Spiderwoman Asal Grobogan Aries Susanti, Masuk Daftar 17 Milenial Paling Berprestasi se-Asia versi Majalah Forbes

Atlet panjat tebing Aries Susanti masuk dalam daftar 17 milenial paling berprestasi se_Asia versi majalah Forbes. (istimewa)

Jakarta- Spiderwoman Aries Susanti Rahayu tak berhenti menginspirasi. Kali ini, perempuan asal Grobogan, Jawa Tengah itu, masuk daftar bergengsi 30 Under 30 Asia 2019 versi majalah Forbes. 30 Under 30 Asia merupakan daftar orang berprestasi se-Asia dan masih berusia di bawah 30 tahun. Setiap tahunnya majalah Forbes rutin merilis daftar terbaru para bintang muda itu. Dikutip dari Forbes, ada sederet kriteria untuk masuk dalam daftar ini. Hanya mereka yang membawa perubahan bagi dunia melalui temuan atau prestasi yang bisa masuk daftar tersebut. Terdapat sekitar 2.000 peserta dari 23 negara se-Asia Pasifik yang masuk dalam daftar 30 Under 30 Asia 2019. Mereka diseleksi oleh reporter dan juri hingga terpilih 300 orang. “Jika Anda mencari generasi pemimpin Asia berikutnya, ini adalah panduan definitif Anda,” tulis Forbes. Di Indonesia, ada 17 orang yang masuk dalam kriteria tersebut. Salah satunya peraih juara dunia speed world record, Aries Susanti Rahayu. Deretan prestasi Aries di kancah dunia membuat Forbes tak ragu memasukkan atlet berusia 24 tahun ini sebagai salah satu perempuan muda paling berprestasi se-Asia. Prestasi Aries yang paling disorot adalah raihan medali emas di Asian Games 2018 dan 3 kali meraih juara dunia IFSC Climbing Worldcup pada 2017 dan 2018. “Perempuan berjulukan spiderwoman ini adalah salah satu pemanjat speed dengan ranking tertinggi di dunia,” tulis Forbes. Dari 17 orang asal Indonesia yang masuk daftar 30 Under 30 Asia, hanya Aries yang berasal dari kalangan atlet. 16 Orang sisanya merupakan founder dan cofounder berbagai aplikasi atau produk. Menanggapi penghargaan yang diberikan oleh Forbes itu, Aries mengaku bersyukur. Ia tidak menyangka dirinya bisa masuk ‘radar’ Forbes. “Senang, enggak nyangka aja ternyata Aries kepilih gitu kan. Soalnya banyak juga anak muda sekarang yang berprestasi. Terima kasih untuk semuanya,” ujar Aries. (Adt)

Peluang Indonesia Tuan Rumah Olimpiade 2032, Erick Thohir: Tergantung Kesuksesan Gelar Event Internasional

Erick Thohir (Ketua KOI), mengatakan kesuksesan MotoGP 2021, dan Kejuaraan Dunia Bola Basket 2023 akan berpengaruh terhadap dipilihnya Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. (Adt/NYSN)

Jakarta- Usai sukses menggelar Asian Games 2018, sejumlah event internasional akan kembali digelar di Tanah Air. Salah satu event olahraga internasional yang akan digelar yakni MotoGP. Dua tahun lagi, atau tepatnya pada 2021, ajang lomba balap motor terbesar di dunia, MotoGP, akan hadir di Indonesia. Dimana sirkuit yang akan digunakan yakni Sirkuit Jalan Raya, Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain itu, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Bola Basket 2023, bersama Jepang dan Filipina. Erick Thohir, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), mengatakan kesuksesan MotoGP 2021, dan Kejuaraan Dunia Bola Basket 2023 akan berpengaruh terhadap dipilihnya Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. “Sukses Asian Games 2018, tidak lantas kita puas. Namun harus menciptakan sukses event internasional lainnya. Dua ajang internasional di depan mata, MotoGP 2021 dan FIBA Wolrd Cup 2023 menjadi pertaruhan kita untuk lebih mendapat kepercayaan dunia,” ujar Erick dalam acara Pameran Kreatif dan Eksperential, di Senayan City Jakarta, Jumat (29/3). Menurut Erick, penentuan tuan rumah Olimpiade 2032, akan ditetapkan saat pelaksanaan Olimpiade 2024 di Paris, Perancis. Indonesia sendiri telah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah Olimpiade 2032 melalui surat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kepada Thomas Bach selaku Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC). Dan, jika berhasil menjadi tuan rumah, maka Indonesia akan menjadi negara Asia keempat yang menyelenggarakan Olimpiade setelah Jepang (1964), Korea Selatan (1988), dan China (2008). Sedangkan Tokyo (Jepang), Paris (Prancis), dan Los Angeles (Amerika Serikat) telah ditetapkan sebagai tuan rumah Olimpiade secara berturut-turut pada 2020, 2024, dan 2028. Sementara untuk menyelenggarakan Olimpiade 2032, Indonesia bersaing dengan India serta Korea Selatan yang bersatu dengan Korea Utara. Ditegaskan Erick, sebagai bentuk keseriusan sekaligus kesiapan Indonesia, maka usai hajatan pemilu (pemilihan umum) harus segera membentuk kepanitiaan yang melibatkan pemerintah dan KOI. Namun, ungkap Erick, terpenting adalah bagaimana memastikan bahwa event-event olahraga internasional yang digelar di Indonesia bisa berjalan dengan sukses, prestasi olahraga Indonesia makin meningkat, dan secara ekonomi Indonesia sudah siap, begitu juga dengan fasilitas yang akan digunakan nantinya. “Hal-hal itulah yang juga menjadi pertimbangan utama. Jadi untuk menuju kesana kita harus bisa membuktikan dengan keberhasilan menggelar event olahraga internasional,” lanjut pendiri Mahaka Group itu. “Kalau nanti kita dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Bukan lagi saya yang akan mengemban tugas itu. Namun generasi muda, yang kemarin sebagian ikut menjadi volunteer Asian Games 2018 itu yang akan mengemban tugas ini,” tukas lulusan program Master of Business Administration dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat, pada 1993 itu. (Adt)

