Jelang SEA Games 2021, PB PODSI Gelar Seleksi Nasional

Jelang SEA Games 2021, PB PODSI Gelar Seleksi Nasional

Pengurus Besar (PB) Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) mulai melakukan persiapan guna mengikuti SEA Games 2021 yang berlangsung di Hanoi, Vietnam. Salah satu agenda dari PB PODSI yakni menggelar seleksi nasional pada awal Desember mendatang. Seleksi nasional itu dimaksudkan untuk mencari sekaligus menyaring pedayung muda yang dimiliki Indonesia. Menurut pelatih nasional dayung, Muhammad Hadris, SEA Games Vietnam sendiri untuk cabang dayung akan mempertandingkan 16 nomor event khusus cabang rowing. Sedangkan atlet yang saat ini tersedia hanya sembilan, itu pun mereka akan difokuskan lebih dulu menuju Olimpiade Tokyo tahun depan. Oleh sebab itu, PB PODSI masih kekurangan atlet muda untuk melengkapi nomor yang akan dipertandingkan pada multiajang Asia Tenggara dua tahunan tersebut. “Kalau memungkinkan kita bisa ikut semua makanya kami gelar seleknas ini, mana tahu ada atlet berkualitas untuk komposisi SEA Games nanti,” kata Hadris, seperti dilansir dari detikSport, Senin (2/11/2020). Saat ini PB PODSI melalui wakil ketua umum, Budiman Setiawan, telah bersurat kepada tiap-tiap pengurus provinsi daerah untuk menyiapkan atletnya untuk mengikuti seleksi itu. “Atlet yang diincar sudah ada, artinya kami panggil ada yang eks Asian Games 2018, eks SEA Games, yang sekarang berlatih di daerahnya tentu mereka punya kemauan untuk bisa memperkuat timnas kembali,” ujar Hadris. “Kalau kita totalin mungkin lebih dari 20 atlet (yang kami siapkan untuk SEA Games) jika ingin ikut semua nomor. Jadi minimal satu atlet satu nomor, dan ada juga beregu,” lanjutnya. Adapun pelaksanaan seleknas rencananya berlangsung di Situ Cipule, Karawang. Tapi khusus untuk atlet proyeksi Olimpiade akan dites di Jatiluhur. “Kemungkinan besar atlet yang masuk skuad SEA Games ini ialah mereka yang sekarang ini sedang berlatih (untuk persiapan Olimpiade) karena mereka berlatih lebih awal ketimbang atlet lain. Makanya, seleknas ini buat tambahan tim yang sudah ada,” ujarnya. Prestasi Tim Rowing Indonesia Pada SEA Games 2019: Men Lightweight Double Sculls – Medali Emas Mahendra Yanto dan Ihram Lightweight Single Sculls – Medali Perunggu Kakan Kusmana Pairs – Medali Emas Denri Maulidzar al Ghiffari dan Ferdiansyah Women Lightweight Single Sculls – Medali Perunggu Mutiara Rahma Putri Pairs – Medali Emas Julianti dan Yayah Rokayah

Pandemi Justru Membuka Kesempatan Bagi Atlet Junior Menembak Untuk Unjuk Gigi

Ebrahim Inanlou saat memberikan instruksi kepada anak didiknya di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Jumat (12/6). (Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra)

Pengurus Besar (PB) Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) saat ini memberikan kesempatan kepada Pelatnas menembak untuk lebih fokus membina para atlet junior mereka. Fokus Pelatnas tahun ini seharusnya mempersiapkan para atlet menghadapi kualifikasi Olimpiade Tokyo. Namun, karena adanya pandemi COVID-19 ini Olimpiade Tokyo pun ditunda pelaksanaannya. Akhirnya, fokus Pelatnas menembak pun diubah, program latihan saat ini diberikan kepada seluruh atlet termasuk para junior. Menurut sang Pelatih kepala PB Perbakin, Ebrahim Inanlou, fokus ini digunakan untuk mempersiapkan atlet muda untuk berlaga pada SEA Games 2021 di Vietnam. “Kami saat ini sedang mempersiapkan atlet untuk SEA Games Vietnam. Ini waktu yang bagus untuk kami dan kami rasa kami bisa manfaatkan ini untuk SEA Games nanti,” kata Ebrahim dikutip dari Sport.tempo.co. Indonesia sebenarnya sudah meloloskan satu perwakilan mereka untuk berlaga di Olimpiade Tokyo melalui Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba. Fika yang saat ini baru menginjak usia 19 tahun tersebut dinyatakan lolos ke gelaran Olimpiade Tokyo usai mengikuti turnamen Asian Shooting Championship (ASC) di Qatar pada November 2019 lalu. Fika dinyatakan lolos kualifikasi dengan menempati urutan ke-14 peringkat penembak se-Asia. “Sekarang kami mulai 50 m riffle 3 position khusus Fika (Vidya Rafika) karena dia harus menembak air rifle dengan 3 position. Untungnya dengan waktu yang kami punya, kami jadi bisa mulai 3 position dengan atlet lainnya juga,” Ebrahim menjelaskan. Terkait peluang Indonesia untuk menambah wakil atlet menembak ke Olimpiade, menurut pelatih asal Iran tersebut dirasa cukup sulit untuk bisa terpenuhi mengingat hanya ada 12 kuota tersisa yang akan diperebutkan petembak yang menduduki ranking dunia. Meskipun memang masih ada kesempatan hingga tahun depan, tapi peluang itu dinilainya kecil. “Peluangnya kecil tapi kami akan coba meski sangat sulit. Sekarang saya fokus ke atlet remaja, SEA Games dan mungkin kompetisi di masa mendatang,” tuturnya. Namun, pembinaan para atlet junior sejak dini sangat penting demi melahirkan tim petembak junior yang kuat pada setiap kejuaraan sekaligus regenerasi atlet senior ketika mereka memutuskan untuk pensiun.

