PB Perpani Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Cabor Panahan

Jumlah atlet panahan Indonesia yang dikirim ke Olimpiade Tokyo 2020 merupakan terbanyak ketiga setelah bulu tangkis dan angkat besi. Dari 28 kontingen Indonesia, empat di antaranya berasal dari cabor panahan. Fakta ini seakan cukup untuk membuktikan bahwa Indonesia punya potensi cukup besar di cabang olahraga panahan. Dilansir dari Antara, Ikhsan Ingratubun selaku manajer Pelatnas mengatakan bahwa masa depan cabor panahan Indonesia memang cukup menjanjikan. Hal ini dikarenakan banyaknya atlet muda potensial yang dimiliki skuad Merah-Putih, diantaranya ialah Arif Dwi Pangestu dan Alviyanto Bagas Prastyadi. Keduanya merupakan dua atlet panahan yang mewakili Indonesia di Olimpiade 2020 bersama para atlet senior, Riau Ega Agatha Salsabila dan Diananda Choirunisa. “Mereka (Arif dan Bagas) sangat menjanjikan. Begitu juga untuk olimpiade berikutnya di Paris 2024. Di sana, mereka sudah lebih matang,” ujar Ikhsan menjelaskan. Ikhsan yang menjabat sebagai Wakil Ketua IV Bidang Hukum, Humas, dan Promosi PB Perpani itu juga mengakui kualitas Arif dan Bagas yang mampu bersaing dengan para senior. “Mereka memang masih junior tetapi angka mereka sudah bisa sejajar atau bahkan melebihi seniornya. Jadi, sangat potensial,” tuturnya. Arif, yang saat ini masih berusia 17 tahun, merupakan atlet yang menyumbang emas untuk Indonesia dalam SEA Games 2019 di Filipina. Saat itu, dia tampil pada nomor beregu putra bersama Riau Ega Salsabila dan Hendra Purnama. Bersama dengan Bagas (19 tahun), Arif lolos ke Olimpiade Tokyo setelah mengantarkan tim panahan putra Indonesia menembus final kualifikasi di Paris, Juni lalu. Keyakinan Ikhsan akan masa depan panahan Indonesia pun makin kuat setelah mendapat lampu hijau dari Kemenpora untuk menggelar Pelatnas lapis kedua. Pelatnas yang akan diikuti oleh banyak pemain muda tersebut rencananya akan dimulai pada awal Agustus mendatang. “Panahan sekarang cabang olahraga yang menjanjikan dan memiliki potensi menjuarai berbagai ajang besar,” ujar Ikhsan memungkasi.

Inilah Tips Berprestasi Ala Nyimas Bunga Cinta

Inilah Tips Berprestasi Ala Nyimas Bunga Cinta

Nama Nyimas Bunga mulai mencuat saat ia berhasil meraih medali perunggu pada nomor women’s street pada cabang olahraga skateboard Asian Games 2018. Bukan hanya meraih prestasi, ia juga menjadi atlet termuda yang meraih medali pada gelaran Asian Games 2018. Nyimas Bunga Cinta lahir pada 13 April 2006, putri dari pasangan suami-isteri Didiet Rio dan Ika Damayanti. Ia sulung dari tiga bersaudara. Rasa penasarannya terhadap skateboard berawal karena melihat vidio aksi skateboarder di media sosial sejak kelas 2 SD. Ia kemudian sering mencoba-coba papan beroda itu, berulang kali terjatuh hingga menangis. Namun, Bunga terus bangkit dan bermain lagi. “Skateboard is fun, menyenangkan,” kata Bunga tentang alasannya memilih olahraga itu. Bunga makin serius menekuni skateboard ketika duduk di kelas 5 SD. Bakatnya terus diasah dengan bantuan Anthony Adam Caya, yang menjadi pelatihnya di skatepark Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Anthony adalah salah satu legenda hidup skateboarder Indonesia. Ia lebih dikenal dengan nama Tony Sruntul, dan kini juga menjadi Presiden Skateboard Indonesia. Selain meraih medali pada Asian Games 2018, Bunga juga beberapa kali meraih medali. Diantaranya adalah medali perunggu pada kejuaraan Vans Park Series Asia Continental di Singapura dan medali perak pada SEA Games 2019. Sebagai generasi muda yang namanya sudah mencatat banyak prestasi dalam bidang olahraga, Bunga membagikan tips kepada seluruh remaja Indonesia untuk terus berkarya dan mengukir prestasi di usia muda. Bunga mengajak semua teman-teman remaja lainnya untuk menjadi seorang yang berani untuk mencoba hal baru. Dengan begitu, maka akan lebih mudah untuk mengeksplor bakat apa yang cocok dengan dirimu. “Terus pantang menyerah, berusaha, kerja keras, dan kalau jatuh ya bangun lagi,” pesan Bunga, dilansir Pop Mama. Di usianya yang masih cukup mudah, Bunga juga memiliki motivasi besar demi mencapai target yang ia harapkan. Ketika ditanya, apa target yang ingin ia gapai sebagai seorang atlet muda? Bunga menjawab, “Target aku dari awal main skate itu adalah beli rumah dan sekarang aku lagi mengejar untuk ikut Asian Games, Sea Games dan Olimpiade. Jadi itulah target-target yang mau aku raih.” Untuk mengejar semua target tersebut memang tidaklah mudah, namun Bunga terus berusaha dan meyakinkan dirinya bahwa kelak ia bisa menggapai satu persatu target yang telah ia tentukan. Itulah tips dari Nyimas Bunga Cinta yang memulai suatu hobi menjadi atlet berprestasi. Semoga cerita Bunga di atas bisa menjadi inspirasi bagi anak mama untuk tetap semangat dalam berprestasi di usia muda, ya.

