Uji Tanding Lawan Korea Selatan U-23, ‘Kapok’ Bawa Lerby Luis Milla Pilh Lilipaly

Stefano Lilipaly dipanggil pelatih Timnas U-23, Luis Milla mengikuti uji coba melawan Korea Selatan U-23, akhir pekan ini, di Stadion Pakansari, Bogor. (goal.com)

Jakarta- Asian Games 2018 menjadi turnamen akbar yang bakal dihadapi Timnas U-23 dalam waktu dekat. Sebagai persiapan, uji tanding melawan Korea Selatan U-23 akan digelar pada Sabtu (23/6) di Stadion Pakansari, Bogor. Anak asuh Luis Milla mulai berkumpul pada Rabu (20/6) di Jakarta, melakukan latihan selama dua hari. “Laga ini juga momentum untuk terus mematangkan persiapan tim. Setelah melawan Thailand, kami masih membutuhkan laga uji coba internasional,” jelas Milla, dari laman resmi PSSI. Selain memanggil kembali skuad yang sebelumnya pernah mengikuti pelatnas, seperti Awan Setho, Ricky Fajrin, Hansamu Yama, Muhammad Hargianto, Septian David, Febri Hariyadi, Milla juga memanggil Stefano Lilipaly, yang sudah lama tidak dipanggil Milla. Lilipaly juga tercatat menjadi salah satu pemain lokal yang paling banyak mencetak gol di Liga 1 musim ini, yakni delapan gol untuk Bali United. Yang menarik, salah satu pilar Persebaya, Nelson Alom, dipanggil dalam uji tanding kali ini. Pemain asal Papua itu pernah mengikuti pemusatan bersama Milla pada Februari lalu. “Saya memanggil Lilipaly dan beberapa pemain senior seperti Muhammad Ridho, Nelson Alom, Riko Simanjuntak, dan Alberto Goncalves. Selain itu, saya memanggil dua pemain muda yakni Hanis Saghara dan Feby Eka,” jelas mantan pemain Real Madrid, pada Senin (18/6). “Saya ingin melihat perkembangan pemain terutama siapa saja yang akan mengisi slot tiga pemain senior di Timnas U-23, saat Asian Games mendatang. Yang jelas kami akan bermain maksimal melawan Korea Selatan,” tambah pelatih asal Spanyol itu. Selama membentuk Timnas U-23, Milla telah memanggil sejumlah pemain senior. Antara lain Ilija Spasojevic, Andritany Ardhiyasa, Lerby Eliandry, Riko Simanjuntak, Victor Igbonefo, Alberto Goncalves, Teja Paku Alam, dan M Ridho. Khusus di posisi striker, nama Lerby menjadi sorotan lantaran peformanya yang tak kunjung memuaskan. Padahal Lerby saat ini menjadi satu-satunya penyerang lokal yang diharapakan memberi kontribusi bagi tim merah putih. Jelang Asian Games 2018, Timnas U-23 akan melakoni program pelatihan secara bertahap, yakni selama tujuh hingga 10 hari dalam setiap bulan. Progam pelatihan ini dibuat bertahap untuk memberikan kesempatan kepada pemain agar tetap konsisten membela klub masing-masing. Pertandingan melawan Korea Selatan ini tidak menjadi satu-satunya uji tanding yang dihelat Timnas U-23 menjelang Asian Games. Timnas Thailand U-23 menjadi lawan mereka di uji tanding. Di laga pertama pada 31 Mei, Timnas menuai kekalahan 1-2. Sementara, di pertemuan kedua, skor 0-0 menjadi penanda bahwa laga yang juga dihelat di Stadion Pakansari itu berakhir dengan hasil tak memuaskan bagi skuat ‘Garuda’. (Ham) Daftar Timnas U-23 Uji Coba Lawan Korea Selatan Kiper Awan Setho R (Bhayangkara FC) Muhammad Ridho (Borneo FC) Belakang Rezaldi Hehanussa (Persija Jakarta) I Putu Gede (Bhayangkara FC) Hansamu Yama Pranata (Barito Putera) Gavin Kwan Adsit (Barito Putera) Andy Setyo (PS Tira) Ricky Fajrin (Bali United) Bagas Adi Nugroho (Arema FC) Gelandang M Hargianto (Bhayangkara FC) Riko Simanjuntak (Persija Jakarta) Stefano Lilipaly (Bali United) Hanif Abdurrauf Sjahbandi (Arema FC) Saddil Ramdani (Persela Lamongan) Zulfiandi (Sriwijaya FC) Septian David Maulana (Mitra Kukar) Febri Hariyadi (Persib Bandung) Osvaldo Ardiles Haay (Persebaya Surabaya) Irfan Jaya (Persebaya Surabaya) Nelson Alom (Persebaya Surabaya) Feby Eka P (Bali United) Striker Hanis Saghara (Bali United) Alberto Goncalves da Costa (Sriwijaya FC)

Bukan Pele Jadi Pemain Termuda Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Gelandang asal Irlandia Utara, Norman Whiteside, menjadi pemain termuda yang pernah tampil dalam sejarah gelaran Piala Dunia, saat berusia 17 tahun 41 hari. (twitter.com)

Jakarta- Kehadiran pemain muda memang selalu menjadi hal yang menarik untuk dibicarakan, baik saat kompetisi di level klub maupun saat turnamen antar negara seperti Piala Dunia tengah berlangsung. Ternyata ada tujuh sosok yang terpilih sebagai pemain termuda, sepanjang sejarah turnamen empat tahunan tersebut. Siapa sajakah pemain yang masuk dalam daftar ini? 7. Christian Eriksen (Denmark) Kualitas yang dimiliki Christian Eriksen kini sepertinya sudah tak perlu diragukan lagi, ia menjadi salah satu pemain penting yang dimiliki Tottenham Hotspur. Tak hanya gemilang di level klub, pemain berusia 26 tahun itu pun menjadi pemain yang tak tergantikan di lini tengah timnas Denmark. Ia melakukan debutnya bersama tim Dinamit di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Saat itu, Eriksen masuk sebagai pemain pengganti di pertandingan melawan Belanda, momen tersebut nampaknya tak bisa dilupakan oleh pemain yang sempat memperkuat Ajax Amsterdam itu, sebab ia juga menjadi pemain termuda, karena baru menginjak 18 tahun empat bulan. 6. Manuel Rosas (Meksiko) Sosok Manuel Rosas mungkin tak banyak yang tahu, namun ia menjadi salah satu pemain legendaris yang dimiliki tim nasional Meksiko. Berposisi sebagai bek, ia menjadi sosok tangguh di lini pertahanan. Di Piala Dunia 1930 Uruguay, ia menjadi salah satu pemain termuda, yakni menginjak 18 tahun dua bulan dan 26 hari. Tak hanya menjadi pemain termuda, ia juga menjadi pemain pertama yang sukses mencetak gol dari titik penalti. 5. Carvalho Leite (Brasil) Brasil menjadi negara yang paling sering berpartisipasi di Piala Dunia, sejak tahun 1930, tim Samba belum pernah absen satu kali pun. Piala Dunia 2018 sendiri akan menjadi partisipasi mereka yang ke-21. Di Piala Dunia 1930 Uruguay, meski tim Samba hanya lolos hingga fase grup, Piala Dunia edisi perdana tersebut sepertinya menjadi hal yang istimewa bagi salah satu pemain mereka, Carvalho Leite. Ia menjadi pemain termuda, kala itu usianya baru menginjak 18 tahun 25 hari. Selain menjadi negara yang paling sering lolos ke putaran final, Brasil pun menjadi tim yang sukses meraih trofi Piala Dunia terbanyak, yakni lima kali. Mereka sukses menjadi juara di tahun 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. 4. Bartholomew Ogbeche (Nigeria) Nigeria menjadi salah satu tim yang kerap memberikan kejutan di setiap edisi Piala Dunia, prestasi tertinggi yang ditorehkan Victor Moses dkk adalah lolos ke babak 16 besar. Di Piala Dunia 2002 Jepang-Korea, meski Kamerun gagal lolos dari abbak fase grup, turnamen empat tahunan tersebut tetap terasa lebih istimewa bagi salah satu pemain mereka, Bartholomew Ogbeche. Ogbeche ia menjadi pemain termuda dan usianya baru menginjak 17 tahun delapan bulan dan satu hari. Sayang Ogbeche tak bertahan lama di timnas, ia memutuskan pensiun setelah mengoleksi 11 caps. 3. Pele (Brasil) Pele dikenal sebagai salah satu pemain terbaik dunia sepanjang masa, namun ternyata awal dikenalnya sang pemain dimulai pada 1958, kala ia membela tim nasional Brasil dan menjadi pemain termuda, saat itu usianya baru menginjak 17 tahun, tujuh bulan dan 23 hari. Dalam Piala Dunia di Swedia ini, Pele juga mampu mencetak enam gol dan terpilih sebagai pemain muda terbaik serta juga memenangkan Silver Ball dan Silver Boot. Tak berhenti sampai di sana, pria yang sempat memperkuat Santos ini pun sukses terpilih sebagai pemain termuda yang mampu mencatatkan hattrick di partai final. 2. Samuel Eto’o (Kamerun) Kualitas yang dimiliki Samuel Eto’o jelas sudah tak perlu diragukan lagi, ia sempat membela sejumlah klub top Eropa, sebut saja Barcelona, Chelsea dan Everton. Tak hanya diandalkan di lini depan klub yang ia bela, pemain yang kini tengah berkarier bersama klub asal Turki, Konyaspor itu juga menjadi sosok tak tergantikan di lini depan tim nasional Kamerun. Di Piala Dunia 1998 Prancis, Eto’o pun menjadi pemain termuda, kala itu usianya baru berusia 17 tahun, tiga bulan dan tujuh hari. Sebagai tambahan informasi, debutnya bersama timnas Kamerun berlangsung kala sang pemain baru berusia 16 tahun. 1. Norman Whiteside (Irlandia Utara) Pele memang menjadi sosok fenomenal di Piala Dunia 1958, ia menjadi pemain termuda dan juga mampu mencetak gol di laga final, bahkan pemain asal Brasil itu juga mampu mencetak tiga gol yang sekaligus mengantarkan negaranya menjadi juara. Namun rekor Pele sebagai pemain termuda sepanjang gelaran Piala Dunia akhirnya terpatahkan dengan kehadiran Norman Whiteside di Piala Dunia 1982 Spanyol, kala membela Irlandia Utara. Gelandang Manchester United itu baru berusia 17 tahun dan 41 hari saat itu. (art)

