Inspiratif! Kisah Pegulat Peraih Emas SEA Games, Dulunya Supir Angkot

Tahukah kamu, akan sosok pegulat peraih emas SEA Games satu ini. Ia terlahir bukan dari keluarga atlet. Dari yang tadinya bukan apa-apa, menjadi “seseorang” yang berprestasi. Tahun ke tahun, prestasinya bisa terus-menerus hadir dalam setiap ajang perlombaan di tingkat se-Asia. Sosok inspiratif tersebut bernama Rustang. Anak bungsu dari lima bersaudara, yang orangtuanya berprofesi petani. Sebelum ia menekuni olahraga gulat, Rustang yang waktu itu duduk di bangku SMP, pernah berkerja sebagai supir angkot antar kota di Samarinda, Kalimantan Timur. Saat umur sekitar 16 tahun, ia tidak sengaja tau gulat dari seorang teman kakaknya yang berlatih olahraga itu di gedung Bahempas Samarinda. Walaupun ia kurang tertarik di awal. Namun, akhirnya, Rustang ikut berlatih dengan sejumlah pegulat junior seusianya. Awal-awal Latihan Pria kelahiran Sulawesi ini berkata, waktu itu, pegulat di Kalimantan Timur memang sedang membutuhkan regenerasi atlet. Hal itu menjadi kesempatan yang besar baginya, dan kebetulan juga Rustang berkesempatan dilatih oleh mantan pegulat nasional, Suryadi Gunawan. Pertama kali latihan ia sempat ingin berhenti karena tidak kuat dengan kerasnya latihan seorang atlet pemula. Rustang sangat bersyukur karena waktu itu ia termotivasi dari banyak teman-teman dan pegulat senior Kaltim, agar terus bertahan. “kalau berhenti gulat katanya mau jadi apa,” Kata Rustang. Usai Setahun Berlatih Setelah setahun berlatih, Rustang terpilih di skuad tim Kaltim untuk Kejurnas 2001 di Bandung, Jawa Barat. Ia pun berhasil dapat medali perak untuk tim Kaltim. Medali tersebut merupakan medali pertama yang berhasil Rustang raih. Setelah hari itu, ia menjadi makin termotivasi meningkatkan prestasi. Prestasi selanjutnya Rustang dikatakan tidak mengalami peningkatan. Saat PON XVII 2008, hanya mampu meraih perak untuk tim Kaltim. Kekecewaan hadir saat itu, namun di hati kecilnya memacu untuk berkata bukan hanya bisa ke PON tetapi juga lanjut juara di SEA Games. Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil. Terbukti, akhirnya Rustang masuk ke seleksi timnas gulat untuk SEA Games 2011. Bahkan dapat meraih posisi atlet utama gulat saat itu dan peraih medali emas kelas 66kg Gregro SEA Games XXVI 2011. Rustang yang bisa lolos menjadi atlet utama SEA Games merasa semua ini karena doa dari orang tua, kerabat dan teman-teman. Ia begitu bersyukur karena seorang Rustang kini dapat berprestasi di bidang olahraga. Kisah real life pegulat diatas bisa kamu jadikan motivasi diri dalam meraih prestasi atau mimpi apapun. Jika kamu punya keinginan (mimpi), kuncinya hanya dengan usaha untuk mewujudkan keinginan tersebut. Yakinlah, bahwa kamu pasti bisa berprestasi di bidang apapun. Asalkan ada usaha, disitu ada jalan. Semangat Sobat Muda NYSN, raih citamu!     (republika.co.id)

Mengenal Istilah “Eat Breakfast Like A King, Lunch Like A Prince, And Dinner Like A Pauper” Dalam Pola Makan Yang Benar

Adelle Davis, seorang penulis dan ahli gizi dari Amerika, yang dianggap sebagai ahli gizi paling terkenal di awal hingga pertengahan abad ke-20. Foto: azquotes.com