Taekwondoin Muda Indonesia Sabet Juara Dunia

Luar biasa! Andi Sultan mampu menjadi juara dunia setelah berhasil meraih point tertinggi di ajang World Taekwondo Poomsae Open Challenge II 2021. Andi menjadi yang terbaik usai mengalahkan taekwondoin dari sejumlah negara, Senin, 12 Juli 2021. Andi Sultan mengumpulkan poin tertinggi 6.860, mengalahkan peringkat kedua asal Iran, M. Habibzadeh yang mengumpulkan skor 6.760 dan harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diraih oleh taekwondoin O. Martinez, asal Meksiko dan H. Shi, asal Macao. World Taekwondo Poomsae Open Challenge 2021 adalah, ajang kejuaraan daring yang digelar oleh Badan Taekwondo Dunia (World Taekwondo) sepanjang tahun 2021 ini. Kejuaraan ini terbagi dalam 3 tahap. World Taekwondo Poomsae Open Challenge I 2021 mempertandingkan untuk kategori junior (pasangan dan tim). World Taekwondo Poomsae Open Challenge II 2021 mempertandingkan kategori cadet (pasangan dan tim) dan World Taekwondo Poomsae Open Challenge III 2021 mempertandingkan kategori senior dan kategori Para (disabilitas). Di akhir tahun nanti, 8 peserta terbaik dari masing-masing tahap kembali akan bertarung di grand final open challenge. Di ajang kejuaraan dunia level G.2 ini, Timnas Taekwondo Indonesia mengikuti kategori kadet dengan menyertakan 3 orang atletnya. Ketiga atlet tersebut adalah Muhammad Nadim Fathurahman Hemawan, asal Jawa Barat yang tampil di nomor Poomsae recognize Male, Naylana Khansa Janeeta, asal Jawa Barat yang tampil di nomor Poomsae recognize Female & Freestyle dan Andi Sultan, atlet asal DKI Jakarta yang tampil di nomor poomsae freestyle Male. Keberhasilan Andi Sultan tak lepas dari analisis pelatih timnas Poomsae Mr. Shin Seung Jung yang melihat potensi atlet ini yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Selain prestasinya, menurut pelatih asal Korea itu, Andi Sultan yang aktif di media sosial dengan banyak memperagakan atraksi freestyle taekwondonya, memang memiliki karakter dan bakat yang luar biasa dan sangat membantu penilaiannya dalam melihat potensi atlet tersebut. “Era digital teknologi informasi saat ini, memang memungkinkan kita bisa menilai kapasitas para atlet. Dan para pelatih seyogiayanya juga bisa mendorong perkembangan kualitas atlet melalui ekspose media sosial. Andi Sultan adalah salah satu contoh, bagaimana dirinya mampu meyakinkan para pelatihnya, baik di level klub, Pengprov maupun khususnya pelatih nasional terkait kapasitas teknik dan skillnya memperagakan jurus dan akrobatik dalam taekwondo,” ujar pelatih yang juga mengantarkan Defia Rosmaniar meraih Emas Asian Games 2018 lalu itu. Senada dengan Mir. Shin, Pelatih Nasional Poomsae Maulana Haidir menyampaikan, dengan kemampuan presentasi skill para atlet melalui media sosial yang dimilikinya, kedepan untuk bisa lebih mematangkan dan mengefektifkan pola dan proses seleksi atlet, sistem audisi bisa menjadi suatu alternatif yang bisa diterapkan. Menurutnya, ini memungkinkan kita bisa lebih optimal melakukan penjaringan atlet berbakat secara efektif dan efisien dan mampu mengakomodir potensi para atlet yang tersebar hingga kepelosok daerah yang mungkin saja tidak terjangkau atau teridentifikasi oleh pengurus di daerah. “Tinggal teknis, mekanisme dan parameternya perlu diatur saja dengan melibatkan pengurus di daerah,” ujar Maulana. Untuk diketahui bahwa, Andi Sultan adalah atlet asal DKI Jakarta. Selain aktif di taekwondo, dirinya juga pemegang gelar juara nasional INC Master 2020, sebuah kompetisi tingkat nasional dalam memperagakan keahlian menggunakan alat beladiri nunchaku. Dengan keahlian freestyle taewondo dan kemahirannya menggunakan nunchaku itulah, dirinya saat ini sukses menjadi aktor laga di sebuah sinetron dilayar kaya di salah satu televisi swasta. Terkait dengan keberhasilan Andi Sultan meraih medali emas di ajang kejuaraan dunia tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki mengucapkan selamat dan berharap capaian prestasi tersebut dapat meningkatkan semangat dan motivasi bagi atlet lainnya untuk bisa berprestasi tingkat dunia. Senada dengan Ketua Umum PBTI, Kabid Humas PBTI, Kolonel Ruminta juga mengapresiasi atas Raihan Taekwondoin Indonesia Andi Sultan. “Sebagai salah satu pengurus PBTI, tentunya saya bangga dengan apa yang di capai oleh Andi Sultan. Artinya kita punya atlet masa depan yang potensial untuk di kembangkan lebih lanjut,” ujar mantan Kapendam Jaya mengakhiri keterangannya.

Ternyata Ada “Wakil” Ketiga Indonesia di Nomor Tunggal Putra Olimpiade Tokyo

Ternyata Ada "Wakil" Ketiga Indonesia di Nomor Tunggal Putra Olimpiade Tokyo

Pergelaran turnamen olahraga terbesar sedunia Olimpiade Tokyo 2020 sudah semakin dekat. Hanya tinggal hitungan hari pesta olahraga empat tahunan sekali tersebut akan segera bergulir. Para negara peserta pun mulai mengirimkan kontingen mereka untuk mewakili di setiap cabang olahraga. Tim bulu tangkis Indonesia menjadi salah satu yang pertama untuk bertolak ke Negeri Sakura. Mereka tiba di Bandara Haneda Jepang, pada Jumat (9/7/2021) lalu. Saat tiba di Haneda, seluruh kontingen telah menjalani tes PCR dan hasil seluruhnya negatif. Setelah transit sekitar sembilan jam, rombongan melanjutkan penerbangan ke Prefektur Kumamoto. Tim bulu tangkis Indonesia mengirimkan total 11 atlet, terbanyak diantara wakil Indonesia di cabang olahraga lain. Dari 11 atlet tersebut, 2 diantaranya merupakan wakil di nomor tunggal putra. Keduanya ialah Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Namun, ternyata ada tunggal putra asal Indonesia lain yang tampil di Olimpiade. Dialah Ade Resky Dwicahyo. Pada Olimpiade kali ini, ia bakal memperkuat Azerbaijan. Nama Ade sendiri tak asing di telinga para fans bulu tangkis Indonesia. Pebulutangkis yang baru menginjak usia 23 tahun tersebut memiliki karir yang cukup unik. Ade sempat memperkuat tim Indonesia di dua turnamen beregu. Dua turnamen yang dimaksud adalah Kejuaraan Junior Asia dan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis pada 2016 lalu. Namun dua tahun berselang, Ade mengambil keputusan besar dengan hijrah ke Azerbaijan. Tak disangka, keputusannya itu mengubah jalan karier bulu tangkisnya. Ade mulai berhasil meraih gelar di beberapa turnamen internasional. Tercatat, Ade sukses memenangi 13 titel BWF International Challenge dan enam kali keluar sebagai runner-up. Selain sebagai pemain tunggal putra, Ade ternyata juga aktif berlaga di nomor ganda putra. Berpasangan dengan Azmy Qowimuramadhoni, pemain binaan PB Exist ini sempat terjun di enam turnamen berbeda. Saat ini, pebulutangkis kelahiran 13 Mei 1998 itu menempati peringkat ke-71 dunia untuk nomor tunggal putra dan ranking ke-224 di sektor ganda putra.

Profil Rezcan Mass, Pelari Muda Asal Medan

Profil Rezcan Mass Siregar, Pelari Muda Asal Medan

Sumatera Utara memang dikenal kerap menyumbang para atlet-atlet berbakat. Rezcan Mass Siregar merupakan satu di antara atlet muda berbakat asal Sumatera Utara. Ia merupakan pelari dengan nomor lomba, menengah dan jauh. Diakui Rezcan, ia memulai mengenal dunia atletik sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Ia awalnya hanya ikut-ikutan. Namun, saat duduk di bangku kelas 2 SMP, ia mulai serius pada cabang olahraga (cabor) itu. “Pas SMP kelas 2, kalo gak salah tahun 2016. Alasannya karena termotivasi dari kakak saya sendiri yang juga menggeluti olahraga lari. Beliau pernah juara nasional maupun internasional,” ujar Rezcan, Minggu (4/7/2021). Diketahui, Rezcan merupakan adik kandung dari pelari wanita, Nyai Prima Agita Siregar. Nyai pernah menorehkan prestasi di berbagai kompetisi olahraga, diantaranya, meraih medali emas di nomor lari 10.000 meter puteri pada ajang Porwil Sumatera, tahun 2015, Bangka-Belitung. Prestasi-prestasi inilah yang memotivasi Rezcan semakin aktif menggeluti dunia atletik, khususnya lari. Ia mengatakan, pertama kali bergabung dengan atletik, di klub Parluatan Athletic Club. Rezcan mengisahkan tentang kompetisi yang paling berkesan menurutnya. Saat itu ia kali pertama menjadi perwakilan Indonesia di ajang kompetisi internasional. “Itu pas di Hongkong, kejuaraan Asian School Cross Country, tahun 2017. Alhamdulillah juara 1, di kategori 4 Km. Kenapa berkesan, karena waktu itu pertama kalinya berlomba di luar negeri. Jadi saya ngerasa sangat bangga, bisa berlomba untuk Indonesia dan alhamdulillah pertama kali ke luar negeri dapat medali emas,” katanya. Biodata: Nama: Rezcan Mass Siregar Tempat, Tanggal Lahir: Pintu Langit Jae, 13 Januari 2002 Daftar Prestasi: 1. Jatim Open – Remaja Junior (2016): Meraih medali emas lari 3.000 m. 2. Kejurnas Remaja Junior Jakarta (2016): Meraih medali emas lari 1.500 m & medali perunggu 3.000 m. 3. Popnas Jateng (2017): Meraih medali perak lari 5.000 m. 4. Kejurnas Antar PPLP Papua (2017): Meraih medali perak lari 5.000 m. 5. Asian School Cross Country Championship Hongkong (2017): Meraih medali emas lari 4 Km individu & medali perunggu di beregu (tim). 6. Kejurnas Antar PPLP Gorontalo (2018): Meraih medali emas lari 5.000 m. 7. SEA Youth Thailand (2018): Meraih medali perunggu lari 3.000 m. 8. Kejurnas Remaja Junior GBK (2018): Meraih medali emas lari 3.000 m & perak 1.500 m. 9. Kejurnas Antar PPLP Babel (2019): Meraih medali emas lari 5.000 m & perak 1.500 m. Sumber: Tribun Medan

