Lihat Apa Yang Ingin Diraih Oleh Pemuda Ini Dengan Cara Menguasai Olahraga Karate Dan Olaharaga Atletik

Fandy-Karate

Lihai dalam satu bidang olahraga saja bisa di katakan kecerdasan, tapi jika sudah menguasai 2 cabang olahraga sekaligus olahraga karate dan olahraga atletik kemudian berprestasi, itu adalah sebuah bakat dan anugrah sang pencipta yang di sebut manusia unggul. Atlet olahraga karate yang bersekolah di SMAN 3 Tangsel ini bernama Fandy Achmad Fathoni. Ia sudah berlatih karate sejak dirinya duduk di bangku kelas 4 SD. Fandy mengatakan, bahwa selain dapat meraih prestasi, karate sangat berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri dan bisa memiliki kemampuan beladiri sebagai perlindungan diri. 1. Juara 1 Chaki cup nasional 2014 2. Juara 2 Insan Cendekia Madani cup 3. Juara 2 O2SN tingkat Tangsel 4. Juara 3 dalam Porkot tangsel Selain olahraga karate, Fandy juga memiliki prestasi di cabang olahraga atletik kategori lompat jauh dan beberapa waktu lalu mendapatkan juara 3 tingkat kota Tangsel. “Pelatih saya, Sensei Samuel sangat berjasa bagi saya, karena dari pertama latihan karate saya banyak mendapatkan pengalaman dan bimbingan dari beliau. Banyak juga murid-murid yang berprestasi di bawah bimbingannya.” ujar pelajar kelas XII ini. Perasaan kecewa juga sempat dirasakan oleh Fandy ketika mengikuti salah satu pertandingan. “Waktu SMP, ada kejuaraan yang bentrok sama study tour sekolah. Saya memilih ikut lomba, tapi ternyata saya tidak dapat apa-apa, tidak menang. Rasanya sedih dan sempat berpikir bahwa pengorbanan saya tidak ikut study tour jadi sia-sia. Tapi setelah itu saya bangkit lagi.” tutur Fandy. Bagi Fandy, karate akan ia jadikan sebagai sarana atau batu loncatan untuk meraih cita-citanya yang ingin menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain itu, ia juga ingin menjadi penulis dan dapat menempuh pendidikan di salah satu Universitas Favorit di Jakarta, yaitu Universitas Indonesia. “Perjalanan kita untuk menggapai cita-cita masih panjang, terus berjuang demi masa depan kita.” pesan Fandy.(crs/adt)

Demi Mengangkat Olahraga Softball, Pemuda Ini Rela Melepas Pekerjaannya

Sigit-Softball

Totalitas memang sangat di butuhkan dalam menekuni salah satu cabang olahraga, konsisten dalam berlatih, focus kepada target pencapaian adalah formula manusia yang sering di sebut mengejar impian. Begitu juga dengan olahraga softball. Sigit Suryadarma, adalah seorang atlet softball di Sulawesi Tenggara yang mulai menekuni olahraga tersebut mulai tahun 2007. Bagi Sigit, olahraga softball di Sulawesi Tenggara belum begitu familiar dan ia tergabung dalam Lakidende Softball Club di Sulawesi Tenggara. “Yang membuat saya tertarik dengan olahraga softball adalah karena olahraga ini belum familiar di Sulawesi tenggara dan mengajarkan kita untuk membuat keputusan cepat, tepat dan akurat.” tutur mahasiswa lulusan ekonomi Universitas Haluoleo. Prestasi club dan daerah yang sudah diraih Sigit antara lain: 1. Juara 1 dalam kejuaraan giants cup V, U-25 di Jakarta tahun 2013 2. Juara 1 dalam kejuaraan summer grandslam national softball open championship di Filipina tahun 2013 3. Juara 1 dalam softball putra open tournament international walikota cup 2016 di Makassar. 4. MEDALI EMAS PON XIX di Jawa Barat Dan prestasi Individu Sigit antara lain: 1. The best hitter dalam kejuaran UNHAS CUP I Tahun 2011 2. The best hitter dalam kejuaraan invitasi softball di kendari tahun 2012. 3. The best hitter dalam Kejuaraan PERPROV di SULTRA tahun 2015 4. Medali emas kejuaraan nasional Softball U-19 di Medan tahun 2016 ( sebagai Head coach) Bagi Sigit, sang ayah adalah sosok memegang peranan penting ketika ia berjuang menjadi atlet softball berprestasi. “Ya, bapak saya sangat berjasa, apalagi ketika tahun 2015 saat saya sedang bekerja di sebuah perusahaan swasta dan harus resign demi mengikuti training center di Filipina selama sebulan untuk persiapan PRAPON di Jakarta.” ujar Sigit. Sigit juga mengatakan bahwa latihan olahraga softball yang berat dan terpisah dengan keluarga kala itu sempat membuat dirinya bosan dan ingin berhenti. “Yang paling terkenang adalah ketika kami harus menjalani Training Center kedua di Filipina untuk persiapan PON XIX. Selama 6 bulan kami tidak pulang dan harus terpisah dengan keluarga, bahkan tidak bisa ikut berkumpul saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha demi membela Daerah.” kata Sigit Namun Sigit merasa bersyukur karena memiliki Manager yang luar biasa, yaitu Bapak Fahri Yamsul dan asistennya Bapak Rifuji yang selalu total dalam mensupport Sigit dan atlet lain dalam tim softballnya. Saling mendukung dan peduli satu sama lain dalam tim juga sangat dirasakan Sigit. Salah satunya ketika ia mengalami kecelakaan motor beberapa tahun yang lalu ketika sedang dalam persiapan kejuaraan nasional senior di Jakarta tahun 2014, yang mengakibatkan adanya pergeseran pada bahu kanannya. Tetapi dengan dukungan pengurus tim, Sigit bersemangat untuk cepat pulih dan dapat ikut bertanding meskipun belum pulih total. “Saya berharap olahraga softball bisa berkembang khususnya di Sulawesi Tenggara, dengan dukungan pemerintah dan swasta sehingga dalam mencari SDM bisa lebih mudah demi mempertahankan nama club dan daerah sebagai yang terbaik di Indonesia seperti saat ini.” tutur Sigit. “Prestasi tidak diraih dengan hanya menyukai hobby kita, tapi tekunilah dengan serius pasti jalan menuju prestasi akan terbuka.” tutupnya.(crs/adt)

Tergabung Dalam Club Olahraga Panahan Lamandau Archery, Ali Sedang Berjuang Demi NKRI

Ali-Panah

Focus pada target yang ingin di capai dan masuk dalam jangkauan olahraga panahan hampir sama dalam menjalani kehidupan kita sehari hari, dalam mengikuti pelajaran sekolah, kita di tuntut mampu mengerti (focus) sehingga berhasil menyelesaikan soal yang di berikan. Maulana Ali Nurohman (18) merupakan lulusan dari SMAN Ragunan (sekolah khusus olahragawan), dan saat ini sedang fokus menekuni olahraga panahan. Ali mengatakan kepada NYSN bahwa olahraga panahan dapat melatih kesabaran dan juga konsentrasi. “Saya ikut panahan sejak kelas 2 SMP dan sekarang tergabung dalam club panahan bernama Lamandau Archery Club. Panahan termasuk dalam sunah Rasulullah Saw, serta dapat melatih konsentrasi, sabar, fokus dan lain sebagainya.” ujar Ali.(31/7) Selama menekuni olahraga panahan, Ali sudah mengikuti berbagai kejuaraan, salah satu prestasinya mendapatkan 3 medali emas dan 2 medali perak dalam Porprov Kalteng. Dalam perjuangannya, diakui Ali banyak sekali orang yang berperan dan mendukungnya. Terutama orang tua, pelatih, dan teman-temannya. Banyak pengalaman menyenangkan yang dirasakan oleh Ali selama berlatih panahan. Ali bercerita bahwa ia pernah terlambat bangun ketika akan berlatih sampai akhirnya harus mendapatkan hukuman akibat keterlambatannya. Dapat bercanda tawa dengan teman-teman di cabang latihannya juga merupakan hal berharga bagi Ali. Ingin mengharumkan nama NKRI, salah satunya lewat cabang olahraga panahan merupakan impian dan cita-cita Ali. “Saya ingin mengharumkan nama NKRI. Saya juga berharap dapat menjadi orang yang berprestasi dalam bidang olahraga dan dalam hal apapun. Rencana ke depan ini, saya masih ingin fokus menjadi atlet.” ujar Ali. Bagi Ali, giat berlatih, sabar, fokus dan jangan mengeluh merupakan kunci menuju kesuksesan, serta beberapa hal ini juga disampaikan oleh Ali “Terus berjuang, jangan meninggalkan kewajiban untuk beribadah, disiplin, sopan dan terutama jangan sombong.” pesan Ali.(crs/adt)

Dari Basket Pindah Ke Olahraga Baseball, Pemuda Ini Ucapkan Terima Kasih Kepada Orang Yang Telah Berjasa

