Demi Kualifikasi Olimpiade, Pelatnas Taekwondo Butuh Lima Event Kejurnas di 2019

Atlet-atlet junior taekwondo dari 34 provinsi di Indonesia, saling bersaing dalam Bank BRI Kejurnas Junior Taekwondo Indonesia 2018, yang berlangsung di GOR POPKI Cibubur, pada 14-16 Desember, demi lolos ke pemusatan latihan nasional. (infonitas.com)

Jakarta- Pelatih pemusatan latihan nasional (pelatnas) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) mengharapkan lima kejuaraan nasional sepanjang 2019 demi mendukung pembinaan atlet jelang kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. “Kami harap setidaknya ada lima kejuaraan nasional di Indonesia, sehingga atlet bisa punya pengalaman bertanding dan penampilan mereka lebih bagus, sebelum mengikuti kejuaraan kualifikasi zona Asia, pada awal 2020 di China,” ujar pelatih nasional PB TI, Lee Sunjae, pada Minggu (16/12). Di sela-sela Bank BRI Kejurnas Junior Taekwondo Indonesia 2018, di GOR POPKI Cibubur Jakarta, Lee mengaku, keikutsertaan di kejuaraan kualifikasi zona Asia membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan tiket Olimpiade Tokyo 2020, dibanding harus mengumpulkan 300 poin, dengan mengikuti berbagai turnamen sepanjang 2019. “Peringkat atlet Indonesia masih jauh di bawah atlet-atlet negara lain. Saat ini peluang terbesar, hanya ada pada atlet dengan peringkat satu hingga enam dunia, untuk lolos Olimpiade. Dan Indonesia tidak ada di peringkat itu,” katanya. Selain jumlah pertandingan nasional yang memadai, Lee mengharapkan percepatan anggaran pelatnas agar para atlet yang akan mengikuti kualifkasi Olimpiade atau SEA Games bisa segera berlatih pada Januari, baik atlet senior yang masih di pelatnas, ataupun atlet junior daerah yang akan turut bergabung di pelatnas. “Saya sudah mengamati postur tubuh atlet-atlet junior Indonesia dalam Kejurnas Junior 2018 ini. Rata-rata postur tubuh atlet Indonesia kecil, dan itu sulit untuk masuk kelas pertandingan lebih berat,” katanya. Lee berharap Indonesia memiliki wakil kelas pertandingan -67 kilogram putra dan +67 kilogram putri, serta kelas -80 kilogram putra serta +80 kilogram putra, untuk tampil di ajang internasional. “Kami harus mencari atlet-atlet untuk kelas berat itu, dari berbagai kejuaraan nasional di Indonesia,” katanya. Indonesia, menurut Lee, harus meloloskan setidaknya satu wakil pada Olimpiade Tokyo 2020 dari delapan kelas pertandingan kyorugi yaitu empat kelas pertandingan putra dan empat kelas pertandingan putri. Sebelumnya, pelatih lain pelatnas taekwondo Indonesia, Rahmi Kurnia mengatakan, akan ada dua hingga tiga atlet, yang sedang dipersiapkan fokus mengikuti kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. “Kami juga harus memantau perkembangan atlet-atlet junior yang ada. Kami akan melakukan seleksi kembali pada Januari, karena atlet pelatnas Asian Games akan berakhir pada Desember,” kata Rahmi. Atlet-atlet yang akan masuk dalam prioritas kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 akan punya program latihan yang berbeda dengan atlet-atlet lain karena harus mengikuti kejuaraan-kejuaraan uji coba sebelum mengikuti kejuaraan kualifikasi zona Asia. (Adt)

Tim Junior Jadi Bintang, Jabar Pimpin Perolehan Medali Kejurnas Arung Jeram R6 2018

Tim arung jeram Jawa Barat (Jabar) tengah bertanding dalam Kejurnas Arung Jeram R6 2018 di Sungai Ciwulan, Tasikmalaya. Hingga Sabtu (15/12), mereka memimpin dengan 11 medali emas, 3 perak, dan 3 perunggu. (pikiran-rakyat.com)

Tasikmalaya– Tim arung jeram Jawa Barat terus mendominasi perolehan medali emas Kejuaraaan Nasional (Kejurnas) arung jeram R6 2018, di Sungai Ciwulan, Tasikmalaya yang berlangsung 13-16 Desemeber. Pada Sabtu (15/12), Jawa Barat (Jabar) telah mengantongi 11 medali emas, 3 perak dan 3 medali perunggu. Unggul jauh atas Jawa Tengah (Jateng) di peringkat kedua, dengan 8 medali emas dan satu medali perak. Disusul DKI Jakarta di peringkat ketiga dengan dua medali emas. Lalu keempat ada NTB, dengan satu medali emas dan satu perunggu. Dan kelima, ada DI Yogyakarta dengan satu medali emas. Sebelumnya, pada Jumat (14/12) malam, Jabar meninggalkan kontingen lain dengan tujuh emas. Lalu merek makin mendominasi usai menambah empat emas pada Sabtu (15/12). Empat emas tambahan diraih oleh tim master R6 men, dengan raihan total poin 600, unggul atas DIY Yogyakarta di peringkat kedua dengan 528 poin. Sementara medali perunggu diraih oleh Sumatera Barat dengan 474 poin. Emas kedua didapat tim Jabar Youth R6 women. Jabar mengantongi 576 poin, disusul Jateng 552 poin, serta Sumatera Barat dengan 475 poin. Emas ketiga diraih oleh youth R6 men yang juga meraih 600 poin, Aceh (501 poin), lalu peringkat ketiga Jateng juga 501 poin. Emas keempat diraih oleh tim Jabar junior women. Mereka mengantongi 300 poin, disusul DKI Jakarta 264 poin dan Sumatera Barat 237 poin. Seusai laga pelatih open dan junior men Jabar, Insan Caldera mengaku puas dengan performa tim Jabar. “Di kategori slalom, kontingen kami memborong 4 emas 1 perak dan 1 perunggu. Kategori slalom adalah jenis lomba yang membutuhkan keahlian dan ketepatan manuver perahu dalam melewati gawang, jadi pengalaman dan skill yang mumpuni, sangat berpengaruh dalam kategori ini selain power,” ucap Insan. Menurut dia, pengalaman yang matang dimiliki tim Jabar, karena atletnya sering mengikuti kejuaraan dunia. Tentu dengan pengalaman yang banyak semakin mempermudah Jabar mempertahankan juara umum Kejurnas 2018. “Kami sering mengikuti beberapa kejuaraan, termasuk kejuaraan dunia. Ini membantu Jabar meraih medali, di hari ketiga ini,” tuturnya. Hal senada dikatakan pelatih Jabar, Wawan Purwana. Menurut dia, kemenangan tim Jabar adalah hasil dari proses pembinaan yang terus menerus dan berkesinambangun. “Nomor Slalom ini adalah nomor paling bergengsi, di antara nomor lainnya, yakni Sprint, Head to Head dan Down River Race. Slalom itu nomor teknis. Tim Putri mempunyai basis latihan di Sungai Citarik, Sukabumi, dan tim putra mempunyai basis latihan di Sungai Citarum, Rajamandala,” katanya. Namun, kata dia, prestasi mereka ini kurang dukungan dari pihak terkait. Seperti yang dialami oleh tim yang berasal dari Citaru, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tim ini terpaksa tampil tanpa mendapat dukungan sama sekali dari KONI KBB. (Adt)

Pekan Olahraga Pelajar Bali 2019 Dikemas Berbeda, Cabor Bertambah Jadi 26

I Ketut Ngurah Boy Jayawijaya, Kadispora Bali, menyebut pada Porsenijar 2019 (dahulu bernama Porjar) akan meningkatkan jumlah cabor yang dipertandingkan dari semula 21 cabor, menjadi 26 cabor. Salah satunya selam, yang menjadi kandidat cabor eksebisi. (istimewa)

Denpasar- I Ketut Ngurah Boy Jayawijaya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Bali, mengatakan pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2019, bakal dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Porjar yang tahun sebelumnya hanya Pekan Olahraga Pelajar (Porjar), maka pada 2019 akan digabung dengan aktivitas seni. Jadi namanya nanti menjadi Porsenijar. Kami nanti akan bersinergi dengan Dinas Kebudayaan,” ujar Boy, dikutip RRI, pada Minggu (16/12). Tak hanya itu, untuk cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada Porsenijar 2018, ungkap Boy, akan meningkat dari semula 21 cabor, menjadi 26 cabor. “Cabang olahraga dari sebelumnya 21 cabor, nanti akan ditambah dan menjadi 26 cabor. Itu mengalami peningkatan meskipun tidak banyak,” jelas Boy. Sementara itu, terkait dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, Boy menyebut khusus pertandingan cabor, pihaknya mengajukan Rp 3,5 miliar. “Untuk lomba kesenian, hingga kini masih berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan, terkait anggaran yang diperlukan. Intinya dana masuk dalam APBD induk 2019,” tukas Boy. (Adt)