Berkenalan Dengan Shiva, Petembak Muda Sarat Prestasi

Berkenalan Dengan Shiva, Petembak Muda Sarat Prestasi

Meraih prestasi di kompetisi internasional dan masih dalam usia muda tentu saja menjadi kebanggan setiap atlet. Hal ini jugalah yang dirasakan penembak asal Medan, Sumatera Utara, Shiva Awallu Nissa saat tampil di kompetisi bergengsi skala internasional dan berhasil meraih prestasi. Saat usianya masih 19 tahun, Shiva berhasil meraih medali emas pada perhelatan South East Asia Shooting Association (SEASA) dan Indonesia Shooting Championship Open Tournament, tahun 2019 lalu. “Sebenarnya pertandingan tersebut bikin tegang sih, karna lawannya selain dari beberapa daerah juga beberapa negara di Asia Tenggara,” ujarnya kepada Tribun Medan, Kamis (8/7/2021). Pada perhelatan itu, gadis yang akrab disapa Shiva ini mampu menciptakan rekor dengan meraih poin 550 di nomor lomba menembak 10-meter air pistol puteri. Lebih lanjut, Shiva mengatakan, keberhasilannya mengukir prestasi gemilang di usia belia bukanlah sebuah keberuntungan belaka. Proses menuju ke titik ini sudah ia mulai sejak usianya masih terbilang belia. Diakuinya, ia sudah familiar dengan olahraga menembak sejak masih duduk di kelas 3 SMP. Hal itu terjadi, karena ia sering melihat kakak sepupunya, Derli Amalia Putri, yang juga merupakan atlet menembak, berlatih. Selain itu, ia tertarik dengan olahraga membidik target ini karena mempunyai cita-cita sebagai polwan. “Awalnya saya lihat kakak sepupu saya ikut menembak. Dari situ saya mulai tertarik dengan menembak. Setelah saya mengikuti latihan, saya mulai suka menembak dan sekarang menembak jadi bagian dari hidup saya,” ucapnya. Dikatakan Shiva, awalnya aktif sebagai atlet saat masih SMA di Aceh. Ketika kembali ke Medan, ia masuk ke klub menembak Anugerah Shooting Club. Dari sini ia mulai berkembang menjadi atlet profesional. Pertama sekali turun ke gelanggang tahun 2015 mewakili Aceh di kompetisi Jabar Open. Pada kompetisi itu ia langsung menyabet medali emas. Pada tahun 2017 ia kembali ke Medan, dan mengikuti ajang Porkot Medan ke-9. Pada kompetisi ini ia juga menjadi juara satu di nomor lomba 10 m air pistol puteri. “Terbaru, saya akan bertanding di PON Papua, dengan nomor lomba yang sama,” katanya. Biodata: Nama: Shiva Awallu Nissa Tempat, Tanggal Lahir: Medan, 11 April 2000 Prestasi: – Juara 1 Air Pistol Putri Porkot Medan ke-9 tahun 2017 – Juara 1 Air Pistol Putri Porwil Kota Medan IV tahun 2018 – Juara 1 Air Pistol Putri Porkot Medan X tahun 2018 – Juara 3 Air Pistol Putri Sriwijaya Open Championship tahun 2018 – Juara 3 Air Pistol Team Kejurnas Menembak Antarpengprov tahun 2018 – Juara 2 Air Pistol Mix Team Kejurnas Pangdam Jaya tahun 2019 – Juara 2 Air Pistol Putri Porwil Kota Medan V tahun 2019 Sumber: Tribun Medan

Inilah Lawan Garuda Muda Pada Kualifikasi Piala AFC U-23

Inilah Lawan Garuda Muda Pada Kualifikasi Piala AFC U-23

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) baru menuntaskan drawing babak Kualifikasi Piala AFC U-23 2022 di Tashkent, Uzbekistan, pada Jumat (9/7/2021). AFC telah mengundi 42 negara untuk disebar ke dalam 11 grup, dari Grup A hingga K pada babak Kualifikasi Piala AFC U-23 2022. Berdasarkan hasil drawing tersebut, Timnas Indonesia U-23 tergabung di Grup G (Timur) pada babak Kualifikasi Piala AFC U-23 2022. Tim Garuda Muda bakal menghadapi Australia, China, dan Brunei Darussalam. Timnas Indonesia U-23 akan menjadi tuan rumah untuk Grup G. Babak Kualifikasi Piala AFC U-23 2022 rencananya bakal bergulir pada Oktober 2021. Timnas Indonesia U-23 dijadwalkan menghadapi Tiongkok pada partai pertama, kemudian melawan Australia di laga kedua, dan Brunei Darussalam dalam matchday terakhir. 📢 Presenting the 1️⃣1️⃣ groups for #AFCU23 Qualifiers! The competition will be played from Oct 23-31, 2021. Which 15 teams will join 🇺🇿 Uzbekistan in the 2022 Finals? pic.twitter.com/oF5PtHe3cg — #AsianQualifiers (@afcasiancup) July 9, 2021 Piala AFC U-23 2022 akan digelar di Uzbekistan pada 1 hingga 19 Juni 2022. Sebanyak 15 negara akan memperebutkan tiket untuk menemani tuan rumah lolos ke putaran final. Piala AFC U-23 adalah turnamen sepak bola usia di bawah 23 tahun yang berlangsung dua tahunan. Pada edisi sebelumnya, Korea Selatan berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Arab Saudi. Sementara itu, terkait hasil drawing, Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengatakan bahwa Timnas Indonesia siap menghadapi ajang kualifikasi tersebut. Babak Kualifikasi Grup G akan berlangsung pada 27 hingga 31 Oktober mendatang di Indonesia. “Kami menargetkan Indonesia dapat lolos ke putaran final Piala AFC U-23 2022. Apalagi di babak Kualifikasi Piala AFC U-23 2022 kami menjadi tuan rumah Grup G,” kata Yunus. “Untuk itu, PSSI ingin pelatih Shin Tae-yong dapat mempersiapkan tim dengan maksimal untuk mengikuti event tersebut. PSSI tentu mendukung penuh program latihan dari pelatih Shin Tae-yong demi torehan terbaik Timnas Indonesia,” tambahnya. Jadwal Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala AFC U-23 2022 27 Oktober 2021, Tiongkok vs Indonesia 29 Oktober 2021, Indonesia vs Australia 31 Oktober 2021, Indonesia vs Brunei Darussalam

