Usai Binatama, Primavera dan SAD Uruguay, Kini Timnas U-16 Gelar TC di Inggris per Januari 2019

Sebanyak 25 pemain akan bersama-sama terbang ke Inggris bersama pelatih Timnas U-16 yag baru, Bima Sakti Tukiman, untu menggelar sesi latihan mulai Januari 2019, di di markas klub Liga Inggris, Blackburn Rovers, di London, Inggris. (Pras/NYSN)

Jakarta- PSSI menunjuk Bima Sakti Tukiman menjadi pelatih Timnas U-16 mulai 2019. Penunjukan Bima tak lepas dari proyek jangka panjang PSSI untuk Garuda Asia yang akan menggelar pemusatan latihan di Inggris, tepatnya di Blackburn Rovers. Skuat Timnas U-16 juga sudah dipilih dari kompetisi Liga 1 U-16 Elite Pro Academy. “Kami menunjuk Bima sebagai pelatih Timnas U-16 Indonesia, karena ia terlibat dalam program Garuda Selection yang awal tahun akan terbang ke Inggris dan TC di markas Blackburn Rovers,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, pada Kamis (20/12). Sebanyak 25 pemain akan bersama-sama terbang ke Inggris bersama Bima, menggelar sesi latihan mulai Januari 2019. “Bima dan pemain Timnas U-16 akan berada di Inggris selama enam atau delapan bulan,” ucapnya menambahkan. Ada dua agenda Timnas U-16, di bawah asuhan Bima pada 2019. Pertama, skuat Garuda Asia itu akan berlaga di Piala AFF U-15 2019 yang digelar di Bangkok, Thailand, pada Juli sampai Agustus tahun depan. Kedua, Bima akan membawa pasukannya menjalani babak kualifikasi Piala Asia U-16 2020. Pada turnamen itu, Merah Putih remaja akan berjuang agar melaju ke putaran final Piala Asia U-16 2020. “Kontrak Bima sekurang-kurangnya satu tahun, tetapi PSSI akan melihat program ini sampai dua atau tiga tahun ke depan,” kata Joko. Bima sejatinya pernah bertugas menjadi arsitek Timnas senior di Piala AFF 2018. Sayang, di bawah pemain asal Balikpapan, Kaltim, skuat Garuda gagal melangkah ke semifinal, setelah hanya meraih empat poin. Nilai itu dari hasil menang melawan Timor Leste, imbang berjumpa Filipina, dan kalah dari Singapura serta Thailand. Sebelum berguru di Inggris, PSSI sebelumnya memiliki berbagai program pelatihan nasional (Pelatnas) jangka panjang di negeri orang. Hasilnya, beberapa pemain timnas yang ikut program jangka panjang itu sempat menyicipi bermain di liga Eropa dan Amerika. Sayangnya, meskipun berlatih dan ikut bergabung dengan liga di Eropa dan Amerika Latin, hal itu belum mampu mendongkrak prestasi timnas Indonesia. Belum lagi, nasib para pemain eks program pelatnas jangka panjang itu, ternyata tidak semuanya sukses. Beberapa ada yang namanya tak terdengar lagi. Program itu diantaranya PSSI Binatama, yang mayoritas saat itu diisi pemain usia 19 tahun dan menimba ilmu di Brasil. Program itu dicetuskan ketika PSSI dipimipin oleh Ali Sadikin, pada 1979. Rully Nere, Subangkit, atau Bambang Nurdiansyah, adalah nama-nama pemain junior saat itu, yang masuk dalam skuat dream team itu. Lalu, pada 1993, PSSI kembali membuat program junior jangka panjang. Kali ini di negeri Pizza, yakni Italia. Berisi pemain berusia 17-18 tahun, program yang tenar dengan nama PSSI Primavera dan PSSI Barreti, berhasil mengukir beberapa pemain besar, seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Bejo Sugiantoro, Kurnia Sandy, Bima Sakti, Yeyen Tumena sampai Anang Maruf. Dan Sociedad Anónima Deportiva (SAD) Indonesia adalah program jangka panjang terakhir PSSI, sebelum dibekukan oleh FIFA pada 2013. Program SAD ini berjalan sejak 2008 sampai 2013, di Uruguay. Di era ini, sempat muncul nama remaja potensial berusia 16-17 tahun, seperti Syamsir Alam, Alfin Tuasalamony dan Yericho Christiantoko. Sayang mereka tak bersinar dan meredup karena cedera. (Adt) Agenda Timnas U-16 pada 2019 Training Camp Garuda Selection Timnas U-16 Venue : Blackburn Rovers, Inggris Pelaksanaan : Januari – Juli/Agustus Piala AFF U-15 2019 Tuan rumah: Bangkok, Thailand Pelaksanaan: 22 Juli-9 Agustus Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 Pelaksanaan: 14-22 September

Himbau Tak Putus Sekolah, Direktur Utama Persib Janjikan Beasiswa ke Amerika bagi Persib U-16 dan U-19

Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn T. Sugita mengapresiasi, prestasi tim Persib Bandung U-16 dan U-19 yang meraih juara pada kompetisi 2018. Glenn berjanji memberikan beasiswa ke Amerika kepada semua pemain, dengan syarat berprestasi di sepak bola dan pendidikan. (persib.co.id)

Bandung- Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn T. Sugita mengapresiasi, prestasi tim Persib U-16 dan U-19 yang meraih juara pada kompetisi 2018. Glenn berjanji akan memberikan beasiswa ke Amerika kepada semua pemain, dengan syarat selain berprestasi di sepak bola dan pendidikan. “Saya menekankan kepada kalian semua untuk tak meninggalkan sekolah, minimal sampai SMA, kalau bisa sampai ke perguruan tinggi. Jika sekolahnya bagus, akan kami bantu beasiswa ke Amerika Serikat, untuk bermain sepak bola,” jelas Glenn, dalam acara syukuran di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu (18/12) malam. Glenn berharap semua pemain muda Persib tak meninggalkan sekolah dan jangan berpikir sepak bola adalah segalanya. “Bermain sepak bola bisa menjadi mata pencaharian, tapi waktunya tidak panjang, atau bisa cedera dan lain sebagainya yang tidak diharapkan. Jadi jangan sampai berhenti sekolah,” tegas Glenn. Pada kesempatan itu, Glenn memberi bonus Rp 100 juta untuk Persib U-16 sebagai motivasi agar pada 2019 kembali berprestasi. “Persib U-16 belum kami beri bonus. Jadi, pada kesempatan ini, kami dari PT PBB menghadiahkan kalian 100 juta. Semoga prestasi bisa ditingkatkan dan dipertahankan,” ucapnya. Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengapresiasi keberhasilan tim Persib junior (U-16 dan U-19) yang musim ini mampu menjadi juara. Atas keberhasilan itu, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, pada Jumat (14/12) mengganjar kadeudeuh atau bonus Rp200 juta, masing-masing Rp 100 juta untuk Persib U-16 dan U-19. (Adt)

Masih Grogi Saat Tampil, Pebulutangkis Taruna Unggulan Satu Bidik Juara Kejurnas PBSI 2018

Pebulutangkis tunggal taruna asal DKI Jakarta Karono, lolos ke babak berikutnya dan membidik gelar juara, pada Tiket.com Kejurnas PBSI 2018 di Britama Arena, Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta Utara, serta berharap masuk Pelatnas PBSI Cipayung. (PBSI)

Jakarta- Pebulutangkis tunggal taruna, Karono, asal DKI Jakarta membidik gelar juara di Tiket.com Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2018, di Britama Arena, Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta Utara. Langkah pemain unggulan satu itu masih belum terbendung di babak kedua (16 besar), pada Rabu (19/12). Pemain kelahiran Sukoharjo, Solo, 28 Februari 2000 ini, sukses menaklukan Rezha Akbar Raja Husain YM, asal Jawa Tengah. Pemain PB Jaya Raya yang di babak pertama (32 besar) mendapatkan bye itu, menang straight game, dengan skor 21-19, 21-17. “Hari ini saya baru main, jadi masih penyesuaian diri di lapangan. Saya masih sering coba-coba bola, dan masih grogi mainnya,” ujar Karono usai laga. Skuat Indonesia di World Junior Championships 2018 itu menargetkan menjadi kampiun di turnamen penghujung tahun itu. Bahkan, Karono bertekad menjadi penghuni Pelatnas Cipayung. “Target pribadi saya juara, karena kejurnas ini adalah turnamen paling penting untuk saya, jadi fokus di turnamen ini,” lanjutnya. Di babak perempat final, Karono akan berhadapan dengan sesama pemain asal DKI Jakarta, Jim Jason Kiazen. “Juara Kejurnas dapat kesempatan untuk dipantau di Pelatnas, jadi saya berharap bisa juara, apalagi saya sudah masuk taruna akhir juga,” tambah Karono. Jim memastikan lajunya, usai menang atas wakil Jawa Barat Yudha Putra Pramudya, straight game, dengan skor 21-16, 21-11. (Adt)

