Persija Jakarta U-16 Ingin Lanjutkan Tren Positif di Elite Pro Academy Liga U-16

Tim Persija Jakarta U-16 ingin melanjutkan tren kemenangan saat bertandang ke markas Perseru Badak Lampung pada lanjutan Elite Pro Academy U-16. (persija.id)

Lampung- Persija Jakarta U-16 melakoni laga tandang ke markas Perseru Badak Lampung pada lanjutan Elite Pro Academy Liga U-16, di Lapangan Yonif 143, Lampung, pada 27-28 April 2019. Young Tiger, julukan Persija Jakarta U-16, ingin melanjutkan tren kemenangan, dimana mereka sukses menyapu bersih dua kemenangan sebelumnya saat bertandang ke markas Semen Padang. Muhammad Arief, Pelatih Kiper Persija Jakarta U-16, mengatakan anak didiknya tersebut tak mau pulang dengan tangan hampa di perjalanan jauh yakni away perdana ke Lampung. “Kami datang melawan tim yang bagus mengingat mereka sempat mencuri poin saat bertemu TIRA yang juga bagus. Kami ingin berusaha sebaik mungkin mengambil poin di Lampung,” ujar Arief, di Wisma Lampung Sakti, Lampung, Jumat (26/4). Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ghesenk itu menegaskan persiapan Fiore Rafli Cs berjalan dengan baik. Ia juga menyebut tidak masalah ada satu pemain yakni Muhammad Rafli yang absen karena mengalami kartu merah di pertandingan sebelumnya. “Seminggu ini kami sudah persiapan dengan baik, baik itu di tim dan juga melihat kekuatan lawan melalui rekaman video. Total kami membawa 19 pemain dan satu pemain kami absen karena mengalami kartu merah, tapi kami memiliki pemain yang kualitas sama, jadinya kami tidak khawatir akan hal itu,” tutup pria asal Tangerang itu. (Adt)

Langkah Rizki/Della Belum Terbendung, Amankan Tiket Semifinal BAC 2019

Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris sukses mengamankan tiket semifinal BAC 2019. Mereka akan berhadapan dengan ganda tuan rumah unggulan empat Chen Qingchen/Jia Yifan. (PBSI)

Wuhan- Langkah ganda putri Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris masih belum terbendung di ajang Badminton Asia Championship 2019. Bertanding di Wuhan Sport Center, Wuhan, China, Jumat (26/4), dobel Merah Putih ranking 16 dunia itu sukses mengamankan tiket semifinal usai menaklukan wakil Taiwan Chang Ching Hui/Yang Chin Tung, straight game, dengan skor 21-12, 21-18. Pada laga yang memakan waktu 38 menit itu, Rizki/Della terus memberikan tekanan pada lawan sejak awal. Bahkan, mereka mampu mengontrol irama permainan Chan/Yang hingga tak mampu mengembangkan permainan. “Memang pasangan Taiwan ini tipe mainnya seperti itu, tidak mudah dimatikan, pertahanannya cukup rapat. Tadi banyak reli-reli panjang. Pada gim pertama, mereka kalau diserang bisa langsung tembus, tapi di gim kedua mereka lebih siap,” tutur Della usai laga. Ditambahkan Rizki, dirinya bersama kolega bisa memenangkan laga dalam dua gim disebabakan lebih siap dibandingkan lawan. “Hari ini bisa menang dua gim langsung, karena kami lebih siap dari lawan,” cetus Rizki. Di babak semifinal BAC 2019, Rizki/Della akan berjumpa dengan wakil Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan (4) yang menang atas Lee So Hee/Shin Seung Chan (Korea), rubber game, dengan skor 18-21, 21-16, 21-13, dalam tempo 56 menit. Berdasarkan rekor pertemuan, Rizki/Della belum pernah kalah dari ganda putri tuan rumah itu dalam tiga pertemuan mereka. Terakhir, kedua pasangan ini berjumpa di ajang yang sama pada 2018. “Mau ketemu siapa saja pun sama, yang penting dari kami harus lebih siap. Kami sudah setahun nggak pernah ketemu Chen/Jia. Sekarang Chen/Jia sedang naik lagi performanya,” terang Rizki. Senada, Della mengakui meski belum mengetahui permainan Chen/Jia saat ini, namun mereka siap bertemu dengan siapapun lawan. “Sudah lama nggak ketemu Chen/Jia, kami belum tahu permainan yang sekarang. Mau ketemu siapa saja sama, harus siap,” tukas Della. (Adt)

776 Pebulutangkis Dari 13 Negara Panaskan Persaingan Turnamen Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019

Sebanyak 776 pebulutangkis turut meramaikan turnamen bertajuk 'Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019, di GOR PB Jaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. (Adt/NYSN)

Jakarta- Sebanyak 776 pemain dari 13 negara akan tampil pada turnamen bulutangkis bertajuk ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019’, di GOR (Gelanggang Olahraga) PB Jaya Raya Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, pada 30 April – 5 Mei 2019. Turnamen yang dibagi dalam tiga kategori kelompok umur (KU), yakni U-15, U-17 dan U-19 tersebut memiliki gengsi yang cukup tinggi. Sebab, hanya diselenggarakan empat kali selama setahun, yakni dua di Asia dan dua di Eropa. Pemain junior papan atas dunia dipastikan akan hadir karena di turnamen ini poin yang didapat nilainya hanya satu level di bawah kejuaraan dunia. PB Jaya Raya sudah dipercaya menjadi tuan rumah sejak 2016 dan kali ini merupakan penyelenggaraan keempat dengan titel turnamen ‘Pembangunan Jaya Raya Yonex Sunrise Junior Grand Prix 2019’. “Ini sebuah kepercayaan besar bagi Jaya Raya untuk menjadi salah satu tuan rumah. Tentu kami berharap tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga gemilang dengan prestasi pemain-pemain junior Indonesia, terutama dari Jaya Raya,” ujar R. Tony Soehartono, Ketua Panitia Penyelenggara, di Jakarta, Jumat (26/4). Diungkapkannya, antusias peserta untuk tampil di turnamen ini cukup tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang mendaftar lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu. “Tahun ini jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 1238, sedangkan tahun lalu jumlahnya 1125 peserta. Namun, setelah menyeleksi administrasi, hanya 776 pemain yang akan tampil pada turnamen kali ini,” lanjut pria yang juga menjabat Direktur Eksekutif Yayasan Pembangunan Jaya Raya. Tahun lalu, dikategori U-15, Indonesia mendapat dua gelar dari nomor tunggal putri dan ganda putri. Dan untuk kategori U-17, Indonesia meraih tiga gelar dari nomor ganda campuran, ganda putri dan tunggal putri. Sedangkan di kategori U-19, juaranya didominasi pemain China dengan empat gelar, dan Thailand dengan satu gelar. Sementara itu, Rudy Hartono, Ketua Umum PB Jaya Raya, mengatakan turnamen ini menjadi salah satu barometer kekuatan bulutangkis dunia di masa yang akan datang. Ia berharap dari turnamen ini muncul pemain-pemain potensial masa depan Indonesia. “Kejuaraan ini sangat penting, dimana lingkupnya sudah Asia bahkan dunia, karena kejuaraan junior seperti ini sangat jarang. Dengan adanya kejuaraan ini membuat klub Jaya Raya dan klub-klub bulutangkis lainnya di Indonesia sangat diuntungkan demi memunculkan pemain-pemain potensial di masa depan,” tutur juara All England selama 8 kali pada era 1960-an dan 1970-an. Sedangkan Susy Susanti, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), menegaskan bila PBSI sangat terbantu dengan adanya turnamen junior ini. Istri dari legenda bulutangkis Alan Budikusuma itu menambahkan kejuaraan yang dikhususkan bagi para pemain muda itu merupakan ajang yang tidak hanya sebagai bahan evaluasi, namun juga sebagai gambaran peta kekuatan untuk mengetahui kemampuan lawan di masa yang akan datang, sehingga bisa terpantau bakat yang mereka miliki sedini mungkin. “Turnamen ini juga masuk dalam perhitungan poin BWF, dan tidak banyak yang menggelar kejuaraan junior seperti ini. Jadi sangat bagus bagi para pemain muda untuk mencari pengalaman serta mendulang poin,” cetus peraih medali emas Olimpiade 1992, Barcelona, Spanyol. (Adt)