Bersiap! Pencarian Atlet e-Sports Kembali Digelar

Bersiap! Pencarian Atlet e-Sports Kembali Digelar

Ajang pencarian para bintang atlet e-Sports Mobile Legends 2021 akan kembali digelar. Turnamen e-Sports Star Indonesia musim kedua rencananya bakal dimulai Agustus hingga November 2021 mendatang. Kepastian digelarnya ajang olahraga elektronik ini dengan adanya kerjasama PT Esports Star Indonesia dengan Moonton selaku pengelola gim Mobile Legends. Esports Star Indonesia memilih gim Mobile Legends karena merupakan gim seluler peringkat 1 di Indonesia berdasarkan pengguna aktif bulanannya menurut Hootsuite. Di musim kedua, ada beberapa terobosan yang akan dilakukan, salah satunya dengan kehadiran Celebrity Gamers sebagai manager di masing-masing tim. Nantinya para manager akan beradu strategi dibantu pelatih untuk membentuk tim ideal. Beberapa artis yang akan menjadi manager antara lain Olla Ramlan, Edho Zell dan Tiara Andini. “Tentunya saya sangat senang dan bangga dipilih menjadi salah satu manager di Esports Star Indonesia kali ini. Karena pada dasarnya saya memiliki ketertarikan untuk membangung komunitas e-Sports khususnya mencari bakat anak muda Indonesia,” kata Olla Ramlan secara virtual, Selasa (6/7/2021). Pada musim pertamanya, Esports Star Indonesia dimenangi oleh tim Blue Rhinos. Pemain andalan Blue Rhinos, Jodie Bun (Jbun) menjadi pemain terbaik atau MVP. Menjadi MVP, Jbun otomatis bergabung dengan tim e-Sports profesional RRQ. Antusiasme pecinta e-Sports untuk ikut ajang pencarian bakat ini sangat besar. Di musim pertama, ada lebih dari 27.000 orang yang mendaftar Esports Star Indonesia. “Tentunya target kami, program ini akan menjadi ajang pencarian bakat yang dapat melahirkan bintang-bintang e-Sports yang nantinya dapat bersaing di kancah nasional dan internasional,” ujar Direktur Utama PT Esports Star Indonesia, Valencia Tanoesoedibjo.

Rizky Ridho Masuk Radar Klub K-League 1

Rizky Ridho Masuk Radar Klub K-League 1

Satu lagi pemain muda Indonesia yang disebut akan bergabung ke klub Korea Selatan, yakni Rizky Ridho. Tak tanggung-tanggung, bek muda berusia 19 tahun itu disebut-sebut masuk dalam radar klub asal K-League 1. Pesepakbola asal klub Persebaya Surabaya itu diisukan diminati oleh Pohang Steelers. Sama seperti Pratama Arhan, isu Rizky Ridho juga dihembuskan oleh akun media sosial asal Korea. Bahkan, kabar klub Korea kepincut dengan Arhan sudah terdengar lebih dahulu. Arhan disebut akan menjadi pemain asing klub K-League lainnya, Seongnam FC. 🇰🇷 Overview of K League 1 foreigners including latest rumours Right now in K League 1 are nine Brasilians and five Serbians active. Also remarkable that there might be six Australians playing in K1 soon. Right now there is one ASEAN player in the first division. #KLeague #K리그 pic.twitter.com/Xkef7GDHNw — Korea football (inactive) (@CLvis91) June 30, 2021 Andai benar, Rizky Ridho dan Pratama Arhan akan menyusul Asnawi Mangkualam yang sebelumnya sudah lebih dahulu bermain di Korsel. Sebagai pengingat, K League (K League 1 dan K League 2) punya kuota khusus buat pemain ASEAN. Sejauh ini, Asnawi bermain cukup baik sehingga diyakini klub-klub Korea mulai membuka mata terhadap bakat-bakat dari Indonesia. Terlebih ada koneksi dari pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong yang bisa menjadi informan kepada klub-klub Korea soal kualitas pemain Indonesia. Rizky sendiri saat ini masih berstatus pemain Persebaya Surabaya. Situs Transfermarket mencatat, pemain kelahiran 21 November 2001 itu memiliki kontrak bersama Persebaya hingga 31 Desember 2023.

Satu-satunya Wakil Tunggal Putri, Gregoria Harapkan Hasil Maksimal di Olimpiade Tokyo

Satu-satunya Wakil Tunggal Putri, Gregoria Harapkan Hasil Maksimal di Olimpiade Tokyo

Menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal putri, Gregoria Mariska tak ingin terbebani dan berharap bisa melewati satu demi satu pertandingan dengan maksimal. Pebulutangkis berusia 21 tahun tersebut mengharapkan hasil maksimal di Olimpiade kali ini. Selain menjadi wakil tunggal putri satu-satunya, Gregoria juga merupakan debutan untuk Olimpiade. Hal tersebut sempat mengganggu konsentrasinya. “Pikiran saya sempat berkecamuk, tabrakan gitu. Di satu sisi saya senang bisa tampil di Olimpiade, tapi di sisi lain saya bertanya-tanya, apakah saya sudah layak main di sana?” tutur Gregoria saat diwawancara Tim Humas dan Media PP PBSI, Jumat (2/7) siang. “Tampil di ajang sebesar Olimpiade dengan lawan-lawan yang sudah punya nama dan prestasi besar, membuat saya sempat merasa belum mampu bersaing, apalagi dengan hasil turnamen terakhir saya yang kurang memuaskan. Tapi seiring waktu, saya coba melupakan pikiran itu. Sekarang saya sudah lebih lepas dan siap menghadapinya karena saya berpikir kalau saya menyia-nyiakan kesempatan tahun ini, belum tentu saya bisa punya kesempatan lagi di tahun 2024 nanti,” lanjut Gregoria. Gregoria sendiri saat ini masih dalam tahap latihan ekstra untuk mencapai titik maksimal. Selama dua minggu terakhir, juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 ini mengaku menjalani program latihan yang berat. “Persiapan dua minggu terakhir ini, dari pelatih saya diberi latihan ekstra, seperti penambahan latihan besi dan peningkatan fisik, juga termasuk latihan di dalam lapangannya. Intens banget programnya,” ungkap Gregoria. “Selain itu, di sisi nonteknis mulai tahun ini saya mencoba untuk konsultasi ke psikolog karena masalahnya kan mindset saya sudah lumayan lama kalau bisa dibilang seperti ini. Dari tahun 2019 masih begitu-begitu saja masalahnya. Unggul jauh, terkejar lalu kalah. Jadi saya merasa perlu ada orang yang bisa pelan-pelan mengubah mindset itu dan membuat saya kembali percaya diri,” kata Gregoria lagi. Gregoria yang saat ini berperingkat 23 dunia berharap mampu tampil baik di Olimpiade Tokyo mendatang. “Untuk nanti di Olimpiade, saya mencoba untuk terus menyemangati diri sendiri tanpa memikirkan hasil. Kadang yang membuat saya tidak bisa nengontrol diri sendiri itu karena terlalu menggebu-gebu. Jadi sebisa mungkin motivasi itu dijadikan sesuatu hal yang positif, bukan menjadi merugikan,” tukas Gregoria. “Harapan di Olimpiade nanti, pastinya mau hasil terbaik. Apalagi saya sudah diberi kesempatan untuk tampil karena tidak semua atlet punya kesempatan tampil di sana. Saya beryukur mendapat kesempatan itu dan saya mau maksimalkan tanpa banyak berpikir macam-macam. Saya harus lebih tahu saja apa yang akan saya lakukan nanti,” tutupnya. Sebagai catatan, Indonesia sejauh ini sudah meloloskan 28 atlet yang akan berlaga pada Olimpiade Tokyo 2020, Juli mendatang. 11 orang diantaranya berasal dari cabang olahraga bulu tangkis sekaligus menjadi cabang yang paling banyak mengirim wakil.