Tangani Timnas Futsal U-20 Indonesia, Kensuke Takahashi Punya Trio Asisten Pelatih Lokal

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Kensuke Takahashi (kiri), akan didampingi tiga pelatih lokal, saat membentuk Timnas Futsal U-20. (kumparan.com).

Tangerang- Usai gelaran Piala AFC Futsal Women’s Championship 2018 di Thailand bulan Mei, pelatih Timnas Futsal Indonesia, Kensuke Takahashi kini bertugas membentuk Timnas Futsal U-20. Timnas Futsal U-20 diproyeksikan tampil di AFC U-20 Futsal Championship. Namun, dalam staff kepelatihan Timnas Futsal U-20 ini berbeda saat menakhodai Timnas Wanita lalu. Ada tiga pelatih lokal yang mendampingi Kensuke, yakni Sayan Karmadi (Pelatih Permata Indah Manokwari), Wahyu Kocoy (Pelatih Giga FC Kota Metro), dan Ade Lesmana (Pelatih Kiper Giga FC Kota Metro). Skema tiga asisten pelatih sudah menjadi keputusan bulat Federasi Futsal Indonesia (FFI). Edi Prasetyo, selaku Sekjen FFI mengatakan, keberadaan tiga pelatih lokal ini sangat cocok untuk mendampingi Kensuke. “Sayan sudah berkomunikasi Kensuke. Selain itu dia punya prestasi”, kata Edi Prasetyo, dilansir dari situs bolalob.com, akhir pekan lalu. “Kocoy dipilih karena kecocokan dengan pelatih kepala dan asisten di tim. Begitupun dengan Ade Lesmana”, tambah Edi. Tugas pertama trio asisten pelatih ini adalah memantau FFI U-20 Futsal Championship 2018 pada 28 Juni – 13 Juli, di GOR ITB Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Selain itu, target Timnas U-20 adalah lolos dari kualifikasi zona asean AFC U-20 Futsal Championship. AFC U-20 Futsal Championship diperuntukkan pemain U-20 ini dijadwalkan pada 14-23 Juni 2019. Jika negara peserta yang ikut lebih dari 20 tim, maka diadakan kualifikasi, yang rencananya diadakan pada 1-9 Desember 2018. Turnamen ini pertama kali diadakan pada 2017, di Bangkok, Thailand. Iran menjadi juara pertama setelah mengalahkan Irak di babak final. Indonesia sukses menembus babak 8 besar, sebelum dikalahkan tuan rumah Thailand. Sebuah prestasi yang cukup apik dari penggawa muda Timnas Futsal. Timnas Futsal U-20 besutan Kensuke ini, ditargetkan lolos ke putaran final AFC U-20 Futsal Championship. (Dre)

Timnas U-23 Tampil Sarat Taktik, Thailand U-23 Paksa Hasil Imbang Tanpa Gol

Winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak (20), diturunkan Timnas U-23 sebagai starter, dalam laga kontra Thailand U-23, pada Minggu (3/6) malam. (Pras/NYSN)

Bogor- Timnas U-23 terpaksa mendulang hasil imbang 0-0 saat menghadapi Thailand U-23 di partai uji coba kedua. Pertandingan itu merupakan rematch setelah Indonesia dikalahkan Thailand di Stadion PTIK, tiga hari lalu Bertanding di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (3/6) malam, Timnas U-23 memasang striker Lerby Eliandry sejak awal laga. Pelatih Luis Milla Aspas pun menurunkan winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, sebagai starter. Alih-alih menyerang, Timnas U-23 justru dipaksa meladeni permainan cepat Thailand. Beberapa kali gawang Muhammad Ridho terancam oleh aksi Phitiwat Sookjitthammakul. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim tak kunjung mencetak gol. Di babak kedua, Milla memasukkan Alberto Goncalves, dengan harapan mampu memecah kebuntuan Merah Putih. Permainan Hansamu Yama dkk sayangnya justru tak berkembang di babak kedua. Menjelang laga berakhir, Goncalves mendapat peluang di depan gawang Thailand. Sayang, pemain itu berlama-lama dengan bola hingga serangan bisa diredam barisan bertahan Thailand. Skor imbang 0-0 bertahan hingga laga berakhir. Meski gagal revans atas Thailand, namun performa tim merah putih mengalami perubahan yang begitu signifikan di pertandingan malam ini. Hal ini diungkapkan Milla, jika anak asuhnya bermain sarat taktik, semenjak evaluasi dari hasil uji coba pertama Kamis (31/5) lalu. “Saya sangat senang hari ini. Pertandingan hari ini sarat taktik. Perjuangan anak-anak sudah bagus, karena menjalankan evaluasi di hari pertama,” jelasnya. Ajang uji coba ini merupakan salah satu rangkaian Timnas U-23 yang akan mengikuti ajang multi event terbesar di benua Asia, Asian Games 2018, Agustus mendatang. Meski event itu kurang dari tiga bulan, Milla berkeyakinan membongkar pasang kerangka pemain sampai batas yang ditentukan untuk mengirim skuat yang akan bertarung di agenda empat tahunan itu. “Masih ada beberapa waktu, kami terus pantau para pemain sampai batas yang ditentukan. Khususnya untuk kuota pemain senior”, tambahnya. Sementara, asisten pelatih Thailand U-23, Naruephon Kaenson, menilai Indonesia bermain agresif dan daya juang yang tinggi. “Tak mudah melawan Indonesia hari ini, karena Indonesia punya gairah yang begitu tinggi dibandingkan laga pertama,” kata Kaenson, saat jumpa pers paska laga. Nama Goncalves, juga menjadi sorotan timnya. Pemain naturalisasi bernomor punggung 9 asal Brasil ini, dianggap punya kemampuan diatas rata-rata. “Nomor punggung sembilan cukup berbahaya, karena dia pandai keep bola dan bermain individu. Itu yang berbahaya bagi pertahanan kami,” pungkas pria asal  Negri Gajah Putih itu. (Ham/Dre) Susunan Pemain Timnas U-23 Pelatih : Luis Milla Aspas Muhammad Ridho; Rezaldi Hehanusa, Ricky Fajrin, Gavin Kwan Adsit, Hansamu Yama Pranata; Muhammad Hargianto, Febri Haryadi, Hanif Sjahbandi, Riko Simanjuntak, Septian David Maulana; Lerby Eliandry Thailand U-23 Pelatih : Naruephon Kaenson Nont Muangngam; Suriya Singmui, Shinnaphat Leeaoh, Chaiyawat Buran, Saringkan Promsupa; Sansern Limwatthana, Tanasith Siripala, Montree Promsawat, Jakkit Wachipirom, Phitiwat Sookjitthammakul, Poramet Arjvilai

