Indonesia Rebut Emas-Perunggu SEA Youth 2026

SEA Youth Table Tennis Championship 2026

Kebangkitan tenis meja Indonesia mulai terlihat melalui capaian atlet muda pada ajang di Singapura. Tim Indonesia meraih satu emas, empat perunggu dalam South East Asian Youth Table Tennis Championship 2026. Medali emas Indonesia diraih Muhammad Naufal Junindra dari nomor Boys U-19 Singles, setelah tampil konsisten sepanjang turnamen. Empat medali perunggu masing-masing dari nomor Girls U-19 Singles, U-19 Mixed Doubles, Boys U-19 Doubles, serta Boys Team. Ni Ketut Maharani menyumbang perunggu dari nomor tunggal putri U-19 setelah perjuangan hingga semifinal. Perjalanan Naufal menuju final dimulai dari kemenangan meyakinkan pada babak perempat final melawan wakil tuan rumah. Ia mengalahkan Nicholas Tan dengan skor telak tiga nol sebelum melaju hingga partai puncak. Naufal menunjukkan permainan konsisten, disiplin, serta kepercayaan diri tinggi dalam setiap pertandingan sepanjang kejuaraan berlangsung. Ia akhirnya memastikan medali emas sebagai pencapaian penting bagi perkembangan atlet muda tenis meja Indonesia. Hal yang sama ditampilkan Ni Ketut Maharani. Maharani menunjukkan daya juang tinggi dengan kemenangan ketat pada babak perempat final menghadapi wakil Thailand. Ia menang dengan skor tiga dua sebelum akhirnya terhenti di semifinal dan mengamankan medali perunggu. “Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan usia dini yang dilakukan secara konsisten mulai membuahkan hasil. Kompetisi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci untuk melahirkan atlet-atlet berkualitas yang siap bersaing di level internasional,” ujar Sekretaris Jenderal Indonesia Pingpong League (IPL), Yon Mardiono. Yon menyebut, sinergi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga tren positif tenis meja nasional. Ia menilai adanya semangat baru dalam ekosistem tenis meja nasional yang mulai berkembang secara berkelanjutan. “Kami melihat ada semangat baru dalam ekosistem tenis meja nasional. Jika seluruh pihak dapat terus berjalan dalam satu arah yang sama, saya optimistis prestasi tenis meja Indonesia akan semakin meningkat ke depan,” ujar Yon Mardiono. Perjuangan para atlet Indonesia sendiri telah dilakukan 14-19 April 2026 di Pasir Ris Sports Hall Singapura. Ajang tersebut diikuti 140 atlet dari sembilan negara Asia Tenggara yang bersaing ketat. Tim Indonesia menurunkan 16 atlet muda yang terdiri dari delapan putra dan delapan putri. Para atlet tersebut tampil kompetitif menghadapi lawan dari Brunei Darussalam, Malaysia, Laos, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Indonesia raih emas di Kejuaraan Tenis Meja Internasional Malaka 2026

Para atlet tim nasional tenis meja Indonesia

Kontingen Indonesia meraih dua medali emas dalam Kejuaraan Tenis Meja Internasional Malaka atau Kejohanan Kebangsaan Pingpong Piala YB Allex Seah KU-19 dan KU-11 di Stadium Bola Keranjang, Bukit Serindit, Malaka, Malaysia, Minggu. Selain dua emas, Indonesia juga memperoleh dua medali perak dalam ajang yang diikuti oleh perwakilan tiga negara lain, yakni Singapura, Indonesia, Kamboja, dan tuan rumah Malaysia. “Turnamen diikuti 64 peserta di setiap kategori dari empat negara. Kami bersyukur atlet tenis meja Indonesia mampu meraih podium tertinggi di ajang ini,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) Peter Layardi Lay dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Minggu. Hasil tersebut menunjukkan pembinaan tenis meja Indonesia berada di jalur yang tepat dan telah menunjukkan prestasi di kancah internasional. Prestasi membanggakan hadir dari kategori KU-19 yang diwarnai All-Indonesian Finals untuk nomor tunggal putra dan putri. Mumtaz Alaitsi berhasil keluar sebagai juara nomor KU-19 tunggal putra seusai menundukkan Dafi Nanda Fahreza dengan skor 3-2. Sedangkan Karinza Matahari menjuarai nomor KU-19 tunggal putri dengan kemenangan 3-2 atas Huliatilul Asyiroh Mughni. Atas capaian tersebut, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyampaikan apresiasi kepada para atlet maupun PB PTMSI atas prestasi yang menjadi buah keberhasilan pembinaan tersebut. “Prestasi ini harus jadi motivasi untuk menjadi lebih baik. Semoga ke depan tenis meja Indonesia semakin berprestasi di ajang internasional, baik single maupun multievent, bahkan hingga Olimpiade,” kata Marciano. Para atlet yang berlaga merupakan hasil pembinaan dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PB PTMSI 2025 di Banjarmasin.