Ranjani-Baseball

Tidak mudah mengukir prestasi jika kemampuan individual tidak mendukung, di dalam tim tidak hanya di tuntut kerjasama yang baik, tapi juga mampu mencari peluang untuk menjadi pemenang apalagi dalam olahraga Baseball. Ranjani Lubis, sudah mengikuti baseball sejak tahun 2004 dan merupakan atlet baseball yang sudah malang melintang di berbagai kejuaraan baseball serta menuai banyak prestasi bersama beberapa tim yang pernah menaunginya. “Awalnya saya bermain basket dan tidak pernah berprestasi, lalu kakak sepupu saya mengajak bermain olahraga baseball dan ia sering bertanding keluar kota. Saya berpikir mungkin seru juga kalau saya bisa bertanding di luar kota. Akhirnya saya tertarik dan mulai menekuni baseball.” kata pria yang akrab disapa Jani ini. (31/7) Jani sudah pernah tergabung dalam beberapa tim di Jakarta dan Lampung. Berikut prestasi-prestasi Jani bersama tim maupun individu. -Prestasi tim: 1. Juara 2 kejurnas junior 2007 (tim Lampung) 2. Juara 2 kejurnas junior 2008 (tim lampung) 3. Juara 1 ILL 2009 (tim prambors jakarta) 4. Juara 1 kejurnas junior 2010 (tim DKI jakarta) 5. Juara 1 kejurnas open club 2010 (prambors club jakarta) 6. Juara 2 seagames 2011 7. Juara 1 Pra PON 2011 (tim DKi Jakarta) 8. Juara 1 PON 2012 (tim DKI Jakarta) 9. Juara 1 Redsox cup 2013 (tim Lampung) 10. Juara 1 kejurnas open 2014 (tim Lampung) 11. Juara 2 Asia cup 2015 12. Juara 2 PraPON 2015 (tim Lampung) 13. Juara 2 PON 2016 (tim Lampung) 14. Juara 2 Redsox 2016 (tim Lampung) 15. Juara 1 Valiant cup 2017 (tim Prambors Jakarta) 16. Juara walikota cup samarinda (tim Pirates samarinda) -Prestasi individu: 1. 2009: Most Valuable Player , the best Hitter 2. 2010: the best hitter, the most R.B.I, the best Slugger 3. 2010: the most R.B.I 4. 2013: the best hitter, the best slugger , the most valuable player 5. 2014: most valuable player , the best hitter , the best slugger 6. 2016: the best hitter , the best slugger , most valuable player Belasan tahun berlatih baseball sudah pasti Jani pernah mengalami yang namanya cidera. Ia bercerita bahwa pernah mengalami cidera yaitu dislokasi (bahu lepas) pada bahu kirinya ketika penyisihan PON 2012, tetapi tim, pelatih dan managernya dengan cepat memberikan pengobatan dan 2 hari kemudian, Jani sudah bisa bermain di partai final PON 2012. “Pengalaman tidak terlupakan pada saat saya lulus SMA di Lampung, saya sangat ingin berprestasi di Jakarta supaya bisa mengikuti ILL (indonesia Little League). Saat itu, club saya di Lampung tidak mengikuti kejuaraan tersebut, jadi saya pindah ke Jakarta. Saya di antar oleh kakak sepupu. Di Jakarta, saya menawarkan diri ke 2 club baseball tapi ternyata tidak sesuai harapan. Saya di tolak oleh salah satu club tersebut dan saya juga mencoba menawarkan diri ke club baseball Prambors Jakarta, ternyata saya di terima. Disitulah awal saya berprestasi dan banyak mengenal hal baru tentang olahraga baseball.” ungkap Jani. Jani sempat berkuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan melanjutkan ke Sekolah Tinggi Olahraga (STO) Lampung pada tahun 2015 ini tak luput mengucapkan terima kasih kepada orang yang pernah berjasa. “Banyak orang berjasa bagi saya, seperti keluarga, kakak sepupu saya yang memperkenalkan baseball, club Smanda Lampung, pengurus baseball lampung, club Prambors Jakarta, pengurus baseball DKI jakarta, pacar saya serta teman-teman.” tutur Jani. Bukan hanya sebagai hobby, tetapi Jani juga ingin memajukan baseball Lampung dan ingin meraih medali Emas dalam Seagames, serta menjadi atlet baseball profesional. Terakhir, Jani mengatakan bahwa tanpa semangat berlatih dan terutama berdoa, prestasi tidak akan bisa diraih.(crs/adt)

Pemuda Ini Berharap Kepada Pemerintah Untuk Memperjuangkan Atlet Olahraga Tenis Indonesia

Iswandaru-Tennis

Atlet tenis berprestasi, yang merupakan salah satu siswa SMAN Ragunan (khusus olahragawan) bernama Iswandaru Kusumo Putro, awalnya mengakui tidak ada ketertarikan untuk menekuni olahraga tenis. “Saya mulai bermain tenis ketika umur 8 tahun, dulu latihannya sama bapak terus masuk club di Blora. Sebenarnya, sejak awal tidak tertarik sama sekali, tapi lama kelamaan merasa enjoy dan senang dengan olahraga ini.” ujar Iswandaru. (31/07) Semasa sekolah, Iswandaru juga merupakan murid yang berprestasi. Ia selalu memiliki nilai yang bagus dan selalu menjadi juara kelas. Hal itu menjadikan pihak sekolah juga mendukung kegiatan Iswandaru dalam olahraga tenis. “Waktu SD, saya pulang sekolah jam 5 sore, jadi waktu saya untuk berlatih tenis sangat terbatas. Apalagi ketika mengikuti pertandingan berminggu-minggu, saya harus izin sekolah. Kebetulan saya di selalu ranking 1 dari kelas 1 sampai lulus, jadi gampang kalau mau izin ikut kejuaraan atau mau latihan di siang hari pasti diizinkan. Padahal kalau teman-teman saya mau minta izin pasti sulit sekali karena sekolah saya memang keras dan sangat disiplin. Teman-teman saya sampai heran karena saya mudah mendapatkan izin dari sekolah.” tambah Iswandaru. “Namun, itu semua tetap ada syaratnya, yaitu pada saat nanti ujian nasional, nilai matematika saya harus sempurna. Dan alhamdulillah pada saat ujian nasional nilai matematika saya 100 dan menjadi ranking 1. Jadi menurut saya, tidak ada alasan ketika kita fokus pada tenis atau sesuatu hal lainnya, sekolah tetap harus diutamakan.” lanjut remaja kelahiran 6 Januari 2000 ini. Cidera juga pasti pernah dialami Iswandaru. Salah satunya ketika sedang pertandingan di Perth Australia, ketika usia Iswandaru masih 12 tahun dan diperintahkan untuk bermain dalam kelompok 14 tahun. Selain pukulannya jauh lebih kencang dan postur tubuhnya jauh lebih besar, power yang dimiliki Iswandaru juga tidak sebesar kelompok tersebut. “Karena memang saya tidak main di kelompok yang sesuai dengan usia saya, jadi sangat berbeda. Setelah itu bahu saya cidera lumayan lama, sekitar 3 sampai 4 bulan belum juga sembuh total.” ujarnya. Diakui Iswandaru, olahraga tenis termasuk salah satu olahraga yang membutuhkan modal yang cukup besar. “Bisa dibilang olahraga tenis itu lumayan mahal, butuh pertandingan yang banyak, peralatan yang tidak murah dan semua itu pasti butuh dana. Di Indonesia masih sulit cari sponsor yang mau mendanai, apalagi pemerintah juga kurang memperhatikan tenis. Jangankan saya, yang sudah ikut pelatnas saja masih susah dapat dananya.” kata Iswandaru. Iswandaru juga melanjutkan, sesekali ia berpikir bahwa ingin beralih dari menjadi atlet tenis. “Terkadang terlintas buat banting stir ke dunia akademis karena kalau dipikir, menjadi atlet tenis masih belum ada jaminan dari pemerintah, kecuali kalau juara olimpiade. Tapi tenis, kan beda, tenis itu proses, kalo mau juara dunia ya modalnya harus banyak juga, mahal, harus pertandingan keliling dunia, peralatan juga harus lengkap dan memadai. Kalau bicara juara dunia berat ya, mau biaya sendiripun sulit.” tutur Iswandaru. Berikut beberapa prestasi tenis yang telah dikantongi oleh Iswandaru: 1. Finalis tunggal putra umum kejurnas tenis cbr, jkt 21-26 Maret 2017. 2. Winner double putra umum kejurnas tenis cbr jkt 21-26 maret 2017. 3. Boys double winner AGS-V JUNIOR INTL.CHAMPIONNSHIP. Jkt, 31-05 Juni 2016. 4. Boys Double Finalis AGS- VI JUNIOR INTL CHAMPIONSHIPS, Jkt 4-9 Okt 2016. 5.Semi finalist BOY’S DOUBLE 18 & UNDER ITF JUNIOR WIJOYO SOEJONO PELINDO III -MNC GROUP 35. GROUP 5 INTERNASIONAL JUNIOR TENNIS CHAMPIONSHIP 2016 Oktober 8 -16. 6. LTF Boys Double Winner AGS-IV JUNIOR INTL CHAMPIONSHIPS. Jkt, 4-11, okt 2015. 7.Juara 1 Tenis lapangan ganda campuran POPNAS XIII JABAR. 9-18 Sept 2015. 8. Juara 3 ganda putra POPNAS XIII JABAR 9-18 Sept. 2015. 9. Juara 2 Tunggal putra Tenis Lapangan PON REMAJA I JATIM Surabaya , 9-15 Des 2014. 10. Juara 2 ganda campuran Tenis Lapangan PON REMAJA I JATIM. Surabaya 9 – 15 Des. 2014 Prestasi terbaru Iswandaru adalah beberapa minggu lalu, ia mengikuti Asean School Games di Singapore dan berhasil telah membawa pulang 2 medali perak.(crs/adt)

