Bek Kiri Asal Medan Sumbang Dua Gol Kemenangan, Timnas U-19 Masih Kalah Jauh dari Yordania

Full bek kiri Timnas U-22 kelahiran Medan 11 Mei 1999, Firza Andika, dilaporkan sudah sudah lolos seleksi trial dan memilih tim untuk berlabuh di antara klub Spanyol dan Belgia. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-19 akhirnya sukses memutus rentetan hasil minor dalam persiapan jelang tampil di Piala AFC U-19 2018, mulai Kamis (18/10). Usai bermain imbang 2-2 kontra Thailand dan kalah 0-3 dari China pada PSSI Anniversary Cup U-19 2018, Timnas U-19 kembali takluk, saat berjumpa Arab Saudi U-19 di laga uji coba terakhir. Namun, menjamu Yordania U-19, pada Sabtu (13/10) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Nurhidayat dan kolega meraih kemenangan, paska unggul 3-2. Full bek kiri asal PSMS Medan, Firza Andika sukses menjadi aktor dalam pertandingan itu, berkat dua gol cantik yang ia ciptakan melalui sepakan keras, dari luar kotak penalti. Firza adalah generasi baru sepak bola dari Medan, yang memiliki gaya bermain yang lebih modern dari seniornya. Selain cepat, Firza pun memiliki kecerdasan bermain yang sangat baik. Yang paling spesial dari pemuda kelahiran 11 Mei 1999 ini, adalah kotrol bola dan akurasi melepas umpan yang terukur. Meski mampu melumat Yordania, sejatinya Timnas U-19 masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Dari data situs penyedia data statistik labbola, Timnas U-19 masih kalah jauh dalam hal duel udara. Garuda Nusantara hanya mencatatkan 20% aerials won, berbanding 80% milik Yordania. Hal itu harus segera diperbaiki, sebab Indonesia berada satu grup, dengan tim-tim yang unggul duel udara, seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan juga Qatar. Tak hanya itu, dua dari tiga gol kemenengan Timnas U-19 kontra Yordania U-19, justru dihasilkan Firza, yang notabene adalah pemain bertahan. Laga uji coba ini merupakan yang terakhir sebelum Piala Asia U-19 yang dimulai pada 18 Oktober 2018. Di sana, Timnas U-19 berada dalam Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar, dan Taiwan. Partai perdana Timnas Indonesia U-19 melawan Taiwan bakal dihelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Kamis (18/10), pukul 19.00 WIB. (Art)

Remaja Belanda Keturunan Wonosobo Ini, Blak-blakan Bicara Peluang Bela Timnas Indonesia

Satu lagi pemain Belanda berdarah Indonesia, menyatakan bersedia membela Timnas Sepak Bola Indonesia. Ia adalah Darren Sidoel, pemain 20 Tahun yang saat ini membela klub Liga Inggris, Reading. (readingfc.co.uk)

Jakarta- Satu lagi pemain berdarah Indonesia yang menyatakan bersedia membela timnas Indonesia. Ia adalah Darren Sidoel, pemain muda yang saat ini membela klub Liga Inggris, Reading. Dalam wawancara ekslusif dengan Goal, pemuda 20 tahun itu menceritakan asal-usulnya yang mempunyai garis keturunan Indonesia. “Saya lahir di Belanda. Ibu saya berasal dari Suriname, dan ayah saya adalah orang Jawa. Kakek buyut saya dari kabupaten Wonosobo di Jawa Tengah, kami masih memiliki keluarga di sana,” ujarnya dilansir BolaSport.com dari Goal. Dirinya juga tak menampik peluang membela Timnas Indonesia karena merasa dirinya masih menjadi bagian dari Indonesia. “Jika PSSI ingin mengundang saya membela Timnas, maka saya akan senang untuk berbicara dengan mereka soal peluang tersebut, dan mempertimbangkan bermain untuk Timnas Indonesia,” ujarnya. Sidoel mengawali karier di tim muda kota kelahirannya, Ado Den Haag, di Den Haag, sejak musim 2012-2013. Semusim kemudian ia bergabung dengan Ajax U-17 hingga 5 tahun dan menembus sejumlah level dari U-19 hingga U-21. Pada Juli 2018, klub asal Inggris, Reading membelinya dan mengontrak sang pemain dengan durasi 3 tahun. Kini pemuda kelahiran The Hague, 10 Maret 1998 ini, membela Reading U-23 di Premier League 2, sebuah kompetisi untuk tim cadangan Liga Inggris. Pada musim 2018-2019, pemain yang sanggup bermain di 3 posisi bertahan (Bek, Libero dan Gelandang bertahan) ini telah mengoleksi 4 penampilan. “Ada beberapa klub yang tertarik pada saya, tetapi Reading datang dengan rencana menarik. Ketika saya mengunjungi mereka, saya tahu akan menjadi klub yang tepat bagi perkembangan saya,” ujarnya. (art)

Cari Bibit Pebasket SMA Berbakat, Kadispora Cup 2018 Tingkat Nasional Jadi Ajang Regenerasi Atlet Bali

Eks pebasket Nasional, Cokorda Raka Satrya Wibawa bersama ASW (All Star Winners) siap menggelar turnamen bola basket antar SMA (putra putri) tingkat nasional Kadispora Cup 2018, di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada 22 - 28 Oktober 2019. (ilustrasi)

