Muhammad Uchida, Atlet Muaythai Calon Bintang Masa Depan Indonesia

Muhammad Uchida, Atlet Muaythai Calon Bintang Masa Depan Indonesia

Usia muda tidak menghalangi Muhammad Uchida untuk berprestasi. Beberapa waktu lalu, Uchida berhasil menjadi Juara 1 pada Kejurnas Muaythai yang dihelat di Kota Kendari. Bukan tidak mungkin, ke depan Uchida sanggup mengumpulkan lebih banyak medali dan piala serta bisa mengharumkan Ibu Pertiwi di kancah internasional. Memang sudah banyak terbukti pepatah yang menyebut buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Seperti itulah ibaratnya seorang anak yang mewarisi keterampilan dan diasah dalam bimbingan orang tuanya. Bakat olahraga jelas mengalir deras di tubuh Uchida. Di usia yang masih sangat muda sudah mampu menjadi juara. Deretan raihan juara juga sudah berderet rapi di lemarinya dari kejuaraan nasional hingga Asia. Prestasi yang diraih Uchida berkat latihan keras dan juga arahan kedua orang tuanya. Ayahnya Dr Sudirman MH, adalah Ketua Umum PB Muaythai Indonesia. Dulu ayahnya juga seorang atlet berprestasi. Tercatat, Sudirman pernah meraih emas di ajang SEA Games dua kali. Tahun 1997 dan 2001. “Selain bakat, kami tetap menanamkan jiwa kesatria dan nilai sportivitas dalam diri Uchida. Di luar urusan prestasi, lebih penting bagaimana nilai yang terkandung dalam olahraga itu mampu menuntun dan membentuk jiwanya,” kata sang ayah, Sudirman saat di Kendari. Selain itu, baginya sebagai ayah, Uchida juga harus mampu mencerminkan perilaku yang santun. Peka terhadap keadaan sosial dan sedapat mungkin bisa membantu serta bermanfaat bagi siapa pun. “Jadi dia (Uchida) diharapkan menjelma menjadi figur yang punya fisik kuat sebagai atlet, disertai keteguhan jiwa dalam mempertahankan nilai yang dianut dan punya hati yang peka,” imbuhnya. Sementara prestasi sang ayah yang juga Ketum PB MI adalah Peringkat 4 Dunia World Karate Federation Tahun 1992, Medali Perunggu ASIA APUKO Tahun 1993, Medali Perunggu Sea Games 1995, Medali Perak Pesta Sukan Merdeka Games Tahun 1996, Medali Emas Sea Games Tahun 1997, Medali Emas Sea Games Tahun 2001 dan Atlet Asian Games. Biodata Uchida: Nama: Muhammad Uchida Sudirman TTL: Jakarta/25 Maret 2003 Nama Ayah: Sudirman Nama Ibu: Wiana Bachtiar Alamat : Jl.Manila No.9 Jakarta Pusat Pendidikan: TK Fantasia SD Negeri 12 BENDHIL Jakarta Pusat SMP Negeri 19 Jakarta SMA Negeri 70 Jakarta Prestasi Muaythai: Juara 1 Kejurnas Seri II GOR Volley Ball Senayan Jakarta JUARA 1 Liganas Makassar THE BEST WAIKRU Makassar JUARA 1 Kejuaraan Asia Muaythai di Twin Plaza Jakarta Kejuaraan Dunia Tahun 2015 THAILAND Kejuaraan Dunia Tahun 2016 di BUCHAREST RUMANIA Juara III SEA GAMES 2019 PHILIPINA Juara 1 KEJURNAS SERI X 2019 di Kedaton Jawa Barat Juara 1 Kejurnas SERI XI 2021 di Kendari. Sumber: Wartakini.co

Sabreena Dressler Bicara Soal Tantangan Di Timnas Wanita

Sabreena Dressler Bicara Soal Tantangan Di Timnas Wanita

Pesepakbola putri, Sabreena Dressler merupakan satu dari sekian nama yang dipanggil ikut pemusatan latihan timnas Indonesia putri di Jakarta pada 8-31 Maret 2021. Dara berusia 20 tahun tersebut mengakui tak mudah menjalani program yang diberikan pelatih Rudy Eka Priyambada. Saat ini, Sabreena dan 37 pemain lain sedang mengikuti (TC) Timnas Wanita Indonesia untuk proyeksi SEA Games 2021 Vietnam. Sabreena tak pernah menyangka satu dari sekian banyak mimpinya terwujud. Pemain asal DKI Jakarta ini tak berhenti bersyukur karena salah satu impiannya untuk mengikuti seleksi dan pemusatan latihan (TC) timnas wanita Indonesia bisa tercapai di awal tahun 2021 ini. Dilansir laman resmi PSSI, Sabreena mengaku jika minat terhadap olahraga sepakbola yang ia miliki berawal dari hobi berolahraga saja. “Dari kecil saya sudah menyukai olahraga tetapi sejujurnya saya tidak pernah main sepak bola. Saya baru mulai bermain sepakbola sejak usia 12 tahun. Saat itu di sekolah saya tidak ada tim sepak bola putri, karena tidak ada yang suka bermain bola. Saya bergabung dengan tim putra dan mulai mengikuti turnamen kecil sepakbola putri antar sekolah,” kata Sabreena. Setelah menyadari dirinya mampu bermain sepakbola, Sabreena memutuskan untuk mengasah kemampuannya di Pro Direct Academy pada tahun 2018. Namun sayangnya tak lama berselang ia bergabung bersama Pro Direct, pemain berdarah campuran Jerman-Indonesia ini dibekap cedera selama delapan bulan, hingga akhirnya menetap beberapa waktu di Jerman. Setelah sedikit pulih dari cedera, Sabreena pun kembali ke Indonesia dan tak lama setelah itu tepatnya pada tahun 2019, dirinya pun dipanggil untuk memperkuat Persija Putri pada kompetisi tertinggi sepakbola putri di Indonesia, Liga 1 Putri 2019. “Saat saya dikontrak dengan Persija, rasanya sungguh luar biasa senang, karena bertepatan dengan sembuhnya saya dari cedera. Seperti momen comeback dan keajaiban yang ditunggu-tunggu. Sayangnya saat di Persija saya memang belum banyak mendapatkan kesempatan bermain karena kondisi yang belum fit seratus persen,” ujar Sabreena. Kini Sabreena masuk dalam seleksi dan pemusatan latihan Timnas Wanita. Tiga pekan sudah pemain yang berposisi sebagai gelandang sayap ini berada dalam TC dibawah asuhan pelatih Rudy Eka Priyambada. Ini menjadi pencapaian yang luar biasa untuk Sabreena selama dirinya berkarier dalam dunia sepakbola. “Senang sekali saya bisa masuk seleksi dan TC. Keinginan untuk masuk ke timnas sudah ada sejak lama, tapi saya sadar fisik dan skill saya belum cukup bagus untuk bisa diperhitungkan di timnas, apalagi pernah dibekap cedera. Dipanggil ikut TC saja sudah sangat bersyukur. Saya aku coba menunjukkan yang terbaik dan berusaha lebih keras lagi,” lanjutnya Sabreena pun menyadari latihan yang dijalani bersama timnas jauh lebih intens dan berat daripada latihan lainnya. Anak keempat dari empat bersaudara ini mengaku materi yang diberikan selama pemusatan latihan menjadi tantangan tersendiri untuk dirinya. “Materi yang diberikan tentu lebih susah daripada yang di klub apalagi dari segi fisik. Di sini benar-benar dilatih fisiknya. Drill-drill yang diberikan juga intens dan menantang. Namun yang terpenting adalah pembentukan mental. Mental kita benar-benar ditempa disini. Di sini kami dituntut untuk selalu fokus, baik saat latihan atau pertandingan, karena kita bermain untuk negara,” tambah Sabreena “Tidak ada kesulitan beradaptasi sama teman-teman karena saya orangnya mudah bersosialisasi dengan orang lain dan saya tahu berbicara bahasa Indonesia dengan lancar juga, jadi tidak ada kesulitan untuk bergabung dengan yang lain selama TC ini,” tutupnya.

