Pesan Iga Swiatek Bagi Para Petenis Muda

Pesan Iga Swiatek Bagi Para Petenis Muda

Petenis muda asal Polandia, Iga Swiatek, mampu tampil memukau dengan menjuarai Grand Slam pertama dalam kariernya di Prancis Terbuka 2020 usai menumbangkan unggulan asal Amerika Serikat, Sofia Kenin. Iga Swiatek diyakini akan semakin berkembang sebagai seorang atlet dan menjadi panutan bagi para atlet yang lebih muda. Ia pun ingin memberikan saran bagi para atlet muda lainnya. “Bersabar dan memiliki orang-orang yang baik di sekeliling anda. Karena bahkan jika tenis adalah olahraga individual, sulit untuk melakukannya seorang diri. Saya memiliki dukungan luar biasa di sekeliling saya dan tanpa tim saya, saya pikir saya tidak akan berada di posisi saya saat ini,” jelas Swiatek dalam sesi tanya jawab bersama Laureus Sports Awards. Selain itu, petenis yang baru berusia 19 tahun itu memahami kecenderungan para atlet yang ingin melakukannya seorang diri. Tetapi ia menekankan bahwa perjalanan itu akan berjalan lebih lancar hanya dengan keberadaan tim yang suportif. “Berpikir bahwa anda tidak bisa melakukannya seorang diri, karena itu bukan hal yang buruk. Itu kenyataan dan semuanya akan jauh lebih mudah jika anda memiliki orang-orang baik di sekeliling anda,” tambah Swiatek. Pemberhentian selanjutnya bagi petenis peringkat 15 dunia adalah Dubai. Ia akan memasuki turnamen tersebut sebagai petenis unggulan kedelapan dan selain gelar, ia juga akan berkompetisi demi 1000 poin. Iga Swiatek juga menjadi petenis yang diantisipasi di setiap turnamen yang ia lakoni. Selain itu, memenangkan gelar Grand Slam kedua dalam kariernya akan menjadi tantangan besar. Untuk saat ini, Swiatek akan mendapatkan semua pengalaman yang ia butuhkan demi menjadi salah satu petenis terbaik. Profil Swiatek: Nama Lengkap: Iga Swiatek Tempat, Tanggal Lahir: Warsaw, Polandia, 31 Mei 2001 (19 Tahun) Tinggi Badan: 175 cm Mulai Karir: 2016 Peringkat WTA Saat Ini: 17 (12 Oktober 2020) Peringkat WTA Tertinggi: 17 (12 Oktober 2020)

Coach Naga Api Beberkan Rahasia Gembleng Para Junior

Coach Naga Api merupakan julukan Herry Iman Pierngadi, pelatih bulu tangkis ganda putra Indonesia, membeberkan cara untuk mengembangkan permainan atlet-atlet muda. Menurutnya, cara terbaik ialah dengan melibatkan atlet senior untuk menggembleng selama fase latihan. Menurut pelatih berusia 58 tahun ini, teknik dan mental atlet muda akan lebih cepat terbentuk jika turut disisipi latihan bersama ganda putra senior yang sudah punya banyak pengalaman. “Senior sekarang juga harus ikut menggembleng yang pelapis muda. Mereka bisa tahu rasanya bertanding dengan pebulu tangkis kelas atas karena gaya main senior kan berbeda, selain itu biar junior ini ada rasa diperhatikan dari yang senior,” tutur Herry melalui diskusi virtual. Pola latihan seperti tersebut berbeda dari sebelumnya, katanya melanjutkan, karena cara ini dinilai lebih efektif membentuk karakter permainan atlet junior dibandingkan jika hanya mengandalkan arahan dari tim pelatih. Terlebih karakter permainan atlet muda biasanya belum solid dan masih mencari gaya permainan yang pas, sehingga akan lebih pas jika dihadapkan langsung dengan gaya permainan pebulu tangkis senior. “Pemain muda masih banyak PR-nya, masih banyak yang perlu diperbaiki. Beda dengan yang senior, mereka sudah matang dan mainnya solid,” pungkas Herry. Selain mengajari teknik, atlet muda juga akan dilatih berkomunikasi atau berkoordinasi di lapangan, baik antar atlet maupun dengan pelatih. Komunikasi yang tidak baik kerap menimbulkan kesalahan persepsi di lapangan, yang berdampak pada pengaturan strategi permainan. Hampir 30 tahun mengasuh atlet Pelatnas PBSI Cipayung, Herry kerap menemukan kendala dalam komunikasi dengan atletnya di lapangan. “Dukanya sebagai pelatih kadang kalau komunikasi tidak nyambung, itu masalah. Pelatih maunya seperti ini tapi atlet malah bertindak lain, seperti ini kita yang rugi,” ungkapnya. Oleh sebab itu ia berharap aspek komunikasi yang baik bisa dikuasai atlet pelapis muda sehingga tidak ada lagi kesalahan persepsi saat menjalani laga turnamen. Berkat sentuhan Herry IP, para ganda putra Indonesia mampu berbicara banyak di kancah internasional. Nama-nama seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, hingga M. Rian Ardianto/Fajar Alfian kerap kali menyumbangkan medali demi medali untuk Indonesia. Bahkan saat ini dua pebulutangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berada di peringkat pertama ranking dunia dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan ada di peringkat kedua. Selain terkenal dengan sentuhan emasnya, Herry IP juga terkenal memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Terbukti baru-baru ini ia mengaku jika ia mendapat tawaran untuk melatih negara lain. Namun, dengan tegas ia tolak. “Saya salah satu orang yang nasionalismenya tinggi. Saya kerja bukan hanya cari materi, itu suatu kebanggaan,” kata Herry IP dalam bincang-bincang bersama awak media melalui zoom, Rabu (3/3/2021). “Saya bisa berikan ilmu yang saya punya, kebetulan saya di bulutangkis. Jadi suatu kebanggaan. Kalau di luar negeri kan tetap kita asing, menurut saya di hati itu kerja, perasaan tak tentram, pasti kita diawasi dll. Di Indonesia ya gitu juga, tapi kan tidak asing, lebih enjoy,” jelasnya.

Menangi Dua Laga Uji Coba, Timnas Diminta Tingkatkan Fisik, Mental dan Kerja Keras

Menangi Dua Laga Uji Coba, Timnas Diminta Tingkatkan Fisik, Mental dan Kerja Keras

Tim nasional Indonesia persiapan SEA Games 2021 meraih kembali kemenangan di laga uji coba. Pada Minggu (7/5/2021), skuat Garuda menang dengan skor 3-1 atas Bali United di Stadion Madya Senayan, Jakarta. Sebelumnya, Skuad Garuda juga mampu meraih kemenangan atas Tira-Persikabo pada Jumat (5/5/2021) lalu dengan skor 2-0. Pada pertandingan melawan Tira-Persikabo, gol kemenangan timnas dicetak oleh Kadek Agung pada menit ke-45’ dan Muhammad Rafli menit 49’. Sementara pada laga kemarin melawan Bali United, gol timnas dicetak oleh K. H Yudo menit ke-35, Koko Ari menit ke-70 dan Osvaldo Haay menit ke-75. Sementara gol dari Bali United dicetak oleh Lerby Eliandri menit ke-83. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi timnas Indonesia yang meraih dua kali kemenangan di ajang uji coba. Namun, ia berpesan agar para pemain tidak cepat puas dan terus bekerja keras. “Alhamdulillah para pemain terus menunjukkan performa yang positif. Fisik menurut pelatih Shin Tae-yong masih dikisaran 60%-70%. Ini wajar karena mereka lama vakum setelah kompetisi Liga 1 dan 2 tidak berjalan selama satu tahun terakhir. Meskipun di 20 menit awal, timnas kesulitan untuk menembus pertahanan Bali United, masuknya Adam Alis membuat lini tengah makin hidup dan akhirnya menang,” kata Iriawan, dilansir dari laman resmi PSSI. Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong juga senang dengan performa yang ditunjukkan para pemain timnas. Menurutnya, Andy Setyo dan kawan-kawan bermain lebih baik dibanding melawan Tira Persikabo. “Jadi pergerakan pemain semakin baik, kami senang dengan penampilan mereka dia dua laga uji coba ini. Namun mental dan fisik harus terus ditingkatkan. Selain itu, duel satu lawan satu juga harus diperbaiki. Jangan mudah kehilangan bola dan gampang dilewatin lawan saat bertahan,” kata Shin Tae-yong. “Apa yang mereka pelajari di timnas Indonesia harus jadi contoh kepada pemain di klub masing-masing. Setahun tidak ada liga untuk peforma dan fisik pemain sangat menurun. Untuk itu pemusatan latihan kali ini fokus ke fisik, jadi pemain bekerja keras dalam latihan dan dua laga ini juga sangat kerja keras,” tambahnya. Setelah laga ini, pemain akan dikembalikan ke klub masing-masing untuk mengikuti Piala Menpora yang dimulai 21 Maret mendatang. Empat kota akan menjadi tuan rumah, yakni Surakarta (Jawa Tengah), Sleman (DIY), Malang (Jawa Timur), dan Bandung (Jawa Barat) di ajang tersebut.

