Basral Graito Semakin Dekat Dengan Kualifikasi Olimpiade

Basral Graito Hutomo

Atlet muda skateboard Indonesia, Basral Graito Hutomo menempati peringkat 38 dunia dalam rilis terbaru World Skateboarding Ranking, yang juga memperbesar peluang lolos ke fase kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. “Targetnya 40 dunia di akhir Maret 2028, kalau bisa maka lolos dari fase satu kualifikasi, dan akan masuk ke fase dua yang akan diikuti oleh 44 atlet dengan ranking tertinggi,” kata Manajer Timnas Skateboard Indonesia, Achmad Topan saat dihubungi di Jakarta, Jumat. Basral yang merupakan peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand, mencatatkan kenaikan 18 peringkat setelah mengumpulkan total 3.651 poin. Poin tersebut diraih melalui performanya saat mengikuti di WST World Cup Rome 2025 dan WST Sao Paulo Street & Park World Championship 2026. Langkah Basral di kategori street putra diikuti oleh Sanggoe Darma Tanjung yang melesat naik 26 peringkat ke posisi 64 dunia. Sanggoe kini mengantongi 1.421 poin usai berlaga di dua kompetisi kejuaraan dunia di Roma Italia pada 2025 dan Sao Paulo Brasil awal tahun ini. Pada kategori street putri, peraih medali perak SEA Games 2025 Ni Wayan Malana Fairbrother naik 16 peringkat ke posisi 46 dunia dengan koleksi 2.666 poin. Atlet asal Bali ini mendapatkan 1.500 poin dari kompetisi Kejuaraan Dunia Skateboard di Brasil usai lolos ke babak perempat final. Sedangkan rekan setimnya, Zeefara Darmawan juga menunjukkan progres signifikan dengan menduduki peringkat 59 dunia, naik 21 peringkat. Beralih ke kategori park putri, Mikhayla Shanum Caya dan Nyimas Bunga Cinta sama-sama naik 14 peringkat dan kini menempati posisi 70 serta 71 dunia. Sementara di kategori park putra, Firdausy Nuzula mencatat lonjakan 25 peringkat menuju posisi 77 dunia. Achmad Topan menjelaskan jika atlet Indonesia mampu menembus 20 besar dunia pada fase kedua kualifikasi, maka mereka otomatis akan mengantongi tiket Olimpiade. Menurutnya, peluang Indonesia cukup besar mengingat adanya regulasi pembatasan kuota atlet dari satu negara. “Nah kalau dari 44 itu kita bisa masuk 20 besar, kita otomatis masuk Olimpiade. Karena sampai saat ini peringkat satu sampai 40 itu, ambil contoh Jepang aja bisa delapan sampai 10 atlet sendiri. Sementara satu negara maksimal hanya tiga atlet per kategori, per gender,” kata Topan menambahkan. Sistem peringkat dalam World Skateboarding Ranking ini berpatokan pada poin yang didapatkan dari keikutsertaan dalam kompetisi yang ditentukan oleh World Skate. Semakin rutin mengikuti kompetisi World Skate, maka peluang untuk naik peringkat kian besar. Selain itu, poin dalam World Skate juga memiliki masa kadaluarsa. Sehingga kenaikan peringkat para atlet skateboard Indonesia dikarenakan atlet lain yang tidak berpartisipasi pada kompetisi terakhir, atau dari atlet yang poinnya sudah kadaluarsa. Sejauh ini Indonesia belum pernah mengirimkan atlet skateboard ke kompetisi multicabang tingkat dunia ini sejak cabang olahraga tersebut dipertandingkan dalam perebutan medali pada Olimpiade Tokyo 2020.

Skatepark Takeover Jadi Ajang Pencarian Atlet Skateboard Berbakat

Start with a Bang!