Denpasar- Pada era 90’an hingga awal 2000, nama-nama pebasket putra seperti Cokorda bersaudara, I Made Lolik Sudiadnyana, Riko Hantono, Tri Adnjaadi Lokatanaya, Suwandi Menara, merupakan legenda basket dari Pulau Dewata yang tak hanya dikenal sebagai pemain kunci di klub mereka, namun juga pilar di timnas Indonesia. Eksistensi Bali sebagai penghasil pemain basket putra dilanjutkan oleh junior mereka saat ini yakni IGN Teguh Putra Negara, IGN Rusta Wijaya dan yang sekarang masih aktif bermain adalah Ponsianus “Koming” Nyoman Indrawan. Ironisnya, Bali yang dulu dikenal dengan para pebasket handalnya disektor putra, kini mulai redup. Menjawab keresahan sekaligus kerinduan untuk regenerasi pebasket Bali, baik putra dan putri, Cokorda Raka Satrya Wibawa bersama ASW (All Star Winners) akan menggelar turnamen bola basket tingkat nasional Kadispora Cup 2018, antar SMA (putra putri) yang berlangsung di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada 22 – 28 Oktober 2019. Cokorda mengatakan, adanya Kadispora Cup 2018 tidak hanya untuk menghidupkan kembali kompetisi basket di Bali semata, melainkan juga untuk upaya regenerasi pebasket Bali dimasa mendatang sekaligus untuk evaluasi kemampuan talenta muda kita saat ini. “Saya sering ditanya mengapa Bali tak punya klub basket putra yang berlaga di Kobatama, NBL, IBL, padahal menurut mereka, Bali itu gudangnya talenta pebasket handal di tanah air. Adanya Kadispora Cup ini, kami bisa menemukan bibit baru,” ujar Wiwin panggilan akrab Cokorda Raka, awal Oktober lalu. Wiwin sudah berpengalaman di basket tanah air. Sebagai pemain ia pernah memperkuat Aspac Jakarta, Garuda Bandung dan Satria Muda. Setelah pensiun sebagai pemain, Wiwin dipercaya untuk menangani Satria Muda. Hasilnya ia berhasil membawa tim ini menjadi juara NBL Indonesia 2014-2015. Kembali ke Bali dan mengembangkan basket di daerahnya, menjadi fokus Wiwin saat ini. “Semoga para pemain yang tampil di Kadispora Cup 2018 nantinya, bisa menggantikan kami dan muncul pemain baru untuk bermain di kejuaraan pelajar, PON, bahkan di kompetisi profesional,” ucap Wiwin. Pria yang bekerja sebagai staf di Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bali, sekaligus Direkur ASW Sport ini, berharap Kadispora Cup 2018 rutin digelar setiap tahunnya. Hal itu juga disampaikan Ali Santoso Wibowo, pemilik ASW Sport, yang peduli perkembangan bola basket, khususnya di Provinsi Bali. Melalui ASW Sport, Ali ingin memasyarakatkan olahraga serta meningkatkan prestasi dan memupuk sportivitas dikalangan siswa dan pelajar. Tak hanya itu, kedepannya ASW Sport berkomitmen ingin menggelar berbagai kejuaraan basket di Bali secara konsisten. “Kami ingin menjaring talenta basket pelajar di Provinsi ini baik sektor putra dan putri. Tak hanya itu, ASW ingin berperan mencetak generasi muda Bali yang baik jauh dari narkoba lewat berbagai olahraga khususnya basket,” komentar Ali, yang juga mantan atlet basket Bali dalam event tingkat nasional pada masanya. (Adt)

Gagal Raih Emas di Perorangan, Tidak Menghentikan Leani Untuk Meraih Medali Emas Bersama Khalimatus

Leani Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah Sukohandoko, meraih medali emas pada sektor ganda putri Bulutagkis SL3-SU5. (Rizal/NYSN)

Jakarta- Leani Ratri Oktila, pebulutangkis tunggal putri Indonesia kategori SL4, gagal mengukir medali emas cabang para bulutangkis, di Istora, Kompleks Gelora Bung Karno(GBK) Senayan, Jakarta, pada Jumat (12/10). Pada partai utama yang dihelat pukul 14.00 WIB, ia takluk dari wakil China Hefang Cheng, lewat duel rubber game, dengan skor 21-19, 18-21, 13-21. Yunita Ambar Wulandari, Pelatih Tunggal Para Bulutangkis, mengatakan anak didiknya tersebut sudah berusaha tampil maksimal. Menurutnya, Leani memang tidak ditargetkan meraih medali emas di nomor perorangan. “Dia memang sudah maksimal dan memang sebelumnya nomor tunggal tidak ditargetkan emas,” ujar Ambar, di Istora Senayan, Jakarta. Gagal meraih emas di perorangan, tak mengundurkan semangat Leani untuk mencetak prestasi gemilang di sektor ganda SL3-SU5. Berduet dengan Khalimatus Sadiyah Sukohandoko berhasil membayar kekecewaannya. Di babak final, yang memainkan pertandingan pada pukul 17.30 WIB, Leani/Sadiyah sukses membungkam perlawanan wakil China Hefang Cheng/Huihui Ma, straight game, 21-15, 21-12. Usai pertandingan, Leani/Sadiyah mengungkapkan kegembiraannya karena mampu menumbangkan dobel China. “Sebelumnya saya minta maaf atas kegagalan saya di partai final tunggal. Saya gagal menang atas Cheng Hefang,” tutur Leani. Ditambahkan wanita kelahiran 6 Mei 1991 itu, dirinya bersama kolega tampil tanpa beban, dan bermain all out guna memenangkan pertandingan kali ini. Sementara itu, Sadiyah mengaku bersyukur bisa memenangi laga dari pasangan Negeri Tirai Bambu itu, dan sukses meraih medali emas di hajatan Asian Para Games 2018. Keberhasilan ini sekaligus membalas kekalahan Leani/Sadiyah dari Cheng/Huihui pada kejuaraan dunia, tahun lalu. “Syukur Alhamdulillah, bisa menang dari pasangan China, Cheng Hefang/Huihui Ma, sebab di pertemuan sebelumnya, di kejuaraan dunia tahun lalu, kami kalah,” tukas Sadiyah. (Adt)

Tak Pikirkan Paralimpiade 2020 Tokyo, Tim Wheelchair Basketball Indonesia Langsung Fokus ke ASEAN Para Games di Filipina