Persaingan Sektor Ganda Putra Makin Ketat, Kevin/Markus Tak Ingin Jadikan Beban

Kevin/Marcus mengakui persaingan sektor ganda putra saat ini semakin ketat. (PBSI)

Wuhan- Duet andalan Merah Putih Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon memastikan satu tiket ke babak perempat final turnamen Badminton Asia Championship (BAC) 2019, pada laga yang dihelat Kamis (25/4). Melakoni laga di Wuhan Sport Center, Kevin/Marcus hanya butuh waktu 25 menit untuk meraih kemenangan atas dobel Hong Kong Chang Tak Ching/Yeung Ming Nok, straight game, dengan skor 21-18, 21-18. Di ajang ini, Kevin/Marcus tetap diunggulkan di tempat pertama, meski prestasi mereka tengah mengalami penurunan. Dimana dalam beberapa turnamen terakhir yang diikuti seperti All England 2019, Malaysia Open 2019, dan Singapore Open 2019, mereka bermain tak maksimal sehingga gagal meraih gelar. “Memang tiap tanding maunya menang terus, tapi lawannya bagus-bagus. Persaingan sekarang ramai, tapi kami tidak ada beban,” ujar Marcus. Kendati diunggulkan, namun Marcus dan Kevin tetap fokus dan tak ingin terbebani dengan status unggulan yang disandangnya. “Walaupun diunggulkan, tapi kami tidak terbebani, ya dinikmati saja,” lanjut Marcus. Hal serupa diungkapkan Kevin. Pebulutangkis asal PB Djarum Kudus, Jawa Tengah itu, menjelaskan bahwa mereka telah mengeluarkan performa terbaik disetiap turnamen yang mereka ikuti. “Kalau tanding nggak mungkin menang terus juga, yang penting kami fokus di tiap pertandingan,” tutur Kevin. Diakui Kevin, dirinya bersama kolega saat ini fokus untuk mencapai tujuan yang ditargetkan pada tahun ini maupun tahun depan. “Kalau ditanya mau menang, pasti mau menang, tapi kami mau kasih yang terbaik mulai perhitungan Olimpiade,” cetus Kevin. (Adt)

KONI Minta Terus Dilibatkan Kawal Prestasi Olahraga Indonesia

Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman meminta KONI terus dilibatkan dalam mengawal prestasi olahraga di Tanah Air. (Adt/NYSN)

Jakarta- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat meminta untuk terus dilibatkan dalam mengawal prestasi olahraga di Tanah Air. Hal itu dikatakan Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman pada Rapat Anggota KONI Pusat Tahun 2019, di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (24/4), Ia juga mengungkapkan bahwa organisasi yang dipimpinnya berpegang teguh pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2017 tentang peningkatan prestasi olahraga nasional. “Sebaiknya KONI terus dilibatkan dalam mengawal prestasi olahraga di Indonesia, karena kami lebih tahu bagaimana kondisi cabang-cabang olahraga yang ada di Tanah Air,” ujar Tono. Pada Rapat Anggota KONI Pusat Tahun 2019, Tono menyebut pihaknya membahas beberapa kegiatan, baik internal maupun eksternal. “Untuk internal kami membahas pembinaan prestasi olahraga dalam rangka menghadapi multievent seperti SEA Games 2019, di Filipina. Selain itu, juga soal PON 2020, di Papua,” lanjut pria lulusan Akmil (Akademi Militer) 1975 itu. Khusus soal PON (Pekan Olahraga Nasional) 2020 Papua, ungkap Tono, pihaknya akan membahas mengenai kelengkapan infrastruktur dan anggaran yang dimiliki oleh KONI Papua. “Melalui Rapat Anggota KONI Pusat ini bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang terbaik demi suksesnya pelaksaanaan PON 2020,” tambah pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), 16 September, 66 tahun silam itu. Sedangkan untuk kegiatan eksternal, mantan Pangdam (Panglima Daerah Militer) VI/Tanjung Pura, Kalimantan (2008-2010) itu menginginkan agar KONI dan seluruh perangkatnya menjadi kuat dan hebat. “Semua ini adalah demi kepentingan negara dalam meningkatkan prestasi olahraga, baik di level nasional maupun internasional,” tegas Tono. Rapat Anggota KONI Pusat Tahun 2019 sendiri dihadiri perwakilan dari 27 Pengurus Provinsi (Pengprov) serta 47 perwakilan induk organisasi cabang olahraga. (Adt)

Melenggang ke Babak 16 Besar BAC 2019, Pebulutangkis 19 Tahun asal Wonogiri Tak Puas Dengan Performanya

Gregoria Mariska Tunjung lolos ke babak 16 besar BAC 2019 dan berjumpa dengan unggulan satu asal Tiongkok Chen Yufei. (PBSI)