Olahraga skateboard berkembang pesat di Indonesia. Namun kompetisinya masih belum terlalu banyak. Untuk menjaring talenta berbakat atlet skateboard, digelar kompetisi Skatepark Takeover. Acara ini digelar di Bash Skatepark, Jakarta pada Sabtu (11/1/2025). Dengan tajuk “Start with a Bang!”, event ini tak cuma kompetisi skateboard saja tapi juga ada penampilan musik. Ajang ini memiliki tujuan menyatukan komunitas skateboard, trendsetter budaya, dan pencinta musik di bawah satu atap untuk merayakan kreativitas, gerakan, dan semangat para kaum muda. Skatepark Takeover ini menghadirkan kesempatan bagi skater pendatang baru dan profesional untuk memamerkan keterampilan, kreativitas, dan performa. Peserta Skatepark Takeover ini berusia 14 sampai 24 tahun baik pria maupun wanita di wilayah Jabodetabek. “Start With a Bang lebih dari sekadar acara biasa—ini adalah sebuah statement. Ajang ini menyatukan komunitas skateboard, trendsetter budaya, dan pecinta musik di bawah satu atap untuk merayakan kreativitas, gerakan, dan semangat para kaum muda,” ujar Senior Brand Marketing Manager Airwalk Indonesia, Erisa Putriyanita Skatepark Takeover diadakan oleh Airwalk bersama Bash Skatepark. “Ajang Skatepark Take Over ini semacam sebuah throwback time. Saya senang sekali menyaksikan anak-anak dengan gaya street-nya beraksi,” kata penggagas Bash, Kitsegaf. Start with a Bang juga menampilkan rancangan mural yang khusus ditampilkan dalam rangka kolaborasi Airwalk dan Bash Skatepark. Dilukis langsung oleh seniman mural yang dikenal dengan nama Chocoseven, design ini bertemakan Flickering Flames, terinspirasi dari gemerlap cahaya kota Jakarta yang tidak pernah pudar, terang benderang bergairah penuh energi, bagai sebuah kanvas besar melukiskan torehan gerak dan ekspresi para skater yang melintas dinamis dan menghidupkan kota. Sumber: Liputan 6

Olimpiade 2024: Atlet Skateboard Jepang Berusia 14 Tahun Sabet Medali Emas

Atlet skateboard Jepang, Coco Yoshizawa yang berusia 14 berhasil meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 nomor street wanita di Place de La Concorde Minggu, 28 Juli 2024 lalu. Coco menyisihkan tujuh finalis lainnya di babak final, termasuk rekan senegaranya Liz Akama yang berada di posisi dua (peraih medali perak) dan wakil Brasil, Rayssa Leal di posisi ketiga (raih medali perunggu). Prestasi ini diraih Coco setelah sukses mengoleksi 272,75 poin dari tiga putaran terbaiknya. Adapun, Akama yang baru berusia 15 tahun, mengumpulkan 265,95 untuk posisi kedua dan Leal finis dengan 253,37, unggul jauh dari peringkat keempat Cui Chenxi dari Tiongkok. Leal yang sempat memenangkan medali perak di Olimpiade Tokyo, merupakan yang tertua dari tiga peraih medali lain. Saat ini ia berusia 16 tahun. Perjuangan para skaters pada Minggu kemarin tidak mudah. Pasalnya mereka harus bertanding di arena yang licin usai pada hari sebelumnya, Paris diguyur hujan deras. Sumber: VIVA