Indonesia vs Thailand di ajang Asian Para Games 2018 (Rizal/NYSN)

Jakarta- Tim nasional (Timnas) wheelchair basketball Indonesia telah menuntaskan seluruh pertandingan di pesta multi sport terbesar bagi para penyandang disabilitas di kawasan Asia. Selama berlaga di ajang Asian Para Games 2018, Donald Pura Santoso dan kawan-kawan tak sekalipun meraih kemenangan. Terakhir, mereka harus mengakui ketangguhan Malaysia, pada Jumat (12/10), di Hall Basket, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dengan skor 23-79. Hasil itu membuat anak didik Fajar Brillianto berada diposisi paling buncit dari 10 tim peserta yang berlaga di cabang olahraga basket kursi roda (wheelchair basketball) Asian Para Games 2018. Sebelumnya, di pertandingan perdana, pada Minggu (7/10), Indonesia takluk dari Iran, dengan skor 17-117. Kekalahan skuat Garuda berlanjut di pertandingan kedua, pada Selasa (9/10), saat berjumpa dengan China. Danu Kuswantoro Cs kalah dengan skor 20-106. Hasil negatif juga dialami Indonesia ketika berhadapan dengan Irak. Mereka tak berdaya menghadapi salah satu negara di kawasan Timur Tengah itu, dengan skor 27-97. Ketika ditanya akan dibawa kemana timnas basket kursi roda (wheelchair basketball) Indonesia usai Asian Para Games 2018, Fajar mengatakan pihaknya belum memikirkan untuk membawa Donald Cs ke ajang Paralimpiade di Tokyo, Jepang, pada 2020. “Kalau untuk ke depan, kami belum memikirkan untuk membawa tim ke pertandingan di Tokyo 2020,” ujar Fajar, Jumat (12/10). Pihaknya, diakui Fajar, akan fokus membawa anak didiknya tersebut melakukan persiapan menghadapi ASEAN Para Games yang dihelat di Filipina, pada awal 2020. “Kami menargetkan untuk mengejar untuk ASEAN Para Games 2020 di Filipina. Target kami adalah ke ajang itu,” tukas Fajar. Sementara itu, Donald menyebut Indonesia butuh melakukan seleksi lagi untuk menghadapi event selanjutnya, dengan usia pemain yang lebih muda. Menurutnya, selain bisa menambah kekuatan juga untuk regenerasi. Apalagi, antusiasme masyarakat dengan olahraga basket sangat luar biasa. Ini bisa terlihat dari antusiasme penonton yang hadir di Hall Basket Senayan pada setiap Indonesia bertanding. Tribun Hall Basket berkapasitas hampir 3.000 itu selalu dipenuhi penonton. “Euforianya di sini luar biasa. Saya belum pernah melihat sepeti ini selama saya di Amerika. Terima kasih atas dukungannya,” cetus Donald yang tinggal lama di Negara Paman Sam itu. “Saya tidak beban menjadi tumpuan tim. Semua sebenarnya bergantung pada skema offense-nya. Jika semua berjalan lancar, semua pasti berakhir dengan poin,” tambah pria penyumbang total 58 poin dari total 97 poin dicatatkan selama Asian Para Games 2018 itu. (Adt)

19 PPLP/SKO Berpartisipasi, Pantai Lakologou di Baubau Jadi Arena Kejurnas Dayung Pelajar 2018

Sebanyak 19 provinsi akan turut ambil bagian dalam kejuaraan nasional (Kejurnas) antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) 2018 se-Indonesia, di Baubau, Kendari, Sulawesi Tenggara. (metrotvnews.com)

Kendari– Kawasan Pantai Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), dijadikan arena dayung kejuaraan nasional (Kejurnas) antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) 2018 se-Indonesia. “Hasil peninjauan tim, tempat tersebut terlindung dari ombak, yang dikhawatirkan akan mengganggu jalannya lomba. Rencananya, titik start berada ujung Pulau Makasar, dan finish-nya disekitar Pantai Lakologou. Untuk peralatan akan ditempatkan di area Terminal Lakologou,” jelas Kadispora Sultra, Jaya Bhakti, pekan lalu. Pantai Kelurahan Lakologou terpilih, usai Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Sultra menyurvei, serta dianggap layak melangsungkan kejuaraan berskala nasional. Venue lokasi Kejurnas di Baubau ini pun langsung ditetapkan oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi, setelah dilantik secara resmi. Rencananya, kegiatan itu akan menjadi rangkaian program seratus hari gubernur. Pihaknya sudah melakukan persiapan agar kompetisi pelajar nasional itu sukses. Kejurnas ini akan berlangsung mulai Sabtu (13/10), hingga 18 Oktober 2018. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Baubau untuk pelaksanaan kegiatan lomba ini. Alhamdulillah, mereka memberikan respon positif dalam menyelenggarakan Kejurnas ini,” tambah Jaya Bhakti. Sebanyak 19 provinsi akan turut ambil bagian dalam Kejurnas ini. Diantaranya, Aceh, Jambi, Riau, PPLP DKI Jakarta, PPLPD DKI Jakarta, Jawa Barat PPLPD, Indramayu Jabar PPLPD, Demak Jateng PPLPD, Jawa Timur, Maluku, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tengah SMANOR, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, SKO Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Papua, Kukar PPLPD. Kepala Bidang Olahraga Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sultra, Asyari Achmad mengatakan, saat ini 19 daerah itu telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti Kejurnas dayung 2018 antar PPLP dan SKO, di Kota Baubau ini. “Saat ini 19 provinsi telah menyampaikan kesiapannya tampil di Baubau nanti. Kami harapkan dengan banyaknya peserta ini akan bisa memeriahkan ajang tersebut,” jelas Asyari. Ia menuturkan, pelaksanaan Kejurnas dayung 2018 antar PPLP dan SKO ini, merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan di Sultra. Sebelumnya, pada 2005 lalu yang dilaksanakan di Kota Kendari dan pada 2018 ini digelar di Kota Baubau. Selain itu, dalam Kejurnas kali ini akan mempertandingakan 14 nomor. Setiap daerah hanya diperbolehkan mengikuti satu nomor saja. “Dari 14 nomor ini dibagi dalam tiga kategori yakni kategori Rowing, Kayak dan Cano,”tuturnya. Prestasi cabang olahraga dayung Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sudah banyak menghasilkan atlet handal membuat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menunjuk Sultra sebagai tuan rumah Kejurnas dayung 2018 antar PPLP dan SKO tersebut. Kasubid Olahraga Nasional Kemenpora RI Juliana mengatakan, saat ini Kemenpora tengah memantau daerah-daerah yang memiliki potensi cabang olahraga prestasi. Saat ini Sultra sebagai daerah yang memiliki banyak atlet dayung handal menjadi salah satu perhatian dari Kemenpora. Kemenpora menilai, dengan seringnya event cabang olahraga dayung di Sultra akan menarik perhatian anak muda menggeluti olahraga ini. “Kami selalu mendukung daerah yang memiliki potensi di sebuah cabang olahraga. Sultra sebagai gudangnya atlet dayung menjadi salah satu perhatian kami,” kata Juliana beberapa waktu lalu. (Adt)

