Raih Podium di USM Indonesia International Series, Atlet Putri 18 Tahun Ini Makin Percaya Diri

Pebulutangkis Aurum Oktavia Winata makin percaya diri usai menjuarai USM Indonesia International Series (UIIS) 2018, di Semarang, Jawa Tengah, kemarin. (PBSI)

Jakarta- Pebulutangkis tunggal putri masa depan Indonesia, Aurum Oktavia Winata, sabet titel juara di turnamen USM Indonesia International Series (UIIS) 2018, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/4). Di partai pamungkas, pebulutangkis Pelatnas PBSI itu menekuk wakil Thailand, Supanida Katethong, dua gim langsung, 21-19 dan 21-16, dalam waktu 32 menit. Berlabel unggulan lima sebenarnya membuat kans pebulutangkis Negeri Gajah Putih itu untuk memenangi laga sangat besar. Namun, Aurum membuktikan dirinya mulai diperhitungkan dan membuat kejutan di turnamen berhadiah 10.000 Dolar Amerika Serikat (AS) itu. “Alhamdulillah, campur aduk rasanya. Soalnya kan emang dia jauh lebih di unggulin dan pengalamannya dia lebih banyak,” ujar Arum, dikutip situs resmi PBSI, Senin (16/4). “Kemenangan saya tadi karena merubah mindset sama yakin sama diri sendiri,” lanjut pebulutangkis asal Sarwendah Badminton Club itu. Dara kelahiran 4 Oktober 1999 itu, kesuksesannya naik podium di UIIS 2018 tak lepas dari peran sang pelatih yang menginstruksikan dirinya untuk tak memberi kesempatan lawan menyerang. “Saya dikasih tahu oleh pelatih untuk mengantisipasi kebiasaan lawan. Strateginya, bagaimana caranya supaya dia tak mendapatkan posisi untuk menyerang,” papar Aurum. Selain Aurum, empat wakil Merah Putih lainnya juga sukses mengantongi gelar. Di tunggal putra, Shesar Hiren Rhustavito menumbangkan seniornya, Sony Dwi Kuncoro, 21-12, 22-20 (44 menit). Di ganda putra, duet Rian Swastedian/Amri Syahnawi berhasil meredam perlawanan unggulan lima Irfan Fadhilah/Markis Kido, 21-19, 21-18 (26 menit). Lalu, di ganda putri, Shela Devi Aulia/Pia Zebadiah Bernadet yang sukses memaksa wakil Malaysia Chiew Sien Lim/Sueh Jeou Tan pulang tanpa gelar usai kalah 21-17, 21-12 (33 menit). Langkah manis juga diukir duet Amri Syahnawi/Shela Devi Aulia. Pasangan unggulan lima itu menaklukkan kompatriotnya, Irfan Fadhilah/Pia Zebadiah Bernadet, 21-17, 21-16 (35 menit). (Adt)

Kualitas RockOlympics 2018 Meningkat, Berharap Bisa Gelar Open Championship

Gelaran kompetisi tahunan bagi semua anggota RockStar Gym bertajuk ‘RockOlympics 2018’ berlangsung di Lipo Mall Puri. (Adt/NYSN)

Jakarta- Gelaran kompetisi tahunan bagi semua anggota RockStar Gym bertajuk ‘RockOlympics 2018’ selesai dihelat pada Minggu (15/4). Kualitas event terbuka bagi semua siswa RockStar Gym untuk kelompok usia 2 tahun hingga 16 tahun itu menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dikatakan Hendra Lim, Head of Indonesia Gym, di RockStar Gym, Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, Minggu (15/4). “Event RockOlympics tahun ini jauh lebih heboh dibanding penyelenggaraan yang sama tahun-tahun sebelumnya. Terutama pada skill yang ditunjukkan semua peserta dimana peningkatannya jauh lebih baik di tahun ini,” ujar Hendra. Dari sisi penyelenggaraan, ia mengungkapkan, event tahun ketiga ini juga sudah jauh lebih baik tata kelolanya. Selain itu, Hendra melanjutkan, showmanship seluruh peserta mampu menarik perhatian, tidak hanya panitia penyelenggara namun juga penonton yang hadir. “Animo peserta selalu meningkat setiap tahun, sejak 2016. Dari tahun ke tahun itu luar biasa peningkatannya. Bahkan, urutan terakhir yang menjadi juara di event ini, mungkin tahun sebelumnya ada di urutan pertama. Ini mempertegas skill mereka terus berkembang ke arah yang jauh lebih baik,” tuturnya. Kedepan, Hendra berharap event ini bisa menjadi ‘batu ujian’ dimana nantinya tidak hanya diikuti peserta dari anggota RockStar Gym namun juga peserta dari luar. “Kedepan kami ingin menjadikan event ini sebagai milstone. Kalau bisa kami akan membuat kejuaraan yang open championship. Jadi bukan hanya peserta member dari RockStar Gym, melainkan peserta dari luar juga bisa turut berpartisipasi meramaikan persaingan di kompetisi ini,” bebernya. “Event ini kami gelar pastinya untuk memberikan kebahagiaan pada member. Dengan begitu mereka lebih termotivasi serta punya mindset kompetitif. Selebihnya bagi mereka adalah celebrate healthy lifestyle,” tukas Hendra. Senada, Windy Agustina, orang tua siswa Jeane He, yang berhasil meraih medali emas di kelompok Ballet Grade 2, menyatakan event RockOlympics 2018 punya dampak positif serta mampu memunculkan aura kompetisi diantara para peserta. “Saya tak menyangka anak saya bisa meraih juara dan mendapatkan medali emas. Padahal, sehari-harinya dia itu santai banget orangnya. Saya malah berpikir kesempatannya untuk bisa menjadi juara sangat kecil. Mungkin karena ini kompetisi jadi merasa terpacu untuk berbuat yang terbaik,” ucapnya. “Pada waktu tampil saya hanya bilang ke dia harus keep calm dan smile. Yang pasti saya puas dengan pencapaian yang diraih pada RockOlympics tahun ini. Semoga dia tambah rajin. Selama anaknya suka, sebagai orang tua saya hanya memberikan support terhadap aktifitas yang ditekuninya saat ini,” tambah Windy. Sementara, Adelaide Petrie Jumari, peserta yang merajai tiga nomor yakni Bars, P. Bars dan Voulting, menyebut dengan meraih prestasi di event RockOlympic ini bisa menjadi modal besar baginya untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. “Saya melihat pesertanya tahun ini lebih bagus. Kedepan, saya berharap bisa menjadi atlet nasional. Untuk bisa mewujudkan itu yang pasti saya harus lebih giat lagi dalam berlatih serta terus mempelajari teknik-teknik baru yang diberikan oleh pelatih,” tukas peserta RockStar Gym dari Mall of Indonesia (MOI) itu. (Adt)

Cristiano Ronaldo Ikut Audisi Umum Djarum di Balikpapan, Bersaing Rebut Super Tiket

Cristiano Ronaldo Eka Saputra berjuang meraih Super Tiket ke final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018, di Kudus, Jawa Tengah, September nanti. (PBDjarum)

