Piala Sudirman Jadi Ajang Pembuktian 4 Pebulutangkis Muda Ini

Ini Dia Empat Pebulutangkis Muda Indonesia di Piala Sudirman

Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah memilih 20 atlet terbaik untuk mengisi skuad tim Piala Sudirman 2021. Diantara 20 nama tersebut, ada 4 pebulutangkis muda yang siap membuktikan kapasitas mereka untuk membantu tim Indonesia membawa pulang kembali Piala Sudirman. Adalah Ester Nurumi Tri Wardoyo (17 tahun), Pitha Haningtyas Mentari (22 tahun), Putri Kusuma Wardani (19 tahun), dan Rinov Rivaldy (21 tahun) yang berhasil membuktikan kualitas mereka selama latihan hingga simulasi pertandingan yang diadakan PP PBSI dalam rangka persiapan jelang Piala Sudirman, yang akan digelar di Vantaa, Finlandia, pada 26 September-3 Oktober. Dengan bekal penilaian itu, Putri dan Ester, yang turun di nomor tunggal putri, serta ganda campuran Rinov/Pitha, mengantongi kesempatan untuk berjuang bersama para atlet senior di Piala Sudirman. Keempat pemain tersebut, menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky, mampu menunjukkan kualitas permainan mereka pada simulasi beregu. Mereka juga dinilai dapat mengeluarkan perlawanan yang agresif. Sekadar catatan, Putri dan Rinov/Pitha telah membuktikan diri dengan menjuarai Spain Masters di Mei 2021. Secara teknis dan kemampuan, seperti dilaporkan Antara, PBSI menilai mereka sudah bermain bagus dan siap untuk turun pada ajang beregu. Sementara, Ester diturunkan karena punya tipikal bermain menyerang, yang diharapkan dapat menjadi kejutan, lantaran permainannya belum banyak diketahui lawan. “Saya tekankan mereka yang muda ini sudah latihan dengan baik, setiap hari ada evaluasi. Penilaiannya juga dari kedisiplinan, teknik permainan, dan karakter,” jelas Rionny. “Kami pilih yang terbaik, itu jadi dasar pemilihan mereka berempat,” lanjut Rionny. Pada kesempatan yang sama, Putri mengaku sudah tidak sabar untuk berlaga di Piala Sudirman. Atlet berusia 19 tahun ini mengklaim pernah berkhayal untuk bertanding pada ajang bergengsi ini, saat masih di level junior. Putri pun sempat tidak percaya karena di tahun ini dia bisa mewakili Indonesia berlaga di Piala Sudirman, meski usianya masih remaja. “Kalau saya tidak bisa menilai kenapa bisa dipilih, pelatih yang menentukan. Tapi dengan keterlibatan ini saya siap untuk bertanding,” jelas Putri. “Saya tidak merasa terbebani, justru termotivasi dan berterima kasih kepada pelatih sudah memilih saya,” pungkasnya. Selain keempat pebulutangkis tersebut, di skuad Piala Sudirman Indonesia juga diisi oleh beberapa nama yang tergolong masih muda. Seperti Apriyani Rahayu (23 tahun), Gregoria Mariska Tunjung (22 tahun), Ribka Sugiarto (21 tahun), dan Siti Fadia Silva Ramadhanti (20 tahun). Berikut daftar lengkap skuad tim Piala Sudirman Indonesia: Putra: Anthony Sinisuka Ginting Jonatan Christie Shesar Hiren Rhustavito Marcus Fernaldi Gideon Kevin Sanjaya Sukamuljo Mohammad Ahsan Hendra Setiawan Fajar Alfian Muhammad Rian Ardianto Praveen Jordan Rinov Rivaldy Putri: Gregoria Mariska Tunjung Putri Kusuma Wardani Ester Nurumi Tri Wardoyo Greysia Polii Apriyani Rahayu Ribka Sugiarto Siti Fadia Silva Ramadhanti Melati Daeva Oktavianti Pitha Haningtyas Mentari

Sabet Gelar Juara US Open 2021, Berikut Profil Raducanu

Sabet Gelar Juara US Open 2021, Berikut Profil Raducanu

Nama Emma Raducanu sedang ramai dijagat olahraga usai menjuarai US Open 2021. Remaja 18 tahun asal Inggris itu mencatatkan sejarah menjadi petenis pertama yang merebut gelar Grand Slam dari fase kualifikasi. Raducanu memastikan gelar juara seusai mengalahkan petenis asal Kanada, Leylah Fernandez, pada partai final, Minggu (12/9/2021) pagi WIB. Bertanding di Arthur Ashe Stadium, New York, Amerika Serikat, Raducanu menumbangkan Leylah Fernandez dua gim langsung atau straight game dengan skor 6-4 dan 6-3. Kemenangan atas Leylah Fernandez menyempurnakan penampilan Raducanu yang memulai US Open 2021 dari babak kualifikasi. Raducanu harus berjuang melewati tiga pertandingan kualifikasi terlebih dahulu sebelum berhasil masuk babak utama US Open 2021. Meski berstatus non unggulan, Raducanu selalu tampil percaya diri hingga akhirnya berhasil menyapu bersih tujuh laga babak utama US Open 2021 untuk membawa pulang trofi. Simak profil singkatnya dari merintis karir hingga meraih gelar Grand Slam pertamanya berikut ini. Awal Karier Raducanu lahir pada 13 November 2002, di Toronto, Kanada. Ayahnya berasal dari Rumania sedangkan sang ibu dari Cina. Ia pindah ke London pada usia dua tahun dan mulai bermain tenis pada usia lima tahun. Raducanu memulai karir sebagai petenis profesional pada tahun 2018. Raducanu mencapai 20 besar di tingkat junior. Memenangi tiga gelar Federasi Tenis Internasional. Raducanu melakukan debut turnamen WTA-nya di lapangan rumput di Nottingham pada Juni 2021. Raducanu menjadi terkenal ketika dia membuat debut undian utama Grand Slam di Wimbledon pada Juli 2021. Memasuki turnamen sebagai wildcard berperingkat 338 dunia, dia maju hingga babak keempat. Dia mundur saat melawan petenis Australia Ajla Tomljanovic setelah menderita kesulitan bernapas. Raducanu mencapai final acara WTA 125K di Chicago pada Agustus 2021. Gelar Grand Slam Pertama Raducanu lolos ke undian utama US Open 2021 setelah membukukan kemenangan straight set di ketiga babak kualifikasi. Berperingkat 150 dunia, Raducanu menjadi petenis kualifikasi pertama yang memenangkan gelar Grand Slam. Dia menjuarai US Open tanpa kehilangan satu set pun, baik di kualifikasi atau dalam tujuh pertandingan undian utamanya. Raducanu menjadi wanita Inggris pertama yang memenangkan US Open sejak Virginia Wade menang pada 1968 dan yang pertama merebut gelar Grand Slam sejak Wade memenangkan Wimbledon pada 1977. Raducanu saat ini sudah naik ke peringkat 24 dunia setelah memenangi gelar US Open. Ia resmi mengakhiri posisi Johanna Konta, sebagai wanita Inggris berperingkat teratas dunia yang sudah berlangsung 310 minggu.