Misi BaPSPI Membantu Percepatan Pembangunan Sepak Bola Indonesia

Misi BaPSPI Membantu Percepatan Pembangunan Sepak Bola Indonesia

Badan Pembinaan Sepak Bola Prestasi Indonesia (BaPSPI) melakukan rapat kerja pengurus pusat di Hotel Grand Zury, Serpong Tangerang Selatan, Minggu 28 Maret 2021. Ketua umum BaPSPI periode 2020-2025, Eko Setyawan mengungkapkan, agenda rapat kerja membahas Inpres No 3 tahun 2019 dan membahas program kerja BaPSPI 2021 serta penyerahan SK kepada beberapa wakil ketua dan kepala bidang “Alhamdulillah hari ini komplet dan sudah tercukupi susunan kepengurusan BaPSPI pusat dengan di serahkan nya SK masing-masing posisi dan dijelaskan serta disosialisasikan program kerja BaPSPI serta dibahas tuntas AD, ART, JUKLAK, JUKDIS, seluruh pengurus pusat dapat menjalankan tugas-tugas nya sesuai tupoksi masing masing,” kata Eko. Ketua Umum BaPSPI Eko Setyawan mengatakan ada beberapa target yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Salah satunya adalah melantik seluruh pengurus ketua BaPSPI provinsi hingga ke kabupaten. Eko juga meminta Sekjen BaPSPI, H Yudo Hadiyanto untuk mempercepat pelantikan ketua BaPSPI provinsi. Tujuannya agar cita-cita BaPSPI untuk menjadi badan organisasi dan punya andil dalam membantu pemerintah dalam membangun percepatan pembangunan sepak bola Indonesia. Eko juga menjelaskan, bahwa saat ini sumber dana BaPSPI masih mandiri dan beberapa sponsor. “Saat ini masih mandiri dan dari sponsor, kita masih terus rumuskan dan kordinasi dengan beberapa kementrian terkait Inpres No 3 tahun 2019 semoga saja beliau beliau yang terkait bisa melihat dan mendukung kami BaPSPI yang nyata untuk anak bangsa dalam pembangunan sepak bola Indonesia,” pungkasnya. Sumber: Medcom.id

Berkenalan Dengan Bertram Beryl Si Jago Akting dan Basket

Berkenalan Dengan Bertram Beryl Si Jago Akting dan Basket

Bertram Beryl rupanya tak puas hanya dikenal sebagai atlet basket. Dia pun mulai menekuni dunia akting. Remaja kelahiran Blitar, Jawa Timur itu megatakan bahwa berakting adalah salah satu impiannya. Beryl juga pernah menggeluti dunia modeling saat masih kecil. “Aku ingin mengembangkan semua potensi yang ada pada diri aku,” kata Bertram Beryl kepada awak media di Jakarta, baru-baru ini. https://www.instagram.com/p/CMwr_xrLeWQ/ Meski terjun berakting, Beryl tetap akan bermain basket bersama klub GMC (generasi muda Cirebon) Basketball. “Saya harus bisa mengatur waktu antara akting dengan kegiatan basket. Saya terdaftar atlet Perbasi wilayah Cirebon,” ujar Beryl. Saat ini, Beryl dikabarkan ikut berperan dalam sebuah film televisi (FTV) di salah satu stasiun TV. Ia pun berharap, jika kedua karirnya tersebut dapat berjalan lancar. “Doakan semoga main basket dan berakting bisa berjalan lancar,” kata Beryl. Bertram Beryl dikenal sebagai atlet basket berbakat. Dia sering mendapatkan predikat sebagai Most Valuable Player (MVP). https://www.instagram.com/p/B1oIhI6nT7k/ Dia telah mengikuti banyak event basket, mulai dari kompetisi antar-sekolah, kejuaraan daerah di antaranya Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA), hingga kejurnas. Beryl juga pernah mendapat kesempatan bermain di kejuaraan Internasional tingkat ASEAN di Singapura dan Thailand.

Sirnas Wushu Taolu Seri I Lahirkan Juara Baru, Tandai Regenerasi Wushu Indonesia

Sirnas Wushu Taolu Seri I Lahirkan Juara Baru, Tandai Regenerasi Wushu Indonesia

Atlet wushu muda asal Jawa Barat, Tasya Ayu Puspa Dewi, sukses menjadi juara baru Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri I/2021 yang digelar secara virtual, Kamis (25/3/2021). Tasya sukses menyabet medali emas dengan mengalahkan seniornya Juwita Niza Wasni yang tercatat pernah menjadi juara dunia 2015. Ayu yang saat ini baru menginjak usia 20 tahun itu tampil lebih sempurna membawakan Jurus Selatan (Nan Quan). Dirinya sukses meraih emas dengan mengalahkan Juwita yang harus puas dengan medali perak. “Seneng pasti bisa meraih medali emas di Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri I/2021. Boleh dibilang saya memang beruntung karena kak Niza yang sudah banyak meraih gelar juara di ajang internasional lagi masa pemulihan dari cidera jadi tak bisa tampil maksimal,” kata Tasya yang merupakan anak kedua dari dua bersaudara pasangan Hermanto dan Lenny Wati Tatang itu. Atlet yang mengidolakan bintang kungfu asal China, Wang Di dan mantan atlet nasional Indonesia, Eric Losardi ini mengaku senang dengan digelarnya Sirkuit Nasional Taolu di bawah PB WI pimpinan Airlangga Hartarto dan didukung Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Terlebih, ajang ini dimanfaatkannya sebagai ajang uji coba untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. “Ya, senang pasti adanya Sirkuit Nasional Wushu Taolu karena sudah setahun tidak ada even akibat pandemi Covid 19,” ucapnya. “Di sini, saya bisa melihat perkembangan prestasi dan lawan-lawan yang bakal dihadapi pada PON Papua nanti,” sambung Tasya yang menargetkan mampu menyumbangkan medali emas untuk Kontingen PON Jawa Barat nanti. Dirinya mengaku berlatih olahraga wushu sejak berusia 9 tahun. Dia berlatih di Sasana Wushu Yayasan Harapan Kasih Bandung di bawah asuhan Andry Hertanton, Ginggi Safitri dan Yadi. “Saya senang dengan olahraga beladiri wushu karena gerakan sangat indah,” pungkas Tasya yang selalu berdoa sebelum tampil dan tetap semangat sesuai pesan kedua orang tuanya. Hermansyah Bio Data Nama: Tasya Ayu Puspa Dewi Panggilan: Tasya Lahir: Bandung, Jawa Barat, 15 Oktober 2000 Klub: Yayasan Harapan Kasih Bandung Prestasi: – 1 Emas Kejurnas Wushu Babak Kualifikasi PON Bangka 2019 – 3 Emas Kejuaraan Wushu Junior Semarang 2019 – 2 Perak Kejuaraan Wushu Junior Yogjakarta 2017 – 3 Emas Kejuaraan Wushu Junior A Bangka 2016