Tiga Kali Berturut Sabet Gelar Juara Gokart Nasional, Calvin Wibowo Go Internasional Tahun Depan

Calvin Wibowo (9 th) kembali menerima penganugerahan IMI Award 2018, di Hotel Grand Jatra, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (15/12). Calvin meraih kemenangan tiga kali berturut-turut anugerah IMI Award, sebagai juara nasional gokart kelas cadet. (tribunnews.com)

Jakarta- Calvin Wibowo (9 tahun) mengantar Keluarga Wibowo mencetak kemenangan tiga kali berturut-turut anugerah IMI Award sebagai juara nasional gokart kelas cadet. Calvin kembali menerima anugerah IMI Award 2018 yang dilangsungkan di Hotel Grand Jatra, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (15/12). Sebelumnya, Calvin berhasil kembali menjadi juara nasional kelas Cadet Rok pada Kejurnas ESHARK Rok Cup 2018. Pebalap cilik andalan Gandasari Racing Team itu, berhasil mengumpulkan total poin 2.189 dari 6 seri yang dilewati. Pada seri 6, balapan dilangsungkan di Sentul Internatiomal Karting Circuit, Bogor, pada Minggu (2/3). Calvin mengungguli Dillan Tan. Dillan asal tim DT Racing, duduk sebagi runner up dengan koleksi total poin 2.117. Sementara R. Kimi Rae Fitriansyah (Mahata Racing Team) dengan 2.014. “Alhamdulillah dapat IMI Award lagi. Semoga tahun depan juga juara nasional lagi. Jadi, bisa dapat IMI Award lagi,” ujar Mpin, panggilan Calvin. Mpin adalah anak kedua dari empat bersaudara, pasangan pengusaha Andy Wibowo dan Nadia Frasiska, dan masih duduk di bangku kelas 4 SD Bakti Mulia, Pondok Indah, Jakarta. Tahun lalu, Mpin juga menyabet penghargaan IMI Award, sebagai juara nasional kelas Cadet di Crowne Plaza Hotel Jakarta. Aditya Wibowo, kakak Mpin, juga menerima IMI Award kelas yang sama pada di Ciater, Subang, Jawa Barat, Desember 2016. Prestasi Aditya (satu kali) dan Calvin (dua kali) dilakukan secara berturut-turut pada 2016, 2017, dan 2018. “Mereka masih akan berlomba di ajang gokart baik tingkat Kejurnas maupun international. Dan kami optimis prestasi akan makin berkembang dan maju lagi,” ungkap Andy, yang mendampingi duo pebalap cilik ini. Tahun depan, Calvin akan naik kelas Minirok. Selain itu, demi menambah jam terbang, ia diproyeksikan memperbanyak event balap gokart di luar negeri. Aditya & Calvin pun tetap memilih akan menggunakan mesin X30, pada Kejurnas Gokart 2019. “Mereka akan memakai X30, seperti yang dipakai pada Eshark End Year, di Sentul kemarin,” pungkas Andy. (Adt)

Jakarta Garuda, Klub ‘Milenial’ Bentukan PBVSI Diisi Pemain Usia Belasan Tahun

Tim Jakarta Garuda dibentuk oleh PP PBVSI untuk tampil bertanding di perhelatan Proliga 2019. Tim yang disesaki pemain berusia 16-20 tahun, disiapkan tampil di Asian Games 2022 di Hangzhou, Zhejiang, Tiongkok. (pbvsi.or.id)

Gresik- Dua klub baru di sektor putra menghiasi perhelatan Proliga 2019, Sidoarjo Aneka Gas dan Jakarta Garuda. Kedua tim sama-sama bermaterikan pemain muda. Aneka Gas adalah klub yang berafiliasi dengan Samator. Klub yang dibentuk menjelang Proliga 2019 itu, merupakan ‘saudara muda’ tim Surabaya Bhayangkara Samator. Pemain Aneka Gas juga berisikan pemain usia muda dan pelapis Samator. Sementara, Jakarta Garuda punya latar belakang yang berbeda. Meski disesaki pemain berusia 16-20 tahun, namun, Garuda dibentuk oleh PP PBVSI. Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty, menuturkan klub itu didirikan untuk mencari bibit pemain muda. “Kami menyiapkan pemain masa depan, untuk menghuni timnas putra. Kami mencari dari berbagai daerah lewat Livoli, atau kejuaran junior antar-klub. Hampir semua pemainnya berusia belasan stahun,” kata Hanny yang juga menjabat Ketua V Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI itu, dikutip Bola.com, pada Sabtu (15/12). Para pemain Garuda diambil dari beberapa klub lokal di berbagai daerah. Mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta semuanya ada. Selain seleksi, sistem pemilihan pemain juga berdasarkan rekomendasi klub lokal. Mayoritas pemain Jakarta Garuda belum berpengalaman. Dari 14 pemain, hanya dua yang berusia di atas 20 tahun. Keduanya adalah kapten Mahendra Rikha Buana, setter asal PBV AU itu (31 tahun) dan pemain asing asal Malaysia, Sim Jian Qin (23 tahun). “Tujuan utama Jakarta Garuda adalah melakukan pembinaan pemain muda. Fenonema di klub Proliga itu menjadikan pemain muda sebagai cadangan. Tapi di sini, mereka jadi pemain utama,” imbuh Hanny. Disisi lain, Manajer tim Jakarta Garuda, Reginald Nelwan menargetkan, tim hasil bentukan selama dua bulan sejak Asian Games 2018 bisa menembus babak final four. Selama dua bulan itu, PBVSI melakukan penyaringan dan mengolah tim berisikan kumpulan pemain dari 8 klub berbeda. “Harapannya anak-anak muda ini bisa main lepas dan menimba pengalaman, karena di usia mereka ini, sangat sulit mendapatkan jam terbang di klub lamanya. Kami incarnya bisa masuk final four,” ujar pria yang disapa Regi ini. Sejauh ini, Garuda memang belum berbicara banyak di Proliga 2019. Mereka sudah dua kali bertanding, melawan finalis musim lalu, yaitu Surabaya Bhayangkara Samator dan Palembang Bank Sumsel Babel. Hasilnya Garuda selalu kalah. Meski kalah, klub arahan Eko Waluyo itu berusaha tampil maksimal dan sempat menyulitkan lawan. Saat menghadapi Bank Sumsel, mereka memaksa pertandingan dimainkan sampai lima set. Sayangnya, Garuda kalah 2-3 dari runner-up dua musim terakhir itu. Melawan Samator, Garuda sudah terlihat akan kalah, lantaran takluk pada dua set pertama. Namun, di set ketiga mereka berhasil bangkit dan unggul. Lagi-lagi, mereka menyerah 1-3 dari sang juara bertahan. Kendati demikian, Garuda menunjukkan permainan yang apik dan bisa memberikan kejutan di Proliga 2019. Regi pun optimis tim tersebut bisa melaju lebih jauh. “Kalau sudah begini, saya pikir kami bisa menarget final four pada musim ini. Saya pikir itu target yang realistis. Tapi, kalau untuk melaju ke final sepertinya sulit. Kami juga tahu diri,” ucap Regi, yang juga Wakil Ketua V Ketua V Bidang Kompetisi dan Pertandingan PP PBVSI itu. Rencananya, skuad Jakarta Garuda akan dipersiapkan untuk menyongsong ajang Asian Games 2022 di Hangzhou, Zhejiang, Tiongkok. “Dengan waktu empat tahun, mereka sudah cukup untuk matang untuk berlaga di Asian Games 2022,” terang Hanny. Lantas, apakah PP PBVSI juga punya rencana mendirikan klub putri juga? Hanny menyatakan pembentukan tim putri sudah masuk agenda. “Ada sedikit perbedaan antara pevoli putra dan putri. Kalau putra, stoknya banyak dan kami bisa mencari dengan mudah. Mulai dari tarkam sampai klub pembinaan pun ada,” ucap Hanny. “Lain halnya dengan pevoli putri. Stoknya sedikit dan tak banyak klub yang memilikinya. Makanya, kami harus bekerja ekstra dan lebih keras untuk mengumpulkan itu. Mudah-mudahan, tahun depan kami bisa membentuk klub putri itu,” pungkasnya. (Adt)

Indonesia dan Malaysia Bawa Pulang Dua Gelar, Leo/Indah Kampiun Bangladesh International Challenge 2018

Mimpi meraih gelar di kejuaraan bulutangkis Bangladesh International Challenge (BIC) tuntas diwujudkan duet campuran, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil, usai menang straght game dari unggulan dua asal Malaysia, Hoo Pang Ron/Cheah Yee See, dengan skor 21-16, 21-15. (thejakartapost.com)

