Berakhir Sukses, DKI Jakarta Raih Gelar Juara Umum PON Bela Diri Kudus 2025

Tim Wushu DKI Jakarta

Kudus, 26 Oktober 2025 – Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri Kudus 2025 berakhir manis. Selama 16 hari penyelenggaraan sejak Sabtu (11/10) hingga Minggu (26/10) di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, sebanyak 2.645 atlet bela diri murni yang berasal dari berbagai provinsi menunjukkan pertarungan sengit demi meraih gelar juara. Hasilnya, kontingen DKI Jakarta berhasil keluar sebagai juara umum dengan torehan total 99 medali yang terdiri atas 42 emas, 27 perak, dan 30 perunggu, dalam ajang multi-cabang yang didukung penuh oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini. Ketua Panitia Pelaksana PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali, mengucap syukur atas kelancaran dan kesuksesan selama penyelenggaraan ajang multi-cabang olahraga tersebut. Ia berharap, kenangan dan kemenangan manis para atlet yang diraih di tengah arena dapat menjadi pelecut motivasi untuk berlatih lebih keras guna meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang. “Selama lebih dari dua minggu, kita telah menyaksikan atlet-atlet terbaik Indonesia dari berbagai cabang olahraga bela diri unjuk kemampuan dan bertarung di level terbaik guna meraih juara. Kami berharap, tidak hanya membawa pulang medali, tapi para atlet-atlet ini juga membawa semangat membara untuk tetap mengasah kemampuan agar bisa berprestasi lebih tinggi di masa depan,” ujar Ryan. Selain itu, Ryan juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dan juga masyarakat setempat yang telah memberikan dukungan luar biasa terhadap penyelenggaraan event ini. Ia optimistis, gelaran ajang multi-event skala nasional yang diadakan di Kudus ini, dapat menjadi pendorong terbentuknya sport tourism yang pada akhirnya membuat roda perekonomian masyarakat Kudus semakin berputar. “Selaras dengan misi Pemkab Kudus yang sedang menggiatkan sport tourism bagi kota ini, kehadiran PON Bela Diri Kudus 2025 diharapkan dapat memberi dampak positif baik dari sisi ekonomi maupun pembangunan sumber daya masyarakat. Karena kami melihat selama penyelenggaraan, berbagai lini bisnis Kudus berputar cukup kuat seperti tingginya okupansi hotel, ramainya tempat wisata hingga rumah makan dan restoran yang dipadati pengunjung. Semoga segenap masyarakat Kudus dapat merasakan manfaat besar dari kegiatan ini,” Ryan menjelaskan. Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyampaikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara atas keberhasilan menggelar PON Bela Diri Kudus 2025 dengan lancar dan sukses. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kudus atas sambutan hangat yang diberikan kepada para atlet dan ofisial dari berbagai daerah di Indonesia, yang turut menciptakan suasana kompetisi penuh semangat dan persaudaraan. Marciano juga menjelaskan, PON Bela Diri Kudus merupakan ajang dua tahunan yang mendapat dukungan penuh dari Djarum Foundation. Ia berharap kolaborasi antara KONI Pusat dan Djarum Foundation dapat terus berlanjut pada penyelenggaraan PON Bela Diri pada 2027, sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam mendorong kemajuan, memperluas partisipasi, dan memperkuat ekosistem pengembangan olahraga bela diri di Tanah Air. “Di sini nanti, satu hari, Kudus menjadi rumahnya cabang olahraga bela diri Indonesia,” katanya.  Di sisi lain, Marciano menilai, Djarum Arena yang digunakan sebagai lokasi pertandingan 10 cabang olahraga bela diri selama 16 hari terakhir, sudah sangat representatif, sebagaimana juga diakui oleh sejumlah pimpinan cabang olahraga. Namun, pihaknya akan melakukan sejumlah penyesuaian di masa mendatang agar khalayak dapat lebih leluasa menyaksikan jalannya pertandingan. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya membuka akses yang lebih luas bagi warga Kudus dan sekitarnya untuk menonton, tetapi juga memungkinkan mereka menikmati suasana acara melalui berbagai hiburan serta ragam kuliner khas lokal yang tersedia di sekitar arena. “Tempat ini sudah representatif dan jauh lebih bagus dari perkiraan kita sebelumnya,” Marciano, menjelaskan. Adapun, Bupati Kudus Dr. Ars Sam’ani Intakoris, S T., M.T., menuturkan segenap masyarakat Kudus berterima kasih kepada KONI Pusat dan juga Djarum Foundation yang telah berkolaborasi mendukung sport tourism di Kudus melalui penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Ke depannya, pintu Kota Kretek akan selalu terbuka dengan berbagai event olahraga baik skala nasional maupun internasional. “Dengan hadirnya para atlet, ofisial, serta penonton dari berbagai daerah di Kabupaten Kudus, tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Sektor UMKM, perhotelan, hingga jasa transportasi, turut merasakan manfaatnya. Ini merupakan karunia yang luar biasa. Harapannya, penyelenggaraan PON Bela Diri di Kabupaten Kudus pada 2027 dapat berlangsung lebih baik dan lebih sempurna,” Sam’ani, menjelaskan. Sementara itu, dari arena pertandingan, DKI Jakarta keluar sebagai juara umum usai “menyalip di tikungan terakhir” dan menggeser Jawa Barat yang sebelumnya dijagokan keluar sebagai kampiun. Pada tahap ketiga penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025, Jumat (24/10), yang mempertandingkan ju-jitsu, karate, dan wushu, kontingen ibu kota tampil impresif dengan menambah koleksi medali secara signifikan. Mereka akhirnya menegaskan dominasi pada ajang multi-event bela diri murni tersebut. “Memang cabor-cabor (cabang olahraga) yang di pekan terakhir PON Bela Diri Kudus 2025 ini adalah cabor-cabor unggulan DKI Jakarta,” ujar Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta Fatchul Anas. Skuad DKI Jakarta datang ke Kudus berkekuatan 138 atlet dan 45 ofisial. Setelah hanya finis di peringkat kedua pada PON Aceh-Sumut 2024, KONI DKI Jakarta langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga dan menyiapkan program latihan intensif selama satu tahun. Hasil pembenahan itu kini mulai terlihat, seiring keputusan digelarnya PON Bela Diri Kudus 2025, yang menjadi ajang pembuktian bagi para atlet DKI Jakarta. “Kami memang sudah mencanangkan untuk menjadi juara umum di PON Bela Diri Kudus 2025 ini. Selain itu ajang ini menjadi tolok ukur atas hasil latihan tim DKI Jakarta selama setahun terakhir,” Anas, menjelaskan. Lebih lanjut Anas menjelaskan, pada ajang PON Bela Diri 2025, tim DKI Jakarta menurunkan kombinasi atlet lapis pertama dan kedua. Namun, sejumlah atlet andalan yang tergabung dalam tim nasional tidak diturunkan karena tengah dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games 2025 Bangkok. Meski demikian, seluruh cabang olahraga bela diri yang dipertandingkan pada PON Bela Diri Kudus 2025, sangat membutuhkan peningkatan jam terbang dan frekuensi kompetisi yang lebih rutin. Ia menilai, kehadiran ajang ini menjadi sarana penting bagi para atlet untuk mengasah kemampuan, memperbanyak pengalaman bertanding, serta meningkatkan mental dan konsistensi performa di level yang lebih tinggi. Di sisi lain, catatan gemilang juga lahir di cabang olahraga wushu yang menjadi satu-satunya cabang olahraga yang dipertandingkan pada hari terakhir penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Olahraga bela diri tradisional yang berasal dari China ini menjadi lumbung emas bagi Jawa Timur (Jatim). Muhammad Daffa “Golden Boy” Hidayatullah dan Jennifer Tjahyadi, duo-atlet wushu andalan … Read more