Mengenal Arbi, Pembalap Muda Yang Akan Berlaga di Losail

Mengenal Arbi, Pembalap Muda Yang Akan Berlaga di Losail

Fadillah Arbi Aditama merupakan seorang rider muda asal Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Arbi akan mengikuti Kejuaraan Asia Talent Cup (ATC) yang akan digelar di Sirkuit Internasional Losail, Qatar mulai 19 Maret 2021. Ia sekaligus menjadi rider asal Purworejo pertama yang berlaga di Qatar. Remaja kelahiran 14 Juli 2005 itu akan berlaga di kelas 250cc bersama ketiga pebalap lain dari Pati, Yogyakarta dan Tangerang. “Alhamdulilah, persiapam  sudah cukup matang, mulai dari latihan fisik hingga mental. Insya Allah sanggup,” kata Arbi saat menghadap Bupati Purworejo, Agus Bastian, Rabu (3/3). Menurutnya yang menjad lawan terberat bukan dari pembalap lain, melainkan dirinya sendiri. Dia mengaku harus benar-benar dapat menjaga rasa percaya diri dengan baik, tidak over confident, yang justru akan merugikan ketika berlaga. “Target yang pasti ingin juara satu, tetapi karena ini merupakan tahun pertama saya mengikuti balap ATC, jadi harus step by step dulu. Saya optimis bisa memberikan yang terbaik,” imbuh Arbi didampingi kedua orang tuanya, Robi Yuda Kurniawan dan Anggi Putri Anggraeni. ATC merupakan kompetisi balap motor yang diperuntukan bagi pembalap muda di kawasan Asia dan Oceania. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Dorna, yang juga menjalankan kompetisi MotoGP, dan Kejuaraan Dunia Superbike. “Saya akan mulai melakukan persiapan di Jakarta pada tanggal 6 Maret. Kemudian tanggal 14-16 Maret akan mengikuti tes terlebih dahulu di Qatar. Saya juga akan mengikuti dua seri balap ATC di Sirkuit Internasional Losail,  Qatar. Seri-seri selanjutnya akan berlangsung di Asia, seri terakhir akan digelar di Sirkuit Mandalika Indonesia,” lanjut Arbi yang tergabung dalam tim Astra Honda Racing Team. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purworejo, Agus Bastian, berpesan agar Arbi bisa meraih prestasi yang membanggakan bagi Bangsa Indonesia dan Kabupaten Purworejo khususnya. “Kedepan, diharapkan Purworejo dapat melahirkan atlet-atlet olahraga yang berprestasi di kancah nasional maupun internasional, termasuk balap motor. Harap dipersiapkan fisik, mental dan tentunya istirahat harus diperhatikan jangan sampai sakit, jangan lupa protokol kesehatan karena masih pandemi,” kata Agus. Berikut berbagai kejuaraan yang pernah dimenangkan Arbi: Juara 4 kelas Mp6 Kejurda Kebumen (2016) Juara 2 kelas Mp5 Kejurda Purworejo dan juara 2 kelas Mp6 (2017) Juara 2 kelas Mp5 Kejurda Purbalingga dan juara 3 kelas CBR250r IRS Sentul (2018) Juara 1 Kejurda Boyolali dan juara umum pada kejuaraan AHRS tahun (2019)

Tiga Atlet Panahan BIFZA ASC Sumbang Medali Dari Ajang Internasional

Tiga Atlet Panahan BIFZA ASC Sumbang Medali Dari Ajang Internasional

Tiga atlet binaan klub panahan kota Batam, BIFZA ASC, berhasil meraih prestasi membanggakan pada kejuaraan panahan Kota Tinggi Open Remote Archery Tournament yang diselenggarakan sejak tanggal 26 sampai 28 Februari 2021 lalu. Ketiga atlet tersebut mampu menyabet satu medali emas dan dua medali perunggu dengan kategori berbeda-beda. Untuk kategori Compound Girl U-16, dua atlet BIFZA mendominasi gelar juara setelah Kelly Ardelia Henly meraih medali emas dan Tania Vergawita berhasil memperoleh medali perunggu. Untuk kategori Compound Girl U-16, dua atlet BIFZA mendominasi gelar juara setelah Kelly Ardelia Henly meraih medali emas dan Tania Vergawita berhasil memperoleh medali perunggu. Tidak hanya itu, atlet lainnya bernama Satria Nurwijaya juga berhasil menyabet medali perunggu untuk kategori Recurve Men Open. “Alhamdulillah para pemanah muda kami masih bisa berprestasi walau di tengah pandemi begini,” ujar Ketua Klub BIFZA ASC, Feri Nawa Pamungkas kepada TribunBatam.id, Selasa (2/3/2021). Feri mengungkapkan, kejuaraan panahan ini diselenggarakan oleh persatuan panahan Kota Tinggi Johor, Malaysia. Turnamen dilaksanakan secara daring atau online dan diikuti oleh beberapa negara lainnya. “Tournament remote ini turnamen online. Shooting di lapangan masing-masing dan hasilnya dimonitor online menggunakan sistem. Karena masih pandemi Covid-19, jadi tak ada kumpul-kumpul dalam jumlah besar,” jelas dia lagi. Selain untuk memotivasi para atlet agar terus berprestasi, Feri berharap turnamen ini dapat menjadi salah satu ajang pembinaan bagi para pemanah kategori pelaja. Mengingat, pembinaan atlet masih menjadi fokus utama pihaknya sejauh ini. “Perolehan medali ini merupakan salah satu hasil latihan rutin yang dilakukan setiap sore di lapangan panahan Temenggung Abdul Jamal,” tambah dia. Bahkan, dia ikut mengapresiasi dukungan para orangtua atlet untuk seluruh kegiatan panahan yang ada. “Banyak orang tua atlet berharap agar pemanah muda berbakat BIFZA ASC yang merupakan klub binaan BP Batam dapat memperoleh prestasi yang lebih tinggi lagi di event nasional dan internasional,” sebutnya.