Dhaka- Mimpi meraih gelar di kejuaraan bulutangkis Bangladesh International Challenge (BIC) tuntas diwujudkan duet Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil. Berlaga di partai final ganda campuran, pada Sabtu (15/12), di Shaheed Tadjuddin Ahmed Indoor Stadium, Dhaka, Bangladesh. Tampil selama 38 menit, mereka sukses mengandaskan unggulan dua, Hoo Pang Ron/Cheah Yee See asal Malaysia. Atlet muda Merah Putih pemegang gelar juara dunia junior 2018, menang straght game dengan skor 21-16, 21-15. Penampilan Leo/Indah di turnamen berhadiah total 25 ribu dollar Amerika Serikat (AS) itu sangat gemilang. Sebelumnya, mereka menyudahi dua dobel unggulan, yakni Georges Julien Paul/Aurelie Marie Elisa Allet (2) asal Mauritius, di fase 16 besar (21-5, 21-7), dan wakil India unggulan satu, Venkat Gaurav Prasad/Juhi Dewangan (21-19, 21-13). Usai laga, Indah dan Leo mengaku senang dan tak menyangka membawa pulang gelar juara dari Bangladesh. “Jika masuk final, saya targetnya ingin juara. Alhamdulillah bisa mencapai target itu,” ujar Indah, dikutip situs resmi PB Djarum, pada Sabtu (15/12). Pebulutangkis 16 tahun itu, mengaku jika start yang bagus menjadi kunci kemenangan di final. Selain itu, lanjut Indah, dirinya dan Leo memiliki inisiatif untuk memegang poin lebih dahulu. “Mainnya harus nyerang, karena lawan juga bola serangannya bagus, jadi kami tak mau kalah,” jelasnya. Hasil positif ini jadi modal berharga bagi mereka guna menghadapi turnamen berikutnya. “Semoga bisa mempertahankan gelar di turnamen-turnamen berikutnya. Karena mempertahankan itu lebih sulit daripada meraih,” cetus Indah. Di sektor ganda putra, Indonesia juga sukses meraih gelar. Leo yang berpasangan dengan Daniel Marthin tampil perkasa di partai pamungkas, di venue yang sama, Dobel Merah Putih yang menempati ranking 241 itu, unggul straight game dari Supak Jomkoh/Wachirawit Sothon (Thailand), dengan skor 21-16, 21-11, dalam tempo 39 menit. Sayang, tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani (7) gagal mengikuti jejak rekannya di ajang ini. Pemain besutan PB Exist itu takluk di tangan wakil Vietnam Thuy Linh Nguyen, unggulan satu, dalam pertarungan dua gim langsung. Dara kelahiran Jakarta, 20 Juli 2002 itu, kalah dengan skor 18-21, 19-21, pada pertandingan yang memakan waktu selama 40 menit. Serupa dengan Indonesia, Negeri Jiran Malaysia juga berhasil membawa pulang dua gelar, masing-masing dari sektor tunggal putra dan ganda putri. Teck Zhi Seo, tunggal putra unggulan enam itu menghentikan wakil Vietnam, Cao Cuong Pham, unggulan satu, straight game, dengan skor 21-17, 21-17 (31 menit). Dan, ganda putri, Vivian Hoo/Yap Cheng Wen, unggulan satu, hanya butuh 30 menit melibas unggulan dua, Aparna Balan/Sruthi K.P asal India, straight game, dengan skor 21-14, 21-13. (Adt)

Sambangi Spanyol, Striker Timnas U-16 Foto Bareng Luis Milla dan Fernando Hierro

Bintang Timnas U-16, Rendy Juliansyah (paling kanan), bertemu dengan mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla dan legenda Real Madrid, Fernando Hierro, di Spanyol, pada Jumat (14/12). Momen ini diunggah oleh Milla di akun instagram pribadinya. (instagram)

Jakarta- Bintang Timnas U-16, Rendy Juliansyah bertemu dengan mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla dan legenda Real Madrid, Fernando Hierro, di Spanyol, Jumat (14/12). Pertemuan Rendy dengan Milla ini diunggah oleh agen pemain, Muly Munial, di instagram story, Jumat (14/12). Selain bertemu Milla bersama Muly, juga tampak eks Sekjen PSSI, Ade Wellington. Putri Luis Milla, Paulita Milla terlihat bergabung dalam pertemuan tersebut. Pada foto yang diunggah oleh Muly di instagram story itu, mereka bertemu di sebuah restoran. Selain Muly, Milla juga mengunggah momen itu di akun instagram pribadinya. “Pertemuan yang menyenangkan terjadi di Real Madrid dengan orang-orang spesial yang saya hargai. Selalu menyenangkan dan senang bertemu dengan kalian lagi,” tulis Milla. Belum diketahui apa tujuan dari pertemua Rendy dengan Milla tersebut. Rendy saat ini sedang mencoba keberuntungan untuk bermain di Leganes. Pada bulan November lalu, Rendy mengatakan sedang mengurus visa untuk bisa berlatih di Spanyol. “Niatnya awal Desember, sekarang lagi urus visa. Desember berangkat ke leganes, statusnya saya bersekolah di sana” kata Rendy Juliansyah di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (16/11). Dia pun menjelaskan alasannya untuk gabung ke Leganes, yakni berawal dari ketertarikan pihak klub. “Ada tawaran dari Leganes, bos Muly (Munial) juga bilang tertarik. Jadi, saya akan coba kesana, tetapi kurang tahu saya akan berapa lama di sana,” ujarnya menambahkan. Selain Leganes, sebenarnya juga ada klub asal Belgia dan Italia yang menyatakan minat terhadapnya. “Dari Belgia ada juga tetapi statusnya trial atau masih dicoba, ketertarikan dari Italia juga ada. Tapi saya pilih ke Leganes dulu, baru nanti coba ke level lebih atas lagi,” tuturnya. Rendy memang jadi salah satu pemain muda potensial yang berhasrat menimba ilmu di klub Eropa. Sebelumnya, ia juga dikabarkan tengah menjalin komunikasi dengan klub asal Belgia dan Italia. Nama Rendy melejit bersama Timnas Indonesia U-16. Pemain kelahiran Jakarta, 22 Juli 2002 ini, mencetak dua gol saat Indonesia menghadapi Kepulauan Mariana Utara di ajang Kualifikasi Piala Asia U-16, September lalu. Ia pun tampil sebagai top skorer dengan mencetak enam gol saat Timnas U-16 mengikuti turnamen Tien Pong Plastic Cup 2017, di Vietnam. Indonesia juga keluar sebagai juara pada turnamen itu. Selain itu, Rendy juga kerap menjadi andalan pelatih Timnas U-16, Fakhri Husaini lantaran bisa ditempatkan di berbagai posisi. Selain menjadi striker, Rendy juga kerap bermain sebagai gelandang untuk kebutuhan strategi tim yang dibuat pelatih. (Adt)

Perjuangan Keras FM Mohamad Ervan Melawan Tiga Grandmaster Berturut-Turut di di Kejuaraan Asia 2018

Pecatur Indonesia, FM Mohamad Ervan (kanan/kaos merah) berhasil menaklukkan GM Super dari China, GM Wang Hao (2730), sekaligus unggulan pertama 17th Asian Continental Chess Championship, yang berlangsung di Makati, Filipina. (tribunnews.com)

