Atlet Sasana SBJ Pangkalpinang Siap Ikuti Popnas

Persiapan Menghadapi Popnas, Sasana SBJ Pangkalpinang Mulai Persiapkan Atlet

Meski Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) cabang olahraga tinju masih akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang tepatnya pada bulan Agustus 2021, Sasana Tinju School Boxing Junior (SBJ) Pangkalpinang sudah mulai mempersiapkan para atletnya untuk tampil dan mengikuti seleksi. “Mereka sudah siap tampil dan seleksi,” ujar pelatih SBJ Pangkalpinang, Jon Fery, dilansir dari Bangkapos.com. SBJ Pangkalpinang memang hadir sebagai sarana untuk mengembangkan bakat bagi penggemar olahraga tinju sejak tahun 2018. Selain itu, SBJ Pangkalpinang juga mempersiapkan atlet tinju jangka panjang yang siap untuk membanggakan Indonesia khususnya Pangkalpinang di kancah Internasional. Adapun atlet Sasana Tinju SBJ Pangkalpinang yang dilatih oleh Jon Ferry dan didampingi oleh assisten pelatih Efendi saat ini memiliki 30 orang anggota yang rata-rata merupakan pelajar. Hal tersebut berkesinambungan dengan misi SBJ Pangkalpinang sebagai sarana untuk melatih, membina dan menjaring bibit atlet tinju pelajar putra/putri asal daerah. “SBJ sarana untuk melatih, membina dan menjaring bibit atlet tinju di Pangkalpinang,” ungkap Abi Rehan, Rabu (7/10). Selain itu, SBJ Pangkalpinang juga telah mendapat dukungan dari Dispora Babel. Dukungan yang dimaksud diantaranya yaitu bagi para atlet tinju berprestasi akan diajukan masuk dalam Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD).

Pertina Banyuwangi Ditantang Bangkitkan Kembali Kejayaan

Pertina Banyuwangi Ditantang Bangkitkan Kembali Kejayaan

Persatuan Tinju Nasional Amatir (Pertina) Kabupaten Banyuwangi mendapat tantangan dari Pengprov. Pertina Jawa Timur untuk mengembalikan kejayaan Banyuwangi sebagai pencetak atlet tinju muda berpotensi yang tidak hanya mampu berprestasi di level nasional tapi juga tingkat internasional. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab pada era 1970 dan 1980 an, Kab. Banyuwangi dikenal sebagai penyumbang atlet-atlet tinju yang tangguh dan disegani dalam percaturan cabang olahraga di tingkat provinsi maupun di tingkat nasional. Namun, saat ini fakta tersebut harus berbanding terbalik. Minat para generasi muda untuk terjun ke dunia tinju amatir sedangan mengalami penurunan. Seperti yang dikemukakan oleh Ketua Harian Pengprov Pertina Jatim, Mikdon H Tanaen. “Belakangan prestasi tinju amatir mengalami penurunan merupakan tantangan bagi jajaran baru Pertina Banyuwangi yang baru terpilih. Dengan semangat baru diharapkan mampu menyusun program mampu mampu menarik minat generasi muda berlatih tinju dan menjaring petinju potensial usia dini agar berprestasi hebat,” ujar Mikdon H Tanaen seperti dilansir Jatimtimes.com. Berdasarkan catatan Pengprov Pertina Jatim, Kab. Banyuwangi bersama Kota Surabaya, Malang, Blitar, Jember, Probolinggo serta Lumajang dikenal memiliki program pembinaan yang bagus dalam cabor tinju dan menyumbang petinju berpotensi bagi Pengprov. Jatim. Harapannya, apabila satu wilayah mengalami peningkatan prestasi, maka hal tersebut akan menjadi stimulan bagi kabupaten/kota lain untuk mengikuti prestasi yang diraih. “Ini merupakan modal bagus bagi petinju Jatim untuk berprestasi di tingkat nasional bahkan di level internasional,” imbuh Mikdon H Tanaen. Pada kesempatan yang sama, Ketua Pertina Banyuwangi masa bakti 2020-2024, Joko Misbono mengungkapkan saat ini pihaknya fokus dalam melakukan konsolidasi organisasi dan penataan internal setelah terpilih dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Pertina Banyuwangi di kantor KONI Banyuwangi beberapa waktu lalu. Salah satu program yang disiapkan adalah menggelar sparing bersama sebagai upaya meningkatkan mutu dan kualitas petinju muda Banyuwangi. ”Program yang lain adalah menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab), mengikuti Kejurprov. Jatim dan tampil dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang,” jelasnya. Saat ini ada tiga sasana tinju di Kab. Banyuwangi yang resmi tercatat menjadi anggota Pertina Banyuwangi yaitu; Mirah Boxing Champ, Sasana Minak Jinggo dan Sasana Laras Macan putih yang sampai saat ini aktif melakukan pembinaan bagi para petinju di wilayah Banyuwangi.

Jelang Porda Jabar 2022, Cabor Softball Kab. Bogor Fokus Lakukan Sosialisasi dan Pembinaan

Jelang Porda Jabar 2022, Cabor Softball Kab. Bogor Fokus Lakukan Sosialisasi dan Pembinaan.

Jelang pelaksanaan Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Jabar tahun 2022 yang akan digelar di Tasikmalaya, Subang dan Bandung, Cabang Olahraga (Cabor) Softball Kabupaten Bogor mulai gencar melakukan sosialisasi dan pembinaan para atlet untuk mencapai target satu medali emas di Porda Jabar 2022 nanti. Hal tersebut diungkapkan Kabid Organisasi Perbasasi Kabupaten Bogor, Leli Rahman. Menurut pria yang akrab disapa Rahman itu, olah raga softball perlu dikenal lebih luas oleh masyarakat khususnya Kabupaten Bogor agar lebih mudah mendapatkan bibit atlet berkualitas. “Saat ini persiapan kami fokus pada pembinaan para atlet, juga rutin lakukan sosialisasi dengan menggandeng guru olahraga. Agar softball ini bisa lebih dikenal oleh masyarakat Kabupaten Bogor, sehingga kita bisa dengan mudah medapatkan bibit calon atlet berkualitas,” jelas Rahman dikutip dari rilis Diskominfo Kabupaten Bogor. Rahman melanjutkan, faktor wilayah Kabupaten Bogor yang tergolong sangat luas ini perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mencari bibit calon atlet softball. Salah satu caranya yaitu strategi sosialisasi dengan melibatkan guru olah raga dari sekolah ditiap-tiap kecamatan untuk memperluas pembinaan. Namun, ditengah situasi pandemi seperti ini, seluruh kegiatan sosialisasi dilakukan melalui media daring. Sementara untuk pembinaan dan latihan tatap muka hanya dapat dilakukan satu minggu satu kali. Selebihnya dilakukan secara mandiri dengan didampingi oleh pelatih melalui daring. “Karena kini softball baru ada di dua kecamatan yakni di Kecamatan Cariu dan Gunungsindur. Meski dalam kondisi pandemi, kami tetap lakukan sosialisasi meskipun hanya melalui media daring,” ujar Rahman. Pihaknya berharap, melalui strategi itu, Cabor Softball Kabupaten Bogor mampu memenuhi target juara minimal satu mendali emas. Karena di Porda 2018 lalu, Cabor Softbal Kabupaten Bogor baru bisa meraih satu perunggu dan satu perak. “Untuk pembinaan kami fokus pada atlet yang sudah ada, dari 40 atlet hanya 15 atlet yang akan kami ikut sertakan di Porda Jabar 2022 mendatang. Latihan sementara ini kami lakukan di Gor Padjajaran, rencananya kami akan pinjam lapangan panahan Stadion Pakansari untuk latihan. Sudah ada komunikasi dengan KONI dan Dispora, agar kedepannya kita bisa rutin latihan disana,” jelas Rahman. Lebih lanjut, Rahman optimis bahwa cabang olahraga softball atlet Kabupaten Bogor dapat menghasilkan prestasi yang apik. “Kami optimis di Porda Jabar 2022 mendatang kami bisa meraih satu emas, tetap lakukan yang terbaik. Tingkatkan prestasi dan kualitas diri, kita pasti bisa mengharumkan Kabupaten Bogor. Terlebih atlet binaan kita murni dari Kabupaten Bogor,” imbuhnya.