Menang Telak 4-0 Timnas Indonesia Berhasil Lolos ke Babak Semifinal

Skuad Timnas Indonesia U23

Timnas berhasil meraih poin penuh kala melawan Laos dengan skor telak 4-0. Laga timnas U23 Indonesia vs Laos berlangsung di Stadion City of Imus, Filipina pada Kamis (5/12/2019) merupakan pertandingan terakhir di Grup B SEA Games 2019. Empat gol timnas Indonesia dicetak oleh 3 pemain berbeda yakni Saddil Ramdani (4′), Osvaldo Haay (46′, 90+4′), dan tendangan penalti Bagas Adi Nugroho (72′). Gol pertama dicetak Saddil Ramdani ketika pertandingan baru berjalan lima menit. Memasuki babak kedua, Indonesia mampu mencuri gol di menit ke-47 lewat aksi Osvaldo Haay. Bagas Adi Nugroho berhasil memperlebar keunggulan Indonesia menjadi 3-0 lewat eksekusi penalti di menit ke-71. Osvaldo Haay menambah derita Laos lewat gol yang ditorehkannya di masa injury time. Dengan kemenangan ini Indonesia berhasil lolos ke babak semifinal SEA Games 2019 cabang olahraga sepakbola di posisi Runner-up sedangkan Vietnam tetap bertahan sebagai juara grup setelah mendapatkan hasil imbang di laga melawan Thailand. Jalannya pertandingan Indonesia langsung unggul cepat pada menit ke-5 lewat sepakan Saddil Ramdani yang gagal untuk diantisipasi baik oleh lini pertahanan maupun penjaga gawang Laos. Para pemain timnas Indonesia terus mencoba untuk mencari gol tambahan lainnya, namun karena rapatnya barisan pertahanan Laos membuat bola sulit untuk masuk kedalam kotak penalti lawan. Menit 28, Indonesia melancarkan serangan, Osvaldo Haay mencoba melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti, namun arahnya masih melebar di sisi kiri gawang Laos. Beberapa kali Laos pun membangun serangan ke pertahanan Indonesia. Namun penyelesaian akhir yang kurang baik membaut serangan terbuang percuma dan Indonesia kembali menguasai pertandingan. Laos mendapatkan peluang melalui tendangan bebas. Tendangan yang dilepaskan oleh Soukaphone Vongchiengkham masih bisa ditepis oleh Nadeo Argawinata. Sesaat kemudian Indonesia melancarkan serangan balik cepat melalui kombinasi umpan satu-dua Saddil dan Osvaldo Haay, namun sepakan Saddil dari sudut sempit masih bisa diamankan oleh Solasak Thilavong. Skor 1-0 bertahan hingga wasit meniup peluit tanda turun minum. Di babak kedua, Indonesia berhasil menambah gol melalui Osvaldo Haay pada menit ke-47. Gol tersebut membuat Laos langsung menumpuk seluruh pemainnya di area pertahanan mereka. Indonesia yang kesulitan untuk menembus pertahanan ketat Laos mencoba memberikan tenaga baru dengan menarik keluar Egy Maulana Vikri dan memasukkan Witan Sulaeman. Menit 72 Indonesia berhasil menambah melalui gol yang dicetak oleh Bagas Adi Nugroho. Bagas sebagai eksekutor penalti gagal menunaikan tugasnya, namun ia tetap bisa mencetak gol setelah menyambar bola liar hasil tepisan kiper Laos Solasak Thilavong. Pada menit akhir tambahan waktu babak kedua, Indonesia semakin meninggalkan Laos dengan skor 4-0 setelah Osvaldo Haay mencetak gol keduanya pada laga ini. Skor 4-0 untuk kemenangan Indonesia atas Laos bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Susunan Pemain: INDONESIA: Nadeo Argawinata, Andy Setyo Nugroho, Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho, Asnawi Mangkualam Bahar, Evan Dimas Darmono, Zulfiandi, Egy Maulana Vikri, Saddil Ramdani, Syahrian Abimanyu, Osvaldo Haay. LAOS: Solasak Thilavong, Bounphitak Chanthalangsy, Kittisak Phomvongsa, Loungleuang Keophouvong, Aphixay Thankhanty, Kaharn Phetsivilay, Vanna Bounlovongsa, Somvasath Sophabmixay, Somlith Sengvanny, Soukaphone Vongchiengkham, Somxay Keonaham. Jadwal Siaran Langsung Semifinal SEA Games 2019 Myanmar vs Indonesia Rizal Memorial Stadium Sabtu (7/12/2019) pukul 15.00 WIB Live RCTI dan TVRI

Indonesia Berhasil Mendobrak Sejarah Polo Air Dengan Mengalahkan Singapura di SEA Games 19, Medal Emas Kini Tinggal Selangkah

Tim Polo Air berhasil menumbangkan Singapura di Sea Games 2019. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama)

Indonesia mengukir sejarah sebagai tim pertama yang berhasil mengalahkan Singapura di ajang SEA Games, kamis (28/11/19) lalu. Dengan hasil ini maka tim Polo Air putra akan berpeluang merebut medali emas pertama bagi Indonesia pada SEA Games 2019 ini Indonesia berhasil menumbangkan tim Polo Air Singapura dengan skor 7-5 di New Clark Aquatic Centre, Filipina. Skor disumbangkan oleh Ridjkie Mulia, Delvin Feliciano, dan Silvester Goldberg masing-masing dengan dua gol, sementara Yusuf Budiman berhasil mencetak satu gol. Hasil pertandingan ini akan tercatat dalam sejarah sebagai kekalahan pertama tim Singapura yang merupakan tim terkuat di Asia Tenggara yang juga selalu merebut juara di cabor ini sejak ajang SEA Games 1965. Ketua Umum PB PRSI Anindya Bakrie langsung memberikan apresiasinya kepada para pemain melalui video call. “Alhamdulillah, Alhamdulillah. Saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya. Saya sampai sujud syukur saat memimpin Rapimnas Kadin. Pas mau rapat saya sampai ga bisa fokus, karena mau nanya skornya berapapun takut,” ungkap Anindya yang dilansir dari detik sports. “Sekali lagi terima kasih kalian telah membuat sejarah sebagai negara pertama yang mengalahkan Singapura. Besok masih ada satu pertandingan lagi melawan Malaysia, tetap fokus. Selamat ya tim, dan juga Bang Deddy serta semua pihak yang telah membantu,” ujarnya. Indonesia saat ini berada di puncak klasemen dengan total lima poin dari tiga pertandingan sedangkan filipina dan singapura ada di urutan 2 dan 3 dengan masing-masing memiliki poin sebanyak tiga dari dua laga. Puncak kemenangan akan terjadi apabila Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia di laga terakhir ayang akan di gelar Jumat (29/11/19) sore ini. (IHA)

KONI Pusat Dan PB PRSI Tingkatkan Kerjasama Pembinaan Atlet

Anindya Bakrie mengakui membutuhkan peran KONI, untuk membangun prestasi akuatik Indonesia.