Lima Karateka Muda Majalengka Raih Prestasi Pada Czech Open Karate Cup 2021

Lima Karateka Muda Indonesia Raih Prestasi Pada Czech Open Karate Cup 2021

Prestasi membanggakan kembali datang dari atlet muda Indonesia. Kali ini, kabar gembira datang dari cabang olahraga karate. 5 karateka muda asal Majalengka, Jawa Barat, berhasil menjuarai Czech Open Karate Cup 2021 yang digelar online. Kelima karateka itu tergabung dalam Indonesian Traditional Karate Federation (INATKF). Prestasi mereka menyabet medali perak hingga emas dalam kejuaraan internasional yang bertempat di Republik Ceko pada 20-22 Februari 2021. Kejuaraan yang digelar secara daring itu diikuti oleh 9 negara yakni Ceko, Rusia, Armenia, Kroasia, Austria, Slovenia, Rumania, India dan Indonesia. Lima karateka itu ialah Muhammad Abdullah Ramdhan (11), Mochammad Ridho (15), Rangga Bayoe Pramoedjie (25), Zalsa Lenaya (20) dan Agista Sinantya (15). “Muhammad Abdullah Ramdhan meraih 2 medali emas, Mochammad Ridho 1 emas, Rangga Bayoe 1 emas 1 perak, Zalsa Lenaya 1 emas dan Agista Sinantya dapat 1 medali perak,” kata Bupati Majalengka, Karna Sobahi, saat memberikan penghargaan kepada lima karateka itu di Pendopo Bupati Majalengka pada Selasa (2/3/2021). Karena mengaku sangat bangga kepada lima karateka muda tersebut yang mampu meraih prestasi internasional, di ajang Czech Open Karate Cup 2021, ditengah situasi pandemi COVID-19 saat ini. “Sungguh luar biasa bahwa dari Majalengka bisa berprestasi di kejuaraan internasional dan mendapatkan lima medali emas di kejuaraan di Ceko. Sebagai kepala daerah saya mengucapkan selamat atas prestasi yang diperoleh, mereka telah mengharumkan nama Kabupaten Majalengka,” kata dia. Czech Open Karate Cup sendiri merupakan ajang kejuaraan karate tradisional tingkat yang digelar secara virtual. Para kontingen dari berbagai negara harus mengirimkan video di tiap babaknya. “Yang dilombakan keindahan jurus atau Kata, jadi kita mengirimkan videonya dan dinilai oleh dewan juri di Ceko. Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan ada lima emas dan dua perak,” ucap Eben Heizer Sembiring selaku Sekjen PB INATKF. Ia pun sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka atas prestasi atletinya di Czech Open Karate Cup 2021. Menurutnya keberhasilan lima karateka muda Majalengka dalam meraih medali di kejuaraan internasional menjadi tolak ukur bagi atlet-atlet karate tradisional untuk mengikuti kejuaraan selanjutnya. “Ini tolak ukur awal yang baik bagi atlet-atlet di Majalengka dan nanti akan ada kejuaraan lagi di Polandia dan akan kita siapkan kesana. Kami yakin mereka mampu berprestasi,” kata dia.

Regenerasi Atlet Tenis Diarahkan Prestasi

Regenerasi Atlet Tenis Diarahkan Prestasi

Usai resmi dilantik, pengurus Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Kabupaten Malang langsung tancap gas. Pelti Kabupaten Malang memiliki target prestasi-prestasi yang dapat bersumber dari para atletnya. Guna merealisasikan target tersebut, para pengurus langsung tancap gas dengan melakukan pembinaan pada atlet-atlet junior. Ketua Pelti Kabupaten Malang, Nazaruddin Hasan menyatakan, pembinaan atlet junior dirasa penting guna melakukan pembibitan atlet usia muda. Apalagi pria yang menggantikan almarhum Hari Sasongko sebagai Ketua Pelti ini menyebut pentingnya akan regenerasi. “Konsentrasi pada pembinaan usia dini, sehingga proses regenerasi bisa berjalan,” kata Nazaruddin, dilansir dari suarajatimpost.com, Senin (1/3/2021). Ditambahkan olehnya, guna merealisasikan target tinggi ini, pengurus Pelti Jawa Timur telah memberikan stimulus dan langkah untuk mencetak bibit-bibit atlet yang maksimal. “Kami akan mensuport dalam mencetak atlet, hal ini kami lakukan juga untuk menyongsong even tahunan internasional federasi yang akan dihadiri 35 negara yang akan dilaksanakan di bulan Oktober,” jelas Nazaruddin. Prioritas agendanya dalam rakor (rapat organisasi) bersama pengurus Pelti yang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat, akan meninjau kembali kelayakan fasilitas tenis di Kabupaten Malang. “Fasilitas tenis yang memadai adalah fasilitas tenis yang terpelihara, untuk bisa terpelihara maka dibutuhkan biaya, sehingga perlu untuk kita pikirkan bersama, kemudian diupayakan juga agar bisa terlaksana,” tegas sosok yang saat ini juga menjabat sebagai Kasatpol PP Kabupaten Malang. Selain menyoroti fasilitas, sosok yang juga akrab disapa Bung Nazar juga bertekad akan menjadikan tenis sebagai olahraga yang lebih familiar di masyarakat. “Mencetak atlet tenis bisa maksimal jika di dahului dengan penjaringan, untuk itu tenis harus digemari dulu oleh masyarakat, untuk bisa di gemari maka cabang olah raga tenis ini harus selalu dikenalkan kepada masyarakat terutama generasi muda,” terangnya. “Kami akan promosikan cabang olah raga tenis ini di kalangan muda seperti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah-sekolah, sehingga peminatnya banyak dan yang mengikuti penjaringan juga banyak maka suasana kompitisi bisa diwujudkan dalam proses penjaringan,” tutup Nazaruddin.

5 Atlet Muda eSport Indonesia Dengan Penghasilan Tertinggi

5 Atlet Muda eSport Indonesia Dengan Penghasilan Tertinggi

Esport atau olahraga elektronik telah menjadi ladang basah di Indonesia. Pertumbuhan eSport kian menjanjikan setelah semakin banyaknya turnamen yang digelar setiap tahunnya. Profesi pro player pun kini semakin mendapatkan tempat. Selain bisa mengembangkan hobi, ternyata menjadi atlet eSport bisa menambah pundi-pundi uang. Berikut 5 atlet eSport Indonesia dengan penghasilan tertinggi dari data esportsearnings.com: Nizar ‘Microboy’ Lugatio Kita mulai dengan posisi ke-5 yang diisi oleh pro player PUBG Mobile. Nizar Lugatio merupakan salah satu pemain EVOS setelah sebelumnya bermain untuk Bigetron Red Aliens. Microboy yang merupakan kelahiran 19 Juni 2000 sudah mengantongi pendapatan sebesar USD 117,825 yang bila dikonversikan berkisar Rp 1,6 miliar. Muhammad ‘Ryzen’ Albi Ryzen adalah pro player PUBG Mobile dari Bigetron Red Aliens. Sama seperti mantan rekan setimnya, Microboy, Ryzen termasuk pro player dengan penghasilan tertinggi. Ia berada di urutan ke-4 dengan penghasilan hingga USD 141.395 yang setara dengan Rp 1,9 miliar. Made Bagas ‘Zuxxy’ Pramudita Nampaknya Bigetron Red Aliens termasuk tim eSport yang mencetak pemain andal. Zuxxy adalah salah satunya. Ia menempati posisi ke-3 di usia muda yakni 17 tahun dengan penghasilan USD 145.248 yang setara Rp 2 miliar. Made Bagus ‘Luxxy’ Prabaswara Luxxy adalah kembaran dari Zuxxy dan sama-sama masuk lini Bigetron Red Aliens untuk PUBG Mobile. Ia juga termasuk orang yang mengantarkan timnya menjadi juara dunia PUBG Mobile, loh. Untuk angka penghasilan, ia menyimpan jumlah yang sama dengan Zuxxy. Hansel ‘BnTeT’ Ferdinand Nama Hansel Ferdinand atau BnTet sudah dikenal dengan baik di kalangan pecinta game. Karir eSport-nya sudah digeluti sejak 2016. Atlet CG:GO terbaik Indonesia ini menghasilkan angka yang bombastis dengan USD 168.758 yang secara rupiah berkisar Rp 2,3 miliar. Bagaimana? Tertarik untuk menjadi atlet eSport juga? Tentu pundi-pundi yang mampu diraih kelima atlet di atas merupakan hasil kerja keras mereka. Sudah banyak pengorbanan yang mereka lakukan untuk bisa meraih posisi saat ini. Namun, bukan berarti kalian tidak bisa. Source: Detiksport

