IKASI Fokus Bina Atlet Untuk Berlaga di Junior dan Kadet Asia 2026

Anggar

Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) saat ini fokus membina atlet anggar junior untuk berlaga pada turnamen junior dan kadet Asia 2026 agar menambah jam terbang para atlet. “Komitmen kami untuk 2026 kami selenggarakan junior dan kadet Asia,” kata Ketua Umum PB IKASI Amir Yanto di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu. Untuk itu, IKASI mengadakan pemusatan latihan nasional untuk para atlet dan dalam jangka panjang mendidik atlet usia dini di sejumlah daerah di tanah air, termasuk di Bali. “Fokusnya di Bali kami didik atlet junior dan ke depan akan semakin bagus lagi,” ucapnya. Ia menjelaskan upaya itu dilakukan untuk menambah jam terbang atlet anggar tanah air karena pengalaman yang masih minim berlaga di kancah internasional. Selain itu, Indonesia saat ini juga sebagai tuan rumah Kejuaraan Anggar Asia 2025 yang berlangsung 17-23 Juni di Nusa Dua, Bali. Kurangnya jam terbang atlet anggar tanah air diakui oleh pelatih tim anggar degen Indonesia Muhammad Indra Haryana. Menurut dia, dalam tiga tahun terakhir atlet anggar Indonesia masih kurang berlaga di kancah internasional. Ia mengungkapkan dalam kurun waktu itu diperkirakan atlet anggar tanah air baru sekitar empat hingga lima kali berlaga di level internasional. Menurut dia, penting bagi atlet anggar berlaga di kancah dunia karena dapat mengasah kemampuan dan belajar dari juara dunia. “Idealnya untuk setahun itu seharusnya 20 kali pertandingan, 20-24 kali pertandingan untuk satu tahun,” ucapnya. Sementara itu, pada Kejuaraan Anggar Asia 2025 di Bali, Indonesia menurunkan total 25 orang atlet hasil seleksi nasional dan telah menjalani pemusatan latihan nasional baik untuk kategori putra dan putri perorangan dan beregu. Ajang bergengsi di Bali itu juga sekaligus sebagai wadah menambah poin untuk berlaga di Olimpiade Los Angeles 2028. Sumber: ANTARA

Sanggau Junior League 2025, Ajang Pencarian Bibit Atlet Sepak Bola

Sanggau Junior League 2025

Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, secara resmi membuka turnamen sepak bola Sanggau Junior League 2025 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Kompi 642, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Kamis (19/6/2025). Turnamen ini diikuti oleh para pemain usia dini dari berbagai sekolah dan klub sepak bola se-Kabupaten Sanggau. Dalam sambutannya, Wabup Susana Herpena mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas terselenggaranya turnamen tersebut. Ia menyebut bahwa ajang ini bukan sekadar pertandingan, melainkan momentum penting untuk konsolidasi, unjuk kemampuan, dan pencarian bakat-bakat potensial di dunia sepak bola, khususnya pada tingkat usia muda. “Kegiatan ini menjadi momentum yang tepat sebagai ajang adu bakat dan prestasi serta pencarian bibit-bibit potensial atlet sepak bola, khususnya pemain usia dini,” ujar Susana. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa turnamen ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung terwujudnya visi Kabupaten Sanggau yang maju, berkelanjutan, dan berkeadilan. Menurutnya, pembinaan atlet sejak dini menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. “Banyak pemain sepak bola dunia yang terlahir dari turnamen-turnamen seperti ini. Yang penting adalah niat, konsistensi, kerja keras, dan disiplin. Jangan pernah pesimis,” pesan Susana menyemangati para peserta. Wabup juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia meminta agar semua pihak, baik pemain, pelatih, maupun pendukung, menjaga suasana kondusif dan tidak menimbulkan keributan, baik di dalam maupun di luar lapangan. “Menang atau kalah adalah hal biasa dalam sebuah pertandingan. Yang menang jangan sombong, dan yang kalah jadikan itu sebagai motivasi untuk berlatih lebih giat lagi,” tutupnya. Turnamen Sanggau Junior League 2025 diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi emas sepak bola dari Bumi Daranante.

8 Pelajar Sulses Wakili Indonesia di Kejuaraan Renang Artistik se-Asia Tenggara

Skuad Indonesia Artistic Swimming Team

Sebanyak delapan pelajar putri asal Sulawesi Selatan (Sulsel) terpilih untuk memperkuat tim Indonesia dalam ajang bergengsi 47th South East Asean Age Group 2025 cabang Renang Artistik yang akan digelar di Singapura, pada 20–22 Juni 2025 mendatang. Kedelapan atlet muda berbakat ini merupakan bagian dari 25 nama yang masuk dalam skuad Indonesia Artistic Swimming Team, hasil seleksi dari Kejuaraan Nasional Akuatik Indonesia 2025 yang digelar oleh Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 29 Mei hingga 4 Juni 2025. Tim dari Sulawesi Selatan akan didampingi oleh dua pelatih, yakni Adhinda Monica Putri dan Chrisdina Dhanio. Pelatih Adhinda Monica Putri menyampaikan rasa bangga dan harapannya terhadap para atlet yang akan berlaga di level internasional ini. “Ini pencapaian yang luar biasa. Kami bangga bisa mengantarkan para atlet muda Sulsel untuk tampil membawa nama Indonesia di ajang Asia Tenggara,” ujar Adhinda, Kamis (19/6/2025). “Semoga ini jadi langkah awal bagi mereka untuk menorehkan prestasi lebih tinggi ke depannya,” tambahnya. Para atlet ini diharapkan tak hanya menjadi kebanggaan daerah, namun juga mampu mencetak prestasi gemilang di kancah Asia Tenggara dan menjadi generasi penerus olahraga renang artistik Indonesia. Berikut nama-nama delapan pelajar putri asal Sulsel yang akan mewakili Indonesia: St. Khofifah K Kelas: VIII Skill Sekolah: MTs Negeri 1 Makassar Mutmainna Rizka Fitriani Kelas: VIII.4 Sekolah: SMP Negeri 1 Makassar Afifah Alisya Ghaisyani Kelas: VII F Sekolah: SMP Negeri 1 Sungguminasa Nur Alyssa Kelas: VIII B Sekolah: SMP Negeri 6 Makassar Nurul Aini Fahira Kelas: VII.1 Sekolah: SMP Negeri 8 Makassar Shaquila Artanti Ardani Kelas: VI B Sekolah: SDN Sudirman 4 Makassar Aqilah Davana Kelas: VIII.2 Sekolah: SMP Negeri 47 Makassar Bellvania Ailsa Kelas: VI Sekolah: SD Bina Kasih Makassar (uca) Sumber: Harian Fajar