Jakarta, KONI Pusat atau Komite Olahraga Nasional Indonesia dan PB PRSI atau Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia sepakat untuk meningkatkan kerjasama membina atlet-atlet muda, khsususnya akuatik untuk kemajuan prestasi olahraga Indonesia. Demikian kesepakatan yang terungkap dalam pertemuan jajaran elit KONI Pusat dan PB PRSI di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Rabu, 13 November 2019. Jajaran PRSI diterima Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (purn) Marciano Norman dan Sekjen Ade Lukman. Perwakilan PB PRSI yang hadir Anindya N. Bakrie (Ketua Umum), Ali Patiwiri (Sekjen) Harlin Rahardjo (Waketum), Sarman Simanjorang (Waketum), Reva Deddy Utama (Binpres), Teguh Anantawikrama (Wasekjen), Zoraya Perucha (Kabid Humas), Agus Susanto (Humas). Akuatik sendiri dihuni beberapa cabang olahraga yakni renang, loncat indah, polo air, renang artistik dan renang perairan terbuka serta renang master. Agenda terdekat adalah membahas SEA Games 2019 Filipina, PON 2020 Papua dan Olimpiade 2020 Jepang. “Kita mendapat kehormatan dengan kunjungan dari PB PRSI pimpinan Anindya Bakrie. Kita berbagi ilmu bagaimana meningkatkan pembinaan prestasi olahraga khususnya akuatik. Beliau menyampaikan perkembangan atlet akuatik, sedangkan kita KONI memberikan masukan supaya ke depan, akuatik menjadi cabang olahraga yang bisa menyumbang medali emas, setiap mengikuti multi event atau single event,” ucap Marciano Norman. “Saya berharap akuatik bisa menyiapkan atlet-atletnya sedini mungkin dengan pola latihan yang baik. Kita rindu bagaimana di renang satu atlet bisa dapat enam emas atau lebih. Seandainya Indonesia punya atlet seperti itu maka Indonesia bisa mendapat tempat terhormat. Saya berharap PRSI tidak berhenti dan terus meningkatkan pembinaan olahraga akuatik kepada masyarakat, supaya banyak yang menekuni renang,” harap Marciano. Anindya Bakrie mengakui membutuhkan peran KONI, untuk membangun prestasi akuatik Indonesia. “Bisa silaturahmi dengan Ketum KONI sangat baik sekali karena PRSI merupakan bagian dari KONI dan tentu ingin beri kontribusi positif,” ujar Anindya Bakrie. Mengenai program pengiriman atlet ke luar negeri, seperti Amerika Serikat juga menjadi perhatian khusus untuk program jangka panjang. “Tadi Ketum KONI juga berpesan untuk fokus pada yang muda. Kita juga sedang mencoba kepada para perenang muda untuk punya kesempatan sekolah di luar negeri seperti Amerika Serikat. Seperti para perenang senior sebelumnya. Dengan berlatih di Amerika Serikat bisa meningkatkan kemampuan baik dari segi mental dan juga jam terbang yang sangat kompetitif,” ucap pria yang akrab disapa Anin. Dalam kesempatan ini, Anin berharap pada SEA Games 2019 Filipina kontingen akuatik bisa melebihi raihan SEA Games 2017 Malaysia. Pada SEA Games 2017 silam, cabang olahraga akuatik mampu menyumbangkan 25 medali untuk Indonesia dengan rincian 4 emas, 11 perak, dan 10 perunggu. “Untuk SEA Games 2019, ada 13 perenang, 13 atlet polo air putra, dan tiga atlet loncat indah. Pokoknya, mereka sudah berusaha yang terbaik dalam menyiapkan segalanya untuk bisa menyaingi pencapaian 2 tahun lalu,” ucap Anin. (*)

Festival Akuatik Selesai Digelar, PRSI Umumkan 10 Perenang Pelatnas SEA Games

Adinda Larasati Dewi yang dilantik menjadi perenang terbaik pada festival akuatik 2019. (ANTARA FOTO/INASGOC/M RISYAL HIDAYAT)

