Turnamen Masih Terbatas, Rully Nere: Pembinaan Usia Dini Di Tangan Asprov

Nivea Men TopSkor

Jakarta- Atmosfir kegiatan sepakbola di Indonesia saat ini, perlahan mulai tertata dengan rapih. Kompetisi dan Turnamen kelompok usia muda mulai ramai dan berjalan dengan baik. Pembinaan ini gencar dilakukan mengejar ketertinggalan dari Negara kuat seperti Thailand dan Vietnam yang baru saja mencetak sejarah sebagai tim Asean pertama yang lolos ke babak final Piala AFC 2018 di China. Seperti yang diutarakan oleh Legenda Timnas Indonesia 80-an, Rully Nere. Rully yang hadir dalam pembukaan Liga Nivea Men TopSkor U-16 mengapresiasi kompetisi ini, guna menambah pengalaman bagi pemain di usia muda. “Ini sangat baik, masih jarang turnamen rutin diusia muda. Dengan adanya turnamen Liga Nivea Men TopSkor U-16, anak-anak bisa menambah jam terbang. Juga, memperkaya mental dan karakter mereka dalam bertanding,” paparnya di Lapangan Pertamina, Simprug, Jakarta Selatan, Sabtu (3/2). Rully mengatakan, dalam membentuk sepakbola Indonesia yang kuat harus bekerjasama dengan elemen-elemen yang mampu meningkatkan prestasi sepakbola Indonesia. “Misalkan, bekerjsama dengan instansi pendidikan. Jika, membangun sendiri sepakbola Indonesia, itu sangat berat. Sekolah Sepakbola (SSB) hanya wadah dan kompetisi ini sangat baik untuk mereka,” ucapnya. Pembinaan usia muda, terbantu dengan adanya SSB. Namun, SSB hanya menempuh ilmu bermain sepakbola hingga usia 16 tahun. Setelah itu, pemain seolah bingung ingin mengarah kemana. Ini yang masih menjadi kendala di sepakbola Indonesia. Lanjutnya, peran Asosiasi Provinsi (Asprov) disetiap wilayah harus bekerja untuk mencari dan membina atlet-atlet sepakbola yang potensial. “Askot (Asosiasi Kota) dan Asprov harus menjadi landasan tebentuknya para atlet muda. Asprov harus akitf bergerak, menyediakan instrumen pertandingan usia muda,” jelas Rully. (pah)

Hentikan Laga saat Azan, Mantan Wasit Liga Primer Inggris Banjir Pujian

Mantan Wasit Laga Primer Inggris, Mark Clattenburg, di banjiri pujian usai menghentikan pertandingan Piala Arab Saudi antara Al Feiha melawan Al Fateh, ketika azan berkumandang. Babak tambahan laga Al Feiha melawan Al Fateh yang berlangsung di Stadion King Salman, Al Majma’ah, Rabu (24/1),  baru berlangsung lima menit ketika Clattenburg tiba-tiba menangkat tangan meniup peluit. Para pemain kedua tim sempat bingung dengan tindakan Clattenburg karena wasit 42 tahun itu mebunyikan peluit saat tidak terjadi pelanggaran. Dikutip dari CNNIndonesia, sambil meminta bola Clattenburg lalu menjelaskan kepada para pemain bahwa keputusannya untuk menghentikan pertandingan karena terdengar suara Azan yang berkumandang dari masjid yang berada dari sekitar stadion. Pertandingan yang terhenti sekitar tiga menit. Setelah kumandang azan berhenti Clattenburg kemudian meniup peluit tanda pertandingan kembali dimulai. Ratusan penonton yang berada di Stadion King Salman pun memberi pujian atas keputusan Clattenburg dengan bertepuk tangan. Tak hanya mendapat pujian dari penonton di stadion, wasit terbaik dunia tahun 2016 itu juga dibanjiri pujian dari netizen di media sosial. Netizen merasa keputusan Clattenburg yang berani menghentikan pertandingan karena adzan berkumandang merupakan tindaknya yang patut di tiru oleh wasit lainnya. Mr @clattenburg1975 , What you did today in the Fayha vs Fateh game was really nice , It showed that you are very respectful and you indeed deserve the position you’re in , Good luck to you. — saud aljohani (@saudj99) January 24, 2018 Akun @saudj99 menulis, “Apa yang kamu lakukan di pertandingan Fayha vs Fateh sangat indah. Itu menunjukkan rasa hormat dan Anda memang pantas berada di posisi Anda saat ini.” Clattenburg terbilang memiliki karier yang cukup cemerlang. Wasit asal Consett, County Durham, itu sempat memimpin sejumlah pertandingan besar, seperti Final Liga Champions 2016 dan Final Piala Eropa 2016. Pada Februari 2017, Clattenburg mengambil keputusan mengejutkan. Ia meninggalkan posisi sebagai wasit Liga Primer Inggris dan menerima tawaran Asosiasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF). Clattenburg kini menjabat sebagai Kepala Wasit SAFF menggantikan posisi Howard Webb. Keputusan itu juga membuat Clatteburg kehilangan lencana wasit FIFA.

Indra Sjafri Blusukan Survey Stadion, Askot PSSI Tangerang : Belum Pasti Latih Persikota

Indra Sjafri, saat mengunjungi Markas Persikota berlatih pada Senin kemarin. (net)a

Tangerang– Mantan pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, pada Senin (22/1) melakukan kunjungan ke dua Stadion di kawasan Tangerang. Agenda itu adalah untuk memberi rekomendasi venue latihan untuk Persikota Tangerang. Menurut Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Tangerang, H. Kosasih mengatakan dirinya menemani pelatih berumur 54 tahun itu berkeliling dan mengecek persiapan dua Stadion. Dari tinjauannya Indra lebih tertarik pada Stadion Yonif 203 Jatiuwung, daripada Stadion Benteng. “Kekurangan Stadion benteng, karena suasana lapangan kurang pas untuk latihan, dan belum ada sarana serta fasilitas yang mendukung. Di Yonif 203, ada mes dan pelatihan fisik,” ujarnya pada Senin (22/1). Terkait Status Indra yang disebeut-sebut akan menukangi Persikota, dirinya tak berbicara banyak. Dia hanya mengungkapkan hal itu baru wacana saja dan Indra pun belum memberi sinyal positif pada Manajemen tim. “Dia (Indra) mengaku belum pasti, baru wacana dan diserahkan ke manajemen Persikota. Tinjauan lapangan itu memantau sarana latihan anak-anak Persikota,” katanya. Kosasih sebenarnya senang, andai arsitek yang membawa Indonesia juara di piala AFF 2013 itu jadi mengasuh Persikota. “Sepertinya itu, cuma belum ada kepastian, Indra juga bilang itu tergantung manajemen. Secara pribadi, andai Indra ke Tangerang unutk melatih Persikota, ya sangat bangga buat saya,” tandasnya.

