Orleans Masters 2024: Rachel/Trias Juara

Kabar baik dari dunia bulu tangkis juga hadir dari Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose. Keduanya berhasil menjuarai Orleans Masters 2024. Trias/Rachel mengalahkan wakil Jepang, Rui Hirokami/Yuna Kato, di final dengan skor 21-12 dan 21-18. Trias/Rachel bersyukur bisa meraih gelar ini. Mereka merasa mendapat banyak pelajaran dan mendedikasikan gelar ini untuk keluarga, pelatih, dan senior mereka. “Puji Tuhan kami bisa memenangkan pertandingan dan menjadi juara Orleans Masters 2024. Kami senang dan sangat bersyukur kepada Tuhan, karena kalau bukan Tuhan yang membantu kami, kami tentu tidak akan bisa bermain dan juara,” ujar Rachel. “Kami berterima kasih kepada orangtua, pelatih, kakak-kakak ganda putri di Pelatnas PBSI, dan teman-teman dekat yang terus mensupport dan mendoakan kami sampai akhirnya bisa juara di Orleans Masters ini,” ungkapnya. “Kami bersyukur, senang, dan banyak pelajaran yang bisa kami ambil dari pertandingan di Orleans Maaters ini. Bukan hanya di partai finalnya saja, kami selalu bersyukur dengan hasil ini,” ujarnya. “Kunci kemenangan tadi, kami memainkan pola permainan yang tidak buru-buru mau menyerang. Kami sabar dan fokus pada setiap bola dan pukulan kami. Kami juga terus mengingatkan satu sama lain untuk stay focus, dan puji Tuhan akhirnya bisa menang,” tutupnya. Sementara itu, dua wakil Indonesia lain di partai puncak harus menerima kekalahan dari lawannya. Adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang harus mengakui keunggulan Cheng Xing/Zhang Chi dengan skor akhir 21-16, 18-21, 15-21. Kemudian, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang harus takluk atas Choong Hon Jian/Muhammad Haikal dengan skor 15-21, 21-18, 14-21.