Makati- Partai babak kedua 17th Asian Continental Chess Championship di Makati, Filipina, ditutup dengan hasil mengejutkan dari tim Indonesia. FM Mohamad Ervan berhasil menghentikan GM Super dari China, GM Wang Hao (2730). Kemenangan itu diraih melalui adu taktik yang luar biasa di antara keduanya. “Kemenangan Ervan atas Wang Hao bukanlah kemenangan kebetulan. Pertarungannya berjalan ketat, penuh adu strategi, serta taktik. Bahkan, pada langkah ke-16 Ervan harus menyerahkan kualitas bentengnya, untuk ditukar Gajah lawan,” ujar Krisitianus Liem, Kapten Tim Catur Indonesia, Jumat (14/12). “Tapi, Ervan mendapat kompensasi penguasaan diagonal panjang b1-h7, dengan Menteri dan Gajahnya. Wang Hao yg tipe penyerang dan suka bangunan liar, tak mau bermain pasif dan bertahan. Kondisi ini menguntungkan Ervan karena terjadi perang terbuka, adu taktik,” tambahnya. Kristianus juga menjelaskan keunggulan tim Indonesia adalah kemampuan membaca taktik. Hal ini membuat Wang Hao terseok-seok. Pada langkah ke-32, saat Menteri Ervan masuk ke petak e6, menyerang Benteng Hitam di d7, seharusnya Wang memaksa pertukaran Menteri dengan skak. Dan petak g6 saat permainan, akan berjalan imbang lagi. Tak diduga, Wang justru memilih menumpuk Benteng ld lajur-d menyerang bidak d2. Pada saat itulah, Ervan nekad mengorbankan Gajahnya di petak g7. Langkah kejutan ini yang membuat Wang tak menyangka, sehingga tak ada pilihan selain ia harus memakan gajah. “Wang menjalankan 32. Bfd8. Dalam waktu pikir kurang dari semenit, Wang tak menyangka bakal ada korban Gajah. Terpaksa, ia menutup skak dengan Menterinya. Sebab jika Raja mundur ke f8, akan datang mat dalam satu langkah. Andai mundur ke h8, bisa terjadi mat dalam tiga langkah,” papar Kris. “Wang harus menyerah disini, karena posisi Gajahnya di petak c5, bakal lenyap dengan posisi tanpa harapan sama sekali. Sungguh penyelesaian yang indah. Ini sungguh layak disebut masterpiece!,” imbuhnya. Sayang, langkah Ervan tak bertahan lama. Usai tampil cemerlang di dua babak awal, saat menahan remis GM M. Amin Tabatabaei (2587) dari Iran, dan melibas unggulan utama GM Wang Hao (2730), pemuda kelahiran Probolinggo, 15 Mei 1992, akhirnya takluk dari unggulan ketiga, GM Le Quang Liem (2714) dari Vietnam. “Liem yg kelelahan ketika tiba di Filipina, usai tampil di “PON”nya Vietnam, ternyata sudah pulih. Ia menekuk Ervan, lewat langkah strategis yang halus sepanjang 45 langkah,” ujar Kris. “Keberuntungan” Ervan belum selesai. Babak keempat nanti, Ervan kembali melawan pecatur GM, kali ini dari Kazakhstan, Rustam Khusnutdinov (2470). Pada babak Ketiga, Rabu (12/12), tim Indonesia terpaksa harus berhadapan dengan rekan senegaranya. Tak ada pilihan, cepat atau lambat pertarungan sesama negara memang bisa saja terjadi, jadi siapa yg terkuat akan melaju lebih jauh. Ternyata Megaranto mengalahkan Sean, sedang Citra mengalahkan Aay. Sayangnya, pecatur Indonesia yang berjumpa pecatur negara lain, tak satupun meraih kemenangan. IM Yoseph Theolifus Taher (2454) harus puas bermain remis melawan pecatur tuan rumah nongelar, Michael Concio Jr. (1991), setelah bertarung 43 langkah. “Yoseph yang pegang Hitam tak mendapatkan keunggulan di tahap pembukaan, bahkan cenderung jelek. Walau memiliki gelar, rating, dan pengalaman tanding lebih baik, upaya Yoseph mengolah permainan tengah dan permainan akhir, hanya menghasilkan remis,” Jelas Kris. “Yang lebih tragis, dialami IM Novendra Priasmoro (2483). Ia ditaklukkan pecatur senior Filipina, IM Roderik Nava (2392). Kekalahan Novendra dipicu pengetahuan opening yang rendah,” pungkasnya. (Adt)

Sambut SEA Games Dan Olimpiade, PSTD Kembali Menggeliat Setelah 22 Tahun Vakum

Sebanyak 400 pesilat muda, tampil di Kejuaraan Nasional (kejurnas) Perguruan Pencak Silat Tenaga Dasar (PSTD) 2018, di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, (TMII), pada 13-16 Desember. (indopos.co.id)

Jakarta- Sebanyak 400 pesilat muda, tampil di Kejuaraan Nasional (kejurnas) Perguruan Pencak Silat Tenaga Dasar (PSTD), di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, (TMII) Jakarta Timur pada 13-16 Desember. Kejurnas kali ini dihadir dari berbagai peguruan di 14 Pengurus Daerah PSTD dari seluruh Indonesia. Ketua Umum Perguruan PSTD, Hariadi Anwar mengatakan, ada dua misi yang diusung dalam kejurnas kali ini. Pihaknya berharap bisa meningkatkan kemampuan kompetisi pesilat PSTD menurut aturan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Apalagi, pencak silat sedang gencar dipromosikan untuk ditampilkan dalam Olimpiade 2032, maka harus didukung. “Kita tengah meningkatkan kemampuan pertarungan pesilat PSTD untuk ditampilkan dalam ajang MMA yang saat ini sedang berkembang,” kata Hariadi Anwar di Jakarta, Jumat (14/12). Selain mempertandingkan semua nomor laga dan TGR, kejurnas juga mempertandingkan nomor khusus combat. Hariadi berharap, dengan adanya Kejurnas PSTD 2018 ini, membuat silat kian memasyarakat. Bisa dipahami mengingat cabang olahraga (cabor) ini sukses menyumbangkan 14 medali emas pada Asian Games 2018. Jumlah tersebut nyaris setengah dari yang diraih Indonesia. Pada edisi ke-18 pesta olahraga antarnegara Asia itu, Merah Putih meraih 31 emas sekaligus jadi rekor terbaik dalam sejarah. PSTD memiliki ciri utama pada pertarungan, combat pencak silat. Itu merupakan kemampuan bertarung dari anggota PSTD yang harus dituangkan. Hariadi menambahkan kejuaraan ini merupakan penyelenggaraan ke-4. Namun, ajang itu menjadi yang pertama kali setelah vakum selama 22 tahun. Ia mengatakan bahwa masalah pembinaan tetap terjaga. Buktinya, ada 14 Pengurus PSTD di tanah air, membuktikan pencak silat tenaga dalam sebenarnya masih eksis, khususnya di berbagai daerah. “Terakhir kali kami menggelar kejurnas, terjadi pada 1996 lalu. Jadi, sebenarnya sudah cukup lama vakum. Tapi bukan berarti pembinaan tidak jalan selama ini. Di daerah justru lebih banyak kejuaraan di gelar. Jadi, kita berinisiatif untuk kembali menyelenggarakan kejuarana nasional di sini,” tukasnya. Harapan Kejurnas ini bisa rutin berlangsung juga bergulir. “Kejurnas PSTD 2018 ini merupakan yang keempat sejak kali pertama diselenggarakan pada 1990. Setelah lama absen, kami berharap, event ini rutin diselenggarakan,” ujar Ketua Panitia Kejurnas PSTD 2018, Rudi Trianto, menambahkan. “Apalagi, Kejurnas PSTD merupakan proyeksi ke tingkat nasional untuk internal IPSI. Misalnya dalam rangka menghadapi berbagai event,” tuturnya dalam menyambut berbagai event penting pada 2019, mulai dari SEA Games di Filipina, hingga PON 2020 Papua. (Adt)

Taklukan Unggulan Satu, Juara Dunia Junior 2018 Leo/Indah Kunci Tiket Final Bangladesh International Challenge

Duet Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil, menghadirkan kejutan usai mengalahkan unggulan satu asal India, Venkat Gaurav Prasad/Juhi Dewangan, straight game, 21-19, 21-13, di semifinal Bangladesh International Challenge 2018, pada Jumat (14/12). (PB Djarum)

Dhaka- Duet Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil secara mengejutkan menaklukkan unggulan satu asal India, Venkat Gaurav Prasad/Juhi Dewangan, di babak semifinal kejuaraan bulutangkis level junior, Bangladesh International Challenge (BIC) 2018, pada Jumat (14/12). Melakoni laga di Shaheed Tadjuddin Ahmed Indoor Stadium, Dhaka, Bangladesh, peraih gelar juara dunia junior 2018 di Kanada itu, tanpa kesulitan menghentikan perlawanan Venkat/Juhi, dalam waktu 28 menit, straight game, dengan skor 21-19, 21-13. Indah mengungkapkan bila dirinya dan kolega menerapkan strategi yang berbeda dari pertandingan sebelumnya pada laga ini. “Mainnya harus sabar. Tadi lawannya berbeda dari lawan yang sebelumnya, polanya juga beda, jadi harus rubah mainnya tak seperti kemarin,” ujar Indah, usai laga dikutip situs resmi PB Djarum, pada Jumat (14/12). “Pokoknya tetap fokus jangan sampai lengah, pointnya dipegang terus jangan sampai ketinggalan,” tambah pemain kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 16 Maret, 16 tahun silam itu. Kendati telah mengunci tiket final, namun Indah mengakui bila dirinya dan Leo, masih belum puas dengan hasil positif yang diraihnya ini. Pemain besutan PB Djarum Kudus itu berharap bisa naik podium dan meraih gelar juara di turnamen berhadiah total 25 ribu dollar Amerika Serikat (AS) itu. “Belum puas, dan nggak boleh cepat puas, masih pingin juara,” cetusnya. Namun, untuk bisa mewujudkan mimpinya itu bukan perkara mudah bagi Leo/Indah. Sebab, mereka harus bisa menjegal dobel Malaysia Joo Pang Ron/Cheah Yee See, di partai pamungkas, pada Sabtu (15/12). “Lawan di final lumayan kuat. Saya sama Leo harus lebih siap dari mereka, soalnya belum pernah ketemu. Jadi, kami sama-sama tidak tahu mainnya gimana,” tukas Indah. Sementara di sektor ganda putra, Leo yang berpasangan dengan Daniel Marthin, kembali mengukir kejutan dan lolos ke final. Bersama Daniel, pemuda kelahiran Klaten, 29 Juli 2001 ini menekuk dobel gado-gado unggulan dua, Kona Tarun/Lim Khim Wah (India/Malaysia), dalam drama tiga gim, dengan skor 17-21, 21-14, 21-8, selama 64 menit. Di final, Leo/Marthin akan beradu taktik dan strategi di lapangan kontra wakil Thailand, Supak Jomkoh/Wachirawit Sothon. Hasil positif juga didapat dari sektor tunggal putri. Putri Kusuma Wardani, unggulan tujuh, berhasil menjejak ke partai puncak. Dara kelahiran Jakarta, 20 Juli 2002 ini, melibas kompatriotnya, Yasnita Enggira Setiawan, straight game, dengan skor 21-8, 21-19. Perang saudara itu menelan waktu 43 menit. Di final, pemain besutan PB Exist Jakarta itu, akan menantang Thuy Linh Nguyen, unggulan satu asal Vietnam. (Adt)

