Sinergi Candra Wijaya Dan Daihatsu Bangun CWIBC, Menpora : Indonesia Tak Kekurangan Bibit Atlet Unggul

Menpora Imam Nahrawi turut mengapresiasi partisipasi swasta dalam mendukung olahraga nasional. (Adt/NYSN)

Jakarta- Legenda bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya melakukan sinergi dengan salah satu perusahaan otomotif terbesar di Tanah Air, Daihatsu. Ia membangun Gelanggang Olahraga (GOR) Candra Wijaya International Badminton Center (CWIBC), di Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Menpora Imam Nahrawi, turut memberikan apresiasi atas partisipasi swasta dalam mendukung olahraga nasional, terlebih melahirkan prestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa dan negara. “Tak ada prestasi tanpa partisipasi. Sedangkan prestasi bisa dilalui dengan pendidikan dan dorongan orang tua. Apalagi ada fasilitas yang bagus, sehingga Indonesia tak kekurangan bibit atlet unggul,” ujar Menteri asal Madura, ini saat menghadiri Launching Daihatsu Candra Wijaya International Badminton Center (CWIBC), pada Senin (4/6). Selain Imam, tampak hadir Bambang Brodjonegoro (Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), dan Candra Wijaya (Pemilik CWIBC), serta Prijono Sugiarto (Presiden Direktur PT Astra Internasional TBK),. Imam melanjutkan proses yang dilalui dalam mencetak bibit-bibit unggul tak hanya 5 tahun, namun hingga 10 tahun yang akan datang. “Sehingga pada 2030, diharapkan lahir atlet-atlet yang memiliki prestasi dunia, atau Candra Wijaya baru, yang bisa mengharumkan nama Indonesia,” tambah ayah 7 anak itu. “Kehadiran CWIBC ini juga sebagai bentuk pemasalan di bulutangkis, agar bulutangkis tak dianggap sebagai olahraga mahal,” tutur Imam. Sementara, Candra mengungkapkan pihaknya menekankan pada pendidikan intelektual pada semua bibit-bibit muda binaannya. “Kami tekankan masalah mental juara dan karakter ke junior-junior, untuk pembinaan,” cetus peraih medali emas Olimpiade 2000, Sydney, Australia saat berpasangan dengan Tony Gunawan itu. Pria kelahiran Cirebon, 42 tahun silam itu menegaskan pemain muda harus memiliki antusias yang tinggi mengalahkan atlet senior. “Contohnya di Piala Thomas 2018, saat ganda muda China bisa bermain ‘gila’ untuk mengalahkan ganda senior Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan. Tak hanya di ganda, tapi di tunggal baik putra maupun putri, bila pemain muda Indonesia bisa seperti itu rasanya akan hebat,” imbuhnya. “Mudah-mudahan itu akan melahirkan bibit muda dengan prestasi gemilang. Inilah tugas utama kami menciptakan pemain yang militan. Bagaimana mereka memiliki mental juara dengan kerja keras dan mental yang kuat,” pungkas suami dari Caroline Indriani itu. (Adt)

Hasil Di Piala Dunia Turki Buruk, Pelatih : Puncak Performa Panahan Di Asian Games 2018

Kepala Pelatih Pelatnas Panahan, Denny Trisjanto berharap performa top atlet panahan pada Asian Games 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Hasil ujicoba tim nasional (Timnas) panahan di Turki pada ajang bertajuk ‘Hyundai Archery World Cup, di Antalya, pada 20-26 Mei 2018, kurang memuaskan. Sebab, kontingen Merah Putih tak berhasil meraih satupun medali. Berbeda saat ujicoba di Piala Dunia seri Shanghai, akhir April lalu. Skuat Garuda berhasil meraih medali perunggu melalui Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa, Nomor Recurce Ganda Campuran. Diharapkan puncak performa Timnas panahan terjadi pada Asian Games 2018, pada 18 Agustus – 2 September mendatang. Hal itu dikatakan Denny Trisjanto, Kepala Pelatih Pelatnas Panahan, disela kunjungan Menpora Imam Nahrawi, di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Senin (4/6). “Hasil ujicoba di Turki tak memuaskan, karena mereka tak dapat medali. Tapi tak masalah, karena mereka menunjukkan progres secara makro sesuai tahapan program latihan. Dan memang puncak penampilan mereka ya saat Asian Games,” ujar Denny. Menurutnya, Riau Ega Agatha dkk saat di Turki bertemu dengan negara-negara kuat di cabang panahan. Sehingga, sebut Denny, menjadi kesempatan bagi anak didiknya untuk mengintip kekuatan lawan di pesta olahraga terbesar se-Asia nanti di Jakarta-Palembang. “Melihat hasil di Turki, dari empat finalis, ada tiga dari Asia, yang terkuat yakni Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Negara-negara itu pesaing yang harus diwaspadai. Selain itu, ada juga tim India,” ungkapnya. Denny menyebut akhir Juni ini, Pelatnas panahan akan bergeser ke Surabaya, Jawa Timur. Alasannya, fasilitas disana lebih lengkap. “Disana ada lab dan toko peralatan. Berlatih di Surabaya akan dimulai pada 1 hingga 20 Juli, setelah itu berlatih di Mekarsari (Depok), sampai nanti dikumpulkan di wisma atlet,” tutup Denny. (Adt)

Timnas U-23 Tampil Sarat Taktik, Thailand U-23 Paksa Hasil Imbang Tanpa Gol

Winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak (20), diturunkan Timnas U-23 sebagai starter, dalam laga kontra Thailand U-23, pada Minggu (3/6) malam. (Pras/NYSN)

Bogor- Timnas U-23 terpaksa mendulang hasil imbang 0-0 saat menghadapi Thailand U-23 di partai uji coba kedua. Pertandingan itu merupakan rematch setelah Indonesia dikalahkan Thailand di Stadion PTIK, tiga hari lalu Bertanding di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (3/6) malam, Timnas U-23 memasang striker Lerby Eliandry sejak awal laga. Pelatih Luis Milla Aspas pun menurunkan winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, sebagai starter. Alih-alih menyerang, Timnas U-23 justru dipaksa meladeni permainan cepat Thailand. Beberapa kali gawang Muhammad Ridho terancam oleh aksi Phitiwat Sookjitthammakul. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim tak kunjung mencetak gol. Di babak kedua, Milla memasukkan Alberto Goncalves, dengan harapan mampu memecah kebuntuan Merah Putih. Permainan Hansamu Yama dkk sayangnya justru tak berkembang di babak kedua. Menjelang laga berakhir, Goncalves mendapat peluang di depan gawang Thailand. Sayang, pemain itu berlama-lama dengan bola hingga serangan bisa diredam barisan bertahan Thailand. Skor imbang 0-0 bertahan hingga laga berakhir. Meski gagal revans atas Thailand, namun performa tim merah putih mengalami perubahan yang begitu signifikan di pertandingan malam ini. Hal ini diungkapkan Milla, jika anak asuhnya bermain sarat taktik, semenjak evaluasi dari hasil uji coba pertama Kamis (31/5) lalu. “Saya sangat senang hari ini. Pertandingan hari ini sarat taktik. Perjuangan anak-anak sudah bagus, karena menjalankan evaluasi di hari pertama,” jelasnya. Ajang uji coba ini merupakan salah satu rangkaian Timnas U-23 yang akan mengikuti ajang multi event terbesar di benua Asia, Asian Games 2018, Agustus mendatang. Meski event itu kurang dari tiga bulan, Milla berkeyakinan membongkar pasang kerangka pemain sampai batas yang ditentukan untuk mengirim skuat yang akan bertarung di agenda empat tahunan itu. “Masih ada beberapa waktu, kami terus pantau para pemain sampai batas yang ditentukan. Khususnya untuk kuota pemain senior”, tambahnya. Sementara, asisten pelatih Thailand U-23, Naruephon Kaenson, menilai Indonesia bermain agresif dan daya juang yang tinggi. “Tak mudah melawan Indonesia hari ini, karena Indonesia punya gairah yang begitu tinggi dibandingkan laga pertama,” kata Kaenson, saat jumpa pers paska laga. Nama Goncalves, juga menjadi sorotan timnya. Pemain naturalisasi bernomor punggung 9 asal Brasil ini, dianggap punya kemampuan diatas rata-rata. “Nomor punggung sembilan cukup berbahaya, karena dia pandai keep bola dan bermain individu. Itu yang berbahaya bagi pertahanan kami,” pungkas pria asal  Negri Gajah Putih itu. (Ham/Dre) Susunan Pemain Timnas U-23 Pelatih : Luis Milla Aspas Muhammad Ridho; Rezaldi Hehanusa, Ricky Fajrin, Gavin Kwan Adsit, Hansamu Yama Pranata; Muhammad Hargianto, Febri Haryadi, Hanif Sjahbandi, Riko Simanjuntak, Septian David Maulana; Lerby Eliandry Thailand U-23 Pelatih : Naruephon Kaenson Nont Muangngam; Suriya Singmui, Shinnaphat Leeaoh, Chaiyawat Buran, Saringkan Promsupa; Sansern Limwatthana, Tanasith Siripala, Montree Promsawat, Jakkit Wachipirom, Phitiwat Sookjitthammakul, Poramet Arjvilai