Punya Keuntungan Jadi Tuan Rumah, Donzol : Vamos Lolos Perempat Final AFC Futsal Club 2018

Pengamat sekaligus pelatih Futsal, Junika Rahmat Ramadhan atau Donzol memprediksi langkah Vamos Mataram di AFC CLub Championship 2018. (Pras/nysn)

Jakarta- Vamos Mataram menjadi wakil Indonesia dalam ajang AFC Futsal Club Championship 2018 yang berlangsung di Yogyakarta, 1-12 Agustus 2018. Turnamen yang diikuti 16 tim ini, Vamos tergabung dalam Grup A bersama Nagoya Oceans (Jepang), Dalian Yuan Dynasty (China), dan Victoria University College (Myanmar). Ini menjadi kesempatan kedua bagi Vamos, berlaga di AFC Futsal Club Championship, setelah musim lalu hanya mengakhiri turnamen di babak penyisihan Grup. Turnamen ini akan berlangsung di dua Gedung Olah Raga (GOR) yakni, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Yogyakarta, dan Amongrogo. Juara Liga Pro Futsal Indonesia akan menghadapi lawan berat di grup yaitu juara 3 kali AFC Futsal Championship asal Jepang Nagoya Ocean. Juara 2011, 2014 dan 2016 tersebut berada di Pot 2 dalam pengundian, dan masuk grup A bersama Vamos. Klub lainnya adalah juara Chinese Futsal League 2017- 2018, Dalian Yuan Dinasty. Dalian adalah mantan klub bintang Vamos FC, Bambang Bayu Saptaji. Bayu bermain untuk Dalian pada musim 2013-2014 dan berhasil meraih gelar juara bersama klub itu. Klub lainnya Vamos akan menghadapi klub asal Myanmar, Victoria University College. Klub ini juga harus diwaspadai mengingat dalam beberapa kali pertemuan klub atau timnas futsal Indonesia, sering mendapatkan kesulitan dari klub atau timnas Myanmar. Pengamat sekaligus pelatih Futsal, Junika Rahmat Ramadhan menyebut peluang Vamos berbicara lebih dalam event ini, sangat terbuka lebar. Bagi pria yang biasa disapa Doni Zola (Donzol), Vamos ternyata bakal memiliki beberapa keuntungan. “Vamos banyak keuntungan. Selain tuan rumah, jika Vamos memakai skuat Pro Futsal League 2018, maka peluang terbuka lebar bisa lolos fase grup,” ujar Donzol, pada Senin (21/5). Selain itu, terbiasa dengan atmosfir Futsal Indonesia, dan dukungan ekstra dari penonton, adalah faktor plus Vamos bakal melaju hingga fase perempat final. “Namun, saat lolos di 8 besar, laga akan lebih sulit, untuk Vamos bisa menembus ke semifinal,” pungkas penulis buku Total Futsal Donzol ini. (Dre) Jadwal AFC Futsal Club Championship 2018 Rabu, 1 Agustus 2018 GOR UNY Grup A Nagoya Oceans vs Dalian Yuan Dinasty Vamos Mataram vs Victoria University College GOR Amongrogo Grup B Al Dhafra FC vs Nafit Al Wasat Thai Son Nam vs Jeonju MAG FC Kamis, 2 Agustus 2018 GOR UNY Grup D Bank of Beirut vs AGMK FC Mes Sungun Varzaghan vs FC Sipar GOR Amongrogo Grup C Al Sailiya SC vs FC EREM Bluewave Chonburi vs Vic Vipers Jumat, 3 Agustus 2018 GOR UNY Grup A Victoria University College vs Nagoya Oceans Dalian Yuan Dinasty vs Vamos Mataram GOR Amongrogo Grup B Jeonju MAG FC vs Al Dhafra Nafit Al Wasat vs Thai Son Nam Sabtu, 4 Agustus 2018 GOR UNY Grup D FC Sipar vs Bank of Beirut AGMK FC vs Mes Sungun Varzaghan GOR Amongrogo Grup C Vic Vipers vs Al Sailiya FC Erem vs Bluewave Chonburi Minggu, 5 Agustus 2018 GOR UNY Grup A Vamos Mataram vs Nagoya Oceans Grup B Nafit Al Wasat vs Jeonju MAG FC GOR Amongrogo Grup B Thai Son Nam FC vs Al Dhafra FC Grup A Dalian Yuan Dinasty vs Victoria University College Senin, 6 Agustus 2018 GOR UNY Grup C FC Erem vs Vic Vipers Grup D AGMK FC vs FC Sipar GOR Amongrogo Grup C Bluewave Chonburi vs Al Sailiya Grup D Mes Sungun Varzaghan vs Bank of Beirut Rabu, 8 Agustus 2018 GOR UNY Perempat Final 1 Perempat Final 3 GOR Amongrogo Perempat Final 2 Perempat Final 4 Jumat, 10 Agustus 2018 GOR UNY Semifinal 1 Semifinal 2 Minggu, 12 Agustus 2018 GOR UNY 3rd Place Final

Liga NIVEA MEN Topskor 2018 Selesai, Lima Pemain Muda Terbaik Berlatih Ke Spanyol

Liga NIVEA MEN Topskor U-16 meyiapkan lima pemain terbaik hasil seleksi untuk berlatih di klub Real Madrid, Spanyol. (istimewa)

Jakarta- Event Liga NIVEA MEN Topskor U-16 bergulir sejak 3 Februari 2018, dan babak final sekaligus penentuan pemenang, dilaksanakan di Stadion Bea Cukai Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Minggu (5/5). Partai puncak ini menampilkan SSB Bina Taruna kontra ASAD 313 Jaya Perkasa Purwakarta. Laga menarik yang berjalan ketat sejak awal menit ini berhasil dimenangkan oleh Bina Taruna dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang itu dicetak oleh Unggul Perkasa melalui titik putih. Kemenangan ini membuat Bina Taruna menjadi juara Divisi Utama Liga NIVEA MEN Topskor U-16 untuk perhelatan tahun ini. Acara ini juga dihadiri oleh Pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini, Marketing Director Belersdorf Indonesia Tomasz Schwarz, dan gelandang Barito Putra, Gavin Kwan Adsit. “Semoga event ini kedepannya bisa bekerja sama dengan Pemerintah, dan rutin sebagai kompetisi untuk usia muda. Dan ajang ini menciptakan pemain berbakat sejak dini,” ujar Fakhri, saat memberikan kata sambutan. Tomasz Schwarz juga mengatakan sepak bola penting dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini, dengan berlatih nantinya akan terus mengasah kemampuan individu maupun kemampuan dalam tim saat bermain. “Dengan latihan, membentuk karakter anak. Bagi pemenang jangan puas, karena diluar sana masih sangat banyak tim yang lebih baik, dan yang belum juara jangan berkecil hati, jadikan laga ini sebagai evaluasi untuk memperbaiki kesalahan yang dialami,” tambahnya. Liga NIVEA MEN Topskor U-16 berhasil menarik minat 20 Sekolah Sepak Bola (SSB) divisi utama dan 14 SSB divisi 1 se-Jabodetabek dan Bandung. Liga ini juga menyeleksi lima pemain terbaik (penjaga gawang, bek, gelandang, striker, dan pemain terbaik), untuk mengikuti latihan bersama klub Real Madrid F.C. di Spanyol. Nama-nama itu adalah Diego Muhammad Iqbal sebagai kiper dari Soccer One, Thoriq Tifana sebagai bek dari ASAD, Unggul Prakasa sebagai gelandang dari Bina Taruna, Ari Kurnia Restu sebagai penyerang dari Persira Rajeg dan Usman Fatahillah sebagai pemain terbaik (best player) dari Big Star Babek. (Dre/Ham) Juara Divisi 1 Liga NIVEA MEN Topskor U-16 2018 Juara 1: Persira Rajeg Juara 2: Mutiara 97 Juara 3: Remci Juara Divisi Utama Liga NIVEA MEN Topskor U-16 2018 Juara 1: Bina Taruna Juara 2: ASAD 313 Jaya Perkasa Purwakarta Juara 3: Big Star Lima Pemain Terbaik Liga NIVEA MEN Topskor U-16 2018 Kiper : Diego Muhammad Iqbal (Soccer One) Bek : Thoriq Tifana (ASAD 313 Jaya Perkasa Purwakarta) Gelandang : Unggul Prakasa (Bina Taruna), Striker : Ari Kurnia Restu (Persira Rajeg) Best Player : Usman Fatahillah (Big Star Babek)