Wuhan- Tunggal putri Merah Putih Gregoria Mariska Tunjung berhasil melenggang ke babak kedua atau 16 besar turnamen Badminton Asia Championship (BAC) 2019, di Wuhan Sport Center, Wuhan, China, pada Rabu (24/4). Kepastian itu didapat usai mengalahkan wakil Hong Kong Cheung Ying Mei, dua gim langsung, dengan skor 21-18, 21-16, dalam duel berdurasi 33 menit. Kendati lolos ke babak selanjutnya, pemain kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, 11 Agustus, 19 tahun lalu itu mengaku tak puas dengan penampilannya yang dianggap masih belum stabil. “Saya kurang puas sama mainnya, di gim pertama sempat ramai, lawan banyak dapat poin dari kesalahan saya. Di awal gim kedua, saya bermain cukup baik dan bisa unggul sampai tujuh poin, tapi kemudian mulai lagi, permainan saya masih naik-turun,” ujar Gregoria. Di babak 16 besar, penghuni Pelatnas PBSI sejak 2013 itu akan menantang unggulan pertama asal Tiongkok Chen Yufei. Gregoria bertekad membalas kekalahannya atas tunggal putri tuan rumah itu di ajang World Championship 2018. Ketika itu, ia takluk dua gim langsung, dengan skor 17-21, 20-22. “Pastinya mau revans, karena di pertemuan terakhir saya kalah dan di gim keduanya kalah adu setting. Saya ingin menang, tapi saya mau memikirkan cara main dulu, yang penting saya bisa mengeluarkan permainan saya. Target diri sendiri, mau menang dulu lawan Yufei,” lanjutnya. “Sebetulnya senjatanya tidak terlalu mematikan, tapi dia pemain yang tenang, sabar dan punya timing yang pas untuk mencari celah pada lawan. Saya harus lebih sabar dan bisa mengimbangi dari awal, jangan sampai kecolongan start,” tukas juara dunia junior BWF 2017, di Yogyakarta itu. (Adt)

Anthony dan Jonatan Telan Pil Pahit, Tersingkir di Babak Pertama BAC 2019

Anthony Sinisuka Ginting harus tersingkir di ajang BAC 2019 dari wakil Hong Kong Ng Ka Long Angus, rubber game, 18-21, 21-18, 23-25, di babak pertama. (PBSI)

Wuhan- Tunggal putra utama Indonesia Anthony Sinisuka Ginting (6) dan Jonatan Christie (8) harus menelan pil pahit di turnamen Badminton Asia Championship 2019. Langkah mereka terhenti di babak pertama usai ditaklukan oleh lawan mereka masing-masing di Wuhan Sport Center, Wuhan, China, pada Rabu (24/4). Anthony menyerah dari wakil Hong Kong Ng Ka Long Angus, lewat duel tiga gim langsung, dengan skor 18-21, 21-18, 23-25. Pertandingan berlangsung 74 menit. Ini menjadi kekalahan keenam Anthony atas tunggal putra Hong Kong pemilik ranking 16 dunia itu dari 9 kali pertemuannya. Terakhir mereka berjumpa di ajang All England 2019. Ketika itu, Anthony juga tumbang di babak pertama, rubber game, dengan skor 18-21, 21-13, 21-11. Sedangkan Jonatan harus mengakui ketangguhan wakil Jepang Kenta Nishimoto, rubber game, dengan skor 21-18, 19-21, 21-10, dalam tempo 66 menit. Hasil negatif ini membuat Kenta mampu memangkas rekor pertemuannya dengan peraih medali emas Asian Games 2018 menjadi 6-4. “Sebenrnya bukan nggak cocok dengan permainan lawan, tapi saya yang banyak mati sendiri. Waktu mau reli, mesti jaganya gimana, inisiatif nyerang di poin kritis gimana, ada yang kurang tepat,” ujar Anthony usai laga. “Memang dia pemain yang tidak mudah dimatikan, tipe mainnya reli defense putar serang, jadi harus ikuti dulu, kalau langsung serang bisa jadi bumerang karena dia sudah siap. Sebetulnya serangannya tidak terlalu kencang tapi penempatannya tepat, di sudut-sudut lapangan,” tambah Anthony. Anthony mengaku kecewa dengan hasil yang didapat pada pertandingan ini karena masih belum bisa melewati Ka Long di dua pertemuan terakhir. “Tadi waktu poin kritis, kelihatan sama-sama tegang, karena satu poin itu menentukan, saya sempat leading dan match point, tapi saya belum bisa kontrol,” tutup Anthony. (Adt)

Lumat Wakil Tiongkok, Hafiz/Gloria Melenggang ke Babak 16 Besar BAC 2019

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaya berhasil melumat wakil Tiongkok Zhang Nan/Li Yinhui, rubber game, 21-11, 19-21, 25-23, di babak 32 besar Badminton Asia Championship 2019, di Wuhan Sport Center, Wuhan, China, Selasa (23/4). (PBSI)

Wuhan- Pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaya melenggang ke babak kedua atau 16 besar turnamen Badminton Asia Championship (BAC) 2019. Duet Pelatnas PBSI Cipayung itu sukses melumat wakil Tiongkok Zhang Nan/Li Yinhui. Hafiz/Gloria butuh waktu 52 menit untuk menuntaskan laga ketat di Wuhan Sport Center, Wuhan, China, dalam pertarungan melelahkan tiga gim, dengan skor 21-11, 19-21, 25-23, pada Selasa (23/4). Hasil menggembirakan tersebut membuat rekor pertemuan kedua pasangan menjadi imbang 1-1. Pertemuan terakhir mereka terjadi di ajang All England 2018. Ketika itu, Hafiz/Gloria takluk rubber game, dengan skor 14-21, 21-18, 18-21. Usai laga, Gloria mengungkapkan rasa syukur bisa melewati babak pertama (32 besar). Dikatakannya, pada gim kedua ia dan kolega sebenarnya sudah unggul, namun keadaan justru berbalik. “Lawan bermain pelan dan kami terbiasa main cepat, jadi kami tidak siap. Di gim ketiga kami lebih mencoba untuk bisa melawan diri sendiri, harus siap maju dan jangan tegang, lebih berani,” ujar Gloria. Sedangkan Hafiz menjelaskan bahwa permainan Zhan/Li berbeda dari biasanya. “Waktu pertemuan sebelumnya, dari awal mereka langsung mempercepat tempo permainan. Sekarang mereka banyak main bertahan, sebetulnya begini lebih menguntungkan buat kami. Tapi kami kaget dengan perubahan permainan mereka,” tutur Hafiz. “Waktu adu setting di gim ketiga, pasti tegang. Tapi kami yakin dengan diri kami sendiri, yang penting bolanya masuk, karena memang lawan sengaja main bertahan dengan mengangkat bola terus, jadi kami lebih enak untuk menyerang,” tambah Hafiz. Di laga selanjutnya, dobel Merah Putih pemilik ranking 7 dunia itu akan ditantang pasangan yang lolos kualifikasi asal India Utkarsh Arora/Karishma Wadkar. (Adt)

Miliki GOR Bertaraf Internasional, Palembang Jadi Tuan Rumah Sirnas Sumatera Selatan Open 2019