Jatim Unggul di Gulat, Jakarta Berjaya di Judo, Jabar Mendominasi Taekwondo

Credit photo: PON Bela Diri 2025

KUDUS – Cabang olahraga (cabor) gulat dan judo telah merampungkan rangkaian pertandingan di PON Bela Diri Kudus 2025 pada Rabu (15/10), di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah. Kontingen Jawa Timur (Jatim) menempati peringkat teratas dalam perolehan medali pada cabang olahraga gulat dengan 10 medali, yang terdiri atas enam medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu. Sementara, peringkat kedua ditempati oleh Kalimantan Timur dengan perolehan akhir medali sebanyak 15 medali (5 emas, 3 perak, 7 perunggu). Adapun, Jawa Barat melengkapi tiga besar perolehan medali teratas dengan torehan sembilan medali (3 emas, 2 perak, 4 perunggu). Salah satu keping emas yang menjadi koleksi kontingen gulat Jatim diraih oleh Varadisa Septi Putri melalui nomor gaya bebas putri -76kg. Di partai puncak, alumnus Universitas Merdeka Malang itu mengalahkan Agata Clara Garcia Br Tarigan dari Sumatera Utara. Varadisa tampil dominan menang dengan skor 6-5. Perjalanan Varadisa di dunia gulat bukan berasal dari garis keturunan atlet, melainkan tumbuh dari rasa penasaran yang muncul sejak masa kecilnya. “Dulu pertama kali itu diajak kakak waktu SD,” tutur pegulat kelahiran 1 September 2002 itu. Meski bukan berasal dari keluarga olahragawan, dukungan dari sang kakak menjadi batu sendi semangatnya. “Orang tua enggak ada yang gulat, cuma aku sama kakak saja,” ujarnya. Ajakan sederhana itulah yang menjadi mula ketertarikannya pada gulat. Sejak itu, ia mulai rutin berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan lokal di Malang dan Jawa Timur. Kemampuannya terus berkembang, hingga akhirnya dipercaya memperkuat tim Jatim di berbagai turnamen dan ajang multi-cabang tingkat nasional. Performa impresifnya kemudian mengantarkan Varadisa menjadi wakil “Merah Putih” di gelanggang internasional, seperti SEA Games Kamboja 2023 dan Korea Open International Wrestling Tournament 2024. Deretan prestasi tersebut menjadi bukti nyata dari kerja keras dan kecintaannya terhadap dunia gulat. “Sepertinya memang sudah passion-nya di sini, ya,” katanya. Pada cabang olahraga judo, dominasi DKI Jakarta tak terbendung dengan torehan 15 medali, yang terdiri atas tujuh medali emas, empat medali perak, dan empat medali perunggu. Melengkapi tiga teratas peraih medali pada cabang olahraga judo adalah Jawa Barat dengan 16 medali (5 emas, 4 perak, 7 perunggu), lalu Bali dengan 11 medali (3 emas, 3 perak, 5 perunggu). Salah satu judoka yang mencuri perhatian khalayak pada PON Bela Diri Kudus 2025 ini adalah I Gede Agastya Darma asal Bali. Ia sempat absen cukup lama lantaran cedera lutut kanan sejak September 2024, tetapi pria yang akrab disapa Agas ini tidak pernah hilang dari daftar atlet judo andalan asal Pulau Dewata tersebut. Pada PON Bela Diri di Kudus ini, Agas –yang turun di nomor +100 kg– jadi momentum kebangkitannya dengan berhasil meraih medali emas berkat kemenangan atas judoka DKI Jakarta, Ardo Bambasta. Agas tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya, meski ia mengaku sempat diliputi ketegangan ketika hendak turun ke matras di partai final. Ketegangan itu muncul lantaran Agas baru saja pulih dari cedera, sehingga atlet asal Karangasem berusaha tampil hati-hati sekaligus memberikan performa terbaiknya. “Yang pasti saya bangga. Setelah cedera cukup lama, bisa kembali bertanding dan langsung dapat emas rasanya luar biasa,” tambah peraih medali perunggu pada cabang olahraga judo di nomor beregu campuran pada SEA Games Kamboja 2023 tersebut. Bagi Agas, medali emas PON Bela Diri Kudus 2025 bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi juga menjadi pembuktian bahwa dirinya masih layak bersaing di level tertinggi judo nasional. “Emas ini berarti saya masih ada, masih bisa bertarung, dan saya akan terus berlatih untuk hasil yang lebih baik lagi,” jelas Agas, yang melalui kemenangannya sekaligus menambah koleksi medali bagi kontingen judo Bali, setelah torehan emas dari I Made Sastra Dharma (-90 kg putra) dan Gede Ganding Kalbu (-100 kg putra). Sementara, sehari sebelumnya pada Selasa (14/10), rangkaian pertandingan cabor taekwondo telah lebih dulu rampung. Kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum taekwondo dengan raihan total 14 medali, yang terdiri atas; 10 emas dan 4 perunggu. Jawa Tengah, yang mengoleksi total 19 medali (4 emas, 6 perak, dan 9 perunggu), menempati peringkat kedua, lalu peringkat ketiga ditempati oleh DKI Jakarta dengan raihan 11 medali, (3 emas, 4 perak, dan 4 perunggu). Adapun, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Banten masing-masing menempati peringkat keempat dan kelima dalam klasemen akhir perolehan medali cabang olahraga taekwondo. Komitmen Djarum Foundation Perkuat Ekosistem Kompetisi Olahraga Sementara, dalam dua hari terakhir, Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, turut menyambangi Djarum Arena di Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, untuk memantau langsung jalannya penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Didampingi jajaran KONI Pusat serta para pengurus organisasi olahraga dari berbagai provinsi, Victor meninjau dan menonton jalannya persaingan di empat cabang olahraga yang dipertandingkan di empat GOR tersebut. Kepada awak media, Victor menyatakan dukungannya terhadap penguatan ekosistem kompetisi olahraga di Indonesia. Ia mengatakan Djarum Foundation terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai organisasi olahraga untuk menggelar kejuaraan di Kudus. Jika waktu dan kesiapan fasilitas dinilai memadai, kolaborasi tersebut diharapkan dapat terwujud. Djarum Foundation juga memiliki komitmen kuat untuk menjadikan Kudus sebagai destinasi sport tourism yang semarak, sekaligus menarik lebih banyak masyarakat untuk datang yang akan berdampak positif terhadap roda perekonomian daerah. Dalam cabang olahraga bela diri, lanjut Victor, Djarum Foundation memang memiliki iktikad untuk menggiatkan berbagai ajang olahraga, baik itu single-event maupun multi-event, khususnya pada cabang-cabang yang sudah memiliki kesiapan matang. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pembinaan atlet sekaligus memperkuat ekosistem kompetisi di tingkat nasional. “Semoga bangsa Indonesia semakin giat dalam membina kemampuan bela diri, karena hal ini juga merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas jiwa dan raga bangsa,” Victor berpesan. PON Bela Diri Kudus 2025 merupakan kolaborasi bersama KONI, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Kabupaten Kudus. Serta didukung penuh oleh Blibli, Caffino, 5 Days Croissant, Hydroplus, Kopi Tubruk Gadjah, Polytron, tiket.com, MIND ID, VIT air mineral, dan media partner Kumparan.com. Seluruh pertandingan di PON Bela Diri Kudus 2025 akan disiarkan melalui giant screen di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, serta live streaming di akun YouTube PONBelaDiri dan siaran langsung di TVRI.

Manfaatkan PON Bela Diri Kudus 2025 untuk Lahirkan Atlet Berprestasi

PON Bela Diri Kudus 2025 merupakan kolaborasi bersama KONI, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Kabupaten Kudus.

KUDUS – Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyoroti besarnya kontribusi cabang olahraga bela diri terhadap prestasi Indonesia di ajang internasional multi-cabang SEA Games. Ia pun mengajak mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan momentum PON Bela Diri Kudus 2025 sebaik mungkin, guna memperkuat pembinaan dan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi. “Sebanyak 30 persen medali yang diraih Indonesia berasal dari cabang olahraga bela diri. Oleh karenanya, saya berharap mari kita manfaatkan PON Bela Diri Kudus 2025 dengan sebaik-baiknya,” kata Marciano dalam kata sambutannya di Djarum Arena Kaliputu, Sabtu (11/10) siang. Ia juga mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Djarum Foundation atas dukungan yang memungkinkan PON Bela Diri Kudus 2025 terlaksana dengan baik. Pada kesempatan yang sama, Marciano juga menyampaikan rasa hormat kepada Bupati Kudus Sam’ani Intakoris serta apresiasi terhadap masyarakat Kudus yang menunjukkan antusiasme dan dukungan atas penyelenggaraan pesta olahraga di Kota Kretek ini. “Sekitar 2.500 lebih atlet serta jumlah ofisial sekitar 1.000. Jadi pada saat ini, Bupati Kudus punya tamu sekitar 3.500 orang yang mengisi penuh hotel-hotel yang ada di Kudus ini. Kemudian juga mereka memanfaatkan semua objek-objek wisata dan juga mereka mengisi tempat-tempat untuk para atlet ini berlatih,” kata Marciano. Ia juga mengapresiasi para pimpinan cabang olahraga dan Ketua KONI dari berbagai provinsi, yang telah berperan aktif dengan mengirimkan atlet-atlet terbaiknya untuk berpartisipasi dalam PON Bela Diri Kudus 2025. Marciano tidak pernah membayangkan, akhirnya dapat hadir bersama para atlet dan pelaku olahraga bela diri Tanah Air dalam acara pembukaan pesta olahraga bela diri yang bersejarah ini. “Dinamika menjelang penyelenggaraan event ini luar biasa. Naik turunnya, belum lagi kondisi di daerah masing-masing. Kemudian juga tantangan bagi setiap cabang olahraga yang bertanding pada PON Bela Diri Kudus 2025 ini dalam mempersiapkan atlet-atletnya,” tuturnya. “Tetapi, Alhamdulillah, saudara-saudara semua adalah bagian dari patriot-patriot olahraga. Sehingga kendala yang kita hadapi dapat kita atasi dan kita dapat hadir di Kudus ini, untuk penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Terima kasih atas dukungan saudara-saudara sekalian, kembali saya harapkan agar para pimpinan cabang olahraga juga memanfaatkan event ini untuk melakukan pengamatan kepada atlet-atlet hasil binaan, untuk kelak bisa mewakili Indonesia pada event-event internasional,” demikian Marciano.  Sementara, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris tak dapat menyembunyikan rasa bangganya melihat sambutan luar biasa masyarakat terhadap penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025. Ia menyaksikan langsung gelombang antusiasme warga yang memadati berbagai ruas jalan saat mengikuti defile bersama para atlet, dari Djarum Arena Kaliputu hingga Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. “Tadi kita bersama-sama jalan kaki, kita semua melihat secara langsung antusias masyarakat menyambut para tamu yang datang ke Kabupaten Kudus,” tuturnya,  Kehadiran PON Bela Diri Kudus 2025, lanjut Sam’ani, berdampak pada ekonomi masyarakat di Kabupaten Kudus. Berbagai sektor usaha, khususnya di sektor UMKM, mendapatkan manfaat dari ajang multi-cabang yang berlangsung pada 12-26 Oktober ini. “Masyarakat sangat senang dengan kehadiran dan terselenggaranya Bela Diri  Kudus 2025 ini. Mewakili masyarakat Kudus, saya menyampaikan selamat bertanding kepada para atlet. Jaga sportivitas, dan juara untuk PON Bela Diri Kudus 2025,” pungkasnya. PON Bela Diri Kudus 2025 merupakan kolaborasi bersama KONI, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Kabupaten Kudus. Serta didukung penuh oleh Blibli, Caffino, 5 Days Croissant, Hydroplus, Kopi Tubruk Gadjah, Polytron, tiket.com, MIND ID, VIT air mineral, dan media partner Kumparan.com. Seluruh pertandingan di PON Bela Diri Kudus 2025 akan disiarkan melalui giant screen di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, serta live streaming di akun YouTube PONBelaDiri dan siaran langsung di TVRI.