Peselancar Muda Indonesia Incar Tiket ke Olimpiade Tokyo

Peselancar Muda Indonesia Incar Tiket ke Olimpiade Tokyo

Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI) masih berharap bisa mengirimkan atletnya ke Olimpiade Tokyo. Salah satu upayanya adalah berburu tiket melalui kejuaraan kualifikasi surfing di El Salvador, 29 Mei hingga 6 Juni. “Masih ada lima slot yang diperebutkan pada kualifikasi terakhir itu. Makanya akan kami maksimalkan meski prosesnya bakal tidak mudah,” kata Ketua Umum Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI), Arya Sena Subyanto, di Jakarta pada Kamis (25/2). Menurut dia, saat ini PSOI menyiapkan tiga atlet putra yaitu Rio Waida, I Ketut Agus Aditya Putra dan Hairil Anwar serta tiga atlet putri yaitu Taina Angel Izquierdo, Kailani Kusuma Johnson dan Dhea Natasya. Dari keenam peselancar itu, nama Rio Waida yang menjadi unggulan. Surfer muda asal Bali itu memiliki peringkat yang lebih baik dibanding rekan-rekannya. Peluangnya untuk tampil di Olimpiade Tokyo terbilang masih cukup lebar. “Menurut peringkat, peluang paling besar ada pada Rio Waida. Tapi kita lihat dan doakan yang terbaik untuk semua atlet di El Salvador nanti,” ungkap Ketua Harian PSOI yang juga merangkap manajer tim nasional surfing, Egy Adhitya Hilman. Karier Rio Waida memang terbilang cukup mengesankan. Ketika masih berusia 19 tahun, dirinya pernah mengalahkan juara dunia dua kali, Gabriel Medina. Momen tersebut terjadi pada ajang World Surf League 2019 di Pantai Keramas, Bali. Sekarang ini Rio dan kawan-kawan masih melakukan latihan rutin di Bali. “Untuk latihan mereka tidak ada masalah. Semua atlet ada di Bali. Mereka kan atlet profesional. Jadi terus berlatih,” tegas Arya. Rencananya para surfer akan berangkat El Salvador pada tanggal 16 Mei. Proses keberangkatan ke negara Amerika Tengah itu tidak mudah. Hal ini dikarenakan belum adanya kedutaan besar El Salvador di Indonesia. Sehingga ada kendala dalam pengurusan visa. “Kami juga sudah komunikasi dengan Kedutaan El Salvador di Thailand. Tapi kan bukan wewenang dari mereka. Makanya hingga saat ini kami terus berkomunikasi dengan yang berwenang di Indonesia,” ungkap Arya. Untuk Olimpiade Tokyo, sebetulnya para surfer Indonesia tidak diberikan target khusus. Karena PSOI masih seumur jagung. Organisasi yang mewadahi para surfer itu baru terbentuk dan disahkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). “Dulu memang sempat stagnan. Tapi sekarang mulai kembali. Apalagi Indonesia merupakan tujuan peselancar dunia. Kita punya ombak yang bagus mulai dari timur hingga Sumatera,” cerita Arya. Kehadiran PSOI mendapat atensi baik dari Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman. Menurutnya surfing di Indonesia bisa berkembang dengan baik menjadi olahraga yang juga memajukan pariwisata. Sehingga bisa menggerakkan roda ekonomi daerah. “Bali, Nias merupakan daerah yang menjadi jujukan peselancar dunia. Dua daerah itu juga menjadi tujuan wisata. Kami harapkan PSOI bergerak cepat termasuk bekerjasama dengan media cetak maupun elektronik untuk publikasinya,” kata Norman. Selanjutnya Norman, berharap kedepan PSOI bisa melahirkan peselancar kelas dunia. Yang bisa berprestasi di kancah internasional seperti Olimpiade. Mengingat kondisi alam di Indonesia sangat mendukung surfer tanah air untuk berlatih maksimal. “Harapannya pada Olimpiade 2023, ada medali emas selain dari bulutangkis. Bisa angkat besi, penahan, bela diri maupun surfing,” tutup pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Badan Intelejen Nasional tersebut.

Timnas U-23 Akan Jajal 2 Klub Indonesia

Timnas U-23 Akan Jajal 2 Klub Liga 1

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-23 terus melakukan persiapan tampil di SEA Games 2021 Vietnam. Skuat Garuda pun mencari lawan tanding dan ingin menjajal dua klub Indonesia. PSSI sendiri telah menentukan dua lawan yang akan dihadapi pada uji coba nanti. Kedua klub tersebut ialah PS Tira Persikabo dan Bali United. Rencananya, dua laga itu bakal digelar pada awal Maret mendatang. Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri mengatakan timnas pada bulan depan akan mengagendakan sedikitnya dua kali uji coba, yakni dengan dua tim sepak bola Indonesia. Uji coba akan dimulai pada 3 Maret melawan PS Tira Persikabo. Kemudian pada 5 Maret menghadapi Bali United. “Dua laga uji coba itu akan dipertandingkan di Jakarta,” ujar Indra Sjafri, dilansir dari laman resmi PSSI. Uji coba itu sekaligus menjadi penutup edisi kedua pemusatan latihan (TC) Timnas di Jakarta. Usia uji coba, para pemain akan dikembalikan ke klub masing-masing untuk persiapan mengikuti Turnamen Menpora 2021 pada 20 Maret hingga 25 April. Sementara itu, pelatih Shin Tae-yong mengatakan saat ini fokus untuk meningkatkan fisik serta performa pemain. Setelah itu konsentrasi baru beralih ke laga uji coba. “Fisik pemain menjadi titik perhatian. Kompetisi yang tidak jalan membuat fisik mereka melempem. Setelah fisik kembali tentu laga uji coba menjadi penting,” tegasnya. Jadwal Timnas Indonesia 1. Timnas Indonesia Vs PS Tira Persikabo – 3 Maret 2021 2. Timnas Indonesia Vs Bali United – 5 Maret 2021

Jaring Atlet Muda Berbakat, Pengcab ESI Kab. Bogor Siap Gelar Turnamen

Jaring Atlet Muda Berbakat, Pegcab ESI Kab. Bogor Siap Gelar Turnamen

Pengurus cabang (Pengcab) eSport Kabupaten Bogor berencana untuk menggelar turnamen guna mencari atlet-atlet muda berbakat. Turnamen tersebut rencananya akan digelar pada bulan Maret mendatang dan diberi nama Piala Ade Yasin Bupati Cup. Turnamen ini digelar setelah mendapatkan hasil positif untuk level desa–desa. Seperti yang dituturkan oleh Ketua Pengcab ESI Kabupaten Bogor, Sandi M. Ilham. “Insyaallah, di bulan maret ini, kita akan gelar event ini,” Kata Sandi, dalam rilis yang diterima wartawan tgl (23/2/2021) Dalam turnamen ini, lanjut Sandi, akan dibagi menjadi tiga segmen yang dipertandingkan yakni Mobil Legend, Free Fire dan PUBG. Sandi menambahkan, selain memperebutkan Piala Ade Yasin Bupati Bogor Tahun 2021, pemenang dalam turnamen ini akan memperoleh uang pembinaan serta berhak mewakili Kabupaten Bogor dalam Piala Gubernur Jawa Barat Tahun 2021. “Turnamen ini merupakan turnamen berjenjang, dimana beberapa waktu lalu telah digelar di desa – desa di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, dan pemenang di turnamen ini berhak mewakili Kabupaten Bogor dalam ajang Piala Gubernur Jawa Barat Tahun 2021,” tambah Sandi. Ia berkeyakinan, di turnamen ini akan muncul atlet–atlet terbaik yang akan mengharumkan nama Kabupaten Bogor, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Saya lihat, dan kita semua telah banyak mendengar ada beberapa anak muda di Kabupaten Bogor telah mengharumkn nama Kabupaten Bogor, dan Insya Allah dengan turnamen ini akan banyak lagi generasi–generasi yang akan mengharumkan nama Kabupaten Bogor,” pungkasnya

