Ivar Jenner Promosi ke Tim Senior FC Utrecht

Ivar Jenner Promosi ke Tim Senior FC Utrecht

Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia U-20 Ivar Jenner dipromosikan ke tim senior FC Utrecht. Ia memainkan debutnya dalam laga tak resmi. Ivar Jenner naik ke tim utama Utrecht dari Jong Utrecht tiga pemain muda Jong Utrecht lainnya. Tiga pemain lainnya adalah Eliano Reijnders, Rafik El Arguioui, dan Mees Akkerman. Keempat pemain ini diturunkan Utrecht saat beruji coba dengan peserta Eredivisie lainnya yakni FC Groningen. Ivar Jenner masuk pada menit ke-81 untuk menggantikan Tasos Daouvikas. View this post on Instagram A post shared by FC Utrecht (@fc_utrecht) Hanya saja debut Ivar Jenner itu berakhir dengan kurang bahagia. Sebab, Utrecht kalah telak 0-3 dari Groningen di Sportcomplex Zoudenbalch, Jumat (23/12/2022). Saat ini Ivar Jenner sedang dalam proses naturalisasi bersama Justin Hubner. Keduanya sudah pernah datang ke Jakarta dan menyambangi kantor PSSI untuk menjalani serangkaian birokrasi naturalisasi pada akhir Oktober lalu. Kemudian mereka berdua juga disertakan dalam Pemusatan Latihan (TC) Timnas U-20 di Turki pada November. Selain mereka berdua, ada juga Rafael Struick dan Zico Soree yang bergabung ke TC lanjutan Timnas U-20 di Spanyol. Tapi hanya Rafael Struick yang diproses naturalisasinya, sementara Zico Soree dianggap kurang memuaskan dalam pantauan tim pelatih dalam TC di Eropa. Total ada tiga pemain muda yang diproses naturalisasinya yakni Ivar Jenner, Justin Hubner, dan Rafael Struick. Mereka bertiga disiapkan untuk memperkuat Timnas U-20 di Piala Dunia U-20 2023. Pelatih Timnas Indonesia membutuhkan pemain-pemain keturunan berkualitas untuk membantu prestasi Timnas U-20 di Piala Dunia U-20 mendatang.

Cabor Voli PPOPM Kabupaten Bogor Optimis Lahirkan Generasi Emas 2026

Cabor Voli PPOPM Kabupaten Bogor Optimis Lahirkan Generasi Emas 2026

Pusat Pendidikan Olahraga Pelajar dan Mahasiswa (PPOPM) Kabupaten Bogor merupakan salah satu kawah chandradimuka pembinaan atlet pelajar dan mahasiswa yang ada di Bumi Tegar Beriman. PPOPM sendiri termasuk salah satu UPT yang ada di Dispora Kabupaten Bogor dan mempunyai 13 cabor binaan seperti Atletik, Panahan, Bola Basket, Bola Voli, Sepakbola, Karate, Taekwondo, Anggar, Pencak Silat, Angkat Besi, Tinju, Dayung dan Voli Pasir. Aktivitas latihan para atlet dari semua cabor binaan di PPOPM banyak dilakukan di GOR Karademan, Lapangan Karadenan dan juga banyak dilakukan di Pakansari Sport Center serta Stadion Mini Cibinong. Cabor olahraga bola voli yang saat ini diarsiteki oleh Alex Bonapea, Yana Cahaya dan Lukman Sukirno termasuk salah satu cabor yang banyak melahirkan atlet voli potensial dan berkiprah dibeberapa klub anggota Proliga. “Alhamdulilah selama ini cabor bola voli yang ada di PPOPM Kabupaten Bogor selalu melahirkan atlet voli potensial dan bergabung dengan beberapa klub Proliga,” ujar Alek Bonapea. Selain itu, kata Alek, semua atlet voli binaan PPOPM Kabupaten Bogor juga masuk dalam skuad Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2022. Bahkan, ada sejumlah pemain alumni PPOPM Kabupaten Bogor yang ikut bergabung dengan daerah lain pada Porprov Jabar 2022. “Saat ini kami sedang menyiapkan 12 atlet voli masa depan Kabupaten Bogor yang jadi binaan PPOPM. Kami optimis dengan latihan yang terprogram dan fokus maka cabor bola voli PPOPM Kabupaten Bogor bisa mencetak generasi emas pada Porpov Jabar 2026,” tegasnya. Alek menegaskan, semua atlet bola voli PPOPM Kabupaten Bogor yang sekarang akan ditargetkan untuk jadi bagian dalam skuad bola voli Kabupaten Bogor dimasa depan. “Kami tiap hari melakukan latihan di GOR Karadenan dan kami juga sangat fokus dalam memantau prestasi akademik semua atlet voli yang ada di PPOPM Kabupaten Bogor,” pungkas Alek Bonapea. Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP mengatakan, secara kualitas pembinaan yang dilakukan pada 13 cabor yang ada di PPOPM tak perlu diragukan lagi. Karena, kata Asnan AP, selama ini sudah banyak atlet binaan PPOPM yang meraih prestasi emas pada kancah nasional dan internasional. Bahkan, kata Asnan AP, belum lama ini banyak atlet binaan PPOPM Kabupaten Bogor yang meraih medali emas bagi Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2022. ATLET BOLAVOLI INDOOR PUTRI PPOPM DISPORA KAB BOGOR: Nazwa Talia S Maria Grace Fayola Dea Armita S Sintya Karomah Anggun Ranggita Firda Tri Mayastuti Sasha Kirana Zuliant Dena Melody’s Ninda Nuryatasa Amanda Putri F Saffanah Zahirah Phirly Adelsya Silavana Amelia Kalila Z Viola Patricia Pelatih: Alek Bonapea Yana Cahaya Lukman Sukirno

Sukses Digelar, Kejurkab PBSI Sumedang 2022 Diharapkan Jaring Atlet Bulutangkis Unggulan