Atlet renang yang akan mengikuti pelatnas SEA Games 2019 dan kualifikasi Olimpiade 2020 sudah dikantongi oleh PB RSI (Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia). Hasil ini didapat dari Festival Akuatik Indonesia (FAI) yang usai pekan lalu (28/4/29), pada ajang tersebut Jawa Timur dilantik menjadi juara umum dengan perolehan medali 34 emas, 23 perak, dan 19 perunggu, sedangkan Jawa Barat menyusul di posisi kedua dengan perolehan 21 emas, 21 perak, dan 15 perunggu. DKI Jakarta pun berada pada posisi ketiga dengan 21 emas, 17 perak, dan 27 perunggu. Adinda Larasati Dewi, dari kategori perorangan berhasil menyabet gelar perenang terbaik. Adinda berhasil memecahkan tiga rekor nasional dan merebut tujuh medali emas sekaligus. Tiga rekornas itu dari 200 meter gaya kupu-kupu dengan catatan waktu 2 menit 12,84 detik, yang mempertajam rekornya sendiri 2 menit 12,92 detik. Kemudian, rekornas dari 100 meter gaya kupu-kupu (1 menit 00,55 detik dari sebelumnya 1 menit 00,98 detik miliknya), dan menyamai rekor dia tahun lalu di nomor 50 meter gaya kupu-kupu. Sedangkan Aflah Fadlan Prawira di kategori putra yang dilantik menjadi perenang terbaik, Aflah berhasil menyabet tujuh medali emas dan perunggu. Adinda dan Afla sudah dipastikan lolos seleksi pelatnas renang SEA Games di tahun ini. Selain mereka berdua PRSI juga mengumumkan delapan perenang yang juga lolos ke pelatnas, yaitu , I Gede Siman Sudartawa, Glen Victor, Triady Fauzi Siddiq, Gagarin Nathaniel, Adinda, Nurul Fajar, Fadlan Prawira, Azzahra Permatahani, dan Farrel Armandio Tangkas. “Kami sudah rapatkan untuk atlet-atlet yang lolos seleksi dari kejuaraan kemarin prioritas utama kami untuk pelatnas renang sepuluh atlet,” kata Wakil Ketua PB PRSI, Harlin E. Rahardjo, yang dilansir dari detikSport, Senin (29/4/2019). “Memang nama-namanya tidak jauh dari saat pelatnas Asian Games kemarin. Tapi ada dua nama yang baru seperti Farrel. Dia memecahkan rekornas I Gede Siman Sudartawa nomor 200 punggung dan Muhammad Fachri di 50 meter gaya dada. Dia bagus lah, waktunya juga lebih bagus dari best timnya. Jadi potensi masuk ke 10 nama itu,” Harlin menjelaskan. Para atlet pelatnas tersebut akan melakukan pemusatan latihan di Bali sebelum jadwal training campe dan uji coba di luar negeri. Lokasi uji tanding yang dinilai tepat adalah Amerika Serikat, selain itu juga akan ada tiga kejuaraan besar sebelum SEA Games dimulai, yaitu 43th South East Asia Aage Group Swimming Championship di Phonm Penh, Kamboja, 28-30 Juni, kemudian Kejuaraan Dunia Renang senior di Gwangju, Korea Selatan, 12-28 Juli, Kejuaraan Dunia Renang junior di Budapest, Hungaria, 20-25 Agustus, dan terakhir SEA Games 2019. “Kami sudah list 19 nama yang akan turun di SEA Age, sementara kejuaraan dunia junior sudah pasti Azzahra dan Farel, sisanya berangkat ke Gwangju,” katanya. Walaupun sepuluh atlet tersbeut sudah masuk pelatnas akan tetapi Harlin mengatakan bahwa September mendatang seleksi nasional akan diadakan kembali. “Seleknas ini untuk mempersiapkan menuju SEA Games 2019. Jadi untuk membangun kompetisi lagi di antara mereka,” dia menambahkan. (IHA)

ESports, Cabang Olahraga Milenial yang Berpotensi Untuk Mengharumkan Nama Bangsa

Salah satu kompetisi eSports yang digelar di Mall Mangga Dua. dok.NXL Mobile Esports 2019

Di era revolusi teknologi seperti ini, hampir segala bidang dalam kehidupan masyarakat sudah bercampur tangan dengan sisi teknologi, termasuk dalam aspek Olahraga. Olahraga yang kita kenal sebagai olah fisik tubuh secara konvensional saat ini mulai mengalami perubahan yang signifikan. Olahraga kini bisa dilakukan di depan layar smartphone atau komputer. Olahraga yang disebut sebagai olahraga elektronik (eSports) ini banyak berasal dari sekedar hobi para kaum milenial yang tanpa disadari saat ini para penggiat eSports ini ternyata punya kesempatan dalam mengharumkan nama bangsa, selayaknya atlet-atlet kita yang lain. Olahraga eSports sempat dipertandingkan pada laga Asian Games 2018 lalu, walaupun hanya dipertandingkan sebatas eksebisi, tetapi mulai saat itu juga, nama eSports mulai ramai di Indonesia. Semenjak itu pula ada banyak pihak baik swasta maupun pemerintah yang mulai gencar menggaungkan dan menggelar turnamen eSports di Indonesia, mengingat pada ajang SEA Games 2019 dan Asian Games 2022, eSports tidak lagi sebatas eksebisi tetapi akan menjadi cabor yang memperebutkan medali. Dengan menjamurnya eSports saat ini di Indonesia, diharapkan agar para bibit-bibit pemainnya dapat bersaing di tingkat internasional sehingga juga berpeluang untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. “Tentunya atlet Esports Indonesia bisa bersaing bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional. Nantinya kalau sampai dipertandingkan di Asian Games berikutnya (Hangzhou 2022), dan nanti kalau jadi di Olimpiade, saya rasa ada kesempatan yang baik bagi atlet-atlet Indonesia untuk bisa mengharumkan nama bangsa melalui Esports,” tutur Charles Honoris anggota Komisi I DPR yang dilasir dari detikSport. “Apalagi nanti bisa mendorong developer-developer game dalam negeri untuk menciptakan game-game yang bisa dimainkan di Esports tentu akan sangat-sangat positif. Daripada anak muda Indonesia menggunakan internet untuk menyebarkan hoaks, fitnah, atau kebencian di medsos, tentunya Esports merupakan wahana atau kegiatan yang jauh lebih positif,” sambungnya. Charles meminta agar pemerintah lebih serius dalam menangani potensi eSports di Indonesia, terutama soal regulasinya. “Kita tentu tidak mau membatasi pertumbuhan Esports. Mungkin ada yang mengatakan bermain game bisa berdampak negatif, ya ini tugas kita bersama pemerintah untuk membuat regulasi yang membatasi efek negatifnya, tapi secara umum Esports ini harus kita dukung karena memang peminatnya banyak.” Ujar Charles. “Mungkin ke depan perlu juga registrasi diperketat saat membuat akun game online, harus registrasi dengan usia. Jadi ke depan mungkin di jam tertentu anak yang masih di usia sekolah tidak bisa login untuk main live. Jadi tidak menggangu para siswa yang sedang belajar,” Tambahnya. (IHA)

Indonesia Targetkan Tiga Emas Sea Games Manila 2019 di Cabor eSports

CEO NXL, Richard Permana sedang memantau para peserta qualifikasi, Minggu (3/3/2019).