Balikpapan- Cristiano Ronaldo berjuang meraih Super Tiket untuk bisa melangkah ke final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018, di Kudus, Jawa Tengah, September mendatang. Cristiano Ronaldo yang dimaksud bukanlah mega bintang kelahiran Hospital Dr. Nelio Mendonca, Funchal, Portugal, yang kini memperkuat klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Melainkan atlet bulutangkis asal Sleman, Yogyakarta, bernama lengkap Cristiano Ronaldo Eka Saputra, atau akrab disapa Eka. Berlaga di Gelanggang Olahraga (GOR) Hevindo, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Eka berhasil melaju di tahap turnamen. Pada babak kedua, ia sukses menyingkirkan M. Rafi An Nur dari Penajam Paser Utara dengan skor 21-7, 21-7, pada Minggu (15/5). “Saya senang bola dan ada pemain hebat bernama Cristiano Ronaldo, dan saya berharap dia menjadi pemain yang hebat juga,” ujar Sihono, sang ayah seperti dikutip situs resmi PB Djarum, Senin (16/4). Sejak usia lima tahun, anak tunggal pasangan Sihono dan Ismayani itu mulai bermain bulutangkis. Keinginan Eka menekuni olahraga ‘tepok bulu angsa’ itu mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Ini menjadi tahun ketiga bagi bocah sepuluh tahun ini mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. Langkahnya terhenti pada babak kedua di dua tahun sebelumnya. Ia mengikuti Audisi Umum di Purwokerto dan Solo (Jawa Tengah) pada 2017, dan gagal melalui tahap screening. Eka saat ini tergabung dengan klub bulutangkis Pancing Sembada, di Sleman. Klub ini melahirkan salah satu atlet nasional, Dionysius Hayom Rumbaka. “Ini tahun ketiga, saat 2016 di Purwokerto sampai babak delapan perempat final, tinggal satu pertandingan itu harusnya lolos. Lalu kami coba di Kudus dan gagal di babak 16 besar. Bahkan di tahun 2017, malah dia gagal lolos screening terus, tahun lalu ikut di Solo dan Purwokerto malah tidak lolos screening,” ungkap Sihono. Gagal tak lantas membuat sang ayah patah semangat, ia terus mendorong buah hatinya itu menguji skill yang dimiliki di arena Audisi Umum. “Kecewa ada. Tapi ini kesempatan terakhir dia bisa ikut Audisi Umum. Semoga legend bisa mengenali potensi dia. Beberapa kali dia juara di turnamen baik ganda maupun tunggal,” paparnya. Kota Balikpapan akhirnya dipilih menjadi pertama Audisi Umum bagi putra tunggalnya itu. “Kenapa di Balikpapan? Karena saya bisa antar dia ke sini. Dan, mungkin kesempatannya lebih besar. Kalau saya nggak bisa antar, pasti nggak ikut Audisi Umum. Kebetulan untuk Balikpapan ini saya bisa dapat cuti,” tambah Sihono. Eka, yang mengidolakan pebulutangkis Pelatnas Jonatan Christie itu mengatakan siap jika harus tinggal jauh dari kedua orang tuanya. Hal itu dilakukan guna mewujudkan mimpinya menjadi pebulutangkis berprestasi ditingkat nasional maupun internasional. Namun, untuk mendapatkan Super Tiket yang akan membawanya ke final Audisi Umum di Kudus, Jawa Tengah, September nanti, ia harus meraih dua kemenangan pada pertandingan yang berlangsung pada Senin (16/4). (Adt)

Ronald/Anissa Telan Pil Pahit, Duet Tiongkok Jadi Kampiun China Master 2018

Ganda campuran Ronald Alexander/Anissa Saufika, takluk dalam laga rubber game di partai final China Master 2018, oleh pasangan non unggulan, Guo Xinwa/Liu Xuanxuan. (kompas.com)

Jakarta- Harapan untuk membawa pulang gelar juara ke Tanah Air dari negeri Tiongkok pupus. Satu-satunya wakil Merah Putih di partai puncak China Master 2018, Minggu (15/4), pasangan ganda campuran Ronald Alexander/Annisa Saufika, harus menelan pil pahit. Berlabel status unggulan satu, justru gagal mengadang duet tuan rumah non unggulan, Guo Xinwa/Liu Xuanxuan. Dobel Tiongkok itu menang dalam drama tiga gim dengan skor 21-17, 7-21, dan 21-19. Memainkan partai berdurasi 55 menit, pada gim pertama, Ronald/Anissa akhirnya tumbang. Berulang kali tekanan dilakukan, namun pertahanan dobel Tiongkok tak mudah ditembus. Meski angka kedua pasangan juga tidak berjarak jauh, namun wakil tuan rumah sukses menutup gim pertama dengan skor 21-17. Memainkan gim kedua, Ronald/Anissa membentang asa. Mereka terus memimpin perolehan angka atas pasangan Negeri Tirai Bambu itu. Hingga akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 21-7, sekaligus memperpanjang nafas guna memainkan gim penentu. Pertarungan ketat tersaji di gim ketiga. Kedua pasangan berusaha mematahkan serangan lawan. Bahkan, angka kedua pasangan juga tak berselisih jauh. Namun, Ronald/Anissa harus mengubur impian jadi kampiun di ajang China Master 2/18. Usai melakoni pertarungan melelahkan, dobel Guo/Liu memastikan juara dan mengunci gim ketiga dengan skor ketat 21-19. Hasil ini membuat wakil Merah Putih itu harus puas menjadi runner-up. Berdasarkan catatan, partai puncak ini jadi pertemuan pertama bagi kedua pasangan. Dengan kemenangan itu, Guo/Liu memimpin rekor pertemuan menjadi 1-0 atas pasangan Ronald/Anissa. (Adt)

Jadi Tuan Rumah Festival Akuatik Indonesia 2018, Jatim Turunkan Kekuatan Penuh

Ki-ka : Herlambang Wijaya (Waketum Pengprov PRSI Jatim) , Robert Francis Gumulya (Ketua panpel FAI 2018), Ali Patiwiri (Sekjen PRSI ), Anang (PRSI Jatim), Suroyo ( Technical Delegate). (istimewa)

Surabaya- Jawa Timur bakal turun dengan kekuatan penuh, dalam ajang Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2018 yang di helat di Surabaya dan Sidoarjo, mulai Senin (16/4). Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jatim optimis, pasukannya dapat meraih hasil maksimal di FAI yang bergulir hingga 22 April. “Sebagai tuan rumah, kami harus memberikan yang terbaik, dari segi penyelenggaraan serta prestasi,” tutur Wakil Ketua Pengprov PRSI Jawa Timur, Herlambang Wijaya, pada minggu (15/4). Perenang pelatnas Jawa Timur diantaranya Ressa Kania Dewi, Patricia Yosita, Adinda Larasati Dewi dan Nurul Fajar Fitriani. Lalu dibagian putra terdapat Indra Gunawan dan Glen Victor Sutanto. FAI 2018 akan diikuti total 701 atlet dari 30 Provinsi. FAI ke-2 ini akan memperlombakan empat cabang olahraga (cabor) disiplin akuatik. Keempat cabor itu masing-masing renang 16-19 April di Kolam Renang Koni Jatim Surabaya dan renang artistik 16-18 April di Kolam Renang Sendang Delta Sidoarjo. Cabor loncat indah mulai 18-21 April di Kolam Renang Graha Resident Surabaya, dan polo air 19-22 April yang akan tampil di Kolam Renang Sendang Delta Sidoarjo. FAI 2018 juga menjadi momen uji coba dalam negeri para atlet nasional, yang akan bertanding di Asian Games 2018. Event kejurnas renang ini juga bagian program promosi dan degradasi skuad Pelatnas jelang Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang pada Agustus mendatang. Meski tak masuk list cabor peraih medali, renang berencana mengirim atlet utamanya, beruji coba di Amerika Serikat. Di FAI 2018, cabor polo air diikuti atlet berusia 20 tahun ke bawah. Untuk polo putra akan diikuti enam daerah yakni DIY, Sumsel, DKI Jakarta, Jatim, Jabar dan Sumut. Untuk polo air putri, diikuti lima daerah yakni DIY, Sumsel, DKI, Jatim dan Jabar. Dan atlet pelatnas Asian Games yang berusia di bawah 20 tahun, bisa membela daerahnya masing-masing. Khusus cabor renang indah, laga akan diikuti 28 atlet dari empat daerah yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan yogyakarta. (Adt)