Datangkan Atlet Jepang, Timnas Junior Bisbol Indonesia Ikut Coaching Clinic di Senayan

Atlet bisbol Jepang dari klub Fukuoka Softbank Hawks, Shuhei Fukuda, memberikan arahan kepada atlet bisbol junior Indonesia, yang dilakukan di Lapangan Softball Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (19/12). (liputan6.com)

Jakarta- Dua atlet bisbol Jepang, Keizo Kawashima dan Shuhei Fukuda, memiliki keinginan besar mempopulerkan cabang olahraga yang mereka geluti di Indonesia. Berkat bantuan perusahaan konstruksi Ohama Group dan PB Perbasasi, Kawashima dan Fukuda mendapatkan kesempatan menularkan ilmu bisbolnya kepada ratusan atlet di Indonesia. Mereka pun sempat melakukan coaching clinic di Lapangan Softball Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (19/12). Tercatat ratusan atlet Indonesia berpartisipasi, di antaranya anggota tim nasional senior Indonesia, U-18, usia dini 11-15 tahun, dan tim putri bisbol U-15. Menurut dua pemain yang memperkuat klub Fukuoka Softbank Hawks itu, orang-orang Indonesia sebetulnya memiliki struktur badan dan potensi yang mumpuni untuk bermain bisbol. Namun, antusiasme masyarakat dalam memainkan olahraga tersebut belum signifikan. Terlebih lagi, selama ini kerap ada anggapan bisbol adalah olahraga berbiaya mahal. Peralatan bisbol seperti tongkat, sarung tangan, dan lain-lain, nyatanya memang masih sulit didapat di Indonesia. “Dari kunjungan ini, saya mencatat bisbol bukan olahraga populer di Indonesia. Kami harus pikirkan dulu, bagaimana caranya agar orang Indonesia menyukai bisbol karena itulah kuncinya,” ujar Fukuda, saat konferensi pers. Softbank Hawks merupakan klub yang berhasil menjadi juara pada Japan Series 2018. Wakil Ketua Umum PB Perbasasi, Leo Agus Cahyono, menyatakan Indonesia sebetulnya memiliki fasilitas lapangan bisbol yang cukup baik, meski faktanya belum ada kompetisi reguler. Contohnya saja lapangan di Kalimantan Timur yang dinilai sudah memenuhi standar. Lapangan tersebut digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2018. Ada pula lapangan di Lampung, yang sempat digunakan venue latihan atlet bisbol Indonesia. Namun sebenarnya, persoalan tidak populernya bisbol di Indonesia bukan terletak pada ketersediaan infrastruktur. Kedatangan Kawashima dan Fukuda, kata Leo, juga diharapkan bisa mengubah persepsi para atlet yang selama ini berpikir bahwa atlet baseball harus punya tubuh yang besar dan kuat. “Mereka berdua posturnya tidak terlalu besar. Bahkan dapat dikatakan sama dengan kita,” tambahnya. Sementara itu Direktur Ohama Group, Tetsuya Ohama, menyebut jika bisbol bisa dimainkan di berbagai jenis lapangan apapun. Satu hal yang bisa membuat bisbol populer di Indonesia adalah pola pikir dan pandangan masyarakat, terhadap olahraga itu sendiri. “Hal terpenting adalah bagaimana mindset anak-anak Indonesia menyukai baseball. Bisbol bisa menjadi luar biasa di Jepang karena anak-anak di Jepang sudah punya mindset soal olahraga itu. Misalnya, anak-anak di Jepang sudah ada yang ingin berkarier dan meraih kesuksesan besar melalui bisbol,” pungkas Ohama. Diselenggarakannya sesi pelatihan bisbol sangat penting, lantaran Indonesia baru membentuk tim nasional bisbol putri. Asosiasi Bisbol dan Sofbol Dunia (WSBC) memang sedang menggencarkan olahraga bisbol kepada atlet putri, mengingat masih banyak atlet putri yang lebih banyak bertanding di sofbol. (Adt)

Yoan Soccer Festival 2018, Ajang Seleksi Pemain U-12 non SSB Wakili Indonesia di Singapura Pada 2019

Ibnu Jamil, Founder YOAN Foundation (ketiga dari kanan), menyebut Yoan Soccer Festival 2018 adalah ajang menjaring 17 pemain terbaik U-12, yang berasal dari 32 tim SD (Sekolah Dasar) se-Jabotabek, untuk mewakili Indonesia di Junior Singapore Soccer League 2019, di Singapura. (Adt/NYSN)

Jakarta- Yayasan Olahraga Anak Nusantara (YOAN) akan menggelar Yoan Soccer Festival 2018, di Stadion Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, 19-20 Desember 2018. Turnamen mini yang diikuti 32 tim SD (Sekolah Dasar) se-Jabotabek itu sekaligus menjadi ajang menjaring 17 pemain terbaik. Nantinya, mereka akan mewakili Indonesia di kejuaraan internasional sepak bola usia dini bergensi Junior Singapore Soccer League (JSSL), di Singapura, pada Maret 2019. Ibnu Jamil, Founder Yoan Foundation, mengatakan Yoan Soccer Festival adalah turnamen mini khusus U-12, atau tingkat SD. “Kenapa SD? Karena kalau antar SSB (Sekolah Sepak Bola) sudah banyak, sedangkan antar SD se-Jabotabek masih kurang. Sehingga kami gelar Yoan Soccer Festival 2018. Dari turnamen mini ini kami harapkan lahir bibit pemain usia dini potensial,” ujar Ibnu, di Stadion Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (19/12). Kendati prestasi sepak bola senior Indonesia masih belum menggembirakan, lanjut Ibnu, semua pihak untuk tak menyerah dalam melakukan pembinaan dan mencetak bibit muda guna menjadi pesepak bola yang baik serta berkualitas di masa depan. “Kehadiran Yoan Soccer Festival 2018 sebagai wadah memberikan kontribusi bagi dunia sepak bola Indonesia. Dan, tujuan kami adalah membentuk satu tim yang nantinya akan mewakili Indonesia di salah satu kejuaraan sepak bola bergengsi se-Asia Tenggara di Singapura,” alumni Universitas Mercu Buana Jakarta, jurusan Periklanan itu. Presenter olahraga berusia 36 tahun itu menyebut masih ada waktu sekitar dua bulan menyiapkan tim terbaik yang akan berlaga di ajang JSSL pada Maret 2019. “Setelah terpilih 17 pemain terbaik, kami juga akan seleksi guna memenuhi kuota sesuai keinginan tim kepelatihan,” jelas Ibnu. Dengan sisa waktu yang ada, mereka akan masuk dalam training camp, yang dipimpin Kurniawan Dwi Yulianto dan Supriono Prima. Hal senada diungkap Kurniawan, mantan skuat timnas Indonesia 1995-2006 itu, menyebut jika Yoan Soccer Festival 2018 adalah event menggali potensi bakat muda di tingkat SD. “Kalau SSB itu sudah banyak turnamennya. Untuk itu, turnamen antar SD ini perlu diselenggarakan, karena tidak semua pemain bertalenta ini mampu masuk sekolah sepak bola. Sehingga turnamen ini memfasilitasi mereka yang tak terpantau bakatnya,” terang pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 42 tahun silam itu. Kurniawan menambahkan event ini sejalan dengan program induk organisasi sepak bola Indonesia (PSSI) yang tengah giat mensosialisasikan Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) yang dituangkan dalam buku Kurikulum Pembinaan Sepak Bola Indonesia. “Di Yoan Soccer Festival 2018 ini kami juga menghadirkan talent scouting Peri Sandria dan Francis Mewengkang. Dan, setelah pemain terpilih, kami dari tim pelatih akan memberikan pemahaman bagaimana bermain sesuai filosofi sepak bola Indonesia,” tukas pemain yang sempat mengecap karir junior di Sampdoria Primavera (1993-1994). (Adt)

Elga Diminta Turun di ATC 2019, Pelatih Rekomendasikan Diganti Atlet 18 Tahun

Pebalap kelahiran Blitar, 20 Juni 2000, Wiji Lestari, mendapat rekomendasi dari sang pelatih, untuk menggantikan Ratu sepeda BMX putri Indonesia, Elga Kharisma Novanda yang masih menjalani pemulihan cedera pinggang, tampil dalam ajang Asian Track Championship (ATC) 2019. (mainsepeda.com)