Jakarta – Perkembangan eSports (Elektronik Sports) atau biasa yang lebih dikenal dengan olahraga yang menggunakan game sebagai bidang kompetitif utama yang dimainkan oleh profesional di Indonesia sudah lebih baik. Fenomena eSports terus berkembang dan mulai memancing perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari gamers, media, hingga perusahaan-perusahaan besar yang sama sekali tidak bergerak di bidang eSports. Berbagai event atau kejuaraan bergengsi Esports kerap kali digelar dan antusias para gamers sangat luar biasa. Bahkan, eSports ini pada saat Asian Games Jakarta-Palembang lalu sudah di uji lombakan meski tidak dihitung kedalam jumlah medali kontingen. Jika di Asian Games masih menjadi ajang uji lomba bagi cabang olahraga (Cabor) eSports. Kini eSports sudah resmi masuk dalam cabor di Sea Games Manila 2019 mendatang dan akan dihitung medali yang di dapat kontingen. Di eSports Asian Games, Indonesia sukses meraih 1 emas di nomor game Clash Royale dan 1 perak di nomor game Hearthsone. Nantinya di Sea Games Manila, Indonesia mematok tiga emas untuk cabor eSports. Meski ada 6 game yang dipertandingkan yakni NBA2K19, Tekken 7 (konsol), Dota 2, StarCraft II (PC), dan terakhir Mobile Legends dan Arena of Valor (mobile). “Game yang dipilih oleh Filipina ini game keunggulan mereka semua, kaya NBA2K19 tapi, Kemenpora nargetin kita tiga emas. Kita optimis bisa dapat emas di nomor game Mobile Legends, Tekken 7 dan Dota 2. Indonesia untuk game Mobile Legend itu jago banget, optimis emas,” ucap CEO NXL, Richard Permana dibilangan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu (3/3/2019). “Yang Dota 2 kami malahan nyewa pelatih yang jadi pemenang Dota 2 di The Internasional. Pokoknya Dota kita nggak boleh kalah dari Thailand, Filipina, Singapura sama Malaysia,” sambungnya. Richard yang merupakan pelopor eSports di Indonesia, nantinya akan dipercaya untuk menangi para pemain mulai dari pemilihan pemain dan lain sebagainya. “Nanti kan ada lima pemain yang dipilih untuk wakilin Indonesia di eSprots Sea Games. Dan, nanti akan kita kumpulin dan pilih 20 pemain yang akan dikarantina selama sebulan. Kemudian, akan diadu dan dipilih yang terbaik,” ujarnya. Dan, rencananya 20 atlet eSports Indonesia akan menjalani Pelatihan Nasional (Pelatnas) dua belum sebelum ajang Sea Games Manila 2019. (Lan)

Unik Nih, Intip Kisah Sang Kolektor Maskot Pesta Olahraga

Pernahkah terpikir oleh mu untuk mengoleksi boneka maskot-maskot pertandingan olahraga akbar se-Asia? Tentu pemikiran yang unik bukan… tapi tak heran, bagi sebagian orang mengoleksi boneka maskot atau souvenir Asian Games menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya bagi Broto Happy Wondomisnowo. Seperti yang dikutip tempo.co (7/04/2018), awalnya kegemaran Broto Happy mengoleksi boneka maskot ini berawal dari pekerjaannya menjadi wartawan olahraga. Ketika ia datang liputan acara olahraga dunia tersebut, Broto juga mencari oleh-oleh untuk menjadi kenang-kenangan. Pilihannya tidak jatuh pada souvernir kaos atau gantungan kunci, melainkan ia lebih menyukai boneka maskot yang merupakan simbol dalam pertandingan tersebut. Koleksi boneka maskot pertamanya adalah hewan singa yang waktu itu menjadi maskot SEA Games 1993 di Singapura. Broto juga mengungkapkan punya pengalaman tidak mengenakan ksaat ia tidak bertugas meliput SEA Games 1999. Ia sempat menitip ke teman, namun tak didapat boneka tersebut. Hingga sampai akhirnya akhir tahun 99 saat mendapat tugas liputan Final Grand Prix Bulutangkis ke Brunei, ia mencari boneka anak laki-laki bernama Awang Budiman tersebut, dan ketemu! Seperti berdasarkan lansiran, Broto mengaku Ia akan menyimpan memorabilia setiap cerita, budaya yang ditonjolkan dari setiap maskot. Maskot pertandingan di perhelatan olahraga terbesar seperti Asian Games memang selalu menjadi daya tarik masyarakat. Bukan hanya karena si boneka yang lucu, namun tiap tahunnya maskot dihadirkan dengan mempunyai artinya masing-masing. Pada pertandingan olahraga akbar se-Asia tahun ini, Indonesia sendiri memilih tiga hewan sebagai maskot yang melambangkan Bhineka Tunggal Ika. Pertama, Bhin bhin yaitu burung cendrawasih, Atung si rusa Bawean dan Kaka si badak bercula satu. Maskot-maskot tersebut melambangkan ragamnya kekayaan hayati Indonesia, di mana ada Indonesia bagian timur (Bhin Bhin), Indonesia bagian tengah (Atung) dan Indonesia bagian barat (Kaka). Kalau kamu, apa koleksimu?       (tempo.co)