Miftah Resmi Direkrut Oleh Klub Bosnia-Herzegovina

Miftah Resmi Direkrut Oleh Klub Bosnia-Herzegovina

Pemain belakang asal Persita, Miftah Anwar Sani, resmi diumumkan bergabung bersama klub Bosnia-Herzegovina, FK Sloboda Tuzla, Selasa (16/2/2021). Tentu saja kabar ini sedikit mengejutkan karena sebelumnya sang pemain telah membantah kabar soal dirinya yang akan bergabung bersama klub Eropa. Saat itu Miftah Anwar Sani menyebutkan bahwa dirinya tidak mungkin bisa bermain di Eropa mengingat statusnya adalah anggota TNI aktif. Belakangan diketahui bantahan Miftah ini hanyalah upayanya agar tidak menimbulkan kegaduhan. Faktanya, pada Selasa (16/2/2021) lalu, Miftah menggelar konferensi pers di Kedutaan Besar Bosnia-Herzegovina. Duta Besar Bosnia-Herzegovina, Mehmed Halilovic, mengatakan bahwa Miftah akan menjadi pemain Indonesia pertama yang akan berkompetisi di Bosnia. “(Miftah) segera menandatangani kontrak dengan salah satu klub Bosnia-Herzegovina, FK Sloboda Tuzla,” kata Mehmed, Selasa (16/2/2021). “Setahu saya Miftah adalah pemain Indonesia pertama yang akan bermain di Bosnia, kalau di Eropa mungkin sudah ada, tapi Miftah yang pertama ke Bosnia,” jelasnya. FK Sloboda Tuzla sendiri adalah klub yang berkompetisi di kasta tertinggi Liga Bosnia-Herzegovina. Miftah Anwar Sani dikabarkan dikontrak selama enam bulan hingga akhir musim 2020/21, yaitu Juni 2021. Dengan bergabungnya Miftah bersama FK Sloboda Tuzla maka menambah panjang daftar Garuda Muda yang berhasil menembus Eropa. Sebelumnya ada Witan Sulaeman yang merumput bersama klub Serbia, FK Radnik Surdulica, Egy Maualana Vikri (Lechia Gdansk/Polandia), Elkan Baggott (Ipswich Town/Inggris), Brylan Aldama (HNK Rijeka/Kroasia), dan Bagus Kahfi (FC Utrecht/Belanda). Biodata: Nama: Miftah Anwar Sani Tempat, Tanggal Lahir: Salatiga, 19 September 1995 Posisi: Pemain belakang Karir Sepak Bola: 2017-2019: TIRA-Persikabo 2017: PPSM Magelang (Dipinjamkan Dari TIRA-Persikabo) 2018: Madua (Dipinjamkan Dari TIRA-Persikabo) 2019: Badak Lampung 2020-2021: Pesita Tangerang 2021: Sloboda Tuzla

12 Pebulutangkis Junior Sukabumi Dilepas ke Seleksi PelatProv

12 Pebulutangkis Junior Sukabumi Dilepas ke Seleksi PelatProv

Sebanyak 12 orang atlet bulu tangkis muda asal Kota Sukabumi secara resmi telah dilepas oleh Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Sukabumi guna mengikuti seleksi pelatihan Provinsi Jawa Barat (PelatProv). Acara pelepasan berlangsung di kediaman Wakil Ketua Pengkot PBSI Kota Sukabumi, di Jalan Ciaul Pasir, Kota Sukabumi, Minggu (21/2). Dua belas atlet tersebut terdiri dari delapan putra dan empat putri dengan usia dibawah 15 tahun. Mereka akan mengikuti seleksi PelatProv di Kota Bogor, yang akan dimulai 22-23 Februari akan berjuang dengan para atlet lainnya dari 6 Kota dan Kabupaten lainnya. “Alhamdulillah setelah pembentukan PBSI Kota Sukabumi tahun lalu, memang ini pelepasan yang pertama untuk para atlet Bulutangkis junior Kota Sukabumi yang akan berjuang di Kota Bogor,” beber Wakil Ketua PBSI Kota Sukabumi, Ivan Rusvansyah usai melepas para atletnya, Minggu (21/2). Menurutnya, optimis akan prestasi bulutangkis di Kota Sukabumi bisa melahirkan atlet-atlet yang berprestasi, pasalnya ada dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat yang duduk sebagai Pembina PBSI Kota Sukabumi, termasuk mantan atlet nasional, Taufik Hidayat yang masuk dalam kepengurusan PBSI Kota Sukabumi. “Target kita pembinaan atlet bulutangkis usia dini, untuk dibina secara khusus. Untuk para atlet yang berangkat ke Bogor, mereka yang berprestasi pasti ada reward dari kami,” ujarnya. Lanjutnya, saat ini PBSI Kota Sukabumi sedang fokus pada persiapan babak kualifikasi Porda (Pekan Olahraga daerah) yang akan digelar pada tahun ini di Kota Cirebon. “Untuk potensi prestasi atlet Kota Sukabumi, memang miris banyak atlet-atlet-atlet kita yang diambil oleh Kota Bogor, Insya Allah dengan bibit-bibit yang kita punya, harapannya medali emas untuk Kota Sukabumi. Semoga dengan kepengurusan baru PBSI Kota Sukabumi saat ini, bisa membangkitkan kembali semangat para atlet bulutangkis di Kota Sukabumi. Karena sebenarnya, Kota Sukabumi banyak memiliki atlet yang potensial untuk menjadi atlet nasional bahkan internasional,” tandasnya. Disamping itu, Seketaris Umum PBSI Kota Sukabumi, Raden Johan Maulana yang ikut mendampingi para atlet menuju Kota Bogor menambahkan, para atlet yang ikut PelatProv merupakan atlet-atlet terpilih melalui seleksi yang dilakukan PBSI. Seleksi di Kota Bogor akan berlangsung selama 2 hari, Senin (22/2) untuk para atlet kategori pemula dan Selasa (23/2) kategori remaja. “Jika para atlet kami lolos seleksi, selanjutnya akan diadakan pemusatan latihan di tingkat wilayah I dan semuanya akan dikarantina dilatih yang akan diberangkatkan ke Provinsi Jawa Barat,” pungkasnya. Sementara itu, salah seorang atlet junior yang saat ini duduk di bangku sekolah kelas X di SMAN 1 Kota Sukabumi, Dalfa Alya Azzahra, sebelum mengikuti seleksi atlet tingkat Provinsi Jabar, dia sudah secara rutin mengikuti latihan secara matang. Dalfa akan menunjukkan kemampuannya untuk membanggakan Kota Sukabumi. “Mungkin ini pertandingan yang ke beberapa kali, karena saya pernah ikut beberapa pertandingan dari klub. Pernah juara O2SN Kota Sukabumi yang mewakili Provinsi,” kata Dalfa.