KONI dan Djarum Foundation Siap Gelar PON Beladiri 2025 di Kudus 

Djarum Foundation dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bersama PT Perada Swara Productions resmi melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama di kantor KONI Pusat, Jakarta, Selasa (17/6). Momentum ini untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 yang akan digelar pada Oktober mendatang di GOR Djarum Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah.

Jakarta, 17 Juni 2025 — Djarum Foundation dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bersama PT Perada Swara Productions resmi melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama di kantor KONI Pusat, Jakarta, Selasa (17/6). Momentum ini untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 yang akan digelar pada Oktober mendatang di GOR Djarum Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah. Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, mengapresiasi dukungan penuh dari Djarum Foundation terhadap penyelenggaraan PON Beladiri 2025. Kolaborasi sinergis antar pihak swasta dengan organisasi olahraga ini diharapkan dapat berjalan lancar, serta mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang akan mengharumkan nama bangsa di ajang multi event internasional prestisius. “Djarum Foundation layak mendapat apresiasi setinggi-tingginya atas langkah konkret dan berkelanjutan mereka dalam mendukung olahraga nasional. Dukungan terhadap PON Beladiri 2025 adalah bagian penting dari upaya bersama membangun ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan berprestasi,” ujar Marciano Norman usai acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama PON Beladiri 2025. PON Beladiri 2025 merupakan terobosan baru inisiasi dari KONI Pusat yang menjadi jawaban atas keterbatasan ruang kompetisi bagi cabang olahraga beladiri non-Olimpiade yang tak terakomodasi dalam PON reguler. PON Beladiri menjadi satu dari empat ajang baru yang dicanangkan KONI Pusat, selain Indonesia Beach Games, Indonesia Indoor Games, dan Indonesia Youth Games, yang bertujuan untuk memperluas ekosistem kompetisi dan pembinaan atlet nasional. PON Beladiri 2025 ini akan mempertemukan 10 cabang olahraga beladiri mulai dari pencak silat, tarung derajat, karate, taekwondo, gulat, judo, jujitsu, sambo, kempo, hingga wushu. Menariknya, PON Beladiri 2025 sepenuhnya dibiayai melalui kolaborasi dengan sektor swasta, tanpa melibatkan dana pemerintah.  “Ini merupakan PON Beladiri pertama yang memang menjadi rencana KONI membuka ruang kolaborasi dengan pihak ketiga. Jadi pada PON Beladiri ini sepenuhnya dari swasta. Kami yakin dan percaya dengan track record Djarum Foundation terhadap pembinaan atlet maupun penyelenggaraan kejuaraan olahraga, akan menyukseskan PON Beladiri 2025 selaras dengan lahirnya atlet-atlet beladiri kebanggaan Indonesia,” imbuh Marciano. Kolaborasi dengan organisasi olahraga di Indonesia bukanlah yang pertama bagi Djarum Foundation. Selama ini, Bakti Olahraga Djarum Foundation telah konsisten menorehkan jejak prestasi dalam dunia olahraga melalui pembinaan atlet bulutangkis, turnamen sepak bola putri usia dini, kejuaraan atletik, panahan, dan berbagai ajang kejurnas lainnya. PON Beladiri 2025 menjadi langkah lanjutan dan signifikan dalam mendukung potensi besar atlet-atlet beladiri Indonesia. Martin Basuki Hartono dari Djarum Foundation mengungkapkan, pihaknya menyambut positif inisiasi dari KONI Pusat dalam mencetuskan PON Beladiri. Ia menilai, para atlet dari cabang olahraga ini sudah sepatutnya memiliki wadah unjuk kemampuan demi meraih prestasi membanggakan seperti cabor lain, melalui kompetisi yang berkelanjutan. Diketahui, PON Beladiri dicanangkan digelar setiap dua tahun sekali, berbeda dengan PON reguler yang bergulir empat tahun sekali.  “PON Beladiri 2025 adalah momen penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia punya kekuatan, bukan hanya secara fisik, tapi juga secara mental dan karakter. Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan para atlet menuju podium internasional layaknya Asian Games, SEA Games, hingga Olimpiade. Karena kami melihat event ini sebagai panggung awal bagi para atlet muda untuk menyiapkan diri menuju ke sana. Djarum Foundation meyakini bahwa kejayaan olahraga dapat mempersatukan bangsa,” jelas Martin yang juga merupakan pelatih Brazilian jiu-jitsu. Ketua Penyelenggara PON Beladiri 2025 yang juga Deputy Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Ryan Gozali mengungkapkan kesiapan GOR Djarum Kaliputu, Kudus yang mencakup dua gedung untuk pelaksanaan PON Beladiri 2025 selama dua pekan. Ia berharap Kudus dapat menjadi tempat yang nyaman untuk para atlet dari berbagai penjuru Tanah Air untuk berlaga sekaligus berwisata. PON Beladiri yang bergulir setiap dua tahun sekali  “GOR Djarum Kaliputu siap menjadi saksi sejarah lahirnya atlet cabang olahraga beladiri. Ditambah dengan adanya gedung baru di GOR tersebut serta sejumlah fasilitas yang memadai akan menunjang kesuksesan penyelenggaraan PON Beladiri 2025. Dengan adanya event ini diharapkan juga sebagai sport tourism untuk memperkenalkan kota Kudus ke seluruh atlet yang datang dari berbagai daerah,” tegas Ryan. Dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama PON Beladiri 2025, PT Perada Swara Productions sebagai pemegang lisensi resmi menjalin kerja sama strategis dengan Djarum Foundation dan KONI Pusat. Momentum ini menjadi titik awal dari sinergi antar lembaga demi menyukseskan perhelatan olahraga beladiri tingkat nasional yang akan datang. General Manager PT Perada Swara Productions, Gege Dhirgantara, menyampaikan apresiasi serta harapan besar terhadap kolaborasi ini. “Hari ini adalah momen bersejarah yang menandai dimulainya langkah besar menuju kesuksesan PON Beladiri 2025. Kami PT Perada Swara Productions merasa terhormat bisa menjadi bagian dari perjalanan ini bersama Djarum Foundation dan KONI Pusat. Kerja sama ini bukan sekadar kemitraan, tapi semangat bersama untuk mengangkat olahraga beladiri Indonesia ke level yang lebih tinggi. Kami optimistis, dengan kolaborasi yang solid dan dedikasi penuh, PON Beladiri 2025 akan menjadi ajang yang membanggakan, tidak hanya bagi atlet, tapi juga seluruh bangsa,” pungkas Gege. Sekadar info, cabang olahraga beladiri Indonesia berhasil meraih prestasi di level internasional. Adalah ketika Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) meraup 11 medali emas, 9 perak, dan 8 perunggu yang mengantarkan Indonesia menjadi juara umum pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2022 atau 19th World Pencak Silat Championship 2022 di Malaysia. Atlet pencak silat Mujadidi Faiza Adham meraih juara satu pada World Pencak Silat Championship 2024 di Abu Dhabi.  Sementara tim gulat Indonesia sukses menorehkan prestasi gemilang pada SEA Games 2023 Kamboja. Mereka meraih enam medali emas, enam medali perak, dan dua medali perunggu. Lalu atlet judo Indonesia, Ikhsan Apriyadi menyumbangkan medali emas SEA Games 2021 Vietnam.