British Council Memberikan Kesempatan Kepada Kaum Muda Untuk Membangun Budaya Olahraga.

opening-british-council

Sepertinya masyarakat Indonesia perlu bernafas lega, pasalnya premier skill ini tidak hanya mengakomodir atlet berbakat, tetapi juga akan memfasilitasi para wasit di seluruh indonesia melalui British Council. Perlu di ketahui bahwa Premier Skill kemitraan antara liga premier inggris (premier league) dan British council yang menggunakan sepak bola sebagai alat untuk mengembangkan masa depan potensi kaum muda hingga seluruh dunia. Program ini berawal dari ketertarikan dan keahlian global liga premier inggris yang telah berhasil menyajikan ajang sepakbola bergensi di dunia, premier skills mampu mempengaruhi pendekatan kelembagaan terhadap tindakan sosial melalui sepakbola serta memberikan pelatihan langsung kepada pelatih dan wasit. Terhitung sudah memasuki usia 10 tahun program premier skills ini berjalan, dari jumlah 17.715 pelatih dan wasit yang telah mengikuti pelatihannya di 29 negara. Artinya telah berhasil menjangkau 1,5 juta kaum muda, lalu 6000 guru yang telah mendapatkan pelatihan penggunaan materi bahasa inggris, juga 6,5 juta yang sudah melihat materi online. Semua program itu di berikan secara gratis. British council merupakan wadah atau organisasi intenasional inggris dalam bidang hubungan budaya dan beasiswa pendidikan. Bekerja sama dengan 100 negara di dunia melalui seni budaya telah berhasil menyedot perhatian lebih dari 20 juta orang secara langsung dan 500 juta orang secara online. Di Indonesia sendiri para pengurus British council mengaku telah siap memfasilitasi dan membuka sebanyak banyaknya peluang kepada masyarakat. (adt)

Closing Seremoni Pelatihan Wasit Premier Skills Berlangsung Lancar Di Lapangan ISCI Tangsel.

closing-british-council

Pembinaan dan pelatihan wasit yang di lakukan oleh sebuah organisasi internasional British Council berlangsung lancar, seleksi calon wasit turut di saksikan oleh kementerian terkait dan organisasi nasional seperti PSSI. Pada kesempatan itu, kementerian pemuda dan olahraga melalui Deputi III bidang pembudayaan olahraga, DR Raden Isnanta, MPD mengatakan bahwa wasit itu adalah pemimpin. “Wasit adalah pemimpin, sebagai dirijen di lapangan. Potensi olahraga nasional dan internasional tentang sepak bola sangat besar, kami kementerian pemuda dan olahraga mengakui kekurangan wasit yang berkualitas di dalam negeri.”ujar Isnanta Selain berikan ucapan selamat kepada peserta yang sudah mengikuti pelatihan wasit, dan dirinya berharap wasit indonesia berjiwa berbagi, salah satunya berbagi ilmu. “Salah satu budaya Indonesia adalah berbagi, saya sangat mengapresiasi program Premier Skill ini sebagai wadah peningkatan mental para wasit, dan saya berharap kepada pemuda yang berhasil mendapatkan kesempatan disini semoga bisa berbagi di lingkungan masing masing.”tegas Isnanta. Sementara itu hal senada juga di ungkapkan oleh sekertaris jendral Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria, di tempat yang sama dia mengatakan moment ini perlu di dukung dan di kembangkan sebagai icon kebangkitan olahraga sepak bola. “Iya, secara filosofi kami di PSSI memakai cara sederhana secara gotong royong, ibarat membangun rumah alangkah lebih baik jika bersama-sama, gotong royong membangun istana nan megah sebagai cita-cita bersama.” Kata Ratu. Ratu juga menambahkan bahwa wasit itu bertugas dan memiliki kewenangan untuk menjaga keindahan dalam sebuah pertandingan. “Wasit itu selain memimpin berjalannya sebuah pertandingan, mereka juga wajib menjaga keindahan olahraga tersebut, jika di ibaratkan sebuah candi, wasit ini memiliki tujuan membangun kerajaan sepakbola, dan para wasit disini juga menjadi gawangnya.” tambah Ratu Program premier skill rutin di selenggaran sebagai bentuk konsistensi demi menjaga hubungan baik kedua negara, antara inggris dan indonesia. Lalu akhirnya tersaji pertandingan bergengsi liga premier inggris di televisi swasta di Indonesia. Acara di tutup dengan pemberian sertifikat secara klasifikasi kelas atau level kemampuan wasit secara individu, di saksikan oleh wasit senior liga Inggris Graham Laws dan juga Clive Oliver. (adt)

Kecintaan Wahyu Terhadap Olahraga Softball Membuat Dirinya Ingin Bermain Sampai Tua

wahyu-softball2

Menekuni olahraga Softball sejak SD, telah membuat Wahyu Alfiansyah mengukir berbagai prestasi. Wahyu saat ini tergabung dalam club Prambors Jakarta. Wahyu menerangkan, ia mulai menekuni olahraga softball berawal dari mengikuti jejak sang ayah yang memang merupakan seorang atlet softball. Beberapa prestasi Wahyu dan tim softballnya antara lain: 1. Atlet Nasional Indonesia 2. Medali emas dalam Porprov Lebak Banten 3. Medali perunggu dalam Porprov Serang Banten 4. Medali perak dalam Test Event Sea Games Palembang 5. Juara 1 dalam Valiant Cup Bandung 6. Juara 2 dalam Partha Cup Jogja 7. Juara 1 dalam Walikota Cup Makassar 8. Juara 2 dalam Walikota Cup Makassar (II) 9. Juara 1 dalam Altras Cup Tangerang 10. Medali perunggu dalam Asia Cup Jepang 11. World Series New Zealand 12. Juara 2 dalam Binus Cup Jakarta 13. Medali perunggu dalam Giant Cup Jakarta Sedangkan beberapa prestasi individu yang telah diraih Wahyu adalah: 1. MVP dalam ALTRAS Cup 2. The Best Hitter dalam ALTRAS Cup 3. The Best Hitter dalam Binus Cup Walaupun bukan termasuk olahraga ekstrim, tetapi Wahyu mengakui bahwa kemungkinan cidera cukup besar. Dirinya sendiri juga sudah mengalami cukup banyak cidera. “Cidera sudah banyak, seperti kuku pada jari tangan terlepas, mata terkena bola, engkel bermasalah, tulang tangan tergeser, bibir terkena bola, dan masih banyak lagi.” ujar Alumni Universitas Bina Nusantara jurusan Sistem Informasi ini. Tapi, berbagai cidera tersebut tidak akan membuatnya berhenti bermain softball. Bahkan Wahyu sudah memutuskan akan menekuni olahraga softball sampai tua. “Saya tidak pernah merasa bosan dengan softball, malah saya akan menggeluti softball sampai saya tua.” kata Wahyu. Pengalaman unik juga pernah dialami oleh Wahyu ketika mengikuti sebuah latihan softball. “Pernah disuruh jogging selama dua jam oleh pelatih. Tetapi karena sedang merasa malas, akhirnya saya dan teman-teman ramai-ramai menyetop mobil pick up dan numpang di mobil tersebut. Tak disangka akhirnya ketahuan pelatih, akhirnya disuruh mengulangi lagi joggingnya dan waktunya ditambah jadi tiga jam.” tutur Wahyu. Kecintaannya pada softball membuat Wahyu sangat ingin mengharumkan nama softball Indonesia di kancah yang lebih tinggi lagi. Sebagai bekal untuk perjuangannya menjadi atlet softball ternama, Wahyu berkata bahwa ia selalu menanamkan sikap yang baik, kedisiplinan, mau belajar dan giat berlatih, hormat kepada pelatih, tidak mudah menyerah, tidak cepat puas dengan apa yang sudah diraih dan yang paling utama baginya adalah tidak menjadi sombong. Itu pulalah pesan Wahyu untuk para calon atlet muda yang ingin berprestasi.(crs/adt)

