Nur Vinatasari, Remaja 17 Tahun, Berhasil Meraih Medali Pertama Bagi Indonesia di Ajang Youth Olympic Games 2018

Lifter muda Nur Vinatasari (kanan) meraih medali perunggu dengan total angkatan 162 kg (snatch 72 kg dan clean and jerk 90 kg), di ajang Olimpiade Remaja, di Argentina. (Youth Olympic Games Argentina 2018)

Jakarta- Kontingen Olimpiade Remaja (Youth Olympic Games) 2018, di Buenos Aires, Argentina, meraih medali perunggu dari cabang angkat besi melalui Nur Vinatasari. Turun di kelas 53 kg, pada Selasa (9/10) waktu setempat atau Rabu (10/10) dinihari waktu Indonesia, Nur Vinatasari berhak atas medali perunggu setelah membukukan total angkatan 162 kg, yakni 72 kg untuk angkatan snatch, dan 90 kg untuk clean and jerk. Lifter remaja kelahiran Pringsewu, Lampung, 5 Juli 2001 itu, mengaku bangga dengan prestasi yang diraihnya pada Olimpiade Remaja ini. Menurutnya, kunci dari semua itu adalah kerja keras, tidak mudah putus asa, dan disiplin dalam melakukan segala hal. “Saya bangga dengan prestasi ini. Saya berharap bisa menjadi motivasi bagi anak muda Indonesia lainnya untuk mampu memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara,” ujar Vina, sapaannya, Rabu (10/10). Usai mengukir medali perunggu di Olimpiade Remaja, Vina membentang asa. Ia berharap menjadi yang terbaik pada kejuaraan internasional lainnya. Lebih dari itu, Vina membidik prestasi tinggi bisa menembus Olimpiade 2020, Tokyo, Jepang. Sementara itu, Sabina Baltag asal Rumania meraih medali emas usai mencatatkan total angkatan 177 kg (snatch 77 kg dan clean and jerk 100 kg). Dan, medali perak menjadi milik Junkar Acero asal Kolombia dengan total angkatan 176 kg (snatch 78 kg dan clean and jerk 98 kg). Sedangkan Dito Ario Tejo, Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia Youth Olympic Games (YOG) 2018, menegaskan dirinya bangga dengan pencapaian lifter muda Indonesia itu. Ia menyebut hasil ini sudah menyamai pencapaian kejuaraan yang sama sebelumnya di Nanjing, Cina, empat tahun lalu. “Kami berharap akan bertambah lagi, ada beberapa cabor lagi yang berpotensi mengharumkan nama bangsa,” ungkap Dito. Olimpiade Remaja 2018 di Buenos Aires, Argentina, berlangsung pada 6-18 Oktober. Terdapat 32 cabang dengan 241 nomor yang dipertandingkan. Kontingen Indonesia mengirimkan 18 atlet untuk berpartisipasi pada 8 cabor. Yakni badminton (Maharani Sekar Batari dan Ikhsan Leonardo Immanuele Rumbai), atletik (Diva Renatta Jayadi dan Adi Ramli Sidiq), renang (Adinda Larasati Dewi Kirana, Farrel Armando Tangkas, Azzhara Permatahani, dan Azel Zelmi Arialingga). Kemudian, angkat besi (Nur Vinatasari), basket 3×3 (Ni Putu Eka Liana, Michelle Kurniawan, Hoo Valencia Angelique, dan Nathania Claresta Orville), menembak (Muhamad Naufal Mahardika), golf (Vania Ribka), dan voli pantai (Bintang Akbar dan Danang Herlambang). (Adt)

Sapto Yogo Purnomo, Pemuda Asal Purwokerto Ini Berhasil Memecahkan Rekor Asia dan Meraih Medali Emas di Asian Para Games 2018

Sapto Yogo Purnomo meraih medali emas setelah membukukan catatan waktu 11,49 detik, sekaligus memecahkan rekor Asia, di Main Stadium, Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Selasa (9/10). (Kemenpora)

Jakarta- Kontingen Merah Putih kembali menambah pundi medali emas di Asian Para Games 2018. Kali ini, Sapto Yogo Purnomo, yang turun di cabang atletik nomor lari 100 meter kelas T37, pada Selasa (9/10). Ia menjadi yang tercepat usai menciptakan catatan waktu 11,49 detik, di Stadium Utama, Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, dan berhak meraih medali emas. Sedangkan atlet Iran Davoudali Ghasemi yang terpaut 0,48 detik dari Sapto, harus puas mendapatkan medali perak, sedangkan medali perunggu diraih oleh Ali Anakhli (Arab Saudi), setelah membukukan catatan waktu pada 12,01 detik. Kemenangannya yang diraih Sapto makin lengkap. Sebab, catatan waktu yang ditorehkannya berhasil memecahkan rekor Asia milik Yongbin Liang asal China, dengan catatan waktu 11,51 detik saat berlaga di Paralimpiade 2012, London, Inggris. “Soal pecahkan rekor Asia sebenarnya saya tidak percaya. Yang saya pikirin cuma lari saja dari awal, dan ingin menjadi nomor satu,” ujar Sapto, usai lomba. Atlet kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 17 September 1998 itu menegaskan sejak awal kalau dirinya memang ditargetkan untuk meraih medali. “Terima kasih semuanya, saya senang sekali. Terima kasih juga dukungan dari saudara yang sudah nonton langsung maupun tidak langsung,” jelasnya. “Ini memang sesuai target awal, yakni meraih medali,” tambah Sapto. (Adt)

Timnas Balap Sepeda Bawa Enam Emas Di Thailand, Dara 20 Tahun Asal Lumajang Sumbang Dua

Pebalap tim sprint putri Indonesia, Crismonita Dwi Putri dan Elga Kharisma Novanda (merah/tengah), berpose usai menerima medali emas pada kejuaraan "ACC Track Asia Cup 2018" di Suphan Buri, Thailand, pada Minggu (7/10). Total Timnas Indonesia membawa pulang enam medali emas dan dua perak. (Antara/PB ISSI)