Pertajam Skill di Kejuaraan Dunia, Timnas Panjat Tebing Bidik Pecahkan Rekor

Timnas Panjat Tebing Indonesia akan segera melakukan training camp (TC) di dua negara yakni Rusia dan China. (viva.co.id)

Jakarta- Guna mematangkan persiapan menuju Asian Games 2018, Timnas Panjat Tebing Indonesi akan mengikuti serangkaian kejuaraan dunia. Agenda ini merupakan program Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dalam sesi latihan luar negeri, atau training camp (TC) di dua negara yakni Rusia dan China. Mereka bertolak ke Rusia pada 27 April. Caly Setiawan, Pelatih Kepala Timnas Panjat Tebing Indonesia, menyebut pemusatan latihan di Rusia dan China dikhususkan untuk tim speed. Sedangkan untuk tim combined, terang Caly, akan melakukan sesi latihan ditempat berbeda. “Para atlet speed akan menjajal kemampuannya dalam World Cup di Moskow, Rusia, pada 19-23 April. Setelah itu, mereka melakoni training camp di Tyumen, Rusia, pada 24 April hingga 2 Mei 2018,” ujar Caly, Minggu (15/4). Ia melanjutkan, setelah dari Tyumen, skuat panjat tebing bertolak ke China untuk mengikuti World Cup di Chongqing, 5-6 Mei 2018. “Lalu, mereka akan mengikuti World Cup di Tai’an, pada 12-13 Mei 2018. Targetnya pecah rekor atau medali emas,” tegasnya. Usai kembali dari Rusia dan China, tambah Caly, atlet pelatnas ini kembali menjalani pelatnas di Yogyakarta hingga Juli. “Rencananya seperti itu. Kami lihat, apakah awal Agustus bisa langsung ke Palembang, atau bisa menjajal venue beberapa hari terus kembali ke Yogyakarta. Kita Lihat nanti,” cetusnya. Sementara, untuk tim combined, pelatnas tetap dilakukan di Yogyakarta hingga April. Mereka bakal menggelar TC bersama tim Kamboja. “Mereka juga diproyeksikan ke Manila (Philipina), untuk ikut kompetisi, tapi nanti masih pertengahan Mei,” tukasnya. Triyanto Budi, Pelatih Tim Combined Timnas Panjat Tebing Indonesia, mengungkapkan, para atlet akan bersaing dalam Kejuaraan Zero Gravity Bouldering Competition 2018, pada 19-20 Mei, di Manila. “Kami targetnya mereka bisa masuk final,” tutup Triyanto. (Adt)

Gelar TC di Malaysia, Timnas Hoki AG 2018 Asah Peforma Fisik dan Pengalaman Tanding

Timnas hoki putri Indonesia saat menjalani latih tanding di Lapangan Hoki, Senayan, Jakarta. (Adt/NYSN)

Jakarta- Skuat Timnas hoki yang akan tampil di Asian Games 2018, Agustus-September, bakal menggelar Training Center (TC) di Malaysia. Hal itu dilakukan guna mengasah pengalaman bertanding dengan mengikuti beberapa turnamen penting yang digelar di Negeri Jiran itu. “Kami akan Training Camp (TC) di Malaysia, selama sebulan. Dimulai akhir April hingga akhir Mei,” kata Yus Adi Kamarullah, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Federasi Hoki Indonesia (FHI), saat dihubungi, Sabtu (14/4). Dikatakan pria yang menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) itu, bahwa Malaysia punya kualitas turnamen hoki yang sangat baik, diantaranya Turnamen Hoki Sultan Azlan Shah Cup, dan Kejohanan Jemputan Pra Sukma. “Pengalaman bertanding sangat diperlukan bagi atlet. Hal itu guna membiasakan mereka untuk mengetahui perkembangan hoki modern di Indonesia,” tutur Yus Adi. Meski harus berjibaku dengan peserta dari negara-negara kuat di Asia, seperti Malaysia, Pakistan, Korea Selatan, India, Jepang dan China, namun ia optimis tim Hoki Indonesia mampu mencetak hasil terbaik di Asian Games edisi ke-18, yang pelaksanaannya hanya menyisakan waktu sekitar empat bulan itu. “Kami sangat optimis cabang hoki bisa mempersembahkan hasil yang terbaik. Yang penting bagi kami adalah berjuang dahulu semaksimal mungkin,” paparnya. Sebelumnya, pada awal Maret 2018, tim hoki putri Indonesia sempat diikut sertakan pada Kejuaraan Hoki Kejohanan Jemputan Pra Sukma di Ipoh, Malaysia. Para Srikandi Indonesia inipun sukses merengkuh gelar juara. “Tim yang akan turun di ajang Asian Games ini terus mengasah kemampuan termasuk peforma fisik. Karena salah satunya dibutuhkan daya tahan tubuh yang kuat, bersaing dengan negara peserta lainnya,” tutup mantan Kepala Pusat Keuangan (Kapusku) TNI itu. (Adt)

Status Venue Beberapa Cabor Tak Jelas, INAPGOC Tunggu Jawaban Pemerintah

Raja Sapta Oktohari (Ketua Umum INAPGOC 2018) akan membawa kendala soal kesiapan venue Asian Para Games 2018 ke otoritas yang lebih tinggi. (Pras/NYSN)

