Hambali, Atlet Sepakbola SKO Ragunan yang Mendunia

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menerima Ananda M Hambali Tolib di Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta. (Kemenpora)

Jakarta- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menerima Ananda M Hambali Tolib, atlet sepakbola muda yang akan mengikuti trail di Eropa. Pesepakbola yang kini bernaung di Persela Lamongan tersebut merupakan jebolan Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan Jakarta binaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Tak disangka, hasil kerja keras yang merupakan pilihan sendiri sejak kecil, sejak berlatih di SSB Tiga Raksa Soccer School kini bernama Bhayangkara Tiga Raksa Football School yang bermarkas di Kabupaten Tangerang, Banten itu berlanjut ke SKO Ragunan, kini mulai nampak hasilnya dengan pengakuan dunia khususnya dari belahan Eropa. “Pak Menteri tak disangka, Hambali dihubungi agen dari Eropa untuk trial selama satu bulan dari 13 Juni – 20 Juli, Insha Allah besok (Kamis, 13/6) jam 19.00 WIB berangkat. Mohon Pak Menteri berkenan melepas dan memberikan arahan,” pinta Sutrisna, ayah Hambali yang setia mendampingi. Mendengarkan penyampaian orang tua dan Hambali atas undangan uji latih dari Eropa tersebut, Imam menaruh harapan besar agar menorehkan kesuksesan dan sekembalinya dapat menjadi idola baru anak muda di dunia kulit bundar sebagai salah satu cabang olahraga yang sangat populer di masyarakat. “Sukses ya Hambali. Semoga berhasil menjadi pemain sepakbola yang mampu mengharumkan tidak saja keluarga, tapi untuk Merah Putih. Ini bukti dunia mengakui kualitas pemain Indonesia, sukses untuk SSB Tiga Raksa dan SKO Ragunan yang terus melahirkan atlet bertalenta,” tambahnya. “Mari kita lepas dengan doa agar Hambali sukses, dapat berkiprah di Timnas dan semoga dapat merumput di Madrid sebagaimana cita-citanya,” tukas menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu. Sedangkan Hambali menyampaikan terima kasih atas dukungan sekaligus doa dari Menpora dan seluruh yang hadir mengiringi keberangkatannya ke Eropa. (Adt)

Maju Jadi Ketum KONI Pusat, Marciano Norman Perketat Standarisasi Pembinaan Atlet Usia Muda

Letjen TNI (Purn) Marciano Norman maju sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023. (Adt/NYSN)

Jakarta- Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyatakan kesiapannya sebagai bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat periode 2019-2023. Ia menggantikan Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2019 pada Juli nanti. Marciano mendeklarasikan dirinya di Hotel Borobudur, Jakarta, dalam acara silaturahmi dengan sejumlah Ketua Cabang Olahraga (Cabor), pada Senin (10/6) malam, karena mengaku telah mendapatkan surat dukungan separuh lebih dari pemilik suara, dimana total pemilik suara adalah 34 KONI Daerah dan 67 cabang olahraga (Cabor). Sedangkan syarat minimal menjadi bakal calon harus didukung oleh 10 KONI Daerah dan 21 dari cabor sudah diperoleh. Dan, tidak tertutup kemungkinan jumlahnya terus bertambah. “Saya tidak pernah punya keinginan lain. Jika Allah memberikan kesempatan, kesehatan, dan kekuatan, saya hanya ingin mencurahkan tenaga dan pikiran saya untuk membina prestasi olahraga Indonesia,” ujar Marciano. Lebih lanjut, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Taekwondo Indonesia (PBTI) itu, mengatakan butuh komunikasi yang intens antara KONI dengan Cabor demi kemajuan olahraga Indonesia ke depan. Terkait pembinaan, pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), 28 Oktober 1954 itu, akan memperketat standarisasi pembinaan atlet usia muda. Menurutnya, Indonesia selama ini punya prestasi luar biasa. “Bulutangkis, panahan, angkat besi selalu menyumbangkan medali di setiap event seperti SEA Games, Asian Games bahkan Olimpiade,” terang lulusan Akademi Militer (Akmil) 1978 itu. Program lainnya yang tak kalah penting, ungkap Marciano, adalah masalah sarana dan prasarana. Ia ingin menciptakan sarana yang memiliki standar internasional, baik di sekolah-sekolah maupun di kampus-kampus. “Jangan sampai kesalahan waktu di PON Kalimantan Timur (2008), terulang lagi. Dana besar dikeluarkan untuk sarana, tapi setelah PON selesai tidak dijaga dan digunakan dengan baik,” tegasnya. Ditambahkannya, di kampus-kampus seperti halnya Universitas Indonesia (UI) sarana olahraganya perlu ditingkatkan untuk kejuaraan internasional. “Bila perlu kita buat di Indonesia ini universitas khusus olahraga,” tutur mantan Panglima Daerah Militer (Pangdam) Jaya pada 2010-2011 itu. Marciano juga memastikan salah satu prioritas yang tak kalah penting yakni bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga, KONI, KOI (Komite Olimpiade Indonesia) dan Cabor untuk mengantarkan Indonesia sebagai salah satu negara olahraga yang selalu mengukir prestasi dunia. “Ini harus menjadi komitmen kita bersama dalam mewujudkan prestasi olahraga Indonesia di kancah dunia,” tukas Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) periode 2011-2015 itu. Dalam bursa pencalonan bakal calon Ketua Umum KONI Pusat, selain Marciano juga terdapat nama Muddai Maddang. Muddai yang menjabat Wakil Ketua Umum KOI ini juga telah mendeklarasikan dirinya beberapa waktu lalu di Jakarta. Adapula mantan Ketua Umum PB Forki (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) Mayjen TNI (Purn) Hendardji Supandi. (Adt)

UPH Kembali Mengukir Prestasi Internasional di Taipei di Cabor Basket 3×3

UPH Eagles Basket kembali menoreh presatasi internasional sebagai juara 3 pada kejuaraan antar universitas se-Asia atau Asian University Championship (AUC) 2019 di di Kinmen, Chinese Taipei pada tanggal 8-11 Mei 2019. The 5th Asian University 3×3 Basketball Championship diikuti 20 tim putra putri dari berbagai universitas di Asia. Keikutsertaan UPH atas penunjukkan PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia) mewakili Indonesia, dan berhasil meraih juara ke-3, setelah Mon- Altius Physical Education Institute, Mongolia, juara 1, dan Fu Jen Catholic University (FJCU) Taipei, juara 2. Berikut perolehan skor Tim Eagles Putra Basket 3×3 dalam empat laga di babak penyisihan, UPH vs Fu Jen University-Chinese Taipei: 19 – 17, UPH vs University of Macau 21 -16, UPH vs San Pedro College: WO, dan UPH vs Culture University of Hongkong 21-12. Di semifinal UPH berhadapan dengan Mon- Altius Mongolia: 17-18 (OT). Dan pada babak final UPH vs NNCU (Taipei) : 16-13. Tim UPH mengutus tim basket 3×3 putra dan putri, keduanya tampil maksimal dan memberikan yang terbaik. “Kita bermain baik saat tadi melawan Hongkong, selanjutnya pada babak final four menghadapi Mongolia tentunya kita akan memberikan yang terbaik agar bisa mengalahkan mereka,” kata pelatih dari tim basket 3×3 Indonesia, Stephen Metcalfe, dalam kesempatan wawancara media, seperti dikutip dari Bola.com pada Jumat (10/5). Menurut ‘Coach Met’ timnya harus mewaspadai kecepatan dari para pebasket Mongolia yang di atas rata-rata. “Pergerakan mereka juga sangat rapih jadi kita harus hari-hati, tapi postur kita lebih besar hal itu harus kita manfaatkan dalam 3×3,” lanjut Coach Met. Tim basket 3×3 UPH terdiri dari Rivaldo Tandra Pangesthio (Management 2014), Erick Jonathan Gosal (Management 2015), Patrick Nikolas (Management 2016), dan Muhammad Arighi (Food Technology 2017). Keempatnya saling bahu membahu untuk membawa Indonesia keluar sebagai juara Asia agar bisa lolos ke Kejuaraan 3×3 Universitas Tingkat Dunia atau World University League. Namun sayangnya, prestasi yang ditorehkan tim putra belum mampu disamai oleh tim putri yang belum berhasil ke babak final four. “Sempat menang lawan Makau dan Hongkong tapi sayang kalah lawan Chinesse Taipei dan China jadi untuk tahun ini belum ke final four,” kata asisten pelatih Cesar Wilhelem. Prestasi ini menambah sederet prestasi internasional UPH di cabang olahraga basket diantaranya peringkat 8 pada 2nd Asian University 3×3 Basketball Championship di Macau 2016, peringkat 5 di 3rd Asian University 3×3 Basketball Championship di Malaysia 2017, dan peringkat 10 Dunia pada 3×3 Basketball World University League di Xiamen, China. Tim basket UPH terus mempersiapkan diri untuk kompetisi berikutnya Liga Mahasiswa (LIMA) di Jakarta pada Juli 2019 dan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional di bulan September 2019. (rh)