ONIC Sports siapkan petenis meja Naufal kejar tiket Olimpiade Remaja

Yon Mardiono

Klub Tenis Meja ONIC Sports menyiapkan petenis meja andalan Muhamad Naufal Junindra Irawan mengikuti berbagai kejuaraan internasional untuk mengejar tiket ke ajang Olimpiade Remaja 2026 di Senegal. “Sekarang ini (atlet kami) yang mendekati target ke minimum ranking untuk ikut Olimpiade adalah Naufal Junindra,” kata Kepala Divisi Tenis Meja ONIC Sports Yon Mardiono kepada awak media di Jakarta. Naufal yang baru saja meraih perunggu tenis meja di SEA Games Thailand 2025 saat ini berada di 91 besar ranking dunia untuk kategori U-17 sehingga pihaknya akan berupaya agar bisa masuk dalam 60 besar. Yon menjelaskan, untuk meningkatkan ranking, pihaknya membidik berbagai Kejuaraan Dunia Tenis Meja atau WTT dari Federasi Tenis Meja Internasional atau ITTF yang akan datang seperti di WTT Cappadocia, WTT Tunisia, WTT Smash Singapura, WTT Dusseldorf, maupun WTT Kroasia, dan WTT Slovakia. Selain itu, Naufal juga dipersiapkan untuk mengejar poin di Olimpiade Remaja, Asian Games, SEA Games, maupun Kejuaraan Tenis Meja Asia Tenggara atau SEATTC. “Kalau itu semua hasilnya baik, harapan kami atlet kami Naufal bisa tampil di Olimpiade,” katanya. Yon menjelaskan, ONIC Sports yang saat ini membina sebanyak 16 atlet muda fokus untuk bersaing di level internasional sehingga para atlet bisa menancapkan prestasi di panggung dunia. Saat ini, klub tenis meja ONIC Sports yang sudah dua tahun berjalan ditopang fasilitas yang sesuai untuk bersaing di level internasional seperti tempat latihan terpadu, pelatih umum maupun khusus fisik, divisi psikologi, fisioterapi, dan lainnya. Yon menambahkan, target besar yang ingin dicapai ONIC Sports adalah menciptakan sejarah tenis meja Indonesia seperti masuk dalam ranking 100 dunia, kembali menjuarai SEA Games, maupun mengikuti Olimpiade lagi. “Kami mempunyai cita-cita untuk bersaing hingga level dunia sehingga kami mulai dengan fasilitas yang mendukung itu semua,” katanya. Pelatih Kepala Klub Tenis Meja ONIC Sports Anton Suseno mengatakan bahwa pihaknya terus meningkatkan kemampuan para atlet binaan ONIC, termasuk teknik-teknik terbaru, agar mereka bisa bersaing di kancah internasional. Para atlet, kata Anton, tidak boleh tertinggal dari sisi teknik, sehingga tim pelatih berupaya meningkatkan performa mereka aga bisa meraih tujuan utama yaitu menciptakan prestasi yang membanggakan bagi Indonesia. “Kami ingin agar atlet-atlet kami bisa digunakan negara untuk berprestasi di tingkat dunia,” katanya. Dari sisi latihan, Anton melanjutkan, para atlet berlatih dua kali dalam sehari serta latihan fisik dua kali dalam seminggu, serta program latihan servis setiap pagi. Selain itu, para atlet juga mendapatkan gizi makanan dan minuman yang sesuai. Semua atlet ONIC, kata dia, dituntut untuk menjalankan tugas utama yaitu berlatih dan bertanding yang didukung dengan tim pelatih dan manajemen klub sehingga bisa meraih prestasi tertinggi. Anton menambahkan bahwa dalam proses pembinaan, ONIC juga menerapkan sistem promosi dan degradasi untuk menghasilkan atlet-atlet terbaik. Sumber: ANTARA