Jakarta International Tennis Academy Bangun Karakter Petenis Muda Berprestasi Internasional

Jakarta International Tennis Academy (JITA) konsisten membangun karakter bibit-bibit petenis muda berbakat dengan prestasi internasional. (Pras/NYSN)

Jakarta- Berawal dari mimpi seorang bernama Goenawan Tedjo, Jakarta International Tennis Academy (JITA) konsisten membangun karakter bibit-bibit petenis muda berbakat dengan prestasi internasional. Bergabung dengan JITA, artinya setiap anak ditempa dengan berbagai metode pelatihan untuk membentuk kemampuan fisik, teknik, karakter, serta membangun mental juara. “Visi dan misinya adalah ingin membentuk pemain dengan prestasi internasional. Tetapi, dasarnya adalah membangun karakter melalui tenis. Sehingga tidak hanya mencetak juara. Namun yang ditekankan adalah juara dengan karakter baik,” ujar Goenawan, Founder JITA, di Kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu. Karakter pertama yang harus dimiliki yakni sportif, sopan, dan memiliki respect terhadap lawan, wasit, pebimbing, pelatih, dan terpenting orang tua. Sebab saat mereka jadi pemain top, maka akan menjadi idola generasi muda. Dan, idola itu harus memiliki karakter yang bagus. Sebab akan menjadi panutan “Kadang-kadang, ada anak yang tidak mau ditonton sama orang tuanya. Itu tidak boleh terjadi disini. Mereka harus punya respect pada orang tua. Sebab, orang tua yang membiayai mereka untuk bergabung disini,” lanjut pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 4 Agustus 1961 itu. Kini, JITA telah memiliki banyak petenis binaan. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai lebih dari ratusan petenis. Awalnya, akademi ini bernama Goenawan Fans Tennis Club, hingga berganti nama menjadi JITA pada 2005. Perubahan nama itu bukan tanpa alasan. Selain warga negara Indonesia (WNI), petenis binaan JITA sekitar 35 persennya adalah berkebangsaan asing. Bahkan, sebagai dari mereka sudah mulai berlaga di berbagai turnamen tenis internasional. “Di level junior nasional, petenis binaan JITA banyak berprestasi dan mengisi slot rangking 1 hingga 10. Mereka bermain hingga SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas), lalu melanjutkan ke Universitas. Ketika mereka kuliah mendapatkan sponsor atau scholarship. Disini itu cukup banyak,” tambah pria penyuka kuliner Indonesia itu. Disisi lain, minat generasi muda terhadap tenis, diakui pria yang juga memiliki hobi bermain golf itu, sat ini agak menurun. Namun, itu jadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara jasa seperti JITA. “Bagaimana caranya membuat suasana pelatihan menjadi menarik. Dengan begitu mereka tetap memprioritaskan tenis dibandingkan dengan pilihan yang lain. Karena saat ini kami berkompetisi dengan gadget. Ini menjadi tantangan untuk mereka bisa tertarik datang ke outdoor untuk bermain tenis,” tuturnya. “Terkadang orang mengajar saja, namun suasananya membosankan. Sehingga minat dan ketertarikan mereka terhadap tenis makin turun. Itu yang kami terapkan di JITA, maka jumlah petenis binaan disini tetap stabil,” urai pria yang mulai mengajar tenis sejak 1981 itu. Sementara, demi menghasilkan petenis berkualitas, Goenawan mengkritisi dukungan pemerintah. Ia berharap minat pemerintah dalam mendukung olahraga di Tanah Air terus meningkat. “Sejauh ini pemerintah telah memberikan dukungan bukan hanya tenis. Tapi, dukungan itu belum cukup. Kalau mau berprestasi sampai level Asia saja itu masih kurang, apalagi dunia. Bukan pemerintah tidak membantu, memang masih sangat kurang,” tukasnya. “Contoh Singapura. Meski negara kecil, namun pemerintahnya mengalokasikan dana untuk olahraga sangat besar. Hasilnya, mereka membangun fasilitas dan sarana olahraga yang bagus. Boleh dibilang mewah dan lengkap. Dengan begitu maka orang-orang akan lebih senang berolahraga,” ungkapnya. Selain itu, menurutnya, iklim ber kompetisi yang rutin, menjadi sarat mutlak bagi seorang petenis, agar mampu dan bisa bersaing di level permainan yang lebih tinggi. “Mereka harus travelling ikut pertandingan ke luar negeri. Tapi untuk apa? Tentu semua perlu biaya. Terkadang ada atlet yang menang di PON (Pekan Olahraga Nasional) dapat bonus uang. Dan, jangan hanya disimpan, tapi itulah yang dipakai untuk membiayai dirinya mengikuti pertandingan ke luar negeri,” jelasnya. Dengan rutin bertanding di luar negeri, peringkatnya naik dan permainannya makin bagus. Maka profit akan mengikuti. Bagi Goenawan, mengandalkan pemerintah dan ponsor sangat sulit. Dikatakannya, pengalaman dan jam terbang sangat utama. Bila dahulu banyak bermunculan klub-klub tenis besar, namun saat ini kondisinya sudah berbeda. “Harapannya muncul kembali liga antar klub. Ini bisa menggairahkan minat dari para petinggi perusahaan untuk mendirikan klub serta membina para pemainnya. Kalau saat ini belum ada, maka tiap individu-individu itu harus pintar mengelola keuangannya,” tutup ayah empat anak itu. (Adt)

Hajar Thailand 3-1, Timnas Voli Putra Indonesia Juara Turnamen Voli Di Vietnam

Aji Maulana dkk diminta tetap menjaga kekompakan hingga ke Asian Games 2018 usai juara di turnamen bola voli internasional Lienvietpostbank di Vietnam, Kamis (31/5) malam. (Adt/NYSN)

