Sukses Digelar, Kejurkab PBSI Sumedang 2022 Diharapkan Jaring Atlet Bulutangkis Unggulan

Kejurkab PBSI Sumedang 2022 Diharapkan Jaring Atlet Bulutangkis Unggulan

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) mengapresiasi dan berharap Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumedang Tahun 2022, dapat terus dilaksanakan sebagai bagian menjaring calon bibit-bibit atlet unggul timnas bulutangkis Indonesia menuju prestasi dunia. “Pemerintah mengapresiasi serta mendukung dilaksanakannya Kejurkab PBSI Sumedang Tahun 2022 ini,” kata Kepala Bagian Humas Kemenpora RI Indra Jayaatmaja pada acara penutupan Kejurkab PBSI Sumedang 2022 di GOR HWD Cimalaka, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (24/12) petang. Menurutnya, Kejurkab PBSI Sumedang 2022 akan menjadi kawah candradimukannya calon-calon atlet bulutangkis unggul khususnya di Kabupaten Sumedang. “Kejurkab ini sebagai kawah candradimukannya para peserta yang menjadi calon-calon bibit unggul dan calon penerus kesuksesan dan kejayaan bulutangkis Indonesia di masa yang akan datang,” tutur Indra. Selaku Ketua Umum Pengkab PBSI Sumedang, Indra Jayaatmaja, juga berkomitmen untuk terus konsisten melaksanakan kegiatan serupa dimasa-masa yang akan datang. “Kita akan terus menerus melaksanaan kejurkab ini sebagai bagian dari konsistensi kita menjaring bibit-bibit muda bulutangkis nasional. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaraannya kegiatan Kejurkab PBSI Sumedang tahun 2022 ini,” pungkasnya. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Eka Ganjar menyampaikan, kegiatan seperti kejurkab ini harus terus berlanjut setidaknya dua kali dalam setahun sebagai ikhtiar menjaring calon atlet timnas bulutangkis Indonesia. “Kegiatan seperti ini harus terus berlanjut setidaknya setahun dua kali. Jadi dengan dibiasakannya anak-anak kita bertanding akan menguatkan mental dan pengalamannya sedari dini,” kata Eka Ganjar saat menutup Kejurkab PBSI Sumedang tahun 2022 ini. “Selamat kepada para juara, terus berlatih kepada seluruh peserta baik yang juara maupun yang belum juara. Pokoknya terus berlatih meraih mimpi. Harus ada motivasi agar menjadi pemain timnas bulutangkis hingga meraih prestasi tingkat internasional. Dengan bacaan hamdallah Kejurkab PBSI Sumedang 2022 dengan ini resmi ditutup,” paparnya. Kejurkab PBSI Sumedang Tahun 2022 ini merupakan program dari Kepengurusan PBSI Sumedang periode 2020-2024. Pelaksanaan kegiatan ini sendiri dimulai pada tanggal 23 hingga 24 Desember 2022 kemarin di GOR HWD Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Peserta sejumlah 94 atlet yang terdiri dari siswa-siswi SD hingga SMK/SMA di Kabupaten Sumedang dan sekitarnya. Sekolah yang mengikuti Kejurkab ini sebanyak 35 sekolah. Seluruh atlet akan mendapatkan piala, piagam dan uang pembinaan.

Gandeng Kementerian Agama DKI Jakarta, Kompetisi Basket Jr. NBA 3v3 Cetak Atlet Muda Berbakat

Gandeng Kementerian Agama DKI Jakarta, Kompetisi Basket Jr. NBA 3v3 Cetak Atlet Muda Berbakat

Menyambut akhir tahun sekaligus libur sekolah di tahun 2022, National Basketball Association (NBA) melalui Jr. NBA bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) DKI Jakarta dalam mengadakan kompetisi basket 3v3 di sekolah MAN 4 Jakarta Selatan, untuk sekolah binaan kementerian se-Jakarta. Sekitar 1.200 siswa dari lebih dari 100 sekolah di bawah Kemenag dengan tiga kategori usia (U-12, U-15, dan U-17) mengikuti kompetisi tersebut. Jr. NBA, program liga global kompetisi basket remaja untuk anak laki-laki dan perempuan, mengajarkan keterampilan dasar serta nilai-nilai inti pertandingan pada tingkat pemula dalam upaya membantu menumbuhkan dan meningkatkan pengalaman bertanding basket tingkat remaja bagi para pemain, pelatih dan orang tua. Kompetisi sekolah 3v3 ini merupakan kelanjutan dari program pendampingan yang disebut ‘Pelatihan Kurikulum’ yang diinisiasi oleh Kemenag DKI Jakarta dan Jr. NBA pada awal tahun 2022. Kementerian Agama RI mengapresiasi terpilihnya Provinsi DKI Jakarta sebagai pilot project kegiatan ini. Diharapkan kedepannya program ini dapat meraih hasil yang positif dan menjadi contoh bagi Madrasah di Provinsi lain serta dapat menumbuhkan potensi bola basket anak dan menjadikan anak lebih sehat sekaligus berkontribusi memberikan dampak positif bagi anak dan dunia bola basket Madrasah secara keseluruhan. Pada acara ini, Pelatih Jr. NBA, Natália André mengatakan, “Ini adalah kali pertama kami menyelenggarakan kompetisi basket Jr. NBA 3v3 di Indonesia dan kami sangat senang dapat berkontribusi dalam acara yang tak terlupakan ini,“. “Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada perwakilan kementerian atas kesempatan kemitraan yang luar biasa ini. Melalui program ini, kami berharap dapat menginspirasi pemuda setempat untuk menjalani gaya hidup aktif dan sehat, sekaligus mendukung generasi pemain Indonesia selanjutnya.” pungkas Natália André.

Edelina Daxilia Atlet Aerobic Gymnastics Muda Berprestasi

Edelina Daxilia Atlet Aerobic Gymnastics Muda Berprestasi

Prestasi membanggakan berhasil diraih atlet Aerobic Gymnastics muda Indonesia Edelina Daxilia yang baru berusia 13 tahun pada kejuaraan Aerobic Gymnastics Suzuki World Cup 2022. Edelina berhasil menjadi juara 4 dunia pada kejuaraan yang dilaksanakan di Tokyo, Jepang pada 12-14 Desember 2022 dengan kategori Age Group 12-14 tahun yang diikuti oleh 12 negara. Menggeluti aerobic dibawah binaan Lody Lontoh, Sang Master Aerobic Indonesia, Dexie termasuk atlet yang giat latihan sehingga bisa berprestasi. Tak hanya sekolah dan latihan aerobic, atlet muda berparas cantik ini juga menjadi seorang influencer di sosial media pada akun instagram @dexie_aerogymnast. “Berolahraga adalah kebutuhan tubuh kita. Kebiasaan berolahraga dapat dipupuk sejak usia dini, entah dimulai dari lingkungan keluarga ataupun sekolah,” katanya. Dukungan besar dari orangtua tak luput dari munculnya potensi baik seorang atlet. Seperti Dexie, kemampuannya untuk berprestasi hari ini adalah buah atas kerja keras pelatih, dukungan orangtua, serta kemauan diri yang kuat yang sudah dipupuk sejak dulu.