Jakarta- Ratu sepeda BMX putri Indonesia, Elga Kharisma Novanda, masih menjalani pemulihan cedera pinggang yang menderanya sejak awal tahun. Namun, atlet 26 tahun ini sudah diminta turun dalam event Asian Track Championship (ATC) 2019, di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, pada 8-13 Januari. Pebalap kelahiran Malang, 14 November 1993 ini, diminta turun di nomor tim sprint putri bersama, Crismonita Dwi Putri. Keduanya memang menorehkan catatan waktu yang cukup baik di kejuaraan Track Asia Cup, September lalu. Dengan catatan waktu 34,862 detik, mereka diharapkan bisa mengulangi pencapaian tersebut. Ketua PB ISSI, Raja Sapta Oktohari mengaku, meski masih proses penyembuhan, ia yakin Elga bisa tampil prima di ATC 2019. “Saya tahu perkembangannya. Dipastikan nanti akan turun di Asian Track Championships 2019,” katanya. Namun, pendapat berbeda justru diutarakan oleh pelatih Elga, Nur Rochman. Rochman merasa, Elga harus diberi waktu untuk istirahat. Berdasarkan saran dokter, pemulihan pasca operasi setidaknya membutuhkan waktu minimal tiga bulan. Menurut Rochman, peran Elga sebaiknya digantikan oleh atlet junior, Wiji Lestari, yang pada Asian Games 2018, berhasil meraih perunggu di nomor BMX. Hal itu membuat Wiji kini dinilai layak mendampingi Crismonita. “Wiji memang harus membenahi beberapa teknik bersepeda. Dia itu memiliki power yang luar biasa, tapi dia harus bisa lebih efisien lagi, supaya tidak boros tenaganya,” jelas Rochman. Wiji, remaja kelahiran Blitar, Jawa Timur, 20 Juni 2000 ini menyumbang perunggu Asian Games bagi Indonesia, usai tampil di Pulo Mas International BMX Centre, pada Sabtu (25/8) dan membukukan waktu 40,788 detik. Ia kalah cepat dari Zhang Yaru (China, 39,843 detik) dan Kitwanitsathian Chuttikan (Thailand, 40,379 detik). Sebelum meraih perunggu Asian Games 2018, Wiji yang tinggal di Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, mengunci gelar juara kelas junior putri, dalam ajang International BMX Competition 2018, di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Juli silam. (Adt)

Pebulutangkis Cantik 18 Tahun Asal DKI, Lolos ke Babak 2 Kejurnas PBSI 2018

Tunggal putri DKI Jakarta asal klub PB Exist Jakarta, Eprilia Mega Ayu Swastika, sukses mengatasi Kyla Legiana Agatha, asal Jawa Barat, straight game, 21-17 dan 21-8, dalam laga babak pertama nomor perorangan Taruna U-19 Kejurnas PBSI 2018, pada Selasa (18/12). (PBSI)

Jakarta- Perhelatan ajang Tiket.com Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2018 resmi bergulir. Dengan dimulai menggelar laga babak pertama nomor perorangan Taruna U-19 pada Selasa (18/12). Tunggal putri DKI Jakarta, Eprilia Mega Ayu Swastika, memetik kemenangan saat menghadapi Kyla Legiana Agatha, asal Jawa Barat. Dalam laga yang berlangsung di Britama Arena, Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta Utara, Eprilia menang dua game, 21-17 dan 21-8. “Game pertama saya masih penyesuaian lapangan. Anginnya cukup kencang. Saya juga baru pertama bertemu dengan lawan ini. Game kedua saya sudah tahu dan lebih enak mainnya,” ungkap Eprilia usai laga. Pada Kejurnas PBSI 2018 kali ini, pilar dari klub PB Exist Jakarta itu menargetkan pencapaian maksimal sebagai juara. Ini dilakukan, agar gadis yang memulai karir di klub Garuda Tangkas Indramayu ini, kembali masuk jajaran skuat Pelatnas PBSI Cipayung, seperti pada 2016 lalu. “Keinginannya pasti pengen maksimal, bisa juara dan masuk ke Pelatnas lagi. Cuma jangan dijadikan beban. Saya akan berusaha yang terbaik saja di lapangan,” lanjut dara kelahiran Indramayu, 4 Juli 2000. Selanjutnya di babak dua, peraih medali perunggu Asean Schools Games 2018 lalu, akan menantang wakil Jawa Tengah berlabel unggulan dua, Virginia Sarce Runtukahu. Ini akan menjadi pertemuan pertama mereka dan Eprilia mengaku sudah banyak mempelajari lawannya itu. “Kami memang belum pernah ketemu. Tapi saya sudah pernah lihat mainnya dia. Udah tahu. Videonya juga sudah saya tonton. Besok tinggal siap aja di lapangan,” ujar atlet cantik berpostur tinggi semampai tersebut. (Adt)

Punya Velodrome Terbaik Dunia, Indonesia siap gelar Asian Track Series dan Asian Track Championship 2019

Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) menyatakan Indonesia siap menggelar event Asia Track Series 2019-2020, dan Asia Track Championship pada 2019, di Jakarta International Velodrome, Rawamangun. Velodrome ini dinobatkan sebagai satellite training center terbaik ke-empat di dunia, oleh The Union Cycliste Internationale (UCI). (tiwtter.com)

Jakarta- Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) menyatakan Indonesia siap menggelar Asian Track Series 2019-2020 dan Asian Track Championship pada 2019. “Indonesia siap menggelar Asia Track Championship 2019, di Jakarta International Velodrome, 8-13 Januari,” ujar Ketua PB ISSI, Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Senin. Menurut dia, perhelatan Asian Games 2018 serta Asian Para Games 2018 membawa dampak positif terhadap perkembangan olah raga balap sepeda di tanah air. “Salah satunya, yakni Indonesia jadi punya lintasan balap sepeda track salah satu yang terbaik di dunia,” ujar pria yang akrab disapa Okto itu. Dia menuturkan Velodrome Rawamangun dinobatkan sebagai satellite training center terbaik ke-empat di dunia, oleh The Union Cycliste Internationale (UCI) yang berbasis di Swiss. Velodrome ini makin terlihat mewah dengan fasilitas lengkap berkelas dunia, usai direnovasi untuk Asian Games 2018, serta menghabiskan dana U$ 40 Juta. Kehebatan Velodrome yang dibangun oleh maestro arsitek Velodrome Dunia asal Jerman, Ralf Schuman, yakni arena balap sepeda ini memiliki ciri khas speed tinggi. Selain Kejuaraan Asia Track Championship Januari 2019, PB ISSI selangkah lagi menggelar even Asia Track Series, bersama beberapa negara kuat Asia. Tercatat Jepang, Korea, Malaysia, India dan Kazakstan, siap tampil di dua series Asia Track 2019 di Jakarta International Velodrome Rawamangun. “Itu harus terjadi di bulan Januari tahun depan. Jadi kalau bisa, event itu berlangsung pada Januari 2019 hingga awal 2020. Kebetulan, Indonesia cuma dapat dua seri,” tegas Okto. Rencananya event ini akan diikuti oleh para pebalap terbaik dari 43 negara di Asia, yang merupakan anggota ACC (Asian Cycling Confederation). Event tahunan ACC ini akan melombakan sejumlah nomor, seperti Sprint, Pursuit, Points Race serta nomor lainnya. Tahun lalu, kejuaraan ini digelar di Malaysia. Kejuaraan itu juga dijadikan sebagai ranah pengumpulan poin bagi pebalap sepeda, sebagai persyaratan untuk berlaga di Olimpiade 2020. Sementara itu, berkaitan dengan persiapan para atlet, dia mengungkapkan sampai dengan saat ini, seluruh atlet masih terus berlatih secara rutin dan intensif. Terlebih, sambung dia, pemusatan latihan nasional (pelatnas) juga memfokuskan latihan untuk Olimpiade 2020 yang akan diselenggarakan di Tokyo, Jepang. “Asia Track 019 itu poinnya besar, jadi bisa untuk persiapan bagi atlet menuju olimpiade. Pelatnas pun juga sudah fokus dengan Olimpiade 2020,” pungkas Okto. Tujuan dari Asia Track Championship Januari 2019, dan dua Asia Track Series 2019 yang diakui UCI, akan menambahpoin setiap pebalap Asia yang ikut serta. Pengumpulan poin untuk kualifikasi Olympiade 2020, akan dimulai dari awal 2019 hingga awal 2020, atau sebelum batas akhir penutupan poin Kualifikasi Olympiade oleh UCI. (Adt)