Pelatih Tangan Dingin Kembali Torehkan Prestasi PON Untuk Tangsel

Tangsel kembali torehkan tinta emas melalui Pelatih Berprestasi Subhan Arifin yang membawa anak didiknya Muhammad Ahsanul bayan Albina Iskandar meraih medali emas PON Cabor Tarung Drajat 19 September 2024 di Bale meuse Raya Banda Aceh. Proses perjuangan panjang yang penuh air mata dan pengorbanan tetapi Subhan Arifin tidak menyerah dan terus berusaha Melatih anak didiknya hingga berprestasi. Bahkan subhan arifn dalam membangun tempat-tempat Latihan Olahraga tarung drajat tidak mudah ditengah persaingan dengan cabang olahraga lain di Kota Tangerang Selatan ini yang sudah banyak tetapi tetap tekun dijalani. Dari Proses yang luar biasa akhirnya melahirkan sebuah prestasi yang Menjadijkan Mahakarya Yang Dikenang sepanjang masa. Sedikit perjalanan Pelatih Beladiri Tarung Drajat Kota Tangerang Selatan Subhan Arifin : 1. Bergabung dan mulai latihan tarung derajat sejak tahun 1999 di Satlat STKS Bandung 2. 2014 sd sekarang mendirikan satlat ( satuan latihan Pamulang saat ini Alun-alun Pamulang) 3. 2016 sd sekarang mendirikan satlat Islamiyah Ciputat 4. 2016 sd sekarang satlat khusus Satpol-PP Tangsel 5. 2017 sd sekarang Satlat Villa mutiara Kampung sawah Ciputat baru 6. 2019 sd sekarang Satlatsus JIS ( Jakarta Intercultural School) 7. 2022 sd sekarang Satlat KONI Tangsel 8. Semua satuan latihan yang ada di wilayah Ciputat Pamulang Bintaro kami sebut Satlat CPB Termasuk Satuan latihan yang ada di lingkungan Brimob Batalion C Cimanggis Ciputat Adapun Raihan prestasi yang sudah di peroleh: 1. Membawa kontingen Tangsel meraih juara umum ke 2 pada PORPROV 2014 Di Kota Serang 2. Membawa team Tarung derajat Tangsel meraih juara umum pada kejuaraan walikota Tangsel cup I tahun 2015 3. Membawa team Tarung derajat Tangsel meraih juara umum pada kejuaraan tarung derajat Bupati Pandeglang cup I tahun 2016 4. Menjadi pelatih pada Popnas 2017 di Semarang mewakili Kontingen Prov Banten dan meraih medali 1 Perunggu 5. Menjadi pelatih pada POMNAS 2017 di Makasar mewakili Kontingen Prov Banten dan meraih 1 medali perak dan 2 perunggu 6. Menjadi pelatih pada PORPROV 2022 mewakili Tangsel di kota Tangerang meraih 4 medali emas, 2 perak dan 3 perunggu 7. Menjadi pelatih pada Kejurnas tahun 2022 di Bandung mewakili Prov Banten meraih 3 medali Perak dan 1 Perunggu 8. Menjadi pelatih pada BK PON 2023 di Bandung mewakili Prov Banten dan meloloskan 3 Atlet menuju PON Aceh Sumut dengan Raihan 1 medali Perak dan 2 perunggu 9. 2024 Atlet Binaan yg dibina dari kelas 1 SMP yang meraih medali perak pada BK PON di bandung akhirnya meraih medali Emas Pada PON XXI Aceh Sumut 2024 atas nama M. Ahsanul bayan Albina Iskandar dan ini adalah rekor buat kontingen Banten karena selama Keikut sertaannya dalam ajang PON sejak 2004 baru kali ini meraih medali emas ini adalah tinta emas sejarah perjalanan pelatih Subhan Arifin

PON XXI: Perenang 13 Tahun Raih Tiga Medali Emas dan Ciptakan Rekor

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 berhasil melahirkan atlet muda bertalenta. Ia adalah atlet renang putri asal DKI Jakarta, Adelia Chantika Aulia. Meski masih berusia 13 tahun, Adelia mampu menyita perhatian setelah berhasil menyabet tiga medali emas di PON 2024, Kamis (19/9/2024). Bertempat di Kolam Renang Selayang, Medan, Sumatera Utara, Adelia meraih medali emas PON 2024 nomor 100 meter gaya bebas putri, 100 meter gaya punggung putri, dan 200 meter gaya punggung putri. Selain menyumbang medali emas untuk DKI Jakarta, Adelia juga mampu menciptakan rekor baru di ajang PON. Adelia menciptakan rekor di nomor 100 meter gaya punggung putri dan 200 meter gaya punggung putri. Saat bertanding di nomor 100 meter gaya punggung putri, Adelia finis dengan membukukan waktu 1 menit 04,07 detik. Catatan waktunya tersebut sukses memecahkan rekor PON yang sebelumnya dibuat sesama perenang DKI Jakarta, Flairene Candrea. Sebelumnya, Flairene mencetak rekor dengan catatan 1 menit 04,68 detik. Lalu untuk nomor 200 meter gaya punggung putri, Adelia mampu mencatatkan waktu 2 menit 16,77 detik. Adelia memecahkan rekor PON yang sebelumnya dibukukan perenang Jawa Timur, Nurul Fajar Fitriyati, saat PON 2021 Papua lalu. Kala itu, Nurul mencacatkan waktu 2 menit 19,78 detik. Kemunculan Adelia jelas membawa angin segar bagi dunia olahraga Indonesia, terlebih lagi untuk cabor renang. Dengan usianya yang masih sangat muda, Adelia bak permata yang bisa menjadi harapan cabor renang Indonesia di masa depan. Lalu untuk nomor 200 meter gaya punggung putri, Adelia mampu mencatatkan waktu 2 menit 16,77 detik. Adelia memecahkan rekor PON yang sebelumnya dibukukan perenang Jawa Timur, Nurul Fajar Fitriyati, saat PON 2021 Papua lalu. Kala itu, Nurul mencacatkan waktu 2 menit 19,78 detik. Kemunculan Adelia jelas membawa angin segar bagi dunia olahraga Indonesia, terlebih lagi untuk cabor renang. Dengan usianya yang masih sangat muda, Adelia bak permata yang bisa menjadi harapan cabor renang Indonesia di masa depan. Sumber: Tribunnews

PON XXI: Arif Dwi Pangestu Bangga Bawa Tim Panahan DIY Raih Emas

Atlet panahan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Arif Dwi Pangestu, mengungkapkan rasa bangganya setelah berhasil membawa timnya meraih medali emas pada nomor recurve beregu putra di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut. Bersama dua rekan setimnya, Hendra Purnama dan Lisnawanto Putra Aditya, tim panahan DIY tampil gemilang di laga final melawan tim Jawa Barat. Mereka memenangkan pertandingan dengan skor akhir 6-2 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada Minggu (15/9). Setelah pertandingan, Arif menyatakan kebahagiaannya. “Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Medali emas ini sangat spesial karena terakhir kali kami meraih emas pada tahun 2012,” ungkapnya. “Pada PON 2020, kami hanya berhasil meraih medali perunggu. Namun, alhamdulillah, kali ini kami berhasil mencapai target medali emas,” tambahnya. Arif juga menjelaskan bahwa pertandingan berlangsung cukup ketat. “Pertandingan tadi berjalan cukup imbang, tetapi karena kami saling mendukung satu sama lain, akhirnya kami bisa meraih kemenangan. Semangat kebersamaan dan saling mendukung ini adalah kunci keberhasilan kami,” ujarnya. Lebih lanjut, Arif menyoroti perkembangan cabang olahraga panahan di Indonesia. Menurutnya, saat ini kompetisi panahan sudah semakin merata, dengan banyak daerah memiliki atlet-atlet berkualitas, yang membuat persaingan semakin ketat. “Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemampuan,” katanya. Ke depan, Arif berharap olahraga panahan Indonesia dapat kembali berpartisipasi di Olimpiade Los Angeles 2028. “Kami akan terus berusaha meningkatkan kemampuan kami agar bisa bersaing di kancah internasional, termasuk Olimpiade,” tutupnya.

