Kejuaraan Kumite Pertama Se-Kalimantan Selatan Resmi Dibuka Dengan Persaingan Ketat Antara 95 Karateka Junior

95 Karateka Junior Bersaing dalam Kejuaraan Kumite Pertama Se-Kalimantan Selatan

Sebanyak 95 karateka junior yang berasal dari 95 klub di Kalimantan Selatan mengikuti Kejuaraan Kumite yang diselenggarakan oleh Yusfi Karate Club (YKC). Selain untuk melatih mental bertanding, kejuaraan ini juga bertujuan untuk membina para karateka junior karena bekerja sama dengan masing-masing klub. Menurut ketua Yusfi Karate Club Kabupaten Banjar, Muhammad Yusfiansyah, kejuaraan ini adalah yang pertama yang diadakan per kategori. “Kalau tidak salah, di Kalimantan Selatan untuk kumite, ini yang pertama kali,” ucap Yusfi dikutip dari Banjarmasinpost.co.id, Kamis (20/8/2020). Sementara itu, untuk kelas yang dipertandingkan antara lain kelas bebas usia dini putra, kelas bebas putri, kelas pemula putra, kelas pemula putri, kelas pra pemula putri, kelas pra pemula putra, cadet putra, cadet putri, junior putri dan junior putra. Untuk mematuhi protokol kesehatan selama pandemi, Kejuaraan ini dilaksanakan dengan pembagian waktu hanya tiga jam. Tujuannya, demi mencegah penyebaran Covid-19. “Kami atur dan bagi waktu pelaksaan kejuaraan ini setiap per kategorinya,” jelas Yusfi. Yusfi Karate Club memang sering mengadakan kejuaraan. Sebelumnya, klub yang bermarkas di Dojo Yusfi Karate Club, Jalan A Yani Km 36, batas Kota Banjarbaru itu rutin menggelar Yusfi Cup setiap tahun. Namun, khusus tahun ini diadakan secara virtual untuk pertama kalinya, karena pandemi Corona masih melanda Kalsel.

Mengintip Kesibukan Atlet Wushu Edgar Xavier Marvelo Selama Pandemi COVID-19

Mengintip Kesibukan Atlet Wushu Edgar Xavier Marvelo Selama Pandemi COVID-19

Di tengah masa pandemi Corona, hampir semua kegiatan yang berada di luar rumah harus dibatasi, terkadang memang perlu ada ide-ide kreatif untuk mengusir rasa jenuh. Salah satu yang mungkin bisa dicontoh adalah hal yang dilakukan Edgar Xavier Marvelo Selama pandemi ini, Edgar sebisa mungkin tetap menyibukkan diri dengan kegiatan yang produktif selain latihan rutin. Salah satu hal yang dilakukan oleh atlet wushu asal DKI Jakarta ini adalah membuat camilan tiramisu. Tak hanya membuat, Edgar juga ternyata menjual tiramisu buatannya tersebut di Instagram. Hal itu terlihat dari salah satu postingannya di Instagram, tampak Edgar memposting foto tiramisu buatannya yang terlihat sangat enak dan menggugah selera lengkap dengan captions berbahasa Inggris. Wah, ternyata Edgar tak hanya handal saat berada di arena pertandingan, namun juga di dapur. Keren, ya! Edgar Xavier Marvelo merupakan atlet wushu kelahiran Jakarta, 16 Desember 1998. Edgar telah berlatih wushu sejak kecil, tepatnya sejak ia masih berusia 6 tahun. Ia mengaku terinspirasi dari film-film laga yang diperankan oleh Jet Li, Jackie Chan, hingga Bruce Lee yang sering ditontonnya ketika masih kecil. Namun, siapa sangka hal itulah menjadi motivasi Edgar untuk menekuni olahraga wushu. Sederet gelar bergengsi pun pernah diraih Edgar diusianya yang tergolong masih muda. Yang terakhir, Edgar berhasil membuat harum Indonesia pada gelaran SEA Games 2019 di Filipina dengan meraih dua medali emas dari wushu nomor taolu kombinasi daoshu dan gunshu. Berikut daftar prestasi yang telah didapatkan oleh Edgar Xavier Marvelo: Medali Emas Chang Quan Kejurnas Junior C 2009 Medali Perak Gunshu Kejurnas Junior C 2009 Medali Emas Gunshu Kejurnas Junior C 2010 Medali Perak Changquan Kejurnas Junior C 2010 Medali Emas Gunshu Kejuaraan Dunia Junior C 2010 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior B 2011 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior B 2012 Medali Perak Daoshu Kejurnas Junior B 2012 Medali Perak Gunshu Kejurnas Junior B 2012 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior B 2013 Medali Emas Daoshu Kejurnas Junior B 2013 Medali Emas Gunshu Kejurnas Junior B 2013 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior A 2014 Medali Emas Daoshu Kejurnas Junior A 2014 Medali Emas Gunshu Kejurnas Junior A 2014 Medali Emas Duilien Kejurnas Junior A 2014 Medali Emas Asean School Games Junior A 2014 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior A 2015 Medali Emas Daoshu Kejurnas Junior A 2015 Medali Emas Gunshu Kejurnas Junior A 2015 Medali Emas Daoshu Kejuaraan Dunia Junior A 2016 Medali Perak Changquan Kejuaraan Dunia Junior A 2016 Medali Perak Gunshu Kejuaraan Dunia Junior A 2016 Medali Emas Changquan Kejurnas Junior A 2016 Medali Emas Daoshu Kejurnas Junior A 2016 Medali Perak Gunshu Kejurnas Junior A 2016 Medali Emas Changquan PARS Wushu Cup 2017 Medali Perunggu Daoshu PARS Wushu Cup 2017 Medali Perunggu ChangQuan 29th SEA Games 2017 Medali Perak Daoshu Kejuaraan Dunia Senior 2017 Medali Perak ChangQuan ASIAN GAMES 2018 Medali Emas Daoshu Kejurnas Senior 2019 Medali Emas Gunshu Kejurnas Senior 2019 Medali Perak Duilian Kejurnas Senior 2019 Medali Emas Kejuaran Dunia Shanghai China 2019 Medali Emas Gunshu SEA Games 2019 Medali Emas Taolu Duilian SEA Games 2019

