Masuk Timnas U-23 Ilham Rio Fahmi: Tunjukkan yang Terbaik.

Bek kanan Persija, Ilham Rio Fahmi, sangat antusias menjalani pemusatan latihan Tim U-23 Indonesia. Apalagi, ini merupakan pemanggilan perdananya ke tim nasional. “Saya bangga dan bersyukur bisa bergabung dengan rekan-rekan di Timnas U-23, apalagi ini kesempatan yang langka bagi setiap pemain, yang pasti semua pemain ingin menunjukkan yang terbaik di TC kali ini,” katanya. “Alhamdulillah, walaupun saya baru bergabung, teman-teman sangat welcome dan support pada saya, Insha Allah saya dan teman-teman bisa kompak Dan meraih target yang diberikan PSSI (di SEA Games 2021).” “Jujur, saya tidak melihat persaingan. Memang di posisi saya banyak yang sudah berpengalaman, saya jadikan motivasi, improve, belajar lagi. Saya target bersama tim, tentu semua tim jika ikut kompetisi maunya juara, saya siap memberikan target yang diberikan PSSI,” tutup pemain berumur 20 tahun tersebut. Di SEA Games 2021, Tim U-23 Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah sekaligus juara bertahan Vietnam, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste. Bek kiri Persija Jakarta, Firza Andika, sangat yakin Tim U-23 Indonesia bisa berbicara banyak, kendati menghadapi Vietnam. Laga melawan Vietnam menjadi ulangan final SEA Games 2019 Filipina. Saat itu, Garuda Muda takluk 0-3 dan harus merelakan medali emas ke tangan The Golden Stars. Firza Andika menjadi saksi hidup sekaligus pemain yang bermain dalam laga final tersebut. “Alhamdulillah, saya bersyukur kembali dipanggil ke Timnas lagi. Saya memang menargetkan kembali baik itu di ajang SEA Games (2021) nanti atau tim senior (Piala AFF 2022) nanti. Makanya saya di kompetisi, setiap bermain saya berusaha memberikan yang terbaik, alhamdullilah dipanggil ke Timnas lagi,” jelasnya. “Kondisi saya masih 80 persen, karena seminggu tidak latihan semenjak kompetisi selesai. Paling latihan di rumah hanya jogging.” “Buat saya komentar pribadi, saya siap menghadapi Vietnam lagi, Insha Allah akan menenangkan pertandingan melawan Vietnam, Dan kami akan menjadi juara. Saya sangat optimistis, karena banyak pemain asuhan coach Shin Tae-yong yang bagus-bagus di zaman sekarang. Apalagi punya karakter yang kuat, saya optimistis bisa meraih juara,” tutup pemuda berusia 22 tahun tersebut.   Sumber: PSSI

Persija Kirim Empat Pemain Muda Gabung Timnas U-23

Empat pemain muda Persija mendapatkan panggilan dari tim nasional U-23 proyeksi SEA Games 2022 di Vietnam, pada 6–22 Mei 2022. Keempat nama itu adalah dua bek sayap, Ilham Rio Fahmi dan Firza Andika, serta dua sosok gelandang, Syahrian Abimanyu dan Braif Fatari. Mereka dijadwalkan memulai pemusatan latihan (TC) di Jakarta pada 6 – 7 April 2022. Setelah itu program berlanjut ke Daegu, Korea Selatan, pada 8-29 April 2022. Pemanggilan TC ini adalah momen bersejarah bagi Rio Fahmi. Sebab, sebelumnya dia belum pernah dipanggil untuk bergabung dengan timnas di level apa pun.   Kondisi ini tentu berbeda dengan Braif, Abimanyu, dan Firza yang sebelumnya sudah tak asing dengan pemanggilan timnas. “Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Pemanggilan ini akan saya jadikan pengalaman berharga dan saya manfaatkan sebaik mungkin untuk karier ke depan,” ucap Rio. “Awalnya saya pun kaget (dipanggil timnas). Di setiap pertandingan yang saya mainkan, saya hanya berusaha maksimal saja. Tak ada pikiran untuk dilirik timnas atau tidak. Yang penting bagi saya bisa berkontribusi maksimal untuk tim,” ujar pemain berusia 20 tahun itu. Pemain dengan rapor 26 kali tampil di Liga 1 2021/2022 tersebut juga mendapatkan pesan dari tim pelatih Persija. “Pesan pelatih adalah harus manfaatkan kesempatan ini dengan maksimal. Selain itu harus menjaga nama baik klub selama di TC,” tutur pengidola Ismed Sofyan itu. Manajemen Persija berharap Rio Fahmi dkk. dapat menunjukkan performa terbaiknya selama TC timnas. Semoga keempat pemain tersebut bisa berkontribusi dalam prestasi Indonesia di pentas SEA Games 2022. Sumber: PERSIJA