SIWO PWI Tangsel Juara Futsal Porwaban Jelang Event Porwanas Papua

Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Provinsi Banten menggelar pekan olahraga wartawan Banten (Porwaban), di Lapangan Radar Arena, Kota Serang, Senin (23/4). (mitrapol.com)

Serang- Demi membangun Sportivitas, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Provinsi Banten menggelar pekan olahraga wartawan Banten (Porwaban) yang berlangsung 23-26 April, di Lapangan Radar Arena, Kota Serang, Senin (23/4). Cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam eksebisi olahraga ini adalah Bulu Tangkis dan Futsal. Sekertaris PWI Banten Cahyono Adi mengatakan, Porwaban ini adalah ajang silaturahmi teman-teman wartawan dalam bentuk olahraga untuk berkumpul bersama membangun sportivitas. “Selain itu Porwaban adalah suatu langkah untuk menyiapkan atlet-atlet wartawan Banten menuju Pekan Olahraga wartawan nasional (Porwanas) yang akan dilaksanakan di Papua pada bulan September mendatang,” katanya kepada awak media di Kota Serang, Senin (23/4). Pada porwanas mendatang, Siwo Banten menargetkan bisa lebih baik dari sebelumnya. Dimana setiap penyelenggaraan Porwanas kontingen Banten tidak pernah masuk ke – 5 besar. “Kita belum pernah masuk lima besar, ya paling terbaik kita dulu pernah meraih medali emas di cabang tenis lapangan, itu juga udah lama beberapa tahun yang lalu,” ujarnya. “Karena itu, dari hasil pertandingan hari ini akan ada training center, temen-temen yang mempunyai bakat akan diikutsertakan agar bisa lebih bersuara lagi di Porwanas,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Seksi Olahraga Wartawan (Siwo) Banten Andi Setiadi mengatakan, Porwaban ini merupakan ajang mencari bibit-bibit atlet wartawan potensial menjelang Porwanas mendatang. “Selain bertujuan untuk mencari bibit Porwaban juga menjalin silaturahmi antar wartawan di Provinsi Banten. Tujuan utama ya silaturahmi selain prestasi,” ucapnya. Siwo Banten pun menargetkan semua atlet menyumbangkan medali, baik emas perak atau perunggu. Sementara itu, tim futsal SIWO PWI Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya merengkuh juara di event ini. Diikuti delapan tim Kota/Kabupaten, di pertandingan pertama, SIWO PWI Tangsel berhasil mengalahkan Kabupaten Pandeglang dengan skor 5-1. Kemudian, menyingkirkan Kota Serang dengan skor 2-1. SIWO PWI Tangsel pun, berhak melaju ke partai final untuk bertemu Kabupaten Serang. Partai final disaksikan ratusan penonton dan berjalan dengan tensi yang sangat itinggi. Di babak pertama, SIWO PWI Tangsel langsung menekan pertahanan Kabupaten Serang. Tak butuh waktu lama bagi SIWO PWI Tangsel, untuk membuka keran gol. Lani yang bernomor punggung 14, berhasil menceploskan gawang Kabupaten Serang melalui sepakan keras dari luar kotak penalti. SIWO PWI Tangsel pun, unggul 1-0. Namun, kurang fokusnya pertahanan SIWO PWI Tangsel membuat Kabupaten Serang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tensi pertandingan pun, semakin tinggi. Beberapa kali pelanggaran keras tersaji dan membuat penonton bersorak. SIWO PWI Tangsel yang bermain aman, berhasil menambah kembali keunggulan melalui sepakan Abi dan membuat unggul 2-1. Skor babak pertama pun, berakhir dengan keunggulan 2-1 untuk SIWO PWI Tangsel. Di 15 menit kedua, Kabupaten Serang yang tertinggal mencoba bangkit. Namun, pertahanan SIWO PWI Tangsel berhasil meredamnya. Hingga peluit babak kedua berkakhir, skor 2-1 untuk SIWO PWI Tangsel sekaligus menobatkan dirinya sebagai Juara pada ajang Porwaban yang pertama dan menggondol hadiah Rp 4 juta. (Dre/Ham) Berikut data pemenang Porwaban  Juara 1 : Kota Tangerang Selatan Juara 2 : Kabupaten Serang Juara 3 : Kota Serang Juara 4 : Kota Tangerang.

Promo Piala Dunia 2018 Rusia, Legenda MU Teddy Sheringham Ke Jakarta 2 Mei

Legenda Manchester United, Teddy Sheringham, akan berkunjung ke Indonesia pada 2 Mei nanti, dalam rangka kampanye Piala Dunia 2018 Rusia. (goal.com)

Jakarta- Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia dipastikan dapat kembali dinikmati jutaan penggila bola di Tanah Air. PT Futbal Momentum Asia (FMA) berhasil meraih seluruh hak eksklusif di Indonesia terkait penyiaran Piala Dunia 2018. FMA mendapatkan hak eksklusif atas semua hak media, hak siar dan hak komersial terkait hajatan olahraga terbesar sejagat itu. Termasuk hak atas transmisi penyiaran di Indonesia dan kepulauannya. Cakupan tersebut termasuk spektrum lengkap dari platform media dan penyiaran. Tak terbatas kepada free to air televisi, pay-to view, satellite and TV cable, radio, juga termasuk platform zaman now, yakni ponsel, broadband dan internet protocol television. FMA juga mendapatkan hak semua pertandingan tiga turnamen FIFA, yaitu Piala Dunia, Piala Dunia Wanita U-17 dan Piala Dunia Wanita U-20 yang semua digelar pada 2018. Dengan kanal publikasi begitu lengkap, FMA yang mengakusisi Nine Sport akhir 2016 lalu siap mendulang rupiah dari momentum Piala Dunia 2018 dan perhelatan lain. Nine Sport merupakan promotor yang sukses membawa klub-klub Eropa tampil di Indonesia seperti Ajax Amsterdam, AS Roma, Juventus, Hamburger SV, Sevilla hingga mengakomodasi persiapan tim Indonesia bertanding di Eropa. Pemilik Nine Sport adalah Arief Putra Wicaksono, suami Gendis Siti Hatmanti, putri keluarga Cendana, yakni Bambang Trihatmodjo. Arief menjabat Chief Commercial Officer (CCO) di FMA. FMA belum menyebut nilai pembelian hak siar eksklusif Piala Dunia 2018. Sebagai ilustrasi, pada Piala Dunia 2014, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) menggelontorkan dana US$ 54,1 juta membeli hak eksklusif siaran dari Federation Internationale de Football Association (FIFA). Lalu, VIVA mengganti biaya-biaya yang dikeluarkan PT Inter Sports Marketing sehubungan proses persiapan, negoisasi, dan eksekusi licence agreement US$ 4,44 juta dan membayar biaya konsultasi US$ 3 juta. Dalam keterangan resminya, Senior Vice President FMA Shanna Murady bilang, berkaca dari Piala Dunia 2014, Indonesia menjadi negara nomor satu di dunia dengan rating tertinggi dengan rata-rata 120 juta-150 juta penonton televisi kumulatif. FMA berharap, jumlah itu bisa pecah rekor di Piala Dunia 2018. Apalagi pembukaan hajatan empat tahunan ini akan bertepatan dengan Lebaran yang diprediksi jatuh pada 14 Juni 2018. Daya tarik sepakbola yang kuat membuat media televisi, radio dan penyiaran online, berlomba untuk memperoleh hak siar Piala Dunia 2018. Ini modal FMA jualan hak siar di Tanah Air. Maklum, mereka tak punya media televisi, online atau kanal lain. Sementar itu, legenda Manchester United Teddy Sheringham, dijadwalkan bakal mengunjungi Tanah Air pada awal Mei mendatang. Kehadiran Sheringham, adalah untuk melakukan kampanye Piala Dunia 2018 di Indonesia. Pemegang lisensi Public Exhibition Piala Dunia, PT Pesta Bola Indonesia, yang membawa Sheringham. Diharapkan dengan kedatangan pria asal Inggris membuat demam Piala Dunia ikut dirasakan masyarakat Indonesia. “Insya Allah Teddy Sheringham akan datang ke Indonesia tanggal 2 Mei. Ini sebagai kampanye Pesta Bola Public Exhibition Piala Dunia,” kata Deputi President Director Pesta Bola Indonesia Pongky Rivawanto, di Jakarta. Pesta Bola saat ini menjalin kerja sama dengan PT Futbal Momentum Asia yang memegang lisensi eksklusif di Indonesia atas hak media, siaran, dan komersial terkait Piala Dunia 2018 Rusia. (Ham)

