Usai Cedera Parah, Sky Brown Tetap Optimis Jadi Atlet Termuda Inggris di Olimpiade Tokyo

Usai Cedera Parah, Sky Brown Tetap Optimis Jadi Atlet Termuda Inggris di Olimpiade Tokyo

Banyak atlet bermimpi untuk bisa bertanding di Olimpiade. Sky Brown salah satunya. Ia merupakan atlet skateboard yang saat ini masih berusia 11 tahun. Namun, sebuah kecelakaan parah pada saat latihan hampir saja merenggut mimpinya untuk berlaga di Olimpiade. Usai bangkit dari cedera, ia masih optimis untuk menjadi Olimpian Britania termuda di pesta olahraga terbesar di dunia tersebut. Brown lahir di Miyazaki, Jepang, pada 7 Juli 2008. Ibunya merupakan orang Jepang sementara sang ayah merupakan orang Inggris. Keinginan bermain skateboard Brown sudah muncul sejak usia 3 tahun. Hebatnya, ia tidak pernah memiliki pelatih khusus skateboard. Brown mengatakan belajar trik-trik skateboard dari YouTube. Ia pun mengaku beruntung karena bisa ditemani sekaligus dibimbing oleh peraih medali emas Olimpiade tiga kali Shaun White, yang secara kebetulan tinggal di dekat rumahnya. Setiap sore, ia rajin berlatih di skate park dekat rumahnya. Pada awal kemunculannya, Brown sempat viral karena video keterampilan aksinya di atas papan skateboardnya telah dilihat ribuan kali di Youtube. Brown kemudian menjadi skater termuda di ajang Vans AS Terbuka Pro Series. Kala itu, usianya baru 8 tahun. Namanya kian mencuat usai berhasil meraih medali perunggu pada World Skateboarding Championship 2019 yang digelar di Brazil. Pada 28 Mei 2020 lalu, Brown mengalami kecelakaan mengerikan pada saat sesi latihan di California, Amerika Serikat, yang hingga membuat ia harus dilarikan ke rumah sakit dengan helikopter. Brown dilaporkan tidak responsif saat tiba di rumah sakit. Sang ayah mengatakan bahwa putrinya mendapatkan keajaiban hingga mampu selamat dari kecelakaan mengerikan tersebut. Kurang dari dua minggu kemudian, Brown mengunggah videonya pada saat melakukan perawatan di rumah sakit. Ia memposting sebuah video yang berisi cerita mengenai bagaimana kecelakaan dalam latihan itu terjadi dan kondisinya pada saat itu. “Saya biasanya tidak memposting saya jatuh atau membicarakan mengenai itu karena saya ingin orang melihat kesenangan dalam apa yang saya lakukan. Tapi ini adalah jatuh terparah saya dan saya hanya ingin semua orang tahu bahwa saya baik-naik saja,” kata Brown. “Tidak apa-apa jatuh sesekali. Saya hanya akan bangkit dan mendorong lebih keras. Saya tahu banyak yang terjadi di dunia saat ini dan saya ingin semua orang tahu apa pun yang kita lakukan kita harus melakukannya dengan cinta dan kebahagiaan,” “Ini adalah kecelakaan terburuk saya. Helm dan lengan saya menyelamatkan hidup saya. Ini tidak akan menghentikan saya. Saya akan mengejar emas di Tokyo 2021. Tetap kuat. Tetap positif,” ujarnya. Melalui unggahan Instagramnya, saat ini Brown sudah kembali berlatih dan mulai memasang targetnya kembali untuk meraih medali emas di Olimpiade Tokyo. Sungguh sebuah semangat yang patut dicontoh oleh para atlet lain. Olimpiade Tokyo sejatinya digelar pada tahun ini, namun ditunda hingga musim panas tahun depan karena pandemi virus corona. Pada saat Olimpiade Tokyo berlangsung, ia akan berusia 12 tahun 12 hari, dan akan membuatnya menjadi Olimpian Britania termuda dan memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh atlet renang Margery Hinton pada Olimpiade 1928. Sky Brown akan berusia lebih muda satu tahun dua hari dari Margery Hinton jika berhasil berlaga di Olimpiade Tokyo mendatang. Prestasi dan Rekor Sky Brown: Menjadi skater termuda pada ajang Vans AS Terbuka Pro Series di usia 8 tahun. Atlet skateboard profesional termuda di dunia di usia 10 tahun. Atlet termuda yang disponsori oleh Nike. Peringkat 10 – Supergirl Pro Vert 2016. Peringkat 26 – Vans Pro Skate Park Series at Huntington Beach Women’s Qualifiers 2016. Peringkat 5 – Vert Attack Women 2017. Peringkat 2 – Vans Park Series Asia Continental Championships Women’s Finals 2017. Peringkat 9 – Bowl a Rama Bondi Women’s Qualifiers 2018. Peringkat 9 – Mjøsskate Stange/Hamar Seaside Senior 2018. Peringkat 5 – Mjøsskate Brumunddal Bowl Senior 2018. Peringkat 4 – Mjøsskate Gjøvik Bowl Senior 2018. Peringkat 1 – UK National Skateboarding Championship Female Park 2019. Peringkat 6 – UK National Skateboarding Championship Female Street 2019. Peringkat 1 – Dew Tour Long Beach Women’s Park Open Qualifiers 2019. Peringkat 3 – Dew Tour Long Beach Women’s Park Quarter Finals 2019. Peringkat 12 – Dew Tour Long Beach Women’s Park Semi-Finals 2019. Peringkat 1 – International Skateboarding Open Park Nanjing Women’s Quarter Finals 2019. Peringkat 5 – International Skateboarding Open Park Nanjing Women’s Finals 2019. Peringkat 3 – International Skateboarding Open Park Nanjing Women’s Semi-Finals 2019. Peringkat 5 – X Games Minneapolis Women’s Park 2019. Peringkat 1 – World Skate Sao Paulo Park World Championships Women’s Quarter Finals 2019. Peringkat 2 – World Skate Sao Paulo Park World Championships Women’s Semi-Finals 2019. Peringkat 3 – World Skate Sao Paulo Park World Championships Women’s Finals 2019. Peringkat 3 – World Skate OI STU Open Women’s Park Finals Results. Peringkat 2 – World Skate OI STU Open Women’s Park Semi-Finals Results.

Timnas U-16 Terancam Batal TC di Luar Negeri

Timnas U-16 Terancam Batal TC di Luar Negeri

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16 telah menyelesaikan pemusatan latihan (TC) bulan September yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Skuat arahan Bima Sakti itu telah berlatih selama kurang lebih dua minggu. Namun, hingga sesi TC bulan September berakhir, Bima belum bisa mengonfirmasi jadwal pasti rencana TC Timnas Indonesia U-16 di luar negeri. Jika melihat pada agenda sebelumnya, Timnas Indonesia U-16 direncanakan untuk mengadakan TC di luar negeri pada bulan Oktober-November 2020. TC ini digelar dalam rangka mematangkan persiapan menjelang bertanding di Piala AFC U-16 2020 yang rencananya akan digelar pada awal tahun 2021 mendatang. Bima menyebut segala keputusan nantinya berada di PSSI. Selain itu, masih belum meredanya pandemi COVID-19 di seluruh dunia membuat rencana tersebut kian sulit untuk terwujud. “Untuk pemusatan latihan di luar negeri sampai sekarang belum pasti. Kami sekarang hanya menunggu kabar dari PSSI saja,” kata Bima Sakti, dilansir dari Bola.com. “Sebenarnya memang sudah direncanakan. Akan tetapi, situasi pandemi seperti sekarang membuat semuanya agak sulit jadinya,” tegas Bima Sakti. Berkaca pada hal tersebut, Bima merencanakan untuk kembali menggelar TC di dalam negeri sebagai alternatif pada bulan November mendatang. “Iya, rencananya untuk TC berikutnya di bulan November, awal Minggu atau di minggu kedua,” tutup Bima. Pada Piala AFC U-16 2020, Timnas Indonesia U-16 tergabung di Grup D bersama Jepang, Arab Saudi, dan Cina. Empat tim semi-final Piala AFC U-16 2020 akan lolos ke Piala Dunia U-17 2021 mendatang di Peru. Indonesia merupakan satu-satunya negara dari ASEAN yang tampil pada salah satu turnamen usia muda bergengsi di Asia tersebut.

Batal ke Turki, Timnas Indonesia U-19 Lanjutkan TC Di Kroasia

Batal ke Turki, Timnas Indonesia U-19 Lanjutkan TC Di Kroasia

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 dipastikan batal ke Turki dan melanjutkan pemusatan latihan atau training center (TC) di Kroasia. Keputusan Timnas U-19 untuk memperpanjang durasi TC di Kroasia selama bulan Oktober dikonfirmasi oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. “PSSI memutuskan Timnas U-19 terus melanjutkan TC di Kroasia. Mereka tidak jadi ke Turki karena belum ada kepastian lawan uji coba,” jelas Iriawan, dikutip dari laman resmi PSSI. Ketum PSSI yang kerap akrab disapa Iwan Bule ini mengatakan bahwa dirinya akan selalu memantau perkembangan timnas U-19 setiap harinya. “Saya senang pemain terus meningkat kemampuannya dan berproses dengan baik. PSSI akan terus mendukung program pelatih Shin Tae-yong demi torehan hasil yang maksimal timnas U-19,” lanjutnya. Timnas Indonesia U-19 telah menggelar TC di Kroasia sejak 30 Agustus lalu. Dalam kurun waktu satu bulan lebih, David Maulana cs juga telah merampungkan tujuh pertandingan uji coba melawan Bulgaria, Kroasia, Arab Saudi, Qatar dua kali, Bosnia-Herzegovina, serta terakhir Dinamo Zagreb. Dari tujuh pertandingan uji coba terakhir, Indonesia mampu meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Sementara untuk selisih gol yang didapat, Indonesia memasukkan delapan gol dan kemasukan 16 gol. Pada lanjutan pemusatan latihan di Kroasia nanti, Timnas Indonesia U-19 akan memiliki program yang sama dengan periode September lalu. Selain berlatih, Garuda Muda juga akan kembali mendapatkan uji coba selama di Kroasia. “Kami sudah mempersiapkan lawan-lawan uji coba yang berkualitas untuk timnas U-19 selama bulan Oktober ini di Kroasia,” ujar Iriawan. Timnas Indonesia U-19 saat ini tengah digodok jelang Piala AFC U-19 2020 yang rencananya akan digelar awal 2021 mendatang. Selain itu, Garuda Muda juga akan berlaga pada ajang bergengsi yakni Piala Dunia U-20 di Jakarta, Indonesia.