Selesai Jalani Vaksinisasi Covid-19, Medina Warda Jadi Wakil Asia di Kejuaraan Dunia Rusia

Selesai Jalani Vaksinisasi Covid-19, Medina Warda Jadi Wakil Asia di Kejuaraan Dunia Rusia

Pecatur muda Indonesia, Medina Warda Aulia, menjadi salah satu atlet yang telah menyelesaikan vaksinasi Covid-19 dua tahap. Setelah agenda vaksinisasi tersebut, pecatur putri yang memiliki gelar Woman Grand Master (WGM) ini akan menjadi wakil Asia pada kejuaraan dunia 2021 di Rusia. Ia pun siap tampil baik dan mengharumkan nama bangsa. Demikian disampaikan Medina saat menjalani vaksinasi tahap kedua di RS Olahraga Nasional, Jakarta, Senin (15/3). Ia menyebut, Rusia sebagai tuan rumah menjadi pesaing yang cukup berat. Selain itu, juga ada Tiongkok dan Amerika. “Saya kira ketiga negara itu menjadi pesaing ya. Mereka cukup kuat. Meski begitu, aku optimis dan bisa tampil maksimal. Semoga bisa delapan besar, bahkan lebih,” ujar pecatur berusia 23 tahun tersebut. Untuk memenuhi target itu, dara cantik asal Jawa Barat ini terus berlatih. Dia bersama tim pelatih tengah menganalisis permainan dan memahami karakter dari para calon lawannya. “Saat ini aku latihan terus. Aku juga masih lihat dari karakter lawan bagaimana cara mainnya. Juga menganalisis. Kalau bisa saat kita main, kita pakai posisi yang dia nggak suka,” ujar Medina. “Semoga nanti bisa tampil baik saat kejuaraan dunia berlangsung pada Juli mendatang. Mohon doa masyarakat Indonesia, agar bisa memgharumkan nama bangsa. Yang jelas aku siap dan ingin tampil maksimal,” sambungnya. Lebih lanjut, peraih emas pada SEA Games 2019 ini juga semakin percaya diri untuk meraih target tersebut. Apalagi, dia baru saja menjalani vaksinasi tahap kedua. Dia harap tidak ada kendala kedepannya. “Tadi juga baru selesai vaksin yang kedua. Tentu menambah rasa percaya diri. Vaksinasi tadi juga berjalan lancar. Sama seperti sebelumnya, registrasi, lalu penyuntikan vaksin. Semoga pandemi ini segera berlalu,” jelas Medina

Dua Turnamen Ini Siap Dukung Pencarian Atlet Bulu Tangkis Berbakat

Pamor olahraga bulu tangkis di Indonesia memang sangat terkenal. Antusiasme tinggi masyarakat pun tak hanya pada saat menyaksikan pertandingan saja, melainkan juga saat “berlomba” untuk menjadi atlet bulu tangkis profesional. Banyak para orang tua yang mendaftarkan anaknya ke akademi/sekolah atau bahkan turnamen bulu tangkis untuk menyalurkan minat anaknya terhadap bulu tangkis. Atas besarnya antusiasme tersebut, pada Maret dan April 2021 tercatat dua agenda turnamen pembibitan bulu tangkis usia dini hingga pemula. Dua turnamen bulu tangkis ini diselenggarakan oleh perusahaan perlengkapan olahraga, Eagle. “Kami menyelenggarakan di Cikampek dan Bogor,” kata Direktur Marketing Eagle dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (16/3/2021). Untuk turnamen di Cikampek, Jawa Barat bernama Dewi Sport Cup. Tanggal penyelenggaraan adalah pada 28-30 Maret 2021. Sementara itu, Di Bogor, turnamen serupa diberi nama Eagel MPBI Open yang berlangsung pada 4-10 April 2021. “Ini bentuk dukungan kami agar atlet bulu tangkis Indonesia meraih prestasi terbaik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Cindy Jane. Secara rinci, turnamen pembibitan ini ada dalam lingkup pemain putra dan putri kelahiran 2007 sampai dengan 2012. Eagle RRD Cup, kata Cindy Jane lagi, merupakan turnamen bulutangkis berskala nasional pertama yang digelar di masa pandemi Covid-19. Turnamen dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat demi mencegah meluasnya pandemi Covid-19. Untuk mencegah membludaknya peserta, panitia pun membatasi nomor pertandingan yakni hanya 11 kategori. Kendati kategori pertandingan dibatasi, peserta yang hadir tetap terbilang banyak yakni 524 atlet. Mereka datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Sukabumi, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Purwokerto, Solo, Klaten, Palembang, dan Cilacap. Cindy menambahkan, selain medali, para pemenang juga mendapat hadiah sepatu bulu tangkis Eagle. Pada edisi sebelumnya, Eagle RRD Cup 1 2021 yang digelar di GOR Arhath, kawasan Bojong Sari, Kota Depok, Jawa Barat, pada 10-14 Maret 2021, klub bulu tangkis PB Jaya Raya Metland menjadi juara umum. Pada turnamen tersebut, Jaya Raya Metland mengoleksi raihan tertinggi yakni 3 medali emas dan 1 perak.