Turnamen Pramusim IBL 2018-2019 Digelar di Solo, Jadi Ajang Kemampuan Pemain Ruki

Indonesia Basketball League (IBL) menggelar draft pemain asing dan rookie musim depan dari ajang LIMA, yang akan meramaikan persaingan kompetisi basket di Tanah Air untuk musim 2018-2019. (Pras/NYSN)

Jakarta– Basket Tanah Air kembali diramaikan Indonesian Basketball League (IBL) yang akan menggelar turnamen pramusim di Solo. Sekitar enam bulan, kompetisi basket di Indonesia menjalani masa jeda kompetisi, tanpa Indonesian Basketball League (IBL). Ajang IBL GO-JEK Pre-Season Tournament 2018 menurut rencana akan digelar selama sepekan, pada 14-21 Oktober 2018. Sebanyak 10 tim peserta IBL, dijadwalkan bakal mengikuti kompetisi pramusim, yang berlangsung di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah. Turnamen Pra-Musim IBL GO-JEK 2018-2019 ini memakai sistem setengah kompetisi. 10 kontestan dibagi menjadi dua grup, yakni Merah dan Putih, lalu dua peringkat teratas dari masing-masing grup berhak lolos ke semifinal. Finalis IBL musim lalu, SM Pertamina Jakarta (Juara) dan Pelita Jaya Jakarta (Runner Up), bakal ditempatkan pada grup terpisah. Sementara delapan tim peserta lain, baru akan mengetahui nasib mereka, setelah technical meeting dilangsungkan. Menariknya, dalam turnamen ini semua tim menurunkan pemain lokal. Sebab pemain asing yang dipilih pada Draft IBL pada minggu lalu, belum datang. Hasan Gozali, Direktur Utama IBL, berharap jika turnamen pramusim ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh tim dengan sebaik mungkin. Meski tak seluruh pemain asing tampil, kompetisi ini digunakan menguji komposisi tim dan kemampuan pemain baru, terutama yang berstatus ruki. “IBL GO-JEK Tournament ini jadi kegiatan off season yang dapat dijadikan sebagai pemanasan jelang kompetisi IBL GO-JEK musim 2018-2019,” kata Hasan, dikutip BolaSport.com dari IBL. Dari daftar nama pemain (roster) yang dirilis IBL, beberapa tim tampak sudah melakukan perubahan. Ada beberapa pemain yang pindah dan kembali tampil, usai menghilang dari basket Indonesia. Bima Perkasa Yogyakarta diperkuat ada nama R. Azzaryan Pradhitya, Airlangga Sabara dan Galank Gunawan. Di tim Bogor Siliwangi, muncul nama Andy “Batam” Pedjakesuma, Daniel Timothy Wenas dan Andrey Rido Mahardika. Di kubu Garuda Bandung, ada nama Fendi Yudha Pratama, yang sudah bergabung di Turnamen Ulang Tahun Pacific Caesar Surabaya. Sedangkan Hangtuah, NSH Jakarta dan Pacific Caesar Surabaya, tidak mengubah susunan pemainnya. Namun, Pacific Caesar kehilangan Nuke Tri Saputra, yang memutuskan berhenti berkarir di basket profesional. Pelita Jaya memasukkan 13 nama pemain untuk Turnamen Pra-Musim. Dari daftar tersebut tidak ada nama baru, selain pemain ruki. Hal yang sama juga dilakukan oleh Juara IBL 2017-2018, Satria Muda Pertamina. Satya Wacana juga tidak mengubah susunan pemainnya. Hanya ada tambahan pemain ruki saja. Sementara itu, Stapac Jakarta, ada nama Kaleb Ramot Gemilang dan Yan Steven Pattikawa. Sementara itu, pihak panitia menyediakan sejumlah tiket bagi pencinta basket Indonesia yang ingin menyaksikan laga tersebut. Tiket terbagi dalam tiga kelas, dan harganya dibedakan antara tiket laga babak penyisihan, dengan partai semifinal serta final. (art)

Tantang Momota Lagi, Anthony Ginting Siap Lanjutkan Rekor Positif

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting (putih), kembali berduel dengan Juara Dunia asal Jepang, Kento Momota, dalam pada laga pembuka Denmark Open 2018 Super 750, yang akan dihelat di Odense Sports Park, 16-21 Oktober. (kompas.com)