FPTI gelar Kejurnas Kelompok Usia persiapkan generasi emas Olimpiade

Kejuaraan Nasional Panjat Tebing Kelompok Umur ke-19

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) ke-19 di Tangerang, Banten, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan atlet-atlet muda untuk menjadi generasi emas Indonesia di Olimpiade mendatang. Ketua Umum FPTI Pengprov Banten Ronald Shandra menilai bahwa Kejurnas tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas para atlet muda, terutama dalam nomor speed youth B. Ia menyebut bahwa persaingan ketat dan peningkatan catatan waktu yang signifikan menjadi indikator positif perkembangan atlet usia dini. “Dari kejuaraan-kejuaraan Kelompok Umur yang sudah berjalan, kemarin terakhir tahun 2024 di Pinrang, sekarang ada di Tangerang, ini kualitas anak-anaknya sudah meningkat,” kata Ronald kepada ANTARA di Tangerang City Sport Climbing Center, Tangerang, Banten, Kamis. “Kalau mereka berlatih terus, kita optimistis generasi yang sekarang ini akan menjadi generasi emasnya Indonesia ini untuk di Olimpiade akan datang.” Ronald menambahkan bahwa para juara akan tetap menjalani pembinaan di daerah masing-masing. Untuk bisa masuk ke tim nasional, para atlet harus melalui proses seleksi bertahap. Beberapa peserta saat ini sudah masuk ke dalam timnas junior, namun untuk masuk ke tim senior diperlukan jenjang lanjutan. “Juara-juara ini tetap akan dilatih oleh daerahnya masing-masing dan di tempat pelatihannya masing-masing. Kalau ke timnas dan lain-lain itu memang akan mencapai ke sana. Tapi prosesnya masih ada butuh tahapan-tahapan lagi, tidak langsung masuk kepada tim nasional,” ujar Ronald. “Tapi ini sudah ada beberapa atlet di sini sudah di timnas junior sudah ada, tapi kalau timnas senior butuh tahapan lagi.” Sementara itu, Wakil Ketua IV KONI Kota Tangerang Arsani Maedi menyampaikan bahwa olahraga panjat tebing saat ini semakin diminati masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan keikutsertaan 27 provinsi dalam Kejurnas tahun ini dari total 29 provinsi yang telah tergabung dalam FPTI. “Saat ini, dunia olahraga panjat tebing memang sedang digandrungi ya, maka terbukti, saat ini anggota federasi panjat tebing Indonesia di Indonesia itu ada 29 provinsi, yang mendaftar untuk tahun ini ada 27 provinsi,” kata Arsani. Kejurnas Panjat Tebing KU Tangerang mempertandingkan 18 nomor berlangsung pada 19–23 Juni di Tangerang City Sport Climbing Center. Sumber: ANTARA

Ini Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Bulu Tangkis Junior 2025

Eng Hian

Kejuaraan Asia Bulu Tangkis Junior edisi ke-25 akan diselenggarakan di GOR Manahan, Solo pada 18 – 27 Juli mendatang. Kejuaraan tersebut akan dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori beregu pada 18-22 Juli dan kategori perorangan pada 23-27 Juli. Untuk kategori beregu campuran, akan digunakan sistem poin 110 (relay) seperti halnya kejuaraan beregu World Junior Championships yang berlangsung pada 2024 di Nanchang Tiongkok. Menghadapi salah satu kejuaraan bulutangkis bergengsi level usia muda (U-19) itu, PBSI telah menetapkan beberapa nama yang akan menjadi andalan untuk memperebutkan gelar juara. “Indonesia mengincar satu gelar di sektor beregu dan satu gelar dari sektor perorangan. Dengan sistem poin 110, saya berharap Indonesia bisa berhasil kembali mengulang gelar juara yang diraih di WJC tahun lalu, sedangkan untuk sektor perorangan kita mempunyai peluang untuk mengambil gelar di sektor ganda putra,” tutur Kabid Pembinaan PP PBSI, Eng Hian dalam keterangannya. Indonesia sendiri menempatkan dua puluh atlet untuk laga beregu campuran dengan komposisi enam atlet tunggal dan empat belas atlet ganda. Sedangkan untuk kategori perorangan Indonesia mengirimkan tujuh wakil untuk masing-masing sektor yang komposisinya terdiri dari skuad tim beregu campuran ditambah dengan atlet-atlet dari perwakilan klub. “Untuk memperkuat soliditas tim beregu, maka akan diadakan training camp mulai tanggal 1 Juli sampai dengan keberangkatan sedangkan untuk perorangan, para atlet junior akan berlatih bersama mulai 18 Juli di Pelatnas PBSI Cipayung,” jelas Eng Hian. Berikut daftar atlet Indonesia yang akan turun di ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Junior 2025 Tunggal Putra M Zaki Ubaidillah Dendy Triansya Richie Duta Richardo Fardhan Rainanda Joe Raditya Bayu Wardana Dennis Azzarya Arga Nugraha Sigfar Tunggal Putri Thalita Ramadhani Wiryawan Salsabila Amiradana Kavitha Nadjwa Aulia Jolin Angelina Auberta Zerlina Christabel Calista Purwanto Shaafiya Yasmin Maitsaa Ganda Putra Devin Artha Wahyudi/Ikhsan Lintang Raihan Daffa Edsel Pramono/ M. Rizki Mubarrok M Vito Annafsa/Grandly Alkatib Lumintang Anju Siahaan/Faizal Pangestu Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Akmal Nurrahman/Revand Harianto Ganda Putri Rinjani Kwinnara Nastine/Riska Anggraini Jania Novalita Situmorang/Sheila Lidia Aurelia Syakira Putri/Atresia Naufa Candani Keyla Annisa Putri/Micha Leona Luthfia Wardoyo Yasintha Ristyna Putri/Selsi Josika Aura Zalfa Syafiya/Putri M Dwiwahyuningsih Ganda Campuran Kenzie Yoe/Luna Rianty Saffana Ikhsan Lintang/Rinjani Kwinnara Nastine Ghian Rizay Sofyan/Salsabila Zahra Aulia T. Steve Kurniawan/Leonora Kayla Frandrica Muhammad Mulky/Salma Mufida Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani Faizal Pangestu/Selsi Josika Sumber: Media Indonesia

KONI dan Djarum Foundation Siap Gelar PON Beladiri 2025 di Kudus 

Djarum Foundation dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bersama PT Perada Swara Productions resmi melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama di kantor KONI Pusat, Jakarta, Selasa (17/6). Momentum ini untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 yang akan digelar pada Oktober mendatang di GOR Djarum Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah.