Kunjungi Sekolah Khusus Olahraga Internasional, Ini Harapan Menpora Imam Nahrawi

Imam Nahrawi (Menpora), mengunjungi Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), di Kota Samarinda, Selasa (21/5). (Kemenpora)

Jakarta- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), mengunjungi Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, awal pekan ini. Untuk menjadi atlet sukses, Imam berharap ratusan siswa SKOI Kaltim dapat berlatih dengan keras. Contoh nyata Kesuksesan, menurut menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, yakni sprinter muda Lalu Muhammad Zohri, dan Egy Maulana Vikri, pesepak bola asal Medan yang bermain untuk tim Lechia Gdansk di Liga Polandia. “Sprinter Indonesia Lalu Muhammad Zohri menjadi yang tercepat dan membuat kita semua bangga (lolos kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang). Adapula Egy Maulana Vikri. Prestasi mereka membuat kita bangga,” ujar Imam, Selasa (21/5). Menteri berusia 45 tahun itu menyebut Indonesia sebagai negara yang besar, sehingga atlet muda Indonesia harus yakin dalam meraih kesuksesan. “Bendera merah putih berkibar setelah atlet-altet Indonesia mengukir prestasi di berbagai negara, sama halnya dengan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan. Tentunya kita semua bangga,” tukas Imam. (Adt)

22 Orang Pelajar Akan Bertolak ke Portugal Untuk Bertanding Dalam Ajang IBER Cup 2019

Sebanyak 22 pemain yang tergabung dalam Timnas Pelajar U-15 Kemenpora siap melakukan pertempuran dengan sejumlah kontestan dari belahan dunia dalam gelaran IBER Cup yang berlangsung di Estoril, Portugal pada 1-6 Juli mendatang.

IBER Cup yang akan segera digelar pada tanggal 1-6 Juli mendatang di Estoril, Portugal. Indonesia akan mengirimkan 22 atlet muda yang tergabung dalam Timnas Pelajar U-15 Kemenpora untuk bertanding dengan tim lainnya dari negara lain. Tim ini akan bertolak ke Portugal pada 27 Juni 2019 dan kembali ke Indonesia pada 7 July 2019. Manajer Timnas Pelajar U-15 Kemenpora, Ray Gutafson Manurung berkomentar bahwa 22 orang yang akan bertanding tersebut di seleksi Bersama Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) dan juga dikawal oleh legenda Timnas Indonesia seperti seperti Firman Utina, M Ridwan, Rochy Putiray, Kas Hartadi, Winaryo dan lainnya. “Kita lakukan seleksi dari 100, 40 sampai ke-22. Dan ke-22 pemain ini kita lakukan persiapan lagi berupa TC kedua pada 9 hingga 24 Juni mendatang, bukan hanya teknis, tapi tentang potensi kedepan yang akan dikomandoi oleh tim kepelatihan seperti Aples Gidion Tecuari dan lainnya,” ujar Ray Manurung, Senin (20/5/2019) yang dilansir dari Kompas.com. Ray berharap bahwa dalam hal ini akan menjadi pembelajaran bagus bagi Timnas Pelajar U-15 tersebut, Ia juga berharap untuk ada sejumlah klub Eropa yang akan melirik beberapa peseter tim nya untuk melakukan trial. Karena IBER Cup bukan sekedar turnamen yang bisa kita sepelekan, karena menurutnya turnamen ini adalah batu loncatan bagi para pemain muda di Indonesia untuk mendapatkan pengalaman dan juga unjuk kebolehan demi perkembangan karirnya “IBER Cup itu bukan level gengsi-gengsian. Pesertanya bukan lagi level SSB atau pelajar, tapi akademi klub-klub sepakbola profesional di Eropa. Seperti Madrid aja dengan dilatih Raul Gonzalez,” katanya. “Jadi kita berpikir kapan lagi kalau anak-anak ingin menjadi pemain bola, mereka harus siap ujungnya pemain bola itu seperti apa. Dan kita lihat IBER Cup ini merupakan World Cupnya U-15, makanya kita bawa kesana,” sambung Ray. Ray juga berharap bahwa Timnas Pelajar U-15 Kemenpora mampu meraih juara di ajang IBER Cup tersebut, akan tetapi yang lebih penting baginya adalah ajang ini dapat menambah pengalaman dan pengetahuan para pemainnya saat bertanding melawan beberapa tim dari negara-negara besar di dunia. “Target kita kesana, tentu realistis. Kami akan menghadapi akademi yang sudah bertahun-tahun latihan setiap hari dan paling tidak kita bisa mengimbangi mereka. Terlebih, nomor satu target kami adalah bagaimana mereka masuk ke Eropa dengan melawan nama-nama besar tanpa takut tapi harus excited,” ujar Ray “Tentunya ini juga akan membuka wawasan mereka agar bisa pergi ke level dunia untuk melihat bahwa pemain lain di dunia seperti itu. Makanya seminggu sebelumnya kita kesana untuk membuka wawasan mereka agar mengetahui bermain di Eropa seperti ini. Jangan malu, jangan rendah diri dan dengan berada disana kita berharap talent scouting melihat bakat-bakat pemain kita,” paparnya. Tak mau ketinggalan, Timnas Pelajar U-15 Kemenpora akan melakukan beberapa ujicoba dengan negara lain saat berada di Eropa. (IHA)

Juara Dunia Berkuda Junior M. Akbar Kurniawan Ingin Tampil di Olimpiade, Kemenpora Jembatani Fasilitas untuk Latihan

Atlet berkuda muda Indonesia Muhammad Akbar Kurniawan (baju biru) usai bertemu Menpora Imam Nahrawi dan menyampaikan keinginannya untuk tampil di Olimpiade. (Adt/NYSN)