Ohee: SSB Harus Jadi Tumpuan Utama Pembinaan Atlet Usia Dini

Silas Ohee: SSB Harus Jadi Tumpuan Utama Pembinaan Atlet Usia Dini

Mantan pesepak bola profesional sekaligus pelatih kepala Sekolah Sepak Bola (SSB) Petra Sentani, Silas Iskandar Ohee menjelaskan pentingnya peran SSB sebagai tumpuan utama untuk menemukan dan mengasah para pemain sepak bola muda berbakat di tengah situasi semakin jarangnya kompetisi sepak bola usia dini yang berjenjang dan berkelanjutan. Ohee berharap, SSB mampu menciptakan sendiri program pelatihan sepak bola yang rutin dan berkelanjutan. SSB semakin menjadi tumpuan untuk menemukan dan mengasah pemain muda berbakat, karena pembinaan olahraga usia dini sulit mendapatkan dukungan dari pemerintah. Ohee menyatakan proses pembinaan atlet usia dini sesungguhnya lahir dari sistem kompetisi yang berjenjang. Idealnya, pemerintah daerah menyiapkan dukungan bagi pembinaan olahraga usia dini, baik dalam bentuk kompetisi rutin dan berjenjang, ataupun menyediakan fasilitas pendukungnya. “Seiring berjalannya waktu, kami sebagai pembina menyadari kalau pemerintah punya terlalu banyak fokus [perhatian]. Risiko kurang perhatian itu [semakin terasa] wajar bagi kami,” ujar Ohee dilanisir dari Jubi.co.id. Di sisi lain, mantan Kiper Arema Malang itu mengakui bahwa pembinaan dan pelatihan sejumlah SSB berjalan tanpa konsep yang jelas. Konsep itu termasuk kesiapan seluruh SSB untuk melaksanakan, mengikuti, serta mengelola kompetisi rutin yang berjenjang dan berkelanjutan. Kelemahan itu membuat pemerintah menjadi kebingungan, tidak mengetahui bagaimana cara untuk mendukung pembinaan atlet sepak bola usia dini. “[Kebanyakan dari] kita lebih suka tampil dengan kebiasaan ‘tiba masa, tiba akal’. Ada kegiatan, lalu  dadakan disesuaikan. Itu bagian dari [contoh] mengerjakan pembinaan dengan tidak terkonsep,” jelasnya. Berkaca dari berbagai kelemahan itu, mantan pemain Persidafon era 1990-an itu menyusun konsep kerja SSB Petra terencana dan berkesinambungan. Ohee kini mulai menyosialisasikan konsep itu dengan sejumlah koleganya yang juga menjadi pembina sejumlah SSB di Kabupaten Jayapura. “Saya sedang menyusun program kerja pelatih dengan sistem peer coaching. Program itu berfokus kepada penyebaran dan pengembangan ilmu kepelatihan sepak bola, termasuk sistem kerja sama terpusat. [Setiap] pelatih [harus] belajar menjadi pengajar dan pelatih sepak bola, [sekaligus] menjadi mitra pemantau kinerja pelatih yang lain,” kata Ohee. Ohee optimis penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua akan menguntungkan bagi pembinaan olahraga usia dini di Papua, karena menambah jumlah sarana dan prasarana olahraga di Papua. Akan tetapi, para pemangku kepentingan olahraga di Papua harus mempersiapkan konsep yang jelas dalam memanfaatkan berbagai sarana dan prasarana yang telah dibangun itu. “Saya optimis, kejayaan sepak bola Kabupaten Jayapura akan muncul kembali, pastinya dengan perencanaan yangg terukur. Hampir belasan tahun kami [melakukan] pembinaan, tapi hasilnya belum kelihatan. Itu cukup menjadi pelajaran berharga bagi kami,” ucapnya. Secara terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jayapura, Yaan Yoku mengaku pembinaan olahraga bagi anak usia dini merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Yoku berharap pembinaan atlet usia dini itu dimulai dari inisiatif komunitas, termasuk SSB. “Kalau pada tingkatan atlet yang sudah siap, bukan tanggung jawab kami. Itu tanggung jawab KONI. Kami hanya melakukan pembinaan usia dini,” kata Yoku.

Jelang SEA Games, PSSI Ingin Timnas U-23 Lakoni Minimal Tiga Laga Uji Coba

Jelang SEA Games, PSSI Ingin Timnas U-23 Lakoni Minimal Tiga Laga Uji Coba

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-23 tengah melakukan pemusatan latihan/training camp (TC) di Stadion Madya dan Lapangan D, Jakarta. Saat ini, TC sudah memasuki pekan kedua. Berbagai menu latihan pun sudah diberikan tim pelatih demi perkembangan positif pemain timnas. Selain menggelar latihan, Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, meminta agar timnas U-23 menjalani tiga laga uji coba sebelum mengakhiri pemusatan latihan (TC) di Jakarta pada akhir Februari. Menurutnya, sudah ada beberapa tim yang bersedia menjadi lawan. “Saya meminta minimal ada tiga kali pertandingan persahabatan. Kalau bisa sebenarnya lima kali, tetapi melihat perkembangannya,” ujar Iriawan kepada awak media di Jakarta, Kamis (18/2/2021). “Kemudian sudah ada yang bersedia (menjadi lawan). Kalau tidak salah, Bali United dan Persib U-23,” tambahnya. Timnnas U-23 yang dipersiapkan untuk mengarungi SEA Games 2021 ini memang dijadwalkan menjalani TC di Jakarta hingga akhir Februari. Namun, hingga pekan kedua pelaksanaan TC, pelatih Shin Tae-yong masih terus membenahi fisik para pemain yang dinilai turun karena tidak bertanding hampir setahun. Iriawan pun mengaku setuju dengan program latihan pelatih asal Korea Selatan tersebut. Sebab menurutnya, bukan hal bagus juga jika para pemain dipaksa bertanding ketika kondisi kebugaran belum sempurna. “Saya juga meminta jangan melakukan ‘sparring’ dengan tim lain kalau fisik belum siap,” pungkas Iriawan. SEA Games 2021 dijadwalkan berlangsung di Vietnam, 21 November- 2 Desember. PSSI menargetkan medali emas dari ajang ini demi mengulangi prestasi serupa yang terakhir kali diraih pada 1991 silam. Saat ini, skuad Timnas Indonesia U-23 sudah lengkap. Dalam sesi latihan Rabu 17 Februari 2021, tiga pemain Osvaldo Haay, Braif Fatari, dan Rizky Pellu, sudah gabung. Mereka melengkapi formasi 36 pemain yang dipanggil oleh Shin Tae-yong. Sesuai aturan yang berlaku, SEA Games memberikan kelonggaran kepada para pesertanya untuk mendaftarkan dua pemain senior. Namun, aturan resmi untuk SEA Games kali ini terkait hal tersebut belum muncul sampai sekarang. Sementara untuk ajang SEA Games 2021 sendiri direncanakan akan berlangsung mulai bulan November mendatang di Hanoi, Vietnam. Pada SEA Games 2019 lalu, timnas Indonesia meraih perak usai kalah 0-3 dari Vietnam pada laga final yang berlangsung di Stadion Rizal Memorial Manila, Filipina.

Vika Jadi Satu-satunya Petembak Wakil Merah-Putih di Olimpiade Tokyo

Vika Jadi Satu-satunya Petembak Wakil Merah-Putih di Olimpiade Tokyo

Insan olahraga tentu tak asing lagi mendengar nama Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba atau yang akrab disapa Vika, seorang petembak muda senapan angin potensial yang dimiliki Indonesia saat ini. Vika menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bakal turun di Olimpiade Tokyo 2021. Hal itu sudah dikonfirmasi oleh Sekjen Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (PB Perbakin), Justin Judiswandarta. “Benar. Hanya satu atlet saja yang lolos ke Olimpiade. Sebenarnya kami juga sudah menjadwalkan untuk mengejar tambahan kuota,” ujar Justin Judiswandarta saat dikonfirmasi dilansir Antara. PB Perbakin, kata dia, tetap berusaha menambah kuota dengan mengirimkan atlet ke kejuaraan yang sudah dijadwalkan oleh Federasi Olahraga Menembak Internasional (ISSF). Hanya saja kejuaraan kualifikasi itu dibatalkan karena pandemi Covid-19. “Dengan batalnya beberapa kejuaraan kualifikasi, praktis kita tidak bisa menambah atlet. Vika satu-satunya petembak yang tampil di Tokyo,” katanya menambahkan. Mantan Ketua Pengprov Perbakin Jawa Timur itu menjelaskan, upaya untuk menambah kuota tidak hanya melalui kejuaraan kualifikasi yang sudah dijadwalkan, namun juga dilalukan dengan cara lain seperti mengajukan wild card. Hanya saja, menurut Justian, upaya untuk mendapatkan wild card tidak dikabulkan oleh ISSF karena jatah yang ada diberikan kepada atlet menembak dari negara-negara yang sedang mengalami konflik. “Kebijakan ISSF memberikan jatah wild card kepada penembak dari negara yang konflik itu patut dimaklumi. Sebab, ISSF menjadikan cabang olahraga menembak bukan hanya mengejar prestasi tetapi sebagai sarana untuk kampanye perdamaian dunia,” kata Justian menegaskan. Vidya Rafika Rahmatan Thayiba merupakan atlet menembak muda yang bakal turun di nomor Air Rifle Match dan 3 position 50 meter putri kejuaraan empat tahunan yang pelaksanaannya mundur satu tahun dari jadwal semula. Tiket lolosnya Vika didapat saat turun di Kejuaraan Menembak Asia di Qatar 2019. Setelah itu rentetan prestasi terus raih termasuk raihan dua emas pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Biodata: Nama: Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba Tempat, Tanggal Lahir: Depok, Jawa Barat, 27 Mei 2001 Prestasi: SEA Games 2019 Filipina (1 medali emas Air Rifle Women, 1 medali emas AirRifle Mix) Asian Shooting Championships Qatar 2019 (lolos Olimpiade Tokyo 2020) SEASA 2019, Indonesia (2 medali emas) SEASA 2017, Malaysia (1 medali perak, 1 medali perunggu)