Ratusan Atlet PPLP dan Klub Dari 34 Provinsi, Bidik Tiket Pelatnas di BRI Junior Taekwondo 2018

Marciano Norman, Ketua Umum PBTI mengatakan, ajang BRI Kejurnas Junior Taekwondo Indonesia 2018 kan menjadi sarana dalam mencari atlet-atlet junior untuk dipersiapkan menjadi pelapis tim senior, sekaligus regenerasi tim Taekwondo Indonesia. (Adt/NYSN)

Jakarta- Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menggelar Bank BRI Kejurnas Junior Taekwondo Indonesia 2018, di GOR POPKI Cibubur, 14 – 16 Desember 2018. Kejurnas ini diikuti oleh 430 atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) maupun klub, dari 34 provinsi di Indonesia, dalam dua kategori, yakni Kyorugi dan Poomsae. Ketua Umum PBTI Marciano Norman menegaskan, ajang yang akan berlangsung selama tiga hari, 14-16 Desember, di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, itu akan menjadi ajang pencarian bakat. “Kita menyebar talent scouting (pemandu bakat) dalam kejurnas kali ini. Gunaya melihat potensi taekwondoin junior, yang layak dan bisa diproyeksikan sebagai pelapis taekwondoin senior dalam pelatnas,” kata purnawirawan bintang 3 TNI-AD itu, di sela pembukaan Kejurnas Junior, pada Jumat (14/12). Setelah menjadi pelapis, lanjut pria yang pernah mengepalai Badan Intelijen Negara (BIN) itu, taekwondoin junior akan menjadi atlet utama yang dibina dalam pelatnas jangka panjang PBTI, untuk meraih prestasi di kejuaraan tunggal, atau bahkan multiajang internasional, hingga level Olimpiade. “Atlet-atlet junior ini nanti pada waktunya akan menjadi atlet senior yang juga bisa mengikuti berbagai event, mulai dari SEA Games 2019 Filipina, Asian Games, hingga Olimpiade,” tambah pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 28 Oktober, 64 tahun silam itu. Untuk kategori Kyorugi (tarung) akan mempertandingkan 10 kelas putra dan 10 kelas putri, sedangkan Poomsae (jurus), akan ditampilkan 5 kelas. Sepuluh kelas yang di pertandingkan adalah untuk putra : U-45 Kg, U-48 Kg, U-51 Kg, U-55 Kg, U-59 Kg, U-63 Kg, U-68 Kg, U-73 Kg, U-78 Kg dan +78 Kg. Untuk kelas putri adalah kelas U-42 Kg, U-44 Kg, U-46 Kg, U-49 Kg, U-52 Kg, U-55 Kg, U-59 Kg, U-63 Kg, U-68 Kg dan +68 Kg. Untuk kategori Poomsae akan mempertandingkan 5 (lima) kelas yakni individual putra, individual putri, team putra, team putri dan pair (Pasangan). Atlet yang akan turun adalah atlet yang berusia di bawah 17 tahun. Tepatnya yang lahir antara 2001 sampai dengan 2004. Seperti diketahui peraturan pada kejuaraan ini mengunakan peraturan “WT Competition Rule”, baik Kyorugi dan Poomsae. Khususu sistem pertandingan untuk Kyorugi, menggunakan sistem gugur. Sedangkan untuk Poomsae, memakai Recognize System Tournament, dan untuk Free Style yang mengunakan System Cut Off. Peralatan dan perlengkapan baik untuk Kyorugi maupun Poomsae menggunakan KP&P. Demi meningkatkan kualitas taekwondoin Indonesia sejak belia, pada event ini, PBTI juga mendatangkan taekwondoin asal Korea Selatan yang meraih medali emas Olimpiade 2004 Athena, Yunani, Moon Dae Sung, untuk memberikan klinik pelatihan bagi para taekwondoin dan pelatih Indonesia. Di sisi lain, Marciano menegaskan pihaknya akan menerapkan standar pelatihan yang sama untuk taekwondoin Indonesia, yakni menjalani pelatnas jangka panjang dalam satu latihan terpusat (training camp) di luar negeri, hingga mengikuti sejumlah kejuaraan di luar negeri, demi menambah pengalaman bertanding. (Adt)

Dua Remaja 18 Tahun Indonesia Merumput di Liga Spanyol, Enam Pemain Muda Lainya Tunggu Lisensi Resmi

Pemain asal Balikpapan, Kalimantan Timur, Helmy Putra Damanik, resmi masuk starting line up tim CIA Palencia A, yang bermain di Liga Nasional U 18 Division de Honor, di Spanyol, melalui proyek Vamos Indonesia. (tempo.co)

Jakarta- Di tengah maraknya isu-isu miring sepakbola Indonesia, masih ada berita kabar gembira muncul dari Spanyol. Pemain asal Balikpapan, Kalimantan Timur, Helmy Putra Damanik, resmi masuk starting line up tim CIA Palencia A, yang bermain di Liga Nasional U 18 Division de Honor, di Spanyol, melalui proyek Vamos Indonesia. Striker 18 tahun yang sempat bermain untuk Persiba Balikpapan dan berpostur 186 cm ini, dinilai sangat ideal untuk masa depan sepak bola Indonesia. Juvenille A Division Honor adalah kasta Liga tertinggi untuk U 18, di Liga Spanyol. Semua pemain besar di Spanyol, pernah merasakan sentuhan liga prestise ini. Lionel Messi, Andres Iniesta, Luis Milla, Xavi Hernandez, Fernando Tores, Pep Guardiola, dan banyak lagi adalah alumni dari liga ini. CIA Palencia A bergabung dalam Castille de Leon Provincial, termasuk Real Madrid U-18, Atletico Madrid U-18, Leganes U-18, dan lain-lain. Helmy bisa tampil, setelah beberapa minggu lalu mendapatkan kartu Ficha. Kartu Ficha adalah bentuk pengajuan resmi REF (Federasi Sepakbola Spanyol), bagi orang asing yang ingin berkarir di Liga Spanyol. Tanpa Ficha, pemain bola manapun tidak akan bisa bermain di Liga Resmi Spanyol. Saat ini, masih ada 6 anak Indonesia di Palencia Academy, yang sedang menunggu Ficha, untuk bisa “resmi” bermain di Liga Pemuda Spanyol. Mereka tergabung dalam proyek Vamos Indonesia. Proyek ini sepenuhnya didanai perorangan, untuk melahirkan pemain muda berbakat Indonesia yang bisa bermain di liga-liga profesional, terutama di Eropa. Untuk tahap awal, Spanyol dipilih, karena memiliki kelengkapan sekolah akademi bola terbaik bagi anak usia muda. Sebelum Helmy, sudah ada anak Indonesia lainnya yang juga telah mendapatkan kartu Ficha, dan merumput di Liga U-18 Provincional, satu level dibawah kasta Liga U-18 division de honor, yaitu Muhammad Reza Kusuma. “Selamat buat Helmy dan Reza, Terus meningkatkan prestasi dan menambah pengalaman bertanding sehingga kelak memperkuat Tim Nasional Indonesia yang mampu bersaing di kancah regional, Asia dan Dunia,” kata Fanny Riawan, selaku Program Director Project Vamos Indonesia di Jakarta, pada Senin (10/12). Selain Helmy dan Reza, ada enam pemain lainnya yang masih berjuang untuk mengikuti jejak keduanya. Yakni, Romzy (18 tahun/sayap kanan), Rafly (17 tahun/bek kanan), Nico (17 tahun/striker), Affasha (17 tahun/bek Tengah), Risyad (17 tahun/bek Tengah), dan Afghan (17 tahun/gelandang serang) Program Vamos Indonesia, kata Fanny, sengaja diluncurkan dengan tujuan mencetak pemain berkualitas melalui kompetisi yang baik dan berkualitas. Apalagi, tujuan awal pendirian Program Vamoss Indonesia membantu PSSI dalam mengangkat prestasi sepakbola Indonesia. “Usia emas pemain sepakbola itu dari 16-19 tahun. Mereka harus tampil minimal sebanyak 30 kali per tahun dalam kompetisi, sesuai standar FIFA. Tanpa liga yang bagus semua kelompok umur hingga U 19, pasti sulit muncul talenta muda yang siap menggantikan pemain senior,” ujarnya, soal program pengiriman pesepak bola muda ke Liga Spanyol U-18. (Adt)

Siapkan Hadiah Total Rp,1,2 Miliar, Liga Seri A JD.ID High School 2018 Diisi 20 Tim Pelajar

SMAN 7 Bandung menyandang titel tim eSports terbaik, dari 20 tim yang berlaga dalam babak kualifikasi JD.ID HSL 2018, pada Kamis (13/12), di Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta. Rencananya, liga eSports pelajar Indonesia ini berlangsung pada Februari, hingga April tahun depan. (akurat.co)