9 Karateka Muda Asal Riau Harumkan Indonesia

9 Karateka Muda Asal Riau Harumkan Indonesia

Pemerintah dan masyarakat Kota Tanjungpinang, Provinsi Kep. Riau patut berbangga diri. Pasalnya, pasalnya sembilan orang karateka muda binaan Komando Distrik Militer (Kodim) 0315/Bintan yang tergabung dalam Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Tanjungpinang, berhasil memborong medali pada Kejuaraan Dunia Karate Russian Open Tahun 2020. Kesembilan karateka muda tersebut ialah Azkha Dafina Aurellia, M. Amri Alfajrihan, Septriadi Ramadhani, Dhea Ilfitria Maharani, Devana Syakbanil, Dzakiyah Nur Fadillah, Lyana Dhea, Rainhard Hillarius dan Jalu Armando Shevariano. Pada kejuaraan yang berlangsung secara virtual itu, mereka mampu meraih 1 medali emas, 4 medali perak dan 4 medali perunggu. Berkat raihan tersebut, Komandan Kodim 0315/Bintan Kolonel Inf I Gusti Ketut Artasuyasa selaku Pembina Forki Tanjungpinang yang didampingi Sekum Forki Tanjungpinang, Lina Marlina, serta sempai Rio menyerahkan secara langsung medali dan penghargaan kepada kesembilan karateka muda tersebut di Makodim 0315/Bintan, Jalan Ahmad Yani Km 5 Tanjungpinang, Rabu (02/9/2020) siang. “Hari ini kita semua berbangga hari karena atlet-atlet karate muda kita telah berhasil meraih juara pada ajang bergengsi yakni Karate Russian Open Tahun 2020 yang dilaksanakan secara virtual,” ucap Dandim dilansir dari laman Klikwarta.com. “Kami atas Keluarga Besar Kodim 0315/Bintan mengucapkan selamat kepada adik-adik yang telah mendapatkan Juara I, II dan III pada Karate Russian Open Tahun 2020,” pungkasnya. Lanjut Dandim, ia sangat bangga atas capaian ini dan berharap para atlet muda tersebut tidak cepat puas dan meraih lebih banyak prestasi lagi pada ajang berlevel internasional. “Saya selaku Pembina Forki Tanjungpinang sangat bangga kepada adik-adik semua. Saya berharap dengan ini adik-adik dapat lebih memacu prestasi lebih banyak lagi,” ungkapnya. Sementara itu, Lina Marlina selaku Sekum Forki Tanjungpinang mengucapkan terima kasih kepada Komandan Kodim 0315/Bintan yang telah mendukung para atlit muda yang berprestasi tersebut salah satunya dengan mengizinkan untuk berlatih di Makodim 0315/Bintan. “Berkat bantuan dan dukungan Bapak Dandim, anak-anak dapat meraih prestasi ini karena anak-anak latihan di Kodim 0315/Bintan. Tentunya tak lepas juga dari dukungan dan doa seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang atas keberhasilan mengharumkan nama Kota Tanjungpinang dan Indonesia di Kancah Dunia Karate Internasional,” ujar Lina.

6 Pemanjat Tebing Junior Kalsel Lolos ke Tahap Seleksi Nasional

6 Pemanjat Tebing Junior Kalsel Lolos ke Tahap Seleksi Nasional

Sebanyak 6 pemanjat tebing junior dinyatakan lolos untuk mewakili Kalimantan Selatan ke Seleksi Nasional di Jakarta yang direncanakan digelar bulan ini. Nantinya, para atlet yang lolos Seleksi Nasional akan mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia yang diperkirakan berlangsung tahun depan. Keenam nama yang berhasil lolos ke Seleksi Nasional ini berhasil menjadi yang terbaik usai mengikuti seleksi yang diselenggarakan PP FPTI, di Venue Sport Climbing Gor Hasanudin HM, pada 29 Agustus 2020 lalu. Ketua Harian FPTI Provinsi Kalsel, Bandi Chairullah menjelaskan pada awalnya ada 8 nama yang mengikuti seleksi yang berasal dari kabupaten/kota diantaranya Tapin 3, Hulu Sungai Tengah 2, Tanah Laut 1, Banjarbaru 1 dan Banjar 1. Sementara kuota yang lolos hanya untuk 6 orang. “Namun dari semua atlet yang seleksi kemarin kita hanya menyediakan kuota 6 atlet saja, 3 putra dan 3 putri,” ucapnya Kamis (3/9/2020) seperti dikutip dari Klikkalsel.com. Bobot seleksi yang ditempuh para atlet adalah latihan fisik sekitar 20 persen, psikologi 30 persen dan tes pemanjatan 30 persen. Dari serangkaian tes tersebut, maka muncul 6 nama atlet terbaik yang berhak mewakili Kalimantan Selatan di Seleksi Nasional. Untuk atlet putra yang lolos, FPTI Tapin berhasil mendominasi dengan mengirimkan 3 nama. Sementara atlet putri terbagi rata dan berasal dari FPTI Banjarbaru, FPTI Hulu Sungai Tengah dan FPTI Tanah Laut. “Secara faktual data base hasil tes atlet yang bersangkutan, adalah murni sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.” ujar Bandi. Berikut Daftar Atlet Junior Kalimantan Selatan yang Lolos ke Seleksi Nasional: Putra: 1. Muhammad Firdan Andika – FPTI Tapin. 2. Muhammad Rezky Azhar – FPTI Tapin. 3. Moh. Reza Fernanda Abdi – FPTI Tapin. Putri: 1. Zeriflita Aura Rinjani – FPTI Banjarbaru. 2. Andika Nabila – FPTI Hulu Sungai Tengah. 3. Hudiya Lailan Nisfi – FPTI Tanah Laut.

Dua Olah Raga Otomotif Piala Menpora Diharapkan Jadi Ajang Pembinaan Atlet

Dua Olah Raga Otomotif Piala Menpora Diharapkan Jadi Ajang Pembinaan Atlet

Jabar Open Road Race Championship Subang (JORRCS) dan Jabar Open Motocross dan Grasstrack Championship Sumedang (JOMGCS) yang merupakan rangkaian dari Piala Menpora 2020 siap digelar akhir pekan ini (29-30/8/2020). Kedua ajang otomotif roda dua atau R2 tersebut terselenggara berkat kerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Barat dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dikutip dari kantor berita Antara, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyambut hangat rencana penyelenggaraan kedua ajang tersebut. Namun, Ia pun mengingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan. “Protokol kesehatan harus dipatuhi. Jangan sampai menjadi cluster baru,” imbau Zainudin Amali. Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi IMI Jabar, Fachrul Sarman berharap agar penyelenggaraan kedua ajang ini mampu menjadi salah satu bentuk pembinaan atlet muda di Indonesia. “Melalui JORRCS & JOMGTXCS 2020, Insya Allah akan menjadi salah satu bentuk pembinaan atlet muda di Indonesia, khususnya di Jabar lewat kompetisi dengan kelas utama junior. Dilihat dari kelas-kelas ini, event bisa disebut sebagai “road to PON dan PORDA 2021”,” ujar Fachrul Sarman. JORRCS dan JOMGTXCS 2020 akan digelar sebanyak tiga putaran dan akan berlokasi di Subang dan Sumedang. Pemilihan kedua lokasi ini karena memiliki banyak komunitas balap road race, motocross, serta grasstrack sehingga mendukung untuk diadakannya sebuah kompetisi. Untuk kelas yang dipertandingkan, ORRCS menggelar kelas utama Senior Perorangan dan Beregu, Underbone 150cc. Kemudian kelas utama junior Perorangan & Beregu, serta Underbone 125cc. Sementara JOMGTX terdiri dari kelas utama MX Perorangan & Beregu, MX2, Kelas utama MX Junior Perorangan & Beregu, SE 125cc, kelas utama GTX Senior Perorangan & Beregu, Trail UP TO 155cc. Kelas utama Junior Perorangan dan Beregu junior, Trail up to 155cc.

PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride Sukses Sentuh Lebih dari Satu Juta Masyarakat Indonesia Hidup Aktif dan Lebih Sehat

PRURide Indonesia 2020 - Dokumentasi pribadi para peserta

Jakarta, 24 Agustus 2020 – PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride, event sepeda virtual pertama dari PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) telah sukses digelar pada 20-23 Agustus 2020. Ajang tahunan ini merupakan salah satu perwujudan komitmen Prudential Indonesia selama 25 tahun mendampingi masyarakat untuk hidup lebih sehat dan sejahtera. Selama empat hari, 3.000 pecinta sepeda tidak hanya berhasil menantang dirinya namun juga mengumpulkan donasi sebesar Rp300.000.000 untuk para tenaga kesehatan yang masih terus berjuang melawan pandemi COVID-19.  Luskito Hambali, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia menjelaskan, “Fakta memperlihatkan bahwa pandemi COVID-19 tidak menghentikan semangat masyarakat Indonesia beradaptasi di era new normal. Contohnya dari survei The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) yang mendapati lonjakan penggunaan sepeda hingga 10 kali lipat atau meningkat 1.000% saat PSBB di Jakarta. Seiring tren selama periode ini, rata-rata penjualan sepeda turut meningkat hingga 30%.” “Besarnya animo masyarakat terhadap bersepeda juga terlihat dari sambutan positif terhadap PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride. Mulanya kuota hanya disediakan untuk 2.000 peserta, namun terisi penuh kurang dari seminggu sejak pendaftaran dibuka hingga akhirnya kuota ditambah menjadi 3.000 dan habis selang dua minggu kemudian. Melalui event ini, peserta juga berhasil memacu lebih dari satu juta masyarakat Indonesia hidup aktif dan lebih sehat. Tentunya kami sangat senang dapat memfasilitasi tingginya gairah bersepeda masyarakat Indonesia demi kesehatan serta kebugaran tubuh yang lebih baik, dan membantu mereka dalam melawan pandemi,” tambah Luskito. Format virtual yang diusung menawarkan fleksibilitas dan kemudahan di tengah berbagai keterbatasan. Peserta dapat gowes kapan dan di mana saja senyamannya, baik dari rumah maupun melintasi rute sesuai kategori pilihan mereka–Gran Fondo (135 km) atau Medio Fondo (70 km)—dengan tetap memprioritaskan protokol keamanan dan kesehatan yang tidak henti dianjurkan oleh panitia.  Chaidir Akbar, experienced cyclist memaparkan, “Pandemi menyadarkan betapa berharganya kesehatan bagi masyarakat sehingga mereka menaruh perhatian ekstra agar tetap fit. Hal ini pula yang menggerakkan mereka untuk berupaya lebih, seperti dengan mengikuti PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride. Keseruan cycling event dalam format virtual ini terletak pada kemandirian para peserta. Mereka dituntut untuk menjadi kreatif menentukan jalur sesuai kategorinya, melatih endurance dengan tantangan yang dipilih, hingga time management agar dapat menyelesaikannya sesuai dengan target.” Antusiasme masyarakat juga tercatat dengan beragamnya wilayah asal dan usia para peserta. Bahkan lebih dari 2.000 peserta berasal dari luar Jakarta, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, hingga Papua. Peserta termuda PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride berusia 16 tahun sedangkan yang tertua berusia 70 tahun. Amira Anwar, Sp.P, FAPSR, finisher kategori Gran Fondo bercerita, “Saya bersepeda selama dua hari dan membaginya menjadi 100 km serta 35 km. Saya sengaja memilih jalur flat agar dapat mengukur sejauh mana stamina saya karena ini merupakan pertama kalinya saya ikut ajang bersepeda jarak jauh. Saya sangat bangga pada diri saya yang mampu menyelesaikannya dengan total waktu tempuh 5 jam 43 menit.” Ia juga mengungkapkan bahwa PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride memberikan pengalaman yang mengesankan. “Ride ini ga cuma buat nyalurin kecintaan bersepeda dan meningkatkan skill kita, tapi juga bantu untuk terkoneksi dengan pesepeda lainnya sehingga bisa bertukar ilmu, motivasi hingga saling menginspirasi,” serunya. Seluruh peserta berhak mendapatkan SILVERIDER Jersey yang menyimbolkan 25 tahun kehadiran Prudential Indonesia. Khusus bagi para finisher, mereka berhak mendapatkan MedaLink pt. 1 sebagai simbol pembuktian dan apresiasi atas keberhasilan menaklukkan tantangan. Medali khusus ini memiliki bagian unik yang dapat saling terhubung dengan medali PRURide Indonesia 2021 mendatang, sebagai pengingat bahwa menjalani gaya hidup sehat dan aktif merupakan komitmen jangka panjang yang harus difokuskan. Keistimewaan lain yang mengiringi PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride adalah kesempatan bagi para peserta berbuat baik kepada sesama di masa pandemi, yang sejalan dengan komitmen “We DO Good” Prudential Indonesia. Tiap kilometer yang dilalui para peserta dikonversikan senilai Rp1.000 sebagai donasi bagi para tenaga kesehatan. Seluruh peserta PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride secara total menempuh 226.656,2 KM yang kemudian digenapkan oleh Community Investment Prudential Indonesia menjadi Rp300.000.000 untuk disalurkan ke sejumlah rumah sakit di Indonesia dalam bentuk Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap level 3 melalui Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI). “Kesuksesan penyelenggaraan PRURide Indonesia 2020 Virtual Ride kami harap dapat berkontribusi menjadikan Indonesia lebih kuat dan sehat. Semoga seluruh peserta dapat terinspirasi untuk lebih optimistis dan aktif menjalani era new normal tanpa melupakan pentingnya untuk tetap peduli terhadap sekitar, pantang menyerah dan selalu menjaga keamanan dan kesehatan dalam bersepeda, sehingga kita dapat bersama melewati masa sulit ini dan bertemu kembali di PRURide Indonesia 2021,” tutup Luskito.

Kejuaraan Kumite Pertama Se-Kalimantan Selatan Resmi Dibuka Dengan Persaingan Ketat Antara 95 Karateka Junior

95 Karateka Junior Bersaing dalam Kejuaraan Kumite Pertama Se-Kalimantan Selatan

Sebanyak 95 karateka junior yang berasal dari 95 klub di Kalimantan Selatan mengikuti Kejuaraan Kumite yang diselenggarakan oleh Yusfi Karate Club (YKC). Selain untuk melatih mental bertanding, kejuaraan ini juga bertujuan untuk membina para karateka junior karena bekerja sama dengan masing-masing klub. Menurut ketua Yusfi Karate Club Kabupaten Banjar, Muhammad Yusfiansyah, kejuaraan ini adalah yang pertama yang diadakan per kategori. “Kalau tidak salah, di Kalimantan Selatan untuk kumite, ini yang pertama kali,” ucap Yusfi dikutip dari Banjarmasinpost.co.id, Kamis (20/8/2020). Sementara itu, untuk kelas yang dipertandingkan antara lain kelas bebas usia dini putra, kelas bebas putri, kelas pemula putra, kelas pemula putri, kelas pra pemula putri, kelas pra pemula putra, cadet putra, cadet putri, junior putri dan junior putra. Untuk mematuhi protokol kesehatan selama pandemi, Kejuaraan ini dilaksanakan dengan pembagian waktu hanya tiga jam. Tujuannya, demi mencegah penyebaran Covid-19. “Kami atur dan bagi waktu pelaksaan kejuaraan ini setiap per kategorinya,” jelas Yusfi. Yusfi Karate Club memang sering mengadakan kejuaraan. Sebelumnya, klub yang bermarkas di Dojo Yusfi Karate Club, Jalan A Yani Km 36, batas Kota Banjarbaru itu rutin menggelar Yusfi Cup setiap tahun. Namun, khusus tahun ini diadakan secara virtual untuk pertama kalinya, karena pandemi Corona masih melanda Kalsel.