Jakarta, 17 Juni 2025 — Djarum Foundation dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bersama PT Perada Swara Productions resmi melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama di kantor KONI Pusat, Jakarta, Selasa (17/6). Momentum ini untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025 yang akan digelar pada Oktober mendatang di GOR Djarum Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah. Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, mengapresiasi dukungan penuh dari Djarum Foundation terhadap penyelenggaraan PON Beladiri 2025. Kolaborasi sinergis antar pihak swasta dengan organisasi olahraga ini diharapkan dapat berjalan lancar, serta mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang akan mengharumkan nama bangsa di ajang multi event internasional prestisius. “Djarum Foundation layak mendapat apresiasi setinggi-tingginya atas langkah konkret dan berkelanjutan mereka dalam mendukung olahraga nasional. Dukungan terhadap PON Beladiri 2025 adalah bagian penting dari upaya bersama membangun ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan berprestasi,” ujar Marciano Norman usai acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama PON Beladiri 2025. PON Beladiri 2025 merupakan terobosan baru inisiasi dari KONI Pusat yang menjadi jawaban atas keterbatasan ruang kompetisi bagi cabang olahraga beladiri non-Olimpiade yang tak terakomodasi dalam PON reguler. PON Beladiri menjadi satu dari empat ajang baru yang dicanangkan KONI Pusat, selain Indonesia Beach Games, Indonesia Indoor Games, dan Indonesia Youth Games, yang bertujuan untuk memperluas ekosistem kompetisi dan pembinaan atlet nasional. PON Beladiri 2025 ini akan mempertemukan 10 cabang olahraga beladiri mulai dari pencak silat, tarung derajat, karate, taekwondo, gulat, judo, jujitsu, sambo, kempo, hingga wushu. Menariknya, PON Beladiri 2025 sepenuhnya dibiayai melalui kolaborasi dengan sektor swasta, tanpa melibatkan dana pemerintah.  “Ini merupakan PON Beladiri pertama yang memang menjadi rencana KONI membuka ruang kolaborasi dengan pihak ketiga. Jadi pada PON Beladiri ini sepenuhnya dari swasta. Kami yakin dan percaya dengan track record Djarum Foundation terhadap pembinaan atlet maupun penyelenggaraan kejuaraan olahraga, akan menyukseskan PON Beladiri 2025 selaras dengan lahirnya atlet-atlet beladiri kebanggaan Indonesia,” imbuh Marciano. Kolaborasi dengan organisasi olahraga di Indonesia bukanlah yang pertama bagi Djarum Foundation. Selama ini, Bakti Olahraga Djarum Foundation telah konsisten menorehkan jejak prestasi dalam dunia olahraga melalui pembinaan atlet bulutangkis, turnamen sepak bola putri usia dini, kejuaraan atletik, panahan, dan berbagai ajang kejurnas lainnya. PON Beladiri 2025 menjadi langkah lanjutan dan signifikan dalam mendukung potensi besar atlet-atlet beladiri Indonesia. Martin Basuki Hartono dari Djarum Foundation mengungkapkan, pihaknya menyambut positif inisiasi dari KONI Pusat dalam mencetuskan PON Beladiri. Ia menilai, para atlet dari cabang olahraga ini sudah sepatutnya memiliki wadah unjuk kemampuan demi meraih prestasi membanggakan seperti cabor lain, melalui kompetisi yang berkelanjutan. Diketahui, PON Beladiri dicanangkan digelar setiap dua tahun sekali, berbeda dengan PON reguler yang bergulir empat tahun sekali.  “PON Beladiri 2025 adalah momen penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia punya kekuatan, bukan hanya secara fisik, tapi juga secara mental dan karakter. Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan para atlet menuju podium internasional layaknya Asian Games, SEA Games, hingga Olimpiade. Karena kami melihat event ini sebagai panggung awal bagi para atlet muda untuk menyiapkan diri menuju ke sana. Djarum Foundation meyakini bahwa kejayaan olahraga dapat mempersatukan bangsa,” jelas Martin yang juga merupakan pelatih Brazilian jiu-jitsu. Ketua Penyelenggara PON Beladiri 2025 yang juga Deputy Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Ryan Gozali mengungkapkan kesiapan GOR Djarum Kaliputu, Kudus yang mencakup dua gedung untuk pelaksanaan PON Beladiri 2025 selama dua pekan. Ia berharap Kudus dapat menjadi tempat yang nyaman untuk para atlet dari berbagai penjuru Tanah Air untuk berlaga sekaligus berwisata. PON Beladiri yang bergulir setiap dua tahun sekali  “GOR Djarum Kaliputu siap menjadi saksi sejarah lahirnya atlet cabang olahraga beladiri. Ditambah dengan adanya gedung baru di GOR tersebut serta sejumlah fasilitas yang memadai akan menunjang kesuksesan penyelenggaraan PON Beladiri 2025. Dengan adanya event ini diharapkan juga sebagai sport tourism untuk memperkenalkan kota Kudus ke seluruh atlet yang datang dari berbagai daerah,” tegas Ryan. Dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama PON Beladiri 2025, PT Perada Swara Productions sebagai pemegang lisensi resmi menjalin kerja sama strategis dengan Djarum Foundation dan KONI Pusat. Momentum ini menjadi titik awal dari sinergi antar lembaga demi menyukseskan perhelatan olahraga beladiri tingkat nasional yang akan datang. General Manager PT Perada Swara Productions, Gege Dhirgantara, menyampaikan apresiasi serta harapan besar terhadap kolaborasi ini. “Hari ini adalah momen bersejarah yang menandai dimulainya langkah besar menuju kesuksesan PON Beladiri 2025. Kami PT Perada Swara Productions merasa terhormat bisa menjadi bagian dari perjalanan ini bersama Djarum Foundation dan KONI Pusat. Kerja sama ini bukan sekadar kemitraan, tapi semangat bersama untuk mengangkat olahraga beladiri Indonesia ke level yang lebih tinggi. Kami optimistis, dengan kolaborasi yang solid dan dedikasi penuh, PON Beladiri 2025 akan menjadi ajang yang membanggakan, tidak hanya bagi atlet, tapi juga seluruh bangsa,” pungkas Gege. Sekadar info, cabang olahraga beladiri Indonesia berhasil meraih prestasi di level internasional. Adalah ketika Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) meraup 11 medali emas, 9 perak, dan 8 perunggu yang mengantarkan Indonesia menjadi juara umum pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2022 atau 19th World Pencak Silat Championship 2022 di Malaysia. Atlet pencak silat Mujadidi Faiza Adham meraih juara satu pada World Pencak Silat Championship 2024 di Abu Dhabi.  Sementara tim gulat Indonesia sukses menorehkan prestasi gemilang pada SEA Games 2023 Kamboja. Mereka meraih enam medali emas, enam medali perak, dan dua medali perunggu. Lalu atlet judo Indonesia, Ikhsan Apriyadi menyumbangkan medali emas SEA Games 2021 Vietnam.