Jakarta- Timnas balap sepeda Indonesia tampil gemilang pada kejuaraan “ACC Track Asia Cup 2018” di Suphan Buri, Thailand yang berakhir, Minggu (7/10), usai membawa pulang enam medali emas dan dua perak. “Hasil ini membuat kami semakin optimistis, untuk menghadapi Asian Championship Track di Jakarta, Januari pada 2019,” kata manajer timnas balap sepeda Indonesia, Budi Saputra saat dikonfirmasi dari Jakarta, Minggu (7/10). Emas timnas Indonesia dari Velodrome Suphan Buri Thailand ini, dipersembahkan pebalap track terbaik saat ini yakni Puguh Admadi, Terry Kusuma dan I Gusti Bagus Saputra, yang turun pada nomor tim sprint. Di final, trio Indonesia ini mengalahkan tuan rumah Thailand dengan waktu 59.49 detik. Keperkasaan Puguh Admadi tak berhenti sampai di sini. Pebalap yang sempat menekuni BMX ini juga mampu mempersembahkan emas, dari nomor 200 meter sprint yang difinal mengalahkan pebalap andalan Thailand, Jai Angsuthasawit. “Jai adalah peraih medali emas nomor keirin pada Asian Games 2018 lalu,” ucap Budi menegaskan. Satu lagi pebalap putra Indonesia yang menorehkan medali emas yaitu Terry Yuda. Pebalap asal Jawa Tengah ini meraih hasil terbaik pada nomor 1.000 meter dengan catatan waktu satu menit 33,882 detik. Untuk perak direbut pebalap Hongkong, Tsz Chun Law dan perunggu untuk pebalap Singapura, Mohammad El Yas. Di sektor putri, pebalap andalan Indonesia juga tampil gemilang. Pasangan Elga Kharisma Novanda dan Crismonita Dwi Putri, sukses jadi yang terbaik pada nomor tim sprint putri dengan catatan waktu 47,477 detik. Perak untuk tim Hongkong dan perunggu untuk Thailand. Crismonita Dwi Putri juga gemilang pada nomor 500 meter time trial. Dara kelahiran Lumajang Jawa Timur 23 April 1998 ini, meraih emas, paska membukukan waktu tercepat yaitu 36,477 detik. Untuk perak direbut pebalap Hongkong, Hoi Yan Jessica Lee dan perunggu untuk pebalap Malaysia, Aris Amira Rosidi. “Crismonita juga meraih emas dari nomor keirin. Jadi, total ada enam emas yang dibawa pulang,” kata pria asal Purwokerto Jawa Tengah itu. Tak hanya emas, pebalap Indonesia juga membawa dua medali perak atas nama Bernard Benyamin van Aert, dari nomor scratch, dan satu perak lagi dipersembahkan oleh Puguh Admadi, dari nomor keirin. Budi menjelaskan dengan hasil ini pihaknya tak hanya optimistis skuatnya akan tampil bagus di Asian Championship Track 2019, namun juga menjadi modal menghadapi road to Olympic 2020, karena poin pada kejuaraan tersebut terutama untuk tim sprint putri, sudah masuk hitungan. (art)

Gagal di Indonesia Masters, Alfian/Gischa Sabet Gelar di Chinese Taipei Open 2018

Duet ganda campuran Pelatnas PBSI Cipayung, Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, sukses merengkuh gelar di Chinese Taipei Open 2018 BWF World Tour Super 300, dan mendapat hadiah 39.500 dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 590 juta. (yosstory.com)

Jakarta- Usai gagal di kejuaraan bulutangkis Indonesia Masters 2018, di Kepulauan Bangka Belitung, September lalu, duet Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami sukses merengkuh gelar di ajang Chinese Taipei Open 2018 BWF World Tour Super 300. Di Taipei Arena, pada laga pamungkas, Minggu (7/10), Alfian/Gischa sukses meredam wakil tuan rumah, Yang Po Hsuan/Wu Ti Jung, paska melewati pertarungan berdurasi 30 menit, straight game, 21-15, 21-11. Di awal gim pertama, pasangan berperingkat 87 dunia itu harus tertinggal di jeda interval gim dengan skor 8-11. Selepas itu, Alfian/Gischa seolah mendapatkan semangat untuk bangkit. Kejar mengejar poin tak terelakan bagi kedua pasangan. Namun, ganda penghuni Pelatnas PBSI Cipayung mampu mengunci gim ini dengan skor 21-15. Memainkan gim kedua, Alfian/Gischa mengambil inisiatif serangan terlebih dahulu. Begitu juga dengan kepiawaian Alfian/Gischa dalam memainkan bola yang tak mampu dibendung lawan. Perlahan dan pasti, poin demi poin yang diraih wakil Merah Putih itu tak mampu dikejar Yang/Wu. Akhirnya, mereka mengamankan gim ini dengan skor 21-11, sekaligus memastikan merengkuh gelar kedua sepanjang 2018. Selain menyelamatkan muka Indonesia, karena menjadi satu-satunya wakil di laga final, mereka berhak membawa pulang hadiah uang sebesar 39.500 dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 590 juta, sementara Wang/Yu, yang menjadi runner-up mendapatkan hadiah sebesar 19.000 dollar AS atau berkisar Rp 285 juta. (Adt)

Melesat ke Partai Puncak Chinese Taipei, Dobel Alfian/Gischa Pilih Tetap Jaga Fokus

Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami tetap menjaga fokus, jelang laga fnal ganda campuran kejuaraan bulutangkis Chinese Taipei Open 2018 BWF World Tour Super 300, pada Minggu (7/10). (Humas PBSI)

Jakarta- Tetap menjaga fokus kini menjadi prioritas dobel Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami saat melakoni laga puncak kejuaraan bulutangkis Chinese Taipei Open 2018 BWF World Tour Super 300, pada Minggu (7/10). Di final turnamen berhadiah total 500 ribu dollar Amerika Serikat (AS) itu, duet Merah Putih yang menempati unggulan delapan itu bersaing menjadi kampiun dengan wakil tuan rumah, Yang Po-Hsuan/Wu Ti Jung. Berdasarkan statistik, kedua pasangan belum pernah saling berhadapan. Namun, ganda campuran ranking 87 dunia itu, memiliki peluang besar menaklukkan Yang/Wu. Terkait persiapan di laga final, diakui Gischa, dirinya dan kolega belum pernah menjajal kemampuan lawan. “Kami belum pernah bertemu. Tapi, harus jaga fokusnya dulu,” ujar Gischa, dikutip situs resmi PBSI, Sabtu (6/10). Di semifinal, pada Sabtu (6/10), Alfian/Gischa sukses meredam kompatriotnya Ronald Alexander/Annisa Saufika, straight game, dengan skor 21-16, 21-16. Berjumpa dengan rekan satu Pelatnas PBSI Cipayung Jakarta, pemegang gelar juara Finnish Open 2018 itu menilai mereka mampu menerapkan pola permainan yang akurat. Terlebih, kedua pasangan ini kerap berlatih bersama. “Melihat kondisi lapangan, kami berusaha terus menyerang sejak awal,” ungkap Gischa. “Soalnya ada pengaruh dari angin juga. Jadi, jangan sampai kami diserang duluan,” tambah pemain putri kelahiran Blitar, Jawa Timur, 25 Maret 1997 itu. Di pertandingan yang berlangsung selama 32 menit itu, menurut Gischa, mereka tampil percaya diri. Selain itu, mereka juga menjaga fokus, sehingga berhasil memanen poin demi poin. “Apalagi kalau ketemu teman sendiri, jadi bisa cepat menyesuaikan permainan. Sudah tahu juga kelemahan mereka,” tukas peraih juara Malaysia International 2017 bersama Yantoni Edy Saputra. (Adt)

Satria Muda Pertahankan Dior Lowhorn dan Jamarr Andre Johson, Rookie IBL 2018-2019 Gunakan Pemain LIMA