Mengintip Kesibukan Atlet Wushu Edgar Xavier Marvelo Selama Pandemi COVID-19

Mengintip Kesibukan Atlet Wushu Edgar Xavier Marvelo Selama Pandemi COVID-19

Di tengah masa pandemi Corona, hampir semua kegiatan yang berada di luar rumah harus dibatasi, terkadang memang perlu ada ide-ide kreatif untuk mengusir rasa jenuh. Salah satu yang mungkin bisa dicontoh adalah hal yang dilakukan Edgar Xavier Marvelo Selama pandemi ini, Edgar sebisa mungkin tetap menyibukkan diri dengan kegiatan yang produktif selain latihan rutin. Salah satu hal yang dilakukan oleh atlet wushu asal DKI Jakarta ini adalah membuat camilan tiramisu. Tak hanya membuat, Edgar juga ternyata menjual tiramisu buatannya tersebut di Instagram. Hal itu terlihat dari salah satu postingannya di Instagram, tampak Edgar memposting foto tiramisu buatannya yang terlihat sangat enak dan menggugah selera lengkap dengan captions berbahasa Inggris. Wah, ternyata Edgar tak hanya handal saat berada di arena pertandingan, namun juga di dapur. Keren, ya! Edgar Xavier Marvelo merupakan atlet wushu kelahiran Jakarta, 16 Desember 1998. Edgar telah berlatih wushu sejak kecil, tepatnya sejak ia masih berusia 6 tahun. Ia mengaku terinspirasi dari film-film laga yang diperankan oleh Jet Li, Jackie Chan, hingga Bruce Lee yang sering ditontonnya ketika masih kecil. Namun, siapa sangka hal itulah menjadi motivasi Edgar untuk menekuni olahraga wushu. Sederet gelar bergengsi pun pernah diraih Edgar diusianya yang tergolong masih muda. Yang terakhir, Edgar berhasil membuat harum Indonesia pada gelaran SEA Games 2019 di Filipina dengan meraih dua medali emas dari wushu nomor taolu kombinasi daoshu dan gunshu. Berikut daftar prestasi yang telah didapatkan oleh Edgar Xavier Marvelo: Medali Emas Chang Quan Kejurnas Junior C 2009 Medali Perak Gunshu Kejurnas Junior C 2009 Medali Emas Gunshu Kejurnas Junior C 2010 Medali Perak Changquan Kejurnas Junior C 2010 Medali Emas Gunshu Kejuaraan Dunia Junior C 2010 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior B 2011 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior B 2012 Medali Perak Daoshu Kejurnas Junior B 2012 Medali Perak Gunshu Kejurnas Junior B 2012 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior B 2013 Medali Emas Daoshu Kejurnas Junior B 2013 Medali Emas Gunshu Kejurnas Junior B 2013 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior A 2014 Medali Emas Daoshu Kejurnas Junior A 2014 Medali Emas Gunshu Kejurnas Junior A 2014 Medali Emas Duilien Kejurnas Junior A 2014 Medali Emas Asean School Games Junior A 2014 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior A 2015 Medali Emas Daoshu Kejurnas Junior A 2015 Medali Emas Gunshu Kejurnas Junior A 2015 Medali Emas Daoshu Kejuaraan Dunia Junior A 2016 Medali Perak Changquan Kejuaraan Dunia Junior A 2016 Medali Perak Gunshu Kejuaraan Dunia Junior A 2016 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior A 2016 Medali Emas Daoshu Kejurnas Junior A 2016 Medali Perak Gunshu Kejurnas Junior A 2016 Medali Emas Changquan PARS Wushu Cup 2017 Medali Perunggu Daoshu PARS Wushu Cup 2017 Medali Perunggu ChangQuan 29th SEA Games 2017 Medali Perak Daoshu Kejuaraan Dunia Senior 2017 Medali Perak ChangQuan ASIAN GAMES 2018 Medali Emas Daoshu Kejurnas Senior 2019 Medali Emas Gunshu Kejurnas Senior 2019 Medali Perak Duilian Kejurnas Senior 2019 Medali Emas Kejuaran Dunia Shanghai China 2019 Medali Emas Gunshu SEA Games 2019 Medali Emas Taolu Duilian SEA Games 2019

Cerita Nadine, Dari Iri Dengan Sang Kakak Hingga Jadi Penembak Muda Berprestasi

Cerita Nadine, Dari Iri Dengan Sang Kakak Hingga Jadi Petembak Muda Berprestasi

Ni Komang Nadine Vergian Dinatha, merupakan atlet tembak muda asal Bali yang sudah banyak meraih prestasi. Di usianya yang masih sangat muda, Nadine sudah bisa menjejerkan piagam dan medali di buket pribadinya. Namun siapa sangka, awal ia terjun ke dunia tembak ternyata karena ia “iri” dengan sang kakak yang juga merupakan atlet tembak. Bungsu dari tiga bersaudara ini memang mewarisi darah atlet menembak dari keluarganya. Sang ayah, I Made Sugiantara merupakan pelatih tim tembak Denpasar. Sementara kedua kakaknya, Rivan dan Rico juga merupakan atlet menembak. Bahkan Rico, kakak nomor duanya itu merupakan petembak SEA Games Indonesia 2019 lalu dan sudah malang melintang ikuti kejuaraan berskala nasional dan internasional. Hal ini yang menjadi faktor Nadine untuk menekuni olahraga tembak. Ia “iri” sekaligus termotivasi dari sang kakak. Ia merasa “iri” karena saudaranya itu bisa keluar kota bahkan keluar negeri dan berprestasi di olahraga ini. Oleh karena itu, akhirnya Nadine memutuskan terjun di dunia menembak. “Awalnya saya susah diajak latihan sama ayah. Tapi melihat kakak yang sering ke luar negeri, jadi termotivasi dan tekun berlatih sampai sekarang,” ungkap Nadine seperti dikutip dari Bali Express. Siswi SMPN 3 Denpasar ini, juga telah meraih sejumlah prestasi membanggakan. Nadine menyebutkan, ia telah mengumpulkan sebanyak 18 medali dari seluruh kejuaraan yang ia ikuti, diantaranya emas Porjar Kota Denpasar dan Provinsi Bali di kategori perorangan. Lalu ada juga kejuaraan SEASA 2019 di Jakarta dengan meraih perak di kategori beregu putri. Itu semua diraihnya di nomor spesialis Nadine yakni air pistol putri. “Saya mulai latihan sejak kelas 5 SD. Sampai sekarang menginjak kelas XIII dan sudah mengumpulkan kurang lebih 18 keping medali,” ujar Nadine. Sang ayah, I Made Sugiantara menambahkan, di nomor spesialisnya Nadine khusus untuk junior putri, bisa dibilang masih terbaik di Bali. Bahkan, skor yang putrinya raih bisa bersaing dengan petembak senior putri yang usianya jauh di atas Nadine. Berkat prestasi dan bakatnya tersebut, Nadine menjadi atlet yang menjadi proyeksi di Porprov Bali. “Nadine juga menjadi atlet proyeksi di Porprov Bali untuk Kota Denpasar. Tapi, dengan catatan ia harus bisa bersaing dengan senior lainnya jika ingin masuk ke dalam tim Porprov,” ujar Sugiantara.