Jaring Bibit Pesepakbola, Ajang SEAFT Indonesia 2025 di Banyuwangi Dimulai

SEAFT Indonesia 2025 Banyuwangi

Ajang bergengsi South East Asean Football Talent (SEAFT) Indonesia 2025 resmi dibuka dengan semarak di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, pada Minggu (14/6/2025). Turnamen SEAFT Indonesia 2025 ini menjadi wadah bagi atlet muda sepak bola Asia Tenggara ini diikuti oleh 49 tim dari kategori U-10 sebanyak 11 tim, U-12 22 tim, dan U-13 sebanyak 16 tim. Acara pembukaan ditandai dengan pelepasan balon, disusul dengan tendangan perdana yang menandai kick off pertandingan pertama. Stadion Diponegoro, Banyuwangi, yang telah dipoles khusus untuk ajang bergengsi ini pun semakin meriah dengan kehadiran suporter yang antusias menyambut kompetisi ini. Gelaran ini secara resmi dibuka oleh Ketua Askab PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, didampingi dengan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi, Ahmad Khairullah, serta Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) SEAFT Indonesia Banyuwangi, Toni Hartono. “Banyuwangi bangga bisa berkesempatan menjadi tuan rumah SEAFT 2025. Ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga kesempatan emas bagi pemain muda Indonesia untuk menunjukkan talenta mereka hingga di kancah Internasional,” kata Michael, saat sambutannya membuka acara, Minggu (24/6/2026). Michael mengatakan, ajang ini juga menjadi perhatian khusus pemantau bakat ASKAB PSSI Banyuwangi. Mereka akan menyeleksi pemain-pemain potensial untuk direkomendasikan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai bibit atlet nasional. “Oleh karena itu, ini kesempatan untuk menunjukkan bakat peserta. Bertandinglah yang baik dan sportif,” pesan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi itu. Ketua KONI Banyuwangi, Ahmad Khairullah, mengapresiasi ASKAB PSSI Banyuwangi yang telah menggeber turnamen internasional ini. Ia menegaskan dukungan penuh KONI bagi pengembangan sepak bola muda di Indonesia terkhusus di Bumi Blambangan. “Apresiasi setinggi-tingginya untuk ASKAB PSSI. Belum lama dilantik tetapi sudah melakukan gebrakan dengan berhasil menggelar turnamen kelompok umur,” ucap Khairul. Khairul berharap, ajang serupa juga dapat terus terselenggara di Banyuwangi. Bukan hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu mencetak atlet-atlet sepak bola berkualitas. Sementara itu, Ketua Panpel SEAFT Indonesia 2025 Banyuwangi, Toni Hartono, melalui Sekretaris Panpel, Yuliawan Bambang Sukianto, menjelaskan bahwa kompetisi si kulit bundar ini digelar selama dua hari, mulai Minggu 15 Juni sampai Senin 16 Juni 2025. “Total sebanyak 49 tim sepak bola akan bertanding dan memperebutkan juara 1. Tak hanya dari tim sepak bola lokal Banyuwangi saja, sebanyak 25 persen dari total peserta adalah dari luar kota,” jelas Yuliawan. Yuliawan memaparkan, peserta turnamen tidak hanya dari Banyuwangi, melainkan juga diikuti oleh tim sepak bola dari berbagai daerah seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, Bojonegoro, hingga klub asal Pulau Bali. Pada laga perdana hari ini, seluruh tim dari setiap kategori usia bertanding pada babak penyisihan grup. Setiap tim akan saling berhadapan dalam pertandingan round-robin di grup masing-masing untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke babak berikutnya. “Di pertandingan hari pertama setiap kategori umur hanya sampai di babak penyisihan grup. Dan di pertandingan hari kedua Senin (15/6/2025) akan dilanjutkan sampai mendapatkan juara 1 di setiap kategori umur,” beber Yuliawan. Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi itu mengatakan bahwa pemenang dari setiap kategori umur, akan dikirimkan ke tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 7-9 Juli 2025 di Jakarta. Apabila berhasil di tingkat nasional, mereka akan kembali bertanding di tingkat internasional di Bangkok, Thailand untuk U-13 dan Kuala Lumpur, Malaysia, untuk U-10 dan 12 pada bulan Oktober. “Untuk sang juara tentu akan mendapat Tropy SEAFT dan setifikat. Penghargaan juga akan diberikan kepada Top Score, pemain terbaik dan kiper terbaik,” terang Yuliawan. Dengan terselenggaranya SEAFT 2025 ini, Banyuwangi semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan sepak bola muda di kawasan Asia Tenggara. Ajang ini tidak hanya menjadi momentum pencarian bakat, tetapi juga membuka jalan bagi terciptanya generasi emas sepak bola Indonesia di masa depan. Sumber: TIMES Indonesia

Exist Berjaya di Seri Kalimantan Barat

Sirkuit Nasional B Kalimantan Barat 2025

Usai sudah gelaran Sirkuit Nasional B Kalimantan Barat 2025. Turnamen yang berlangsung pada 9-14 Juni 2025 di GOR Terpadu Pontianak, Kalimantan Barat ini diikuti kelompok usia dini, anak-anak dan pemula. Exist Badminton Club akhirnya kembali menjadi juara umum setelah terakhir terjadi pada seri Sirkuit Nasional B Kepri 2025 bulan April lalu. Exist mendominasi dengan raihan 6 gelar juara dari 11 nomor yang dipertandingkan. Sementara 5 gelar lain, terbagi rata menjadi milik Istimewa Badminton Club, Apita Badminton Club, Jaya Raya Jakarta, Champion Klaten, dan Taqi Arena Badminton Academy Untuk seri Sirnas selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 16 – 21 Juni 2025. Sirnas berlevel A tersebut akan berlangsung di kota Solo, Jawa Tengah. Daftar Juara Sirkuit Nasional B Kalimantan Barat 2025: TAPA: Khoirul Dwi Fahmi [Jaya Raya Jakarta] TPA: Richardo Regino Mozes Munde [Exist] TUDA: M. Lazar Abrizam Adhyasta [Apita Badminton Club] TAPI: Diajeng Putri Hartini [Exist] TPI: Zaira Octavia Armi [Exist] TUDI: Aisyah Ayudia Safa Inara [Istimewa Badminton Club] GPC: Athaya Affan Zaidan/Yemima Febryanti W. [Exist] GAPI: Griselda Galafreya N./Neisya Syaza V. [Champion Klaten] GPI: Bernessa Nadea D./Hanifa Azzahrawani N. [Taqi Arena Badminton Academy] GAPA: Lorenzio Juvian C./Syahdad Alfadilla [Exist] GPA: Athaya Affan Z./Raynanda Laksmana [Exist]

ASEAN U-19 Girls’ Championship 2025: Gilas Malaysia, Indonesia ke Semifinal

Timnas putri U19

Timnas putri U19 berhasil lolos ke semifinal Piala AFF Putri U19, setelah menang 4-0 atas Malaysia pada laga terakhir Grup B di Stadion Phu Tho, Ho Chi Minh, Jumat. Tambahan tiga poin ini membuat Indonesia finis di posisi kedua klasemen akhir dengan koleksi empat poin. Indonesia yang sempat menghuni posisi juru kunci unggul satu angka dari Malaysia yang harus puas berada di posisi ketiga. Indonesia membuka keunggulan pada menit ke-14 berkat gol Nasywa Salsabila. Pada menit ke-30 giliran Sydney Hopper yang membobol gawang Malaysia untuk menggandakan keunggulan Indonesia. Skor 2-0 bertahan sampai turun minum. Pada babak kedua, Jezlyn Kayla Azkah memperbesar keunggulan Indonesia menjadi 3-0 berkat golnya pada menit ke-60. Allya Putri lantas menutup pesta Garuda Pertiwi Muda dengan golnya pada menit ke-63. Raihan ini mengulangi pencapaian timnas putri U19 pada 2023. Saat itu Indonesia juga mencapai semifinal sebelum disingkirkan Thailand yang menang 7-1. Pada semifinal, tim asuhan Akira Higashiyama akan berhadapan dengan tuan rumah Vietnam. Vietnam jelas tidak dapat dipandang sebelah mata sebab mereka sejauh ini belum kemasukan dan mengoleksi 16 gol di fase grup. Sementara itu, Indonesia datang ke semifinal dengan catatan satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Di laga perdana, Garuda Pertiwi Muda dipukul Thailand 6-1, lalu ditahan imbang 1-1 oleh Kamboja, sebelum akhirnya bangkit di laga terakhir lawan Malaysia.

