Faktanya, Ini Perbedaan Mendasar Antara Esports dan Gaming

Sebagian besar masyarakat Indonesia masih awam dengan cabang olahraga eSports. Sekalinya tau bahwa eSports adalah olahraga elektronik yang berangkat dari dunia gaming, langsung disamakan seperti layaknya orang bermain game. Padahal gaming dan eSports adalah dua hal yang berbeda, Perbedaan ini terletak pada banyak hal, kalau kamu penasaran, berikut jawabannya.. Lansiran dari kompas.com, seorang pengamat eSports dan gaming menjelaskan bahwa Gaming atau bermain game itu adalah sebuah rekreasi. Gaming dimainkan saat mengisi waktu luang kamu, tidak untuk tujuan menjadi seorang professional. Sedangkan eSports merupakan profesi. Game dipakai sebagai sebuah profesi, bahkan saat main game itu adalah kerjanya. Dan saat istirahat, tidak main game tersebut. Atlet eSports mempunyai penampilan yang berbeda dari gamers pada umumnya. Atlet dilatih juga secara professional layaknya atlet-atlet olahraga tradisional lainnya. Bahkan termasuk soal kebugaran tubuh, agar menunjang peforma atlet eSports di arena pertandingan. Konsentrasi seorang atlet olahraga ini akan jauh lebih tinggi, responsif lebih cepat. Untuk menjadi seorang atlet eSports pun tak sembarangan, dibutuhkan sebuah keseriusan loh, karena ini bukan sekadar permainan mengisi waktu luang. Keseriusan dan fokus untuk menjadi pemain eSports professional harus dilatih. Masalah utama bagi kamu, generasi millennial yang ingin menekuni dunia eSports adalah manajemen waktu. Sebaiknya kamu perlu mengatur waktu antara belajar, dan latihan. Selain itu, kamu juga butuh konsistensi yang perlu dijaga selama kamu memilih untuk berkarir menjadi atlet eSports. Nah, seperti itulah perbedaannya.. Pemahaman antara berpedaan gaming dan eSports ini perlu ditekankan agar mendukung industri eSports Indonesia. Jangan sampai diantara sobatmudaNYSN, masih ada pemahaman yang campur aduk antara bermain game untuk hiburan atau kesenangan semata dengan game untuk suatu ‘profesi’ ya. Esports tentu akan menjadi permainan olahraga yang bisa memiliki dampak positif untuk Indonesia. Semangat, Indonesia!     (Kompas.com)

Unik Nih, Intip Kisah Sang Kolektor Maskot Pesta Olahraga

Pernahkah terpikir oleh mu untuk mengoleksi boneka maskot-maskot pertandingan olahraga akbar se-Asia? Tentu pemikiran yang unik bukan… tapi tak heran, bagi sebagian orang mengoleksi boneka maskot atau souvenir Asian Games menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya bagi Broto Happy Wondomisnowo. Seperti yang dikutip tempo.co (7/04/2018), awalnya kegemaran Broto Happy mengoleksi boneka maskot ini berawal dari pekerjaannya menjadi wartawan olahraga. Ketika ia datang liputan acara olahraga dunia tersebut, Broto juga mencari oleh-oleh untuk menjadi kenang-kenangan. Pilihannya tidak jatuh pada souvernir kaos atau gantungan kunci, melainkan ia lebih menyukai boneka maskot yang merupakan simbol dalam pertandingan tersebut. Koleksi boneka maskot pertamanya adalah hewan singa yang waktu itu menjadi maskot SEA Games 1993 di Singapura. Broto juga mengungkapkan punya pengalaman tidak mengenakan ksaat ia tidak bertugas meliput SEA Games 1999. Ia sempat menitip ke teman, namun tak didapat boneka tersebut. Hingga sampai akhirnya akhir tahun 99 saat mendapat tugas liputan Final Grand Prix Bulutangkis ke Brunei, ia mencari boneka anak laki-laki bernama Awang Budiman tersebut, dan ketemu! Seperti berdasarkan lansiran, Broto mengaku Ia akan menyimpan memorabilia setiap cerita, budaya yang ditonjolkan dari setiap maskot. Maskot pertandingan di perhelatan olahraga terbesar seperti Asian Games memang selalu menjadi daya tarik masyarakat. Bukan hanya karena si boneka yang lucu, namun tiap tahunnya maskot dihadirkan dengan mempunyai artinya masing-masing. Pada pertandingan olahraga akbar se-Asia tahun ini, Indonesia sendiri memilih tiga hewan sebagai maskot yang melambangkan Bhineka Tunggal Ika. Pertama, Bhin bhin yaitu burung cendrawasih, Atung si rusa Bawean dan Kaka si badak bercula satu. Maskot-maskot tersebut melambangkan ragamnya kekayaan hayati Indonesia, di mana ada Indonesia bagian timur (Bhin Bhin), Indonesia bagian tengah (Atung) dan Indonesia bagian barat (Kaka). Kalau kamu, apa koleksimu?       (tempo.co)