Inspiratif! Kisah Pegulat Peraih Emas SEA Games, Dulunya Supir Angkot

Tahukah kamu, akan sosok pegulat peraih emas SEA Games satu ini. Ia terlahir bukan dari keluarga atlet. Dari yang tadinya bukan apa-apa, menjadi “seseorang” yang berprestasi. Tahun ke tahun, prestasinya bisa terus-menerus hadir dalam setiap ajang perlombaan di tingkat se-Asia. Sosok inspiratif tersebut bernama Rustang. Anak bungsu dari lima bersaudara, yang orangtuanya berprofesi petani. Sebelum ia menekuni olahraga gulat, Rustang yang waktu itu duduk di bangku SMP, pernah berkerja sebagai supir angkot antar kota di Samarinda, Kalimantan Timur. Saat umur sekitar 16 tahun, ia tidak sengaja tau gulat dari seorang teman kakaknya yang berlatih olahraga itu di gedung Bahempas Samarinda. Walaupun ia kurang tertarik di awal. Namun, akhirnya, Rustang ikut berlatih dengan sejumlah pegulat junior seusianya. Awal-awal Latihan Pria kelahiran Sulawesi ini berkata, waktu itu, pegulat di Kalimantan Timur memang sedang membutuhkan regenerasi atlet. Hal itu menjadi kesempatan yang besar baginya, dan kebetulan juga Rustang berkesempatan dilatih oleh mantan pegulat nasional, Suryadi Gunawan. Pertama kali latihan ia sempat ingin berhenti karena tidak kuat dengan kerasnya latihan seorang atlet pemula. Rustang sangat bersyukur karena waktu itu ia termotivasi dari banyak teman-teman dan pegulat senior Kaltim, agar terus bertahan. “kalau berhenti gulat katanya mau jadi apa,” Kata Rustang. Usai Setahun Berlatih Setelah setahun berlatih, Rustang terpilih di skuad tim Kaltim untuk Kejurnas 2001 di Bandung, Jawa Barat. Ia pun berhasil dapat medali perak untuk tim Kaltim. Medali tersebut merupakan medali pertama yang berhasil Rustang raih. Setelah hari itu, ia menjadi makin termotivasi meningkatkan prestasi. Prestasi selanjutnya Rustang dikatakan tidak mengalami peningkatan. Saat PON XVII 2008, hanya mampu meraih perak untuk tim Kaltim. Kekecewaan hadir saat itu, namun di hati kecilnya memacu untuk berkata bukan hanya bisa ke PON tetapi juga lanjut juara di SEA Games. Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil. Terbukti, akhirnya Rustang masuk ke seleksi timnas gulat untuk SEA Games 2011. Bahkan dapat meraih posisi atlet utama gulat saat itu dan peraih medali emas kelas 66kg Gregro SEA Games XXVI 2011. Rustang yang bisa lolos menjadi atlet utama SEA Games merasa semua ini karena doa dari orang tua, kerabat dan teman-teman. Ia begitu bersyukur karena seorang Rustang kini dapat berprestasi di bidang olahraga. Kisah real life pegulat diatas bisa kamu jadikan motivasi diri dalam meraih prestasi atau mimpi apapun. Jika kamu punya keinginan (mimpi), kuncinya hanya dengan usaha untuk mewujudkan keinginan tersebut. Yakinlah, bahwa kamu pasti bisa berprestasi di bidang apapun. Asalkan ada usaha, disitu ada jalan. Semangat Sobat Muda NYSN, raih citamu!     (republika.co.id)

Gagal Saat Bersaing Di SEA Games, Menjadi Cambukan Bagi Tegar Untuk Terus Berprestasi

Tegar-Teuku-Abadi-Atletik

Kegagalan merupakan hal yang tidak diinginkan oleh setiap orang. Terutama bagi atlet yang membawa nama besar negaranya, apalagi membawa nama bangsa Indonesia ke kancah internasional. Melalui seleksi di Singapore Open, Tegar Teuku Abadi atau Tegar, menjadi salah satu atlet atletik galah pembawa nama Indonesia pada ajang SEA Games 2017 lalu. Tegar pernah mengalami sebuah kegagalan ketika ia tidak berhasil melewati galah. “Setiap galah punya kekuatan masing-masing. Pada saat itu, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) membeli galah untuk para atlet tetapi belum datang sampai kita latihan. H-1 galah baru sampai di Malaysia. Jadi galah barunya saya gak bisa pakai saat latihan yang harus tetap jalan. Galah itu kan harus dibiasakan dipake agar tidak kaku tapi ini baru datang. Jadi karena itu point saya 0, alias tidak dapat point di SEA Games. Namanya atlet, ya pasti frustasi sudah latihan terus untuk SEA Games pas sampai disana jadi anjlok gitu.” Ujarnya Meski begitu, atlet yang saat ini berada di dalam binaan PELATNAS Universitas Negeri Jakarta tidak putus asa. Ia memiliki cita-cita menjadi seorang pelatih untuk menumbuhkan bibit-bibit atlet baru. “Kalau terus-terusan jadi atlet ya paling umur 30 atau 35 sudah berhenti, dan umur menjadi faktor utama untuk berhenti jadi atlet. Saya mau menularkan ilmu yang saya dapat gitu. Saya ingin melatih dan membuat orang jadi atlet. Saya mau kayak gitu, karena kan saya dijadiin atlet sama orang lain dan saya mau jadiin orang sebagai atlet malah harus melebihi saya,”ucapnya Cowok yang berusia 18 tahun ini memang menggeluti berbagai cabang olahraga atletik, seperti jangkit, galah dan lari estafet 4×400 meter. Ia juga sudah mengikuti berbagai kompetisi seperti Asia Youth Champhions di Qatar, Asian School Champshions di China, Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV), Pekan Olahraga Pelajar (POPNas) dan masih banyak lagi. Kecintaannya kepada atletik memang sudah ia tekuni sejak masih di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Awalnya, ia mengikuti atletik lari dengan jarak 800 meter. Karena kurang bersaing, ia pindah menekuni lompat jauh dan lompat jangkit. Lalu ketika ada seleksi se-kabupaten, ia pun mulai menekuni lompat galah dan membawanya menjadi atlet nasional dan internsional. Cowok asal Tuban, Jawa Timur ini sedang mempersiapkan Kejuaraan Nasional yang akan diadakan pada 5 sampai 9 Desember ini mengakui begitu mencintai atletik. “Buat saya jadi atlet galah gak ada yang gak enak. Karena saya cinta olahraga ini dan saya suka. Jadi ngelakuin berbagai program, teknik dan sebagainya jadi enjoy.”tutupnya (put/adt)

Walaupun Cedera, Gadis Ini Tetap Gigih Bertanding Bola Basket Dan Membawa Pulang Medali Sea Games 2017