Kejurkab PBSI Sumedang 2022 Diharapkan Jaring Atlet Bulutangkis Unggulan

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) mengapresiasi dan berharap Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumedang Tahun 2022, dapat terus dilaksanakan sebagai bagian menjaring calon bibit-bibit atlet unggul timnas bulutangkis Indonesia menuju prestasi dunia. “Pemerintah mengapresiasi serta mendukung dilaksanakannya Kejurkab PBSI Sumedang Tahun 2022 ini,” kata Kepala Bagian Humas Kemenpora RI Indra Jayaatmaja pada acara penutupan Kejurkab PBSI Sumedang 2022 di GOR HWD Cimalaka, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (24/12) petang. Menurutnya, Kejurkab PBSI Sumedang 2022 akan menjadi kawah candradimukannya calon-calon atlet bulutangkis unggul khususnya di Kabupaten Sumedang. “Kejurkab ini sebagai kawah candradimukannya para peserta yang menjadi calon-calon bibit unggul dan calon penerus kesuksesan dan kejayaan bulutangkis Indonesia di masa yang akan datang,” tutur Indra. Selaku Ketua Umum Pengkab PBSI Sumedang, Indra Jayaatmaja, juga berkomitmen untuk terus konsisten melaksanakan kegiatan serupa dimasa-masa yang akan datang. “Kita akan terus menerus melaksanaan kejurkab ini sebagai bagian dari konsistensi kita menjaring bibit-bibit muda bulutangkis nasional. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaraannya kegiatan Kejurkab PBSI Sumedang tahun 2022 ini,” pungkasnya. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Eka Ganjar menyampaikan, kegiatan seperti kejurkab ini harus terus berlanjut setidaknya dua kali dalam setahun sebagai ikhtiar menjaring calon atlet timnas bulutangkis Indonesia. “Kegiatan seperti ini harus terus berlanjut setidaknya setahun dua kali. Jadi dengan dibiasakannya anak-anak kita bertanding akan menguatkan mental dan pengalamannya sedari dini,” kata Eka Ganjar saat menutup Kejurkab PBSI Sumedang tahun 2022 ini. “Selamat kepada para juara, terus berlatih kepada seluruh peserta baik yang juara maupun yang belum juara. Pokoknya terus berlatih meraih mimpi. Harus ada motivasi agar menjadi pemain timnas bulutangkis hingga meraih prestasi tingkat internasional. Dengan bacaan hamdallah Kejurkab PBSI Sumedang 2022 dengan ini resmi ditutup,” paparnya. Kejurkab PBSI Sumedang Tahun 2022 ini merupakan program dari Kepengurusan PBSI Sumedang periode 2020-2024. Pelaksanaan kegiatan ini sendiri dimulai pada tanggal 23 hingga 24 Desember 2022 kemarin di GOR HWD Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Peserta sejumlah 94 atlet yang terdiri dari siswa-siswi SD hingga SMK/SMA di Kabupaten Sumedang dan sekitarnya. Sekolah yang mengikuti Kejurkab ini sebanyak 35 sekolah. Seluruh atlet akan mendapatkan piala, piagam dan uang pembinaan.

Gandeng Kementerian Agama DKI Jakarta, Kompetisi Basket Jr. NBA 3v3 Cetak Atlet Muda Berbakat

Gandeng Kementerian Agama DKI Jakarta, Kompetisi Basket Jr. NBA 3v3 Cetak Atlet Muda Berbakat

Menyambut akhir tahun sekaligus libur sekolah di tahun 2022, National Basketball Association (NBA) melalui Jr. NBA bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) DKI Jakarta dalam mengadakan kompetisi basket 3v3 di sekolah MAN 4 Jakarta Selatan, untuk sekolah binaan kementerian se-Jakarta. Sekitar 1.200 siswa dari lebih dari 100 sekolah di bawah Kemenag dengan tiga kategori usia (U-12, U-15, dan U-17) mengikuti kompetisi tersebut. Jr. NBA, program liga global kompetisi basket remaja untuk anak laki-laki dan perempuan, mengajarkan keterampilan dasar serta nilai-nilai inti pertandingan pada tingkat pemula dalam upaya membantu menumbuhkan dan meningkatkan pengalaman bertanding basket tingkat remaja bagi para pemain, pelatih dan orang tua. Kompetisi sekolah 3v3 ini merupakan kelanjutan dari program pendampingan yang disebut ‘Pelatihan Kurikulum’ yang diinisiasi oleh Kemenag DKI Jakarta dan Jr. NBA pada awal tahun 2022. Kementerian Agama RI mengapresiasi terpilihnya Provinsi DKI Jakarta sebagai pilot project kegiatan ini. Diharapkan kedepannya program ini dapat meraih hasil yang positif dan menjadi contoh bagi Madrasah di Provinsi lain serta dapat menumbuhkan potensi bola basket anak dan menjadikan anak lebih sehat sekaligus berkontribusi memberikan dampak positif bagi anak dan dunia bola basket Madrasah secara keseluruhan. Pada acara ini, Pelatih Jr. NBA, Natália André mengatakan, “Ini adalah kali pertama kami menyelenggarakan kompetisi basket Jr. NBA 3v3 di Indonesia dan kami sangat senang dapat berkontribusi dalam acara yang tak terlupakan ini,“. “Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada perwakilan kementerian atas kesempatan kemitraan yang luar biasa ini. Melalui program ini, kami berharap dapat menginspirasi pemuda setempat untuk menjalani gaya hidup aktif dan sehat, sekaligus mendukung generasi pemain Indonesia selanjutnya.” pungkas Natália André.

Edelina Daxilia Atlet Aerobic Gymnastics Muda Berprestasi

Edelina Daxilia Atlet Aerobic Gymnastics Muda Berprestasi

Prestasi membanggakan berhasil diraih atlet Aerobic Gymnastics muda Indonesia Edelina Daxilia yang baru berusia 13 tahun pada kejuaraan Aerobic Gymnastics Suzuki World Cup 2022. Edelina berhasil menjadi juara 4 dunia pada kejuaraan yang dilaksanakan di Tokyo, Jepang pada 12-14 Desember 2022 dengan kategori Age Group 12-14 tahun yang diikuti oleh 12 negara. Menggeluti aerobic dibawah binaan Lody Lontoh, Sang Master Aerobic Indonesia, Dexie termasuk atlet yang giat latihan sehingga bisa berprestasi. Tak hanya sekolah dan latihan aerobic, atlet muda berparas cantik ini juga menjadi seorang influencer di sosial media pada akun instagram @dexie_aerogymnast. “Berolahraga adalah kebutuhan tubuh kita. Kebiasaan berolahraga dapat dipupuk sejak usia dini, entah dimulai dari lingkungan keluarga ataupun sekolah,” katanya. Dukungan besar dari orangtua tak luput dari munculnya potensi baik seorang atlet. Seperti Dexie, kemampuannya untuk berprestasi hari ini adalah buah atas kerja keras pelatih, dukungan orangtua, serta kemauan diri yang kuat yang sudah dipupuk sejak dulu.