Palembang, Sumatera Selatan, menjadi tuan rumah Djarum Sirnas 2019, pada 22-27 April ini. (PBSI)

Palembang- Usai sukses digelar di kota Purwokerto, Jawa Tengah, kini waktunya seri kedua Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2019 siap dihelat. Jakabaring Sport City (JSC), di Palembang, Sumatera Selatan, akan menjadi tempat pelaksanaan kejuaraan bulutangkis yang mulai berlangsung Senin (22/4) hingga Sabtu (27/4). Palembang dipercaya sebagai tuan rumah Djarum Sirnas yang ketiga kalinya setelah sebelumnya pada 2012 dan 2015. Untuk itu, Palembang sangat siap menyukseskan perhelatan yang bertajuk Djarum Sirkuit Nasional Li Ning Sumatera Selatan Open 2019. “Kita memiliki GOR Dempo yang bertaraf Internasional, fasilitas yang terkumplit di Indonesisa, jadi Palembang sangat siap sekali untuk menyukseskan turnamen ini, terbukti dari turnamen yang pernah terselenggara di Palembang ini,” ujar Densyah R.S, Ketua Umum PENGPROV (Pengurus Provinsi) PBSI Sumatera Selatan, Senin (22/4). “Kita juga punya komplek yang terintegrasi dan transportasi dari Bandara hanya sepuluh ribu saja pakai LRT, langsung turun di depan komplek Jakabaring yang menjadi tempat terselenggaranya Djarum Sirnas seri kedua ini,” lanjut pria yang juga Ketua Pelaksana Djarum Sirnas Palembang 2019 itu. Kejuaraan yang akan memperebutkan total hadiah Rp 340 juta ini, akan dihadiri 500 atlet dari 85 klub atau PB se-Indonesia, yang akan menyajikan 491 pertandingan dari kelompok tunggal pemula putra dan putri, tunggal remaja putra dan putri, tunggal taruna putra dan putri, tunggal dewasa putra dan putri, ganda pemula putra dan putri, ganda remaja putra dan putri, ganda taruna putra dan putri, ganda dewasa putra dan putri, ganda campuran remaja, ganda campuran taruna, dan ganda campuran dewasa. Sejauh ini kota Palembang memang menjadi kota yang sering menjadi sorotan karena fasilitas yang bertaraf internasional khususnya tempat pertandingan Djarum Sirkuit Nasional Li Ning Sumatera Selatan Open 2019, yaitu GOR (Gelanggang Olahraga) Dempo. Kembali, Densyah mengatakan bahwa masyarakat Palembang sangat antusias menyaksikan setiap event yang terselenggara di kota Palembang. “Selain fasilitas yang mumpuni, kita juga punya masyarakat yang antusiasmenya sangat besar terhadap olahraga bulutangkis dan SDM masyarakat Sumatera Selatan Khususnya Palembang, punya SDM yang bagus,” tambahnya. “Tentunya kami berharap Djarum Sirnas kali ini akan kembali berjalan dengan sukses, dan lewat Djarum Sirnas yang akan berlangsung di Palembang kali ini dapat lahir kembali bintang bulutangkis yang bakal bersinar di masa yang akan datang,” tutup Densyah. (Adt)

ISA Fossbi Trisakti Juara, Tekuk Asiop Apacinti di Final Liga Hansaplast Topskor U-13

ISA Fossbi Trisaksi sukses menjadi juara Liga Hansaplast Topskor U-13 musim 2018/2019. (Istimewa)

Jakarta- Imran Soccer Academy (ISA) Fossbi Trisakti berhasil menjadi juara Liga Hansaplast Topskor U-13 musim 2018/2019 setelah menaklukkan tim kuat Asiop Apacinti dengan skor akhir 2-1. Pertandingan babak final ini tersaji di Lapangan Sepak Bola Universitas Trisakti, Nagrak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (21/4). ISA unggul lewat kecerdikan sang striker Rizaldi Putra sebelum disamakan gelandang serang ASIOP Ray Raffa dari titik putih. Gol penentu kemenangan di babak kedua dicetak lewat titik penalti. Skor 2-1 tak berubah hingga pertandingan usai. Kemenangan ini disambut sujud syukur Zuchli Imran Putra, Head Coach yang selalu setia memberikan motivasi dan mendampingi anak asuhnya hingga partai puncak ini . “Alhamdullilah, ini buah prestasi bersama dari pembinaan yang berjenjang. Kekompakan anak anak ditambah support yang luar biasa dari orangtua dan pelatih membuat kita bisa juara untuk dua tahun berturut-turut. Pertandingan terasa sulit, karena kami bermain tanpa tujuh pemain inti yang absen karena alasan satu dan lain hal. Tapi anak-anak tetap tampil percaya diri dan kompak untuk menutup lubang yang ada. Subhanallah,” ujar Imran terbata-bata dengan penuh rasa haru. Kekompakan memang sangat terlihat dalam tim asal Cibubur ini. Ratusan pemain ISA Fossbi Trisakti dari kelompok usia U-6 hingga U16 dan orangtua ikut hadir memberikan support langsung kepada rekan-rekannya yang bertarung di lapangan. “Ya, memang kita menginstrusikan agar seluruh pemain dan orangtua hadir untuk memberikan support. Saya sempat berseloroh di grup WA, bila ada pelatih nggak hadir akan saya pecat. Terbukti mereka kompak datang, dengan teriakan dan sorakan mereka di pinggir lapangan, membuat pemain tampil menggila. Terimakasih untuk semuanta,” lanjutnya. Pelatih multi talenta ini juga menekankan bahwa kunci kemenangan anak-anak adalah doa. “Kita tadi juara adalah berkah semua karena anak anak yang muslim menjalankan sholat Dhuha sebelum pertandingan. Jika melibatkan Allah SWT, Insya Allah pasti memudahkannya,” tuturnya. Dengan pertandingan final ini, Liga Hansaplast Topskor U-13 musim 2018/19 telah berakhir. Partai final Liga Hansaplast Topskor ini juga dihadiri oleh beberapa sosok legenda sepak bola Indonesia, seperti Markus Horison, serta penjaga gawang Timnas Indonesia sekaligus Persija, Andritany Ardhiyasa. Selain itu, laga puncak ini turut disaksikan dua pelatih Timnas usia muda Indonesia yakni Fakhri Husaini (Timnas U-19) dan Bima Sakti (U-16). Liga Hansaplast Topskor U-13 musim ini diikuti 24 tim yang berasal dari Jabodetabek. Dari 24 peserta tersebut kemudian dibagi menjadi dua grup. Kompetisi juga berjalan penuh dengan memainkan 22 pekan. Usai partai final, direktur kompetisi Liga Hansaplast Topskor, Yusuf Kurniawan, mengungkapkan bahwa Liga Hansaplast Topskor adalah kompetisi yang berjenjang dan akan terus membantu perkembangan sepak bola usia dini. “Liga Topskor adalah kompetisi berjenjang. Kalian para pemain tidak akan berhenti di sini saja dan akan terus berkembang,” ungkap Yusuf. Dengan menjadi juara di Liga Hansaplast Topskor U-13 musim 2018/19, ISA Fossbi berhasil mempertahankan gelarnya. Di kompetisi musim lalu, ISA juga sukses menjadi juara. (Adt)