Atlet Panjat Tebing Indonesia Juara IFSC World Cup 2021 di Swiss

Atlet Panjat Tebing Indonesia Juara IFSC World Cup 2021 di Swiss

Atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia, Veddriq Leonardo, menorehkan prestasi gemilang dalam ajang IFSC World Cup 2021 di Swiss, pada Jumat (2/7/2021) malam waktu setempat. Atlet 24 tahun tersebut sukses menaklukkan wall atau dinding panjang setinggi 15 meter dalam waktu 5,32 detik. Catatan tersebut jauh lebih baik daripada rivalnya di final, Dmitrii Timofeev (Rusia), yang kalah cepat sejak awal dan hanya menorehkan waktu 7,35 detik saja. Veddriq Leonardo mengaku sangat senang karena sukses berdiri di podium utama ajang panjat tebing sekelas IFSC World Cup 2021 lagi. “Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang terus mendukung saya,” ujar Veddriq usai lomba seperti dilansir dari Olympics.com. “Saya sangat senang bisa meraih medali emas. Saya sangat antusias dengan hasil yang saya dapat dalam kompetisi besar seperti ini,” lanjutnya. Ini menjadi gelar juara dunia kedua dalam sebulan terakhir untuk atlet asal Kalimantan Barat setelah kemenangan di ajang Climbing World Cup 2021, Salt Lake City, Amerika Serikat, awal bulan Juni lalu. And that's it! Veddriq Leonardo wins it! 🇮🇩 Watch more sport climbing on https://t.co/RG08DMKMzK 🧗#VillarsWC #ClimbingSurOllon pic.twitter.com/ot8D7CyoBf — The Olympic Games (@Olympics) July 2, 2021 Saat itu, Veddriq mampu mengemas catatan waktu 5,208 detik untuk memastikan medali emas di Salt Lake City. Tidak hanya dari Veddriq, Indonesia juga mendapatkan tambahan medali di ajang yang sama dari Kiromal Katibin. Kiromal Katibin tampil apik di small final hari Jumat kemarin dengan mencatatkan waktu 5,3 detik dan memastikan medali perunggu. Setelah Swiss, kejuaraan dunia panjat tebing masih menyisakan dua turnamen lagi yang akan berlangsung di Prancis dalam waktu dekat sebelum Olimpiade Tokyo resmi dibuka. Panjat tebing akan debut di Olimpiade Tokyo dengan satu nomor yang dipertandingkan, yakni combined antara tiga disiplin speed, bouldering and lead. Baik Veddriq Leonardo maupun Kiromal Katibin berharap mendapat kesempatan untuk tampil di Olimpiade Paris 2024. “Saya dan Veddriq akan terus (berupaya) membawa nama dan prestasi Indonesia ke pentas dunia,” ujarnya bulan Juni kemarin.

Daftar Atlet Indonesia yang Berangkat ke Olimpiade Tokyo

Daftar Atlet Indonesia yang Berangkat ke Olimpiade Tokyo

Olimpiade Musim Panas atau Summer Olympics sudah di depan mata. Indonesia akan mengirimkan 28 atletnya ke Olimpiade yang kali ini digelar di Tokyo, Jepang, pada 23 Juli-8 Agustus tersebut. Mereka semua telah lolos kualifikasi dan paling banyak berasal dari cabang olahraga (cabor) bulu tangkis. Sebanyak 28 atlet itu akan berkompetisi pada delapan cabang olahraga, yaitu bulu tangkis (11 atlet), atletik (2 atlet), panahan (4 atlet), menembak (1 atlet), dayung (2 atlet), angkat besi (5 atlet), surfing (1 atlet) dan renang (2 atlet). Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengatakan, jumlah tersebut sudah melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni 22 atlet. “Tahun ini, Alhamdulillah, kami bisa memberangkatkan 28 atlet yang sudah lolos kualifikasi (Olimpiade),” kata Oktohari dalam temu media virtual seperti dilansir Antara, Selas (29/6/2021). “Insyaallah, sesuai dengan rapat terakhir dengan Kemenpora, kita akan mencapai posisi 40 besar di Tokyo. Kami tidak menggunakan patokan (perolehan) medali, tetapi peningkatan peringkat dari posisi ke-46 di Olimpiade 2016 Rio menjadi posisi ke-40,” tambahnya soal target Indonesia di Olimpiade Tokyo. Pria yang akrab disapa Okto itu mengatakan, KOI juga akan memberangkatkan satu atlet tambahan, yakni peselancar I Ketut Agus Aditya Putra. Menurut Okto, Ketut mendapat undangan resmi dari Federasi Surfing Internasional (ISA) dengan status atlet pengganti seandainya ada peserta yang sudah lolos kualifikasi, tetapi tidak mengisi slot di Tokyo nanti. “Sebenarnya dari surfing, Ketut tetap akan kami berangkatkan karena itu sudah regulasi dari ISA seandainya ada yang gagal (berangkat ke Tokyo), ada penggantinya. Nah, Ketut ini ada di daftar pengganti,” jelas Okto. Sementara untuk cabang senam, hingga saat ini belum ada kepastian apakah Indonesia dapat mengirimkan satu atletnya melalui jalur wildcard. KOI masih menunggu surat resmi dari International Gymnastics Federation (FIG). “Untuk cabang senam, kami masih menunggu (undangan) dari federasi internasionalnya. Tetapi, kami tetap harus kunci (jumlah atlet) perencanaan kami sehingga kami tetapkan 28 atlet yang berangkat (ke Olimpiade). Apabila ada perubahan, nanti kami akan sesuaikan,” tutup Okto. Berikut 28 atlet Indonesia yang ke Olimpiade Tokyo: Bulu tangkis 1. Anthony Sinisuka Ginting (Tunggal Putra) 2. Jonatan Christie (Tunggal Putra) 3. Gregoria Mariska Tunjung (Tunggal Putri) 4. Greysia Polii (Ganda Putri) 5. Apriyani Rahayu (Ganda Putri) 6. Kevin Sanjaya Sukamuljo (Ganda Putra) 7. Marcus Fernaldi Gideon (Ganda Putra) 8. Mohammad Ahsan (Ganda Putra) 9. Hendra Setiawan (Ganda Putra) 10. Praveen Jordan (Ganda Campuran) 11. Melati Daeva Oktavianti (Ganda Campuran) Atletik 12. Lalu Muhammad Zohri (100 m putra) 13. Alvin Tehupeiory (100 m putri – wildcard) Panahan 14. Diananda Chairunisa (Recurve perorangan putri) 15. Riau Ega Salsabila (Recurve perorangan dan beregu putra) 16. Arief Dwi Pangestu (Recurve beregu) 17. Bagas Prastayadi (Recurve beregu) Menembak 18. Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba (10m air rifle) Rowing 19. Mutiara Rahma Putri (Lightweight Women Double) 20. Melani Putri (Lightweight Women Double) Surfing 21. Rio Waida (man shortboard) Angkat Besi 22. Eko Yuli Irawan (61 kg putra) 23. Deni (67kg putra) 24. Rahmat Erwin Abdullah (73kg putra) 25. Windy Cantika Aisah (49kg putri) 26. Nurul Akmal (+87kg putri) Renang 27. Aflah Fadlan Prawira (wildcard) 28. Azzahra Permatahani (wildcard)