Ha Nam- Timnas Bola Voli putra Indonesia juarai Turnamen Bola Voli Internasional Piala Lienvietpostbank. Pada laga final di Ha Nam Sports Gymnasium, Vietnam, Kamis (31/5) malam, Tim Merah Putih mengalahkan musuh bebuyutan, Thailand dengan skor 3-1 (31-33, 25-18, 25-22, 25-23). Timnas Thailand sempat mengungguli Rendy Tamamilang dan kawan-kawan pada set pertama. Padahal tim besutan Samsul Jais itu sempat unggul dengan selisih empat angka atas Kitsada dan kawan-kawan. Gara-gara permainan mengendur, skor menjadi sama 20-20. Timnas Indonesia akhirnya kalah dengan skor 31-33. Beruntung, pada tiga set berikutnya Timnas selalu menang. Kemenangan ini merupakan yang kedua dibukukan Indonesia atas Thailand. Kedua tim juga bertemu pada babak penyisihan, 27 Mei 2018. Saat itu, Indonesia menundukkan Thailand 3-0 (25-23, 25-22, 25-22). “Hasil ini merupakan momentum penting untuk memberikan motivasi dan inspirasi baru bagi cabang olahraga lain. Tentunya, keberhasilan ini akan kami siapkan apresiasi,” ujar Imam Nahrawi saat menyambut kedatangan Timnas Bola Voli Putra Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (1/6). Sementara, Aji Maulana, Kapten Timnas Bola Voli Indonesia, menegaskan kemenangan ini sangat penting dan menjadi modal berharga untuk persiapan ke Asian Games 2018, pada Agustus-September nanti. “Di ajang Asian Games ini persaingan sangat ketat. Sebab ada Jepang, Korea dan China. Sedangkan di turnamen kemarin cuma ada Kazakhstan, Thailand, Vietnam dan Myanmar. Dan, kami masih butuh kompetisi internasional lain untuk nambah pengalaman tanding serta jam terbang, ” cetus Aji. Pada turnamen internasional yang diikuti enam negara tersebut, timnas hanya sekali kalah, saat melawan Kazakhstan pada awal turnamen dengan skor 2-3. Namun, kekalahan itu mampu dibalas di semifinal, dengan skor telak 3-0. Empat negara lainnya, Myanmar, China Junior, Thailand, dan tuan rumah Vietnam juga berhasil dikalahkan Indonesia. Pada babak penyisihan, Thailand dilibas dengan skor 3-0. Myanmar dan Vietnam juga dikalahkan dengan tiga set tanpa balas. Sedangkan China yang datang dengan tim junior, dikandaskan dengan skor tipis 3-2. Samsul menyebut kemenangan atas Thailand ini sejatinya merupakan penantian yang cukup lama. “Terakhir Indonesia mengalahkan Thailand pada 2009. Di turnamen ini dua kali ketemu Thailand. Pertama menang 3-0, dan di final menang 3-1. Jadi menambah kepercayaan diri. Kalau dahulu ada trauma kalau ketemu Thailand,” jelasnya. “Dengan hasil yang kami capai mudah-mudahan bisa mewujudkan target cabang bola voli yang harus berada diperingkat tiga. Ini jadi motivasi semua pemain bisa menghasilkan yang terbaik,” tukas Samsul. (Adt)

Kelar Idul Fitri, Latihan 13 Cabang Asian Games Geser ke Palembang

Venue cabor menembak, di kawasan Jakabaring Sport City Complex, Palembang, Sumatera Selatan. (kompas.com)

Palembang- Pemusatan latihan atlet dari 13 cabang olahraga untuk Asian Games 2018, bakal dipindahkan ke Jakabaring Sport City, Palembang, mulai tiga hari setelah libur idul Fitri nanti. Selama ini latihan berlangsung secara terpisah, seperti di DKI Jakarta maupun di luar negeri. Muddai Madang, ketua panitia Asian Games 2018 daerah, menjelaskan saat ini pihaknya dan panitia pusat sedang menyiapkan segala keperluan para atlet dan ofisial. “Nantinya, para venue manajer juga harus ada di sini,” kata Muddai, Kamis (31/5). Sumatera Selatan didaulat untuk menyelenggarakan 13 cabang olahraga (cabor), baik klasifikasi Olimpiade, maupun non-Olimpiade. Cabang olahraga tersebut meliputi bola voli pantai, menembak, kano/kayak, sepak bola perempuan, tenis, skateboard, sepatu roda, rowing, panjat tebing, sepak takraw, softtenis, boling, dan triatlon. Seluruh atlet akan menggunakan arena yang telah berdiri di Jakabaring Sport City. Mereka juga akan menginap di wisma atlet yang berada tak jauh dari gelanggang. “Juga akan berlangsung uji coba disini,” ujar Muddai. Sedangkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menerangkan pemindahan latihan ke Jakabaring Sport City, sejatinya guna memaksimalkan persiapan atlet menjelang pembukaan Asian Games nanti. Ia meyakini latihan di Palembang juga untuk menyatukan dan mendekatkan atlet dengan arena serta peralatan pertandingan. Dengan cara itu, dia meyakini target tembus 10 besar dapat terwujud. “Kita geser ke sini (Palembang), mulai H+3 lebaran,” ungkapnya. Secara terpisah, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengaku, koordinasi antara panitia penyelenggara daerah dan pusat masih minim. Padahal, dirinya sudah meminta agar adanya perwakilan Inasgoc pusat, manajer kompetisi, serta perwakilan dari 13 panitia cabang olahraga dan setiap divisi yang berada di Palembang. Ia pun mendesak agar koordinasi lintas divisi dan cabang olahraga, segera ditingkatkan. “Perwakilan dari 13 panitia cabor dan setiap divisi, sebaiknya berada (stay) di Palembang,” katanya. (art)

Kualitas Tim Mendadak Turun, Timnas U-23 Makin Sulit Menang

Statistik Pertandingan Timnas U-23 vs Thailand U-23 pada Kamis (31/5) di Stadion PTIK, menurut data dari labbola. (labbola.com)

Jakarta- Timnas U-23 memetik hasil minor menghadapi laga ujicoba menghadapi Thailand U-23, di Stadion PTIK, Jakarta, Kamis (31/5) malam. Muhammad Hargianto dkk dipaksa takluk 1-2 atas skuat Gajah Perang. Turun dengan komposisi berbeda saat Anniversary Cup 2018 lalu, Garuda Muda mengandalkan penyerang naturalisasiasal Brasil, Beto Goncalves, yang disokong trio Osvaldo Haay, Septian David Maulana dan Febri Hariyadi. Di babak pertama, skuat asuhan Luis Milla Aspas, ini tampil cukup meyakinkan terbukti sebanyak 12 peluang berhasil tercipta, dengan rincian dua peluang emas yang dihasilkan lewat Febri Hariyadi. Sayang, barisan penyerang yang tampil kurang tenang. Meski sempat berulang kali barisan belakang Thailand dibuat repot, mereka sesekali berani melakukan perlawanan lewat skenario serangan balik. Namun, dari sebanyak tujuh peluang yang dihasilkan, hanya satu yang on target. Usai jeda turun minum, tim merah putih tak mengendurkan serangan. Usaha tersebut akhirnya berbuah hasil. tiga menit babak kedua baru berjalan Septian David Maulana berhasil membawa keunggulan untuk skuat Garuda. Berawal dari assist yang diberikan Beto Goncalves, penyerang Mitra Kukar itu dengan cepat menceploskan bola ke gawang Thailand. Tertinggal 0-1, Thailand perlahan mulai bangkit. Lima kali pergantian pemain yang dilakukan sebelum kick off babak kedua membuat pola permainan Thailand lebih berwarna. Di menit 53, Thailand berhasil membalas sekaligus menyamakan kedudukan lewat aksi Samsern Limmwatthana, memanfaatkan kemelut di depan gawang Awan Setho. Saat waktu memasuki paruh akhir babak kedua, Milla menarik keluar sebagian pemain intinya Beto dan Septian, yang diganti Lerby dan Saddil Ramdani. Sementara Osvaldo diganti Riko SImanjuntak. Namun sepertinya pergantian tersebut urung membawa perubahan. Timnas justru kembali kebobolan di menit 89 melalui Tanasith Siripala, lewat serangan balik cepat yang mematikan. Hingga laga usai, skor 2-1 untuk Thailand tetap bertahan. Hasil ini tentu bukanlah sesuatu yang bisa dimaklumi, apalagi jika dilihat kualitas permainan Timnas jauh menurun dibanding saat mengikuti turnamen Anniversary Cup beberapa waktu lalu. Di ajang Anniversary Cup lalu, timnas boleh jadi tak mampu memenangi satu laga pun. Tetapi melihat lawannya, skuat Garuda justru sanggup mengimbangi permainan tim sekaliber Bahrain dan Korea Utara. Merujuk pada data Labbola, timnas bahkan menyandang sebagai tim dengan pertahanan terbaik, dengan hanya kebobolan satu gol saat melawan Bahrain. Jika dihitung sejak keikutsertaan di Anniversary Cup 2018, Timnas U-23 kini telah menjalani lima kali ujicoba. Dari jumlah tersebut, timnas menelan dua kali kekalahan dan tiga sisanya berakhir imbang. (Dre/Ham)