Dua Skuat Muda Persija Jakarta U-18 Jalani Seleksi Timnas U-18

Dua pemain muda Persija Jakarta U-18, Fikri Irvanuddin dan Muhammad Rifqi Adira akan menjalani seleksi Timnas U-18, di Cikarang, Jawa Barat. (persija.id)

Jakarta- Dua pemain Persija Jakarta U-18 yakni Fikri Irvanuddin dan Muhammad Rifqi Adira mendapatkan kesempatan menjalani seleksi untuk Timnas (tim nasional) Indonesia U-18. Fikri dan Rifqi akan menjalani Pelatnas (pemusatan latihan nasional) mulai Senin (22/4), di Cikarang, Jawa Barat. Kedua pemain muda Persija Jakarta itu dipanggil untuk menjalani seleksi Timnas berdasarkan surat resmi induk organisasi sepak bola Indonesia (PSSI) kepada manajemen Persija Jakarta. “Sehubungan dengan program Tim Nasional U-18 yang akan melakukan Pemusatan Latihan untuk mengikuti AFF U-18 Championship 2019 dan Kualifikasi AFC U-19 Championship 2020, PSSI akan melakukan seleksi dan pemantauan bakat pemain Tim Nasional U-18 pada tanggal 22-28 April 2019,” demikian bunyi surat tersebut. Fikri dan Rifqi merupakan skuat Persija U-16 yang sukses meraih peringkat ketiga kompetisi Elite Pro Academy Liga 1 U-16 tahun lalu. Rifqi menegaskan bila dirinya tidak akan membuang kesempatan emas ini, dan siap memberikan yang terbaik saat menjalani Pelatnas nanti. “Tentunya memperkuat Timnas Indonesia merupakan sebuah mimpi yang menjadi nyata bagi saya. Sejak kecil saya memang memiliki mimpi untuk menjadi bagian dari Timnas Indonesia,” ujar Rifqi, Jumat (19/4). “Kesempatan ini saya pergunakan dengan baik dan akan memberikan 100 persen kemampuan terbaik saya,” tambahnya. Senada, Fikri juga mengaku siap untuk menjalani TC (training camp) di Cikarang, pada pekan depan. “Saya sangat antusias menjalani Pelatnas. Mudah-mudahan saya bisa lolos seleksi,” harap Fikri. (Adt)

Skuat Muda Indonesia Borong Tiga Gelar di Ajang Vietnam International Challenge 2019

Tunggal putra Firman Abdul Kholik (kanan) berhasil meraih gelar di Vietnam International Challenge 2019. (PBSI)

Hanoi- Skuat muda Indonesia sukses membawa pulang tiga gelar di ajang Vietnam International Challenge 2019. Kejuaraan bulutangkis tersebut berhadiah total 25 ribu dollar Amerika Serikat (AS). Pada laga pamungkas, Minggu (14/4), gelar pertama diraih tunggal putra Firman Abdul Kholik (2) setelah menaklukan kompatriotnya Chico Aura Dwi Wardoyo (4). Firman menang straight game, dengan skor 21-16, 21-7. Pertandingan memakan waktu 38 menit. Duet Nita Violina Marwah/Putri Syaikah (5) menambah perbendaharaan gelar Indonesia. Nita/Putri berhasil menyingkirkan wakil Taiwan Hsieh Pei Shan/Lin Xiao Min (8), straight game, dengan skor 21-19, 21-16, dalam tempo 48 menit. Dan, gelar ketiga dipersembahkan dobel Kenas Adi Haryanto/Rian Agung Saputro (6). Mereka sukses menekuk wakil Korea Kang Min Hyuk/Kim Jae Hwan, rubber game, dalam waktu 61 menit, dengan skor 21-19, 15-21, 21-18. “Gelar ini sangat berarti buat saya, untuk meningkatkan rasa percaya diri saya. Saya mau mengejar ketertinggalan dari teman-teman saya,” ujar Firman usai laga. “Di final tadi melawan Chico, karena sudah sama-sama tahu kelemahan masing-masing, jadi tadi saya hanya fokus saja mainnya, jangan sampai membuat kesalahan sendiri,” tambah Firman. Bagi pasangan Nita/Putri, ini menjagi gelar ketiga mereka. Sebelumnya, Nita/Putri juga menjadi juara di Iran International Challenge dan Dutch Open 2019. “Yang pasti senang bisa juara untuk ketiga kalinya. Di pertandingan tadi kami bisa fokus satu demi satu poin. Pola main kami sama dengan kemarin, defense balik serang. Kami mainnya lebih tenang dan lebih sabar,” jelas Nita. Sementara itu, dua gelar lainnya diraih Jepang lewat pasangan ganda campuran Hiroki Midorikawa/Natsu Saito dan tunggal putri Hirari Mizui. Pasangan Hiroki/Natsu menang atas wakil Thailand Vichayapong Kanjanakeereewong/Ruethaichanok Laisuan lewat duel selama 35 menit, straight game, dengan skor 21-16, 21-8. Sedangkan Hirari mampu menumbangkan wakil Korea Se Young An, dua gim langsung, dengan skor 21-19, 21-11. Duel kedua pemain berlangsung selama 40 menit. (Adt)

Berhasil Menaklukkan Pemain Dari China, Anthony Melesat ke Final Singapore Open 2019

Anthony Sinisuka Ginting (Dok. Humas PBSI)