Jadi Host Porprov V Banten 2018, Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp 20 Miliar Bangun 20 Venue

Stadion-Persita

Tangsel- Kabupaten Tangerang menjadi tuan rumah event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten ke-V 2018. Segala persiapan mulai dari venue dan lainnya, terus di kebut oleh Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) bersama KONI. Nantinya, 20 venue akan digunakan untuk 39 cabang olahraga (cabor) di Porprov Banten ke-V. Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan, pembuatan venue merupakan kerjasama Pemkab Tangerang dengan pihak swasta. Hingga saat ini, anggaran yang sudah keluar yakni Rp 20 miliar. “Pembuatan 20 Venue, sekitar 60 persen dari kita dan sisanya dari pihak swasta. Dana yang sudah keluar sudah 20 miliar rupiah, untuk pembangunan Venue, gaji atlit, gaji pelatih dan lain-lain,” jelas Taufik, pada Kamis (18/1). Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menargetkan proyek pembangunan stadion utama, di Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, selesai April 2018 sesuai rencana semula. “Agar dapat digunakan untuk acara pembukaan dan pertandingan pada Porda V Banten,” kata Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Taufik Emil, di Tangerang, pekan lalu, dilansir antaranews.com. Dia mengatakan, saat ini dalam tahap pekerjaan penyelasaian akhir dan pada bagian dalam telah ditanami rumput untuk lapangan sepakbola. Dia mengatakan proyek stadion yang juga sebagai pusat olahraga Kabupaten Tangerang itu mengunakan dana yang bersumber dari APBD tahun jamak sebesar Rp120 miliar. (pah)

Dibantu Sponsor Jakarta, Tim JK Angels Tangsel Optimis Juarai WPFL 2018

Futsal-putri-JK-Angels

Tangsel- Women Pro Futsal League (WPFL) 2018 segera digelar pada 20-21 Januari di Yogyakarta. Segala persiapan tim, mulai intensif dilakukan menyambut WPFL 2018 ini. Namun, tak semua persiapan tim berjalan lancar. Seperti runner-up WPFL 2017, Jaya Kencana (JK) Angels yang bermarkas di Tangsel. Mereka masih terkendala dalam persiapan WPFL 2018. Manajer JK Angels, Budianto mengatakan, JK Angels berangkat ke WPFL 2018 dengan segala keterbatasan yang ada. Dua pemain kuncinya yakni Citra Adisiti dan Maulina Novryliani hengkang ke Kebumen Angels. Namun, JK Angels tetap optimis merebut titel juara WPFL 2018. “Selain pindahnya pemain kunci, kendala kami soal mepetnya finansial, sehingga kami mulai persiapan Desember hingga Januari,” ujar Budi, sapaan Budianto, pada Kamis (18/1). “Alhamdulillah ada sponsor yang mau bekerjasama dengan kami. Dari sponsor yang ada, semuanya dari Jakarta dapat mbantu persiapan kami,” tambah Budi. Ia berharap Pemkot Tangsel maupun perusahaan di Tangsel bisa bekerjasama dengan JK Angels. “Semoga ada pengusaha atau perusahaan dari Tangsel yang juga mau bekerjasama dengan JK Angels,” tutupnya. (pah)

Persitangsel Menang di Uji Coba Pertama Menjelang Suratin Cup

Uji-coba-Persitangsel

Tangsel- Persitangsel U-17 terus mematangkan diri jelang tampil di even Suratin Cup. Mereka mengalahkan SSB Atep dari Cianjur dengan skor 3-1. Bermain 2×45 menit, Persitangsel muda unggul melalui gol Gea di menit 15 dan dua gol dari Riko ( ’70 dan ’85). Sedangkan, satu gol dari SSB Atep di cetak Angga di menit 35. Uji coba pertama di Lapangan Paku Jaya, Serpong Utara, Rabu (10/1), bertujuan untuk meningkatkan stamina para pemain. Asisten Pelatih Persitangsel U-17, Iwan Rukmana mengatakan, akan fokus membenahi stamina para pemain hingga akhir Januari ini. “Saya kurang puas, stamina anak-anak masih kendor. Tapi, saya maklum. Ini uji coba pertama,” jelas Iwan, akhir pekan lalu. Saat ini, Persitangsel dihuni 30 pemain dan akan memilih 20 pemain terbaik untuk mengikuti Suratin Cup. Ia sudah mengantongi nama-nama pemain dalam skemanya dan akan mencoret beberapa pemain yang tak maksimal. “Sistem degradasi pemain masih ada sampai akhir Januari. Ada enam pemain yang berpotensi ikut, atau dicoret,” tambahnya. Dengan target juara di Suratin Cup, Manajer tim, Edi Mamat siap memberi pola makanan yang sehat dan vitamin. “Ketika anak-anak latihan, mereka punya problem dengan pola makan. Artinya mereka butuh pola makan yang sehat, dan tambahan vitamin. Semoga target juara bisa tercapai,” tutup Edi, yang juga legislator Kota Tangsel. (pah)

IJSL 2018 Bidik 16 Pemain Merumput di Gothia Cup China

pagelaran-Indonesia-Junior-Soccer-League-(IJSL)

Tangsel- Indonesia Junior Soccer League (IJSL) Pre Gothia Cup China 2018 U-12 kembali bergulir di Jakarta Japanese Club (JJC), Sentul City, Bogor, pada Minggu (7/1). IJSL 2018 diikuti 48 tim terbaik yang berasal dari Jabodetabek. Pihak panitia membagi tim peserta ke dalam tiga grup yaitu U-12 Merah, U-12 Putih dan U-12 Biru. Tiap grup masing-masing dihuni 16 tim. Empat tim terbaik dari tiap grup berhak melaju ke babak 12 besar. Pada akhir liga, 16 pemain terbaik akan berangkat menuju kejuaraan Gothia Cup di China yang akan berlangsung 11-19 Agustus 2018. Hal ini disampaikan Direktur Kompetisi IJSL 2018, Dede Supriyadi. “Pemain terbaik akan kami kirim ke Gothia Cup di China. Kami punya talent scouting sendiri untuk memilih pemain terbaik di IJSL 2018,” ujar Dede melalui pesan whatsapp, Senin (15/1). Klasemen Grup merah dipuncaki SSB Citeureup Raya dengan koleksi 9 poin. Di grup putih, SSB Erlangga memimpin dengan nilai sama. Pemimpin Grup biru, SSB Putra Pakuan unggul dengan torehan nilai 9 dari tiga kali kemenangan. IJSL 2018 berakhir pada Mei dan akan ditentukan siapa pemain terbaik yang akan berangkat ke Gothia Cup China. “Putaran pertama mulai dari Januari hingga April. Selanjutnya di putaran kedua yakni babak final akan bermain di bulan Mei,” tambahnya. (pah) Berikut jadwal IJSL 2018 putaran 1 hingga putaran 2 (final): Putaran ke-1: Pekan I : 7 januari 2018 Pekan ke 2 : 18 Februari 2018 Pekan ke 3 : 25 Maret 2018 Pekan ke 4 : 8 April 2018 Pekan ke 5 : 15 April 2018 Putaran ke-2 ( final ): 1 Mei 2018.