BNI Kejurnas Perorangan Taruna PBSI 2022: DKI Jakarta Juara Umum

BNI Kejurnas Perorangan Taruna PBSI 2022: DKI Jakarta Juara Umum

Provinsi DKI Jakarta mengukuhkan diri tampil sebagai juara umum ajang bulutangkis BNI Kejurnas Perorangan Taruna PBSI 2022. Para pemain asal ibukota ini menunjukkan performa terbaiknya untuk meraih tiga gelar juara. Tiga gelar bagi DKI Jakarta itu dipersembahkan oleh Muhammad Halim As Sidiq di tunggal putra. Tampil di partai final yang mentas di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (17/12), Halim berhasil mengatasi perlawanan Muhammad Fachri Akbar Romadhon dari Jawa Barat dengan skor 20-22, 21-18, 21-7. Lalu, gelar kedua didapat dari nomor ganda putri yang memanggungkan final sesama wakil DKI Jakarta. Ariella Naqiyyah/Rachel Agnesia Sabatini mampu mengalahkan rekan sedaerahnya, Nabila Cahya Permata Ayu/Reva Olivia Damayani, 22-20, 21-17. “Senang sekali bisa jadi juara. Sebelumnya saya dan Rachel kalah dari Nabila/Reva di semifinal pada Sirnas Purwokerto lalu. Kami malah bisa membalasnya di kejurnas,” kata Aril, sapaan akrab Ariella Naqiyyah. “Semoga kemenangan dan gelar juara kejurnas ini menambah semangat kami untuk tampil lebih baik lagi di seleknas nanti. Yang pasti saya senang bisa mengantarkan DKI Jakarta juara umum kejurnas,” tambah Rachel. Gelar ketiga bagi DKI Jakarta direbut pasangan ganda putra Muhammad Fadel Illyasa Duni/Yahya Raska Ananda Suprianto. Pada partai pamungkas, lewat laga seru tiga gim, ganda binaan klub Jaya Raya ini berhasil menggusur Michael Owen/Yuke Gamareza Radjasa (Jawa Tengah), 16-21, 21-12, 21-15. “Senang bisa juara. Saya memang dari awal bertekad untuk bisa juara kejurnas agar bisa mengikuti seleknas. Cita-cita saya memang ingin bergabung ke pelatnas,” ujar Raska, putra dari Bambang Suprianto, mantan pemain nasional. Hasil Final BNI Kejurnas Perorangan Taruna PBSI 2022: Tunggal Putra: Muhammad Halim As Sidiq (DKI Jakarta) vs Muhammad Fachri Akbar Romadhon (Jawa Barat), 20-22, 21-18, 21-7. Tunggal Putri: Wening Arviani Sabrina (Banten) vs Zahra Rahma Kartina (Banten), 25-23, 18-21, 21-19. Ganda Putra: Muhammad Fadel Illyasa Duni/Yahya Raska Ananda Suprianto (DKI Jakarta) vs Michael Owen/Yuke Gamareza Radjasa (Jawa Tengah), 16-21, 21-12, 21-15. Ganda Putri: Ariella Naqiyyah/Rachel Agnesia Sabatini (DKI Jakarta) vs Nabila Cahya Permata Ayu/Reva Olivia Damayani (DKI Jakarta), 22-20, 21-17. Ganda Campuran: Verrell Yustin Mulia/Priskila Venus Elsadai (Jawa Tengah) vs M. Lutfi Khaidar/Gina Karmila (Banten), 21-13, 16-21, 21-14.

Atas Persetujuan FIFA, Pembukaan Piala Dunia U-20 Tahun 2023 Bisa Berlangsung Meriah

Berkenalan Dengan Bacuya, Maskot Piala Dunia U-20 2023

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyampaikan beberapa pesan menarik ketika melakukan pertemuan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Qatar beberapa waktu lalu. Salah satunya Indonesia akan diberi keleluasaan pembukaan Piala Dunia U-20 tahun 2023 nanti akan berlangsung meriah. Menurut Menpora, Gianni Infantino memberi perhatian khusus untuk Indonesia pada pembukaan Piala Dunia U-20 tahun 2023. Ia pun mencontoh keleluasaan yang diberikan oleh FIFA yakni pembukaan Piala Dunia U-20 nanti bisa dibuat meriah. “Misalnya untuk acara opening Piala Dunia U-20 sendiri biasanya tidak semeriah yang senior tetapi untuk Indonesia karena memang hubungan baik antara bapak Presiden Joko Widodo dengan Presiden FIFA, maka beliau mempersilahkan saat pembukaan nanti bisa dibuat meriah,” kata Menpora Amali secara virtual pada Program Apa Kabar Indonesia Malam TV One, Kamis (22/12) malam. Terkait kesiapan Indonesia dan juga venue-venue yang sudah ditunjuk oleh FIFA. Menurut Menpora Amali sudah dilaporkan ke Presiden FiFA. “Kesiapan Indonesia dan venue sudah saya laporkan kepada Presiden FIFA, dan dia menyambut baik dan memberikan dukungan penuh dengan serius agar Indonesia bisa sukses menjadi tuan rumah,” jelasnya Menurutnya stadion yang akan digunakan untuk pertandingan tetap masih sama yakni enam stadion. “Enam stadion ini adalah Gelora Bung Karno (Jakarta), Si Jalak Harupat (Jawa Barat), Manahan (Solo), Gelora Bung Tomo (Surabaya) , I Wayan Dipta (Bali) dan Jakabaring (Sumsel),” ucapnya. “Jadi sampai hari ini FIFA tetap masih mengagendakan untuk melihat persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023. Rencana Januari nanti FIFA akan datang lagi,” tutupnya.

430 Petenis Junior Ikuti Turnamen FIKS Tennis Open

430 Petenis Junior Ikuti Turnamen FIKS Tennis Open

Sekitar 430 peserta mengikuti 60 thn FIKS Tennis Open 2022 The Oldest National Junior Turnament, yang berlangsung di Lap Tenis Indoor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jln Setiabudhi Bandung, Sabtu 17 Desember 2022. Ketua FIKS Bandung Dra. Meiska H. Wigun menuturkan kalau gelaran kejuaraan tenis FIKS tahun ini terasa lebih spesial, mengingat tahun ini usia FIKS telah mencapai 60 tahun. “Menghasilkan atlet tenis terbaik merupakan salah satu tujuan mulia dari Sekolah Tenis FIKS, dan tahun ini 430 peserta siap bertanding dengan performa terbaiknya di Bandung,” ungkap Meiska seusai pembukaan kenjuaraan. Meiska juga mengatakan, kejuaraan ini diikuti para petenis dari seluruh Indonesia, yang memang sudah menunggu kejuaraan ini. “Dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Lampung, Pekanbaru, Bangka Belitung, Bali, Banjarmasin, Palu, Balikpapan, Palembang, Banjarnegara, dan Makassar, ikut serta dalam kejuaraan kali ini dan memang kejuaraan FIKS selalu ditunggu,” jelasnya. Kejuaraan sendiri dibuka langsung oleh wakil ketua PP PELTI, Prof. Wikan Sakarinto, yang mengaku sangat mengapresiasi kejuaraan FIKS ini bahkan untuk peserta sendiri membludak sehingga pendaftaran ditutup sebelum waktunya. “Kami sangat mengapresiasi kejuaraan ini, dari sini bakat-bakat dan munculnya atlet handal muncul, yang menjadi petenis andalan nasional,” tegasnya. Dalam acara ini, klub tenis FIKS juga memberikan penghargaan kepada 10 pelatih tenis yang telah melahirkan petenis hebat di Indonesia, seperti Deddy Tedjamukti, pelatih dari Angelique Widjaja, yang berhasil menjuarai kategori single di Wimbledon Junior 2001, dan Ryan Tanujoyo, yang berhasil membawa Priska Nugroho menjadi juara Grand Slam Australian Open Junior Double tahun 2020.