Anthony Sinisuka Ginting berhasil mengalahkan Chou Tien Chen pada babak semifinal Singapore Open 2019. Pertadingan sengit tersebut bergulir selama 1 jam 19 menit dengan skor akhir 21-17, 18-21, 21-14. “Puji Tuhan, saya bisa menyelesaikan pertandingan ini dengan baik, seperti kemarin. Pastinya, saya senang banget bisa menang hari ini, bisa masuk ke final. Apalagi, lawan hari ini lawan yang bagus juga. Jadi, senang bisa menang,” kata Anthony. Anthony secara pasti menganalisa setiap langkah yang dilakukan oleh Tien Chen, termasuk kekalahannya di gim kedua. “Awal gim pertama, saya terlalu banyak mengangkat bola, jadi lawan lebih enak. Pas menyusul tadi, saya ubah tempo mainnya. Gim pertama, kondisi lapangan bisa dibilang diunggulkan karena kalah angin. Jadi, mainnya enggak ada ragu sama sekali,” ujar Anthony. “Gim kedua juga sebenarnya ketat dari awal sampai akhir, tapi di poin-poin menentukan saya kurang bisa menggunakan cara main yang tepat. Jadi Chou Tien Chen bisa balik unggul,” Anthony menegaskan. “Di game ketiga, saya berpikir sebelum interval sebisa mungkin ambil poin yang banyak, jadi saat pindah lapangan tinggal diterapkan lagi pola main di game kedua saat ramai poinnya,” ujar Anthony lagi. Berkat kemenangan tersebut dipastikan bahwa Anthony berhasil melaju ke babak final Singapore Open 2019, selain itu Ia juga berhasil unggul secara head to head dengan Tien Chen sebanyak 5-4. Pada laga final berikutnya Anthony masih menunggu lawan tandingnya berdasarkan hasil pemenang pertandingan antara Kenot Momota dari jepang dengan Viktor Axelsen dari Denmark. “Perasaannya tentu senang kemarin mengalahkan Chen Long, hari ini Chou Tien Chen. Tapi, perjuangan belum berakhir, besok masih ada lawan yang lebih tangguh lagi dari hari ini dan sebelumnya. Tetap jaga fokusnya dan recovery lagi,” ujar Anthony. (IHA)

Hendra/Ahsan Bertekad Mempertahankan Gelar Juara Pada Laga Final Singapore Open 2019

Pasangan Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan. Foto:Istimewa

Pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang akrab disebut The Daddies berhasil melaju ke Final, dengan ini kesempatan mereka untuk mempertahankan gelar juara pada ajang Singapore Open 2019 semakin terbuka lebar. Hendra/Ahsan berhasil melangkah ke final setelah menaklukkan pasangan Li Junhui/Liu Yuchen dari China sabtu lalu (13/04/19). Hendra/Ahsan menang dua gim langsung dengan skor 21-11.21-14. “Pastinya, kami bersyukur alhamdulillah. Enggak menyangka poinnya bisa jauh. Tapi, kami enggak boleh lengah juga. Mereka mempunyai kualitas yang bagus, kalau mereka berkembang bisa jadi bumerang buat kami,” kata Ahsan. “Mudah sih enggak, mungkin terlihat menang mudah, tapi enggak. Kami harus tetap fokus, walaupun poinnya beda jauh, kesempatan mereka buat mengejar itu ada. Jadi, kami nggak mau lengah. Siap menekan dan siap fokus,” Ahsan menambahkan. “Hari ini, mereka mungkin kurang dapet juga feelingnya,” ujar dia. Keberhasilan tersebut sekaligus merupakan pembalasan Hendra/Ahsan setelah dikalahkan pasangan Junchui/yuchen di ajang Malaysia Open 2019, pekan lalu, Juara All England 2019 itu juga berhasil memangkas kekalahan dari pasangan china menjadi 4-7. Pada babak final berikutnya Hendra/Ahsan akan berhadapan dengan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang. Pasangan dari Jepang tersebut melaju ke final setelah mengalahkan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Gernaldi Gideon. “Saya tidak memikirkan mengenai besok, saya hanya ingin melakukan yang terbaik. Kami tetap fokus dan berdoa. Kami fokus satu demi satu dulu, enggak mikir jauh ke depan,” kata Ahsan. “Besok, kami siap capek saja. Dari pengamatan tadi, mereka lebih rapet bermainnya. Jadi, kami siap capek saja. Selain itu, poin-poin akhir mereka lebih berani juga,” ujar Hendra.(IHA)

Anthony Ginting Sukses Melenggang ke Perempatfinal Singapore Open 2019

Anthony Ginting. (Foto: dok. Humas PBSI)

Anthony Sinisuka Ginting berhasil maju ke perempatfinal Singapore Open 2019 setelah mengalahkan Kenta Nishimoto dari Jepang, dua gim langsung dengan skor 21-10, 21-16 . hanya dalam waktu 42 menit. Berkat kemenangan ini Anthony bisa membalas kekalahannya dari Kenta juga di Malaysia Masters 2019 pekan lalu dengan skor 21-18, 13-21, 21-23. “Puji Tuhan hari ini bisa dapat hasil yang diinginkan, lolos ke babak berikutnya. Saya belajar dari pertemuan kemarin. Waktu di Malaysia kemarin tipenya hampir sama, ada menang kalah angin juga. Cuma waktu di Malaysia dia bisa melakukan strategi yang tepat dibanding saya. Kalau hari ini kebalikannya,” kata Anthony yang dilansir dari badmintonindonesia.org. “Belajar juga dari Malaysia, saat ini saya banyak inisiatif buat menyerangnya. Kalau kemarin masih ada rasa nggak sabarnya, jadi buru-buru malah mati sendiri. Tapi tadi lebih bisa mengontrol. Bola yang enak sekali pun, tapi kalau feeling-nya nggak enak buat ambil poin, saya tetap lebih mengontrol dan nggak menggebu-gebu buat menyerang,” sambungnya lagi. Di perempat final berikutnya Anthony akan akan berhadapan langsung dengan Chen Long, unggulan keempat asal China seusai menyingkirkan lawannya dari India, Parupalli Kashyap, dengan skor 21-9, 15-21, 21-16. Secara teknis, Anthony unggul 5-3 atas Chen Long. Namun pada pertemuan terakhir di perempatfinal Malaysia Masters 2019, Anthony kalah 11-21, 20-22 atas Chen Long. Pada nomor ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti harus pasrah atas kekalahannya di babak kedua. Mereka kalah oleh, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, dua gim langsung dengan skor 16-21, 13-21. Sementara itu, Ricky Karanda Suwardi/Pia Zebadiah Bernadet berhasil untuk maju ke perempatfinal setelah menyingkirkan wakil Indonesia lainnya, Ronald/Annisa Saufika, dengan skor 12-21, 21-13, 21-16. (IHA)

Empat Atlet Pelajar Bengkalis Perkuat Tim Sepak Takraw PPLP Riau Ikuti Kejuaraan di Sulawesi Barat

Empat atlet pelajar Kabupaten Bengkalis memperkuat tim sepak takraw PPLP Riau mengikuti Kejurnas di Provinsi Sulbar, 7-13 April 2019. (rri.co.id)