Meski Sibuk, 5 Pro Player eSports Ini Tetap Pentingkan Pendidikan

Menjadi seorang Pro Player eSports memang kelihatannya mudah dan menyenangkan karena ‘hanya’ bermain game. Namun, sebetulnya menjadi pro player sama sekali tak semudah kelihatannya. Ada komitmen yang harus dipegang. Salah satunya yaitu komitmen untuk tetap mengenyam bangku pendidikan sembari meniti karir di eSports. Memang banyak kasus para pro player akhirnya meninggalkan sekolah demi menjadi mengejar karir. Bukannya tidak baik, tapi sebenarnya kedua hal tersebut bisa dilakukan bersamaan. Buktinya, banyak yang tetap mengejar sekolah meskipun sudah menjadi pro player. Seperti kelima pro player yang akan dibahas kali ini. Meskipun sibuk menjalani profesi sebagai atlet eSports profesional, mereka juga bisa tetap menjalani pendidikan. Tak hanya itu, mereka bahkan tetap bisa mencetak prestasi di skena kompetitif. Siapa saja mereka? Eldin ‘Celiboy’ Rahardian – Alter Ego Sang pemenang dari MPL Invitational ini adalah salah satu carry muda yang paling diwaspadai. Setiap penampilannya selalu membuat para penonton kagum karena dirinya adalah salah satu pro player dengan mekanik tinggi. Pada usia yang baru menginjak umur 17 tahun, Celiboy sudah mencetak banyak prestasi selama berkarier menjadi punggawa dari Alter Ego. Prestasi yang tidak kalah mengagumkan adalah, di tengah kesibukan menjadi seorang pro player, Celiboy tidak meninggalkan pendidikan. Dirinya menjalani home schooling yang jadwalnya disesuaikan dengan latihan di tim. Dengan begitu, kedua hal tersebut bisa dijalani olehnya tanpa hambatan. Albert ‘Alberttt’ Nielsen – RRQ Hoshi Selain Celiboy, ada satu nama lagi yang langsung gemilang pada debutnya, yaitu RRQ Alberttt. Cowok berusia 17 tahun ini merupakan pemegang peran carry di tim RRQ Hoshi. Perjalanannya di kancah profesional terbilang mulus. Selepas tampil di MDL Season 2, RRQ Alberttt langsung ditarik ke divisi utama dan ternyata dirinya bisa membantu kemenangan RRQ Hoshi di ajang MPL Season 6. Meskipun terbilang sukses sebagai pro player, RRQ Alberttt tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang murid dari sebuah home schooling. Pada usia yang sangat muda, RRQ Alberttt punya manajemen waktu yang baik. Dalam seminggu, dirinya membagi jadwal latihan dan belajar di tempatnya mengenyam pendidikan. Jeremy ‘Tibold’ Yulianto – Onic eSports Mantan pro player ini sempat diperbincangkan karena berhasil tembus menjadi pelatih tim nasional Mobile Legends untuk ajang SEA Games 2019. Kualitas pengamatannya tidak perlu diperbincangkan lagi. Bahkan, ONIC eSports sampai meminangnya menjadi pelatih. Bisa dibilang prestasinya selama menjalani karier di ranah kompetitif cukup gemilang. Akan tetapi, dirinya memilih hengkang dari tim dan izin untuk melanjutkan sekolah. ONIC eSports pun melepas Tibold dengan sebuah video farewell di kanal Youtube resmi mereka. Vivi ‘Vivi’ Novica – RRQ Hikari Vivi Novica Lee atau yang akrab disapa RRQ Vivi ini merupakan salah satu anggota RRQ Hikari yang merupakan divisi ladies untuk game PUBG Mobile milik Team RRQ. Selama berkarier, pengalaman RRQ Vivi di kancah eSports tidak bisa dibilang sedikit. sebut saja turnamen-turnamen besar yang pernah diikutinya, seperti BUBU eSports Tournament dan PMPL Indonesia Ladies 2020. Prestasi di ranah eSports membuat dirinya semakin dikagumi kala mengetahui fakta bahwa dirinya juga sedang menjalani pendidikan di Universitas Pelita Harapan. Hebatnya lagi, di kampus ini RRQ Vivi mengambil pendidikan hukum. Bridgita ‘Ruby’ Fabiola – RRQ Hikari Sama seperti RRQ Vivi, meskipun dirinya tengah disibukkan dengan menjadi pro player, RRQ Ruby tidak melupakan soal pendidikan. Sekarang, RRQ Ruby adalah seorang mahasiswi di Universitas Gunadarma, Depok. Cewek kelahiran 10 Oktober 1999 ini mengambil pendidikan sarjana jurusan Sastra Inggris. Dari sebuah wawancara, Ruby mengaku bahwa kegiatan perkuliahannya tidak terganggu sama sekali dengan profesinya sebagai atlet eSports. Apalagi di tengah pandemi ini, sekarang perkuliahannya berjalan secara online dan memudahkannya untuk mengikuti mata kuliah dan berlatih di RRQ Hikari. Dari kelima sosok di atas, kita bisa belajar bahwa meskipun tengah sibuk menjalani hal yang disukai, bukan berarti harus meninggalkan pendidikan. Mereka adalah orang-orang yang berhasil untuk mengatur waktu sedemikian baiknya hingga bisa menjalani karier sebagai pro player dan pelajar di saat yang bersamaan. sumber: detikINET dan Team RRQ.

Jalin Kerja Sama, SSB Bida Taruna Batam dan PSMS Medan Fokus Pembinaan Atlet Muda

Jalin Kerja Sama, SSB Bida Taruna Batam dan PSMS Medan Fokus Pembinaan Atlet Muda

Sekolah Sepak Bola (SSB) Bida Taruna Batam merupakan salah satu dari sekian sekolah sepak bola yang sedang terdampak dari pemberhentian sementara kompetisi reguler dari Asosiasi Kota (Askot) PSSI Batam. Alih-alih rehat sejenak, mereka justru memilih untuk tetap fokus terhadap pembinaan atlet usia dini. Hal ini seperti yang diungkapkan salah satu pembina SSB Bida taruna, Barnov Sihite saat ditemui di lapangan sepak bola Rusun BP Batam Sekupang, Minggu (14/2/2021) kemarin. “Pembinaan pemain itu sangat penting. Ibarat sebuah pohon, pembinaan itu adalah cara merawat akarnya agar tetap bagus sehingga pertumbuhan pohon juga bagus,” tegas Barnov, dilansir Tribun Batam. Lebih lanjut, Barnov menjelaskan jika beberapa program baru untuk para siswa pun telah dirancang oleh Yayasan Bida Taruna. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan salah satu klub ternama di Indonesia, PSMS Medan. “Kami sudah bicara dengan manajemen PSMS Medan. Melalui program itu, anak-anak Bida Taruna yang mau ikut seleksi pemain di sana dipersilakan oleh mereka,” tambahnya. Menurut Barnov, tujuan program itu adalah memberi kesempatan bagi siswa untuk bersaing di level kompetisi yang lebih tinggi dari biasanya. Mengingat, upaya untuk menyalurkan bakat para pemain muda di Batam masih sangat minim. “Anak-anak di Batam ini hanya perlu kesempatan. Seharusnya kompetisi lokal harus rutin diadakan sehingga pembinaan atlet usia dini tak berhenti begitu saja,” jelas pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan Usia Muda PSSI Batam pada tahun 2011-2015 lalu. Keprihatinan Barnov terhadap pola pembinaan atlet sepak bola di Batam beralasan. Saat mengikuti Liga 3 tahun 2019 lalu, tim kebanggaan masyarakat Batam, PS Batam, didominasi oleh para pemain cabutan asal Jawa. Hal ini menurut Barnov, seharusnya menjadi pekerjaan rumah (PR) berat bagi seluruh insan sepak bola di Batam. “Pembinaan itu dimulai dari akademi, level 2, baru naik ke tim senior. Jadi berjenjang dan tak putus,” ungkapnya. Ke depannya, ia berharap agar klub senior asal Batam dapat menjalin kerja sama dengan SSB Bida Taruna ataupun SSB lainnya. SSB Bida Taruna sendiri diketahui sempat akan dibubarkan. Akan tetapi, karena tekad yang kuat dari tim pelatih dan seluruh peserta didik, SBB ini masih tetap eksis dan bertahan hingga sekarang. Selain program kerja sama dengan PSMS Medan, SSB Bida Taruna sendiri juga tengah merintis program sosial. Program itu terdiri dari dua kategori. Pertama adalah beasiswa bagi anak panti asuhan dan anak kurang mampu di Batam yang memiliki bakat sepak bola. Sedangkan program kedua adalah program orang tua asuh. “Jadi anak-anak itu diberikan kelonggaran untuk pembiayaan di SSB kami. Selama membawa surat keterangan dari panti asuhan. Kalau untuk kategori tidak mampu cukup dengan surat pengantar dari RT dan RW,” pungkas Barnov.