14 Negara Panaskan Persaingan Kejuaraan Dunia Jetski 2019 di Ancol, Indonesia Bidik Juara Umum

Saiful Sutan Aswar, Ketua IJBA (kiri), mengatakan kejuaraan dunia jetski 2019 yang untuk pertama kali digelar di Indonesia bisa memajukan jetski di Tanah Air. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat (PP) Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) siap menggelar Kejuaraan Dunia Jetski 2019, di venue Jetski Indonesia Academy, Taman Impian Jaya (TIJ) Ancol, Jakarta Utara, pada 27-31 Maret 2019. Event ini mempertandingkan beberapa nomor diantaranya Pro F1 Open, Pro F1 (normally aspirated), dan Amateur F1 Open (grand tourismo). Dan sebanyak 22 tim dari 14 negara turut memanaskan persaingan di kejuaraan dunia yang untuk pertama kalinya dihelat di Indonesia itu. Saiful Sutan Aswar, Ketua IJBA, mengatakan event ini bisa menjadi trigger kedepan, dimana venue yang dibangun bisa terus dimanfaatkan untuk menggelar kejuaraan secara kontinyu. Ditambahkannya, event ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk ‘unjuk gigi’ di hadapan dunia. “Ini merupakan kejuaraan dunia jetski yang pertama di Indonesia. Kami berharap ini menjadi trigger kedepan. Venue ini dibangun tidak diabaikan dan akan secara kontinyu menggelar kejuaraan demi memajukan jetski di Indonesia,” ujar Fully, sapaan akrabnya, di Jetski Indonesia Academy, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (23/3). Lebih lanjut, ia menegaskan Indonesia menargetkan juara umum pada kejuaraan dunia ini, meski yang hadir merupakan para juara dunia. “Persaingan terberat dari negara seperti Prancis, Rusia, Portugal. Tapi kami ingin semua kelas bisa memberikan penampilan yang maksimal,” terangnya. Pada kejuaraan dunia ini, IJBA menurunkan delapan atlet, dimana dua diantaranya adalah kakak beradik Aero Sutan Azwar dan Aqsa Sutan Aswar, yang merupakan andalan utama Merah Putih, dan bakal berlaga di nomor Pro F1 Open. Diharapkan kejuaraan ini menjadi tonggak sejarah pengembangan dan pembinaan olahraga jetski baik di Indonesia maupun Asia, bahkan dunia. “Kejuaraan ini berjalan secara kontinyu, karena setelah ini akan digelar di Maroko. Kedepan kami juga akan membuat kejuaraan dunia junior. Sehingga pembinaan atlet jetski tak putus serta berkesinambungan. Terlebih dengan dukungan venue yang terbaik yang dimiliki saat ini,” tukas Fully. (Adt)

Voli Pantai Putri Indonesia Lolos Kejuaraan Dunia U-21, Pembinaan Cabor Lewat PPLM Mulai Tunjukan Hasil

Duet Della/Sari yang merupakan atlet binaan PPLM berhasil lolos mengikuti kejuaraan dunia voli pantai pada Juni 2019 di Thailand. (Istimewa)

Roi Et- Berlaga pada kejuaraan Asian U-21 Beach Volleyball Championship 2019, duet Della/Sari berhasil menempati urutan ke-5. Hasil ini membuat Della/Sari berhak mengikuti kejuraan dunia voli pantai Juni 2019 di Thailand. Pada kejuaraan yang dihelat di Ban Nong Ya Ma Community School Courts, Thailand, pada 15-18 Maret 2019, Della/Sari yang merupakan atlet binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), berhasil mengalahkan pasangan Singapura dengan skor 2-1. Della/Sari juga mampu menaklukan kompatriotnya pasangan Indonesia 2 dengan skor 2-1. Namun, mereka harus tumbang dari wakil tuan rumah Thailand 1 pada laga terakhir. Dian, Pelatih Voli Pantai Putri Indonesia, mengaku bersyukur dapat meloloskan Della/Sari ke kejuaraan dunia voli pantai. “Saya bersyukur dengan hasil ini. Harapannya agar anak-anak dapat memberikan hasil maksimal pada kejuaraan dunia nanti,” tutur Dian. Sementara itu, Raden Isnanta, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, mengapresiasi capaian atlet voli pantai putri Merah Putih itu. Ia berharap hasil ini dapat meningkatkan motivasi atlet untuk dapat berprestasi lebih baik. “Ini merupakan hasil yang baik dan menunjukkan bahwa program pemerintah dalam membina cabang olahraga melalui PPLM sudah mulai menunjukkan hasil. “Harapannya kedepan, mudah-mudahan akan semakin banyak atlet-atlet PPLM yang berkontribusi pada peningkatan prestasi olahraga di Indonesia,” tukas pria asal Kulon Progo, Yogyakarta itu. (Adt)

Derby Jawa Timur Warnai Drawing 8 Besar Piala Presiden 2019, Maruarar Sirait: Fair Play dan Tak Ada Pengaturan Skor

Maruarar Sirait (Ketua Steering Committe) mengatakan penyelengaraan Piala Presiden 2019 harus fair play dan tak ada pengaturan skor. (Adt/NYSN)

Jakarta- Gelaran Piala Presiden 2019 telah memasuki babak 8 besar atau perempat final. Induk organisasi sepak bola Tanah Air, PSSI selaku operator turnamen Piala Presiden 2019 juga telah melangsungkan undian perempat final, di ruang media Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada Selasa (19/3). Derby Jawa Timur (Jatim), yakni Persebaya kontra Tira-Persikabo mewarnai duel delapan tim yang lolos. Laga Persebaya versus Tira-Persikabo sendiri merupakan ulangan pada babak fase Grup A yang berakhir dengan skor imbang 0-0. Selain itu, adapula laga antara Persela Lamongan dan Madura United. Pada laga perempat final, empat tim teratas juara grup yaitu Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Bhayangkara FC, dan Persija Jakarta akan menjadi tuan rumah pada pertandingan ini. Sedangkan Kalteng Putra, Madura United, Tira-Persikabo, dan Arema FC bakal bermain sebagai tim tamu. Pada babak 8 besar ini menggunakan sistem gugur dan hanya menggelar satu pertandingan yang dihelat pada 29-31 Maret 2019. Dan, empat tim pemenang nantinya melaju ke babak semifinal Piala Presiden 2019 yang nantinya digelar dengan sistem kandang-tandang. Candra Wahyudi, Manajer Persebaya, menanggapi hasil pengundian yang kembali mempertemukan timnya dengan Tira-Persikabo. “Pinginnya sebenarnya mau ketemu sama Arema. Tapi kalau finalnya ya lawan Persija,” tutur Candra. Sementara itu, Kalteng Putra yang akan menantang Persija Jakarta ditanggapi santai oleh Sigit Wido selaku manajer Kalteng Putra. Ia mengungkapkan pertemuannya dengan tim kebanggan ibukota itu tak menjadi masalah. Sebab, ungkap Sigit, pada fase penyisihan grup, timnya mampu menumbangkan tim-tim besar seperti Persipura dan PSM Makassar. “Lawan Persija nggak masalah, karena di babak penyisihan grup kami juga sudah buktikan bisa mengalahkan tim-tim besar,” tutur Sigit. Menurutnya, ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim asuhannya tersebut. “Kami bisa bertemu dengan salah satu tim peserta Piala AFC,” tambah Sigit. Sedangkan Maruarar Sirait, Ketua Steering Committe (SC), menyebut penyelengaraan turnamen Piala Presiden 2019 sudah sesuai jadwal dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. “Sebagai Ketua Steering Committe saya sudah mengecek satu persatu bahwa semua sudah sesuai jadwal. Ini bagus tepat waktu dan sangat disiplin,” cetus Maruarar. Begitu juga dengan animo masyarakat, yang dinilai Maruarar sangat tinggi untuk menyaksikan hajatan Piala Presiden ini. “Jumlah penonton cukup banyak. Apalagi terdapat aturan yang sangat tegas apabila ada tim yang melanggar aturan akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” lanjutnya. Ditambahkannya, pelaksanaan Piala Presiden di musim ini mendapatkan apresiasi besar dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). “Presiden meminta industri sepak bola harus bagus. Mafia harus dihabiskan karena tidak sehat untuk industri sepak bola,” terangnya. “Kami ingin membuktikan sebagai bangsa besar dapat menggelar sepak bola dengan fair play, transparan, dan tidak ada pengaturan skor,” tukas pria yang akrab disapa Ara itu. (Adt) Hasil Drawing Babak 8 Besar Piala Presiden 2019: 1. Persebaya Surabaya vs Tira-Persikabo 2. Persela Lamongan vs Madura United 3. Persija Jakarta vs Kalteng Putra 4. Bhayangkara FC vs Arema FC