Gelora 10 November Siap Disulap Jadi Akademi Sepak Bola

Gelora 10 November Siap Disulap Jadi Akademi Sepak Bola

Kota Surabaya bakal memiliki pusat latihan cabang (Puslatcab) olahraga sepak bola. Puslatcab yang juga disebut Akademi Sepak Bola (ASB) itu diharapkan mampu melahirkan dan mencetak kembali talenta-talenta muda dalam bidang olahraga sepak bola. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya Afghani Wardhana mengatakan, rencananya, pelatihan ASB dipusatkan di Gelora 10 November (G10N), Tambaksari Surabaya. Pelaksanaannya baru dapat berjalan dalam 6 bulan ke depan. Sebab, masih terkendala undercontrol kontraktor pelaksana. ”Sehingga Puslatcab baru dapat kita laksanakan setelah 6 bulan ke depan,” tutur Afghani pada Sabtu (20/3). Dispora Surabaya juga tengah menyiapkan atlet menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2022. Stadion G10N pun disiapkan untuk tempat latihan para atlet untuk cabang olahraga sepak bola. ”Artinya pemkot melalui Dispora punya keperluan untuk penggunaan Stadion Tambaksari (G10N) selama beberapa waktu ke depan,” ungkap Afghani. Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dispora Surabaya, Eddy Santoso menjelaskan, dari beberapa dekade ke belakang muncul legenda-legenda sepak bola asal Surabaya. Hal itu berbeda dengan kondisi saat ini. Sehingga, pemkot berencana mendirikan akademi sepak bola. ”Gagasan itu sudah lama ketika bertemu mantan-mantan pemain. Kenapa? Karena legenda sepak bola semakin tahun semakin habis. Mulai 2012 sampai sekarang nyaris tidak ada kompetisi seperti dulu sehingga Dispora punya keinginan membangkitkan lagi sepak bola Surabaya,” kata Eddy. Melalui Puslatcab tersebut, Eddy berharap, ke depan Kota Surabaya dapat kembali menelurkan atlet-atlet berprestasi. Khususnya dalam bidang olahraga sepak bola. Untuk mendukung pendidikan latihan sepak bola di G10N, pemkot bakal menggandeng Unesa (Universitas Negeri Surabaya) beserta mantan pemain asal klub di Surabaya untuk melatih. ”Kita akan coba kerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sudah akan membuka kursus olahraga sepak bola. Artinya ketika pendidikan di akademi jalan, pendidikannya kita bawa ke sana. Jadi keduanya harus seiring antara prestasi dan akademik,” kata Eddy.

Cari Bibit Crosser Berbakat, BOS Junior Motorcross Championship Digelar

Cari Bibit Crosser Berbakat, BOS Junior Motorcross Championship Digelar

Ajang IIMS Virtual Phase 2 akan menghadirkan salah satu seri Baja Otomotif Superbolock (BOS) Junior Motorcross Championship 2021 yang diadakan untuk mencari dan melahirkan talenta muda di dunia motocross Indonesia. Direktur Utama BOS, Djoko Iman Santoso mengatakan melalui ajang ini mereka ingin memberikan wadah bagi pembinaan crosser muda Indonesia, untuk dapat mengukir prestasi dan menyiapkan diri sebagai bekal menghadapi event motocross international. “Jadi BOS Junior Motorcross Championship ini, memang merupakan cita-cita kami sejak lama. Gimana kita punya atlet atau crosser yang andal untuk berlaga dan berprestasi di ajang motorcross dunia kalau tidak dilatih sejak dini. Oleh Sebab itu, event motorcross ini kita fokuskan ke junior,” kata Iman dalam IIMS Virtual Phase 2, Jumat (19/3/2021). Iman menjelaskan ajang motorcross ini akan berlangsung dalam tiga round yakni round pertama tanggal 10 hingga 11 April 2021. Round kedua tanggal 17 hingga 18 Juli 2021 dan round ketiga tanggal 24 hingga 24 oktober 2021. Semuanya berlangsung di Hodden Valley Track Baja Otomotif Superblock, pulogadung, Jakarta Timur. Ajang ini nantinya akan memberikan kesempatan bagi anak-anak yang memiliki bakat di dunia motor “garuk tanah” untuk mengasah kemampuan di arena resmi yang kompetitif. BOS Junior Motorcross Championship 2021 ini membuka kesempatan kompetisi dari anak usia 4 tahun hiingga 21 tahun yang terbagi dalam 12 kelas. Penyelenggara membagi kelas crosser sesuai dengan usia peserta. Kelas yang ada diantaranya kelas 50 cc Novice untuk usia 4-7 tahun, 50 cc Junior untuk usia 8-11 tahun, 65 cc Novice 8-11 tahun, 65 cc Junior 9-12 tahun, 85 cc Novice 10-13 tahun, 85 cc Junior 11-14 tahun, 125 cc Novice 13-16 tahun, 125 Juniot 14-17 tahun dan MX2 Novice 17-21 tahun. Semua kelas ini tergabung dalam Main Class. Sementara untuk kategori Supporting Class ada tiga brand yang akan berlaga dengan pembagian kelas yakni OMR 155cc Novice Yamaha WR, OMR 150cc Novice Kawasaki KLX dan OMR 150 cc Novice Honda CRF. Kompetisi diyakini akan menjadi sebuah tontonan menarik bagi para pecinta motorcross nasional. Para peserta akan berlaga dan berkompetisi untuk menjadi jawara dalam upaya kompetitif merebut Piala Ketua Ikatan Motor Indonesia Pusat, Bambang Soesatyo. Sumber: mobilianews.com

Jelang PON dan SEA Games 2021, PB WI Gelar Sirnas Virtual

Jelang PON dan SEA Games 2021, PB WI Gelar Sirnas Virtual

Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan SEA Games 2021 sudah di depan mata. Untuk menyiapkan atlet, Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia (WI) pimpinan Airlangga Hartarto menggelar Sirkuit Nasional (Sirnas) Wushu Taolu. Sirkuit Nasional Wushu Taolu yang didukung penuh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan digelar dalam tiga seri yang akan digelar pada bulan Maret, Juli, dan Desember 2021. Ajang ini merupakan lanjutan virtual Wushu Championship khusus nomor Taolu dalam dua seri pada tahun 2020. “Sirkuit Nasional Wushu 2021 ini merupakan program kelanjutan dari Virtual Wushu Championship 2020 lalu. Ini merupakan strategi dalam menyiapkan program pembinaan berkesinambungan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi wushu Indonesia ke depan,” kata Sekjen PB WI, Ngatino di Jakarta, Selasa (16/3/2021). Pada Sirkuit Nasional Wushu Seri I yang digelar secara virtual, 22 – 27 Maret 2021 sebanyak 444 atlet terdiri dari 71 atlet senior (peserta PON dan Pelatnas), 111 atlet Junior A, 152 atlet Junior B, dan 110 atlet Junior C. Mereka berasal dari 10 Provinsi yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, DIY, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Lampung, Jambi, Sumatera Utara. Sebanyak 373 atlet junior yang tampil di Sirkuit Nasional Wushu itu, kata Ngatino, merupakan atlet terbaik yang dijaring dari Virtual Wushu Championship 2020. Mereka nantinya akan memperebutkan tiket ke pelatnas junior yang akan ditetapkan setelah mengikuti tiga seri. “PB WI akan merekrut 25 persen dari jumlah 373 atlet yang tampil untuk mengisi pelatnas junior. Mereka akan ditentukan sesuai dengan poin dan hasil penilaian Tim Talents Couting (pencarian bakat) yang akan diterjunkan untuk memantau atlet junior yaglng tampil,” jelasnya. Selain menjaring atlet junior potensial, kata Ngatino, Sirkuit Nasional Wushu ini juga dijadikan sebagai ajang uji coba bagi atlet wushu yang akan tampil di PON Papua 2021. “PB WI sengaja melibatkan atlet senior dan atlet pelatnas di Sirkuit Wushu Nasional untuk menjaga kualitas pertandingan di PON Papua 2021 nanti. Mereka kan sudah lama tidak tampil karena pandemi Covid 19. Jadi, mereka yang lolos di PON bisa melihat kelemahan dan kekurangan sebelum tampil di Papua nanti. Begitu juga atlet pelatnas yang akan turun di SEA Games Hanoi 2021,” jelasnya. “Penampilan atlet PON dan atlet pelatnas ini juga bisa dilihat atlet junior yang akan menggantikan posisinya di ajang event internasional,” tambah Ngatino. Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri l akan dibuka secara resmi oleh Menpora Zainudin Amali bersama Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto pada 22 Maret 2021. Lokasi pertandingan akan ditempatkan di 30 titik dimana untuk DKI Jakarta hanya 3 titik ditambah Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta yang menjadi tempat latihan pelatnas. Sementara jumlah pertandingan sebanyak 898 nomor terdiri dari 149 nomor senior dan 749 nomor junior. Sirkuit ini akan disiarkan secara live streaming @INAWUSHU Channel. Sumber: Liputan6.com