Sinergi PB ISSI-Jakpro Kelola Velodrome Rawamangun, Cetak Atlet Berpretasi Dunia

Raja Sapta Oktohari (Ketua Umum PB ISSI/Kanan) dengan Dwi Wahyu Daryoto (Direktur Utama PT Jakarta Propertindo/Jakpro), saat melakukan proses penandatanganan nota kesepahaman pengelolaan Jakarta International Velodrome Rawamangun, pada Senin (17/12). (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar (PB) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) bersinergi dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro), dalam pengelolaan Jakarta International Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur. Sinergi antara kedua institusi itu dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman. Momen itu diwakili Raja Sapta Oktohari, sebagai Ketua Umum PB ISSI, dengan Dwi Wahyu Daryoto, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), pada Senin (17/12). Dwi mengatakan sinergi dilakukan sesuai permintaan Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) agar keberadaan Velodrome bisa menjadi sarana mencetak atlet-atlet berprestasi. “Seharusnya, keberadaan Velodrome ini, bisa mencetak atlet bertaraf internasional. Namun, Velodrome ini harus di maintenance dengan baik, meski biaya pemeliharaannya sangat mahal,” ujar Dwi. Diungkapkan Dwi, untuk pemeliharaan Velodrome, pihaknya mengeluarkan dana tak kurang dari Rp 1,2 miliar per bulan. “Biaya itu untuk listrik, keamanan dan kebersihan. Sedangkan Jakpro, mendapatkan penugasan mengelola Velodrome hingga Januari 2019,” lanjutnya. Dengan pengelolaan yang baik dan profesional, Dwi Berharap akan meringankan biaya perawatan, yang menelan biaya hingga miliaran rupiah tersebut. “Mudah-mudahan kerjasama ini akan menghasilkan suatu yang baik. Memang kami paham bahwa PB ISSI merupakan lembaga non pemerintah dan non profit, berbeda dengan Jakpro. Sehingga kami sepakat, bila Velodrome ini juga terbuka untuk publik,” tegas Dwi. Sementara itu, Okto menyebut penandatanganan nota kesepahaman ini adalah awal dari kerjasama PB ISSI dengan Jakpro, guna menekan biaya perawatan yang mencapai miliaran rupiah tersebut. “Velodrome ini memiliki fasilitas yang lengkap dan mewah, sehingga perawatannya pun harus istimewa, dan yang akan menggunakan Velodrome ini dikenakan biaya yang sangat mahal. Sehingga mereka tidak lagi meragukan kualitas disini,” terang putra dari Oesman Sapta Odang (OSO) itu. Dengan kualitas venue yang berlevel internasional, Okto menyebut tak menutup kemungkinan, jika beberapa atlet luar negeri akan melakukan training center di Velodrome ini, sebagai persiapan menuju Olimpiade 2020. “Ada beberapa negara mengontak kami guna menggelar training camp disini. Setelah kejuaraan Asian Track Championship pada 8-13 Januari 2019 di Velodrome ini, sebagian atlet dari negara peserta tidak kembali, tapi lanjut training camp,” tegas Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2011-2014 itu. (Adt)

Ratusan Atlet Pelajar Dunia Bersaing Dalam Kejuaraan Junior Golf Internasional 2018 di Jakarta

Ketua Umum PB PGI Murdaya Po (ketiga kanan) bersama Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Junior Golf Internasional, Andreas Tjahjadi (kedua kiri), bersama jajaran manajemen BRI, dalam jumpa pers Kejuaraan Junior Golf Internasional Tabungan BRI Junio Pondok Indah 2018, di Jakarta, pada Senin (17/12). (tempo.co)

Jakarta- Sebanyak 162 atlet junior dari 10 negara akan saling bersaing dalam Turnamen BRI Junio Internasional Junior Golf Championship 2018, yang berlangsung mulai 17-20 Desember. 126 peserta akan bertanding di lapangan golf Pondok Indah, sedangkan 36 peserta akan bertanding di lapangan golf Senayan. “Kami menggunakan dua lapangan golf sejak menggelar kejuaraan junior ini pada 2017 yakni Pondok Indah dan Senayan karena minat keikutsertaan yang tinggi dari peserta baik dari Asia ataupun Eropa,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan, Andreas Tjahjadi, di Jakarta, Senin (17/12). Turnamen BRI Junio Internasional Junior Golf Championship 2018 ini, terbagi dalam enam kelompok umur putra dan putri, yakni untuk kelompok umur A untuk peserta berusia 15-18 tahun, kelompok umur B untuk peserta berusia 13-14 tahun, kelompok umur C untuk peserta berusia 11-12 tahun. Dan kelompok umur D untuk peserta berusia 10 tahun, kelompok umur E untuk peserta berusia sembilan tahun, dan kelompok umur F untuk peserta berusia 7-8 tahun. “Para peserta itu berasal dari China, Filipina, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Prancis, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, dan Thailand,” kata Andreas. Turnamen tahun ini merupakan pergelaran ke-7 dan secara rutin berlangsung. “Turnamen ini digelar sebagai bentuk kepedulian PT Bank Rakyat Indonesia terhadap olahraga di Indonesia, khususnya golf,” kata Handayani, Direktur Konsumer Bank BRI. Sementara, lanjut Andreas, untuk peserta Indonesia yang turut bertanding bukan hanya dari Jakarta dan sekitarnya melainkan juga dari sebelas daerah. Mereka adalah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, dan Sumatera Utara. “Kami berharap kejuaraan yang diikuti para peserta berusia 18 tahun ini meningkatkan perkembangan cabang golf di berbagai daerah secara merata dan mendorong regenerasi atlet-atlet nasional,” kata Anderas. Ketua Umum PB Persatuan Golf Indonesia Murdaya Po mengatakan, kehadiran kejuaraan junior internasional itu menambah pengalaman bertanding dan meningkatkan kepercayaan diri para pegolf muda Indonesia. “Sehingga mereka terbiasa untuk berkompetisi dengan para pegolf dari negara lain,” katanya. (Adt)

Kejurnas PBSI 2018 Ajang Evaluasi Pembinaan Atlet, Juaranya Berhak Magang di Pelatnas Selama Enam Bulan

Tiket.com Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2018 menjadi ajang evaluasi pembinaan atlet, baik pusat dan daerah, sebab Kejuaraan ini merupakan level tertinggi, dan seluruh pemain terbaik yang berasal dari Indonesia, bakal bersaing di event tahunan ini. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menjadikan ajang Tiket.com Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2018, sebagai ajang evaluasi bagi pembinaan atlet, baik di pusat maupun daerah. Hal itu dikatakan Alex Tirta, Ketua Harian PP PBSI, di Jakarta, pada Senin (17/12). Menurutnya, Kejurnas merupakan puncak kegiatan dengan level tertinggi dan seluruh pemain terbaik di Indonesia akan bertanding. “Pengprov (Pengurus Provinsi) juga harus bisa melaksanakan Kejurprov berbasis sistim informasi dalam rangka mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya untuk bertanding di Kejurnas,” ujar Alex. Pria yang juga menjabat Ketua Pengprov PBSI DKI Jakarta itu, menyebut saatnya Pengprov memiliki program pembinaan berlandaskan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). “Supaya proses regenerasi bisa berjalan dengan efektif dan efisien,” lanjutnya Alex. Tiket.com Kejurnas PBSI 2018 bakal dihelat di Britama Arena, Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk Divisi Satu. Sedangkan Divisi Dua, akan berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Kedua event mulai bertanding pada 18-22 Desember ini. Deretan pemain top Indonesia akan berlaga membela klub mereka masing-masing, di antaranya Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, dan Greysia Polii. Mereka akan bermain di sektor beregu campuran Divisi Satu. Untuk kelompok dewasa, Kejurnas secara bergantian setiap tahunnya mempertandingkan nomor perorangan dan beregu. Pada tahun genap, memainkan nomor beregu, sedangkan tahun ganjil mempertandingkan nomor perorangan. Sedangkan kelas Taruna U-19, setiap tahunnya akan melangsungkan nomor perorangan. Selain terbagi menjadi menjadi dua kelompok usia (KU), Kejurnas ini terdiri dua divisi, yakni Divisi Satu dan Divisi Dua. Tiga ketentuan peserta yang masuk ke Divisi Satu adalah klub bulutangkis yang memiliki kontribusi besar mengirim atletnya ke Pelatnas PBSI. Ketentuan lain, yakni atlet atau klub, yang sanggup memberi gelar juara satu dan dua, pada Kejurnas tahun sebelumnya. Dan syarat terakhir, atlet tunggal dan ganda yang berada di ranking 30 besar, dihitung dari satu bulan sebelum Kejurnas. Klub-klub bulu tangkis yang masuk Divisi Satu, adalah Jaya Raya Jakarta, Djarum Kudus, Mutiara Cardinal Bandung, SGS PLN Bandung, Exist Jakarta, Berkat Abadi Banjar Baru, dan PBAD Bandung. Sedangkan kategori perorangan taruna, atlet yang masuk Divisi I adalah atlet-atlet dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kemudian, pertandingan beregu campuran dewasa Divisi Dua, akan mempertandingkan sembilan klub bulu tangkis yaitu Banda Baru Batam, Menang Kalah Sehat Singaraja, Elang Yogyakarta, Tunas Jaya Kasturi Jambi, Kamajaya Merangin, Sentra Banjarmasin, Jaya Raya Satria Sleman, PBSI Pangkalpinang, dan Icli Gowata Sungguminasa. Juara kategori taruna dan Divisi Satu di ajang ini, berhak magang di Pelatnas Cipayung selama enam bulan. “Hanya juara yang boleh magang di Pelatnas PBSI. Sekaligus memantau bibit potensial dan menilai kelayakan kandidat untuk bergabung di Pelatnas,” terang Susy Susanti, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI. “Pasti ada proses dari pengumpulan poin dari hasil prestasi selama setahun, yang puncaknya adalah di Kejurnas ini. Juara kelompok Taruna Divisi Satu bisa dipastikan lolos ke Pelatnas dan dinilai lebih lanjut dari semua kriteria. Baik fisik, teknik, karakter, disiplin, maupun daya juang,” tambah istri Alan Budikusuma itu. Disisi lain, Ahmad Budiharto, Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas PBSI 2018, berharap gelaran ini dapat berjalan lancar dan sukses. “Klub yang bertanding bisa bersaing untuk meraih gelar juara, dan pecinta bulutangkis bisa menyaksikan pertandingan kelas dunia di Kejurnas 2018 ini,” tukas Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI itu. Sementara itu, untuk harga tiket pertandingan Kejurnas PBSI 2018 di Britama Arena pada 18-20 Desember adalah Rp 50 ribu. Sedangkan harga tiket pada 21-22 Desember sebesar Rp 75 ribu untuk kelas reguler dan Rp 150 ribu untuk kelas VIP. (Adt)