Farrahany Diva Az Zahra, Sempat Pilih Model Sebelum Sepatu Roda

Farrahany Diva Az Zahra, Sempat Pilih Model Sebelum Sepatu Roda

Muda, cantik dan berbakat. Ungkapan ini yang layak diberikan kepada atlet sepatu roda Farrahany Diva Az Zahra. Namun, siapa yang menyangka jika ia awalnya lebih dulu bergelut di dunia modeling sebelum akhirnya memilih sepatu roda dan beberapa kali menjadi perwakilan Sumatera Utara untuk setiap ajang olahraga tingkat nasional. Dara kelahiran 20 September 2003 ini memiliki bakat modeling sejak kecil. Ia mengaku pada saat kecil ia suka memilih baju sendiri dan memadu-padankan warna sehingga ia sering didaftarkan oleh sang mama untuk ikut kontes modeling. Namun, pada akhirnya ia merasa bosan dan beralih ke sepatu roda. Lebih lanjut, ia mengaku menolak pada saat pertama kali ditawari olahraga sepatu roda oleh salah seorang teman mamanya. Namun, berkat dukungan kedua orangtua, Diva akhirnya mau menekuni olahraga tersebut. Di usianya yang masih tergolong muda ini, Diva sudah cukup banyak pengalaman. Beberapa medali pernah ia raih. Bahkan, ia juga pernah ikut PON XIX Jawa Barat dan tampil di nomor lomba 15 ribu meter. Sebuah pengalaman yang berharga dan disyukuri olehnya. Saat ini, Diva sedang mempersiapkan diri untuk bersaing menjadi yang terbaik di PON Papua. Beberapa latihan pun tetap ia lakukan meski harus dari rumah. “Karena sekarang masih pandemi dan belum ada instruksi untuk latihan di luar rumah, makanya saya menggunakan alat sepeda,” ujar Diva dikutip dari Tribun Medan, Jumat (14/8/2020). Ia pun mengakui jika latihan mandiri di rumah ini sangat membantu dirinya sebagai seorang atlet. Terutama untuk menjaga ketahanan fisik dan mencegah otot-ototnya kaku. “Sesuai anjuran dari pelatih, saya bersepeda kurang lebih 1,5 jam dan itu diperlukan agar ketahanan fisik tetap terjaga dan otot kaki bisa lebih maksimal,” lanjutnya. Profile Nama: Farrahany Diva Az Zahra Tempat, Tanggal Lahir: Medan, 20 September 2003 Prestasi: Juara 1 Sumut open 1000 m putri Juara 1 Sumut open 5000 m putri Juara 1 Piala Gubsu Elim 5000 m putri Juara 2 speed junior 300 m putri Peringkat 8 Bk PON

Rahmad Adi Mulyono, Pemuda 19 Tahun dengan Target Prestasinya di Asian Games & Olimpiade di Panjat Tebing

Inilah Target Rahmad Adi Mulyono di Asian Games dan Olimpiade

Pemanjat dinding Indonesia, Rahmad Adi Mulyono, mengincar dua target kemenangan di Asia Games 2022 dan Olimpiade Paris 2024. Adi yang berhasil meraih emas di IFSC Connected Speed Knockout 2020 pada 2 Agustus 2020 lalu itu mengaku siap bersaing dengan para seniornya untuk bisa berprestasi di level internasional. “Kalau latihan tidak mau kalah sama yang senior, pengen sih ngalahin prestasi yang senior-senior itu,” kata Adi seperti dikutip dari Sport.tempo.co, Senin, 10 Agustus 2020. Tentang target, atlet yang baru menginjak usia 19 tahun ini mematok juara di Asian Games Hangzhou 2022 dan Olimpiade Paris 2024. Sedangkan Olimpiade Tokyo 2021, ia memilih realistis karena cabang olahraga panjat tebing masih memperlombakan nomor kombinasi yakni speed, lead, dan boulder. “Targetnya 2024, kalau Olimpiade Tokyo itu tiga kategori. Kalau saya fokus ke Asian Games 2022 dan Olimpiade 2024,” ungkap Adi. Adi merupakan anggota klub panjat dinding Life Sport Climbing di Surabaya. Spesialisasinya adalah panjat dinding kecepatan. Ia mengaku pertama kali mengenal olahraga panjat tebing saat ia berada di kelas 6 SD. Pada awalnya, Adi merasa tertantang oleh adiknya yang lebih dahulu mengenal olahraga panjat tebing. “Lihat-lihat kok menantang, akhirnya ikut sendiri. Pertama diejek sama adek, dulu adikku sering juara, kamu tidak bisa seperti aku,” kata Adi menirukan tantangan adiknya. “Aku latihan terus, tak buktiin. Jadi saling bersaing, sekarang adekku masih di Pengcab (pengurus cabang) Surabaya,” lanjutnya. Nama Adi kian melejit saat ia menjuarai Kejuaraan Nasional kelompok umur pada 2015. Setelah itu, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mempercayakan dirinya tampil di Asian Youth Championship 2017 di Singapura. Namun, Adi belum mendapatkan hasil maksimal kala itu. Setelah itu, satu demi satu kejuaraan baik level nasional mau pun internasional diikuti oleh atlet kelahiran Surabaya, 31 Oktober 2000 ini. Adi pun bisa mempersembahkan beberapa medali hasil dari kerja kerasnya tersebut. Diantaranya medali emas di kejuaraan daerah dan nasional, medali perunggu untuk nomor perorangan dan medali emas untuk nomor beregu di Asian Youth Championship 2019. Ia juga menjadi kontingen Indonesia yang berangkat ke IFSC Youth World Championships di Arco, Italia. Adi berhasil membawa pulang medali perunggu.

Pandemi Justru Membuka Kesempatan Bagi Atlet Junior Menembak Untuk Unjuk Gigi

Ebrahim Inanlou saat memberikan instruksi kepada anak didiknya di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Jumat (12/6). (Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra)

Pengurus Besar (PB) Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) saat ini memberikan kesempatan kepada Pelatnas menembak untuk lebih fokus membina para atlet junior mereka. Fokus Pelatnas tahun ini seharusnya mempersiapkan para atlet menghadapi kualifikasi Olimpiade Tokyo. Namun, karena adanya pandemi COVID-19 ini Olimpiade Tokyo pun ditunda pelaksanaannya. Akhirnya, fokus Pelatnas menembak pun diubah, program latihan saat ini diberikan kepada seluruh atlet termasuk para junior. Menurut sang Pelatih kepala PB Perbakin, Ebrahim Inanlou, fokus ini digunakan untuk mempersiapkan atlet muda untuk berlaga pada SEA Games 2021 di Vietnam. “Kami saat ini sedang mempersiapkan atlet untuk SEA Games Vietnam. Ini waktu yang bagus untuk kami dan kami rasa kami bisa manfaatkan ini untuk SEA Games nanti,” kata Ebrahim dikutip dari Sport.tempo.co. Indonesia sebenarnya sudah meloloskan satu perwakilan mereka untuk berlaga di Olimpiade Tokyo melalui Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba. Fika yang saat ini baru menginjak usia 19 tahun tersebut dinyatakan lolos ke gelaran Olimpiade Tokyo usai mengikuti turnamen Asian Shooting Championship (ASC) di Qatar pada November 2019 lalu. Fika dinyatakan lolos kualifikasi dengan menempati urutan ke-14 peringkat penembak se-Asia. “Sekarang kami mulai 50 m riffle 3 position khusus Fika (Vidya Rafika) karena dia harus menembak air rifle dengan 3 position. Untungnya dengan waktu yang kami punya, kami jadi bisa mulai 3 position dengan atlet lainnya juga,” Ebrahim menjelaskan. Terkait peluang Indonesia untuk menambah wakil atlet menembak ke Olimpiade, menurut pelatih asal Iran tersebut dirasa cukup sulit untuk bisa terpenuhi mengingat hanya ada 12 kuota tersisa yang akan diperebutkan petembak yang menduduki ranking dunia. Meskipun memang masih ada kesempatan hingga tahun depan, tapi peluang itu dinilainya kecil. “Peluangnya kecil tapi kami akan coba meski sangat sulit. Sekarang saya fokus ke atlet remaja, SEA Games dan mungkin kompetisi di masa mendatang,” tuturnya. Namun, pembinaan para atlet junior sejak dini sangat penting demi melahirkan tim petembak junior yang kuat pada setiap kejuaraan sekaligus regenerasi atlet senior ketika mereka memutuskan untuk pensiun.