Belasan Atlet MMA Indonesia Dilepas ke Dua Ajang Bergengsi Internasional

Pelepasan 17 atlet Mixed Martial Arts

Sebanyak 17 atlet Mixed Martial Arts (MMA) dari Kontingen Indonesia secara resmi dilepas oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo di Auditorium Wisma Kemenpora, Kamis (12/6). Para atlet yang terdiri dari 9 atlet junior dan 8 atlet senior ini akan berlaga pada dua ajang internasional bergengsi yaitu 5th GAMMA World MMA Championship (U18 dan Senior) di Sao Paulo, Brasil, pada 17–22 Juni 2025, dan 1st AMMA Youth Championship di Bahrain, 23–28 Juni 2025, yang juga menjadi babak kualifikasi resmi menuju 3rd Asian Youth Games (AYG) pada Oktober mendatang. Dalam seremoni pelepasan, Menpora Dito secara simbolis menyerahkan bendera Merah Putih kepada manajer tim sebagai tanda kepercayaan dan kehormatan negara kepada para atlet yang akan bertanding mewakili Indonesia. Dalam sambutannya, Menpora Dito memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia ( PB Pertacami) Tommy Paulus Hermawan dan seluruh jajarannya. “Saya mengapresiasi kerja cepat Pertacami. Kita lihat sekarang MMA Indonesia sudah masuk jalur pelatnas dengan sistematis, bahkan bersinergi dengan akademisi, yakni UNJ. Ini adalah langkah perdana dan terarah. Tidak lagi ambil dari cabor bela diri lain, tapi murni pembinaan MMA,” ujar Menpora Dito. Menpora Dito juga menegaskan bahwa MMA sebagai cabang olahraga semakin mendapat tempat, terbukti dengan masuknya ke Asian Youth Games 2025, dan harapannya dapat segera dipertandingkan di Asian Games hingga Olimpiade. Menpora Dito menyoroti prestasi sebelumnya di ajang GAMMA World Championship, di mana Indonesia telah berhasil merebut tiga medali emas dan sejumlah medali lainnya. Ia berharap kontingen kali ini mampu mempertahankan bahkan melampaui prestasi tersebut di Brasil. Untuk ajang di Bahrain, Menpora Dito menekankan pentingnya peran event ini sebagai pintu menuju panggung Asia. “Kami sangat fokus pada Asian Youth Games karena ini jalan panjang dalam menyiapkan anak muda Indonesia agar bisa berkiprah di dunia dan Olimpiade. Saya yakin, bila ini terus dikembangkan, Indonesia bisa menjadi kekuatan utama di MMA dunia,” tegasnya. Menutup sambutannya, Menpora Dito memberi pesan menyentuh dan penuh semangat kepada seluruh atlet. “Ingat, kalian hadir di Sao Paulo dan Bahrain bukan sebagai individu, tapi sebagai wakil resmi Merah Putih. Bertarunglah dengan penuh semangat, sportivitas, dan rasa bangga. Kami semua di sini menunggu kalian pulang membawa prestasi,” pesannya. Ketum PB Pertacami Tommy Paulus Hermawan menyampaikan dalam rangka menghadapi dua kejuaraan internasional bergengsi, sebanyak 40 atlet Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia telah menjalani program pemusatan latihan nasional (pelatnas) sejak awal Januari 2025. “Pelatnas ini dipusatkan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai bagian dari persiapan menuju:5th GAMMA World MMA Championship (U18 dan Senior) di Sao Paulo, Brasil, pada 17–22 Juni 2025, dan 1st AMMA Youth Championship di Bahrain, 23–28 Juni 2025, yang juga menjadi babak kualifikasi resmi untuk 3rd Asian Youth Games (AYG) pada Oktober mendatang,” jelasnya. Menurutnya, para atlet yang terpilih merupakan hasil seleksi ketat berdasarkan kategori berat badan dan kelompok usia (junior dan senior). Selama lebih dari 6 bulan, mereka menunjukkan komitmen dan disiplin tinggi dalam mengikuti pelatnas, mengusung semangat untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. “Program pelatnas mencakup pelatihan fisik intensif, teknik menyerang dan bertahan, termasuk latihan pukulan, tendangan, serta strategi bertarung. Selain aspek teknis, persiapan mental juga menjadi prioritas, guna memastikan para atlet siap menghadapi tekanan dan atmosfer pertandingan internasional,” tutupnya.

53 Karateka Muda Wakili Indonesia Pada SEAKF 2025

Wakil Indonesia Pada SEAKF Championship 2025

Indonesia mengirim 53 atlet karate kategori Kadet, Junior, dan U21 untuk berlaga dalam Kejuaraan Asia Tenggara ke-12 (SEAKF Championship 2025) yang bergulir di Brunei Darussalam pada 17–19 Juni. Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) secara resmi melepas para atlet muda tersebut di Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau), Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis, yang dipimpin langsung Ketua Umum PB Forki, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto. Selain 53 atlet muda, Indonesia juga didukung 22 atlet senior yang saat ini tengah menjalani pemusatan latihan nasional secara terpisah di Bali sebagai bagian dari penguatan tim nasional menuju berbagai kejuaraan internasional. “Kami optimistis tahun ini bisa melampaui pencapaian sebelumnya. Persiapan memang padat, tapi mental dan semangat juang kalian adalah aset utama,” kata Hadi dalam keterangan tertulisnya. Pada SEAKF edisi 2024 yang digelar di Bangkok, Thailand, Indonesia meraih 10 medali emas, 8 perak, dan 13 perunggu serta menempati peringkat ketiga secara keseluruhan. Pencapaian tersebut menjadi tolok ukur sekaligus motivasi bagi kontingen muda tahun ini untuk meraih hasil yang lebih baik. Hadi mengatakan para atlet yang dikirim merupakan hasil seleksi ketat dari berbagai daerah di Indonesia dan telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam proses pelatihan. “Dari ratusan ribu atlet karate di seluruh Indonesia, kalian terpilih melalui proses seleksi nasional. Ini adalah kehormatan besar dan bukti kalian adalah yang terbaik,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat, kekompakan tim, dan kekuatan spiritual menjelang kejuaraan. “Mintalah restu orang tua, terutama doa ibu. Itu kekuatan yang tidak terlihat, tapi sangat menentukan,” ujarnya. Sumber: ANTARA

Ratusan Atlet Ikuti Sirkuit Nasional di Pontianak

Sirkuit Nasional B Kalimantan Selatan 2025

Sebanyak 484 atlet dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan bulu tangkis WONDR by BNI Sirkuit Nasional (Sirnas) B Kalimantan Barat 2025 yang digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, 9-14 Juni. “Jumlah peserta yang mencapai hampir 500 orang mencerminkan tingginya antusiasme terhadap kejuaraan ini. Dari total peserta, lebih dari 360 atlet berasal dari luar Kalimantan Barat, sementara sisanya merupakan perwakilan dari kabupaten dan kota di Kalbar,” kata Ketua PBSI Kalimantan Barat, Joko Sularso di Pontianak, Senin. Joko mengatakan, antusiasme peserta tersebut membuktikan bahwa Kalbar telah menjadi salah satu destinasi kompetisi bulu tangkis yang diperhitungkan. “Kami berharap kejuaraan ini bisa menjadi momentum penting untuk pembinaan atlet lokal dan meningkatkan daya saing bulu tangkis daerah di tingkat nasional,” tuturnya. Kejuaraan ini resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya turnamen, khususnya promotor utama Bank BNI serta Pengurus Pusat PBSI. Krisantus juga menyebut bahwa kejuaraan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu tahun beroperasinya GOR Terpadu A. Yani yang diresmikan pada 16 Juni 2024. “Dalam kurun satu tahun, GOR ini telah menjadi tuan rumah berbagai ajang nasional dan internasional, mulai dari Proliga 2024, laga tinju Daud Yordan, hingga kembali dipercaya untuk Proliga 2025. Kini, kita kembali mencatat sejarah sebagai tuan rumah Sirnas B bulu tangkis,” kata Krisantus. Ia menambahkan, kehadiran GOR berstandar internasional ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur olahraga, tetapi juga bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui industri olahraga. Wagub berharap, kejuaraan ini mampu menjadi ajang lahirnya atlet-atlet potensial Kalbar yang kelak bisa mengharumkan nama bangsa di tingkat dunia. Ia menyinggung sejarah panjang kejayaan bulu tangkis Indonesia dan berharap generasi muda Kalbar bisa menorehkan prestasi serupa di masa depan. “Kami ingin olahraga menjadi bagian dari pembangunan Kalbar, tidak hanya melalui kompetisi, tapi juga melalui penyediaan fasilitas latihan yang berkualitas,” tuturnya. Kejuaraan yang digelar selama beberapa hari ke depan ini mempertandingkan sejumlah kategori usia, mulai dari kelompok usia dini hingga dewasa. Para pemenang berkesempatan memperoleh poin nasional untuk pemeringkatan atlet serta menjadi sorotan dalam pembinaan jangka panjang menuju Generasi Emas 2045.