Masuk Pelatnas, Atlet Muda Asal Tuban Berpeluang Tampil di Olimpiade dan SEA Games

Masuk Pelatnas, Atlet Muda Asal Tuban Berpeluang Tampil di Olimpiade dan SEA Games

Atlet atletik lompat tinggi asal Kabupaten Tuban, Nabila Fafriliani Ardiyansyah, masuk dalam tim pelatnas yang akan diproyeksikan pada event Olimpiade Tokyo dan SEA Games 2021 di Vietnam. Masuknya Nabila berdasarkan surat keputusan Pengurus Besar PASI bernomor 311/PB.PASI/X/2020 tertanggal 1 Oktober 2020. Surat tersebut merupakan panggilan kepada Atlet Pelatnas Tim Atletik Indonesia Menuju Olympiade 2021 Tokyo dan SEA Games 2021 Vietnam-Gelombang Kedua. Nabila yang merupakan siswa di SMAN 2 Tuban ini telah menyumbangkan medali emas dalam Porprov Jatim 2019. Selain meraih emas, Perempuan kelahiran 9 April 2003, juga meraih medali perunggu untuk Tuban. Menanggapi itu, Kabid Olahraga Disparbudpora Tuban, Zainal Maftuhien mengatakan, atas nama Pemkab Tuban dan pecinta olahraga di Tuban merasa ikut bangga dengan capaian Nabila yang tergabung dalam Pelatnas untuk persiapan di ajang Internasional. Dengan prestasi tersebut, Zainal berharap ke depan muncul atlet lainnya yang bisa mengikuti jejak Nabila di Pelatnas. Dengan Potensi atlet Tuban saat ini, pihaknya optimis akan muncul atlet berprestasi lainnya. “Harapan kami capaian Nabila tersebut bisa menjadi inspirasi pemuda Tuban untuk semakin giat berolahraga. Utamanya di cabor atletik,” ujar Zainal dilansir dari laman resmi KONI Tuban. Sebelum berangkat menuju ibu kota pada hari Selasa mendatang, Pemkab akan memberikan dukungan berupa fasilitas dan reward pada Nabila agar semakin berprestasi dan bisa menjadi bintang Indonesia yang bisa membanggakan seluruh masyarakat Indonesia. “Prinsipnya Pemkab akan memberikan support dan mendukung keberadaan disana. Sebagai atlet berprestasi kita juga akan berikan reward nanti,” pesan Zainal. Sementara itu, Ketua Umum KONI Tuban, H Mirza Ali Manshur, ST.,MM juga mengaku bangga sekali dengan capaian Nabila di Pelatnas. “Syukur Alhamdulillah, kami semua bangga kepada ananda Nabilah Fafriliani Ardiansyah atlet atletik Puslatkab KONI Kabupaten Tuban dengan nomor andalan lompat tinggi dan lompat jauh yang dipanggil masuk Pelatnas Olympiade dan SEA Games Vietnam 2021,” tutur Mirza. Mirza berharap, apa yang dicapai oleh Nabila mampu menjadi pemicu bagi para atlet muda lain untuk lebih giat berlatih dan berprestasi. “Ya ini bisa jadi motivasi atlet lainnya. Semoga nanti ada atlet Tuban lagi yang masuk Pelatnas,” harap Mirza.

Perenang Muda Indonesia Pecahkan Tiga Rekor Nasional di Australia

Perenang Muda Indonesia Pecahkan Tiga Rekor Nasional di Australia

Luar biasa. Mungkin ungkapan tersebut yang cocok diberikan kepada atlet renang Indonesia, Elysha Chloe Pribadi, yang mampu memecahkan tiga rekor nasional dalam kurun waktu satu bulan selama pandemi. Rekor yang diciptakan perenang berumur 15 tahun ini datang dari nomor 50 meter, 100 meter, dan 200 meter gaya dada. Elysha mampu memecahkan rekor 50 meter gaya dada pada kejuaraan “2020 Speedo Short Course Meet” yang digelar di Brisbane Aquatic Centre, Agustus lalu. Pada kejuaraan tersebut, ia membuat rekornas dengan catatan 33,12 detik. Ia memecahkan rekor yang selama ini dipegang Margareta Kreptadani dengan 33,61 detik yang didapat di Asian Indoor Martial Arts Games 2013 di Incheon, Korea Selatan. Belum genap satu bulan, Elysha kembali memecahkan dua rekor baru yakni untuk nomor 100 meter dan 200 meter gaya pada kejuaraan “2020 McDonalds QLD Short Course Championship” di Brisbane Aquatic Centre, Australia, 26-27 September. Dalam ajang ini, Elysha mencatatkan waktu 02 menit 37,56 detik pada nomor 200 meter gaya dada. Torehan ini sekaligus menjadi rekor nasional baru yang sebelumnya telah bertahan selama 14 tahun milik Felicia Tjandra. Kala itu, Felicia Tjandra mampu mencatatkan waktu 02 menit 42,66 detik di New york, Amerika Serikat, pada 4 Februari 2006. Elysha juga memecahkan rekornas di nomor 100 meter gaya dada dengan catatan waktu 01 menit 10,56 detik. 0,1 detik lebih cepat dari rekornas sebelumnya milik Ressa Kania Dewi pada tahun lalu. Total Elysha mampu mengoleksi 1 emas dan 4 perak selama dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Elysha turun pada kelompok umur 15-18 tahun dan mampu mengalahkan para perenang Australia. Meski mampu mencatatkan hattrick rekornas dan meraih medali, Elysha mengaku bahwa ia harus merasakan kesulitan pada saat berlatih. Ia bahkan sempat harus berhenti latihan selama 10 pekan karena adanya kebijakan karantina di Australia. “Seluruh situasi COVID-19 ini telah mengganggu saya, secara mental dan fisik,” kata Ely seperti dikutip dari The Jakarta Post. “Persiapan saya selama setahun terakhir pada dasarnya hancur, karena saya harus berhenti berlatih selama 10 minggu karena pandemi di Australia,” pungkasnya. Adapun Wakil Ketua Umum PB PRSI, Harlin Rahardjo, mengatakan bahwa Elysha memang sudah masuk radar pantauan pelatnas. Elysha mulai mendapat perhatian sejak aksinya di Indonesia Open Aquatic Championship sampai tingkat Asia Tenggara. Lebih lanjut, Harlin mengatakan bahwa bukan tidak mungkin para junior seperti Elysha, masuk kandidat timnas Indonesa untuk berlaga di ajang SEA Games mendatang. “Menatap SEA Games 2021, PRSI fokus untuk regenerasi. Para perenang lapis dua mulai muncul dan mulai terlihat hasilnya. Semoga hasil dari Elysha ini bisa menginspirasi pada perenang junior Indonesia yang lain untuk naik ke level yang lebih tinggi,” tutur Harlin.

Kemenpora Utus 11 Pelatih Untuk Tangani Atlet Pelajar Berbakat di Sultra

Kemenpora Utus 11 Pelatih Untuk Tangani Atlet Pelajar Berbakat di Sultra

Dalam rangka mengoptimalkan pembinaan atlet-atlet pelajar di Sulawesi Tenggara, Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah menyiapkan jatah 11 orang pelatih. Para pelatih tersebut akan bertugas untuk menangani atlet pelajar berbakat melalui program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Sultra Ashar, mengatakan bahwa 11 pelatih pilihan tersebut akan berkiprah pada tiga cabang olahraga yakni dayung, sepak takraw dan pencak silat. “Sudah menemukan 11 orang pelatih untuk mengoptimalkan pembinaan atlet-atlet pelajar melalui program Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar, Kementrian Pemuda dan Olahraga,” kata Ashar, dilansir dari Republika.com. Lebih detail, untuk pembagian jumlah pelatih, cabang olahraga dayung memiliki kuota terbanyak yakni 6 orang, kemudian sepak takraw 3 orang dan pencak silat 2 orang. “Rekrutmen pelatih untuk atlet pelajar mendapat rekomendasi dari masing-masing pengurus cabang olahraga daerah,” lanjutnya. Sekilas profil para pelatih yang akan menangani atlet pelajar adalah mereka-mereka yang berlatar belakang atlet berprestasi tingkat nasional, bahkan dunia. Senada dengan program Kemenpora, pelatih dayung pelajar Sultra, Jamaluddin, mengatakan kapasitas pelatih yang mumpuni salah satu kunci sukses menciptakan atlet berprestasi. Selain itu, menurut Jamaluddin atlet pelajar Sultra juga memiliki potensi yang sama dengan atlet daerah lain, seperti Jawa Barat, Maluku, Jawa Timur, Kalteng dan lainnya. “Saya setuju evaluasi para pelatih dilakukan secara periodik dan terukur oleh Kemenpora sebagai pemilik program. Kalau tidak memuaskan ganti dengan pelatih lain,” kata Jamaluddin. Sultra memperoleh stimulus pembinaan atlet pelajar dari Kemenpora dengan jatah 46 atlet berbakat, masing-masing cabang olahraga dayung 20 orang, sepak takraw 16 orang dan pencak silat 10 orang. Setiap tahun akan ada perubahan kuota atlet maupun kecabangan olahraga berdasarkan evaluasi Kemenpora.

