AFC Futsal Asian Cup 2026: Indonesia Libas Korsel

Timnas Futsal Indonesia

Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia mengawali laga perdana di grup A AFC Futsal Asian Cup Indonesia 2026 dengan gemilang. Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Indonesia Arena, Jakarta, Skuad Garuda melibas Korea Selatan (Korsel) dengan skor telak 5-0 pada laga pembuka turnamen. Pertandingan yang dipimpin wasit Andrew Scott Best asal Australia. Sejak peluit awal dibunyikan, Indonesia langsung tampil menekan dan mendominasi jalannya pertandingan. Indonesia membuka keunggulan dengan cepat di babak pertama. Mochammad Iqbal Rahmattulah berhasil memecah kebuntuan, diikuti oleh gol dari Rio Pangestu Putra pada menit ke-11 yang menggandakan keunggulan. Hingga peluit turun minum berbunyi, Indonesia memimpin nyaman dengan skor 2-0. Memasuki babak kedua, intensitas serangan tuan rumah tidak mengendur. Mochammad Iqbal Rahmattulah kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-21, mengubah kedudukan menjadi 3-0. Tekanan bertubi-tubi dari Indonesia membuat pertahanan Korsel kewalahan. Israr Megantara memperlebar jarak menjadi 4-0 lewat golnya di menit ke-29. Pesta gol Indonesia akhirnya ditutup oleh Reza Gunawan yang mencetak gol kelima pada menit ke-37, memastikan kemenangan mutlak 5-0 bagi tuan rumah. Selain tajam di lini depan, Indonesia juga tampil sangat disiplin dalam bertahan. Tim asuhan pelatih Hector Souto ini hanya melakukan total 2 pelanggaran sepanjang pertandingan. Sebaliknya, Korsel yang kesulitan mengembangkan permainan harus melakukan total 6 pelanggaran dan menerima dua kartu kuning yang diberikan kepada Eom Jiyong pada menit ke-27 dan Kang Jukwang pada menit ke-38. Kemenangan ini menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat positif di klasemen grup, sekaligus mengirimkan sinyal kuat kepada para pesaing di AFC Futsal Asian Cup 2026. Pada pertandingan terakhir fase grup A AFC Futsal Asian Cup 2026, Indonesia akan melawan Irak pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Indonesia Masters 2026: Raymond/Joaquin Jadi Runner-Up

Podium Ganda Putra Indonesia Masters 2026

Duet Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus puas menjadi runner-up Indonesia Masters 2026. Raymond/Joaquin mesti mengakui keunggulan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Raymond/Joaquin, yang tidak diunggulkan, menantang ganda putra unggulan empat Goh/Izzuddin di final. Bertanding di Istora Senayan pada Minggu (25/1/2026), Raymond/Joaquin kalah dua gim langsung 19-21, 13-21. Jalannya pertandingan. Raymond/Joaquin tampil menjanjikan di gim pertama setelah unggul 9-6. Namun, Goh/Izzuddin meraih enam poin berturut-turut untuk berbalik memimpin 12-9 setelah interval pertama. Goh/Izzuddin melanjutkan momentum, Raymond/Joaquin mencoba terus mendekat. Namun, kesalahan-kesalahan Raymond/Joaquin di saat kritis menguntungkan lawan sehingga mencapai game point 20-18. Satu angka ditambah Raymond/Joaquin. Serangan ke arah Joaquin gagal diantisipasi, Goh/Izzuddin memastikan keungulan 21-19 di gim pertama. Raymond/Joaquin kalah start di gim kedua. Mereka membiarkan lawan meraup enam poin pertama berturut-turut sehingga ketinggalan 0-6. Setelahnya tekanan Goh/Izzuddin membuat Raymond/Joaquin kewalahan. Jarak tujuh poin tercipta di interval kedua dengan keunggulan Goh/Izzuddin 11-4. Goh/Izzuddin tidak membiarkan Raymond/Joaquin kembali dalam permainan meskipun unggul jauh. Pukulan Raymond yang terlalu panjang melebarkan keunggulan Goh/Izzuddin 17-6. Goh/Izzuddin meraih tiga angka beruntun untuk mencapai match point 20-6. Raymond/Joaquin meraih tujuh angka selanjutnya untuk memperpanjang napas. Kedudukan 13-20. Sebuah reli yang diakhiri dengan smes keras tak sanggup dikembalikan Raymond/Joaquin. Mereka kalah 14-21 sekaligus memberi Goh/Izzuddin titel juara ganda putra Indonesia Masters 2026.