Kisah Rio Perenang Junior Yang Pecahkan Rekor Nasional

Kisah Rio Perenang Junior Yang Pecahkan Rekor Nasional

Ridho Athallah Zufar Shembudi atau yang akrab disapa Rio merupakan perenang junior asal Tangerang. Usianya baru menginjak 12 tahun, namun, baru-baru ini ia mampu memecahkan rekor nasional. Rio memecahkan rekor nasional untuk gaya bebas 50 meter. Siapa sangka, dibalik prestasinya tersebut, Rio memiliki cerita unik. Rio kecil adalah anak yang takut dengan air, apalagi harus berenang. Selain itu, awalnya Rio tertarik dengan sepak bola, namun pada suatu saat Rio pernah terjatuh dan akhirnya sang orang tua mengarahkannya ke olah raga renang. Masuk usia 10 tahun tepatnya saat sekolah kelas 4 SD, Rio mulai diajak untuk belajar berenang, di bawah asuhan pelatih yang pertama mengenalkannya yakni Puji Raharjo, yang juga owner Citius Akuatik Club. Saat ini, Rio terus berlatih di club renang terbesar di Indonesia yakni Millenium Aquatic Jakarta. Saat ini, Rio yang juga salah satu atlet cabang olaraga Renang Kota Tangerang Selatan ini, di kelompok umurnya untuk Gaya Bebas 50 M masuk dalam urutan 1 nasional. “Menurut pak pelatih, Rio itu talent, karena di keluarga kami tidak ada yang jadi  atlit. Sekarang Rio latihan seminggu 5 sampe 6 kali mulai jam 04.45 sampe 07.00 di GBK (Gelora Bung Karno). Padet banget mas, setelah itu daring sampai jam 15.00,” ungkap Rio. Pada masa Pandemi Covid-19, Rio pun masih tetap harus mengikuti latihan rutin di kolam renang, tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan covid-19. Sempat di awal terjadinya Pandemi Covid-19 dia pun harus berhenti latihan selama tiga bulan. “Baru mulai lagi di pertengahan Juni. Di GBK protokol kesehatannya ketat banget, setiap lintasan hanya boleh untuk 2 orang,” cerita Rio. Biodata Nama: Ridho Athallah Zufar Shembudi Tempat, Tanggal Lahir: Tangerang, 8 Januari 2005 Sekolah: Kelas X IPA 5 SMAN 2 Tangsel Hobi: Renang & Sinematograpi Cita-cita: Jadi Orang Berguna Ayah: Prorika Shembudi Ibu: Martini Prorika S. Prestasi Kejuaraan Nasional Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2019: 1. Juara I (50 M Gaya Bebas) Kelompok Usia 2 2. Juara I (Estafet 4×100 M Gaya Bebas) Kelompok Usia 2 3. Juara I (Estafet 4×100 M Gaya Ganti) Kelompok Usia 2 Kejuaraan Internasional Singapore 2019: 1. Juara III (100 M Gaya Kupu-Kupu) 50th SNAG Kejuaraan Nasional IOAC 2018: 1. Juara I (50 M Gaya Bebas) Kelompok Usia 3 2. Juara I (50 M Gaya Dada) Kelompok Usia 3 3. Juara II (50 M Gaya Kupu-Kupu) Kelompok Usia 3 4. Juara II (100 M Gaya Bebas) Kelompok Usia 3 5. Juara II (100 M Gaya Kupu-Kupu) Kelompok Usia 3 6. Juara II (100 M Gaya Dada) Kelompok Usia 3 7. Juara I (Estafet 4×100 M Gaya Bebas) Kelompok Usia 3 8. Juara I (Estafet 4×100 M Gaya Ganti) Kelompok Usia 3 9. Juara I (Estafet 4×200 M Gaya Bebas) Kelompok Usia 3 Kejuaraan Nasional Indonesia Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2018: 1. Juara II (50 M Gaya Bebas) Kelompok Usia 3 2. Juara II (50 M Gaya Kupu-Kupu) Kelompok Usia 3 3. Juara II (100 M Gaya Kupu-Kupu) Kelompok Usia 3 4. Juara III (200 M Gaya Kupu-Kupu) Kelompok Usia 3

Tarik Pemain Unggulan, PBSI Kirim Pemain Muda Untuk Tambah Jam Terbang

Tarik Pemain Unggulan, PBSI Kirim Pemain Muda Untuk Tambah Jam Terbang

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kembali menarik keikutsertaan atlet Indonesia. Kali ini giliran Anthony Sinisuka Ginting, Gresyia Polii/Apriyani Rahayu dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang ditarik dari ajang Swiss Terbuka Super 300. PBSI menyampaikan alasan ditariknya tiga pemain unggulan dikejuaraan level super 300 itu. “Pertama, ketiga wakil ini lebih dipersiapkan untuk meraih prestasi maksimal pada kejuaraan All England yang akan digelar pada 17-21 Maret di Birmingham, Inggris,” jelas PBSI. Kedua, melihat performa pada tiga turnamen Leg Asia di Thailand sebelumnya, mengikuti tiga kejuaraan secara beruntun hasilnya tidak maksimal. Terbukti, Indonesia hanya mendapat gelar satu juara pada Yonex Thailand Terbuka, yang didapat oleh Greysia/Apriyani. “Ketiga, meskipun turnamen Swiss Terbuka merupakan kejuaraan untuk kualifikasi Olimpiade, absennya 3 wakil ini tidak mempengaruhi mereka untuk merebut tiket mengikuti Olimpiade Tokyo, Juli mendatang,” jelas PBSI. “Bisa disebut, tiket ke pesta olahraga paling akbar sejagat tersebut, telah diamankan oleh ketiga wakil Skuad Merah-Putih,” pungkas PBSI. Ditariknya tiga perwakilan Indonesia tersebut, maka PBSI membawa pemain-pemain muda untuk menambah jam terbang mereka di kejuaraan internasional. Serta, mempersiapkan para pemain unggulan untuk meraih prestasi di ajang yang levelnya lebih tinggi. Jika sesuai jadwal, Yonex Swiss Open 2021 sendiri akan berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss, pada 2-7 Maret 2021 mendatang. Dua wakil Indonesia menjadi unggulan turnamen. Mereka adalah Shesar Hiren Rhustavito yang menjadi unggulan 7 dan pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang menjadi unggulan 2. Vito yang merupakan wakil tunggal putra satu-satunya akan menghadapi pebulutangkis asal Korea Selatan, Son Wan Ho. Sementara Hafiz/Gloria akan berjumpa Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa (India). Untuk sisanya, skuad Merah-Putih akan diisi oleh pemain muda, mereka adalah: Tunggal Putri Gregoria Mariska Tunjung vs Line Højmark Kjaersfeldt (Denmark) Ruselli Hartawan vs Iris Wang (Amerika Serikat) Ganda Putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Eloi Adam/Julien Maio (Perancis) Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan vs Jason Anthony Ho-Shue/Nyl Yakura (Canada) Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri vs Jeppe Bay/Lasse Mølhede (Denmark) Ganda Putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto vs Selena Piek/Cheryl Seinen (8/Belanda) Nita Violina Marwah/Putri Syaikah vs Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard (Thailand) Ganda Campuran Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso vs Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (5/Malaysia) Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari vs Lee Jhe-Huei/Hsu Ya Ching (China Taipei)