Pertandingan Persija Vs Madura United Resmi Ditunda

  Dilansir dari sosial media resmi BRI Liga 1 pertandingan antara Persija dan Madura United terpaksa ditunda. Penundaan ini lantaran banyaknya pemain Persija yang positif virus corona. Berdasarkan Emergency Meeting antara Persija, Madura United, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada Rabu (9/2/2022), pukul 15.30 WIB, laga Persija vs Madura United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar (9/2/2022), pukul 20.30 WIB, resmi ditunda. Mengacu pada pasal 52 ayat 7 Regulasi BRI Liga 1 2021/2022 (Dalam keadaan luar biasa, di mana setelah Swab Test Rapid Antigen pada hari Pertandingan membuat Klub yang akan bertanding hanya menyisakan kurang dari 14 pemain (termasuk salah satu di antaranya adalah penjaga gawang), maka LIB dan PSSI akan segera menggelar Rapat Darurat untuk memberikan Keputusan dalam tempo cepat dan setiap Keputusan bersifat final), Emergency Meeting digelar karena jumlah pemain Persija yang dinyatakan negatif hanya 11 nama. Hasil tersebut berdasarkan tes swab PCR pada Selasa (8/2/2022) dan Rabu (9/2/2022). Mereka adalah Adrianus Dwiki Arya, Hadi Ardiansyah, Ilham Rio Fahmi, Imam Pathuroman, Marko Simic, Radzky Syahwal Ginting, Riko Simanjuntak, Rohit Chand, serta tiga pemain yang baru dinyatakan pulih dari Covid-19, yakni Andritany Ardhiyasa, Maman Abdurahman, dan Ismed Sofyan. Perlu digaris bawahi, Ismed pun dalam kondisi tidak fit 100 persen karena masih menjalani masa pemulihan cedera meniskus. Sementara itu, sebenarnya Persija masih memiliki empat pemain lain, yakni Cahya Supriadi, Syahrian Abimanyu, Irfan Jauhari, dan Taufik Hidayat. Namun, mereka sedang menjalani pemusatan latihan timnas U-23. Di sisi lain, staf pelatih Persija yang mendampingi tim tinggal tersisa Ferdiansyah (asisten pelatih/video technical analysis) dan Alberto Lungherini (pelatih fisik). Sudirman sebagai pelatih kepala, Ahmad Fauzi (pelatih kiper), dan Ilham Ralibi (pelatih fisik) masih harus menjalani isolasi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Madura United yang telah berbesar hati bersedia menunda pertandingan ini. Begitu pun kepada LIB yang telah memfasilitasi terjadinya emergency meeting sore tadi sehingga keputusan ini dapat disepakati. Saat ini fokus kami adalah segera melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu untuk dapat menyelesaikan permasalahan badai Covid-19 yang tengah menimpa tim. Semoga di pertandingan berikutnya (vs Persebaya), kondisi tim sudah membaik dan dapat menjalani pertandingan sesuai dengan jadwal-jadwal yang sudah ditentukan,” kata Bambang Pamungkas, Manajer Persija.

Peringati Hari Gizi Nasional, Persija Development Luncurkan Program Panduan Nutrisi Untuk Pemain Muda