Jakarta- Tersisa 175 hari persiapan, Panitia Pelaksana Asian Para Games 2018 (INAPGOC) dihadapkan kendala soal kesiapan venue beberapa cabang olahraga penyandang disabilitas seperti menembak, atletik, dan balap sepeda. Masalah venue ini memang menjadi salah satu catatan pada Seminar Chef de Mission (CdM), sebelum berlangsungnya 5th Coordination Commission Meeting (Corcom), di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, pekan ini. Untuk venue menembak, INAPGOC mengaku berkomunikasi dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera). Sebelumnya, Kemenpupera menyarankan untuk menggunakan venue menembak di Kawasan Jakabaring Sport Center, Palembang, Sumatera Selatan. Namun, INAPGOC beralasan dengan memindahkan venue membuat biaya yang dikeluarkan akan membengkak. Selain itu, terbentur Intruksi Presiden (Inpres) yang menyatakan penyelenggaraan Asian Para Games (APG) 2018 tidak ada yang digelar di luar Jakarta. Bahkan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemeko PMK) yang seharusnya memastikan teknis koordinasi antar kelembagaan tetap mengatakan jika hasil Rapat Koordinator tingkat Menteri pada 6 April 2018, memutuskan venue menembak yang akan digunakan dalam APG 2018 bukan di Senayan. Melainkan menggunakan fasilitas menembak milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kemenpupera mengaku tidak bisa merenovasi Lapangan Tembak Senayan, dengan alasan mepetnya waktu renovasi. “Soal pengambilan keputusan, akan kembali pada pemegang keputusan tertinggi. Jadi pada saat rapat koordinasi (Rakor) level Menteri berikutnya, semua hal seperti soal venue, dan lain-lain sudah diselesaikan,” ujar Nyoman Shuida, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan PMK disela-sela Corcom. Soal venue atletik, INAPGOC masih belum menentukan lokasi pertandingan karena terkendala oleh pemilihan beberapa arena pertandingan, meski telah berkoordinasi dengan para Ketua Kontingen (Chef de Mission/CdM) masing-masing negara peserta. “Untuk venue atletik, kami sebenarnya menyediakan dua venue. Bisa di main stadium (Stadion Utama) Gelora Bung Karno (GBK) atau di Stadion Madya. Namun, hasil seminar CdM, mereka meminta tidak ada pemisahan perlombaan, sehingga seluruh pertandingan digelar di main stadium GBK,” terang Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum INAPGOC. Sementara, untuk venue balap sepeda khususnya nomor balapan jalan raya, INAPGOC melirik Sirkuit Sentul di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun, lagi-lagi terbentur Inpres. Jika gagal digelar di Sirkuit Sentul, maka opsi yang dipilih adalah meniadakan nomor balapan itu. Sebab, tidak ada venue lain yang lebih representatif. “Andai sulit mencari venuenya, nomor road race sepertinya akan didrop (dihilangkan), karena tak ada tempatnya. Nanti, balap sepeda mungkin hanya akan tanding nomor trek, di velodrome,” jelas pria yang akrab disapa Okto itu. Terkait kendala yang dihadapi, serta waktu yang semakin dekat pada pelaksanaan APG 2018, Okto mengatakan akan membawa persoalan ini ke otoritas yang lebih tinggi. “Kami menyampaikan wacana ini saat Corcom untuk meminta pendapat perwakilan Dewan Paralimpik Asia (APC) dan juga menyampaikannya pada Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla, agar keputusannya bisa lebih intensif. Karena waktunya sudah sangat mepet,” tegas putra dari Oesman Sapta Odang itu. (Adt)

Susul Jejak Tim Putri, Akhirnya Skuad Putra UNY Lolos Semifinal

Skuad putra Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akhirnya lolos semifinal, usai mencukur Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) 5-0. (LIMA)

Yogyakarta- Tim putra Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memastikan satu tiket ke semifinal, usai mencukur Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dengan skor sempurna, 5-0. Di babak penyisihan terakhir Pul A LIMA Badminton: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) – Yogyakarta Subconference 2018, Jumat (13/4), UNY memuncaki klasemen tanpa ternoda satu kekalahan pun. Satu poin pertama UNY didapat lewat permainan tunggal pertamanya, Andri Wijaya, saat berhadapan dengan Patrick Arsy Pratama, dari UAJY. Andri mampu menahan perlawanan Patrick di partai pertama, dengan kemenangan di dua gim langsung, 21-15 dan 21-15. Partai kedua berlangsung lebih mudah untuk UNY. Vickry Ibnu/Yohanes Angga, ganda pertama yang diturunkan UNY, berhasil memecah pertahanan ganda pertama UAJY, Andika Dwi Pradana/Surya Handri Atanto, dengan skor 21-8 dan 21-8. Poin kedua pun didapat UNY dari partai kedua ini. Alang Panji/Raden Wisnu/Galang Decky, tripel UNY, harus bertahan dalam tiga gim di partai ketiga ini. Perlawanan yang dilakukan UAJY sempat menyulitkan tripel UNY. Namun, akhirnya, usai laga sengit melawan Hosang Maxstien/Robertus Aditya/Patrick Arsy, trio UNY berhasil bertahan dan menambah satu poin lagi dengan skor akhir 21-13, 17-21 dan 11-9. Perolehan poin UNY bertambah lagi di partai keempat. Tunggal kedua UNY, Vickry Ibnu Ananda, berhasil menahan perlawanan Marcellino Giovano. Berakhir dengan skor 21-14 dan 21-16, UNY mengubah kedudukan menjadi 4-0. UNY menyempurnakan poinnya lewat Galang Decky/Raden Wisnu di partai kelima. Galang Decky/Raden Wisnu langsung mengalahkan Hosang Maxstien/Robertus Aditya dalam dua gim sekaligus dengan skor 21-17 dan 21-18. Hasil ini membawa UNY kembali sapu bersih pertandingan dengan poin 5-0. Seperti tim putrinya, tim putra UNY juga menorehkan catatan tak terkalahkan. Dengan bekal tiga kemenangan tak terkalahkan, UNY menempati puncak klasemen akhir Pul A. Hasil ini juga membawa UNY melaju ke babak semifinal yang akan digelar pada Sabtu (14/4) di Grha Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta. (Adt)

Tersisa Satu Laga, Putri UNY Jejakkan Satu Kaki ke Fase Nationals

Tundukkan Putri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan skor meyakinkan 3-0 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bepeluang lolos Fase Nationals. (LIMA)

Yogyakarta- Pertandingan hari ketiga LIMA Badminton: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) – Yogyakarta Subconference 2018, Jumat (13/4) menyajikan srikandi jawara musim lalu. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), bentrok kontra Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Lapangan 2 Grha Institut Pertanian Stiper (Instiper) jadi saksi ketangguhan UNY, yang mengalahkan UAD dengan skor 3-0. Partai pertama dimenangi langsung dalam straight game oleh Frida Astaputri/Wulan Mulia/Monica Intan 21-7 dan 21-10 atas Ria Bakti/Vetty Nirmalasari/Utari Esi Faatihah. Tripel ini dengan mudah memecah perolehan poin UNY menjadi 1-0. Kedudukan berubah menjadi 2-0 lewat permainan tunggal UNY, Sarah Fatmawati, melawan Eksa Malvin, dari UAD. Sarah menekuk Eksa di partai kedua dengan skor 21-10 dan 21-5. UAD masih belum mampu keluar dari tekanan UNY. Ganda UAD, Utari Esi Faatihah/Vetty Nirmalasari, kembali harus kalah dari pasangan ganda putri pemuncak klasemen, Frida Astaputri/Sania Agusta. UNY memenangi partai terkhir dengan skor 21-6 dan 21-11. UNY kembali menyapu bersih laganya. Hingga hari ketiga ini, UNY belum pernah kecolongan satu poin pun. UNY masih perkasa di puncak klasemen dengan catatan tanpa kekalahan. Tersisa satu laga lagi untuk UNY menyempurnakan poinnya. Selanjutnya, Minggu (15/4), UNY akan berhadapan dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). “Alhamdulillah kami bisa menang lagi di hari ketiga. Semoga di hari terakhir kami bisa menang lagi. Kami melihat peluang kami masih aman, karena pemain unggulan UGM tak turun di kategori beregu ini,” Ivan Agus Kurniawan, manajer tim UNY, Jumat (13/4). Sementara itu, di lapangan 2 Grha Instiper, tergelar laga antara putri UGM melawan tim debutan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Tiga musim mengikuti LIMA Badminton, UGM menunjukkan permainannya yang lebih dominan. Skor 2-1 didapan UGM dari pertandingan hari ini. Poin pertama UGM didapat dari nomor tripel, Ni Made Dwi/Yulistiy Alini/Wafa Rizki. Trio UGM ini menekuk Dina Adhi/Vina Anggraini/Maheva Azhar dengan usai babak rubber game dengan skor akhir 21-9, 17-21 da 11-3. Di partai kedua, UGM mendapat poin tanpa perlawanan. UMY melakukan walk over (WO) di nomor tunggal. Kedudukan menjadi 2-0 untuk UGM. Di partai ketiga, UMY berhasil menciptakan satu poin. Maheva Azhar/Vina Anggrainy berhasil memecah kebuntuan UMY saat menghadapi Ni Made/Wafa Rizki dengan skor 21-18 dan 21-18. Ini menjadi kemenangan pertama bagi UGM. Di pertandingan pertamanya, UGM kalah dari Universitas Islam Indonesia (UII) dengan skor 1-2. Sementara itu, UMY masih belum bisa memecah kebuntuannya. Dari tiga laga yang telah dijalaninya, belum satu pun poin tercipta untuk UMY. Besok, Sabtu (14/4), UMY akan bertanding di laga terakhirnya melawan UII. Akankah tim debutan ini memperoleh poinnya besok? (Adt)