Jakarta- Atlet berkuda muda Indonesia Muhammad Akbar Kurniawan atau yang akrab disapa Aan, ingin tampil di pesta multievent sejagat, Olimpiade. Hal itu dikatakan Aan usai berjumpa dengan Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) di Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta, Senin (20/5). Aan hadir bersama kedua orangtuanya Fatchul Anas dan Ernawati Yuhana serta kakak kandungnya Shalma Kurnia Wulandari yang merangkap manajer Aan, dan Alex Asmasoebrata (Ketua Umum Pordasi DKI Jaya). Aan merupakan juara dunia berkuda junior di seri kejuaraan dunia Longines Master-HKJC Asian Junior Challenge pada 15-17 Februari 2019. Ia turun di kelas jumping 14-18 tahun dan bersaing ketat dengan atlet tuan rumah yang sudah tampil di Youth Olympic, atlet Taiwan, serta atlet Thailand yang usianya lebih tua darinya. Sebelum menjuarai seri kejuaraan dunia di Hong Kong, Aan juga meraih prestasi sebagai juara di 3rd AEF Junior Jumping Championship di Taiwan pada 9-12 November 2018 dan juara CSIJB Princes Cup Thailand 19-21 November 2018. Pada 28 Februari-3 Maret lalu, Aan mengikuti FEI Jumping Challenge seri 1 di Jakarta dan menjadi juara pertama. Bila menang lagi pada seri 2 di Jakarta pada 2 Juni mendatang, maka Aan akan menjadi wakil Asia untuk kejuaraan dunia yang akan berlangsung di Amerika Serikat (AS). “Alhamdulillah saya bisa memenangi kejuaraan di Taiwan, Thailand, dan Hong Kong. Itu pertama kali saya tampil di ajang kejuaraan internasional dan bisa meraih juara. Apalagi kejuaraan itu diikuti 20 negara Asia dan Asia Pasifik,” ujar Aan. “Cita-cita saya bisa mengikuti dan tampi di Olimpiade. Saya juga berharap bisa berlatih di Pulomas (Jakarta International Equestrian Park),” lanjut remaja kelahiran 20 Februari 2004 itu. Terkait keinginan Aan yang ingin berlatih di venue berkuda Pulomas, Jakarta Timur, Kemenpora siap menjembatani hal itu. “Cita-cita Aan adalah bisa berlaga di Olimpiade, dan pemerintah tentu mendukung cita-cita tersebut. Terlebih Aan telah memiliki prestasi di tingkat internasional. Untuk tempat berlatih di Pulomas, Menpora menugaskan kami untuk menelusuri agar Aan bisa berlatih disana. Dan kami akan berkomunikasi dengan Gubernur (DKI Jakarta), supaya Aan bisa menggunakan fasilitas yang ada, karena prestasinya sudah level internasional,” ungkap Yuni Purwanti, Plt Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora. Sedangkan Alex Asmasoebrata, mengungkapkan selama ini Aan berlatih di Kurnia Stable, Gunung Geulis, Bogor, Jawa Barat, setiap akhir pekan. “Kami prihatin melihat atlet yang punya prestasi di ajang internasional, seperti Aan berlatih jauh di kampung. Sementara kita punya tempat latihan yang bertaraf internasional di Pulomas. Tapi kami sebagai warga DKI tidak bisa menggunakan tempat itu,” tegasnya. Kami ingin supaya Kemenpora bisa menjembatani masalah ini ke Gubernur DKI. Daripada rusak tidak terpakai, lebih baik rusak karena dipakai. Apalagi digunakan oleh atlet yang memiliki prestasi internasional,” tukas Alex. (Adt)

Program Garuda Select Angkatan Pertama Sukses Wujudkan Mimpi Pesepakbola Muda Indonesia

Tim Garuda Select kembali ke Indonesia setelah selama lima bulan berlatih di Inggris. (PSSI)

Jakarta- Tim Garuda Select telah kembali ke Tanah Air pada Rabu (15/5). Sebelumnya, mereka berlatih di Inggris selama lima bulan. Selama berada di Negeri Ratu Elizabeth tersebut, sebanyak 24 pemain dipastikan mendapat pengalaman dan kesempatan luar biasa selama periode Januari hingga Mei 2019. Para pemain ini dilatih Dennis Wise sebagai Direktur Program, dan Des Walker sebagai Pelatih Tim. Mereka telah mendapatkan pelatihan dengan standar Eropa, baik di dalam dan di luar lapangan. Program Garuda Select merupakan kerja sama PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) dan SuperSoccer TV. Ratu Tisha Destria, Sekertaris Jenderal (Sekjen) PSSI, mengatakan Garuda Select adalah bagian dari Program Elite Pro Academy (EPA) Klub Liga 1 U-16 dan U-18. Tisha menambahkan bahwa program akselerasi pengembangan usia muda ini adalah langkah menuju target Olimpiade 2024 dan lolos Piala Dunia 2030. Sehingga, jelas Tisha, fokus pada pengembangan pemain, bukan pembentukan tim. “PSSI berterimakasih atas dukungan SuperSoccer TV di program Garuda Select. Setiap tahunnya, 25 Pemain terbaik dari hasil kompetisi EPA U-16 dan U18 mendapatkan beasiswa belajar, berlatih dan bertanding di Inggris selama minimal 5 bulan, tergantung jadwal kompetisi yang ada di Indonesia. Selain itu, pemain mendapatkan kursus kepelatihan FA Level 1 coaching badge,” ujar Tisha, di Jakarta, Jumat (17/5). Sementara itu, Mirwan Suwarso selaku SuperSoccer TV Business Development Director, mengungkapkan bahwa dukungan SuperSoccer TV dalam memberikan liputan menyeluruh bertujuan agar para pencinta sepak bola Tanah Air bisa ikut menyimak dan mengambil pelajaran dari kegiatan tim Garuda Select di Inggris. Tayangan dari program Garuda Select ini terbukti diminati oleh pemirsa SuperSoccer TV melalui hasil streaming yang luar biasa, baik Live Match ataupun liputan dokumenter mingguannya. “Dari 17 laga yang dimainkan selama program, pertandingan puncak melawan Chelsea U-16 meraih jumlah rekor penonton terbesar yang pernah diraih SupeSoccer TV yaitu sebanyak 4.778.982 penonton. Sementara untuk liputan dokumenter berjudul Dream Chasers di SuperSoccer TV, angka tertinggi diraih dari episode 13 yang tayang tanggal 23 April 2019 dan meraih 6.612.942 penonton,” terang Mirwan. “Semua keberhasilan ini merupakan buah dari keseriusan tim SuperSoccer TV dalam memberikan yang terbaik bagi semua program tayangan Garuda Select, mulai dari memberikan tayangan Live Match dengan kualitas tinggi, menghadirkan komentator ternama Paul Dempsey, Lee Hendrie bahkan pengisi suara game FIFA 19 Alan Smith,” lanjut Mirwan. Tahun 2019, Garuda Select dilatih oleh Dennis Wise dan Des Walker. Setelah lima bulan, pemain akan kembali berkompetisi di EPA U-18 dan U-20. Kembali, Tisha menyatakan bahwa ke depannya, 25 pemain terbaik selanjutnya hasil Kompetisi EPA akan dikirim kembali. “Kami harap pada 2024, akan ada 250 pemain yg telah memiliki pengalaman bermain dan berlatih di level sepak bola dunia. 23 pemain dari 250 pemain terbaik. Yang Insha Allah akan mengantarkan Indonesia menuju Olimpiade 2024,” tutup Tisha. (Adt)

Joseph Simatupang, Pemuda 16 Tahun direkrut oleh Blackburn Rovers

Josep Simatupang Ferguson saat menandatangani kontrak bersama Blackburn Rovers. (Foto: Instagram @josephferguson1_)

Joseph Simatupang Ferguson, merupakan bocah pemain berdarah Indonesia yang berhasil direkrut oleh salah satu club di Eropa, yaitu Blackburn Rovers. Joseph yang masih berusia 16 tahun itu sudah menandatangani kontrak bersama tim U-18 Blackburn Rovers. Blackburn Rovers merupakan salah satu tim raksasa di Inggris yang mimiliki tiga gelar juara divisi top Eropa. Sejak musim 2012/2013, Blackburn Rovers masuk ke divisi Championship dan di musim ini Rovers mampu bertahan di divisi Championship di peringkat 15. Kabar itu diumumkan olehnya di akun Instagramnya. View this post on Instagram A post shared by @josephfergusonsima “Hari yang membanggakan buat saya dan keluarga saya untuk menandatangani beasiswa untuk Blackburn Rovers. Mudah-mudahan hal-hal baik akan datang ke depannya,” tulis Joseph di akun josephferguson1_. Joseph yang berdarah batak, sejak usia 11 tahun sudah menimba ilmu di akademi Blackburn Rovers, dengan kontraknya ini maka perjalanan Joseph akan lebih dekat menuju tim utama. Walaupun begitu Joseph masih bisa memilih status kewarganegaraannya, apakah ia nantinya akan memilih untuk membela Timnas Inggris atau kembali ke tanah air Indonesia. (IHA)

Persija Jakarta U-16 Ingin Lanjutkan Tren Positif di Elite Pro Academy Liga U-16

Tim Persija Jakarta U-16 ingin melanjutkan tren kemenangan saat bertandang ke markas Perseru Badak Lampung pada lanjutan Elite Pro Academy U-16. (persija.id)