Hari Gizi Nasional diperingati setiap tanggal 25 Januari. Pada tahun 2021 ini, peringatan Hari Gizi Nasional memasuki tahun yang ke-61. Guna memperingati Hari Gizi Nasional yang ke-61 ini, Persija Development meluncurkan Program Panduan Nutrisi untuk para pemain Persija khususnya para pemain muda mereka. Program tersebut merupakan inisiasi dari Persija Development untuk memandu para pemain terkait kebutuhan nutrisi dan gizinya sebagai seorang atlet sepak bola. Hal tersebut harus dilakukan agar para pemain mendapatkan asupan gizi yang ideal dari makanan yang mereka konsumsi. Apalagi sudah sejak dini, para pemain harus sudah dibiasakan untuk mengatur pola makannnya. “Performa maksimal dalam sepak bola membutuhan latihan berkualitas yang konsisten. Dukungan nutrisi menjadi hal penting yang wajib diperlihatkan,” ujar Heri Komarudin, Nutrisionis Persija Development, dilansir dari laman resmi Persija. “Pengaturan asupan makanan akan membantu atlet memenuhi kebutuhan energinya. Pola makan optimal adalah bagian dari proses latihan itu sendiri,” kata Heri. View this post on Instagram A post shared by Persija (@persija) Tidak hanya itu, dalam panduan tersebut dijelaskan hal-hal seputar asupan makanan yang dibutuhkan oleh seorang pesepak bola. Begitu juga contoh pola makan harian yang dijelaskan sangat detail dalam panduan tersebut. Hal ini dilakukan agar para pemain yang ada di Persija Development bisa menjalani hal tersebut dengan baik. “Dengan adanya panduan ini, harapannya dapat menjadi langkah awal untuk perubahan pola makan para pemain di Persija Development,” tutur dia. “Tidak hanya itu, dengan perubahan makan ini juga diharapkan bisa mewujudkan impian mereka menjadi pesepak bola profesional di kemudian hari,” pungkas Heri.

Rencana Pemain Muda Persija Setelah Lulus Dari SMA

Salah satu pemain muda Persija Jakarta, Salman Alfarid. (Sumber: Persija.id)

Jakarta- Salah satu pemain muda Persija Jakarta, Salman Alfarid tengah berbahagia karena baru saja diumumkan lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) secara online pada Sabtu (2/5) kemarin. Sebelumnya pemain yang memperkuat Persija U-20 ini tercatat sebagai siswa kelas XII SMA Diklat Ragunan, Jakarta. Penggawa Timnas U-19 ini pun bersyukur akhirnya bisa menyelesaikan pendidikannya. Meskipun di satu sisi sebagai seorang pesepakbola harus mampu membagi waktu antara pendidikan dan aktivitas sebagai atlet. “Alhamdulillah saya sudah dinyatakan lulus dari SMA. Setelah ini tentunya juga saya memiliki keinginan melanjutkan ke jenjang kuliah. Ini bisa jadi bekal untuk masa depan saya nantinya mengingat saya tidak selamanya di dunia sepakbola juga,” ujar Salman. Lebih lanjut pemain berposisi bek sayap kiri ini berencana masuk ke perguruan tinggi jurusan keolahragaan. Namun hingga kini Salman belum menentukan kampus mana yang ia pilih. Ia akan berusaha keras untuk bisa masuk universitas pilihannya. “Rencananya mau ambil jurusan keolahragaan. Saya ambil kuliah juga untuk menyeimbangkan kegiatan lain selain sepakbola. Akan tetapi saat ini sepakbola tetap jadi prioritas saya sambil kuliah,” tambahnya. Rencana sama juga diutarakan penggawa muda Persija lainnya, Braif Fatari. Braif sendiri juga dipastikan lulus sekolah tahun ini. “Iya Puji Tuhan saya lulus sekolah. Kini saya bisa fokus di sepakbola mengingat ketika saya sekolah fokus saya terbagi. Apalagi saat latihan pikiran saya selalu sekolah. Sekarang senang saya sudah lulus. Rencananya saya juga mau melanjutkan kuliah,” timpal Braif.

Persija Resmi Umumkan Pelatih Baru, Bepe Siap Bantu Sergio Farias

Persija Jakarta menunjuk Sergio Farias sebagai Pelatih musim 2020.