Jakarta– Ajang bulutangkis Denmark Open 2018 Super 750 akan dibuka duel panas di babak pertama. Turnamen yang dihelat di Odense Sports Park, Odense, Denmark, pada 16-21 Oktober 2018 itu bakal dibuka pertarungan pilar Merah Putih, Anthony Sinisuka Ginting, menghadapi juara dunia asal Jepang, Kento Momota. Laga ini jadi duel ulangan partai puncak China Terbuka 2018, saat Ginting, sapaannya menang straight game dengan skor 23-21 dan 21-19. Tak cuma itu, pertarungan ini bakal jadi pembuktian Ginting, melanjutkan dominasi kemenangan dalam dua pertemuan terakhirnya. Bagi Momota, ia berambisi tetap menjaga keunggulan head to head dari pemuda kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 20 Oktober 1996, yang masih unggul 4-3. Jelang pertemuan ini, Kepala Pelatih tunggal putra PBSI, Hendry Saputra menyebut tak ada program khusus dan memfokuskan pola permainan Ginting seperti turnamen-turnamen sebelumnya. “Ketemu Momota lagi? Tidak apa-apa, memang hasil undiannya seperti itu. Soal undian berat, dia sudah biasa menghadapi ini. Pemain top mana yang belum pernah dia hadapi di lapangan? Dia sudah tahu beratnya seperti apa menghadapi pemain-pemain top,” ungkap Hendry Saputra, dalam rilis resmi PBSI, pada Jumat (12/10). “Terlepas dari undian bagus atau jelek, Ginting harus pegang self control, main bagus dulu dan fokus, ujungnya konsisten,” ujar pelatih yang turut membesut Jonatan Christie itu. Pemulihan fisik dan endurance menjadi fokus utama tim tunggal putra, jelang turnamen Eropa. Selain Ginting, Jonatan juga digembleng fisiknya. (Adt)

Tiga Kali Uji Coba Internasional Tanpa Kemenangan, Timnas U-19 Masih Percaya Diri

Winger Timnas U-19, Todd Rivaldo Ferre (25), saat ditempel ketat bek Arab Saudi U-19, dalam laga uji coba jelang Piala AFC U-19 2018, di Stadion Wibawa Mukti, Rabu (10/10). Timnas U-19 harus menelan kekalahan 1-2 pada pertadingan ini. (Pras/NYSN)

Jakarta- Laga Timnas U-19 kontra Arab Saudi berakhir 1-2, pada laga uji coba di Stadion Wibawa Mukti, Rabu (10/10). Hasil negatif ini menegaskan langkah tim asuhan Indra Sjafri terseok-seok jelang perhelatan Piala AFC U-19 2018. Dua gol kemenangan Arab Saudi dicetak oleh Abdullah Alhamdan pada menit ke-37 dan 69′. Tim Merah-Putih hanya mampu membalas satu lewat gol Saddil Ramdani, menit ke-45. Secara beruntun, ini kali ketiga Timnas U-19 gagal meraih kemenangan di laga uji coba jelang Piala AFC U-19 2018. Sebelumnya, Tim Garuda Nusantara imbang 2-2 kontra Thailand, dan takluk 0-3 dari China, pada ajang PSSI Anniversary Cup U-19 2018. Namun, Indra tak risau dengan pencapaian kurang memuaskan ini. “Saya tak cari kemenangan di laga uji coba. Fokus saya membangun tim. Memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada, agar saat berlaga di ajang sesungguhnya timnas bisa menyajikan permainan terbaik,” ujar pelatih asal Sumatra Barat itu. Indonesia bertindak sebagai tuan rumah Piala AFC U-19 2018 yang dihelat 18 Oktober-4 November 2018. Indonesia berada di Grup A bersama Uni Emirat Arab, Qatar, dan Taiwan. Tim Merah-Putih dibebani target lolos ke semifinal, agar bisa berlaga di Piala Dunia U-20 pada 2019, di Polandia. Piala Dunia U-20 2019 yang digelar di Polandia, akan berlangsung pada bulan Mei-Juni tahun depan. AFC mendapat jatah empat wakil untuk turnamen ini. Bertindak sebagai tuan rumah Piala Asia U-19 jelas menguntungkan posisi Indonesia, untuk merebut tiket ke Piala Dunia. Syarat untuk bisa lolos ke Polandia adalah menjadi semifinalis Piala Asia U-19 2018. Untuk bisa mencapai target itu, jelas tak mudah. Pertama, Timnas U-19 harus lolos dulu dari Grup A. Setelah itu, Timnas U-19 harus menang di babak perempat final, melawan juara atau runner-up Grup B. Timnas U-19 menyisakan satu uji coba lagi sebelum turun di Piala Asia U-19 2018. Garuda Nusantara ini akan berhadapan dengan Yordania, pada Sabtu (13/10). Sebagai catatan, prestasi tertinggi Yordania di ajang Piala Asia remaja ini adalah lolos semifinal Piala Asia U-19 2016. Indonesia sekali bertemu dengan Yordania saat Piala Asia U-19 1978. Saat itu, merah putih muda sukses membekap Yordania 4-0, dan Indonesia lolos ke Piala Dunia U-20 1979 di Jepang, menggantikan posisi Irak. (Art)

496 Atlet Bertarung di Kejurnas ke-47 2018 di Aceh, Pecatur Tuan Rumah Kumpulkan Nilai 2

Disaksikan Pj Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT (bertopi), sebanyak 496 pecatur dari 25 provinsi, bertarung dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-47 di Hall Serbaguna, Komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, dari 10 - 16 Oktober 2018. (serambiindonesia.com)