PBTI Menjaring Atlet Junior Baru Melalui Turnamen Taekwondo

PBTI Menjaring Atlet Junior Baru Melalui Turnamen Taekwondo

Persatuan Taekwondo Seluruh Indonesia (PBTI) mencermati potensi atlet junior dari berbagai daerah, dengan Kejuaraan Nasional Taekwondo 2022 digelar di Stadion GOR Benteng Taruna, Tangerang, Banten, pada 15-18 Desember. “Sebagian besar provinsi berhasil meraih medali, meski lima provinsi yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Banten, dan Yogyakarta masih mendominasi,” kata Thamrin Marzouki, Presiden Institut, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu. Marzouki menilai kekuatan di kelas junior sudah merata. Hingga Minggu siang, Jabar kokoh di puncak klasemen dengan raihan 16 medali emas, 9 perak, dan 15 perunggu. Jakarta menduduki peringkat kedua dengan delapan emas, 10 perak, dan 12 perunggu, sedangkan Jakarta di peringkat ketiga dengan tujuh emas, tujuh perak, dan tiga perunggu. Sedangkan provinsi tuan rumah Banten harus finis keempat dengan enam emas, enam perak, dan 15 perunggu. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Fachmy Fachrezzy, mengatakan pihaknya sejauh ini telah menentukan komposisi atlet yang akan diseleksi untuk berlaga di SEA Games ke-32 tahun 2023 di Phnom Penh, Kamboja. Ia melihat banyak potensi yang dimiliki para atlet junior, terutama dalam hal skill dan postur tubuh, sedangkan ketahanan fisik mereka perlu ditingkatkan. “Kami telah menyimpan (nama-nama) atlet yang akan mengikuti seleksi, dan diharapkan kriteria dan kualifikasi atlet yang dipilih dari hasil kejuaraan nasional sesuai dengan harapan kami,” kata Vacrezi. Ditambahkannya, mentalitas dan wawasan para atlet bisa ditingkatkan dengan berlaga di ajang resmi berstandar internasional. Untuk itu, ia berjanji akan memperbaiki formula dan rencana latihan serta mengembangkan prestasi, terutama terkait kualitas turnamen, termasuk turnamen regional di tahun-tahun berikutnya.

Tim Dayung Jambi Sabet 4 Emas di Kejurnas Junior 2022

Tim Dayung Jambi Sabet 4 Emas di Kejurnas Junior 2022

Tim dayung Jambi berhasil berhasil meraih empat medali emas, dua perak dan tujuh perunggu pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Dayung Junior di Situ Cipule Karawang pada 6-17 Desember 2022. Ketua Umum Pengurus provinsi Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (Pengprov Podsi) Jambi, Hasan Mabruri melalui keterangan resminya yang diterima, Selasa mengatakan, Jambi mengirimkan sebanyak 40 atlet juniornya pada Kejurnas tahun ini dan hasilnya sudah melebih target dimana tim dapat meraih empat medali emas dari targetnya hanya tiga emas. Keempat medali emas Jambi diraih oleh atlet dinomor canadian putri jarak 500 meter atas nama atlet Devi dan Anci, kemudian kayak perorangan putra 200 meter atas nama Subhi dan kemudian dua medali emas pada nomor dragon boat mix jarak 1.000 meter dan mix 20 pendayung jarak 500 meter putra. Sedangkan medali perak diraih lewat atlet canoe peorangan putri jarak 200 meter dan dragon boat terdiri atas 20 pendayung putri, sementara itu lima medali perunggu diraih oleh canoe perorangan putra jarak 1.000 meter, canoe double putra 500 meter dan dua medali lagi dinomor dragon boat jarak 1.000 meter putra dan dragon boat 1.000 meter putri mix 20 pendayung. “Masih ada waktu beberapa hari lagi dan tim dayung junior Jambi masih menurunkan atletnya di beberapa nomor perlombaan lainnya dan berharap terus meraih medali untuk Provinsi Jambi,” kata Hasan Mabruri. Dia menyatakan bangga atas prestasi tim dayung junior Jambi pada kejurnas tahun ini dan ini adalah modal utama Jambi kedepannya untuk bisa terus meningkatkan pembinaan cabang dayung agar bisa berprestasi pada pentas nasional dan internasional. Ke depan pembinaan Pengrov Podsi Jambi akan lebih fokus kepada mereka atlet junior yang telah berprestasi di pentas nasional dan modal atlet muda masa depan cabang dayung Jambi bisa lebih berprestasi.

Rahmat Erwin dan Rizki Raih Emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi

Rahmat Erwin dan Rizki Raih Emas Kejuaraan Dunia Angkat Besi

Rahmat Erwin Abdullah dan Rizki Juniansyah menunjukkan dominasi mereka di kelas 73kg Kejuaraan Angkat Besi 2022 yang berlangsung di Bogota, Kolombia. Rahmat Erwin meraih emas di kategori clean and jerk lewat angkatan 200kg. Sedangkan perak direbut oleh Rizki dengan catatan 192kg. Sedangkan di kategori snatch, Rizki jadi lifter terbaik dengan torehan 155kg. Ia pun berhak atas medali emas untuk kategori tersebut. Pada total angkatan, Rahmat Erwin dan Rizki pun berjaya. Rahmat Erwin merebut emas dengan total angkatan 352kg sedangkan Rizki merebut medali perak dengan torehan total 347kg. Rahmat Erwin Abdullah dan Rizki Juniansyah adalah dua lifter muda yang jadi simbol regenerasi angkat besi Indonesia. Keduanya sudah mengukir prestasi level dunia sejak kejuaraan level junior. Rahmat Erwin Abdullah bahkan telah berhasil mempersembahkan medali perunggu pada Olimpiade 2020 lalu. Pencapaian Rahmat Erwin dan Rizi di Bogota ini makin menandai bahwa keduanya bisa jadi harapan Indonesia meraih prestasi di Olimpiade. Sejak Olimpiade 2020, Tim Angkat Besi Indonesia selalu jadi tambang medali bagi kontingen Indonesia di ajang Olimpiade. Mereka tak pernah henti menyumbang medali dalam enam pelaksanaan Olimpiade terakhir. Misi Tim Angkat Besi Indonesia yang belum terwujud saat ini adalah meraih medali emas untuk kontingen Indonesia di ajang Olimpiade.

