Usai Ukir Rekor Dunia, Ini Target Rizki Juniansyah

Usai Ukir Rekor Dunia, Ini Target Rizki Juniansyah

Usai harumkan Indonesia dengan mengukir tiga rekor dunia junior kelas 73 kg pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2021 di Uzbekistan, lifter muda Rizki Juniansyah siap naik level. Ia pun membeberkan targetnya ke depan. Diakui lifter kelahiran Banten, 17 Juni 2003 itu, saat ini ia tengah berniat mencoba memecahkan rekor dunia junior di kelas 81 kg. “Karena masih ada kesempatan berlaga di level junior dua tahun ke depan, obsesi saya selanjutnya mampu memecahkan rekor dunia junior di kelas 81 kg. Untuk itu saya berniat pindah ke kelas 81 kg,” papar Rizki saat menjalani karantina sepulangnya dari Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior di Uzbekistan, Minggu (30/5/2021). Untuk bisa tampil di kelas 81 kg, Rizki Juniansyah harus menjaga berat badannya tidak boleh melebihi 80 kg. “Ini juga untuk jaga-jaga jika nantinya saya harus tampil di kelas 73 kg, untuk menurunkan berat badan tidak sulit,” ungkapnya. Rekor dunia junior kelas 81 kg saat ini yang sedang dibidiknya adalah angkatan snatch seberat 168 Kg yang dicetak lifter Tiongkok, Li Dayin dan clean and jerk 208 kg yang ditorehkan lifter Bulgaria, Nasar Karlos Mau Hasan. “Selisihnya tidak jauh dengan rekor dunia di kelas 73 kg yang baru saja saya pecahkan yakni snatch 155 kg dan clean and jerk 194 kg. Tinggal saya harus fokus untuk menambah berat angkatan di kelas baru ini,” ujar anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Muhammad Yasin dan Yeni Rohaeni itu. Selain itu, Rizki Juniansyah juga membidik untuk memecahkan rekor dunia senior di kelas 73 kg, kelak jika ia sudah beralih ke level senior. “Sekarang ini saya fokus di junior lebih dahulu dengan rencana pindah kelas. Setelah saya memenuhi syarat di level senior saya mencoba untuk memecahkan rekor dunia lagi yang juga selisihnya tidak jauh yakni 169 kg di angkatan snatch dan 198 kg di angkatan clean and jerk. Tinggal fokus saya lebih meningkatkan lagi power angkatan saya,” ujar Rizki Juniansyah. Prestasi yang diraih oleh pemuda yang bercita-cita menjadi anggota TNI atau Polri itu memang sangat membanggakan. Rizki mengenal angkat besi dari ayah dan kakaknya. Ia memulai debutnya dengan meraih medali perunggu di kelas 56 kg pada Kejurnas Angkat Besi Satria Remaja di Bandung 2016 silam. Atas keberhasilannya itu, Rizki Juniansyah kemudian terpilih mengikuti Kejuaraan Angkat Besi Youth & Juniors Asia di Thailand 2018 silam dengan membawa pulang medali perak di kelas 62 kg. “Target saya di angkat besi ingin tercatat sebagai lifter pemecah rekor dunia baik di kelas junior maupun senior. Alhamdullilah, untuk kelas 73 kg junior saya mampu memecahkannya. Selain obesesi saya tampil di ajang Olimpiade berikutnya di Paris 2024 mendatang,” harapnya. Catatan perjalanan prestasi Rizki Juniansyah boleh dibilang cukup meroket. Ia mulai menekuni angkat besi sejak umur 7 tahun. “Waktu itu karena di rumah Ayah saya mendirikan sasana sendiri, saya sudah mulai latihan namun waktu itu tidak dengan keseriusan dan tidak ditekuni. Di usia 8 tahun saya berhenti latihan karena saya belum di izinkan waktu itu untuk latihan dan saya masih takut-takut karena dulu perawakan saya kecil dan pendek dan itu yang ditakutkan kedua orang tua saya, pertumbuhan badan takut keterusan pendek,” ujarnya. Namun, setelah dilihat postur tubuhnya mengalami pertumbuhan, Rizki Juniansyah kemudian diperbolehkan untuk kembali berlatih. “Saya memulai berlatih lagi pada usia 11 tahun, ketika duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar. Setelah keluarga bermusyawarah untuk menyetujuinya dan darisitulah saya mendapat gemblengan dari Ayah saya yang juga mantan atlet angkat besi,” ungkapnya lagi. Di usianya yang masih sangat muda, Rizki Juniansyah membersnikan diri tampil di Pekan Olahraga Antar Provinsi (Porprov) Banten dan pertama kali mendapatkan emas di kelas 40 Kg dengan angkatan snatch 45 Kg dan clean and jerk 55 kg. “Saya tidak akan merasa puas dengan apa yang saya raih saat ini. Saya ingin lebih meningkstkan lagi prestasi saya hingga ke jenjang Olimpiade. Saya berterima kasih kepada Ayah, seluruh keluarga, tim pelatih selama berada di Pelatnas yang telah membimbing saya hingga mampu memecahkan rekor dunia,” katanya.

Usai Sukses Pecahkan Rekor Dunia, Veddriq dan Katibin Bidik Juara di Olimpiade 2024

Usai Sukses Pecahkan Rekor Dunia, Veddriq dan Katibin Bidik Juara di Olimpiade 2024

Torehan prestasi dua atlet muda panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo dan Kiromal Katibin, setelah berhasil menjadi juara dunia dan pecahkan rekor dunia di ajang IFSC Climbing World Cup 2021 di Salt Lake City, Amerika Serikat (30/5) lalu menjadi modal bagi tim panjat tebing Indonesia menuju pentas Olimpiade. Veddriq Leonardo, atlet panjat tebing asal Kalimantan Barat (Kalbar) tengah menuai perhatian setelah pecahkan rekor dunia. Pemuda kelahiran Pontianak tersebut sukses mengungguli rekan setimnya, Kiromal Katibin untuk nomor speed putra. Kedua atlet tersebut mencatatkan rekor baru dalam kurun waktu beberapa jam saja. Rekor pertama pada hari itu dipecahkan oleh Kiromal Katibin dalam putaran pertama babak kualifikasi dengan waktu 5,258 detik, mengungguli Leonardo yang berada di posisi kedua dengan 5,375 detik. Leonardo melesat memanjat ke atas dinding setinggi 15 meter untuk finis tercepat dengan catatan waktu 5,208 detik dan mengalahkan Kiromal Katibin. Sukses menorehkan prestasi, Veddriq merasa semringah. “Saya sangat senang bisa meraih medali emas dan memecahkan rekor dunia. Kami tidak datang ke sini untuk meraih kemenangan, kami datang untuk memecahkan rekor,” ujar Veddriq. Ini bukan menjadi pretasi pertama yang ditorehkan Veddriq Leonardo. Sebelumnya ia berhasil menyabet perunggu dalam ajang IFSC di Moscow, Rusia pada 2018 silam. Ia juga mendapat medali emas dalam ajang Asian Championship 2019 dan PRA-PON XX Zona 3. Sementara prestasi yang diraih Kiromal Katibin juga cukup menjanjikan. Pemuda kelahiran Batang, 21 Agutus 2001 itu tak hanya menyumbang medali perak nomor speed pada Piala Dunia Panjat Tebing IFSC 2021 di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. Katibin, sempat memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 5,258 detik. Dua catatan waktu itu memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang pemanjat tebing Iran Reza Alipour dengan waktu 5,480 detik. Bagi Katibin, raihan di Negeri Paman Sam tidaklah mudah. Dia mempersiapkan diri di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) sejak Juli 2020 lalu. “Kejuaraan di Amerika ini yang pertama sejak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Selama itu, aku hanya berlatih dan lakukan evaluasi diri. Saat akan mengikuti kejuaraan dunia di Salt Lake City, sangat semangat. Memecahkan rekor dunia yang dipegang Reza Alipour adalah target utama di IFSC 2021. Saya optimistis, karena catatan waktu saat latihan lebih bagus,” kata Katibin. Panjat Tebing Indonesia mampu menunjukkan prestasi membanggakan. Ada ambisi lebih besar pada diri Katibin yakni emas Olimpiade Prancis 2024 nanti. Dia akan mempersiapkan diri lebih baik akan terus konsisten bisa masuk ke tim Indonesia. “Saya dan Veddriq membawa nama dan prestasi Indonesia ke pentas dunia,” tandas dia.