Ambil S2 Di German, Dara Ini Ingin Menjadi Agen Perubahan Olahraga Cricket

Nurul-Cricket

Seperti layaknya olahraga baseball, olahraga cricket juga mendapatkan tempat di Indonesia, sekilas memang hampir mirip dengan olahraga softball namun perbedaannya ada dalam detail dari peralatan, peraturan, jumlah pemain, ukuran lapangan, bahkan perangkat perlindungannya pun sangat beda. Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini sangat mencintai olahraga, bernama panjang Nurul Naharis Sa’adah, telah mendedikasikan dirinya dalam bidang olahraga cricket selama 4 tahun belakangan ini dan sudah menuai banyak prestasi. Nurul, yang mengambil jurusan Pendidikan Ilmu Keolahragaan di UNJ ini, sebelumnya juga sudah pernah menekuni olahraga softball dan cukup berprestasi juga dalam cabang olahraga tersebut. “Awal ikut olahraga cricket ketika tahun 2013, saya diajak oleh senior di kampus. Sebelumnya saya sempat bergabung di softball, tetapi sekarang saya sudah bergabung di Rawamangun Cricket Club DKI Jakarta.” ujar Nurul. (27/7) Cricket merupakan jenis olahraga yang sangat seru bagi Nurul dan merupakan hal baru yang belum pernah ia coba sebelumnya. “Kalau di softball, saat kita batting itu kita putar urutan memukul bolanya, sedangkan di cricket ketika kita menjadi batter urutan top batsman, kita harus dapat bermain dengan mencetak score sebanyak mungkin selama 20 overs dalam 1 inning dan jangan out pada menit-menit awal, karena akan berpengaruh dengan perfomance individu kita. Disitulah keseruan bermain cricket.” jelas Nurul. Prestasi Nurul bersama timnya dalam cabang olahraga cricket diantaranya adalah Pra Pon 2015 (1 medali emas nomor T20, 1 medali perunggu Super 8’s) dan PON XIX Jawa Barat 2016 (2 medali emas nomor Super 8’s dan T20). “Alhamdulillah tim DKI Jakarta sekarang menjadi daerah terkuat se-Indonesia untuk nomor pertandingan Super 8’s dan T20. Sebelum PON XIX Jabar 2016, kita banyak mengikuti berbagai kejuaraan tingkat nasional dan beberapa kali menduduki peringkat pertama.” pungkas dara yang dinobatkan sebagai The Best Fielding dalam timnya tersebut. Rasa jenuh kala berlatih terus menerus dikatakan Nurul pasti pernah dirasakannya. Bahkan ia menceritakan, bahwa ia pernah ingin keluar karena merasa tertekan dengan timnya sendiri. Tetapi Nurul bersyukur masih mendapatkan dukungan dan motivasi dari keluarganya, apalagi Nurul meluangkan waktunya dengan hal yang positif yaitu berolahraga, bahkan bisa mengukir berbagai prestasi. Selalu memenangkan setiap pertandingan bukan berarti membuat Nurul dan timnya berkecil hati ketika menghadapi kekalahan, melainkan menjadikan kekalahan tersebut sebagai pelajaran untuk bisa kembali menang di pertandingan yang lain. “Sangat lucu ketika kami kalah dalam suatu pertandingan, kami semua malah tertawa dan melupakan kejadian yang sudah lewat. Walaupun kami selalu berada di posisi teratas, tetapi saat kami kalah, kami harus belajar dari hal tersebut.” kata Nurul. “Pernah 2 minggu sebelum PON XIX Jabar berlangsung, saya terpeleset saat berlatih Fielding karena kondisi lapangan yg tidak merata. Akibatnya tendon lutut saya robek. Akhirnya, saya d antar oleh junior saya untuk berobat ke fisiotherapist khusus cidera dan dalam 2 hari saya sudah bisa jogging dan berlatih seperti biasa. Mirisnya adalah ketika pelatih saya tidak mempercayai bahwa saya cidera.” lanjutnya. Nurul memiliki impian besar dalam menjadi agen perubahan olahraga Indonesia. Dirinya mengatakan bahwa ia tetap ingin menjadi atlet dan ingin mengikuti Asian Games 2018 serta ia juga masih memiliki kontrak dengan Pelatda DKI Jakarta untuk mengikuti PON 2020 di Papua nanti. “Prestasi di bidang olahraga adalah hal unik dan sesuatu yang berbeda. Apapun passion kita, tetap geluti sampai kita bisa mendapatkan achievement yang sangat luar biasa. Prestasi olahraga juga dapat membawa kamu mendapatkan beasiswa sekolah ataupun kuliah, begitupun dengan saya ketika kuliah di UNJ. Dan sekarang alhamdulillah saya akan melanjutkan pendidikan Short Course Sports Management di University Leipzig, German pada bulan September 2017 nanti dengan beasiswa dari Universitas tersebut.” tutupnya.(crs/adt)

Dari Prestasi Olahraga Basket, Tertarik Menekuni Dunia Memasak

Daffa-Basket

Atlet olahraga basket berprestasi kali ini bernama Daffa Hafara, yang sudah menggeluti basket sejak masih di bangku SMP lewat ekskul sekolahnya, dan sekarang tergabung dengan club basket Tangsel yang disebut Baliku club. Bagi Daffa, olahraga basket merupakan olahraga yang memiliki nilai kehidupan. “Dengan basket, kita juga bisa belajar tentang nilai kehidupan, misalnya dalam defense, artinya kita diajarkan untuk disiplin. Olahraga Basket juga merupakan olahraga yang mengandalkan kemampuan otak dan fisik, makanya saya tertarik.” kata remaja yang baru lulus dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB) dan akan segera melanjutkan pendidikannya ke jenjang perkuliahan. (27/7) Prestasi Daffa bersama timnya maupun individu adalah: 1. Juara 1 antar sekolah 2. Mengikuti Kejurda mewakili Tangsel dan Kejurnas mewakili Banten KU14 tahun 2013 3. Peringkat 2 Popda KU16 mewakili Tangsel 4. Juara 1 dalam 3 Point contest yang diadakan oleh juara.net 5. Mengikuti kejurnas KU18 mewakili Banten. Pengalaman yang tidak bisa dilupakan oleh Daffa adalah saat ia mendapatkan cidera ketika sedang mengikuti Popda. “Pada saat mengiktui Popda di Cilegon, saya mengalami cidera ankle dalam babak semifinal, akhirnya pada saat babak final saya tidak bisa melanjutkan lagi.” keluh Daffa. Remaja yang mengatakan bahwa ingin bermain basket sampai tua ini juga mengutarakan kepada NYSN bahwa dirinya belum ada rencana untuk menjadi atlet kedepannya, tetapi kalau memungkinkan dan ada kesempatan, ia akan berjuang untuk menjadi atlet profesional. Namun untuk sekarang, Daffa sedang fokus ke pendidikannya saya sebagai seorang chef. “Terus memotivasi diri untuk menjadi lebih baik, cari saingan yang mempunyai kemampuan lebih dari kita dan berusaha melampauinya, tapi jangan lupa untuk bersaing secara sehat. Ayah saya pernah berkata bahwa berlatih basket tidak boleh mengganggu waktu sekolah, begitupun sebaliknya. Jadi untuk kalian yang juga ingin jadi student athlete, kalian harus bisa membagi waktu dengan baik.” pesan Daffa.(crs/adt)

Bagi Gadis Ini, Betapa Berharganya Perjuangan Walaupun Mendapatkan Perunggu Sekalipun Dalam Olahraga Wushu

Sri-Wushu

Meningkatnya peminat olahraga wushu menandakan bahwa kebangkitan olahraga menjadi lebih siap bersaing dalam seluruh ajang internasional. Tidak hanya dari lelaki yang siap menantang lawan tanding dari negara luar Indonesia, bahkan wanita Indonesia juga sudah mempersiapkan merebut gelar juara dari negara pencetus olahraga wushu. Atlet wushu wanita, Sri Yogi Utami, merupakan atlet yang cukup berprestasi dalam bidang olahraga tersebut. Bagi Siswi kelas XI di SMAN 3 Tangerang ini, wushu merupakan olahraga beladiri yang unik. “Saya pertama kali ikut wushu sekitar tahun 2012, waktu itu masih kelas 5 SD. Saya tertarik karena perpaduan seni dan beladirinya unik dan asik.” kata Sri. (26/6) Beberapa gelar yang telah berhasil Sri koleksi diantaranya sebagai berikut: 1. Juara 1 kategori chanquan C dalam Kejurprov Banten tahun 2013 2. Juara 2 kategori nanquan B tingkat propinsi 3. Juara 4 kategori nanquan B National Open 4. Juara 1 dan juara 2 dalam Kejuaraan Kungfu Nasional di Cibubur tahun 2017 Perjalanan Sri sampai bisa berprestasi dalam olahraga wushu juga banyak menemukan halangan. Salah satunya adalah tidak direstui oleh orang tuanya. “Waktu SD sampai SMP terkadang tidak diperbolehkan ikut latihan wushu sama Bapak, tapi saya selalu menunjukan bahwa saya bisa berprestasi di bidang wushu. Sekarang, saya jadi semakin didukung sama orang tua karena prestasi saya, malah kadang suka dimarahin kalau malas latihan.” terang Sri Dalam pandangan Sri, seorang guru, orang tua serta para teman temannya merupakan pendukung yang sangat luar biasa untuk dirinya. Diakui Sri, sang guru sangat sabar mengajarinya bahkan ketika Sri sedang tidak mood untuk berlatih. Juga orang tuanya yang rela meluangkan waktu dan uang untuk Sri selama menekuni wushu serta teman-temannya yang selalu mendukung, menemani dan terus membujuknya ketika Sri mulai tidak niat berlatih. Pengalaman unik juga tak luput mewarnai perjalanan Sri selama mendampingi adik seperguruan pada saat turnamen olahraga wushu di Kota Surabaya. “Waktu itu sekitar pertengahan tahun 2014, saya ikut ke Surabaya untuk mendampingi adik seperguruan. Ketika kesana, kebetulan saya masih berada dalam tingkat wushu kelas chanquan, jadi ketika ada bazaar yang menjual senjata untuk berlatih wushu yang isinya satu set senjata panjang tombak sekaligus tasnya, saya langsung membelinya, ternyata ketika pulang dari sana saya dipindah ke kelas nanquan. Jadi tombaknya tidak terpakai dan harus beli senjata baru lagi.” kata Sri, menceritakan pengalamannya. Terkait masa depannya, Sri mengungkapkan bahwa ia ingin menjadi diplomat sekaligus atlet nasional yang bisa selalu membawa nama indonesia untuk menjadi juara dalam cabang olahraga wushu. Karena baginya, wushu sudah menjadi bagian dari kewajiban yang sudah ia tekuni sejak kecil. “Jangan pernah berhenti kalau merasa capek atau jenuh. Nikmati saja prosesnya, karena itu bisa jadi penopang dalam cerita perjalanan prestasi kita. Karena kalau tidak ada asam, sakit, jenuh, dan capek kalian tidak akan tahu betapa berharganya walau satu medali perunggu sekalipun.” tutup Sri.(crs/adt)