Sheraton Charity Cup 2020 Sukses Digelar, Danrem 162/WB: Perlu Bibit-bibit Baru Untuk Regenerasi

Sheraton Charity Cup 2020 Sukses Digelar, Danrem 162/WB: Perlu Bibit-bibit Baru Untuk Regenerasi

Turnamen tenis bertajuk Sheraton Charity Cup 2020 sukses digelar pada 25 hingga 27 September 2020 lalu di Sheraton Senggigi Beach Resort, Senggigi, Lombok Barat. Turnamen ini merupakan kerja sama antara Senggigi Beach Resort dengan PELTI Nusa Tengga Barat. Selain itu, Sheraton Charity Cup 2020 juga bekerja sama dengan Marriott International, Marriott Worldwide Business Council di Bali dan Lombok sebagai pihak penyelenggara, serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Korem 162 Wira Bhakti dan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat. Ada beberapa misi yang diusung pada turnamen kali ini selain yang utama yaitu sebagai penggalangan dana untuk rekanan Marriott International di Indonesia, terutama yang berada di area Senggigi. Dana bantuan tersebut diharapkan untuk bisa meringankan beban rekanan yang ekonominya terdampak pandemi. “Banyak rekan-rekan kita yang tentunya terpengaruh secara finasial, dan bahkan tak sedikit pula yang kehilangan mata pencahariannya. Maka dari itu, dengan rendah diri, kami menjadikan turnamen ini sebagai sebuah wadah untuk menggalang dana bagi rekan-rekan kami yang terkena dampak akibat wabah yang tengah melanda bumi ini,” jelas General Manager Sheraton Senggigi Beach Resort, Teezar Mirza, dilansir dari Radarlombok.co.id. Selain itu, turnamen ini bertujuan untuk memperingati hari jadi Tentara Nasional Indonesia yang ke-75 dan mencari bibit potensial pemain tenis, terutama dari kelompok umur junior. “Sekaligus merayakan hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia yang ke-75, turnamen ini mempertandingkan 3 kategori, di antaranya adalah kelompok umur junior, ganda berprestasi dan beregu veteran,” ujar Marketing Communications Manager Sheraton Senggigi Beach Resort, Marriott Internationa, Swarti Indah Diningrum, pada kesempatan yang sama. Tercatat sekitar 168 petenis dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat dan Bali yang mengikuti turnamen ini. Sementara itu, pemenang dari tiap kategori mendapatkan piala dan piagam, serta uang pembinaan bagi kelompok umur junior. “Perlu bibit-bibit baru untuk mengisi regenerasi para atlet Indonesia. Untuk mengisi itu, kita mencari dari atlet-atlet muda di daerah-daerah,” kata Danrem 162 Wira Bhakti, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani. Lebih lanjut, sesuai dengan slogan HUT TNI yang ke-75, “Sinergi untuk Negeri,” turnamen ini menjadi salah satu kesempatan bagi TNI untuk menyinergikan kegiatan-kegiatannya dengan seluruh stakeholder, termasuk untuk para pelaku pariwisata. “Semoga ke depannya menjadi normal, dan situasi pariwisata di NTB menggeliat seperti sedia kala,” lanjut Ahmad Rizal Ramdhani. Pada saat penyerahan hadiah, Polda NTB yang diwakili oleh Irwasda Polda NTB, Kombes Pol Djoko Hari Utomo, S.I.K, M.Si., juga menyerahkan secara simbolis bantuan untuk pelaku pariwisata yang terdampak pandemi di Sheraton Senggigi Beach Resort. “Tidak dilihat dari nilai, tapi lebih pada kepedulian kami terhadap situasi dan kondisi yang ada,” ujar Irwasda.

Timnas U-19 Kalahkan Dinamo Zagreb

Timnas U-19 Kalahkan Dinamo Zagreb

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 mampu meraih kemenangan pada laga pamungkas mereka dalam rangkaian uji coba di Kroasia. Kemenangan mampu direngkuh David Maulana cs atas klub tuan rumah, Dinamo Zagreb U-19, yang berlangsung Senin (28/9/2020) pukul 21.00 WIB. Berlangsung di Kompleks Stadion Maksimir, Dinamo Zagreb Academy, Timnas U-19 langsung tancap gas sejak peluit dibunyikan. Tampil dengan formasi andalan 4-4-2, Indonesia beberapa kali melancarkan serangan melalui area sayap. Peluang pertama hadir dari Irfan Jauhari yang menerima umpan Pratama Arhan dari kiri lapangan. Sayang, peluang Irfan tersebut masih bisa diamankan oleh penjaga gawang lawan. Pada menit ke 6′, Timnas U-19 kembali mendapatkan peluang, kali ini berawal dari sepak pojok yang menghasilkan bola datar mengarah ke Brylian Aldama yang kemudian melepaskan sepakan. Sayang, bola masih melenceng ke sisi kanan gawang lawan. Tak mau terus diserang, Dinamo Zagreb perlahan mulai bangkit dan membangun serangan. Alhasil, pada menit ke 15′ Dinamo Zagreb mendapat sepak pojok dan menghadirkan kemelut di depan gawang Indonesia. Pemain depan Dinamo Zagreb, Ante Grigic, nyaris saja mencetak gol, namun dirinya sudah terperangkap offside. Menit ke-18, Witan Sulaeman mendapat peluang bagus di dalam kotak penalti Dinamo Zagreb seusai memanfaatkan skema tendangan sudut. Akan tetapi, sepakan Witan masih bisa dihalau pemain lawan. Witan kembali mengancam pertahanan Dinamo Zagreb pada menit ke-28. Kali ini, tendangan kaki kirinya melebar tipis di sisi kiri gawang lawan. Gol yang dinanti pun hadir. Berawal dari umpan jauh dari Braif Fatari, Witan yang sedari tadi merepotkan pertahanan Dinamo Zagreb mampu menusuk ke kotak penalti sebelum melepaskan sepakan akurat kaki kiri yang menjebol gawang Dinamo Zagreb pada menit ke 38′. Skor pun berubah 1-0 untuk keunggulan Timnas U-19 sekaligus bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong memasukkan Mochammad Supriadi untuk menggantikan Imam Zakiri. Pergantian tersebut hampir membuahkan hasil. Supriadi nyaris menggandakan skor Indonesia lewat tendangan kerasnya pada menit ke 57′. Sayang, bola hanya melebar ke sisi kanan gawang Dinamo Zagreb. Sementara itu, Dinamo Zagreb juga terus menggempur pertahanan Timnas U-19 pada sisa babak kedua. Namun, barisan pertahanan Indonesia bermain disiplin sehingga mampu membendung agresivitas lawan. Beberapa kali tim lawan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti untuk membongkar pertahanan Indonesia. Indonesia nyaris menutup pertandingan dengan gol kedua. Namun sayang, Witan Sulaeman yang menerima operan Supriadi gagal menceploskan bola ke gawang Dinamo Zagreb yang sudah kosong. Hingga pertandingan selesai, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Hasil ini merupakan kemenangan kedua bagi armada Shin Tae-yong selama melakukan pemusatan latihan di Kroasia. Kemenangan pertama mampu diraih ketika melawan Qatar dengan skor 1-2. Selebihnya Timnas U-19 meraih 3 kali kekalahan dan 2 hasil imbang. Sementara itu, PSSI telah memutuskan Timnas U-19 akan melanjutkan pemusatan latihan di Turki setelah AFC resmi menunda Piala Asia U-19. Rencananya, Garuda Muda akan bertolak ke Turki pada 2 Oktober mendatang. Di Turki, Timnas U-19 kemungkinan bakal tampil pada mini turnamen lagi. Setidaknya sudah ada tiga negara yang mereka undang selain Turki untuk ikut turnamen dan menjadi lawan uji tanding Timnas U-19. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adi Satryo; Bagas Kaffa, Rizky Ridho, Komang Teguh, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, Brylian Aldama (Muhammad Kanu 86′), David Maulana (C), Imam Zakiri (Mochammad Supriadi 51′); Braif Fatari, Irfan Jauhari (Saddam Emiruddin Gaffar 86′) | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR) Susunan Pemain Dinamo Zagreb (4-5-1): Ivan Mandic (Karlo Duvnjak 77′); Moris Valincic, Ivan Tezacki (Tino Agic 67′), Marijan Starcic (Anes Muratovic 77′), Marko Novak-Stanko (Marko Soldo 61′); David Carapina (Viktor Kanizaj 34′ – Karlo Ivancin 67′), Filip Borovac (C), Tomo Razum, Tomislav Duric, Ante Grgic; Halid Alghoul | Pelatih: Andrej Miokovic (CRO) Rapor Timnas U-19 di Kroasia: International Friendly Tournament: Bulgaria U-19 vs Indonesia U-19 (3-0) International Friendly Tournament: Kroasia U-19 vs Indonesia U-19 (7-1) International Friendly Tournament: Indonesia U-19 vs Arab Saudi (3-3) Friendly Match: Qatar U-19 vs Indonesia U-19 (1-2) Friendly Match: Indonesia U-19 vs Qatar U-19 (1-1) Friendly Match: Indonesia U-19 vs Bosnia-Herzegovina (0-1) Friendly Match: Indonesia U-19 vs Dinamo Zagreb U-19 (1-0) Main: 7 | Menang: 2 | Seri: 2 | Kalah: 3 | Selisih Gol: 8-16