Siapkan Atlet Muda, PRSI Bidik Prestasi Tinggi di SEA Games 2019 Filipina

Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum PB PRSI (kedua dari kiri), menyebut PRSI akan mengirimkan atlet muda ke SEA Games 2019 Filipina dan membidik enam medali emas. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas), di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, pada 24-25 Februari 2019. Tercatat, 34 utusan Pengurus Provinsi (Pengprov) PRSI dari seluruh Indonesia hadir dalam pertemuan yang mengusung tema ‘Sukseskan PON 2020 serta ukir prestasi pada SEA Games 2019 untuk menuju Olimpiade 2020’ tersebut. Dengan agenda utama Rakernas yakni membahas kinerja, pencapaian prestasi serta rencana program kerja orgnisasi cabang olahraga akuatik sepanjang tahun ini. Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum PB PRSI, menyebut terdapat lima poin penting pada Rakernas ini. Pertama, mendukung upaya PRSI termasuk budget untuk memastikan SEA Games 2019 berjalan lancar. “Kedua, PRSI kedepannya akan bekerja sama dengan Pengprov untuk memberikan kajian maupun dukungan-dukungan seperti apa yang diberikan pemerintah daerah kepada Pengprov PRSI. Dan PRSI berencana akan menggelar PRSI Award pada 2020, serta akan mengundang tiga gubernur yang dianggap memberikan dukungan kepada Pengprov PRSI,” ujar Anindya usai penutupan Rakernas, pada Senin (25/2). Ketiga, lanjut pengusaha berusia 44 tahun itu, PRSI berupaya lebih memperbanyak lagi pelatihan wasit, dan pelatih di daerah maupun di pusat. Bahkan, PRSI akan bekerja sama dengan FINA (Federation Internationale de Natation/federasi renang internasional) supaya mendapatkan tenaga ahli agar mereka yang berada di daerah dapat berkembang dan melahirkan atlet. “Keempat, PRSI memastikan akan memasyarakatkan renang lebih besar lagi dengan memantapkan program ‘Ayo Berenang’ bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Pariwisata,” tambahnya. “Dan, kelima, PRSI memberikan Akte Notaris kepada setiap Pengprov secara gratis,” sebut Anindya. Soal Akte Notaris ini, juga ditegaskan Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Umum (Waketum) PB PRSI. Menurut Sarman, pihaknya memfasilitasi setiap Pengprov untuk memiliki Akte Notaris secara gratis. “Ini kami lakukan karena banyak sekali klub-klub renang belum memiliki dokumen hukum. Dan tadi kami sudah berikan kepada salah satu klub di Sumartera Utara,” ungkap Sarman. (edited) Sementara itu, terkait SEA Games 2019 Filipina, Anindya menegaskan induk organisasi renang yang dipimpinnya memiliki target yakni bisa melebihi pencapaian SEA Games 2017 Kualalumpur, Malaysia. Di Negeri Jiran Malaysia, dua tahun lalu, cabang renang hanya mampu membawa pulang empat medali emas melalui I Gede Siman Sudartawa, Triady Fauzi Sidiq, Gagarin Nathaniel Yus, dan Indra Gunawan. “Kami berharap di SEA Games 2019 Filipina bisa meraih enam medali emas. Kami mohon doa, semoga keinginan ini bisa tercapai,” jelas putra sulung pengusaha nasional Aburizal Bakrie (ayah) dan Tatty Murnitriati (ibu) itu. Ia juga menyatakan PRSI sebisa mungkin akan mengirimkan atlet yang lebih muda ke pesta multievent olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu. “Persiapan kami terus berjalan. Dari tahun lalu sehabis Asian Games lalu, kami langsung melihat kekurangan yang ada serta berupaya untuk memastikan perenang-perenang muda bisa beraksi dan berhasil di SEA Games 2019 di Filipina,” cetus Anindya. Hal membanggakan, ungkap pria kelahiran 10 November 1974 itu, terdapat dua perenang muda Indonesia, yakni Azzahra Permatahani (16 tahun), dan Adinda Larasati Dewi (18 tahun) yang lolos limit kualifikasi A Youth Olympic (Olimpiade Remaja), di Buenos Aires, Argentina, Oktober tahun lalu. “Bagi kami ini suatu ‘angin segar’ dan capaian ini harus terus dilanjutkan. Jadi strategi kami di SEA Games nanti sebisa mungkin menurunkan yang muda-muda. Karena selepas SEA Games yang berikutnya ada Olimpiade Tokyo 2020 yang tantangannya jauh lebih berat lagi dari SEA Games maupun Asian Games,” tuturnya. “Setelah itu di 2021 ada SEA Games lagi, kemudian disambung Asian Games 2022. Jadi benar-benar atlet-atlet muda ini harus diberikan pengalaman di SEA Games, biarkan mereka menambah pengalaman dan jam terbang untuk bisa memecahkan prestasi di Asian Games 2022 nantinya,” terang Anindya. Ditegaskan suami dari Firdani Saugi, Rakernas ini tidak hanya membicarakan target yang ingin dicapai pada 2019 hingga 2020 saja, namun juga membahas proyek jangka panjang dan masa depan atlet muda. “Kami memikirkan ke depannya nanti seperti apa. Karena kami harus mempersiapkan sistem-sistem yang baik, dan memikirkan atlet-atlet muda. Mereka harus dipikirkan sekolahnya agar bisa berkembang bukan hanya sebagai atlet, tapi harus diperhatikan dengan baik dari pelatihnya, lingkungannya. Karena lingkungan yang kompetitif akan membawa mental yang lebih kuat,” tukas Anindya. (Adt)

Didukung Kemenpora, Ratusan Sekolah Bersaing di Ajang Youth National Esport Championship 2019

Menpora Imam Nahrawi membuka Esport to School bertajuk Youth National Esport Championship 2019, yang dihelat di 22 kota dan diikuti 600 sekolah, pada Selasa (29/1). Event ini diharapkan mendorong prestasi para pelajar. (Kemenpora)