Olahraga Unik Yang Pasti belum Kamu Tau

olahraga-unik

Kamu sudah banyak membaca artikel tentang olahraga, pasti gak menutup kemungkinan kalau kamu juga banyak mengetahui berbagai jenis olahraga. Nah, tapi…apa kamu tau 5 olahraga unik berikut ini? Pathol Pasti nama olahraga ini terdengar asing, bukan? Ya, ternyata jenis olahraga ini berasal dari Indonesia, loh! Kalian tau gulat? Nah, olahraga ini seperti layaknya gulat. Pathol ialah olahraga gulat tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Katanya permainan Pathol ini sudah dimainkan sejak zaman kerajaan Majapahit. Karena kemajuan zaman ada beberapa gerakan pathol yang diubah sehingga menjadi kesenian adat. Olahraga unik ini sekarang sering dimainkan di pesisir atau pinggir pantai dan biasanya diselenggarakan sebagai acara adat seperti menjelang bulang purnama atau upacara adat lain. Jadi, kalau kamu sedang wisata atau berkunjung di Jawa Tengah, bisa nih untuk melihat bagaimana olahraga ini dimainkan. Sepak Takraw Kalau olahraga unik satu ini, tidak terasa asing di telinga. Beberapa orang pasti sudah ada yang mengetahui. Namun, ternyata sepak takraw berasal dari Indonesia juga, loh! Pakar sejarah telah membuktikan bahwa sepak takraw itu olahraga tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan dan ada sejak zaman dahulu, tepatnya saat ada Kesultanan Malaka (1402-1511). Dulu disebut dengan nama sepak raga. Takraw dikatakan unik karena olahraga ini dimainkan seperti bermain sepakbola dan bola voli, tetapi dilakukan di lapangan bulu tangkis. Cara mainnya pemain sepak takraw terdiri dari 3 orang per-grup. Menggunakan kaki untuk menyentuh bola seperti volley, tidak boleh menyentuh dengan tangan. Sekilas gerakan-gerakan dalam permainan sepak takraw pun mirip dengan gerakan seni bela diri. Nah, bagi kita anak-anak generasi muda Indonesia, harus tau nih jenis olahraga khas Indonesia seperti salahsatunya sepak takraw. Agar nanti bisa terus ada dan bertahan hingga generasi lainnya. Flowrider Flowrider ini olahraga unik yang dapat menjadi alternatif bagi kamu para pemula perselancar. Manfaat olahraga ini untuk melatih ketangkasan berseluncur di tengah ombak dan berlatih keberanian berseluncur. Di Jakarta sendiri, kamu bisa coba nih olahraga unik ini dengan datang ke The Wave Pondok Indah Water Park, Jakarta Selatan. Di sana, akan ada para pelatih yang siap sedia membantu kamu berlatih. Selamat Mencobaa Parkour Olahraga unik satu ini tergolong ekstrim. Pasalnya, Parkour mengandalkan kelihaian kamu dalam berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Semua rintangan, seperti pohon, tembok, pagar, tangga dan lainnya, harus dilalui dengan kecepatan gerak tubuh kita. Parkour ialah salah satu olahraga olah tubuh dengan gaya bebas. Di Indonesia sendiri olahraga ini cukup berkembang di beberapa kota, salah satunya adalah Kota Jakarta. Bagi kamu yang ingin tau, mencoba ataupun sekedar melihat olahraga Parkour, kamu bisa datang ke Taman Krida Loka Senayan dan Taman Ria Senayan, Jakarta Pusat. Biasanya disana saat pagi ataupun sore menjelang malam, akan ramai dengan orang-orang yang bermain Parkour. Wakeboard Olahraga unik yang terakhir ini adalah olahraga di atas air (biasanya air laut ya) yang menggunakan papan seluncur juga. Bedanya, wakeboard ini  menggunakan tali untuk menarik tubuh kamu. Olahraga ini aman bagi semua orang karena dilengkapi dengan helm dan life jacket. Untuk kamu yang penasaran dan ingin mencoba sensasi wakeboard, bisa nih mencoba olahraga ini dengan datang ke Epic Cable Park di Ancol. Tempat ini merupakan tempat wakeboard satu-satunya di Indonesia. Selamat mencoba! Nah, sudah pengetahuan tentang jenis olahraga kamu bertambah kan sekarang? Dari kelima olahraga unik diatas, adakah yang ingin kamu coba..

Canangkan Reformasi Sepak Bola Lewat Unipapua, Harry Widjaja Ajak Semua Lapisan Bergabung

Harry Widjaja, CEO Uni papua, bersama tim Uni Papua dalam acara Football For Peace, Sabtu 20/0517. (NYSN Media)

Setelah sucses menggelar sepak bola yang bertema Football For Peace 2017, pejabat eksekutif tertinggi atau dengan kata lain di sebut CEO (Chief Executive Officer) Harry Widjaja kembali canangkan ide reformasi sepak bola dan aksi pendampingan mental kepada korban bencana alam (counseling). Di Gor Soemantri Brodjonegoro Kuningan, Jakarta, Harry menjelaskan bahwa spirit NGO Unipapua binaannya akan terus melakukan reformasi dalam sepak bola. “Maksud yang di usung Unipapua murni merupakan aksi sosial, yang pertama adalah untuk membangkitkan gairah sepak bola dalam negeri dan tebarkan salam perdamaian di dalam, lalu saat ini sepak bola indonesia dalam momentum reformasi, dan wujud aksi ini adalah ingin memperkaya agar pertandingan sepak bola lebih kreative.” Pungkas Harry Harry menambahkan bahwa setelah mendapatkan dukungan dari kementerian luar negeri, maka event football for peace 2017 terlaksana dengan baik. “Iya, setelah kami berkomunikasi dengan kementerian luar negeri guna mendapatkan rekom kerjasama, maka alhasil 30 negara menyambut baik gerakan sosial ini. Dan akhirnya moment yang baru pertama kali di dunia ini terlaksana dengan baik, pertandingan sepak bola damai sekaligus mempromosikan Indonesia.” Tambah Harry kepada NYSN (20/5) Lebih lanjut Harry menambahkan mengenai banyaknya dukungan yang berpartisipasi dari berbagai rekanan dalam memeriahkan football for peace 2017, semata mata mereka mempunyai kesamaan pandangan, dan NGO besutannya sangat terbuka kepada siapapun yang ingin berjuang bersama menyebarkan olahraga damai. “Kami sepakat bahwa sepak bola hanya di jadikan pintu masuk dalam membangun karakter anak-anak muda. Karena tidak semua anak-anak binaan Unipapua menjadi pemain bola. Kita hanya menampung dan mencoba menanamkan jiwa yang sehat, tidak mudah terprovokasi dan tidak benar bahwa sepak bola itu rusuh.” Kata Harry Selanjutnya Harry juga mengatakan kepada NYSN, bahwa akan menggelar moment yang sama khusus untuk daerah pinggiran perbatasan. “Selain akan menggelar acara serupa di seluruh wilayah perbatasan, kami juga akan menggelar aksi sosial berikutnya sebagai wujud soledaritas untuk membangkitkan semangat kepada anak anak yang khusus menjadi korban bencana alam.” Tutup Harry (adt/iha)