Piala Sudirman Jadi Ajang Pembuktian 4 Pebulutangkis Muda Ini

Ini Dia Empat Pebulutangkis Muda Indonesia di Piala Sudirman

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah memilih 20 atlet terbaik untuk mengisi skuad tim Piala Sudirman 2021. Diantara 20 nama tersebut, ada 4 pebulutangkis muda yang siap membuktikan kapasitas mereka untuk membantu tim Indonesia membawa pulang kembali Piala Sudirman. Adalah Ester Nurumi Tri Wardoyo (17 tahun), Pitha Haningtyas Mentari (22 tahun), Putri Kusuma Wardani (19 tahun), dan Rinov Rivaldy (21 tahun) yang berhasil membuktikan kualitas mereka selama latihan hingga simulasi pertandingan yang diadakan PP PBSI dalam rangka persiapan jelang Piala Sudirman, yang akan digelar di Vantaa, Finlandia, pada 26 September-3 Oktober. Dengan bekal penilaian itu, Putri dan Ester, yang turun di nomor tunggal putri, serta ganda campuran Rinov/Pitha, mengantongi kesempatan untuk berjuang bersama para atlet senior di Piala Sudirman. Keempat pemain tersebut, menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky, mampu menunjukkan kualitas permainan mereka pada simulasi beregu. Mereka juga dinilai dapat mengeluarkan perlawanan yang agresif. Sekadar catatan, Putri dan Rinov/Pitha telah membuktikan diri dengan menjuarai Spain Masters di Mei 2021. Secara teknis dan kemampuan, seperti dilaporkan Antara, PBSI menilai mereka sudah bermain bagus dan siap untuk turun pada ajang beregu. Sementara, Ester diturunkan karena punya tipikal bermain menyerang, yang diharapkan dapat menjadi kejutan, lantaran permainannya belum banyak diketahui lawan. “Saya tekankan mereka yang muda ini sudah latihan dengan baik, setiap hari ada evaluasi. Penilaiannya juga dari kedisiplinan, teknik permainan, dan karakter,” jelas Rionny. “Kami pilih yang terbaik, itu jadi dasar pemilihan mereka berempat,” lanjut Rionny. Pada kesempatan yang sama, Putri mengaku sudah tidak sabar untuk berlaga di Piala Sudirman. Atlet berusia 19 tahun ini mengklaim pernah berkhayal untuk bertanding pada ajang bergengsi ini, saat masih di level junior. Putri pun sempat tidak percaya karena di tahun ini dia bisa mewakili Indonesia berlaga di Piala Sudirman, meski usianya masih remaja. “Kalau saya tidak bisa menilai kenapa bisa dipilih, pelatih yang menentukan. Tapi dengan keterlibatan ini saya siap untuk bertanding,” jelas Putri. “Saya tidak merasa terbebani, justru termotivasi dan berterima kasih kepada pelatih sudah memilih saya,” pungkasnya. Selain keempat pebulutangkis tersebut, di skuad Piala Sudirman Indonesia juga diisi oleh beberapa nama yang tergolong masih muda. Seperti Apriyani Rahayu (23 tahun), Gregoria Mariska Tunjung (22 tahun), Ribka Sugiarto (21 tahun), dan Siti Fadia Silva Ramadhanti (20 tahun). Berikut daftar lengkap skuad tim Piala Sudirman Indonesia: Putra: Anthony Sinisuka Ginting Jonatan Christie Shesar Hiren Rhustavito Marcus Fernaldi Gideon Kevin Sanjaya Sukamuljo Mohammad Ahsan Hendra Setiawan Fajar Alfian Muhammad Rian Ardianto Praveen Jordan Rinov Rivaldy Putri: Gregoria Mariska Tunjung Putri Kusuma Wardani Ester Nurumi Tri Wardoyo Greysia Polii Apriyani Rahayu Ribka Sugiarto Siti Fadia Silva Ramadhanti Melati Daeva Oktavianti Pitha Haningtyas Mentari

Putri KW Juara, Indonesia Borong 4 Gelar

Putri KW Juara, Indonesia Borong 4 Gelar

Wakil tunggal putri Indonesia, yakni Putri Kusuma Wardani berhasil menjadi juara pada turnamen Spain Masters 2021. Ia pun mengukir sejarah dalam kariernya karena ini merupakan titel pertama bagi Putri setelah naik ke level senior. Selain itu, ia menjadi tunggal putri Indonesia pertama yang menjuarai gelar BWF World Tour dalam dua tahun terakhir. Putri mampu memastikan gelar tersebut usai mengalahkan unggulan ketiga asal Denmark, Line Christophersen, pada Minggu (23/5/2021) sore WIB. Tak tanggung, Putri mengandaskan lawannya dalam straight game, dengan skor akhir 21-15 dan 21-10. Selama berjuang di Spain Masters 2021, Putri yang berstatus non unggulan tampil gemilang dengan menumbangkan beberapa unggulan. Tercatat ada tiga unggulan yang menjadi “korban” Putri. Mereka ialah Line Christophersen (unggulan 3), Lianne Tan (unggulan 4) dan kompatriotnya, Ruselli Hartawan, yang merupakan unggulan kelima. Sayang, langkah Putri tak mampu diikuti oleh Chico Aura Dwi Wardoyo. Chico harus puas menjadi runner up tunggal putra Spain Masters 2021 usai kalah dua gim dari wakil Perancis unggulan kedua, Toma Junior Popov. Pada pertandingan lain, pasangan Yulfina Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani juga berhasil naik podium juara Spain Masters 2021. Yulfina/Febby sukses merebut gelar juara ganda putri Spain Masters 2021 setelah mengalahkan unggulan pertama asal Denmark, Amalie Magelund/Freja Ravn. Selanjutnya, di nomor ganda putra, Indonesia meraih gelar lewat perjuangan keras Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Pada partai puncak Spain Masters 2021, mereka menumbangkan sesama wakil Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Duel Pramudya/Yeremia vs Sabar/Reza berlangsung sengit dan berakhir lewat drama rubber game berdurasi 51 menit. Terakhir, Indonesia berhasil merengkuh gelar di nomor ganda campuran berkat aksi Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Sepanjang turnamen, Rinov/Pitha yang berstatus unggulan pertama tampil menjanjikan. Mereka selalu menang dua gim langsung dari babak pertama hingga final Spain Masters 2021. Pada partai puncak, Rinov/Pitha menang dua gim langsung atas unggulan kedua, Niclas Nohr/Amalie Magelund. Rinov/Phita hanya membutuhkan 39 menit untuk mengakhiri perlawanan wakil Denmark tersebut. Dengan demikan, Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan raihan 4 gelar juara. Berikut hasil lengkap final Spain Masters 2021: Tunggal Putra Chico Aura Dwi Wardoyo vs Toma Junio Popov [2] (Perancis): 15-21, 17-21 Tunggal Putri Putri Kusuma Wardani vs Line Christophersen [3] (Denmark): 21-15, 21-10 Ganda Putra Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan [5] vs Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani: 21-15, 18-21, 21-14 Ganda Putri Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani vs Amalie Magelund/Freja Ravn [1] (Denmark): 21-16, 21-14 Ganda Campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari [1] vs Niclas Nohr/Amalie Magelund [2] (Denmark): 21-18, 21-15