Persiapan Olimpiade, Fika Terbang ke Kroasia

Persiapan Olimpiade, Fika Terbang ke Kroasia

Petembak muda Indonesia, Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba atau yang akrab disapa Fika, saat ini tengah mempersiapkan diri jelang keikutsertaannya di Olimpiade Tokyo pada 23 Juli- 8 Agustus mendatang. Guna mematangkan persiapannya tersebut, Fika dijadwalkan mengikuti uji coba di Kroasia pada Juni mendatang. Fika yang bakal turun di nomor 10 meter air rifle putri, tak punya target di Kroasia. Dia mengatakan ingin menambah pengalaman sebagai persiapan di Olimpiade Tokyo 2020. “Saya tidak mematok target medali untuk penampilan di Kroasia. Di sana saya ingin menambah jam terbang sehingga saya bisa lebih siap saat tampil di Olimpiade” ujar Fika, dalam siaran pers Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengutip Antara, Kamis (27/5/2021). Sementara itu Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Rosan P. Roeslani, dalam kunjungannya ke pelatnas menembak di Senayan, Jakarta, mengaku terkesan dengan Fika yang bisa lolos kualifikasi dalam usia yang masih muda. “Fika ini atlet muda Indonesia yang luar biasa. Dia lolos kualifikasi Olimpiade pada usia 18 tahun. Semoga ia bisa memberikan penampilan terbaik di Olimpiade Tokyo nanti,” kata Rosan. Fika sebelumnya meraih medali perunggu dalam kejuaraan dunia menembak ISSF World Cup 2021 di New Delhi, India pada 15-26 Maret lalu. Dia menempati posisi ketiga pada nomor beregu 50 meter rifle three positions bersama Audrey Zahra dan Monica Daryanti. Peraih medali emas SEA Games 2019 itu awalnya dijadwalkan mengikuti ISSF World Cup di Baku, Azerbaijan, 21 Juni-2 Juli. Namun panitia penyelenggara telah memutuskan untuk membatalkan kejuaraan yang menjadi turnamen kualifikasi terakhir Olimpiade Tokyo tersebut karena situasi pandemi COVID-19 di negara tersebut. Saat ini, Indonesia hampir dipastikan menurunkan 19 atlet dari enam cabang olahraga ke Olimpiade Tokyo 2020. Keenam cabang olahraga tersebut adalah panahan, menembak, atletik, dayung, bulu tangkis, dan angkat besi. Jumlah itu masih bisa bertambah karena kualifikasi Olimpiade masih berlangsung.

Tim Senam Junior Indonesia Berpartisipasi pada Kompetisi Gymnastic Internasional di Baku

Tim Senam Junior Indonesia Berpartisipasi pada Kompetisi Gymnastic Internasional di Baku

Indonesia untuk kali pertama mengirimkan delegasi atletnya untuk berkiprah pada kompetisi senam ‘the 9th FIG AER Gymnastics World Age Group Competitions” yang diselenggarakan di National Gymnastics Arena Baku, Azerbaijan. Indonesia merupakan salah satu dari 18 negara yang berlaga dalam kompetisi tersebut. Pada kompetisi yang digelar pada tanggal 23-25 Mei itu, terdapat dua kategori, yaitu kelompok umur 12-14 dan 15-17 tahun. Indonesia diwakili oleh Kaleb Wisnu Christian (14 tahun) dan Wulan Septiani (15 tahun) yang berhasil berhasil lolos kualifikasi dan sampai ke level final untuk pertama kalinya. Pengalaman kali ini tentu berharga bagi tim senam junior Indonesia dalam mempersiapkan pertandingan di ajang kompetisi selanjutnya. Indonesia pernah mengirimkan atlet junior untuk kompetisi senam tingkat Asia dan berhasil sampai di peringkat ke-4. Selanjutnya pada 27-29 Mei 2021, tim senam senior Indonesia juga akan bertanding di ajang 16th FIG Aerobic Gymnastics World Championships di Baku, Azerbaijan.

Hebat! Rizky dan Windy Sama-sama Boyong 3 Emas

Hebat! Rizky dan Windy Sama-sama Boyong 3 Emas

Kabar baik datang dari Tim Angkat Besi Indonesia yang saat ini tengah berjuang di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2021 yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan. Kabar tersebut datang dari dua bintang muda Indonesia yakni Rizki Juniansyah dan Windy Cantika Aisah. Keduanya sukses memborong masing-masing 3 emas pada kejuaraan yang berlangsung sejak 21 Mei tersebut. Rizki turun di kelas 73 kg dan berhak atas tiga medali emas setelah menghasilkan angkatan total 349 kg, dari angkatan snatch 155 kg dan clean and jerk 194 kg, demikian catatan resmi IWF. Catatan tersebut mempertajam rekor sebelumnya yang dibukukan oleh lifter Amerika Serikat, Clarence Cummings Jr. pada 2019 lalu dengan angkatan total 347 kg, dari angkatan snatch 154 kg dan clean and jerk 193 kg. Dalam kejuaraan yang masuk dalam rangkaian kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo itu, Rizki dengan mulus mengangkat angkatan snatch dalam tiga kali percobaan, dimulai dari 142 kg, 146 kg, hingga 155 kg. Ia juga tak mendapati hambatan berarti saat melakukan angkatan clean and jerk dalam tiga kali kesempatan, dimulai dari 180 kg, 189 kg, dan 194 kg. Lifter berusia 17 tahun itu unggul jauh atas para pesaingnya, termasuk atlet angkat besi India peraih perak, Achinta Sheuli, yang meraih total angkatan 313 kg, dan lifter Rusia peraih perunggu Gevorg Serobian dengan angkatan total 308 kg. Namun, kesuksesan Rizki belum bisa diikuti lifter putra lain Indonesia yang bertanding di kelas yang sama, yakni Rahmat Erwin Abdullah gagal memenuhi target menembus angkatan total di atas 335 kg. Rahmat Erwin hanya mampu meraih angkatan total 331 kg, dengan rincian snatch 143 kg dan clean and jerk 188 kg dalam Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2021. Sementara itu, lifter muda Indonesia lainnya, Windy Cantika Aisah, juga sukses meraih 3 emas. Windy turun di kelas 49 kg, mencatat total angkatan 191 kg (86 kg snatch dan 105 kg clean and jerk). Lifter 18 tahun ini mengalahkan Mihaela Valentina Cambei (Rumania) dan Elizaveta Zhatkina (Rusia). Dengan 3 emas ini, Windy mampu perbaiki poin dan memantapkan posisi di 8 besar ranking dunia untuk Olimpiade Tokyo 2021. Selain itu, ia juga jadi lifter termuda dalam 5 besar ranking dunia.