Baru Berusia 14 Tahun, Striker AC Milan Ini Sudah Cetak Nyaris 500 Gol

Baru Berusia 14 Tahun, Striker AC Milan Ini Sudah Cetak Nyaris 500 Gol

AC Milan memiliki striker muda dengan rekor gol yang kemungkinan akan membuat Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi minder. Baru berusia 14 tahun, pemain akademi Milan itu sudah mengoleksi nyaris 500 Gol! Francesco Camarda, itulah nama “permata” AC Milan yang jadi salah satu sensasi besar di Italia berkat insting mencetak golnya yang luar biasa. Camarda yang saat ini berusia 14 tahun disebut telah mengoleksi 485 gol dalam 89 pertandingan di level kompetisi remaja. Ia memiliki rasio 5,5 gol per pertandingan. This is 14-year-old Francesco Camarda. Rumoured to have scored 485 goals in 89 games in the AC Milan academy. 😳 He’s been promoted to the Milan u19s & I can see why due to his size he will be able to play already Take a look https://t.co/0FmA7FZLBDpic.twitter.com/Z5gBw1RoxP — TheSecretScout (@TheSecretScout_) December 22, 2022 Berkat penampilan impresifnya, Camarda kerap dimainkan untuk bermain di kelompok usia yang lebih tua. Baru-baru ini, Camarda dipromosikan ke tim Primavera Milan (U19) arahan mantan bek Milan, Ignazio Abate untuk pertandingan persahabatan melawan Solbia. Hebatnya, ia tak canggung dan malah unjuk gigi dengan mengoleksi dua gol. Sciabolata Morbida, seorang pencari bakat di Italia meyakini apabila Camara akan jadi salah satu pemain besar di masa depan. Ia juga menyebut anggota skuat Timnas Italia U-15 itu, “Salah satu striker paling produktif di negara ini (Italia).” Francesco Camarda mulai menunjukkan bakat besarnya sejak usia 8 tahun. Ketika itu, ia bermain untuk Milan untuk kompetisi 2017/2018. Pada musim itu Camarda sukses mengejutkan banyak oang usai mengoleksi 247 gol hanya dalam 40 pertandingan. Ini berarti, ia setidaknya mencetak double hattrick (6 gol) per pertandingan. Pada musim berikutnya, Camarda terus menunjukkan konsistensinya dalam mencetak gol. Di musim 2018/2019, ia mengemas 172 gol dalam 31 laga. Selanjutnya ia mencetak 64 gol dalam 16 pertandingan. Ini artinya, Camarda mengoleksi 483 gol dalam 87 pertandingan selama tiga musim tersebut. Penampilan gemilang yang ditampilkan Francesco Camarda di level junior tentunya diharapkan bisa terus dipertahankannya hingga level senior. “Dari apa yang saya lihat dan baca, dia adalah sosok yang brutal. Seorang striker lengkap dengan mentalitas yang baik. Dia telah melakukan beberapa wawancara dan mengindikasikan bahwa dia mencontoh permainannya [Karim] Benzema,” ujar salah seorang pegiat AC Milan di akun twitternya. “Mungkin saya melebih-lebihkan tetapi, pada usianya, sepertinya dia adalah talenta paling penting di sektor muda Milan dalam waktu yang lama. Dia memiliki perjalanan yang hebat di depannya. Mari berharap untuk perkembangan yang hebat dan sedikit keberuntungan dan kita akan lihat,” lanjut pemilik akun @fxr_acm tersebut. Sebelum kemunculan Francesco Camarda, Milan juga sempat memiliki pemain muda yang sempat membuat viral lewat kemampuan individunya yang luar biasa, yakni Hachim Mastour. Sempat disebut-sebut bakal jadi bintang besar, Mastour gagal mewujudkan ekspektasi banyak kalangan. Ia tak mampu menunjukkan kualitas yang diharapkan sehingga kerap dipinjamkan Milan ke klub lain. Hachim Mastour memang beberapa kali masuk dalam skuat AC Milan, namun ia tak pernah mencatatkan satu pun caps bersama tim utama Rossoneri. Kini, pemain 24 tahun asal Maroko itu bermain untuk klub asal kampung halamannya, Renaissance Zemamra.

Rafael Struick, Calon Pemain Naturalisasi Selanjutnya

Rafael Struick, Calon Pemain Naturalisasi Selanjutnya

Calon pemain naturalisasi yakni Rafael Struick telah tiba di Jakarta pada Kamis (15/12) malam. Rafael Struijk merupakan pemain berdarah Belanda-Indonesia berusia 19 tahun dan bermain di klub ADO Den Haaag, Belanda. Rafael sebelumnya pernah mengikuti pemusatan latihan (TC) tim U-20 Indonesia di Eropa bulan lalu. Bahkan dirinya mencetak gol saat Indonesia melakoni uji coba melawan Slovakia. Kedatangannya Rafael ke Indonesia akan menjalani tes medis dan mengurus kelengkapan dokumen di Tanah Air. Rafael salah satu pemain yang direkomendasikan oleh pelatih Shin Tae-yong untuk diproses naturalisasinya. Selain itu, dua nama lain yakni Justin Hubner dan Ivar Jenner. Rafael Struick menimba ilmu sepak bola di Akademi Forum Sport, kemudian pindah ke RKAVV Leidschendam pada 2020. Namun, ia tidak lama di akademi tersebut, karena Rafael langsung masuk Akademi ADO Den Haag. Kini ia tercatat sebagai pemain senior di tim Liga 2 Belanda itu. Struick pernah main di Keuken Kampioen Divisie dalam dua laga. Namun, Struick kini dipinjamkan ke ADO Den Haag U-21. Bersama ADO U-21, Struick telah mencetak satu gol dan dua assist dari sembilan laga. Ia biasa main sebagai winger kiri, bisa juga jadi winger kanan hingga penyerang utama.

Enzo Fernandez Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2022

Enzo Fernandez Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2022

Enzo Fernandez resmi meraih FIFA Young Player Award Piala Dunia 2022 lambang supremasi untuk pemain muda terbaik sepanjang turnamen. Piala Dunia 2022 sudah rampung digelar dengan memunculkan Argentina sebagai juara. Enzo Fernandez, gelandang berusia 21 tahun, yang juga mentas sebagai starter di final, terpilih menjadi pemain muda terbaik turnamen. Gelandang Benfica itu memang menjadi salah satu pilar andalan pelatih Lionel Scaloni di lini tengah. Pada laga fase grup, Enzo Fernandez memukau dunia via sepakan lengkung yang menjebol gawang Meksiko. Fernandez dikenal sebagai gelandang flamboyan, tetapi juga dibekali determinasi tinggi. Pemuda kelahiran San Martin, Buenos Aires tersebut disebut Lionel Messi sebagai talenta spektakuler. Talenta Fernandez sudah mengundang minat klub-klub mapan Eropa. Liverpool, Man United, sampai Chelsea dikabarkan berminat kepadanya. Visi yang dimiliki Enzo Fernandez sempat membuat sang pemain dibandingkan dengan legenda Perancis, Zinedine Zidane. “Dengan operan dan visinya, dia sedikit mirip Zidane. Enzo baru berusia 21 tahun? Entah itu bohong atau dia seorang jenius,” kata Jose Peseiro, pelatih senior yang malang melintang di Liga Portugal, dikutip The Guardian dari A Bola. Laga final Piala Dunia 2022 Argentina vs Perancis digelar di Stadion Lusail, Doha, Qatar, Minggu (18/12/2022). Argentina menang 4-2 via adu penalti dan berhak mengamankan trofi juara. Pertandingan final Piala Dunia 2022 mesti dituntaskan via adu penalti usai kedua tim berbagi skor imbang 3-3 dalam duel berdurasi 120 menit.