Indonesia Basketball League (IBL) menggelar draft pemain asing dan rookie musim depan dari ajang LIMA, yang akan meramaikan persaingan kompetisi basket di Tanah Air untuk musim 2018-2019. (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesia Basketball League (IBL) menggelar draft pemain asing yang akan meramaikan persaingan kompetisi basket tertinggi di Tanah Air itu untuk musim 2018-2019, di Hotel Premiere Slipi, Jakarta, pada Jumat (5/10). Klub peserta memutuskan pilihan mereka untuk pemain asing dan rookie musim depan. Terdapat 186 pemain asing, serta 26 pemain debutan atau rookie, yang dipilih klub profesional itu. Untuk draft pemain rookie lokal, para pemain disaring melalui ajang Liga Mahasiswa (LIMA). Satria Muda Pertamina Jakarta, kampiun IBL Pertalite 2017-2018, mempertahankan Dior Lowhorn dan Jamar Andre Johnson dalam draft 2018. Sedangkan Wayne Bradford tetap menghuni skuat Pelita Jaya Jakarta, dan Satya Wacana Salatiga masih memakai jasa Maddarious Gibbs. “Pilihan pemain asing memberikan dampak signifikan pada penampilan klub-klub saat kompetisi IBL Pertalite 2018-2019. Dan, dengan pelatihan dan pembinaan yang baik, maka para rookie pun bisa berkembang dengan baik,” ujar Hasan Gozali, Direktur IBL, Jumat (5/10). Menurutnya, setiap klub mendapatkan jatah dua pemain asing, termasuk pemain naturalisasi, dengan gaji yang telah ditetapkan, sesuai mekanisme. “Gaji total dua pemain asing setiap klub, tidak boleh lebih dari 4 ribu dollar AS (Amerika Serikat),” terangnya. Dalam kesempatan itu, Gatot S. Dewa Broto, Sekertaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), berharap aura Asian Games 2018, khususnya di cabang oalahraga (cabor) basket dapat terbawa, pada saat kick-of f IBL musim 2018-2019. “Ini momentum yang bagus. Karena pada saat Asian Games 2018 lalu, kalau melihat auranya, gaduhnya, serta kehebohannya di basket, sangat luar biasa. Kita semua melihat para rising star dari China hadir, juga dari beberapa negara pesertalainnya. Semoga aura itu ada saat IBL kick-off pada 30 November bergulir,” terang Gatot. Sementara itu, Hasan juga menyebut jika kompetisi pra-musim Liga Bola Basket Indonesia (IBL), direncanakan akan berputar 9-14 Oktober 2018. “Jadwal itu setelah draft pemain lokal debutan. Saat ini semuanya sedang dipersiapkan,” ujar Hasan. Dia melanjutkan, seluruh laga di turnamen yang menjadi ajang pemanasan tim-tim peserta IBL menyongsong musim baru 2018-2019 itu, kemungkinan besar digelar di Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah. Menurut Hasan, pemilihan Solo menjadi tempat tunggal penyelenggaraan adalah atas permintaan sponsor kompetisi pra-musim yakni perusahaan aplikasi transportasi Go-Jek. “Pihak sponsor memilih Solo dari beberapa kota yang kami usulkan. Arena di Solo juga tersedia untuk kegiatan di rentang waktu yang dijadwalkan,” tutur dia. Kompetisi pra-musim IBL ini akan diikuti 10 kontestan IBL 2017-2018 yakni Satria Muda Pertamina, Garuda Bandung, BSB Hangtuah, Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja, NSH, Pelita Jaya Basketball, Stapac Jakarta, Pacific Caesar Surabaya, Satya Wacana Salatiga dan Siliwangi Bandung. Nantinya di turnamen tersebut, semua tim peserta hanya diperkenankan menggunakan jasa para pemain Indonesia. “Kami berharap event pra-musim ini dimanfaatkan sebagai ajang uji coba kemampuan para pemain ‘rookie’ (debutan). Namun, keputusan terkait itu kami kembalikan ke masing-masing klub,” pungkasnya. (Adt) Hasil IBL Draft 2018 Pemain Asing Siliwangi Bandung: 1. Martaviuos Tarell Irving 2. Michael Vigilance Jr NSH: 1. Anthony Simpson 2. Dashaun Najee Wiggins Bima Perkasa Jogja: 1.Zachary David Allmon 2. Leshaun Murphy Satya Wacana Salatiga: 1. Madarious Gibbs 2. Ronald Whitaker BSB Hangtuah: 1. Jarad Lee Scott 2. Gary Jacobs Jr Pacific Caesar: 1. Anthony Dennel January 2. Matthew Douglas Van Pelt Garuda Bandung: 1. Jamal Ray 2. Dallarian Williams Stapac Jakarta: 1. Keenan Allah Peterson 2. Jordin Mayes Satria Muda: 1. Dior Lowhorn 2. Jamarr Andre Johnson Pelita Jaya: 1. Wayne Bradford 2. Kore Ricardo White Hasil IBL Draft 2018 Pemain Rookie Siliwangi Bandung: 1. Sabdayagra Ahessa (University of Notre Dame/22 Tahun) 2. Gustav Leopold (SMA PSKD 1/29 Tahun) NSH: 1. Rizky Agung Pranata (STIE Bhakti Pembangunan/20 Tahun) 2. Dio Freedo Putra P (Universitas Ma Chung/20 Tahun) Bima Perkasa Jogja: 1.Tidak memilih 2.Faried Andy Brata (Universitas Negeri Malang/22 Tahun) Satya Wacana Salatiga: 1. Daniel Anggoro (Institut Teknologi Harapan Bandung/23 Tahun) 2. Tidak memilih BSB Hangtuah: 1. Tidak memilih 2. Syechfi Nuzula Ramadhani (Institut Teknologi Harapan Bandung/23 Tahun) Pacific Caesar: 1. Ananda Syahputra Caesar (Universitas Widyatama/22 Tahun) 2. Tidak memilih Garuda Bandung: 1. Irwanto (Universitas Muhammadiyah Malang/21 Tahun) 2. Tidak memilih Stapac Jakarta: 1. Tidak memilih 2. Bilal Al Nauval (Universitas Pendidikan Indonesia/19 Tahun) Satria Muda: 1. Tidak memilih 2. Kelvin Tirta Sanjaya (Universitas Heritage/21 Tahun) Pelita Jaya: 1. Muhammad Basith Ravi (ABFI Institute Perbanas/21 Tahun) 2. Tidak memilih

Jelang Uji Coba Internasional, Skuat Final Timnas U-19 Diumumkan Hari Senin

Witan Sulaeman (10), Saddil Ramdani (11), dan M. Rafli Mursalim (13), bakal mendapat kepastian tampil membela Timnas U-19 di ajang Piala Asia U-19, pada Senin (8/10), sebelum melewati dua laga uji coba. (Pras/NYSN)