Putri KW Juara, Indonesia Borong 4 Gelar

Putri KW Juara, Indonesia Borong 4 Gelar

Wakil tunggal putri Indonesia, yakni Putri Kusuma Wardani berhasil menjadi juara pada turnamen Spain Masters 2021. Ia pun mengukir sejarah dalam kariernya karena ini merupakan titel pertama bagi Putri setelah naik ke level senior. Selain itu, ia menjadi tunggal putri Indonesia pertama yang menjuarai gelar BWF World Tour dalam dua tahun terakhir. Putri mampu memastikan gelar tersebut usai mengalahkan unggulan ketiga asal Denmark, Line Christophersen, pada Minggu (23/5/2021) sore WIB. Tak tanggung, Putri mengandaskan lawannya dalam straight game, dengan skor akhir 21-15 dan 21-10. Selama berjuang di Spain Masters 2021, Putri yang berstatus non unggulan tampil gemilang dengan menumbangkan beberapa unggulan. Tercatat ada tiga unggulan yang menjadi “korban” Putri. Mereka ialah Line Christophersen (unggulan 3), Lianne Tan (unggulan 4) dan kompatriotnya, Ruselli Hartawan, yang merupakan unggulan kelima. Sayang, langkah Putri tak mampu diikuti oleh Chico Aura Dwi Wardoyo. Chico harus puas menjadi runner up tunggal putra Spain Masters 2021 usai kalah dua gim dari wakil Perancis unggulan kedua, Toma Junior Popov. Pada pertandingan lain, pasangan Yulfina Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani juga berhasil naik podium juara Spain Masters 2021. Yulfina/Febby sukses merebut gelar juara ganda putri Spain Masters 2021 setelah mengalahkan unggulan pertama asal Denmark, Amalie Magelund/Freja Ravn. Selanjutnya, di nomor ganda putra, Indonesia meraih gelar lewat perjuangan keras Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Pada partai puncak Spain Masters 2021, mereka menumbangkan sesama wakil Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Duel Pramudya/Yeremia vs Sabar/Reza berlangsung sengit dan berakhir lewat drama rubber game berdurasi 51 menit. Terakhir, Indonesia berhasil merengkuh gelar di nomor ganda campuran berkat aksi Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Sepanjang turnamen, Rinov/Pitha yang berstatus unggulan pertama tampil menjanjikan. Mereka selalu menang dua gim langsung dari babak pertama hingga final Spain Masters 2021. Pada partai puncak, Rinov/Pitha menang dua gim langsung atas unggulan kedua, Niclas Nohr/Amalie Magelund. Rinov/Phita hanya membutuhkan 39 menit untuk mengakhiri perlawanan wakil Denmark tersebut. Dengan demikan, Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan raihan 4 gelar juara. Berikut hasil lengkap final Spain Masters 2021: Tunggal Putra Chico Aura Dwi Wardoyo vs Toma Junio Popov [2] (Perancis): 15-21, 17-21 Tunggal Putri Putri Kusuma Wardani vs Line Christophersen [3] (Denmark): 21-15, 21-10 Ganda Putra Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan [5] vs Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani: 21-15, 18-21, 21-14 Ganda Putri Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani vs Amalie Magelund/Freja Ravn [1] (Denmark): 21-16, 21-14 Ganda Campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari [1] vs Niclas Nohr/Amalie Magelund [2] (Denmark): 21-18, 21-15

Mutiara Ayu Pastikan Gelar Slovenia International 2021

Mutiara Ayu Pastikan Gelar Slovenia International 2021

Kejutan kembali dihadirkan oleh Mutiara Ayu Puspitasari. Atlet yang baru saja berusia 15 tahun tersebut mampu memastikan gelar juara Slovenia International 2021 usai menaklukkan unggulan tiga asal Hungaria, Agnes Korosi, dalam drama tiga babak dengan skor akhir 21-14, 19-21 dan 21-16. Kejutan tersebut lantaran Mutiara Ayu mengawali turnamen yang berlangsung di Sport hall Centre Dras tersebut dari babak kualifikasi. Selain itu, pemain kelahiran Ngawi, 17 Mei 2006 tersebut juga turun di nomor ganda putri bersama Ruzana. Meski perjuangan keduanya hanya sampai babak kedua saja. Sementara untuk nomor tunggal putri yang merupakan spesialis Mutiara Ayu, dirinya mampu membuktikan diri jadi yang terbaik. Total, Mutiara Ayu menjalani 7 pertandingan hingga babak final. Mutiara Ayu Puspitasari yang merupakan atlet jebolan PB Djarum ini juga pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik karena pernah menjuarai Daihatsu ASTEC regional U-17 di Jakarta pada tahun 2019. Selain itu, Mutiara Ayu juga pernah menghadirkan kejutan pada kejuaraan bulutangkis Liga PB Djarum 2020 dengan merengkuh juara di kategori U-17 pada usianya yang masih 14 tahun. Namun, kesuksesan Mutiara Ayu belum bisa diikuti oleh wakil tunggal putra Indonesia, Panji Ahmad Maulana yang juga berlaga di partai puncak Slovenia International 2021. Tampil menghadapi pebulutangkis Prancis, Arnaud Merkle, Panji harus mengakui keunggulan sang lawan dengan skor akhir 21-8 dan 21-10.