Jakarta -Sergio Farias resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Persija Jakarta. Proses perkenalan pelatih berkebangsaan Brasil itu berlangsung di Elite Club Epicentrum, Setiabudi, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Salah satu alasan dirinya menerima pinangan Macan Kemayoran adalah mencari tantangan baru. Tim Ibu Kota ini merupakan klub bersejarah dan memiliki basis suporter yang besar, sehingga Ia tertantang untuk memberikan gelar di Persija. “Saya pernah di Asia dan saya dapat undangan dari Persija. Ini tantangan besar serta level pekerjaan yang bagus. Apalagi saya pernah juara Liga Champions tapi sudah lama sekarang saya butuh tantangan baru,” ujar Sergio. “Ditambah lagi tim ini tim besar banyak suporter dan sangat fanatik. Jadi saya akan berikan yang terbaik buat Persija,” tambahnya. Rencananya selama di Persija baru dibantu dua asisten pelatih. Dua asisten pelatih yakni Stefano selaku asisten pelatih dan Rodrigo Pellegrino selaku pelatih fisik sekaligus analis. Keduanya juga sudah dikenalkan di depan awak media. “Kami sebelum ini sudah mencari tahu soal Persija baik itu melalui online maupun beberapa pelatih Brasil yang sebelumnya melatih di Indonesia. Intinya saya akan bertahap dan menganalisis agar nantinya bisa membangun tim ini menjadi baik sekaligus bisa meraih juara,” tutupnya. PERSIJA TUNJUK BEPE JADI MANAJER TIM Bambang Pamungkas telah dipastikan mengemban tugas baru di Persija Jakarta selepas pensiun. Ia resmi ditunjuk sebagai manajer tim untuk musim depan. Pengumuman ini disampaikan di Elite Club Epicentrum, Setiabudi, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Tugas utama pria yang akrab disapa Bepe yakni membantu tim pelatih mengelola tim di dalam maupun luar lapangan. Ia mengaku akan tetap bekerja sama dengan Marsma TNI, Ardhi Tjahjoko, yang mendapatkan jabatan baru sebagai pembina tim. “Sekali lagi saya diperkenalkan secara resmi sebagai manajer Persija. Ini bukan peran baru untuk saya. Yang pasti, saya dan Pak Ardhi akan sama-sama membantu tim pelatih dan menyediakan hal yang dia perlukan untuk menjalani roda tim ini,” kata Bepe. “Sekali lagi tidak ada pengurangan orang di manajemen tim, tapi diperkuat. Saya melengkapi. Saya dan Pak Ardhi menjadi kepanjangan presiden tim,” tambahnya. Lebih lanjut Ia juga menegaskan tidak akan mengintervensi ke arah teknikal. Pasalnya wewenang ini sepenuhnya dipegang Sergio Farias sebagai pelatih kepala. “Saya sudah lama di tim ini. Sudah mengenal tim ini. Saya mempercepat pengenalan pelatih kepala ke tim ini, misal soal budaya dan lain-lain. Tapi kami tak akan mencampuri area teknis pelatih,” imbuh eks striker Timnas Indonesia itu.

Persija Jakarta U-16 Ingin Lanjutkan Tren Positif di Elite Pro Academy Liga U-16

Tim Persija Jakarta U-16 ingin melanjutkan tren kemenangan saat bertandang ke markas Perseru Badak Lampung pada lanjutan Elite Pro Academy U-16. (persija.id)

Lampung- Persija Jakarta U-16 melakoni laga tandang ke markas Perseru Badak Lampung pada lanjutan Elite Pro Academy Liga U-16, di Lapangan Yonif 143, Lampung, pada 27-28 April 2019. Young Tiger, julukan Persija Jakarta U-16, ingin melanjutkan tren kemenangan, dimana mereka sukses menyapu bersih dua kemenangan sebelumnya saat bertandang ke markas Semen Padang. Muhammad Arief, Pelatih Kiper Persija Jakarta U-16, mengatakan anak didiknya tersebut tak mau pulang dengan tangan hampa di perjalanan jauh yakni away perdana ke Lampung. “Kami datang melawan tim yang bagus mengingat mereka sempat mencuri poin saat bertemu TIRA yang juga bagus. Kami ingin berusaha sebaik mungkin mengambil poin di Lampung,” ujar Arief, di Wisma Lampung Sakti, Lampung, Jumat (26/4). Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ghesenk itu menegaskan persiapan Fiore Rafli Cs berjalan dengan baik. Ia juga menyebut tidak masalah ada satu pemain yakni Muhammad Rafli yang absen karena mengalami kartu merah di pertandingan sebelumnya. “Seminggu ini kami sudah persiapan dengan baik, baik itu di tim dan juga melihat kekuatan lawan melalui rekaman video. Total kami membawa 19 pemain dan satu pemain kami absen karena mengalami kartu merah, tapi kami memiliki pemain yang kualitas sama, jadinya kami tidak khawatir akan hal itu,” tutup pria asal Tangerang itu. (Adt)

Putri Yusril Ihza Mahendra: “Saatnya Sepak Bola Wanita Mengharumkan Nama Bangsa”