Banyak Potensi Atlet Terpendam, GOR Sapudi Mulai Dibangun

Banyak Potensi Atlet Terpendam, GOR Sapudi Mulai Dibangun

Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep mulai melirik potensi yang dimiliki kepulauan. Terbukti, saat ini gelanggang olah raga (GOR) mulai dibangun Pulau Sapudi. GOR yang berlokasi di Kecamatan Gayam tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan olah raga bagi masyarakat setempat, khususnya kalangan pemuda. Menurut Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Sumenep, Subiyakto, pembangunan GOR Sapudi di Kecamatan Gayam ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi kepulauan dalam proses mencetak atlet berprestasi. “Saya bangga dengan peletakan batu pertama kemarin oleh Bapak Bupati, sehingga wujud dari kepedulian Pemerintah Daerah terhadap kepulauan di Sumenep 50 persen sudah terakomodir,” ujar Subiyakto seperti dilansir Matamaduranews.com. Subiyakto melanjutkan bahwa pihaknya juga akan membangun GOR di kecamatan-kecamatan lain di kepulauan termasuk merevitalisasi GOR di Kecamatan Arjasa yang kondisinya saat ini dinilai sudah tidak layak pakai. “Mudah-mudahan saya masih di sini tahun depan, saya akan anggarkan dan masukkan ke RAK untuk pembangunan GOR, baik itu rehab maupun GOR yang baru,” ujarnya. Lebih lanjut, Subiyakto menilai bahwa proyek ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan olah raga di Sumenep khususnya kepulauan. Selain itu, GOR di tiap kecamatan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi untuk olah raga saja, melainkan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kemasyarakatan lain. Subiyakto pun berkaca pada fakta bahwa kemajuan sebuah olahraga di suatu daerah tidak terlepas dari keberadaan sarana prasarana yang memadai. Sehingga dengan dibangunnya GOR di tiap kecamatan tersebut, diharapkan akan lebih banyak atlet asal Sumenep yang bisa mewakili daerah maupun negara pada even bergengsi. “Saya di sini untuk membenahi dan itu telah saya lakukan secara perlahan. Makanya membangun sarana olahraga itu menjadi prioritas. Karena maju tidaknya suatu kabupaten itu (salah satunya) dari olahraganya,” pungkas Subiyakto. Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah menyediakan dana pembangunan GOR sebesar Rp2,087 milliar di APBD Tahun 2020. Fasiltas GOR nantinya akan terdiri dari dua lapangan sarana olahraga bulutangkis dan aula serbaguna seperti panggung pentas seni dan budaya. Pada kesempatan yang sama, Bupati Sumenep, Busyro Karim berharap pembangunan GOR benar-benar bermanfaat bagi masyarakat baik itu berolahraga untuk membuat tubuh sehat. Sekaligus sebagai sarana dalam rangka pembinaan prestasi bibit muda di Kecamatan Gayam. “Dengan fasilitas olahraga itu, lahir bibit atlet-atlet berprestasi Kecamatan Gayam, yang diperhitungkan di kancah regional, nasional bahkan internasional,” ujarnya. Busyro Karim pun menjelaskan masyarakat hendaknya ikut aktif memantau proses pembangunannya, sehingga pelaksanaannya sesuai harapan bahkan tidak ada masalah. “Bantu dalam pengawasan pelaksanaan pembangunannya agar sesuai dengan harapan kita bersama,” tuturnya. Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menyediakan anggaran pembangunan GOR sebesar Rp2,087 milliar di APBD Tahun 2020. Fasiltas GOR nantinya akan terdiri dari dua lapangan sarana olahraga bulu tangkis dan aula serbaguna seperti panggung pentas seni dan budaya.

Pertina Banyuwangi Ditantang Bangkitkan Kembali Kejayaan

Pertina Banyuwangi Ditantang Bangkitkan Kembali Kejayaan

Persatuan Tinju Nasional Amatir (Pertina) Kabupaten Banyuwangi mendapat tantangan dari Pengprov. Pertina Jawa Timur untuk mengembalikan kejayaan Banyuwangi sebagai pencetak atlet tinju muda berpotensi yang tidak hanya mampu berprestasi di level nasional tapi juga tingkat internasional. Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab pada era 1970 dan 1980 an, Kab. Banyuwangi dikenal sebagai penyumbang atlet-atlet tinju yang tangguh dan disegani dalam percaturan cabang olahraga di tingkat provinsi maupun di tingkat nasional. Namun, saat ini fakta tersebut harus berbanding terbalik. Minat para generasi muda untuk terjun ke dunia tinju amatir sedangan mengalami penurunan. Seperti yang dikemukakan oleh Ketua Harian Pengprov Pertina Jatim, Mikdon H Tanaen. “Belakangan prestasi tinju amatir mengalami penurunan merupakan tantangan bagi jajaran baru Pertina Banyuwangi yang baru terpilih. Dengan semangat baru diharapkan mampu menyusun program mampu mampu menarik minat generasi muda berlatih tinju dan menjaring petinju potensial usia dini agar berprestasi hebat,” ujar Mikdon H Tanaen seperti dilansir Jatimtimes.com. Berdasarkan catatan Pengprov Pertina Jatim, Kab. Banyuwangi bersama Kota Surabaya, Malang, Blitar, Jember, Probolinggo serta Lumajang dikenal memiliki program pembinaan yang bagus dalam cabor tinju dan menyumbang petinju berpotensi bagi Pengprov. Jatim. Harapannya, apabila satu wilayah mengalami peningkatan prestasi, maka hal tersebut akan menjadi stimulan bagi kabupaten/kota lain untuk mengikuti prestasi yang diraih. “Ini merupakan modal bagus bagi petinju Jatim untuk berprestasi di tingkat nasional bahkan di level internasional,” imbuh Mikdon H Tanaen. Pada kesempatan yang sama, Ketua Pertina Banyuwangi masa bakti 2020-2024, Joko Misbono mengungkapkan saat ini pihaknya fokus dalam melakukan konsolidasi organisasi dan penataan internal setelah terpilih dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Pertina Banyuwangi di kantor KONI Banyuwangi beberapa waktu lalu. Salah satu program yang disiapkan adalah menggelar sparing bersama sebagai upaya meningkatkan mutu dan kualitas petinju muda Banyuwangi. ”Program yang lain adalah menggelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab), mengikuti Kejurprov. Jatim dan tampil dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang,” jelasnya. Saat ini ada tiga sasana tinju di Kab. Banyuwangi yang resmi tercatat menjadi anggota Pertina Banyuwangi yaitu; Mirah Boxing Champ, Sasana Minak Jinggo dan Sasana Laras Macan putih yang sampai saat ini aktif melakukan pembinaan bagi para petinju di wilayah Banyuwangi.

Gol Bunuh Diri Buat Garuda Muda Kalah Tipis dari Bosnia-Herzegovina

Gol Bunuh Diri Buat Garuda Muda Kalah Tipis dari Bosnia-Herzegovina

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 kembali harus menelan pil pahit usai takluk dari Bosnia-Herzegovina U-19 dengan skor tipis 0-1. Gol semata wayang lawan hadir melalui kesalahan yang dilakukan oleh Komang Tri pada menit ke 19′. Bertanding di Igraliste NK Polet Stadium, Kroasia, Jumat (25/9) malam waktu Indonesia, Shin Tae-yong melakukan rotasi pemain seperti yang sudah ia janjikan sebelumnya. Beberapa nama yang sebelumnya jarang diturunkan seperti Erlangga Setyo, Andre Oktaviansyah, Mohammad Bahril Fajar, termasuk pemain blasteran Indonesia-Inggris, Jack Brown, mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi. Pada awal pertandingan, Timnas Indonesia tampil menyerang. Beberapa kali serangan mereka mampu merepotkan barisan pertahanan Bosnia-Herzegovina, termasuk peluang emas Andre Oktaviansyah pada menit ke 13′ yang masih melebar ke sisi kiri gawang lawan. Bosnia-Herzegovina tak tinggal diam, menusuk melalui sisi sayap, armada Slaven Musa bermain dengan umpan-umpan pendek yang dikombinasikan dengan umpan lambung. Terus menekan, Bosnia-Herzegovina akhirnya memecahkan kebuntuan. Berawal dari tendangan bebas yang dilakukan Ivan Basic, Komang Tri salah mengantisipasi bola yang justru membuat masuk ke gawang Erlangga Saputra. Timnas Indonesia U-19 tertinggal 0-1. Ivan Basic nampaknya menjadi momok bagi pertahanan Timnas Indonesia, pemain berusia 18 tahun itu nyaris mencetak gol keduanya pada menit ke 34′ melalui tendangan jarak jauh. Beruntung bola masih meleset tipis di sisi kanan gawang Erlangga Saputra. Hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan, skor 0-1 untuk keunggulan Bosnia-Herzegovina tetap bertahan. Memasuki babak kedua, Shin Tae-yong merubah strategi. Pelatih asal Korea Selatan tersebut memasukkan beberapa pemain pengganti seperti Rizky Ridho, Witan Sulaeman, Brylian Aldama, Bagas Kaffa, Pratama, Irfan Jauhari, Saddam Gaffar dan Rizky Ridho. Pergantian tersebut membuat Timnas Indonesia memegang kendali pertandingan. Beberapa serangan mampu dilancarkan. Namun, pertahanan Bosnia-Herzegovina bermain begitu rapat. Tensi pertandingan pun meningkat di sisa waktu babak kedua. Pada menit ke 64′ Bosnia-Herzegovina terpaksa bermain dengan sepuluh pemain setelah Amar Drina diganjar kartu merah oleh wasit akibat menjatuhkan Irfan Jauhari dan langsung memberikan sikutan. Unggul jumlah pemain membuat Timnas Indonesia semakin gencar melakukan serangan. Beberapa peluang emas mampu hadir. Pada menit ke 72′ David Maulana nyaris membuat skor kembali imbang melalui eksekusi tendangan kaki kiri jarak jauhnya yang masih melebar dari gawang lawan. Peluang emas berikutnya hadir pada menit 78′ kali ini melalui aksi Witan Sulaiman yang sukses melewati hadangan dua pemain belakang Bosnia-Herzegovina, namun sayang tendangan kaki kanannya masih melambung di atas gawang. Skor 0-1 pun bertahan hingga peluit panjang babak kedua berbunyi. Ini adalah kekalahan ketiga Timnas U-19 Indonesia dari enam laga uji coba terakhir di Kroasia. Pada laga uji coba berikutnya, Garuda Muda akan menjajal kekuatan tim muda klub Dinamo Zagreb pada Senin (28/9). Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Erlangga Setyo; Bayu M Fiqri, Ahmad Rusadi, Komang Tri, M Yudha Febrian; Andi Irfan, Andre Oktaviansyah, David Maulana (c), Sandi Arta Samosir; Jack Brown, M Bahril Faresa | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR) Susunan Pemain Bosnia-Herzegovina U-19 (4-5-1): Nikola Cetkovic (c); Luka Jankovic, Patrik Bosnjak, Salih Husic, Amar Drina; Aid Tabakovic, Adi Alic, Faruk Durakovic, Ivan Basic, Niksa Silic; Alden Suvalija | Pelatih: Slaven Musa (BIH)