Terkait Larangan Pemain Berkarir Di Luar Negeri, AFC Akan Selidiki PSSI

Evan-Dimas-yang-sudah-dikontrak-Selangor-FC

Sepertinya, PSSI tidak ada kapok-kapoknya mencari masalah. Kasus di banned oleh FIFA, tak membuat PSSI banyak belajar. Kali ini, terkait komentar Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi yang melarang Evan Dimas dan Ilham Udin bermain di Selangor FC, Malaysia. Terkait komentar tersebut, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akan menyelidiki PSSI. Melalui Sekjen AFC, Datuk Windsor Paul John, AFC akan terus mengkaji dan menyelidiki kebijakan yang terlontar dari Ketum PSSI. “Berdasarkan kabar yang beredar, aksi (pelarangan) tersebut lebih kepada pemain Indonesia untuk memperkuat tim nasional mereka. Saya pikir itu tergantung kepada sang pemain untuk memutuskan. Namun, tidak ada tindakan yang bisa dilakukan saat ini karena baru diajukan,” ujar Datuk Windsor Paul John seperti dilansir Berita Harian. Kalaupun, ada regulasi tentang larangan pemain AFC akan melihat dan mempelajarinya. Karena, pemain bebas untuk menentukan pilihan klub dan bebas untuk bermain di Liga manapun. “Jika regulasi tersebut sedang diatur (oleh PSSI), AFC harus terlebih dulu melihat apa arti dari regulasi tersebut dan jika terbukti melanggar peraturan FIFA dan AFC, kami dapat memulai penyelidikan karena pemain bebas untuk bermain di klub mana pun dan di negara mana pun,” lanjutnya. Apalagi Evan dan Ilham yang sudah diikat kontak, tak menunjukan batang hidungnya di tim yang pernah juga dibela Bambang Pamungkas dan Eli Eboy yakni Selangor. Selangor FA akan mengambil tindakan dalam kasus ini. Ditambah, Selangor ingin langsung bertemu dengan PSSI terkait kasus ini. (pah)

Duet Toha dan Edi Resmi Mengatur Kendali Persitangsel U-17

M-Toha-(kiri)-dan-H-Edi-Mamat-(kanan)

Persitangsel U-17 patut berbangga, sebab dua anggota dewan Tangsel yakni M Toha dan H Edi Mamat secara resmi memegang kendali Persitangsel U-17 atau menjadi manajer. Peresmian duet manajer ini, disaksikan pelatih Persitangsel U-17, Iwan Rukmana dan juga official staff Persitangsel U-17 di Stadion Mini Ciputat, Senin (8/1). Manajer Persitangsel U-17, M Toha tentunya sangat senang dengan bergabungnya H Edi Mamat menjadi manajer. “Tidak ada wakil manajer. Saya dan H Edi Mamat sama-sama menejer Persitangsel U-17,” tuturnya. Toha juga mengungkapkan harapan dengan bergabungnya H Edi di dalam Persitangsel U-17. Ia pun, secara langsung akan membagi-bagi tugas guna membangun Persitangsel berprestasi. “Ya, saya harap bisa membawa nama Tangsel berprestasi dan juga membangun sepakbola Tangsel,” harap Toha. Sedangkan, H Edi Mamat langsung memberikan arahan kepada pemain Persitangsel muda agar mencontoh sang kakak yakni M Rezaldi Hehanusa yang kini sukses membela Timnas Indonesia. “Anak-anak harus semangat, mereka harus mempunyai kemauan untuk mengikuti kakak-kakaknya seperti Rezaldi Bule yang sudah menjadi pemain Timnas,” ungkapnya. Duet Toha dan Edi pun, langsung menargetkan juara di Suratin Cup pada bulan Maret mendatang. “Kami ingin membangun Persitangsel dan membawa nama harum Tangsel agar lebih maju kedepan. Yang terpenting ingin memajukan sepakbola di Tangsel,” ucap H Edi. Namun, sebelum itu, Toha dan H Edi harus menyelesaikan permasalahan dispensasi sekolah bagi para pemain. Karena, pemain yang mayoritas masih duduk di kelas X dan XI harus menunggu jam pulang sekolah untuk mengikuti latihan dan ingin mengganggu kesiapan tim. (pah)

Persitangsel U-17 Terus Susun Strategi Menjelang Suratin Cup

Persitangsel

Persitangsel U-17 terus melakukan persiapan demi mendapatkan hasil maksimal di Suratin Cup, bulan April mendatang. Seleksi demi seleksi terus dilakukan dibawah komando Iwan Rukmana dan Assisten pelatih, Budi Iswadi serta disaksikan langsung oleh manajer Persitangsel U-17, M Toha di Stadion Mini Ciputat, Tangsel, Senin (8/1). Seleksi sudah berjalan selama dua minggu, dari ratusan anak yang berpartisipasi dalam seleksi, kini sudah mulai mengerucut menjadi 30 anak terbaik dari Tangsel. Di mulai pukul 14.00 WIB, seleksi diawali dengan latihan fisik, kemudian menguji kekompakan dan selanjutnya melakukan game 11 vs 11 antara rompi orange melawan rompi hijau selama 2×25 menit. Dalam game tersebut, dimenangkan rompi orange dengan skor 2-0 melalui gol Faisal dan Andrian. Setelah game berlangsung pun, Persitangsel muda melakukan kembali tes fisik. Pelatih Persitangsel U-17, Iwan Rukmana mengatakan, sistem degradasi masih terus berlangsung untuk mencari 20 pemain terbaik. Iwan menargetkan, akhir Februari kerangka tim sudah terbentuk. “Masih ada sistem degradasi, ini sambil berjalan dan melihat layak masuk kerangka tim atau tidak. Nantinya, dari 30 pemain akan dikerucutkan menjadi 20 pemain terbaik,” ujarnya. Menanggapi game 11 melawan 11, Iwan melihat masih banyak kekurangan terutama di stamina pemain. Dan juga, Persitangsel muda masih membutuhkan pelapis penjaga gawang dan pemain bertahan. “Tadi game 2×25 saja, pemain mulai kedodoran staminya. Di bulan Januari ini, saya fokuskan untuk membenahi stamina pemain. Di bulan selanjutnya, baru saya mulai melakukan taktik bermain. Kendala kerangka tim, masih mencari pelapis di posisi penjaga gawang dan bertahan. Selebihnya saya lihat sudah bagus,” papar Iwan. Rencananya, Persitangsel U-17 akan melakukan agenda uji tanding melawan Ralin. “Kalau bisa lawan Ralin untuk uji tanding, Rabu (10/1) besok,” tutupnya. (pah)