Kapolri Cup 2020 Jadi Ajang Unjuk Gigi Para Atlet Muda Menembak

Kapolri Cup 2020 Jadi Ajang Ujuk Gigi Para Bibit Atlet Menembak Profesional

Kejuaraan Menembak Kapolri Cup 2020 memang sudah selesai beberapa waktu lalu. Namun, kejuaraan yang berlangsung di Lapangan Menembak Senayan, Jakarta, ini seakan menjadi ajang unjuk gigi bagi para atlet muda menembak profesional Indonesia. Beberapa penembak junior berhasil membuktikan diri pada ajang tingkat nasional tersebut, diantaranya adalah Abdullah Imam dan M Rifky yang mampu menyabet total tiga keping medali emas. Abdulah Imam tercatat meraih dua medali emas untuk nomor Grade D Junior dan Production Junior. Sementara M. Rifky mencatat sukses meraih juara di nomor Standart Junior. Berkat raihan tersebut, Abdullah Imam dan M Rifky menambah perolehan medali emas Banten menjadi 4 pada ajang Kapolri Cup, baik Kejurnas menembak virtual maupun benchrest dan tembak reaksi. Sebelumnya, Banten telah mengamankan 1 medali emas dari nomor air rifle putri, atas nama Monica Daryanti dari Kabupaten Tangerang. “Hasil ini sebenarnya tidak mengejutkan karena Imam (sapaan Abdulah Imam) dan Rifky sudah punya pengalaman tampil di berbagai event nasional maupun internasional. Tapi juara di Kapolri Cup menambah keyakinan keduanya menjadi atlet andalan Banten di masa depan,” ucap Pelatih Menembak Banten, Raden Imam Susandhi Nugraha seperti dikutip dari Kabar-banten.com. Sementara itu, terkait prestasi dua penembak junior Banten, Sekretaris Umum Pengcab Perbakin Kota Cilegon, M. Ferry Muchdiana mengatakan, hal tersebut tidak lepas dari dukungan orangtua kedua atlet tersebut. “Terakhir mereka tampil di Filipina awal tahun lalu. Di sana keduanya mendapat tambahan pengalaman tampil dan juga mental bertanding. Ke depan saya yakin Imam dan Rifky akan menjadi aset penembak andal bukan saja buat Kota Cilegon tapi juga Banten,” ucap Ferry. Oleh karena itu, prestasi di Kejurnas Kapolri Cup semakin menambah semangat Pengcab Perbakin Kota Cilegon dalam melakukan pembinaan nomor tembak reaksi. “Saat ini nomor tembak reaksi banyak peminatnya dan makin bertambah tiap tahunnya. Ke depan kami yakin akan menghasilkan atlet andal lain baik di kategori senior atau junior,” tuturnya.

Kerjasama Dengan PB PGSI, KOBI Amatir Mendapat Dukungan Penuh Jadi Anggota KONI Pusat

Pertemuan antara Ketua Umum PGSI, Trimedya Panjaitan dengan Ketua Umum KOBI Ardiansyah Bakrie di Jakarta, Senin 27 JUli 2020.

Pengurus Besar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia atau PB PGSI memberikan dukungan penuh kepada KOBI Amatir atau Keluarga Olahraga Beladiri Mixed Martial Arts Indonesia untuk menjadi anggota KONI Pusat. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Ketua Umum PGSI, Trimedya Panjaitan dengan Ketua Umum KOBI Ardiansyah Bakrie di Jakarta, Senin 27 JUli 2020. Ardiansyah Bakrie didampingi jajaran Pengurus KOBI Amatir diantaranya Taufan E.Nugroho (Waketum Bidang Organisasi), Reva Deddy Utama (Waketum Bidang Media & PR), Fransino Tirta (Waketum Binpres), Hari Raharjo (Sekjen). Sedangkan Trimedya Panjaitan didampingi Mohamad Amir (Sekjen), Gusti Randa (Kabid Binpres) dan Diarson Lubis (Bidang Organisasi). Dalam pertemuan ini, PB PGSI mengharapkan KOBI Amatir bisa secepatnya menjadi anggota KONI Pusat. KOBI Amatir sudah mendaftar ke KONI Pusat dan akan dibahas dalam Rakernas KONI Pusat, akhir Agustus mendatang. “PGSI setuju dan mendukung KOBI masuk menjadi salah satu anggota KONI Pusat. KIta juga membantu, karena kami ada di 24 provinsi, kita akan komunikasikan dengan Pengprov PGSI di daerah juga dengan KONI-KONI daerah,” papar Trimedya Panjaitan. “Saya ucapkan terima kasih dan sebuah kehormatan bertemu dengan teman-teman PGSI dan Ketua. Banyak masukan yang diberikan dan sangat berarti ketika kita menjadi anggota KONI Pusat. Apa yang harus dilakukan dan tidak, termasuk rambu-rambunya banyak diberikan tanpa ada rahasia sama sekali. Saya langsung merasa seperti keluarga. Karena hanya teman sejatilah yang bisa memberi masukan yang baik,” sambung Ardiansyah Bakrie. Selain itu juga PB PGSI dan KOBI Amatir akan menjalin kerjasama terkait pembinaan olahraga beladiri di Indonesia. “Kita berharap ada kerjasama strageis dengan PGSI dan KOBI. Ternyata dari One Pride, banyak yang disiplinnya dari gulat. Apalagi dalam pandemi sekarang eventnya jarang, jadi kalau bisa ditampilkan akan menjadi sarana pegulat untuk berprestasi,” harap Trimedya yang juga anggota DPR. “Rencanan adanya kerjasama PGSI dengan KOBI atau kerjasama setingkat lebih tinggi lainnya atau bisa juga dengan One Pride dan lain-lain, itu adalah sesuatu yang harus dilakukan. Apalagi banyak disilpin dari MMA adalah gulat, Semoga bisa sam-sama memajukan olahraga ini,” jelas Ardiansyah Bakrie. Sebelumnya, KOBI Amatir juga sudah mendapat dukungan dari Ketua Umum Wushu yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, lalu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang juga Ketua Umum PB Forki. DIketahui KOBI lahir sejak 2015 yang kemudian menjadi anggota BOPI atau Badan Olahraga Profesional Indonesia sejak 2016. Saat ini KOBI memiliki sekitar 800 petarung, dari 70 klub yang tersebar di 27 provinsi. Serta memiliki 7 petarung putra dan 1 putri menyandang gelar juara nasional. Sejak tahun 2019 KOBI telah menjadi anggota IMMAF (International Mix Martial Art Federation) dan WMMAA (World Mixed Martial Arts Association). Dua federasi yang membawahi MMA amatir.

KONI Pusat Sambut Baik KOBI Amatir Jadi Anggota

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman saat menerima kedatangan pengurus KOBI di Jakarta, Rabu, 4 Juni 2020 malam.