Jakarta- Sebagai komitmen untuk ikut terus berkontribusi kepada peningkatan kebutuhan teknologi masyarakat dengan memberdayakan generasi muda di bidang olahraga melalui Esport, Garena sebagai salah satu perusahaan internet terbesar di Asia Tenggara dan sekitarnya, menggelar kompetisi bertajuk ‘Youth National Esport Championship (YNEC) 2019’. Kompetisi YNEC 2019 yang didukung Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) dan bekerja sama dengan perusahaan makanan dan minuman nasional ternama di Tanah Air itu, merupakan rangkaian dari program Garena Goes to School, yakni program pemberdayaan Esports yang positif di antara pelajar di Indonesia. Kompetisi berskala nadional ini akan diadakan di 22 kota, dan 600 sekolah akan bertanding dalam game Arena of Valor dan Free Fire. Nantinya, pemenang dari masing-masing sekolah akan melanjutkan pertandingan ke tingkat kota, regional dan terakhir ke tingkat nasional untuk memperebutkan Piala Menpora, pada September mendatang. Pemilihan kedua mobile game ini tidak lepas dari prestasi yang telah dicapai dimana Arena of Valor dinobatkan sebagai Best Multiplayer Game di ajang International Mobile Gaming Award (IMGA) 2018 sekaligus masuk sebagai salah satu cabang eksibisi di Asian Games 2018. Sedangkan Free Fire terpilih sebagai Google Play User’s Game Choice of 2018. Esports (electronic sports) sendiri merupakan pertandingan olahraga elektronik dimana atlet bertanding secara online melalui media elektronik seperti komputer maupun telepon genggam. “Garena telah menyelenggarakan berbagai event Esports antar sekolah sejak 2017 yang menerapkan syarat nilai dari rapor dan beasiswa sebagai hadiah, sehingga dapat ikut mencetak bibit unggul di sekolah maupun bibit unggul atlet Esports,” ujar Wijaya Nugroho, Project Manager YNEC 2019, di Jakarta, Selasa (29/1). Menurut Wijaya, dalam pertandingan, para atlet Esports mengutamakan strategi kerjasama antar angota tim untuk mencapai kemenangan yang sekaligus meningkatkan nilai sosial budaya para pemuda. Selain itu, lanjutnya, event Esports yang diadakan Garena juga memiliki struktur kompetisi resmi serta standar dan jenjang dari tingkat amatir, nasional hingga internasional yang menumbuhkan nilai sportivitas. “Nilai ini juga dimiliki oleh olahraga tradisional. Kami harapkan, turnamen Youth Nacional Esports Championship 2019 ini dapat hadir untuk mendukung perkembangan Esports yang memiliki nilai positif secara edukasi, sosial budaya dan sportivitas bagi generasi muda Indonesia,” tambah Wijaya. Sedangkan Norma Sari Dewi, General Manager Marketing PT Sinar Sosro, menegaskan pihaknya mendukung penuh perkembangan Esports bagi remaja di Indonesia. “Kami sangat senang bisa menjadi bagian dari Youth National Esports Championship 2019. Akhirnya kami bisa berkolaborasi dengan Garena dalam menyiapkan bibit-bibit atlet Esports yang nantinya siap mengharumkan nama Tanah Air Indonesia di kancah kompetisi internasional. Melalui pertandingan Esports sekolah pertama dan terbesar di Indonesia yang ikut difasilitasi oleh pihak sekolah ini, siswa dan siswi dapat menyalurkan bakat dan minatnya di bidang esports,” tutur Norma. “Kami akan melakukan edukasi serta pertandingan tahap kualifikasi ke seluruh 600 sekolah. Pemenang dari setiap sekolah kemudian akan melanjutkan pertandingan hingga ke tingkat nasional untuk memperebutkan Piala Menpora. Kota-kota penyelenggara kompetisi ini yakni Bekasi, Bandung, Bogor, Cirebon, Jakarta (Jaktim, Jakbar, Jakut, Jaksel, Jakpus), Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Yogya, Semarang, Solo, Surabaya, Malang, Bandar Lampung, Palembang, Pekanbaru, Padang dan Medan,” terang Norma. Sedangkan Neni S. Soewondo, Marketing Manager Sukro, menyakini event ini memberikan dampak positif bagi kreativitas anak muda Indonesia. “Kami yakin dalam event yang mengedepankan sportivitas ini akan menjadi poin plus terhadap kreativitas serta produktivitas anak muda tanah air dalam bidang Esport di masa yang akan datang,” tegas Neni. Disisi lain, Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), menjelaskan kompetisi ini merupakan kegiatan yang menopang keberlangsungan Piala Presiden 2019 Esport yang sudah dicanangkan Menkominfo (Menteri Komunikasi dan Informatika), Kantor Staf Kepresidenan, Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif), dan Kemenpora. “Piala Presiden akan lebih banyak melibatkan tim-tim profesional yang selama ini sudah berkiprah lebih awal,” tutur Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. Lebih lanjut, Menpora menjelaskan pengembangan Esport di Indonesia akan menjadi harapan baru dalam industri olahraga maupun prestasi olahraga nasional. “Sebab para atlet Esport juga dituntut untuk menjaga kebugaran diri, kerjasama, sportivitas, juga nutrisi,” terangnya. Ditambahkan menteri berusia 45 tahun itu, event Youth National Esport Championship 2019 tingkat pelajar ini diharapkan dapat mendorong prestasi para pelajar. “Karena para pelajar ini yang nanti akan menjadi atlet-atlet pelapis Esport di Indonesia untuk kejuaraan yang lebih tinggi,” tukas menteri yang hobi bermain bulutangkis itu. (Adt)

Jelang SEA Games 2019 Filipina, 46 Atlet Ikuti Seleknas Modern Pentathlon di Jakarta

Siswanto (Sekjen MPI) menyebut seleknas modern pentathlon Indonesia yang digelar tidak hanya untuk persiapan SEA Games 2019, tapi juga untuk mencari bibit atlet muda berbakat untuk persiapan berbagai kejuaraan nasional maupun internasional. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat (PP) Modern Pentathlon Indonesia (MPI) menggelar seleknas (Seleksi Nasional), sebagai bagian dari persiapan menghadapi SEA Games 2019 Filipina, Desember mendatang. Seleknas dihelat di Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (29/1). Tercatat, sebanyak 46 atlet, baik dari kalangan sipil maupun TNI (Tentara Nasional Indonesia) bersaing untuk memperebutkan kursi di tim nasional (Timnas) modern pentathlon Indonesia. Pada seleknas ini menggelar jenis kompetisi yakni Biathle (run, swim-run), dan Laser Run, masing-masing untuk kategori Youth B Usia 17 tahun (16-17 tahun), Junior (18-21 tahun), dan Senior (22-35 tahun). Cabang olahraga (cabor) modern pentathlon sendiri merupakan gabungan dari lima disiplin olahraga, yakni renang, anggar, berkuda, menembak, dan lari. Siswanto, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PP MPI, mengatakan seleknas merupakan bagian dalam mencari para atlet yang akan dipersiapkan menghadapi pesta multievent dua tahunan negara-negara se-Asia Tenggara di Filipina, pada Desember mendatang. “Ini baru pertama kali kami melaksanakan seleksi nasional. Jadi dalam waktu yang singkat, kami bisa fokus menentukan orang yang bisa dibina untuk persiapan ke ajang multievent,” ujar Siswanto, di Jakarta, Selasa (29/1). Diakui Siswanto, MPI telah melakukan sosialisasi ke seluruh daerah di Indonesia terhadap pelaksanaan seleknas ini, namun akibat kurang populernya olahraga modern pentathlon, maka jumlah peserta yang mengikuti seleknas masih sangat minim. “Modern pentathlon ini masih baru dan belum populer. Apalagi olahraga ini sangat berat, karena harus menjalani lima cabang olahraga,” lanjutnya. “Kami juga sudah berusaha melakukan komunikasi, tapi minat mereka terhadap olahraga ini masih minim, sehingga ini menjadi salah satu kendala bagi kami, dan akan terus menggelorakan olahraga ini ke masyarakat,” lanjutnya. Siswanto menyebut seleknas ini bukan hanya sebagai wadah persiapan SEA Games 2019, namun lebih dari itu adalah untuk mencari bibit baru. Untuk itu, ia berjanji akan mengelar seleknas lebih banyak lagi, dan untuk para atlet mengikuti berbagai turnamen, baik level nasional maupun Asia Tenggara. “Kenapa itu kami lakukan? Supaya para atlet ini mengenal atlet lain yang akan menjadi lawan mereka nantinya. Terlebih, di SEA Games cabang modern pentathlon untuk pertama kalinya dipertandingan. Bila melihat kekuatan lawan di Asia Tenggara yang paling kuat adalah Thailand,” tambahnya. Terkait target, Siswanto menjelaskan peluang terbesar untuk meraih medali ada di nomor team putra. Sedangkan di nomor perorangan, ungkapnya, persaingan sangat berat. “Setelah seleknas ini, untuk promosi dan degradasi kami lakukan terus hingga pada saatnya dimana komposisi 100 persen itu pada Juni atau Juli. Jadi ada 6 atlet yang kami siapkan untuk SEA Games yakni putra-putri perorangan untuk Biathle, dan putra-putri perorangan untuk Laser Run, kemudian nomor team,” jelasnya. Guna mewujudkan ambisi meraih medali, Siswanto menuturkan pihaknya berencana menggelar training camp (TC) di Korea. “Tapi itu masih harus kami komunikasikan terlebih dahulu dan melihat anggaran yang ada. Karena setelah seleknas ini baru kami akan menyusun proposal anggaran untuk Pelatnas modern pentathlon. Namun, berapa pun anggaran yang nantinya disetujui pemerintah akan kami gunakan sebaik dan semaksimal mungkin demi meraih prestasi mengharumkan Merah Putih,” tukas Siswanto. (Adt)