Impian Terbesar Hasbby Adalah Memajukan Olahraga Softball Di Banten

Hasbby-Softball

Mahasiswa Universitas Esa Unggul, Hasbby Akhmal, telah menekuni olahraga softball sejak tahun 2006 dalam ekskul Sekolahnya ketika duduk di bangku kelas 2 SMA. Sekarang, Hasbby merupakan atlet softball yang tergabung dalam Club ALTRAS yang berada di Alam Sutera. “Awal tertarik dengan olahraga softball karena saya melihat olahraga ini belum begitu populer. Jadi saya tertarik untuk mempopulerkannya.” ujar mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual semester 6 ini. (25/6) Hasbby yang sempat mendapatkan The Best Pitcher dalam ALTRAS Cup antar club Banten ini juga sudah meraih berbagai prestasi bersama tim softballnya, beberapa diantaranya adalah: 1. 2013 Timnas Peserta ISF Men’s World Softball Championship New Zealand 2. 2014 Juara 1 Partha Cup di Yogyakarta 3. 2015 Juara 1 walikota Cup antar Club makassar (club Prambors) 4. 2016 Juara 1 2nd South East Asia Softball Championship di Jedah Malaysia 5. 2017 Juara 1 ALTRAS Cup antar Club Banten 6. Juara 1 Walikota Cup Antar Club Samarinda Bermain untuk ( Club Pirates) Dari pihak orang tua, Hasbby mengakui sempat dilarang menekuni softball karena kondisi tubuh yang sempat menurun. “Orang tua dulu melarang karena melihat saya setiap pulang kelelahan dan sering sakit, jadi mereka menyarankan untuk berhenti berlatih softball. Tetapi akhirnya saya bisa menunjukan prestasi saya lewat bermain di timnas tahun 2013 dalam kejuaraan dunia di New Zealand.” kata Hasbby Lebih lanjut Hasbby juga mengatakan bahwa banyak orang disekitarnya yang sangat berperan, seperti teman-teman seperjuangannya ketika Kejurnas di Bali serta orang tua yang membuatnya semangat untuk terus berprestasi. Hasbby menceritakan bahwa ia pernah mengalami cidera yang cukup serius dan juga memiliki kenangan yang lucu selama berlatih softball. “Ketika sedang berlatih untuk persiapan PON Riau, saya pernah cidera di telapak kaki dan pinggang karena over training sampai harus rest satu minggu untuk pemulihan kondisi. Serta pengalaman lucu bagi saya ketika saya mengikuti latihan untuk persiapan PON Banten. Saya latihan fisik angkat beban untuk kekuatan tangan seminggu tiga kali. Hari ketiga saat saya mandi, saya tidak bisa mengangkat gayung dan tangan saya kram. Akhirnya saya harus mandi dibawah keran.” ungkap pemuda kelahiran 13 januari 1994 tersebut. Bagi Hasbby, olahraga softball sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Maka dari itu, Hasbby mengatakan bahwa ia mempunyai impian untuk berjuang mengumpulkan atlet-atlet muda berkualitas terutama di wilayah Banten yang memiliki skill, disiplin dan attitude yang baik agar kelak bisa menunjang prestasi untuk nama baik daerah, bangsa dan negara. “Bagi kalian yang ingin berprestasi dalam olahraga apapun, siapkan niat kalian, berusaha dengan sepenuh jiwa dan raga. Niscaya proses maksimal tidak akan mengkhianati hasil, keep fighting spirit.” tutup Hasbby.(crs/adt)

Olahraga Woodball Memberikan Peluang Bagus, Dan Minim Cidera

Vino-Woodball

Atlet bola kayu woodball bernama Alviano Surya, dirinya sudah menggeluti olahraga tersebut sejak 3 tahun yang lalu merupakan atlet yang cukup berprestasi di cabang olahraga woodball. Vino, begitu biasa ia dipanggil, tergabung dalam club Pamulang Woodball Club (PWBC). Menurut siswa kelas XI di SMAN 6 Tangsel ini, olahraga woodball memberikan banyak peluang positif untuk dirinya. “Pertama, saya tertarik karena woodball adalah olahraga baru. Kedua, saya merasa memiliki kesempatan dalam olahraga ini untuk berkembang baik dari segi kualitas maupun kuantitas.” kata Vino (25/6) Vino yang juga memiliki prestasi di antaranya pernah menjadi Juara 3 Kejurnas remaja di semarang (double fairway) dan juara 2 beregu serta Juara 3 Mix Double dalam International open di Malaysia. Menurut Vino, olahraga woodball minim kemungkinan cidera yang serius. Bahkan bagi Vino, selama bisa mengikuti aturan atau arahan yang diberikan oleh sang pelatih, cidera akan sangat jarang sekali terjadi. Maka dari itu, peran pelatih terasa sangat penting bagi Vino untuk kemajuannya. Banyak pengalaman unik yang dialami Vino selama menggeluti woodball. Salah satunya terjadi pada saat ia mengikuti sebuah kejuaraan. Walaupun bukan pengalaman pribadinya, tetapi itu dapat dijadikan pelajaran oleh Vino. “Pada saat PON remaja di surabaya, ada seorang atlet Banten yang kebetulan makan udang padahal dia alergi udang. Akibatnya dia dirawat di rumah sakit sehingga terpaksa tidak bisa mengikuti event. Ada juga atlet yang bangunnya terlambat sampai akhirnya diguyur agar terbangun.” tutur Vino. Walaupun mempunyai impian menjadi atlet profesional dan terus menjadi juara di cabang olahraga woodball, Vino tetap mengutamakan kepentingan sekolahnya, karena ia menyadari bahwa ia masih mempunyai kewajiban untuk menuntut ilmu sampai setinggi-tingginya. “Tanpa berlatih secara rutin, dan disiplin, cita-cita menjadi atlet olahraga woodball tidak akan tercapai. Maka dari itu saya harus terus berjuang menjalankannya.” kata Vino.(crs/adt)

Tertarik Dengan Model Kostum, Adit Focus Cari Peluang Di Olahraga Softball

Aditya-Softball

Aditya Aulia Rachman, berlatih olahraga softball sejak tahun 2007 dan tergabung dalam club bernama Sriti Baseball Softball Club Surabaya. Mahasiswa jurusan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ini beranggapan bahwa kostum olahraga softball keren dan memiliki peluang besar untuk berprestasi dalam olahraga ini. “Pertama kali saya tertarik dengan olahraga ini karena kostum yang dikenakan saat tanding itu keren menurut saya, dan peluang berprestasi dalam olahraga ini besar.” kata Adit Prestasi Adit dan tim softballnya sudah cukup banyak, beberapa diantaranya adalah: 1. Juara 1 dalam Kejuaraan Daerah Baseball & Softball U-30 Jawa Timur 2015 2. Juara 1 dalam Softball Putra Open Tournamen Walikota cup 2015 di Makassar 3. Medali emas dalam Pra Pekan Olahraga Nasional ke XIX 4. Juara 1 dalam Valiant Cup 2017 (Kejuaraan Softball Putra Antar Club Nasioanal) 5. Juara 1 dalam Telkom University Cup 2017 di Bandung Koleksi prestasi individu Adit dalam olahraga softball juga cukup banyak, diantaranya: 1. The Best Slugger dan The Best Hitter dalam 4th Giants Cup Men’s U-23 di Jakarta 2. The Best Slugger dan MVP Award dalam 34th Partha Anniversary 2013 National Softball Tournament di Yogyakarta 3. Golden Glove dalam Pra Pekan Olahraga Nasional ke XIX 4. Golden Glove dalam Telkom University Cup 2017 Memiliki orang tua, terutama sang ayah yang sangat mementingkan pendidikan membuat Adit selalu berusaha untuk menyeimbangkan waktu antara profesinya sebagai atlet dan kewajibannya menuntut ilmu. “Saya pernah dilarang menekuni softball karena ayah saya memang orientasi pada pendidikan harus bagus juga, jadi waktu mau pelatnas seagames 2011 saya sempat dilarang karena waktu itu kelas 3 SMA mau ujian.” ujar Adit Awal berlatih softball bukanlah hal yang mudah bagi Adit. Ia terus berjuang meskipun harus meminjam alat-alat perlengkapan softball dan bergantian dengan temannya dalam menggunakan alat-alat tersebut. “Dulu setiap kali latihan, alat-alatnya digunakan bergantian, padahal harusnya setiap orang punya sendiri-sendiri. Tetapi karena alat-alat untuk bermain softball seperti Glove misalnya, harganya cukup mahal. Lapangan pun seperti rumah kedua, ketika masih SMP setiap pulang sekolah saya langsung berangkat ke lapangan, kalau sabtu minggu dari pagi latihan bahkan sampai sore baru pulang.” tuturnya. Menurut Adit, menjadi atlet di Indonesia belum bisa menjamin kehidupannya di masa mendatang. Maka dari itu, Adit berencana akan mencari pekerjaan di bidang yang lain. “Menjadi profesional atlet di Indonesia masih bisa dikategorikan jauh jika dibandingkan dengan negara maju yang lain, yang hidupnya terjamin dengan berprofesi sebagai atlet di negaranya. Tetapi saya tetap berharap dapat terus menjadi atlet dan dapat sukses juga dalam karir pekerjaan saya. Untuk bisa berprestasi bukan soal punya bakat atau tidak, tapi soal mau berusaha keras atau tidak.” tutup Adit.(crs/adt)