Kuasai Hak Siar Eksklusif Turnamen Bergengsi di Eropa, FMA Targetkan Indonesia Jadi Raja Rating

Hak lisensi penayangan Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa musim 2018-2019 hingga 2020-2021, akhirnya dimiliki oleh PT Futbal Momentum Asia (FMA). (ham/NYSN)

Jakarta- PT Futbal Momentum Asia (FMA), sejak Maret lalu, resmi memiliki hak lisensi penayangan Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa musim 2018-2019 hingga 2020-2021. Hal ini disampaikan FMA dalam event peluncuran hak lisensi itu di Jakarta, pada Rabu (18/4). Perusahaan pemasaran olahraga ini meraih hak untuk melakukan sub-lisensi penayangan tiga ajang bergengsi itu di wilayah Indonesia. Lisensi ini meliputi hak penyiaran eksklusif penayangan TV analog, digital, TV berbayar, TV satelit, IPTV, serta streaming berbasis web dan aplikasi. Artinya FMA bisa melakukan perluasan penayangan cuplikan pertandingan, media sosial, public exhibition, siaran radio dan lain-lain. FMA pun boleh memilih partner menyiarkan pertandingan tiga event Turnamen di benua biru itu. Hak Eksklusif itu mencakup semua hak siar dan komersial, termasuk hak atas transmisi di Indonesia dan kepulauannya. Tak hanya hak siar televisi free to air, juga pay per view, satellite, cable, radio, ponsel, hingga broadband. Keberhasilan FMA dalam memiliki hak siar Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa ini melengkapi kinjera mereka. Pada Oktober 2017 lalu, FMA resmi menyandang status sebagai pemilik hak eksklusif lisensi media untuk Piala Dunia 2018 buat wilayah Indonesia. “Kami sangat gembira bahwa sekali lagi kami telah diberi kepercayaan untuk menghadirkan turnamen terbaik kelas dunia ke hadapan para pencinta sepak bola di Indonesia,” ucap David Khim, CEO FMA. “Laga Liga Champions yang biasa tayang pukul 02.00 dini hari WIB, mampu menarik minat 3 juta penonton. Ratingnya tinggi dan ini gambaran antusiasnya pencinta sepak bola Indonesia menyaksikan tayangan turnamen bergengsi klub Eropa ini,” tuturnya. Hal ini juga diakui oleh Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewabroto, yang turut hadir dalam acara ini. Dalam kesempatan ini, Gatot sangat mendukung dan berharap FMA bisa menjadi penghubung antara fan dengan sepak bola itu sendiri di Indonesia. Selain itu, ia berharap FMA mendidik masyarakat untuk bijak memakai saluran penayangan pertandingan yang resmi. “Kemenpora juga mendapat hak menggelar nonton bareng Piala Dunia 2018 dan kami tahu seperti apa aturan serta regulasi untuk mendapatkannya, dan itu adalah hal yang tidak mudah,” kata Gatot. Dalam acara launching ini, FMA juga mengundang beberapa komunitas dari klub-klub besar Eropa yang ada di Indonesia. Komunitas itu di antaranya Indonesian Manchester United, Big Reds Indonesia, Pena Real Madrid Indonesia, Pena Barcelonista Indonesia, Chelsea Indonesia Supporter Club, Roma Club Indonesia, dan lainnya. (Dre)

Animo Peserta Tinggi, 24 Tim Incar Juara Turnamen Futsal Kapolres Tangerang Selatan Cup 1

Kapolres Tangerang Selatan Akbp Ferdy Irawan, SIK, M.Si (tengah) membuka langsung turnamen Futsal Kapolres Cup 1, yang memperebutkan Piala bergilir Kapolres Tangerang Selatan. (contrasnews.com)

Tangerang Selatan- Turnamen Futsal Kapolres Tangerang Selatan Cup 1, yang memperebutkan Piala bergilir Kapolres Tangerang Selatan, resmi berputar mulai Sabtu (7/4), hingga Minggu (8/4). Even ini adalah even pertama kali yang diselenggarakan Polres Tangerang Selatan, dan memakai MS Soccer Indoor Stadium sebagai venue pertandingan, selama dua hari. Meski baru pertama kali berputar, namun antusias peserta, khususnya dari Tangerang Selatan sangat baik. Total peserta yang berpartisipasi mencapai 45 klub, dan dibagi dalam dua kategori. “Ini yang pertama dan akan rutin diadakan. Ada 24 tim untuk kategori umum, dan 21 tim kategori executive,” ungkap AKP Alexander Yuricho, selaku ketua pelaksana Turnamen Futsal Kapolres Tangerang Selatan Cup 1, pada Sabtu (7/4). Untuk katagori executive merupakan tim yang berasal dari komunitas, instansi dan juga para pewarta. Untuk umum, adalah tim futsal yang berdomisli di wilayah hukum Tangsel. Turnamen ini dibuka langsung oleh Kapolres Tangerang Selatan Akbp Ferdy Irawan, SIK, M.Si, pada Sabtu (7/4). Pemenang dari kategori umum, berhak mewakili wilayah Tangerang Selatan, dalam ajang Kapolda Metro Jaya Futsal Cup, pada Juli nanti. Pemenang akan diganjar hadiah Rp. 10juta dan difasilitasi tampil di Kapolda Metro Jaya Futsal Cup. “Juara di kategori umum, akan menjadi wakil Tangsel di Kapolda Cup pada bulan Juli. Dan, jika wakil Tangsel bisa juara di Kapolda Cup, bakal tampil di Kapolri Cup,” tambahnya. (Dre) Hadiah Kategori Umum Putra  Juara 1 : Rp.10.000.000 + Piala bergilir + Medali + Mewakili Polres Tangerang Selatan di Kejuaraan Piala Kapolda Metro Jaya Cup. Juara 2 : Rp. 5.000.000 + Medali. Juara 3 : Rp. 2.500.000 + Medali Hadiah Kategori Eksekutif Putra +25 (Instansi Perusahaan dan Media)  Juara 1 : Rp. 10.000.000 + Piala Bergilir + Medali. Juara 2 : Rp. 5.000.000 + Medali. Juara 3 : Rp. 2.500.000 + Medali

Bikin Turnamen Sepak Bola Big Stars U-16, Maria Lawalata Gandeng Kemenpora

Turnamen sepak bola Big Stars U-16 memperebutkan Piala Menpora, akan berlangsung pada 3-9 Mei, di kawasan Sunter, Jakarta Utara. (suarakarya.id)