Jakarta- Babak kualifikasi Liga eSports antar pelajar sekolah menengah atas (SMA/SMK) meloloskan 20 tim terbaik dan berhak berkompetisi dalam seri A JD.ID High School League 2018 (berikutnya disebut JD.ID HSL 2018). Rencananya, kompetisi ini bakal berlangsung pada Februari, hingga April tahun depan. Sebanyak 20 tim eSports yang bertanding di kompetisi Dota 2 itu, akhirnya lolos dari kualifikasi, yang diikuti 173 tim eSports SMA/SMK di Indonesia. High School league (HSL) adalah sebuah liga eSports dengan Dota 2 sebagai gim utama. Namun, selalu ada kemungkinan bertambahnya cabang gim di musim berikutnya. Liga ini akan berlangsung selama 1 semester, setiap Sabtu dan Minggu. Tujuan liga ini adalah menjadi pencetus liga pelajar di Indonesia, guna memperkenalkan industri digital melalui eSports, memperkenalkan karir yang ada di industri digital, mencari bibit-bibit atlet eSports, dan membentuk mental dan attitude atlet eSports. “Kami bangga dengan antuasiasme dunia pendidikan Indonesia, menyukseskan penyelenggaraan JD.ID HSL 2018,” tutur Vice President JD.ID HSL 2018, Sonny Hadi Sukotjo. JD.ID adalah perusahaan ecommerce terkemuka di Indonesia yang terafiliasi dengan JD.com. “Saat ini, eSports sudah menjadi industri yang menyediakan karier beragam. eSports merupakan usaha pemerintah menyiapkan generasi produktif berkontribusi terwujudnya Indonesia 4.0 yang dicanangkan pemerintah,” ujarnya. JD.com merupakan perusahaan internet terbesar ketiga di dunia, yang menjadi sponsor untuk ajang ini. ‘All Bandung Final’ tersaji di final kualifikasi JD.ID High School League (HSL) 2018, yang berakhir untuk kemenangan tim eSports dari SMA Negeri 7 Bandung, pada Kamis (13/12), di Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta. Tim yang beranggotakan Rizki, Haikal, Agung, Rico, dan Dekis ini berhasil menjadi yang terbaik di kategori Dota 2 usaih menaklukkan lawan terberatnya, dari kota yang sama, tim eSports SMA Negeri 23 Bandung, yang beranggotakan Fajar, Maleakhi, Andi, Iqbal, dan Dika. “Kami sangat berbangga dengan kemenangan ini dan akan menambah kepercayaan diri kami dalam menghadapi musim kompetisi di Liga Seri A JD.ID HSL tahun depan. Lawan yang kami hadapi di final kualifikasi adalah lawan tangguh,” ungkap Agung, Kapten tim eSports SMA Negeri 7 Bandung. Sementara, di kategori Mobile Legend yang menjadi pertandingan eksibisi, menempatkan tim eSports SMK Telkom Makassar di posisi pertama, diikuti oleh tim eSports SMA Kristen Petra 1 Surabaya di peringkat kedua. “Selamat untuk para peserta pada ajang JD.ID HSL 2018. Mereka merupakan talenta unggulan, bagi terwujudnya misi kami dalam hal teknologi Advancing Indonesia,” tutur Henry Yacob, Head of Gaming and Computer Accessories JD.ID. Selain 20 tim eSports yang akan berkompetisi di Liga Seri A musim kompetisi pertama 2019, babak kualifikasi JD.ID HSL 2018 meloloskan 16 tim lainnya yang berkompetisi di Liga Seri B, guna memperebutkan tiket bertanding di Liga Seri A, untuk musim kompetisi selanjutnya. Hadiah total yang disediakan sepanjang 3 musim ini mencapai Rp. 1,2 miliar. Hadiah yang disediakan berupa beasiswa juara 1, 2, dan 3 dan uang sebesar Rp 10 hingga 30 juta, eSports PC, serta subsidi gaji guru ekstrakurikuler bidang eSports yang mencapai Rp 15 juta. (Adt)

Tim Renang Indonesia Sabet 16 Medali Emas di ASEAN University Games, Wushu Sumbang Empat

Tim renang Indonesia sukses menyabet enam belas medali emas, sembilan perak, dan satu perunggu, hingga Jumat (14/12), pada ASEAN University Games 2018 (AUG), yang berlangsung di Myanmar International Convention Center 2, Naypyitaw, Myanmar, 8-12 Desember. (PRSI)

Jakarta- Sebanyak 180 atlet mahasiswa Indonesia dari berbagai perguruan tinggi, bertanding demi mengharumkan nama Indonesia pada ajang ASEAN University Games (AUG) 2018 yang dilaksanakan di Naypyitaw, Myanmar. Kompetisi itu berlangsung selama 13 hari, mulai 8 -20 Desember 2018, di Myanmar International Convention Center 2. Sejak dimulai pada 1980, ASEAN University Games yang berada di bawah ASEAN University Sports Council (AUSC), Indonesia selalu berhasil mendominasi perolehan medali. Tim atlet Indonesia kali ini, didampingi Direktur Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Didin Wahidin, Ajang olahraga multi cabang tingkat mahasiswa ini mempertandingkan 17 cabang olahraga, memperebutkan total 1897 medali, yang terdiri dari 587 emas, 587 perak, dan 723 perunggu. Sebanyak 201 kompetisi dan diikuti sebanyak 2078 atlet, pelatih, dan manajer dari negara-negara anggota ASEAN. Perolehan medali hingga Jumat (14/12), atlet mahasiswa Indonesia saat ini berada di peringkat dengan raihan 21 Medali Emas, 10 perak dan 15 perunggu, dibawah Thailand. Tim atlet mahasiswa Indonesia mengikuti 13 dari 17 cabang olahraga yang dipertandingkan. Cabang olahraga yang diikuti atlet mahasiswa Indonesia yaitu wushu, badminton, Bola voli, renang, catur, sepaktakraw, atletik, dayung, panahan, bola basket, pentaque, karate, dan vovinam. Prestasi manis pun diraih tim wushu Indonesia, yang sukses menyabet tujuh medali di ajang ini. Empat diantaranya ialah medali emas, satu medali perak dan dua medali perunggu. Manajer tim wushu Indonesia, Novita mengatakan atlet yang menyumbangkan medali emas, ialah Haris Horatius, Adi Rominto Manurung, Rosalina Simanjuntak, dan Erwin Wijayanto. “Haris turun di kelas nanquan. Dia juga menyumbangkan perak di kelas nando+nanguan. Sementara, Adi turun di kelas 56 kg. Rosalina di kelas 48 kg dan Erwin di kelas changquan,” kata Novita, pada Kamis (13/12). Sekjen Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino mengaku, sangat gembira dengan raihan para atletnya. Dia berharap ke depannya, Indonesia bisa terus mendapatkan medali di AUG 2018. Namun, dia juga meminta para atlet dan pelatih mempersiapkan diri dengan maksimal sebelum mengikuti kejuaraan. “Persiapan AUG harusnya lebih maksimal lagi, terutama dalam mempersiapkan atlit,” tukasnya. Sementara, medali perunggu direbut Monica Pransisca Sugianto di kelas daoshu+gunshu, serta atlet putra, Bobie Valentinus Gunawan, dalam nomor taijiquan+taijijian. Torehan luar biasa diukir tim Renang Indonesia, yang mengirim 17 atletnya, terdiri dari 9 Perenang Putra dan 8 Perenang Putri. Renang menjadi cabor ladang emas terbanyak bagi kontingen merah putih. Di hari ketiga, mereka mampu mengoleksi 6 medali emas, 1 perak, 4 perunggu. Total selama tiga hari, tim renang meraih 16 emas, 9 perak dan 1 perunggu. (Adt) Peraih Emas Tim Renang Indonesia • Ressa Kania Dewi (400 m gaya Bebas, 200 m gaya bebas, 200 m IM) • Raina Saumi (800 m gaya bebas) • Vanesa Evato (200 m gaya dada) • Nurul Fajar Fitriyati (50 m gaya kupu kupu, 200m gaya punggung, 100 m gaya punggung) • Siman Sudartawa (100 m gaya punggung, 50 m gaya punggung) • Aflah Fadlan Prawira (200 m gaya kupu kupu, 200 m IM) • Ricky Anggawidjaja (200 m gaya punggung) • 4×100 m estafet gaya ganti putra • 4×100 m estafet gaya ganti putri • 4×100 m gaya bebas estafet putri (Yosita Hapsari, Ressa Kania Dewi, Nurul Fajar Fitriyati, Sagita Putri Krisdewanti)

Dorong Atlet Muda di SEA Games 2019, Juara Dunia Asal Palu Fokus Cari Poin Olimpiade Tokyo

Juara dunia speed world record Wujiang 2018, China, Aspar Jaelolo, mengaku dirinya tak akan tampil dalam ajang multievent SEA Games 2019 Filipina. Ia memilih untuk fokus mengumpulkan poin, menuju Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. (app.kurio.co.id)