Pembuktian Jakarta Ramah Bagi Penyandang Disabilitas, Test Event APG 2018 Digelar Juni

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan panpel APG 2018 (INAPGOC), siap gelar Test Even pada Juni, usai event Coordination Commision Meeting ke-5. (Pras/NYSN)

Jakarta- Enam bulang jelang pelaksanaan Asian Para Games (APG) 2018, semua pihak terus bersinergi guna mensukseskan gelaran event olahraga terbesar di Asia bagi para penyandang disabilitas. Sandiaga Salahuddin Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah siap menyambut gelaran APG 2018. Ia berjanji pihaknya akan membantu semaksimal mungkin serta memenuhi segala kebutuhan yang diminta panitia penyelenggara APG 2018 (INAPGOC). “Jakarta sudah siap menyambut pelaksanaan APG 2018. Kami akan memenuhi semua kebutuhan terkait suksesnya event besar bagi penyandang disabilitas. Termasuk kebutuhan venue yang segera selesai semua,” ujar Sandiaga di acara Coordination Commision Meeting ke-5, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Jumat (13/4). Ditegaskan pria berusia 48 tahun itu, pelaksanaan APG 2018 bukan hanya tanggung jawab pemerintah melainkan semua pihak. Untuk itu, lanjut Sandiago, event ini sekaligus membuktikan bila Jakarta sangat ramah bagi para penyandang disabilitas. “Fokus kami adalah bagaimana Jakarta ramah terhadap teman-teman penyandang disabilitas, sekaligus membentuk awareness yang tinggi. Sehingga mereka mendapat tempat yang baik,” tambah ayah tiga anak itu. Tak hanya Asian Games 2018, Agustus-September mendatang, ia menjamin gelaran APG 2018 akan tetap meriah dengan kehadiran penonton. “Kalau sudah ada alokasi tiket, nanti kami tugaskan Dinas Pendidikan maupun unit lain untuk membantu mengerahkan suporter. Dijamin tidak akan kosong penonton,” jelasnya. Namun, pada APG 2018, Sandiaga menyatakan pihaknya tak akan meliburkan anak sekolah. Hal itu, terang suami dari Nur Asia, karena jumlah atlet serta pertandingan lebih sedikit. “Kami putuskan dari Coordination Commission Meeting ini rekomendasinya tidak libur (sekolah). Mungkin hanya alokasi tiket di sekitar venue untuk menurunkan kepadatan,” cetus anak pasangan Razif Halik Uno dan Mien Rachman Uno itu. Senada, Raja Sapta Oktohari, Ketua Panitia Pelaksana APG 2018 (INAPGOC), menyebut pihaknya membutuhkan banyak dukungan guna mensukseskan penyelenggaraan APG 2018. “Kami sadar tak mudah untuk menggelar ajang yang melibatkan 43 negara,” tutur Okto. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) itu, berharap Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan maksimal agar pihaknya mendapatkan hasil memuaskan. “Kami minta dukungan penuh Pemprov. Kami masih punya tiga tugas utama yakni finalisasi dari sport, atlet village dan transportasi. Segera kami simulasikan hal tersebut. Semoga, kami siap menggelar test event pada 27 Juni hingga 3 Juli 2018,” tukas putra dari Oesman Sapta Odang itu. (Adt)

Laga Krusial Babak Play Off Cirebon, Tenaga Baru Pontianak Bidik Posisi Tiga

Tim Tenaga Baru Pontianak (Kuning) asal Kalimantan Barat membidik posisi tiga babak Play Off Srikandi Cup 2017-2018. (Pras/NYSN)

Cirebon- Kurang dari sepekan, babak Play Off Srikandi Cup 2017-2018, bakal bergulir di GMC Arena, Kota Cirebon, Jawa Barat. Tim Tenaga Baru Pontianak membidik posisi tiga pada ajang kompetisi basket profesional putri di Tanah Air itu. Irma Amelya, Pelatih Tenaga Baru Pontianak, mengatakan dirinya akan fokus memperbaiki kekurangan yang ada di tim-nya. Namun, ia tetap waspada terhadap siapapun lawan yang bakal dihadapinya nanti. Dibabak eliminasi awal, tim basket putri asal Kalimantan Barat (Kalbar) itu akan berduel kontra tim asal Ibukota, Tanago Friesiean. “Seri Cirebon adalah babak hidup mati. Jadi defense kami secara tim harus lebih bagus. Dan pemain senior harus konsisten seperti pada seri ketiga lalu,” ujar Irma, Jumat (13/4). “Kami ingin meraih peringkat ketiga. Tapi, jika ada kesempatan lebih pasti akan kami ambil. Dan kami harus bisa mengalahkan Tanago terlebih dahulu dibabak eliminasi awal,” sambung pelatih yang pernah menukangi Tim Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 2007-2011 itu. Diketahui, pada musim ini, anak didik Irma tersebut tampil menjadi kekuatan baru. Terlebih, masuknya komposisi pemain anyar seperti Delaya Maria, Priscilla Annabel Karen, Anjelin Rosmika Simanjuntak, dan Sarce Nenci Buaim, membuat permainan tim kebanggaan Kota Pontianak itu makin solid. Hasilnya, bila pada Srikandi Cup Seri Satu (Makassar) Priscilla dkk harus puas bertengger diposisi empat, maka di dua seri berikutnya, yakni Surabaya (Seri Dua) dan Jakarta (Seri Tiga), Tenaga Baru Pontianak mampu bercokol diperingkat ketiga. Priscilla mengungkapkan bila keberhasilan yang diraih tim-nya pada seri-seri sebelumnya tak lepas dari peran sang pelatih yang memiliki sifat keras, tegas dan disiplin. “Intinya ia (Irma) ingin kami mengerti apa maunya. Dan, jalani gameplan yang dia mau. Selama ini, hasil kerja keras Tenaga Baru di tiga seri sebelumnya selalu lolos semifinal,“ tutur Priscilla, salah satu pemain muda andalan Tenaga Baru Pontianak itu. Babak Play Off yang berlangsung pada 18-21 April mendatang merupakan seri terakhir dari rangkaian Srikandi Cup musim ini. Babak ini mempertemukan 8 tim peserta Srikandi Cup dalam format knock-out untuk mencari juara Srikandi Cup musim 2017-2018. (Adt)

Ikuti 8 Cabor di Asean Schools Games X Malaysia 2018, Jawa Tengah Jadi Host Berikutnya

Malaysia menjadi tuan rumah Asean School Games ke -10 yang rencananya akan berlangsung di Selangor 19-27 Juli 2018. (net)