KONI Pandeglang Bakal Fokuskan Pembinaan Atlet Muda

KONI Pandeglang Bakal Fokuskan Pembinaan Atlet Muda

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pandeglang periode 2019-2023 kini telah resmi dilantik oleh Ketua Umum KONI Banten, Rumiah Kartoredjo, Kamis (24/9/2020) di Aula Pendopo Bupati Pandeglang. Kegiatan pelantikan yang mengusung tema “Meningkatkan Prestasi Olah Raga” ini juga dihadiri oleh dua anggota DPR RI Dapil Pandeglang-Lebak, Dimyati Natakusumah dan Rizki Aulia Rahman Natakusumah. Serta pengurus cabang olah raga, Koordinator KONI kecamatan dan ketua lembaga fungsional olah raga. Pada kesempatan ini, Ketua Umum KONI Kab. Pandeglang, Rizka Amalia Natakusumah menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa secara langsung dilantik karena sedang berada di Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikannya. Diwakili Ketua Harian Koni Kab. Pandeglang, Pery Hasanudin, Rizka menyampaikan permohonan maaf dan pesan-pesan kepada anggota lain. “Saya menyampaikan permohonan maaf bahwa saya tidak dapat hadir dalam acara pelantikan pengurus KONI Pandeglang Periode 2019-2023 di mana di dalamnya ada diri saya yang seharusnya dilantik,” kata Ketua Umum KONI Pandeglang Rizka Amalia Ramadhani Natakusumah, melalui sambutan yang dibacakan Ketua Harian KONI Pandeglang, Pery Hasanudin, dilansir dari Biem.co. “Saya mohon maaf yang sebesar besarnya kepada ibu ketua umum KONI Banten beserta jajaran serta pengrus KONI Pandeglang periode 2019-2023. Saat kondisi memungkinkan dan saya sudah berada ditanah air akan secepatnya melakukan koordinasi dan bersilaturahmi dengan seluruh stakeholder olah raga di Banten dan Pandeglang khususnya,” lanjutnya. Meski Rizka tidak hadir dalam pelantikan tersebut, ia menjelaskan bahwa para pengurus KONI Kab. Pandeglang telah berkomitmen kuat untuk memajukan prestasi olah raga di Pandeglang di antaranya pembinaan atlet muda yang nantinya akan mendongkrak pertasi olah raga di pandeglang baik secara individu maupun prestasi melalui kegiatan multi-event. “Ada beberapa atlet asli yang berasal dari Pandeglang yang sudah berhasil berprestasi di tingkat nasional, seperti atletik, selancar ombak yang belum lama ini juara di kejuaraan nasional di Bengkulu, atlet gantole dan lain-lain. Atlet milenial akan jadi fokus dalam pembinaan kami,” katanya. Lebih lanjut, Rizka menyatakan bahwa tantangan untuk mencapai prestasi di era milenial ini lebih berat. Oleh sebab itu, ia berharap mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak terutama KONI Banten dan pemerintah Kabupaten Pandeglang. Selain itu, KONI Kab. Pandeglang juga akan memfokuskan pembinaan pada olah raga prestasi yang dipertandingkan di setiap multi-event, seperti Porprov, PON, Sea Games, Asian Games, dan Olimpiade. “Kami akan berupaya dengan sember daya yang ada akan memprioritaskan atlet atlet lokal Pandeglang dalam mengikuti Porprov. Apalah artinya jika perolehan medali banyak tapi diraih dengan instan dengan mengandalkan atlet atlet dari luar,” pungkasnya. Pada kesempatan yang sama, ‎Ketua Umum KONI Banten, Rumiah Kartoredjo mengatakan, KONI merupakan organisasi pengabdian untuk dunia olah raga. Ia berharap KONI Kab. Pandeglang terus melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah agar mampu membentuk patriot-patriot olah raga dari wilayah Pandeglang. “Dari Pandeglang saat ini ada sekitar 16 patriot-patriot/atlet olah raga yang siap bertarung di PON. Saya mengapresiasi Pemkab. yang terus mendukung kegiatan KONI untuk bisa mewujudkan kemajuan olah raga. Kita harus bangga bendera merah putih akan berkibar saat kedatangan presiden dan bendera merah putih juga berkibar saat menyambut para atlet-atlet dan patriot-patriot olah raga bangsa,” ujar Rumiah Kartoredjo. Hal senada disampaikan oleh Bupati Pandeglang, Irna Naruliata. Ia berpesan kepada pengurus KONI Kab. Pandeglang untuk terus menjaga kedinamisan organisasi dan harus menjadi wadah bagi para atlet berprestasi dari setiap cabang olah raga. “Pandeglang memiliki potensi atlet yang banyak. Kami percaya kepengurusan KONI kali ini lebih solid dan kompak dalam membawa olah raga prestasi Pandeglang sejajar dengan kabupaten/kota lain di Banten. Pemkab Pandeglang juga akan terus menambah anggaran pembinaan untuk cabor,” singkatnya.

Piala Menpora eSports 2020 Jadi Batu Loncatan Awal Generasi Muda

Piala Menpora eSports 2020 Jadi Batu Loncatan Awal Generasi Muda

Piala Menpora eSports 2020 telah resmi digelar sejak Agustus lalu dan meraih antusiasme tinggi dari kalangan siswa SMP-SMA sederajat, hingga mahasiswa di berbagai universitas. Kejuaraan yang diikuti lebih dari 15 ribu anak muda di Indonesia akan memasuki babak grand final pada 3-4 Oktober mendatang. Melihat antusias yang tinggi, Staf Khusus Menpora Bidang Kreativitas dan Inovasi Milenial, Alia Noorayu Laksono mengatakan Kemenpora akan mendukung penuh ajang ini karena membuka wadah prestasi olahraga bagi generasi muda di tengah pandemi Covid-19. “Piala Menpora eSports 2020 dapat dijadikan titik awal bagi generasi muda yang ingin menjajaki karir sebagai atlet eSports profesional. Melalui kejuaraan bergengsi ini anak-anak muda dapat mengukur bakat dan kompetensi mereka di cabang olahraga baru ini,” kata Alia dilansir dari Antaranews.com, Rabu (23/9/2020). Diakui Alia, minat generasi muda terhadap eSports tergolong tinggi. Mencuplik data Indonesia eSports Premier League (IESPL), pada 2019 Indonesia telah menempati urutan 12 di pasar gaming dunia dengan total pemain game aktif mencapai sebesar 62,1 juta orang yang mayoritasnya adalah anak muda. “Potensi besar ini harus dirangkul dan difasilitasi oleh negara sehingga kelak dapat memberikan dampak yang positif bagi Indonesia. Sehingga, tidak hanya mencari bibit-bibit atlet baru, Piala Menpora eSports 2020 juga bertujuan untuk mendorong ekosistem eSports di Indonesia agar lebih berkembang dan bisa menggerakkan roda perekonomian, khususnya di bidang ekonomi kreatif,” jelasnya. Kementerian Pemuda dan Olahraga dan KONI secara resmi memutuskan eSports menjadi cabang olahraga prestasi di Indonesia pada Rapat Kerja Nasional KONI 2020 yang diadakan pada 25-27 Agustus 2020 lalu. Hal senada disampaikan Ketua Penyelenggara Piala Menpora eSports 2020, Giring Ganesha. Menurutnya, antusiasme tinggi generasi muda Indonesia pada eSports ini menumbuhkan optimisme bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk eSports. “Tingginya animo anak muda mengikuti kejuaraan ini menumbuhkan optimisme bahwa Indonesia memiliki potensi besar di cabang eSports. Dan saya yakin PME 2020 menjadi ajang talent scouting bagi klub-klub eSports di tanah air untuk merekrut bibit-bibit berbakat, sesuai dengan tujuan PME 2020 sebagai entry point bagi generasi muda yang ingin menekuni dunia eSports” ujar Giring. Sementara itu, delapan tim sisa akan saling adu di babak grand final Piala Menpora eSports 2020, yang akan digelar pada 3-4 Oktober nanti, langsung dari kanal Youtube resmi IESPL_ID. Menpora Zainudin Amali sudah menyiapkan hadiah fantastis untuk Piala Menpora eSports 2020, bahkan untuk kalangan pelajar, yakni mencapai angka Rp150 juta.