Jakarta- Juara dunia speed world record Wujiang 2018, China, Aspar Jaelolo, mengaku dirinya absen di ajang SEA Games 2019 Filipina. Hal itu bukan tanpa alasan, sebab atlet kelahiran Wani, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, 24 Januari 1988 itu, akan fokus mengumpulkan poin menuju Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. “Kalau saya pribadi, tidak akan tampil di SEA Games 2019. Tapi, misalkan FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) mengharuskan tampil, maka saya akan siap turun,” ujar Aspar, di Jakarta, pada Selasa (11/12). “Federasi menginginkan atlet yang lebih muda. Itu juga harapan saya. Supaya ada regenerasi. SEA Games itu lingkupnya Asia Tenggara, sehingga atlet muda harus diberi kesempatan untuk tampil,” lanjutnya. Ia mengungkapkan bila cabang olahraga panjat tebing masih diperdebatkan apakah bisa dipertandingkan di SEA Games 2019. “Di Asia Tenggara, Indonesia masih terkuat di cabang olahraga (cabor) panjat tebing. Sedangkan, tuan rumah punya kebijakan memasukan cabor yang jadi unggulannya. Tapi, karena panjat tebing sudah masuk Olimpiade, ya tuan rumah wajib memasukan cabang ini,” terang peraih medali perak Asian Games 2018, dalam nomor speed relay putra itu. Kedepan, harapannya, tegas Aspar, tim Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020, bisa mendapatkan poin penuh pada ajang kualifikasi 2019. Untuk, itu dirinya akan fokus mengejar poin, menuju pesta olahraga terbesar sejagat, dengan mengikuti seluruh seri world cup pada tahun depan. “Sebenarnya tahun ini, saya punya target menempati ranking 3 dunia. Tapi nggak kesampaian, karena bertepatan dengan Asian Games 2018. Dari 8 seri yang harus diikuti, saya tidak bisa tampil di tiga seri world cup,” jelasnya. “Akibatnya, ranking saya sepanjang tahun ini, harus terkoreksi dan turun ke peringkat 6 dunia. Itu sebabnya, saya harus mengejar di tahun depan untuk mendapatkan tiket Olimpiade,” pungkas atlet asal DKI Jakarta itu. (Adt)

Raih Dua Medali Emas di Lampung, Tim Tinju DKI Jakarta Capai Target Kualifikasi PON Papua 2019

Petinju kelas ringan 60 Kg putra tim DKI Jakarta, Mathius Mandiangan (biru), sukses meraih emas di Kejurnas Tinju Amatir Elite, usai mengalahkan petinju Sulawesi Utara, Farrand Papendang, di GOR Saburai, Bandarlampung, Lampung, pada Selasa (11/12). (topskor.co.id)

Lampung- Tim Tinju DKI Jakarta yang dipersiapkan untuk kualifikasi PON Papua 2019, akhirnya mencapai target dalam event Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Elite 2018, di GOR Saburai, Bandarlampung, Lampung. Dalam laga yang berakhir Selasa (11/12), para pejotos DKI merebut dua medali emas, dua perak dan dua perunggu. Dua medali emas yang diraih DKI dipersembahkan Mathius Mandiangan (kelas ringan 60 Kg putra), dan Aldom Sugoro (kelas terbang 52 Kg putra). Mathius menuntaskan laga dengan mengalahkan Farrand Papendang (Sulut). Di kejurnas 2017 di Bangka Belitung Papendang yang tampil sebagai pemenang. Sedangkan Aldom, yang merupakan petinju pelatnas SEA Games 2019, mengalahkan Dudu Maulana (Jabar). Sayang, Vicky Montolalu yang turun di kelas 75 kg, terpaksa mengakui lawannya. Hasil yang dicapai tim DKI ini sudah memenuhi target yang diusung sejak keberangkatan timnya ke Lampung. Hal ini diungkapan Ketua Pengprov Pertina DKI Hengky Silatang SH. “Hasil ini sesuai target kami, yang mengincar dua medali emas. Target ini bisa lebih, namun petinju putri kami, Novita Sinadia, harus dikalahkan oleh keputusan wasit,” jelasnya, pada Rabu (13/12). Hengky menyebut, Novita, petinju kelahiran Manado, yang berlaga di kelas terbang 51 kg putri, dikalahkan keputusan wasit yang terhitung kontroversi, saat menghadapi petinju andalan Nusa Tenggara Barat (NTB), Ainun Azizah. “Selama tiga ronde, Novita banyak melepaskan pukulan bersih yang masuk ke lawannya. Novita menguasai jalannya pertandingan. Penonton pun tahu, kalau Novita yang bakal menjadi pemenanganya. Namun, wasit justru memenangkan Ainun,” tukas Hengky, yang lantas melakukan protes keras. “Tinju di Indonesia tidak akan maju bila seperti ini. Sistem penilaiannya parah. Novita seharusnya menang mutlak, dan mestinya dia juara. Ini benar-benar keputusan gila. Setelah Kejurnas Lampung, ya harus ada perubahan,” pungkasnya. (Adt)

Pecatur 19 Tahun Indonesia Tahan Remis Super Gradmaster Asal China di Kejuaraan Asia 2018

Pecatur Indonesia, IM Yoseph Theolifus Taher (kiri) berhasil menahan remis pecatur China yang memiliki gelar Super Grandmaster, GM Wang Hao (kanan), yang juga unggulan utama 17th Asian Continental Chess Championship, di Makati, Filipina. (jpnn.com)

Makati- Pecatur Indonesia, IM Yoseph Theolifus Taher menahan remis pecatur China, GM Wang Hao, yang juga unggulan utama 17th Asian Continental Chess Championship, di Makati, Filipina. Meski remis, hasil ini cukup membanggakan mengingat selisih elo rating yang cukup besar di antara keduanya. “Keberhasilan ini, tidak terlepas dari persiapan pembukaan yang bagus. 20 langkah pertama mereka ini, sama persis dengan pertandingan, Wang Hao vs Wen Yang di China bulan lalu, saat Yoseph diutus PB Percasi main di sana,” jelas Kapten Tim Indonesia, Kristianus Liem. Sekedar catatan, Yoseph ‘hanya’ memiliki elo rating 2454, sementara Wang Hao adalah pecatur yang termasuk memiliki titel Super Grandmaster, dengan elo rating 2730. Meskipun langkah Wang Hao serupa dengan permainan sebelumnya, Yoseph mengatakan jika ada langkah perbaikan oleh lawannya, pada partai kali ini. “Saya ingat betul partai tersebut. Cuma pada langkah ke-20, Wang Hao memukul di G4 dengan bidak. Sebelumnya dia memukul dengan Menteri, dan berakhir remis dalam 38 langkah. Langkah baru Wang Hao ini memang sebuah perbaikan,” ujar pemuda kelahiran Jakarta, 28 Maret 1999. “Langkah 20. HGX4 memang membuat Hitam tertekan. Tapi saya bisa mempertahankan posisi tidak sampai kalah,” imbuhnya. Pertandingan sempat memanas saat memasuki langkah 39 hingga 44. Yoseph menjalankan langkah yang sama menteri bolak balik dari petak a7 ke c7, seolah menantang Wang Hao untuk terus menyerang. Namun guna menghindari terjadinya klaim remis tiga kali bangunan yang sama, Wang Hao membongkar posisi dengan terobosan bidak f4 pada langkah ke-45. Alumni SMA Citra Berkat, Citra Raya Tangerang, ini berhasil menekan. “Usai pertukaran Gajah dengan kuda pada langkah ke-50, Menteri Putih masuk ke pertahanan sayap-raja hitam, tapi sendirian menyerang tak ada yang dihasilkan menteri putih, selain skak bolak-balik. Akhirnya disepakati remis pada langkah ke-54,” jelasnya. Akhirnya, partai pun disepakati remis pada langkah ke-54. Dengan hasil remis ini, Yoseph berhasil ‘mencuri’ rating Wang Hao sebanyak 3,3 poin. Hasil remis pada babak pembukaan ini, diikuti dengan hasil tiga kemenangan dari GM Susanto Megaranto, WGM Medina, dan WIM Citra. Meski sebuah kemenangan, hal tersebut sebagai sebuah kewajaran, karena lawan mereka memiliki rating yang rendah. Sedangkan kekalahan tim Indonesia diderita Sean Winshend dan Dita Karenza. (Adt)

140 Atlet Junior Usia 4-12 Tahun, Tampil Dalam Kejuaraan Tahunan Senam Artistik di GOR Ragunan

140 atlet senam artistik muda mulai usia 4 tahun hingga 12 tahun, tampil dalam ajang tahunan yang bertajuk Circle Gymnastic Club 4th Annual Competition 2018, di Gedung Senam GOR Ragunan, Jakarta Selatan. (Circle Gymnastic Club)