Selangor- Kontingen Pelajar Indonesia dipastikan mengikuti delapan cabang di Asean Schools Games (ASG) X yang digelar di Shah Alam, Selangor, Malaysia pada 19-27 Juli 2018. Kepala Bidang Pemanduan dan Pengembangan Bakat Kemenpora, Muhammad Aziz Ariyanto memastikan, ada delapan cabang olahraga yang diikuti kontingen merah putih yakni, atletik, badminton, bola basket, senam, sepak takraw, renang, squash dan bola voli. “ASG tahun ini digelar di Selangor, Malaysia. Namun, kontingen pelajar Indonesia tidak turun di cabang netball dan tenis meja,” jelas Aziz pada pertemuan CDM (Chef de Mission) Asean Schools Games ke 10 Malaysia 2018 di Hotel Blue Wave, Shah Alam Selangor, Malaysia, Kamis (12/4) pagi. Pada pertemuan CDM ASG X Malaysia 2018 yang diikuti 10 negara anggota yang tergabung dalam Asean Schools Sports Council (ASSC), sejak selasa (12/4), membahas berbagai hal. Diantaranya terkait jadwal dan venue laga, general rule and regulation, termasuk cabang dan nomor yang dipertandingan ASG X 2018. Dijelaskan Aziz, tujuan pertemuan CDM ASG X Malaysia 2018 ini juga sebagai ajang mempererat ikatan persahabatan, pengalaman dalam hal pendidikan dan kebudayaan. “Momen ini juga meningkatkan kemampuan skill dalam pembinaan prestasi dikalangan pelajar se Asia Tenggara,” tambahnya. Selain Aziz, delegasi Indonesia yang hadir dalam pertemuan CDM ASG X Malaysia 2018 adalah Putra Darmawan, Bambang Siswanto dan A. Wiratama Hulu. Selain itu, ada perwakilan dari Dinas Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Koncoro Dwi Wibowo. “Kami ajak perwakilan Disporapar Jateng, kerana event ASG XI 2019, akan berlangsung di Indonesia. Dan Jawa Tengah menjadi tuan rumah penyelenggaraannya,” pungkasnya. “ASEAN School Games” (ASG) atau yang disebut juga Youth SEA Games adalah pesta olah raga pelajar ASEAN untuk sekolah dan peguruan tinggi, yang berada di kawasan Asia Tenggara dan dibawah kewenangan Dewan Olahraga Sekolah ASEAN (ASSC). ASEAN School Games pertama kali berlangsung di Suphanburi, Thailand pada 2009. Pada ajang tahunan ini, prestasi Indonesia tergolong tidak istimewa. Tim pelajar Merah Putih, baru sekali merasakan gelar juara umum, pada 2015 silam, saat tampil di Brunei Darussalam. (Adt)

Kerja Keras Hari Kedua, Tim Putra UGM Gulung UIN Suka 4-1

Skor akhir 4-1 diraih Universitas Gadjah Mada (UGM), pasca menungukkan UIN Sunan Kalijaga (UIN Suka), dalam laga hari kedua. (LIMA)

Yogyakarta- LIMA Badminton: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta (CJYC) – Yogyakarta Subconference 2018 memasuki hari kedua. Bertanding di lapangan 2 Grha Instiper Yogyakarta Kamis (12/4), tim putra Universitas Gadjah Mada (UGM) bertemu Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) dalam lanjutan di Pul B. UGM mengincar kemenangan kedua, setelah berhasil menaklukkan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan skor 3-2, pada pertandingan hari pertama, Rabu (11/4) Partai pertama mempertemukan tunggal putra UGM, Aufa Naufal H., dengan wakil dari UIN Suka, Wasis Fajar Auladi. Wasis Fajar berhasil merebut partai pertama ini. Ia menang dengan dua gim langsung, 21-19 dan 21-14. UIN Suka sementara memimpin 1-0 atas UGM. UGM menurunkan ganda putra Dodi Fitriadi/Reri H K di partai kedua. UIN Suka menurunkan pasangan Adhlin Nazir/Fitrian Fahmi. UGM berhasil menyamakan kedudukan 1-1 setelah pasangan Dodi/Reri menang mudah atas Adhlin/Fitrian dua gim langsung, 21-8 dan 21-6, dalam pertarungan yang berlangsung selama 19 menit. Tripel UGM, Aditya/Panji/Bayu, berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 atas UIN Suka. Aditya/Panji/Bayu mengalahkan tripel dari UIN Suka, Fahrizal/Wahyudi/Laili dua gim langsung dengan skor 21-9, 21-12. Niko Windy Dwi F turut menyumbangkan poin untuk UGM. Bertemu dengan tunggal putra UIN Suka, M.Rezalino Saleh, Niko Windy mengikuti jejak rekannya yang menyudahi laga juga dengan straight game, 21-13 dan 21-15. UGM unggul 3-1 atas UIN Suka. Bayu Hadi S/Panji Surya P. memperbesar kemenangan UGM menjadi 4-1. Di pertandingan pamungkas, mereka menekuk ganda putra kedua UIN Suka, Didik Danar K./Fahrizal. Bayu/Panji menang 21-11 dan 21-15. Skor akhir 4-1 untuk keunggulan Universitas Gadjah Mada (UGM). Setelah ini, UGM ditunggu tim tuan rumah, Institut Pertanian Stiper (Instiper) dalam pertandingan yang berlangsung di sesi keempat, pada Kamis (12/4). (Adt)

Juara Bertahan Tampil Sempurna, Putri UNY Masih Sulit Diatasi

Putri Universitas Islam Indonesia (UII) harus takluk dengan skor 3-0 dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang menyapu bersih semua nomor. (LIMA)

Yogyakarta- Pertandingan tim putri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kontra Universitas Islam Indonesia (UII) di lapangan 1 Grha Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta membuka hari kedua LIMA Badminton: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) – Yogyakarta Subconference 2018, Kamis (12/4). UNY yang menjadi Jawara musim lalu ini kembali menorehkan poin sempurna. UNY menekuk UII 3-0 di laga ini. Partai pertama langsung dikuasai tripel UNY, Frida Astaputri/Wulan Mulia Utami/Monica Intan Tuti. Trio UNY ini menekuk tripel UII, Desi Lestari, Meidy Hardianty/Dina Widiantari dalam straight game, 21-9 dan 21-9. UNY memecah kebuntuan dan mengubah kedudukan menjadi 1-0. Di partai kedua, Sarah Fatmawati, tunggal UNY tak memberi kesempatan lawannya, Rizky Astrifita, untuk unggul. Sarah Fatmawati menekuk Rizky Astrifita dengan skor telak, 21-7 dan 21-4. Kedudukan menjadi 2-0 untuk UNY. Pada partai terakhir, UNY kembali mendapat tambahan poin. Poin penuh UNY, 3-0 atas UII, didapat dari pasangan ganda putri Frida Astaputri/Sania Agusta. Duet Frida Astaputri/Sania Agusta menyulitkan Desi Lestari/Dina Widiantari. Partai ketiga pun berakhir dengan skor 21-5 dan 21-10 untuk UNY. Selain di lapangan 1, laga penting tergelar di lapangan 2 Grha Instiper. Pertarungan antara tim putri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi penutup sesi pertama. UAD, yang memegang gelar peringkat ketiga musim lalu, memenangi laga melawan tim debutan ini engan skor sempurna 3-0. Meski ini merupakan debut pertama UMY, UAD sempat disulitkan oleh serangan-serangan lawannya. Partai pertama dimenangi UAD dengan mudah. Lewat tripelnya, Ria Bakti Yuanasari/Vetty Nirmalasari/Utari Esi, UAD mengalahkan trio UMY, Nurseruyani Pratiwi/Vina Anggrainy/Selly Yunita, dengan skor 21-14 dan 21-14. UMY mulai menyulitkan UAD di partai kedua, nomor tunggal. Maheva Azhar, tunggal UMY, berhasil mencuri satu poin di gim pertama. Tak rela direbut kembali, Eksa Malvin, tunggal UAD mencetak poin di gim kedua dan ketiga. Akhirnya, UAD memenangi partai kedua ini dengan skor akhir 10-21, 21-19 dan 11-6. Di partai terakhir UAD kembali ciptakan poin. Utari Esi/Vetty Nirmalasari memenangi laga melawan Selly Yunita/Vina Anggrainy dengan skor 24-22 dan 21-12. Laga di lapangan 2 ini pun berakhir dengan kedudukan akhir 3-0 untuk UAD. Di klasemen Pul X, UNY masih menjadi pemuncak klasemen dengan dua kali kemenangan. UII mengantungi satu poin, dan menduduki posisi kedua klasemen. Sementara itu, UAD masih di peringkat ketiga klasemen, dan UMY di peringkat kelima klasemen hari kedua. (Adt)