Belum Ada Kompetisi, Akademi PS Sleman Tetap Berlatih

Guntur Cahyo Utomo

Kompetisi sepak bola di Indonesia dari segala usia masih belum bergulir karena izin dari pihak Kepolisan RI belum dikeluarkan. Namun, akademi PSS Sleman tetap menggelar latihan dan kegiatan pembinaan pemain muda. Mereka tetap mempersiapkan tim menghadapi kompetisi tahun 2021. Tim U-16, U-18 dan U-20 tetap berlatih sejak September 2020. Kepala Development Center PSS, Guntur Cahyo Utomo, menjelaskan saat ini terdapat lebih dari 70 pemain yang berstatus trial. Mereka berlatih dengan didampingi tim pelatih, analis dan kitman. Menurut Guntur, terhentinya kompetisi tentu merugikan bagi tim. Karena menghambat perkembangan pemain akibat tak adanya pertandingan yang kompetitif. Akan tetapi, Guntur juga melihat sisi positif dari tidak adanya kompetisi ini. “Terhentinya kompetisi usia muda memang merugikan karena tak adanya medium untuk bertanding secara kompetitif,” kata Guntur kepada wartawan, Minggu (13/12/2020). “Namun, pada sisi lain didapatkan keuntungan untuk mengembangkan dan bereksperimen berbagai hal, tanpa dikejar kompetisi,” lanjutnya. Peran penting akademi sepakbola, kata Guntur, tak hanya dilihat dari aspek pembinaan. Tapi juga pengembangan bisnis sebuah klub. Saat ini manajemen PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) juga mempersiapkan lapangan latihan untuk para pemain Akademi PSS. Lapangan itu berlokasi di daerah Prambanan. “Memang dibutuhkan modal tidak kecil untuk mewujudkan sebuah akademi yang benar-benar siap dan profesional. Namun keuntungan yang didapatkan bagi sebuah klub tidaklah sedikit, baik untuk bibit atau calon-calon pemain yang akan memperkuat tim senior maupun dari aspek bisnis,” paparnya. Para pemain Akademi PSS pada 2020 ini juga menorehkan catatan tersendiri. Terdapat 6 pemain yang terpilih bergabung dengan tim senior PS Sleman, dan 5 pemain ke klub lain. Selain itu 6 pemain muda dipanggil tim nasional. Satu pemain ke Timnas U-19, 4 peman saat ini mengikuti seleksi Timnas U-16 dan 1 pemain terpilih dalam skuat Garuda Select III. “Catatan itu membuat Akademi PSS makin bersemangat untuk terus mengembangkan bibit-bibit pemain muda ke level yang lebih tinggi,” kata Guntur. Selain itu, keberhasilan para pemain Akademi PSS berhasil menembus timnas juga membuktikan bahwa pembinaan pemain tidak bisa dilakukan secara instan. Bibit-bibit pemain usia muda harus dicermati, diberikan jalan untuk bisa lebih berkembang, dan salah satunya melalui Akademi PSS. Menurut Guntur yang pernah menjadi asisten pelatih timnas U-19, tim Development Center PSS juga menyiapkan buku “Super Elja Method”. Buku ini merupakan panduan mengembangkan pemain terutama dalam tataran teknis. Tujuan buku ini, tambahnya, agar ada ukuran apakah metode yang sudah diterapkan sukses atau tidak. Buku tersebut nantinya bisa disebarluaskan agar ada keseragaman, terutama untuk sepakbola di akar rumput. “Kami berharap akhir Desember 2020 buku itu sudah selesai cetak,” pungkasnya.

Ini Dia Atlet eSport Termuda Versi Guinness Book of World Records

Ini Dia Atlet eSports Termuda Versi Guinness Book of World Records

Pemain profesional di bidang eSport sudah mendapatkan tempat sebagai atlet sejajar dengan olahraga lainnya. Karena popularitasnya ini, semua punya kesempatan yang sama, bahkan di usia yang sangat muda sekalipun. Lalu, siapakah atlet eSport termuda yang ada di dunia? Menurut Guinness Book of World Records, gamer profesional termuda yang pernah ada adalah Victor De Leon III, yang menandatangani kontrak pada tahun 2005 dalam usia tujuh tahun. Sekarang di telah berusia 20 tahun, dia bermain dengan nama pengguna Lil Poison. Dia mendapatkan terobosan besar untuk kehebatannya bermain Halo – yang dia mulai pada usia empat tahun. Namun seiring perkembangan, De Leon tampaknya telah beralih ke cabang eSport dengan Fortnite, dan sekarang masuk ke Mantra eSports. Rekornya diikuti oleh penduduk asli California berusia delapan tahun Joseph Deen, yang menandatangani kontrak senilai USD33.000 pada bulan Desember 2020 bersama dengan Tim 33. Diprediksi ke depannya akan semakin banyak bibit-bibit muda di bidang e-Sports dengan nilai kontrak jutaan dolar yang akan membuat para gamers profesional semakin diminati. Sumber: Uzone