BNI Kejurnas Perorangan Taruna PBSI 2022: DKI Jakarta Juara Umum

BNI Kejurnas Perorangan Taruna PBSI 2022: DKI Jakarta Juara Umum

Provinsi DKI Jakarta mengukuhkan diri tampil sebagai juara umum ajang bulutangkis BNI Kejurnas Perorangan Taruna PBSI 2022. Para pemain asal ibukota ini menunjukkan performa terbaiknya untuk meraih tiga gelar juara. Tiga gelar bagi DKI Jakarta itu dipersembahkan oleh Muhammad Halim As Sidiq di tunggal putra. Tampil di partai final yang mentas di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (17/12), Halim berhasil mengatasi perlawanan Muhammad Fachri Akbar Romadhon dari Jawa Barat dengan skor 20-22, 21-18, 21-7. Lalu, gelar kedua didapat dari nomor ganda putri yang memanggungkan final sesama wakil DKI Jakarta. Ariella Naqiyyah/Rachel Agnesia Sabatini mampu mengalahkan rekan sedaerahnya, Nabila Cahya Permata Ayu/Reva Olivia Damayani, 22-20, 21-17. “Senang sekali bisa jadi juara. Sebelumnya saya dan Rachel kalah dari Nabila/Reva di semifinal pada Sirnas Purwokerto lalu. Kami malah bisa membalasnya di kejurnas,” kata Aril, sapaan akrab Ariella Naqiyyah. “Semoga kemenangan dan gelar juara kejurnas ini menambah semangat kami untuk tampil lebih baik lagi di seleknas nanti. Yang pasti saya senang bisa mengantarkan DKI Jakarta juara umum kejurnas,” tambah Rachel. Gelar ketiga bagi DKI Jakarta direbut pasangan ganda putra Muhammad Fadel Illyasa Duni/Yahya Raska Ananda Suprianto. Pada partai pamungkas, lewat laga seru tiga gim, ganda binaan klub Jaya Raya ini berhasil menggusur Michael Owen/Yuke Gamareza Radjasa (Jawa Tengah), 16-21, 21-12, 21-15. “Senang bisa juara. Saya memang dari awal bertekad untuk bisa juara kejurnas agar bisa mengikuti seleknas. Cita-cita saya memang ingin bergabung ke pelatnas,” ujar Raska, putra dari Bambang Suprianto, mantan pemain nasional. Hasil Final BNI Kejurnas Perorangan Taruna PBSI 2022: Tunggal Putra: Muhammad Halim As Sidiq (DKI Jakarta) vs Muhammad Fachri Akbar Romadhon (Jawa Barat), 20-22, 21-18, 21-7. Tunggal Putri: Wening Arviani Sabrina (Banten) vs Zahra Rahma Kartina (Banten), 25-23, 18-21, 21-19. Ganda Putra: Muhammad Fadel Illyasa Duni/Yahya Raska Ananda Suprianto (DKI Jakarta) vs Michael Owen/Yuke Gamareza Radjasa (Jawa Tengah), 16-21, 21-12, 21-15. Ganda Putri: Ariella Naqiyyah/Rachel Agnesia Sabatini (DKI Jakarta) vs Nabila Cahya Permata Ayu/Reva Olivia Damayani (DKI Jakarta), 22-20, 21-17. Ganda Campuran: Verrell Yustin Mulia/Priskila Venus Elsadai (Jawa Tengah) vs M. Lutfi Khaidar/Gina Karmila (Banten), 21-13, 16-21, 21-14.

Atas Persetujuan FIFA, Pembukaan Piala Dunia U-20 Tahun 2023 Bisa Berlangsung Meriah

Berkenalan Dengan Bacuya, Maskot Piala Dunia U-20 2023

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyampaikan beberapa pesan menarik ketika melakukan pertemuan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Qatar beberapa waktu lalu. Salah satunya Indonesia akan diberi keleluasaan pembukaan Piala Dunia U-20 tahun 2023 nanti akan berlangsung meriah. Menurut Menpora, Gianni Infantino memberi perhatian khusus untuk Indonesia pada pembukaan Piala Dunia U-20 tahun 2023. Ia pun mencontoh keleluasaan yang diberikan oleh FIFA yakni pembukaan Piala Dunia U-20 nanti bisa dibuat meriah. “Misalnya untuk acara opening Piala Dunia U-20 sendiri biasanya tidak semeriah yang senior tetapi untuk Indonesia karena memang hubungan baik antara bapak Presiden Joko Widodo dengan Presiden FIFA, maka beliau mempersilahkan saat pembukaan nanti bisa dibuat meriah,” kata Menpora Amali secara virtual pada Program Apa Kabar Indonesia Malam TV One, Kamis (22/12) malam. Terkait kesiapan Indonesia dan juga venue-venue yang sudah ditunjuk oleh FIFA. Menurut Menpora Amali sudah dilaporkan ke Presiden FiFA. “Kesiapan Indonesia dan venue sudah saya laporkan kepada Presiden FIFA, dan dia menyambut baik dan memberikan dukungan penuh dengan serius agar Indonesia bisa sukses menjadi tuan rumah,” jelasnya Menurutnya stadion yang akan digunakan untuk pertandingan tetap masih sama yakni enam stadion. “Enam stadion ini adalah Gelora Bung Karno (Jakarta), Si Jalak Harupat (Jawa Barat), Manahan (Solo), Gelora Bung Tomo (Surabaya) , I Wayan Dipta (Bali) dan Jakabaring (Sumsel),” ucapnya. “Jadi sampai hari ini FIFA tetap masih mengagendakan untuk melihat persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023. Rencana Januari nanti FIFA akan datang lagi,” tutupnya.