Ini Target Azzahra Permatahani di PON Papua

Ini Target Azzahra Permatahani di PON Papua

Pekan Olahraga Nasional atau PON XX 2021 di Papua dijadwalkan berlangsung mulai 2 Oktober sampai 15 Oktober nanti. PON Papua nantinya akan diikuti oleh 6.442 atlet dari seluruh provinsi di Indonesia pada 37 cabang olahraga. Salah satunya yakni renang.Para atlet pun sudah tidak sabar turun bertanding, salah satunya Azzahra Permatahani. Perenang nasional yang turun di Olimpiade Tokyo 2020 ini pun mengaku mempunyai misi pribadi untuk memecahkan rekor nasional (rekornas). “Jadi bagaimana caranya bisa memperbaiki waktu saya. Bagaimana bisa memperbaiki waktu-waktu saya yang sebelumnya lagi memecahkan Rekornas,” ujarnya. Di PON XX Papua, Azzahra mengaku akan lebih fokus memperbaiki waktu-waktu yang sebelumnya ia torehkan. “Jadi menurut saya kalau misalkan kita fokus ke waktu kita dulu. Medali akan menyusul. Medali akan mengikuti dengan sendirinya. Jadi fokus ke waktu dulu,” katanya, dalam acara Webinar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) belum lama ini. Menurut Azzahra, PON XX 2021 di Papua sangat penting guna memberikan kebanggaan untuk provinsinya masing- masing. Setiap atlet pun pasti berharap bisa memberikan yang terbaik. Bicara soal olahraga renang, Azzahra mengaku bahwa orang tuanya telah mengenalkan olahraga renang sejak usia tiga tahun. “Saya pribadi itu menyukai olahraga renang dan mulai mencoba olahraga renang itu dari umur 3 tahun,” kata dia. Setelah masuk sekolah dasar (SD), orang tuanya pun memasukan Azzahra ke klub renang. Menurut Azzahra, selain karena suka dan hobi, kedua kakaknya yang merupakan atlet renang pun membuat Azzahra bersemangat untuk menjadi atlet renang. Setelah duduk di bangku SMP, Azzahra pun mulai mengikuti lomba- lomba renang. Pada saat itulah, ia meraih medali pertama dalam lomba renang. Diakuinya, menjadi atlet renang membuat hidupnya lebih disiplin dan mandiri. Terlebih jika saat mengikuti lomba yang mengharuskan jauh dari keluarga dan orang tua. “Terus juga dari olahraga renang ini saya juga bisa menambah pengalaman saya. Bisa belajar untuk menjadi disiplin, mandiri,” tutur Azzahra.

Tim Indonesia Turunkan Petenis Muda Saat Lawan Barbados Di Piala Davis

Tim Indonesia Turunkan Petenis Muda Saat Lawan Barbados Di Piala Davis

Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) memberi kesempatan kepada pemain muda untuk memperkuat tim Piala Davis Indonesia. Indonesia memutuskan untuk menyimpan pemain-pemain senior seperti Christopher Rungkat, David Agung Susanto, dan Anthony Susanto pada pertandingan yang akan berlangsung pada 17-18 September 2021. Bertandang ke markas Barbados di National Tennis Centre, Saint Michael, Tim Merah-Putih akan menurunkan Ali Fahresi (19 tahun), Gunawan Trismurwantara (18 tahun), dan Justin Barki (21 tahun). Pemain muda ini bakal didampingi oleh Febi Widhiyanto sebagai kapten tim. “Target kami pemain bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Febi melalui keterangan tertulis, Selasa, 7 September 2021. Meski masih berusia muda, semua petenis Indonesia telah memiliki pengalaman bermain di ajang yang berlabel Piala Dunia Tenis Beregu ini. Justin Barki yang bermukim di Amerika Serikat, telah menjadi skuad andalan Merah-Putih saat menjamu Filipina dan menantang tuan rumah Srilanka pada tahun 2018. Selain itu, Gunawan tampil di Playoff Grup II Davis Cup 2020 saat Indonesia versus Kenya di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Senayan. Sedangkan untuk Ali Fahresi, turun saat Indonesia menjamu Selandia Baru pada Grup II Davis Cup 2019 Zona Asia-Oseania. Ketua Umum (Ketum) PP Pelti, Rildo Ananda Anwar, mengaku pihaknya tak memancang target muluk saat melawan Barbados. Yang terpenting, menurut dia, para pemain muda ini menunjukkan kemampuan terbaik mereka sebagai bekal mengarungi turnamen di waktu mendatang. “Kami mengharapkan para pemain Indonesia tampil maksimal saat berhadapan dengan Barbados,” ucap Rildo Ananda Anwar. Adapun Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali memastikan bahwa pemerintah akan mendukung penuh terhadap upaya-upaya untuk menorehkan prestasi olahraga di tingkat internasional. “Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya dari cabang olahraga terutama yang akan ikut event-event internasional, baik single event maupun multi event sebagaimana yang kita lakukan selama ini,” kata dia. Selain itu, Amali akan memantau secara langsung latihan terakhir tim Piala Davis pada 7 September di stadion Gelora Bung Karno (GBK) sebelum keberangkatannya menuju Barbados. Pemenang antara Barbados vs Indonesia akan berlaga dalam babak playoff Grup I Piala Davis 2022.

Luar Biasa, Javier Borong 5 Medali Kejuaraan Renang Jakarta Open 2021

Luar Biasa, Javier Borong 5 Medali Kejuaraan Renang Jakarta Open 2021

Atlet renang muda asal Kabupaten Bangkalan, Ahmad Javier Hamid pulang dengan membawa hadiah lima medali. Kepulangannya disambut dengan sangat bahagia oleh Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Imron pada Kamis (9/9) yang bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional. Atlet yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) itu menunjukkan lima medali yang dibawa pulang dari kejuaraan Renang Jakarta Open 2021 kepada Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan. Lima medali yang dipersembahkan untuk Kabupaten Bangkalan ini diantaranya satu medali emas, dua perak dan dua perunggu. Perenang berusia 11 tahun itu turun di kelompok umur (KU) – 4 yang mempertandingkan perenang muda maksimal usia 11 tahun. Medali emas didapat Javier setelah menjadi yang tercepat pada nomor 50 Meter Gaya Punggung Putra dengan catatan waktu 35.96 detik. Dia berhasil mengalahkan perenang asal Sumedang, Vito Maximius Simbolon dan perenang Bekasi, Shoko Khaidir Rayyaramadan. Kedatangan Javier langsung mendapat apresiasi dari Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron. Ia mengucapkan rasa bangga dengan pencapaian yang didapatkan Javier, apalagi Javier masih duduk di bangku SD. “Selamat atas keberhasilan Javier terbukti dengan hari ini kedua putra terbaik Kabupaten Bangkalan telah membawa medali untuk daerahnya. Kalau terus seperti ini prestasi yang diciptakan insyaallah pasti hasilnya akan baik pula,” katanya. Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangkalan, Moch Fauzan Ja’far. Ia menuturkan prestasi yang didapatkan oleh Javier kali ini bisa menjadi pelecut semangat bagi atlet-atlet lainya dan akan memberikan jaminan kepada atlet yang berprestasi. “Tentunya komitmen KONI dan Pemkab akan memberikan jaminan baik pendidikan dan yang lainnya pada semua atlet yang berprestasi,” ucapnya. Sumber: Madura Raya