Kurash, Olahraga Bela Diri Paling Tua Di Dunia Tetapi Baru Akan Dipertandingkan di Asean Games 2018

Kurash-Olahraga-Bela-Diri-Terlatih-Paling-Tua-Di-Dunia-1

Pernahkah kamu mendengar olahraga bela diri Kurash? Jika kamu belum tau, olahraga Kurash ini akan menjadi salah satu cabang olahraga baru yang masuk di Asian Games. Kurash berhasil masuk berkat keputusan pada rapat Koordinasi Komite Asian Games ke-7 pada 18 Agustus 2017 lalu. Usulan Kurash masuk di Asian Games karena Kurash termasuk cabang olahraga tradisional dari Asia Tengah. Ini merupakan kesempatan bagi negara-negara Asia Tengah untuk mendapatkan medali. Namun apakah cabang olahraga Kurash tersebut? Yuk kita ulas Sejarah Kurash Kurash merupakan cabang olahraga asal Uzbekistan yang dahulu hanya digunakan sebagai kesenian dan acara hiburan tradisional. Kurash memiliki arti mencapai tujuan hanya atau dengan cara yang adil. Cabang olahraga ini juga dianggap sebagai salah satu olahraga bela diri terlatih tertua di dunia yang memiliki usia kurang lebih 3.500 tahun. Kurash sudah tercatat dalam berbagai buku sejarah, diantaranya dalam buku perjalanan Marco Polo yang menceritakan Kurash ketika menjelajah jalur sutra. Selain itu ada juga buku yang ditulis Ibnu Sina yang menyatakan Kurash adalah cara terbaik dalam menjaga kesehatan dan tubuh roh. Kurash memiliki pola dasar bela diri yang hampir sama dengan olahraga Judo dan Gulat. Namun yang membedakan Kurash ini hanya ada pada bantingan atas dan penilaian yang ketat untuk memperoleh nilai mutlak. International Kurash Association (IKA) berhasil berdiri pada tahun 1998 setelah melewati berbagai uji coba untuk penetapan standar olahraga. Di tahun 2017, anggota negara yang bergabung dalam IKA berjumlah 117 negara. Kurash memiliki hari bersejarah pada 24 Januari 2003 dimana Kurash mendapatkan pengakuan resmi dari Olympic Council of Asia (OCA) sehingga Kurash memiliki kemampuan untuk tampil di event olahraga terbuka. Setelah itu, Kurash pun mendapatkan pengakuan dari International Olympic Committe (IOC) pada tahun 2005. Jejak Kurash Di Indonesia IKA sempat mempromosikan Kurash ke Indonesia pada tahun 2011. Namun perkembangan Kurash mangkrak hingga tidak bisa melakukan pembentukan induk cabang olahraga.Di awal tahun 2016, salah satu atlet Judo Indonesia Krisna Bayu menginisiasi dan mengembangkan Kurash dengan nama Kurash Indonesia. Berdasarkan keputusan pada 15 Juni 2016 lalu, Kurash disepakati untuk berkembang dalam bentuk Anggaran Dasar  dan Anggaran Rumah Tangga Kurash Indonesia. Dr. Samsudin, M.Pd. untuk pertama kalinya menjadi ketua Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI). Ia dianggap memiliki wawasan dan rencana yang kuat untuk mengembangkan Kurash di Indonesia dan dapat menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018. Krisna Bayu saat ini menjadi Sekretaris Jenderal PBKI. Dengan begitu, Indonesia dibutuhkan persiapan untuk mengikuti cabang olahraga Kurash ini pada Asian Games 2018. PBKI sudah mempersiapkan 4 putra dan 4 putri atlet Indonesia yang akan berlaga di cabang olahraga Kurash, mereka adalah Aprilianda Adi Timur,Moch Latif, Nanda Bagus Yuniarta, Bagas Ajaya Hartanto, Anggun Nurajijah, Maria Magdalena Ince, Heka Amaya Sari Sembiring dan Chandra Ariati.(put)