Bengkalis- Terdapat empat atlet pelajar Kabupaten Bengkalis dipercaya memperkuat Tim PPLP (Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar) Provinsi Riau untuk mengikuti kejuaraan nasional (Kejurnas) di Sulawesi Barat (Sulbar). Kejurnas sepak takraw antar PPLP di Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar, diikuti 13 Provinsi, diantaranya tuan rumah Sulbar, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Barat serta Riau, dan berlangsung pada 7-13 April 2019. “Alhamdulillah pada tahun ini atlet sepak takraw Kabupaten Bengkalis ikut dipanggil dan memperkuat tim sepak takraw PPLP Riau,” ujar Zulpan, Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI), dikutip dari RRI, Selasa (9/4). Zulpan menambahkan keempat atlet Bengkalis tersebut terdiri dari dua atlet putra yakni M. Fadilah dan Riski Saputra. Sedangkan dua atlet putri yaitu Ayu Syakira dan Tia Astuti. “Kami berterima kasih kepada Bupati Bengkalis Amril Mukminin yang memberikan perhatian lebih pada dunia olahraga khususnya sepak takraw,” lanjutnya. “Semoga mereka yang mengikuti Kejurnas ini bisa memberikan yang terbaik untuk sepak takraw Riau khususnya sepak takraw di Kabupaten Bengkalis,” tutup Zulpan. (Adt)

Eni Nuraini, Pelatih Zohri yang Dinobatkan Sebagai Pelatih Terbaik Asia

Eni Nuraeni, Pelatih Zohri yang mendapatkan penghargaan dari AAA sebagai pelatih terbaik asia.

Eni Nuraini, Pelatih Pelatnas Atletik di nomor lari jarak pendek, berhasil mendapatkan penghargaan dari Asosiasi Atletik Asia sebagai pelatih terbaik Asia tahun ini yang diumumkan melalui surat yang dikirim oleh Asosiasi Atletik Asia (AAA) kepada Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) pada 4 April 2019. Surat yang ditandatangani oleh Presiden AAA, Ge Dahlan Jumaan Al-Ahmad itu terdiri dari dua buah, yang pertama surat yang ditujukan kepada Eni sebagai pelatih terbaik Asia, dan surat yang kedua ditujukan untuk sekretaris Jendral PB PASI, Tigor Tanjung sebagai sekjen federasi atletik terlama. “Atas nama Asosiasi Atletik Asia dan semua federasi anggota Asia saya dengan senang hati memberi tahu dan memberi selamat kepada Anda karena telah dipilih untuk penghargaan Pelatih Terbaik Asia tahun ini,” tertulis di dalam surat undangan. “Ini penghargaan adalah kesaksian kerja keras dan dedikasi Anda. Anda telah bekerja tanpa pamrih untuk membawa kemenangan ke negara Anda dan Asia,” tulisnya lagi. Selain pengumuman, Eni dan Tigor juga diminta hadir dalam acara gala dinner yang akan dilangsungkan di Wyndham Grand Regancy Hotel, Doha, Qatar, 20 April mendatang. Eni yang juga merupakan pelatih dari Lalu Muhammad Zohri mengaku bahwa Ia telah mengetahui perihal pernghargaan tersebut dan Ia berharap agar penghargaan tersebut dapat memotivasi para atlet dan pelatih lainnya untuk memacu prestasinya. “Saya baru diberitahu tadi saat memberi laporan hasil Malaysia kemarin. Alhamdullilah,” kata Eni yang dilansir dari Detiksports. “Saya tak menyangka mau dapat penghargaan. Tak pernah berpikiran ke sana, bekerja sih bekerja saja. Ini sesuatu yang membanggakan bagi saya,” ujar dia. “Ya, semoga anak-anak bisa termotivasi dan berlatih lebih giat. Begitu juga dengan pelatih yang lain bisa mudah-mudahan bisa seperti saya dan termotivasi dengan hasil kemarin,” harapnya. (IHA)

Lakoni Debut Perdana One Championship, Eko Roni Saputra Incar Gelar Juara Dunia di Filipina

Eko Roni Saputra baka melakoni debut perdana di ajang One Championship di Mall of Asia Arena, Manila, Filipina, pada 12 April 2019. Ia optimis meraih gelar Juara Dunia One Flyweight. (Adt/NYSN)

Jakarta- Mantan pegulat Indonesia, Eko Roni Saputra, menyatakan siap melakoni debut perdana di ajang One Championship pada laga ONE: Roots of Honor, di Mall of Asia Arena, di Manila, Filipina, pada 12 April 2019. Eko bahkan percaya diri bisa meraih gelar Juara Dunia One Flyweight (kelas terbang). Demi mewujudkan ambisinya, pria berusia 27 tahun itu secara matang mempersiapkan diri. “Persiapan saya matang, karena sudah latihan selama kurang lebih enam bulan di Evolve MMA yang sangat terkenal di dunia. Saya juga sekarang tinggal di Singapura,” ujar Eko, dalam acara Media Day, di Hotel Westin, Jakarta, Jumat (5/4). Selama berlatih di Singapura, Eko digembleng guna meningkatkan keterampilannya di berbagai disiplin bela diri yang berbeda seperti gulat, Brazilian Jiu-Jitsu, dan Muay Thai. Diakui Eko, bila dirinya merasa sangat terhormat dapat menjadi bagian dari organisasi terkemuka seperti ONE Championship. “Menjadi bagian di antara para seniman bala diri terbaik di dunia dan berkompetisi di platform seni bela diri terbesar jelas menjadi sebuah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya,” lanjutnya. “Saya sangat bersyukur telah merasakan kesuksesan di gulat dan saya akan melakukan segalanya untuk dapat mencapai hal yang sama di dunia seni bela diri campuran,” tambah Eko. Lebih lanjut, Eko menegaskan bila dirinya akan bekerja keras hingga bisa membawa gelar juara dunia ke Indonesia. “Indonesia adalah sarang dari bakat-bakat terbaik dalam seni bela diri campuran, dan saya bangga dapat mengikuti jejak beberapa petarung berbakat yang berasal dari negeri ini. Seperti halnya mereka, saya siap untuk memberikan yang terbaik di panggung ONE Championship,” terangnya. Dikenal sebagai pegulat gaya bebas nomor satu dalam sejarah Indonesia, Eko adalah salah satu akuisisi terbaru dari ONE Championship, yang semakin memperkuat daftar atlet kelas dunia yang terus dikembangkan. Dikenal dengan gayanya yang dinamis dan meledak-ledak, Eko telah memenangkan bebarapa medali di berbagai kompetisi internasional, termasuk di ajang Southest Asian (SEA) Games. Setelah mendominasi peringkat gulat amatir dengan bakatnya yang luar biasa. Eko sepenuhnya berusaha mewujudkan mimpinya untuk menjadi seniman bela diri campuran profesional saat ia dijadwalkan untuk melakukan debut ONE Championship dengan melawan Niko Soe asal Singapura di ONE: ROOTS OF HONOR. “Lawan mungkin lebih berpengalaman dari saya dan sudah menjalani debut empat kali, dengan meraih 3 kemenangan serta 1 kali kalah. Tapi, saya tak peduli dan terus semangat serta optimis untuk bisa meraih kemenangan,” tukas anak pertama dari empat bersaudara itu. (Adt)