Prokes Jadi Prioritas, Kejurnas Baseball 2021 Siap Digelar

Prokes Jadi Prioritas, Kejurnas Baseball 2021 Siap Digelar

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Baseball U-15 dan U-18 2021 akan berlangsung dengan protokol kesehatan (prokes). Ajang yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) itu digelar di Lapangan Baseball Rawamangun, Jakarta, mulai 28 Maret mendatang. Kejurnas Baseball U-15 dan U-18 2021 ini diikuti oleh delapan provinsi. Ajang ini awalnya direncanakan dihelat pada 21-26 Juli 2020. Namun, pandemi virus corona membuat terpaksa diundur menjadi awal tahun 2021 ini. Demi mematuhi prokes, ajang ini akan digelar tanpa penonton. Selain itu, ada beberapa peraturan yang akan diterapkan. Diantaranya adalah seluruh atlet dan ofisial selalu menerapkan 3M, kemudian penyemprotan disinfektan secara berkala, dan swab antigen bagi para atlet, ofisial, dan panitia pada sehari sebelum, hari ke-3, hari ke-5, dan 3 hari setelah kepulangan. Adapun jadwal pertandingannya adalah sebagai berikut: Kategori usia U-18 akan berlangsung pada 28 Maret sampai 3 April. Kategori usia U-15 akan berlangsung pada 3 April sampai 8 April. Penyelenggaraan Kejurnas Baseball U-15 dan U-18 2021 di tengah maraknya virus corona bukan tanpa alasan. Perbasasi memiliki tujuan untuk mempersiapkan para atlet muda dalam menghadapi ajang sekelas Olimpiade 2032. Terlebih lagi, Indonesia mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, dan Perbasasi ingin baseball bisa dipertandingkan. View this post on Instagram A post shared by BASEBALL INDONESIA (@baseballindonesia)

Target Azzahra Untuk Olimpiade Tokyo dan SEA Games Hanoi

Target Azzahra Untuk Olimpiade Tokyo dan SEA Games Hanoi

Perenang muda Indonesia, Azzahra Permatahani, terus mempersiapkan dirinya untuk mengikuti dua kejuaraan multi ajang penting di tahun ini yakni, Olimpiade Tokyo dan Sea Games Hanoi. Gadis kelahiran Jakarta, 7 Januari 2002 ini menjelaskan, dirinya memiliki target yang ingin dicapai. Azzahra mengaku target utamanya untuk dua Olimpiade Tokyo dan SEA Games Hanoi mendatang ialah memperbaiki catatan waktunya. Maka dari itu, saat ia terus berlatih mengembalikan kekuatan. Hal ini sempat terkendala akibat awal covid-19 tahun 2020 lalu yang membuat latihannya sempat diliburkan. “Sekarang latihannya mulai maksimal. Latihan renang biasanya sembilan kali dalam seminggu, dua kali gym juga. Selain itu saya joging dan skipping,” ujar Zahra, dilansir Warta Kota. “Target utama saya memang memperbaiki catatan waktu baik di Olimpiade maupun di Sea Games, dan saya bersyukur saat ini latihan sudah bisa digelar di kolam renang Akuatik, Senayan, Jadi saya bisa mempersiapkan diri lebih baik lagi,” jelasnya. Zahra sendiri merupakan pemegang tiga rekor nasional yakni nomor 200 meter gaya dada putri, 200 meter gaya ganti putri, dan 400 meter gaya ganti putri. Bahkan dirinya telah menembus limit B nomor 200 meter gaya ganti putri. Sebelumnya pada tahun 2019 lalu, Zahra memecahkan rekor nasional nomor 200 meter gaya dada putri dengan catatan waktu 2 menit 32,22 detik. Sebelumnya rekor tersebut dipegang oleh Anandia Treciel Vanessa Evato dengan catatan waktu 2 menit, 32,57 detik. Prestasi Azzahra Permatahani: Medali Perak SEA Games 2017 Kuala Lumpur Medali Emas Indonesia Open 2018 Jakarta Medali Emas SEA Age Group 2018 Filipina Medali Emas SEA Age Group 2019 Kamboja Medali Perunggu SEA Games 2019 Filipina

Kapuas Hulu Kirim 3 Atlet Untuk Ikuti Seleksi Timnas U-19 di Pontianak

Kapuas Hulu Kirim 3 Atlet Untuk Ikuti Seleksi Timnas U-19 di Pontianak

PSSI kembali melakukan pencarian bakat baru pemain untuk skuat Timnas U-19. Tiga atlet sepak bola Kapuas Hulu ikut seleksi Timnas U-19. Seleksi dilakukan hingga ke setiap daerah di Indonesia salah satunya Seleksi Pemain Timnas U-19 yang diselenggarakan di Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam kesempatan seleksi Timnas U-19 kali ini tiga orang atlet sepak bola Kapuas Hulu Kalimantan Barat mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi Tim Nasional (Timnas) di bawah usia 19 tahun (U-19) di Pontianak. “Tiga atlet kita itu sudah berangkat ke Pontianak mengikuti seleksi Timnas U-19, sesuai permintaan dari Persatuan sepak bola seluruh Indonesia (PSSI) Pontianak,” kata Ketua Asosiasi kabupaten (Askab) PSSI Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat, di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu. Menurut Wahyudi, tiga pemain sepakbola muda asli Kalimantan Barat tersebut memang memiliki potensi dan sering mengikuti turnamen atau kejuaraan sepak bola seperti Gala Siswa Indonesia dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Wahyudi menyebutkan ketiga pemain muda tersebut terdiri dari Gabriel Batistuta Lawing, Fanni Muhammad dan Lecovic Renold Uvaan. “Pelatih Timnas U-19 ingin melihat langsung secara fisik, sehingga mereka bertiga kita kirim ke Pontianak, dengan harapan ketiganya bisa lolos seleksi dan mengharumkan nama daerah dan Timnas,” kata Wahyudi yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kapuas Hulu. Ketiga atlet sepak bola itu dua orang berasal dari daerah Mendalam Kecamatan Putussibau Utara dan satu pemain lainnya berasal dari Kedamin Kecamatan Putussibau Selatan. Wahyudi berharap ketiga pemain asal Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat ini bisa mendapat kesempatan untuk lolos mengikuti pemusatan latihan Timnas U-19 dibawah asuhan langsung pelatih Timnas asal Korea Selatan Shin Tae-yong.

Jadi Pemain Termuda di TC Timnas Wanita, Salwa Wujudkan Mimpi Bermain dengan Idola

Jadi Pemain Termuda di TC Timnas Wanita, Salwa Wujudkan Mimpi Bermain dengan Idola