Banda Aceh- Sebanyak 496 pecatur dari 25 provinsi bertarung dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-47 di Hall Serbaguna, Komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, dari 10 hingga 16 Oktober 2018. Kejurnas itu dibuka Pj Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, pada Rabu (10/10) malam. Ketua Panitia Kejurnas, Aldin NL, Rabu (10/10) mengatakan, selain Kejurnas, juga digelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-40, penataran pelatih, dan wasit. Rakernas dipusatkan di Hotel 88 Banda Aceh, sejak Kamis (11/10). Dan dilanjutkan dengan penataran pelatih dan wasit, pada Jumat (12/10) hingga Minggu (14/10) juga di Hotel 88. Aldin mengatakan sebanyak 496 pecatur akan berlaga dalam 17 kategori. Kejurnas mempertandingkan kategori terbuka (untuk semua umur), senior putri, veteran, kategori yunior tujuh kelompok usia (KU) yaitu KU 7 tahun, 9, 11, 13, 15, 17 dan 19 putra dan putri. Sementara Rakernas diikuti 60 peserta dari 30 provinsi, dan masing-masing provinsi mengirimkan dua peserta. “Untuk penataran pelatih dan wasit diikuti 60 peserta,” ujarnya. Kejurnas, katanya, menghadirkan 40 juri catur nasional, sebanyak 30 juri dari luar Aceh dan 10 juri dari Aceh. Namun mereka berstatus juri catur nasional. Pembukaan Kejurnas dan Rakernas dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Percasi, GM Super Utut Adianto. Sementara itu empat pecatur Aceh berhasil mengumpulkan nilai 2, dari dua babak pertandingan pada hari pertama, pada Kamis (11/10). Empat pecatur senior Aceh itu adalah Master Nasional (MN) Chairil Naldy, Master Fide (MF) Zulkhairi, Miftalahuddin, dan MN Wita Rahayu. Mereka mengalahkan lawan-lawan tangguh dari provinsi lain. Chairil menang atas pacatur nongelar Hidayat (Aceh), dan MF Zulkhairi mengalahkan pecatur non-gelar Imran (Sulawesi Tenggara). Lalu, Miftalahuddin menyudahi MF Muhammad Miftahul Hudany, dari Kalimantan Selatan. Namun, pecatur senior Aceh lainnya, MN Irwandi tunduk pada pecatur nonunggulan dari Sumatera Barat, J Manurung. Adapun Master Internasional (MI) Denny Juswanto G (Banten), secara mengejutkan kalah dari MN Kleo Patra (Sumatera Selatan). Empat pecatur Aceh yang turun pada kategori veteran yakni Ismed, Idaman Anhar, Syahrum Syah, dan Nyak Ruswan, yang unggul di babak pertama, akhirnya tumbang di babak kedua. Pada hari ini, masih melangsungkan babak ketiga dan keempat dari 9 babak yang dipertandingkan. (Adt) Nomor Pertandingan & Batasan Usia CATUR STANDAR 1. Kelompok Terbuka – Tanpa batasan usia 2. Kelompok Wanita – Tanpa batasan usia 3. Junior A Terbuka/Putri – Umur 19 tahun (kelahiran tahun 1999 dan sesudahnya) 4. Junior B Terbuka/Putri – Umur 17 tahun (kelahiran tahun 2001 dan sesudahnya) 5. Junior C Terbuka/Putri – Umur 15 tahun (kelahiran tahun 2003 dan sesudahnya) 6. Junior D Terbuka/Putri – Umur 13 tahun (kelahiran tahun 2005 dan sesudahnya) 7. Junior E Terbuka/Putri – Umur 11 tahun (kelahiran tahun 2007 dan sesudahnya) 8. Junior F Terbuka/Putri – Umur 9 tahun (kelahiran tahun 2009 dan sesudahnya) 9. Junior G Terbuka/Putri – Umur 7 tahun (kelahiran tahun 2011 dan sesudahnya) 10. Kelompok Veteran – Umur 55 tahun (kelahiran tahun 1963 dan sebelumnya) Keterangan: Istilah Putra diubah menjadi Terbuka, karena pecatur Putri juga diperbolehkan bertanding di kelompok Terbuka

Unggulan Satu Tersungkur, Dwiyoko/Fredy Setiawan Tembus Semifinal Bulutangkis Asian Para Games 2018

Ukun Rukaendi/Hary Susanto memberi selamat kepada pasangan Korea Selatan (Korsel) Sun Woo Jeon/Dong Jae Joo setelah takluk di laga perempat final cabang olahraga bulutangkis kategori SL3-SL4 (kecacatan kaki), di Istora Senayan, Jakarta (11/10). (Rizal/NYSN)

Jakarta- Duet Ukun Rukaendi/Hary Susanto harus menelan pil pahit saat melakoni laga perempat final cabang olahraga bulutangkis kategori SL3-SL4 (kecacatan kaki), di Istora Senayan, Jakarta, pada Kamis (11/10). Ganda utama Indonesia yang menempati unggulan satu itu secara mengejutkan dikalahkan wakil Korea Selatan (Korsel) Sun Woo Jeon/Dong Jae Joo, dalam pertarungan rubber game. Sempat mengunci gim pertama, dengan skor 21-17, namun Ukun/Hary gagal mengamankan gim kedua. Mereka kalah dengan skor tipis 20-22. Memainkan gim penentu, duel kedua pasangan berlangsung sengit. Bahkan, saling serang mewarnai laga krusial tersebut. Namun, akibat pengembalian bola yang kurang sempurna dari kubu Indonesia, membuat Sun/Dong memastikan bahwa tiket semifinal bagi pasangan Rukaendi/Hary Susanto usai, dan pertarungan ditutup dengan skor 18-21. Usai laga, Ukun mengatakan ia bersama kolega sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memenangan laga ini. Namun, menurutnya, performa lawan jauh lebih bagus. “Kami sudah berusaha untuk bisa meraih kemenangan. Tapi, memang lawan mainnya lebih bagus. Gim kedua kami sudah unggul. Mungkin karena kurang konsentrasi, apalagi ada pengaruh angin juga, sehingga kami gagal memenangkan gim kedua,” ujar Ukun. Dijelaskan Ukun, terakhir mereka bertemu di ajang Thailand Open 2018, dan berhasil meraih kemenangan dari pasangan Negeri Ginseng itu. “Permainan mereka dipertandingan kali ini berbeda pada saat bertemu di Thailand. Tadi, mereka mainnya cepat dan jarang membuat kesalahan sendiri,” cetus Ukun. Di pertandingan lain, dobel Dwiyoko/Fredy Setiawan berhasil lolos ke semifinal. Pasangan Indonesia yang diplot sebagai unggulan dua itu tanpa kesulitan menaklukan Hsing Chih Huang/En Chuan Yeh asal Taiwan, straight game, 21-15, 21-4. “Permainan tadi banyak nyerang, karena kami tahu kualitas lawan. Apalagi kami sudah sering bertemu. Di gim pertama, kami masih harus beradaptasi, sebab anginnya sering berubah-ubah,” terang Fredy. “Di gim kedua, kami sudah paham sama angin, dan lebih waspada. Sehingga bisa menang mudah dari lawan,” lanjutnya. Gagalnya Ukun/Hary mengantongi tiket semifinal, membuat Dwiyoko/Fredy menjadi satu-satunya harapan Indonesia untuk bisa mendulang medali emas. “Kami tidak ingin menjadikan ini sebagai beban. Tetap percaya dan berusaha semaksimal mungkin,” tambahnya. “Pertandingan berikutnya bertemu dengan wakil India (Pramod Bhagat/Manoj Sarkar). Kami juga sudah sering bertemu, dan menang terus melawan mereka. Harus semakin yakin kalau Indonesia bisa juara, dan meraih emas,” tukas Fredy. (Adt)