Hapus Piala Asia U-16 Dan U-19, AFC Gelar Format U-17 dan U-20

Komite Kompetisi AFC merekomendasikan mengubah format Piala Asia U-16 dan U-19, menjadi Piala Asia U-17 dan U-20, mulai 2023. Hal ini mengacu kepada kategori usia FIFA dan gelaran Piala Dunia kelompok umur yang ada. Tammpak winger timnas Indonesia U-19, Todd Rivaldo Fere (22/putih), saat tampil di ajang Piala Asia U-19 2018, di Jakarta. (Pras/NYSN)

Kuala Lumpur- Komite Kompetisi Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) merekomendasikan untuk mengubah kategori usia kompetisi kelompok umur, di bawah naungan mereka. Ada dua kompetisi kelompok umur yang menjadi fokus AFC sejauh ini, yakni Piala Asia U-16 dan U-19. Berdasarkan rapat Komite Kompetisi AFC, yang digelar di Muscat, Oman, dua kompetisi itu sudah diajukan diubah menjadi Piala Asia U-17 dan U-20. Itu mengacu kepada kategori usia FIFA dan gelaran Piala Dunia kelompok umur yang ada, yakni Piala Dunia U-17 dan U-20. “Tim Gugus Tugas merasa ada kebutuhan untuk mengubah struktur untuk membantu pengembangan pemain. Mereka juga menekankan perlunya pemeriksaan integritas lanjutan dan pemain muda yang akan diminta untuk menandatangani kontrak dan menjalani tes MRI, sesuai dengan praktik saat ini,” tulis AFC, dalam rilis resmi akhir November lalu. Piala Asia U-17 dan U-20 dengan format baru, akan berlangsung di tahun yang sama dengan turnamen FIFA, dan akan disesuaikan dengan kualifikasi pada tahun sebelumnya. Edisi pertama kejuaraan ini dimulai dengan kualifikasi pada 2022, dan putaran final pada 2023, guna memberi waktu bagi anggota asosiasi untuk lebih banyak melakukan persiapan. Event untuk pemain junior Piala Asia U-19 2018 yang digelar di Indonesia, memunculkan Timnas Arab Saudi sebagai juara. Sedangkan untuk Piala Asia U-16, yang berlangsung di Malaysia, dimenangkan oleh Jepang. (Adt)

Tim Junior Jadi Bintang, Jabar Pimpin Perolehan Medali Kejurnas Arung Jeram R6 2018

Tim arung jeram Jawa Barat (Jabar) tengah bertanding dalam Kejurnas Arung Jeram R6 2018 di Sungai Ciwulan, Tasikmalaya. Hingga Sabtu (15/12), mereka memimpin dengan 11 medali emas, 3 perak, dan 3 perunggu. (pikiran-rakyat.com)

Tasikmalaya– Tim arung jeram Jawa Barat terus mendominasi perolehan medali emas Kejuaraaan Nasional (Kejurnas) arung jeram R6 2018, di Sungai Ciwulan, Tasikmalaya yang berlangsung 13-16 Desemeber. Pada Sabtu (15/12), Jawa Barat (Jabar) telah mengantongi 11 medali emas, 3 perak dan 3 medali perunggu. Unggul jauh atas Jawa Tengah (Jateng) di peringkat kedua, dengan 8 medali emas dan satu medali perak. Disusul DKI Jakarta di peringkat ketiga dengan dua medali emas. Lalu keempat ada NTB, dengan satu medali emas dan satu perunggu. Dan kelima, ada DI Yogyakarta dengan satu medali emas. Sebelumnya, pada Jumat (14/12) malam, Jabar meninggalkan kontingen lain dengan tujuh emas. Lalu merek makin mendominasi usai menambah empat emas pada Sabtu (15/12). Empat emas tambahan diraih oleh tim master R6 men, dengan raihan total poin 600, unggul atas DIY Yogyakarta di peringkat kedua dengan 528 poin. Sementara medali perunggu diraih oleh Sumatera Barat dengan 474 poin. Emas kedua didapat tim Jabar Youth R6 women. Jabar mengantongi 576 poin, disusul Jateng 552 poin, serta Sumatera Barat dengan 475 poin. Emas ketiga diraih oleh youth R6 men yang juga meraih 600 poin, Aceh (501 poin), lalu peringkat ketiga Jateng juga 501 poin. Emas keempat diraih oleh tim Jabar junior women. Mereka mengantongi 300 poin, disusul DKI Jakarta 264 poin dan Sumatera Barat 237 poin. Seusai laga pelatih open dan junior men Jabar, Insan Caldera mengaku puas dengan performa tim Jabar. “Di kategori slalom, kontingen kami memborong 4 emas 1 perak dan 1 perunggu. Kategori slalom adalah jenis lomba yang membutuhkan keahlian dan ketepatan manuver perahu dalam melewati gawang, jadi pengalaman dan skill yang mumpuni, sangat berpengaruh dalam kategori ini selain power,” ucap Insan. Menurut dia, pengalaman yang matang dimiliki tim Jabar, karena atletnya sering mengikuti kejuaraan dunia. Tentu dengan pengalaman yang banyak semakin mempermudah Jabar mempertahankan juara umum Kejurnas 2018. “Kami sering mengikuti beberapa kejuaraan, termasuk kejuaraan dunia. Ini membantu Jabar meraih medali, di hari ketiga ini,” tuturnya. Hal senada dikatakan pelatih Jabar, Wawan Purwana. Menurut dia, kemenangan tim Jabar adalah hasil dari proses pembinaan yang terus menerus dan berkesinambangun. “Nomor Slalom ini adalah nomor paling bergengsi, di antara nomor lainnya, yakni Sprint, Head to Head dan Down River Race. Slalom itu nomor teknis. Tim Putri mempunyai basis latihan di Sungai Citarik, Sukabumi, dan tim putra mempunyai basis latihan di Sungai Citarum, Rajamandala,” katanya. Namun, kata dia, prestasi mereka ini kurang dukungan dari pihak terkait. Seperti yang dialami oleh tim yang berasal dari Citaru, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tim ini terpaksa tampil tanpa mendapat dukungan sama sekali dari KONI KBB. (Adt)

Jakarta Garuda, Klub ‘Milenial’ Bentukan PBVSI Diisi Pemain Usia Belasan Tahun

Tim Jakarta Garuda dibentuk oleh PP PBVSI untuk tampil bertanding di perhelatan Proliga 2019. Tim yang disesaki pemain berusia 16-20 tahun, disiapkan tampil di Asian Games 2022 di Hangzhou, Zhejiang, Tiongkok. (pbvsi.or.id)