Atlet PB Djarum Persembahkan 4 Gelar Juara Untuk Indonesia

Atlet PB Djarum Persembahkan 4 Gelar Juara Untuk Indonesia

Sebanyak 4 gelar juara bagi Indonesia di ajang Pathumthani Junior International Series 2022, berhasil dipersembahkan oleh atlet-atlet asuhan PB Djarum pada Minggu (11/12), di Spirit by Maneepong Badminton Club, Amphora Thanyaburi, Pathumthani, Thailand. “Alhamdulillah akhirnya dua turnamen di Thailand sudah kami lalui. Kalau secara hasil dengan bisa masuk 7 final di Pathumthani ini sudah cukup bagus, karena target kita memang setelah tampil di Kejuaraan Asia (Badminton Asia U-17&U-15 Junior Championships 2022) minggu sebelumnya paling tidak ada pengalaman bagus yang bisa diterapkan di sini,” tutur Puri Setyo Indra, Manajer tim PB Djarum. Di sisi lain, Puri yang juga menjabat sebagai asisten pelatih ganda putra U-19 PB Djarum melihat hasil yang sangat baik dipersembahkan oleh ganda putra U-15, Raihan Daffa Edsel Pramono/Muhammad Rizki Mubarrok. “Saya lihat yang paling menarik adalah juara ganda putra U-15 Edsel/Mubarrok. Mereka mampu membuktikan tidak hanya merajai di turnamen nasional, tetapi mereka bisa juga bersaing di turnamen internasional. Bahkan Edsel meraih dua gelar di sini bersama ganda campuran,” papar Puri. “Saya berharap ke depannya tentu prestasi yang diraih oleh atlet-atlet PB Djarum di turnamen internasional bisa lebih banyak lagi. Karena tujuan mereka adalah di Kejuaraan Asia dan Dunia U-19. Jadi mereka sebisa mungkin harus bisa terus berprestasi dan menambah poin untuk bisa tampil di dua turnamen itu,” tutup Puri. Selain 4 gelar juara, atlet-atlet muda PB Djarum juga berhasil meraih posisi 3 runner dan 8 semifinalis. Berikut daftar pemain yang berhasil meraih medali di Pathumthani Junior International Series 2022: Juara Alif Akbar (Tunggal Putra U13) Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono (Ganda Putra U-15) Raihan Daffa Edsel Pranomo/Dian Ramadhani Mukti (Ganda Campuran U-15) Emanuel Joseph Surya Hartono/M. Voyage Afrisal Mahendra (Ganda Putra U-19) Runner up Jolin Angelina (Tunggal Putri U-15) Richie Duta Richardo (Tunggal Putra U-17) Riska Anggraini/Rasi Joase Niakhe Munajad (Ganda Putri U-17) Semifinalis Yarits Al Kaaf Rengganingtyas (Tunggal Putra U-15) Shaafiya Yasmin Maitsaa (Tunggal Putri U-15) Anju Siahaan/Hikmal Abrar Putra Zawa (Ganda Putra U-15) Jolin Angelina/Shaafiya Yasmin Maitsaa (Ganda Putri U-15) Gregorius Farrel Frandrico (Tunggal Putra U-17) Akhsan Ashardi/Theodorus Steve Kurniawan (Ganda Putra U-17) Yugo Alvaro Gunawan/Ikhsan Lintang Pramudya (Ganda Putra U-17) Ikhsan Lintang Pramudya/Rasi Joase Niakhe Munajad (Ganda Campuran U-17) Ahmad Haikal Aryadi/Geraldine Alexandra Bolang (Ganda Campuran U-17)

Kisah Dua Bersaudara Atlet Fencer Yang Sarat Ambisi

Kisah Dua Bersaudara Atlet Anggar Yang Sarat Ambisi

Olahraga anggar sudah tak asing bagi Putri Faradilah dan Sandy Daffa Faradilah. Mewarisi bakat sang ayah yang merupakan fencer (atlet anggar) profesional era 1980-2000, dua bersaudara ini mulai mendunia. Orang tua merupakan role modele bagi anaknya. Pengalaman Hendra Faradilah melanglang buana ke berbagai penjuru negara, benar-benar memikat hati kedua anaknya. Ketertarikan berawal dari si sulung, Putri Faradilah. “Papa (panggilan Putri ke Hendra) kan pelatih. Awalnya ya iseng lihat, anggar itu bagaimana sih. Akhirnya tertarik, oh ternyata begini ya. Dari coba-coba malah ketagihan sampai sekarang,” ujar dara berusia 17 tahun itu, dikutip dari Jawa Pos Radar Solo. Sebelumnya, siswa kelas XII SMAN 4 Surakarta tersebut lebih tertarik ke dunia renang. Namun dia akhirnya beralih ke anggar saat duduk di bangku kelas I SD. Kini olahraga tersebut sudah menjadi bagian hidup Putri. Putri merupakan sosok yang tak kenal kata menyerah. Bisa dibilang tidak ada hari tanpa berlatih. Mulai dari matahari terbit, dari pukul 06.00-07.30. Dilanjutkan sesi kedua mulai 18.00-19.30. Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Fencer kelahiran Palembang ini sudah mengantongi banyak prestasi. Mulai dari daerah hingga internasional. Jadi tak usah kaget jika namanya tercatat sebagai wakil dari Indonesia. “Saya bakal bertanding di FIE Junior World Cup: Men’ and Women’s Foil, Individual, and Teams di Bangkok, Thailand. Tentu saya akan mempersiapkan diri. Terutama di fisik,” bebernya. Ini bukan kejuaraan dunia pertama bagi Putri. Sebelumnya putri dari Dessy Arisandy ini pernah terbang ke Negeri Jiran. Dan berhasil meraih juara II Beregu Sabel Putri SEAFF Malaysia 2017. Dara manis tersebut optimistis bisa tampil maksimal plus membanggakan Indonesia di Negeri Gajah Putih. Tak sendiri, Putri berangkat bersama dua atlet lainnya. Salah satunya sang adik, Sandy Daffa Faradilah. “Kalau ini merupakan kejuaraan dunia pertama bagi saya,” imbuh Sandy. Terpaut empat tahun dengan sang kakak, Sandy juga tak kalah hebat. Fencer kelahiran 30 Mei 2008 ini sudah sering terjun di kejuaraan nasional. Salah satunya di Kejurnas Anggar 2022, dia berhasil menyabet medali emas. Prestasi dua bersaudara ini tidak diraih secara instans. Keduanya intens berlatih bersama sang ayah di rumah. “Sandy itu dulu melihat kakaknya (Putri) berprestasi. Terus dia ingin (ikut anggar). Jadi sering latihan bersama. Meski kakak beradik dan berbeda jenis kelamin, mereka tak mau kalah saat latihan,” cerita sang ayah. Sejak kecil memang sudah tertanam jiwa kompetitif tinggi. Tentunya mereka ingin menang, siapapun lawannya. Hendra pun sering mengingatkan bahwa keduanya merupakan saudara. Jadi kompetisi tidak boleh dibawa ke luar lapangan. “Kadang saya ingatkan kalau mereka itu kakak adik. Mereka juga tak mungkin bertemu, kenapa harus seperti itu (saling berlomba menang). Tapi namanya anak-anak dan atlet, tetap aja tak mau kalah,” jelas Hendra. Sementara itu, Hendra sendiri memulai karirnya sebagai fencer sekitar 1987. Mulai 1988 dia sudah mengikuti kejurnas berlanjut PON. Terakhir mengikuti Sea Games di Manila tahun 2005. “Prestasi yang belum pernah saya ikuti itu olimpiade. Jadi saya ingin anak atau anak didik saya bisa mencapai level tersebut,” kata Hendra. Soal kejuaraan di Bangkok yang bakal berlangsung 16-18 Desember ini, Hendra terus mendorong mental plus strategi bagi kedua anaknya. Targetnya tak muluk-muluk, yakni lulus di sesi gugur. Sebab, lawannya bukan ecek-ecek. Peta kekuatan yang dominan di pegang oleh tim Eropa. Seperti Perancis, Italia, dan Amerika Serikat. “Mereka ranking 1-10 besar dunia. Kalau kami masih awal, apalagi dua tahun ini puasa kompetisi level internasional (imbas Covid-19). Sehingga kami harus merangkak dari bawah dulu,” beber pria yang menjabat sebagai kepala bidang pembinaan prestasi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Kota Solo.