Jakarta, KONI Pusat menyambut baik keinginan Komite Olahraga Beladiri Indonesia atau KOBI amatir menjadi anggota. “Cabang olahraga Mix Marital Art yang diwadahi KOBI, saat ini berkembang pesat. Kita harus punya atlet hebat dengan jejak rekord yang benar, yakni berawal dari atlet amatir. Kami menyambut dengan tangan terbuka, keinginan KOBI Amatir untuk jadi anggota KONI Pusat,” kata Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman saat menerima kedatangan pengurus KOBI di Jakarta, Rabu, 4 Juni 2020 malam. Dalam acara yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi itu Marciano di dampingi beberapa pengurus KONI Pusat lainnya seperti Ade Lukman (Sekjen), Herman Ago (Wakil Sekjen Bidang Usaha), Sadiq Algardi (Wakil Sekjen Bidang Olahraga Beladiri) serta Tirto (Wakil Ketua Bidang Humas). Sementara itu kedatangan KOBI dipimpin Ardiansyah Bakrie (Ketua Umum KOBI), Taufan E.Nugroho (Waketum Bidang Organisasi), Reva Deddy Utama (Waketum Bidang Media & PR), David Burke (Waketum Bidang Internasional), Fransino Tirta (Sekjen), Hari Rahardjo (Bendahara Umum). Pada kesempatan itu Ardiansyah Bakrie memperkenalkan lebih dalam sejarah sampai berkembangnya KOBI di Indonesia. KOBI lahir sejak 2015 yang kemudian menjadi anggota BOPI atau Badan Olahraga Profesional Indonesia sejak 2016. Saat ini KOBI memiliki sekitar 800 petarung, dari 70 klub yang tersebar di 27 provinsi. Serta memiliki 7 petarung putra dan 1 putri menyandang gelar juara nasional. Ardi juga melaporkan, mulai tahun 2019 KOBI telah menjadi anggota IMMAF (International Mix Martial Art Federation) dan WMMAA (World Mixed Martial Arts Association). Dua federasi yang membawahi MMA amatir. “ Kami mengirim 5 petarung, saat IMMAF-WMMAA menggelar kejuaraan dunia di Bahrain tahun lalu,” kata Ardi. Selama 3 tahun ini KOBI tidak pernah putus menjalankan kejuaraan, sekurangnya sudah dipentaskan 36 event fight night, menghasilkan 145 episode program tv yang ditayangkan tvOne. Marciano memuji peran KOBI yang membantu perkembangan MMA di Indonesia. “Dengan kemajuan Mixed Martial ke depan, tidak tertutup kemungkinan MMA Indonesia bisa menjadi cabang Olimpiade. Karena begitu pesatnya kemajuan MMA di dunia dan di Indonesia. Saya gembira mendengar sudah ada 70 camp di Indonesia ini dan bisa juga mencetak kader-kader baru,” ujar Marciano Norman. Marciano mengatakan, saat ini sudah berjalan KOBI dengan para petarung profesional dan berharap KOBI amatir juga bisa lahir untuk membina atlet-atlet di berbagai daerah seluruh Indonesia. “Saya rasa untuk menjadi anggota KONI yang pertama harus ada organisasi MMA amatir. Karena kalau yang profesional sudah ada wadahnya tersendiri Yang sudah berjalan sekarang membawahi atlet profesional. Nanti mungkin bisa mengatur untuk yang amatir, yang secara organisasinya dibawah KONI,” ucap Marciano. Dalam kesempatan ini Ardi berterima kasih atas peran dan dukungan KONI yang mau membantu mengembangkan MMA di Indonesia. “Pertama terima kasih atas jamuannya. Ini kita punya misi dan visi yang sama mengembangkan olahraga dari usia dini dan ujungnya dapat membawa suatu kebanggaan bagi Indonesia,” papar Ardiansyah Bakrie yang melahirkan One Pride. Ardiansyah Bakrie yakin dengan adanya KOBI amatir dibawah KONI, olahraga MMA akan lebih berkembang lagi. “Saya yakin dengan dibawah KONI akan lebih banyak lagi kejuaraan amatir. Pembinaan juga lebih teratur lagi di berbagai daerah. Dengan banyaknya atlet, proses seleksi atlet KOBI dari daerah, nasional hingga mengirim atlet ke kejuaraan dunia akan lebih selektif lagi,” imbuh Ardiansyah Bakrie. Sekjen KONI Pusat, Ade Lukman menambahkan salah satu syarat untuk menjadi anggota KONI Pusat adalah dengan adanya Pengurus Provinsi di 17 daerah. “Namun jika olahraganya unik, berkembang pesat dan juga popular akan ada kebijakan lain untuk bisa jadi anggota KONI lebih cepat,” tutup Ade.

Kejurnas Baseball 2020, Ajang Mengasah Kemampuan Para Pemain Usia Muda

Kejurnas-Baseball-U12

Dalam upaya untuk terus meregenerasi dan meningkatkan kualitas atlet-atlet usia muda, Pengurus Provinsi (Pengprov) Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi) Baten, menggelar Kejuaraan Nasional Baseball yang pelaksanaanya dimulai per 14 Maret 2020 di Griya Alam Sutra. Ada tiga kategori usia yang akan dipertandingkan dalam kejurnas kali ini, yaitu U12, U15, dan U18. Namun ketiga kategori tersebut tidak akan dilangsungkan dalam waktu bersamaan. Untuk kategori U12, pertandingan akan berlangsung mulai 14 hingga 22 Maret mendatang. Sementara U15 dan U18 baru akan dilangsungkan pada 21 hingga 26 Juli 2020 mendatang. Selain untuk terus mengasah kemampuan para pemain usia muda, kejurnas kali ini juga dilangsungkan demi mematangkan persiapan para atlet jelang berlangsungnya WCBF girls u10 – 11 di narita jepang Juli, BFA U12 di Tinian Taiwan juli 2020, BFA U18 agt di miyazaki jepang, Kedatangan U15 taiwan juli, little leaque Aspac, East asia cup open age sept 2020 jakarta / clark PONY asia pasific juli dan bahkan beberapa atlet u18 akan memperkuat tim baseball Banten Pada PON XX 2020 di Papua Oktober mendatang. Karena kebanyakan atlet baseball yang akan mewakili Provinsi Banten di ajang PON XX Papua 2020 nanti, akan turun di kejurnas baseball 2020 kali ini. Ada enam tim yang akan ikut serta di kerjurnas baseball kali ini. Selain dua tim terkuat yang dimiliki Banten saat ini, juga terdapat satu tim asal DKI Jakarta, satu tim dari Jatim dan dua tim asal Jabar. ”Memang pengembangan usia dini ini menjadi salah satu fokus utama pengurus Pengprov Perbasasi Banten. Karena menurut research, seorang atlet berbakat baru akan bisa menunjukkan prestasinya setelah sedikitnya berlatih selama enam sampai tujuh tahun,” buka Wakil ketua Umum Pengprov Perbasasi Banten, Ibu Lisa Setiadarma. ”Itulah kenapa penting bagi kamu untuk juga menyertakan kategori U12 di kejurnas kali ini.” Buah dari keseriusan Pengprov Perbasasi Banten bisa dilihat dari deretan atlet yang tak pernah absen mengisi slot pemain Tim Nasional Baseball Indonesia. Beberapa diantaranya juga ikut membela Indonesia di ajang SEA Games Filipina 2019 kemarin. Bahkan, salah satu pitcher asal Banten, Ray Theodore Santoso, berhasil menyandang predikat sebagai pitcher muda terbaik di Indonesia. ”Sejak baseball mulai ada diBanten sejak 2004 melalui klub Lorenz, pada 2012 sudah mulai atlet nya memperkuat timnas U12 ada 5 anak, selanjutnya bergulir rutin atlet Banten terpilih di timnas timnas U12 5 anak di 2014, 4 anak U15 di 2019, U18 5-6 anak di 2018 dan bahkan seagames,” beber Eddy Sofyan. ”Contoh, Andersen Lim dan Ray Theodore Santoso bisa terpilih mewakili Indonesia di ajang SEA Games setelah sebelumnya pernah timnas U12 dan U18. Jadi dengan dimulai dari usia dini, atlet akan lebih siap menghadapi tantangan yang lebih besar,” imbuhnya. Meski kehadirannya belum terlalu lama, namun perkembangan tim baseball Provinsi Banten terbilang sangat cepat. Buktinya, tim asal Provinsi Banten sudah mampu merebut medali emas di ajang Kejurnas Baseball U15 2015 & U18 pada tahun 2017 silam, medali perak pada Kejurnas Baseball u18 di 2013 dan u12 di 2016, medali perunggu u18 2016 dan u12 2018 lalu. Di ajang Pra PON 2019 lalu, tim asal Banten juga sukses duduk di posisi tiga besar. ”Kita bangga bahwa Provinsi Banten baru berdiri sejak 2002, dan Perbasasi Banten bidang baseball baru aktif di 2006, tapi prestasi baseball Banten di Kejurnas sudah tidak diragukan lagi. Kami sudah diperhitungkan dalam 3 besar di level usia dini,” terang Lisa ”Kita belajar dari DKI yang sudah empat kali membawa pulang emas dari ajang PON, karena klub-klub di Jakarta yang ada banyak dan klub paling muda di sana berumur 25 tahun. Sedangkan di Banten klub baseball tertua adalah Lorenz baru 15 tahun.” Pada kejurnas kali ini, Untuk tim juara akan mendapat medali emas, medali perak, dan medali perunggu. Ada sertifikat the best pitcher, MVP, the best slugger dan the best hitter.