Sulit Hapus Tren Negatif Kalah Lawan Thailand, Luis Milla : Timnas U-23 Butuh Dikoreksi

Kapten Timnas U-23, Hargianto (8), gagal melakukan serangan usai ditempel ketat pemain bertahan Thailand U-23, pada Kamis (31/5) di Stadion PTIK. (Pras/NYSN)

Jakarta- Timnas U-23 kembali puasa kemenangan paska dipaksa takluk 1-2 melawan Thailand, pada laga uji coba. Sempat memimpin, Indonesia kebobolan dua gol setelah Thailand bermain agresif. Tampil di Stadion PTIK, Jakarta, Kamis (31/5) malam, Timnas U-23 memainkan Alberto Goncalves sejak awal laga. Dia dimainkan bersama Osvaldo Haay. Di pertandingan tersebut, Indonesia lebih dulu mengancam. Pada menit ke-7, Febri Haryadi melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun bola melenceng dari gawang Thailand. Dua menit berselang, Septian David Maulana giliran mengancam gawang tim tamu. Menerima umpan dari Febri, Septian melepaskan tendangan dari jarak dekat, namun bisa diantisipasi Worawut Namvech. Indonesia kembali mendapat peluang emas di menit ke-17, melalui Osvaldo. Usaha striker itu masih bisa diblok kiper Kwanchai Suklom. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim masih bermain imbang 0-0. Di babak kedua, Indonesia menunjukan permainan agresif. Di menit ke-48, Septian sukses memecah kebuntuan dari umpan Beto. Sayang kedudukan tersebut tidak bertahan lama. Hanya lima menit setelah gol tersebut, Thailand menyamakan skor melalui tendangan keras Samsern Limmwatthana. Menjelang pertandingan berakhir, Thailand sukses membalik keadaan. Tim tamu kembali mencetak gol lewat Tanasith Siripala. Skor 1-2 bertahan hingga akhir laga, menandai keunggulan Thailand. Meskipun kalah, Pelatih Timnas U-23, Luis Milla Aspas menyebut para pemainnya sebenarnya mendapatkan banyak peluang mencetak gol. Namun, pelatih asal Spanyol itu mengatakan timnya harus mengakui permainan lawan yang lebih baik. “Saya bisa simpulkan ada hal-hal yang baik sepanjang pertandingan. Saya bisa sebutkan, kami mampu menciptakan peluang. Adapun lainnya lagi masih ada hal yang harus dikoreksi,” kata Milla, dalam jumpa pers seusai pertandingan. Milla mengaku gembira dengan kemampuan anak asuhnya menciptakan beberapa peluang, yang seharusnya bisa berujung gol. “Kami mencetak gol, tetapi lawan sangat baik dan kuat. Kami banyak mencetak peluang. Namun, lawan bermain sangat baik,” ucap Luis Milla. Berbeda dengan pelatih Thailand, Worrawoot Srimaka, justru menunggu laga kedua di Stadion Pakansari, Bogor. “Kami sangat menantikan laga kedua untuk pertandingan di Bogor, dan memberikan strategi dan taktik yang lebih baik lagi dari hari ini,” jelasnya. Kekalahan ini membuat Garuda Muda belum pernah menang dalam empat laga terakhir. Garuda Muda berpeluang menyudahi tren negatif mereka ketika berjumpa Thailand U-23 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu (3/6). (Dre/Ham) Susunan Pemain Timnas U-23 Pelatih: Luis Milla Aspas Awan Setho; I Putu Gede Juniantara, Victor Igbonefo, Bagas Adi Nugroho, Ricky Fajrin, Muhammad Hargianto, Zulfiandi, Osvaldo Haay, Septian David Maulana, Febri Hariyadi, Alberto Goncalves Cadangan: Teja Paku Alam, Muhammad Ridho, Andy Setyo, Lerby Eliandry, Saddil Ramdani, Gavin Kwan, Hanif Sjahbandi, Riko Simanjuntak, Hansamu Yama, Rezaldi Hehanusa Thailand U-23 Pelatih: Worrawoot Srimaka Kwanchai Suklom, Apisit Sorada, Shinnaphat Leeaoh, Chaiyawat Buran, Saringkan Promsupa, Ekanit Panya, Worawut Namvech, Sansern Limwatthana, Picha Au-Tra, Phittiwat Sookitthammakul, Poramet Arjvilai Cadangan: Anusit Termme, Nont Muangnam, Suriya Singmui, Peerawat Akkratum, Sorawit Panthong, Ratchanat Arunyapairot, Tanasith Siripala, Chatchai Saengdao, Montree Promsawat, Jakkit Wachipirom, Settawut Songsai, Reungyos Janchaichit

Tim Panahan Makin PD Ke Asian Games 2018, Diananda Choirunisa Benahi Mental Tanding

Atlet panahan Diananda Choirunisa bersiap menatap ajang Asian Games 2018 usai tampil di kejuaraan Piala Dunia di Antalya Turki. (bolapsort.com)

Jakarta- Tim nasional (Timnas) panahan Indonesia makin percaya diri usai tampil di Piala Dunia bertajuk ‘Hyunday Archery World Cup’, di Antalya, Turki, 20-26 Mei 2018. Event itu bagian dari ujicoba Timnas panahan jelang pesta multievent negara se-Asia pada 18 Agustus-2 September. Salah satu atlet panahan yang diandalkan Merah Putih untuk meraih medali Asian Games 2018, Diananda Choirunisa, mengatakan paska mengikuti try out (ujicoba) di Turki, dirinya bersama atlet lainnya makin percaya diri. “Karena di Turki itu juara-juara dunianya ikut, seperti Korea, Jepang, dan China. Di Piala Dunia, kami tahu kekuatan yang akan menjadi lawan di Asian Games nanti,” ujar atlet yang akrab disapa Nisa itu di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/5). “Di Turki itu, mungkin jadi ujicoba terakhir buat tim panahan, karena setelah itu tidak ada ujicoba lagi, dan persiapannya langsung ke Asian Games,” lanjutnya. Soal kendala, diungkapkan pepanah yang tahun ini bakal genap berusia 21 tahun itu, sejauh ini dapat teratasi. Namun, ia menegaskan sisa waktu yang kurang dari dua bulan pelaksanaan Asian Games 2018, dirinya fokus membenahi mental bertanding. “Fokus ke mental bertanding. Karena lawan yang dihadapi juara dunia,” tutur lajang yang menekuni olahraga panahan sejak kelas 2 Sekolah Dasar (SD) itu. “Peluang untuk mendapatkan medali bisa, dan tergantung pada kepercayaan diri masing-masing atlet saja. Kalau dari tim panahan targetnya emas,” cetus putri dari Ratih Widyanti, mantan atlet panahan asal Jawa Timur itu. Nisa menyebut Pelatnas panahan akan pindah ke daerah, sebab sebulan jelang Asian Games 2018, venue pertandingan harus steril. “Training centernya pindah ke Surabaya,” tukasnya. Disisi lain, Pelatnas yang dijalani selama Ramadhan, menurut perempuan yang sempat menekuni cabor silat itu, tak menggangu selama masa persiapan jelang pesta olahraga terbesar di Asia itu. “Selama puasa latihan tidak terganggu. Salah satunya tidak makan gorengan setelah buka puasa. Terus banyakin minum air putih sama minum vitamin saja,” papar mahasiswi Jurusan Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur itu. (Adt)