Sabet Dua Juara Sekaligus, Petembak Muda Ini Curi Perhatian

Sabet Dua Juara Sekaligus, Petembak Muda Ini Curi Perhatian

Prestasi membanggakan diukir Khansa R. Maani. Diusianya yang baru menginjak 12 tahun, ia mampu meraih prestasi membanggakan pada tournamen menembak Kapolda Sulut Cup yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara Ke–75. Tak tanggung-tanggung, Putri kedua pasangan Santo Maani dan Nadzira Alamri warga Kelurahan Motoboi Kecil ini, menyabet juara di dua kelas berbeda. Masing-masing, Juara I di Kelas 10 Meter Air Rifle Match Women dan Juara II di Kelas Multi Range 18 Meter, 27 Meter, 33 Meter dan 41 Meter Open. Penyerahan hadiah dan trophy kepada para pemenang lomba, dilaksanakan di Halaman Polda Sulut, tepat di Hari Bhayangkara ke-75, Kamis 1 Juli 2021, yang dihadiri Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana. “Lomba menembak ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-75, sekaligus untuk menjalin sinergitas antar instansi dan mencari atlet berbakat dalam menembak,” ujar Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana usai menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba. Sebelumnya, pada tahun 2020 silam, atlet asal Kota Kotamobagu yang tercatat sebagai siswi di SMP Negeri 2 Kotamobagu ini, meraih peringkat 6 dalam kejuaraan Nasional Kelas Air Riffel 10 Meter Match Women Youth. Santo Maani, selaku orang tua sekaligus pelatih Khansa yang saat ini mengantongi lisensi nasional menembak laras panjang dan pendek, berharap adanya dukungan dan perhatian dari pemerintah melalui dinas terkait. Terpisah, saat dihubungi media ini Kepala Dinas pemuda dan olahraga (Dispora) Kota Kotamobagu, Marham Anas Tungkagi, mengaku bangga dengan prestasi yang telah ditorehkan atlet muda asal Kota Kotamobagu ini, sehingga nantinya tetap akan menjadi perhatian pemerintah. “Pada dasarnya Pemkot lewat Dispora sudah mengusulkan anggaran di tahun 2022 untuk semua cabang olahraga termasuk menembak/ Perbakin. Memang tahun ini belum ada, karena anggaran belum memadai ditambah dengan adanya refocusing untuk penanganan dampak pandemi. Namun pada intinya, semua cabor apalagi yang sudah ada prestasi adalah prioritas,” ungkap Anas.

Baru Berusia 13 Tahun, Inilah Atlet Skateboard Termuda yang akan Berkompetisi di Olimpiade Tokyo

Meski dihiasi pro dan kontra pada awal dikeluarkan keputusan, skateboard kini resmi jadi olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Selain skateboard, ada empat cabang olahraga lain, yakni selancar, baseball, surfing, karate, dan panjat tebing yang memulai debutnya atau kembali ke kejuaraan ini. Tak hanya itu, ada satu skateboarder muda yang mencuri perhatian pada Olimpiade kali ini. Skateboarder muda tersebut ialah Sky Brown. Ia menjadi atlet skateboard termuda yang akan berkompetisi di Olimpiade Tokyo 2021 dengan usia 13 tahun 11 hari. Dia dinobatkan bersama Bombette Martin yang berusia 15 tahun sebagai atlet muda yang akan mencuri perhatian di Olimpiade musim panas ini. “Ini adalah perasaan yang gila, lebih dari mimpi yang menjadi kenyataan, hanya gila,” kata Brown yang dibesarkan di Jepang dan Amerika Serikat dikutip dari Sun Sport. “Saya hanya ingin melakukan yang terbaik untuk Inggris dan bahkan lebih luar biasa bagi saya untuk memiliki rekan setim,” lanjutnya. Ayah Sky Brown, Stu, yakan bertindak sebagai pendamping atlet Brown di Tokyo adalah orang Inggris, sedangkan ibunya, Mieko adalah keturunan Jepang. Luar biasanya, Brown kini telah bangkit kembali dari cedera serius tahun lalu ketika dia menderita patah tulang tengkorak serta patah pergelangan tangan yang hampir memupuskan mimpinya untuk tampil di olimpiade. Sejak usia 8 tahun, Brown telah menjadi peserta termuda di Vans US Open. Sejak saat itu, berbagai prestasi mampu diraih oleh Brown, termasuk memenangkan acara TV AS Dancing with the Stars: Juniors, bersama mitra JT Church. Selain itu, ia juga menjadi wanita pertama yang menyelesaikan trik ‘frontside 540’. Sebelumnya, rekor atlet termuda Olimpiade dipegang oleh Margery Hilton yang berusia 13 tahun 44 hari ketika dia berkompetisi di Olimpiade Amsterdam 1928 dalam renang gaya dada 200m.

NBA Gelar Program Virtual NBA Academy Women

NBA Gelar Program Virtual NBA Academy Women

National Basketball Association (NBA) mengumumkan peluncuran Virtual NBA Academy Women, program pengembangan olahraga basket dan kepemimpinan selama delapan pekan untuk lebih dari 40 pemain basket terbaik berusia sekolah menengah atas (14-17 tahun) dari luar AS. Global Technical Director Program NBA Academy Women dan Peraih Medali Emas Olimpiade 1996, Jennifer Azzi menjelaskan, peserta akan bertemu dengan pemain sebaya lain dari seluruh dunia dan ambil bagian dalam program basket serta pengembangan keterampilan hidup (life skill) yang dibimbing langsung oleh pemain dan mantan pemain WNBA serta staf NBA Academy. Setiap orangtua atau wali yang tertarik mengajukan permohonan atas nama anak mereka harus mengirimkan profil HomeCourt anak mereka atau mengunggah video keterampilan sebagaimana dijelaskan dalam formulir permohonan di situs NBA Academy paling lambat pada 18 Juni. Peserta Program Virtual NBA Academy Women akan diumumkan pada Juni, dimana program tersebut akan dimulai pada Juli dan berlangsung hingga Agustus. Sebagai bagian dari kurikulum lapangan (on-court), peserta akan menerima pelajaran, petunjuk, dan tantangan bola basket secara virtual setiap minggunya, yang diberikan langsung oleh pemain dan mantan pemain WNBA. Pelajaran interaktif akan mencakup berbagai pelatihan menembak (shooting), pengelolaan bola (ball handling), dan pengondisian (conditioning drill) guna meningkatkan keterampilan secara menyeluruh. Atlet dengan permainan terbaik akan dipertimbangkan untuk mengikuti pengembangan dan kesempatan menunjukkan keterampilan basketnya secara langsung di masa depan. Program life skill akan tersedia dalam acara mingguan, yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, gizi, goal setting, personal branding, kesehatan mental dan kebugaran, player pathway education, dan pemberdayaan perempuan. Program akan menampilkan pembicara tamu dan pakar dari seluruh anggota NBA dan WNBA, termasuk Global Technical Director Program NBA Academy Women dan Peraih Medali Emas Olimpiade 1996, Jennifer Azzi. “Program Virtual NBA Academy Women akan melanjutkan misi kami dalam membantu perempuan muda di seluruh dunia agar dapat berkembang sebagai manusia dan pemain,” kata Azzi. “Pemain internasional memberikan dampak berarti di semua tingkatan permainan untuk perempuan dan program ini akan membantu pemain basket internasional dapat terhubung dengan pemain-pemain lain, belajar langsung dari pemain WNBA, dan melanjutkan perkembangan mereka,” kata Jennifer Azzi. Sejak Program NBA Academy Women diluncurkan pada 2018, 25 peserta berkomitmen bersekolah di Divisi I NCAA. Han Xu dari Cina menjadi peserta pertama Program NBA Academy Women yang mengikuti WNBA Draft dan terpilih pada urutan ke-14 secara keseluruhan oleh New York Liberty pada WNBA Draft 2019.