Lampung- Persija Jakarta U-16 melakoni laga tandang ke markas Perseru Badak Lampung pada lanjutan Elite Pro Academy Liga U-16, di Lapangan Yonif 143, Lampung, pada 27-28 April 2019. Young Tiger, julukan Persija Jakarta U-16, ingin melanjutkan tren kemenangan, dimana mereka sukses menyapu bersih dua kemenangan sebelumnya saat bertandang ke markas Semen Padang. Muhammad Arief, Pelatih Kiper Persija Jakarta U-16, mengatakan anak didiknya tersebut tak mau pulang dengan tangan hampa di perjalanan jauh yakni away perdana ke Lampung. “Kami datang melawan tim yang bagus mengingat mereka sempat mencuri poin saat bertemu TIRA yang juga bagus. Kami ingin berusaha sebaik mungkin mengambil poin di Lampung,” ujar Arief, di Wisma Lampung Sakti, Lampung, Jumat (26/4). Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ghesenk itu menegaskan persiapan Fiore Rafli Cs berjalan dengan baik. Ia juga menyebut tidak masalah ada satu pemain yakni Muhammad Rafli yang absen karena mengalami kartu merah di pertandingan sebelumnya. “Seminggu ini kami sudah persiapan dengan baik, baik itu di tim dan juga melihat kekuatan lawan melalui rekaman video. Total kami membawa 19 pemain dan satu pemain kami absen karena mengalami kartu merah, tapi kami memiliki pemain yang kualitas sama, jadinya kami tidak khawatir akan hal itu,” tutup pria asal Tangerang itu. (Adt)

ISA Fossbi Trisakti Juara, Tekuk Asiop Apacinti di Final Liga Hansaplast Topskor U-13

ISA Fossbi Trisaksi sukses menjadi juara Liga Hansaplast Topskor U-13 musim 2018/2019. (Istimewa)

Jakarta- Imran Soccer Academy (ISA) Fossbi Trisakti berhasil menjadi juara Liga Hansaplast Topskor U-13 musim 2018/2019 setelah menaklukkan tim kuat Asiop Apacinti dengan skor akhir 2-1. Pertandingan babak final ini tersaji di Lapangan Sepak Bola Universitas Trisakti, Nagrak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (21/4). ISA unggul lewat kecerdikan sang striker Rizaldi Putra sebelum disamakan gelandang serang ASIOP Ray Raffa dari titik putih. Gol penentu kemenangan di babak kedua dicetak lewat titik penalti. Skor 2-1 tak berubah hingga pertandingan usai. Kemenangan ini disambut sujud syukur Zuchli Imran Putra, Head Coach yang selalu setia memberikan motivasi dan mendampingi anak asuhnya hingga partai puncak ini . “Alhamdullilah, ini buah prestasi bersama dari pembinaan yang berjenjang. Kekompakan anak anak ditambah support yang luar biasa dari orangtua dan pelatih membuat kita bisa juara untuk dua tahun berturut-turut. Pertandingan terasa sulit, karena kami bermain tanpa tujuh pemain inti yang absen karena alasan satu dan lain hal. Tapi anak-anak tetap tampil percaya diri dan kompak untuk menutup lubang yang ada. Subhanallah,” ujar Imran terbata-bata dengan penuh rasa haru. Kekompakan memang sangat terlihat dalam tim asal Cibubur ini. Ratusan pemain ISA Fossbi Trisakti dari kelompok usia U-6 hingga U16 dan orangtua ikut hadir memberikan support langsung kepada rekan-rekannya yang bertarung di lapangan. “Ya, memang kita menginstrusikan agar seluruh pemain dan orangtua hadir untuk memberikan support. Saya sempat berseloroh di grup WA, bila ada pelatih nggak hadir akan saya pecat. Terbukti mereka kompak datang, dengan teriakan dan sorakan mereka di pinggir lapangan, membuat pemain tampil menggila. Terimakasih untuk semuanta,” lanjutnya. Pelatih multi talenta ini juga menekankan bahwa kunci kemenangan anak-anak adalah doa. “Kita tadi juara adalah berkah semua karena anak anak yang muslim menjalankan sholat Dhuha sebelum pertandingan. Jika melibatkan Allah SWT, Insya Allah pasti memudahkannya,” tuturnya. Dengan pertandingan final ini, Liga Hansaplast Topskor U-13 musim 2018/19 telah berakhir. Partai final Liga Hansaplast Topskor ini juga dihadiri oleh beberapa sosok legenda sepak bola Indonesia, seperti Markus Horison, serta penjaga gawang Timnas Indonesia sekaligus Persija, Andritany Ardhiyasa. Selain itu, laga puncak ini turut disaksikan dua pelatih Timnas usia muda Indonesia yakni Fakhri Husaini (Timnas U-19) dan Bima Sakti (U-16). Liga Hansaplast Topskor U-13 musim ini diikuti 24 tim yang berasal dari Jabodetabek. Dari 24 peserta tersebut kemudian dibagi menjadi dua grup. Kompetisi juga berjalan penuh dengan memainkan 22 pekan. Usai partai final, direktur kompetisi Liga Hansaplast Topskor, Yusuf Kurniawan, mengungkapkan bahwa Liga Hansaplast Topskor adalah kompetisi yang berjenjang dan akan terus membantu perkembangan sepak bola usia dini. “Liga Topskor adalah kompetisi berjenjang. Kalian para pemain tidak akan berhenti di sini saja dan akan terus berkembang,” ungkap Yusuf. Dengan menjadi juara di Liga Hansaplast Topskor U-13 musim 2018/19, ISA Fossbi berhasil mempertahankan gelarnya. Di kompetisi musim lalu, ISA juga sukses menjadi juara. (Adt)

Pembinaan Usia Dini, Jadi Tolak Ukur Atlet Gapai Prestasi

Legenda tenis Indonesia Yayuk Basuki menyebut pembinaan atlet usia dini di semua cabor bisa mendorong lahirnya atlet baru syarat prestasi. (rmoljateng)

Jakarta- Pembinaan atlet usia dini yang dilakukan secara intensif serta berkesinambungan di semua cabang olahraga (cabor) bisa mendorong lahirnya atlet baru syarat prestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. Hal itu dikatakan Yayuk Basuki, Anggota Komisi X DPR RI, saat menyaksikan Turnamen Sepak Bola Usia Dini Kelompok Umur (KU) 2006/2007 Piala Yayuk Basuki di Lapangan Gelora Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (28/3). “Semua cabang olahraga saya gerakkan, karena atlet berprestasi itu pasti muncul dari daerah kemudian berjenjang hingga tingkat atau kelas internasional,” ujar Yayuk, dikutip rmoljateng, pada Selasa (2/4). Dan, sebagai bagian dari upaya untuk mendorong perkembangan olahraga di Indonesia, legenda tenis kelahiran Yogyakarta, 30 November, 46 tahun silam itu, bahkan telah menggelar berbagai turnamen, seperti tenis meja, tenis, bulutangkis, serta voli. Dengan turnamen sepak bola, terlebih diikuti oleh para peserta yang datang dari beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, dinilai Yayuk, akan menjauhkan mereka pada hal negatif. “Ini membuat tidak ada waktu lagi bagi mereka untuk bermain ponsel, mengenal miras (minuman keras), bahkan narkoba. Ketika berbicara soal pembinaan atlet, wajib diarahkan ke sisi positif,” lanjut petenis Merah Putih yang pernah mencapai babak perempat final turnamen Grand Slam Wimbledon pada 1997 itu. Ditegaskan Yayuk, upaya yang dilakukan merupakan implementasi dari apa yang diserukan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tentang gerakan revolusi mental yang salah satunya, bisa diawali dengan mendidik budi pekerti para atlet dengan olahraga. “Dengan dimulai dari olahraga, tentunya bisa membentuk mental-mental yang baik agar berprestasi,” tambah peraih penghargaan atlet terbaik versi SIWO (Seksi Wartawan Olahraga) PWI Jaya pada 1995 itu. Turnamen sepak bola usia dini yang berlangsung sehari penuh itu diikuti 40 tim yang berasal dari Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Yayuk menjelaskan dengan adanya pembinaan dengan pendampingan wasit berlisensi diharapkan akan dapat memacu prestasi, disiplin dan sportifitas atlet sejak usia dini. “Terlebih turnamen ini kami laksanakan jelang gelaran ASEAN School Games, pada Juli nanti,” tukas peraih medali emas Asian Games tiga edisi (Seoul 1986/ganda putri, Beijing 1990/ganda campuran, Beijing 1990/ganda putri, Bangkok 1998/tunggal putri). (Adt)