Cerita Nadine, Dari Iri Dengan Sang Kakak Hingga Jadi Penembak Muda Berprestasi

Cerita Nadine, Dari Iri Dengan Sang Kakak Hingga Jadi Petembak Muda Berprestasi

Ni Komang Nadine Vergian Dinatha, merupakan atlet tembak muda asal Bali yang sudah banyak meraih prestasi. Di usianya yang masih sangat muda, Nadine sudah bisa menjejerkan piagam dan medali di buket pribadinya. Namun siapa sangka, awal ia terjun ke dunia tembak ternyata karena ia “iri” dengan sang kakak yang juga merupakan atlet tembak. Bungsu dari tiga bersaudara ini memang mewarisi darah atlet menembak dari keluarganya. Sang ayah, I Made Sugiantara merupakan pelatih tim tembak Denpasar. Sementara kedua kakaknya, Rivan dan Rico juga merupakan atlet menembak. Bahkan Rico, kakak nomor duanya itu merupakan petembak SEA Games Indonesia 2019 lalu dan sudah malang melintang ikuti kejuaraan berskala nasional dan internasional. Hal ini yang menjadi faktor Nadine untuk menekuni olahraga tembak. Ia “iri” sekaligus termotivasi dari sang kakak. Ia merasa “iri” karena saudaranya itu bisa keluar kota bahkan keluar negeri dan berprestasi di olahraga ini. Oleh karena itu, akhirnya Nadine memutuskan terjun di dunia menembak. “Awalnya saya susah diajak latihan sama ayah. Tapi melihat kakak yang sering ke luar negeri, jadi termotivasi dan tekun berlatih sampai sekarang,” ungkap Nadine seperti dikutip dari Bali Express. Siswi SMPN 3 Denpasar ini, juga telah meraih sejumlah prestasi membanggakan. Nadine menyebutkan, ia telah mengumpulkan sebanyak 18 medali dari seluruh kejuaraan yang ia ikuti, diantaranya emas Porjar Kota Denpasar dan Provinsi Bali di kategori perorangan. Lalu ada juga kejuaraan SEASA 2019 di Jakarta dengan meraih perak di kategori beregu putri. Itu semua diraihnya di nomor spesialis Nadine yakni air pistol putri. “Saya mulai latihan sejak kelas 5 SD. Sampai sekarang menginjak kelas XIII dan sudah mengumpulkan kurang lebih 18 keping medali,” ujar Nadine. Sang ayah, I Made Sugiantara menambahkan, di nomor spesialisnya Nadine khusus untuk junior putri, bisa dibilang masih terbaik di Bali. Bahkan, skor yang putrinya raih bisa bersaing dengan petembak senior putri yang usianya jauh di atas Nadine. Berkat prestasi dan bakatnya tersebut, Nadine menjadi atlet yang menjadi proyeksi di Porprov Bali. “Nadine juga menjadi atlet proyeksi di Porprov Bali untuk Kota Denpasar. Tapi, dengan catatan ia harus bisa bersaing dengan senior lainnya jika ingin masuk ke dalam tim Porprov,” ujar Sugiantara.

Farrahany Diva Az Zahra, Sempat Pilih Model Sebelum Sepatu Roda

Farrahany Diva Az Zahra, Sempat Pilih Model Sebelum Sepatu Roda

Muda, cantik dan berbakat. Ungkapan ini yang layak diberikan kepada atlet sepatu roda Farrahany Diva Az Zahra. Namun, siapa yang menyangka jika ia awalnya lebih dulu bergelut di dunia modeling sebelum akhirnya memilih sepatu roda dan beberapa kali menjadi perwakilan Sumatera Utara untuk setiap ajang olahraga tingkat nasional. Dara kelahiran 20 September 2003 ini memiliki bakat modeling sejak kecil. Ia mengaku pada saat kecil ia suka memilih baju sendiri dan memadu-padankan warna sehingga ia sering didaftarkan oleh sang mama untuk ikut kontes modeling. Namun, pada akhirnya ia merasa bosan dan beralih ke sepatu roda. Lebih lanjut, ia mengaku menolak pada saat pertama kali ditawari olahraga sepatu roda oleh salah seorang teman mamanya. Namun, berkat dukungan kedua orangtua, Diva akhirnya mau menekuni olahraga tersebut. Di usianya yang masih tergolong muda ini, Diva sudah cukup banyak pengalaman. Beberapa medali pernah ia raih. Bahkan, ia juga pernah ikut PON XIX Jawa Barat dan tampil di nomor lomba 15 ribu meter. Sebuah pengalaman yang berharga dan disyukuri olehnya. Saat ini, Diva sedang mempersiapkan diri untuk bersaing menjadi yang terbaik di PON Papua. Beberapa latihan pun tetap ia lakukan meski harus dari rumah. “Karena sekarang masih pandemi dan belum ada instruksi untuk latihan di luar rumah, makanya saya menggunakan alat sepeda,” ujar Diva dikutip dari Tribun Medan, Jumat (14/8/2020). Ia pun mengakui jika latihan mandiri di rumah ini sangat membantu dirinya sebagai seorang atlet. Terutama untuk menjaga ketahanan fisik dan mencegah otot-ototnya kaku. “Sesuai anjuran dari pelatih, saya bersepeda kurang lebih 1,5 jam dan itu diperlukan agar ketahanan fisik tetap terjaga dan otot kaki bisa lebih maksimal,” lanjutnya. Profile Nama: Farrahany Diva Az Zahra Tempat, Tanggal Lahir: Medan, 20 September 2003 Prestasi: Juara 1 Sumut open 1000 m putri Juara 1 Sumut open 5000 m putri Juara 1 Piala Gubsu Elim 5000 m putri Juara 2 speed junior 300 m putri Peringkat 8 Bk PON

Rahmad Adi Mulyono, Pemuda 19 Tahun dengan Target Prestasinya di Asian Games & Olimpiade di Panjat Tebing

Inilah Target Rahmad Adi Mulyono di Asian Games dan Olimpiade

Pemanjat dinding Indonesia, Rahmad Adi Mulyono, mengincar dua target kemenangan di Asia Games 2022 dan Olimpiade Paris 2024. Adi yang berhasil meraih emas di IFSC Connected Speed Knockout 2020 pada 2 Agustus 2020 lalu itu mengaku siap bersaing dengan para seniornya untuk bisa berprestasi di level internasional. “Kalau latihan tidak mau kalah sama yang senior, pengen sih ngalahin prestasi yang senior-senior itu,” kata Adi seperti dikutip dari Sport.tempo.co, Senin, 10 Agustus 2020. Tentang target, atlet yang baru menginjak usia 19 tahun ini mematok juara di Asian Games Hangzhou 2022 dan Olimpiade Paris 2024. Sedangkan Olimpiade Tokyo 2021, ia memilih realistis karena cabang olahraga panjat tebing masih memperlombakan nomor kombinasi yakni speed, lead, dan boulder. “Targetnya 2024, kalau Olimpiade Tokyo itu tiga kategori. Kalau saya fokus ke Asian Games 2022 dan Olimpiade 2024,” ungkap Adi. Adi merupakan anggota klub panjat dinding Life Sport Climbing di Surabaya. Spesialisasinya adalah panjat dinding kecepatan. Ia mengaku pertama kali mengenal olahraga panjat tebing saat ia berada di kelas 6 SD. Pada awalnya, Adi merasa tertantang oleh adiknya yang lebih dahulu mengenal olahraga panjat tebing. “Lihat-lihat kok menantang, akhirnya ikut sendiri. Pertama diejek sama adek, dulu adikku sering juara, kamu tidak bisa seperti aku,” kata Adi menirukan tantangan adiknya. “Aku latihan terus, tak buktiin. Jadi saling bersaing, sekarang adekku masih di Pengcab (pengurus cabang) Surabaya,” lanjutnya. Nama Adi kian melejit saat ia menjuarai Kejuaraan Nasional kelompok umur pada 2015. Setelah itu, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mempercayakan dirinya tampil di Asian Youth Championship 2017 di Singapura. Namun, Adi belum mendapatkan hasil maksimal kala itu. Setelah itu, satu demi satu kejuaraan baik level nasional mau pun internasional diikuti oleh atlet kelahiran Surabaya, 31 Oktober 2000 ini. Adi pun bisa mempersembahkan beberapa medali hasil dari kerja kerasnya tersebut. Diantaranya medali emas di kejuaraan daerah dan nasional, medali perunggu untuk nomor perorangan dan medali emas untuk nomor beregu di Asian Youth Championship 2019. Ia juga menjadi kontingen Indonesia yang berangkat ke IFSC Youth World Championships di Arco, Italia. Adi berhasil membawa pulang medali perunggu.