Indonesia Masters 2026: Alwi Farhan Juara dan Cetak Sejarah

Alwi Farhan

Alwi Farhan keluar sebagai juara tunggal putra Indonesia Masters 2026. Alwi tampil ganas untuk mengalahkan Panitchaphon Teeraratsakul straight game di final. Pada final Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Minggu (25/1), Alwi mendominasi lawan di sepanjang permainan. Alwi merengkuh titel juara dengan kemenangan 21-5, 21-6. Gelar ini merupakan gelar Super 500 pertama bagi Alwi yang terasa spesial karena terjadi di ‘rumah sendiri’. Gelar ini juga menjadi sejarah karena menjadikannya sebagai tunggal putra termuda yang pernah juara Indonesia Masters. Saat ini, Alwi baru berusia 20 tahun. Jalannya pertandingan Alwi start kencang usai mengungguli Teeraratsakul 6-1 di awal gim pertama. Eror Teeraratsakul menambah angka bagi Alwi sehingga memimpin 9-2. Alwi menjaga momentumnya, memimpin 13-4 usai interval pertama. Smes keras Teeraratsakul membentur net sehingga gap melebar jadi 10 poin di antara kedua pemain. Poin demi poin terus diraup Alwi, yang turut diuntungkan dengan kesalahan-kesalahan lawan. Pukulan Teeraratsakul terlalu panjang ke belakang membuat Alwi meraih game point dalam kedudukan 20-5. Sebuah drop shot Alwi mengecoh Teeraratsakul, sekaligus melanjutkan permainan ke gim kedua dengan keunggulan 21-5. Gim kedua dibuka dengan reli yang dimenangi Alwi, menyusul pukulan Teeraratsakul terlalu panjang ke belakang. Penampilan dominan Alwi berlanjut di awal gim kedua. Alwi tidak memberikan lawan mengembangkan permainannya untuk memimpin 11-2 menuju interval kedua. Jarak kedua pebulutangkis terus melebar. Teeraratsakul tampak kesulitan mendapatkan ritme permainannya di pertandingan ini. Tujuh poin beruntun diperoleh Alwi untuk unggul 18-5. Alwi Farhan akhirnya menyudahi perlawanan Teeraratsakul dengan sebuah drop shot untuk juara setelah menang 21-6 di gim kedua.

Pemenang Gelar Individu Piala Asia U23 2026

Ajang AFC U23 Asian Cup Saudi Arabia 2026 atau Piala Asia U23 2026 telah rampung dengan serangkaian penghargaan individu yang menarik perhatian pecinta sepak bola Asia. Selain Jepang yang sukses mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan China 4–0 di final, pemain-pemain muda terbaik Asia juga mendapatkan predikat tertinggi dalam kategori individu di turnamen ini. Pemain Terbaik (MVP): Ryunosuke Sato (Jepang) Gelandang serang Jepang, Ryunosuke Sato, dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) turnamen setelah penampilan luar biasa di lini tengah dan serangan timnas Jepang sepanjang kompetisi. Sato tampil penuh pengaruh di semua laga yang dijalani Jepang hingga memastikan gelar juara bagi Samurai Biru. Top Scorer (Vua Pencetak Gol): Nguyen Dinh Bac (Vietnam) Pencetak gol terbanyak turnamen diraih oleh Nguyen Dinh Bac dari Vietnam. Bomber muda ini mencatatkan 4 gol dan 2 assist, menjadikannya pencetak gol terbanyak meskipun memiliki waktu bermain lebih sedikit dibanding pesaingnya. Ada empat tiga pemail lain yang juga mencetak 4 gol sepanjang turnamen selain Nguyen Dinh Bac. Mereka adalah Ali Ahmad Ali Al Azaizeh, Leonardo Farah Shahin, dan Ryunosuke Sato. Namun Nguyen Dinh Bac unggul dari catatan assist dan menit bermain yang lebih sedikit. Gelar ini berarti sejarah baru bagi sepak bola Vietnam karena ini pertama kali seorang pemain Vietnam memenangkan penghargaan Golden Boot di ajang U23 Asia. Kiper Terbaik: Rui Araki (Jepang) Kiper andalan Jepang, Rui Araki, mendapatkan penghargaan Best Goalkeeper setelah hanya kegolan satu dan beberapa kali menjaga clean sheet penting dalam perjalanan timnya menuju gelar juara. Penampilannya di bawah mistar menjadi salah satu faktor dominan di lini pertahanan Jepang sepanjang turnamen. Penghargaan Fair Play: U23 Korea Selatan Selain gelar individu untuk pemain, tim U23 Korea Selatan dianugerahi AFC Fair Play Award atas sportivitasnya sepanjang turnamen. Sepanjang turnamen, tim asuhan Lee Min-sung itu hanya mencatatkan 5 kartu kuning dan tidak pernah mendapatkan kartu merah dalam 6 pertandingan. Langkah Korea sendiri terhenti pada perebutan posisi tiga dari Vietnam dalam drama adu penalti.