Tiga Sepatu Sepakbola Ini Terkenal Dengan Harganya Yang Selangit

Ketika bermain sepakbola, salah satu komponen penting yang harus digunakan oleh seorang pemain adalah sepatu sepakbola. Ya, sepatu itu jelas memiliki fungsi untuk melindungi bagian telapak kaki ketika bermain. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, kegunaan sepatu pun juga mengalami perubahan. Bila sebelumnya sepatu hanya dianggap sebagai perlengkapan pembantu saat bermain, kini barang tersebut bisa menjadi sebuah komoditi gaya hidup yang harganya dapat membuat kantong anda bolong. Tidak tanggung-tanggung, beberapa jenis sepatu memiliki nilai hingga ratusan juta rupiah. Melonjaknya harga sepatu itu tidak terlepas dari cara yang dilakukan apparel sepatu yang membatasi jumlah produksi. Sepatu tersebut di desain dengan baik dan berbalut bahan-bahan berkualitas. Hal itu jelas membuat banyak orang yang memang gemar mengoleksi sepatu rela mengeluarkan banyak uang dan mengantri lama demi mendapatkan sepatu tersebut. Berikut Tiga sepatu Sepak bola termahal dan berkualitas yang harganya selangit dan membuat anda melongo: Sepatu Adidas F50 adiZero Kulit Kalau berbicara sepatu sepak bola Paling mahal di dunia dengan kualitas nomer satu, maka sudah pasti rajanya adalah Adidas. Sepatu bot dengan seri F50 pada bagian atasnya berbalut bahan sintetis. sepatu ini di produksi dengan berbagai keunggulan dan berdisain apik. Pemain bintang yang menggunakan sepatu ini adalah Lionel Messi. Ketika pertama kali dipasarkan, sepatu Adidas seri ini dibandrol dengan harga mencapai $129,82-$270,00. Nike Hypervenom Phanthom Harga sepatu ini terbilang fantastis, dengan harga sekitar $ 199,00 – $ 229,98. Sepatu bola merk Nike ini merupakan salah satu yang termahal di dunia. Pasalnya, Nike menggunakan bahan dengan materi terbaru dimana fitur yang lebih ringan dan juga membuat performa pemainnya menjadi lebih baik dipakai saat pertandingan. Kelincahan pemain yang menggunakan sepatu ini juga bisa berlipat dari biasnaya. Puma evoPOWER 1 Untuk merk sepatu Puma evoPOWER1 ini pernah digunakan salah satu kiper terbaik, Gianluigi Buffon dan juga pemain kelas dunia seperti Cristian Rodriguez. Perusahaan sepatu Puma juga telah menjamin sepatu ini sangat ringan, alhasil pemain sepak bola yang memakainya akan lebih leluasa untuk bergerak seperti halnya kiper dalam melakukan berbagai pergerakan serta semakin ringan. Harga sepatu sepak bola puma ini dipatok dengan harga sekitar $ 120,00 – $ 219,99. itulah sepatu-sepatu Sepakbola yang memiliki harga selangit dan menjadi sepatu andalan para bintang lapangan yang mengedankan performanya saat bermain dilapangan hijau. Apakah anda tertarik memilikinya?

Babar, Satu dari Segelintir Gadis Yang Berprestasi Dalam Olahraga Futsal

Babar-Futsal

Futsal wanita di Indonesia, bisa dikatakan masih sedikit peminatnya. Salah satunya adalah Bardina Desya Rahmah atau yang akrab disapa Babar. Melihat jumlah pemain futsal wanita yang sedikit, Babar tidak ragu untuk menekuni futsal. Berawal dari bermain sepakbola, Babar pun mencoba untuk terjun ke dunia futsal. “Dari kecil saya sudah suka main bola. Terus mencoba masuk ke dunia futsal dan ternyata sangat berbeda. Dulu juga masih sedikit pemain khusus wanitanya jika dibanding sekarang. Karena tidak banyak peminatnya, makanya saya terjun ke dunia futsal. Ternyata saya suka dan jadi hobi deh,”ujarnya Mahasiswi 20 tahun dari Universitas Negeri Jakarta ini, sudah menekuni futsal sejak duduk dibangku SMP. Sudah banyak turnamen yang ia ikuti, diantaranya, seperti membawa tim UNJ Women Futsal di Kejuaraan Nasional Brawijaya Malang, Liga Mahasiswa tahun 2017 dan 2016, International Sport Fiesta di Malaysia, dan masih banyak lagi. Selain itu, Babar juga memiliki pengalaman dimana ia menjadi anchor yang bisa menentukan kemenangan dari tim. “Selama pertandingan di event International Sport Fiesta, saya sebagai anchor bisa mencetak goal dan sebagai penentu kemenangan tim,”tuturnya Namun, sebagai seorang atlet terutama futsal, Babar tak jauh dari rasa lelah bahkan mendapatkan ejekan jika tidak menjuarai suatu pertandingan. “Ketika tidak menjuarai sebuah kejuaraan, pasti banyak ejekan atau hardikan. Kadang sudah capek abis pertandingan, namun harus latihan lagi. Harusnya refreshing, namanya atlet pasti ada jenuhnya,”tutupnya(put/adt)

KONI Tangsel Manfaatkan Pembinaan Teknologi Sport Science

Ketua-Umum-KONI-Tangsel-terpilih

Ketua Umum KONI Tangsel terpilih, Rita Juwita sudah menyusun pembinaan atlet-atlet yang ada di Tangsel selama empat tahun kedepan. Rita ingin, memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang di zaman sekarang untuk membina para atlet agar bisa menyeluruh. Ini sangat penting, dimasukan sebagai bahan acuan dalam misi yang akan diemban tahun-tahun mendatang agar garis komando dan garis kerja dapat sejalan dengan apa yang akan dicapai. “Optimalisasi alokasi sport science and technology di semua cabang olahraga dalam rangka memperoleh kesamaan dalam pola pembinaan dan peningkatan prestasi,” tukasnya. Tak kalah pentingnya, Rita ingin membangun karakter para atlet termasuk para pelatih agar memiliki rasa juang tinggi dalam mencapai prestasi. Rasa solidaritasnya wajib dibangun dengan tujuan rasa membangun, untuk menuju prestasi yang dilalui dengan kerjasama, bukan “one man show” atau kerja masing-masing. “Membangun karakter olahragawan yang baik bagi atlet, pelatih dan manajer guna memperbesar semangat juang, rasa nasionalisme dan militansi dalam setiap usaha meraih prestasi terbaik,” harap Rita.(pah/adt)

Banyak Kejutan di Pekan ke-20 Liga Kompas

Siaga-Pratama-(hijau)-bermain-sangat-baik-ketika-menghadapi-JFA

Liga Kompas Gramedia U-14 sudah memasuki pekan ke-20, pada Sabtu (23/12) lalu. Banyak kejutan yang terjadi di tiap pertandingan, Liga Kompas Gramedia U-14 Asiop Apacinti (1) vs Remci Tangerang (0) Seperti yang telah di kutip oleh ligakg.kompas.id. Asiop Apacinti yang bertemu dengan Remci Tangerang yang mempertontonkan pertandingan yang alot. Kedua tim, sama-sama saling ngotot ingin meraih kemenangan. Hasilnya, gol tunggal dari Tegar Andy (17) berhasil membawa Asiop unggul pada menit ke-17, sekaligus menutup laga dengan skor 1-0. Dengan kemenangan ini, Asiop berhasil mengambil alih puncak klasemen sementara pada Liga Kompas Gramedia U-14. Pelatih Asiop Apacinti, Yayat mengatakan, pertandingan semakin ketat dan tak bisa di prediksi. Tak hanya itu, cuaca pun juga sulit di prediksi. “Tidak peduli papan atas maupun bawah, semuanya tampak kompetitif pada musim ini. Cuaca lapangan yang panas di luar dugaan kami, karena selama ini latihan selalu hujan. Makanya saya minta anak-anak lebih bermain taktikal”, imbuhnya. Sedangkan, Tim binaan Firman Utina yakni Talenta Muda FU15 belum memberikan hasil maksimal di pekan ke-20. FU15 yang bertemu dengan penghuni dasar klasemen SSJ Kota Bogor, hanya bermain imbang tanpa gol hingga laga usai. Dan hasil skorpun tak berubah. Talenta Muda FU15 (0) vs SSJ Bogor (0) Bina Taruna yang ditinggalkan sang pelatih, berdampak pada permainan tim. Dan benar saja, Bina Taruna harus takluk di tangan Cibinong Raya dengan skor 1-0. Meski, bermain dengan baik yakni menguasi penguasaan bola. Bina Taruna, merasa kesulitan menghadapi Cibinong Raya. Justru, Cibinong Raya berhasil mencuri gol di menit 45 melalui Dwi Putra (14). Gol tersebut, menjadi satu-satunya gol yang tercipta dan membuat Cibinong Raya meraih poin penuh. Hasilnya Cibinong Raya (1) vs Bina Taruna (0) Pelatih sementara Bina Taruna, Anwar sempat mengatakan, bahwa strategi yang digunakan tidak berjalan dengan baik. “Melawan Cibinong Raya kami selalu berusaha untuk pressing ke depan, namun transisi pemain dari menyerang ke bertahan masih belum sempurna,” terang Anwar. Sementara itu, Asiop Apacinti harus berterima kasih kepada Siaga Pratama. Karena, Siaga Pratama mampu mengalahkan JFA yang beberapa pekan ini berhasil memuncaki klasemen sementara. Siaga Pratama sukses mengalahkan JFA dengan skor 2-0 dan harus rela posisi puncaknya direbut Asiop Apacinti. Para pemain JFA tak menduga, pemain Siaga Pratama bermain begitu menggila. JFA tak bisa mengeluarkan permainan terbaiknya. Justru, pertahanan JFA terus menerus di tekan pemain Siaga Pratama. Wildhan (26) dan Satria Thoriq (12) menjadi aktor kunci mengalahkan JFA dengan sumbangan golnya pada menit 27 dan 47. Skor 2-0 pun, membuat Siaga Pratama meraih poin penuh atas JFA. Pelatih fisik Siaga Pratama, Wanda mengatakan, fisik pemain yang prima menjadi kunci utama memenangkan pertandingan ini. Walaupun, masih banyak terkendala dalam berlatih. “Sebenarnya lapangan latihan menjadi kendala utama kami. Siaga Pratama hanya bisa berlatih strategi permainan pada hari Jumat karena ketersediaan lapangan”, tuturnya. (pah/adt)