Timnas Indonesia putri memang tengah melakukan pemusatan latihan. Sebanyak 38 pemain berlatih di bawah arahan komando pelatih Rudy Eka Priyambada. Dalam pemusatan latihan kali ini, Rudy Eka Priyambada memang memanggil wajah-wajah baru. Bahkan tak sedikit dari mereka yang baru pertama kali dipanggil oleh timnas Indonesia. Salwa Rafidatun Nabila menjadi salah satu pemain yang dipanggil pelatih Rudy Eka Priyambada pada seleksi dan pemusatan latihan (TC) Tim Nasional Wanita di Jakarta. Pemain yang akrab disapa Salwa ini tidak pernah menyangka bahwa kecintaannya terhadap dunia sepak bola, ternyata berhasil membawanya terbang dari kampung halaman ke Jakarta demi mengikuti rangkaian seleksi. Salwa memang menarik perhatian karena dirinya menjadi pemain termuda yang ikut pada seleksi Timnas wanita saat ini. Pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang ini memang bersaing dengan beberapa nama yang tidak asing dibawah mistar gawang skuat Garuda Pertiwi, seperti kiper Timnas Norffince Boma, serta dua kiper lain yang juga pernah mengikuti Timnas Putri U-16, Adinda Citra dan Fani. Salwa yang masih berusia 15 tahun ini merasa bersyukur karena mendapat kesempatan untuk merasakan atmosfer seleksi dan TC hingga level Tim Nasional. “Waktu saya dapat kabar dipanggil untuk seleksi dan ikut TC, saya dan orang tua sangat kaget karena dapat kesempatan ikut seleksi ke Jakarta. Sampai sekarang rasanya masih campur aduk antara gugup, takut dan senang sekaligus bangga karena bisa dipanggil ikut seleksi ini,” ungkap Salwa. Pemain yang kini duduk di bangku kelas 8 SMP Negeri 1 Kretek, Bantul ini mengaku baru satu tahun terakhir menekuni sepakbola. Itu pun berawal dari kompetisi internal di sekolah yang memainkan anak-anak perempuan dalam kompetisi mini sepak bola. “Awal saya bermain sepakbola saat saya masih kelas 7, tepatnya saat pertandingan kecil antar kelas. Di kompetisi itu sebenarnya saya menjadi pemain depan, tetapi pelatih saya di sekolah mengarahkan saya jadi kiper. Sempat tidak mau, tapi saya coba untuk jadi kiper dan kebawa sampai sekarang, saya pun latihan di klub Protaba Bantul dengan posisi yang sama hingga saat ini” lanjut Salwa. Ada hal menarik ketika Salwa tiba di Jakarta untuk mengikuti seleksi dan pemusatan latihan Timnas Wanita. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini bertemu dengan pemain sepakbola wanita idolanya yakni Zahra Muzdalifah. “Masuk dalam seleksi sudah luar biasa bersyukur karena mendapat ilmu baru dari pelatih yang ada. Masuk TC ini juga ada pemain idola saya kak Zahra Muzdalifah. Masih tidak menyangka bisa latihan bersama,” ujar Salwa. Mendapat suntikan motivasi dengan berlatih dengan sang idola, Salwa pun berkomitmen untuk menjalani latihan bersama tim yang sedianya diproyeksikan untuk SEA Games 2021 di Vietnam ini. “Ini kesempatan langka bagi saya untuk berlatih bersama pelatih dan kakak-kakak senior. Awalnya saya masih malu-malu, tetapi alhamdulillah bisa beradaptasi dengan cepat dengan semuanya. Saya akan latihan dengan sungguh-sungguh dan fokus selama seleksi ini” tutup Salwa. Sebelumya pelaksanaan TC untuk timnas Wanita diapresiasi oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Ia menyebut ini adalah momentum yang baik. Apalagi timnas wanita satu tahun lebih belum ada kegiatan karena pandemi Covid-19. “Alhamdulillah TC untuk timnas wanita bisa digelar di awal tahun ini. Saya berharap para pemain bekerja keras, disiplin dan berlatih secara maksimal di TC ini,” kata Iriawan. Iriawan pun mengingatkan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan ketat bagi semua pihak yang menjadi TC ini. “Kesehatan dan kedisiplinan menjadi hal terpenting saat penyelenggaraan TC di tengah pandemi. Mari kita sama-sama disiplin, baik saat latihan maupun menerapkan protokol kesehatan untuk keselamatan kita bersama” pungkasnya.

Taekwondo Championship 2021 Diharapkan Jaring Atlet Berbakat

Taekwondo Championship 2021 Diharapkan Jaring Atlet Berbakat

Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Roesman, membuka kejuaraan Taekwondo Championship 2021, di Stadion GOR Sahabudin Bangka Belitung, Kamis (11/03). Kejuaraan taekwondo digelar selama tiga hari, 12 – 14 Maret 2021. Taekwondo Championship 2021 diikuti sebanyak 365 peserta dari kabupaten kota se Bangka Belitung dalam rangka memperebutkan piala gubernur Babel Erzaldi Roesman serta ajang penjaringan atlet muda menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Agustus mendatang. Selain itu, kejuaraan ini bertujuan untuk mencari bibit berbakat untuk kemudian dibina, agar bisa menjadi atlet hebat di event-event tingkat nasional maupun internasional. Guna mencegah terciptanya klaster baru, Erzaldi Roesman berharap pihak panitia tak hanya bertanggungjawab jawab mengawasi berjalannya pertandingan saja, melainkan dalam penerapan protokol kesehatan (prokes). “Event yang dilaksanakan saat pandemi ini, kami minta untuk para peserta dan penonton yang sudah dibatasi menerapkan prokes secara ketat,” kata Gubernur Erzaldi. Untuk mengantisipasi penularan COVID-19, penitia menggunakan alat deteksi GeNose kepada para atlet, official maupun penonton. “Seluruh yang terlibat dalam ajang ini sudah melalui proses deteksi dengan alat GeNose. Nanti mereka yang terdeksi positif, langsung di Swab Antigen. Jika hasil swabnya positif langsung diambil Swab PCR dan di minta isolasi dulu sambil menunggu hasil PCRnya keluar,” lanjutnya. Sementara itu, Ketua Pengrov Taekwondo Babel, Muhammad Irham mengatakan, pihaknya semula menargetkan 200 peserta, namun a ada 365 atlet mendaftar. Mereka yang akan bertanding terbagi dalam empat kategori mulai dari tingkat senior hingga junior. “Taekwondo Champions 2021 ini adalah untuk uji tanding bagi para atlet. Karena tidak ada gunanya latihan terus menerus tanpa pertandingan. Dari pertandingan inilah kita bisa melihat perkembangan atlet kita,” kata M Irham.