Ditaklukan Wakil India, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay Gagal ke Semifinal Youth Olympic Games 2018

Tunggal junior Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay gagal lolos ke semifinal ajang Youth Olympic Games 2018, di Buenos Aires, Argentina. (PBSI)

Buenos Aires – Tunggal putra junior Indonesia, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay gagal lolos ke semifinal ajang Youth Olympic Games 2018, di Buenos Aires, Argentina, pada Rabu (10/10) waktu setempat atau Kamis (11/10) dinihari waktu Indonesia. Ikhsan yang diunggulkan di tempat keenam tak berdaya menghadapi Lakshya Sen (4) asal India, di perempat final. Pemain kelahiran Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), 15 Januari 2000 itu menyerah straight game dengan skor 17-21, 19-21. Ini merupakan kekalahan kedua Ikhsan dari Sen. Terakhir, keduanya bertemu di ajang Badminton Asia Junior Championship 2018 (individual event), Juli lalu. Ketika itu, pelajar Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta, takluk dua gim langsung, dengan skor 7-21, 14-21. Di perhelatan Youth Olympic Games 2018, cabang olahraga bulutangkis hanya memperebutkan tiga medali emas, yakni di nomor tunggal putra, putri, dan beregu campuran. Khusus beregu campuran, tim akan terdiri dari gabungan para pemain tunggal putra dan putri yang lolos ke Youth Olympic Games 2018. Artinya, setiap tim beregu campuran akan terdiri dari gabungan berbagai negara. (Adt)

Takluk Dari Negeri Gajah Putih Akibat Kelelahan, Timnas Wheelchair Basketball Indonesia Janji Tampil All Out di Partai Pamungkas Kontra Irak

Indonesia vs Thailand di ajang Asian Para Games 2018 (Rizal/NYSN)

Jakarta- Tim nasional (Timnas) wheelchair basketball putra Indonesia harus menelan kekalahan ketiga saat berhadapan dengan Thailand, di Hall Basket, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada Rabu (10/10). Donald Pura Santoso dan kawan-kawan tampil kurang greget saat meladeni skuat Negeri Gajah Putih. Hasilnya, Indonesia harus takluk dengan skor 10-62. Sebelumnya, berdasarkan catatan, tim wheelchair Indonesia sudah dua kali berjumpa dengan Thailand. Pertemuan pertama yakni di kualifikasi Asian Para Games 2018, Maret lalu. Ketika itu, Danu Kuswantoro Cs kalah dengan skor 17-82. Perjumpaan kedua terjadi di Invitation Tournament. Indonesia kembali tumbang dengan skor 12-60. Nuruz Zaman, Asisten Pelatih Timnas Wheelchair Basketball Putra Indonesia, mengakui bila anak didiknya itu tampil kurang semangat ketika melawan Thailand. “Mereka kelelahan. Saya melihat beberapa pemain juga tidak disiplin memanfaatkan waktu istirahat,” ujar Nuruz usai laga, Rabu (10/10). “Ini kelihatan ketika masuk lapangan, kurang bergairah, tidak seperti saat melawan Iran atau China. Meski kalah dari Iran atau China, tapi pemain bisa mengeluarkan semangat perlawanan yang luar biasa. Mereka kelihatan dari mulai masuk lapangan,” lanjutnya. Di Pertandingan terakhir penyisihan Pool A, skuat Merah Putih akan menghadapi Irak. Nuruz meminta punggawanya bermain maksimal. Sebab, mereka ditonton ratusan orang yang hadir ke Istora Senayan, serta memberikan dukungan semangat tak putus selama Donald Cs melakoni pertandingan. “Kami akan berusaha yang terbaik, tapi kalau untuk memberikan kemenangan, kami tidak janji,” cetusnya. Menurutnya, secara kualitas permainan tim Indonesia masih di bawah Irak. Terlebih, tambah Nuruz, dengan postur tubuh pemain Irak yang tinggi dan besar, maka akan sangat sulit pemain Indonesia mengimbangi lawan. “Pemain Irak memiliki keunggulan yang sama dengan Iran. Kami sudah siapkan strategi untuk meredam keunggulan postur tubuh dan power pemain Irak,” terangnya. “Kami akan berusaha menahan pemain Irak agar tidak mudah masuk dan berada di bawah ring. Pemain harus jaga zona, pertahanan di zona three point saat ditekan,” tukas Nuruz. (Adt)