Diikuti Lebih dari 1500 Pemain, IJL Musim 2019 Resmi Dibuka

IJL Resmi Dibuka dengan jumlah peserta lebih dari 1500 pemai dari 66 SSB pekan lalu (31/03/19). (Foto:IJL)

Indonesia Junior League (IJL) 2019 Resmi dibuka pekan lalu (31/3/19) di lapangan Nirwana Park Sawangan, Depok. Kompetisi musim ini diikuti oleh total lebih dari 1500 pemain dari 66 SSB yang siap berlaga di lapangan hijau. IJL sendiri terus membuktikan komitmentnya dalam berkontribusi untuk masa depan sepakbola Indonesia demi menciptakan iklim kompetisi yang sehat. IJL yang sudah memasuki musim keempatnya ini akan meluncurkan IJL Elite di akhir kompetisi. “Di musim keempat ini kami langsung menggelar tiga kategori yakni U-9, U-11 dan U-13. Tiap akhir kompetisi dirilis susunan pemain terbaik yang digabungkan menjadi satu tim dan diberi nama IJL Elite,” terang CEO Indonesia Junior League, Rezza Mahaputra Lubis. “IJL Elite ini yang kami harapkan nantinya bisa menjadi generasi penerus Timnas Indonesia di masa yang akan datang, database tiap pemain kami jaga tiap tahunnya,” ujar Rezza. “Bukan hal mudah memang menembus skuat IJL Elite, tidak hanya dari segi skill-teknik, visi bermain tapi juga attitude,” tambah Rezza. Washiyatul Akmal, Direktur Teknik IJL Elite yang juga mantan pemain Persija pun berkomentar bahwa dia selalu berharap bahwa proyek maya rantai IJL Elite ini akan berjalan mulus. “Tidak mudah memang menembus skuat IJL Elite, ibarat masuk Timnas, semua pemain terbaik berlomba-lomba dan benar-benar dipantau progresnya. Ini jadi semacam stimulus juga agar tiap SSB bisa menelurkan generasi terbaik tiap musimnya,” ujar Akmal. “Ini menariknya, saya pernah mengirim satu anak didik menembus skuat IJL Elite pada 2017 lalu. Ada satu kebanggaan besar tidak hanya dari sisi pemain tetapi juga orangtua,” tambah salah satu mantan pemain Persija lainnya, Aris Indarto. Menciptakan atmosfer kompetisi sepak bola usia dini yang segar dan sehat tetap jadi fokus utama IJL. Poin-poin khusus bahkan diciptakan untuk suporter dari tiap SSB. “Dinamika sepak bola usia muda Indonesia memang masih jadi pekerjaan rumah bersama. Penilaian untuk suporter bahkan kami jadikan rujukan mengakomodir keikutsertaan SSB di musim berikutnya, artinya harus ada sinergi agar kompetisi tidak hanya berjalan ketat tapi juga sehat, respect ke kawan, lawan juga perangkat pertandingan,” tegas Rezza. “IJL bebas dari intervensi karena semua SSB adalah mitra strategis kami,” tutup Rezza. Daftar Lengkap Tim Kontestan IJL 2019: U-9: 1. ASTAM 2. Salfas Soccer 3. Ragunan Soccer School 4. ASIOP 5. FU15FA Bina Sentra 6. M’Private Soccer School 7. All Star Galapuri 8. CISS 9. BMIFA 10. Pro:Direct Academy 11. Pelita Jaya SS 12. Indonesia Rising Star 13. Metro Kukusan 14. Garuda Muda Soccer Academy 15. Maesa Cijantung 16. Ocean Stars 17. Serpong Jaya 18. GRT Sitanala 19. Indonesia Muda Utara 20. SoccerEd 21. Cipondoh Putra 22. SSJ Kota Bogor 23. Alba FC 24. Fifa Farmel 25. Sparta 26. Garec’s 27. Remci 28. Kancil Mas Karawang 29. Young Warrior FA 30. D’Joe FC 31. Kembangan 8 32. Putra Agung 33. Abstrax FA 34. Atlas U-11: 1. ASTAM 2. Salfas Soccer 3. Ragunan Soccer School 4. ASIOP 5. FU15FA Bina Sentra 6. M’Private Soccer School 7. All Star Galapuri 8. CISS 9. BMIFA 10. Pro:Direct Academy 11. Pelita Jaya SS 12. Putra Sejati 13. Giras FC 14. Gagak Rimang 15. Maesa Cijantung 16. Ocean Stars 17. Serpong Jaya 18. Garuda Muda Soccer Academy 19. Indonesia Rising Star 20. Indonesia Muda Utara 21. Java Soccer Academy 22. GRT Sitanala 23. Tajimalela FA 24. Sparta 25. Remci 26. Young Warrior 27. Satria Muda FA 28. FIFA Farmel 29. Alba FC 30. Brazillian Soccer School 31. Stoni Indonesia 32. Garec’s 33. D’Joe FC 34. B24HABS. (IHA)

NBA Undang Delapan Pemain DBL Berbagi Inspirasi Dalam Program Jr. NBA Indonesia Camp

Student-athlete Honda DBL berfoto bersama Coach Carlos (tengah) dari Jr. NBA usai ikut berpartisipasi dalam Jr. NBA Indonesia Camp 2019 yang berlangsung di Cilandak Sport Center, Jakarta Selatan, Sabtu (30/3).

National Basketball Association (NBA) pekan lalu (30/3) mengundang delapan pemain muda Indonesia dalam program Jr. NBA Indonesia Camp di Jakarta. Mereka adalah para student-athlete yang berprestasi pada Honda Developmental Basketball League (DBL), liga basket pelajar terbesar di Indonesia. Dalam program tersebut, para pemain muda berprestasi ini ikut memberikan motivasi kepada adik-adik yang terlibat dalam Jr. NBA Indonesia Camp di Cilandak Sport Center, Jakarta Selatan. Kedelapan student-athlete itu adalah Sophia Rebecca (DBL Indonesia All Star 2018), Felicia Huang (DBL First Team 2018), Ferdinand Nursalim (DBL First Team 2018), Rayhan Alvaro Ferdinand (DBL First Team 2018), Dewa Made Ayu Sriartha (DBL Indonesia All-Star 2015/Indonesia Women’s National 3×3 Team Asian Games 2018), Regita Pramesti (DBL Indonesia All-Star 2013 & 2014/peraih medali perunggu tim putri 3×3 SEA Games 2017), Erlan Perkasa (Champion DBL 3×3 Competition 2015/Timnas putra FIBA National 3×3 U-18), dan Darryl Sebastian (DBL Indonesia All-Star 2017 dan 2018, Timnas Basket 3×3 U-18 dan Timnas Basket U-18 untuk World Cup 2023) ”DBL Indonesia (penyelenggara Honda DBL) sudah lama menjalin hubungan baik dengan NBA untuk tujuan pengembangan. Bahkan, event resmi pertama NBA di Indonesia pada tahun 2008 lalu, adalah hasil kerjasama dengan DBL Indonesia,” ujar Masany Audri, Direktur DBL Indonesia. ”Kami berterima kasih NBA mengundang dan mengajak kedelapan pemain muda dan berprestasi yang tak lain adalah output dari Honda DBL. Untuk ikut terlibat dengan berbagi di program internasional Jr. NBA. Kami berharap, mereka bisa memberikan inspirasi ke junior-juniornya untuk terus mewujudkan mimpinya, terutama di basket. Sehingga bisa meningkatkan partisipasi anak muda dalam olahraga,” lanjut wanita yang akrab disapa Sany ini. Jr. NBA Indonesia Camp merupakan program untuk mencari pemain-pemain usia 10-15 tahun dari Indonesia. Mereka nantinya akan menjadi bagian dari para pemain terpilih dari berbagai negara yang akan mengikuti seleksi tingkat Asia Pasifik. Dan puncaknya, akan mewakili regional Asia Pasifik dalam NBA Global Championship, berlaga melawan pemain-pemain dari seluruh dunia. ”Ini bukan soal latihan untuk profesional player. Tapi untuk memberi materi dasar kepada anak-anak usia dini. Karena itu kami terus konsisten hingga tahun ke enam, ” ucap Carlos Barroca, Head Coach Jr. NBA Asia. Lebih lanjut Carlos melihat potensi yang baik di Indonesia. “Indonesia punya potensi basket yang bagus. Karena itu kami ada di sini sampai tahun ke enam,” ungkapnya. Berlokasi di Cilandak Sport Center, Jakarta Selatan, delapan orang pemain dan alumni DBL tersebut menceritakan apa yang memotivasi mereka untuk terus berlatih basket hingga mencapai berbagai prestasi. Salah seorang diantaranya adalah Darryl Sebastian yang masuk ke dalam skuad DBL Indonesia All-Star 2017 dan 2018. Dia juga merupakan anggota Timnas Basket 3×3 U-18 Indonesia, dan akanbertanding di World Cup 2023 bersama Timnas Basket U-18. “Gara-gara basket, saya bisa sampai ketemu dan main basket bareng Presiden RI Pak Jokowi di Istana Negara Bogor. Lalu menjadi salah satu pemain di timnas muda Indonesia. Tapi ini nggak akan bisa dicapai kalau saya mudah menyerah bermain basket,” ujar Darryl Sebastian. “Peserta Jr. NBA Indonesia Camp ini punya kesempatan yang masih panjang karena mereka masih SMP. Jadi bisa mempersiapkan diri untuk bisa mencapai mimpi-mimpinya. Seandainya mereka gagal, coba terus jangan pernah nyerah,” tambahnya. Selama penyelenggaraan Jr. NBA, para peserta akan menjalani 5 skill stations yakni, Dribbling, Shooting, Passing, Footwork & Layups. Dari 50 pemain putra dan 50 pemain putri yang terpilih di hari pertama memiliki kesempatan untuk mengikuti basketball drills scrimmages. Nantinya akan terpilih 5 pemain terbaik putra dan 5 pemain terbaik putri yang akan mendapatkan gelar 2019 Jr.NBA Indonesia All-Stars. (IHA)