Serius Bina Atlet Muda, Jawa Timur Siap Bangun Sirkuit Motocross Bertaraf Internasional

Serius Bina Atlet Muda, Jawa Timur Siap Bangun Sirkuit Motocross Bertaraf Internasional

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) mendukung pembangunan sirkuit motocross yang akan dibangun di daerah Waru, perbatasan antara Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo. Dibangun diatas lahan seluar 6 hektar, sirkuit yang terletak di kawasan Blackstone Otomotif Superblok (BOS) Surabaya ini akan menjadi salah satu tempat kegiatan otomotif terbaik dan terlengkap di wilayah Jawa Timur. “Sirkuit didesain memiliki panjang lintasan mencapai 1,4 Km dengan lebar lintasan minimal 10 meter. Sehingga bisa dijadikan salah satu tuan rumah penyelenggaraan MXGP di Indonesia. Menambah semarak pengembangan olahraga motocross, sekaligus pembinaan bibit unggul atlet motocross Indonesia,” ujar Ketua Ikatan Motor Indonesia, Bambang Soesatyo, usai meninjau lahan sirkuit motocross Senin (28/6/21). Pria yang juga menjabat sebagai ketua MPR ini menjelaskan perkembangan motocross di Indonesia semakin pesat. Banyak bibit muda yang memiliki kualitas hebat. Misalnya Ryan Ardiansyah, crosser muda berusia 7 tahun yang berhasil finish di urutan ke-8 dalam Kejuaraan AMA Supercross KTM Junior di San Diego California 2020. “Sebelumnya Diva Ismaya dan Delvintor Alfarizi juga menorehkan prestasi di Kuwait International Motocross 2019. Delvinator finish di posisi ke-3, sementara Diva Ismaya finish di posisi ke 4- Karenanya kita perlu memberikan dukungan dengan memperbanyak sarana sirkuit sekaligus penyelenggaraan kejuaraan, agar para crosser Indonesia bisa semakin meningkatkan prestasinya,” jelas pria yang akrab di sapa Bamsoet. Bamsoet menerangkan keberadaan sirkuit juga akan mendorong pengembangan automotive sport tourism di wilayah Jawa Timur. Sehingga semakin banyak turis berkunjung dan membelanjakan uangnya untuk menggerakan sektor ekonomi rakyat. “UNWTO (United Nations World Tourism Organizations) menyebutkan sport tourism adalah sektor wisata yang pertumbuhannya paling cepat. Bahkan pasca pandemi Covid-19, akan banyak masyarakat yang memilih berwisata di lokasi yang menyiapkan kegiatan olahraga. Potensi ini harus bisa diambil Surabaya melalui sirkuit motocross di kawasan BOS,” pungkas Bamsoet.

Atlet Muda Indonesia Juara Turnamen Panahan Kuda di Turki

Atlet Muda Indonesia Juara Turnamen Panahan Kuda di Turki

Persatuan Panahan Kuda Seluruh Indonesia (KPBI) berhasil meraih dua gelar pada Piala Panahan Kuda Melingkar ke-2 2021 yang diselenggarakan Akademi Panahan Kuda Pertunjukan di Ankara, Turki pada 18-19 Juni. Arsya Wenning meraih gelar di kategori junior sementara Charisma Jackie meraih juara pertama di kategori senior. Atlet Indonesia lainnya, Nuslus Shoba, menempati posisi kedua di divisi junior. Presiden KPBI, Alta F. Amta, mengatakan kunci keberhasilan tim adalah doa dan latihan moral yang ketat. “Alhamdulillah (alhamdulillah), kemenangan kami di Turki tahun ini di tengah wabah melengkapi capaian asosiasi di World Horse Archery Forum,” ujarnya. Untuk mengapresiasi upaya tersebut, Dubes RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal mengundang perwakilan KPBI ke Wisma Indonesia di Ankara. Iqbal mengucapkan selamat kepada para atlet Indonesia yang berhasil meraih juara pada kejuaraan yang digelar di negara dengan tradisi dan sejarah yang luar biasa di dunia pacuan kuda ini. “Menjadi juara di negara yang memiliki tradisi memanah kuda seperti Turki bukanlah tugas yang mudah. ​​Namun dengan upaya serius kami, tim Indonesia bisa meraih juara pertama di divisi senior dan juara pertama dan kedua di divisi junior. Saya sangat bangga dengan kalian semua,” katanya. Diselenggarakan dua kali secara nasional di Turki, kompetisi ini menampilkan 51 pemanah kuda terbaik Turki. Indonesia yang mewakili KPBI mendapat undangan khusus untuk mengirimkan empat delegasi, antara lain dua delegasi senior, Karishma Jackie dan M. Yahya Ayyas, serta dua delegasi junior – Arsa Wenning Arosyat dan Aram Nasslus Shoba. Tim KPBI telah menjalankan misi dengan baik dan sukses. Selanjutnya, pada hari Sabtu (26/6) malam waktu Ankara tim akan kembali ke Indonesia. Sesuai protokol, setibanya di Indonesia, tim KPBI akan menjalani masa karantina lebih dulu sebelum kembali ke rumah masing-masing dan dinyatakan bebas Covid-19.

Pertama Kali Dipanggil TC Timnas, Bunga Syifa Ingin Tampil Maksimal

Pertama Kali Dipanggil TC Timnas, Bunga Syifa Ingin Tampil Maksimal

Ada satu wajah baru pada pemusatan latihan (TC) Timnas Wanita Indonesia. Dia adalah Bunga Syifa Fadillah. Gadis asal Solo ini tak menyangka dipanggil pelatih kepala, Rudy Eka. Momen pemanggilan perdananya untuk mengikuti TC bersama skuad Garuda Pertiwi membuatnya tak mau setengah-setengah. “Saya sangat tidak menyangka dan senang bisa dipanggil untuk mengikut TC Timnas Wanita di Jakarta. Ini merupakan pengalaman pertama saya bergabung dengan beberapa teman-teman yang sudah pernah memperkuat Timnas di beberapa kejuaraan. Saat diberitahu saya akan mengikuti TC, saya langsung memberitahu orang tua terutama bapak, karena bapak pernah cerita dulu beliau sangat bekerja keras di dunia sepak bola, namun cita-cita memperkuat Timnas belum kesampaian,” kata Bunga. Orang tua terutama bapak memang menjadi motivator utama Bunga untuk berkecimpung di dunia sepak bola. Sosok sang ayah yang menekuni sepakbola terlebih dahululah yang memperkenalkan si kulit bundar kepada Bunga. Pemain kelahiran Surakarta, 9 Februari 2005 ini sedianya mengenal dan bermain olahraga lain yakni voli sejak duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar (SD) hingga kelas 3 bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang kala itu Bunga menimba ilmu Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMPN 1 Surakarta. Berkecimpung di dunia voli dalam rentang beberapa tahun memang membawa Bunga masuk ke jalur pendidikan yang manis. Dirinya bahkan masuk ke SMA Negeri 4 Surakarta yang merupakan salah satu sekolah favorit di Solo. Namun semenjak menggunakan seragam abu-abu, pandemi Covid-19 menyerang sehingga kegiatan di KKO pun dihentikan sementara. Disitulah momen ketika Bunga diperkenalkan dengan sepak bola. “Awal bermain sepak bola sejak Agustus 2020, jadi sudah kurang lebih satu tahun. Selama adanya pandemi, bapak yang pertama mengenalkan sepak bola kepada saya.,itu pun awalnya untuk sekedar menjaga kondisi saja karena aktivitas voli dihentikan. Setelah berjalannya waktu, makin lama saya makin nyaman bermain sepak bola. Semenjak itu saya mulai berlatih di klub Putri Surakarta dan menekuni cabang olahraga ini,” lanjutnya. Setelah tiba dan mengikuti pemusatan latihan di Jakarta, Bunga pun diperhadapkan dengan pola latihan dengan intensitas yang tinggi. Anak keempat dari empat bersaudara ini mengaku pola latihan yang didapatkan jauh lebih banyak dan sangat disiplin. Walaupun pemusatan latihan baru digelar kurang dari sepekan, namun para pemain diminta untuk bersungguh-sungguh dan penuh kerja keras selama TC berlangsung. “Satu-satunya yang membuat saya semangat adalah pesan bapak saya sebelum berangkat ke Jakarta. Bapak memberikan motivasi kepada saya bahwa saya tidak boleh setengah-setengah jika mau memulai sesuatu. Saya ingin bermain sepak bola secara sungguh-sungguh, dan pesan bapak saya harus fokus berlatih dan harus menambah porsi latihan diluar jadwal biasa agar bisa tampil maksimal,” tutup Bunga.