Pernahkah anda mendengar sebuah pepatah tentang pola makan yang benar yaitu “Eat Breakfast Like A King, Lunch Like A Prince, And Dinner Like A Pauper” atau jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah “Makan Sarapan Seperti Seorang Raja, Makan Siang Seperti Seorang Pangeran dan Makan Malam Seperti Si Miskin”. Pepatah tersebut pernah diungkapkan oleh Adelle Davis seorang penulis dan ahli gizi dari Amerika, yang dianggap sebagai ahli gizi paling terkenal di awal hingga pertengahan abad ke-20. Namun, apakah arti dari pepatah tersebut, dan apa hubungannya dengan pola makan yang benar? Mari kita ulas. Breakfast Like A King Sarapan layaknya seorang raja merupakan perumpamaan yang diartikan bahwa kita harus sarapan dengan porsi banyak. Sarapan merupakan makanan pertama yang kita konsumsi setelah beristirahat di malam hari. Hal tersebut perlu dilakukan karena kita harus mengisi glukosa dalam diri yang merupakan hal penting bagi otak dan sumber energi kita sepanjang hari. Jika kita melewatkan sarapan, gula dalam diri kita akan rendah dan akan menurunkan produktivitas diri dalam beraktifitas sepanjang hari. Pada umumnya, kita sering melewatkan sarapan, padahal sarapan sangat penting bagi diri kita untuk menjalani kehidupan maupun aktifitas sehari-hari. Dr. Hana Kahleova salah satu peneliti dari Universitas ;Loma Linda di California menyatakan bahwa makan pagi harus menjadi makanan yang terbesar yang kita konsumsi sehari-hari karena tubuh akan mengeluarkan energi yang lebih banyak maka diperlukan makanan yang cukup. Dalam sarapan, kita harus mengkonsumsi makanan yang memiliki karbohidrat tinggi agar menambah energi seperti gandum, sereal, telur dan sebagainya. Lunch Like A Prince Dalam pola makan yang benar makan siang bagaikan seorang pangeran yang diartikan kita harus mengurangi porsi makan siang kita. Seorang peneliti, Dr. Daneila Jakubowicz pernah melakukan penelitian di Wolfson Medical Center dengan beberapa wanita gemuk. Hasilnya menyatakan bahwa orang yang mengkonsumsi makan siang dengan 700 kalori dapat menurunkan berat badan setelah 12 minggu. Disaat makan siang, diharapkan mengkonsumsi makanan yang tidak terlalu berat dan lebih mengandung protein seperti kacang-kacangan, dada ayam, atau telur. Karena pada dasarnya, porsi makan siang kita harus setengah dari sarapan biasa. Dinner Like A Pauper Lalu pada saat makan malam, bisa diibaratkan makan layaknya si miskin. Dalam artian, kita dianggap tidak memiliki uang dan makan dengan porsi sedikit atau setengah dari porsi makan siang. Hal ini dikarenakan pada malam hari tubuh manusia tidak dapat melakukan proses pencernaan dengan baik bahkan akan mengalami gangguan tidur. Bahkan tidak hanya itu, makan malam dengan porsi banyak akan menaikkan berat badan kita karena tubuh akan menyimpan makanan dan minuman yang dikonsumsi sebagai lemak bukan energi. Profesor ahli gizi, Dr. Marie Pierre St.Onge yang memimpin penelitian di Columbia University’s College Of Physicians And Surgeons menjelaskan bahwa dalam hasil penelitiannya orang yang berpuasa pada malam hari kurang lebih 18-19 jam dan makan pada pagi berikutnya dapat menurunkan berat badan hingga 8 persen dari berat badan aslinya. Pada malam hari, kita disarankan makan buah-buahan untuk membuat kita tetap kenyang walaupun hanya makan sedikit. Nah, para pembaca nysnmedia yang berbahagia, artinya pepatah tersebut sangat berarti dalam pola makan yang benar dan bisa terapkan dalam kehidupan sehari-hari. (put/adt)