6 Makanan Sehat Ini Wajib Disantap Setelah Berolahraga, Nomor Lima Paling Ampuh

Ilustrasi: Memasak makanan sehat

Bagi kamu yang sering berolahraga kardio seperti  olahraga aerobik, hiking, bersepeda, lari,  treadmill dan sejenisnya, pernahkah terpikir ataupun bertanya-tanya makanan sehat apa yang cocok di konsumsi setelah olahraga tersebut? Tidak usah bingung-bingung lagi. Ada beberapa makanan sehat yang bisa dikonsumsi setelah olahraga. Tentu saja, makanan-makanan ini bisa memulihkan tenaga energi tubuh dan menjauhkan dari penyakit. 1. Salmon Saat kamu berolahraga sebelum makan malam, dilansir dari doktersehat.com, pakar fitnes dan diet dari Los Angeles, Cassandra Corum  menyarankan untuk menyantap makanan yang mengandung protein, karbohidrat komplek, dan lemak. Menurutnya, semua itu bisa didapatkan salah satunya pada salmon.Ikan ini kaya akan kandungan protein, asam lemak omega 3 dan antioksidan. Sehingga, salmon sangat baik dikonsumsi setelah berolahraga. Bahkan, ikan laut ini juga dipercaya bisa memulihkan tubuh dengan cepat. 2. Dada Ayam Dada ayam sudah menjadi lauk pokok orang Indonesia. Hampir semua masyarakat mengkonsumsi dada ayam tersebut sebagai lauk sajian makan. Itu hal yang bagus, karena Daging putih tanpa lemak dari dada ayam ini mengandung protein dan karbohidrat dengan porsi kadar yang tepat. Tidak hanya itu, kandungan selenium pada ayam juga mampu mengurangi risiko arthrititis. Yang paling penting adalah ia rendah kalori dan sehat untuk dikonsumsi. Setelah olahraga kamu bisa mengonsumsi makanan ini. Dada ayam ini dapat mengisi energi yang telah habis kamu gunakan saat berolahraga. Pengolahannya mudah bisa dengan cara direbus, disate, dipanggang, atau jadi pelengkap dengan sayuran, semuanya bisa menjadi pilihan sebagai makanan pemulihan kamu. 3. Pisang Bila kamu setelah olahraga malas makan-makanan yang berat. Kamu bisa coba makan pisang aja nih. Buah ini mampu mencukupi kebutuhan karbohidrat pada tubuh. Sehingga saat dibakar dalam tubuh menjadi energi. Vitamin dan mineral yang ada sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh kalian loh. Dijamin energi kamu langsung bangkit deh! Tidak hanya sampai membangkitkan energi, Pisang juga dapat meredakan dan mencegah kram otot setelah olahraga karena buah kuning ini Memiliki kandungan potassium dan antioksidan yang berguna meningkatkan pertumbuhan sel-sel baru. 4. Salad buah Olahraga kardio di pagi hari, setelah itu makan salad buah. Hmm, pasti akan jadi menu sarapan kamu yang menyehatkan. Kamu bisa coba nih, dengan bikin salad buah pake kiwi, strawberry, jeruk, mangga dan apel. Perpaduan beberapa buah ini dijamin menyegarkan dan menyehatkan abiss. Pasalnya, buah-buah tersebut  kaya akan antioksidan dan sangat pas sebagai menu sarapan sehat kamu setelah olahraga. 5. Almond Menurut riset, Kandungan antioksidan pada almond dipercaya mampu menurunkan kolesterol. Untuk itu, almod sangat pas dikonsumsi sebagai camilan usai lari pagi. Selain antioksidan, kacang ini menjadi sumber serat yang baik, protein, kalsium, magnesium dan kalium, almond merupakan salah satu sumber terbaik dari alfa-tokoferol vitamin E – yang dapat dengan mudah diserap oleh tubuh. Menurut riset 2002, vitamin E dapat membantu meringankan nyeri otot akibat latihan olahraga yang ketat. Banyak kan manfaatnya? Bisa nih kamu coba dan rasakan manfaat baik si Almond. 6. Oatmeal Oatmeal merupakan sarapan terbaik bagi para pelari. Pasalnya, oatmeal kaya akan protein, serat, dan karbohidrat. Sehingga membuat kenyang usai menghabiskan tenaga setelah berlari. Itu tadi keenam tips makanan terbaik untuk kamu konsumsi setelah olahraga. Mana yang akan jadi pilihan menu sarapan atau makanan kamu? Oh iya selain itu, ada juga nih, tips makanan sehat buat kamu, yaitu : Prioritaskan mengonsumsi karbohidrat dan protein pada saat setelah berolahraga, karena 20 sampai dengan 30 menit pertama,  itu fase waktu “metabolic window” yaitu saat otot-otot Anda dalam kondisi paling efisien dalam menyerap nutrisi. Seorang ahli gizi dari New York City, Leah Kaufman, menyarankan bahwa makanan ringan dapat membantu pemulihan otot dan menghilangkan rasa sakit setelah berolahraga. Untuk memulihkan energi, ada beberapa opsi untuk Anda yaitu susu cokelat, air kelapa, dan minuman yang mengandung protein dan elektrolit. Selamat mencoba dan menikmati manfaat dari makanan sehat diatas, serta paling penting… selamat makan!

Malas Olahraga? Lakukan 4 Cara Ampuh Ini Dan Rasakan Hasilnya

Rasa malas untuk olahraga dapat terjadi karena banyak alasan. Bisa saja karena tidak memiliki waktu, ingin hanya bersantai saat libur, hingga alasan mengenai lokasi tempat olahraga yang jauh. Akhirnya kamu hanya terbaring di tempat tidur, menonton tv, atau bermain video game saja di rumah. Terkadang ada juga beberapa orang, suatu hari ia sudah memiliki niat yang kuat untuk berolahraga, namun pada hari H tetap saja rasa malas mampu mengalahkan niat tersebut. Kalian pasti sudah tau, bahwa orang yang rutin melakukan olahraga akan mendapatkan berbagai manfaat, misal mengurangi stress, meningkatkan kekuatan otak, melawan penuaan, memperbaiki bentuk tubuh, meningkatkan kebahagiaan, meningkatkan rasa percaya diri, dan lain-lain. Sudah tau hal tersebut, tetapi tetap saja motivasi olahraga kamu tidak kuat melawan rasa malas. Ada pepatah mengatakan bahwa rasa malas itu musuh terbesar kita. Yap, malas harus dihindari! Jangan sampai ia menjadi teman terbaik kita. Cepat-cepat deh yuk hilangkan dari hidup kita ini…pakai tips ampuh berikut ini dalam menghilangkan malas olahraga di hidup kamu.. Ingat-ingat alasan kamu ingin Olahraga itu karena apa Setiap kita ingin melakukan perubahan ke arah yang lebih baik pasti ada dong alasan di balik perubahan tersebut. Nah, begitu juga dengan ingin olahraga. Biasanya kamu pasti akan terbayang ingin olahraga di kala senggang atau waktu libur karena alasan apa? Misal, karena bentuk tubuh, atau bisa jadi karena merasa akan sakit. Alasan apapun itu, patut diingat. Setiap kamu merasa “ah..malas deh!besok saja olahraganya”, Langsunglah ingat dengan motivasi diri kamu ingin berolahraga itu karena apa. Dijamin bila ingat, pemikiran malas seperti itu akan hilang sekejab, dan kamu pun akan penuh semangat untuk pergi olahraga. Ajak teman untuk olahraga bersama kamu. Kalau tidak ada yang mau? Cobalah menjadi mandiri! Yap, bersama lebih baik loh! Alasan malas olahraga terbanyak kedua adalah tidak ada teman yang menemani olahraga. Merasa canggung untuk pergi ke gym sendiri ataupun lari pagi di lapangan sendiri. Maka dari itu, ajaklah teman mu untuk ikut bersama. Kamu sehat, temanmu jadi ikutan sehat juga deh.. Kalau misalkan sudah mentok banget, tidak ada yang mau ikut bersama kamu olahraga. Hilangkan pikiran negatif seperti canggung sendiri atau malas sendiri. Kamu sudah besar, bukan lagi saatnya bergantung karena orang lain. Alasan untuk sehat kamu, karena untuk diri sendiri, kan? Bukan orang lain? Maka itu, belajarlah menjadi pribadi yang mandiri dan tetap penuh semangat. Berolahraga dimulai dengan yang ringan-ringan saja, ya Jika kamu sudah lama tidak berolahraga, jangan langsung memberikan beban olahraga yang berat ke tubuh kamu. Seperti langsung olahraga gym angkat beban ataupun lari marathon selama 60 menit agar cepat mencapai target tubuh ideal. Hal tersebut salah sekali untuk dilakukan. Mulailah dari yang ringan-ringan saja misalnya jalan santai, jogging, lompat tali, bersepeda, dan lain sebagainya. waktu olahraga pun tidak perlu lama-lama kok. Seiring berjalan waktu,kamu akan bisa secara bertahap menambah latihan olahragamu. Ciptakan Olahraga menjadi hal yang asik nan-menyenangkan Olahraga gak selalu ke hal yang serius dan melelahkan saja. Kamu bisa kok menciptakan olahraga yang asik dan menyenangkan. 2 cara ini bisa nih kamu terapkan dengan mudah di kehidupan kamu sehari-hari: Pertama, untuk kamu pecinta keramaian dan kebersamaan. Ikuti event-event olahraga bersama keluaraga, teman maupun orang-orang terdekat kamu. Event tersebut bisa car free day, jalan sehat,atau sepeda sehat . Di kegiatan tersebut kamu pasti akan menemukan kebahagiaan. Dengan olahraga ramai-ramai bersama keluarga, teman, ataupun oranglain, kamu akan lebih semangat, serta antusias menjalani olahraga sambil ramai bersenda gurau. Kedua, untuk kamu yang tidak suka dengan olahraga ramai alias lebih suka sendiri, kamu tetap bisa kok senang dengan pilihan olahraga kamu Yaitu dengan mendengarkan music atau memutar musik tersebut dengan headset maupun tape recorder saat berolahraga. Musik dipercaya sebagai media Hiburan yang akan membuat suasana latihan olahraga menjadi lebih nyaman loh. Lets try! Itu tadi 4 hal terampuh dalam menghilangkan rasa malas. Kamu harus ingat-ingat dann coba ya, Semangat hidup sehat, yok!