TC Selesai Digelar, Ini Harapan Ronaldo dan Edgard

TC Selesai Digelar, Ini Harapan Ronaldo dan Edgard

Tahap kedua pemusatan latihan (TC) Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-18 boleh saja telah usai, namun ada harapan dan asa masing-masing pemain disitu. Tahap kedua ini adalah lanjutan dari tahap pertama yang telah berlangsung dari tanggal 29 Agustus hingga 3 September 2021 dengan 36 pemain. Kemudian di tahap kedua ini berlangsung dari tanggal 6 sampai 10 September 2021, juga dengan 36 pemain yang dipanggil. Dua nama pemain sebagai perwakilan dari 36 pemain lain, mengungkapkan harapan dan asanya. Adalah Ronaldo Joybera R Junior dan Edgard Amping yang bercerita mengenai hal itu. Ronaldo menjadi yang paling bersyukur bisa dilatih oleh Shin Tae-yong. “Pertama-tama, saya bersyukur bisa dipanggil dan dipercaya oleh coach Shin untuk melakoni pemusatan latihan sampai dengan hari ini, saya belajar banyak darinya. Mulai dari kontrol dan passing bola saja sudah diperhatikan dengan detail dan seksama, terus dari segi fisik juga,” buka Ronaldo, Jumat (10/9). Di timnas dirinya langsung diberikan test dan materi fisik mulai hari pertama, sangat berbeda dengan saat bersama klub. “Sangat berbeda sih, hari pertama sudah dikasih materi fisik, cukup berat juga, tiga hari berturut-turut juga ada gim internal, baru hari ini recovery. Ya cukup beda,” ungkap pemain Madura United itu. Selain bicara mengenai peluang, Ronaldo juga berpesan kepada teman-temannya. “Untuk peluang, yang penting saya memberikan yang terbaik saja, untuk masalah dipilih atau tidaknya, saya serahkan kepada tim pelatih, dan semoga saya bisa dipilih masuk tim ini. Saya akan terus berlatih lagi secara konsisten, agar motivasi saya tercapai,” tuturnya. “Untuk teman-teman yang lain, saya hanya bisa katakan untuk tetap semangat latihan disini dan harus bisa lebih semangat lagi semoga kita bisa bertemu kembali,” jelasnya. Sementara bagi Edgard, selain senang bisa dipanggil untuk pemusatan latihan ada hal lain. “Bersyukur dan bangga sudah tentu, selain itu disini juga saya bisa bermain bola lagi dengan level berbeda bersama-sama teman-teman lain yang berasal dari daerah beragam. Tentu ada kepuasan tersendiri,” buka Edgard. Pemain yang sudah merasakan pengalaman berlatih dan bermain bola di klubnya PSM Makassar dan juga Garuda Select itu menuturkan perbedaan tipis latihan diantara keduanya dengan saat di timnas. “Perbandingannya tidak terlalu banyak, hanya disini lebih ketat dan disiplin serta disini kita dianjurkan pantang menyerah. Yang didapat selama TC adalah untuk tidak cepat menyerah, terus kerja keras di lapangan dan berusaha semaksimal mungkin,” tambahnya. Terakhir, dirinya memotivasi pribadinya sendiri dan memberikan pesan-pesan kepada teman-temannya yang lain. “Motivasi saya pastinya ingin dipanggil kembali untuk pelatihan timnas ini, bisa masuk skuat ini dan berjuang untuk negara. Saya sangat yakin bisa masuk timnas. Semoga juga teman-teman juga bisa sama seperti saya, bisa mendapatkan pelajaran di TC ini,” tutupnya.

Pertama Kali Ikut TC Timnas Wanita, 2 Pemain Muda Ini Berbagi Cerita

Pertama Kali Ikut TC Timnas Wanita, 2 Pemain Muda Ini Berbagi Cerita

Dua pemain Tim Nasional Sepak Bola Wanita Indonesia, Adelita Veronika dan Sela Seviany tak pernah menyangka bisa ikut pemusatan latihan (TC) untuk persiapan Kualifikasi Piala Asia 2022. Diusianya yang masih muda, keduanya masih tak percaya bersaing bersama pemain senior di skuat Garuda Pertiwi. Adel, sapaan akrab Adelita, merasakan suka duka ketika dirinya sudah bergabung kurang lebih satu pekan bersama skuat Garuda Pertiwi. “Pertama kali gabung di Timnas, jujur saya senang sekali, puji Tuhan saya bisa bergabung dan mewakili daerah saya Kalimantan Tengah. Ini pengalaman yang berkesan dan menegangkan karena saya berada ditengah-tengah pemain yang bagus, disisi lain saya juga berada jauh dari orang tua,” ungkap pemain berusia 20 tahun tersebut. Rasa haru dan tak percaya juga dialami Sela, pemain yang baru berusia 18 tahun ini. Pertama kali mendapatkan kesempatan mengikuti TC, pemain yang memperkuat klub Putri Surakarta ini awalnya kaget mendapatkan kabar dari pelatih klub, jika dirinya akan segera bergabung dalam TC ini. “Rasa percaya dan tidak percaya saat mendapat kabar pemanggilan. Apalagi kompetisi yang dihadapi adalah kualifikasi Piala Asia Wanita di Tajikistan nanti. Bersyukur karena bisa dapat kesempatan ini, apalagi bisa berlatih bersama para pemain-pemain senior,” ujar Sela. Meski dipenuhi rasa suka dan duka ketika dipanggil mengikuti TC Timnas, Adel dan Sela sama-sama merasakan atmosfer persaingan namun berlimpah ilmu saat mengikuti TC dibawah arahan pelatih Rudy Eka. “Coach Rudy Eka sosok yang tegas ketika berada di dalam dan luar lapangan. Sebagai pemain yang baru pertama kali bergabung, saya bisa mendapatkan ilmu yang banyak, apalagi ada sesi kelas bagi para pemain, setiap pemain benar benar diperhatikan dan diberi tahu posisi dan pos masing-masing. Hal ini sangat membantu saya dan teman-teman untuk lebih memahami taktik dan visi bermain,” tutup Adel Selama TC, pelatih Rudy Eka memang tak hanya menggelar sesi latihan di lapangan. Selain sesi latihan di pagi dan sore hari, Rudy Eka bersama tim pelatih beberapa kali menggelar sesi kelas yang juga dihadiri para pemain. Materi yang diberikan menyangkut visi bermain, taktik, serta strategi yang akan dijalankan pemain ketika latihan dan bertanding nanti. Timnas Wanita kini tengah memantapkan persiapan jelang babak kualifikasi Piala Wanita Asia yang akan berlangsung akhir September nanti. Skuat Garuda Pertiwi akan terus melakukan TC hingga 18 September 2021 mendatang sebelum bertolak ke Tajikistan, dimana Timnas Wanita tergabung dalam grup C, bersama Irak dan Singapura.

Tampil Sejak Menit Awal, Bagus Kahfi Borong Dua Gol

Tampil Sejak Menit Awal, Bagus Kahfi Borong Dua Gol

Luar biasa! Bagus Kahfi mencetak dua gol dalam kemenangan 5-2 Jong FC Utrecht atas La Louviere Centre pada laga uji coba di Zoudenbalch Sportcomplex, Jumat (3/9). Ini merupakan laga kedua bagi Bagus bersama Jong FC Utrecht. Tampil menggunakan nomor punggung 9, Bagus dipercaya oleh sang pelatih, Darije Kalezic, untuk tampil sebagai starter pada laga tersebut. Bagi Bagus Kahfi, ini menjadi kesempatan emas untuk unjuk gigi di hadapan staf pelatih dan rekan-rekannya di Jong FC Utrecht. Laga baru berjalan empat menit, Bagus Kahfi sudah mencetak gol melalui tendangan penalti, usai salah satu pemain La Louviere Centre terlihat handsball dan wasit menunjuk titik putih untuk Jong FC Utrecht. Maju sebagai eksekutor, ia dengan tenang melepas tendangan ke sisi kiri kiper lawan, 1-0 untuk Jong FC Utrecht. Menit ke-27, Jong FC Utrecht mampu menambah keunggulannya lewat gol Rijks. Selang enam menit kemudian, La Louviere Centre berhasil memperkecil ketertinggalannya lewat gol dari salah satu pemainnya melalui tendangan bebas. Pada menit ke-36, Bagus Kahfi mencetak gol keduanya melalui kemelut di depan gawang La Louviere Centre, sekaligus kembali memperlebar keunggulan timnya. Setelah gol tersebut, Jong FC Utrecht kian tak terbendung dan memperjauh keunggulannya menjadi 4-1 pada menit ke-42 lewat gol kedua Rijks sekaligus menutup babak pertama. Sayang, pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-62, Bagus Kahfi ditarik keluar. Setelah itu, Jong FC Utrecht kembali kemasukan pada menit ke-72 melalui tendangan penalti, skor berubah menjadi 4-2. Gol penutup Jong FC Utrecht dicetak oleh Bernadina pada menit ke-90. Ini merupakan pertandingan kedua Bagus Kahfi bersama Jong FC Utrecht setela menjalani debut pada saat melawan Telstar, Jumat (28/8/2021). Pada laga tersebut, Bagus Kahfi diberikan kepercayaan bermain pada menit ke-87 menggantikan Nick Venema di Sportpark Zoudenbalch Veld 4. Bagus Kahfi tidak mencetak gol dalam laga itu. Jong FC Utrecht menang dengan skor 3-0 atas Telstar.