Kenia Khairunnisa Mahendra

Sepak bola hanya milik pria, itu adalah “mind set” dan tradisi yang tumbuh di kalangan orang saat ini, Sepak bola wanita sangatlah dipandang sebelah mata. Bahkan saat ini pelatih timnas wanita Indonesia, Rully Nere mengalami kendala yang besar dalam mencari potensi pemain sepak bola wanita. Dengan proses seleksi yang tiada henti, bongkar pasang, tuntutan turnamen internasional, Ia masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pemain untuk Timnas Wanita Indonesia. Salah satu alasan yang paling kuat adalah minimnya kompetisi yang diselenggarakan. Lain halnya dengan Kenia Khairunnisa Mahendra, Ia pun berharap Persija Jakarta bisa punya tim khusus wanita. Menurutnya peran wanita dalam mengharumkan nama bangsa melalui sepak bola harus dianggap serius. “Perempuan saat ini sudah mulai terlepas dari jeratan budaya patriarki. Dimana peran kami tidak sebatas menjadi pelengkap bagi kebutuhan pria. Layaknya laki-laki, perempuan harus mandiri dengan pendidikannya dan penghasilannya sendiri termasuk jika pilihannya menjadi atlet sepak bola,” ujar Kenia. “Terlebih lagi, justru saya menilai timnas wanita mempunyai kesempatan yang lebih untuk memajukan nama Indonesia,” tegasnya lagi. Kenia yang juga merupakan putri dari Yusril Ihza Mahendra berpendapat bahwa untuk membuat bangsa lebih maju adalah dengan mendengar suara Srikandi Tanah Air. Berlatar belakang dari keluarga yang kental dengan perputaran politik di Indonesia, membuat Kenia berani menyuarakan isi hatinya secara lantang. “The Girl Power” tegas Kenia yang juga kebetulan adalah anak cucu dari Jama Sandon, seorang penggawa Timnas Hindia-Belanda pada tahun 1922 silam. “Semakin banyak perempuan yang bersuara, maka akan semakin banyak pula hak-hak mereka yang terpenuhi. Ambil contoh, perempuan sudah memiliki keterwakilan sebanyak 30 persen di parlemen, hal tersebut tentu harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menyuarakan aspirasi bagi Indonesia ke depan. Termasuk soal kepentingan untuk srikandi rumput hijau yang membawa nama bangsa,” harapnya lagi. Walupun Ia sadar bahwa suara lantang yang Ia suarakan tidaklah mudah untuk direalisasikan, butuh keberanian dan investasi yang luar biasa untuk mendobrak tradisi sepak bola yang di dominasi oleh kaum Adam ini. Dari sekian banyak tim yang ada Ia berharap Persija yang akan dapat membantu membangun mimpinya ini. Alasannya cukup logis, mengingat Jakarta adalah miniatur bangsa Indonesia, dimana semua pusat politik, ekonomi dan olahraga berpusat di Jakarta yang tentunya bisa jadi landasan kuat untuk terciptanya 11 srikandi yang akan berlaga diatas rumput hijau, hal ini akan dapat merubah animo dan atmosfer dunia sepak bola tanah air. “Di Eropa, klub-klub sepak bola seperti Manchester City, Manchester United, Inter Milan, Barcelona sudah mempunyai tim-tim sepak bola wanita. Itu menunjukkan bahwa, kaum hawa tidak bisa dipandang remeh, kami juga mempunyai potensi dalam olahraga atau pekerjaan yang notabenenya dilakukan oleh laki-laki,” tegas Kenia. “Jadi, cukup menarik ketika hal tersebut juga diterapkan oleh klub-klub sepak bola di Indonesia, khususnya Persija yang notabene adalah tim Ibu Kota. Pastinya hal tersebut bisa menjadi bahan rujukan klub lainnya nanti,” tandas Kenia yang mengaku ngefans dengan Persija sejak 2001 tersebut. (IHA)