Gresik- Dua klub baru di sektor putra menghiasi perhelatan Proliga 2019, Sidoarjo Aneka Gas dan Jakarta Garuda. Kedua tim sama-sama bermaterikan pemain muda. Aneka Gas adalah klub yang berafiliasi dengan Samator. Klub yang dibentuk menjelang Proliga 2019 itu, merupakan ‘saudara muda’ tim Surabaya Bhayangkara Samator. Pemain Aneka Gas juga berisikan pemain usia muda dan pelapis Samator. Sementara, Jakarta Garuda punya latar belakang yang berbeda. Meski disesaki pemain berusia 16-20 tahun, namun, Garuda dibentuk oleh PP PBVSI. Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty, menuturkan klub itu didirikan untuk mencari bibit pemain muda. “Kami menyiapkan pemain masa depan, untuk menghuni timnas putra. Kami mencari dari berbagai daerah lewat Livoli, atau kejuaran junior antar-klub. Hampir semua pemainnya berusia belasan stahun,” kata Hanny yang juga menjabat Ketua V Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI itu, dikutip Bola.com, pada Sabtu (15/12). Para pemain Garuda diambil dari beberapa klub lokal di berbagai daerah. Mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta semuanya ada. Selain seleksi, sistem pemilihan pemain juga berdasarkan rekomendasi klub lokal. Mayoritas pemain Jakarta Garuda belum berpengalaman. Dari 14 pemain, hanya dua yang berusia di atas 20 tahun. Keduanya adalah kapten Mahendra Rikha Buana, setter asal PBV AU itu (31 tahun) dan pemain asing asal Malaysia, Sim Jian Qin (23 tahun). “Tujuan utama Jakarta Garuda adalah melakukan pembinaan pemain muda. Fenonema di klub Proliga itu menjadikan pemain muda sebagai cadangan. Tapi di sini, mereka jadi pemain utama,” imbuh Hanny. Disisi lain, Manajer tim Jakarta Garuda, Reginald Nelwan menargetkan, tim hasil bentukan selama dua bulan sejak Asian Games 2018 bisa menembus babak final four. Selama dua bulan itu, PBVSI melakukan penyaringan dan mengolah tim berisikan kumpulan pemain dari 8 klub berbeda. “Harapannya anak-anak muda ini bisa main lepas dan menimba pengalaman, karena di usia mereka ini, sangat sulit mendapatkan jam terbang di klub lamanya. Kami incarnya bisa masuk final four,” ujar pria yang disapa Regi ini. Sejauh ini, Garuda memang belum berbicara banyak di Proliga 2019. Mereka sudah dua kali bertanding, melawan finalis musim lalu, yaitu Surabaya Bhayangkara Samator dan Palembang Bank Sumsel Babel. Hasilnya Garuda selalu kalah. Meski kalah, klub arahan Eko Waluyo itu berusaha tampil maksimal dan sempat menyulitkan lawan. Saat menghadapi Bank Sumsel, mereka memaksa pertandingan dimainkan sampai lima set. Sayangnya, Garuda kalah 2-3 dari runner-up dua musim terakhir itu. Melawan Samator, Garuda sudah terlihat akan kalah, lantaran takluk pada dua set pertama. Namun, di set ketiga mereka berhasil bangkit dan unggul. Lagi-lagi, mereka menyerah 1-3 dari sang juara bertahan. Kendati demikian, Garuda menunjukkan permainan yang apik dan bisa memberikan kejutan di Proliga 2019. Regi pun optimis tim tersebut bisa melaju lebih jauh. “Kalau sudah begini, saya pikir kami bisa menarget final four pada musim ini. Saya pikir itu target yang realistis. Tapi, kalau untuk melaju ke final sepertinya sulit. Kami juga tahu diri,” ucap Regi, yang juga Wakil Ketua V Ketua V Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI itu. Rencananya, skuad Jakarta Garuda akan dipersiapkan untuk menyongsong ajang Asian Games 2022 di Hangzhou, Zhejiang, Tiongkok. “Dengan waktu empat tahun, mereka sudah cukup untuk matang untuk berlaga di Asian Games 2022,” terang Hanny. Lantas, apakah PP PBVSI juga punya rencana mendirikan klub putri juga? Hanny menyatakan pembentukan tim putri sudah masuk agenda. “Ada sedikit perbedaan antara pevoli putra dan putri. Kalau putra, stoknya banyak dan kami bisa mencari dengan mudah. Mulai dari tarkam sampai klub pembinaan pun ada,” ucap Hanny. “Lain halnya dengan pevoli putri. Stoknya sedikit dan tak banyak klub yang memilikinya. Makanya, kami harus bekerja ekstra dan lebih keras untuk mengumpulkan itu. Mudah-mudahan, tahun depan kami bisa membentuk klub putri itu,” pungkasnya. (Adt)

Indonesia dan Malaysia Bawa Pulang Dua Gelar, Leo/Indah Kampiun Bangladesh International Challenge 2018

Mimpi meraih gelar di kejuaraan bulutangkis Bangladesh International Challenge (BIC) tuntas diwujudkan duet campuran, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil, usai menang straght game dari unggulan dua asal Malaysia, Hoo Pang Ron/Cheah Yee See, dengan skor 21-16, 21-15. (thejakartapost.com)

Dhaka- Mimpi meraih gelar di kejuaraan bulutangkis Bangladesh International Challenge (BIC) tuntas diwujudkan duet Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil. Berlaga di partai final ganda campuran, pada Sabtu (15/12), di Shaheed Tadjuddin Ahmed Indoor Stadium, Dhaka, Bangladesh. Tampil selama 38 menit, mereka sukses mengandaskan unggulan dua, Hoo Pang Ron/Cheah Yee See asal Malaysia. Atlet muda Merah Putih pemegang gelar juara dunia junior 2018, menang straght game dengan skor 21-16, 21-15. Penampilan Leo/Indah di turnamen berhadiah total 25 ribu dollar Amerika Serikat (AS) itu sangat gemilang. Sebelumnya, mereka menyudahi dua dobel unggulan, yakni Georges Julien Paul/Aurelie Marie Elisa Allet (2) asal Mauritius, di fase 16 besar (21-5, 21-7), dan wakil India unggulan satu, Venkat Gaurav Prasad/Juhi Dewangan (21-19, 21-13). Usai laga, Indah dan Leo mengaku senang dan tak menyangka membawa pulang gelar juara dari Bangladesh. “Jika masuk final, saya targetnya ingin juara. Alhamdulillah bisa mencapai target itu,” ujar Indah, dikutip situs resmi PB Djarum, pada Sabtu (15/12). Pebulutangkis 16 tahun itu, mengaku jika start yang bagus menjadi kunci kemenangan di final. Selain itu, lanjut Indah, dirinya dan Leo memiliki inisiatif untuk memegang poin lebih dahulu. “Mainnya harus nyerang, karena lawan juga bola serangannya bagus, jadi kami tak mau kalah,” jelasnya. Hasil positif ini jadi modal berharga bagi mereka guna menghadapi turnamen berikutnya. “Semoga bisa mempertahankan gelar di turnamen-turnamen berikutnya. Karena mempertahankan itu lebih sulit daripada meraih,” cetus Indah. Di sektor ganda putra, Indonesia juga sukses meraih gelar. Leo yang berpasangan dengan Daniel Marthin tampil perkasa di partai pamungkas, di venue yang sama, Dobel Merah Putih yang menempati ranking 241 itu, unggul straight game dari Supak Jomkoh/Wachirawit Sothon (Thailand), dengan skor 21-16, 21-11, dalam tempo 39 menit. Sayang, tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani (7) gagal mengikuti jejak rekannya di ajang ini. Pemain besutan PB Exist itu takluk di tangan wakil Vietnam Thuy Linh Nguyen, unggulan satu, dalam pertarungan dua gim langsung. Dara kelahiran Jakarta, 20 Juli 2002 itu, kalah dengan skor 18-21, 19-21, pada pertandingan yang memakan waktu selama 40 menit. Serupa dengan Indonesia, Negeri Jiran Malaysia juga berhasil membawa pulang dua gelar, masing-masing dari sektor tunggal putra dan ganda putri. Teck Zhi Seo, tunggal putra unggulan enam itu menghentikan wakil Vietnam, Cao Cuong Pham, unggulan satu, straight game, dengan skor 21-17, 21-17 (31 menit). Dan, ganda putri, Vivian Hoo/Yap Cheng Wen, unggulan satu, hanya butuh 30 menit melibas unggulan dua, Aparna Balan/Sruthi K.P asal India, straight game, dengan skor 21-14, 21-13. (Adt)

Sambangi Spanyol, Striker Timnas U-16 Foto Bareng Luis Milla dan Fernando Hierro

Bintang Timnas U-16, Rendy Juliansyah (paling kanan), bertemu dengan mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla dan legenda Real Madrid, Fernando Hierro, di Spanyol, pada Jumat (14/12). Momen ini diunggah oleh Milla di akun instagram pribadinya. (instagram)