Agustin-Gradita-saat-berlaga-di-Surabaya

Membawa pulang medali emas, merupakan sebuah kebanggaan bagi setiap manusia, khususnya para atlet. Hal itu pernah dirasakan oleh dara cantik asal Jakarta saat bertanding bola basket, gadis ini bernama lengkap Agustin Gradita atau yang biasa disapa Dita. Dita dan tim basketnya telah berhasil menyabet medali emas pada ajang POMNas 2017 lalu di Makassar, Sulawesi Selatan. Dita berbagi cerita kepada nysnmedia.com, bahwa awal mula mengikuti basket pernah ragu, pasalnya meski dahulu ia menekuni taekwondo, kini dirinya telah membuktikan prestasi pada cabang olahraga basket. “Awalnya, saya disuruh orang tua saya untuk ikut basket. Padahal awalnya saya ikut taekwondo tapi karena ada satu pertandingan dimana temen saya ada yang nendang musuh sampai berdarah dan pada saat itu juga, saya di suruh berenti, lalu ikut basket. Yaudah saya ikut aja karena papa saya selalu serius untuk olahraga,” tuturnya Selain POMNas 2017, Dita juga memenangkan 2 medali perak Asean School Games, 1 medali perak Asean University Games dan Sea Games mendapatkan medali perak dan medali perunggu. Saat ajang Sea Games, Dita juga menuturkan perasaan bangga ketika membawa nama Indonesia masuk ke peringkat ketiga setelah lebih dari 20 tahun tidak menang dalam cabang olahraga basket. “Ya yang paling berkesan sih saat bisa dapat medali perak Sea Games 2015 karena Indonesia baru itu mendapat medali di Sea Games setelah 20 tahunan gitu jadi berkesan banget dan bersyukur” ucap mahasiswi Universitas Bakrie Jakarta ini. Prestasinya bukan tanpa perjuangan dan hambatan, Dita juga pernah mengalami cedera dibagian sikunya ketika ingin berangkat Sea Games 2017 lalu di Malaysia. Namun karena keterbatasan waktu, Dita berangkat dan tetap bertanding bola basket dalam kondisi cedera. “Iya jadi saat mau sea games 2017 kemarin di Malaysia, saya cedera 3 hari sebelum berangkat. Lalu saya periksa ke dokter, tapi pas saya mau minta cek MRI, dokternya bilang gak usah, nanti malah saya gak berangkat. Jadi pas tanding saya nahan sakit, tapi tangan saya di balut pakai deker dan tapping gitu. Pas main masih bisa di tahan lah sakitnya. Kan ada adrenaline juga di dalam diri saya, dan sakitnya jadi gak kerasa. Namun setelah main baru terasa,” tutupnya. (put/adt)

Dellie Threesyadinda, Tengok Kiprah Gadis Cantik Ini Hingga Sukses Menjadi Pemanah Kelas Internasional

Dellie Threesyadinda, Gadis cantik yang berhasil meraih medali emas pada ajang Sea Games

Akhir-akhir ini olahraga memanah atau yang biasa disebut panahan mulai digandrungi oleh kaum hawa di Indonesia. Sebenarnya cukup banyak atlet perempuan yang menggeluti panahan, namun Sayangnya tidak banyak yang mengetahui siapa atlet-atlet panahan yang telah berprestasi dan mengharumkan nama bangsa Indonesia. Salah satu Atlet Panahan Nasional Indonesia bernama Dellie Threesyadinda, gadis cantik ini mulai belajar memanah sejak umur 7 tahun. Dellie Threesyadinda yang biasa di panggil dinda, lahir di Surabaya 12 Mei 1990, Bakat memanahnya turun dari sang ibunda yang juga seorang atlet Pemanah Legendaris bernama Lilies Handayani yang pernah mendapatkan medali perak pada Olimpiade tahun 1988, sejak kecil sang Ibunda telah mengenalkan Dinda dengan olahraga Panahan. Waktu kecil, Dinda sering diajak sang ibunda berlatih memanah, lama kelamaan kecintaannya pada olahraga panahan pun mulai tumbuh. Seiring bertambahnya usia, minat dinda terhadap olahraga memanah kian bertambah. Hal ini membuat sang ibunda memutuskan untuk melatihnya langsung agar kelak Dinda menjadi atlet panahan profesional. View this post on Instagram A post shared by Dellie Threesyadinda (@delliedinda) Dinda juga berlatih di salah satu sekolah panahan di Surabaya, di bawah asuhan pelatih Yahya Buari. Dinda mulai menjadi anak didik Yahya sejak tahun 1997. Hebatnya, baru 6 bulan sejak mulai berlatih, Dinda langsung mengikut kejuaraan memanah pertamanya. Sekarang, Dinda adalah salah satu atlet panahan wanita terbaik yang telah berhasil menjadi juara pada berbagai ajang kompetisi panahan baik dalam negeri maupun internasional. Pada tahun 2012 silam, Dinda telah berhasil merebut 2 medali emas. Selain itu, satu tahun kemudian tepatnya pada tahun SEA Games 2013, Dinda berhasil meraih 1 medali emas dan 1 medali perak. Penghargaan pun datang berturut-turut, salah satunya adalah dari kejuaraan panahan internasional di Inggris. “memanah itu melatih kesabaran, karena memanah tidak hanya olahraga tapi juga olahrasa. Kalau sedang mood-moodan, memanah akan terasa sulit. Memanah juga membutuhkan fisik yang kuat, karenanya saya rutin ngegym dan lari.” Ujar Dinda kepada wartawan pada jumpa pers Marina Hydro Cool Gel Lotion, tanggal 19-10-2015 lalu. Pada SEA Games Kemarin Dellie Threesyadinda dan tim berhasil menang melawan tim panahan putri Thailand dalam perebutan medali perunggu saat final compound beregu putri SEA Games XXIX di Synthetic Turf Fild, kawasan Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. View this post on Instagram A post shared by Dellie Threesyadinda (@delliedinda) Seringnya di banding-bandingkan antara pemanah wanita dengan pemanah pria Walaupun hanya sedikit perbedaannya, namun tidak ada perbedaan yang mencolok antara pemanah pria dan wanita. Bedanya hanyalah pada jarak yang digunakan ketika memanah, untuk wanita jaraknya lebih pendek dari pria. Namun hal ini bersifat situasional. di bio instagramnya dinda menulis quote: Life Balance, Free spirit, Listen to your gut and Be Unstoppable –Dellie Threesyadinda- View this post on Instagram A post shared by Dellie Threesyadinda (@delliedinda) ditengah kesibukannya berlatih dan bertanding panahan, dinda menyempatkan waktu untuk merileksasikan pikiran dan tubuhnya dengan sering berjalan-jalan atau biasa kita sebut Traveling keberbagai tempat. melalui akun instagram miliknya terlihat banyaknya foto yang ia abadikan dikala Traveling.  