Ini Pesan Jason Richardson, Mantan Guard Golden State Warriors Kepada Anak Muda Indonesia

Jason Richason, mantan guard Golden State Warriors saat melatih anak-anak mendrible bola dalam acara coaching clinic di SMA 82 Jakarta.

Jason Richardson, mantan guard Golden State Warriors berpesan kepada anak-anak di Indonesia, bahwa edukasi dan sekolah adalah hal utama yang harus diraih sebelum memilih olahraga bola basket. Richardson datang ke Jakarta, Kamis (28/3/2019) sebagai pelatih tamu yang akan memilih 10 atlet basket muda sebagai peserta kamp Jr NBA akhir pekan nanti yang juga masuk ke dalam rangkaian acara Jr NBA. Richardson berpendapat bahwa secinta apapun seseorang dengan olahraga bola basket, tetap pendidikan adalah pangkal dari kesuksesan yang bisa diraih oleh seseorang. “Hal paling penting bagi pemain muda adalah edukasi. Anda harus sekolah terlebih dahulu untuk belajar banyak hal berbeda dan memperhatikan guru/pelatih di sana untuk mengerti banyak situasi,” Ujar richardson yang dilansir dari detiksport pada acara coaching clinic di SMPN 37 Jakarta. “Hal kedua adalah bekerja keras. Benar-benar bekerja untuk menjadi lebih baik, disiplin, makan yang sehat dan benar. Itu akan sangat membantu Anda,” tambahnya. Program Jr NBA bukan hanya dalam rangka mengasah bakat anak-anak dalam bola basket, akan tetapi juga sebagai ajang pelatihan bagi para pelatih bola basket di Indonesia agar dapat melatih bola basket dengan baik dan benar. “Pesan untuk pelatih adalah melatih dengan kecintaan pada permainan itu sendiri. Jr NBA muncul bukan untuk mencari pemain terbaik, tapi mengumpulkan anak-anak yang mencintai basket, juga pelatih yang senang dalam melatih olahraga ini, kemudian memberikan mereka pelajaran dasar di dunia basket. Sehingga anak-anak punya hasrat dan mampu mengerti lebih soal basket sedangkan pelatih bisa melatih dengan cara yang tepat,” demikian Richardson. (IHA)

Putri Yusril Ihza Mahendra: “Saatnya Sepak Bola Wanita Mengharumkan Nama Bangsa”

Kenia Khairunnisa Mahendra

Sepak bola hanya milik pria, itu adalah “mind set” dan tradisi yang tumbuh di kalangan orang saat ini, Sepak bola wanita sangatlah dipandang sebelah mata. Bahkan saat ini pelatih timnas wanita Indonesia, Rully Nere mengalami kendala yang besar dalam mencari potensi pemain sepak bola wanita. Dengan proses seleksi yang tiada henti, bongkar pasang, tuntutan turnamen internasional, Ia masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pemain untuk Timnas Wanita Indonesia. Salah satu alasan yang paling kuat adalah minimnya kompetisi yang diselenggarakan. Lain halnya dengan Kenia Khairunnisa Mahendra, Ia pun berharap Persija Jakarta bisa punya tim khusus wanita. Menurutnya peran wanita dalam mengharumkan nama bangsa melalui sepak bola harus dianggap serius. “Perempuan saat ini sudah mulai terlepas dari jeratan budaya patriarki. Dimana peran kami tidak sebatas menjadi pelengkap bagi kebutuhan pria. Layaknya laki-laki, perempuan harus mandiri dengan pendidikannya dan penghasilannya sendiri termasuk jika pilihannya menjadi atlet sepak bola,” ujar Kenia. “Terlebih lagi, justru saya menilai timnas wanita mempunyai kesempatan yang lebih untuk memajukan nama Indonesia,” tegasnya lagi. Kenia yang juga merupakan putri dari Yusril Ihza Mahendra berpendapat bahwa untuk membuat bangsa lebih maju adalah dengan mendengar suara Srikandi Tanah Air. Berlatar belakang dari keluarga yang kental dengan perputaran politik di Indonesia, membuat Kenia berani menyuarakan isi hatinya secara lantang. “The Girl Power” tegas Kenia yang juga kebetulan adalah anak cucu dari Jama Sandon, seorang penggawa Timnas Hindia-Belanda pada tahun 1922 silam. “Semakin banyak perempuan yang bersuara, maka akan semakin banyak pula hak-hak mereka yang terpenuhi. Ambil contoh, perempuan sudah memiliki keterwakilan sebanyak 30 persen di parlemen, hal tersebut tentu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menyuarakan aspirasi bagi Indonesia ke depan. Termasuk soal kepentingan untuk srikandi rumput hijau yang membawa nama bangsa,” harapnya lagi. Walupun Ia sadar bahwa suara lantang yang Ia suarakan tidaklah mudah untuk direalisasikan, butuh keberanian dan investasi yang luar biasa untuk mendobrak tradisi sepak bola yang di dominasi oleh kaum Adam ini. Dari sekian banyak tim yang ada Ia berharap Persija yang akan dapat membantu membangun mimpinya ini. Alasannya cukup logis, mengingat Jakarta adalah miniatur bangsa Indonesia, dimana semua pusat politik, ekonomi dan olahraga berpusat di Jakarta yang tentunya bisa jadi landasan kuat untuk terciptanya 11 srikandi yang akan berlaga diatas rumput hijau, hal ini akan dapat merubah animo dan atmosfer dunia sepak bola tanah air. “Di Eropa, klub-klub sepak bola seperti Manchester City, Manchester United, Inter Milan, Barcelona sudah mempunyai tim-tim sepak bola wanita. Itu menunjukkan bahwa, kaum hawa tidak bisa dipandang remeh, kami juga mempunyai potensi dalam olahraga atau pekerjaan yang notabenenya dilakukan oleh laki-laki,” tegas Kenia. “Jadi, cukup menarik ketika hal tersebut juga diterapkan oleh klub-klub sepak bola di Indonesia, khususnya Persija yang notabene adalah tim Ibu Kota. Pastinya hal tersebut bisa menjadi bahan rujukan klub lainnya nanti,” tandas Kenia yang mengaku ngefans dengan Persija sejak 2001 tersebut. (IHA)