FIM MiniGP Berlangsung di Mandalika pada 2022, Kompetisi Buat Pembalap Muda

FIM MiniGP Berlangsung di Mandalika pada 2022, Kompetisi Buat Pembalap Muda

Federasi Balap Motor Internasional atau FIM akan menggelar FIM MiniGP di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 2022. Ini adalah kegiatan baru yang diadakan Ikatan Motor Indonesia atau IMI Pusat, bersama FIM dan Dorna Sport, penyelenggara balapan MotoGP. Ketua IMI Nusa Tenggara Barat, M. Nur Haedin mengatakan para pembalap internasional akan berlaga di Mandalika dalam berbagai event bapalan berturut-turut. Mulai dari World Superbike pada November 2021 serta MotoGP dan FIM MiniGP yang berlangsung tahun depan. “Ini momentum yang luar biasa bagi masyarakat NTB, terutama para atlet balap sepeda motor,” kata Haedin Mataram, Kamis 2 September 2021. IMI NTB, menurut dia, akan menyiapkan pembalap berbakat sejak dini karena FIM MiniGP akan diikuti oleh pembalap berusia 10-14 tahun. Sementara pemerintah daerah, Haedin berharap, dapat menyiapkan investasi untuk pengembangan bakat pembalap muda tadi. Hoedin menguraikan, butuh dana untuk berlatih, ujian, mengikuti kejuaraan nasional, kejuaraan Asia, tur kejuaraan kelas dunia, dan lainnya. Penting juga pelatihan atau training khusus peningkatan kemampuan untuk menjadi pembalap MotoGP. “Jika pembalap NTB berhasil ke arena MotoGP dan kejuaraan balap sepeda motor kelas dunia lainnya, maka memberi dampak luar biasa serta mengharumkan nama Indonesia dan NTB di tingkat dunia,” kata Hoedin. “NTB memiliki puluhan atlet pembalap berbakat berusia dini. Mereka remaja yang berprestasi dan kini terus berlatih,” ujarnya. Para pembalap muda itu, menurut Hoedin, kerap mengikuti kejuaraan nasional dan ada pula yang telah mengikuti Asia Talent. Saat ini, beberapa atlet pembalap mulai mencoba motor sport. Mengutip keterangan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia atau IMI Pusat, Bambang Soesatyo, mulai 2022, IMI bersama Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) dan Dorna Sports menyelenggarakan FIM MiniGP Indonesia Series – Road to MotoGP di Mandalika, Lombok, NTB. “Ini ajang pencarian bakat pembalap muda Indonesia untuk bisa berlaga dalam MotoGP,” katanya. Mereka yang lolos seleksi FIM MiniGP di negara masing-masing akan mengikuti final FIM MiniGP World Series pada 2022 di Valencia, Italia. Setidaknya ada 15 negara juga terlibat dalam FIM MiniGP World Series 2022. Kejuaraan FIM MiniGP Indonesia Series diselenggarakan minimal sebanyak 5 seri di sirkuit berbagai daerah, salah satunya Sirkuit Internasional Mandalika, NTB. Teknis penyelenggaraan dan persyaratannya sedang disiapkan oleh IMI. FIM MiniGP, MotoGP, Sirkuit Mandalika, NTB, Nusa Tenggara Barat, Pembalap Muda Indonesia, Lombok, Ikatan Motor Indonesia, Bambang Soesatyo. Sumber: Tempo Indonesia

Babak Baru Petualangan Egy di Eropa

Babak Baru Petualangan Egy di Eropa

EgyEgy Maulana Vikri menandai petualangan barunya di Slovakia dengan bergabung salah satu klub yakni FK Senica. Berita transfer Egy diumumkan klub pada Selasa (31/8/2021). Egy akan berkompetisi di Liga Super Slovakia, Fortuna Liga. Pemain 21 tahun itu dikontrak selama 6 bulan dengan opsi perpanjangan hingga 1,5 tahun. Sebelumnya, Egy berkarier selama 3 tahun di Polandia tepatnya bergabung dengan Lechia Gdansk. Namun di sana ia merasa kurang mendapat menit bermain. Egy hanya bermain dalam 10 pertandingan dengan total 133 menit selama 3 musim di Lechia Gdansk. “Semua tahu, saya tidak mendapat menit bermain di Polandia. Jadi saya langsung berbicara ke klub dan Direktur Olahraga (FK Senica), kalau saya ingin kesempatan di sini,” kata Egy Maulana seperti dikutip BolaSport.com dari Youtube FK Senica. “Mereka mengatakan akan memberikan saya kesempatan karena saya butuh waktu bermain untuk menunjukkan kemampuan terbaik.” ujar pesepakbola kelahiran Medan, Sumatera Utara tersebut. “Saya ingin dapat menit bermain. Saya ingin bermain dengan kemampuan terbaik dan menang bersama tim. Kami harus fokus pertandingan tiap pertandingan, dan berusaha menang dalam setiap pertandingan,” tambahnya. Berkarier di Slovakia merupakan pengalaman baru buat Egy Maulana Vikri. Beruntungnya, sambutan yang diberikan FK Senica sangat positif buat Egy. “Tentu saja, orang-orangnya sangat baik di sini, saya merasa ketika saya datang ke klub, sangat nyaman,” ujarnya. “Stadionnya bagus, orang-orang di dalamnya sangat ramah.” lanjutnya. Sementara itu, Liga Slovakia kasta teratas atau Slovak Super Liga musim 2021-2022 sudah bergulir dan FK Senica menempati peringkat 5 klasemen sementara. Egy Maulana Vikri juga berkesempatan bakal melawan eks Liverpool di liga tersebut, yakni Martin Skrtel.