Pandemi Justru Membuka Kesempatan Bagi Atlet Junior Menembak Untuk Unjuk Gigi

Ebrahim Inanlou saat memberikan instruksi kepada anak didiknya di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Jumat (12/6). (Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra)

Pengurus Besar (PB) Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) saat ini memberikan kesempatan kepada Pelatnas menembak untuk lebih fokus membina para atlet junior mereka. Fokus Pelatnas tahun ini seharusnya mempersiapkan para atlet menghadapi kualifikasi Olimpiade Tokyo. Namun, karena adanya pandemi COVID-19 ini Olimpiade Tokyo pun ditunda pelaksanaannya. Akhirnya, fokus Pelatnas menembak pun diubah, program latihan saat ini diberikan kepada seluruh atlet termasuk para junior. Menurut sang Pelatih kepala PB Perbakin, Ebrahim Inanlou, fokus ini digunakan untuk mempersiapkan atlet muda untuk berlaga pada SEA Games 2021 di Vietnam. “Kami saat ini sedang mempersiapkan atlet untuk SEA Games Vietnam. Ini waktu yang bagus untuk kami dan kami rasa kami bisa manfaatkan ini untuk SEA Games nanti,” kata Ebrahim dikutip dari Sport.tempo.co. Indonesia sebenarnya sudah meloloskan satu perwakilan mereka untuk berlaga di Olimpiade Tokyo melalui Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba. Fika yang saat ini baru menginjak usia 19 tahun tersebut dinyatakan lolos ke gelaran Olimpiade Tokyo usai mengikuti turnamen Asian Shooting Championship (ASC) di Qatar pada November 2019 lalu. Fika dinyatakan lolos kualifikasi dengan menempati urutan ke-14 peringkat penembak se-Asia. “Sekarang kami mulai 50 m riffle 3 position khusus Fika (Vidya Rafika) karena dia harus menembak air rifle dengan 3 position. Untungnya dengan waktu yang kami punya, kami jadi bisa mulai 3 position dengan atlet lainnya juga,” Ebrahim menjelaskan. Terkait peluang Indonesia untuk menambah wakil atlet menembak ke Olimpiade, menurut pelatih asal Iran tersebut dirasa cukup sulit untuk bisa terpenuhi mengingat hanya ada 12 kuota tersisa yang akan diperebutkan petembak yang menduduki ranking dunia. Meskipun memang masih ada kesempatan hingga tahun depan, tapi peluang itu dinilainya kecil. “Peluangnya kecil tapi kami akan coba meski sangat sulit. Sekarang saya fokus ke atlet remaja, SEA Games dan mungkin kompetisi di masa mendatang,” tuturnya. Namun, pembinaan para atlet junior sejak dini sangat penting demi melahirkan tim petembak junior yang kuat pada setiap kejuaraan sekaligus regenerasi atlet senior ketika mereka memutuskan untuk pensiun.

Kapolri Cup 2020 Jadi Ajang Unjuk Gigi Para Atlet Muda Menembak

Kapolri Cup 2020 Jadi Ajang Ujuk Gigi Para Bibit Atlet Menembak Profesional

Kejuaraan Menembak Kapolri Cup 2020 memang sudah selesai beberapa waktu lalu. Namun, kejuaraan yang berlangsung di Lapangan Menembak Senayan, Jakarta, ini seakan menjadi ajang unjuk gigi bagi para atlet muda menembak profesional Indonesia. Beberapa penembak junior berhasil membuktikan diri pada ajang tingkat nasional tersebut, diantaranya adalah Abdullah Imam dan M Rifky yang mampu menyabet total tiga keping medali emas. Abdulah Imam tercatat meraih dua medali emas untuk nomor Grade D Junior dan Production Junior. Sementara M. Rifky mencatat sukses meraih juara di nomor Standart Junior. Berkat raihan tersebut, Abdullah Imam dan M Rifky menambah perolehan medali emas Banten menjadi 4 pada ajang Kapolri Cup, baik Kejurnas menembak virtual maupun benchrest dan tembak reaksi. Sebelumnya, Banten telah mengamankan 1 medali emas dari nomor air rifle putri, atas nama Monica Daryanti dari Kabupaten Tangerang. “Hasil ini sebenarnya tidak mengejutkan karena Imam (sapaan Abdulah Imam) dan Rifky sudah punya pengalaman tampil di berbagai event nasional maupun internasional. Tapi juara di Kapolri Cup menambah keyakinan keduanya menjadi atlet andalan Banten di masa depan,” ucap Pelatih Menembak Banten, Raden Imam Susandhi Nugraha seperti dikutip dari Kabar-banten.com. Sementara itu, terkait prestasi dua penembak junior Banten, Sekretaris Umum Pengcab Perbakin Kota Cilegon, M. Ferry Muchdiana mengatakan, hal tersebut tidak lepas dari dukungan orangtua kedua atlet tersebut. “Terakhir mereka tampil di Filipina awal tahun lalu. Di sana keduanya mendapat tambahan pengalaman tampil dan juga mental bertanding. Ke depan saya yakin Imam dan Rifky akan menjadi aset penembak andal bukan saja buat Kota Cilegon tapi juga Banten,” ucap Ferry. Oleh karena itu, prestasi di Kejurnas Kapolri Cup semakin menambah semangat Pengcab Perbakin Kota Cilegon dalam melakukan pembinaan nomor tembak reaksi. “Saat ini nomor tembak reaksi banyak peminatnya dan makin bertambah tiap tahunnya. Ke depan kami yakin akan menghasilkan atlet andal lain baik di kategori senior atau junior,” tuturnya.

Kerjasama Dengan PB PGSI, KOBI Amatir Mendapat Dukungan Penuh Jadi Anggota KONI Pusat

Pertemuan antara Ketua Umum PGSI, Trimedya Panjaitan dengan Ketua Umum KOBI Ardiansyah Bakrie di Jakarta, Senin 27 JUli 2020.

Pengurus Besar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia atau PB PGSI memberikan dukungan penuh kepada KOBI Amatir atau Keluarga Olahraga Beladiri Mixed Martial Arts Indonesia untuk menjadi anggota KONI Pusat. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Ketua Umum PGSI, Trimedya Panjaitan dengan Ketua Umum KOBI Ardiansyah Bakrie di Jakarta, Senin 27 JUli 2020. Ardiansyah Bakrie didampingi jajaran Pengurus KOBI Amatir diantaranya Taufan E.Nugroho (Waketum Bidang Organisasi), Reva Deddy Utama (Waketum Bidang Media & PR), Fransino Tirta (Waketum Binpres), Hari Raharjo (Sekjen). Sedangkan Trimedya Panjaitan didampingi Mohamad Amir (Sekjen), Gusti Randa (Kabid Binpres) dan Diarson Lubis (Bidang Organisasi). Dalam pertemuan ini, PB PGSI mengharapkan KOBI Amatir bisa secepatnya menjadi anggota KONI Pusat. KOBI Amatir sudah mendaftar ke KONI Pusat dan akan dibahas dalam Rakernas KONI Pusat, akhir Agustus mendatang. “PGSI setuju dan mendukung KOBI masuk menjadi salah satu anggota KONI Pusat. KIta juga membantu, karena kami ada di 24 provinsi, kita akan komunikasikan dengan Pengprov PGSI di daerah juga dengan KONI-KONI daerah,” papar Trimedya Panjaitan. “Saya ucapkan terima kasih dan sebuah kehormatan bertemu dengan teman-teman PGSI dan Ketua. Banyak masukan yang diberikan dan sangat berarti ketika kita menjadi anggota KONI Pusat. Apa yang harus dilakukan dan tidak, termasuk rambu-rambunya banyak diberikan tanpa ada rahasia sama sekali. Saya langsung merasa seperti keluarga. Karena hanya teman sejatilah yang bisa memberi masukan yang baik,” sambung Ardiansyah Bakrie. Selain itu juga PB PGSI dan KOBI Amatir akan menjalin kerjasama terkait pembinaan olahraga beladiri di Indonesia. “Kita berharap ada kerjasama strageis dengan PGSI dan KOBI. Ternyata dari One Pride, banyak yang disiplinnya dari gulat. Apalagi dalam pandemi sekarang eventnya jarang, jadi kalau bisa ditampilkan akan menjadi sarana pegulat untuk berprestasi,” harap Trimedya yang juga anggota DPR. “Rencanan adanya kerjasama PGSI dengan KOBI atau kerjasama setingkat lebih tinggi lainnya atau bisa juga dengan One Pride dan lain-lain, itu adalah sesuatu yang harus dilakukan. Apalagi banyak disilpin dari MMA adalah gulat, Semoga bisa sam-sama memajukan olahraga ini,” jelas Ardiansyah Bakrie. Sebelumnya, KOBI Amatir juga sudah mendapat dukungan dari Ketua Umum Wushu yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, lalu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang juga Ketua Umum PB Forki. DIketahui KOBI lahir sejak 2015 yang kemudian menjadi anggota BOPI atau Badan Olahraga Profesional Indonesia sejak 2016. Saat ini KOBI memiliki sekitar 800 petarung, dari 70 klub yang tersebar di 27 provinsi. Serta memiliki 7 petarung putra dan 1 putri menyandang gelar juara nasional. Sejak tahun 2019 KOBI telah menjadi anggota IMMAF (International Mix Martial Art Federation) dan WMMAA (World Mixed Martial Arts Association). Dua federasi yang membawahi MMA amatir.