PON XXI: Azzahra Catatkan Hattrick Medali Emas

Perenang Muda Indonesia, Azzahra Permatahani, mampu mencatatkan hattrick medali emas pada cabang olahraga renang dengan nomor 400 meter gaya ganti perorangan putri dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara. Pertandingan tersebut berlangsung di Kolam Renang Selayang Disporasu, Medan, Sumut, Minggu (15/9). Azzahra yang menjadi wakil Sulawesi Tengah itu berhasil finis terdepan dengan catatan waktu 4,55 menit. Azzahra mengaku senang atas pencapian yang didapatnya. Dia bilang nomor tersebut memang menjadi andalannya selama ini untuk mendapatkan medali. “Ini kan 400 meter memang nomor aku ya, dan menjadi target pribadi untuk mendapatkan medali emas,” katanya. Pertandingan final ini tak mudah bagi Azzahra. Sebab dia sempat mendapatkan perlawanan yang cukup ketat dari wakil Banten yaitu Michelle Surjadi dalam 50 meter pertamanya. Kendati demikian, perenang 22 tahun itu mampu menjaga ritmenya dengan baik. Sehingga posisinya terus terdepan hingga akhir laga dan menyegel medali emas. Medali perak didapat wakil Jawa Timur yaitu Ressa Kania Dewi dengan catatan waktu 5,04 menit. Sedangkan perunggu dibawa pulang Elysha Chloe Pribadi (Jakarta) dengan membukukan 5,07 menit. “Strategi saya memang pada seratus meter pertama nggak mau terburu-buru. Saya usahakan jaga ritme dan menyimpan energi. Setelahnya menjelang akhir baru aku habiskan,” jelasnya. Azzahra mengaku semua lawan di final cukup berat. Masing-masing memiliki strategi. Oleh karenanya, dia kedepan berharap bisa lebih baik lagi untuk memperbaiki catatan waktunya. “Catatan waktu sekarang ini sudah bagus, dibawah lima menit. Jadi aku ingin mempertajamnya lagi untuk kompetisi-kompetisi yang akan datang,” bebernya. Tradisi medali emas berhasil dijaga Azzahra dalam ajang PON Aceh-Sumatera Utara kali ini. Dalam dua edisi sebelumnya di Jawa Barat dan Papua, Azzahra selalu menjadi yang terbaik dengan torehan medali emas.

PON XXI: Tim Basket Putri DKI Jakarta Juga Raih Medali Emas

Tim basket putri DKI Jakarta juga tidak mau kalah dengan tim putra. Mereka mencatatkan kemenangan gemilang dengan meraih medali emas setelah mengalahkan Jawa Timur dengan skor 77-56 dalam laga final bola basket 5×5 Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh Sumut 2024. Pertandingan yang berlangsung di GOR Basket Komplek Stadion Harapan Bangsa ini menjadi laga penebusan bagi DKI Jakarta, yang sebelumnya gagal di PON Papua 2022. “Kemenangan ini bermakna ganda bagi kami. Selain mengakhiri penantian panjang untuk emas, ini juga balas dendam yang manis setelah kegagalan di PON sebelumnya,” ungkap pelatih basket putri DKI Jakarta, Abrizalt Hasiholan Selasa (10/9). Menurutnya, kunci kemenangan terletak pada kedisiplinan dalam pertahanan serta kemampuan tim untuk menjalankan instruksi dengan baik. “Anak-anak bermain sangat percaya diri, dan itu membuat kami bisa mengendalikan permainan sejak kuarter pertama hingga akhir,” tambahnya. Kapten tim, Jesslyn Angelique, mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaian ini. “Kami selalu bermain spartan dan bekerja keras untuk menjadi yang terbaik. Energi untuk menang sangat tinggi. Apa pun kondisinya, kami harus tetap kompak dan bersama,” ujarnya. Sejak kuarter pertama, tim basket putri DKI Jakarta langsung menunjukkan agresifnya, mereka mendominasi jalannya pertandingan dengan serangan yang rapi dan pertahanan yang kuat. Keunggulan mereka terus bertambah seiring permainan yang solid, membuat Jawa Timur kesulitan mengejar ketertinggalan. Dengan keunggulan skor yang jauh, DKI Jakarta semakin bermain tenang dan menjaga ritme permainan, mengendalikan tempo di setiap kuarter. Sementara itu, meskipun berusaha keras, tim Jawa Timur tidak mampu menembus pertahanan ketat DKI Jakarta, yang tetap konsisten hingga akhir pertandingan. Dengan kemenangan ini, DKI Jakarta tidak hanya meraih emas pertama mereka dalam dua dekade, tetapi juga membuktikan dominasi mereka dalam cabang basket putri di ajang PON XXI 2024. Di cabor bola basket ini medali perak di raih oleh tim basket putri Jawa Timur dan medali perunggu diraih oleh tim basket putri Jawa Tengah.

PON XXI: Kalahkan Jatim, Tim Bola Basket DKI Jakarta Sabet Medali Emas

Tim bola basket putra Jakarta memastikan kemenangan di babak final yang berlangsung di GOR Harapan Bangsa, Banda Aceh, Selasa, (10/9) sore. Mereka mengatasi perlawanan Jawa Timur dengan skor 62-57. Kemenangan ini juga membuat Jakarta kembali mempertahankan perolehan medali emas yang sebelumnya diraih di PON Papua. Memulai kuarter pertama, kedua tim bermain begitu rapat dan masih belum menemukan skema untuk membongkar celah pertahanan lawan. Jakarta unggul tiga poin pada interval pertama dengan skor 6-3. Permainan intensitas tinggi ditunjukkan kedua tim, namun Jakarta mampu mempertahankan keunggulan 16-14. Di kuarter kedua, Jakarta bermain lebih dominan dan mampu mengonversi serangan menjadi poin. Hendrick Xavi Yonga dan kawan-kawan menutup kuarter kedua dengan keunggulan 12 poin, 34-26. Usai jeda, Jawa Timur tak mampu menemukan skema serangan yang bisa membongkar pertahanan Jakarta. Daniel Salamena dan kawan-kawan harus menutup kuarter ketiga dengan ketinggalan tujuh poin, 41-49. Di masa kuarter keempat, Jatim mampu mencatatkan poin demi poin melalui tembakan dua angka. Memasuki interval, Jatim memperkecil kedudukan hingga selisih tiga poin menjadi 47-50. Bermain dalam tekanan, Jakarta kerap membuat kesalahan dengan memberikan tembakan bebas tapi Jatim kerap tak mampu memaksimalkan peluang tersebut untuk mengubah kedudukan. Tembakan tiga angka Hendrick Xavi Yonga di penghujung kuarter terakhir membuat Jakarta kian nyaman dengan keunggulan dan mampu menutup permainan dengan skor 62-57. Pelatih tim bola basket putra DKI Jakarta Tondi Raja Syailendra menyebut keberhasilan anak asuhnya meraih medali emas di PON XXI Aceh Sumut 2024 ini sesuai target. Menurut Tondi, anak asuhnya berhasil memainkan permainan dengan baik, dan menjalankan strategi sesuai instruksi. “Keberhasilan medali emas ini karena pemain mampu bermain dengan baik selama pertandingan final. Semua strategi mampu dijalankan dengan baik. Dan alhamdulilah kita bisa mempertahakan medali emas di PON XXI Aceh Sumut ini,” kata Tondi.

PON XXI: Atlet Muda Jatim Sabet Emas Panjat Tebing Nomor Combined Putri

Tim Panjat Tebing Jawa Timur berhasil meraih medali emas pertamanya pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara. Prestasi gemilang ini ditorehkan oleh Alma Ariella Tsany dalam nomor combined putri yang berlangsung di Lapangan Panjat Tebing Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, pada Minggu, (8/9/24). Alma tampil memukau dengan mencatatkan nilai tertinggi 171,5 poin, mengalahkan para pesaingnya. Medali perak diraih oleh Widia Fujiyanti dari Jawa Barat dengan perolehan 137,9 poin, sementara medali perunggu disabet oleh Sukma Lintang Cahyani asal DI Yogyakarta dengan 128,2 poin. Ketua FPTI Jatim, Danu Iswara, menyambut gembira kemenangan ini. “Alhamdulillah ini emas pertama, namun perjalanan masih panjang. Semoga bisa menjadi penyemangat atlet lain,” ujarnya. Danu berharap prestasi ini dapat memotivasi atlet Jawa Timur lainnya untuk meraih lebih banyak medali emas. Galar Pandu, pelatih tim Panjat Tebing Jawa Timur, mengungkapkan bahwa kemenangan Alma cukup mengejutkan. Pasalnya, atlet berusia 15 tahun ini awalnya tidak ditargetkan untuk meraih medali emas. “Setelah Pra-PON, persiapannya luar biasa. Ditambah pada perlombaan sejak awal dia tampil rileks, jadi kami senang sekali dengan penampilannya,” jelas Galar. Alma sendiri mengaku tidak menyangka dengan kemenangannya tersebut. “Ini di luar ekspektasi soalnya baru pertama kali ikut PON jadi tambah ndredek tadi. Apalagi lawannya banyak senior yang di pelatnas juga,” ungkapnya dengan penuh kegembiraan. Atlet muda berbakat ini menambahkan bahwa keberhasilannya tak lepas dari persiapan matang sesuai program pelatih, serta banyak berdoa. “Alhamdulillah hasilnya sangat baik,” tutupnya. Kemenangan Alma di nomor combined putri ini menjadi awal yang positif bagi kontingen Jawa Timur di cabang olahraga panjat tebing pada PON XXI 2024. Diharapkan prestasi ini dapat memacu semangat atlet-atlet lainnya untuk menorehkan prestasi serupa di nomor-nomor perlombaan berikutnya. Sumber: Duta.co