Pemusatan Latihan Timnas U-18 Digelar Bergelombang

Pemusatan Latihan Timnas U-18 Digelar Bergelombang

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia U-18 akan memulai pemusatan latihan (TC) pada 29 Agustus hingga 11 September 2021. TC ini sebagai persiapan menjelang Piala Dunia U-20 pada 2023. Rencananya, TC timnas U-18 Indonesia akan digelar bergelombang. Untuk itu, pelatih Shin Tae-yong akan memanggil total 72 nama pemain untuk mengikuti TC. Untuk gelombang pertama, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, mengatakan sudah ada 36 pemain yang dipanggil ke TC timnas U-18 Indonesia dan akan memulai latihan perdana pada Senin (30/8) sore di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. “Pemusatan latihan timnas U-18 akan dilakukan di Jakarta mulai hari ini hingga Sabtu, 11 September. Pemain yang terpilih merupakan pilihan dari pelatih Shin Tae-yong dan tim pelatih. Pada pekan ini ada 36 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan terlebih dahulu. Kemudian, dilanjutkan pekan depan sebanyak 36 pemain lainnya,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Iriawan meminta semua pemain menunjukkan performa terbaik selama menjalani pemusatan latihan. “Kami berharap dengan persiapan yang baik, timnas Indonesia dapat meraih hasil maksimal. Apalagi kita nanti yang akan menjadi tuan rumah turnamen akbar FIFA terbesar nomor dua setelah Piala Dunia senior. PSSI terus mendukung program Shin Tae-yong demi raihan prestasi timnas Indonesia,” tambah pria yang akrap disapa Iwan Bule tersebut. Pada pemanggilan ini banyak nama-nama pemain yang pernah tergabung dalam timnas U-16 sebelumnya. Nama-nama pemain tersebut seperti Ahmad Rusadi, Alexander Felix Kamuru, Kadek Arel, Aditiya Daffa, Ronaldo Joybera, Dimas Juliano, Ahmad Athalah, Raka Cahyana, Mikael Alfredo Tata dan lain-lain. “Saya senang bisa terpilih ikut dalam pemusatan latihan ini. Ini sebuah kesempatan yang harus saya maksimalkan. Mungkin akan berlangsung ketat, karena saya yakin, semua pemain memiliki keinginan yang sama, bermain di piala dunia dan untuk membela negara Indonesia,” kata Alexandro Felix Kamuru. “Saya akan berusaha semaksimal mungkin dan sudah tidak sabar untuk mengikuti pemusatan latihan,” lanjut pemain asal Barito Putera tersebut. 36 Pemain TC Timnas U-18 di Jakarta Pekan Pertama: 1. Muhamad Afin Bahrani – Arema 2. Jovani Renaldi – ASIOP 3. Kadek Arel Priyatna – Bali United 4. Yogi Hermawan – Barito Putera 5. Aditiya Daffa Al Haqi – Barito Putera 6. Alexandro Felix Kamuru – Barito Putera 7. Ahmad Rusadi – Belitong FC 8. Frezzy Al Hudaifi – Bhayangkara FC 9. Marcel Andre Kusuma – Bhayangkara FC 10. Arsa Ramadan Ahmad – Bhayangkara FC 11. Dodi Irawan – Bhayangkara FC 12. M. Ilham – Borneo 13. Rabbani Tasnim Siddiq – Borneo FC 14. Syukran Arabia – 15. Dimas Juliano Pamungkas – Persib 16. Althaf Indie Alrizky – Persib 17. Robi Darwis – Persib 18. Kakang Rudianto – Persib 19. Alfriyanto Nico Saputro – Persija 20. Raka Cahyana Rizky – Persija 21. M. Ferari – Persija 22. Dustin Pratama Bramanto- Persis Solo 23. Muhammad Uchida Sudirman – Persija 24. Subhan Fajri – Persiraja 25. Hamda Meliana – Persiraja 26. Dika Kuswardani – Persis Solo 27. Arjuna Agung – Persis Solo 28. Aulia Ramadhan – Persis Solo 29. Erlangga Setyo Dwi Saputra – Persis Solo 30. Ridho Syuhada Putra – PSIS 31. Daley Akbar – PSIS 32. Renaldi – PSM Makassar 33. Ahmad Athalah Araihan – Ragunan 34. M. Zacky – SKO Sumbar 35. Dimas Maulana – Persis Solo 36. Mikael Alfredo Tata – Waanal Bhintuka FC

Tim BMX Junior Indonesia Mampu Menembus Semifinal Kejuaraan Dunia

Timnas BMX junior buat sejarah dengan tembus semifinal Kejuaraan Dunia

Dua dari empat atlet tim nasional BMX junior Indonesia mencetak sejarah dengan menembus babak semifinal dalam 2021 BMX World Championships, Belanda pada 21-22 Agustus lalu. Kedua atlet tersebut adalah Jasmine Azzahra dan Amelia Nur Sifa. Namun, baik Jasmine Azzahra maupun Amelia Nur Sifa belum mampu bersaing di babak final setelah keduanya gagal menempati posisi pertama saat semifinal. Dalam laga semifinal yang berlangsung Minggu (22/8), Jasmine menempati posisi keenam dari delapan peserta yang tergabung dalam Heat 1. Lalu, Amelia finis di urutan kedelapan Heat 2, demikian catatan resmi Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI). Hasil tersebut menjadi catatan sejarah bagi Indonesia sebagai satu-satunya negara Asia yang meloloskan atlet junior putri ke semifinal Kejuaraan Dunia. Sementara itu, dua atlet putra timnas BMX junior, yakni Aditya Putu dan Alfauzan kandas sejak babak penyisihan. Adapun gelar juara kelas men dan women junior masing-masing direbut oleh pebalap Prancis Louison Rousseau dan Mariane Beltrado. Di kelas elite, podium utama Kejuaraan Dunia di Papendal diraih oleh pebalap Inggris Raya Bethany Shriever dan pebalap tuan rumah Niek Kimmann yang sebelumnya memenangi medali emas di Olimpiade Tokyo. Selain berlatih di Belanda, para atlet Indonesia juga diagendakan mengikuti berbagai kejuaraan BMX di Eropa, mulai dari kejuaraan level C1 Series, European Series, hingga World Cup dan World Championships. Usai Kejuaraan Dunia, timnas BMX junior tidak akan langsung pulang ke Tanah Air. Mereka akan bermukim selama tiga tahun di Belanda untuk melanjutkan program pelatihan (staycamp) demi mengumpulkan poin supaya lolos kualifikasi Olimpiade 2024 Paris. Belanda dipilih sebagai tempat pelatihan karena merupakan salah satu negara terbaik di dunia untuk balap sepeda. Pada Olimpiade Tokyo 2020, Negeri Kincir Angin itu meraih medali perunggu di kategori BMX putri dan medali emas BMX putra hanya dengan berlatih di sirkuit supercross mereka di Papendal.

Media Polandia Bocorkan Berita Kepindahan Witan Sulaeman

Media Polandia Bocorkan Berita Kepindahan Witan Sulaeman

Pesepakbola muda Indonesia, Witan Sulaeman, beberapa waktu lalu telah resmi berpisah dari klubnya, FK Radnik Surdulica. Teka-teki tujuan selanjutnya Witan pun menjadi perbincangan hangat. Terbaru, media asal Polandia, Interia Sport, membocorkan klub yang akan menjadi pelabuhan anyar pemain yang belum genap berusia 20 tahun tersebut. Interia Sport menyebutkan bahwa Witan Sulaeman bakal bergabung dengan mantan klub Egy Maulana Vikri yakni Lechia Gdansk. Kepindahan Witan Sulaeman ke Lechia Gdansk diketahui usai laga melawan Radomiak Radom, Sabtu (28/8/2021), yang berkesudahan dengan skor 2-2. “Setelah pertandingan, kami dapat mengetahui bahwa pemain dari klub Lechia Gdansk adalah pemain Indonesia, Witan Sulaeman,” tulis Interia Sport. Kedatangan Witan Sulaeman ke Lechia Gdansk diperkirakan media Polandia itu akan membawa berbagai keuntungan seperti ketika mendatangkan Egy Maulana Vikri. Diperkirakan jumlah pengikut Lechia Gdansk di Instagram akan kembali bertambah setelah mengumumkan secara resmi Witan Sulaeman sebagai pemainnya. Apalagi, Witan juga memiliki jumlah pengikut yang cukup besar pada akun Instagram pribadinya yakni sekitar 529 ribu pengikut. Para pengikut Witan Sulaeman diperkirakan mampu menggantikan para pengikut Egy Maulana Vikri yang juga memutuskan berhenti mengikuti Lechia Gdansk. Tak hanya itu, Lechia Gdansk disebut juga berpeluang kembali mendapatkan sponsor dari perusahaan asal Asia. View this post on Instagram A post shared by Witan Sulaeman (@witansulaiman_) Adapun sebelumnya, Witan Sulaeman dipastikan tak lagi memperkuat FK Radnik Surdulica yang berkompetisi di Liga Serbia. Kepastian itu didapat setelah ia menyampaikan salam perpisahan lewat akun Instagram pribadinya pada Jumat (27/8/2021). Selama semusim membela FK Radnik, Witan Sulaeman hanya dipercaya tampil pada lima pertandingan.