Usai Libur, Pemain Muda Kembali Tancap Gas

Usai Libur, Pemain Muda Kembali Tancap Gas

Lima pebasket muda yang diproyeksikan untuk timnas Basket Indonesia jelang FIBA Asia Cup 2021 kembali ke lapangan untuk mengikuti training camp (TC) atau pemusatan pelatihan di GBK Arena Senayan, Jakarta Pusat. TC ini kembali bergulir setelah 10 hari istirahat karena libur dalam rangka Idulfitri 1442 H. Lima pemain muda yang mengikuti TC, antara lain Ali Baghir, Yudha Saputera, Aldi Izzatur, Dame Diagne dan Serigne Modou Kane. “Materi latihan hingga akhir Mei ini adalah development skill dan pemahaman permainan sebagaimana yang diinginkan Coach Rajko (Toroman),” ujar coach Wahyu dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis. View this post on Instagram A post shared by NYSN Media (@nysnmedia) “Sebelum latihan, pemain melakukan tes swab PCR dan hasilnya negatif,” tambahnya. Lebih lanjut, Wahyu mengatakan selama Mei, latihan dilaksanakan satu kali sehari setiap sore. Latihan akan diawali dengan stretching atau peregangan, kemudian dilanjutkan dengan development skill dan pemahaman strategi bermain ala Rajko. “Di dalam latihan juga mengasah fisik pemain selama 40 menit di awal. Kemudian 30 menit di akhir latihan diisi dengan materi shooting. Setiap latihan, setiap pemain wajib melakukan tembakan 100 kali,” kata Wahyu. Pelatih yang akrab disapa Cacing itu menjelaskan latihan shooting 100 kali untuk setiap pemain sebenarnya masih kurang, sehingga dia berharap pemain menambah porsinya sendiri-sendiri untuk mengejar akurasi yang lebih baik. “Lebih baik lagi jika pemain menambah porsi latihan menembak sendiri karena 100 kali tembakan setiap latihan itu masih kurang. Semua ini dilakukan untuk mengejar kemampuan para senior mereka yang nanti akan gabung latihan mulai Juni,” ungkap coach Wahyu. Lima pemain muda Timnas Indonesia tersebut memang disiapkan menjadi pelapis saat FIBA Asia Cup 2021 pada Agustus nanti. Mereka diharapkan memiliki kemampuan yang setara dengan pemain inti, sehingga bisa diandalkan saat Indonesia berjuang dalam turnamen tersebut dan juga dalam FIBA World Cup 2023 mendatang. Saat ini, para pemain senior masih memperkuat klub masing-masing dalam lanjutan IBL Pertamax 2021 hingga akhir Mei. Medio Juni nanti gabungan kekuatan muda dan senior itu akan diuji lebih dulu pada Kualifikasi Jendela III FIBA Asia Cup 2021 pada 16-20 Juni di Filipina.

Lifter Indonesia Siap Berjuang di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior

Lifter Indonesia Siap Berjuang di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior

Pengurus Besar (PB) Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) kembali mengirim lifter ke Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2021 di Tashkent, Uzbekistan, 21-31 Mei 2021 yang diikuti 360 lifter dari seluruh dunia. Total, tim Merah-Putih mengirimkan sembilan wakilnya yang terdiri dari tiga atlet putra dan enam atlet putri. Mereka ialah M. Faathir (61 kg), Rahmat Erwin Abdullah (73 kg), Rizki Juniansyah (73 kg), Najla K (45 kg), Siti Nafisatul (49 kg), Windy Cantika Aisah (49 kg), Juliana Klarisa (55 kg), Nelly (59 kg), dan Restu Anggi (64 kg). Adapun Erwin yang kini berusia 21 tahun mendapatkan undangan khusus dari panitia kejuaraan dunia karena tahun lalu tidak ada event junior dan terjadi pandemi Corona. Usia Erwin saat itu masih masuk level junior, sedangkan saat ini dia sudah naik kelas senior. “Makanya dia mendapat undangan khusus dari panitia untuk menambah poin Olimpiade, yang mana kualifikasinya berakhir Mei 2021,” kata Kepala bidang Pembinaan Prestasi PABSI Hadi Wihardja, dilansir dari detikSport. Erwin saat ini menempati peringkat 24 ranking kualifikasi Olimpiade. Namun, peringkat itu belum memangkas negara-negara lain yang sudah meloloskan atletnya lebih dari satu. Menyesuaikan aturan IWF, masing-masing negara hanya memperbolehkan mengikuti empat nomor dari tujuh kelas putra yang dipertandingkan di Olimpiade. “Semoga Erwin di Kejuaraan Dunia junior ini berhasil dan sangat diharapkan dia bisa menembus angkatan total 335 kg dan lebih baik dari hasil Kejuaraan Asia bulan lalu. Jika Erwin berhasil maka potensi besar untuk mendapatkan tiket Olympic Games 2020,” tutur Hadi. Sementara itu, PB PABSI tetap mengirimkan Windy Cantika Aisah yang belum lama ini sudah memastikan tiket Olimpiade Tokyo 2020. Lifter putri yang turun di kelas 49 kilogram (kg) tersebut berhasil mengamankan tiket Olimpiade Tokyo 2020 Tokyo saat meraih medali perak dengan angkatan terbaik untuk snacth 81 kg, clean and jerk 98 kg, dan total 179 kg pada Kejuaraan Asia Angkat Besi, bulan lalu. Lebih lanjut, alasan PB PABSI tetap mengikutsertakan Windy adalah agar ia dapat memperbaiki ranking dan memanfaatkan Kejuaraan Dunia Junior di Tashkent untuk mengasah kemampuan sebelum turun di Tokyo. “Windy Cantika memang sudah lolos ke Olimpiade. Namun, kami berharap ia terus memperbaiki peringkat,” ucap Hadi. “Sedangkan lifter lainnya Faathir yang baru menginjak tingkat junior (sebelumnya remaja 17 tahun) diharapkan mampu membuktikan diri untuk tetap masuk ranking tiga dunia. Begitu juga dengan Rizki yang selama ini merupakan pemegang rekor remaja dapat menunjukkan prestasi di junior,” pungkas Hadi.

Timnas Indonesia Masuk Pot 3 Kualifkasi Piala Asia U-23 2022

Timnas Indonesia Masuk Pot 3 Kualifkasi Piala Asia U-23 2022

AFC selaku Konfederasi Sepakbola Asia sudah mengumumkan pembagian pot untuk kualifikasi Piala Asia U-23. Timnas Indonesia U-23 dipastikan masuk pot 3 yang didominasi oleh negara-negara Asia Tenggara. Dalam pot 3, hanya satu tim yang berasal dari luar Asia Tenggara, yaitu Hong Kong. Selebihnya, Indonesia tergabung bersama Timor Leste, Kamboja, dan Laos. Sementara itu, dua klub kuat di Asia Tenggara, Vietnam dan Thailand masuk pot 1. Korea Selatan, Korea Utara, dan Australia juga masuk pot 1. Malaysia, Myanmar dan Kamboja berada di pot 2 bersama China dan Jepang. Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 akan digelar pada 23-31 Oktober 2021. Pengundian pembagian grup akan dilakukan di AFC House, Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam pengundian akan dibagi dalam dua zona, barat dan timur. Indonesia tergabung di Zona Timur, yang terdiri atas negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur. Untuk tuan rumah, AFC telah menunjuk Uzbekistan pada bulan Maret kemarin. Keputusan untuk menjadikan Uzbekistan sebagai tuan rumah diambil melalui pertimbangan bahwa negara ini sudah siap untuk menjadi tuan rumah event AFC, dan terus memperlihatkan perkembangan dalam berbagai kegiatan. Terlebih, sebelumnya Uzbekistan juga batal menjadi tuan rumah untuk Piala Asia U-19 tahun lalu, yang terpaksa gagal digelar lantaran pandemi virus corona melanda dunia. Uzbekistan juga sudah memohon supaya mereka jadi tuan rumah ajang di atas. Pot Undian Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 Zona Timur: Pot 1: Australia, Korea Utara, Korea Selatan, Thailand, Vietnam. Pot 2: Jepang, China, Malaysia, Singapura, Myanmar. Pot 3: Indonesia, Hong Kong, Timor Leste, Kamboja, Laos. Pot 4: China-Taipei, Filipina, Kepulauan Mariana Utara, Guam, Makau, Mongolia, Brunei Darussalam.