Finish Tiga Besar, PB WI Masih Punya PR

Finish Tiga Besar, PB WI Masih Punya PR

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino, mengatakan pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah (PR) dalam menyejajarkan prestasi sanda dengan taolu. Ngatino mengaku sudah mengantongi sejumlah poin hasil dari evaluasi Kejuaraan Dunia Wushu Junior (WJWC) 2022 di ICE BSD, Tangerang, Banten, yang berakhir, Sabtu. “Kami akan canangkan ke depannya untuk program pembinaan. Bukan hanya taolu, tetapi juga sanda. Tetapi yang menjadi prioritas adalah sanda. Ini PR besar ke depannya agar dua-duanya jalan. Ada prestasi di taolu, demikian juga sanda,” kata Ngatino. Indonesia selaku tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 dapat dikatakan sukses besar dengan menempati posisi tiga besar setelah mengantongi 10 medali emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Hasil tersebut juga melampaui target yang dicanangkan Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto yakni enam emas. Namun yang perlu digarisbawahi, semua emas yang diraih berasal dari atlet taolu atau seni. Sedangkan sanda atau nomor tarung, prestasi tertinggi di WJWC 2022 adalah mendapat perunggu. Meski secara umum target enam emas terlampaui, yang perlu diingat Airlangga Hartarto sempat mengatakan dua emas di antaranya berasal dari sanda. Namun nyatanya tak terpenuhi. Ngatino pun mengatakan pola pembinaan taolu dan sanda belakangan memang berbeda. Terlebih dengan adanya pandemi COVID-19. Atlet taolu yang tampil di WJWC 2022 merupakan atlet terbaik di kelas masing-masing yang terpilih masuk program pelatnas berkat prestasi yang ditunjukkan selama mengikuti kejuaraan secara virtual selama pandemi COVID-19. Berbanding terbalik dengan sanda yang memang mengharuskan atlet bertatap muka dan bertarung di atas ring. “Untuk sanda, karena pandemi kami tidak bisa mengikuti pola seperti taolu, karena mereka harus fight. Semoga setelah pandemi menghilang, kami bisa lakukan itu. Itulah peran dari dewan kehormatan yang mendukung selama ini,” kata Ngatino. Sebagai cabang yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Ngatino mengatakan wushu akan terus melanjutkan program pembinaan secara berkesinambungan. Selanjutnya, PB WI bakal melanjutkan program untuk persiapan atlet wushu Indonesia berlaga di Olimpiade Remaja di Dakar, Senegal pada 2026. “Kami akan mengambilnya dari yang sekarang, tetapi tidak menutup kemungkinan dari yang baru juga bisa kami orbitkan. Tinggal nomornya. Kami belum tahu nomor apa yang dipertandingkan di Youth Olympics Games 2026 nanti. Setelah atlet pulang ke daerahnya masing-masing, kami akan kembali melakukan pembinaan,” ujar Ngatino.

Indonesia Finis Posisi Tiga Besar Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Indonesia Finis Posisi Tiga Besar Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022

Indonesia selaku tuan rumah mengakhiri Kejuaraan Dunia Wushu Junior (WJWC) 2022 di posisi tiga besar dalam daftar perolehan medali. Secara keseluruhan, skuad Merah-Putih mengoleksi 10 medali emas, 2 perak, dan 5 perunggu dalam ajang yang secara resmi ditutup Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu. Iran menjadi negara peserta paling sukses dengan 13 emas, 5 perak, dan 5 perunggu. Kemudian Tiongkok di bawahnya dengan 10 emas, 2 perak, dan 5 perunggu. Prestasi Indonesia pada WJWC edisi kedelapan ini meningkat signifikan dibanding dengan edisi sebelumnya di Brazil pada 2018 ketika Indonesia berada di posisi 11 dengan mengantongi 2 emas, 10 perak, 7 perunggu. Adapun penyumbang emas terakhir Kontingen Indonesia di WJWC 2022 adalah Rainie Elena Liem dari nomor qiangshu kelompok junior B putri. Atlet asal Sasana Rajawali Sakti ini mengantongi 9,176 poin. Medali perak diraih Oubu Ishii dari Jepang dengan 9,100 poin dan Kim Caeyoung dari Korea Selatan meraih perunggu dengan 8,983 poin. Sementara itu, Direktur Eksekutif Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 Gunawan Tjokro mengatakan sebagai tuan rumah, Indonesia patut bersyukur berhasil menempati posisi tiga besar. “Indonesia dapat 10 medali emas. Sebenarnya tingkat medali emas kita sama dengan Tiongkok, tetapi kita kalah satu poin di perak. Sehingga secara keseluruhan kita di posisi tiga,” kata Gunawan. “Tetapi kalau dipisah antara taolu dan sanda, karena dengan perolehan 10 medali emas di taolu, Indonesia masih yang teratas. Karena kita tahu sandanya diborong Iran. Jadi sebagai tuan rumah, posisi ketiga kita syukuri. Artinya ada kemajuan. Dengan target 6 emas, kita sudah mendapat 10,” katanya menambahkan. Indonesia memang mendominasi nomor taolu dengan 10 emas. Sedangkan Tiongkok menghasilkan 7 emas dari taolu dan Iran mendapatkan 6 emas. Hanya saja, Iran memperkokoh dominasinya dengan meraih 7 emas dari nomor sanda atau tanding. Sementara itu, Airlangga Hartarto menyampaikan terima kasih kepada seluruh kontingen dari semua negara yang berpartisipasi pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada 60 kontingen yang telah hadir dan berpartisipasi kepada pemerintah, Kemenpora, Pemerintah Tangerang dan Banten, serta sejumlah donatur yang membantu acara ini terlaksana dengan baik,” ujar Airlangga. “Juga kepada sejumlah perusahaan yang datang dan untuk menyaksikan wushu, terima kasih. Karena tanpa dukungan kalian kegiatan ini tidak terlaksana,” pungkas Airlangga.