CdM: Indonesia Punya Banyak Atlet Muda Berpotensi

CdM: Indonesia Punya Banyak Atlet Muda Berpotensi

Olimpiade Tokyo 2020 telah “melahirkan” banyak atlet muda yang potensial di berbagai cabang olahraga (cabor) di dalam negeri. Ke depan, atlet Indonesia yang berlaga dalam ajang olahraga bergengsi dimanapun akan mampu menorehkan prestasi yang dapat membanggakan bangsa. “Ini yang membanggakan. Atlet-atlet muda kita yang ikut berprestasi seperti dari cabor angkat besi ada Windi Cantika yang berusia 19 tahun dan Rahmat 20 tahun. Sedangkan, di cabor menembak ada atlet yang berusia 16 tahun,” ujar Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020, Rosan Perkasa Roeslani, dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang bertajuk “PON XX Papua: Target Prestasi Kelas Dunia” pada Senin (23/8/2021). Menurutnya, saat ini banyak atlet dari berbagai cabor diyakini akan mampu menorehkan prestasi yang membanggakan untuk ibu pertiwi. Karena, atlet tersebut memiliki kemampuan yang mampu bersaing dengan atlet lain dari luar negeri kala berlaga dalam ajang kompetisi skala regional maupun internasional yang sedang diikutinya. Cabor yang dimaksud antara lain: panjat tebing, selancar (surfing), renang, dan panahan. Cabor yang dimaksud di atas memiliki peluang dalam menorehkan prestasi kala mengikuti ajang komptisi olahraga bergengsi dalam berbagai skala tingkatan ke depan. “Kita bisa optimalkan, tapi kembali lagi itu kita harus lakukan yakni pembinaannya sedini mungkin dan secara terus-menerus,” imbuhnya. Cabor olahraga di atas, lanjut Rosan, dapat mengikuti pola pembinaan yang dilakukan oleh dua cabor yang kerap kali menjadi langganan mendapatkan medali dalam ajang olaharaga internasional, yakni angkat besi dan bulu tangkis. Keduanya memiliki pola pelatihan yang sangat baik, sehingga membuat atletnya kerap kali mendapatkan medali emas, perak, maupun perunggu. “Kita pakai contoh dua cabang olahraga yang memang sudah terbukti dan hasilnya mereka terus memberikan medali pada Indonesia,” tuturnya. Pelatihan Nasional (Pelatnas) yang menjadi bagian dari pembinaan wajib, dari kedua cabang olahraga tersebut secara disiplin kerap dilakukan setelah mengikuti berbagai ajang olahraga. Secara rutin pelatihan dilakukan oleh pengurus olahraga terkait untuk senantiasa menjaga atletnya tetap dalam performa yang terbaik ketrika mengikuti olahraga. “Dua cabang ini selalu bisa menyumbangkan medali, ternyata mereka melakukan hal yang sama adalah Pelatnas yang tidak putus itu. Jadi kalau ada event besar tetap bagus performanya,” katanya. Disamping itu, dalam mengoptimalkan performa atlet yang berlaga bagi Indonesia, Rosan menambahkan, perlunya jaminan kesejahteraan bagi atlet dari berbagai pemangku kepentingan. Ini penting dilakukan, dalam rangka memberi semangat atlet terus bergelora setiap menghadapi ajang olahraga dari skala regional bahkan internasional di masa mendatang. Tiongkok misalnya. Di sana pemerintah menjamin kesejahteraan para atlet yang berlaga dalam setiap ajang olahraga. Sehingga, berbagai kebutuhan yang diperlukan bagi atlet dapat dipenuhi sesuai dengan kebutuhan para atlet tersebut. Ini merupakan kunci dalam membuat atlet tetap terjaga performanya ketika berlaga di ajang kompetisi. “Ini juga salah satu kunci yang harus kita sempurnakan dengan kita perbaiki cepat dapat terjamin kesejahteraan melalui kerja sama pemerintah dengan berbagai pemangku kepentingan,” pungkasnya. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) telah menyusun desain besar olahraga nasional dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional di tingkat internasional. Salah satu muatan dalam desain besar ini adalah menetapkan beberapa cabang olahraga (cabor) unggulan dan sudah mulai dilakukan dengan diikutsertakan dalam event olahraga internasional Olimpiade dan Paralimpiade. Cabor tersebut adalah bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, wushu, karate, taekwondo, balap sepeda, atletik, renang, senam artistik, dan pencak silat. Sedangkan Paralimpiade punya lima cabor prioritas, yakni para badminton, para tabble tennis, para power lifting, para atletik, dan para swimming. Cabor-cabor yang kerap memberikan prestasi di pentas dunia ini akan dijadikan model pembinaan bagi cabor lainnya. Pembinaan cabor prestasi ini memang dinilai telah berjalan dengan baik dengan pola dan mekanisme yang juga baik. Sumber: Industry.co.id