Lima Bek Tangguh Yang Dimiliki Dunia Sepakbola Indonesia Versi NYSN Media

bek-indonesia

Menjadi seorang defender atau seorang bek dalam pertandingan sepakbola tentunya harus mempunyai fisik yang kuat dan tangguh. Bukan hanya itu, mereka diharapkan bisa mengambil keputusan untuk menggagalkan serangan lawan dengan cara halus. Di luar negeri, legenda seperti Javier Zenetti, Ivan Cordoba, Jaap Stam, Nemanja Vidic, Rio Ferdinand, Paolo Maldini merupakan sosok bek tangguh. Namun, di Indonesia juga memiliki bek tangguh yang ditakuti para penyerang. Nysnmedia.com telah mengumpulkan lima bek tangguh asal Indonesia: Fachrudin Wahyudi Aryanto Fachrudin mengawali kariernya sebagai pesepakbola profesional Indonesia bersama PSS Sleman pada tahun 2007 sampai 2012. Pemain kelahiran Klaten, 19 Februari 1989 kemudian hijrah ke klub Madura Utama hingga pada tahun 2012 sampai 2014. Klub papan atas Sriwijaya pun, pernah menggunakan jasa Fachrudin untuk mengawal tembok pertahanan dalam mengarungi kompetisi 2014-2017. Setelah di Sriwijaya selama tiga musim, ia berlabuh ke tim Madura United. Disana, peran Fachrudin tak tergantikan. Tangguhnya Fachrudin dalam mengawal pertahanan Madura United berhasil membawa timnya menembus papan atas klasemen Liga 1. Di level Timnas sendiri, Fachrudin sudah melakoni debutnya pada saat Piala AFF 2012. Kini, ia dipercaya menjadi kapten di Timnas Indonesia. Meski, menjadi seorang bek, Fachrudin kerap mencetak gol. Ahmad Jufriyanto Tohir Ahmad Jufriyanto atau biasa disapa Jupe ini mempunyai syarat komplit menjadi seorang bek. Tak jarang, klub-klub besar dari dalam negeri dan luar negeri tertarik menggunakan jasanya. Jupe pernah membela Persita Tangerang sebagai kota kelahirannya pada tahun 2005-2008, Arema Malang 2008-2009, Pelita Jaya 2009-2010. Pernah juga bolak balik ke tim Sriwijaya dan saat ini membela Persib Bandung. Jupe merupakan bek yang komplit, selain tangguh di lini pertahanan. Jupe juga mempunyai tendangan akurat. Beberapa kali gol nya, terlahir dari tendangan bebasnya. Kini, Jupe pun kerap mengisi di deretan nama pemain Timnas Indonesia. Hansamu Yama Pranata Hansamu Yama Pranata atau yang lebih dikenal dengan Hansamu Yama lahir di Mojokerto, 16 Januari 1995. Sejak kecil, Yama sapaan akrabnya sudah bercita-cita menjadi pemain sepakbola. Bakatnya sudah mulai diasah di SSB Mokokerto Muda pada tahun 2010 hingga 2011. Lambat laun, Yama terus menunjukan peningkatan yang signifikan dan sukses berlatih di Uruguay bersama tim SAD Indonesia. Sejak itu, permainan Yama terus meningkat ditambah mempunyai postur yang tinggi, sehingga Indra Sjafri kepincut jasa Yama di timnas Indonesia U-19. Tak salah pilih, timnas U-19 berhasil menjuarai Piala AFF U-19 2013. Konsisten dalam bermain, mantan pelatih Timnas Indonesia senior, Alfred Riedl juga ingin menggunakan jasa Yama di Piala AFF 2016 meski usianya tergolong masih muda. Kini, Yama tetap setia di tim Barito Putera. Meski, banyak tawaran dari berbagai klub. M Rezaldi Hehanusa – Persija Jakarta Pria yang akrab disapa Bule ini, merupakan pemain Persija Jakarta. Mengisi posisi bek sayap kiri, Bule kerap membantu serangan Persija dengan cepat yang bermain dari kaki ke kaki. Bule juga baru saja dinobatkan sebagai pemain muda terbaik di Liga 1 Indonesia. Pemain kelahiran Jakarta, 7 November 1995 ini mencatatkan diri bermain bagi Persija sebanyak 19 kali bermain, mencetak satu gol dan tiga assist. Tentunya, masih ingat ketika Bule mencetak gol spektakuler pada ajang Sea Games, Kuala Lumpur, Malaysia 2017. Tendangan jarak jauhnya berhasil Indonesia meriah perunggu dan mengalahkan Myanmar 3-1. Permainannya yang sangat sederhana, membuat Bule mendapat sorotan dari pelatih Luis Milla. Ia pun, dipanggil untuk masuk ke timnas U-23 untuk mempersiapkan diri menghadapi Asian Games 2018. Johan Alfarizi Johan Alfarizi merupakan pemain sepak bola Indonesia yang lahir dan besar di Malang. Pemain yang lahir pada tanggal 25 Mei 1990, ini merupakan pemain yang besar dan juga berkembang berkat akademi Arema. Pemain dengan nomor punggung 87 ini memulai karir nya di sebuah SSB Kitaro di Jatigul, Sumberpucung, Malang. Mempunyai identik yang khas pada rambut gondrongnya, pernah dipinjamkan ke Persija Jakarta untuk meningkatkan permainannya. Alhasil, Alfarizi sukses menunjukan perkembangan yang pesat, sehingga Arema menarik kembali. Dari situ, tipe bek sayap yang tenang dan mempunyai akurasi umpan baik membuat dirinya sering membantu penyerangan tim. Dan, Alfarizi juga dipercaya menjadi kapten Arema hingga sekarang.(pah/adt)