804 Atlet Bertarung di Kejuaraan Karate Junior Kaltim 2022

804 Atlet Bertarung di Kejuaraan Karate Junior Kaltim 2022

Sebanyak 804 atlet karate junior ambil bagian dalam Kejuaraan Karate Junior Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2022. Kejuaraan tersebut berlangsung di Atrium Plaza Balikpapan, mulai Rabu hari ini, 7-10 Desember 2022. Dibuka oleh Asisten Sekda Kaltim Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat HM Syirajudin, mewakili Gubernur Kaltim Isran Noor. Dalam sambutannya Syirajudin mengapresiasi atas terselenggaranya kejuaraan ini. Menurutnya, event ini sangat luar biasa. Terlebih dilaksanakan di tempat umum. “Sangat luar biasa. Anak-anak akan diuji mentalnya karena bertarung dihadapan orang banyak. Tentunya ini akan membentuk karakter mereka,” kata Syirajudin. Syirajudin juga berharap event seperti ini terus dilakukan. Terutama dari junior, karena mereka akan menjadi penerus atlet karate Provinsi Kaltim di masa mendatang. “Apresiasi kepada Forki Kaltim yang telah melaksanakan kegiatan ini. Sesering mungkin dilaksanakan. Karena dari sini akan melahirkan bibit atlet berbakat yang tentunya akan mengharumkan nama Kaltim juga Indonesia. Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, jangan hanya mencari juara, persaudaraan yang utama,” ungkapnya. Ketua Panitia Aries Ardianto menuturkan, kejuaraan ini diikuti oleh perwakilan Forki Kabupaten dan Kabupaten seluruh Kalimantan Timur. Serta perwakilan club atau dojo perguruan karate di bawah naungan Forki selaku induk organisasi karate Indonesia. “Peserta yang mengikuti 804 atlet seluruh Kaltim. Semoga lewat ajang ini muncul bibit-bibit atlet junior berprestasi. Menjadi atlet yang tangguh dari Kalimantan Timur, sehingga bisa berkiprah di tingkat nasional dan bahkan internasional,” tutur Aries. Kejuaraan ini sengaja digelar di pusat perbelanjaan. Dengan tujuan untuk memperkenalkan lebih dekat olahraga bela diri karate di masyarakat umum. “Masyarakat dapat melihat secara langsung, serta menilai sportivitas olahraga yang ditunjukkan oleh atlet-atlet junior seluruh Kaltim,” pungkasnya.

Kejuaraan Dunia Wushu Junior: Target Medali Emas Tercapai, Menpora Harapkan Indonesia Tambah Lagi

Kejuaraan Dunia Wushu Junior: Target Medali Emas Tercapai, Menpora Harapkan Indonesia Tambah Lagi

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, berharap atlet wushu Indonesia bisa menambah kembali medali emas pada hari ketiga yang berlangsung hari ini Kamis (8/12/2022). Ia menyebut Kontingen Wushu Junior Indonesia sudah meraih sukses prestasi dengan mengoleksi 6 medali emas dan 1 perunggu pada hari kedua Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022 yang berlangsung di ICE BSD City Tangerang, Banten, Rabu (7/12/2022). Ajang yang melibatkan 60 negara dan 2 region (Hongkong dan Macau) ini memperebutkan 71 medali emas (45 Taolu dan 17 Sanda) baru akan berakhir Sabtu, 10 Desember 2022. “Saya kira sukses prestasi sudah kita raih dengan keberhasilan Kontingen Wushu Junior Indonesia mengoleksi 6 emas dan 1 perunggu pada hari kedua pelaksanaan Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. Dan, saya berharap medali emas bisa bertambah lagi karena waktu pelaksanaan masih panjang,” kata Menpora Amali yang hadir langsung menyaksikan penampilan atlet-atlet wushu Indonesia. Apa yang telah dicapai Pasukan Garuda Muda tersebut, kata Menpora Amali, sebagai bukti bahwa program pembinaan olahraga wushu Indonesia yang dilakukan PB WI sudah semakin baik. Apalagi, cabang olahraga (cabor) wushu masuk dalam daftar cabor Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). “Saya kira luar biasa. Mudah-mudahan akan semakin baik pembinaannya ke depan. Karena ini kejuaraan junior dan tujuannya ada yakni Road to Youth Olynmpic Games 2026 Dakkar, Senegal, mereka dipersiapkan lebih baik lagi,” imbuh Menpora Amali. Selain sukses prestasi, kata Menpora Amali, Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) pimpinan Airlangga Hartarto juga telah meraih sukses penyelenggaraan dan sukses ekonomi. “Saya mendapatkan informasi baik dari Wakil Presiden IWUF dan Sekjen IWUF bahwa mereka sangat senang dengan penyelenggaraan yang dilakukaan Indonesia,” kata Amali. Sementara itu, Direktur Media Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022, Ilham Permana mengatakan, PB WI meraih tiga sukses tidak terlepas dari peran dan dukungan media. “Atas nama panitia dan PB WI, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan teman-teman wartawan dari media cetak, elektronik maupun online,” kata Ilham Permana yang juga Wakil Ketua Umum II PB WI.

Medali Emas Dari Thalia Marvelina untuk Indonesia dan Orang Tua

Medali Emas Dari Thalia Marvelina untuk Indonesia dan Orang Tua

Torehan membanggakan mampu diukir atlet wushu putri junior, Thalia Marvelina Tanzil, yang berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 di ICE BSD, Tangerang, Banten, (7/12) siang. Thalia Marvelina berhasil meraih medali emas dari cabang Taolu Nomor Daoshu Grup B Putri. Thalia mengatakan bahwa, dirinya tidak pernah menyangka akan mendapat medali emas. Sangat bangga bisa persembahkan medali emas. Medali ini saya persembahkan untuk Indonesia dan kedua orang tua saya yang telah membimbing sejak kecil. Pada kejuaraan dunia wushu jujior tahun ini Thalia Rainie Elena Liem akan berkompetisi di nomor taolu kategori Junior B Putri. Bagi Thalia Marvelina Tanzil ini kedua kalinya masuk dalam Timnas Wushu Indonesia untuk Kejuaraan Dunia Wushu Junior. Ia sudah ambil bagian pada World Junior Wushu Championship (WJWC) sebelumnya, yakni persaingan ketujuh di Brasilia, Brasil. Pada WJWC VII 2018 itu remaja putri kelahiran Surabaya, Jatim, 3 April 2008 ini berhasil meraih medali perunggu. “Saya kali ini berhasil mempersembahkan medali emas. Besok masih ada satu nomor lagi, semoga saya bisa kembali lagi mendapat emas,” kata Thalia Marvelina Tanzil. Pelajar SMPK Angelus Custos 1 Surabaya yang menggeluti olahraga wushu sejak kecil ini dipanggil ke Pelatnas Wushu Junior setelah meraih 3 medali emas di Junior Grup B Putri pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu 2022 memperebutkan Piala Presiden.

106 Atlet Ikuti Kejurnas Angkat Besi U-13 Hingga U-15

106 atlet ikuti Kejurnas Angkat Besi U-13 hingga U-15

Sebanyak 106 atlet dari 20 Pengurus Provinsi (Pengprov) tampil dalam Kejuaraan Nasional Angkat Besi U-13 hingga U-15 Piala Kemenpora di Sentul, Bogor, Jawa Barat, 5-8 Desember. Kejurnas dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) Djoko Pramono. Ia mengatakan kejuaraan nasional kali ini menjadi kesempatan atlet-atlet muda untuk merasakan persaingan nasional apalagi kejuaraan ini merupakan kejurnas angkat besi pertama yang digelar khusus untuk atlet-atlet usia 13-15 tahun. “Marilah kita berlomba-lomba untuk menggali lebih banyak lagi, ‘logam-logam’ atlet untuk kita asah melalui Kejurnas agar regenerasi terus berjalan secara spartan,” ujar Djoko dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin. Sama seperti dengan dua kejuaraan sebelumnya, yaitu Kejurnas Remaja dan Junior di Yogyakarta dan Kejurnas Senior di Sentul, Bogor bulan lalu, PABSI juga akan memberikan penghargaan Lifter Terbaik serta uang pembinaan kepada Pengprov yang berprestasi dalam Kejurnas kali ini ini. Bonus uang pembinaan itu diberikan dengan harapan dapat memotivasi daerah-daerah untuk berlomba-lomba serius melakukan pembinaan hingga bisa mengirimkan atletnya bertanding di level nasional. Apalagi pada tahun depan akan dimulai Kejurnas yang masuk dalam bagian Pra-Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2024. Lebih lanjut, Djoko menuturkan kejuaraan kali ini selaras dengan program pembinaan PABSI yang berupaya terus melakukan pembinaan atlet angkat besi usia remaja dan junior guna memperbanyak stok atlet yang bisa mewakili Indonesia di berbagai kejuaraan internasional pada masa mendatang. “Paling tidak hingga Olimpiade 2032 kita memiliki stok atlet yang lebih banyak lagi dengan memiliki prestasi di tingkat dunia,” ucap dia.