Inspiratif, Mengenal Sosok Bambang Pamungkas, Sang Pencetak Gol Timnas Indonesia

Siapa yang tidak mengenal sosok pesepakbola Indonesia satu ini. Bambang Pamungkas, merupakan sosok yang terkenal bagi pencinta sepakbola Indonesia. Ia dikenal sebagai pencetak gol tim nasional Indonesia, dan hingga kini masih sebagai ikon Persija Jakarta. Kisah Perjalanan dan Prestasi Sejak kecil, Bambang Pamungkas atau yang lebih dikenal bepe, tergabung di beberapa klub sepakbola lokal sejak usia delapan tahun, seperti di SSB Getas (1988-1989), SSB Ungaran Serasi (1989-1993) dan Diklat Salatiga (1996-1999). Pertama kali beraksi di lapangan hijau saat menjadi pemain timnas U-19 turnamen Piala Asia. Bepe berhasil merebut gelar Top Scorer meraih tujuh gol selama pertandingan. Prestasi tersebut membuat Ia lolos seleksi pemain Persija 1999. Melihat kemampuan mencetak gol terbaik dari bapak tiga anak ini, klub Eropa pun menawari Ia masa percobaan seperti klub Roda JC Kerkrade Belanda, FC Koeln Jerman dan Borussia Moncengladbach Jerman. Hingga akhirnya, Ia memilih EHC Norad. Namun, setelah 4 bulan disana, kontrak di Negara tersebut pun tak diperpanjang Bepe. Ia kembali lagi ke Persija pada 2000-2004. Awal 2005, Ia mencoba peruntungan ke Malaysia, dengan membela klub Selangor FC. Di sana Ia pun sukses menciptakan gol-gol, hingga memenangkan Piala FA Malaysia, Piala Malaysia dan Liga Utama Malaysia. Selama di Malaysia, total Bepe meraih 63 gol dalam pertandingan. Setelah dua tahun lamanya, Ia kembali lagi ke Persija. Dengan nomor punggung 20 kebanggaannya tersebut, Bepe kembali membela klub itu hingga saat ini. Berbagai prestasi Bambang Pamungkas yang telah diraih, seperti di Liga Indonesia, Indonesia Super League, kompetisi internasional seperti Piala Suzuki AFF 2010 dan Kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014. Bahkan Bepe adalah pemegang rekor penampilan terbanyak dan top skorer Indonesia dengan 77 penampilan dan 36 gol versi FIFA kategori A. WOW! Pasang Surut Perjalanan Bepe, Kemampuan Bepe dalam menyundul, lompatan tinggi, menggiring bola, dan melepaskan tendangan keras sudah tidak diragukan lagi. Kiprah kisah perjalanan dan prestasi yang telah Ia raih tidak lepas dari kisah pasang surutnya juga. Sang idola ini juga pernah merasakan kegagalan, misal saat Ia tidak diikut sertakan ke Piala AFF 2004, dan juga ada kegagalan kiprah dalam liga Australia bersama Wellington Phoenix pada 2010. Mengambil Inspirasi dari Sosok Bambang Pamungkas Di usia yang terbilang terus bertambah, kinerja Bepe dianggap makin menurun dan kontribusi golnya kian surut. Namun, Bepe selalu bangkit dan menampilkan yang terbaik. Dari awal karir, Bambang Pamungkas lebih menggunakan skill dan intelegensi untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Kegagalan justru membuat Bepe belajar untuk tetap bermain sportif, menjaga emosi dan yang terpenting sebelum bertanding Ia terus berlatih tanpa letih.  Dengan berusaha dan menjalankan pola hidup serta pikir yang sehat, itulah sebuah resep jitu yang menjadikan Bepe terus tampil di sepakbola tanah air. Dijelaskan Bepe dalam situs goal.com, “Sebagai seorang atlet, modal utama yang harus selalu dijaga adalah kesehatan. Oleh karena itu, pola hidup sehat dan seimbang menjadi syarat utama,” “Serta satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah menjaga pola pikir yang sehat. Dengan pola pikir yang sehat, kita akan dapat memberikan respons terhadap segala sesuatu yang terjadi (baik kejadian yang baik maupun kurang baik) dalam hidup kita dengan lebih positif,” Bepe memberikan pesan inspiratif bagi pemain-pemain junior, Ia mengingatkan untuk jangan  berhenti bermimpi karena suatu saat nanti, mimpi itu pasti menjadi kenyataan. Untuk mewujudkannya, dibantu oleh keyakinan, kerja keras, dan disertai doa. Oleh karena itu, persiapkan diri sebaik mungkin. Bambang Pamungkas, merupakan striker (penyerang) yang langka di Indonesia. keunggulan dari pemain lainnya dan langka di Indonesia menurut  Ivan Kolev, mantan pelatih timnas Indonesia, adalah pada komitmen serta profesionalisme. Reputasi yang telah Ia bangun dari dulu hingga sekarang sebagai pesepakbola di Indonesia sangat tidak mudah. Semua itu dilakukan oleh pemain yang identik dengan nomor 20 ini dengan kedisiplinan serta kerja keras. Bambang Pamungkas selalu menjaga karakternya sebagai panutan yang tak hanya untuk pesepakbola muda, tetapi juga diri sendiri, keluarga, dan Indonesia.