Jakarta- Meski cabang olahraga atletik yang membesarkan namanya, tapi mantan atlet nasional, Maria Lawalata, justru siap membina sepak bola. Melalui Yayasan Big Stars Nusantara, peraih medali emas nomor Marathon putri pada SEA Games 1991, menggelar Turnamen Sepak bola Big Stars U-16 Piala Menpora. “Saya tertarik menggelar turnamen sepak bola karena saat saya menyumbang medali emas pertama bagi Kontingen Indonesia, sepak bola menutupnya dengan perolehan emas, di SEA Games Manila 1991. Dan, saya ingin sepakbola Indonesia berprestasi lebih baik nantinya,” kata Maria di Jakarta, pada Selasa (3/4). Kejuaraan yang melibatkan 24 tim dari berbagai daerah ini akan berlangsung di kawasan Sunter, Jakarta Utara, pada 3-9 Mei. Maria, yang juga pendiri Yayasan Big Stars, mengaku tujuan diadakannya turnamen ini adalah untuk melakukan pembibitan. Semua atlet yang berpotensi, akan dibina oleh Akademi Sepak Bola Big Stars. “Kami ingin seluruh insan sepak bola, para pemangku kepentingan yang terkait dengan olahraga dapat mendukung turnamen ini demi kemajuan prestasi nasional. Semua bentuk dukungan sangat dibutuhkan,” ujarnya. Selain Yayasan Big Stars Nusantara, turnamen ini juga didukung penuh pengusaha minuman sari buah apel, Juni Eko Susanto. “Saya sangat menyenangi sepak bola. Dan, saya akan mendukung penuh niat Maria Lawalata untuk menggelar Turnamen Sepak bola U-16 Piala Menpora,” kata Juni. Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi mengatakan kepastian diadakannya Big Stars Piala Menpora ialah setelah Yayasan Big Stars menjadi mitra Kemenpora pada tahun lalu. “Jangan lupa, Big Stars Piala Menpora diharapkan juga bisa ikut menyosialisasikan Asian Games 2018,” tutur Imam. Lewat Asisten Deputi Pembinaan Sentra Olahraga Kemenpora, Teguh Rahardjo mengatakan, pihak Kemenpora hanya mendukung pelaksanaan turnamen remaja ini. Alasannya, panitia tidak mengajukan proposal bantuan dana. “Kita hanya bantu doa saja,. Saat ini, kita belum bisa support dana,” kata Teguh saat menjawab pertanyaan tentang dukungan dana terhadap Turnamen Sepakbola U-16 Piala Menpora. (Art)

Dijanjikan Juara AFF 2018 dan Lolos Piala AFC, Hary Tanoe : Kensuke Dikontrak Jangka Panjang

Menjadi pelatih anyar timnas futsal Indonesia, Pelatih asal Jepang, Kensuke Takahasi (kiri) langsung menangani tiga tim sekaligus. (Ham/NYSN)

Jakarta- Federasi Futsal Indonesia (FFI) resmi menunjuk Kensuke Takahasi sebagai pelatih anyar timnas futsal Indonesia. Pelatih asal Jepang itu membubuhkan kontrak di Jakarta, pada Senin (2/4). Ia diikat hingga 2020 nanti. Durasi kontrak ini bisa saja diperpanjang oleh FFI, andai Kensuke sukses membawa timnas futsal Indonesia berprestasi selama musim 2018. Hal ini disampaikan Ketua Umum Federasi FFI, Hary Tanoesoedibjo. “Dia melatih Timnas putra putri, dan dikontrak jangka panjang,” ucap Hary Tanoe. “Kontrak tiga tahun yang opsinya bisa diperpanjang, jika jadi juara AFF 2018 dan lolos Piala Futsal AFC 2020,” tegas Ketua Partai Perindo ini. Kensuke akan mengawal Timnas pada empat ajang yang dilewati timnas futsal putra dan putri Indonesia, selama 2018. Keempat event itu adalah AFC Women’s Futsal Championship, Kualifikasi AFC Women’s Futsal Championship 2019, AFF Futsal Championship, Kualifikasi AFC U-20 Futsal Championship. Hary Tanoe sangat optimistis Kensuke bisa membawa kesuksesan berama timnas futsal Indonesia baik putra dan putri. Menurutnya Kensuke merupakan pelatih yang sangat komunikatif dan intes berbicara dengannya. “Dia itu tahu apa yang harus dikerjakan, dan punya pandangan kelemahan timnas futsal Indonesia,” tutur Hary Tanoe. “Konsepnya jelas disampaikan ke saya, yakni satu tahun itu akan lolos final Piala AFF 2018, lalu masuk empat besar Piala AFC 2020, dan meningkatkan kualitas futsal Tanah Air di dunia,” beber pria asal Surabaya ini Ia menambahkan bahwa Kensuke harus meningkatkan komunikasi dengan FFI. Eks arsitek klub futsal Jepang, Badral Urayasu itu tak akan bekerja sendiri selama membesut timnas futsal Indonesia. “Dia perlu kerja sama yang intens dengan pengurus FFI, dan dengan para anggota timnas,” pungkasnya. (Ham) Biodata Nama : Kensuke Takahasi Tanggal lahir: Hokkaido (Jepang), 8 Mei 1982 Tinggi/Berat : 173cm/62Kg Negara : Jepang Karir Pemain 2003-2004 Divertido Asahikawa 2004-2008 Predator FC (Bardral Urayasu) 2008-2010 Caja Segovia (Spanyol) 2010-2011 Guadalaraja (Spanyol) 2011-2015 Bardral Urayasu Prestasi Pemain AFC Futsal Championship Juara (2006, 2010, 2012) Runner-up (2005 dan 2007) Karir Timnas 2003-2012 Timnas Senior (60 caps) Piala Dunia Futsal 2004 (Fase Grup) 2012 (16 Besar) Karir Melatih 2016-2017 Bardral Urayasu (Direktur Teknik) 2017-2018 Bardral Urayasu (Tim Senior) 2018-.. : Timnas Indonesia Prestasi Melatih Bardral Urayasu – Peringkat 4 All Japan Futsal Championship 2018

Garuda Gemilang Soccer School Hadir Di Kawasan Jakarta Barat

Usai melakukan launching pada Sabtu (31/3), Garuda Gemilang Soccer School kini resmi hadir di lapangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (Ham/NYSN)

Jakarta- Bertempat di Lapangan Bola Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Sabtu (31/3), Sekolah Sepak Bola (SSB) Garuda Gemilang Soccer School resmi berdiri. G2SS menjadi salah satu alternatif bagi peminat sepakbola untuk kalangan anak-anak hingga remaja. Tak hanya putra, bahkan SSB ini juga membuka wadah bagi tim putri menendang si kulit bundar. Grace Theodora, selaku manager G2SS mengatakan SSB ini sudah muncul sejak pertengahan 2017 lalu. Usai proses panjang, G2SS siap menampung bakat-bakat muda potensial di kawasan Jakarta Barat. “Garuda Gemilang Soccer School (G2SS) adalah wadah penyaluran minat dan bakat sepak bola. SSB ini tumbuh dari lingkungan orang tua yang peduli dengan sepak bola,” ungkap wanita kelahiran 22 November 1980. Terdapat beberapa kategori kelompok umur di G2SS, yakni Under (U)-8, U-10, dan U-13, untuk tim putra dan tim putri. Pada acara peresmian yang bertajuk Free Trial Session, pembukaan G2SS digelar sejak pagi hari. “Filosofi dari nama SSB ini adalah Garuda, yang melambangkan Indonesia, dan Gemilang yang berarti bersinar. Kami ingin meciptakan bibit pemain berprestasi sejak dini, untuk Indonesia,” tegas Grace. Pada hari pertama soft opening para peserta dan orang tua antusias berdatangan untuk menyaksikan anak mereka latihan perdana di G2SS. Dina, salah satunya, yang menghabiskan saat akhir pekan untuk menemani anaknya mengikuti acara soft opening G2SS. “Anak saya suka main bola dirumah, jadi ya saya bawa aja kesini. Lagi pula, selain mendapatkan teman baru, hobinya bisa tersalurkan” ujar Dina yang tinggal di kawasan Kembangan ini. Lain halnya dengan, Bayu, yang mendampingi putranya, ikut memberikan komentarnya perihal kegiatan dari G2SS ini. “Saya tau acara ini, dari teman anak saya. Dan anak saya mau ikut temanny berlatih di sini, jadi saya izinkan. Sebelummya, anak saya belum pernah ikut SSB, kebetulan ini masih trial juga kan,” tukas Bayu. Sementara itu, Agam Arafat, salah satu pelatih dari G2SS, mengaku pentingnya membina usia muda. “Kebetulan orang tua disini ada yang saya kenal, dan dulunya anaknya sempat saya didik, ya ini relasi dari dia. Ini gairah saya, terutama melatih usia muda, sebagai pondasi awal pemain,” kata pria kelahiran Jakarta 31 Agustus 1982 itu. Bermaterikan dua staf Manager serta empat pelatih berlisensi D Nasional, G2SS akan membina para pemain usia dini, setiap akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu, mulai pukul 11.00 WIB. “Kami akan keliling di sekolah-sekolah di Jakarta, untuk melakukan promosi. Ya mimpi besar kami, berkunjung ke seluruh Indonesia, tapi saat ini kami fokus dulu di Jakarta, khususnya di Jakarta Barat,” tambahnya. Dalam waktu dekat, G2SS menyiapkan turnamen sepak bola antar Sekolah Dasar dan Menengah se-Jakarta Barat. (Dre/Ham) Garuda Gemilang Soccer School Jadwal latihan : Rabu : Pukul 18.00 WIB – Selesai Sabtu : Pukul 11.00 WIB – Selesai Lokasi Latihan : Lapangan Bola Kebon Jeruk, Jakarta Barat Medsos IG : garudagemilangsoccerschool FB : Garuda Gemilang Soccer School Pendaftaran : Grace : 0816-11-14360