Baru Dipasangkan Tiga Kali, Ganda Muda Rehan/Lisa Merebut Gelar Juara di Finlandia

Dobel Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati meraih gelar Finnish International Challenge 2019 usai mengalahkan Mathias Bay-Smidt/Rikke Soby, 22-20, 15-21, 21-14. (Humas PBSI)

Finladia- Indonesia berhasil membawa pulang dua gelar juara pada kejuaraan bulutangkis Finish International Challenge 2019. Dua gelar datang dari ganda putra Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, dan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati. Di partai final, Minggu (7/4), dobel Fikri/Bagas menuntaskan perlawanan wakil Jerman Jones Ralfy Jansen/Peter Kaesbauer, dua gim langsung, dengan skor 21-17, 21-17. Pertandingan memakan waktu 37 menit. Hasil positif itu membuat Fikri/Bagas berhak menaiki podium utama sebagai pemegang gelar turnamen berhadiah total 25 ribu dollar Amerika Serikat (AS) itu. Sebelumnya, di pertandingan pertama, duet Rehan/Lisa tampil gemilang. Pasangan muda Merah Putih itu secara mengejutkan menghentikan langkah wakil Denmark Mathias Bay-Smidt/Rikke Soby, dalam drama duel tiga gim, dengan skor 22-20, 15-21, 21-14. Rehan/Lisa mengalahkan juara Swiss Open 2019 Super 300 itu dalam waktu 58 menit. Dikatakan Rehan, menerapkan pola permainan setengah ke depan, dengan cepat menurunkan bola menjadi kunci keberhasilan mereka meredam permainan lawan. “Ini untuk meredam permainan mereka yang mengandalkan placing,” ujar Rehan usai laga di Vantaan Energia Arena, Finlandia. “Selain itu, kami coba main lepas saja. Yakin sama kemampuan kami dan fokus satu demi satu poin,” lanjut pria kelahiran 28 Februari, 20 tahun silam itu. Bagi Rehan dan Lisa, gelar yang didapat sangat penting guna membangun kepercayaan diri. Terlebih, mereka merupakan pasangan baru. Rehan dan Lisa memang hadir sebagai pasangan baru. Finish International Challenge 2019 merupakan turnamen ketiga mereka bersama usai Orleans Masters 2019 Super 100, dan Polish International Challenge 2019. Rehan sebelumnya dipasangkan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti, sedangkan Lisa berduet dengan Ghifari Anandafa Prihardika. “Gelar ini sangat penting bagi saya dan Lisa sebagai pasangan baru. Ini menjadi bukti kalau kami yakin pasti bisa,” tambah putra dari legenda bulutangkis ganda campuran Indonesia, Tri Kusharjanto itu. “Ke depan kami bakal lebih membangun chemistry dan kekompakan. Semoga terus menjadi lebih baik,” cetus Rehan. Indonesia sebenarnya berpotensi meraih tiga gelar di turnamen ini, namun ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Ribka Sugiarto (4) harus puas meraih posisi runner-up. Mereka takluk dari wakil Jepang Erina Honda/Nozomi Shimizu (5), straight game, dengan skor 15-21, 14-21, dalam tempo 30 menit. Sedangkan tunggal putra diraih wakil Thailand, Kunlavut Vitidsaran. Ia menekuk Lin Chun-Yi asal Taiwan, straight game, dengan skor 21-16, 18-21, 21-14. Pertandingan berakhir selama 53 menit. Dan, gelar tunggal putri berhasil diraih Julie Dawall Jakobsen asal Denmark. Pemain unggulan lima itu menang dua gim langsung, dengan skor 21-18, 23-21, dari wakil Thailand Porntip Buranaprasertsuk (3), pada pertandingan berdurasi 41 menit. (Adt)

Komunitas Olahraga Bersatu Bulatkan Tekad Bersama Jokowi Agar Atlet Terus Berprestasi

Joko Widodo (Jokowi) meminta para atlet untuk terus berprestasi mengharumkan nama bangsa dan negara di pentas internasional. (Adt/NYSN)

Tangerang- Pemerintah melalui Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) memberikan perhatian lebih pada atlet Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara di pentas internasional, berupa bonus fantastis hingga pengangkatan menjadi PNS (pegawai negeri sipil). Joko Widodo (Jokowi), calon presiden nomor 01, berharap atlet bisa terus berprestasi di berbagai ajang kompetisi internasional. Bahkan, ke depan, mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah itu berjanji akan memberikan bonus lebih besar lagi. “Saya senang masyarakat komunitas olahraga banyak atlet-atlet yang memberikan nama harum Indonesia dimata internasional,” ujar Jokowi. Jokowi hadir dalam deklarasi dukungan dari kalangan Komunitas Olahraga Bersatu, Pemuda, Influence, serta Penyandang Disabilitas, di Indonesia Convention Center (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Pagedangan, Tangerang, Banten, Minggu (7/4) malam. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengungkapkan sederet prestasi para pahlawan olahraga Indonesia dari berbagai cabang olahraga. Di antaranya, Rudi Hartono yang merupaka juara All England dan juara dunia. Lalu, Richard Sambera peraih juara di Asian Games 1990 (medali perunggu), kemudian Taufik Hidayat (medali emas Olimpiade). “Kita ingin semua atlet terus berprestasi. Kemarin Asian Games, kita berikan ke atlet untuk medali emas dapat bonus Rp 1,5 miliar. Kemudian medali perak dapat bonus Rp 750 juta. Medali perunggu Rp 500 juta. Itu untuk atlet di Asian Games dan Asian Para Games juga sama. Tidak dibeda-bedakan,” lanjut ayah tiga anak itu. Selain bonus, ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada atlet-atlet berprestasi dengan pengangkatan menjadi PNS (pegawai negeri sipil). “Para atlet juga mau diangkat sebagai PNS, sudah di data semua, dan sudah ada pengakatan. Perhatian pemerintah terhadap atlet tidak kurang. Pemerintah tinggal menunggu prestasi dari atlet-atlet Indonesia berikutnya,” tutur Presiden RI ke-7 itu. Sementara itu, Rudi Hartono, menyebut para atlet saat ini sudah mendapatkan penghargaan yang lengkap berupa bonus yang besarannya terus meningkat. “Paling penting adalah selain besarannya meningkat juga diberikan dengan cepat. Sehingga para atlet ini dihargai. Karena melalui olahraga bisa mengharumkan nama bangsa di luar negeri,” tukas maestro bulutangkis peraih 8 gelar All England di era 1960-an hingga 1970-an itu. (Adt)