KONI Pusat Sambut Baik KOBI Amatir Jadi Anggota

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman saat menerima kedatangan pengurus KOBI di Jakarta, Rabu, 4 Juni 2020 malam.

Jakarta, KONI Pusat menyambut baik keinginan Komite Olahraga Beladiri Indonesia atau KOBI amatir menjadi anggota. “Cabang olahraga Mix Marital Art yang diwadahi KOBI, saat ini berkembang pesat. Kita harus punya atlet hebat dengan jejak rekord yang benar, yakni berawal dari atlet amatir. Kami menyambut dengan tangan terbuka, keinginan KOBI Amatir untuk jadi anggota KONI Pusat,” kata Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman saat menerima kedatangan pengurus KOBI di Jakarta, Rabu, 4 Juni 2020 malam. Dalam acara yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi itu Marciano di dampingi beberapa pengurus KONI Pusat lainnya seperti Ade Lukman (Sekjen), Herman Ago (Wakil Sekjen Bidang Usaha), Sadiq Algardi (Wakil Sekjen Bidang Olahraga Beladiri) serta Tirto (Wakil Ketua Bidang Humas). Sementara itu kedatangan KOBI dipimpin Ardiansyah Bakrie (Ketua Umum KOBI), Taufan E.Nugroho (Waketum Bidang Organisasi), Reva Deddy Utama (Waketum Bidang Media & PR), David Burke (Waketum Bidang Internasional), Fransino Tirta (Sekjen), Hari Rahardjo (Bendahara Umum). Pada kesempatan itu Ardiansyah Bakrie memperkenalkan lebih dalam sejarah sampai berkembangnya KOBI di Indonesia. KOBI lahir sejak 2015 yang kemudian menjadi anggota BOPI atau Badan Olahraga Profesional Indonesia sejak 2016. Saat ini KOBI memiliki sekitar 800 petarung, dari 70 klub yang tersebar di 27 provinsi. Serta memiliki 7 petarung putra dan 1 putri menyandang gelar juara nasional. Ardi juga melaporkan, mulai tahun 2019 KOBI telah menjadi anggota IMMAF (International Mix Martial Art Federation) dan WMMAA (World Mixed Martial Arts Association). Dua federasi yang membawahi MMA amatir. “ Kami mengirim 5 petarung, saat IMMAF-WMMAA menggelar kejuaraan dunia di Bahrain tahun lalu,” kata Ardi. Selama 3 tahun ini KOBI tidak pernah putus menjalankan kejuaraan, sekurangnya sudah dipentaskan 36 event fight night, menghasilkan 145 episode program tv yang ditayangkan tvOne. Marciano memuji peran KOBI yang membantu perkembangan MMA di Indonesia. “Dengan kemajuan Mixed Martial ke depan, tidak tertutup kemungkinan MMA Indonesia bisa menjadi cabang Olimpiade. Karena begitu pesatnya kemajuan MMA di dunia dan di Indonesia. Saya gembira mendengar sudah ada 70 camp di Indonesia ini dan bisa juga mencetak kader-kader baru,” ujar Marciano Norman. Marciano mengatakan, saat ini sudah berjalan KOBI dengan para petarung profesional dan berharap KOBI amatir juga bisa lahir untuk membina atlet-atlet di berbagai daerah seluruh Indonesia. “Saya rasa untuk menjadi anggota KONI yang pertama harus ada organisasi MMA amatir. Karena kalau yang profesional sudah ada wadahnya tersendiri Yang sudah berjalan sekarang membawahi atlet profesional. Nanti mungkin bisa mengatur untuk yang amatir, yang secara organisasinya dibawah KONI,” ucap Marciano. Dalam kesempatan ini Ardi berterima kasih atas peran dan dukungan KONI yang mau membantu mengembangkan MMA di Indonesia. “Pertama terima kasih atas jamuannya. Ini kita punya misi dan visi yang sama mengembangkan olahraga dari usia dini dan ujungnya dapat membawa suatu kebanggaan bagi Indonesia,” papar Ardiansyah Bakrie yang melahirkan One Pride. Ardiansyah Bakrie yakin dengan adanya KOBI amatir dibawah KONI, olahraga MMA akan lebih berkembang lagi. “Saya yakin dengan dibawah KONI akan lebih banyak lagi kejuaraan amatir. Pembinaan juga lebih teratur lagi di berbagai daerah. Dengan banyaknya atlet, proses seleksi atlet KOBI dari daerah, nasional hingga mengirim atlet ke kejuaraan dunia akan lebih selektif lagi,” imbuh Ardiansyah Bakrie. Sekjen KONI Pusat, Ade Lukman menambahkan salah satu syarat untuk menjadi anggota KONI Pusat adalah dengan adanya Pengurus Provinsi di 17 daerah. “Namun jika olahraganya unik, berkembang pesat dan juga popular akan ada kebijakan lain untuk bisa jadi anggota KONI lebih cepat,” tutup Ade.