Rizki Juniansyah Cetak Rekor Baru Angkat Besi di PON Aceh-Sumut

Rizki Juniansyah berhasil cetak rekor nasional baru pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut. Lifter andalan Provinsi Banten ini, kembali menyabet emas cabang olahraga angkat besi kelas 89 kilogram (kg) putra. Ia berhasil cetak skor baru 360 kg dan memecahkan rekor nasional angkatan snatch 160 kg dan clean and jerk 190 kg. Pertandingan yang berlangsung di GOR Seuramoe, Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, ini dihadiri ratusan pendukung masing-masing atlet, Sabtu (7/9/2024). Rizki berhasil melampaui angkatan dua pesaingnya Joko Dwi Suprianto dari Jawa Barat dan Mohammad Najib dari Jawa Tengah. Pemuda kelahiran 2003 ini merupakan lifter pertama Indonesia yang meraih emas di Olimpiade Paris 2024. Rizki juga merupakan juara dunia junior 2021 dan 2022 kelas 73 kg putra serta pemegang rekor dunia senior dalam angkatan snatch. Sementara medali perak direbut atlet Jawa Barat, Joko Dwi Suprianto dengan meraih total angkatan 313 kg (snatch 138 kg dan clean and jerk 175 kg). Serta medali perunggu jadi milik Mohammad Najib asal Jawa Tengah dengan total angkatan 309 kg (snatch 136 kg dan clean and jerk 173 kg). Kepada media, Rizki mengaku sangat senang atas perolehan medali hari ini. Pasalnya ini pecahan rekor baru baginya, yang sebelumnya Rizki main di kelas 73 kg pada Olimpiade. “Alhamdulillah ini catatan rekor baru bagi saya, saya persembahkan medali ini kepada keluarga dan pelatih,” katanya. Menjadi pengalaman pertama pada angkatan 89 kg, Rizki berharap dapat memenangkan berbagai kejuaraan baru dan mampu menyabet emas kembali pada ajang Olimpiade 2028 mendatang. “Di kelas ini saya rasa masih aman dan kebanyakan tahun ini saya main di 73 kg,” ujarnya. Sumber: Masakini.co

Lifter Muda Asal Papua Sabet Medali Emas; Pecahkan Rekor PON dan Nasional

Natasya Beteyob, lifter muda asal Papua, berhasil mencatat sejarah baru di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 dengan memecahkan rekor nasional dan rekor PON. Tampil di kelas 59 kg, Natasya mencatatkan total angkatan 214 kg dengan rincian snatch 97 kg dan clean and jerk 117 kg. Rekor ini melampaui rekor clean and jerk sebelumnya yang tercatat di 109 kg dan total angkatan 195 kg. Keberhasilan ini mengantarkan Natasya meraih medali emas bagi kontingen Papua, lantas Sarah dari Jawa Barat yang mencatat total angkatan 205kg dapat kalungan medali perak dan perunggu menjadi milik Tania Constantia dari Jambi dengan total 195 kg. “Puji Tuhan, saya bisa memberi medali emas untuk Papua dan memecahkan rekor PON. Saya memang bertekad meraihnya setelah PON 2021 di Papua, sebelumnya saya hanya mendapat perak di kelas 55 kg,” ungkap Natasya Dengan penuh syukur di GOR Angkat Besi, Komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Natasya, yang lahir pada 10 September 2000, menunjukkan peningkatan pesat dari prestasinya. Selepas sukses di PON, Natasya menargetkan tampil di Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Qatar pada Desember 2024. “Perlahan saya akan meningkatkan angkatan saya baik dalam latihan maupun pertandingan. Doakan ya,” pungkasnya. Prestasi sebelumnya di Kejuaraan Dunia di Phuket, Thailand 2024, di mana ia menempati posisi ke-13 dengan total angkatan 213 kg (snatch 98 kg dan clean and jerk 115 kg). Meski belum berhasil lolos ke Olimpiade Paris 2024, Natasya membuktikan bahwa dirinya mampu memperbaiki catatan angkatan dan siap bersaing di level tertinggi. Berikut 5 besar peringkat perolehan medali sementara PON XXI Aceh Sumut hari Sabtu ,pukul 01.00 WIB: Jawa Barat masih menduduki di urutan pertama dengan mengantongi 31 medali dengan rincian 10 emas, 10 perak dan 11 perunggu Jawa Timur mengoleksi 24 medali dengan rincian 9 emas, 5 perak dan 10 perunggu Lampung mengumpulkan 14 medali, meliputi 7 emas, 5 perak dan 2 perunggu. Sumut mengumpulkan 9 medali dengan rincian 7 emas dan 2 perunggu DKI jakarta membukukan 26 medali ,meliputi 6 emas, 14 perak dan 6 perunggu Sumber: Kabar Terdepan

Satu-satunya Tim Yang Menurunkan Pemain U-23, Tim Hoki Indoor Papua Janji Tampil Maksimal

Satu-satunya Tim Yang Menurunkan Pemain U-23, Tim Hoki Indoor Papua Janji Tampil Maksimal

Tim hoki indoor putri Papua tetap menjanjikan hasil terbaik untuk kontingen Papua pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, walaupun mereka satu-satunya tim yang akan tampil dengan mayoritas pemain U-23. Pelatih kepala tim hoki indoor Papua, Ritam Maay, mengatakan pada PON XX nanti timnya akan tampil dengan mayoritas wajah baru atau pemain U-23. Sejak jauh hari, Papua sebagai tuan rumah memang telah mengusulkan untuk cabor hoki harus memainkan para pemain U-23, dengan alasan untuk memberikan kesempatan pemain muda agar ada regenerasi atlet di olahraga hoki. Namun belakangan usulan tersebut tidak digubris oleh kontingen lain yang tetap akan memainkan para pemain senior. Karena hal itu, tim hoki indoor Papua lantas memanggil 3 pemain senior mereka, yakni Kristina Rumbiak, Bastiana Rumbiak, dan Anna Naap. “Di PON XX kali ini yang kita siapkan di indoor itu semua U-23, tapi nyatanya regulasi berubah dan kontingen lain bermain dengan pemain senior. Untuk itu kita di indoor putri ini ada 3 atlet senior yang kita tarik. Kita siapkan U-23 karena kami Papua sebagai tuan rumah itu punya keinginan untuk meregenerasi olahraga hoki di Indonesia, tapi di tengah jalan regulasi itu berubah,” kata Maay, Senin (16/8/21). Meski akan tampil dengan mayoritas pemain U-23 yang minim pengalaman, Maay mengaku timnya kian menunjukkan progres yang signifikan selama menjalani ujicoba dalam masa try out di Jakarta. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi Tanah Papua di PON XX nanti. “Kami sampai saat ini masih berada di Jakarta untuk berujitanding mematangkan tim. Untuk target kita akan berusaha memberikan yang terbaik bagi Papua di rumah sendiri,” pungkasnya. Sementara itu, Kristina Rumbiak, yang akan menyandang ban kapten di tim hoki indoor putri Papua akan bertugas memimpin rekan-rekannya yang mayoritas masih atlet junior atau U-23. Dengan segudang pengalaman yang ia miliki dan prestasi medali perak di PON XIX Jawa Barat tahun 2016, Kristina akan menjadi tumpuan bagi timnya untuk mempersembahkan medali emas. Meski belum juga menjajal venue PON XX di Doyo Baru, Kristina menjanjikan penampilan terbaiknya demi mempersembahkan medali emas untuk Papua di rumah sendiri. “Saya dan teman-teman akan melakukan yang terbaik untuk bisa mendapatkan medali emas. Soalnya kita main di tanah kita sendiri, ini kita punya harga diri, jadi kita pasti akan lakukan yang terbaik. Sekalipun itu darah yang keluar, kita akan berdiri tegar untuk bisa dapat medali bagi tanah kita,” tandasnya. Sumber: Jubi.co.id