ESports, Cabang Olahraga Milenial yang Berpotensi Untuk Mengharumkan Nama Bangsa

Salah satu kompetisi eSports yang digelar di Mall Mangga Dua. dok.NXL Mobile Esports 2019

Di era revolusi teknologi seperti ini, hampir segala bidang dalam kehidupan masyarakat sudah bercampur tangan dengan sisi teknologi, termasuk dalam aspek Olahraga. Olahraga yang kita kenal sebagai olah fisik tubuh secara konvensional saat ini mulai mengalami perubahan yang signifikan. Olahraga kini bisa dilakukan di depan layar smartphone atau komputer. Olahraga yang disebut sebagai olahraga elektronik (eSports) ini banyak berasal dari sekedar hobi para kaum milenial yang tanpa disadari saat ini para penggiat eSports ini ternyata punya kesempatan dalam mengharumkan nama bangsa, selayaknya atlet-atlet kita yang lain. Olahraga eSports sempat dipertandingkan pada laga Asian Games 2018 lalu, walaupun hanya dipertandingkan sebatas eksebisi, tetapi mulai saat itu juga, nama eSports mulai ramai di Indonesia. Semenjak itu pula ada banyak pihak baik swasta maupun pemerintah yang mulai gencar menggaungkan dan menggelar turnamen eSports di Indonesia, mengingat pada ajang SEA Games 2019 dan Asian Games 2022, eSports tidak lagi sebatas eksebisi tetapi akan menjadi cabor yang memperebutkan medali. Dengan menjamurnya eSports saat ini di Indonesia, diharapkan agar para bibit-bibit pemainnya dapat bersaing di tingkat internasional sehingga juga berpeluang untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. “Tentunya atlet Esports Indonesia bisa bersaing bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional. Nantinya kalau sampai dipertandingkan di Asian Games berikutnya (Hangzhou 2022), dan nanti kalau jadi di Olimpiade, saya rasa ada kesempatan yang baik bagi atlet-atlet Indonesia untuk bisa mengharumkan nama bangsa melalui Esports,” tutur Charles Honoris anggota Komisi I DPR yang dilasir dari detikSport. “Apalagi nanti bisa mendorong developer-developer game dalam negeri untuk menciptakan game-game yang bisa dimainkan di Esports tentu akan sangat-sangat positif. Daripada anak muda Indonesia menggunakan internet untuk menyebarkan hoaks, fitnah, atau kebencian di medsos, tentunya Esports merupakan wahana atau kegiatan yang jauh lebih positif,” sambungnya. Charles meminta agar pemerintah lebih serius dalam menangani potensi eSports di Indonesia, terutama soal regulasinya. “Kita tentu tidak mau membatasi pertumbuhan Esports. Mungkin ada yang mengatakan bermain game bisa berdampak negatif, ya ini tugas kita bersama pemerintah untuk membuat regulasi yang membatasi efek negatifnya, tapi secara umum Esports ini harus kita dukung karena memang peminatnya banyak.” Ujar Charles. “Mungkin ke depan perlu juga registrasi diperketat saat membuat akun game online, harus registrasi dengan usia. Jadi ke depan mungkin di jam tertentu anak yang masih di usia sekolah tidak bisa login untuk main live. Jadi tidak menggangu para siswa yang sedang belajar,” Tambahnya. (IHA)

Ajang Football for Peace Jawa Timur 2019 Akan Segera Digelar

ID Gen bekerjasama dengan PT Pilar Bangun Sentosan dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur akan mengadakan ajang sepakbola bertajuk “Football for Peace Jawa Timur 2019”. Program yang akan digelar di Surabaya ini bertujuan agar mendidik para kaum remaja tentang karakter, kepemimpinan, norma-norma di masyarakat, terutama untuk lebih meningkatkan rasa Bhineka Tunggal Ika. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Prawansa juga akan terlibat untuk memberikan bola kepada 100 anak-anak di Jawa Timur yang disambung dengan “Coaching Clinic” bagi siswa-siswa sekolah, guru-guru olahraga dan orang tua siswa sebanyak 100 orang. Acara ini akan digelar pada tanggal 24-27 Maret di Lapangan Koni Kertajaya Surabaya dan akan dilanjutkan pada tanggal 1-4 April 201 di lapangan sepak bola Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum sekaligus dengan program pelatihan bagi 100 santri di Pondok pesantren tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan “Festival Sepak Bola Sarung”. Ajang yang dikepalai oleh KH. Zahrul Azhar As’ad (Gus Hans) pimpinan Pondok Pesantren Queen Al-Azhar Darul Ulum Jombang ini akan dipimpin oleh pelatih-pelatih yang berpengalaman dalam program Football for Peace sebelumnya. Acara ini pada dasarnya hanyalah program pembuka bagi program pelatihan sesungguhnya yang akan digelar September tahun ini, dimana nantinya akan dihadirkan pelatih-pelatih dari luar negeri. Pelatihan ini digelar di lapangan sepak bola Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum untuk mengirim anak-anak pilihan dari hasil pelatihan ini ke Spanyol untuk kemudian dikembangkan menjadi pemain sepak bola yang handal dan berkarakter plus. (IHA)

Hasil Positif Diraih Dimas, Pemuda Asal Depok di Ajang Moto2, Qatar

Dimas Ekky Pratama di Moto2 Qatar

Banyak pelajaran yang didapatkan oleh Dimas Ekky Pratama saat dia menjalani laga bapak seri Perdana Moto2 Qatar (10/3). Mengingat bahwa tahun ini adalah tahun pertama bagi Dimas untuk terjun full time di Moto2 dan menggunakan mesin dari Triumph, dimana sebelumnya menggunakan mesin dari Honda seperti yang dipacu oleh Dimas selama berlaga di ajang Moto2 FIM CEV Repsol. “Step by step, saya lebih memahami karakter motor ini dan juga dari sisi elektroniknya,” ujar Dimas Ekky Pratama yang membalap bersama tim Idemtisu Honda Team Asia. Salah satu kemajuan Dimas adalah menajamkan catatan waktunya hingga bermain di 2 menit selama 01,514 detik. Untuk Best Lap yang dicetaknya ada di lap 9 dari total 20 lap yang ditempuh “Meski sempat kesulitan di sesi Free Practice, tetapi ketika race cukup optimis bisa menggali pengalaman lebih dan belajar banyak dari pembalap-pembalap yang berada di depan,” aku Dimas yang asal Depok, Bogor, Jawa Barat. Bagaimanapun, hasil positif dari Dimas di Moto2 ini masih lebih baik dari rekan setimnya Somkiat Chantra asal Thailand yang tidak berhasil menyentuh garis finish di seri Qatar. “Bertahap setiap seri saya akan belajar lebih banyak, improve lebih banyak, memperbaiki posisi dan semoga di race Argentina akan lebih baik hasilnya,” janji Dimas yang dilansir dari OtoRace.id “Mohon support dan doanya, karena doanya sangat berarti untuk saya,” tambah Dimas (IHA)

Titik Terang, Perbasasi Janji Akan Bantu Dana Untuk Timnas Bisbol Putri U-15

Tim Bisbol putri akan mengikuti turnamen di Canberra.Tim Bisbol putri akan mengikuti turnamen di Canberra. (Dok.Timnnas Bisbol Putri Indonesia)