Bima Sakti Panggil 30 Pemain Untuk Mengikuti Pemusatan Latihan

Bima Sakti Panggil 30 Pemain Untuk Mengikuti Pemusatan Latihan

Pelatih Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-16, Bima Sakti Tukiman, telah memanggil 30 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) bulan September yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, mulai Senin (21/9/2020). TC Timnas U-16 Indonesia masih dalam rangka menjaga kekompakan untuk persiapan menuju Piala Asia U-16 2020. Meski Piala Asia U-16 2020 secara resmi telah ditunda pelaksanaannya hingga awal 2021 nanti, Timnas U-16 Indonesia tetap akan menjalani TC setiap bulannya Pada TC kali ini, Bima mengungkapkan, kalau komposisi pemainnya, tidak akan banyak berubah. Beberapa diantaranya merupakan pemain yang terpanggil dari TC sebelumnya. “Atas instruksi dan dukungan bapak Ketua Umum PSSI (Mochamad Iriawan) kami akan menjalani program pemusatan latihan lanjutan di bulan September ini. Seperti biasa kami terlebih dahulu menjalani berbagai swab test sebagai bagian dari protokol kesehatan yang disiapkan oleh PSSI untuk pemain dan ofisial,” ungkap Bima dilansir dari laman resmi PSSI. “Beberapa pemain masih dari TC sebelumnya, sekitar tiga hingga lima pemain baru akan saya lihat kemampuannya untuk di seleksi dan mencari posisi-posisi yang bisa dimanfaatkan oleh tim ini agar persiapan kami semakin lengkap dari komposisi pemain,” lanjutnya. Lebih lanjut, Bima berharap pada TC kali ini para pemain dapat lebih optimal dan semakin lebih baik lagi. “Harapan saya, semoga di pemusatan latihan bulan ini, kami bisa lebih optimal dan saya ingin meningkatkan intensitas latihan yang lebih tinggi lagi. Hal ini sebagai bekal persiapan kami untuk menghadapi Piala AFC U-16 mendatang,” ungkapnya. Pemusatan ini rencananya digelar selama tiga pekan kedepan. Sebelumnya, Marcell Januar Putra cs telah menggelar latihan pada 9 Agustus sampai 28 Agustus 2020. Sementara itu, pada Piala Asia U-16 mendatang, Indonesia merupakan satu-satunya wakil dari ASEAN danberada di Grup D bersama Jepang, Arab Saudi, dan Cina. Empat tim semi final Piala AFC U-16 2020 akan lolos ke Piala Dunia U-17 2021 mendatang di Peru. 30 Pemain Pemusatan Latihan Timnas U-16 I Made Putra Kaicen – Bali United Raka Octa Bernanda – PSS Sleman Muhammad Raufa Aghastya – SSB POR Uni Bandung Mohamad Indra Pramana – Persija Jakarta Kadek Arel Priyatna – Bali United Mochammad Aditya Rangga Saputra – Persebaya Surabaya Marcell Januar Putra – Bali United Mikael Alfredo Tata – Waanal Bintuka FC Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera Ferre Murarri – Bhayangkara FC Aditya Daffa Al Haqi – Barito Putera Dimas Juliono Pamungkas – Persib Bandung Resa Aditya Nugraha – Persija Jakarta Mochammad Faizal Syaifullah – Persela Lamongan Raka Cahyana Rizky – Persija Jakarta Marselino Ferdinan – Persebaya Surabaya Diandra Diaz Dewari – Persib Bandung Ahmad Athallah Araihan – SKO Ragunan Vito Ramadyzky – Persikabo Muhammad Valeron – Persib Bandung Muhammad Tezar Briantama – SSB Asiop Jakarta Bani Satriani Nurdin – SSB POR Uni Bandung Rafli Ikram Selang – SSB Insan Cendikia Tiriec Adriano Manuri Jr – Wanaal Bintuka FC Wibi Alfrahmudi – SSB Gemars Felix M – Safin Patifa Sandy Kusuma Triandy – SSB New Star Salam Fahmi Alvin Styawan – PSS Sleman Iput Nur Hasan – PSS Sleman Farenno Lefrandy Jovan – Akademi SKS

Bek Fiorentina Ini Batal Bela Timnas Indonesia

Bek Fiorentina Ini Batal Bela Timnas Indonesia

Belakangan ini, PSSI selaku induk sepak bola Indonesia kembali menggencarkan proses pewarganegaraan (naturalisasi) terutama bagi pemain muda di bawah 20 tahun untuk membela Timnas Indonesia. Hal tersebut senada diungkapkan oleh pelatih Shin Tae-yong yang ingin memberikan kesempatan untuk setiap pemain yang memiliki darah keturunan untuk membela Tim Nasional Sepak Bola Indonesia. Memprioritaskan pemain di bawah 20 bukan tanpa alasan, PSSI tengah mempersiapkan diri jelang Piala Dunia U-20, yang akan digelar Mei-Juni 2021 di Indonesia. Beberapa nama telah masuk radar PSSI. Salah satunya yaitu Kevin Diks Bakarbessy. Kevin Diks adalah pemain Belanda keturunan Indonesia (Maluku). Kevin memiliki darah Indonesia yang berasal dari kakek dan neneknya. “Mamaku berasal dari Indonesia. Nama belakangnya Bakarbessy. Opa dan oma saya dari Indonesia. Mereka pergi ke Belanda di usia lima atau enam tahun,” ucap Kevin seperti dilansir dari laman resmi PSSI. Sejatinya, Kevin telah masuk pantauan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada tahun 2018 lalu untuk dinaturalisasi saat itu. Akan tetapi, segala perencanaan tersebut timbul tenggelam. Ia pun tak kunjung mendapatkan surat resmi pemanggilan dari PSSI. Padahal, Kevin mengaku menantikan pemanggilan tersebut. “Aku selalu mengatakan terbuka untuk gabung Timnas Indonesia,” ujar Kevin, seperti dikutip NYSN dalam wawancara di kanal YouTube Yussa Nugraha. Ditengah ketidakpastiaan yang dialami oleh Kevin, PSSI akhirnya buka suara. Melalui Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi, PSSI menjelaskan bahwa Kevin Diks tidak bisa membela Timnas Indonesia. “Usia yang tidak mungkin kita masukkan ke dalam skuad Timnas Indonesia di Piala Dunia 2021. Karena kita mencari pemain yang masih berumur 18 dan 19 tahun,” ujar Yunus Nusi. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Di bawah kepemimpinan Mochamad Iriawan, PSSI saat ini lebih mementingkan untuk menaturalisasi pemain muda (di bawah umur 20 tahun) agar bisa ditampilkan di Piala Dunia 2021 di Indonesia. Selain itu, Kevin ternyata pernah bermain untuk timnas Belanda saat berumur 21 tahun. Pasal 5 Ayat 2 Statuta FIFA menyebutkan, seorang pemain yang pernah membela sebuah negara pada kompetisi resmi FIFA tidak berhak untuk membela asosiasi lain pada pertandingan internasional. Lebih lanjut, dalam Statuta FIFA tentang status pemain yang berganti asosiasi disebutkan bahwa pemain hanya boleh sekali berganti kewarganegaraan sehingga dia diperkenankan membela negara lain dalam pertandingan internasional. Itu pun ada syarat yang harus dipenuhi. Pemain tersebut tidak pernah bermain di pertandingan resmi Level A bersama asosiasi sebelumnya, termasuk hanya sebagai pengganti. Apabila dia pernah bermain untuk negara lain, dia tidak berhak bermain lagi untuk asosiasi barunya. Kasus serupa juga pernah dialami oleh Ezra Walian yang tercatat pernah membela Timnas Belanda U-17 pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa U-17 2014. Ezra pernah tampil sebanyak dua kali bersama De Oranje. Masing-masing pada saat melawan San Marino pada 19 Oktober 2013 juga pada pertandingan versus Georgia tiga hari berselang. “Ini yang pernah dialami Ezra Walian sehingga gagal melakoni pertandingan-pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2020. Ezra tidak bisa memperkuat Indonesia karena dia pernah bermain di timnas Belanda di level yunior pada kompetisi resmi UEFA,” imbuh Yunus Nusi. Profil Kevin Diks: Nama lengkap: Kevin Diks Bakarbessy Tanggal Lahir: 6 Oktober 1996 Tempat Lahir: Apeldoorn, Belanda Tinggi Badan: 1,82 m Posisi Bermain: Bek Kanan Klub Saat Ini: Fiorentina Karier junior Musim Klub 2002–2004 VIOS Vaassen 2004–2005 AGOVV 2005–2014 Vitesse Karier senior Musim Klub 2014–2016 Vitesse 2016–Sekarang Fiorentina  

Drama Menit Akhir, Timnas U-19 Ditahan Imbang Qatar

Drama Menit Akhir, Timnas U-19 Ditahan Imbang Qatar

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-19 harus puas bermain imbang melawan Qatar pada laga uji coba, Minggu (20/9) malam WIB. Sempat unggul lebih dulu, Garuda Muda gagal menang akibat gol penalti di menit akhir. Laga ini merupakan uji coba kedua antar kedua tim, setelah sebelumnya Indonesia mampu unggul tipis 2-1 pada Kamis (17/9/2020) lalu. Bermain di Stadion Velika Gorica, Zagreb, Kroasia, Timnas U-19 Indonesia tampil percaya diri sejak mulai laga. Tampil dengan formasi andalan yakni 4-42, Shin Tae-yong kembali mengandalkan kecepatan Mochammad Supriadi di sisi kiri dan Witan Sulaeman di sisi kanan untuk menebar ancaman ke lini pertahanan Qatar. Peluang pertama Indonesia hadir pada menit ke 6′. Berawal dari serangan balik, Supriadi mengirimkan sebuah umpan ke Sadam Gaffar yang kemudian berhasil melepas sepakan keras dari dalam kotak penalti. Namun, usahanya mampu diblok oleh bek lawan sehingga bola mudah saja diamankan kiper Qatar. Qatar sebenarnya juga sering memberi tekanan ke Indonesia, beberapa kali Lotfi Madjer terlihat merepotkan barisan pertahanan pemain belakang Indonesia yang dikomandoi oleh Rizky Ridho. Termasuk peluang emasnya pada menit ke 12′. Beruntung, Adi Satryo masih sigap menghalau peluang tersebut dengan kakinya. Meski kedua tim saling jual beli serangan pada pertandingan ini, namun hingga peluit panjang babak pertama ditiup tidak ada gol yang terjadi. Pada babak kedua, Shin Tae-yong memasukkan David Maulana untuk menggantikan Beckham Putra. Pergantian tersebut menghasilkan permainan yang lebih seimbang terutama di lini tengah Indonesia. Gol yang ditunggu pun hadir pada menit ke 63′. Berawal dari lemparan jauh Pratama Arhan, bola disambut oleh sundulan Saddam Gaffar yang mengarah ke tiang jauh Qatar sekaligus merubah skor 1-0 untuk keunggulan Indonesia. Usai tertinggal, Qatar berusaha untuk keluar dari tekanan dan membangun serangan demi serangan untuk mengejar gol penyama kedudukan. Skuad asuhan Lucas Nardi tersebut melakukan tiga pergantian sekaligus pada 15 menit sisa laga. Ketiga pemain tersebut semuanya dari lini serang. Pergantian tersebut membuahkan hasil, Qatar mendapatkan hadiah penalti di menit ke 89′ setelah Mohammed Ali Surag dilanggar oleh Rizky Ridho. Ali Al-Tairi yang maju sebagai eksekutor dengan baik menjalankan tugasnya. Skor menjadi imbang 1-1 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Pada pertandingan uji coba berikutnya di Kroasia, timnas U-19 Indonesia akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada 25 September serta Dinamo Zagreb pada 28 September. Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adi Satryo; Bagas Kaffa, Rizky Ridho (C), Komang Teguh, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, Beckham Putra, Brylian Aldama, Mochammad Supriadi; Saddam Gaffar, Braif Fatari | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR) Susunan Pemain Qatar U-19 (4-3-3): M Balideh; A Yousif, S Kadira, Faisal Mohammad Azadi, Hadi Ali Tabasideh; O Alhadrami, M H Al-Mehairi, M H Al Sulaiti; Diyah Haroon D Taha, J A Al Marri, Lotfi Madjer | Pelatih: Lucas Nardi (ARG) Possession: Indonesia 39% Qatar 61% Shots: Indonesia 8 Qatar 13 Shots on Target: Indonesia 3 Qatar 3 Corner: Indonesia 6 Qatar 8 Yellow Cards: Indonesia 4 Qatar 3 Red Cards: Indonesia 0 Qatar 0