Jalan Akses Venue Asian Games 2018 Sempit, Pemkab Tangerang Lebarkan Hingga 11 Meter

Proyek pelebaran di Jalan Tapos-Sodong, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, untuk akses menuju Venue Asian Games 2018 di SMA Adria Pratama Mulya. (tribunnews.com)

Tangerang- Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang akan melakukan pelebaran pada jalur menuju lokasi pertandingan yang terpilih sebagai penyelenggaraan Asian Games 2018 yakni, Sekolah Menengah Atas (SMA) Adria Pratama Mulya, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Pelebaran jalur akan dilakukan sepanjang satu kilometer, sedangkan pelebaran jalan menjadi 11 meter pada sebelumnya hanya selebar 3,7 meter. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupatet Tangerang, Slamet Budhi, mengatakan kondisi jalan sekarang tak memungkinkan dilewati kendaraan peserta Asian Games 2018. “Kita sudah lihat lokasi dan melakukan rapat koordinasi dengan panitia pusat, serta dari panpel Asian Games. Kita lebarkan jalur, karena jalur saat ini sempit, tidak bisa dilewati oleh kendaraan para peserta nanti,” kata Slamet, di Kabupaten Tangerang, pekan lalu, dilansir tribunnews.com. Ia menjelaskan, nantinya pelebaran akan dilakukan dengan rincian kurang lebih 3,5 meter ke kanan dan kekiri. Untuk sistem pelebaran yang digunakan nantinya, tidaklah menggunakan beton hanya dilakukan pengerasan karena keterbatasan dana dan mepetnya waktu pelaksanaan. “Keterbatasan anggaran dan waktu akhirnya, kita lakukan perbaikan dengan model pengerasan, bukan betonisasi. Kalau betonisasi ini anggaran Rp 7,2 miliar, tapi kalau pengerasan hanya sedikit anggaran, tidak sampai segitu,” jelas Slamet. Pengerjaan jalur ini, ujar Slamet, akan dilakukan pada bulan Mei dan sehabis lebaran “Kita akan memulai pada bulan Mei, dan sehabis lebaran. Sehingga, Agustus nanti sudah bisa digunakan jalurnya untuk kedatangan atlet,” lanjutnya. Perbaikan yang dilakukan pada Jalan Tapos-Sodong, Tangerang, sepanjang satu kilometer tersebut dengan pengerasan diyakini dapat bertahan dalam jangka waktu lama, dan dapat menahan beban kendaraan yang melalui jalur tersebut. “Perbaikan ini memakan waktu satu bulan saja, untuk bertahannya bisa dalam jangka waktu yang lama, sesuai beban kendaraan yang lalui jalan itu,” terang Slamet. Lokasi jalan pun memang nampak rusak dan sempit. Namun, beberapa perbaikan mulai dilakukan. Perbaikan untuk penambahan penerangan umum mulai dilakukan kurang lebih sepanjang 200 meter dari titik tertentu, hingga pintu masuk lokasi pertandingan Asian Games 2018. Sebelumnya, Sekolah Menengah Atas (SMA) Adria Pratama Mulya, Tigaraksa terpilih sebagai venue cabang olahraga (cabor) modern pentathlon, yang terdiri dari lima nomor yakni, laser and run, renang, berkuda dan anggar. (art)

Hasil Dua Kali Ujicoba Buruk, Timnas Basket 3X3 Bidik Tembus Final Di Mongolia

Christie Apriani Rumambi dkk dibebankan target masuk final turnamen FIBA 3X3 Usia 23 Nations League 2018, di Mongolia. (mainbasket.com)

Jakarta- Dua ujicoba telah dijalani tim nasional (Timnas) 3X3 yang diproyeksikan ke ajang Asian Games 2018 yakni di FIBA 3X3 Asia Cup 2018, Shenzhen, Cina, 27 April hingga 1 Mei. Terkini, Timnas 3X3 putri Indonesia berlaga di International Women International Pro Tournament Chengdu Challanger 2018, pada 26-27 Mei. Hasil dari dua kejuaraan itu, performa pasukan Garuda masih kurang memuaskan. Fareza Tamrella, Manajer Timnas 3X3 Indonesia, mengatakan perkembangan yang didapat dari ujicoba terakhir adalah fisik dan fundamental sudah membaik bila dibandingkan saat tampil di Shenzhen, beberapa waktu lalu. “Pekerjaan rumahnya soal komunikasi tim dan mental bertanding yang lebih ditingkatkan lagi,” ujar Fareza, Kamis (31/5). Kini, skuat Merah Putih yang dihuni 8 pemain (4 putra dan 4 putri) yakni Tri Saputra, Erick Gozal, Reza Fahdani Guntara, dan Kevin Moses Poetiray dibagian putra. Dan, Christie Apriani Rumambi, Regita Pramesti, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi serta Jovita Elizabeth, dibagian putri. Anak asuh Wahyu Widayat Jati akan kembali mengikuti kejuaraan FIBA 3X3 Usia-23 (U-23) Nations League 2018 di Mongolia, pada 1-3 Juni. Di Mongolia, mereka dibebani target tinggi tembus ke partai final. Target itu beralasan, sebab mereka bakal bertem lawan yang setingkat. “Untuk turnamen FIBA 3X3 U-23 Nations League ini, kami ingin tampil babak final. Karena mereka akan bertanding dengan lawan-lawan yang sepadan,” cetus Fareza. (Adt)

Punya Venue Boling Terbaik Di Dunia, Jadi Motivasi Atlet Penuhi Target Dua Emas Asian Games 2018

Menpora Imam Nahrawi meresmikan Jakabaring Boling Center di Jakabaring Sport City, yang menjadi venue boling termegah dan terbaik di dunia. (Kemenpora)

Palembang- Venue Jakabaring Boling Center di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), merupakan salah satu yang termegah dan terbaik di dunia. Keberadaan venue ini diharapkan menjadi motivasi para atlet boling Indonesia untuk memenuhi target dua medali emas Asian Games 2018. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengatakan fasilitas itu akan menjadi daya dorong mencetak prestasi terbaik. “Saya konsen tembus 10 besar atau 16 medali emas. Dua di antaranya dari boling,” ujar Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (30/5). Arena boling ini merupakan hibah dari Asia Pulpen & Paper (APP) Sinar Mas. Dengan memiliki arena terbaik di dunia, Imam menegaskan para atlet juga harus menciptakan prestasi maksimal. Selain itu, ia meminta masyarakat khususnya di Sumsel untuk mendoakan para atlet yang berlaga di pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia pada Agustus-September mendatang. “Sumsel adalah provinsi yang menjadi salah satu tuan rumah Asian Games. Saya harap seluruh masyarakat Sumsel juga ikut mendoakan Asian Games agar berjalan sukses,” tutur menteri berusia 44 tahun itu. Sementara, Saleh Husin, Manajer Direktur Sinar Mas, mengungkapkan pihaknya sebagai mitra official Asian Games 2018 akan memberikan kontribusi terbaik melalui berbagai bentuk dukungan dan salah satunya pembangunan Jakabaring Boling Center. Jakabaring Boling Center memiliki luas bangunan sekitar 4.200 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 2,8 hektar. Arena ini memiliki 40 line, dan menjadi jumlah terbanyak dari rata-rata boling center lainnya yang hanya memiliki 20-30 line. Sedangkan total anggaran yang dialokasikan APP Sinar Mas dalam membangun Jakabaring Boling Center senilai Rp 27 miliar. “Kami bangga karena bisa ikut mensukseskan Asian Games. Ini adalah bagian komitmen kami untuk ikut memajukan olahraga di Indonesia,” tukas Saleh. (Adt)