Mimpi Pangya Yang Bertekad Mengembangkan Olahraga Rugby Di Indonesia

Pangya-Rugby

Pria yang memiliki nama lengkap Christoper Aditya Hardwika, atau yang biasa disapa dengan Pangya ini merupakan salah satu pemain cabang olahraga rugby yang mewakili Indonesia di berbagai kejuaraan nasional dan internasional. Ia pernah mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON), Sea Games, Tim Nasional U-20 dan masih banyak lagi. Pangya berpendapat bahwa rugby saat ini sudah mulai berkembang di masyarakat, dan ia pun bertekad untuk membuat rugby semakin populer di Indonesia. “Rugby di Indonesia pasti akan berkembang pesat. Melihat orang Indonesia yang punya spirit dan terlebih sekarang sudah banyak juga kegiatan get into rugby di berbagai daerah. Tujuannya untuk mengembangkan dengan mengadakan penyuluhan ke anak-anak sekolah, bahkan universitas supaya rugby semakin populer dan berkembang di Indonesia.”ujarnya Berawal dari bergabung di Jakarta Banteng Rugby Club, Pangya merasa sangat tertantang bermain rugby yang dapat dikatakan olahraga baru di Indonesia. Berlatar belakang rasa kekeluargaan sangat terasa, dan juga terbentuknya karena memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengembangkan rugby di Indonesia. “Saya merasa tertantang serta enjoy saat sedang bermain rugby. Rugby itu fair banget, dilapangan kita saling hajar, cuma kalau sudah selesai pertandingan ya kita ngobrol dan bercanda. Di lapangan memang serius banget, gak kenal teman. Tapi semua nya punya tujuan yang sama buat mengembangkan olahraga rugby di Indonesia.”tutur cowok yang berusia 22 tahun ini. Mahasiswa Teknik Industri Universitas Atma Jaya Jakarta ini, ternyata juga akan membela Indonesia di ajang Asian Games 2018 mendatang. Ajang PON 2016 merupakan salah satu momen yang tidak terlupakan bagi Pangya dan tim rugby Banten. Ketika melawan tim rugby Papua, jumlah pemain tim Banten sangat sedikit sehingga tidak bisa mengganti pemain yang cedera. Meski begitu, tim rugby Banten berhasil mengalahkan tim rugby Papua. “Pas eksibisi PON kemarin, tim Banten dengan pemain yang seadanya bisa menang lawan Papua di babak Semi Final, karena pertandingannya weekday dan banyak yang tidak bisa hadir. Ya walaupun menang kita dibalas di final. Pas dibalas di final, ya kita mengakui mereka lebih hebat dibanding kita. Fisik mereka lebih fit mungkin tapi kita menang di teknik saja,” tutup Pangya.(put/adt)

Uji Coba Asian Games di Undur Januari Mendatang

Rapat terbatas terkait penyelenggaraan Asian Games 2018 yang dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Sumber foto Tempo

Penjadwalan ulang oleh Indonesia untuk kejuaraan uji coba multi-cabang olahraga Asian Games 2018 dari bulan November-Desember 2017 menjadi bulan Januari 2018. Ini tentang menyusul nya penyelesaiyan renovasi sejumlah gelanggang dan stadion olahraga pada 30 desember 2017. “Kami mendapat laporan dari perwakilan Kemenpora yang mengikuti rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ada kemungkinan untuk rencana kejuaraan uji coba itu diundur paling lambat pada Januari 2018,” ujar Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto di Jakarta. Gatot menambahkan renovasi beberapa gelanggang olahraga di kawasan Gelora Bung Karno Jakarta akan selesai pada Oktober 2017. Dua gelanggang yang dijadwalkan selesai renovasi pada 8 Oktober adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno dan gelanggang Akuatik. Sedangkan Stadion Istora akan selesai direnovasi pada 8 November, terkait tentang perkembang infrastruktur untuk Asian Games 2018 laporan dari kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Diperkirakan lima gelanggang lain (Stadiom Atletik madya, Stadion basket, Stadion Sofbol dan baseball, fasilitas latihan, sepaket penataan kawasan di Gelora Bung Karno untuk zona 1, 2 dan kawasan Wisma Atlet Kemayoran) akan selesai pada Desember 2017 dua gelanggang yang akan selesai direnovasi pada 10 Juni 2017 yaitu lapangan hoki, lapangan ABC, dan lapangan tenis indoor dan outdoor, Laporan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Renovasi gelanggang yang dikerjakan oleh JakPro di lapangan equestrian Pulomas dan velodrome Rawamangun akan selesai pada Juni 2018. “Kami akan menyampaikan perubahan rencana kejuaraan uji coba Asian Games ini kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA).”Ujar Gatot. Menurut sumber tempo.co Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) 2018 Erick Thohir mengatakan akan mengundang 10 pengurus cabang olahraga yang akan menggelar kejuaraan uji coba terkait perubahan jadwal pelaksanaan kejuaraan, pada pertemuan sebelumnya dengan kesertaan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sepuluh cabang yang akan digelar untuk kejuaraan uji coba Asian Games 2018 antara lain sepak bola, atletik, panahan, bulutangkis, basket, tinju, pencak silat, taekwondo, voli indoor, dan angkat besi. (bam/adt/T.co)