Tolak Timnas Putri, Tiga Pemain Ini Dapat Restu Manajer Bela Futsal

Kapten Timnas Futsal Putri Indonesia, Maulina Novryliani (9), yang menolak bergabung bersama Timas Putri Senior. (bolalob.com)

Jakarta- Pelatih Timnas Putri Senior, Satia Bagja, mengaku ada tiga pemainnya yang menolak bergabung dengan Srikandi Senor mengikuti TC di NYTC, Sawangan, Jawa Barat. Mereka adalah Suciana Yuliani, Rani Mulyasari, dan Maulina Novryliani. Ketiga pemain itu sedang berlaga di Liga Futsal Wanita Profesional Indonesia 2018. Satia menyayangkan penolakan mereka. Menurutnya ketiga pemain itu memiliki kemampuan individu yang baik, dan berpotensi membuat Timnas Putri Senior lebih kuat. “Secara tegas mereka menolak,” ucap Satia. “Jika untuk bangsa dan negara, kenapa menolak. Kami juga butuh pemain bagus lainnya,” ucap Satia menambahkan. Satia tak terlalu mengetahui apa penyebabnya ketiga pemain itu menolak panggilan timnas wanita Indonesia. Mantan asisten Rahmad Darmawan itu menyerahkan permasalahan ini kepada PSSI dan Federasi Futsal indonesia (FFI). “Jangan tanya saya, karena itu urusan antar federasi. Biar mereka yang menindaklanjuti tentang permasalahan ini,” ucap Satia. Namun, kondisi ini tak dipermasalahkan oleh manajer Timnas Putri Senior, Papat Yunisal. Papat menilai bila alasan ketiga pemain ini sudah ia pahami, karena disampaikan lewat keterangan resmi. “Sejak awal, mereka memilih aktif di cabor Futsal. Selain ada rutinitas event, mereka juga sudah terikat kontrak dengan klub,” jelas Papat pada Jumat (30/3). Dosen mata kuliah sepak bola di Kampus STIKP Pasundan, Cimahi ini, bahkan menilai mereka juga sudah ikut mengharumkan negara dalam event internasional. “Saat SEA Games 2017, mereka skuat utama peraih perunggu. Berprestasi artinya. Tak ada masalah. Biar sepak bola putri, mencari pemainnya secara natural lewat ajang sepak bola saja, meski tidak mudah,” tegasnya. (Art)

Kensuke Takahashi Jadi Pelatih Timnas Futsal, Sekjen FFI : Lagi Disusun Prosesnya

Kensuke Takahashi dikabarkan segera mengikat kontrak dengan Timnas Futsal Indonesia pekan ini. (net)

Jakarta- Nama pelatih asal Jepang, Kensuke Takahashi, dikabarkan segera menduduki kursi pelatih Timnas futsal Indonesia. Kabar itu disampaikan oleh salah satu tim Liga Futsal Jepang, Badral Urayasu, yang menyebutkan jika mantan pelatihnya itu segera menekan kontrak dengan timnas futsal Indonesia. Sebelumnya Kensuke memang dikabarkan menjadi salah satu calon pelatih timnas futsal Indonesia. Hal itu tak lepas dari Badral Urayasu dan federasi sepak bola Jepang (JFA) menawarkan Kensuke sebagai salah satu bentuk kerjasama dengan Federasi Futsal Indonesia (FFI). “Hari Kamis (29/3), saya akan ke Jakarta dan akan menandatangani kontrak dengan Federasi Futsal Indonesia di hari berikutnya,” kata Kensuke seperti dilansir dari laman resmi Bardral. Kensuke sebelumnya pernah datang ke Indonesia pada akhir 2016 untuk memberikan materi kepada dua tim futsal Tanah Air, Vamos Mataram, dan Mataram FC di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski belum mengiyakan status Kensuke, Sekjen FFI Edy Prasetyo, tak membantah bila nama pria Jepang 35 tahun itu akan segera menangani Timnas Futsal. “Nanti lah ya.. Kita susun dulu persiapannya. Nanti segera diberitahu,” ujar Edy pada Kamis (29/3), saat dikontak lewat ponselnya. Mantan pemain timnas futsal Jepang itu baru menjadi pelatih pada 2017 setelah memutuskan pensiun. Pada musim 2018, Kensuke akan menangani tiga tim sekaligus yakni AFC Futsal Women Championship, AFF Futsal Championship, dan Kualifikasi AFC U-20 Futsal Championship Zona Asean. (Art)

Wow, Anak-Anak Terbaik MFC 2018 Dikirim ke Barcelona

Ajang kompetisi Milo Football Championship 2018 memberikan kesempatan lebih besar di tahun ini untuk anak-anak berbakat Indonesia agar bisa menimba ilmu persepakbolaan di Barcelona. Menurut lansiran dari tempo.co (25/03/2018), kejuaraan yang bekerja sama dengan Gerakan Ayo Olahraga dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) ini akan menyaring 18 pemain terbaik dari tiap kota untuk bisa lolos ikut final kompetisi sepakbola U-12 Piala Menpora 2018. Para pemain terpilih akan mendapatkan juga pelatihan eksklusif bersama pelatih dari FCBEscola Barcelona yang meliputi teknik dribbling, shooting, passing, turning, dan keeping. Menurut mantan striker nasional, Kurniawan Dwi Yulianto berkata bahwa 9 pemain terbaik yang berhasil lolos tahap seleksi juga dapat bergabung dengan puluhan anak dari seluruh dunia karna mendapatkan pelatihan intensif di FCBEscola Barcelona. Hal tersebut dikatakan merupakan bagian dari kerja sama Nestle Milo dengan FC Barcelona. Tujuannya agar mendorong hidup sehat dan aktivitas fisik kepada generasi muda di Asia, Oseania, Afrika, dan Amerika Latin. Business Executive Manager Beverages Nestle Indonesia, Prawitya Soemadijo berkata kejuaraan ini merupakan kontribusi bagi perkembangan sepakbola Indonesia dengan tanamkan kecintaaan olahraga pada siswa sejak dini. Selain itu juga tentu mendukung pemerintah dalam menemukan bibit pesepak bola yang hebat.