KONI Aceh Siap Tancap Gas Persiapan PON 2024

KONI Aceh Siap Tancap Gas Persiapan PON 2024

Pekan Olahraga Nasional (PON) edisi ke XXI masih sekitar beberapa tahun lagi jelang pelaksanaannya. Namun, KONI Aceh langsung tancap gas. Kini, KONI Aceh mulai menjalankan program pembinan atlet untuk PON XXI/2024. Selain terus melakukan berbagai persiapan sebagai tuan rumah PON, Aceh melakukan pembinaan atlet untuk berprestasi di multi even olahraga nasional itu. “KONI Aceh sudah mengalokasikan dana khusus untuk program atlet binaan yang dipersiapkan menuju PON XXI/2024,” ungkap Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Aceh, Drs H Bachtiar Hasan MPd kepada Serambinews, Minggu (17/7/2021). Bachtiar menyebutkan, KONI Aceh sudah memulai pembinaan 70 atlet muda dengan 22 pelatih. Atlet muda potensial itu berasal dari 26 cabang olahraga melalui Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) desentralisasi. “Para atlet kita bina dalam Pelatda desentralisasi selama tujuh bulan. Latihan sudah dimulai 1 Juni dan akan berlangsung hingga Desember 2021,” sebut Bachtiar yang juga Ketua Pelatda PON Aceh. Menurut Ketua Umum PASI Aceh itu, sebelum menjalani Pelatda, semua atlet telah menjalani tes fisik di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh. “Mereka semua berlatih secara bersama-sama dengan atlet yang sedang menjalani Pelatda menuju PON XX/2021 Papua,” ujarnya Sebutnya, program pembinaan juga berlaku degradasi. Sehingga semua atlet mulai dilihat perkembangan prestasinya saat mengikuti Pra-PORA pada 2021 ini. “Jika nanti ada yang kalah atau gagal, kita ganti dengan atlet atau cabang yang lain,” lanjutnya. Ia mengatakan, ujian terakhir terhadap atlet binaan akan dilihat prestasinya pada saat PORA XIV/2022 di Pidie. Program pembinaan ini berkelanjutan mulai 2021, 2022, hingga 2023. Karena, katanya, pada 2023 juga ada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera dan Pra-PON di Aceh. “Kita mengharapkan para atlet yang masih muda ini nantinya bisa berprestasi,” ujarnya. Bachtiar tidak menampik kemungkinan bertambahnya atlet binaan dari cabang olahraga (cabor) lainnya. “Penambahan atlet dan cabor binaan akan kita lihat perkembangan pada 2022. Kalau cabor bertambah, atlet juga bertambah,” katanya. Begitu juga, sebutnya, atlet yang mengikuti PON Papua yang bisa dipertahankan karena faktor usianya masih muda, otomatis masuk Pelatda. “Maka kita bisa lihat di akhir PORA Pidie nanti, baru terjaring atlet yang sebenarnya menuju PON Aceh-Sumut,” ujarnya. Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) telah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) edisi ke XXI pada tahun 2024. Ini merupakan sejarah bagi perjalanan dunia olahraga di Tanah Air. Karena, untuk pertama kalinya, dua provinsi ditetapkan sebagai tuan rumah bersama. Sejak PON pertama di Kota Solo, Jawa Tengah tahun 1948 hingga PON 2020 di Papua, tuan rumah selalu tunggal. Adapun cabang dan atlet binaan KONI Aceh menghadapi PON XXI/2024 yaitu: Squash (2 atlet) Panahan (3 atlet) Judo (3 atlet) Kurash (1 atlet) Soft tenis (3 atlet) Menembak (2 atlet) Taekwondo (3 atlet) Petanque (7 atlet) Sepatu roda (1 atlet) Tarung derajat (4 atlet) Wushu (2 atlet) Panjat tebing (2 atlet) Pencak silat (3 atlet) Tinju (3 atlet) Karate (3 atlet) Kick boxing (2 atlet) Sambo (1 atlet) Triatlon (1 atlet) Bulu tangkis (1 atlet) Anggar (3 atlet) Angkat besi (3 atlet) Atletik (6 atlet) Balap motor (2 atlet) Hapkido (3 atlet) Muaythay (3 atlet) Kempo (4 atlet)

Jaring Atlet Berpotensi, Polda Sumbar Gelar Kejurda Menembak

Jaring Atlet Berpotensi, Polda Sumbar Gelar Kejurda Menembak

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat menggelar lomba Kejuaraan Daerah (Kejurda) menembak yang diikuti 16 klub dari Provinsi Sumbar dan Jambi yang digelar di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumbar pada Rabu. Kejurda ini memiliki beberapa tujuan, diantaranya yaitu guna menjaring atlet berpotensi daerah. Selain itu, menurut Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Toni Harmanto, mengatakan kejuaraan daerah menembak tahun ini bertujuan sebagai ajang evaluasi bagi atlet sejauh mana peningkatan prestasi yang mereka raih. “Kita semua mengetahui bahwa latihan terbaik adalah bertanding,” tegas Toni Harmanto, dilansir dari Antara. Lebih lanjut, Kejurda ini digelar dalam menghadapi Pekan Olahraga Pelajar (POPNAS) 2021, Kejuaraan Nasional (KEJURNAS) 2021 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2021. Ia mengatakan Pengprov Perbakin Sumbar sedang gencar-gencarnya melaksanakan pertandingan baik untuk bidang berburu, bidang reaksi maupun bidang tembak sasaran. Pihaknya akan menjaring atlet yang potensi dari berbagai kabupaten kota untuk dilakukan pembinaan dalam program Pengprov Perbakin Sumbar. “Untuk itu saya harapkan kepada seluruh atlet agar dapat termotivasi untuk lebih berprestasi secara maksimal,” kata dia. Toni Harmanto yang juga menjabat sebagai Ketua Pengprov Perbakin Sumbar ini juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kejuaraan tersebut. Ia turut berpesan kepada para juri serta petugas di lapangan ia meminta mereka selalu menegakkan aturan dan ketentuan yang berlaku sehingga kejuaraan daerah menembak Piala Kapolda Tahun 2021 ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar. “Kepada seluruh atlet saya ucapkan “Selamat Bertanding”, ikuti seluruh aturan yang tertuang dalam petunjuk teknis dan raihlah prestasi setinggi-tingginya dengan selalu mengedepankan nilai kebersamaan dan sportivitas. tetap jaga keselamatan pribadi dan rekan-rekan selama pertandingan dilaksanakan,” pungkasnya.

Lewat PON Papua, PBESI Siap Jaring Atlet Muda Berpotensi

Logo Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI).

Meski baru akan digelar tahun depan, Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) merencanakan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021, di Papua, sebagai ajang untuk menjaring talenta-talenta baru di arena eSports dan sekaligus menjadi arena pemanasan sebelum mengirim atlet eSports Indonesia ke kejuaraan international. Beberapa waktu lalu Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, mengungkapkan rencananya untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PBESI, untuk mempertandingkan cabang olahraga elektronik (eSports) di PON 2021. PBESI pun merespons hal tersebut dan meyakini pesta olahraga multicabang tingkat nasional itu akan menjadi tempat yang bagus untuk mencari atlet-atlet muda eSports dari seluruh Indonesia. “Dalam waktu dekat akan ada event PON di Papua, pada 2021. Event ini akan menjadi ajang untuk anak-anak muda di bawah naungan PB Esports Indonesia untuk unjuk gigi dan menjadikannya sebagai ajang pemanasan,” kata Ketua Harian PBESI, Bambang Sunarwibowo, dilansir dari Warta Kota. Pemanasan yang dimaksud adalah agar PON bisa menjadi ajang untuk mengasah kemampuan agar atlet-atlet Indonesia memiliki kesiapan yang bagus untuk bertanding di berbagai kejuaraan internasional. “Ini menjadi tolok ukur anak-anak muda untuk mengasah kemampuan. Seperti kita ketahui bersama, di luar negeri sana, kualitas atlet eSports juga bagus,” ujar Bambang. Sebelum menjadikan PON 2021 sebagai ajang mengasah kemampuan atlet-atlet eSports Indonesia, Bambang menyatakan bakal menjaring bibit-bibit eSports dengan melakukan roadshow ke sejumlah daerah. Rencananya, PBESI akan melakukan pembinaan, mengakomodasi segala kebutuhan atlet eSports, mulai dari sumber daya dan lainnya, demi menunjang kemampuan bermain mereka. ”Maka dari itu kami akan mencari bibit-bibit ini untuk bertanding di PON 2021 yang digelar di Papua. Mereka akan kami bina terlebih dulu. Kami melatihnya terlebih dulu. Kami memfasilitasinya demi menunjang kemampuannya,“ ujarnya. Pengurus Besar eSports Indonesia sendiri telah diresmikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga pada awal tahun ini, tepatnya pada 18 Januari 2020 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, dan menunjuk Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal Pol (Purnawirawan) Budi Gunawan sebagai ketua umum. Meski baru dibentuk, namun PBESI sudah mengemban tanggung jawab untuk membuat regulasi resmi yang mengatur eSports Indonesia agar lebih jelas dan terarah, termasuk pula perlindungan kepada para pemain dan tim. Dengan adanya regulasi dan perlindungan, maka diharapkan prestasi eSports Indonesia di kancah internasional pun bisa mengikuti.