Jakarta- Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri menyebut, Senin (8/10), menjadi momen pengumuman skuat final untuk tampil di Piala Asia U-19. Pengumuman itu dilakukan dua hari, sebelum pertandingan uji coba melawan Arab Saudi, pada Rabu (10/10), di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Skuat Timnas U-19 berkekuatan 29 pemain, termasuk Egy Maulana Vikri, yang masih bermain di klub Polandia, Lechia Gdansk. “Kami lakukan evaluasi dari latihan, dan laga termasuk uji coba. Tim sudah ingin ditentukan 29 pemain, termasuk Egy, yang akan diciutkan tanggal 8,” ujar Indra di Lapangan A, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10). “Hari per hari, akan kami lihat terus siapa pemain yang akan didaftarkan. Karena, nanti tidak bisa diubah lagi, setelah resmi didaftarkan,” tandasnya. Selain beruji coba dengan Arab Saudi, Skuat Garuda Nusantara beruji tanding kontra Yordania, pada Sabtu (13/10). Uji coba melawan Yordania, menjadi yang terakhir sebelum turun di ajang Piala Asia U-19, 18 Oktober-4 November. Nurhidayat Haji Haris dan kawan-kawan akan memulai petualangan melawan Taiwan pada Kamis (18/10), di Jakarta. Meski gagal pada babak kualifikasi, Timnas U-19 tetap bisa tampil di putaran final. Jatah wild card diberikan karena Indonesia sebagai tuan rumah. Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah dilakukan AFC pada 25 Juli 2017 lalu. Putaran final Piala Asia U-19 2018 diikuti oleh 16 tim yang dibagi ke dalam 4 grup. Indonesia berada di Grup A bersama dengan Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Taiwan. Sejak pertama kali digelar 1959 lalu, Indonesia sudah tiga kali melaju ke final. Pada Piala Asia U-19 yang berlangsung di Thailand 1961 lalu, Indonesia bahkan keluar sebagai juara bersama Myanmar, usai kedua tim bermain imbang tanpa gol di babak final. Indonesia kembali melaju ke final pada 1967. Namun, Timnas U-19 gagal mengangkat trofi, setelah di babak final, kalah 0-3 dari Israel. Sementara pada Piala Asia U-19 yang berlangsung di Filipina 1970 lalu, Indonesia juga sampai di babak puncak, tapi takluk 0-3 dari Myanmar. Tahun ini, Tim Merah Putih Remaja mendapat target dari PSSI untuk lolos hingga babak semifinal. Empat semifinalis Piala Asia U-19 pada edisi 2018, akan mewakili Asia di Piala Dunia U-20 di Polandia, pada 2019. (art) Fase Grup Piala Asia U-19 2018 Grup A 18 Oktober 2018 Indonesia vs Taiwan 18 Oktober 2018 Uni Emirat Arab Vs Qatar 21 Oktober 2018 Taiwan vs Uni Emirat Arab 21 Oktober 2018 Qatar vs Indonesia 24 Oktober 2018 Indonesia vs Uni Emirat Arab 24 Oktober 2018 Qatar vs Taiwan Fase Gugur Perempat Final 28 Oktober 2018 Pemenang Grup A vs Runner-up Grup B (perempat final 1) 28 Oktober 2018 Pemenang Grup B vs Runner-up Grup A (perempat final 2) 29 Oktober 2018 Pemenang Grup C vs Runner-up Grup D (perempat final 3) 29 Oktober 2018 Pemenang Grup D vs Runner-up Grup C (perempat final 4) Semifinal 1 November 2018 Pemenang Perempat Final 1 vs Pemenang Perempat Final 3 (semifinal 1) 1 November 2018 Pemenang Perempat Final 2 vs Pemenang Perempat Final 4 (semifinal 2) Final 4 November 2018 Pemenang Semifinal 1 vs Pemenang Semifinal 2

Tunggal Putri Asal PB Exist Jaya Jakarta Menang Mudah, Tiga Wakil Dobel Campuran Tembus Perempat Final

Pebulutangkis PB Exist Jaya Jakarta, Fitriani (19 th), lolos babak perempat final Kejuaraan Bulutangkis Chinese Taipei Open 2018 BWF World Tour Super 500, usai menang mudah atas wakil Amerika Serikat (AS), Crystal Pan. (Pras/NYSN)

Jakarta- Indonesia mengirim satu wakilnya ke babak perempat final Kejuaraan Bulutangkis Chinese Taipei Open 2018 BWF World Tour Super 500, melalui Fitriani, di sektor tunggal putri. Pemain asal PB Exist Jaya Jakarta itu menang mudah atas wakil Amerika Serikat (AS), Crystal Pan, di Taipei Arena. Di babak 16 besar, Fitri unggul straight game, 21-8, 21-16, dalam tempo 29 menit, pada Kamis (4/10). Torehan remaja putri kelahiran Garut, Jawa Barat (Jabar), 19 tahun silam itu, memperlebar statistik pertemuannya dengan pebulutangkis Negara Paman Sam itu menjadi 3-0. Kemenangan Fitriani diraih di ajang BWF World Junior Championships 2014 (21-12, 21-18), dan terakhir di New Zealand Open 2018 (21-12, 21-2). Selanjutnya, Fitriani akan menantang Line Hojmark Kjaersfeldt (Denmark) sekaligus unggulan tiga. Line menembus perempat final usai menekuk wakil tuan rumah Lin Ying Chun, straight game, 21-10, 21-6. Sementara itu, tiga dobel campuran Merah Putih memastikan langkah di perempat final. Duet Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (6) lebih dulu lolos. Dalam tempo 26 menit, mereka memaksa wakil tuan rumah Tseng Min Hao/Hsieh Pei Shan menelan pil pahit usai menang straight game, 21-14, 21-18. Pitha mengatakan, kunci kemenangan pertandingan ini akibat dirinya dan kolega sejak awal berusaha terus untuk memberikan tekanan pada lawan. “Kami berusaha untuk tak bermain lob. Jaga fokus juga faktor paling penting,” terang Pitha, usai laga seperti dikutip situs resmi PBSI, Kamis (4/10). Kendati memiliki target pada turnamen ini, namun diakuinya, ia akan fokus melakoni setiap laga yang dimainkan. “Kami sudah beradaptasi main di turnamen level senior dan seharusnya kami sudah siap di level ini,” lanjutnya. “Tapi banyak yang harus kami tingkatkan lagi, terutama dari segi teknik maupun non-teknik,” tambah pebulutangkis putri kelahiran 1 Juli 1999 itu. Di perempat final, Rinov/Pitha menantang unggulan tiga, Chen Tang Jie/Peck Yen Wei, yang menang atas wakil Hongkong Chung Yonny/Wu Yi Ting, straight game, 22-20, 21-17. Ditegaskan Pitha, lawan memiliki serangan yang sangat berbahaya, terutama Chen. Tren positif juga menghinggapi duet Ronald Alexander/Annisa Saufika. Ganda Indonesia itu menuntaskan perlawanan tuan rumah, Chang Ko-Chi/Cheng Chi Ya, dengan skor 21-14, 21-19, pada duel berdurasi 34 menit. Ronald/Annisa akan beradu kekuatan dengan unggulan delapan, Kohei Gondo/Ayane Kurihara (Jepang). Berdasarkan statistik, ini menjadi pertemuan pertama bagi kedua pasangan. Di partai lain, Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami (8) juga memastikan tiket ke perempat final. Mereka berhasil menyingkirkan Lin Yong Sheng/Li Zi Qing (Taiwan), straight game, 21-18, 21-15. Di babak berikutnya, Alfian/Marsheilla, kembali ditantang wakil tuan rumah, Po Li Wei/Chang Ching Hui, yang berhasil menghadirkan kejutan, usai memenangi perang saudara atas unggulan dua, Lee Yang/Hsu Ya Ching, rubber game, 14-21, 21-17, 25-23. (Adt)