Nyaris Tertunda Karena Hujan, David Beckham Sumbang 10.000 Bola Bagi Anak Indonesia

Menpora Imam Nahrawi mendampingi Mega Bintang asal Inggris David Beckham di Stadion Soemantri Brojonegoro, pada Minggu (25/3). (Pras/NYSN)

Jakarta- Menyumbangkan 10.000 bola, gelaran “Sepak Bola untuk Negeri” yang diadakan oleh PT AIA Financial (AIA) memecahkan rekor MURI sebagai sumbangan bola terbanyak. Event ini mengundang AIA Global Ambassador, David Beckham, untuk mengampanyekan hidup sehat, di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, pada Minggu (25/3). AIA Global Ambassador, David Beckham, menyatakan berbagi kepada masyarakat, terutama anak-anak, dan memberikan contoh yang tepat tentang bagaimana menjalani hidup sehat merupakan dua hal yang dekat dengannya. David mengakui selalu menjalani hidup sehat sepanjang dan setelah kariernya. Sekarang, setelah selesai bermain, David ingin menjalani hidup yang lebih sehat dan bugar. “Saya memiliki empat anak, penting bagi saya untuk memberi teladan bagi mereka,” ujar David dalam keterangan yang diterima sehari sebelum ia datang ke Jakarta. Sumbangan bola tersebut ditujukan untuk untuk anak-anak akademi sepak bola di seluruh Indonesia. Momen penyerahan donasi ini dilakukan di hadapan hampir 1.000 pemain sepak bola muda berbakat dari Aceh hingga Papua. Kegiatan ini sejatinya dimulai sejak Minggu pagi. Namun, cuaca Jakarta yang sempat mendung, akhirnya acara justru sempat tertunda, karena hujan yang mengguyur Jakarta. Chief Marketing Officer PT AIA Financial, Lim Chef Ming, menuturkan kesadaran AIA bahwa olahraga memainkan peran penting dalam mempromosikan gaya hidup yang lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik. Sepak bola adalah olahraga yang sangat populer dan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. “Hal tersebut melatarbelakangi AIA mengadakan acara AIA Sepak Bola untuk Negeri,” tutur Lim. AIA secara konsisten mendukung perkembangan sepak bola di Indonesia melalui beberapa inisiatif, seperti Championship, yaitu sebuah kompetisi sepak bola tahunan yang memberi kesempatan bagi masyarakat yang berbakat untuk berkompetisi di liga internasional. AIA juga menggelar AIA Junior Cup, yang memungkinkan para pemain muda terbaik terpilih dari kejuaraan tersebut untuk diberangkatkan ke Phuket, Thailand, dan mendapatkan pelatihan dari tim pelatih resmi Tottenham Hotspurs. (Ham)

Ajang Untuk Anak Berbakat Kembali Hadir, MILO Football Championship (MFC) 2018

Jakarta- MILO Football Championship (MFC) 2018 kembali menghadirkan kompetisi sepak bola tingkat Sekolah Dasar (SD). Acara ini merupakan gelaran keempat yang didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Menurut lansiran dari tribunnews.com bahwa kompetisi ini diperuntukan untuk anak di bawah 12 tahun dengan sedikitnya 8.000 siswa SD yang mengikuti. Kemudian, hadir untuk empat kota besar, yaitu Jakarta, Medan, Bandung, dan Makassar. Tujuannya selain  mengasah kemampuan sepak bola anak juga berguna bagi perkembangan karakter. Menurut Menpora Imam Nahrawi, lewat olahraga, anak-anak akan terbentuk karakter, watak, respek, serta sikap saling menghormati, menghargai satu sama lain. Dengan ajang ini, menpora juga memastikan bisa jadi anak-anak tersebutlah yang nantinya meneruskan Timnas Indonesia di masa datang. MILO Football Championship dilaksanakan pada 24-25 Maret di Jakarta, 31 Maret-1 April di Medan, 14-15 April di Bandung, dan 28-29 April di Makassar, dengan memakai peraturan pertandingan FIFA untuk anak usia SD. Pemenang MILO Football Championship di empat kota tersebut, nantinya akan langsung bisa lolos ke babak final pada ajang Sepak Bola U-12 Piala Menpora 2018, yang diselenggarakan pada hari Olahraga Nasional. Menarik bukan? (tribunnews.com, sportourism.id)

Sebab Cedera Dan Lainnya, Lima Pemain Seleksi Timnas Putri Ini Dipulangkan

Iyya Lovista Paraba (14) akhirnya harus tereliminasi dari seleksi skuad Timnas Putri. (PSSI.org)

Jakarta- Seleksi Timnas Putri Senior akhirnya memulangkan lima orang pemain. Sejak Selasa (6/3), 40 orang pemain seleksi sudah berkumpul di National Youth Training Centre, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Selama lima hari kemudian, dibawah asuhan pelatih kepala Satia Bagja dan pelatih kiper Benny van Breukelen, mereka digembleng pagi sore guna mencari tempat utama dalam tim. “Habis uji coba lawan tim Pelatih Kursus Lisensi B, kita sudah punya gambaran, siapa saja yang terus seleksi dan yang tidak,” tegas Satia pekan lalu. Timnas Putri pun melakukan uji coba perdana melawan tim Pelatih Kursus Lisensi B, pada Sabtu (10/3) di NYTC, Sawangan. Hasilnya laskar Srikandi Indonesia takluk 1-3. Namun bukan hasil yang jadi ukuran. “Ya, ada lima pemain yang dipastikan pulang, mulai pekan ini. Mereka dipulangkan dengan beberapa sebab. Kami pun akan memanggil lima pemain baru,” ucap Satia pada Selasa (12/3). NYSNmedia.com menerima surat pemulangan yang dikeluarkan PSSI kepada mereka yang tereliminasi pada Selasa (12/3) sore. Mereka diantaranya yang terpaksa dipulangkan adalah bek tengah asal Kalimantan Barat, Elli Wati. Berdasarkan surat itu, Elli harus pulang lebih cepat lantaran sejak memulai Seleksi, ia didiagnosa masih memiliki riwayat cedera lutut. Hal serupa juga dialami Jasmine M. Diantoro. Bek kiri cantik asal klub Pro Direct Academy JKT di Jakarta ini, menurut surat keterangan dari dokter butuh waktu satu bulan menyembuhkan cedera plantar (nyeri pada tumit). Untuk Ayu Rizqi Widianti (Persab Brebes), Sherly Eka Dewi (Babel) dan, Iyya Lovista Paraba (Banten) tak bertahan karena peformanya tak sesuai dengan kebutuhan tim. (Dre) Pemain Seleksi yang dipulangkan Elli Wati (Kalbar)-Bek Tengah Alasan : Sejak awal memulai Seleksi TC, masih menyimpan riwayat cedera lutut. Jasmine M. Diantoro (Pro Direct Academy JKT)-Bek Kiri Alasan: Dari surat keterangan dari dokter membutuhkan waktu 1 bulan untuk menyembuhkan cedera plantar (nyeri pada tumit). Ayu Rizqi Widianti (Persab Brebes)-Sayap Alasan : peformanya tidak sesuai dengan kebutuhan tim. Sherly Eka Dewi (Babel)-Bek Kanan Alasan : peformanya tidak sesuai dengan kebutuhan tim. Iyya Lovista Paraba (Banten)-Gelandang  Alasan : peformanya tidak sesuai dengan kebutuhan tim.

Uji Coba Kedua Menang Lagi, Villa 2000 Masih Banyak Kesalahan

Villa 2000 (oren) saat melakukan uji coba menghadapi tim Porpov Banteng di Pamulang Selatan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Jelang bergulirnya Liga 3, Klub Villa 2000 rutin melakukan uji coba. Kali ini melawan Tim Porprov Banten, di home base Villa 2000, Pamulang Selatan, pada Jumat (9/3). Hasil akhir, klub Villa 2000 unggul tipis 2-1 dari Porprov Banten. Namun, Blitz Tarigan, yang menukangi Villa 2000 dalam ajang Soeratin Cup dan Liga 3 mengaku anak asuhnya masih butuh perbaikan. “Anak-anak sering buat kesalahan individu. Lawannya memang lebih senior, hal itu membuat para pemain berada dibawah tekanan. Tapi itu karena kita ingin menguji mental anak-anak”, ujar Blitz. Akhir pekan depan Villa 2000 juga mengagendakan laga persahabatan kontra klub selevel. “Kita akan perbaiki semuanya. Terutama, soal keputusan saat menguasai bola maupun melepas bola”, tutupnya. Sebelumnya, pada Jumat (2/3), Villa 2000 menggelar laga uji coba kontra Bogor FC di tempat yang sama. Bogor FC yang datang sebagai lawannya, harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 3-2. Dan pada Jumat (16/3), agenda berikutnya giliran tim U-18 Provinsi Banten menjadi lawan Villa 2000. Sebagai catatan, Tim yunior Banten itu kini dilatih oleh Zaenal Abidin, dan eks bek timnas 2000’an, Nasuha. (Dre)