Defia Rosmaniar Raih Emas Di Kejuaraan Asia, PBTI : Event Ini Barometer Peserta Asian Games

Atlet taekwondo Defia Rosmaniar (kedua dari kiri) meraih medali emas di Kejuaraan Asia Taekwondo 2018, di Ho Chi Minh, Vietnam, 24-28 Mei. (kompas.id)

Jakarta- Defia Rosmaniar, atlet kelahiran Bogor, Jawa Barat, 23 tahun silam, sukses meraih medali emas di Kejuaraan Asia Taekwondo 2018, di Ho Chi Minh, Vietnam, 24-28 Mei. Ia meraih emas di nomor individual poomsae putri dengan memeragakan pyongwon dan bigak dengan power dan jurus nyaris sempurna. Tak hanya emas, berpasangan dengan Muhammad Abdurahmman Wahyu, atlet yang meraih dua emas pada Test Event Asian Games (Invitation Tournamen) itu juga mengantongi perunggu di kategori pair poomsae. Zulkifli Tanjung, Ketua Harian Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), mengatakan keberhasilan tim nasional (timnas) taekwondo Indonesia di ajang Asian Taekwondo Championships 2018 akan membangkitkan moral, motivasi, serta kepercayaan diri bagi para atlet. “Semua peta kekuatan atlet yang akan bertanding di Asian Games, terukur disini. Semua negara peserta di kejuaran Asia ini, menjadikan ajang ini sebagai barometer kesiapannya,” ujar Zulkifli, akhir pekan lalu. Ia menilai pencapaian atlet pada Kejuaraan Asia sangat positif serta memberikan momentum strategis bagi atlet dan pelatih guna mengoptimalisasi penampilan. “Prestasi Defia dan atlet lainnya juga sangat berpengaruh bagi mentalitas dan kepercayaan diri mereka,” cetusnya. “Intinya, hasil terbaik yang di capai Defia dan atlet lainnya di kejuaraan Asia ini akan menambah optimisme kita untuk bisa memberikan yang terbaik di Asian Games, Agustus nanti,” tukasnya. Selain itu, Merah putih juga mengoleksi satu perunggu melalui Dhean di kategori Kyorugi kelas -49 kg putri. Sementara, Rahmi Kurnia, Manajer Tim Taekwondo Indonesia, menyatakan keberhasilan Defia meraih emas di kejuaraan tingkat Asia menjadi sejarah tersendiri bagi Merah Putih. “Ini salah satu tolok ukur taekwondo Indonesia untuk yakin dan optimistis merebut medali di ajang Asian Games 2018,” imbuh Rahmi. Terlebih, menurutnya, inilah pertama kali timnas taekwondo Indonesia merebut dominasi atlet kelas dunia seperti Korea Selatan, Iran, dan Thailand. “Pencapaian dalam bentuk konsistensi performa Defia perlu terus dipertahankan hingga saatnya nanti dirinya bertarung di ajang Asian Games,” tukas Rahmi. (Adt)

Di Asian Games 2018 Timnas U-23 ‘Batal’ Pakai Apparel Nike, Li-Ning Jadi Gantinya ?

Jersey apparel dari China, Li-Ning, menjadi sponsor resmi seragam Kontingen Indonesia, di Asian Games 2018. (IndoTimes.com)

Jakarta- Timnas U-23 tak akan memakai jersey apparel Nike pada Asian Games 2018. Sebagai gantinya, produk yang akan dikenakan Evan Dimas dkk berasal dari China, yakni Li-Ning. Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan PSSI beberapa waktu yang lalu. Menurut Sekjen PSSI, Ratu Tisha, mereka masih tetap kerja sama dengan Nike, untuk mendukung perjalanan skuat Garuda pada Asian Games 2018. “Ini menuju Asian Games, jadi kemungkinan besar jersey Timnas Indonesia akan launching pada Juli 2018,” kata Tisha, beberapa waktu lalu. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, sudah mewajibkan kontingen Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, memakai seragam Li-Ning. Peraturan ini meliputi seluruh cabang olahraga (cabor), termasuk sepak bola yang diwakilkan Timnas U-23. KOI menjalin mitra dengan Li-Ning untuk Asian Games tahun ini. Itu berarti, seluruh kontingen yang bertanding di perhelatan multievent ini, tidak boleh memakai apparel lain, kecuali Li-Ning. “Timnas U-23 harus pakai Li-Ning. Ini multievent. Li-Ning akan provide semua bajunya, memang ada beberapa cabang Li-Ning tak bisa provide, sampaikan cabang apa, kalau memang Li-Ning tidak produksi cabang itu, baru boleh pakai yang lain,” ujar Erick di Jakarta, Senin (28/5). “Timnas Indonesia, mau cabor apa pun, yang resmi yang Li-Ning. Sama, cabor sepak bola, mereka bertanding di Asian Games, bukan single event. Jersey harus Li-Ning, kan ini di bawah KOI. Semua multievent di bawah KOI. Ketika masuk ke multievent, sudah di domainnya KOI,” tegasnya lagi. Selain menjalin mitra dengan Li-Ning, Erick menginginkan Kontingen Indonesia memakai pakaian yang seragam. Selama ini, lanjut Erick, Kontingen Indonesia kerap menggunakan seragam berbeda. “Negara-negara lain juga seragam. Beberapa kali tampil, seragamnya masih belang-belang. Ada ungu, merah, dan lain-lain. Kita (KOI) sudah bersama Li-Ning, kita berinisiatif, semua kita seragam,” kata Erick. “Kita ‘kan tuan rumah, mau perlihatkan kalau kita satu. Tidak hanya Li-Ning, kita sudah ada sponsor lain, asuransi. Ini bisa memperlihatkan ke masyarakat, karena memang kita PR-ing untuk Indonesia. Li-Ning ingin berpartisipasi, KOI tidak tinggal diam,” jelas Erick. (Ham/Dre)

Prestasi Mendunia, FPTI Diganjar Ratusan Juta Dari Bank Tabungan Negara (BTN)

Direktur Utama BTN Maryono (kiri) menyerahkan dana bantuan bagi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang diterima Sekretaris Umum FPTI Sapto Hardiono, pada Rabu (30/5). (istimewa)

Jakarta- Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akhirnya mendapat dana pembinaan dari Bank Tabungan Negara (BTN), atas prestasi membanggakan atlet Indonesia di kancah internasional. Pihak BTN menyatakan dana pembinaan senilai Rp100 juta itu sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet panjat tebing Indonesia karena berprestasi di kejuaraan internasional pada bulan Mei ini. “Ini adalah bentuk dukungan sosial yang diberikan korporasi pada atlet panjat tebing melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) Bank BTN. Kami peduli kepada mereka dan ini menjadi semangat korporasi mendukung atlet,” kata Direktur Utama BTN, Maryono, pada Rabu (30/5). Bagi pihak FPTI, mereka sangat mengapresiasi pemberian bantuan dana pembinaan ini dan menilai hal ini memiliki nilai sangat penting untuk memajukan salah satu cabang olahraga yang diproyeksikan medali emas Asian Games 2018 tersebut. “Bantuan ini memiliki nilai penting di mana peran serta swasta dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap perkembangan panjat tebing Indonesia,” ujar Sekretaris Umum FPTI, Sapto Hardiono, dalam pesan singkatnya. Ke depannya, Sapto mengharapkan bantuan pembinaan ini tak hanya sampai saat ini atau sampai Asian Games 2018 saja, namun dapat berlangsung dalam jangka panjang. Selama bulan Mei 2018 ini, cabang panjat tebing telah membanggakan Indonesia. Dimulai saat Kejuaraan Dunia International Federation of Sport Climbing (IFSC) di Tai’an, China, Sabtu-Minggu (12-13 Mei), saat kontingen Indonesia berhasil meraih tiga medali (emas, perak dan perunggu) di nomor speed, bahkan sembilan dari 14 atlet tang turun di nomor tersebut melaju ke final. Dengan hasil itu, FPTI mengumpulkan 1.023 poin dan menghentikan dominasi Rusia selama bertahun-tahun. Rusia berada di peringkat dua dengan poin 980, disusul Prancis yang sukses merebut dua emas di nomor speed world record putra dan putri, hingga menaikkan peringkatnya ke posisi tiga dengan total poin 590. Torehan prestasi kembali ditunjukkan tim nasional panjat tebing Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2018, dengan berhasil menyabet dua emas dan satu perak dalam ajang Zero Gravity Bouldering Competition 2018, di Bonifacio High Street, Filipina, 19-20 Mei 2018. (art)