PB WI Proyeksikan Atlet Junior di WJWC 2022 untuk Olimpiade 2032

PB WI Proyeksikan Atlet Junior di WJWC 2022 untuk Olimpiade 2032

Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Airlangga Hartarto mengatakan wakil Merah Putih yang turun dalam Kejuaraan Dunia Wushu Junior (WJWC) 2022 adalah atlet yang dipersiapkan untuk Olimpiade 2032. Wushu sejauh ini memang belum masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Namun, Airlangga optimistis olahraga bela diri asal China itu bisa dipertandingkan pada Olimpiade 2032. Peluang ini terbuka mengingat wushu sudah tersebar di lebih dari 50 negara. Terlebih lagi, wushu sudah terdaftar sebagai cabang yang dipertandingkan di Olimpiade Remaja V/2026 di Dakar, Senegal. “Mereka yang tampil di Kejuaraan Dunia Junior adalah atlet masa depan Indonesia dan dalam 10 tahun ke depan mereka yang akan mewakili Indonesia di Olimpiade 2032. Dan, saya akan melaporkannya kepada Pak Presiden Jokowi,” kata Airlangga dalam acara Pelepasan Kontingen Wushu Indonesia untuk WJWC 2022 di kawasan Widya Chandra, Jakarta, Kamis (1/11/2022) malam. Untuk itu, Airlangga berharap atlet wushu Indonesia yang tampil di WJWC 2022 yang bergulir di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, 5-10 Desember, bisa memberikan yang terbaik, sekaligus mempersembahkan target meraih empat medali emas bagi Indonesia. “Bertanding dengan sepenuh hati, semangat tinggi dan percaya diri untuk kebanggaan dan kehormatan diri, keluarga, daerah, bangsa dan negara Indonesia serta tetap mengedepankan sportivitas untuk mencapai prestasi terbaik,” ujar Airlangga. Secara keseluruhan, Indonesia bakal menurunkan 23 atlet yang terdiri dari 12 atlet taolu dan 11 atlet sanda. Mereka adalah yang terbaik setelah PB WI sebelumnya melakukan berbagai tahapan seleksi. Selama persiapan, atlet taolu dengan masing-masing enam atlet putra dan putri berada di bawah arahan pelatih asal China, Zhang Yong Sheng dibantu David Hendrawan (DKI Jakarta) dan Probo Muljono (Jawa Timur). Sementara 11 atlet yang terdiri dari delapan putra dan tiga putri juga diasuh pelatih China Xia Hong dibantu Hermansyah Mongisidi (Jawa Tengah), Mohammad Selamat (Jawa Tengah), dan Hotma Dearma Purba (Sumatera Utara). “Kondisi atlet semuanya dalam kondisi siap dan semangat. Tidak ada cedera dan semuanya siap bertanding. Saya optimistis target tiga emas taolu dan satu dari sanda bisa terpenuhi,” kata Chef de Mission Indonesia (CdM) Kontingen Wushu Indonesia, Doddy Rahadi. “Ya, kami optimistis bisa memenuhi target yang dicanangkan pak Airlangga Hartarto,” tambah Manajer Taolu, Herman Wijaya. Kesiapan Pasukan Garuda juga disampaikan pelatih Taolu, Probo Muljono dan pelatih Sanda, Muhammad Slamet. “Seluruh atlet Taolu sudah tampil. Banyak kemajuan yang dialami mereka selama menjalani program latihan yang diberikan Zhang Yong Sheng baik fisik maupun teknik,” kata Probo. “Anak-anak Sanda memamg belum.punya pengalaman bertanding di ajang internasional. Mereka bukan hanya ditopang dengan kondisi fisik tetapi teknik serta mental bertandingnya sudah siap menghadapi pertarungan ketat di kejuaraan dunia nanti,” timpal Muhammad Slamet. Kontingen Wushu Junior Indonesia: Chef de Mission (CdM): Doddy Rahadi Team Manager Taolu: Herman Wijaya Team Manager Sanda: Sudarsono Psikolog: dr Henny Setyawati Pelatih Taolu: 1. Zhang Yong Sheng (Tiongkok) 2. David Hendrawan (DKI Jakarta) 3. Probo Muljono (Jawa Timur) Pelatih Sanda: 1. Xia Hong (Tiongkok) 2. Hermansyah Mongisidi (Jawa Tengah) 3. Mohammad Selamat (Jawa Tengah) 4. Hotma Dearma Purba (Sumatera Utara) Atlet Taolu Junior A Putra: 1. Josh Tiesto Tanto (DKI Jakarta) 2. Rainer Reinaldy Ferdiansyah (Jawa Timur) Junior A Putri: 1. Kylie Suyoyo Kwok (DKI Jakarta) 2. Ivana Beatrice Liestio (DKI Jakarta) Junior B Putra: 1. Zamurai Alkensoe Damara (Jawa Tengah) 2. Carlson Ong (Jambi) Junior B Putri: 1. Thailia Marvelina Tanzil (Jawa Timur) 2. Rainie Elena Liem (DKI Jakarta) Junior C Putra: 1. Bradley Jason (Jawa Timur) 2. Richard Dean Kurnia (DKI Jakarta) Junior C Putri: 1. Billie Karina The (DKI Jakarta) 2. Anasera Zahraa Haryoso (Bali) Atlet Sanda Pra Junior Putra: 1. Kiemas Sakti Negara – 45 kg (Jawa Tengah) 2. Shaddam Achmad Assegaf – 48 kg (Jawa Tengah) 3. Rizki – 52 kg (Jawa Barat) Junior Putri: 1. Aurella Calysta Purnomo – 48 kg (Jawa Tengah) 2. Nasya Aulia Zahra Wahana – 52 kg (Jawa Tengah) 3. Nabila Puspa Annastasya – 56 kg (Jawa Tengah) Junior Putra: 1. Dewangga Lindu Saputra – 48 kg (Jawa Tengah) 2. Denis Darmawan – 52 kg (Jawa Tengah) 3. Pandu Dian Saputra – 56 kg ,(Jawa Tengah) 4. Ragesta Ganang Pangestu – 60 kg (Jawa Tengah) 5. Yanto Rizel Silaban – 65 kg , (Sumatera Utara)