Kejayaan Stadion Lebak Bulus Yang Kini Tinggal Kenangan

Kejayaan-Stadion-Lebak-Bulus-Yang-Kini-Tinggal-Kenangan-1

Masih ingatkah anda dengan stadion Lebak Bulus? Walau kini sudah dihancurkan, stadion ini tetap menjadi salah satu stadion yang banyak menyimpan kenangan bagi dunia sepakbola di Indonesia. Stadion Lebak Bulus Dahulu Stadion Lebak Bulus terletak di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Stadion yang memiliki kapasitas 12.500 orang dan memiliki 4 tribun ini pertama kali dibangun pada tahun 1987 oleh Bakrie Grup. Stadion Lebak Bulus menjadi saksi bisu dari sejarah kejayaan klub sepakbola kebanggaan Ibukota, Persija Jakarta. Tim Persija pindah ke stadion Lebak Bulus sejak stadion Menteng diruntuhkan. Bagi pemain Persija, bermain di stadion Lebak Bulus seakan memberikan kekuatan tersendiri. Para lawan yang bertanding seolah takut akan melawan Persija apalagi melihat dukungan dari para The JakMania. Bahkan pada tahun 2005 lalu, musuh bebuyutan dari Persija yaitu Persib Bandung sempat tidak jadi bertanding karena melihat para The JakMania yang sudah memenuhi stadion untuk menunggu kedatangan Persib dan akhirnya Persib harus pulang karena takut terjadi tindakan yang tidak diinginkan. Tak heran, stadion Lebak Bulus dijuluki “Sarang Macan”. Berbagai aksi bentrok antar supporter di stadion Lebak Bulus sudah tidak bisa terhitung baik didalam maupun diluar stadion terutama jika Persija sedang bertanding. Para supporter akan memenuhi stadion Lebak Bulus hingga meluber. Lokasi yang dekat dengan Terminal menjadi sangat strategis bagi para supporter yang akan datang dari berbagai daerah. Posisi lapangan dan tribun penonton sangatlah dekat, jadi ketika pertandingan seluruh pemain yang berada dilapangan bisa mendengarkan teriakan, dukungan bahkan makian yang keluar dari mulut supporter. Hal tersebut menjadi teror bagi lawan karena kerap mendengarkan sorakan untuk para lawan. Sejak pindah ke stadion Lebak Bulus, supporter The JakMania meningkat hingga 100.000 orang yang merupakan sejarah bagi klub Persija. Tak hanya klub Persija, klub Pelita Jaya pun pernah menyambangi stadion ini dan menjadikan markas pada tahun 1987 hingga tahun 2000an. Stadion Lebak Bulus juga pernah menjadi tempat dimana ajang internasional seperti Klasifikasi Piala Asia U-16 2008 dan SEA Games 2011 pernah diadakan di stadion ini dan menjadi stadion yang cukup menampung banyak orang selain stadion Gelora Bung Karno, Senayan. Ditahun 2008, Badan Liga Indonesia meminta Persija untuk mengganti markasnya ke stadion Gelora Bung Karno karena menganggap stadion Lebak Bulus sudah tidak layak. Persija resmi berpisah dengan stadion Lebak Bulus pada 21 Desember 2014 lalu tepat di hari jadi Persija ke-17 dan tahun 2015 stadion Lebak Bulus sudah runtuh. Stadion Lebak Bulus Sekarang Stadion Lebak Bulus berada diantara pusat perbelanjaan Poins Square dan Terminal Lebak Bulus telah digusur untuk pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Lebak Bulus menjadi titik awal atau stasiun utama MRT yang akan menghubungkan beberapa wilayah Jakarta dari Lebak Bulus menuju Bundaran Hotel Indonesia. Tak hanya untuk pembangunan MRT, stadion ini juga diruntuhkan karena dianggap menjadi faktor kemacetan diwilayah sekitar Lebak Bulus. Selamat Tinggal stadion lebak bulus, kejayaanmu kini tinggallah kenangan yang akan menjadi memori, tidak hanya untuk Persija saja namun untuk dunia sepakbola di Indonesia.