Pemerintah Jamin Pendidikan Pemain Timnas U-16 hingga Kuliah, Menpora : Harus Ada BUMN Yang Bantu

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menerima kedatangan kontingen Timnas U-16, yang baru saja tampil di ajang Piala Asia U-16 2018, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/10). (Liputan6.com)

Jakarta- Apresiasi terus mengalir Timnas U-16 setelah performa apik di Piala Asia U-16 2018. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menjanjikan jaminan pendidikan untuk David Maulana dan kolega. Dengan mayoritas usia yang menginjak 16 tahun, jalan para pemain memang masih panjang. Banyak tahap yang dilalui, hingga kelak tampil bersama Timnas Indonesia di level senior. Termasuk pendidikan. Mayoritas skuat Timnas U-16, masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA). Dan, untuk menjamin masa depan para pemain di luar olahraga, Imam coba memberikan beasiswa kepada mereka. “Ini pelajar. Pelajar bukan dapat bonus, tapi apa ya namanya, beasiswa,” tutur Imam, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/10). “Kami harap sampai selesai, kalau bisa harapannya bisa sampai kuliah. Tentu seperti arahan Pak Presiden (Joko Widodo, red) harus ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dampingi mereka,” tambahnya. Kedatangan Imam ke Istana bertujuan mendampingi Timnas U-16 yang diundang langsung oleh Jokowi. Dalam kesempatan itu, Jokowi berjanji mencarikan BUMN sebagai penopang pembiayaan Timnas U-16. Dengan begitu, anak asuh Fakhri Husaini tak perlu mengkhawatirkan faktor fulus saat menjalani uji tanding atau turnamen resmi. Lantas, bagaimana mekanismenya? Imam menyatakan tak ada payung hukum yang bisa menjegal BUMN untuk membantu Timnas U-16. “Enggak. Langsung saja, mereka ‘kan punya CSR (corporate social responsibility, red), ya. Itu otomatis. Selain itu ada pula sponsor,” ucap Imam menambahkan. Meski gagal membawa tiket ke Piala Dunia U-17, penampilan Garuda Asia di Piala Asia U-16 telah menarik banyak perhatian. Permainan yang diperagakan Bagus Kahfi dan kawan-kawan mencerminkan masa depan yang cerah bagi masa depan sepak bola Indonesia. Sejak ditangani Fakhri, Timnas U-16 sudah meraih setidaknya tiga trofi. Mereka pernah menjuarai tiga event, yakni Tien Phong Plastic Cup 2017, yang digelar di Da Nang City, Vietnam, lalu turnamen Jenesys Japan U-16 2018 di Jepang, dan Piala AFF U-16 2018, di Sidoarjo, Indonesia. Di Piala Asia U-16 2018, tim Merah Putih remaja juga tak tampil buruk. Selama babak penyisihan, Amiruddin Bagus Kahfi dkk mencetak sejarah tak terkalahkan. Indonesia menjadi juara Grup C dengan hasil sekali menang dan dua kali imbang. (Adt)

Febriana Dwipuji/Ribka Sugiarto Tekuk Unggulan Lima Asal Malaysia, Dua Tunggal Putri Indonesia Lolos ke Babak 16 Besar

Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto sukses menekuk wakil Malaysia, Lim Chiew Sien/Tan Sueh Jeou, sekaligus unggulan lima, dibabak pertama (32 besar) Chinese Taipei Open 2018 BWF World Tour Super 300, dalam pertarungan rubber game. (bulutangkis-indonesia.com)

Jakarta- Usai melalui laga sepanjang 60 menit, duet Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto menghadirkan kejutan pada Kejuaraan Bulutangkis Chinese Taipei Open 2018 BWF World Tour Super 300. Melakoni laga di Taipei Arena, pada Rabu (3/10), dobel asal PB Djarum Kudus itu sukses menekuk wakil Malaysia, Lim Chiew Sien/Tan Sueh Jeou, sekaligus unggulan lima, dibabak pertama (32 besar), dalam pertarungan rubber game. Di gim pertama, Febriana/Ribka dipaksa kerja keras saat berduel dengan pasangan Negeri Jiran itu. Namun, wakil Merah Putih yang kini bertengger di ranking 91dunia itu berhasil menyudahi gim ini dengan skor 21-19. Laga berlanjut, pasangan Indonesia pemegang gelar Kejuaraan Asia Junior 2018 itu tak mampu mengamankan kemenangan yang diraihnya. Lim/Tan mampu mendikte lawan hingga berhasil memainkan gim penentu usai menang jauh dengan skor 21-12. Di gim penentu, Febriana/Ribka tak ingin kehilangan momentum. Mereka berusaha bangkit untuk terus memberikan tekanan pada dobel Malaysia berperingkat 60 dunia itu. Akhirnya, Febriana/Ribka menyudahi gim penentu dengan kemenangan 21-16. Di babak kedua (16 besar), pada Kamis (4/10), Febriana/Ribka akan berjumpa dengan wakil Jepang, Akane Araki/Riko Imai. Pasangan Negeri Sakura itu melaju usai menyingkirkan wakil tuan rumah, Tseng Yu Chi/Ye Jing Ya, rubber game, 17-21, 22-20, 21-12. Hasil positif juga diraih tunggal putri Fitriani (8). Ia berhasil menyingkirkan pemain tuan rumah Lin Hsiang Ti, straight game, 21-10, 21-13, dalam tempo 32 menit, pada babak pertama. Ini menjadi kemenangan kedua Fitriani atas Lin. Terakhir, mereka bertemu di ajang Indonesia Masters 2018. Saat itu, Fitriani menang straight game, 21-15, 21-18. Ia akan berhadapan dengan Crystal Pan (Amerika Serikat) yang menyudahi perlawanan kompatriotnya Lauren Lam, rubber game, 21-9, 18-21, 21-19. Langkah menggembirakan juga dialami Ruselli Hartawan. Tunggal putri Pelatnas PBSI Cipayung itu berhasil memaksa wakil Taipe, Tang Wan Yi angkat koper dari turnamen berhadiah total 500 ribu dollar AS itu. Ruselli mengakhiri perlawanan Tang, dalam laga berdurasi 57 menit, rubber game, 17-21, 21-18, 23-21. Di babak berikutnya, pemain asal PB Jaya Raya Jakarta itu sudah ditunggu lawan tangguh tuan rumah, Pai Yu Po. Pai yang menempati unggulan empat lolos menghentikan langkah wakil Merah Putih Dinar Dyah Ayustine, rubber game, 13-21, 21-14, 21-9. (Adt)

Undang Seleksi Rider Usia 12-21 Tahun, PP Pordasi Cari Penunggang Serasi Terbaik Dalam Event AEF U-21

Atlet berkuda Indonesia, Ferry Wahyu Hadiyanto, menorehkan sejarah saat lolos babak final nomor jumping Asian Games 2018, di Jakarta International Equestrian Park (JIEP), Pulomas, Jakarta, Kamis (30/8). (liputan6.com)