Inilah Lima Sosok Gelandang Sepakbola Terbaik Versi NYSN di Liga 1 Indonesia

gelandang-liga-1

Sosok gelandang sangatlah berpengaruh dalam membangun serangan dan juga memutus serangan dari lawan. Meski mempunyai tugas pengatur serangan dan pemutus serangan lawan, para pemain di posisi gelandang ini bisa membuat gol yang dapat membantu timnya meraih kemenangan. Jika di luar ada Paul Pogba, Luca Modric, Andres Iniesta, yang merupakan deretan para gelandang di Liga top dunia. Di Liga 1 Indonesia juga mempunyai gelandang terbaik. Berikut nysnmedia.com berikan 5 gelandang terbaik: Willem Jan Pluim – PSM Makasar Pluim datang ke PSM Makasar dengan predikat marquee player. Bergabung dengan PSM, sejak pagelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 lalu, Wiljan Pluim merupakan mantan pemain dari Roda JC dan Vitesse klub dari Belanda. Meski memiliki postur tubuh yang bagus, Pluim mempunyai visi permainan brilian, dan kualitas individu luar biasa. Statistiknya di Liga 1 pun tak bisa dianggap remeh. Gelandang berkembangsaan Belanda ini, dapat menjadi bukti bahwa ia benar-benar susah untuk diatasi. Di Liga 1 mencetak 12 gol dan 9 assist yang merupakan terbaik dibandingkan pemain PSM lainnya. Evan Dimas Darmono Nama Evan Dimas kian mencuat ketika menjadi kapten timnas Indonesia U-19 di ajang Piala AFF U-19, dimana Indonesia keluar sebagai juara. Dibawah pelatih Indra Sjafri, Evan terus menjadi gelandang andalan bagi timnas. Tepatnya, pada saat Qualifikasi Piala Asia U-19 menghadapi Korea Selatan. Evan mencetak hattrick dan menobatkan Indonesia juara grup sekaligus lolos ke Piala Asia. Evan yang bermain di Bhayangkara FC, tetap tak tergantikan perannya. Evan pun, mampu membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 2017. Pria kelahiran, Surabaya 13 Maret 1995 ini sudah menjadi andalan timnas U-23 dan mampu menembus skuad timnas senior. Adapaun statistik Evan selama di Liga 1 sukses menyumbangkan 1 gol dan 5 assist dengan akurasi operan mencapai 88%. Kini, Evan akan mengarungi Liga Malaysia bersama Selangor FC dan akan ditemani rekannya Ilham Udin yang juga di kontrak oleh Selangor FC. Bayu Pradana Andriatmo Bayu Pradana Andriatmo merupakan pemain dari tim berjuluk Naga Mekes yakni Mitra Kukar. Bayu sapaan akrabnya, mempunyai ketenangan yang sangat bagus dalam memotong serangan lawan dan juga kekuatan yang sangat baik untuk berduel dengan lawan. Pemain kelahiran Salatiga, 19 April 1991 ini sudah menjadi langganan mengisi sektor tengah Timnas Indonesia sejak tahun 2016. Sang Kapten Mitra Kukar ini mempunyai catatan yang baik selama putaran Liga 1 2017 berlangsung yakni 27 kali bermain, menciptakan satu gol dan satu assist. Febri Haryadi Febri Haryadi adalah pemuda asli Bandung, ia adalah jebolan SSB Pro UNI Bandung. Pada saat memperkuat Persib U-21, tak butuh waktu lama bagi Febri untuk meyakinkan Djajang Nurjaman pelatih Persib Bandung kala itu, untuk masuk ke tim senior. Pada saat ajang Sea Games di Kuala Lumpur, Febri berhasil mencetak gol cantik melalui tembakan kerasnya dari luar kotak penalti. Meski bermain di posisi sayap, kecepatan Febri hampir mirip dengan Boaz pada saat muda. Kekuataan kaki kiri dan kaki kanan, membuat pemain lawan harus mencari cara untuk menutup pergerakannya. Selama penampilannya di Persib, Febri mencatatkan 21 kali bermain, mencetak empat gol dan empat assist. Fadil Sausu – Bali United FC Bali United tengah mempersiapkan diri mengikuti kualifikasi Liga Asia 2018. Bali United yang meraih runner-up di Liga 1, mempunyai statistik operan terbaik dibandingkan klub lain yakni 10.768 operan sukses. Ini tak lepas dari peran sang jendral lini tengah yakni Fadil Sausu yang berhasil mencatatkan 1.415 operan sukses diikuti duet tengahnya. Sedangkan nama M. Taufik berhasil mencatatkan 1.315 kali operan sukses. Pria kelahiran Palu 19 April, 1985 ini sangat dominan di lini tengah Bali. Tak hanya itu, tendangan bebas dari Fadil selalu membahayakan penjaga gawang dan juga umpan-umpannya yang sangat akurat. Di lihat dari statistik Liga 1, Fadil mencatatkan 32 kali main, mencetak tiga gol dan lima assist. Tentunya, catatan ini sangat baik di usia Fadil yang sudah berkepala tiga. (pah/adt)

Egy Maulana Incar Klub Eropa, Mana Yang Dipilih?

Egy Maulana Vikri.

Egy Maulana Vikri, Bintang Timnas U-19 akan menuju salah satu klub sepakbola di benua Afrika. Dalam akun instagram, Egy telah mengunggah foto bersama Duzan Bogdanovic Egy Maulana Vikri masih belum fix menentukan klub mana yang akan menjadi tempat untuk Ia mengembangkan bakatnya. Egy saat ini masih belum berkontrak dengan klub manapun di Eropa dan masih dengan status tanpa klub. Target pemuda asal Medan ini bergabung dengan klub Eropa.Karena itu, Egy sempat menolak tawaran dari klub asal Thailand, Chainat Hornbill. Bintang Timnas U-19 ini dibantu Kemenpora dalam mencari  klub mana yang pas untuknya. Saat proses pencarian tersebut, Egy mengunggah foto diri di tempat yang dikelilingi salju bersama agen, Duzan Bogdanovic. Penunjukkan Duzan menjadi agen untuk Egy Maulana, merupakan instruksi kemenpora sebagai perantara Egy dengan klub-klub Eropa. “Skenario awal untuk Egy adalah masuk liga yang profesional. Artinya dari sisi umur, kami harus tunggu sampai 18 tahun ke atas,” ujar Isnanta yang dilansir dari Indosport. Pemuda kelahiran Medan ini memang banyak menjadi incaran klub-klub papan atas. Egy dengan usia yang masih begitu muda, ingin bakatnya bisa dijajal ke klub-klub luar negeri agar mendapat pengalaman bertanding yang lebih menantang. Selain itu, yang terpenting bisa mengharumkan nama Indonesia di Eropa.  