Indonesia Youth Selection Bawa Pulang Dua Medali Dari China, Faktor Cuaca Masih Jadi Kendala

Tim basket Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Youth Selection berhasil membawa pulang medali perak dan perunggu di ajang China Winter U-17 International Basketball Championship 2018, di Tonglu, Hangzhou, China, pada 21-25 Desember 2018. (Istimewa)

Jakarta- Tim basket putra dan putri yang tergabung dalam Indonesia Youth Selection berhasil membawa pulang medali perak dan perunggu pada ajang China Winter U-17 International Basketball Championship 2018, di Tonglu, Hangzhou, China, pada 21-25 Desember 2018. Event ini didominasi para peserta dari Negeri Tirai Bambu, sedangkan dari Asia Tenggara hanya Indonesia dan Malaysia. Kendati baru pertama kalinya tampil di ajang tersebut, namun prestasi anak didik Agung Christyantho itu tak bisa dipandang sebelah mata. Bertanding di Jinbe Sports Hall, Tonglu, dan bermaterikan pemain yang berasal dari beberapa kota di Tanah Air, seperti Jakarta, Tangerang, Serang, Bogor, Bandung, dan Surabaya, skuat muda Indonesia itu mampu menunjukan performa maksimal. Tim putra Indonesia berhasil menjadi runner-up, dan harus puas membawa pulang medali perak usai takluk di final melawan Malaysia. James Marshall dan kolega menyerah dari skuat Negeri Jiran itu dengan skor 55-73. Sedangkan tim putri berhasil meraih medali perunggu. Devina dan kawan-kawan gagal mengatasi tim Hangzhou di semifinal, dan kalah dengan skor 27-66. Dan, pada perebutan tempat ketiga, srikandi muda Indonesia itu sukses mengandaskan tim dari China dengan skor 30-21. Agung mengungkapkan sangat sulit bermain pada suhu 7 derajat celcius dihampir setiap game. Kendati demikian, dia mengapresiasi anak didiknya yang secara keseluruhan tampil maksimal dengan usaha dan kerja keras. “Secara tidak langsung kami mengikuti event ini mewakili Indonesia. Dan, kami sebisa mungkin meminimalisir turnover serta memanfaatkan setiap kesempatan yang ada,” ujar Agung dari keterangan yang diterima redaksi nysnmedia, pada Jumat (28/12). Lebih lanjut, diakui Agung, keunggulan lawan yang dihadapi timnya ada pada postur tubuh mereka yang tinggi. Selain itu, menurutnya, lawan bermain sangat efektif. “Tinggi postur tim dari China dan Malaysia luar biasa. Tim putra Malaysia masih U-14, tapi tingginya kurang lebih 190 centimeter, dan Malaysia baik tim putra maupun putri bermain sangat efektif dengan mengandalkan transisi fastbreak. Sedangkan tim China lebih mengandalkan fisik dan speed,” tambahnya. Agung menyebut tim Indonesia masih belum bisa bermain simple seperti yang diterapkan China dan Malaysia di awal-awal laga. “Disaat semifinal, baru seluruh tim bermain lebih baik lagi. Ini menjadi bahan evaluasi dari kami untuk menghadapi event-event internasional berikutnya,” tukas Agung. (Adt) Susunan Tim Indonesia Youth Selection: Manager : Christina Ratnawati Pernah mengikuti pelatihan basket dan materi strength conditioning di Australia Pelatih : Agung Christyantho Pelatih DBL Allstar 2015, Pelatih Junior NBA Asia 2015, Assisten Pelatih Timnas Pelajar ASEAN School Games (ASG) 2016 di Thailand, Advisor (Penasehat) Pelatih untuk Provinsi Banten dan Kepala Bidang Kepelatihan untuk Tangerang Selatan Assisten Pelatih : Taufik Shaleh Pelatih DBL allstar 2016 dan Pelatih SMA 1 Baleendah, Bandung Para Pemain : Putra : 1. James Marshall – SPH Lippo Village 2. Kenzie – SPH Lippo Village 3. Dius – SPH Lippo Village 4. Ryan Andreas – Saint John’s BSD 5. Alvyn Winathan – Saint John’s BSD 6. Jevon – SMA Ora et Labora BSD 7. Alby Yusriy – SMAN 1 Baleendah Bandung 8. Bilal – SMAN 1 Kota Serang, Banten 9. Zidan – SMAN 1 Kota Serang, Banten 10. Khansa – SMAN 1 Kota Serang, Banten 11. Gary – SMAK Ipeka Puri, Jakarta Barat 12. Aditya – Bina Bangsa School, PIK Putri : 1. Joan – SMA Ora et Labora BSD 2. Aulia – NSA Nation Star Academy Surabaya 3. Santun – SMAN 1 Kota Serang, Banten 4. Zahwa – SMAN 7 Kota Tangerang 5. Tasya – SMAN 1 Kota Tangerang Selatan 6. Grace – SMAK Ipeka Puri, Jakarta Barat 7. Vianca – Mentari Intercultural School Grand Surya 8. Rizqika – SMAN 1 Kota Bogor 9. Angel – SMAN 1 Kota Bogor 10. Calissya – SMA Ora et Labora BSD 11. Tias – SMAN 2 Kota Tangerang 12. Devina – SMA Kharisma Bangsa Tangerang Selatan

Timnas U-23 Tampil Sarat Taktik, Thailand U-23 Paksa Hasil Imbang Tanpa Gol

Winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak (20), diturunkan Timnas U-23 sebagai starter, dalam laga kontra Thailand U-23, pada Minggu (3/6) malam. (Pras/NYSN)