Jakarta- Equestrian Indonesia kian kembali menggeliat. Pasca gelaran berkuda ketangkasan Asian Games XVIII/2018, kompetisi equestrian di tanah air kembali berlangsung. Beberapa event equestrian sudah diselenggarakan. Terbaru, Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) menggelar seleksi. Pembinaan berkelanjutan untuk atlet/rider yunior kini semakin diprioritaskan oleh Pengurus Pusat Persatuan Berkuda Seluruh Indonesia, khususnya bidang equestrian atau berkuda ketangkasan. Walau disiplin cabor berkuda ini tak terlalu memperhitungkan masalah usia, namun progress pembinaan rider usia muda harus tetap dikedepankan. Event seleksi ini untuk menentukan satu atlet/rider terbaik, yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Asian Equestrian Federation (AEF) U-21 Dressage Championship. Seleksi atau kualifikasi AEF U-21 Championship ini dilangsungkan Kamis dan Jumat, 4-5 Oktober 2018, di Anantya Riding Club (ARC), Karanggaan, Gunung Putri, Bogor. Event AEF U-21 Dressage Championship adalah program dari Asian Equestrian Federation (AEF/Federasi Equestrian Asia) dalam membina rider muda di kawasan Asia. Kompetisi tunggang serasi ini, diadakan bergantian di delapan negara Asia. Tiap negara, akan diwakili rider terbaik, untuk mengikuti final di Doha, Qatar, pada 3-5 April 2019. Dalam surat bertanggal 24 September dan bernomor 155/WK-U-EQ/PP/IX/2018 yang langsung ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum II Bidang Equestrian PP Pordasi, Jose Rizal Partokusumo, disebutkan beberapa nama rider terbaik dari kategori usia 12-21 tahun (kelahiran 1997-2006), diundang khusus oleh PP Pordasi, untuk mengikuti seleksi. Beberapa rider yang diundang mengikuti seleksi atau kualifikasi AEF U-21 Dressage Championship, yakni Rosad Natsir, Glory Gabrielle Surya, Mia Sri Andhika, Muhammad Akbar Maulana, Muhammad Akbar Kurniawan, Ivana Santosa, Sausan Intan, Audirania Amanda, dan Gendhis Anjali. “Itu yang terdata dan terpantau oleh kita. Di luar nama-nama itu, kamui juga membuka kesempatan dengan menginformasikan data diri masing-masing, berikut kudanya, tentu dengan ringkasan prestasi dalam satu tahun terakhir,” ungkap Jose Rizal pada Rabu (3/10). Jose Rizal menambahkan, peserta seleksi atau kualifikasi AEF U-21 Dressage Championship ini maksimal 40 rider. “AEF mengirimkan trophy untuk pemenang babak kualifikasi ini. Trophy dikirimkan melalui DHL, dari Qatar dan saat ini sudah sampai di Singapura, mungkin Kamis besok sampai di Jakarta,” pungkasnya. Terkait dengan proses pembinaan rider yunior tersebut, setidaknya masih ada 4 event internasional hingga akhir tahun 2018 ini. Yakni, seleksi/kualifikasi AEF U-21 Dressage Championship pada 4-5 Oktober ini Anantya Riding Club (ARC), Gunung Putri. Lalu event CSIJ-B di Taipei, 9-12 November. Kemudian, kejuaraan CSIJ-B di Thailand, 17-20 November, dan yang terakhir, yakni World Jumping Challenge, akhir November hingga awal Desemeber, di Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud) TNI-AD, Parongpong, Lembang, Jawa Barat. (Art)

Pendidikan dan Nasib Timnas U-16 Dipantau Pemerintah, Fakhri Husaini : Harus Konkrit Pembinaan Usia Muda

Usai berlaga di Piala AFC U-16 2018, Kuala Lumpur, Malaysia, Skuat Timnas Indonesia U-16 berfoto bersama, saat disambut Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, di gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (3/10). (Antaranews)

Jakarta- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan Timnas U-16 memiliki potensi besar dan masa depan yang masih panjang untuk meningkatkan performa mereka ke jenjang yang lebih tinggi, usai berlaga di Piala AFC U-16 2018, Kuala Lumpur, Malaysia. “Pemerintah terus fokus bagaimana rencana pendidikan dan latihan pemain Timnas U-16, akan dipantau terus, baik sekolah, pendidikan formal, maupun latihan sehari-hari, karena perjalanan masih panjang,” kata Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, saat menyambut Garuda Asia di kantor Kemenpora, Rabu (2/10). Mewakili Menpora Imam Nahrawi yang berhalangan hadir, Isnanti menyampaikan apresiasi, dari pemerintah untuk tim asuhan Fakhri Husaini ini, karena mampu menorehkan hasil delapan besar di Piala Asia U-16. “Ada impian masuk Piala Dunia U-17. Impian itu belum terwujud, tapi sesungguhnya, masuk delapan besar Asia dan Asia Tenggara, ini dahsyat,” kata Isnanta. “Bukti Garuda Asia itu sudah benar-benar bisa disejajarkan dengan kekuatan Asia. Inilah progres yang memang harus diapresiasi,” kata Isnanta. Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, mengemukakan David Maulana dkk akan kembali ke klub mereka masing-masing, kembali ke sekolah dan menjadi satu elemen masyarakat yang bisa menunjukkan nilai sepak bola, yakni “respect”, disiplin dan sportifitas. “Kita tak berhenti di sini. Perjuangan kita menuju ranking 25 besar dunia pada 2045 dimulai dari kaki anak-anak kita. Ini yang harus dibantu dengan sistem sepak bola yang baik di sekitar kita,” kata Ratu Tisha. Sementara Fakhri Husaini menambahkan, di level usia muda yang jadi perhatian utama bukan banyaknya piala yang bisa diraih. “Bagi saya ini pelajaran penting. Kami bisa memetakan peluang-peluang Indonesia, dengan tim-tim yang tampil di World Cup kelompok umur 17 tahun,” ucap Fakhri. Di Piala Asia U-16, tak ada satu negara pun yang mendominasi, ungkap eks gelandang era 90’an ini. Indonesia bisa menang melawan Iran yang sebelumnya adalah runner up Piala Asia, dan meladeni India. “Artinya, peluang itu bisa kami ambil, jika bekerja keras lagi, di masa yang akan datang,” jelasnya. Setelah pertemuan dengan Kemenpora dan PSSI, Fakhri berharap nantinya ada langkah-langkah konkret terkait sistem pembinaan sepak bola usia muda yang terintegrasi dan berkelanjutan dari semua pemangku kebijakan. Hal senada ditegaskan Ratu. “Kami memang tak menerapkan sistem pelatnas jangka panjang, setelah ini para pemain kembali ke klub masing-masing, sambil menunggu program pelatnas berikutnya. Kita akan tetap memperhatikan jenjang pembinaan dan pembibitan, untuk skuad pelatnas kita,” ujar Ratu. Timnas U-16 di Piala Asia U-16 terhenti di babak perempat final, setelah kalah 2-3 dari Australia di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (1/10). Dengan hasil tersebut, mereka gagal mengamankan peluang untuk mendapatkan tiket ke Piala Dunia U-17 2019, yang akan berlangsung di Peru. (Adt)