Mentari, Atlet Cantik Pembawa Medali Emas Pada Ajang BWF World Junior Championships 2017

Mentari-Atlet-Cantik-Pembawa-Medali-Emas-Pada-Ajang-BWF-World-Junior-Championships-2017

Ajang Blibli.com BWF World Junior Championships 2017 telah usai. Indonesia membawa pulang 5 medali. Salah satu yg membawa medali emas adalah Pitha Haningtyas Mentari yang dipasangkan dengan Rinov Rivaldy. Pitha Haningtyas Mentari merupakan atlet muda badminton asal Jakarta yang berusia 18 tahun. Gadis cantik dengan nama panggilan Mentari ini menuturkan rasa senangnya ketika membawa emas untuk Indonesia. “Bersyukur dan seneng banget pastinya bisa dapet medali emas di World Junior Championships (WJC) pertama dan terakhir dalam tahun ini” tuturnya Tak hanya dengan Rinov, Mentari juga dipasangkan dengan Serena Kani dalam kategori ganda putri. Tak mudah harus disandingkan dengan 2 pasangan sekaligus dalam satu ajang. Namun, Mentari tidak butuh latihan khusus untuk menyatukan kesamaan dengan pasangannya. “Latihan khusus sih gak ada, cuma kan memang untuk ganda campuran saya dengan partner hanya punya waktu 2 minggu untuk latihan. Kalau ganda putri memang sudah partneran dari Asian Junior Championships dan memang sudah sering latihan. Kuncinya komunikasi, saling support, tenang, sabar, yakin dengan partner, percaya sama kemampuan yg kita punya dan yang pasti harus fokus” ujarnya Atlet yang sudah bermain badminton sejak usia 7 tahun ini menceritakan pengalaman berkesan ketika mengikuti World Junior Championships di Yogyakarta lalu. Tak hanya itu, ia juga menuturkan perasaannya ketika bertemu wakil Indonesia juga saat babak final. “Yang berkesan saat lawan Lee Yu Rim / Kim Won Ho asal Korea. Kim Won Ho pemain yang bagus dan tahun ini dia sudah juara Grand Prix. Lee Yu Rim pun bukan pemain yg biasa biasa saja, mereka seeded 1 kemarin dan kami bisa menang 2 set langsung. Kalau yang final, ya diluar kita memang teman tapi di dalam lapangan kan kita musuh, jadi ya gak ada yg mau kalah dan juara ini pun untuk Indonesia” ucapnya Mentari juga memberikan pesan bagi para anak-anak yang memiliki cita-cita sebagai atlet terutama cabang olahraga badminton. “Semangat terus, jangan pernah nyerah, kejar terus cita cita nya” tutupnya