1.800 Atlet Pelajar Berlaga di Solo, Persaingan Ajang Popwil II dan III 2018 Dimulai

Cabang olahraga (cabor) tenis lapangan, dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) II dan III 2018. Cabor Tenis lapangan berlangsung di kawasan arena tenis GOR Manahan, Solo, Jawa Tengah. POPWIL II dan III yang kali ini digabung pelaksanaannya, berlangsung 8-13 November. (TopSkor.id)

Solo- Sebanyak 1800 lebih atlet dari 13 daerah akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) II dan III 2018. Event ini dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana, di Hotel Lorin Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (8/11). Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Bambang Siswanto, penyelenggaraan POPWIL wilayah II dan III untuk tahun ini digabung di Solo, Jawa Tengah, pada 8-13 November. Ia mengaku efisiensi biaya menjadi faktor utamanya. Sebab event ini biasanya bergulir di masing-masing wilayah, dengan peserta terdiri atas tujuh propinsi. Sebelumnya, POPWIL I sudah berlangsung dari 21 hingga 27 Oktober, di Banda Aceh. Saat itu, sebanyak 886 pelajar tampil, yang merupakan utusan dari tujuh provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau (Kepri), Bangka Belitung (Babel) dan Jambi. Bambang, yang juga Ketua Bidang Kompetisi Usia Muda di Kemenpora, dalam laporannya mengatakan, Popwil digelar sebagai babak kualifikasi menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XV pada 2019, di Papua, seperti halnya Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) untuk kualikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). “POPWIL adalah sarana babak kualifikasi delapan cabor menuju POPNAS XV 2019 di Papua, dan merupakan bagian sistem kompetisi pelajar secara nasional, berjenjang dan berkelanjutan,” kata Bambang. Sementara itu, Mulyana mengatakan, atlet yang tampil di POPWIL adalah cikal bakal atlet yang menjadi investasi masa depan. “Tahun depan, Indonesia menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar ASEAN atau ASG di Semarang. POPWIL ini akan menjadi salah satu ajang seleksi atlet pelajar nasional,” ujar imbuh pria yang juga menjabat Ketua Umum Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi), yang bernaung di bawah Kemenpora . Di wilayah II, akan bersaing komtingen dari Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Barat. Sedangkan di wilayah III, ada tujuh tim yang bersaing yakni Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara. Para atlet pelajar potensial ini akan berkompetisi di delapan cabang olah raga yang dipertandingan. Bola basket, bulutangkis, bola voli, pencak silat, sepakbola, sepak takraw, tenis lapangan dan tenis meja. Adapun venue pada POPWIL II dan III 2018 ini tersebar di beberapa tempat. Tak hanya di Kota Solo, namun juga di Sragen, Karanganyar dan Sukoharjo. Untuk bola basket, digelar di GOR Sritex Arena, Solo dan GOR ATMI, Pabelan, Sukoharjo. Untuk bulutangkis, digelar di GOR Sritex B Solo. Cabang bola voli diselenggarakan di GOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Untuk Pencak silat berlaga di ball room Hotel Lorin, sepakbola di Stadion Sriwedari Solo dan Stadion Taruna Sragen, cabor sepak takraw di GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), tenis lapangan di arena tenis Manahan, serta tenis meja di Hartono Trade Center Solo Baru, Sukoharjo. “Basket dan tenis lapangan menjadi cabang sebagai andalan kami,” kata pimpinan kontingen DKI Jakarta, Ondang Gufron. Menurutnya, selain dau cabang itu, Kontingan DKI juga menargetkan untuk dapat meloloskan atletnya pada semua cabang yang dipertandingan. Persiapan matang sepanjang tahun di sekolah olahraga Ragunan menjadi salah satu modal terbaik kontingen ibukota di ajang POPWIL II 2018 kali ini. Oleh karenanya, tak hanya nomor beregu, DKI juga menargetkan meloloskan atletnya di nomor perorangan yang banyak diperlombakan. POPWIL merupakan Sarana dan Babak Kualifikasi delapan cabang olahraga awal evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan olahraga pelajar di daerah, menuju event POPNAS XV tahun 2019 di Papua. Peserta POPWIL adalah pelajar atau sederajat, dan mereka yang tercatat kelahiran 1 Januari 2001 dan sesudahnya. (Adt) Tuan Rumah POPWIL 2018 Wilayah I 1. Aceh (tuan rumah) 2. Sumatra Utara 3. Sumatera Barat 4. Riau 5. Kepulauan Riau 6. Kep. Bangka Belitung 7. Jambi Wilayah II 1. Lampung 2. Sumatera Selatan 3. Bengkulu 4. DKI Jakarta 5. Jawa Barat 6. Kalimantan Barat Wilayah III 1. Banten 2. Jawa Tengah (tuan rumah) 3. DI. Yogyakarta 4. Bali 5. Kalimantan Tengah 6. Kalimantan Selatan 7. Kalimantan Utara Wilayah IV 1. Sulawesi Selatan 2. Sulawesi Tenggara 3. Sulawesi Barat 4. Kalimantan Timur 5. Jawa Timur 6. Nusa Tenggara Barat 7. Nusa Tenggara Timur Wilayah V 1. Sulawesi Selatan 2. Sulawesi Tenggara 3. Sulawesi Barat 4. Kalimantan Timur 5. Jawa Timur 6. Nusa Tenggara Barat 7. Nusa Tenggara Timur

Tinjau Cabor Senam Trampoline, Menpora Harap Bisa Dipertandingkan di Pekan Olahraga Pelajar Nasional 2019

Imam Nahrawi (Menpora) berharap cabang olahraga (cabor) senam trampoline dipertandingkan di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua. (Kemenpora)

Jakarta- Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) berharap cabang olahraga (cabor) senam trampoline bisa dipertandingkan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019 maupun Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 Papua. Hal itu dikatakan menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, saat meninjau kesiapan atlet dan venue pertandingan cabor senam trampoline di Houbii Urban-Adventure Park, Pondok Indah Mall (PIM) 3, Jakarta Selatan, Selasa (31/7). Dalam kesempatan itu, Menpora didampingi Tommy Kurniawan (Staf Khusus Olahraga Kemenpora), Dian Arifin (Manajer Pelatnas Timnas Senam Indonesia), dan Lulu Manurung (Pelatih Senam Trampoline). Saat ini ada tiga atlet yang berlatih di Houbii Urban-Adventure Park yang merupakan official training center untuk atlet gymnastic trampoline kontingen Indonesia Asian Games 2018, yakni Calvin Ponco, Dimas Sindu, dan Yudha Tri Aditya. “Tadi sudah dilihat bagaimana atlet senam trampoline berlatih. Saya juga lihat semangat dan optimisme para atlet, meskipun ini olahraga baru yang belum dipertandingkan di Pekan Olahraga Pelajar Nasional atau Pekan Olahraga Nasional,” ujar Imam. Dengan banyaknya fasilitas trampoline di Jakarta dan daerah, pria 44 tahun itu berharap trampoline bisa dipertandingkan di ajang Popnas 2019 dan PON 2020 Papua. Disisi lain, Imam mengapresiasi pihak Houbii Urban-Adventure Park yang ingin menjadi patner pemerintah. “Ini langkah bagus, karena harus seperti itu. Ada partner yang menyiapkan tempat latihan, seragam dan yang lainnya. Atas partisipasi dari Houbii Urban-Adventure Park saya ucapkan terima kasih,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Menpora mendapatkan keluhan soal keterlambatan honor untuk atlet senam trampoline. “Akan saya tindaklanjuti masalah ini. Saya juga minta kepada PB Persani (Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia) untuk mengajukan ulang soal administrasinya,” urai ayah 7 anak itu. Sementara itu, Lulu berharap masalah ini segera diselesaikan, mengingat atlet merupakan wakil bangsa yang berusaha mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. “Semoga masalah honor atlet yang terlambat bisa segera diselesaikan dan diberikan secepatnya,” tegas Lulu. (Adt)

Sepak Takraw: Latihan Keras Cici Hingga Larut Malam Akhirnya Membuahkan Hasil

cici-sepak-takraw2

Bermula dari keingintahuan tentang cabang olahraga yang ditekuni sang kakak, Cici Herfiyuli atau yang akrab disapa Cici, berhasil menjadi salah satu atlet sepak takraw perwakilan wilayah Riau pada berbagai turnamen nasional. Gadis yang berusia 20 tahun ini berbagi cerita kepada nysnmedia.com tentang awal mula ia menekuni cabang olahraga sepak takraw. “Dulu saya hanya berlatih di kampung, Taluk Kuantan, Riau. Disana ada penerimaan pembibitan sepak takraw cewek dan saya diajak abang kandung untuk bermain. Dulu untuk pengen jadi atlet sepak takraw gak ada sama sekali keinginan, cuma karena rasa penasaran akhirnya saya mencoba mendalami apa itu sepak takraw. Tanding demi tanding antar kabupaten, dan akhirnya saya terpilih masuk Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Riau.”ujarnya Sebagai seorang gadis, Cici pun kerap dilarang orang tua untuk mengikuti sepak takraw terutama jika latihan hingga sore dan malam hari. “Pernah saya dan abang telat pulang latihan. Sampai rumah kena marah sama bapak. Dan saya pernah dilarang bermain sepak takraw sama orang tua. Kami kan latihan suka pulang lambat. Untuk seorang cewek apalagi di kampung gak boleh pulang lewat dari magrib. Sedangkan kami latihan mulai jam 4 sampai 6 sore.”tutur atlet yang membawa medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017 lalu. Cici yang saat ini berkuliah di Universitas Lancang Kuning, jurusan Administrasi Negara, memang sudah 7 tahun menekuni sepak takraw. Cici bersama tim riau pernah mengalami kejadian yang kurang enak saat mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 lalu ketika melawan tim Jawa Barat. “Pas PON melawan Jawa Barat ada masalah dengan teman tim saya yang dibilang memakai kalung. Wasit menganggap itu kalung dari dukun atau semacamnya untuk pegangan tim kita. Padahal itu cuma kalung bola takraw dan Riau sudah memimpin jauh. Karena ada masalah itu jadi gak fokus dalam bermain. Akhirnya kami kalah dalam final lawan Jawa Barat.”tuturnya(put/adt)