6 Cara Dribble Bola Basket Yang Benar Layaknya Bintang NBA

Kamu ingin bisa seperti pemain bintang NBA yang jago banget permainan bola basketnya? Itu bukan hal yang mustahil loh, bila kamu bisa menguasai teknik bola basket yang baik. Salah satunya diawali dengan latihan teknik menggiring bola (dribbling) yang benar.  Latihan sangat diperlukan setiap orang agar dapat menggiring bola basket dengan baik. Mempelajari hal ini membutuhkan kemauan serius dari diri kamu,  dengan petunjuk berikut kamu akan dapat menggiring bola basket melewati tim lawan! Pastikan kamu sudah tau ya cara dasar mendribble bola basket. Hmm, kalau belum, pelajari terlebih dahulu ya, baru bisa coba nih teknik lanjutan Dribble saat di Lapangan Pertandingan: Pandangan fokus ke depan, tidak melihat bola ketika mendribble. Pada saat pertandingan, kamu harus selalu melihat sekeliling depan ketika melakukan dribble.  Dimana saat dribble bola, kamu harus lihat dimana rekan tim kamu, pemain lawan, dan dimana letak ring berada. Kamu pasti tidak mungkin melakukan hal ini sekaligus jika pandanganmu hanya menatap ke bola. Satu-satunya cara untuk membuat percaya diri dengan gerakan dribble kamu adalah dengan latihan serius. Ketika bermain basket, kamu harus “percaya” bahwa bola yang dipantulkan akan kembali ke tangan kamu tanpa harus melihat bola itu. Mengganti arah dribble bola tergantung kondisi di sekitar Berhati-hatilah “kemana” bola tersebut kamu giring, jangan sampai ke posisi pemain lawan! Ketika kamu berada di wilayah “open court” (dimana menggiring bola ke daerah lawan setelah tim lawan mencetak angka). Caranya kamu dribble bola ke depan, sehingga lawan pun akan berlari mengejar kamu. Akan tetapi, jika kamu berada di dekat pemain lawan (terutama jika pemain lawan menjaga kamu), dribble bola ke samping kamu (pada sisi luar kaki) dengan posisi badan bertahan dan rendah. Kalau sudah begitu berarti  lawan akan berhadapannya dengan badan kamu. Ia pun akan kesulitan merebut bola serta bisa jadi memungkinkan ia melakukan pelanggaran. Akan untung di tim kamu, bukan?! posisi badan antara pemain lawan dan bola. Kesulitan kadang terjadi saat kamu misal dijaga satu atau lebih pemain lawan, mereka terus menghadang dan mencoba untuk merebut bola. Teknik dribble benar terampuh saat kena masalah ini di lapangan, lindungi bola dengan badan kamu. Jangan pernah melakukan dribble dengan bola berhadapan langsung di depan pemain lawan. Melainkan, posisikan badan kamu di tengah, antara pemain lawan dan bola. Tujuannya agar pemain lawan kesulitan untuk merebut bola (ingat: pemain lawan tidak bisa mendorong badan dan merebut bola karena ada risiko melakukan pelanggaran). Selain posisi badan di tengah, kamu dapat menggunakan tangan yang tidak mendribble bola sebagai penahan. Angkat tangan dan kepalkan tangan kamu, kemudian hadapkan ke sisi samping lengan depan pemain lawan. Hati-hati ketika menggunakan cara tangan ini. Jangan sedikitpun kamu mendorong pemain lawan, memukul pemain lawan dengan tangan, atau melewati pemain lawan dengan mendorong menggunakan tangan kamu. Sebaiknya, gunakan tangan (seperti kamu memegang perisai) hanya sebagai pelindung bola dan menjaga jarak dengan lawan. Jangan berhenti, lanjut terus! Ketika melakukan dribble di pertandingan, jangan memberhentikan dribble kamu (kecuali kamu sudah tahu apa yang harus Anda lakukan selanjutnya). Jika kamu berhenti menggiring bola, sudah pasti kamu kecil kesempatan untuk dribble kembali. Selain itu, bila lawan kamu cerdas, ia akan memanfaatkan hal tersebut untuk merebut bola. Pilihan yang ada miliki adalah mengoper bola ke rekan kamu, melakukan shooting, atau membiarkan bola direbut oleh pemain lawan. Jika kamu berencana untuk melakukan pilihan pertama atau kedua, lakukanlah langsung setelah Anda berhenti dari dribble – jika tidak, pemain lawan akan berusaha merebut bola tersebut. Kerja tim, oper bola itu. Terkadang, dribble tidak selalu menjadi pilihan terbaik dalam permainan basket. Ada pilihan lain yang lebih baik yaitu melakukan operan. Permainan mengoper yang baik adalah salah satu faktor penyerangan yang efektif.  Jangan mau menang sendiri, ya. Ingat, kerja tim! Jika dribbling langsung ke arah ring kamu nanti akan banyak berhadapan dengan pemain bertahan lawan, lebih baik kamu mengoper bola saja ke rekan yang tidak dijaga oleh lawan. Dengan begitu, tim basket kamu akan aman. Hindari Pelanggaran dalam dribble. Ada beberapa peraturan dasar yang mengatur bagaimana cara melakukan dribble pada permainan basket. Melakukan dribble sesuka hati dapat menghasilkan hukuman, menghambat alur serangan tim dan memberikan bola kepada tim lawan secara cuma-cuma. Hindarilah pelanggaran-pelanggaran berikut ini: Traveling: Bergerak dengan bola tanpa melakukan dribble. meliputi: mengambil langkah tambahan, lompatan, atau menyeret kaki kamu. Double dribble: Pelanggaran ini dibagi menjadi dua bagian yaitu melakukan dribble dengan dua tangan secara bersamaan dan berhenti dari dribble (menangkap atau memegang bola) lalu melakukan dribble kembali. Carrying: Menangkap bola dengan satu tangan dan melanjutkan dribble (tanpa berhenti dari pergerakan). Dengan kamu berlatih terus-menerus keenam teknik dribble yang benar diatas, pasti kamu akan bisa seperti permainan sekelas pemain NBA, deh! Go..Go, Good Dribble.. (wikihow)

Menguasai Skill Olahraga Karate, Pemudi Ini Malah Ingin Menjadi Artis

karate-reza

Setelah berhasil mengembangkan olahraga karate, negeri sakura ini yang juga mendapatkan julukan negeri matahari terbit. Yang berhasil mempromosikan tangan kosong adalah senjata ampuh dalam melumpuhkan lawan. Reza Benny Zafira adalah salah satu atlet karate yang berprestasi dan berpotensi, selain itu ia juga merupakan siswi kelas X di SMAN 2 Tangsel. Mengikuti jejak sang kakak sebagai atlet karate, Reza, sapaan akrabnya, telah mengikuti serta menjuarai berbagai kejuaraan karate, dan prestasi-prestasi tersebut antara lain: 1. Juara 3 Nasional SBY Cup 2010 2. Juara 2 Nasional SBY Cup 2012 3. Juara 1 se Jawa – Bali IPB Cup 2012 4. Juara 2 Kejuaraan nasional 2015 5. Juara 3 tingkat Provinsi O2SN 2015 6. Juara 3 tingkat Provinsi O2SN 2016 7. Juara 3 Nasional 2017 Lumban Tobing 8. Juara 2 Porprov 2017 Reza memaparkan awal ia menggeluti olahraga karate semenjak umur 5 tahun. “Saya ikut karate sejak umur lima tahun, kelas satu SD. Awalnya karena melihat kakak pertama saya, dari situ saya tertarik untuk ikut karate sampai sekarang.” ujar Reza. Reza mengatakan, dirinya sempat mengalami cidera di kakinya ketika sedang berlatih, yang menyebabkan ia tidak bisa maksimal lagi dalam berlatih karate. “Saya mengalami cidera di kaki pada saat sedang menjalankan sebuah latihan melompat. Saya sudah mengalami cidera tersebut selama kurang lebih dua tahun. Itu sangat membuat saya gampang menyerah dan ingin berhenti berlatih, apalagi saya sudah mengikuti karate hampir sepuluh tahun lamanya.” Kata Reza, yang mengakui bahwa dirinya selalu didampingi dan di semangati oleh orang tua dan pelatihnya. Reza juga memiliki cerita yang selalu diingatnya ketika mengikuti sebuah kejuaraan karate di Bali. “Ketika saya mengikuti Kerjurnas di Bali tahun 2012, kebetulan disana saya termasuk atlet paling muda yang mengikuti Kejurnas tersebut. Kebetulan juga pada saat kejurnas tersebut, banyak TNI yang menjadi peserta dari tim Banten. Jadinya saya seperti seorang anak atau adik yang disayangi oleh para TNI tersebut.” ungkap siswi kelahiran Tangsel, 13 Desember 2002 tersebut. Ketika membicarakan tentang cita-citanya, Reza mengakui bahwa ia ingin menjadi seorang artis. Tetapi jika dirinya bisa menjadi seorang atlet profesional, maka ia akan memilih profesi tersebut. “Tidak ada kesuksesan jika tidak disertai dengan berusaha dan berdoa. Jangan menyerah jika kalian belum mencapai prestasi yang kalian inginkan. Buatlah orang tua, teman-teman, sekolah dan guru bangga atas prestasi mu. Dan selalu ingat bahwa Tuhan selalu ada disamping kita.” tutupnya.(crs/adt)