Kejurnas Baseball 2020, Ajang Mengasah Kemampuan Para Pemain Usia Muda

Kejurnas-Baseball-U12

Dalam upaya untuk terus meregenerasi dan meningkatkan kualitas atlet-atlet usia muda, Pengurus Provinsi (Pengprov) Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi) Baten, menggelar Kejuaraan Nasional Baseball yang pelaksanaanya dimulai per 14 Maret 2020 di Griya Alam Sutra. Ada tiga kategori usia yang akan dipertandingkan dalam kejurnas kali ini, yaitu U12, U15, dan U18. Namun ketiga kategori tersebut tidak akan dilangsungkan dalam waktu bersamaan. Untuk kategori U12, pertandingan akan berlangsung mulai 14 hingga 22 Maret mendatang. Sementara U15 dan U18 baru akan dilangsungkan pada 21 hingga 26 Juli 2020 mendatang. Selain untuk terus mengasah kemampuan para pemain usia muda, kejurnas kali ini juga dilangsungkan demi mematangkan persiapan para atlet jelang berlangsungnya WCBF girls u10 – 11 di narita jepang Juli, BFA U12 di Tinian Taiwan juli 2020, BFA U18 agt di miyazaki jepang, Kedatangan U15 taiwan juli, little leaque Aspac, East asia cup open age sept 2020 jakarta / clark PONY asia pasific juli dan bahkan beberapa atlet u18 akan memperkuat tim baseball Banten Pada PON XX 2020 di Papua Oktober mendatang. Karena kebanyakan atlet baseball yang akan mewakili Provinsi Banten di ajang PON XX Papua 2020 nanti, akan turun di kejurnas baseball 2020 kali ini. Ada enam tim yang akan ikut serta di kerjurnas baseball kali ini. Selain dua tim terkuat yang dimiliki Banten saat ini, juga terdapat satu tim asal DKI Jakarta, satu tim dari Jatim dan dua tim asal Jabar. ”Memang pengembangan usia dini ini menjadi salah satu fokus utama pengurus Pengprov Perbasasi Banten. Karena menurut research, seorang atlet berbakat baru akan bisa menunjukkan prestasinya setelah sedikitnya berlatih selama enam sampai tujuh tahun,” buka Wakil ketua Umum Pengprov Perbasasi Banten, Ibu Lisa Setiadarma. ”Itulah kenapa penting bagi kamu untuk juga menyertakan kategori U12 di kejurnas kali ini.” Buah dari keseriusan Pengprov Perbasasi Banten bisa dilihat dari deretan atlet yang tak pernah absen mengisi slot pemain Tim Nasional Baseball Indonesia. Beberapa diantaranya juga ikut membela Indonesia di ajang SEA Games Filipina 2019 kemarin. Bahkan, salah satu pitcher asal Banten, Ray Theodore Santoso, berhasil menyandang predikat sebagai pitcher muda terbaik di Indonesia. ”Sejak baseball mulai ada diBanten sejak 2004 melalui klub Lorenz, pada 2012 sudah mulai atlet nya memperkuat timnas U12 ada 5 anak, selanjutnya bergulir rutin atlet Banten terpilih di timnas timnas U12 5 anak di 2014, 4 anak U15 di 2019, U18 5-6 anak di 2018 dan bahkan seagames,” beber Eddy Sofyan. ”Contoh, Andersen Lim dan Ray Theodore Santoso bisa terpilih mewakili Indonesia di ajang SEA Games setelah sebelumnya pernah timnas U12 dan U18. Jadi dengan dimulai dari usia dini, atlet akan lebih siap menghadapi tantangan yang lebih besar,” imbuhnya. Meski kehadirannya belum terlalu lama, namun perkembangan tim baseball Provinsi Banten terbilang sangat cepat. Buktinya, tim asal Provinsi Banten sudah mampu merebut medali emas di ajang Kejurnas Baseball U15 2015 & U18 pada tahun 2017 silam, medali perak pada Kejurnas Baseball u18 di 2013 dan u12 di 2016, medali perunggu u18 2016 dan u12 2018 lalu. Di ajang Pra PON 2019 lalu, tim asal Banten juga sukses duduk di posisi tiga besar. ”Kita bangga bahwa Provinsi Banten baru berdiri sejak 2002, dan Perbasasi Banten bidang baseball baru aktif di 2006, tapi prestasi baseball Banten di Kejurnas sudah tidak diragukan lagi. Kami sudah diperhitungkan dalam 3 besar di level usia dini,” terang Lisa ”Kita belajar dari DKI yang sudah empat kali membawa pulang emas dari ajang PON, karena klub-klub di Jakarta yang ada banyak dan klub paling muda di sana berumur 25 tahun. Sedangkan di Banten klub baseball tertua adalah Lorenz baru 15 tahun.” Pada kejurnas kali ini, Untuk tim juara akan mendapat medali emas, medali perak, dan medali perunggu. Ada sertifikat the best pitcher, MVP, the best slugger dan the best hitter.

Tim Baseball Garuda Jakarta Wakili Indonesia Pada Kejuaraan Asia Pacific U-12

Jakarta, 17 Februari 2020 – Tim baseball Garuda Jakarta berhasil menjadi juara pertama pada kejuaraan Protect Our Nation Youth (PONY) Indonesia yang berlangsung 13-16 Februari 2020 di lapangan Softball Gelora Bung Karno, Jakarta. Garuda Jakarta mampu mengalahkan tim Lorenz asal Banten pada pertandingan final dengan skor akhir 14-8. Kedua tim mempertunjukan permainan yang menawan pada pertandingan final di kejuaraan yang diikuti oleh tim-tim dari Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Febrinaldy Darmansyah, Ketua Umum Garuda Baseball-Softball Club (GBSC) mengatakan bahwa dirinya sangat yakin timnya mampu menorehkan prestasi yang baik. “Pada kejuaraan kali ini, komposisi timnya merupakan atlet-atlet yang dibina oleh Garuda semenjak kecil dan kami tidak menggunakan satu pun pemain pinjaman yang berasal dari perkumpulan lain. Saya sangat puas melihat mereka dapat bermain secara kompak dan solid,” kata Febry. Pada pertandingan puncak, Garuda menurunkan dua pitcher andalannya yaitu Muhammad Adilza Adriansyah dan Brama Anindito Prabowo. Adilza bermain sebagai starter dan mampu menahan keunggulan tim Garuda hingga inning ke-4. Barisan pemukul Garuda telah melakukan serangan bertubi-tubi semenjak awal. kapten Tim Garuda, Adrian Rabbani, mengawali gebrakan dengan membuat single hit ke arah outfied dan kemudian diikuti oleh rekan-rekan lainnya. Pada inning ke-3, pertandingan harus dihentikan karena hujan mengguyur Jakarta. Saat itu kedudukan skor adalah 11-3 untuk tim Garuda. Setelah menunggu lebih dari 3 jam, pertandingan final kembali dilanjutkan. Tim Lorenz pun mulai bangkit, hingga inning ke 5, Lorenz berhasil mencetak skor sebanyak 5 angka dan Garuda hanya menambah 3 angka. Pada inning terakhir, pitcher penutup dari Garuda, Brama Anindito berhasil membuat pemain Lorenz kesulitan dalam memukul dan pertandingan pun ditutup dengan sebuah tangkapan bagus dari penjaga base tiga tim Garuda, Ashaqila Sigar. Garuda keluar sebagai juara dan berhak mewakili Indonesia pada kejuaraan PONY U12 Asia Pacific pada Juli nanti yang mana juaranya berhak mewakili Asia pada kejuaraan dunia di Amerika Serikat pada Agustus nanti. Kejuaraan Asia Pacific awalnya akan diselenggarakan di Cina, namun karena merebaknya virus Corona, lokasi kejuaraan akan dipindahkan. Sementara itu, pada kelompok umur U-14, tim Garuda berhasil keluar sebagai peringkat kedua karena lebih banyak 2 angka kemasukannya dibandingkan dengan tim Rusa Hitam yang akhirnya dinobatkan sebagai juara satu. Sistem perhitungan angka kemasukan terpaksa dilakukan oleh panitia karena terdapat 3 tim yang memiliki jumlah kemenangan dan kekalahan yang sama, yaitu Garuda, Rusa Hitam dan Red Bulls. Febrinaldy Darmansyah, mengaku dirinya sangat bangga atas hasil yang dicapai oleh anak asuhnya. “Pada kesempatan ini saya ingin ucapkan terima kasih kepada pengurus PONY Indonesia yang telah sukses menyelenggarakan kejuaraan yang ramai dan seru. Kejuaraan ini sangatlah positif bagi perkembangan olahraga baseball di Indonesia,” tutup Febry. Tentang Garuda Baseball-Softball Club Garuda Baseball – Softball Club (GBSC) adalah sebuah perkumpulan olahraga yang fokus pada olahraga baseball dan softball. GBSC didirikan pada tahun 1993 dengan tujuan pembentukan karakter anak Indonesia melalui penanaman nilai-nilai olahraga semenjak usia dini. GBSC berlatih setiap Sabtu dan Minggu di Lapangan Softball Gelora Bung Karno jam 8 pagi dengan anggota sejak usia 4 tahun hingga dewasa.