Ratusan Atlet Se-Indoneisa Ikuti Kejurnas Tenis Meja 2025

Kejuaraan Nasional Tenis Meja 2025

Kejuaraan Nasional Tenis Meja 2025 Kalimantan Selatan dibuka dan digelar di GOR Hassanudin HM Banjarmasin, Senin siang (24/11/25). Kejuaraan ini diikuti sekitar 500 petenis meja dari 28 provinsi, terdiri dari petenis meja junior hingga senior. Seluruh atlet ini akan bertarung dan memperebutkan medali dari 27 kategori yang dipertandingkan. Ketua Umum PTMSI Pusat, Peter Layardi Lay, berharap dari Kejurnas ini dapat muncul petenis muda berbakat yang bisa membela Indonesia di kancah internasional. “Jadi tenis meja ini adalah cabor yang banyak atletnya, jadi setiap tahun kita gelar dan selalu meningkat pesertanya. Jadi kita melihat prestasi bagaimana pembinaan, dan kita akan mendapat anak-anak yang baik, dan kalau sudah besar kita arahkan ke internasional,” ujarnya. Ahmad Faridi, Ketua Panitia Kejuaraan Nasional Tenis Meja 2025 Kalimantan Selatan, menjelaskan bahwa kejuaraan ini diikuti oleh 28 provinsi. Ia menambahkan bahwa dari 27 kategori yang dipertandingkan, ada sekitar 500 petenis meja yang turun bertanding mulai dari kelompok junior hingga senior. Ariadi Noor, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, mengaku pihak Pemprov sangat mendukung adanya kejuaraan ini. “Jadi kita dari Pemprov sangat mendukung dan saya tadi membacakan sambutan dari Pak Gubernur. Dan kita sangat mendukung penuh,” ungkapnya. Sementara itu, Kejuaraan Nasional ini akan digelar pada 24 hingga 30 November mendatang dan diharapkan bisa banyak memunculkan bibit petenis meja handal.

Ratusan Atlet Muda Bertanding di Sukun Youth Series II

Sukun Youth Series II Season 2025–2026

Kompetisi tenis meja bertaraf nasional Sukun Youth Series II Season 2025–2026 resmi dibuka di Sukun Sport Center Kudus, Jumat (14/11/2025). Ajang bergengsi yang telah memasuki seri kedua ini menghadirkan persaingan ketat antara 200 atlet muda dari 21 klub dan 8 provinsi di Indonesia. Turnamen ini menjadi salah satu barometer pembinaan atlet tenis meja usia dini hingga remaja, sekaligus tempat munculnya talenta potensial yang diproyeksikan menuju level nasional bahkan internasional. Dalam Sukun Youth Series II, para atlet akan tampil pada kelompok umur U13, U15, dan U19 baik untuk putra maupun putri. Sistem pertandingan dibagi menjadi Divisi Utama dan Conference, sehingga persaingan berlangsung seimbang dan terstruktur. Ketua Panitia, Frengky Setyo Prabowo, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini mengusung format yang lebih kompetitif. “Setiap klub menurunkan atlet terbaiknya di tiga kelompok umur. Sistem divisi ini memberikan ruang bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan optimal sesuai tingkatan mereka,” ujarnya. Lebih lanjut, Corporate Secretary PT Sukun Wartono Indonesia, Deka Hendratmanto, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sukun Youth Series II merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mengembangkan pembinaan atlet muda secara berkelanjutan. “Tahun ini event kami desain berjenjang. Level youth berlangsung sekarang, dan kategori senior akan digelar tahun depan. Model ini lebih efektif untuk memetakan dan mengembangkan kualitas atlet,” jelas Deka.

Atlet Muda Tenis Meja Indonesia Cetak Sejarah di Dubai

Muhamad Naufal Junindra Irawan

Atlet muda tenis meja Indonesia, Muhamad Naufal Junindra Irawan mencetak sejarah. Dia menjuarai turnamen WTT Youth Contender Dubai 2025 kategori U-17 di Dubai. Naufal merupakan pemain terbaik di Indonesia Pingpong League (IPL). Dia kini berhasil menjadi orang pertama di Indonesia yang mampu menjadi juara di kelas WTT Youth U-17. Naufal, yang bermain untuk klub Onic Sport, di final menundukkan pemain Rusia dengan bendera AIN (karena Rusia terkena sanksi IOC). Skor kemenangan 3-0 didapat Naufal. “Tentu saya bersyukur atas sukses meraih gelar juara di WTT Dubai ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada klub Onic Sport yang membuat saya bisa go international, pelatih Om Anton Suseno dan rekan-rekan di Onic,” kata Naufal dalam keterangan persnya. “Gelar ini saya persembahkan untuk masyarakat Indonesia, khususnya pecinta tenis meja di Tanah Air yang sudah lama merindukan prestasi di tingkat dunia,” sambungnya. Ketua Klub Onic Sport, Yon Mardiyono, hadir langsung melihat Naufal di Dubai. Dia menilai pemainnya itu tampil luar biasa selama turnamen dengan tidak terkalahkan sejak penyisihan grup. Di penyisihan grup, Naufal menaklukkan Rushil Dodhia (Kenya) 3 – 0 dan Tang Joshua (Singapura) 3-1. Di babak 32 besar, Naufal menghentikan Arshia Lorestani (Iran) 3-1. “Pada babak 16 besar Naufal menang 3 – 0 atas Ali Alhawai (Uni Emirat Arab). Di 8 besar Naufal mengalahkan Zakhar Varfolomeev (AIN) 3-1. Sedangkan di semifinal dia menundukkan Ahmed Korani (Qatar) 3 – 0,” kata Yon yang juga Sekretaris Jenderal IPL. “Usai juara di U-17, Naufal akan kembali terjun di U-19. Setelah WTT Dubai ini, Naufal akan bersiap menghadapi SEA Games. Sedangkan pemain muda Indonesia akan mengikuti Asian Youth Games (AYG) di Bahrain,” tutup Yon. Sumber: detiksport