430 Petenis Junior Ikuti Turnamen FIKS Tennis Open

430 Petenis Junior Ikuti Turnamen FIKS Tennis Open

Sekitar 430 peserta mengikuti 60 thn FIKS Tennis Open 2022 The Oldest National Junior Turnament, yang berlangsung di Lap Tenis Indoor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jln Setiabudhi Bandung, Sabtu 17 Desember 2022. Ketua FIKS Bandung Dra. Meiska H. Wigun menuturkan kalau gelaran kejuaraan tenis FIKS tahun ini terasa lebih spesial, mengingat tahun ini usia FIKS telah mencapai 60 tahun. “Menghasilkan atlet tenis terbaik merupakan salah satu tujuan mulia dari Sekolah Tenis FIKS, dan tahun ini 430 peserta siap bertanding dengan performa terbaiknya di Bandung,” ungkap Meiska seusai pembukaan kenjuaraan. Meiska juga mengatakan, kejuaraan ini diikuti para petenis dari seluruh Indonesia, yang memang sudah menunggu kejuaraan ini. “Dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Lampung, Pekanbaru, Bangka Belitung, Bali, Banjarmasin, Palu, Balikpapan, Palembang, Banjarnegara, dan Makassar, ikut serta dalam kejuaraan kali ini dan memang kejuaraan FIKS selalu ditunggu,” jelasnya. Kejuaraan sendiri dibuka langsung oleh wakil ketua PP PELTI, Prof. Wikan Sakarinto, yang mengaku sangat mengapresiasi kejuaraan FIKS ini bahkan untuk peserta sendiri membludak sehingga pendaftaran ditutup sebelum waktunya. “Kami sangat mengapresiasi kejuaraan ini, dari sini bakat-bakat dan munculnya atlet handal muncul, yang menjadi petenis andalan nasional,” tegasnya. Dalam acara ini, klub tenis FIKS juga memberikan penghargaan kepada 10 pelatih tenis yang telah melahirkan petenis hebat di Indonesia, seperti Deddy Tedjamukti, pelatih dari Angelique Widjaja, yang berhasil menjuarai kategori single di Wimbledon Junior 2001, dan Ryan Tanujoyo, yang berhasil membawa Priska Nugroho menjadi juara Grand Slam Australian Open Junior Double tahun 2020.

PBTI Menjaring Atlet Junior Baru Melalui Turnamen Taekwondo

PBTI Menjaring Atlet Junior Baru Melalui Turnamen Taekwondo

Persatuan Taekwondo Seluruh Indonesia (PBTI) mencermati potensi atlet junior dari berbagai daerah, dengan Kejuaraan Nasional Taekwondo 2022 digelar di Stadion GOR Benteng Taruna, Tangerang, Banten, pada 15-18 Desember. “Sebagian besar provinsi berhasil meraih medali, meski lima provinsi yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Banten, dan Yogyakarta masih mendominasi,” kata Thamrin Marzouki, Presiden Institut, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu. Marzouki menilai kekuatan di kelas junior sudah merata. Hingga Minggu siang, Jabar kokoh di puncak klasemen dengan raihan 16 medali emas, 9 perak, dan 15 perunggu. Jakarta menduduki peringkat kedua dengan delapan emas, 10 perak, dan 12 perunggu, sedangkan Jakarta di peringkat ketiga dengan tujuh emas, tujuh perak, dan tiga perunggu. Sedangkan provinsi tuan rumah Banten harus finis keempat dengan enam emas, enam perak, dan 15 perunggu. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Fachmy Fachrezzy, mengatakan pihaknya sejauh ini telah menentukan komposisi atlet yang akan diseleksi untuk berlaga di SEA Games ke-32 tahun 2023 di Phnom Penh, Kamboja. Ia melihat banyak potensi yang dimiliki para atlet junior, terutama dalam hal skill dan postur tubuh, sedangkan ketahanan fisik mereka perlu ditingkatkan. “Kami telah menyimpan (nama-nama) atlet yang akan mengikuti seleksi, dan diharapkan kriteria dan kualifikasi atlet yang dipilih dari hasil kejuaraan nasional sesuai dengan harapan kami,” kata Vacrezi. Ditambahkannya, mentalitas dan wawasan para atlet bisa ditingkatkan dengan berlaga di ajang resmi berstandar internasional. Untuk itu, ia berjanji akan memperbaiki formula dan rencana latihan serta mengembangkan prestasi, terutama terkait kualitas turnamen, termasuk turnamen regional di tahun-tahun berikutnya.

Tim Dayung Jambi Sabet 4 Emas di Kejurnas Junior 2022

Tim Dayung Jambi Sabet 4 Emas di Kejurnas Junior 2022

Tim dayung Jambi berhasil berhasil meraih empat medali emas, dua perak dan tujuh perunggu pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Dayung Junior di Situ Cipule Karawang pada 6-17 Desember 2022. Ketua Umum Pengurus provinsi Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (Pengprov Podsi) Jambi, Hasan Mabruri melalui keterangan resminya yang diterima, Selasa mengatakan, Jambi mengirimkan sebanyak 40 atlet juniornya pada Kejurnas tahun ini dan hasilnya sudah melebih target dimana tim dapat meraih empat medali emas dari targetnya hanya tiga emas. Keempat medali emas Jambi diraih oleh atlet dinomor canadian putri jarak 500 meter atas nama atlet Devi dan Anci, kemudian kayak perorangan putra 200 meter atas nama Subhi dan kemudian dua medali emas pada nomor dragon boat mix jarak 1.000 meter dan mix 20 pendayung jarak 500 meter putra. Sedangkan medali perak diraih lewat atlet canoe peorangan putri jarak 200 meter dan dragon boat terdiri atas 20 pendayung putri, sementara itu lima medali perunggu diraih oleh canoe perorangan putra jarak 1.000 meter, canoe double putra 500 meter dan dua medali lagi dinomor dragon boat jarak 1.000 meter putra dan dragon boat 1.000 meter putri mix 20 pendayung. “Masih ada waktu beberapa hari lagi dan tim dayung junior Jambi masih menurunkan atletnya di beberapa nomor perlombaan lainnya dan berharap terus meraih medali untuk Provinsi Jambi,” kata Hasan Mabruri. Dia menyatakan bangga atas prestasi tim dayung junior Jambi pada kejurnas tahun ini dan ini adalah modal utama Jambi kedepannya untuk bisa terus meningkatkan pembinaan cabang dayung agar bisa berprestasi pada pentas nasional dan internasional. Ke depan pembinaan Pengrov Podsi Jambi akan lebih fokus kepada mereka atlet junior yang telah berprestasi di pentas nasional dan modal atlet muda masa depan cabang dayung Jambi bisa lebih berprestasi.