Vidya Rafika, Penembak 18 Tahun Pertama Indonesia Yang Lolos ke Olimpiade Tokyo 2020

Vidya Rafika, Penembak 18 tahun yang lolos Olimpiade Tokyo 2020

Cabang olahraga menembak Indonesia memang membuat kejutan pada SEA Games 2019 Filipina karena mampu mengukir prestasi luar biasa. Setidaknya jika dibandingkan dengan kejuaraan yang sama sebelumnya yang hanya meraih satu medali emas. Target tiga emas yang dicanangkan oleh PB Perbakin maupun pemerintah dilewati dengan mudah bahkan hanya dalam dua hari. Padahal menembak merupakan cabang olahraga yang banyak memperebutkan medali emas. Emas pertama Vidya Rafika didapat dari nomor 10 M Air Rifle Women. Nomor ini adalah spesialisasi atlet yang akrab dipanggil Vika itu dan yang membawanya ke Olimpiade 2020 Tokyo Jepang setelah bersinar pada kejuaraan Asian Shooting Championships Qatar 2019. Gadis belia kelahiran Depok, Jawa Barat, 27 Mei 2001 ini telah mengukir sejarah sebagai atlet menembak pertama Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 melalui babak kualifikasi. Dia meraih tiket ke Tokyo pada Kejuaraan Menembak Asia di Qatar 2019. “Semoga hasilnya di Olimpiade akan memuaskan untuk Indonesia,” katanya seperti dikutip antara. Atlet muda yang menekuni menembak sejak kelas tiga SD memang menjadi andalan Indonesia di SEA Games 2019. Emas di cabang olahraga ini sering terganjal dari sang rival terutama dari atlet-atlet Singapura, Vietnam bahkan Filipina. Emas SEA Games 2019 dari Vika di nomor 10 M Air Rifle Women membuka optimisme melebihi target medali cabang menembak, dan itu benar. Atlet kelahiran Depok, 27 Mei 2001, kembali menorehkan prestasi dengan meraih emas dari nomor 10 M Air Rifle Mix berpasangan dengan Fatur Gustafian. Bio Data Nama : Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba Panggilan : Vika Lahir : Depok, Jawa Barat, 27 Mei 2001 Prestasi : – SEA Games 2019 Filipina ( satu emas Air Rifle Women, satu emas Air Rifle Mix) Asian Shooting Championships Qatar 2019 (lolos Olimpiade Tokyo 2020) – SEASA 2019, Indonesia (dua emas) – Asian Games 2018 – SEASA 2017, Malaysia (satu perak, 1 perunggu)

Prudential Indonesia Berhasil Gaet Ribuan Pengunjung di Kemeriahan PRURide Indonesia 2019

PRURide Indonesia 2019 - Competition - Flag off professional ride

Yogyakarta, 8 Desember 2019 – Sportsfest pertama dan terbesar persembahan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), PRURide Indonesia 2019 sukses digelar selama 7-8 Desember di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Gelaran yang berhasil menarik perhatian masyarakat Yogyakarta maupun wilayah nusantara lainnya ini ditutup dengan pengumuman pemenang kompetisi balap sepeda PRURide Indonesia 2019 serta penampilan spesial dari Kunto Aji. Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, mengutarakan, “Kami bangga bahwa masyarakat Yogyakarta menyambut antusias komitmen Prudential Indonesia untuk mendukung gaya hidup sehat mereka melalui kegiatan PRURide Indonesia 2019. Tentunya hal ini akan semakin memotivasi kami untuk terus berinovasi – baik itu dalam menghadirkan solusi proteksi kesehatan dan investasi yang terbaik, maupun melalui berbagai bentuk aktivitas yang inspiratif.” Sejak dini hari, ribuan masyarakat dari berbagai lapisan usia telah memadati Stadion Mandala Krida untuk mengikuti ajang utama dari event ini, yaitu kompetisi balap sepeda PRURide Indonesia 2019 yang terbagi dalam tiga kategori. Mereka terdiri dari 288 peserta untuk kategori Medio Fondo (60K), 568 peserta untuk kategori Gran Fondo (120K), dan lebih dari 1.500 peserta untuk kategori Fun Ride (10K). Edi Purnomo dan Sri Suyamti yang masing-masing mencatat waktu 03:24:58 dan 03:52:34 berhasil menempati urutan teratas dan resmi menjadi Overall Winner di dalam kompetisi ini. Masing-masing pemenang berhak mendapatkan hadiah Rp10.000.000 serta kesempatan mewakili Indonesia bertanding di PRURide Philippines 2020 mendatang. Sungguh unik bahwa kedua pemenang ini ternyata adalah pasangan suami istri. Memiliki hobi dan passion yang sama, mereka berdua sudah malang melintang di berbagai kompetisi balapan sepeda. Mereka berkomentar, “Menurut kami, PRURide Indonesia 2019 adalah salah satu kompetisi paling menantang yang pernah kami ikuti. Selain rute-nya yang cukup sulit, sejak awal seluruh peserta memang sudah berkendara dengan speed yang cepat, jadi bisa dibilang kami saling bersaing hampir di sepanjang rute. Kami berdua sangat berterima kasih kepada pihak penyelenggara yang sudah mengorganisir acara ini dengan baik sehingga kami sebagai peserta bisa selalu fokus pada garis finish.” Luskito Hambali, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, mengungkapkan, “Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan PRURide Indonesia 2019. Salut kepada seluruh peserta atas segala upayanya menaklukkan tantangan demi tantangan di sepanjang rute, seperti jalur flat dengan hambatan angin kencang, tanjakan lebih dari ketinggian 30mdpl menuju 420mdpl hingga turunan tikungan sepanjang 10km. Semoga menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan, dan selamat atas seluruh pencapaiannya!” Kegembiraan ternyata tidak hanya dirasakan oleh kedua overall winner. Djanuarsih Sariawati, pemenang salah satu kelompok kategori, yaitu Medio Fondo Award untuk wanita usia lebih dari 60 tahun berbagi cerita, “PRURide Indonesia 2019 adalah balapan sepeda pertama yang saya ikuti. Selama ini saya menyalurkan hobi bersepeda dengan mengikuti touring bersama suami, baik itu di dalam maupun luar negeri. Menurut saya rute hari ini cukup menantang, terutama di tanjakan menjelang 22km. Ditambah lagi cuaca begitu panas sehingga setiap kayuhan terasa lebih berat. Tapi saya tetap bertekad melanjutkan, dan Alhamdulillah menang.” Ibu berusia 68 tahun asal Bandung ini mempersembahkan kemenangannya untuk sang suami, yang tak pernah lelah mendorong dirinya untuk hidup lebih sehat. Muhammad Fadli, atlet para-cycling kebanggaan Indonesia yang ambil bagian di kategori Gran Fondo juga berbagi kisah, “Sebelum mencapai jarak 10km, saya sempat terjatuh sehingga sepeda dan kaki prostetik saya mengalami kerusakan. Sempat terpikir untuk menyerah, tapi saya teringat akan motto hidup saya, ‘Ada start, dan harus ada finish’; saya harus menyelesaikan apapun yang saya mulai. Terima kasih pada pihak penyelenggara, meskipun jalur ‘King of Mountain’-nya sangat menantang, tapi kami selalu dijaga oleh begitu banyak marshall, bisa tetap terhidrasi dengan water stations di banyak titik, bahkan di saat post-race tersedia ice bath dan konsumsi yang melimpah. Meskipun baru pertamakali terselenggara, bagi saya PRURide Indonesia dapat bersaing dengan event-event balap sepeda lain yang pernah saya ikuti.” Selain antusiasme terhadap kompetisi balap sepeda, PRURide Indonesia 2019 tak pernah sepi pengunjung selama dua hari pelaksanaannya. Kerumunan orang selalu memadati area “We DO Village” yang menjadi pusat kemeriahan healthy lifestyle celebration ala Prudential Indonesia. Seluruh keluarga dapat mengisi akhir pekan mereka dengan lebih bermakna melalui ragam inspirasi hidup lebih sehat hingga wawasan mengenai keuangan.

