta Garuda, Klub ‘Milenial’ Bentukan PBVSI Diisi Pemain Usia Belasan Tahun

Tim Jakarta Garuda dibentuk oleh PP PBVSI untuk tampil bertanding di perhelatan Proliga 2019. Tim yang disesaki pemain berusia 16-20 tahun, disiapkan tampil di Asian Games 2022 di Hangzhou, Zhejiang, Tiongkok. (pbvsi.or.id)

Gresik- Dua klub baru di sektor putra menghiasi perhelatan Proliga 2019, Sidoarjo Aneka Gas dan Jakarta Garuda. Kedua tim sama-sama bermaterikan pemain muda. Aneka Gas adalah klub yang berafiliasi dengan Samator. Klub yang dibentuk menjelang Proliga 2019 itu, merupakan ‘saudara muda’ tim Surabaya Bhayangkara Samator. Pemain Aneka Gas juga berisikan pemain usia muda dan pelapis Samator. Sementara, Jakarta Garuda punya latar belakang yang berbeda. Meski disesaki pemain berusia 16-20 tahun, namun, Garuda dibentuk oleh PP PBVSI. Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty, menuturkan klub itu didirikan untuk mencari bibit pemain muda. “Kami menyiapkan pemain masa depan, untuk menghuni timnas putra. Kami mencari dari berbagai daerah lewat Livoli, atau kejuaran junior antar-klub. Hampir semua pemainnya berusia belasan stahun,” kata Hanny yang juga menjabat Ketua V Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI itu, dikutip Bola.com, pada Sabtu (15/12). Para pemain Garuda diambil dari beberapa klub lokal di berbagai daerah. Mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta semuanya ada. Selain seleksi, sistem pemilihan pemain juga berdasarkan rekomendasi klub lokal. Mayoritas pemain Jakarta Garuda belum berpengalaman. Dari 14 pemain, hanya dua yang berusia di atas 20 tahun. Keduanya adalah kapten Mahendra Rikha Buana, setter asal PBV AU itu (31 tahun) dan pemain asing asal Malaysia, Sim Jian Qin (23 tahun). “Tujuan utama Jakarta Garuda adalah melakukan pembinaan pemain muda. Fenonema di klub Proliga itu menjadikan pemain muda sebagai cadangan. Tapi di sini, mereka jadi pemain utama,” imbuh Hanny. Disisi lain, Manajer tim Jakarta Garuda, Reginald Nelwan menargetkan, tim hasil bentukan selama dua bulan sejak Asian Games 2018 bisa menembus babak final four. Selama dua bulan itu, PBVSI melakukan penyaringan dan mengolah tim berisikan kumpulan pemain dari 8 klub berbeda. “Harapannya anak-anak muda ini bisa main lepas dan menimba pengalaman, karena di usia mereka ini, sangat sulit mendapatkan jam terbang di klub lamanya. Kami incarnya bisa masuk final four,” ujar pria yang disapa Regi ini. Sejauh ini, Garuda memang belum berbicara banyak di Proliga 2019. Mereka sudah dua kali bertanding, melawan finalis musim lalu, yaitu Surabaya Bhayangkara Samator dan Palembang Bank Sumsel Babel. Hasilnya Garuda selalu kalah. Meski kalah, klub arahan Eko Waluyo itu berusaha tampil maksimal dan sempat menyulitkan lawan. Saat menghadapi Bank Sumsel, mereka memaksa pertandingan dimainkan sampai lima set. Sayangnya, Garuda kalah 2-3 dari runner-up dua musim terakhir itu. Melawan Samator, Garuda sudah terlihat akan kalah, lantaran takluk pada dua set pertama. Namun, di set ketiga mereka berhasil bangkit dan unggul. Lagi-lagi, mereka menyerah 1-3 dari sang juara bertahan. Kendati demikian, Garuda menunjukkan permainan yang apik dan bisa memberikan kejutan di Proliga 2019. Regi pun optimis tim tersebut bisa melaju lebih jauh. “Kalau sudah begini, saya pikir kami bisa menarget final four pada musim ini. Saya pikir itu target yang realistis. Tapi, kalau untuk melaju ke final sepertinya sulit. Kami juga tahu diri,” ucap Regi, yang juga Wakil Ketua V Ketua V Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI itu. Rencananya, skuad Jakarta Garuda akan dipersiapkan untuk menyongsong ajang Asian Games 2022 di Hangzhou, Zhejiang, Tiongkok. “Dengan waktu empat tahun, mereka sudah cukup untuk matang untuk berlaga di Asian Games 2022,” terang Hanny. Lantas, apakah PP PBVSI juga punya rencana mendirikan klub putri juga? Hanny menyatakan pembentukan tim putri sudah masuk agenda. “Ada sedikit perbedaan antara pevoli putra dan putri. Kalau putra, stoknya banyak dan kami bisa mencari dengan mudah. Mulai dari tarkam sampai klub pembinaan pun ada,” ucap Hanny. “Lain halnya dengan pevoli putri. Stoknya sedikit dan tak banyak klub yang memilikinya. Makanya, kami harus bekerja ekstra dan lebih keras untuk mengumpulkan itu. Mudah-mudahan, tahun depan kami bisa membentuk klub putri itu,” pungkasnya. (Adt)