Jakarta- Bintang Timnas U-16, Rendy Juliansyah bertemu dengan mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla dan legenda Real Madrid, Fernando Hierro, di Spanyol, Jumat (14/12). Pertemuan Rendy dengan Milla ini diunggah oleh agen pemain, Muly Munial, di instagram story, Jumat (14/12). Selain bertemu Milla bersama Muly, juga tampak eks Sekjen PSSI, Ade Wellington. Putri Luis Milla, Paulita Milla terlihat bergabung dalam pertemuan tersebut. Pada foto yang diunggah oleh Muly di instagram story itu, mereka bertemu di sebuah restoran. Selain Muly, Milla juga mengunggah momen itu di akun instagram pribadinya. “Pertemuan yang menyenangkan terjadi di Real Madrid dengan orang-orang spesial yang saya hargai. Selalu menyenangkan dan senang bertemu dengan kalian lagi,” tulis Milla. Belum diketahui apa tujuan dari pertemua Rendy dengan Milla tersebut. Rendy saat ini sedang mencoba keberuntungan untuk bermain di Leganes. Pada bulan November lalu, Rendy mengatakan sedang mengurus visa untuk bisa berlatih di Spanyol. “Niatnya awal Desember, sekarang lagi urus visa. Desember berangkat ke leganes, statusnya saya bersekolah di sana” kata Rendy Juliansyah di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (16/11). Dia pun menjelaskan alasannya untuk gabung ke Leganes, yakni berawal dari ketertarikan pihak klub. “Ada tawaran dari Leganes, bos Muly (Munial) juga bilang tertarik. Jadi, saya akan coba kesana, tetapi kurang tahu saya akan berapa lama di sana,” ujarnya menambahkan. Selain Leganes, sebenarnya juga ada klub asal Belgia dan Italia yang menyatakan minat terhadapnya. “Dari Belgia ada juga tetapi statusnya trial atau masih dicoba, ketertarikan dari Italia juga ada. Tapi saya pilih ke Leganes dulu, baru nanti coba ke level lebih atas lagi,” tuturnya. Rendy memang jadi salah satu pemain muda potensial yang berhasrat menimba ilmu di klub Eropa. Sebelumnya, ia juga dikabarkan tengah menjalin komunikasi dengan klub asal Belgia dan Italia. Nama Rendy melejit bersama Timnas Indonesia U-16. Pemain kelahiran Jakarta, 22 Juli 2002 ini, mencetak dua gol saat Indonesia menghadapi Kepulauan Mariana Utara di ajang Kualifikasi Piala Asia U-16, September lalu. Ia pun tampil sebagai top skorer dengan mencetak enam gol saat Timnas U-16 mengikuti turnamen Tien Pong Plastic Cup 2017, di Vietnam. Indonesia juga keluar sebagai juara pada turnamen itu. Selain itu, Rendy juga kerap menjadi andalan pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini lantaran bisa ditempatkan di berbagai posisi. Selain menjadi striker, Rendy juga kerap bermain sebagai gelandang untuk kebutuhan strategi tim yang dibuat pelatih. (Adt)

Perjuangan Keras FM Mohamad Ervan Melawan Tiga Grandmaster Berturut-Turut di di Kejuaraan Asia 2018

Pecatur Indonesia, FM Mohamad Ervan (kanan/kaos merah) berhasil menaklukkan GM Super dari China, GM Wang Hao (2730), sekaligus unggulan pertama 17th Asian Continental Chess Championship, yang berlangsung di Makati, Filipina. (tribunnews.com)

Makati- Partai babak kedua 17th Asian Continental Chess Championship di Makati, Filipina, ditutup dengan hasil mengejutkan dari tim Indonesia. FM Mohamad Ervan berhasil menghentikan GM Super dari China, GM Wang Hao (2730). Kemenangan itu diraih melalui adu taktik yang luar biasa di antara keduanya. “Kemenangan Ervan atas Wang Hao bukanlah kemenangan kebetulan. Pertarungannya berjalan ketat, penuh adu strategi, serta taktik. Bahkan, pada langkah ke-16 Ervan harus menyerahkan kualitas bentengnya, untuk ditukar Gajah lawan,” ujar Krisitianus Liem, Kapten Tim Catur Indonesia, Jumat (14/12). “Tapi, Ervan mendapat kompensasi penguasaan diagonal panjang b1-h7, dengan Menteri dan Gajahnya. Wang Hao yg tipe penyerang dan suka bangunan liar, tak mau bermain pasif dan bertahan. Kondisi ini menguntungkan Ervan karena terjadi perang terbuka, adu taktik,” tambahnya. Kristianus juga menjelaskan keunggulan tim Indonesia adalah kemampuan membaca taktik. Hal ini membuat Wang Hao terseok-seok. Pada langkah ke-32, saat Menteri Ervan masuk ke petak e6, menyerang Benteng Hitam di d7, seharusnya Wang memaksa pertukaran Menteri dengan skak. Dan petak g6 saat permainan, akan berjalan imbang lagi. Tak diduga, Wang justru memilih menumpuk Benteng ld lajur-d menyerang bidak d2. Pada saat itulah, Ervan nekad mengorbankan Gajahnya di petak g7. Langkah kejutan ini yang membuat Wang tak menyangka, sehingga tak ada pilihan selain ia harus memakan gajah. “Wang menjalankan 32. Bfd8. Dalam waktu pikir kurang dari semenit, Wang tak menyangka bakal ada korban Gajah. Terpaksa, ia menutup skak dengan Menterinya. Sebab jika Raja mundur ke f8, akan datang mat dalam satu langkah. Andai mundur ke h8, bisa terjadi mat dalam tiga langkah,” papar Kris. “Wang harus menyerah disini, karena posisi Gajahnya di petak c5, bakal lenyap dengan posisi tanpa harapan sama sekali. Sungguh penyelesaian yang indah. Ini sungguh layak disebut masterpiece!,” imbuhnya. Sayang, langkah Ervan tak bertahan lama. Usai tampil cemerlang di dua babak awal, saat menahan remis GM M. Amin Tabatabaei (2587) dari Iran, dan melibas unggulan utama GM Wang Hao (2730), pemuda kelahiran Probolinggo, 15 Mei 1992, akhirnya takluk dari unggulan ketiga, GM Le Quang Liem (2714) dari Vietnam. “Liem yg kelelahan ketika tiba di Filipina, usai tampil di “PON”nya Vietnam, ternyata sudah pulih. Ia menekuk Ervan, lewat langkah strategis yang halus sepanjang 45 langkah,” ujar Kris. “Keberuntungan” Ervan belum selesai. Babak keempat nanti, Ervan kembali melawan pecatur GM, kali ini dari Kazakhstan, Rustam Khusnutdinov (2470). Pada babak Ketiga, Rabu (12/12), tim Indonesia terpaksa harus berhadapan dengan rekan senegaranya. Tak ada pilihan, cepat atau lambat pertarungan sesama negara memang bisa saja terjadi, jadi siapa yg terkuat akan melaju lebih jauh. Ternyata Megaranto mengalahkan Sean, sedang Citra mengalahkan Aay. Sayangnya, pecatur Indonesia yang berjumpa pecatur negara lain, tak satupun meraih kemenangan. IM Yoseph Theolifus Taher (2454) harus puas bermain remis melawan pecatur tuan rumah nongelar, Michael Concio Jr. (1991), setelah bertarung 43 langkah. “Yoseph yang pegang Hitam tak mendapatkan keunggulan di tahap pembukaan, bahkan cenderung jelek. Walau memiliki gelar, rating, dan pengalaman tanding lebih baik, upaya Yoseph mengolah permainan tengah dan permainan akhir, hanya menghasilkan remis,” Jelas Kris. “Yang lebih tragis, dialami IM Novendra Priasmoro (2483). Ia ditaklukkan pecatur senior Filipina, IM Roderik Nava (2392). Kekalahan Novendra dipicu pengetahuan opening yang rendah,” pungkasnya. (Adt)

Taklukan Unggulan Satu, Juara Dunia Junior 2018 Leo/Indah Kunci Tiket Final Bangladesh International Challenge

Duet Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil, menghadirkan kejutan usai mengalahkan unggulan satu asal India, Venkat Gaurav Prasad/Juhi Dewangan, straight game, 21-19, 21-13, di semifinal Bangladesh International Challenge 2018, pada Jumat (14/12). (PB Djarum)