ASEAN U-19 Girls’ Championship 2025: Indonesia Akui Keunggulan Thailand

ASEAN U-19 Girls' Championship 2025

Timnas Putri U-19 Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 1-6 pada laga perdana ASEAN U-19 Girls’ Championship 2025 di District 8 Stadium, Ho Chi Minh, Vietnam, Senin (9/6). Gol tunggal Garuda Pertiwi Muda dicetak oleh Nasywa Zetira Rambe pada menit ke 90’+6 melalui tendangan bebas. “Kita akui kekalahan dari Thailand dan beruntung kami bisa menciptakan gol di menit-menit akhir. Tapi kita masih memiliki dua pertandingan, jadi harus mempersiapkan diri dengan baik untuk dua pertandingan berikutnya,” kata pelatih Timnas Putri U-19, Akira Higashiyama seusai laga. “Para pemain harus recovery dengan baik dan saya harap kami bisa menang pada dua pertandingan selanjutnya melawan Kamboja dan Malaysia,” pungkasnya. Setelah ini, Indonesia akan melawan Kamboja di Stadion Dat Duc, Ho Chi Minh pada Rabu (11/6) mendatang.

PSSI Umumkan Skuad Untuk Piala AFF Putri U19

Piala AFF Putri U19 2025

PSSI resmi mengumumkan daftar 23 pemain Timnas Putri U‑19 Indonesia untuk menghadapi Piala AFF Putri U19 2025, Minggu. Sebelum merilis nama-nama anggota skuad timnas putri U-19, PSSI terlebih dahulu mengumumkan penunjukan pelatih Akira Higashiyama untuk mengarsiteki tim tersebut. Skuad yang dipanggil mencerminkan kombinasi pemain muda potensial dari berbagai daerah. Beberapa nama yang menonjol antara lain Sydney Sari Hopper, gelandang berdarah campuran yang menjadi sorotan karena pengalamannya di luar negeri, serta pemain kembar Jazlyn Kayla Firyal dan Jezlyn Kayla Azkha, serta Ajeng Sri Handayani, yang telah mencuri perhatian publik pencinta sepak bola. Di ajang Piala AFF Putri U19 2025 yang akan berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, 9 sampai 18 Juni, Indonesia berada di Grup B bersama Thailand, Kamboja, dan Malaysia. Berikut daftar lengkap pemain Timnas Putri U-19 Indonesia: Kiper Ghadiza Ananda Alleana Ayu Arumy Shesilia Putri Desrina Bek Amelia Rode Heselo Merisya Ika Hermawan Gea Yumanda​​​​​​​ Marcha Egis​​​​​​​ Nabila Sysilia Divany​​​​​​​ Jazlyn Kayla Firyal​​​​​​​ Marcelinda Nurul​​​​​​​ Nabilla Saputri​​​​​​​ Gelandang Zaira Aulia Kusuma​​​​​​​ Syafia Chorlienka​​​​​​​ Nasywa Zetira Rambe​​​​​​​ Aulia Arifah​​​​​​​ Sydney Sari Hopper​​​​​​​ Penyerang​​​​​​​ Shifana Rizka Nadhifa​​​​​​​ Ayunda Dwi Anggraini​​​​​​​ Allya Putri Afianti​​​​​​​ Jezlyn Kayla Azkha​​​​​​​ Ajeng Sri Handayani​​​​​​​ Nasywa Salsabilla Fattah​​​​​​​ Kikka Putri Ramadani​​​​​​​

Akira Higashiyama Jadi Pelatih Timnas Putri U19 Indonesia

Akira Higashiyama

PSSI resmi menunjuk Akira Higashiyama sebagai pelatih Timnas Putri U19 Indonesia. Pelatih asal Sakai, Fukui, Jepang ini datang dengan pengalaman internasional yang luas serta filosofi kepelatihan yang menekankan semangat, kerja keras, dan pembentukan karakter pemain muda. Akira mengungkapkan antusiasmenya menangani tim muda putri Indonesia. “Saya tahu Indonesia punya potensi besar. Itulah kenapa saya datang ke sini. Saya ingin menerima tantangan ini,” kata Akira. Akira memulai karier sepak bolanya sejak usia 9 tahun di Jepang. Setelah lulus dari universitas, ia memulai karier profesional sebagai pemain di Thailand, lalu melanjutkan petualangannya ke Kamboja, Mongolia, dan Selandia Baru. Setelah pensiun sebagai pemain, dia beralih ke dunia kepelatihan dan sempat menangani klub FC Ulaanbaatar di kasta tertinggi Liga Mongolia sebagai pelatih kepala. Pengalaman kepelatihannya juga meliputi Thailand dan Selandia Baru, sebelum akhirnya tiba di Indonesia. “Saya pernah menjadi pelatih kepala di Mongolia, lalu bekerja di Thailand dan New Zealand. Saya sudah terbiasa bekerja lintas budaya dan sangat menghormati sepak bola lokal,” jelas pelatih berusia 35 tahun tersebut. Filosofi kepelatihan Akira berakar pada prinsip yang sederhana namun kuat. Menurutnya, semangat untuk terus belajar, berkembang, dan bekerja keras adalah kunci utama, tidak hanya bagi pemain, tapi juga bagi dirinya sendiri sebagai pelatih. “Saya selalu lapar untuk menang, belajar, dan berkembang. Hal ini juga yang saya tanamkan pada pemain dan staf pelatih,” jelasnya. Meski memberikan perhatian besar pada aspek teknis dan taktis, Akira menekankan bahwa yang paling penting dalam sepak bola adalah hati dan seberapa besar hasrat yang dimiliki pemain untuk berkembang. Dalam waktu dekat, Akira akan memimpin timnya dalam AFF U19 Women’s Championship 2025. Berdasarkan hasil undian, Garuda Pertiwi Muda tergabung dalam Grup B bersama Thailand, Kamboja, dan Malaysia. Turnamen ini akan berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 9-18 Juni 2025 mendatang. “Saya sudah bicara dengan Coach Mochi. Kami punya visi yang sama yakni membangun fondasi kuat dan mengantar Timnas Putri ke Piala Dunia,” tutup Akira.