Laga Alot Dilalui Putra UAD, Sanggup Taklukan Peringkat Ketiga Musim Lalu

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil melakukan comeback dan akhirnya menyudahi perlawanan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).(LIMA)

Yogyakarta- Peringkat ketiga musim lalu, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), harus mengakui keunggulan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam lanjutan LIMA Badminton: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) – Yogyakarta Subconference 2018. UAJY kalah 2-3 atas UAD. UAD berhasil melakukan comeback gemilang setelah sempat tertinggal 0-2 terlebih dahulu. Bermain di Grha Institut Pertanian Stiper (Instiper), Rabu (11/4), UAD tertinggal 0-1 terlebih dahulu. Tunggal putra pertama mereka, Lalu Dwi Kumiadi, kalah dari wakil dari UAJY, Robertus Aditya Nugroho. Lalu Dwi dipaksa menyerah dua gim langsung, 18-21 dan 18-21. UAJY lalu memperlebar jarak keunggulan mereka menjadi 2-0 atas UAD. Ganda putra mereka, Hosang Maxtien/Patrick Arsy mengikuti jejak rekan sebelumnya, Robertus, dengan mengalahkan pasangan Ragat Subagia/Tomi Irawan. Kemenangan dua gim langsung, 21-14 dan 21-15, didapat dalam tempo 25 menit. UAD baru bisa bangkit di partai yang ketiga, menurunkan tripel Agung Septia/Joko Rianto/Hafidh Mustofa yang bertemu dengan tripel dari UAJY, Andika Dwi/Surya Handri/Marcellino Giovano. Agung/Joko/Hafidh menang dengan mudah dua gim langsung, 21-12 dan 21-11 yang hanya memakan waktu 19 menit. UAD berhasil mengambil poin pertama mereka. Kedudukan 1-2 masih untuk keunggulan UAJY. Pada partai ke empat, UAD bahkan menyamakan kedudukan 2-2 . Tunggal putra kedua UAD, M. Wian Arifana yang berhasil mengalahkan tunggal kedua dari UAJY, Patrick Arsy Pratama. Wian Arifana menang straight game dengan skor 21-13, 21-14. Partai penentuan berhasil direbut oleh UAD, hasil sukses duet Joko Rianto/Lalu Dwi. Ganda putra ini mampu memastikan kemenangan timnya, setelah di partai pamungkas berhasil mengalahkan pasangan UAJY, Andika Dwi/Robertus Aditya lewat pertarungan dua gim yang cukup alot dengan skor 21-16 dan 21-18. UAD berhasil membalikkan keadaan 3-2 atas UAJY. (Adt)

Paragliding Tampil di AG 2018, Menpora : Semoga Jadi Sejarah Indonesia dan Dunia

Menpora Imam Nahrawi menerima audiensi dari President Air Sport Federation of Asia (ASFA) Mubarak Suwailem, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (11/4). (Kemenpora)

Jakarta- Cabang olahraga Paragliding untuk pertama kalinya dipertandingkan di ajang Asian Games 2018. Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) berharap olahraga ekstrem terbang bebas di udara itu memberikan sejarah terbaik bagi Indonesia, bahkan dunia. Hal itu dikatakan Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur saat menerima Mubarak Suwailem (President Air Sport Federation of Asia/ASFA), bersama Sanjay Thapar (Secretary General ASFA), di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (11/4). Dalam kesempatan itu, Mubarak mengapresiasi cabang olahraga Paragliding yang bisa dipertandingkan di edisi ke-18 pesta olahraga akbar negara-negara se-Asia itu, pada Agustus-September mendatang. “Terima kasih kepada Pak Menteri dan Bangsa Indonesia menjadi tuan rumah yang baik untuk Asian Games 2018, dan Paragliding bisa dipertandingkan. Ini yang pertama Paragliding tampil di Asian Games, bahkan di dunia,” ujar Mubarak. Terkait persiapan dan venue pertandingan, Mubarak menyatakan bahwa di Indonesia telah siap semua. “Kami berharap Asian Games di Indonesia berjalan sukses dan lancar. Dan, rival yang profesional serta terberat adalah dari Indonesia,” ungkapnya. Sementara, Imam berharap Paragliding dapat mencatatkan prestasi lebih baik di ajang olahraga terbesar empat tahunan di Asia itu. “Kami berharap betul di Asian Games pertama ini Paragliding memberikan sejarah terbaik bagi Indonesia dan bagi sejarah dunia,” tutur peraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur itu. (Adt)

Bermodal Status Juara Bertahan, Putra UNY Cukur STIE YKPN

Tim putra Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mencukur tim debutan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (STIE YKPN) dengan skor 5-0. (LIMA)

Yogyakarta- Laga dua tim Pul A, mempertemukan tim putra Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kontra Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (STIE YKPN). Partai ini tergelar di hari pertama LIMA Badminton: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) – Yogyakarta Subconference 2018 di Grha Institut Pertanian (Instiper), Rabu (11/4). Bermodal gelar juara musim lalu, UNY melanjutkan ketangguhannya saat bertanding melawan tim debutan, STIE YKPN. Pertandingan sesi ketiga pada hari ini ditutup dengan kemenangan UNY 5-0 atas STIE YKPN. Reza Subakti Aji menjadi penyumbang poin pertama untuk UNY. Menghadapi Galang Alta, tunggal pertama STIE YKPN, Reza Subakti tampil apik dengan mendulang skor 21-13 dan 21-6 dan memecah kedudukan menjadi 1-0. Kedudukan 2-0 didapat UNY usai laga ganda pertamanya, Dzulhan Heryantoro/Vickry Ibnu Ananda berhadapan dengan Erlangga Pratama Poetra/Welly Christian. Duet Dzulhan Heryantoro/Vickry Ibnu mampu menekuk sang lawan dengan skor 21-10 dan 21-8. Partai ketiga, yang mempertandingkan nomor tripel, UNY kembali unggul. Galang Dicky/Yohanes Angga/Raden Wisnu mengakhiri partai ketiga ini dengan kemenangan. Tripel lawan, Dito Cahya/Ibnu Abi/Galang Alta, harus kembali menjadi saksi ketangguhan UNY. Skor 21-18 dan 21-7 untuk UNY mengakhiri partai ini. STIE YKPN sempat membalas di partai keempat, tunggal kedua. Partai yang berakhir di babak rubber game ini menunjukkan perlawanan tim debutan. Andri Wijaya, tunggal kedua yang diturunkan UNY, tampil apik di gim pertamanya dengan skor 21-16 atas Adrianto Daniel, dari STIE YKPN. Adrianto melakukan perlawanan. Di gim kedua, Adrianto unggul 21-18 atas Andri Wijaya. Ini menjadi keunggulan pertama STIE YKPN. Tak bertahan lama, Adrianto kembali harus mengakui kekuatan tunggal kedua UNY. Di babak rubber game, Adrianto hanya diberi dua poin dari Andri. Skor 11-2 mengakhiri gim ketiga di partai keempat ini. Kedudukan pun menjadi 4-0 untuk UNY. Di partai terakhir, ganda kedua UNY memantapkan kemenangannya. Galang Dicky/Raden Wisnu mengeksekusi partai kelima dengan apik untuk UNY. Skor 21-11 dan 21-17 berakhir dengan kemenangan Galang Dicky/Raden Wisnu atas Dito Cahy/Ibnu Abi. Poin sempurna pun diraih UNY, 5-0 atas STIE YKPN. “Alhamdulillah, saya cukup puas dengan hasil ini. Meski tim debutan, tapi STIE YKPN adalah lawan yang sulit. Masih ada beberapa hal yang harus kami evaluasi kembali untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Ivan, manajer tim UNY. (Adt)