Bogor- Timnas U-23 terpaksa mendulang hasil imbang 0-0 saat menghadapi Thailand U-23 di partai uji coba kedua. Pertandingan itu merupakan rematch setelah Indonesia dikalahkan Thailand di Stadion PTIK, tiga hari lalu Bertanding di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (3/6) malam, Timnas U-23 memasang striker Lerby Eliandry sejak awal laga. Pelatih Luis Milla Aspas pun menurunkan winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, sebagai starter. Alih-alih menyerang, Timnas U-23 justru dipaksa meladeni permainan cepat Thailand. Beberapa kali gawang Muhammad Ridho terancam oleh aksi Phitiwat Sookjitthammakul. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim tak kunjung mencetak gol. Di babak kedua, Milla memasukkan Alberto Goncalves, dengan harapan mampu memecah kebuntuan Merah Putih. Permainan Hansamu Yama dkk sayangnya justru tak berkembang di babak kedua. Menjelang laga berakhir, Goncalves mendapat peluang di depan gawang Thailand. Sayang, pemain itu berlama-lama dengan bola hingga serangan bisa diredam barisan bertahan Thailand. Skor imbang 0-0 bertahan hingga laga berakhir. Meski gagal revans atas Thailand, namun performa tim merah putih mengalami perubahan yang begitu signifikan di pertandingan malam ini. Hal ini diungkapkan Milla, jika anak asuhnya bermain sarat taktik, semenjak evaluasi dari hasil uji coba pertama Kamis (31/5) lalu. “Saya sangat senang hari ini. Pertandingan hari ini sarat taktik. Perjuangan anak-anak sudah bagus, karena menjalankan evaluasi di hari pertama,” jelasnya. Ajang uji coba ini merupakan salah satu rangkaian Timnas U-23 yang akan mengikuti ajang multi event terbesar di benua Asia, Asian Games 2018, Agustus mendatang. Meski event itu kurang dari tiga bulan, Milla berkeyakinan membongkar pasang kerangka pemain sampai batas yang ditentukan untuk mengirim skuat yang akan bertarung di agenda empat tahunan itu. “Masih ada beberapa waktu, kami terus pantau para pemain sampai batas yang ditentukan. Khususnya untuk kuota pemain senior”, tambahnya. Sementara, asisten pelatih Thailand U-23, Naruephon Kaenson, menilai Indonesia bermain agresif dan daya juang yang tinggi. “Tak mudah melawan Indonesia hari ini, karena Indonesia punya gairah yang begitu tinggi dibandingkan laga pertama,” kata Kaenson, saat jumpa pers paska laga. Nama Goncalves, juga menjadi sorotan timnya. Pemain naturalisasi bernomor punggung 9 asal Brasil ini, dianggap punya kemampuan diatas rata-rata. “Nomor punggung sembilan cukup berbahaya, karena dia pandai keep bola dan bermain individu. Itu yang berbahaya bagi pertahanan kami,” pungkas pria asal  Negri Gajah Putih itu. (Ham/Dre) Susunan Pemain Timnas U-23 Pelatih : Luis Milla Aspas Muhammad Ridho; Rezaldi Hehanusa, Ricky Fajrin, Gavin Kwan Adsit, Hansamu Yama Pranata; Muhammad Hargianto, Febri Haryadi, Hanif Sjahbandi, Riko Simanjuntak, Septian David Maulana; Lerby Eliandry Thailand U-23 Pelatih : Naruephon Kaenson Nont Muangngam; Suriya Singmui, Shinnaphat Leeaoh, Chaiyawat Buran, Saringkan Promsupa; Sansern Limwatthana, Tanasith Siripala, Montree Promsawat, Jakkit Wachipirom, Phitiwat Sookjitthammakul, Poramet Arjvilai

Faktanya, Ini Perbedaan Mendasar Antara Esports dan Gaming

Sebagian besar masyarakat Indonesia masih awam dengan cabang olahraga eSports. Sekalinya tau bahwa eSports adalah olahraga elektronik yang berangkat dari dunia gaming, langsung disamakan seperti layaknya orang bermain game. Padahal gaming dan eSports adalah dua hal yang berbeda, Perbedaan ini terletak pada banyak hal, kalau kamu penasaran, berikut jawabannya.. Lansiran dari kompas.com, seorang pengamat eSports dan gaming menjelaskan bahwa Gaming atau bermain game itu adalah sebuah rekreasi. Gaming dimainkan saat mengisi waktu luang kamu, tidak untuk tujuan menjadi seorang professional. Sedangkan eSports merupakan profesi. Game dipakai sebagai sebuah profesi, bahkan saat main game itu adalah kerjanya. Dan saat istirahat, tidak main game tersebut. Atlet eSports mempunyai penampilan yang berbeda dari gamers pada umumnya. Atlet dilatih juga secara professional layaknya atlet-atlet olahraga tradisional lainnya. Bahkan termasuk soal kebugaran tubuh, agar menunjang peforma atlet eSports di arena pertandingan. Konsentrasi seorang atlet olahraga ini akan jauh lebih tinggi, responsif lebih cepat. Untuk menjadi seorang atlet eSports pun tak sembarangan, dibutuhkan sebuah keseriusan loh, karena ini bukan sekadar permainan mengisi waktu luang. Keseriusan dan fokus untuk menjadi pemain eSports professional harus dilatih. Masalah utama bagi kamu, generasi millennial yang ingin menekuni dunia eSports adalah manajemen waktu. Sebaiknya kamu perlu mengatur waktu antara belajar, dan latihan. Selain itu, kamu juga butuh konsistensi yang perlu dijaga selama kamu memilih untuk berkarir menjadi atlet eSports. Nah, seperti itulah perbedaannya.. Pemahaman antara berpedaan gaming dan eSports ini perlu ditekankan agar mendukung industri eSports Indonesia. Jangan sampai diantara sobatmudaNYSN, masih ada pemahaman yang campur aduk antara bermain game untuk hiburan atau kesenangan semata dengan game untuk suatu ‘profesi’ ya. Esports tentu akan menjadi permainan olahraga yang bisa memiliki dampak positif untuk Indonesia. Semangat, Indonesia!     (Kompas.com)

Ini Daftar Esports Yang Akan Dipertandingkan, Yang Terakhir Game Terfavorit!