Angin sejuk bertiup ke arah Timnas Bisbol Putri yang akan berkompetisi di U-15 Australian Youth Women’s Baseball Championship 2019 di Canberra pada 15-20 April mendatang, karena Andika Monoarfa selaku Ketua Umum Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) akan mengucurkan bantuan dana bagi mereka. Realisasi bantuan dana ini disepakati setelah jajaran pimpinan Perbasasi bertemu dengan Menpora Imam Nahrawi di Kemepora senin (4/3) lalu. Tim Perbasasi menjelaskan perihal kesulitan dana yang dialami oleh Timnas Bisbol Putri U-15 tersebut untuk mengikuti turnames usia dini di Australia. Mengenai jumlah dana yang akan dikucurkan Andika enggan membeberkannya. “Sekarang ini dukungan [dana] partisipasi pemerintah dan federasi, termasuk amal soleh. Nah itu urusan kami dengan Tuhan, jangan ditanya. Karena sekali lagi, yang paling penting partisipasinya lengkap,” kata Andika kepada para awak media. “Sebenarnya tanpa kami [Perbasasi dan Kemenpora] rapat pun, mereka tetap berangkat juga. Memang biasanya federasi kalau untuk [kompetisi] anak-anak usia dini, kami menyumbang hanya jersey/pakaian tanding, bola, peralatan tanding, dan lain sebagainya lalu kami lepas secara resmi dimana ada acara cium bendera. Hanya itu, tidak ada bantuan lain,” ucapnya menambahkan. Kabar mengenai kesulitan dana ini sebelumnya sudah viral melalui social media lewat akun Instagram @baseballputri pada hari minggu (3/3) “Nah maksud adik-adik ini, mereka membuat viral dan lain sebagainya itu sekali lagi tidak ada maksud yang aneh-aneh sebenarnya. Sangat positif, mereka itu mau berangkat tapi mencari dukungan rekan-rekan yang lain dan tidak mau membebankan terlalu banyak orang tuanya. Sekarang alhamdulillah ada berita seperti itu [viral], ya alhamdulillah tidak disangka malah dibantu [Perbasasi dan Kemenpora],” ucap Andika. “Jadi memang penting sekali partisipasi dari masyarakat. Saya pribadi juga ikut bantu walau tidak besar, pengurus yang lain juga bantu, dari awal yang bentuk ini juga penasehat kami. Sekarang lengkap: partisipasi dari orang tua ada, dari federasi ada yang akan membantu kelancaran mengurus visa dan lain sebagainya, dari masyarakat, dan pemerintah,” katanya melanjutkan. Keseluruhan dana yang diperlukan untuk mengikuti turnamen ini adalah sebesar 982 Juta Rupiah, yang akan diperuntukkan untuk 22 pemain, 2 pelatih dan ofisial selama turnamen tersebut di Australia. Andika sempat menjelaskan kenapa butuh biaya yang besar untuk hal ini, karena timnas yang berangkat adalah U-15 maka selain para pemain ada pendamping atau orang tua yang akan juga berangkat ke Australia. Selain itu Timnas Putri Indonesia ini juga berhasil mengumpulkan dana hingga berita ini dibuat, sebesar Rp. 16.320.713 melalui website crowdfunding kitabisa.com. Bagi Sobat Muda yang tergerak untuk membantu silahkan menyumbang melalui website kitabisa.com tersebut.(IHA)  

Kloter Kedua IJL Sukses, Lebih dari 1500 Pemain Membanjiri Sawangan

Lebih dari 1500 calon pemain rumput hijau menghadiri screening IJL kloter kedua pekan lalu (3/3) di sawangan, depok. Foto IJL

Setelah sukses menggelar screening kompetisi Indonesia Junior League (IJL) kloter pertama, kloter kedua pun digelar pekan lalu, Minggu (3/3/19) masih berlokasi di Sawangan. Screening kloter kedua pun dibanjiri oleh lebih dari 1500 calon calon pemain IJL yang siap unjuk gigi di IJL 2019. Gelombang kedua pun berjalan lancar dan sesuai prediksi tim IJL bahwa animo yang ada jauh lebih membludak dibandingkan hari gelombang pertama. Mendadak lapangan sepakbola Sawangan dibanjiri oleh lautan pemain muda calon bintang sepakbola tanaha air. Acara tersebut diawali dengan ASTAM dan diakhiri oleh FIFA Farmel. “Alhamdulilah berjalan lancar biarpun di pagi hari ada kendala cuaca dan banyaknya crew yang terhambat datang karena hujan deras tapi screening tetap on-time digelar sesuai jadwal,” ujar CEO Indonesia Junior League, Rezza Mahaputra Lubis. “Kendalanya banyak tim-tim yang dapat jadwal di pagi hari telat datang alhasil bertumpuk pada sore harinya. Ya tapi ini sebagian dari konsekuensi membludaknya animo untuk ikut IJL 2019,” tambah Rezza lagi. Setiap tahapan dalam proses screening dijalani oleh para pemain sepakbola cilik ini, tak pelak banyak orang tua yang mendampingi anak-anak mereka menjadi penasaran dan mencoba mengintip masuk ke ruang screening. Seperti diinformasikan sebelumnya bahwa tahap screening IJL terbagi menjadi empat tahap, yaitu keabsahan dokumen, tes forensik (cek gigi), sesi foto (database pemain) dan diakhir dengan validasi sidik jari. “Sebenarnya banyak orangtua khususnya dari U-9 mempertanyakan kenapa screeningnya membutuhkan waktu yang cukup lama,” tutur Rezza. “Screening yang dilakukan memang sangat ketat khususnya untuk pemain-pemain yang belum pernah ikut IJL. Pengecekan administrasi seperti cek ijazah, akte lahir dan nomor induk pelajar, pengecekan sidik jari sampai forensik meliputi rekam medis gigi. Ini memang bagian dari regulasi kompetisi,” terang Rezza. Dalam hal rekam medis IJL sangat menganggap hal ini serius, karena ini dinilai sebagai asset jangka panjang untuk mendapatkan database lengkap di masa depan bagi dunia sepakbola tanah air. “Screening medis kami melibatkan dokter gigi Rumah Sakit Mayapada yang sudah berpengalaman dan sangat kompeten di bidang screening usia. Selain memeriksa gigi, tahapan ini juga menjadi faktor penentu lolos tidaknya pemain untuk bermain di kompetisi IJL,” tegas Rezza. “Saya beri acungan jempol untuk beberapa SSB yang sangat tertib dan terorganisir dalam screening kemarin dan begitu memahami tahapan demi tahapannya. Bahkan tim komite IJL dan dokter RS Mayapada sampai membuat rangking delapan besar,” sambungnya lagi. “Pemeriksaan rekam medis ini nantinya pasti juga akan berguna bagi anak-anak di masa mendatang terutama bagi mereka yang punya komitmen menjadi seorang atlet profesional, karena itu kami menerapkan tahapan yang sangat ketat saat proses screening,” tambah Rezza. Dalam waktu dekat acara IJL 2019 akan segera digelar dengan kemeriahan dari 66 tim SSB, sembari menunggu proses rehabilitas lapangan GOR sawangan tersebut. “Semuanya tergantung kondisi lapangan POR Sawangan yang sedang dalam fase perawatan. Kick-off paling cepat 24 Maret, selambat lambatnya awal April. Kita lihat saja progresnya mulai dari sekarang karena soal lapangan IJL sebisa mungkin tidak mau setengah-setengah, kami ingin memberikan wahana terbaik untuk anak-anak,” pungkas Rezza. Berikut adalah daftar tim kontestan IJL 2019: U-9: ASTAM Salfas Soccer Ragunan Soccer School ASIOP Apacinti FU15FA Bina Sentra M’Private Soccer School All Star Galapuri CISS BMIFA Pro:Direct Academy Pelita Jaya SS Indonesia Rising Star Metro Kukusan Garuda Muda Soccer Academy Maesa Cijantung Ocean Stars Serpong Jaya GRT Sitanala Indonesia Muda Utara SoccerEd Cipondoh Putra SSJ Kota Bogor Alba FC Fifa Farmel Sparta Garec’s Remci Kancil Mas Kembangan 8 Putra Agung Young Warrior D’Joe Soccer U-11: ASTAM Salfas Soccer Ragunan Soccer School ASIOP Apacinti FU15FA Bina Sentra M’Private Soccer School All Star Galapuri CISS BMIFA Pro:Direct Academy Pelita Jaya SS Putra Sejati Giras FC Gagak Rimang Maesa Cijantung Ocean Stars Serpong Jaya GMSA Indonesia Rising Star Indonesia Muda Utara Java Soccer Academy GRT Sitanala Tajimalela FA Sparta Remci Young Warrior Satria Muda FA Fifa Farmel Alba FC Brazillian Soccer School Stoni Indonesia Garec’s D’Joe Soccer B24HABS. (IHA)