Jelang Porda Jabar 2022, Cabor Softball Kab. Bogor Fokus Lakukan Sosialisasi dan Pembinaan

Jelang Porda Jabar 2022, Cabor Softball Kab. Bogor Fokus Lakukan Sosialisasi dan Pembinaan.

Jelang pelaksanaan Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Jabar tahun 2022 yang akan digelar di Tasikmalaya, Subang dan Bandung, Cabang Olahraga (Cabor) Softball Kabupaten Bogor mulai gencar melakukan sosialisasi dan pembinaan para atlet untuk mencapai target satu medali emas di Porda Jabar 2022 nanti. Hal tersebut diungkapkan Kabid Organisasi Perbasasi Kabupaten Bogor, Leli Rahman. Menurut pria yang akrab disapa Rahman itu, olah raga softball perlu dikenal lebih luas oleh masyarakat khususnya Kabupaten Bogor agar lebih mudah mendapatkan bibit atlet berkualitas. “Saat ini persiapan kami fokus pada pembinaan para atlet, juga rutin lakukan sosialisasi dengan menggandeng guru olahraga. Agar softball ini bisa lebih dikenal oleh masyarakat Kabupaten Bogor, sehingga kita bisa dengan mudah medapatkan bibit calon atlet berkualitas,” jelas Rahman dikutip dari rilis Diskominfo Kabupaten Bogor. Rahman melanjutkan, faktor wilayah Kabupaten Bogor yang tergolong sangat luas ini perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mencari bibit calon atlet softball. Salah satu caranya yaitu strategi sosialisasi dengan melibatkan guru olah raga dari sekolah ditiap-tiap kecamatan untuk memperluas pembinaan. Namun, ditengah situasi pandemi seperti ini, seluruh kegiatan sosialisasi dilakukan melalui media daring. Sementara untuk pembinaan dan latihan tatap muka hanya dapat dilakukan satu minggu satu kali. Selebihnya dilakukan secara mandiri dengan didampingi oleh pelatih melalui daring. “Karena kini softball baru ada di dua kecamatan yakni di Kecamatan Cariu dan Gunungsindur. Meski dalam kondisi pandemi, kami tetap lakukan sosialisasi meskipun hanya melalui media daring,” ujar Rahman. Pihaknya berharap, melalui strategi itu, Cabor Softball Kabupaten Bogor mampu memenuhi target juara minimal satu mendali emas. Karena di Porda 2018 lalu, Cabor Softbal Kabupaten Bogor baru bisa meraih satu perunggu dan satu perak. “Untuk pembinaan kami fokus pada atlet yang sudah ada, dari 40 atlet hanya 15 atlet yang akan kami ikut sertakan di Porda Jabar 2022 mendatang. Latihan sementara ini kami lakukan di Gor Padjajaran, rencananya kami akan pinjam lapangan panahan Stadion Pakansari untuk latihan. Sudah ada komunikasi dengan KONI dan Dispora, agar kedepannya kita bisa rutin latihan disana,” jelas Rahman. Lebih lanjut, Rahman optimis bahwa cabang olahraga softball atlet Kabupaten Bogor dapat menghasilkan prestasi yang apik. “Kami optimis di Porda Jabar 2022 mendatang kami bisa meraih satu emas, tetap lakukan yang terbaik. Tingkatkan prestasi dan kualitas diri, kita pasti bisa mengharumkan Kabupaten Bogor. Terlebih atlet binaan kita murni dari Kabupaten Bogor,” imbuhnya.

Pengda PBSI Bangka Berencana Gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Junior

PBSI Bangka Berencana Gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Junior

Evaluasi Pengurus Daerah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pengda PBSI) Kabupaten Bangka melihat potensi atlet bulu tangkis yang dimiliki Bangka masih belum maksimal. Atas dasar tersebut, Pengda PBSI berencana menggelar kejuaraan bulu tangkis untuk level junior yang diberi judul Kejuaran Bulu Tangkis Junior Bupati Cup 2020. Rencana kejuaraan ini telah masuk dalam tahap berikutnya setelah Pengda PBSI Bangka menggelar rapat rencana kegiatan pada Senin (14/9/2020) lalu. Kejuaran ini dijadwalkan akan berlangsung mulai 15-23 Oktober 2020 di Gedung Bulu Tangkis Orom Sungailiat Kabupaten Bangka. Selain menggelar kejuaraan bulu tangkis junior, pada rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengda PBSI, Bangka Deny Hasbi tersebut turut mengonfirmasi bahwa akan ada ajang khusus bagi para veteran. “Memang sejumlah even terpaksa tertunda akibat Covid-19 namun kebutuhan atlet bulu tangkis terutama tingkat junior maka akan kita gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Bupati Cup 2020 di Orom Sungailiat,” kata Deny seperti dilansir dari Bangkapos.com. Denny menjelaskan jika turnamen ini merupakan hasil dari evaluasi para pengurus terhadap prestasi bulu tangkis Kabupaten Bangka. Sebab pada even Porprov 2018 Bangka Tengah tak satupun medali yang diraih. Selain itu, ia membuat target jangka panjang temasuk untuk even Porprov 2022 di Bangka Barat nanti, atlet bulu tangkis Kabupaten Bangka bisa meraih 1 medali emas. “Kabupaten Bangka adalah daerah yang selalu melahirkan atlet-atlet terbaik diberbagai cabang. Jangan ada lagi di even tingkat provinsi tanpa medali temasuk bulu tangkis. Makanya saya targetkan di Porprov 2022 di Bangka Barat meraih 1 medali emas,” kata Deny. Sementara itu, Julian selaku Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Bulu Tangkis Bupati Cup 2020 mengatakan, jika atlet yang ingin mendaftarkan diri adalah atlet bulu tangkis khusus berdomisili di Kabupaten Bangka. Selanjutnya, usia atlet maksimal adalah 16 tahun atau kelahiran 2004 dan minimal 10 tahun atau kelahiran 2010. Sementara untuk veteran wanita minimal berusia 40 tahun dan putra minimal 45 tahun. Senada dengan Denny, Julian pun berharapa agar even ini mampu menghasilkan bibit-bibit atlet bulu tangkis yang potensial dapat mengharumkan Kabupaten Bangka baik tingkat provinsi maupun nasional. Hal tersebut juga berkaitan dengan situasi saat ini yang mana PBSI Bangka kekurangan atlet muda untuk persiapan Porprov 2020 di Bangka Barat. “Sejumlah atlit bulu tangkis potensial dipantau PBSI Bangka untuk ajang Porprov 2020 termasuk saat kejuaran Bulu Tangkis Bupati Cup 2020,” kata Julian.