Kualifikasi Piala Dunia 2026: Bungkam China, Indonesia Lolos Putaran 4

Timnas Indonesia dipastikan lolos ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kepastian ini didapat setelah skuad Garuda mengalahkan Cina 1-0 pada pertandingan kesembilan Grup C putaran ketiga dan Bahrain kalah 0-2 dari Arab Saudi, Kamis, 5 Juni 2025. Timnas Indonesia meraih tiga poin saat menjamu Cina di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, berkat gol tunggal yang dibuat Ole Romeny lewat tendangan penalti pada akhir babak pertama. Wasit menunjuk titik putih setelah memeriksa tayangan VAR untuk memastikan pelanggaran yang dilakukan pemain The Dragons kepada Ricky Kambuaya di dalam kotak. Dalam laga ini, kiper Emil Audero yang menjalani debut, tampil apik. Dia mampu mengawal gawang Indonesia dari kebobolan. Salah satu penyelamatan krusial terjadi pada awal babak kedua. Berkat pertahanan yang solid, keunggulan tipis itu mampu dipertahankan hingga laga usai. Kemenangan itu sempat membawa Indonesia naik ke peringkat ketiga klasemen grup dengan 12 poin menggeser Arab Saudi ke urutan keempat. Tetapi, The Green Falcon kembali naik ke peringkat ketiga usai mengalahkan Bahrain dalam laga tandang, selang beberapa jam kemudian. Arab Saudi mempermalukan Bahrain di hadapan pendukungnya lewat gol Musab Fahd Aljuwayr dan Abdulrahman Alobud. Kedua gol itu dicetak di babak pertama dan kedua. Tiga poin yang didapat Arab Saudi membuat mereka kembali ke peringkat ketiga Grup C dengan 13 poin, unggul satu poin dari Indonesia yang kembali ke posisi keempat. Namun, kekalahan Bahrain atas Arab Saudi memastikan Indonesia finis di peringkat keempat grup ini apa pun hasilnya di laga tandang melawan Jepang pada Selasa, 10 Juni nanti. Sebab, Bahrain dan Cina yang berada di urutan kelima dan keenam tidak mungkin lagi mengejar dengan sisa satu pertandingan terakhir di putaran ketiga ini. Jepang yang sudah memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, dikalahkan tuan rumah Australia di laga kesembilan dengan skor 1-0. Gol Aziz Behich pada menit ke-90 menjadi penentu kemenangan Socceroos. Kemenangan membuat mereka menempati peringkat kedua grup. Rekap Hasil Pertandingan Kesembilan Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia: Kamis, 5 Juni 2025 18.10 WIB: Australia vs Jepang (1-0) 20.45 WIB: Indonesia vs Cina (1-0) 23.00 WIB: Bahrain vs Arab Saudi (0-2) Jadwal Pertandingan Kesepuluh Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia: Selasa, 10 Juni 2025 17.35 WIB: jepang vs Indonesia 18.00 WIB: Cina vs Bahrain Rabu, 11 Juni 2025 01.15 WIB: Arab Saudi vs Australia

Indonesia Runner Up di FIBA Asia Cup 2025 SEABA Qualifiers

Seremoni Timnas Indonesia setelah menuntaskan seluruh laga FIBA U16 Asia Cup SEABA Qualifiers 2025 Filipina dan pulang sebagai runner up

Tim Nasional (Timnas) Basket Putra Indonesia harus mengakui keunggulan Filipina dalam laga final FIBA Asia Cup 2025 SEABA Qualifiers yang berlangsung di Bren Z. Guiao Sports Complex, Filipina usai menyudahi pertandingan dengan skor mutlak 70-40, Jumat, 30 Mei 2025. Pertandingan ini merupakan pertemuan kedua antara kedua tim, setelah sebelumnya Indonesia juga kalah dari Filipina di fase round-robin (77-68), beberapa hari yang lalu. Meskipun hasil ini tidak memengaruhi kelolosan menuju putaran berikutnya, karena tiga tim teratas dari kualifikasi ini tetap beranjak ke FIBA Asia Cup 2025 Mongolia, pertandingan ini merupakan laga penentu untuk posisi juara dan runner up. Filipina tampil dominan sejak awal pertandingan, memimpin dengan skor 21-5 di penghujung kuarter pertama. Yang mana margin langsung terpaut dua digit. Sulit untuk mengejar ketertinggalan, Filipina justru terus menambahkan keunggulan di kuarter kedua, menutup paruh pertama dengan skor 41-20. Pasca jeda turun minum, Indonesia tampak makin sulit menemukan tempo permainannya. Bahkan di laga ini, banyak peluang poin tercipta, namun hanya sedikit yang dapat tereksekusi dengan baik. Dari total 69 kali percobaan, hanya 14 di antaranya berhasil dikonversi menjadi poin. Akurasi mereka hanya 20 persen. Sekalipun tembakan gratis Indonesia nyaris sempurna (9/10), Filipina memang sangat susah untuk ditaklukkan. Utamanya saat duel di bawah ring. Di mana perolehan rebound Filipina mencapai 64 rebound. Sedangkan Indonesia hanya 38 rebound. Selisih hampir setengahnya. Filipina juga punya komposisi pemain yang cenderung merata. Pemain cadangan mereka pun ikut berperan besar dalam kemenangan timnya. Berkat kemenangan ini, Filipina sukses mempertahankan dominasinya di kawasan Asia Tenggara, dengan meraih gelar juara SEABA untuk keenam kalinya secara beruntun. Sementara, Indonesia finis di posisi runner up, menunjukkan peningkatan performa meskipun masih harus bekerja keras untuk menyaingi kekuatan Filipina di kawasan ini. Selain Indonesia dan Filipina, Malaysia juga akan terbang ke FIBA Asia Cup 2025 Mongolia setelah membungkam Thailand di laga perebutan juara ketiga dengan skor akhir 78-69.