Rahmat Erwin dan Rizki Raih Emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi

Rahmat Erwin dan Rizki Raih Emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi

Rahmat Erwin Abdullah dan Rizki Juniansyah menunjukkan dominasi mereka di kelas 73kg Kejuaraan Angkat Besi 2022 yang berlangsung di Bogota, Kolombia. Rahmat Erwin meraih emas di kategori clean and jerk lewat angkatan 200kg. Sedangkan perak direbut oleh Rizki dengan catatan 192kg. Sedangkan di kategori snatch, Rizki jadi lifter terbaik dengan torehan 155kg. Ia pun berhak atas medali emas untuk kategori tersebut. Pada total angkatan, Rahmat Erwin dan Rizki pun berjaya. Rahmat Erwin merebut emas dengan total angkatan 352kg sedangkan Rizki merebut medali perak dengan torehan total 347kg. Rahmat Erwin Abdullah dan Rizki Juniansyah adalah dua lifter muda yang jadi simbol regenerasi angkat besi Indonesia. Keduanya sudah mengukir prestasi level dunia sejak kejuaraan level junior. Rahmat Erwin Abdullah bahkan telah berhasil mempersembahkan medali perunggu pada Olimpiade 2020 lalu. Pencapaian Rahmat Erwin dan Rizi di Bogota ini makin menandai bahwa keduanya bisa jadi harapan Indonesia meraih prestasi di Olimpiade. Sejak Olimpiade 2020, Tim Angkat Besi Indonesia selalu jadi tambang medali bagi kontingen Indonesia di ajang Olimpiade. Mereka tak pernah henti menyumbang medali dalam enam pelaksanaan Olimpiade terakhir. Misi Tim Angkat Besi Indonesia yang belum terwujud saat ini adalah meraih medali emas untuk kontingen Indonesia di ajang Olimpiade.

Rahmat Berhasil Kembali Raih Juara dan Pecahkan Rekor Dunia

Rahmat Berhasil Kembali Raih Juara dan Pecahkan Rekor Dunia

Selain meraih medali emas, lifter muda Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, juga mencetak rekor dunia untuk angkatan clean and jerk di kelas 73kg putra Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022 di Gran Carpa Americas Corferias, Bogota, Kolombia, Sabtu pagi WIB. Tampil di Grup B, Rahmat Erwin menjadi kuda hitam setelah mengangkat beban seberat 200kg pada angkatan clean and jerk, demikian berdasarkan hasil dari laman IWF. Hasil ini memecahkan rekor dunia milik peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 Shi Zhiyong asal China yang pada Kejuaraan Dunia 2019 mencetak 197kg untuk angkatan clean and jerk. Pencapaian Rahmat ini mengejutkan karena dia bukan unggulan di kelas 73kg putra. Bahkan ditempatkan di Grup B. Namun dia kembali membuktikan diri sebagai lifter yang layak diperhitungkan di kelas ini. Lifter 22 tahun ini bukan kali pertama membuat kejutan. Ketika di Olimpiade Tokyo 2020 dia juga tampil di Grup B. Meski begitu, Erwin sukses meraih medali perunggu di kelas 73kg setelah mengangkat beban total 342kg (152kg snatch dan 190kg clean and jerk). Adapun di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022, Erwin pada angkatan snatch membukukan 152kg. Hingga berita ini diturunkan persaingan di kelas 73kg putra masih bergulir. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali pun turut bangga dan mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih Rahmat. “Saya sangat bangga dan mengucapkan terima kasih atas prestasi yang diraih Rahmat Erwin Abdullah pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022 Bogota, Kolombia. Erwin berhasil memecahkan rekor dunia, ini prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia,” kata Menpora Amali di Jakarta, Kamis (10/12). Dengan prestasi Rahmat ini, Menpora Amali semakin optimistis banyak atlet Indonesia yang akan lolos dan tampil pada Olimpiade Paris 2024 mendatang. Terlebih dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Angkat Besi merupakan cabang olahraga unggulan yang diharapkan bisa menyumbang banyak medali di olimpiade. “Saya semakin optimistis banyak atlet Angkat Besi yang lolos Olimpiade Paris 2024. Sesuai DBON, kita harapkan peringkat olimpiade kita terus meningkat. Dan Angkat Besi salah satu penyumbang medali,” harapnya.

Finish Tiga Besar, PB WI Masih Punya PR

Finish Tiga Besar, PB WI Masih Punya PR

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino, mengatakan pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah (PR) dalam menyejajarkan prestasi sanda dengan taolu. Ngatino mengaku sudah mengantongi sejumlah poin hasil dari evaluasi Kejuaraan Dunia Wushu Junior (WJWC) 2022 di ICE BSD, Tangerang, Banten, yang berakhir, Sabtu. “Kami akan canangkan ke depannya untuk program pembinaan. Bukan hanya taolu, tetapi juga sanda. Tetapi yang menjadi prioritas adalah sanda. Ini PR besar ke depannya agar dua-duanya jalan. Ada prestasi di taolu, demikian juga sanda,” kata Ngatino. Indonesia selaku tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 dapat dikatakan sukses besar dengan menempati posisi tiga besar setelah mengantongi 10 medali emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Hasil tersebut juga melampaui target yang dicanangkan Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto yakni enam emas. Namun yang perlu digarisbawahi, semua emas yang diraih berasal dari atlet taolu atau seni. Sedangkan sanda atau nomor tarung, prestasi tertinggi di WJWC 2022 adalah mendapat perunggu. Meski secara umum target enam emas terlampaui, yang perlu diingat Airlangga Hartarto sempat mengatakan dua emas di antaranya berasal dari sanda. Namun nyatanya tak terpenuhi. Ngatino pun mengatakan pola pembinaan taolu dan sanda belakangan memang berbeda. Terlebih dengan adanya pandemi COVID-19. Atlet taolu yang tampil di WJWC 2022 merupakan atlet terbaik di kelas masing-masing yang terpilih masuk program pelatnas berkat prestasi yang ditunjukkan selama mengikuti kejuaraan secara virtual selama pandemi COVID-19. Berbanding terbalik dengan sanda yang memang mengharuskan atlet bertatap muka dan bertarung di atas ring. “Untuk sanda, karena pandemi kami tidak bisa mengikuti pola seperti taolu, karena mereka harus fight. Semoga setelah pandemi menghilang, kami bisa lakukan itu. Itulah peran dari dewan kehormatan yang mendukung selama ini,” kata Ngatino. Sebagai cabang yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Ngatino mengatakan wushu akan terus melanjutkan program pembinaan secara berkesinambungan. Selanjutnya, PB WI bakal melanjutkan program untuk persiapan atlet wushu Indonesia berlaga di Olimpiade Remaja di Dakar, Senegal pada 2026. “Kami akan mengambilnya dari yang sekarang, tetapi tidak menutup kemungkinan dari yang baru juga bisa kami orbitkan. Tinggal nomornya. Kami belum tahu nomor apa yang dipertandingkan di Youth Olympics Games 2026 nanti. Setelah atlet pulang ke daerahnya masing-masing, kami akan kembali melakukan pembinaan,” ujar Ngatino.