Lima Kiper Terbaik Versi NYSN di Liga 1 Indonesia

5-kiper-liga-1

Sosok kiper merupakan benteng terakhir dalam pengamanan menjaga gawang dari ancaman lawan untuk membuat gol. Pentingnya sosok kiper menjadi salah satu faktor penentu dalam sistem pertahanan tim sepak bola. Oleh karena itu, rasanya perlu bagi kita untuk mengetahui siapa saja kiper terbaik yang ada di Liga 1 Indonesia. Berikut ini adalah lima nama penjaga gawang atau kiper terbaik selama Liga 1 berlangsung versi NYSN Media. Berikut nama-namanya: Choirul Huda – Persela Lamongan Sepakbola Indonesia berduka setelah kehilangan satu penjaga gawang terbaiknya yakni Choirul Huda. Huda sapaan karibnya, menghembuskan nafas terakhirnya setelah bertabrakan dengan Ramon Rodrigues saat melawan Semen Padang. Sempat mendapat perawatan dari tim medis, nyawa Huda tak tertolong. Pria kelahiran Lamongan, 2 Juni 1979 ini sepanjang karier sepakbolanya hanya membela satu klub saja yaitu Persela Lamongan. Berbagai penyelamatannya pun, membuat Persela Lamongan pernah bertengger di posisi empat pada Liga Super Indonesia tahun 2011-2012. Berkat penampilan terbaiknya, Huda mendapat panggilan untuk memperkuat timnas Indonesia pada tahun 2014-2015. Di Liga 1 2017 pun, Huda kerap menunjukan penyelamatan terbaiknya meski umurnya sudah tak lagi muda pada usia 38 tahun. Huda merupakan panutan bagi kiper-kiper di Indonesia dan legenda sepakbola Lamongan maupun Indonesia. Muhammad Ridho – Borneo FC Muhammad Ridho punya ambisi besar tahun depan bersama Borneo FC usai mendapatan kontrak baru. Ridho yang musim lalu mencatatkan 106 save di Liga 1, mendapatkan perpanjangan kontrak 2 tahun dari manajemen klub. Kiper kelahiran Pekalongan, 21 Januari ini dinobatkan sebagai kiper terbaik Liga 1 2017. Penampilan dan penyelematannya bersama Borneo FC sangat-sangat mengesankan dari semua pengamat serta pecinta sepakbola Indonesia. Berkat, penampilannya banyak klub untuk menggunakan jasanya bahkan, klub Malaysia disinyalir tertarik merekrut Ridho. Dengan penampilannya yang cemerlang bersama Borneo FC, bukan tidak mungkin Ridho akan masuk dalam skema timnas Indonesia dibawah pelatih Luis Milla. Andritany Ardhiyasa – Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa adalah pemain sepak bola Indonesia yang memiliki kemampuan di atas rata-rata untuk seorang penjaga gawang. Andri sapaan akrabnya lahir di Jakarta, 26 Desember 1991. Pernah membela Persik Kuningan (2007) dan Sriwijaya (2008-2010), Andritany pulang untuk membela tim kota kelahirannya yakni Persija Jakarta. Sampai saat ini, Andritany menjadi kiper utama Persija. Di Liga 1, Persija Jakarta menjadi tim paling sedikit kebobolan yakni hanya kemasukan 24 gol. Predikat ini, tak lepas dari penampilan Andritany dibawah mistar. Kini, berkat penampilan yang konsisten dibawah mistar, Andritany menjadi kiper utama Timnas Indonesia asuhan Pelatih Luis Milla. Wawan Hendrawan – Bali United FC Wawan Hendrawal, kiper kelahiran Brebes, 8 Jamuari 1983 ini menjadi kiper terbaik yang dimiliki runner-up Liga 1 yakni Bali United FC. Usia yang tidak muda lagi, Wawan bisa menunjukan penyelamatan terbaiknya kepada kiper-kiper muda. Saat melawan PSM Makasar (6/11), tangguhnya Wawan dibawah mistar membuat pemain PSM Makasar frustasi dibuatnya. Berbagai penyelematan apiknya, membuat Wawan terpilih menjadi “Man Of The Match” dipertandingan tersebut. Awan Setho Raharjo – Bhayangkara FC Kiper muda Bhayangkara FC, Awan Setho Raharjo tampil gemilang saat membawa The Guardian menang tipis 1-0 atas PS TNI di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (3/9) malam. Tercatat, Awan membuat rekor penyelamatan terbanyak dalam satu pertandingan di Liga 1, yaitu sebanyak 14 kali. Kiper kelahiran Semarang, 20 Maret 1997 ini, terus konsisten dibawah mistar Bhayangkara FC. Hingga membuat dirinya menjadi kiper kepercayaan pelatih Simon McMenemy. Penampilannya, tercium oleh pelatih timnas Indonesia, Luis Milla dan memanggilnya pada laga uji coba melawan Kambija, 4 Oktober lalu. Kiper berusia 20 tahun itu bangga mendengar kabar pemanggilannya ke Tim Garuda.(pah/adt)

Rutin Gelar Futsal U-18, Guna Jaring Pemain Berbakat Kewilayahan

Para-panitia-Turnamen-Futsal-Pemuda-05-Cup-III-U-18

Futsal sudah menjadi olahraga yang populer bagi semua kalangan, baik itu anak-anak, remaja hingga orangtua pun aktif bermain futsal. Maka dari itu, mulai banyak turnamen-turnamen guna menyalurkan hobi maupun bakat mereka dan juga menambah pengalaman. Seperti yang di lakukan oleh kumpulan pemuda yang berada di Pamulang Barat yang baru saja menyelesaikan Turnamen Futsal Pemuda 05 Cup III U-18 di Lapangan Pemuda 05 Jalan Kemuning II RT/RW 05/005, Pamulang Barat. Hampir sebulan pertandingan berjalan yang diikuti 32 tim dan dimulai sejak (25/11) lalu. Akhirnya, dua tim terbaik bertemu di final yang mempertemukan Gasad JR vs Lenong FC. Dalam partai final tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Gasad JR berkat gol yang dicetak oleh Lukman nomor punggung (9) pada babak pertama. Gasad JR berhak mendapatkan Piala bergilir Pemuda 05 Cup III Juara 1 yang diberikan oleh H Haryadi sebagai tokoh masyarakat dan mendapat uang pembinaan sebesar Rp 4 juta. Sedangkan juara 2 diberikan langsung oleh Malih Tolib sekalu mantan RT 005/05 Pamulang Barat dan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 2,5 juta dan piagam penghargaan. Dan, untuk juara bersama mendapat Rp.1 juta kepada Darussalam dan Bopang FC dari Pondok Cabe. Ketua Panitia Pemuda 05 Cup, Robby Maulidi Agustiar mengatakan kegiatan ini sudah yang ketiga kali. Tujuannya untuk mewadahi pemuda yang memiliki hoby dan kemampuan dalam bermain bola, tentu dengan pertandingan ini bisa memberikan banyak pengalaman bagi mereka. “Kegiatan ini yang diadakan pada tahun ketiga, setiap tahun kami mengelar ini dan diikuti berbagai tim se Kota Tangsel. Ajang ini selain mencari pengalaman juga memberikan tempat untuk mereka yang memiliki kemampuan bagus dalam bola,” katanya. Selain melibatkan pemuda, pihaknya juga melibatkan banyak tokoh masyarakat terutama para RT/RW setempat. Paling tidak mereka yang sudah banyak pengalaman berbagai hal bisa memberikan dukungan kepada generasi muda dalam melakukan hal-hal yang positif dan mengurangi kegiatan negatif. “Kami melibatkan banyak tokoh masyarakat setempat terutamanya para RT dan RW. Mereka menyematkan hadiah saat malam pengumuman pemenang. Ini menjadi, kesan yang menyenangkan bagi kami dan bagi orang-orang yang telah mendukung kegiatan ini,” tambahnya. Tokoh masyarakat setempat, H Haryadi mengatakan kegiatan positif harus diberikan ruang, mengapa karena untuk menyekat kegiatan negatif. Generasi muda saat ini rentan maka dari itu para orangtua dan para tokoh wajib memberikan dorongan kepada anak-anak muda untuk berkreatif. “Banyak hal yang dapat dipetik, selain menumbuhkan jiwa sportifitas, membangun mentalitas dan menciptakan kegiatan positif bagi generasi muda itu amat penting. maka kegiatan seperti ini harus digelar setiap tahun. Terlebih pesertanya cukup banyak se Tangsel,” saran H Haryadi. Ia mengajak kepada pemuda di kelurahan-kelurahan lain bisa melakukan hal serupa sebagai bentuk sumbangsih bagi perkembangan pemuda di wilayah Tangsel. Pemuda Tangsel harus menjadi generasi yang hebat dan berprestasi. “Pemuda Tangsel harus menjadi pemuda yang memiliki kemampuan baik sebagai generasi kedepan. Kembangkan bakat sesuai dengan kemampuan diri untuk mengisi hal-hal positif,” harapnya (pah/adt)