Nyaris Dipermalukan, Tim Putra UGM Kandaskan Perlawanan Ketat Tim Debutan

Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mematahkan perlawanan ketat tim debutan, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY). (LIMA)

Yogyakarta- Hari pertama LIMA Badminton: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC) – Yogyakarta Subconference 2018 mempertemukan tim putra kuat. Universitas Gadjah Mada (UGM) melawan tim debutan, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY). Pertandingan ini digelar di Grha Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta, Rabu (11/4). Tergabung dalam Pul B bersama Universitas Islam Indonesia (UII), Institut Pertanian (Instiper), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan UIN Sunan Kalijaga (UIN Suka), UGM bertemu lawan pertamanya, UMY. UGM sukses menaklukkan tim debutan dengan skor 3-2. UGM tertinggal 0-1 dahulu. Tunggal putra pertama mereka, Aditya Pranata, takluk dari tunggal putra UMY, Muhammad Iqbal Ma’ruf, lewat pertarungan rubber game 14-21, 21-17, dan 9-11 dalam waktu 37 menit. UGM bahkan tertinggal 0-2 setelah ganda putra Dodi Fitriadi/Reri Handoyo kalah dua gim langsung dari pasangan UMY, Arthandy Mahardika/Bima Anis. Dodi/Reri kalah 22-24 dan 18-21. Partai ketiga UGM mencoba bangkit dengan tripel Aditya/Bayu/Panji yang berhadapan dengan wakil UMY, Indra/Zulfikar/Reynaldi. Aditya/Bayu/Panji berhasil memenangi partai ketiga ini lewat dua gim langsung, 21-15 dan 21-17, dalam tempo 23 menit. UGM berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 atas UMY. Dodi Fitriadi yang turun di tunggal putra kedua berhasil mengambil partai keempat ini atas wakil dari UMY, Arthandy Mahardika. Dodi menang dua gim langsung, 21-6 dan 21-11. Tim putra UGM akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Akhrinya, tim putra UGM mengunci kemenangan perdananya. Perjuangan ganda kedua mereka, Bayu HS/Panji SP, menumbangkan pasangan UMY, Indra JS/M. Iqbal M dengan skor 21-14 dan 21-14 yang memakan waktu 23 menit. UGM akan bertemu tim putra UIN Sunan Kalijaga di pertandingan kedua, Kamis (12/4). (Adt)

Jadi Host Piala Dunia FIBA 2023, Perbasi ‘Blusukan’ Cari Pemain Lebih Dari 2 Meter

Penampilan Vincent Rivaldi Kosasih, salah satu pemain basket Indonesia yang bertinggi badan di tas 2 meter lebih. (republika.co.id)

Jakarta- Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Bola Basket 2023, bersama Jepang dan Philipina. Demi menatap gelaran bergengsi itu, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) mencari pemain berpostur di atas 2 meter. “Indonesia sudah lolos sebagai tuan rumah FIBA World Cup 2023. Tapi, tidak langsung lolos sebagai peserta. Karena dianggap harus lebih ditingkatkan level permainan bola basketnya, terutama tinggi tubuh pemain Indonesia,” ujar Danny Kosasih, Ketua Umum PP Perbasi, di Jakarta, Selasa (10/4). “Selain itu, syarat utama untuk bisa main di FIBA World Cup 2023, maka Indonesia harus lolos FIBA Asia 2021, serta bisa mengalahkan Philipina. Itu sangat berat,” sambungnya. Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 63 tahun silam itu, mengungkapkan pihaknya masih terus mencari pemain yang memiliki postur di atas 2 meter. “Saya sudah keliling Indonesia dan maksimal tinggi pemain itu hanya 2 meter. Padahal, kalau kita melihat beberapa negara di Asia para pemain tingginya sudah 2,10 meter atau paling tidak 2,05 meter,” tambah pria yang mulai bermain basket di Klub Kumala Jaya itu. Diakuinya, selama empat bulan lalu, dirinya blusukan mencari pemain dengan postur yang tinggi. Bahkan, ia telah memberikan surat ke Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasi seluruh Indonesia guna mendapatkan pemain yang dimaksud. “Untuk yang tinggi di atas 2 meter itu memang tidak ada. Maksimal 1,99 meter atas nama Calvin dari Riau. Sebab, kalau pemain center tingginya cuma 2 meter, maka tugasnya hanya sebagai playmaker,” terang pria yang pernah membawa Jawa Tengah juara pada Kejurnas Mini Bola Basket di Jakarta itu. “Jadi mulai Desember ini, Perbasi mulai melakukan gerakan ke Pengprov bahwa nanti pada Kejurnas U-18 setiap tim harus punya pemain yang tingginya minimal 1,90 meter. Tim yang tak punya pemain dengan tinggi 1,90 meter, tidak usah ikut Kejurnas,” tegas pria berkepala plontos itu. Sementara, opsi lainnya, menurut Danny, adalah menaturalisasi pemain asing. Dan, aturan FIBA tentang naturalisasi pemain asing ke Indonesia, sebut Danny, yaitu kebebasan Indonesia untuk mengambil pemain berusia di bawah 16 tahun dari negara manapun. “Kami ingin mencari pemain dari Afrika. Mengapa tidak negara lain? Ya, kalau kami dari Perbasi inginnya mengambil dari Amerika. Tapi, kalau Amerika harganya tidak terjangkau. Apalagi pemain yang umurnya 15 sampai 16 tahun yang bagus, mereka lebih memilih bermain di NBA,” ungkap Danny. Sedangkan George Fernando Dendeng, Kepala Bidang Hukum PP Perbasi, menuturkan Perbasi akan mengikuti aturan hukum Indonesia serta mengikuti aturan FIBA terkait naturalisasi pemain asing. “Nama-nama pemain asing yang akan masuk dalam tim elit itu sudah ada, lebih dari 10 pemain. Keputusan siapa satu atau dua orang yang akan diambil itu ada pada kepala pelatih Perbasi,” papar George tanpa menjelaskan negara asal pemain-pemain itu. Ia menambahkan untuk pemain asing berusia di bawah 16 tahun yang akan masuk sebagai pemain naturalisasi harus sesuai Pasal 20 Undang-Undang (UU) No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. “Jangan sampai Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia FIBA 2023, tapi timnas Indonesia tidak tampil, bisa malu. Ini kesempatan yang baik dan mengapa tidak dimanfaatkan dengan baik,” timpal Danny. (Adt)