Kiromal Katibin Juara IFSC Climbing World Cup 2025

IFSC Climbing World Cup 2025

Atlet panjat tebing Indonesia, Kiromal Katibin, kembali menorehkan prestasi dengan meraih medali emas di ajang bergengsi IFSC Climbing World Cup Denver 2025, Amerika Serikat pada Minggu sore, (01/06) waktu Colorado Amerika Serikat. Bertanding di nomor speed putra, Kiromal dinyatakan sebagai juara setelah berhasil mencatatkan waktu terbaik 4,83 detik saat menjalani kualifikasi di hari sebelumnya 1 hari sebelum kompetisi dihentikan karena faktor cuaca. Sebelum dihentikan, Katibin juga sempat menjalani babak perdelapan final dengan mengalahkan wakil Italia dengan waktu 4,87 detik. Sesaat setelah itu, hujan turun dan kompetisi dihentikan. Penyelenggara IFSC mengumumkan bahwa badai dan hujan deras yang melanda Denver membuat babak perempat final, semifinal dan final terpaksa dibatalkan demi keselamatan atlet. Berdasarkan keputusan darurat, hasil terakhir dari babak kualifikasi dijadikan dasar penentuan peringkat akhir — dan catatan waktu Kiromal yang impresif memastikan tempatnya di puncak podium. Sebelumnya, atlet asal Batang, Jawa Tengah ini tampil dominan di babak kualifikasi dengan catatan waktu 4,83 detik di Lane A dan 4,91 detik di Lane B. Konsistensinya di setiap fase menunjukkan bahwa ia layak menjadi yang terbaik di antara para pemanjat tercepat dunia. Kemenangan ini melanjutkan performa gemilang Kiromal, setelah sebelumnya ia meraih dua medali perunggu di seri Wujiang dan Bali pada Mei lalu. Dengan torehan ini, Kiromal semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu atlet speed papan atas dunia dan memperkuat nama Indonesia di panggung olahraga panjat tebing internasional. Manajer Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Ical Umarella, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. “Konsistensi dan fokus jadi kunci utama kemenangan Kiromal hari ini. Meski kondisi cuaca memaksa final dibatalkan, ia sudah menunjukkan performa terbaiknya di saat yang krusial. Ini adalah buah dari latihan keras dan kerja tim yang luar biasa,” ujar Ical di Denver. Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, juga turut menyampaikan apresiasi. “Prestasi ini membuktikan bahwa anak bangsa mampu bersaing dan menjadi juara di panggung dunia. Ini bukan hanya kemenangan Kiromal, tapi kemenangan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Yenny. Selain Kiromal, Indonesia juga diwakili oleh Alfian M. Fajri, yang harus menghentikan langkahnya di babak kualifikasi. Alfian mencatatkan waktu terbaik 5,30 detik (Lane A) dan 5,49 detik (Lane B). Meski belum berhasil melaju ke babak lanjutan, dukungan penuh tetap mengalir untuk Alfian dari seluruh tim.

Bangkitkan Semangat Olahraga di Kalangan Mahasiswa, Djarum Foundation Bangun Polytron Stadium di Universitas Diponegoro

Desain stadion cukup ikonik dengan dilengkapi shuttlecock raksasa di sisi depan menjadi simbol kecepatan, ketekunan, dan dedikasi, seolah menyambut setiap atlet yang datang untuk bertanding dan berlatih.

Semarang, 2 Juni 2025 – Universitas Diponegoro bersama Djarum Foundation, Polytron, dan iForte meresmikan pusat olahraga bulutangkis megah bertaraf internasional Polytron Stadium yang berada di Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Senin (2/6). Berdirinya gelanggang olahraga ini merupakan wujud nyata membangkitkan semangat mahasiswa menggeluti olahraga bulutangkis yang diharapkan mampu menorehkan prestasi di kejuaraan-kejuaraan nasional hingga kancah internasional. President Director Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono mengatakan, pembangunan Polytron Stadium merupakan rangkaian upaya Djarum Foundation dalam membangun ekosistem olahraga bulutangkis yang kokoh. Lebih dari sekadar bangunan, stadion ini adalah simbol tekad untuk membangkitkan kembali kejayaan bulutangkis Indonesia dari lingkungan akademik, demi melahirkan atlet-atlet kampus yang siap bersinar di level dunia. “Kami percaya bahwa bulutangkis merupakan kebanggaan bangsa, sehingga harus terus ditumbuhkan. Djarum Foundation tetap berkomitmen menjaga marwah bulutangkis sebagai olahraga yang digemari masyarakat Indonesia. Polytron Stadium bukan hanya fasilitas, tapi ladang pembibitan juara masa depan. Dari sini kami berharap mahasiswa memiliki wadah untuk menyalurkan talenta di cabang olahraga bulutangkis,” ujar Victor di sela peresmian Polytron Stadium. Polytron Stadium dibangun di atas lahan seluas ± 11.000 m2. Pembangunan dimulai pada 2 Oktober 2023 dan rampung pada 27 Agustus 2024. Selama kurang lebih 330 hari, proses konstruksi berlangsung dengan komitmen tinggi terhadap kualitas dan keselamatan kerja. Dengan alokasi anggaran sebesar lebih dari Rp43 miliar, proyek ini mencerminkan sinergi dan kolaborasi kuat antara Djarum Foundation, Polytron, dan iForte dengan Universitas Diponegoro (Undip). Polytron Stadium dilengkapi dengan 5 lapangan bulutangkis, tribun berkapasitas 300 orang, toilet ramah difabel, lounge atlet, ruang kantor, hingga  ruang merchandise. Keunggulan yang membuat stadion ini bertaraf internasional adalah ukuran setiap lapangan 13,4 x 6,10 meter dengan lapisan 100% PVC wear layer, grid stabilizing layer, fiberglass layer, decompression layer, dan foam layer dari Flypower. Desain stadion pun tak kalah ikonik dengan dilengkapi shuttlecock raksasa di sisi depan menjadi simbol kecepatan, ketekunan, dan dedikasi, seolah menyambut setiap atlet yang datang untuk bertanding dan berlatih. Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pembangunan fasilitas ini. Ia menilai, Polytron Stadium diharapkan dapat membangkitkan jiwa kompetitif dan pantang menyerah para generasi muda, khususnya mahasiswa Undip. Karena dua elemen tersebut merupakan modal penting dalam meraih kesuksesan di masa mendatang.  “Kami berterima kasih kepada Djarum Foundation, Polytron, dan iForte yang telah membangun Polytron Stadium di kampus kami. Kami percaya stadion ini bukan hanya sebagai tempat latihan, tetapi akan menjadi pusat aktivitas, inspirasi, dan motivasi bagi mahasiswa kami untuk lebih giat berolahraga, mengejar prestasi, dan membentuk karakter melalui olahraga. Semoga semakin banyak mahasiswa yang terpacu untuk aktif berolahraga dan berprestasi,” ujar Suharnomo. Senada dengan hal tersebut, CEO Polytron, Hariyono, menjelaskan bahwa stadion ini dibangun dengan filosofi yang lebih dari sekadar fasilitas olahraga. Ia menambahkan, dengan berdirinya Polytron Stadium, diharapkan semangat bulutangkis kembali membara dari jantung dunia akademik, menghubungkan cita-cita pendidikan dengan tekad untuk berprestasi di panggung olahraga nasional dan internasional. “Polytron Stadium adalah representasi semangat dan harapan. Ini adalah rumah baru bagi bulutangkis Indonesia. Kami membangunnya bukan hanya sebagai fasilitas, tapi menjadi ruang lahirnya budaya olahraga yang kuat bagi mahasiswa, maupun masyarakat sekitar,” jelasnya. Sementara itu, President Director & CEO of iForte & Protelindo Group, Ferdinandus Aming Santoso meyakini, Polytron Stadium akan menjadi sarana mahasiswa untuk membangun jejaring yang luas melalui olahraga bulutangkis. “Tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan bermain bulutangkis, kami berharap Polytron Stadium juga menjadi sarana untuk membangun jejaring yang lebih luas bagi para civitas kampus,” paparnya. Momen peresmian Polytron Stadium turut dimeriahkan oleh kehadiran legenda-legenda bulutangkis Indonesia seperti Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Ivana Lie, Sigit Budiarto, Hendrawan, Aryono Miranat, Hastomo Arbi, Lius Pongoh, Fung Permadi, dan Richard Mainaky. Usai prosesi penandatanganan prasasti dan serve shuttlecock perdana, acara dilanjutkan dengan pertandingan exhibition antara tim legenda PB Djarum melawan Rektor Universitas Diponegoro, serta coaching clinic bersama UKM Bulutangkis Undip dan klub mitra PB Djarum.