Sukun Youth Series Selesai Digelar, Ini Daftar Juaranya

Sukun Youth Series 2025-2026

Ajang Sukun Youth Series 2025-2026 Seri I selesai digelar, Minggu (13/7/2025) malam. Sejumlah klub papan atas yang bertanding di U13, U15, dan U17 sukses menaiki podium. Sekitar 200 atlet muda dari berbagai daerah ambil bagian dalam ajang Sukun Youth Series 2025-2026 di GOR Sukun, Kudus, Jumat – Minggu (11–13 Juli 2025). Kompetisi ini terbagi dalam tiga kelompok umur, yakni U13, U15, dan U19 untuk kategori putra dan putri. Ketua Panitia, Frengky Setyo Prabowo menyampaikan, rasa terima kasihnya kepada semua atlet yang telah berjuang. Dirinya menilai permainan atlet begitu bagus. ”Pada series pertama Sukun Youth Series ini atlet-atlet menampilkan permainan terbaiknya,” katanya, Minggu (13/7/2025). Ia juga berterima kasih kepada PT Sukun yang telah mendukung acara ini. Mulai dari dukungan venue dan lainnya ”Terima kasih kepada PT Sukun yang telah memberikan ruang dan fasilitas kepada atlet yang bertanding di Sukun Youth Series,” sambungnya. Tak lupa dirinya juga berterima kasih kepada pelatih yang telah membina atlet. Sehingga dapat meraih prestasi di setiap event yang diikuti. ”Harapan kami atlet-atlet dapat terus mengikuti di setiap series nya. Nantinya hasil poin akan diakumulasikan serta ada bonusnya,” imbuhnya. Perwakilan Direksi PT Sukun, Ardiansyah Edy Wartono menyampaikan rasa terima kasihnya atas peran semua pihak yang telah mengawal dan menyukseskan ajang ini. Sehingga acara dapat berlangsung dengan sukses. ”Sukun Youth Series ini bukan hanya turnamen. Melainkan sebagai pembinaan untuk atlet-atlet tenis meja,” ujarnya. Ia menyampaikan selama tiga hari pelaksanaan Sukun Youth Series ini semua atlet bertanding dengan baik. Bahkan tampil mengerahkan semua kemampuan yang dimiliki. ”Selamat untuk semua atlet. Kalian semua tetaplah menjadi juara sejati. Tetap rendah hati dan jangan berputus asa,” imbuhnya. Terselenggaranya kejuaraan itu, diharapkan dapat memunculkan bibit-bibit unggul cabor tenis meja yang dapat mengharumkan nama baik bangsa di kancah nasional bahkan internasional. Lebih lanjut, Sukun Youth Series akan digelar selama tiga seri di tahun 2025/2026. Seri I digelar pada 11-13 Juli 2025, kemudian Seri II akan digelar 31 Oktober 2025-2 November 2025. Sementara Seri III akan digelar 6-8 Februari 2026. Seluruh seri akan digelar di Sukun Sport Center. Berikut Hasil Sukun Youth Series 2025/2026 Seri I U13 Putri Divisi Conference – Juara: PTMSI Kudus – Runner Up: PTM Sukun – Peringkat 3: PTM AAPC Pontianak U13 Putra Divisi Conference – Juara: PTM Sukun – Runner Up: PTM New Candi Jepara – Peringkat 3: PTM BTTC Purworejo U13 Putri Divisi Utama – Juara: PTM Sukun – Runner Up: Bintang Muda Banjarnegara – Peringkat 3: Mahardika Harun U13 Putra Divisi Utama – Juara: PTM Onic Sport – Runner Up: PTM Hebat Semarang – Peringkat 3: PTM Sukun U15 Putra Conference – Juara: PTM Stoni – Runner Up: PTM SKO Surakarta – Peringkat 3: PTM onic Sport U15 Putri Divisi Utama – Juara: PTM Sukun – Runner Up: PTM Mahardika Harun – Peringkat 3: PTM Bintang Muda Banjarnegara U15 Putra Divisi Utama – Juara: PTM SCM TTC Lampung – Runner Up: PTM Sukun – Peringkat 3: PTM Hebat Semarang U19 Putri Divisi Utama – Juara: PTM Sukun – Runner Up: PTM Pupuk Kaltim – Peringkat 3: PTM BRK Pemalang U19 Putra Divisi Utama – Juara: PB Pelatnas – Runner Up: PTM Sukun – Peringkat 3: PTM SCM TTC Lampung