Buah Latihan dan Kerja Keras, Catur Borong 6 Medali Emas Asian Para Games 2018

Hendy Wirawan (tengah) meraih medali emas cabang olahraga catur Asian Para Games 2018, di GOR Cempaka Putih, Jakarta, Rabu (10/10). (INAPGOC)

Jakarta – Cabang olahraga catur berhasil meraih enam medali emas pada hari keempat hajatan Asian Para Games 2018, di Gelanggang Olahraga (GOR) Cempaka Putih, Jakarta, pada Rabu (10/10). Pecatur tuan rumah menjadi kampiun dari kategori standar perorangan (VI-B1) putra dan beregu putra (VI-B1) atau buta total. Hendy Wirawan berhak atas medali emas setelah mengemas 5,5 poin akhir melewati torehan pecatur yang sebelumnya mengalahkannya di putaran keenam asal Filipina, Francis Ching, yang meraih 5 poin. Dengan total raihan 10,5 bersama pecatur andalan Edy Suryanto, membuat Indonesia meraih medali emas di kategori VI-B1. “Keberhasilan ini merupakan kerja keras latihan selama ini. Saya senang dapat memberikan medali emas untuk kontingen Indonesia,” ujar Edy usai memastikan poin tertinggi 5 sekaligus mengunci gelar juara. Sebelumnya, empat medali emas diraih dari kategori beregu putri VI-B1 (buta total), dan PI (daksa) standar perorangan putri. Debi Ariesta mendominasi pertandingan standar perorangan putri setelah tidak terkalahkan dalam pertandingan tujuh putaran. Dipertandingan lain, Debi bersama Tati Karhati juga berhasil mempersembahkan emas beregu setelah mengemas total 12,5 poin tim. Sedangkan Simanja Nasip Farta mendominasi kategori PI perorangan putri. Simanja bersama Roslinda Br Manurung juga memastikan medali emas di nomor beregu. Debi mengatakan kemenangannya ini, ia dedikasikan untuk masyarakat Indonesia. “Lega dan bahagia sekali dapat merebut emas. Kemenangan ini untuk seluruh bangsa Indonesia,” cetus Debi. Sementara itu, Heri Isranto, Manajer Catur Indonesia, mengungkapkan sejak awal pihaknya meyakini bisa melampaui target emas. “Ini buah latihan keras dan kebersamaan yang selalu kami tanamkan dalam persiapan,” tegasnya. Ia menambahkan Indonesia masih memiliki peluang meraih medali emas dari nomor catur cepat. “Masih ada catur cepat yang tentunya juga tidak boleh dilewatkan untuk terus meraih medali. Semoga bisa kembali meraih medali emas, karena Indonesia juga kuat di catur cepat ini,” tukas Heri. (Adt)

Skuat Timnas U-16 Bubar, Striker Ini Berpeluang Gabung Akademi di Belgia

Striker Timnas U-16, Sutan Zico, dikabarkan mendapat tawaran menggiurkan dari manajemen JSSL Chelsea FC. Zico santer dikabarkan akan menempuh pendidikan sepakbola di Belgia. (AFC.com)

Jakarta- Para pemain Timnas U-16 makin mengkilap sejak menjuarai Piala AFF U-16 2018, Agustus lalu. Bahkan meski gagal merebut gelar Piala AFC U-16 2018 di Malaysia dan gagal lolos ke Piala Dunia U-17 2019, tim asuhan Fakhri Husaini itu tetap mendapat apresiasi yang luar biasa. Timnas U-16 memang telah dibubarkan. Namun, tak berarti mereka berhenti berkiprah di dunia sepak bola. Winger lincah asal Surabaya, Jawa Timur, M. Supriadi, rencananya pekan depan terbang ke Liverpool, Inggris, untuk menuntut ilmu sepakbola. Sedangkan empat pemain skuad asuhan Fakhri lainnya, tengah diproyeksikan bergabung dengan akademi di Eropa. Empat pemain itu adalah Sutan Zico, Brylian Aldama, Bagus Kahfi dan Bagas Kaffa. Zico menjadi salah satu bomber andalan Timnas U-16 pada Piala Asia U-16 2018. Total pemuda bernama lengkap Sutan Diego Armando Ondriano Zico ini mencetak dua gol dari empat gol yang dicetak Timnas U-16 di Piala Asia U-16. Selain Zico, keempat pemain itu, berada dalam naungan agensi yang berasal dari Singapura. Zico santer dikabarkan akan menempuh pendidikan sepakbola di Belgia. Pemain kelahiran Jakarta, 7 April 2002, memang mendapat tawaran dari manajer JSSL Chelsea FC. Hanya, Zico belum mengiyakan tawaran itu. Kabar itu dibenarkan oleh ayah Zico, Oriyanto Jhosan. Menurut Oriyanto, Zico belum sembuh total dari cedera pangkal pahanya. ”Ada tawaran ke Belgia atau Australia. Tapi Zico memilih untuk memulihkan cedera pahanya terlebih dahulu. Mungkin nanti bulan November atau Desember, dia bisa menerima tawaran itu,” tutur pria yang juga eks pemain Semen Padang itu. Itu juga yang menjadi alasan Zico jarang di turunkan di ajang Piala AFF U-16 2018. Bahkan di Piala AFC U-16 September lalu, Sutan Zico hanya sekali turun full time. Itu saat Garuda Asia ditahan Imbang 0-0 oleh India (27/9). ”Ada ototnya yang sobek dan tak bisa dioperasi, harus istirahat. Itu berpengaruh di pergerakan dia (Zico, Red) saat di lapangan,” ucap Oriyanto. Selain itu, ada beberapa tim Liga 1 yang melakukan pendekatan ke Sutan Zico. Salah satunya Persija Jakarta. Namun, lagi-lagi tawaran itu masih belum diiyakan oleh Zico. (art)