Tim Baseball Garuda Jakarta Wakili Indonesia Pada Kejuaraan Asia Pacific U-12

Jakarta, 17 Februari 2020 – Tim baseball Garuda Jakarta berhasil menjadi juara pertama pada kejuaraan Protect Our Nation Youth (PONY) Indonesia yang berlangsung 13-16 Februari 2020 di lapangan Softball Gelora Bung Karno, Jakarta. Garuda Jakarta mampu mengalahkan tim Lorenz asal Banten pada pertandingan final dengan skor akhir 14-8. Kedua tim mempertunjukan permainan yang menawan pada pertandingan final di kejuaraan yang diikuti oleh tim-tim dari Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Febrinaldy Darmansyah, Ketua Umum Garuda Baseball-Softball Club (GBSC) mengatakan bahwa dirinya sangat yakin timnya mampu menorehkan prestasi yang baik. “Pada kejuaraan kali ini, komposisi timnya merupakan atlet-atlet yang dibina oleh Garuda semenjak kecil dan kami tidak menggunakan satu pun pemain pinjaman yang berasal dari perkumpulan lain. Saya sangat puas melihat mereka dapat bermain secara kompak dan solid,” kata Febry. Pada pertandingan puncak, Garuda menurunkan dua pitcher andalannya yaitu Muhammad Adilza Adriansyah dan Brama Anindito Prabowo. Adilza bermain sebagai starter dan mampu menahan keunggulan tim Garuda hingga inning ke-4. Barisan pemukul Garuda telah melakukan serangan bertubi-tubi semenjak awal. kapten Tim Garuda, Adrian Rabbani, mengawali gebrakan dengan membuat single hit ke arah outfied dan kemudian diikuti oleh rekan-rekan lainnya. Pada inning ke-3, pertandingan harus dihentikan karena hujan mengguyur Jakarta. Saat itu kedudukan skor adalah 11-3 untuk tim Garuda. Setelah menunggu lebih dari 3 jam, pertandingan final kembali dilanjutkan. Tim Lorenz pun mulai bangkit, hingga inning ke 5, Lorenz berhasil mencetak skor sebanyak 5 angka dan Garuda hanya menambah 3 angka. Pada inning terakhir, pitcher penutup dari Garuda, Brama Anindito berhasil membuat pemain Lorenz kesulitan dalam memukul dan pertandingan pun ditutup dengan sebuah tangkapan bagus dari penjaga base tiga tim Garuda, Ashaqila Sigar. Garuda keluar sebagai juara dan berhak mewakili Indonesia pada kejuaraan PONY U12 Asia Pacific pada Juli nanti yang mana juaranya berhak mewakili Asia pada kejuaraan dunia di Amerika Serikat pada Agustus nanti. Kejuaraan Asia Pacific awalnya akan diselenggarakan di Cina, namun karena merebaknya virus Corona, lokasi kejuaraan akan dipindahkan. Sementara itu, pada kelompok umur U-14, tim Garuda berhasil keluar sebagai peringkat kedua karena lebih banyak 2 angka kemasukannya dibandingkan dengan tim Rusa Hitam yang akhirnya dinobatkan sebagai juara satu. Sistem perhitungan angka kemasukan terpaksa dilakukan oleh panitia karena terdapat 3 tim yang memiliki jumlah kemenangan dan kekalahan yang sama, yaitu Garuda, Rusa Hitam dan Red Bulls. Febrinaldy Darmansyah, mengaku dirinya sangat bangga atas hasil yang dicapai oleh anak asuhnya. “Pada kesempatan ini saya ingin ucapkan terima kasih kepada pengurus PONY Indonesia yang telah sukses menyelenggarakan kejuaraan yang ramai dan seru. Kejuaraan ini sangatlah positif bagi perkembangan olahraga baseball di Indonesia,” tutup Febry. Tentang Garuda Baseball-Softball Club Garuda Baseball – Softball Club (GBSC) adalah sebuah perkumpulan olahraga yang fokus pada olahraga baseball dan softball. GBSC didirikan pada tahun 1993 dengan tujuan pembentukan karakter anak Indonesia melalui penanaman nilai-nilai olahraga semenjak usia dini. GBSC berlatih setiap Sabtu dan Minggu di Lapangan Softball Gelora Bung Karno jam 8 pagi dengan anggota sejak usia 4 tahun hingga dewasa.

Vidya Rafika, Penembak 18 Tahun Pertama Indonesia Yang Lolos ke Olimpiade Tokyo 2020

Vidya Rafika, Penembak 18 tahun yang lolos Olimpiade Tokyo 2020

Cabang olahraga menembak Indonesia memang membuat kejutan pada SEA Games 2019 Filipina karena mampu mengukir prestasi luar biasa. Setidaknya jika dibandingkan dengan kejuaraan yang sama sebelumnya yang hanya meraih satu medali emas. Target tiga emas yang dicanangkan oleh PB Perbakin maupun pemerintah dilewati dengan mudah bahkan hanya dalam dua hari. Padahal menembak merupakan cabang olahraga yang banyak memperebutkan medali emas. Emas pertama Vidya Rafika didapat dari nomor 10 M Air Rifle Women. Nomor ini adalah spesialisasi atlet yang akrab dipanggil Vika itu dan yang membawanya ke Olimpiade 2020 Tokyo Jepang setelah bersinar pada kejuaraan Asian Shooting Championships Qatar 2019. Gadis belia kelahiran Depok, Jawa Barat, 27 Mei 2001 ini telah mengukir sejarah sebagai atlet menembak pertama Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 melalui babak kualifikasi. Dia meraih tiket ke Tokyo pada Kejuaraan Menembak Asia di Qatar 2019. “Semoga hasilnya di Olimpiade akan memuaskan untuk Indonesia,” katanya seperti dikutip antara. Atlet muda yang menekuni menembak sejak kelas tiga SD memang menjadi andalan Indonesia di SEA Games 2019. Emas di cabang olahraga ini sering terganjal dari sang rival terutama dari atlet-atlet Singapura, Vietnam bahkan Filipina. Emas SEA Games 2019 dari Vika di nomor 10 M Air Rifle Women membuka optimisme melebihi target medali cabang menembak, dan itu benar. Atlet kelahiran Depok, 27 Mei 2001, kembali menorehkan prestasi dengan meraih emas dari nomor 10 M Air Rifle Mix berpasangan dengan Fatur Gustafian. Bio Data Nama : Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba Panggilan : Vika Lahir : Depok, Jawa Barat, 27 Mei 2001 Prestasi : – SEA Games 2019 Filipina ( satu emas Air Rifle Women, satu emas Air Rifle Mix) Asian Shooting Championships Qatar 2019 (lolos Olimpiade Tokyo 2020) – SEASA 2019, Indonesia (dua emas) – Asian Games 2018 – SEASA 2017, Malaysia (satu perak, 1 perunggu)