AIA Championship for Women 2018 Digelar 1 Desember, 16 Wanita Terbaik Bersaing Menuju Tottenham Hotspur

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan wanita dalam olahraga, terutama sepakbola, PT AIA Financial menggelar ajang AIA Championship for Women, pada 1 Desember 2018. (Pras/NYSN)

Jakarta- Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola wanita mengalami perkembangan yang cukup baik di dunia. Bahkan berbagai kompetisi sepak bola wanita juga digelar dan mampu menarik antusiasme penggemar sepak bola. Dan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pemberdayaan wanita dalam olahraga, terutama sepakbola, PT AIA Financial menggelar AIA Championship for Women, pada 1 Desember 2018. Melalui event ini, salah satu perusahaan asuransi tersebut makin mempertegas dukungannya terhadap persepak bolaan di Tanah Air dengan memperluas partisipasi bagi perempuan untuk menunjukkan bakat mereka dalam sepak bola. “AIA Championship for Women diluncurkan untuk mengakomodasi minat para wanita terhadap sepak bola dan membantu mengembangkan potensi mereka,” ujar Kathryn Monika Parapak, Head of Brand and Communication PT AIA Financial, di Kawasan Episentrum, Jakarta Selatan, Selasa (2/10). Dengan kompetisi ini, Kathryn berharap melihat lebih banyak talenta pwsepak bola putri Indonesia, berlaga di kancah nasional hingga internasional, dan menginspirasi lebih banyak wanita untuk berpartisipasi dalam olahraga, terutama sepak bola. “Terselenggaranya kompetisi ini sekaligus membuka kesempatan masyarakat dan talenta-talenta muda agar mereka mengetahui tentang AIA Championship. Semoga informasi ini bisa tersebar luas,” lanjut Kathryn. Proses pendaftaran bakal dibuka mulai 16 November, dan AIA akan mencari 16 tim terbaik untuk berlaga di kejuaraan tingkat regional Asia. Finalis kejuaraan tingkat regional akan diboyong ke kejuaraan tingkat dunia, yang bakal diselenggarakan di markas Tottenham Hotspur di London, Inggris. “Nanti sehari penuh pada 1 Desember 2018, kejuaraan dilangsungkan, dan kami akan menyiapkan dua tim mewakili Indonesia di kejuaraan tingkat regional, di Bangkok pada Maret 2019,” ujar Kathryn. “Selama Desember hingga Maret, kami berikan pendampingan pelatih profesional dala persiapan kejuaraan regional tersebut,” tegasnya. Gelaran Asian Games XIII/2018 menjadi momentum besar bagi dunia sepak bola putri Indonesia. Timnas sepak bola putri mampu menduduki peringkat 77 dalam FIFA World Cup Ranking yang dirilis Juni 2018, sedangkan timnas sepak bola putra menghuni peringkat 164 dunia. Sementara itu, Zahra Muzdalifah, gelandang serang Timnas Putri Indonesia, menyambut baik event AIA Championship for Women. Menurutnya, banyak talenta-talenta muda sepak bola putri yang potensial di Indonesia, namun belum memiliki wadah, untuk berkompetisi. “Sebenarnya banyak talenta muda, terutama yang berusia di bawah 15 tahun. Termasuk yang dewasa, namun belum ada wadah, dan mereka juga bingung untuk berlatih dimana. Event ini sangat mendukung bagi wanita-wanita di Indonesia untuk gemar sepak bola. Apalagi ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga ajang seleksi,” cetusnya. Nantinya, AIA Championship for Women akan mempertandingkan 16 tim, guna meraih gelar juara nasional. Dari turnamen ini, akan dipilih 16 orang pemain terbaik yang akan dibentuk menjadi 2 tim, untuk bertanding di tingkat regional di Bangkok, Thailand. Jika, sukses menjadi finalis di kompetisi di Negeri Gajah Putih itu, maka tim Indonesia berlaga dalam babak final yang diselenggarakan di markas Tottenham Hotspur, di London, Inggris. “Tottengam Hotspur dan saya sangat senang dapat mendukung AIA dalam memajukan persepak bolaan wanita di Asia melalui AIA Championship for Women,” ucap Anton Blackwood, International Development Coach, dari klub Tottenham Hotspur. “Selama 2 tahun bekerjasama dengan AIA di Asia, saya telah melihat banyak bakat hebat dalam sepak bola junior. Sungguh kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk dapat terlibat dalam pengembangan kemampuan pesepak bola usia dewasa,” tukasnya. (Adt)

Bawa 23 Orang Skuat Junior di Kejuaraan Dunia 2018, Indonesia Bidik Gelar Juara di Kanada

Berkekuatan 23 0rang dalam skuatnya, Indonesia membidik satu gelar juara di kejuaraan bulutangkis BWF World Junior Championship 2018, di Markham Pan Am Venue, Ontario, Kanada, pada 5-18 November. (Humas PBSI)

Jakarta– Indonesia membidik satu gelar juara di kejuaraan bulutangkis BWF World Junior Championship 2018, di Markham Pan Am Venue, Ontario, Kanada, pada 5-18 November. “Target kami satu gelar juara. Kami usahakan untuk bisa mempertahankan dua gelar,” terang Susy Susanti, Manajer Tim Junior Indonesia, pada Selasa (2/10). Susy, yang juga Ketua Bidang (Kabid) Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), menyebut pemilihan atlet junior yang akan berlaga di Kanada berdasarkan prestasi, ranking, serta potensi atlet, dan kebutuhan tim. Demi mewujudkan target itu, sebanyak 23 atlet junior bakal berjibaku dengan negara peserta lain guna meraih podium tertinggi, di nomor beregu dan perorangan. Terlebih, skuat muda yang diturunkan telah memiliki pengalaman di tim junior Merah Putih, pada Asia Junior Championship 2018, di Jakarta, Juli lalu. Saat kejuaraan yang sama tahun lalu, Indonesia sukses membawa pulang dua gelar juara. Gelar juara masing-masing diraih tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung, dan ganda campuran, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. (Adt) Daftar Nama Pemain BWF World Junior Championship 2018: Beregu: Putra: 1. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 2. Karono 3. Alberto Alvin Yulianto 4. Leo Rolly Carnando 5. Daniel Marthin 6. Ghifari Anandaffa Prihrdika 7. Pramudya Kusumardana Riyanto 8. Rehan Naufal Kusharjanto 9. Christian Adinata 10. Bernadus Bagas Kusumawardana Putri: 1. Putri Kusuma Wardani 2. Stephani Widjaja 3. Yasnita Enggira Setiawan 4. Siti Fadia Silva Ramadhanti 5. Agatha Imanuela 6. Ribka Sugiarto 7. Febriana Dwipuji Kusuma 8. Lisa Ayu Kusumawati 9. Putri Syaikah 10. Nita Violina Marwah Perorangan: Tunggal Putra: 1. Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay 2. Karono 3. Alberto Alvin Yulianto 4. Christian Adinata Tunggal Putri: 1. Putri Kusuma Wardani 2. Stephani Widjaja 3. Yasnita Enggira Setiawan 4. Olivia Chelin Maria Ganda Putra: 1. Daniel Marthin 2. Leo Rolly Carnando 3. Ghifari Anandaffa Prihrdika 4. Pramudya Kusumardana Riyanto 5. Dwiki Rafian Restu 6. Bernadus Bagas Kusumawardana Ganda Putri: 1. Siti Fadia Silva Ramadhanti 2. Agatha Imanuela 3. Ribka Sugiarto 4. Febriana Dwipuji Kusuma 5. Putri Syaikah 6. Nita Violina Marwah Ganda Campuran: 1. Rehan Naufal Kusharjanto 2. Siti Fadia Silva Ramadhanti 3. Ghifari Anandaffa Prihrdika 4. Lisa Ayu Kusumawati 5. Pramudya Kusumardana Riyanto 6. Ribka Sugiarto 7. Leo Rolly Carnando 8. Indah Cahya Sari Jamil