Debut di Turnamen Level Super 300, Putri KW Ingin Jumpa Idola

Debut di Turnamen Level Super 300, Putri KW Ingin Jumpa Idola

Pebulu tangkis muda Indonesia, Putri Kusuma Wardani, berbicara mengenai persiapannya jelang mentas di Spanyol Masters 2021. Bersama Ruselli Hartawan, Putri akan jadi wakil Indonesia di nomor tunggal putri. Bagi Putri, ini akan menjadi laga debutnya di turnamen level Super 300. Tak heran pemain jebolan klub Exist Jakarta itu mengaku deg-degan sekaligus excited untuk menghadapi turnamen kali ini. Selain itu, Spain Masters 2021 juga menjadi istimewa bagi Putri. Ini karena dihelat di kampung halaman sang idola, Carolina Marin. “Saya ada rasa deg-degan mau main pertama di Super 300. Tetapi excited juga sih, apalagi kan ini bermain di negaranya Carolina Marin, pemain idola saya,” ujar Putri dilansir dari laman resmi PBSI, Minggu (16/5/2021). “Harapannya sih hasil di sini bisa bagus dan ingin banget ketemu dia. Semoga saya bisa mewujudkan itu. Tapi mau fokus satu-satu dulu saja. Syukur-syukur dia bisa nonton langsung juga pertandingan saya,” lanjut Putri. Berbicara tentang persiapan, Putri yang di babak pertama akan melawan Gadde Ruthvika Shivani dari India, merasa sudah maksimal. “Persiapan seperti turnamen-turnamen sebelumnya saja. Tetapi saya fokus ke peningkatan akurasi,” kata Putri. “Sejauh ini sudah maksimal. Nanti tinggal penyesuaian dan penerapannya di lapangannya. Lawan kan dari India dan saya belum pernah melihat permainannya. Jadi lebih ke mempersiapkan diri sendiri dulu,” sambungnya. Sementara manajer tim Indonesia, Harry Hartono, menjelaskan bahwa tim Indonesia dalam keadaan sehat, walau sedikit lelah setelah menghabiskan perjalanan panjang dari Jakarta ke Huelva di Spanyol. “Kami tiba di hotel sekitar pukul 01.00 hari Minggu (16/5) setelah menempuh perjalanan sekitar 29 jam,” kata Harry. “Kondisi tim dalam keadaan sehat, hanya sedikit kelelahan. Pagi ini kami akan langsung jalani tes PCR dan tidak boleh keluar kamar sebelum hasilnya dinyatakan negatif. Menurut panitia, hasil akan diberitahukan sore menjelang malam nanti. Jadi kami belum bisa menggelar latihan hari ini, baru Senin (17/5) esok,” jelas Harry. Harry yang juga bertugas mendampingi sektor tunggal putra ini mengungkapkan protokol kesehatan yang diterapkan di ajang ini cukup ketat. Menerapkan sistem gelembung dengan menempatkan beberapa petugas di area-area tertentu. Spain Masters 2021 akan berlangsung pada 18-23 Mei di Palacio de Deportes Carolina Marín, Huelva, Spanyol. Turnamen ini menawarkan total hadiah 140.000 dollar AS.

Selamat! Dayung Indonesia Amankan Satu Tiket ke Olimpiade Tokyo

Dayung Indonesia Amankan Satu Tiket ke Olimpiade 2020 Tokyo

Indonesia memastikan diri akan menempatkan satu wakilnya di cabang dayung pada Olimpiade Tokyo 2021. Tiket ke Olimpiade diraih pasangan ganda putri Melani Putri dan Mutiara Rahma Putri. Kabar itu disampaikan World Rowing Federation melalui surat resmi yang dikirimkan kepada Pengurus Besar (PB) Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) pada Minggu (9/5/2021). “Saya ingin mengucapkan selamat kepada tim dayung atas hasil Regatta Kualifikasi Kontinental Olimpiade Asia dan Oseania, dan mengonfirmasi bahwa tim Anda memenuhi syarat untuk Olimpiade Tokyo untuk nomor lightweight women’s double sculls (LW2x),” tulis surat yang ditandatangani Direktur Eksekutif, Matt Smith. Kabar ini disambut PB PODSI melalui manajer tim Budiman Setiawan dan pelatih kepala rowing, M. Hadris. Terlebih, nomor ini untuk kali pertama lolos dalam sejarah keikutsertaan rowing di Olimpiade. Hadris menjelaskan, lolosnya tim ganda putri Indonesia ini tak lepas dari perolehan mereka meraih peringkat empat di kejuaraan kualifikasi di Tokyo yang berlangsung 7 Mei lalu. Menurunkan ganda putri Mutiara Rahma Putri/Melani Putri. Mereka berhasil dengan catatan waktu 7.35,71 detik. Sementara juara pertama diraih pasangan Jepang, Chiaki Tomita/Ayami Oishi dengan catatan waktu tercepat 7.15,84 detik. Kemudian Thi Thao Luong/Thi Hao Dinh (Vietnam) dengan catatan 7.17,34 detik ada di posisi kedua, serta di peringkat ketiga diisi Iran Zeinab Norouzi Tazeh Kand/Kimia Zarei dengan catatan waktu 7.23,86 detik. “Kabarnya Iran withdraw sehingga kita naik menjadi peringkat tiga dan akhirnya lolos,” kata Hadris kepada detikSport, Senin (10/5/2021). “Sebenarnya ada dua nomor lain yang juga kami harapkan lolos, yaitu lightweight men’s double sculls dan single scull melalui Memo. Tapi di nomor ganda putra ini meraih peringkat empat juga di kualifikasi kemarin, sementara Memo menempati peringkat tujuh dari hasil keseluruhan,” ujarnya. Meskipun begitu, Hadris berharap, Mutiara/Melani bisa lebih mempersiapkan diri di event yang rencananya digelar 23 Juli-8 Agustus mendatang. “Karena memang keduanya ini baru dipasangkan tahun lalu. Melani itu baru masuk Pelatnas Juli tahun lalu, sementara Mutiara itu awalnya pemain single scull, jadi memang harus kita siapkan lebih baik lagi untuk mencari posisi terbaik pada Olimpiade nanti,” ujarnya. Bukan tanpa alasan Hadris mengatakan demikian, mayoritas persaingan di ganda putri dipegang oleh atlet-atlet Eropa. “Intinya kami berusaha lah. Minimal sama seperti saat (La) Memo di Olimpiade Rio kemarin,” dia menegaskan. Memo sendiri di Olimpiade 2016 terhenti di perempatfinal nomor perorangan putra. Mutiara/Melani direncanakan mengikuti uji coba terakhir di Eropa untuk kejuaraan rowing U-23. “Kebetulan usia keduanya masih di bawah itu. Jika bisa berangkat tapi melihat situasi COVID-19, dan pertimbangan karantina di setiap negara kan berbeda, jadi melihat dulu seperti apa. Rencananya kejuaraan itu digelar Juni atau Juli,” Hadris mengungkapkan.