Jakarta- Circle Gymnastic Club, sebuah klub senam artistik berbasis di Jakarta, yang berdiri sejak 2014 di bawah Pengurus Provinsi PERSANI DKI Jakarta, menggelar ajang kompetisi tahunannya Circle Gymnastic Club 4th Annual Competition. Ajang tahunan ini diikuti oleh sekitar 140 atlet senam artistik muda mulai usia 4 tahun hingga 12 tahun, mulai 8 Desember 2018 di Gedung Senam GOR Ragunan, Jakarta Selatan. Ini merupakan ajang evaluasi kemampuan atlet binaan Circle Gymnastic Club. Founder Circle Gymnastic Club, Veronica Yosinta berharap, kejuaraan ini dapat melatih kepercayaan diri atlet muda ini untuk menghadapi pertandingan atau kejuaraan eksternal, baik di dalam maupun di luar Indonesia. “Ajang yang kami selenggarakan tiap tahun ini guna memberi kesempatan pada atlet-atlet kami untuk unjuk kemampuan mereka dan agar kepercayaan diri mereka meningkat,” kata Sinta. “Hal ini sejalan dengan tujuan kami membentuk Circle Gymnastic Club yaitu untuk menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi di kancah nasional maupun internasional, dan untuk memperkenalkan senam artistik kepada anak-anak serta agar mereka menikmati olah raga dari sedini mungkin,” ujar Sinta. Lebih lanjut Sinta menjelaskan bawa senam artistik sebaiknya dimulai pada usia 4 tahun, saat masa tersebut merupakan saat yang tepat untuk melatih motorik kasar anak. Selain itu pada usia 4 tahun anak sudah dapat berkomunikasi dengan lancar dan dapat mengerti intruksi. Olah raga senam ini juga dapat membantu membentuk mental anak sejak dini untuk mengenal disiplin, solidaritas, berjuang dan sportivitas. Senam artistik yang merupakan salah satu mother of sport atau induk olah raga, saat ini semakin diminati oleh anak-anak walau belum menjadi cabang olahraga yang populer di masyarakat. “Semoga dengan semakin diminatinya cabang olah raga senam artistik, Indonesia akan memiliki bibit-bibit muda yang dapat nantinya mengharumkan nama daerah dan bangsanya melalui olah raga,” tutup Sinta. Ada beberapa alat yang dibedakan untuk nomor senam artistik putri dan artistik putra. Untuk nomor Senam Artistik Putri, yakni Palang Bertingkat (uneven bars), Balok Keseimbangan (balance beam), Meja Lompat (vault) dan Senam Lantai (floor exercise). Sedangkan nomor Senam Artistik Putra, yaitu Senam Lantai (floor exercise), Kuda-kuda Pelana (pommel horse), Meja Lompat (vault), Palang Tunggal (high bars), Palang Sejajar (parallel bars), dan Gelang-gelang (rings). (Adt)

Jadi Juara Elite Pro Academy 2018, Tiga Pemain Persib U-16 Berangkat ke Inggris

Persib Bandung U-16 mengalahkan Bali United U-16 pada laga final Elite Pro Academy 2018, di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, pada Minggu (9/12) lewat adu penalti dengan skor 4-3. Amanar Abdillah (63) menjadi salah satu skuat Maung Ngora yang akan berangkat ke Inggris, bersama dua pemain lainnya. (Persib.co.id)

Bandung- Tiga pemain Persib Bandung U-16, yakni Amanar Abdillah (striker), Yadi Mulyadi (gelandang serang), dan M. Fajar Fathur Rochman (full back kanan) terpilih sebagai pemain yang akan menempuh pendidikan di Inggris selama enam bulan. Pengiriman para pemain muda itu merupakan program PSSI bekerja sama dengan Super Soccer TV. Ada 25 pemain yang dilibatkan dalam program itu. Mereka akan menempuh pendidikan sepak bola mulai Desember 2018 hingga Mei 2019. Pelatih Persib U-16, Kartono Pramdhan mengaku bangga, dengan terpilihnya tiga anak asuhnya untuk mendapat pendidikan di Inggris setelah meraih juara Elite Pro Academy 2018. “Saya rasa tiga pemain kami itu memang berpotensi. Mereka bertiga akan berangkat ke Inggris akhir bulan Desember ini. Mudah-mudahan jadi bekal buat mereka dan pulang bisa jadi menambah kemampuan teknik dan mental,” ujar Kartono, Selasa (11/12) di Bandung. Ditambahkan Kartono, ketiga anak buahnya akan mendapat pengalaman berharga dari pendidikan itu. Ia berharap pemain Persib junior sanggup menembus Timnas Indonesia U-16. “Mudah-mudahan PSSI lebih terbuka lagi melihat pemain-pemain kami yang punya potensi untuk bisa memperkuat timnas,” harap Kartono. Persib U-16 menjadi juara, setelah mengalahkan Bali United U-16 pada laga final Elite Pro Academy 2018, di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, pada Minggu (9/12) lewat adu penalti dengan skor 4-3. Tak hanya itu, Ardi Maulana turut menyempurnakan gelar yang diraih timnya. Gelandang jangkar Maung Ngora ini, meraih gelar individu sebagai pemain terbaik di Kompetisi Elite Pro Academy PSSI U-16. Berperan sebagai gelandang box to box, pemain asal Kabupaten Bandung itu menyabet prestasi individunya sebab menjadi bagian penting dari perjalanan Persib U-16 dalam memperoleh juara. Dudung, sapaannya, yang juga siswa SMAN 1 Dayeuhkolot, merupakan pemain andalan di lini tengah Persib U-16. Dudung memiliki kemampuan mengatur tempo permainan, dan siap berduel dengan pemain lawan untuk merebut bola. (art)

Sabet Delapan Emas di IOAC 2018, Dara 16 Tahun Ini Tembus Limit-A Kejuaraan Dunia Renang Junior 2019

Perenang kelahiran Jakarta, 7 Januari 2002, Azzahra Permatahani, lolos limit batas waktu untuk tampil di ajang Kejuaraan Dunia Renang Junior (7th FINA Junior World Swimming Championships) di Budapest, Hungaria, pada 20-25 Agustus 2019. (zimbio.com)

Jakarta- Indonesia kembali meloloskan perenangnya, Azzahra Permatahani, guna mengikuti Kejuaraan Dunia Renang Junior (7th FINA Junior World Swimming Championships) di Budapest, Hungaria pada 20-25 Agustus 2019. Zahra, sapaannya, di nomor 200 meter gaya ganti putri, mengukir waktu 2 menit 16,71 detik, sekaligus menjadi rekornas baru. Catatan ini ditorehkan dara kelahiran Jakarta, 7 Januari 2002, pada event 2nd Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2018 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (2/12). Catatan ini telah melewati limit-A FINA World Junior Swimming Championship 2019 yakni 2 menit 16,97 detik. Ajang 2nd IOAC 2018 merupakan event dalam kalender FINA Sanction, sehingga hasil 2nd IOAC 2018 ini diakui oleh FINA. “Zahra perenang muda potensial. Alhamdulillah bisa lolos di nomor 200 meter gaya ganti. Kami harap, dia juga lolos limit A, untuk 400 meter gaya ganti,” jelas Wakil Ketua Umum PB PRSI, Harlin Rahardjo, Selasa (12/11). 7th FINA Junior World Swimming Championships adalah ajang kejuaraan dunia renang junior, yang diselenggarakan oleh FINA, setiap dua tahun sekali, dan telah diadakan sejak 2006. Pesertanya adalah remaja yang dibatasi oleh usia, yakni untuk putri harus berusia 14–17 tahun, dan putra berusia 15–18 tahun, pada 31 Desember tahun kompetisi. Ini kali kedua beruntun, Zahra menjadikan IOAC sebagai batu loncatan menembus kejuaraan internasional. Pada IOAC 2017, siswi SMA Perdana Rumbai Pekanbaru, Riau, juga mencatat waktu terbaik, di nomor 200 meter gaya ganti putri (2 menit 17,42 detik), guna lolos di even Youth Olympic (Olimpiade Remaja) 2018, oktober lalu di Argentina. Pada IOAC 2018, perenang klub Belibis Pekanbaru ini, bahkan mengantongi gelar perenang terbaik kelompok umur satu putri. Tak tanggung-tanggung, selain memecahkan rekor nasional nomor 200 meter gaya ganti perorangan putri, dalam event selam empat hari itu, Zahra total meraup delapan medali emas dan dua perak. Selain Zahra, satu perenang putra yang juga diharapkan lolos, yakni Farrel Armandio Tangkas, di nomor 200 meter gaya punggung. Catatan pemuda kelahiran Bandung, 22 December 2001, di nomor 200 meter gaya punggung adalah 2 menit 02,31 detik. Sedangkan limit-A World Junior Swimming Championship adalah 2 menit 01,92 detik. Zahra dan Farrel masih bisa menembus limit-A Kejuaraan Dunia Junior dengan mengikuti beberapa event yang diakui FINA, sampai Mei 2019. Khusus Farrel, hanya terpaut 0,39 detik dan masih punya waktu lima bulan untuk memperbaikinya. Salah satu event yang jadi kualifikasi adalah Festival Akuatik Indonesia, pada April 2019 mendatang. (Adt)