Olahraga Softball Perlahan Mulai Naik Pamor Dan Digandrungi di Kalangan Pelajar

Pertandingan tim softball pelajar di. Foto: Istimewa

Peminat cabang olahraga Softball dinilai meningkat, hal ini terlihat dari kenaikan jumlah sekolah yang merekomendasikan muridnya untuk belajar cabang olahraga tersebut salah satunya adalah di Sonny Nurochman Softball Arena Kawasan Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Menurut Nandang Mulyana, pelatih Softball Kabupaten Tangerang, pola latihanyang diterapkan kepada para pelajar masih pada tahap lempar tangkap. “Kita perkenalkan pada olah raga softball yang mengutamakan lempar dan tangkap bola. Kita berikan menu ringan agar mereka suka dulu. Baru setelah suka kita beri latihan yang lebih khusus,” ucap Nandang yang juga mantan pitcher Banten tersebut yang dilansir dari kabar-banten.com. Sementara itu, mantan atlet softball Nasional Andy Lumowa menyambut gembira kehadiran atlet pemula di lapangan Sonny Nurochman Softball Arena. Hal ini menandakan bahwa minat masyarakat terhadap olahraga softball dan baseball mulai meningkat. “Karena banyak yang tidak tahu olah raga baseball dan softball secara umum, tapi dengan menghadirkan pelajar langsung ke lapangan ini menjadikan mereka tahu apa sebenarnya olah raga ini,” ucapnya. Ketua Pengcab Perbasasi Kabupaten Tangerang Asep Syaiful Nurhakim mengatakan bahwa, pihaknya memang membidik untuk menambah jumlah atlet softball dan baseball dari kalangan pelajar. Hal itu jadi pilihan karena banyak sekolah yang berada di lingkup sekitar lapangan Sonny Nurochman Softball Arena. “Sekarang sudah ada murid SD dan SMA sederajat. Kita juga mengincar pelajar SMP dan berusaha menambah jumlah atlet pelajar SMA sederajat. Minimal kita bisa membentuk tiga sampai empat tim di tiap level sekolah,” tutur Asep. Selain itu, Asep juga akan menggandeng Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Kabupaten Tangerang untuk melakukan sosialisasi softball dan baseball. “Minimal kita melakukan sosialisasi di tingkat kecamatan dimana Bapopsi memiliki cabangnya. Sehingga ke depan bisa lebih banyak menjaring atlet pelajar,” tutur Asep. (IHA)

Nayaka & Arjuna, Dua Pelajar Asal Malang Yang Sukses Memenangkan Medali Emas Catur di Bangkok

Nayaka Budhi Dharma (12), pelajar yang meraih medali emas di bangkok pada ajang Eastern Asia Youth Chess Championship 2019. Foto : Detik

Dua pelajar asal Malang, Jawa Timur, Nayaka Budhi Dharma (12) dan Arjuna Satria Pamungkas (11) asal berhasil menorehkan prestasi dengan meraih medali emas pada ajang Kejuaraan Catur Remaja tingak Asia. Eastern Asia Youth Chess Championship 2019 adalah ajang yang diikuti oleh Nayaka dan Arjuna di Bangkok, Thailand. Mereka tergabung dengan 11 atlet catur remaja lainnya yang juga mengikuti ajang tersebut. Keduanya berhasil meraih hasil yang gemilang, Nayaka yang bertanding di kelompok Junior C atau kelompok umur dibawah 15 tahun dan Arjuna yang bertanding di kelompok junior D atau kelompok umur dibawah 13 tahun. Nayaka, siswa kelas 1 SMP Negeri 5 kota Malang tersebut berhasil meraih satu media emas yang dimenangkan setelah berhasil mengalahkan pecatur tuan rumah di kelas catur klasik (90 menit). Selain medali emas, Nayaka juga berhasil meraih dua medali perak, di kelas catur cepat (15 menit) dan catur kilat (5 menit). Dari kejuaraan yang dilangsungkan 1-10 Agustus 2019 dan diikuti oleh 18 negara di Asia itu, Nayaka, siswa kelas 1 SMP Negeri 5 Kota Malang, memperoleh sekeping medali emas dan dua perak. Emas diraih setelah mengalahkan pecatur tuan rumah. Medali emas diraih Nayaka di kelas catur klasik (90 menit) dengan mengalahkan pecatur junior tuan rumah. Nayaka juga mendapat dua medali perak, masing-masing di kelas catur cepat atau rapid chess (15 menit) dan catur kilat (5 menit) melawan pecatur asal Thailand dan Malaysia. Ini bukan pertama kalinya Nayaka mewakili Indonesia dalam kompetisi catur tingkat dunia, karena sebelum berlaga di ajang yang diikuti oleh 18 negara di Asia ini, Nayaka juga sudah memperkuat tim Indonesia dalam Kejuaraan Catur Kelompok Umur Terbuka ASEAN ke 18 (18thAsean Age Group 2017) yang diadakan di Kuantan, Pahang, Malaysia, tahun 2017 silam. Selain Nayaka, Arjuna, pelajar SD Negeri 5 Mojolangu, Malang ini juga berhasil meraih satu medali emas, satu medali perak dan juga satu medali perunggu. Medali emasnya dimenangkan setelah sukses mengalahkan pecatur asal Thailand. Thatit Boedisucahyo selaku Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Malang, menyatakan bahwa PB Percasi secara spesifik meminta Nayaka dan Arjuna untuk ikut serta dalam kejuaraan Asia tersebut setelah meraih medali emas di Kejuaraan Nasional Catur ke-47 di Banda Aceh, oktober tahun 2018 silam. Wali Kota Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyambut kehadiran Nayaka dan Arjuna di Balai Kota Malang, Senin siang. Wali Kota berjanji akan memberikan beasiswa bagi kedua pecatur junior itu. “Kita janjikan beasiswa, tapi kepastiannya menunggu PAK APBD tahun 2020,” ujar Sutiaji terpisah. (IHA)

Edge 530 dan Edge 830, Komputer Sepeda Ber-GPS dengan Fitur Canggih Bagi Pengendara Hingga Atlet