Dhaka- Duet Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil secara mengejutkan menaklukkan unggulan satu asal India, Venkat Gaurav Prasad/Juhi Dewangan, di babak semifinal kejuaraan bulutangkis level junior, Bangladesh International Challenge (BIC) 2018, pada Jumat (14/12). Melakoni laga di Shaheed Tadjuddin Ahmed Indoor Stadium, Dhaka, Bangladesh, peraih gelar juara dunia junior 2018 di Kanada itu, tanpa kesulitan menghentikan perlawanan Venkat/Juhi, dalam waktu 28 menit, straight game, dengan skor 21-19, 21-13. Indah mengungkapkan bila dirinya dan kolega menerapkan strategi yang berbeda dari pertandingan sebelumnya pada laga ini. “Mainnya harus sabar. Tadi lawannya berbeda dari lawan yang sebelumnya, polanya juga beda, jadi harus rubah mainnya tak seperti kemarin,” ujar Indah, usai laga dikutip situs resmi PB Djarum, pada Jumat (14/12). “Pokoknya tetap fokus jangan sampai lengah, pointnya dipegang terus jangan sampai ketinggalan,” tambah pemain kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 16 Maret, 16 tahun silam itu. Kendati telah mengunci tiket final, namun Indah mengakui bila dirinya dan Leo, masih belum puas dengan hasil positif yang diraihnya ini. Pemain besutan PB Djarum Kudus itu berharap bisa naik podium dan meraih gelar juara di turnamen berhadiah total 25 ribu dollar Amerika Serikat (AS) itu. “Belum puas, dan nggak boleh cepat puas, masih pingin juara,” cetusnya. Namun, untuk bisa mewujudkan mimpinya itu bukan perkara mudah bagi Leo/Indah. Sebab, mereka harus bisa menjegal dobel Malaysia Joo Pang Ron/Cheah Yee See, di partai pamungkas, pada Sabtu (15/12). “Lawan di final lumayan kuat. Saya sama Leo harus lebih siap dari mereka, soalnya belum pernah ketemu. Jadi, kami sama-sama tidak tahu mainnya gimana,” tukas Indah. Sementara di sektor ganda putra, Leo yang berpasangan dengan Daniel Marthin, kembali mengukir kejutan dan lolos ke final. Bersama Daniel, pemuda kelahiran Klaten, 29 Juli 2001 ini menekuk dobel gado-gado unggulan dua, Kona Tarun/Lim Khim Wah (India/Malaysia), dalam drama tiga gim, dengan skor 17-21, 21-14, 21-8, selama 64 menit. Di final, Leo/Marthin akan beradu taktik dan strategi di lapangan kontra wakil Thailand, Supak Jomkoh/Wachirawit Sothon. Hasil positif juga didapat dari sektor tunggal putri. Putri Kusuma Wardani, unggulan tujuh, berhasil menjejak ke partai puncak. Dara kelahiran Jakarta, 20 Juli 2002 ini, melibas kompatriotnya, Yasnita Enggira Setiawan, straight game, dengan skor 21-8, 21-19. Perang saudara itu menelan waktu 43 menit. Di final, pemain besutan PB Exist Jakarta itu, akan menantang Thuy Linh Nguyen, unggulan satu asal Vietnam. (Adt)

Dua Remaja 18 Tahun Indonesia Merumput di Liga Spanyol, Enam Pemain Muda Lainya Tunggu Lisensi Resmi

Pemain asal Balikpapan, Kalimantan Timur, Helmy Putra Damanik, resmi masuk starting line up tim CIA Palencia A, yang bermain di Liga Nasional U 18 Division de Honor, di Spanyol, melalui proyek Vamos Indonesia. (tempo.co)

Jakarta- Di tengah maraknya isu-isu miring sepakbola Indonesia, masih ada berita kabar gembira muncul dari Spanyol. Pemain asal Balikpapan, Kalimantan Timur, Helmy Putra Damanik, resmi masuk starting line up tim CIA Palencia A, yang bermain di Liga Nasional U 18 Division de Honor, di Spanyol, melalui proyek Vamos Indonesia. Striker 18 tahun yang sempat bermain untuk Persiba Balikpapan dan berpostur 186 cm ini, dinilai sangat ideal untuk masa depan sepak bola Indonesia. Juvenille A Division Honor adalah kasta Liga tertinggi untuk U 18, di Liga Spanyol. Semua pemain besar di Spanyol, pernah merasakan sentuhan liga prestise ini. Lionel Messi, Andres Iniesta, Luis Milla, Xavi Hernandez, Fernando Tores, Pep Guardiola, dan banyak lagi adalah alumni dari liga ini. CIA Palencia A bergabung dalam Castille de Leon Provincial, termasuk Real Madrid U-18, Atletico Madrid U-18, Leganes U-18, dan lain-lain. Helmy bisa tampil, setelah beberapa minggu lalu mendapatkan kartu Ficha. Kartu Ficha adalah bentuk pengajuan resmi REF (Federasi Sepakbola Spanyol), bagi orang asing yang ingin berkarir di Liga Spanyol. Tanpa Ficha, pemain bola manapun tidak akan bisa bermain di Liga Resmi Spanyol. Saat ini, masih ada 6 anak Indonesia di Palencia Academy, yang sedang menunggu Ficha, untuk bisa “resmi” bermain di Liga Pemuda Spanyol. Mereka tergabung dalam proyek Vamos Indonesia. Proyek ini sepenuhnya didanai perorangan, untuk melahirkan pemain muda berbakat Indonesia yang bisa bermain di liga-liga profesional, terutama di Eropa. Untuk tahap awal, Spanyol dipilih, karena memiliki kelengkapan sekolah akademi bola terbaik bagi anak usia muda. Sebelum Helmy, sudah ada anak Indonesia lainnya yang juga telah mendapatkan kartu Ficha, dan merumput di Liga U-18 Provincional, satu level dibawah kasta Liga U-18 division de honor, yaitu Muhammad Reza Kusuma. “Selamat buat Helmy dan Reza, Terus meningkatkan prestasi dan menambah pengalaman bertanding sehingga kelak memperkuat Tim Nasional Indonesia yang mampu bersaing di kancah regional, Asia dan Dunia,” kata Fanny Riawan, selaku Program Director Project Vamos Indonesia di Jakarta, pada Senin (10/12). Selain Helmy dan Reza, ada enam pemain lainnya yang masih berjuang untuk mengikuti jejak keduanya. Yakni, Romzy (18 tahun/sayap kanan), Rafly (17 tahun/bek kanan), Nico (17 tahun/striker), Affasha (17 tahun/bek Tengah), Risyad (17 tahun/bek Tengah), dan Afghan (17 tahun/gelandang serang) Program Vamos Indonesia, kata Fanny, sengaja diluncurkan dengan tujuan mencetak pemain berkualitas melalui kompetisi yang baik dan berkualitas. Apalagi, tujuan awal pendirian Program Vamoss Indonesia membantu PSSI dalam mengangkat prestasi sepakbola Indonesia. “Usia emas pemain sepakbola itu dari 16-19 tahun. Mereka harus tampil minimal sebanyak 30 kali per tahun dalam kompetisi, sesuai standar FIFA. Tanpa liga yang bagus semua kelompok umur hingga U 19, pasti sulit muncul talenta muda yang siap menggantikan pemain senior,” ujarnya, soal program pengiriman pesepak bola muda ke Liga Spanyol U-18. (Adt)

Dorong Atlet Muda di SEA Games 2019, Juara Dunia Asal Palu Fokus Cari Poin Olimpiade Tokyo

Juara dunia speed world record Wujiang 2018, China, Aspar Jaelolo, mengaku dirinya tak akan tampil dalam ajang multievent SEA Games 2019 Filipina. Ia memilih untuk fokus mengumpulkan poin, menuju Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. (app.kurio.co.id)

Jakarta- Juara dunia speed world record Wujiang 2018, China, Aspar Jaelolo, mengaku dirinya absen di ajang SEA Games 2019 Filipina. Hal itu bukan tanpa alasan, sebab atlet kelahiran Wani, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, 24 Januari 1988 itu, akan fokus mengumpulkan poin menuju Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. “Kalau saya pribadi, tidak akan tampil di SEA Games 2019. Tapi, misalkan FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) mengharuskan tampil, maka saya akan siap turun,” ujar Aspar, di Jakarta, pada Selasa (11/12). “Federasi menginginkan atlet yang lebih muda. Itu juga harapan saya. Supaya ada regenerasi. SEA Games itu lingkupnya Asia Tenggara, sehingga atlet muda harus diberi kesempatan untuk tampil,” lanjutnya. Ia mengungkapkan bila cabang olahraga panjat tebing masih diperdebatkan apakah bisa dipertandingkan di SEA Games 2019. “Di Asia Tenggara, Indonesia masih terkuat di cabang olahraga (cabor) panjat tebing. Sedangkan, tuan rumah punya kebijakan memasukan cabor yang jadi unggulannya. Tapi, karena panjat tebing sudah masuk Olimpiade, ya tuan rumah wajib memasukan cabang ini,” terang peraih medali perak Asian Games 2018, dalam nomor speed relay putra itu. Kedepan, harapannya, tegas Aspar, tim Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020, bisa mendapatkan poin penuh pada ajang kualifikasi 2019. Untuk, itu dirinya akan fokus mengejar poin, menuju pesta olahraga terbesar sejagat, dengan mengikuti seluruh seri world cup pada tahun depan. “Sebenarnya tahun ini, saya punya target menempati ranking 3 dunia. Tapi nggak kesampaian, karena bertepatan dengan Asian Games 2018. Dari 8 seri yang harus diikuti, saya tidak bisa tampil di tiga seri world cup,” jelasnya. “Akibatnya, ranking saya sepanjang tahun ini, harus terkoreksi dan turun ke peringkat 6 dunia. Itu sebabnya, saya harus mengejar di tahun depan untuk mendapatkan tiket Olimpiade,” pungkas atlet asal DKI Jakarta itu. (Adt)