Tak Hanya Adu Prestasi, Asian Games 2018 Beri Dampak Ekonomi Hingga Rp 45,1 Triliun

Asian Games 2018 bukan hanya ajang adu prestasi melainkan memiliki dampak ekonomi sekitar Rp 45,1 triliun. (Adt/NYSN)

Jakarta- Ajang pesta olahraga terbesar negara-negara se-Asia edisi ke-18 akan dihelat pada 18 Agustus – 2 September 2018. Multievent ini diharapkan memberikan manfaat besar kepada masyarakat terutama ekonomi dari berbagai sektor. Berdasarkan hitungan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah memperkirakan total dampak ekonomi langsung event Asian Games 2018. Dari sisi pengeluaran pengunjung, investasi infrastruktur pendukung, dan operasionalisasi acara, maka didapat jumlah Rp 45,1 triliun terhitung sejak 2015 hingga 2018, yakni sejak persiapan hingga pelaksanaan Asian Games mendatang. INASGOC telah memiih 17 perusahaan dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) nasional sebagai pemegang lisensi untuk memproduksi dan menjual merchandise resmi Asian Games 2018. Pemilihan pemegang lisensi itu dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan mengumumkannya melaiui website dan kemudian dipilih secara ketat berdasarkan kriteria yang dipersyaratkan. Erick Thohir, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC) 2018, menyebut penyelenggaraan Asian Games 2018 akan memberikan legacy serta membawa dampak positif yang besar bagi Indonesia dari sisi ekonomi, sosial dan juga alih pengetahuan dari negara maju di Asia bahkan Dunia. Ia melanjutkan Asian Games 2018 bukan hanya ajang untuk adu prestasi melainkan sebagai ajang guna menciptakan perdamaian di Asia dan khususnya Indonesia. ”Berdasarkan perhitungan sementara Bappenas untuk dampak ekonomi dari pengeluaran pengunjung selama tinggal di Indonesia untuk Asian Games 2018 sebesar Rp 3,6 triliun dengan komposisi 88 persen pengeluaran berasal dari penonton dan wisatawan, diikuti 4,67 persen pengeluaran oleh atlet, lalu 3,96 persen pengeluaran awak media, kemudian 2,34 persen pengeluaran officials, dan 0,77 persen pengeluaran sukarelawan. Dan, akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang mencapai Rp 1,3 triliun,” ujar Erick di Kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (30/5). Selain itu, pengeluaran pengunjung diantaranya termasuk pembelian merchandise resmi Asian Games 2018. Hal itu sebagai salah satu upaya memberikan dampak ekonomi yang besar, INASGOC berkomitmen untuk memajukan produk dalam negeri melalui penyediaan merchandise resmi Asian Games 2018. Sementara, Mochtar Sarman, Direktur Merchandise INASGOC, menyebut panitia selalu mendahulukan perusahaan dan UMKM nasionai untuk menjadi pemegang lisensi merchandise resmi. Menurutnya, hal itu merupakan upaya pihaknya dalam mempromosikan produk dalam negeri kepada dunia. “Kami yakin dengan mengedepankan perusahaan dan UMKM nasional dalam menyediakan merchandise resmi Asian Games, akan memberi warisan yang positif untuk kedepannya,” urai Mochtar. (Adt)

Catatan Angkatan Menajam, PABBSI Kawal Berat Badan Atlet Angkat Besi Asian Games

Ketua Umum PABBSI Roslan P. Roeslani menyebut catatan angkatan atlet Pelatnas mengalami peningkatan. (Adt/NYSN)

Jakarta- Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI), mengatakan skill atlet Pelatnas Asian Games 2018, terutama catatan angkatan para lifter terus mengalami peningkatan. Para atlet menjalani Pelatnas di Markas Komando Pasukan Marinir (Mako Pasmar), Jalan Kwini II No. 6, Jakarta Pusat. “Alhamdulillah para atlet catatan angkatannya membaik. Kami juga tingkatkan terkait kedisiplinannya. Apalagi pelatihannya di Kwini,” ujar Roslan di Kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (30/5). Ia menyebut saat ini pihaknya fokus untuk menjaga berat badan para atlet. Sebab, menurutnya, dahulu berat badan para atlet baru ditekankan ke ukuran ideal menjelang pertandingan. “Nah dari sekarang itu kami menjaga berat badan mereka harus tetap ideal. Kami coba terapkan itu. Tapi, memang nggak gampang, sebab mengubah kebiasaan makan. Itu yang paling sulit, apalagi di bulan puasa,” lanjutnya. Terlebih, sebut Roslan, pihaknya hingga harus mendatangkan pemuka agama guna menjelaskan kepada atlet agar mereka tidak dipaksakan untuk berpuasa. “Karena ini untuk kepentingan negara makannya kami panggil beberapa ustad memberikan pengertian soal itu,” tambahnya. Jika atlet melakukan puasa penuh, maka itu akan mempengaruhi angkatan dan berat badan. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) itu, menjelaskan selama Ramadhan porsi latihan para lifter tidak ada pengurangan maupun penambahan. “Ini sudah dekat Asian Games, kalau tetap puasa memang akan sedikit repot. Makannya kami ketat, untuk jangan makan banyak karbohidrat dan jangan suka nyolong-nyolong. Ini benar-benar kami jaga. Karena misi kami sekarang ketat. Itulah yang kami sebut masih jadi tantangan,” tutup Roslan. (Adt)

Sabet Juara Asia BMX 2018 di Thailand, Modal Kuat Rio Akbar di Asian Games

Rio Akbar sukses menjadi juara Asia, setelah menjadi yang terbaik pada kejuaraan Asian BMX Championships 2018 di Chai Nat, Thailand, Minggu (27/5). (youtube)

Jakarta- Pebalap BMX Indonesia yang disiapkan untuk Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, Rio Akbar sukses menjadi juara Asia setelah menjadi yang terbaik pada kejuaraan Asian BMX Championships 2018 di Chainat, Thailand, Minggu (27/5). “Yes. Rio Akbar menjadi juara Asia,” kata manajer timnas balap sepeda Indonesia, Budi Saputra, saat dikonfirmasi. Untuk meraih emas, Rio harus bersaing dengan tiga pebalap tuan rumah Thailand yaitu Sitthicok Kaewsrikhao yang akhirnya finis kedua, Nonthakon Inkhoksong dan Phitchayut Kongson. Sedangkan posisi tiga adalah pebalap asal Jepang, Taichi Ikegami. Hasil pebalap asal Jawa Barat ini sesuai predikasi karena Rio tampil dominan sejak kualifikasi. Hal ini juga diuntungkan dengan tidak tampil maksimalnya Taichi, yang kerap menjadi batu sandungan. Hasil ini jelas menjadi keuntungan tersendiri bagi pebalap Indonesia mengingat hasil di kejuaraan Asia ini bakal menjadi motivasi tersendiri untuk menghadapi Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, 18 Agustus-2 September. “Semoga hasil kejuaraan Asia ini jadi motivasi meraih hasil terbaik di Asian Games,” kata Budi menambahkan. Pada Asian BMX 2018, Indonesia menurunkan tiga pebalap elit putra. Selain Rio, ada dua nama lagi yang dikirim yaitu I Gusti Bagus Saputra dan Tony Syarifudin. Ketiga pebalap ini semuanya mampu bersaing sejak kualifikasi. Namun, Tony kurang beruntung karena dua kali jatuh. Rio dan I Gusti Bagus Saputra lebih beruntung karena lolos ke final, meski harus melalui pertarungan sengit. Kerja keras Rio membuahkan hasil setelah membawa medali emas dari Negeri Gajah Putih itu. Prestasi Rio di Thailand menjadi sebuah pembuktian usai dibekali kemampuan dalam dua kejuaraan dunia di Belanda dan Belgia. Dan, sempat menjalani pemusatan latihan di Prancis. (art)