Sukses Jalani Debut, Victoria Lee Remaja Termuda di ONE Championship

Sukses Jalani Debut, Victoria Lee Remaja Termuda di ONE Championship

Dibalik usianya yang baru menginjak 16 tahun, Victoria Lee atau yang kerap dijuluki “The Prodigy” tersebut merupakan remaja termuda yang menjalani debut profesional di ONE Championship. Laga debutnya berjalan tanpa hambatan. Tampil melawan Sunisa “Thunderstorm” Srisa, Lee tampil dominan dalam laga MMA divisi atomweight di Singapore Indoor Stadium pada Jumat, 26 Februari lalu. Dalam ajang bertajuk ONE: FISTS OF FURY tersebut, ia menghentikan sang rival dari Thailand dengan teknik rear-naked choke pada ronde kedua. “Saat pertama kali naik ke atas panggung dan mereka mengumumkan nama saya, itu sangat luar biasa. Itu adalah pengalaman yang sangat keren dan saya menikmatinya,” kenang Lee. “Saya merasakan [berbagai] ketegangan. Ini adalah hal terbesar yang pernah saya lakukan dalam hidup saya dan saya merasakan semua itu saat berjalan memasuki arena. Namun, ketika saya memasuki Circle, saya membendung itu semua, bernafas, dan hal itu benar-benar membantu saya mengosongkan pikiran untuk terfokus pada laga dan tampil di luar sana.” lanjutnya. Lee memang tampil dominan menghadapi lawan yang justru lebih berpengalaman darinya. Namun, atlet keturunan Singapura-Amerika ini sadar ada banyak hal yang harus dikembangkan sebelum ia kembali tampil. “Saya senang dapat menyelesaikan laga dan meraih kemenangan, namun saya selalu ingin mengembangkan diri. Saya tak sabar untuk kembali ke sasana, bekerja lebih keras dan meningkatkan penampilan saya,” kata Lee. Bagi dirinya sendiri, “The Prodigy” memasuki debut profesionalnya dengan berbagai beban dan ekspektasi di pundaknya. Dan, terlepas dari jawaban yang baik atas semua itu, ia mengakui bahwa seperti ada beban yang terangkat dari punggungnya saat wasit menghentikan pertandingan tersebut dan mengumumkan bahwa Lee mampu meraih kemenangan. “Oh, itu seperti kelegaan besar bagi saya,” kata Lee. “Terdapat berbagai kegemparan yang mendahului laga ini dengan tekanan dan emosi, dan segera setelah laga itu berakhir, semua itu hanya seperti kelegaan besar. Itu terasa hebat.” tegasnya. Saat menghentikan Srisen, Lee memberi penampilan yang jauh melebihi usianya, dimana para penggemar kini ingin melihat apakah ia dapat mengikuti jejak kedua kakaknya untuk memasuki Kejuaraan Dunia. Perlu diketahui, Lee merupakan adik dari dua Juara Dunia ONE, “Unstoppable” Angela Lee dan Christian “The Warrior” Lee. Berada dalam lingkungan juara, Lee memikul berbagai ekspektasi besar. Namun, sang ayah tak ingin terlalu cepat berlari. Ia mengetahui bahwa putrinya memiliki kesempatan melakukan berbagai hal yang hebat, tetapi juga menambahkan bahwa ia terlebih dahulu wajib mengembangkan kemampuannya untuk bersiap menghadapi ujian lain yang jauh lebih berat lagi. “[Hal yang terpenting] adalah bahwa ia bertumbuh dan belajar dari pengalaman ini, dan bahwa ia terus mengembangkan permainannya,” katanya. “The Prodigy” pun setuju. Ia akan menghadapi lawannya saat mereka datang sembari terus mengasah kemampuannya di sasana dan di dalam Circle. Terlebih lagi, sangatlah penting bahwa dirinya melakukan itu dalam ritme yang tepat, agar dirinya dapat membangun dasar yang kuat untuk sesuatu yang jelas akan menjadi karier yang panjang bersama ONE. “Tak ada seorangpun yang ada dalam pikiran saya [untuk dihadapi selanjutnya],” kata Victoria.

Resmi Bergulir, Gorontalo Tenis Cup 2021 Diharapkan Cetak Atlet Muda

Resmi Bergulir, Gorontalo Tenis Cup 2021 Diharapkan Cetak Atlet Muda

Turnamen tenis lapangan untuk usia muda bertajuk Gorontalo Tenis Cup 2021 telah resmi bergulir pada Kamis (11/03/2021) di lapangan indoor Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Turnamen ini dibuka langsung oleh Ketua Pengprov Pelti yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba. Gorontalo Tenis Cup 2021 diikuti oleh 32 peserta yang terbagi dalam 3 kategori, masing-masing tunggal, ganda dan junior. Turnamen yang diselenggarakan oleh Underground Tenis Club (UTC) Gorontalo ini akan berlangsung selama 4 hari mulai 11-14 Maret 2021. “Sebagai pengurus Pelti saya memberikan apresiasi yang besar atas inisiatif klub yang melaksanakan pertandingan. Inilah yang diharapkan oleh Pelti bahwa semua orang berkeinginan besar dalam memajukan tenis, mulai dari pengurus maupun club. Ini artinya bahwa kepedulian insan tenis di Gorontalo sudah luar biasa,” sambut Darda. Darda juga menilai antusiasme dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa dalam mengikuti turnamen tersebut membuktikan bahwa cabang olahraga tenis di Gorontalo sudah menunjukkan hal yang positif. Dia berharap dengan adanya turnamen tenis di Gorontalo bisa melahirkan atlet-atlet muda yang mampu bersaing di tingkat Nasional dan internasional. “Untuk seluruh insan tenis di Gorontalo mari kita memajukan tenis bersama sama, dan semoga semangat ini tetap berlanjut,” katanya.

6 Pegolf Junior Bali Rebut Gelar Juara

6 Pegolf Junior Bali Rebut Gelar Juara

Enam pegolf muda asal Pulau Dewata berhasil meraih hasil luar biasa dalam turnamen yang diselenggarakan oleh Akademi Golf Indonesia di Lapangan Imperial Golf Karawaci, Tangerang, 6-7 Maret lalu dengan masing-masing meraih gelar juara. Keenam pegolf muda tersebut yakni Kenneth Hanson (juara kategori B putra), Nathan Pangestu (juara II B putra), Axel Pangestu (juara C putra), Jayden Liem (best nett C putra), Abigail Rhea (juara C putri), dan Quinn Leticia (juara D putri). Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Junior Pengprov PGI Bali, Jurry Soeryo Wiharko, menuturkan bahwa Bali tidak mengirimkan wakilnya untuk kategori A. “Kami tidak menurunkan pegolf junior kategori A, sehingga untuk kategori A juaranya bukan dari Bali,” jelasnya, dilansir dari Bali Post. Kesuksesan ini menurutnya sesuai dengan target yang diemban oleh PGI Bali. Diakuinya, penampilan pegolf junior Bali senantiasa menjunjung tinggi sportivitas yang ditopang dengan semangat juang yang tinggi. Apalagi, penampilan mereka kemarin turut disaksikan oleh Ketua Umum PGI Bali, Wayan Muntra, yang didampingi oleh Eddy Pantja yang juga pengurus PB PGI. Pada kesempatan berbeda, Ketua Umum PGI Bali, Wayan Muntra, memberikan apresiasi atas prestasi yang ditorehkan oleh para juniornya. “Saya kira prestasi ini luar biasa, apalagi mereka bisa tampil di lapangan golf sekelas imperial, tentunya kejuaraan ini sangat bergengsi,” ujar Muntra. Ia melanjutkan, keberhasilan ini juga merupakan jerih payah antarpengurus PGI Bali termasuk para orangtua. Hal ini sekaligus berperan sebagai pemberi semangat dan motivasi bagi para pegolf muda lainnya. “Keberhasilan ini juga tak luput dari PGI Bali yang rutin menggelar turnamen bulanan khusus untuk atlet junior,” lanjutnya. Muntra menambahkan, olahraga golf mengandung unsur pendidikan kepada anak-anak, utamanya menanamkan sifat kejujuran dan sportivitas. Selain itu, program turnamen golf bulanan yang rutin dilakukan juga memberikan dampak positif pada pihak lain. “Turnamen golf junior yang digelar tiap bulan diselenggarakan secara berpindah-pindah, dan memberikan manfaat bagi pengelola lapangan golf di Bali,” pungkasnya