Tim Bulu Tangkis Beregu Putra Mantap Pertahankan Medali Emas SEA Games 2017

Tim bulu tangkis putra Indonesia berpose dengan medali emas beregu putra yang didapat setelah mengalahkan Malaysia pada final SEA Games 2017 yang berlangsung di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kamis. Foto: Bolasport

Tim bulu tangkis beregu putra mantap mempertahankan peraihan medali emas SEA Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia. Melawan tuan rumah, bulu tangkis putra Indonesia menang telak dengan skor 3-0 di Axiata Arena, Kamis (24/8/2017). Indonesia membuka keunggulan melalui Jonatan Christie. Tampil tunggal putra pertama, Jonatan menang 21-18 dan 21-18. Di partai kedua, pertandingan seru dan ketat ketika pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian / Ardianto Muhammad Rian menghadapi Ong Yew Sin. Menang 21-12 di game pertama, Fajar / Rian menyerah 16-21 di game berikutnya. Pada game penentuan, Fajar / Rian kembali tampil solid dengan smes-smes kencang mereka. Fajar / Rian pun menang 21-14. di partai ketiga, Ihsan Maulana Mustofa mengalahkan Lee Zii Jian dua game langsung 21-11 dan 21-11 dalam waktu 29 menit. Dilansir dari Liputan6.com, Kemenangan Indonesia ditentukan Ihsan Maulana Mustofa. 10 tahun terakhir, Indonesia selalu meraih medali emas. Dengan medali emas ini, tim putra bulu tangkis Indonesia melanjutkan dominasinya di bulu tangkis nomor beregu SEA Games.

Tim Basket Putra Indonesia Mantap Melaju ke Semi Final SEA Games 2017

Timnas basket putra Indonesia mantap lolos dari penyisihan Grup B SEA Games 2017 dengan status sebagai juara grup. Keberhasilan itu diraih setelah pasukan Wahyu Hidayat Jati menghajar Laos 122-54 di laga pamungkas Grup B. Di lansir dari Liputan6.com, kamis (24/08), Indonesia sudah dipastikan mantap melaju ke semifinal tetap tampil maksimal saat laga melawan Laos. Indonesia langsung mengungguli pada kuarter pertama dengan keunggulan 26-15. Memasuki kuarter kedua, Indonesia semakin meninggalkan Laos. Dimotori Ebrahim Enguio Lopez dan Sandy Febiansyakh, Indonesia unggul 54-28 hingga jeda paruh pertama. Permainan Indonesia makin membaik pada kuarter tiga. Indonesia memcetak 40 poin dan cuma dibalas 15 angka di kuarter tiga ini. Laos sangat sulit mengimbangi Indonesia. Hingga kuarter empat berakhir, Indonesia berhasil unggul dengan margin 68 angka. Ebrahim Enguio Lopez alias Biboy menjadi bintang kemenangan Indonesia. Dia mencetak 21 angka ditambah tujuh rebound. Pemain muda Vincent Kosasih juga kembali meraih double-double dengan 13 poin dan 13 angka. Di babak semifinal Indonesia akan bertemu runner-up Grup A Thailand yang beberapa jam lalu mengalahkan Myanmar sehingga memupus harapan tuan rumah Malaysia ke semifinal.

Di Curangi Wasit Tim Takraw Putri Indonesia Walk out dari Lapangan Pertandingan

Tim Sepak Takraw Putri yang memilih walk out pada Sea Games 2017. Foto: Kemenpora

Insiden kecurangan wasit menimpa atlet Indonesia pada cabang sepak takraw beregu putri di SEA Games 2017 yang di lansir dari Liputan 6.com Minggu (20/8/2017). Tim yang juga diperkuat pasangan kembar, Lena dan Leni itu terpaksa melakukan walk out. Penyebanya adalah karena mereka merasa dirugikan dengan keputusan wasit yang memimpin laga kedua Indonesia pada cabang sepak takraw beregu putri SEA Games 2107 tersebut. Saat itu, Indonesia sedang unggul 16-10 pada game kedua setelah kalah 20-22 pada game pertama. Indonesia merasa dicurangi karena wasit kerap memberikan poin dengan dalih salah dalam melakukan servis. Pada akhirnya, pelatih Asry Syam meminta kepada para pemainnya untuk tak melanjutkan pertandingan. Wasit sempat berteriak beberapa kali memperingatkan agar para pemain Indonesia masuk ke lapangan dan melanjutkan permainan. Namun, permintaan wasit diabaikan Indonesia yang bergegas untuk mengangkat barang bawaannya. Meski sudah memutuskan untuk WO, pelatih Indonesia masih sempat menghampiri bangku tim Malaysia untuk menyalami mereka satu per satu. Kejadian itu sendiri disaksikan Menpora Imam Nahrawi yang datang langsung ke Titiwangsa Indoor Stadium. Keputusan itu akan menyulitkan langkah Indonesia untuk merebut emas cabang sepak takraw beregu putri SEA Games 2107. Di hari yang sama, mereka juga takluk 0-2 dari Thailand. Indonesia masih menyisakan satu laga melawan Filipina, pada Senin (21/8/2017) kemarin.

Selisih Waktu Tipis Siman kalah dari Perenang Singapura Pada Sea Games 2017

I Gede Siman Sudartawa. Foto: Fajaronline

I Gede Siman Sudartawa gagal meraih medali emas kedua di SEA Games 2017. Siman finis di posisi kedua pada cabang olahraga renang nomor 100 meter gaya punggung yang berlangsung di National Aquatic Centre, Kamis (24/8/2017). Meski gagal meraih medali emas, Siman tetap puas dengan catatan waktunya. Dia menjadi satu-satunya perenang Indonesia yang mampu mencatatkan waktu kurang dari 55 detik di nomor 100 meter gaya punggung. Perenang asal Bali itu meraih medali perak pada SEA Games 2017 setelah mencatatkan waktu 54,94 detik. Dia terpaut 0,13 detik dari perenang Singapura, Zheng Wen Quah. “Sebenarnya ini personal best saya. Jadi orang pertama Indonesia yang bisa di bawah 55 detik,” ujar Siman usai pertandingan. “Saya tidak menyangka bisa kalah tipis. Saya sangat fokus dengan gaya sendiri, tidak memperhatikan keadaan sekitar,” katanya melanjutkan. Dilansir dari Liputan6.com, Siman mengatakan, saat pertandingan dia tak bisa mengetahui posisi Zheng Wen. Siman memilih fokus dengan strateginya sendiri. “Saya ingin sesempurna mungkin, jadi tidak melihat sekitar. Posisi Zheng Wen juga dihalangi perenang lain, jadi tidak lihat dia,” ucap Siman mengakhiri.Sejauh ini, Indonesia sudah meraih dua medali emas, enam perak, dan lima perunggu di ajang SEA Games