Indonesia Finis Posisi Tiga Besar Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Indonesia Finis Posisi Tiga Besar Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Indonesia selaku tuan rumah mengakhiri Kejuaraan Dunia Wushu Junior (WJWC) 2022 di posisi tiga besar dalam daftar perolehan medali. Secara keseluruhan, skuad Merah-Putih mengoleksi 10 medali emas, 2 perak, dan 5 perunggu dalam ajang yang secara resmi ditutup Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu. Iran menjadi negara peserta paling sukses dengan 13 emas, 5 perak, dan 5 perunggu. Kemudian Tiongkok di bawahnya dengan 10 emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Prestasi Indonesia pada WJWC edisi kedelapan ini meningkat signifikan dibanding dengan edisi sebelumnya di Brazil pada 2018 ketika Indonesia berada di posisi 11 dengan mengantongi 2 emas, 10 perak, 7 perunggu. Adapun penyumbang emas terakhir Kontingen Indonesia di WJWC 2022 adalah Rainie Elena Liem dari nomor qiangshu kelompok junior B putri. Atlet asal Sasana Rajawali Sakti ini mengantongi 9,176 poin. Medali perak diraih Oubu Ishii dari Jepang dengan 9,100 poin dan Kim Caeyoung dari Korea Selatan meraih perunggu dengan 8,983 poin. Sementara itu, Direktur Eksekutif Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 Gunawan Tjokro mengatakan sebagai tuan rumah, Indonesia patut bersyukur berhasil menempati posisi tiga besar. “Indonesia dapat 10 medali emas. Sebenarnya tingkat medali emas kita sama dengan Tiongkok, tetapi kita kalah satu poin di perak. Sehingga secara keseluruhan kita di posisi tiga,” kata Gunawan. “Tetapi kalau dipisah antara taolu dan sanda, karena dengan perolehan 10 medali emas di taolu, Indonesia masih yang teratas. Karena kita tahu sandanya diborong Iran. Jadi sebagai tuan rumah, posisi ketiga kita syukuri. Artinya ada kemajuan. Dengan target 6 emas, kita sudah mendapat 10,” katanya menambahkan. Indonesia memang mendominasi nomor taolu dengan 10 emas. Sedangkan Tiongkok menghasilkan 7 emas dari taolu dan Iran mendapatkan 6 emas. Hanya saja, Iran memperkokoh dominasinya dengan meraih 7 emas dari nomor sanda atau tanding. Sementara itu, Airlangga Hartarto menyampaikan terima kasih kepada seluruh kontingen dari semua negara yang berpartisipasi pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada 60 kontingen yang telah hadir dan berpartisipasi kepada pemerintah, Kemenpora, Pemerintah Tangerang dan Banten, serta sejumlah donatur yang membantu acara ini terlaksana dengan baik,” ujar Airlangga. “Juga kepada sejumlah perusahaan yang datang dan untuk menyaksikan wushu, terima kasih. Karena tanpa dukungan kalian kegiatan ini tidak terlaksana,” pungkas Airlangga.

Harapan Yakob Sayuri Bersama Timnas Indonesia

Harapan Yakob Sayuri Bersama Timnas Indonesia

Yakob Sayuri membidik target tinggi di Piala AFF 2022. Dia ingin membawa Timnas Indonesia menjadi juara Piala AFF 2022. Piala AFF 2022 digelar mulai 20 Desember 2022 sampai 16 Januari 2023. Timnas Indonesia masuk ke Grup A bersama juara bertahan Thailand, Filipina, Kamboja dan Brunei Darussalam. Seluruh pemain di dalam Timnas Indonesia punya tekad dan keinginan yang sama, yaitu ingin jadi juara. Tekad ini pun disampaikan Yakob Sayuri yang akan menjalani turnamen Piala AFF perdananya. Kalau target pribadi yang pastinya saya ingin sekali untuk bisa membawa Timnas Indonesia juara Piala AFF. Untuk merealisasikan target tersebut, Timnas Indonesia berlatih dengan keras selama hampir dua pekan terakhir di Bali United Training Center, Pantai Purnama, Gianyar. Yakob Sayuri dan kawan-kawan terus digembleng oleh Shin Tae-yong dan stafnya supaya tampil maksimal di Piala AFF 2022. Setelah menjalani latihan fisik di pusat kebugaran maupun di lapangan sejak 28 November, para pemain akan mulai fokus ke latihan taktik mulai pekan depan. “Pekan kemarin fokus ke (latihan) fisik karena kompetisi (sempat) dihentikan, jadi fisik menurun,” ujar pemain PSM Makassar tersebut. Yakob sudah merasakan manfaat dari gemblengan Shin Tae-yong selama hampir dua pekan berlatih di Bali United Training Center, Lapangan Pantai Purnama, Gianyar. Dia menyebut kondisinya semakin prima. “Puji Tuhan, jujur, fisik saya agak meningkat dibandingkan dari tim. Soalnya setiap hari latihan dua kali dan saya merasakan sendiri fisik saya mulai terbentuk. Semoga ini bertahan sampai Piala AFF dimulai,” ucapnya. Timnas Indonesia mengawali kampanyenya di Piala AFF 2022 dengan menjamu Kamboja pada 23 Desember. Setelah itu Skuat Garuda tandang ke Kuala Lumpur untuk menghadapi Brunei Darussalam (26/12), kemudian bertemu Thailand (29/12) dan ditutup dengan partai away ke markas Filipina pada 2 Januari 2023.