Sean Gelael Ukir Sejarah Usai Finis ke-2 di 24 Hours of Le Mans

Sean Gelael Ukir Sejarah Usai Finis ke-2 di 24 Hours of Le Mans

Pebalap muda Indonesia, Sean Gelael, mencetak sejarah pada balapan FIA World Endurance Championship 24 Hours of Le Mans. Dalam balapan yang digelar di Circuit de la Sarthe, Le Mans, Sabtu (21/8/2021), Sean Gelael dan timnya JOTA #28 finis di posisi kedua untuk kategori LMP2. Keberhasilan itu membuat Sean Gelael mencetak sejarah sebagai pebalap Indonesia pertama yang tampil di ajang tersebut dan meraih podium. Adapun pada balapan ini, Sean Gelael membalap di bawah bendera tim Jota dan berkolaborasi dengan Stoffel Vandoorne (pebalap Belgia) serta Tom Blomqvist (Inggris). Podium kedua merupakan hasil gemilang bagi Sean Gelael mengingat ini merupakan penampilan perdananya di balapan 24 Hours of Le Mans. Pada balapan ini, Sean juga dipercaya dan mendapat kehormatan sebagai pebalap pertama untuk melakukan start serta memulai balapan untuk tim Jota bernomor mobil 28. Hasil ini semakin terasa luar biasa karena tim Jota mengawali race dari posisi ketujuh. Namun, pada akhir balapan mereka bisa finis kedua dan hanya terpaut 0,727 detik dari pebalap tim WRT yang berada di urutan pertama. Sementara itu, posisi ketiga kelas LMP2 ditempati pebalap tim Panis Racing. “Saya sungguh tidak menyangka bisa mengakhiri debut 24 Hours of Le Mans dengan kebahagiaan seperti ini. Terima kasih untuk semua yang telah mendukung saya selama ini,” ujar pembalap berusia 24 tahun itu. Balapan 24 hours of Le Mans, dimulai pada pukul 15.00 waktu setempat pada hari Sabtu (21/8). Hujan lebat yang turun saat start membuat posisi tujuh di awal balapan tak bertahan. Sean bahkan sempat terlempar dari 10 Besar. Namun, Sean tetap sabar dan kembali di posisi awal setelah tiga stint yang dijalani. Kemudi lalu berpindah ke Tom Blomqvist. Tom yang memanfaatkan kondisi lomba yang di antaranya dinetralisasi oleh Safety Car (SC), sempat membawa JOTA #28 ke P1. Sayang bagi Tom, dalam prosesnya dia dianggap melanggar aturan. Pelanggaran pertama yaitu melindas garis putih saat masuk pit, sedangkan yang kedua adalah salah masuk rombongan saat keluar pit. Seharusnya keluar di belakang rombongan SC B, sang pebalap asal Inggris malah berada di belakang rombongan SC A. Dua penalti berat mesti diterima JOTA #28, yang dijalankan oleh pebalap berikutnya yaitu Stoffel Vandoorne. Drive thru dan stop-and-go yang harus diterima membuat Stoffel keluar dari 10 Besar. Akan tetapi, seperti halnya Sean, Stoffel juga tenang dan sabar. Dalam perjalanan berikut secara singkat mereka merangkak naik ke P6, 5, 4, dan terakhir dalam kendali Sean ke P3. Dalam proses ke P3 itu, duel sengit dengan tim Panis Racing #65 tersaji. Sean bertahan dari serangan Will Stevens, sedangkan Tom menyerang dua kali dan semua untuk keberhasilan JOTA #28. Drama terjadi di pengujung balapan. Pimpinan lomba WRT #41 berhenti di trek. Jota 28 mendapat keberuntungan untuk finis di posisi kedua. Hasil balapan ini juga membuat Sean dan kawan-kawan memimpin klasemen sementara LMP2 berbekal poin ganda khusus untuk balapan 24 jam Le Mans. Sean, Stoffel, dan Tom mengoleksi 89 angka, begitu juga dengan JOTA #28. Mereka mengguli WRT #31 yang meraup nilai 81. Seri berikut WEC adalah double header alias dua balapan dalam sepekan beruntun di Bahrain pada Oktober-November.

Timnas Indonesia Cari Pengalaman di FIBA 3×3 World Cup

Timnas Indonesia Cari Pengalaman di FIBA 3x3 World Cup

PP Perbasi tidak menargetkan apa pun untuk timnas bola basket 3×3 putra dan putri Indonesia di FIBA 3×3 World Cup U-18 2021 pada 24-29 Agustus mendatang. Menurut manajer timnas bola basket junior, Wahyu Gunarto, itu terjadi karena ketatnya persaingan di sana. Jadi, event tersebut hanya dimanfaatkan untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding bagi para pemain junior dan bekal menyambut berbagai kejuaraan di masa mendatang, termasuk kualifikasi Olimpiade Paris 2024. “Memang, ada tiga nama dari U-16 dan kami berharap mereka bakal punya lebih banyak pengalaman,” kata Wahyu dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Sabtu (21/8/2021). “Kami tidak ada target. Target utama kami memberikan pengalaman kepada pemain karena 3×3 ke depan akan menjadi industri yang luar biasa. Meski enggak ada target tapi paling tidak mereka harus memberikan yang terbaik,” tambahnya. Empat pemain putra akan mewakili Indonesia di FIBA 3×3 World Cup U-18, yaitu Rafael Pasha, Franciscus Gerick Fernando, Aaron Nathanael, dan Mikail Jaydra Muhammad. Sementara untuk roster 3×3 putri diisi oleh Margareth Rachel Janna dan tiga pemain U-16 seperti Angelica Jennifer Candra, Vanissa Renata Siregar, dan Syarafina Ayasa Sjahril. Kedua tim sudah menjalani pemusatan latihan sejak 8 Agustus di GMC Basketball Arena, Cirebon, Jawa Barat. Timnas 3×3 putri tergabung di Grup C bersama Jerman, Latvia, Sri Lanka, dan Israel. Namun, Sri Lanka telah mengundurkan diri karena terdapat pemainnya yang terpapar covid-19. Sementara itu, timnas 3×3 putra berada di Grup A yang ditempati juga oleh Kazakhstan, Prancis, Brasil, dan Ukraina. Sumber: Medcom.id

Amelia Nur Sifa Ikuti UCI Championship, Sudah Jalani Training di Belanda

Amelia Nur Sifa Ikuti UCI Championship, Sudah Jalani Training di Belanda

Pembalap sepeda BMX putri Jateng, Amelia Nur Sifa optimistis tampil di UCI 2021 BMX World Championship di Sirkuit BMX Arnhem Papendallaan, Amsterdam, Belanda, Minggu (22/8). Sifa akan turun di kelas Women’s Junior U-18. Sifa bersama tiga atlet Indonesia lainnya yakni Jasmine Azzahra Setyobudi, Soekarno Aditya Fajar Putu, dan Muhammad Alfauzan. Pembalap asal Temanggung itu saat ini berada di peringkat 18 dunia kategori yunior. Wakil Ketua II Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jateng Suma Novendi mengatakan, Sifa menjalani program stay training camp UCI di Belanda sejak 10 Agustus lalu. “Sebuah kebanggan bagi Jateng, atlet BMX mewakili Indonesia turun di kejuaraan dunia,” tutur Suma saat dihubungi, Jumat (20/8). “Bagi Jateng, ini sebuah kesempatan emas. Sifa bisa semakin matang baik teknik maupun mental. Dia bisa belajar banyak di Belanda nanti. Lawan mereka pembalap yunior kelas dunia. Jadi ini kesempatan bagus untuk mendapatkan pengalaman. Jangan bicara target dulu, terpenting mampu tampil semaksimal mungkin,” tutur pengusaha asal Cepu, Blora itu. Tampilnya Sifa, kata dia, menjadi motivasi bagi atlet BMX lain di Jateng. Dengan latihan rutin dan kerja keras, prestasi akan bisa teraih. Suma menilai, Sifa punya potensi yang besar ke depannya. Harapan jauh yakni bisa tampil di Olimpiade Paris 2024. Karena itu, pihaknya akan mendorong dan menjaga Sifa semaksimal mungkin. “Belanda merupakan tempat latihan rider BMX kelas dunia dengan fasilitas latihan kelas internasional. Negara itu punya atlet putri Merel Smulders peraih perunggu olimpiade dan Niek Kimmann peraih emas. Sifa juga menjadi harapan kami di berbagai ajang. Semoga saja PON XXI 2024 nanti, balap sepeda diperlombakan,” ujar Suma. Sumber: Suara Merdeka