Bersiap ke Amerika, Dua Atlet Muda Indonesia Kejar Tiket Olimpiade

Bersiap ke Amerika, Dua Atlet Muda Indonesia Kejar Tiket Olimpiade

Dua atlet skateboard muda Indonesia akan bertolak ke Amerika Serikat untuk mengikuti babak kualikasi Olimpiade 2020 Tokyo. Kedua atlet tersebut yakni Nyimas Bunga Cinta dan Basral Graito Hutomo dijadwalkan berlaga pada Dew Tour Des Monies 2021 di Des Moines, Iowa, Amerika Serikat, 16-23 Mei mendatang. Pelatih timnas skateboard Indonesia, Jo Jaya Charles Kusuma, mengatakan Nyimas Bunga Cinta dan Basral Graito Hutomo akan bertolak ke AS pada 14 Mei. Selain demi memburu tiket ke Tokyo, ajang tersebut juga sekaligus sebagai wadah bagi para atlet Indonesia menambah pengalaman bertanding dengan para pesaing dari seluruh dunia. “Nyimas Bunga Cinta dan Basral Graito akan berburu tiket ke Olimpiade Tokyo di Amerika Serikat. Mereka akan tampil di nomor park dan street,” kata Charles dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu. Basral merupakan peraih perak SEA Games 2019. Sedangkan Nyimas Bunga Cinta selain peraih perak SEA Games 2019, dia juga peraih perunggu Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Menurut Charles, Basral Graito saat ini menduduki peringkat ke-128 dunia, sementara Nyimas berada di urutan ke-30. Kedua atlet tersebut harus mampu menembus 20 besar dunia demi bisa tampil di Olimpiade Tokyo, 23 Juli-8 Agustus nanti. “Kalau dilihat berdasarkan peringkat yang paling berpeluang itu Nyimas Bunga Cinta. Dan saya optimistis Nyimas Bunga Cinta bisa mengejar peringkat ke-20,” katanya. Dew Tour Des Moines akan menjadi kejuaraan pertama pada 2021 dalam lanjutan kualifikasi Olimpiade Tokyo setelah satu tahun terhenti akibat pandemi COVID-19. Turnamen ini masuk dalam kategori pro tour untuk disiplin street dan park. Kualifikasi Olimpiade untuk cabang skateboard sendiri akan berakhir pada 29 Juni mendatang. Skateboard merupakan satu dari lima cabang olahraga yang akan debut di Olimpiade 2020 Tokyo. Selain skateboard, ada juga surfing, panjat tebing, karate, dan breakdancing.

Banyak Atlet Muda Tak Paham Soal Gizi, Kemenpora Jalani Kerjasama Dengan BKKBN

Banyak Atlet Muda Tak Paham Soal Gizi, Kemenpora Jalani Kerjasama Dengan BKKBN

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melakukan kerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional (BKKBN) guna melihat potensi atlet dengan tema ‘Bebas Stunting Untuk Mencetak Atlet Berprestasi’ di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (10/5/2021). “Stunting ini menjadi urusan kita semua, jika hulunya baik maka tengah dan hilirnya akan baik. Tetapi, jika hulunya tidak diurus dengan baik maka hilirnya yang diharapkan akan menghadirkan generasi muda yang tangguh dan unggul tidak akan tercapai,” kata Zainudin Amali. Untuk diketahui stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. “Apa yang diharapkan dari bonus demografi juga menjadi harapan kita bangsa Indonesia. Kita tidak bisa membayangkan generasi yang akan datang yang masih mengalami stunting luar biasa. Tentu tidak bisa mengharapkan generasi yang unggul, produktif punya daya saing dan harapan Indonesia Emas pada 2045 tentu akan menjadi harapan kosong,” tambah Menpora. Menpora Amali menilai masalah stunting menjadi penting sehingga harus dilakukan upaya-upaya secara aktif untuk mengatasi stunting ini. “Karena stunting ini bukan hanya menjadi problem BKKBN saja, tetapi menjadi problem bangsa. Kasus di Indonesia cukup besar hal ini sangat berpengaruh bagi pengembangan pembentukan SDM yang unggul, kompetitif dan berdaya saing,” tuturnya. Sementara itu, kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menjelaskan pentingnya pembinaan atlet yang juga harus diimbangi dengan masalah kesehatan. Ia tak menyangka atlet muda sekarang banyak yang tak terlalu mengerti soal gizi padahal hal itu sangat berpengaruh terhadap generasi ke depan. “Banyak sekali pembinaan atlet itu dari anak-anak sampai remaja dan sebetulnya pengawalan masa transisi ini butuh pengawalan serius terkait dengan olahraganya tetapi juga masalah kesehatan reproduksinya,” kata Hasto. “Saya kadang suka prihatin dengan perempuan yang ingin menjadi atlet sampai membuang semua lemaknya, padahal lemak bagi perempuan itu sangat penting untuk mencegah generasi berikutnya menjadi stunting dan menjaga kesehatan,” jelasnya. Lebih lanjut Hasto Wardoyo menyampaikan hasil sensus penduduk tahun 2020 maka sekitar 27% atau 70 juta jiwa adalah remaja berusia 10-24 tahun. Setiap tahunnya ada 5 juta bayi lahir di Indonesia. “Bertambahnya penduduk dan populasi generasi muda menjadi dominan sekali untuk di masa saat ini dan yang akan datang,” kata Hasto.

Sambangi Latihan, Bupati Berharap Persemag Munculkan Bibit Unggul

Sambangi Latihan, Bupati Berharap Persemag Munculkan Bibit Unggul

Bupati Magetan, Suprawoto, melihat langsung pertandingan persahabatan antara Persatuan Sepakbola Magetan (Persemag) dengan Buazh FC di Stadion Yosonegoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (8/5/2021) sore. Pada kesempatan itu, terlihat Bupati Magetan memberikan suntikan semangat terhadap tim berjuluk Macan Lawu tersebut. “Tadi saya lihat adek-adek bermain dengan terburu-buru dan kurang tenang sehingga bola dapat direbut dengan mudah oleh lawan. Permainan selanjutnya saya ingin melihat permainan yang lebih tenang dan pandai melihat kesempatan,” ujar Bupati Magetan, Suprawoto saat memberi motivasi dihadapan pemain Persemag. Bupati berharap semoga Persemag Magetan mempunyai bibit-bibit yang unggul, bukan hanya sebagai bibit atlet Jawa Timur, namun bisa menjadi atlet nasional. “Di Persemag ini harus bisa memunculkan bibit unggul untuk persepakbolaan Indonesia, tidak hanya regional Jatim tapi nasioanal juga,” harapnya. Ketua Persemag, Mohyar menambahkan, sebelum mengarungi kompetisi sepak bola dalam Liga 3, tim berjuluk Macan Lawu ingin mengembalikan supporter dan menjadi tim yang dicintai masyarakat Magetan. “Sebelum berbicara tentang Liga 3, saya ingin animo supporter Persemag kembali dan di cintai oleh masyarakat Magetan, sehingga kami termotivasi mengarungi kompetisi Liga 3 atau bahkan kita pikirkan bagaimana promosi Liga 3 atau Liga 2. Intinya tim kita masih dalam persiapan,” kata Ketua Persemag, Mohyar dalam pertandingan yang disaksi