Baru Berusia 13 Tahun, Momiji Nishiya Raih Emas Olimpiade

Baru Berusia 13 Tahun, Momiji Nishiya Raih Emas Olimpiade

Skateboarder muda Jepang, Momiji Nishiya, baru saja mencatatkan sebuah prestasi luar biasa. Ia mampu menjadi salah satu juara Olimpiade nomor perseorangan paling muda sepanjang masa ketika menggondol medali emas skateboarding putri dalam usia 13 tahun 330 hari, Senin (26/7/2021). Momiji Nishiya yang merupakan penduduk asli Osaka mencatat skor 15,26 poin, untuk mengklaim emas. Funa Nakayama dari Jepang merebut medali perunggu dengan 14,49. Sedangkan pesaing dari Brasil, Rayssa Leal memperoleh perak dengan skor 14,64 poin. Sedangkan atlet Jepang lainnya, Funa Nakayama yang berusia 16 tahun merebut medali perunggu. Lantas, apakah Momiji Nishiya merupakan atlet termuda sepanjang sejarah olimpiade yang meraih medali emas? Jawabannya adalah tidak. Merujuk pada USA Today dan Olympic.com, peraih emas paling muda dalam sejarah Olimpiade modern adalah Marjorie Gestring, atlet loncat indah asal Amerika Serikat. Marjorie Gestring meraih medali emasnya pada gelaran Olimpiade 1936. Saat itu usianya masih 13 tahun dan 286 hari. Sedikit lebih mudah dibandingkan Momiji Nishiya yang kini berumur 13 tahun dan 330 hari saat meraih emas di Olimpiade Tokyo 2020. Sebenarnya rekor itu bisa saja pecah dalam pertandingan tadi, andaikata Rayssa Leal tidak sekadar meraih medali perak pada hari Senin (26/7) ini. Usianya Leal saat ini adalah 13 tahun dan 203 hari. Sementara itu, untuk rekor atlet peraih medali emas termuda Jepang dipegang oleh perenang Kyoko Iwasaki yang meraih emas di Barcelona pada usia 14 tahun. Baik Momiji Nishiya dan Rayssa Leal sendiri merupakan barisan atlet-atlet belia yang ikut meramaikan gelaran Olimpiade Tokyo 2020. Predikat Olympian paling muda di Olimpiade Tokyo kali ini disandang oleh atlet Tenis Meja, Hend Zaza, yang usianya baru 12 tahun. Dalam sejarah Olimpiade, atlet paling muda yang terkonfirmasi adalah pesenam Dimitrios Loundras asal Yunani. Ia mengikuti Olimpiade modern pertama di Athena 1896, ketika usianya masih 10 tahun dan 2018 hari. Saat itu Loundras meraih medali perunggu bersama timnya.

Inilah Tips Berprestasi Ala Nyimas Bunga Cinta

Inilah Tips Berprestasi Ala Nyimas Bunga Cinta

Nama Nyimas Bunga mulai mencuat saat ia berhasil meraih medali perunggu pada nomor women’s street pada cabang olahraga skateboard Asian Games 2018. Bukan hanya meraih prestasi, ia juga menjadi atlet termuda yang meraih medali pada gelaran Asian Games 2018. Nyimas Bunga Cinta lahir pada 13 April 2006, putri dari pasangan suami-isteri Didiet Rio dan Ika Damayanti. Ia sulung dari tiga bersaudara. Rasa penasarannya terhadap skateboard berawal karena melihat vidio aksi skateboarder di media sosial sejak kelas 2 SD. Ia kemudian sering mencoba-coba papan beroda itu, berulang kali terjatuh hingga menangis. Namun, Bunga terus bangkit dan bermain lagi. “Skateboard is fun, menyenangkan,” kata Bunga tentang alasannya memilih olahraga itu. Bunga makin serius menekuni skateboard ketika duduk di kelas 5 SD. Bakatnya terus diasah dengan bantuan Anthony Adam Caya, yang menjadi pelatihnya di skatepark Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Anthony adalah salah satu legenda hidup skateboarder Indonesia. Ia lebih dikenal dengan nama Tony Sruntul, dan kini juga menjadi Presiden Skateboard Indonesia. Selain meraih medali pada Asian Games 2018, Bunga juga beberapa kali meraih medali. Diantaranya adalah medali perunggu pada kejuaraan Vans Park Series Asia Continental di Singapura dan medali perak pada SEA Games 2019. Sebagai generasi muda yang namanya sudah mencatat banyak prestasi dalam bidang olahraga, Bunga membagikan tips kepada seluruh remaja Indonesia untuk terus berkarya dan mengukir prestasi di usia muda. Bunga mengajak semua teman-teman remaja lainnya untuk menjadi seorang yang berani untuk mencoba hal baru. Dengan begitu, maka akan lebih mudah untuk mengeksplor bakat apa yang cocok dengan dirimu. “Terus pantang menyerah, berusaha, kerja keras, dan kalau jatuh ya bangun lagi,” pesan Bunga, dilansir Pop Mama. Di usianya yang masih cukup mudah, Bunga juga memiliki motivasi besar demi mencapai target yang ia harapkan. Ketika ditanya, apa target yang ingin ia gapai sebagai seorang atlet muda? Bunga menjawab, “Target aku dari awal main skate itu adalah beli rumah dan sekarang aku lagi mengejar untuk ikut Asian Games, Sea Games dan Olimpiade. Jadi itulah target-target yang mau aku raih.” Untuk mengejar semua target tersebut memang tidaklah mudah, namun Bunga terus berusaha dan meyakinkan dirinya bahwa kelak ia bisa menggapai satu persatu target yang telah ia tentukan. Itulah tips dari Nyimas Bunga Cinta yang memulai suatu hobi menjadi atlet berprestasi. Semoga cerita Bunga di atas bisa menjadi inspirasi bagi anak mama untuk tetap semangat dalam berprestasi di usia muda, ya.