Lima Kandidat Kuat Penerus Boaz Salossa di Timnas Indonesia

penyerang-tim-nasional-indonesia--boaz-solossa_663_382

Siapa yang tak kenal dengan penyerang timnas Indonesia, Boaz Salossa. Duetnya bersama Ilham Jaya Kesuma dalam ajang Piala Tiger (saat ini Piala AFF) 2004 silam, membawa namanya kian melejit. Memiliki nama lengkap Boaz Theofilius Erwin Salossa atau disapa Boci ini sangat garang di depan gawang lawan. Bersama timnas Indonesia, Boci sudah bermain sebanyak 42 penampilan dengan mengemas 14 gol. Tentunya, penampilan Boaz sangat ditunggu oleh pecinta sepakbola Indonesia. Namun, karena faktor usia Boaz yang sudah tak muda lagi, membuat pecinta sepakbola bertanya-tanya adakah pengganti atau penerus Boaz? Berikut adalah beberapa kandidat penerus Boaz di timnas yang dinilai berdasarkan gaya permainan dan prestasi Boaz menurut versi nysnmedia.com, yaitu: Lerby Eliandry Pong Babu Lerby Eliandry Pong Babu atau biasa disapa Lerby lahir di Samarinda, 20 November 1991. Ia kini bermain bersama Pusamania Borneo FC, klub asal Kalimantan Timur, sebagai penyerang tengah. Penampilannya impresifnya di Pusamania Borneo FC sejak 2016 lalu, membuat pelatih kepala Indonesia saat ditangani Alfred Riedl kepincut menggunakan jasanya. Lerby yang memiliki tinggi 180 cm sangat lihai dalam duel udara, selain itu dua kakinya sama baiknya. Lerby yang mampu mencetak satu gol kegawang Thailand, meski akhirnya Indonesia harus kalah dengan skor 4-2. Pada ajang uji coba persahabatan Indonesia lawan Kamboja, 4 Oktober 2017, Lerby dipanggil kembali oleh pelatih Luis Milla. Tak sia-sia, Lerby membayar kepercayaan dengan mencetak satu gol. Usianya yang masih muda, tentunya membuat Lerby bisa terus mengasah kemampuannya. Terens Owang Puhiri Nama Terens Puhiri tiba-tiba kembali menjadi sorotan mata dunia, karena kecepatannya dalam mencetak gol ke gawang Mitra Kukar Hal itu tak lepas dari gol cantiknya ke gawang Mitra Kukar. Rekan satu tim Lerby ini pun, mempunyai kecepatan yang aduhai. Performa apik Terens Puhiri sebenarnya sudah terpantau sejak lama. Ia pernah membela timnas Indonesia U-16 dan mencetak delapan gol pada AFF Cup U-16 tahun 2012. Sempat cedera dan tak bisa membela timnas Indonesia U-19 tahun 2013, membuat Terens tak patah arang untuk terus meningkatkan prestasinya. Usia yang masih terbilang muda, di tahun 2016 membawa Borneo menjuarai Piala Gubernur Kaltim. Di Liga 1 2017, Terens tampil sempurna. Ia, telah mencetak enam gol dan delapan assist. Jika, terus konsisten bukan tidak mungkin kecepatan Terens akan diminati oleh Luis Milla untuk memperkuat timnas Indonesia. Febri Haryadi Febri Haryadi adalah pemuda asli Bandung, ia adalah jebolan SSB Pro UNI Bandung. Pada saat memperkuat Persib U-21, tak butuh waktu lama bagi Febri untuk meyakinkan Djajang Nurjaman pelatih Persib Bandung kala itu, untuk masuk ke tim senior. Pada saat ajang Sea Games Kuala Lumpur, Febri mencetak gol cantik melalui tembakan kerasnya dari luar kotak penalti. Meski bermain di posisi sayap, kecepatan Febri hampir mirip dengan Boaz pada saat muda. Kekuataan kaki kiri dan kaki kanan, membuat pemain lawan harus mencari cara untuk menutup pergerakannya. Egy Maulana Vikri Egy si kelok 9, demikianlah julukannya yang diberikan oleh komentator sepakbola Valentino Jebret. Sosok Egy, sudah mulai mencuat pada saat ajang Piala Soeratin. Dimana, Egy menjadi top skor saat membela Persab Brebes. Indra Sjafri sebenarnya sudah mencium bakat Egy sejak usia yang sangat muda. Akhirnya, Egy kembali mencuat di ajang AFF U-18. Saat ini, nama Egy masih hangat dalam perbincangan Indonesia. Demi menjaga bakatnya, Egy akan dikirim ke Eropa untuk menambah ilmu olah bola. Meski postur tubuh yang kecil, tak membuat Egy takut untuk berduel dengan lawan. Bukan, tidak mungkin Egy akan menjadi penerus Boaz. M Rafli Mursalim Di awal gelaran piala AFF U-18, ia duduk di bangku cadangan, namun seiring berjalannya waktu, M Rafli Mursalim menjelma sebagai striker yang mengerikan dengan berhasil mencetak 6 gol. Si santri asal Kota Tangsel ini, Sosok Rafli kian berkibar dengan torehan gol sebanyak itu. Kecepatan Rafli tak perlu dipernyakan lagi, ditambah dukungan tinggi badan serta postur tubuh yang ideal membuatnya sangat ditakuti lawan. Saat ini, Rafli menjadi incaran klub-klub Liga 1 Indonesia. Insting mencetak gol dan kengototannya merebut bola sangatlah mungkin Rafli bisa menjadi andalan lini depan Timnas Indonesia di masa mendatang. Nah, itu tadi hasil rangkuman tim nysnmedia.com, memberikan lima kandidat pemain yang mungkin akan menjadi penerus Boaz di Timnas Indonesia mendatang. Semoga, mereka nantinya bisa membawa nama harum Indonesia dan membuat Indonesia bersaing dengan Thailand.(pah/adt)