Kejurnas KU XIII/2018 Kategori Lead Junior Putra Berakhir, Atlet 18 Tahun Skuat Timnas Masih Perkasa

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur (KU) XIII/2018, Kategori Lead Junior (18-19 tahun) Putra, akhirnya masih dikusai Seto, atlet junior skuat tim nasional asal asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (FPTI)

Rengat- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur (KU) XIII/2018, Kategori Lead Junior (18-19 tahun) Putra, berakhir pada Jumat (28/9), di Pematang Reba, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Di laga final, atlet tim nasional (Timnas) panjat tebing masih perkasa di kategori itu. Seto, atlet Timnas panjat tebing asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meraih medali emas usai mencapai top di partai puncak setelah membukukan poin 41+, di babak semifinal. “Di babak kualifikasi, Seto menorehkan catatan waktu 7,04 menit,” ujar Anugrah Agung, Presiden Juri Kejurnas KU XIII/2018, Jumat (28/9). Di Asian Games XVIII/2018, Seto menjadi salah satu atlet yang diturunkan di nomor combine. Namun, atlet junior kelahiran Sleman, 3 November 2000 ini, gagal mengharumkan nama Indonesia, akibat gagal menembus baak final. Sedangkan Muhammad Elfarzy Rizky asal Kalimantan Selatan berhak mendapatkan medali perak. “Elfarzy mengumpulkan 39 poin di babak final, dan 41 poin di babak semifinal. Dia menorehkan catatan waktu 7,04 menit,” lanjutnya. Sementara itu, medali perunggu direbut wakil Jawa Tengah, Kiromal Katibin, yang juga punggawa Timnas. Ia mencetak 39 poin di babak final, dan 38+ di babak semifinal. “Di babak kualifikasi, Kiromal menorehkan catatan waktu 7,04 menit,” tambahnya. Lalu, diposisi empat diduduki Septi Afriandani Zain (Jawa Timur), dan peringkat lima ditempati Achmad Tegar Prasojo (Jawa Timur). “Peringkat enam dihuni Ivan Alana asal Sulawesi Tengah, dan posisi tujuh ada Eko Putra. Dan, posisi delapan ada Jufri Naldi Darwansa dari Riau,” tukasnya. Di laga putri, juga berlangsung sengit. Sebab, kedua atlet yang berlaga di babak final mengumpulkan poin sama, yakni 39. Bahkan waktu pemanjatan di babak kualifikasi pun serupa yakni 3,24 menit. Namun, Juskerina asal Kalimantan Timur, sukses menjadi yang terbaik, setelah memundi catatan waktu lebih cepat dibandingkan rivalnya dengan 5,21 menit. Ia berhak atas medali emas setelah menyingkirkan Diah Puspaningtyas (Daerah Istimewa Yogyakarta). Diah harus puas menjadi runner up, dengan mengukir waktu 5,46 menit. “Medali perunggu diraih atlet asal Bali Ni Komang Ayu Suartini yang berhasil mengumpulkan 38 poin. Di babak kualifikasi, Ni Komang meraih catatan waktu 3,24 menit,” jelas Anugrah. (Adt)

Saling Unggul di Semifinal, Dua Debutan Tebar Ancaman di Babak Final

Center tim putri SMAN 30 Jakarta, Gabriella Abigael (15/biru), menjadi kontributor terdepan bagi timnya, saat menundukkan SMAN 7 dengan keunggulan 27-14, dalam laga semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, di GOR Cempaka Putih, pada Kamis (27/9). (Pras/NYSN)

Jakarta- Sorak sorai para pemain SMAN 30 Jakarta tak terbendung, usai buzzer akhir berbunyi, di GOR Cempaka Putih, Kamis (27/9). Tim putri SMAN 30 mengalahkan SMAN 7 dengan keunggulan 27-14, menjadi torehan luar biasa bagi Deflover (julukan SMAN 30). Berstatus sebagai tim debutan di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, mereka berhasil melangkah ke fnal North Region. Deflover akan ditantang oleh SMAN 18 Jakarta, tim berstatus debutan lainnya, yang berhasil membuat kejutan dengan lolos ke fnal North Region. Labas (julukan SMAN 18) melaju usai mengalahkan SMAN 15 Jakarta, dengan skor 32-10. Sebagai finalis, baik Defover maupun Labas, otomatis menjadi wakil Nort Region pada babak puncak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, di GOR Soemantri, 10-17 November. Menghadapi finalis dari tiga region lainnya (West, South, dan East). Gabriella Abigael menjadi garda terdepan bagi Defover, saat memimpin timnya dalam perebutan tiet fnal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region, pada Kamis (27/9). Pemain berposisi center itu mencetak double-double, dengan 10 poin dan 10 rebound. Dara bernomor punggung 15 itu, juga cerdik membaca permainan lawan. Abigael bisa menorehkan steal sebanyak 6 kali dalam pertandingan kontra Smanju. Laga yang berjalan ketat itu dibuka oleh torehan dua poin serta ditutup manis tiga poin dari Abigael. Usai jalannya pertandingan, Abigael mengaku siap memompa semangat rekan-rekannya, guna menjadi juara di North Region. “Aku memantau betul perkembangan tim region lain. Target terdekat kami adalah juara di North Region. Lalu, membidik Championship,” ungkap siswi kelas XI itu. Sementara pada laga sebelumnya, SMAN 18 akan menjadi pen-antang Deflover di fnal. Tim yang bermarkas di Warakas, Tanjung Priok itu menekuk perlawanan dari SMAN 15 Jakarta. Sang kapten, Alvio Saftri, tak mampu menahan rasa bahagia setelah berhasil membawa timnya lolos ke final. “Sangat bersyukur kami lolos babak final (North Region) dan akan berlaga pada Championship. Akhirnya perjuangan dan latihan yang selama ini kami lakukan tidak sia-sia,” ucapnya. Meski hasil positif ini membawa Labas jadi wakil North Region di babak Championship, tim asuhan Muhammad Fachrul tetap berusaha ingin menjadi yang terbaik di regional Utara. Menurutnya, kemenangan timnya masih terlalu dini untuk dirayakan. “Perjalanan kami masih jauh, SMAN 30 sangat bermain baik tadi. Tentu kami ingin jadi juara, bukan hanya lolos ke babak Championship,” ujar pelatih berusia 21 tahun itu. (Adt)