Sobat muda NYSN, Asian games 2018 akan mempertandingkan cabang olahraga baru nih. Bukan olahraga tendang, lempar, maupun pukul melainkan olahraga satu ini terbilang cukup unik untuk bisa masuk di pertandingan olahraga terbesar se-Asia. ESports atau dikenal dengan cabang olahraga elektronik video game akan meramaikan perhelatan Asian Games 2018. Tahukah kamu,  eSports sebenarnya sudah mulai terkenal di tahun 2011, dengan jumlah pemain professional sampai saat ini mencapai 250 juta pemain. Lantas, apa aja game Esports yang akan dipertandingkan? Ini Daftarnya, siapa tau ada salah satu “game” kesukaanmu nih.. Arena of Valor (AoV) Bagi kamu pecinta eSports tanah air, pasti merasa gembira nih dengan kabar masuknya game AoV. Pasalnya, MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yaitu Arena of Valor (AOV )terpilih untuk memeriahkan turnamen Asian Games 2018. Game mobile ini diterbitkan oleh studio Tencent China. Fitur yang ada didalamnya cukup memukau dengan grafik yang stabil, responsif dan support ke seluruh chipset. Nah, apakah kamu salah satu penggemarnya? Clash Royale Clash Royale adalah  permainan yang menggabungkan permainan Real Time Strategy (RTS) dan MOBA dengan kartu. Misi dalam permainan ini yang harus dicapai adalah dengan menghancurkan menara milik lawan. Walaupun terkesan mudah, tetapi tetap memakai strategi untuk bisa menang. Heartstone Hearthstone sebuah game yang mengambil setting tempat di dunia warcraft. Permainan kartu ini dimainkan battle oleh dua orang atau lebih. Selain itu, kartu dalam game juga bisa digunakan untuk memanggil monster. Starcraft 2 Game satu ini dikembangkan oleh Blizzard. Masih ada kaitannya dengan starcraft, karena membawa elemen-elemen yang ada disana. Bedanya, untuk starcraft 2 ini  lebih banyak terdapat fitur-fitur baru. Jadi bisa dibayangkan, kamu akan jauh lebih menyukai pasti. League of Legends Game multiplayer ini telah populer sampai ke kanca dunia. Dimana misi dalam permainan yaitu pemain harus berusaha menghancurkan musuhnya. Ia harus pandai dalam menyusun strategi untuk mendapat kemenangan. PES 2018 Ini dia nih game terfavorit dan legendaris yaitu Pro Evolution Soccer (PES). Kini PES 2018 masuk sebagai game yang akan dipertandingan di cabang olahraga eSports. Game paling favorit ini sudah banyak dinanti-nanti oleh para penggemarnya dalam Asian Games 2018. Cant wait!   Itu dia tadi 6 cabang olahraga eSports. Meskipun status pertandingan ini hanya sebagai cabang olahraga ekshibisi atau yang hanya merebutkan medali, dalam arti tidak masuk kontingen pemenang. Tapi tetap saja, semoga kontingen Indonesia nanti dapat meraih banyak medali emas ya! Indonesia pasti bisa!   (IDN Times)

Wow, Anak-Anak Terbaik MFC 2018 Dikirim ke Barcelona

Ajang kompetisi Milo Football Championship 2018 memberikan kesempatan lebih besar di tahun ini untuk anak-anak berbakat Indonesia agar bisa menimba ilmu persepakbolaan di Barcelona. Menurut lansiran dari tempo.co (25/03/2018), kejuaraan yang bekerja sama dengan Gerakan Ayo Olahraga dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) ini akan menyaring 18 pemain terbaik dari tiap kota untuk bisa lolos ikut final kompetisi sepakbola U-12 Piala Menpora 2018. Para pemain terpilih akan mendapatkan juga pelatihan eksklusif bersama pelatih dari FCBEscola Barcelona yang meliputi teknik dribbling, shooting, passing, turning, dan keeping. Menurut mantan striker nasional, Kurniawan Dwi Yulianto berkata bahwa 9 pemain terbaik yang berhasil lolos tahap seleksi juga dapat bergabung dengan puluhan anak dari seluruh dunia karna mendapatkan pelatihan intensif di FCBEscola Barcelona. Hal tersebut dikatakan merupakan bagian dari kerja sama Nestle Milo dengan FC Barcelona. Tujuannya agar mendorong hidup sehat dan aktivitas fisik kepada generasi muda di Asia, Oseania, Afrika, dan Amerika Latin. Business Executive Manager Beverages Nestle Indonesia, Prawitya Soemadijo berkata kejuaraan ini merupakan kontribusi bagi perkembangan sepakbola Indonesia dengan tanamkan kecintaaan olahraga pada siswa sejak dini. Selain itu juga tentu mendukung pemerintah dalam menemukan bibit pesepak bola yang hebat.

Ajang Untuk Anak Berbakat Kembali Hadir, MILO Football Championship (MFC) 2018

Jakarta- MILO Football Championship (MFC) 2018 kembali menghadirkan kompetisi sepak bola tingkat Sekolah Dasar (SD). Acara ini merupakan gelaran keempat yang didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Menurut lansiran dari tribunnews.com bahwa kompetisi ini diperuntukan untuk anak di bawah 12 tahun dengan sedikitnya 8.000 siswa SD yang mengikuti. Kemudian, hadir untuk empat kota besar, yaitu Jakarta, Medan, Bandung, dan Makassar. Tujuannya selain  mengasah kemampuan sepak bola anak juga berguna bagi perkembangan karakter. Menurut Menpora Imam Nahrawi, lewat olahraga, anak-anak akan terbentuk karakter, watak, respek, serta sikap saling menghormati, menghargai satu sama lain. Dengan ajang ini, menpora juga memastikan bisa jadi anak-anak tersebutlah yang nantinya meneruskan Timnas Indonesia di masa datang. MILO Football Championship dilaksanakan pada 24-25 Maret di Jakarta, 31 Maret-1 April di Medan, 14-15 April di Bandung, dan 28-29 April di Makassar, dengan memakai peraturan pertandingan FIFA untuk anak usia SD. Pemenang MILO Football Championship di empat kota tersebut, nantinya akan langsung bisa lolos ke babak final pada ajang Sepak Bola U-12 Piala Menpora 2018, yang diselenggarakan pada hari Olahraga Nasional. Menarik bukan? (tribunnews.com, sportourism.id)

Tebus Kekalahan Greysia/Apriyani, Della Destiara/Rizki Amelia Melaju Ke Babak Kedua

Jakarta- Pada babak pertama All England 2018 di Arena Birmingham, Inggris, Rabu (14/3), Dua Pasangan ganda putri Indonesia mendapat kesempatan hari pertama memanaskan lapangan pertandingan. Dibuka dengan pertandingan Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu bertemu dengan pasangan wakil Bulgaria, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva. Greysia/Apriyani kandas dua set dengan perolehan angka 21-11, 21-19. Dengan begitu mereka gagal melaju ke babak kedua. Menebus kegagalan rekannya, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, lolos ke babak kedua turnamen bulutangkis All England 2018. Della/Rizki berhasil melumpuhkan pasangan Korea Selatan, Chang Ye-na/Hye Rin-kim lewat tiga set dengan skor 22-10, 18-21, 21-17. Mereka menang setelah melewati pertarungan selama 1 jam 2 menit. Della/Rizki menjadi perwakil Indonesia pertama yang lolos ke babak kedua turnamen kelas dunia ini. Sangat di sayangkan Pasangan Ganda Putri Indonesia sebelumnya, Greysia Poli/Apriyani Rahayu dilumpuhkan pasangan Bulgaria, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva, dengan skor 11-21, 19-21. Hasil sementara untuk wakil Indonesia: – Greysia Polii/Apriyani Rahayu dikalahkan Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva (Bulgaria): 11-21, 19-21 – Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta vs Chang Ye-na/Hye Rin-kim (Korea): 22-20, 18-21, 21-17 Dengan hasil ini, Indonesia masih menunggu permainan memukau dari 12 wakil lain yang akan berlaga dalam 10 partai. Dalam babak pertama ini, ada empat wakil Indonesia yang saling berhadapan. (Nad)