Lampung tuan rumah Invitasi Nasional Angkat Berat Junior

Lampung tuan rumah Invitasi Nasional Angkat Berat Junior

Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) akan menggelar Invitasi Nasional Angkat Berat Junior 2021 yang direncanakan di Padepokan Gajah Lampung Pringsewu awal Juni 2021. “Saya mendukung kejurnas ini, namun perlu juga mempertimbangkan protokol kesehatan dengan ketat,” kata Bupati Pringsewu, Sujadi Saddad, dalam keterangannya di Pringsewu, Jumat. Pihaknya bersama masyarakat Pringsewu juga berterima kasih karena dipercaya sebagai tempat dilaksanakan event nasional ini. Sujadi mengingatkan panitia agar disiplin dalam menjaga kondisi pesertanya agar tidak berkerumun, jaga jarak dan wajib menggunakan masker. “Angkat berat kan bukan olahraga bela diri, jadi lebih mudah untuk mengontrol peserta dalam pelaksanaan pertandingannya,” tambahnya. Terkait penginapan sekitar 120-an atlet beserta pelatih dan osialnya, bisa diarahkan ke homestay milik masyarakat, sehingga selain harganya terjangkau, juga bisa membantu perekonomian masyarakat. Pemkab Pringsewu, tambah Sujadi, akan membantu panitia, terutama dalam hal penerapan dan pengawasan terhadap protokol kesehatan sebelum hingga sesudah invitasi. Panitia penyelenggara Eddy Sunarso mengatakan bahwa panitia sudah mempersiapkan teknis perlombaan yang sangat mencerminkan sterilisasi peralatan yang dipergunakan lomba. “Kami siapkan dengan prokes yang sangat ketat, apalagi ini semua peralatannya kan dari besi, sehingga akan disterilisasi dengan disinfektan sebelum dan sesudah dipergunakan,” ujarnya. Selain itu, seluruh lifter yang akan melakukan pengangkatan, sebelumnya juga diwajibkan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitazer sebagai antisipasinya, ujar Eddy. Menurut data pendaftaran secara online, saat ini panitia sudah menerima sekitar 22 pengprov yang menyatakan akan mengirimkan atletnya, dan diperkirakan sekitar 120 lifter junior dalam invitasi itu nanti, baik pria maupun wanita. Bersamaan dengan invitasi nasional ini, panitia juga akan melaksanakan try-out untuk para lifter yang lolos PON Papua. “Rencananya even ini juga merupakan uji coba untuk lifter yang lolos PON Papua. Ada beberapa daerah yang ingin menjadi bagian dari even ini nanti, karena Lampung juga menginginkan adanya try-out ini. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” ujar Eddy. Direncanakan seluruh pertandingan akan dilakukan di Padepokan Gajah Lampung Pringsewu mulai 6 hingga 9 Juni 2021, dengan pembagian perlombaan yang akan segera dirilis kemudian. Sumber: Antara

Kembali Dipanggil Pelatnas, Pasha Incar Emas di Sea Games Vietnam

Kembali Dipanggil Pelatnas, Pasha Incar Emas di Sea Games Vietnam

Atlet muda asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Mutiara Oktarani Nurul Al Pasha, kembali dipanggil pelatnas atletik. Bagi Pasha, pemanggilan pelatnas ini merupakan kali kedua setelah bulan Februari tahun 2020 lalu. Kala itu, setelah tiga bulan berlatih seluruh atlet dipulangkan karena pandemi yang mengharuskan seluruh aktivitas berhenti. Kembali mendapat kesempatan, Pasha mengaku akan berlatih menempa diri memaksimalkan potensi, dengan target medali di ajang internasional. “Tahun lalu sempat sekitar tiga bulan di Pengalengan, lalu pulang ke Yogya lagi. Sekarang kebetulan dipanggil lagi, mudah-mudahan bisa maksimal di sana,” ungkap Pasha dilansir Krjogja.com. Pasha yang kini masih bersekolah di kelas 2 SMP, mengaku masih sedikit nervous ketika harus bergabung dengan pelatnas. Ia sempat merasa berat meninggalkan orangtua di Seyegan, Sleman namun akhirnya memberanikan diri untuk memperjuangkan prestasi. “Senang sekali dipanggil pelatnas tapi ya sedih juga karena harus ninggalin keluarga. Ya bagaimanapun harus, mudah-mudahan saya bisa dapat target medali emas di nomor 1500 meter, mudah-mudahan bisa ikut Sea Games di Vietnam nanti,” sambungnya terisak. Sementara, Ketua KONI DIY, Prof Djoko Pekik Irianto mengatakan bawasanya Pasha memang diproyeksikan jangka panjang untuk tim atletik Indonesia. Kesempatan yang datang ini diharapkan bisa dimanfaatkan betul sehingga kemampuan Pasha bisa berkembang dan mencapai titik tertinggi di kemudian hari. “Ini kali kedua Mutiara Pasha dipanggil pelatnas dan dia aset Indonesia tidak hanya DIY dan Sleman di dalamnya. Dia satu dari sekian puluh juta kaum muda yang berprestasi. Musuh terberat itu diri sendiri dalam olahraga atletik jadi harapan kami dik Pasha ini bisa berjuang dengan maksimal di sana, sehingga bisa tampil di kejuaraan multi event internasional seperti Sea Games bahkan Olympik,” harapnya. Pasha sendiri menjadi salah satu atlet DIY yang dipanggil pelatnas. Beberapa atlet seperti dari cabang voli pantai dan panahan terlebih dahulu dipanggil menjalani pelatnas.

David Singleton “Turun Gunung” Berikan Coaching Clinic Untuk Bima Perkasa Academy

David Singleton "Turun Gunung" Berikan Coaching Clinic Untuk Bima Perkasa Academy