IESF World eSports Championships 2022 Resmi Dibuka Menpora

IESF World Esports Championships 2022 Resmi Dibuka Menpora

Kejuaraan Dunia eSports ke-14 tahun 2022 di Bali dibuka pada Jumat (2/12/2022). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali secara resmi membuka kompetisi ini. Indonesia eSports Summit: The 14th World eSports Championship sendiri digelar oleh Pengurus Besar eSports Indonesia (IESF World Championships 2022 PBESI), dan akan diadakan pada 2 sampai 11 Desember 2022. Untuk enam kategori game yang dipertandingkan di ajang ini adalah Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), PUBG Mobile, eFootball 2022, Counter Strike: Global Offensive (CS: GO), Dota 2, dan Tekken 7. Mengutip laman resmi Kemenpora, IESF World eSports Championships 2022 ini adalah ajang yang sangat luar biasa dan bergengsi. Adapun, peserta yang ikut di kejuaraan ini berasal dari setidaknya 105 negara. Menpora mengatakan, ajang ini menjadi momen istimewa bagi eSports Indonesia, untuk melakukan lompatan besar dalam visinya, sebagai kekuatan terdepan di Asia dan dunia. “Semoga perhelatan ini, menjadi titik awal dimulainya sejarah baru untuk memberikan kontribusi besar eSports bagi bangsa dan negara, serta dunia tentunya,” kata Amali. Mengutip YouTube PB ESI, Sabtu (3/12/2022), Amali juga memberikan pesan kepada para atlet dari Indonesia. “Bertandinglah dengan sportif, tunjukkan sportifitas, pererat persahabatan bersama negara-negara di dunia yang menjadi peserta Kejuaraan dunia ini. Dan jadilah Anda semua membanggakan Indonesia,” kata Menpora. Amali juga menyampaikan selamat datang ke Bali bagi para peserta dari negara yang bertanding, serta mengucapkan terima kasihnya atas berpartisipasi di IESF World Championships 2022. Dalam upacara pembukaan tersebut, Ketua Harian PBESI Bambang Sunarwibowo mengatakan, eSports saat ini tumbuh pesat dan sedang berkembang menjadi sebuah industri dengan potensi ekonomi, sosial, dan budaya yang besar. “Cabang olahraga baru tidak saja mampu menjadi wadah aktualisasi dan pencapaian prestasi kelas dunia anak-anak muda dari seluruh bangsa, namun juga berpotensi sebagai penggerak pulihnya perekonomian pasca pandemi Covid-19,” kata Bambang. Bambang menambahkan, menurut data World Economic Forum, eSports mampu membawa industri gim tumbuh kuat ke level berikutnya, sejak Covid-19 melanda dunia. “Bahkan ekonomi dapat terus bergulir dengan salah satu penggeraknya adalah industri gim dan eSports,” imbuh Bambang. Selain itu, Bambang mengatakan, berkembangnya eSports juga membuka jenjang karir yang luas, serta menciptakan profesi-profesi baru yang menuntut berbagai kecerdasan, ketangkasan, kedisiplinan, intelektualitas, dan integritas. Sebelumnya, dalam sesi diskusi yang digelar Pengurus Besar eSports Indonesia (PB ESI) beberapa waktu lalu, diungkap tentang peta kekuatan dan persaingan di IESF Bali 14th World Championships. Tak hanya itu, panelis dalam diskusi ini juga membagikan prediksi menarik tentang negara-negara patut diwaspadai dan siapa yang akan menjadi kuda hitam. Pegiat dan pengamat eSports Irliansyah Wijanarko mengungkapkan, Indonesia dapat meraih medali emas di nomor PUBG Mobile. Nomor PUBG Mobile yang selama ini telah membuktikan kepiawaian dan capaian para pemainnya berpeluang besar jaya di ajang ini. “Indonesia sangat berprestasi di cabang PUBG Mobile. Prediksi kami, Korea Selatan akan menjadi lawan terberat di Kejuaraan Dunia eSports IESF di Bali nanti,” ungkap Irliansyah. Irliansyah juga menyebut, CS:GO adalah nomor gim lain dimana skuad Indonesia unjuk gigi di ajang eSports bergengsi ini. “Pertandingan CS:GO Women antara Indonesia dan Polandia, serta CS:GO Men antara Indonesia dengan tim-tim asal Eropa akan menjadi pertandingan wajib ditonton,” jelasnya. Meskipun tim-tim Eropa dijagokan, bukan tidak mungkin tim CS:GO Men Indonesia tampil sebagai kuda hitam mampu menundukkan lawan-lawan favorit. “Secara individu, komposisi tim sebenarnya sangat bagus. Ini merupakan aset yang bernilai. Sekarang yang terpenting adalah membangun komunikasi antar-pemain yang baik selama persiapan dan pertandingan,” tambahnya Di nomor MOBA (multiplayer online battle arena), laga antara Indonesia dan Filipina di kategori Mobile Legends: Bang-Bang akan menjadi salah satu duel terpanas di IESF Bali 14th World eSports Championships. Sementara untuk DOTA 2, Polandia, Prancis, dan Filipina diantisipasi menjadi saingan yang kuat. Lalu, Tekken 7 kemungkinan didominasi oleh Amerika Serikat dan Jepang yang masih menggandrungi gim konsol bergenre fighting tersebut. Serupa, Amerika Serikat dan Jepang juga berpeluang besar di eFootball 2023, namun menghadapi lawan berat yakni para negara penggila sepak bola: Brazil dan Perancis. “Tentu, dengan persiapan yang matang, Indonesia juga memiliki kans untuk bersinar di kedua kategori tersebut,” imbuhnya.