Berkenalan Dengan Para Pebulutangkis Muda Debutan Olimpiade Tokyo

Pada Olimpiade Musim Panas atau Summer Olympics edisi ke-32 ini dijadwalkan berlangsung mulai 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 di Tokyo, Jepang. Bulu tangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dan paling ditunggu. Berbagai negara berlomba untuk menjadi yang terbaik. Namun, ada juga beberapa pebulutangkis muda yang baru akan menjalani debut Olimpiade. Tentu ini menjadi sesuatu yang sangat spesial bagi mereka. Para atlet tersebut bakal berusaha mati-matian tampil di multiajang empat tahunan tersebut. Siapa saja kah mereka? 1. Nhat Nguyen (Irlandia) Lahir di Hanoi, Vietnam, 16 Juni 2000, Nhat Nguyen lebih memilih memperkuat tim nasional bulu tangkis Irlandia. Berbekal medali perunggu di Kejuaraan Bulu tangkis Junior Eropa 2018, Nhat Nguyen kini bermaksud unjuk gigi di Olimpiade Tokyo 2020. 2. An Se-young (Korea Selatan) Pada tahun 2019, An Se-young mendapat penghargaan sebagai pebulu tangkis muda paling berbakat di Korea Selatan. Pemain 19 tahun itu pernah memenangi medali emas di Kejuaraan Asia Junior di Jakarta ketika tampil di nomor ganda campuran. 3. Thom Gicquel (Prancis) Thom Gicquel dianggap sebagai salah satu pebulu tangkis paling berbakat di Prancis. Lahir di Tourse, Januari 1999, Gicquel pernah merebut medali dua medali emas di Kejuaraan Bulu tangkis Eropa Junior 2017 saat tampil di nomor ganda putra dan ganda campuran. 4. Jonatan Christie Pebulutangkis yang akrab disapa Jojo ini juga akan menjalani debut Olimpiade. Bersama Anthony Sinisuka Ginting, Jojo menjadi tumpuan sektor tunggal putra Indonesia. Pebulutangkis kelahiran Jakarta, 15 September 1997 tersebut saat ini menempati peringkat 7 dunia. 5. Anthony Sinisuka Ginting Anthony lolos ke multievent empat tahunan itu setelah menempati peringkat lima race to Tokyo BWF Olympic Qualification. Dia mengumpulkan poin 75,332. Bagi pebulutangkis kelahiran Cimahi, 20 Oktober 1996 itu, tampil di Olimpiade merupakan kesempatan baik. Untuk itu, ia tak ingin sekadar numpang lewat. Ia berambisi merebut medali di Olimpiade Tokyo. 6. Apriyani Rahayu Debutan lain kali ini berasal dari sektor ganda putri yakni Apriyani Rahayu. Bersama Greysia Polii, Apriyani akan turun mewakili Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Atlet berusia 23 tahun ini juga mengaku fokus kepada motivasinya untuk tampil baik dan akan berusaha mati-matian di lapangan. Gregoria Mariska Tunjung Gregoria menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal putri. Pemain yang akrab disapa Jorji itu lolos sebagai pemain di urutan ke-15 Race to Tokyo dengan raihan 42.500 poin dari 18 turnamen yang diikuti. Gregoria saat ini masih berusia 21 tahun. Sementara itu, Indonesia dipastikan hanya mengirim tujuh wakil untuk berlaga pada cabang olahraga bulu tangkis di Olimpiade Tokyo. Pasalnya, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) tidak melakukan perubahan pada jendela kualifikasi. Selain Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting dan Apriyani Rahayu, wakil tanah air lainnya adalah, Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii (ganda putri bersama Apriyani Rahayu), dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran). Tim Bulu Tangkis Indonesia akan bertolak ke Kumamoto, Jepang, pada 8 Juli mendatang. Tim Merah-Putih akan menjalani latihan di sana, sebelum akhirnya ke Tokyo untuk bertanding di Olimpiade. Pertandingan cabang olahraga bulu tangkis menurut jadwal akan berlangsung pada 24 Juli-2 Agustus 2021 di Mushashino Forest Sports Plaza, Tokyo.

Sabet Dua Medali Emas, Ini Target Selanjutnya Kaniya

Sabet Dua Medali Emas, Ini Target Selanjutnya Kaniya

Nama Kaniya Rizki Noviarni melejit usai sukses meraih dua medali emas dari Dao Shu dan Gun Shu Senior Putri pada Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri II yang digelar secara virtual. Usai meraih dua medali emas tersebut, Kaniya pun membeberkan target yang ingin ia capai selanjutnya. “Alhamdulillah terimakasih kepada orang tua, pelatih dan teman-teman yang selalu mendukung usaha aku. Aku bersyukur banget bisa ikut menyumbang medali 2 emas buat DKI. Melalui waktu yang aku korbanin bisa ngehasilin hasil yang baik dan akan lebih baik kedepannya. Buat temen-temen lain yang masih ada tanding, tetep semangat dan selamat bertanding,” ujar Kaniya, Jumat (25/6/2021). Kaniya menekuni olahraga wushu saat duduk di bangku kelas 3 SD pada tahun 2011. Dia berlatih di Sasana Wushu Yayasan Inti Bayangan di bawah asuhan Hulaefi, Rizki, dan Ahmad Rifai. “Ke depan, saya punya target bisa memperkuat Kontingen Indonesia pada SEA Games maupun Asian Games,” tutupnya. Bersama Richard Dean Kurnia, Kaniya merupakan andalan tim DKI Jakarta pada sirkuit yang digelar PB WI pimpinan Airlangga Hartarto dengan dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tersebut. Keduanya sama-sama menyumbang dua medali emas. Richard meraih dua medali emas pada kategori Dao Shu Junior C Putra dan Chang Quan. Berkat sumbangan medali emas dari keduanya, tim DKI Jakarta kian kokoh memimpin klasemen sementara perolehan medali dengan mengoleksi 23 emas, 14 perak, dan 9 perunggu. Biodata Nama: Kaniya Rizki Noviarni Panggilan: Kaniya Lahir: 16 November 2002 Orang Tua: Ir. Raden Ismanadi (ayah) & Ir. Ida Montissori (ibu) Pendidikan: Semester 2 Universitas Bina Nusantara Jakarta Sasana: Yayasan Inti Bayangan Pelatih: Hulaefi, Rizki, dan Ahmad Rifai Idola: Zhao Hua (Tiongkok) dan Achmad Hualefi (Indonesia)