Pelatih klub basket Bima Perkasa Jogja (BPJ), David Singleton memberi kredit khusus pada program pembinaan atlet muda di Bima Perkasa Academy. Pujian itu ia lontarkan seusai memberi coaching clinic dengan tema “Better Shooter For Beginner” Kamis (6/5/2021) malam di arena kawasan Ring Road Utara. Menurut pelatih asal Amerika itu, akademi yang dimanajeri Fika Nurazam Wirastuti itu menyusun program sesuai kebutuhan atlet muda berdasar data dan riset, sama seperti pola pembinaan di Amerika yang melahirkan banyak pebasket andal. “Apa yang dirancang malam ini seperti form shooting dan lain-lain adalah hasil riset dan kebutuhan. Mereka diberi materi yang bener sejak dini, Fika sebagai manajer bisa melihat kondisi itu,” ucap David. Kendati olahraga bola basket saat ini mulai banyak diminati di Asia. Namun, pebasket Asia punya banyak perbedaan dibanding Amerika, satu di antaranya adalah postur tubuh. Kondisi fisik itu melahirkan kultur, teknis, dan visi bermain yang berbeda daripada negaranya. “Di sini, Asia, pebasket menjadikan shooting dan kecepatan sebagai senjata. Itulah yang berhasil akademi lihat dan mengasahnya dengan serius. Data dari Fika itu juga yang membuat saya mau ikut membina murid di Akademi,” sambung David. Adapun coaching clinic itu diikuti sebanyak 16 anak dari DIY-Jateng. David memberikan materi shooting form sampai movement pada peserta yang rata-rata berusia 11-14 tahun itu. Ia juga membagikan trik transfer energi dari dasar lapangan, yang merupakan modal penting untuk melakukan teknik Shooting. Coach yang memiliki darah Italia ini menyebutkan bahwa trik tersebut juga dilakukan oleh Indra Muhammad, serta pebasket terkenal NBA seperti Steph Curry. “Tadi para peserta kami kasih materi teknik dasar agar terbiasa. Misalnya form shooting yang benar itu seperti apa sekaligus drill dan lain-lain. Mereka sangat antusias dan percaya diri setelah belajar menyerap energi,” beber Fika.

Atlet Muda PB Djarum Siap Cari Pengalaman di Benua Biru

Atlet Muda PB Djarum Siap Cari Pengalaman di Benua Biru

PB Djarum tengah mempersiapkan keberangkatan para atletnya untuk ke Eropa. Klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah ini akan mengirimkan sejumlah atletnya untuk mengikuti beberapa kejuaraan. Ini merupakan bagian dari komitmen untuk memfasilitasi atlet-atletnya mengikuti berbagai kejuaraan termasuk di ajang internasional. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, keikutsertaan sejumlah atlet PB Djarum di kejuaraan Eropa merupakan upaya klub dalam mengasah kemampuan atlet-atlet mudanya serta meraih prestasi yang mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. “Partisipasi atlet PB Djarum di berbagai kejuaraan Eropa ini merupakan bagian dari upaya untuk terus mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Khusus bagi atlet di kategori junior, ini akan menjadi medan laga untuk mengasah kemampuan dan memperkuat mentalitas mereka menghadapi kejuaraan-kejuaraan berkaliber dunia di masa mendatang,” ujar Yoppy dalam jumpa pers yang digelar secara daring, pada Kamis (6/5/2021). Total, ada 12 atlet belia yang akan dikirimkan PB Djarum. Mereka adalah Kafi Raditya Pandika, Raynaldi Oktavianur Rizky, Ruzana, Mutiara Ayu Puspitasari, Patra Harapan Rindo Rindo, Muh. Putra Erwiansyah, Daniel Edgar Marvino, Raymond Indra, Sofy Al Mushira Asharunnisa, Rudya Aulia Fatasya, Aisyah Hanadiya Taisir, dan Jessica Maya Rismawardani. 12 orang atlet tersebut akan disiapkan untuk menghadapi dua kejuaraan yakni Yonex Slovenia International 2021, dan Croatia Valamar Junior Open. Pada kesempatan yang sama, pelatih tim atlet junior PB Djarum, Dionysius Hayom Rumbaka mengatakan, kejuaraan di Eropa ini merupakan langkah tepat yang dilakukan PB Djarum dalam mengasah mental dan daya juang para atlet muda. Dengan mengikuti turnamen level dunia sejak usia dini, para atlet muda PB Djarum diharapkan memiliki kepercayaan diri ketika berlaga menghadapi lawan dengan kemampuan yang berbeda-beda. “Ini adalah kesempatan bagi para atlet muda PB Djarum untuk melatih mental dan kepercayaan diri mereka ketika menghadapi lawan dari negara Eropa, yang notabene memiliki keunggulan dari segi fisik. Untuk itu, para atlet muda PB Djarum dituntut memiliki daya juang tinggi dan siasat yang jitu agar dapat menaklukan lawan mereka di lapangan,” Hayom menjelaskan. Selain memberangkatkan para junior, PB Djarum juga turut mengirimkan 5 atlet dewasa. Mereka adalah Ihsan Maulana Mustofa, Dejan Ferdinansyah, Serena Kani, Ghana Muhammad Al Ilham, serta Ni Ketut Mahadewi Istarani. Untuk kategori dewasa, ada dua turnamen bergengsi yang akan diikuti, yakni Spain Masters 2021 (BWF World Tour Super 300) dan Austrian Open 2021 (International Series) Rencananya, tim atlet dewasa akan bertolak menuju Spanyol pada Rabu, 12 Mei 2021, lalu disusul oleh tim atlet junior yang akan berangkat menuju Slovenia pada 14 Mei 2021. Sebelum berangkat, seluruh tim dan official akan menjalani PCR Test dan juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama menjalani turnamen. “Kami mohon dukungan dan doa dari segenap masyarakat Indonesia, agar seluruh tim yang berangkat selalu diberikan kesehatan dan pulang membawa gelar juara yang membanggakan,” tutur Yoppy.

Tetap Berprestasi Meski di Tengah Pandemi Covid-19

Tetap Berprestasi Meski Ditengah Pandemi

Nada Mutiara Rindani merupakan atlet basket asal Kota Cirebon. Diusianya yang masih muda, ia kerap mengikuti berbagai kejuaraan. Pandemi Covid-19 tidak menghalangi siswi kelas IX SMPN 4 Kota Cirebon ini untuk tetap mengukir prestasi. Hal tersebut salah satunya mampu ia buktikan dengan meraih juara kompetisi 3×3 beberapa waktu lalu. Kecintaan Nada pada olahraga bola basket sudah ada sejak ia masih di bangku SMP. Sejak saat itu, ia langsung giat berlatih. Berlatih basket bukan sesuatu yang sulit bagi Nada, namun menjadi sebuah rutinitas yang menyenangkan karena ini adalah bagian dari hobinya. Namun, di tengah pandemi, tentu berbeda. “Di tengah pandemi, latihan tetap harus menerapkan protokol kesehatan,” ungkap atlet yang juga tergabung dalam Club Generasi Muda Cirebon (GMC) ini. Meski di tengah pandemi, Nada pun giat berlatih hingga akhirnya, di tahun 2020 ia bisa menjadi juara tiga tingkat SMP Putri Penabur Cirebon Cup 3 on 3 Basketball 2020. Baginya, ini sebuah prestasi yang membanggakan. Apalagi di tengah pandemi, ia pun harus menyesuaikan hari-harinya untuk belajar secara daring. Sebelumnya, ia juga pernah menjuarai beberapa kejuaraan. Seperti, juara III bola basket putri Pekan Olahraga Pelajar Kota Cirebon 2019 dan juara III kategori SMP putri Perbasi Basketball Championship 2019 Cirebon. Bagi Nada, tugas seorang pelajar bukan saja belajar, namun harus bisa mengembangkan minat dan bakatnya. Seperti Nada yang mengembangkan minatnya pada basket yang berbuah prestasi. Tentunya hal ini juga didukung dengan giat berlatih dan dukungan orang sekitar. “Dukungan orang tua yang paling penting. Juga harus giat berlatih dan membagi waktu agar bisa berprestasi sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan kita,” pungkasnya.