Atlet Muda Taekwondo Kota Probolinggo Berhasil Raih 7 Medali Emas

Atlet Muda Taekwondo Kota Probolinggo Berhasil Raih 7 Medali Emas

Atlet muda taekwondo Kota Probolinggo, Jawa Timur berhasil memboyong tujuh medali emas, satu perak dan empat perunggu dari berbagai nomor kejuaraan di Bandung International E-Poomsae Tournament 2021. “Sebanyak 12 medali berhasil kami boyong, padahal sejak tahun 2004 latihannya numpang dari tempat Kodim, kemudian Zipur,” kata Ketua Pengurus Taekwondo Indonesia Kota Probolinggo Lalu Purwadi di kota setempat, Sabtu. Ia mengatakan untuk mendapatkan atlet yang siap bertanding sebaiknya mengikuti pembinaan sejak usia 5 tahun dan sebenarnya pihaknya sangat senang kalau ada yang mau daftarkan anaknya dari taman kanak-kanak, “Kalau masuknya sudah SMP dan SMA boleh bertanding itu kan setelah sabuk kuning ke atas. Nah ini prosesnya jadi lama, tidak mungkin baru bertanding langsung juara 1,” tuturnya. Menurutnya Dojang atau tempat berlatih taekwondo di Kota Probolinggo sudah diakui sebagai yang terbaik oleh Pengurus Provinsi Jawa Timur dan tidak kalah dengan Surabaya. “Saya dapat penghargaan tahun 2020 dari Pengprov Taekwondo Indonesia Jatim yang diserahkan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia karena Kota Probolinggo pengembangan organisasi dan atlet terbaik,” katanya. Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Kamis (12/8) berkesempatan mengunjungi Dojang yang terletak di Jalan Semeru nomor 74 itu dan juga mengalungkan medali dan penyerahan bonus prestasi bagi atlet. Wali kota yang akrab disapa Habib Hadi itu menyambut baik atas raihan prestasi atlet binaan Pengurus Taekwondo Indonesia Kota Probolinggo tersebut. “Tentunya saya hadir disini ingin melihat adik-adik yang sudah dididik oleh Pengurus Taekwondo Indonesia Kota Probolinggo. Itu suatu hal yang luar biasa, menjadi kebanggaan kita, apalagi adik-adik yang disini juara,” tuturnya. Ia sangat mendukung kegiatan pembinaan olahraga bagi anak-anak khususnya saat masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan tentunya itu adalah suatu wadah yang luar biasa untuk mengisi kekosongan waktu anak-anak, apalagi dalam situasi kondisi pandemi. Atlet taekwondo Kota Probolinggo lainnya akan mengikuti kompetisi tingkat internasional yakni Gorontalo International Virtual Championship 2021 pada September nanti.

Brylian Aldama & David Maulana Dipinjamkan ke Klub Divisi 3 Kroasia

Brylian Aldama & David Maulana Dipinjamkan ke Klub Divisi 3 Kroasia

Pesepakbola muda Indonesia, Brylian Aldama dan David Maulana dilepas HNK Rijeka ke klub Divisi 3 Kroasia, NK Pomorac 1921. Keduanya tak pindah permanen alias hanya dipinjamkan sementara. Keputusan ini dianggap menguntungkan pihak klub maupun pemain. Baik Brylian dan David diperkirakan akan kesulitan bersaing jika tetap dipertahankan. Meski cuma dipinjamkan ke klub kasta ketiga, Brylian dan David punya peluang lebih besar untuk dimainkan. Sementara kalau bertahan di Rijeka pun setidaknya masih harus bersaing di tim U-19. Berbagai media Kroasia, salah satunya Sport.com melaporkan Brylian dan David sudah ambil bagian dalam laga NK Pomorac. Mereka memperkuat klub barunya pada uji coba melawan Lokomotiva, belum lama ini. “Untuk saat ini diketahui bahwa klub Divisi 3 ini cukup puas dengan kualitas dua pemain muda,” dikutip dari Sportcom. Brylian lebih dulu ke Kroasia pada April lalu dan sempat merasakan beberapa laga bersama tim U-19. Sementara David menyusul kemudian setelah sempat numpang berlatih bersama PSMS Medan. Dua pemain lulusan Garuda Select itu masing-masing diganjar kontrak berdurasi 1,5 tahun saat diresmikan Rijeka. Brylian didatangkan pada awal April, sementara David pada 6 Juni. Ada peran Garuda Select dalam bergabungnya Brylian ke Rijeka. Sama seperti Bagus Kahfi yang pindah ke Jong FC Utrecht dengan bantuan Garuda Select.

Terjun ke Tenis Profesional, Ini Jadwal Turnamen yang Diikuti Priska Nugroho

Terjun ke Tenis Profesional, Ini Jadwal Turnamen yang Diikuti Priska Nugroho

Petenis muda Indonesia, Priska Madelyn Nugroho, saat ini tengah mengadu peruntungan sebagai petenis profesional di Eropa. Petenis berusia 18 tahun itu tengah mengikuti rangkaian turnamen di Denmark. Level pro sendiri baru dijalaninya pada pertengahan tahun ini. Sebelumnya, ia merupakan petenis junior Indonesia yang terpilih menjadi bagian dari ITF (Federasi Tenis Internasional) Touring Team to Europe. Ia bergabung dengan tim yang dibiayai Grand Slam Development Fund di Paris, Prancis, sejak Mei lalu. Bersama talenta muda dari berbagai negara, Priska melakoni sejumlah turnamen junior level atas di Benua Eropa, termasuk dua Grand Slam yakni Roland Garros dan Wimbledon. Hasil mengecewakan diraih Priska Madelyn Nugroho di ajang Prancis Terbuka Junior. Ia langsung kandas di babak pertama. Bertanding di Stade de Roland Garros, Paris, di nomor tunggal putri, Priska yang ditempatkan sebagai unggulan ke-15 takluk dari petenis Rep. Ceko, Darja Vidmanov. Pada sektor ganda putri, Priska berpasangan dengan petenis asal Rusia, Erika Andreeva juga tersingkir di babak pertama. Mereka takluk dari pasangan petenis dari Prancis, Laia Petretic yang berpasangan dengan petenis Meksiko, Julia Garcia. Prestasi lebih baik diraih Priska di ajang Wimbledon 2021. Peraih juara ganda putri Autralian Terbuka junior 2020 ini lolos hingga babak kedua baik di nomor tunggal dan nomor ganda putri. Ajang Wimbledon Junior ini sendiri mengakhiri rangkaian perjalanan Priska Madelyn Nugroho sejak dirinya terpilih sebagai anggota ITF Touring Team to Europe. Pasca tersingkir dari Wimbledon Junior, Priska pun memulai kariernya pada level profesional. Pada 16 Juli lalu, Ia menjadi semifinalis ganda putri bersama petenis Korea Selatan, Yeonwoo Ku, di turnamen ITF W15 Almada, Portugal. Dilansir dari laman resmi ITF, Priska juga sempat mengikut iurnamen ITF Amarante Ladies Open yang digelar pada tanggal 19-25 Juli 2021, di Portugal. Namun, ia baru bisa merebut gelar juara pertama di level pro pada turnamen Pada turnamen ITF World Tennis Tour W15 Frederisberg, Denmark, Priska Madelyn Nugroho sukses meraih gelar juara ganda putri. Berpasangan dengan pemain Jepang, Naho Sato, mereka berhasil menundukkan Viktoriia Dema (Ukraina)/Ani Vangelova (Bulgaria) di partai final dengan skor 6-0,6-1, Sabtu, 7 Agustus 2021. ITF World Tour W15 merupakan level terendah dalam struktur kompetisi Federasi Tenis Internasional (ITF). Ajang berhadiah total 15.000 dolar AS (sekitar Rp215 juta) merupakan loncatan awal petenis junior merintis karier di tenis profesional. ITF World Tennis Tour W15 Frederisberg merupakan turnamen kedua bagi Priska Nugroho di Denmark. Sebelumnya, petenis unggulan tanah air itu sempat mengikuti turnamen di kota Vejle. Berlaga di sektor tunggal putri, ia hanya mampu mencapai babak semifinal. Turnamen yang dijalani sang atlet merupakan bagian dari rangkaian turnya di Eropa. Setelah berlaga di Denmark, Priska direncanakan berangkat ke Jerman dan Austria untuk berlaga di turnamen lainnya. Setelah semua turnamen selesai diikuti, Priska Nugroho dijadwalkan pulang ke tanah air. Petenis muda Indonesia itu akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional yang akan dihelat di Jayapura, Papua. Karier tenis Priska Madelyn Nugroho diwarnai pencapaian apik di level junior. Ia menjuarai Australia Terbuka Junior 2020 di nomor ganda putri, saat berpasangan dengan petenis Filipina Alexandra Eala. Sumber: Tempo