Panggil 22 Nama Lawan Thailand U-23, Luis Milla Pinggirkan Evan Dimas

Kiper Sriwijaya FC, Teja Paku Alam, akhirnya mendapat pangglan membela Timnas U-23 jelang uji coba kontra Thailand U-23. (bola.net)

Jakarta- PSSI merilis daftar 22 pemain Timnas U-23 menghadapi Thailand U-23. Dalam pemanggilan itu juga terdapat beberapa pemain senior. Mereka yang senior diseleksi untuk masuk dalam kuota 3 pemain di atas U-23, ajang Asian Games 2018. Dari rilis PSSI pada Sabtu (26/5), terdapat 6 pemain senior. Mereka adalah M. Ridho, Teja Paku Alam (kiper), Victor Igbonefo (belakang), Riko Simanjuntak, Alberto Goncalves, dan Lerby Eliandry (depan). Dan tak ada nama Evan Dimas dalam daftar tersebut. “Saya ingin melihat perkembangan pemain, terutama nama-nama yang baru dipanggil,” kata Luis Milla, pelatih timnas U-23. Milla pun menunjuk kiper Sriwijaya FC sebagai pengganti Andritany Ardhiyasa di Timnas U-23 untuk laga melawan Thailand U-23, pada 31 Mei dan 3 Juni mendatang. Kondisi Andritany yang belum pulih dari cedera rahang, memaksa Milla harus berpikir keras mencari penggantinya. Bersama tim berjulukan Laskar Wong Kito, Teja selalu menjadi pilihan utama untuk mengisi posisi penjaga gawang. Penerus Ferry Rotinsulu di Sriwijaya FC ini mencatatkan sepuluh kali tampil dalam sepuluh laga yang dijalani tim arahan Rahmad Darmawan. Bahkan, Teja kerap menjadi penyelamat bagi timnya dalam kondisi tertekan. Tercatat dua penalti gagal masuk ke gawang Teja, hingga pekan kesepuluh Liga 1 2018. Usai dua kali menghadapi Thailand U-23, Indonesia memiliki satu uji coba lainnya pada Juni nanti. Uji coba itu digelar melawan Korea Selatan U-23, juara bertahan Asian Games, pada Sabtu (23/6), di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat. Sebelumnya, Hansamu Yama dkk sudah melewati enam laga. Timnas U-23 menorehkan dua hasil kemenangan, dua kali kalah dan dua partai imbang. Sebanyak tiga laga terakhir Garuda muda dilakoni di turnamen PSSI Anniversary Cup 2018, pada 27 April-8 Mei 2018. (Ham) Timnas U-23 Kiper Awan Setho – Bhayangkara FC Teja Paku Alam – Sriwijaya FC Muhammad Ridho – Borneo FC Belakang Andy Setyo Nugroho – PS Tira Hansamu Yama Pranata – Barito Putra Victor Igbonefo – Persib Bandung Bagas Adi Nugroho – Arema FC I Putu Gede Juni Antara – Bhayangkara FC Gavin Kwan Adsit – Barito Putra Rezaldi Hehanusa – Persija Jakarta Ricky Fajrin Saputra – Bali United Tengah Muhammad Hargianto – Bhayangkara FC Hanif Sjahbandi – Arema FC Zulfiandi – Sriwijaya FC Saddil Ramdani – Persela Lamongan Septian David Maulana – Mitra Kukar Riko Simanjuntak – Persija Jakarta Osvaldo Ardiles Haay – Persebaya Surabaya Febri Hariyadi – Persib Bandung Depan Yabes Roni Malaifani – Bali United Alberto Goncalves Da Costa – Sriwijaya FC Lerby Eliandry Pong Babu – Borneo FC

Timnas 3X3 Putri Terbang ke Tiongkok, Siap Bidik Perunggu Asian Games 2018

Tim nasional 3X3 Putri Indonesia pekan ini akan tampil di Turnamen International Women Pro Tournament Chengdu Challenger 2018.(mainbasket.com)

Jakarta- Tim nasional 3X3 Putri Indonesia akan tampil di ‘Women International Pro Tournament Chengdu Challanger’, di China, pada Sabtu (26/5). Ajang yang diikuti Yusranie Assipalma dkk itu bagian dari persiapan jelang pesta olahraga terbesar di Asia Games 2018 sekaligus menambah pengalaman tanding dan jam terbang. Pada kompetisi berhadiah total 6.000 dollar Amerika Serikat (AS) itu, skuat Merah Putih bakal bersaing dengan 7 tim dari 6 negara. Tujuh negara tersebut terdiri dari Mongolia, Cina, Indonesia, Belarusia, Belanda, Serbia dan Australia. Tuan rumah Cina mengirimkan dua tim. Jadi total ada delapan peserta, antara lain China Women’s National 3×3 Basketball Team, China Women’s National 3×3 U23 Basketball Team, Dream Team Serbia, VIM Union Minsk Belarus, Ulaanbaatar Mongolia, Netherlands, Australia dan 3×3 Indonesia. Mereka dibagi menjadi dua grup di babak penyisihan yaitu grup A terdiri dari Cina, Mongolia, Indonesia dan Serbia. Sedangkan di grup B bersaing Cina U23, Belanda, Australia dan Belarusia. Di kejuaraan FIBA 3X3 Asia Cup 2018, di Shenzhen, China, 29 April – 1 Mei 2018, Indonesia hanya mampu duduk diurutan 7 klasemen akhir. Wahyu Widayat Jati, Pelatih Timnas 3X3 Putri Indonesia, bakal melakukan perombakan komposisi pemain jelang ‘Women International Pro Tournament Chengdu Challanger’. Turnamen untuk putri ini digelar bersamaan dengan FIBA 3×3 Chengdu Challenger 2018. Jadi turnamen putri dimainkan di lapangan yang sama, di sela-sela pertandingan tim putra. Regita Pramesti dan Ayu Sriartha, yang sebelumnya berada di standby list Tim Nasional, pada Asia Cup, kini menggantikan Jovita Elizabeth Simon dan Yusranie Assipalma. Sementara, Christie Apriyani Rumambi dan Lea Elvensia Kahol, tetap jadi pilihan utama. Fareza Tamrella, Manajer Tim Nasional 3×3 Indonesia, mengatakan di Asian Games nanti memiliki target bisa masuk 3 besar. “Targetnya menembus peringkat 3 besar di Asian Games nanti, minimal dapat perunggu. Peluang Indonesia cukup besar,” ujar Fareza, dilansir laman resmi srikandicup, Jumat (25/5). Hal serupa diungkap Wahyu. “Harus improve dan learn something. Jangan mengulang kesalahan yang sama. Target saat ini adalah target antara, bukan selalu juara pada tiap turnamen, namun bagaimana pemain bertanding hingga mencapai batas maksimal mereka. Itu yang saya mau,” timpal pelatih yang akrab disapa Cacing itu. (Adt) Skuat Tim Nasional 3×3 Putri Indonesia : 1. Lea Elvensia Kahol 2. Christie Apriyani Rumambi 3. Ayu Made Sriartha 4. Regita Pramesti Standby Players (Jakarta) : 1. Jovita Elizabeth Simon 2. Yusranie Assipalma