Jakarta- Selama beberapa dekade, Garmin telah merintis navigasi GPS baru dan perangkat nirkabel maupun aplikasi yang dirancang untuk gaya hidup aktif. Pada Sabtu (3/8/2019), Garmin resmi memperkenalkan Edge 530 dan Edge 830, komputer sepeda ber-GPS yang memiliki pemetaan canggih, fitur keselamatan, dan insight performance dynamics. Acara peluncuran dihelat di The Spoke Bistro, Alam Sutera, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Melalui dua produknya itu, Garmin memberikan kesan baru bagi para pesepeda untuk merasakan langsung kehebatan pemetaan, fitur keselamatan bersepeda dan desain yang ringan untuk digunakan disegala medan. Untuk pengendara yang mencarli perubahan suasana, Edge 530 dan Edge 830 menampilkan data Trail Forks terintegrasi baru, serta dinamika sepeda gunung termasuk jumlah lompatan, jarak lompatan dan waktu menggantung, membuatnya lebih mudah untuk menjinakkan jalan setapak. Ideal untuk dikendarai dalam kondisi cuaca apa pun, Edge 530 memiliki desain tombol dan layar warna 2,6 inci beresolusi tinggi, sedangkan Edge 830 menawarkan tampilan layar sentuh yang cepat dan responsif bahkan saat basah atau digunakan dengan sarung tangan. “Edge 530 dan Edge 830 mencakup fitur-fitur baru yang dirancang untuk semua pengendara apakah Anda seorang podium finisher, gravel grinder, commuters, atau di suatu tempat di antaranya,” ujar Engelhard Sundoro, Managing Director Garmin South Asia dan India, dalam keterangan persnya, Sabtu (3/8/2019). “Menawarkan data dan panduan perjalan baru, peningkatan navigasi, fitur keselamatan, pelacakan dan banyak lagi. Anda benar-benar dapat menemukan Edge Anda, hanya dari Garmin,” tambah Engelhard. Dalam kesempatan itu, Rian Krisna, Marketing Manager Garmin, mengatakan kehadiran Edge 530 dan Edge 830 dengan fitur baru yang canggih dapat memberikan kemudahan pengguna dalam mencapai tujuannya. “Edge 530 dan Edge 830 ini memiliki segudang fitur canggih. Sehingga harapnnya, produk ini bisa mempermudah untuk mencapai tujuan para pengendara sepeda,” jelas Rian. Di sisi lain, Rian menyebut Edge 530 dan 830 merupakan inovasi terbaru dari segmen kebugaran Garmin yang terus berkembang dalam teknologi guna meningkatkan dan mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif. Baik pengguna adalah pelari, pesepeda, perenang, atlet multi-olahraga, atau sekadar ingin tetap aktif sepanjang hari, dimana terdapat produk yang dapat membantu mereka mencapai tujuan kesehatan dan kebugaran mereka. “Kami juga terus mensupport atlet lokal termasuk pada saat Asian Games maupun Asian Para Games. Ke depan kami ingin berkontribusi terhadap dunia sepeda, tidak hanya untuk komunitas, tapi juga dalam skala nasional, Termasuk event-event sepeda berskala internasional,” jelas Rian. Dengan daya tahan baterai hingga 20 jam dengan GPS, Edge 530 dijual seharga Rp4.999.000, dan Edge 830 dibanderol Rp6.699.000. Dan produk ini tersedia sejak 3 Agustus 2019.

Rudy “Ahong” Gunawan Hadapi Theodorus Ginting Pertahankan Sabuk Juara Nasional Kelas Welter One Pride PRO Never Quit

Fight Night 30: Undefeated Never Quit tanggal 27 Juli 2019

Jakarta-One Pride Pro Never Quit, Promotor MMA (Mixed Martial Art) terbesar di Indonesia dengan lebih dari 200 laga per tahun dengan 300 petarung yang berasal dari lebih 50 klub di 34 provinsi di Indonesia, kembali akan menghadirkan Fight Night dari Tennis Indoor Senayan, Jakarta pada 27 Juli 2019. Fight Night ke 30 nanti akan menyajikan partai utama pertahanan sabuk juara nasional kelas welterweight One Pride, Rudy “Ahong” Gunawan melawan Theodorus Ginting. Rudy “Ahong” Gunawan, pria kelahiran Jakarta ini belum terkalahkan di One Pride Arena. Ahong saat ini lebih dikenal sebagai KOKO (King of KO), karena kemampuan tangan kanannya yang bisa mengakhiri perlawanan musuhnya secepat kilat. Pemegang Dan-4 Jiu Jitsu Jepang ini terbukti mengakhiri semua pertarungan gelarnya dengan KO tidak lebih dari 30 detik. Hal itu termasuk 3 kali memecahkan rekor KO tercepat di kelas welterweight One Pride. Tidak hanya handal di atas, permainan bantingan dan kuncian Ahong mengantarnya untuk mewakili Indonesia di cabang olah raga Jiu Jitsu pada Asian Games 2018 lalu. Pada pertahanan gelar keempatnya, Ahong akan menghadapi lawan terberatnya, Theodorus Ginting. Theodorus “Singa Karo” Ginting, putra Karo kelahiran Jakarta ini sudah menorehkan banyak prestasi di berbagai ajang olahraga, termasuk memegang gelar tinju nasional, kejuaraan kickboxing, dan MMA. Sejak debutnya di One Pride pada bulan September 2017, pemegang sabuk biru Brazilian Jiu Jitsu dari Carlson Gracie ini juga belum pernah terkalahkan. Theo dikenal sebagai fighter dengan kemampuan tarung yang lengkap dan bisa mengakhiri perlawanan baik di permainan atas maupun permainan bawah. Perseteruan antara kedua fighter ini sudah dimulai sejak bulan Februari 2018, di mana Theo mengatakan “Tahun ini, Ahong bukan siapa-siapa”. Theo juga menantang Ahong untuk merebut sabuk juara kelas welter. Namun, kesempatan itu tidak jatuh padanya, Ahong juga harus memulihkan diri dari patah tangan pada pertandingan terakhirnya, sehingga kesempatan Theo pun kembali tertunda. Selama masa pemulihan Ahong, Theo telah bertarung 2 kali dengan mempertaruhkan posisi penantang gelarnya, sehingga perseteruan keduanya pun semakin panas, mulai dari Ahong menyebut tindakan Theo layaknya “petarung abal-abal” dan “mental pengecut”. (Art)

Thunder11 Martial Arts Bawa Karambit Ke Workshop Pencak Silat

Iko Uwais, Kol. Infanteri Susilo, Kombes. Pol. Indarto, Letkol Arm. Abdi Wirawan, Wakil Walikota Tri Adhianto

Bekasi 9 Juli 2019 – Thunder11 Martial Arts menggelar sesi workshop Pencak Silat bertajuk Karambit: From Indonesia to The World pada Minggu, 7 Juli 2019 di Hotel Aston Imperial Bekasi. Acara ini merupakan inisiatif dari Thunder11, pusat pelatihan bela diri milik aktor dan pesilat, Iko Uwais, yang berkolaborasi dengan Kodim 0507/Bekasi. Mengangkat tema senjata tradisional Karambit, acara ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan generasi penerus bela diri Indonesia terhadap warisan budaya nusantara, serta melestarikan penggunaaan Karambit sendiri dalam dunia pencak silat. Dalam kesempatan ini, Cecep Arif Rahman, pesilat dan aktor John Wick 3, terlibat sebagai pengajar. “Karambit memiliki banyak kelebihan yang dapat diandalkan untuk menyerang lawan sebagai bentuk pertahanan diri. Namun peran alat ini harus diimbangi dengan bekal ilmu yang mumpuni serta mental yang bijaksana. Saya berharap generasi muda dapat terus melestarikan penggunaaan karambit dalam dunia pencak silat Indonesia, khususnya di tengah-tengah hadirnya ragam jenis bela diri dari negara lain.” ujar Cecep. Sementara itu, sebagai pendiri, Iko Uwais mengungkapkan motivasinya dalam mendirikan Thunder11 “Bela diri merupakan seni mengendalikan diri yang dapat membentuk kepribadian mengayomi pada diri seseorang. Kami percaya hal ini dapat meredam premanisme secara dini. Kontribusi utama kami adalah membuka akses pendidikan bela diri yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.” Senada dengan Iko, Letkol Arm. Abdi Wirawan selaku Komandan Dandim 0507/Bekasi turut menyampaikan harapannya, “Saya berharap generasi muda senantiasa mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme lewat pencak silat.” Acara ini juga dihadiri oleh segenap pejabat Pemerintah Kota Bekasi, antara lain Wakil Walikota Tri Adhianto Tjahyono, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ahmad Zarkasih, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Tedi Hafni Tresnadi, kemudian Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes. Pol. Indarto, Danrem 051/Wijayakarta Kolonel Infanteri Susilo, dan tak ketinggalan Ketua KONI Bekasi Abdul Rosyad Irwan.