Kejurnas PBSI 2022: Ajang Pencarian Bibit Muda Tanpa Atlet Pelatnas

Kejurnas PBSI 2022: Ajang Pencarian Bibit Muda Tanpa Atlet Pelatnas

PBSI dijadwalkan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang berlangsung di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, pada 12-17 Desember. Kejurnas PBSI 2022 ini akan mempertandingkan dua kategori, yakni beregu campuran dewasa antarklub dan perorangan taruna U19. Tercatat ada 628 atlet yang bakal berpartisipasi di Kejurnas PBSI 2022 yang berhadiah total Rp 1,1 miliar tersebut. Rincian pesertanya adalah 238 atlet dari 21 klub di Indonesia yang akan bersaing di kategori beregu campuran dewasa antarklub. Sementara itu, 390 atlet dari 26 provinsi bakal berlaga di kategori perorangan taruna U19 yang mempertandingkan lima nomor yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Rionny Mainaky, mengungkapkan bahwa Kejurnas PBSI 2022 ini tak akan diikuti oleh pebulu tangkis penghuni pelatnas. Rionny menjelaskan bahwa kejuaraan ini digelar untuk menjaring pemain-pemain potensial demi regenerasi bulu tangkis Indonesia. “Buat kesempatan biar murni dari klub. Kalau anak pelatnas kan ada kejuaraan yang penting, kami mau bertanding di WTF (World Tour Finals),” kata Rionny kepada awak media, Kamis (1/12/2022) di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. Selain BWF World Tour Finals yang akan digelar di Bangkok, Thailand, 7-11 Desember 2022, para pemain pelatnas juga dipersiapkan guna menatap musim 2023. Kalender turnamen BWF tahun depan sudah dimulai pada pekan kedua Januari 2023, yakni Malaysia Open Super 1000. “Tanggal 4 Desember sudah berangkat. Untuk persiapan saja mepet sekali karena awal tahun ada Malaysia Open 2023, ada kejuaraan di empat negara,” ucap Rionny Mainaky. “Mereka dari otot dan semuanya harus benar-benar siap. Jadi, fokus ke kejuaraan-kejuaraan,” tutur Rionny manambahkan. Adapun para kampiun Kejurnas PBSI 2022 di nomor perorangan tidak otomatis mendapat tiket menjadi pemain pelatnas. Mereka akan melanjutkan perjuangan dengan mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas). “Kejurnas ini adalah kejuaraan untuk seluruh pengprov di mana pemain pemain terbaik bisa berkumpul di sini, berpartisipasi menunjukkan pemain dan hasil terbaiknya,” kata Rionny. “Seperti yang disampaikan, hasil kejurnas tidak mutlak masuk pelatnas. Tapi yang juara akan dipilih untuk berhak ikut Seleknas,” tutur dia. “Kenapa? Karena kan kadang ada juga pemain bagus, tapi karena sakit jadi tidak juara. Tidak segampang itu masuk pelatnas,” ucap Rionny. “Dulu kan susah masuk pelatnas. Diterapkan seperti ini agar yang direkrut pasti yang terbaik,” kata Rionny Mainaky menjelaskan.

Kejurnas Hoki 2022, Ajang Unjuk Gigi Atlet Muda Nasional

Kejurnas Hoki 2022, Ajang Unjuk Gigi Atlet Muda Nasional

Federasi Hoki Indonesia (FHI) membuka penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Hoki 2022. Event ini diharapkan menjadi ajang unjuk gigi bagi atlet nasional. Tidak tanggung-tanggung, Kejurnas Hoki 2022 diikuti oleh 14 provinsi. Tim yang berlaga antara lain DKI Jakarta selaku tuan rumah, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan. Kemudian Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah istimewa Yogyakarta, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Kejurnas Hoki 2022 berlangsung dengan dua kategori. Kategori pertama adalah hoki lapangan yang berlangsung pada 3-10 Desember 2022 di Lapangan Hoki GBK, Senayan. Kategori kedua adalah hoki ruangan pada tanggal 13-18 Desember 2022 di Lapangan Jakarta Hoki Ruangan, Eden Sports Center, Depok. Kejurnas Hoki kali ini diselenggarakan sebagai bentuk persiapan sekaligus kalibrasi kemampuan para atlet untuk PON Aceh-Sumut 2024. Selain sebagai persiapan menuju PON Aceh-Sumut 2024, ajang ini juga menjadi salah satu bagian dari pembinaan atlet hoki Indonesia.

Andalkan Atlet Muda, Timnas Renang Indonesia Boyong 6 Emas dari Kejuaraan di Singapura

Andalkan Atlet Muda, Timnas Renang Indonesia Boyong 6 Emas dari Kejuaraan di Singapura

Kabar baik datang dari timnas renang Indonesia dari penampilan terkini di Major Games Qualifiers (MGQ) 2023 di Singapura. MGQ 2023 berlangsung pada 23-26 November 2022 di OCBC Aquatic Centre, Singapura. Timnas renang Indonesia sukses membawa pulang 6 medali emas, 2 medali perak, dan 7 medali perunggu. Lebih menggembirakan lagi, prestasi ini dibukukan oleh tim yang memuat banyak perenang muda. Pengurus Besar Persatuan Olahraga Renang Indonesia (PB PRSI) mengapresiasi pencapaian ini. Lebih dari sekadar medali, mereka mampu memanfaatkan kesempatan berlomba dengan menunjukan perkembangan yang baik. “Para perenang pelatnas juga mengalami banyak kemajuan yakni mencatat 19 personal best time,” demikian pernyataan PB PRSI. Total ada 11 atlet Indonesia yang bertanding. Mereka terdiri dari lima atlet putra dan enam atlet putri. Nicholas Karel Subagyo, Andi Muhammad Nurrizka, Romeo Lingga Al Farizi, Alvino Dika Wijaya, dan S. Malikil Alliim turun di nomor-nomor putra. Adapun tim putri bermaterikan Adellia, Serenna Karmelita, Izzy Dwifaiva, Ni Putu Pande Lisa Primasari, Michelle Sujadi Fang, dan Kezeea Octavia Famayanti. Andi Muhammad Nurrizka di nomor 200 meter gaya dada putra dengan catatan 2 menit 18,68 detik. Kemudian Adellia mengawinkan dua medali di nomor 200 meter gaya dada putri dengan waktu 02:35,90 detik dan 100 meter gaya dada putri dengan waktu 1 menit 11,99 detik. Prestasi serupa dibukukan Izzy Dwi Faiva Herfrisyanthi yang memenangi nomor 1500 meter gaya bebas putri dengan 17:39,67 detik. Perenang Indonesia yang baru berusia 13 tahun juga tak ketinggalan mendulang medali emas untuk tanah air. Dia adalah Michelle Sujadi Fang yang meraih emas pada nomor 400 meter gaya ganti putri dengan waktu 5 menit 10,98 detik. Emas terakhir didapat Nicholas Karel Subagyo dari nomor 1.500 meter gaya bebas putra dengan catatan 15 menit 55,97 detik. Selain itu, dua medali perak dipersembahkan oleh Adellia nomor 50 m gaya dada putri dengan waktu 33,21 detik dan Ni Putu Pande Lisa Primasari pada nomor 200 m gaya punggung putri dengan waktu 2 menit 25,24 detik. Kemudian tujuh medali perunggu, dua di antaranya dari Nicholas Karel Subagyo pada nomor 800 meter gaya bebas putra 8 menit 15,69 detik dan 200 meter gaya bebas putra dengan catatan 1 menit 52,66 detik. Lalu, Andi Muhammad Nurrizka juga menyumbang dua perunggu pada nomor 100 m gaya dada putra dengan waktu 1 menit 03,15 detik dan 50 m gaya dada dengan waktu 29,00 detik Ni Putu Pande Lisa Primasari juga meraih perunggu dari nomor 50 meter gaya punggung dengan catatan 30,47 detik. Medali perunggu juga diraih Izzy Dwi Faiva Herfrisyanthi pada nomor 800 meter gaya bebas dengan waktu 9 menit 17,69 detik. Perenang putra Malikil Alliim juga meraih perunggu nomor 200 meter gaya kupu-kupu dengan catatan 2 menit 5,71 detik. Masih ada dua kejuaraan tersisa pada tahun 2022, yaitu Indonesia Open Aquatic Championship 2022 dan SEA Age Group Swimming Championship.