Bersiap ke Amerika, Dua Atlet Muda Indonesia Kejar Tiket Olimpiade

Bersiap ke Amerika, Dua Atlet Muda Indonesia Kejar Tiket Olimpiade

Dua atlet skateboard muda Indonesia akan bertolak ke Amerika Serikat untuk mengikuti babak kualikasi Olimpiade 2020 Tokyo. Kedua atlet tersebut yakni Nyimas Bunga Cinta dan Basral Graito Hutomo dijadwalkan berlaga pada Dew Tour Des Monies 2021 di Des Moines, Iowa, Amerika Serikat, 16-23 Mei mendatang. Pelatih timnas skateboard Indonesia, Jo Jaya Charles Kusuma, mengatakan Nyimas Bunga Cinta dan Basral Graito Hutomo akan bertolak ke AS pada 14 Mei. Selain demi memburu tiket ke Tokyo, ajang tersebut juga sekaligus sebagai wadah bagi para atlet Indonesia menambah pengalaman bertanding dengan para pesaing dari seluruh dunia. “Nyimas Bunga Cinta dan Basral Graito akan berburu tiket ke Olimpiade Tokyo di Amerika Serikat. Mereka akan tampil di nomor park dan street,” kata Charles dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu. Basral merupakan peraih perak SEA Games 2019. Sedangkan Nyimas Bunga Cinta selain peraih perak SEA Games 2019, dia juga peraih perunggu Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Menurut Charles, Basral Graito saat ini menduduki peringkat ke-128 dunia, sementara Nyimas berada di urutan ke-30. Kedua atlet tersebut harus mampu menembus 20 besar dunia demi bisa tampil di Olimpiade Tokyo, 23 Juli-8 Agustus nanti. “Kalau dilihat berdasarkan peringkat yang paling berpeluang itu Nyimas Bunga Cinta. Dan saya optimistis Nyimas Bunga Cinta bisa mengejar peringkat ke-20,” katanya. Dew Tour Des Moines akan menjadi kejuaraan pertama pada 2021 dalam lanjutan kualifikasi Olimpiade Tokyo setelah satu tahun terhenti akibat pandemi COVID-19. Turnamen ini masuk dalam kategori pro tour untuk disiplin street dan park. Kualifikasi Olimpiade untuk cabang skateboard sendiri akan berakhir pada 29 Juni mendatang. Skateboard merupakan satu dari lima cabang olahraga yang akan debut di Olimpiade 2020 Tokyo. Selain skateboard, ada juga surfing, panjat tebing, karate, dan breakdancing.