Tiga Hal ini Paling di Nantikan pada Turnamen Bulutangkis All England 2018

Turnamen bulutangkis kelas All England 2018 sedang digelar di Birmingham, Inggris, mulai tanggal 14 hingga 18 Maret 2018. Indonesia mengirim 14 pemain Indonesia untuk turun berlaga, dengan empat wakil saling berhadapan pada dua nomor. Di lansir dari Tempo, Ada sejumlah hal yang ditunggu dari para atlet Indonesia di turnamen bergengsi ini. Berikut beberapa di antaranya: 1. Akankah target satu gelar juara akan tercapai? Dalam dua penyelenggaraan terakhir, Indonesia selalu bisa meraih gelar juara di turnamen ini. Pada 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi juara. Di tahun berikutnya, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya yang menyumbang kemenangan. Tahun ini, PBSI kembali menargetkan satu gelar juara, yang di harapkan dari sektor ganda putra dan ganda campuran. 2. Apakah Hendra/Ahsan akan torehkan kemenangan setelah kembali diduetkan? Tahun 2018 menjadi jalan bangkitnya Pasangan ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, yang pernah merajai dunia. Mereka pernah menjadi semifinalis pada Jerman Open lalu. Kini mereka diharapkan bisa kembali bicara di All England, seperti pada 2014. Sejauh ini mereka masih berusaha mengembalikan performa terbaik mereka, termasuk soal kelemahan di sektor pertahanan. 3. Apakah sektor tunggal dapat tampil dengan baik? Tunggal putra dan putri Indonesia pernah jadi kekuatan disegani di All England. Rudy Hartono pernah juara 8 kali. Susy Susanti sempat jaura dua kali. Belakangan Penurunan tajam yang di alami sektor ini. Tahun ini, penyeleksian ditentukan melalui peringkat, hanya satu tunggal putri yang lolos, yakni Fitriani. Sedangkan di sektor tunggal putra ada tiga wakil, yakni Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Tommy Sugiarto. Pada turnamen-turnamen sebelumnya para pemain tunggal bermain tidak konsisten. Namun, mereka diharapkan dapat membuat gebrakan mengejutkan di turnamen bergengsi ini.

Menpora : Dewi Yuliawati itu Atlet Hebat, Segera Kembali ke Pelatnas Asian Games untuk Raih Medali

menpora_jenguk_dewi_yuliawati

Jakarta-Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), menjenguk Dewi Yuliawati yang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (27/2/2018) malam. Atlet dayung andalan Indonesia itu mengalami luka bakar dibagian tangan dan kaki kanan-kiri serta dibagian wajah akibat sengatan listrik dari kabel milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) saat berlatih persiapan Asian Games 2018 di Situ Cileunca, Pengalengan, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. “Saya senang dan bangga. Kondisi Dewi semakin membaik. Semangat terus untuk dapat segera mengikuti Pelatnas kembali, dan terus mengejar mimpi kibarkan Merah Putih di Asian Games,” tukas ayah 7 anak itu. Imam menyebut pedayung berusia 21 tahun itu merupakan pejuang bagi rekan-rekannya. Ia menambahkan dengan insiden yang dialami Dewi semua harus berbenah, tanpa perlu menyalahkan pihak manapun. “Kabel-kabel listrik yang rendah dan membahayakan segera disingkirkan. Jangan remehkan sekecil apapun hal-hal yang membahayakan atlet dalam latihan. Dan, saya sudah dapat laporan kabel tersebut saat ini sudah diputus dan dipindahkan,” urai suami dari Shobibah Rohmah itu. Tak lupa, pria asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, RSUD Soreang, orang tua, serta rekan-rekan sesama Pelatnas yang telah sabar memberikan perawatan untuk Dewi. “Dewi itu atlet hebat. Saya optimis dapat segera kembali ke Pelatnas dan ikut Asian Games untuk mendapatkan medali. Dewi juga sudah menyampaikan ingin segera kembali ke Pelatnas. Semoga ini menjadi suntikan semangat baru bagi teman-temannya juga,” tegasnya. Terpisah, dokter bedah Dik Adi Nugraha, yang menangani Dewi, mengungkapkan semua perawatan berjalan baik, dan ditargetkan pekan kedua Maret seluruh jahitan sudah dapat dilepas. “Setelah dicek dengan alat pengukur massa otot bahwa ada kabar gembira kondisi otot sangat bagus di atas masa standart. Semoga tidak ada infeksi, saya targetkan minggu ke dua bulan Maret seluruh jahitan sudah dapat dilepas,” tukasnya. (adt)

Anthony Waspada Dalam Mengahadapi Duel Dengan Momotoa, Pemain Bulutangkis Terbaik Jepang

pebulutangkis_anthony_ginting

Jakarta – Pemain tunggal andalan Indonesia Anthony Ginting berpeluang berduel dengan pebulutangkis terbaik Jepang Kento Momota di babak pertama German Open 2018 BWF World Tour Super 300, pada 6-11 Maret. Pertemuan kedua pemain ini bisa terlaksana, bila Momota mampu lolos dari babak kualifikasi yang harus dilewatinya. Pebulutangkis asal Negeri Sakura itu diketahui baru kembali bermain setalah absen dari kompetisi selama satu tahun lebih. Sedangkan Anthony saat ini bertengger diperingkat sembilan dunia. Bisa dipastikan duel kedua pebulutangkis ini sangat dinanti di German Open 2018. “Pasti Momota mau balik lagi (ke jajaran top dunia). Walaupun dia sempat absen, saya harus tetap waspadai dia. Pertemuan terakhir kami sudah lama sekali, saya sudah lama tidak melihat permainannya secara langsung,” sebut Anthony seperti dikutip situs resmi PBSI, Selasa (27/2). “Senjatanya Momota itu adalah main sabar, dia mainnya ngatur. Mirip-mirip dengan Chen Long (Tiongkok), tetapi Chen Long postur tubuhnya lebih ‘galak’, jadi kalau salah arah pengembalian bola, bisa kehilangan poin. Menghadapi Momota, saya harus bermain lebih sabar,” sambungnya. Pada turnamen Badminton Asia Team Championships 2018, beberapa waktu lalu, penampilan Anthony tidak maksimal karena mengalami cedera pada engkel kanannya. “Kondisi engkel saya sekarang sudah agak baikan,” cetus juara Daihatsu Indonesia Masters 2018 itu. (adt)

Menunggu Wajah Baru Klub “Bayi Ajaib” Persikota Tangerang

wajah-baru-persikota

Setelah luncurnya ‘lahir kembali’ Persikota Tangerang pada Minggu (11/02), klub julukan bayi ajaib tersebut menggelar seleksi terbuka untuk persipaan liga pada 26-28 Februari 2018 di Stadion Benteng, kota Tangerang. Hingga dua hari dilaksanakan, total peserta yang terlibat dalam proses seleksi mencapai 500 peserta dan nantinya akan mengerucut hingga 35 peserta. Mayoritas peserta berdomisili di Tangerang, meskipun beberapa peserta berasal dari luar kota Tangerang, bahkan luar pulau Jawa. Nursaelan, yang dipilih sebagai kepala pelatih untuk mengatasi klub Persikota mengatakan dari 500 peserta, akan memprioritaskan terlebih dahulu bagi peserta di lingkup kota Tangerang. “Kita prioritaskan di ruang lingkup kota Tangerang. Namun, jika ada yang lebih bagus, kita akan cari yang di luar lingkup Tangerang”, ujar pria kelahiran Banyumas tersebut. Proses seleksi juga terdiri dari beberapa kriteria, antaranya mengenai fisik, teknik, taktik, dan mental. “Kriteria seleksi ini kita lihat berdasarkan fisik, teknik, taktik dan mental. Tetapi, sementara ini kita lihat mereka secara skill yang kita lihat di lapangan”, tutupnya. (Dre)