Timnas U-19 Raih Kemenangan Perdana di Kroasia

Timnas U-19 Raih Kemenangan Perdana di Kroasia

Tim Nasional Sepak Bola U-19 Indonesia akhirnya mampu meraih kemenangan perdana mereka selama menjalani pemusatan latihan (TC) di Kroasia. David Maulana cs berhasil mengalahkan Qatar dengan skor 2-1 dalam laga uji coba yang digelar di Stadion SRC Mladost, Cakovec, Kroasia, pada Kamis (17/9/2020) malam WIB. Indonesia tampil agresif dengan berani menguasai bola dan menekan pertahanan Qatar sejak menit pertama. Indonesia bahkan hampir unggul pada menit ke 3′ melalui dua peluang yaitu sundulan Irfan Jauhari yang memanfaatkan lemparan ke dalam Pratama Arhan, dan tendangan Witan Sulaeman yang mendapatkan bola liar. Namun, kedua peluang tadi masih dapat diantisipasi oleh lawan. Qatar pun bangkit setelah berada di bawah tekanan Indonesia. Melalui dua pemain sayap mereka yaitu Hadi Tabasideh dan Jassim Al-Mehairi, Qatar mulai coba untuk membangun serangan. Hasilnya, Qatar mampu mencuri gol pertama pada menit ke 12′ melalui Tembakan keras Jassim Al-Mehairi dari ujung kotak penalti Indonesia yang gagal diamankan oleh Adi Satryo. Usai tertinggal satu gol, Indonesia kian melancarkan serangan. Alhasil, pada menit ke 18′ Indonesia mendapatkan penalti karena pelanggaran yang terjadi pada Supriadi usai dilanggar oleh Naif Alhadhrami di sisi kiri pertahan Qatar. Brylian Aldama yang maju sebagai algojo mampu menuntaskan tugasnya sekaligus membuat skor kembali imbang 1-1. Kedua tim saling menyerang di sisa waktu babak pertama. Indonesia hampir balik unggul melalui peluang emas Irfan Jauhari pada menit 26’ hasil umpan terobosan dari Brylian Aldama. Namun, kiper Qatar mampu dengan sigap menghalau peluang tersebut. Hingga babak pertama selesai, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Memasuki babak kedua, tempo permainan Indonesia dan Qatar cenderung menurun. Shin Tae-yong akhirnya merubah formasi anak asuhnya dengan memasukan Beckham Putra Nugraha, Saddam Emiruddin Gaffar dan Moh Bahril Fajar. Pergantian pemain dan strategi tersebut membuahkan hasil. Berawal dari kesalahan pemain belakang Qatar, Beckham Putra kemudian mengirimkan umpan mendatar ke Supriadi yang tanpa kesulitan memasukkan bola ke dalam gawang lawan pada menit ke 84’. Garuda Muda berbalik unggul 2-1. Keunggulan tersebut tidak membuat Indonesia menggendorkan serangan. Mereka tetap gencar membangun serangan terhadap lini pertahanan Qatar. Akan tetapi hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Kemenangan ini tentu sangat berarti untuk mengangkat mentalitas dan kepercayaan diri para punggawa timnas U-19 Indonesia. Karena sebelumnya, Indonesia mendapatkan hasil kurang maksimal pada tiga laga perdana mereka yakni kalah dari Bulgaria dan Kroasia, lalu seri 3-3 ketika bertemu Arab Saudi. Indonesia dijadwalkan kembali bertemu Qatar dalam laga uji coba kedua antara kedua tim di Kroasia. Laga tersebut akan berlangsung pada hari Minggu (20/9/2020). Susunan Pemain Indonesia U-19 (4-4-2): Muhammad Adi Satryo; Bagas Kaffa, Rizki Ridho, Komang Teguh, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, David Maulana (C) (Beckham Putra Nugraha 69′), Brylian Aldama, Mochammad Supriadi; Irfan Jauhari (Moh. Bahril Fajar 79′), Braif Fatari (Saddam Emiruddin Gaffar 74′) | Pelatih: Shin Tae-yong (KOR) Susunan Pemain Qatar U-19 (4-5-1): Yousef Abdullah Balideh; Abudurrahman Elsadig, Abdalla Yousif, Diyab Taha, Mostafa Kadira; Hadi Tabasideh (Jassim Al-Zarra 74′), Naif Alhadhrami (C) (Mostafa Abouelela 83′), Faisal Azadi (Osamah Al Altairi 61′), Ali Al-Marri (Talal Faraj 61′), Jassim Al-Mehairi; Mohamed Surag (Lotfi Madjer 46′) | Pelatih: Lucas Nardi (ARG)

Dibalik Sosok Dhea Natasya, Peraih Medali Emas SEA Games 2019

Sosok Dhea Natasya, Peraih Medali Emas SEA Games 2019

Bali merupakan surga bagi para peselancar sekaligus gudang pencetak atlet-atlet selancar berprestasi bagi Indonesia. Salah satunya yaitu Dhea Natasya yang merupakan salah satu atlet perselancar muda kebanggaan Indonesia. Berbagai prestasi baik dalam dan luar negeri sudah diraih diusianya yang baru menginjak 19 tahun. Peselancar kelahiran 08 November 2000 itu mengaku jika pada awalnya ia menekuni olahraga selancar hanya untuk sebatas hobi. Bahkan, ia sempat tidak mau untuk meneruskan olahraga selancar karena mengalami trauma pada saat mencoba papan selancar untuk pertama kali. Ingin kenal lebih dalam sosok Dhea? Berikut hasil wawancara NYSN Media dengan peselancar muda yang sudah segudang prestasi ini. Bagaimana awalnya kamu bisa kenal sama olahraga surfing? Saya belajar surfing dari umur 9 tahun dan diajarin sama ayah, tapi pertama coba surfing saya belum bisa berenang jadi waktu jatuh gitu saya panik dan sempat enggak mau surfing lagi. Terus saya lihat adik saya ikut kompetisi surfing dan jadi juara saya termotivasi untuk belajar surfing lagi dan ayah ajarin saya lagi. Pada usia berapa akhirnya kamu memutuskan ingin menjadi atlet surfing? Dan sejak kapan kamu mulai mengikuti perlombaan surfing? Sebenarnya pertama itu surfing cuman hobi aja, saya mulai ikut lomba itu dari umur 10 tahun Bagaimana kegiatan selama pandemi virus corona, khususnya jadwal latihan kamu? Kalau di Bali waktu itu sempat di-lockdown hampir 1 bulan jadi saya engga bisa surfing karena pantainya ditutup, tapi sejak new normal, pantainya sudah dibuka dan sudah ada pelatnas jadi team-nya setiap hari tetap latihan. Dalam seminggu berapa kali kamu berlatih surfing? (Saat ini) latihan setiap hari. Biasanya kalau surfing pagi dari jam 8-11 terus siang surfing lagi jam 3-6. Tapi, tergantung situasi ombak juga. Sehari-hari latihan bareng pelatih atau sama ayah? Kalau sekarang karena ada pelatnas jadi (latihan) surfing sama pelatih. Ada pola-pola tertentu yang harus dijalani setiap sesi latihan? Jadi habis surfing itu dikasih tau aja, sih, apa yang harus diperbaiki atau kita harus lebih fokus sama trik (tertentu) yang harus dilakuin. Adakah pengalaman dari kejuaraan surfing yang paling berkesan buat kamu? Yang paling berkesan itu Sea Games 2019.  Menurut kamu, suka duka menjadi atlet surfing itu apa? Sukanya bisa kenal banyak orang dan bisa keluar negeri. Kalau dukanya menurut saya karena di Indonesia masih belum banyak yang mengerti surfing, jadi saya sering diremehin gitu, kayak bilang: “Apa sih surfing itu cuman buat (kulit) kamu hitam aja,”. Kenginan atau target apa yang ingin kamu capai? Kalau keinginan saya yaitu bisa dapat emas lagi dan bisa membanggakan Indonesia pastinya. (Target terdekat) ada Asian Beach Game. Sebutkan atlet surfing idola kamu dan lokasi surfing favorit. Dua-duanya boleh dari dalam atau luar negeri. Kalau idola dari luar, saya suka Chloé Calmon. Lokasi surfing favorit di Pantai Halfway-Kuta, Bali. Apa harapan kamu sebagai atlet surfing? Harapan saya semoga lebih banyak orang yang kenal surfing dan perempuannya juga mau belajar surfing karena di Indonesia sedikit banget perempuan yang mau surfing padahal kita punya banyak pantai di Indonesia. Karir dan Prestasi Dhea Natasya: Posisi 2 – Surfer Girl Big Splash 2010 Posisi 2 – Surfer Girl Daddy and Daughter Competition 2010 MSC. posisi kedua, Under 14s Division, 31 Oktober 2010 MSC. posisi pertama, Under 10s Division, 22 Mai 2011 MSC. posisi kedua, Under 14sDivision, 31 Juli 2011 MSC. posisi pertama, Under 10sDivision, 21 Agustus 2011 MSC. posisi pertama, Under 10sDivision, 25 September 2011 MSC. posisi pertama, Under 10sDivision, 16 Oktober 2011 MSC. posisi pertama, Under 10sDivision, 13 Oktober 2011 Posisi 2 Women’s Division – Rip Curl Surf and Music Festival 2011 Posisi 1 – IPASC Open Division di Pulau Merah, Banyuwangi 2012 Posisi 3 Under 14s Division – MSC Billabong di Halfway, Kuta 2012 Posisi 4 Under 16s Division – ISC Rip Curl Grom Search di Padma Legian Posisi 2 Under 14s Division – MSC Billabong di Halfway Kuta 2012 Posisi 3 Open Division – Legian Beach Festival di Padma Legian 2012 Posisi 1 Under 14s Division – MSC Billabong di Halfway Kuta 2012 Posisi 4 – ISC Gromsearch Surf and Music Festival 2012 Posisi 2 Under 14s Division – MSC Billabong 2012 Posisi 2 Under 14 Girls Division – Rip Curl Grom Search III di Canggu 2013 Posisi 1 Under 14 Girls Division – Magicwave Billabong Comp 2013 Posisi 1 – Berawa Competition 2014 Posisi 4 – Rip Curl Music and Festival 2014 Posisi 4 – Halfway Kuta Board Rider 2014 Posisi 1 – Billabong Grommet Attack 2014 Posisi 3 – Rip Curl Grom Search 2015 Posisi 2 – Rip Curl Grom Search Padma 2015 Posisi 4 – Rip Curl Grom Search Krakal 2015 Posisi 1 – Volcom Competition di Lembeng 2015 Posisi 3 – Volcom Competition di Kuta 2015 Posisi 1 – Billabong Grom Attack 2015 Ranking 1 di Billabong Grommet Attack 2015 Posisi 1 – Pulau Merah Competition 2015 Rookie of The Year di Halfway Kuta Board Rider 2016 Posisi 1 – Halfway Competition Series 2016 Posisi 2 – Halfway Competition Series 2 2016 Posisi 1 – Billabong Grommet 2016 Posisi 1 – Volcom Tour 2016 Posisi 1 – Rip Curl Grom Search 2016 Posisi 1 – Rip Curl Grom Search National Final 2016 Ranking 1 Asian Surf Competition 2016 Posisi 1 – Rip Curl Gromsearch Lombok 2017 Posisi 1 – Billabong Grom Attack Series 1 2017 Posisi 2 – Billabong Grom Attack Series 2 2017 Posisi 1 – Billabong Grom Attack Series 3 2017 Posisi 2 – REnextop Asian Tour di Bali 2018 Posisi 2 – REnextop Asian Tour di Thailand 2018 Posisi 1 – REnextop Asian Surfing Tour di Malaysia 2018 Ranking 1 REnextop 2018 Best Female Surfer of The Year 2018 Posisi 2 Longboard Divison – REnextop Series 1 di Bali 2019 Posisi 1 Longboard Division – REnextop Series 2 di India 2019 Posisi 2 Shortboard Division – REnextop Series 3 di Malaysia 2019 Gold Medal Longboard Division di Sea Games 2019