Jepang Raih Gelar Ketiga Piala Asia U23

Tim nasional Jepang U23

Tim nasional Jepang menjadi juara Piala Asia U23 setelah menaklukkan China dengan skor telak 4-0 pada laga final di Prince Abdullah Al Faisal Stadium, Jeddah, Sabtu (24/1), untuk mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang menjuarai turnamen tiga kali. Kemenangan diraih Jepang setelah mereka tampil menekan sejak awal laga dan tidak pernah memberi ruang bagi China untuk mengembangkan permainan. Jepang membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui Yuto Ozeki yang memanfaatkan bola muntah di dalam kotak penalti, dengan tembakannya sempat mengenai pemain bertahan China Peng Xiao sebelum mengecoh kiper Li Hao dan disahkan setelah tinjauan VAR. Keunggulan Jepang bertambah delapan menit kemudian lewat aksi individu Kosei Ogura, yang merebut bola di area lawan, melewati satu pemain bertahan, dan melepaskan tembakan keras ke sudut jauh gawang China. China berusaha merespons dengan permainan langsung dan umpan-umpan panjang, namun lini pertahanan Jepang yang terorganisasi rapi membuat mereka kesulitan menciptakan peluang bersih hingga turun minum, saat Jepang unggul 2-0 dengan jumlah tembakan dua kali lipat lebih banyak. Memasuki babak kedua, Jepang tetap mempertahankan intensitas permainan, sebelum memperlebar jarak pada menit ke-57 melalui titik penalti setelah Liu Haofan dinilai melakukan handball di area terlarang, yang dieksekusi dengan tenang oleh Ryunosuke Sato. China sempat mencetak gol pada menit ke-68, namun wasit menganulirnya karena posisi offside, keputusan yang kembali mematahkan upaya kebangkitan mereka. Jepang kemudian menutup kemenangan lewat gol keempat pada menit ke-76, ketika tembakan Ogura yang sempat terdefleksi pemain bertahan melambung masuk ke gawang dan memastikan keunggulan mutlak. Hingga peluit akhir dibunyikan, Jepang tetap menguasai jalannya pertandingan untuk mempertahankan gelar juara yang diraih pada edisi sebelumnya.

Pecah Rekor! Kejurprov Voli U18 Jatim Diikuti Peserta Terbanyak Sepanjang Sejarah

Kejurprov Voli U18 Jatim

Kabupaten Tulungagung kembali mencatatkan namanya dalam sejarah olahraga Jawa Timur. Sebanyak 67 klub bola voli dari berbagai daerah ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Voli Indoor U18 Antar Klub Se-Jawa Timur Tahun 2026. Rinciannya, 36 klub putra dan 31 klub putri. Jumlah klub ini menjadi yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan Kejurprov Bola Voli di Jawa Timur. Ajang bergengsi tersebut hingga kini sedang digelar, dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026 dan akan berakhir pada Senin, 26 Januari 2026. Kompetisi ini diselenggarakan di dua venue yakni GOR Lembupeteng dan GOR Sari Bumi Boro di Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung. Ketua Umum PBVSI Pengprov Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, dalam keterangan yang diterima awak media pada Kamis, 22 Januari 2026 menjelaskan pembukaan agenda ini diwakili oleh Ketua Harian PBVSI Pengprov Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast. Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, KONI Kabupaten Tulungagung, serta PBVSI Kabupaten Tulungagung yang telah menjadi tuan rumah kejuaraan. Ia menegaskan bahwa Kejurprov kali ini memiliki nilai historis yang sangat penting. Selain karena jumlah pesertanya yang memecahkan rekor, ajang ini juga menunjukkan perkembangan pembinaan bola voli usia muda yang semakin merata di Jawa Timur. “Rekor jumlah peserta ini tidak hanya mencerminkan antusiasme dan semangat kompetisi yang tinggi, tetapi juga menunjukkan komitmen Pengprov PBVSI Jawa Timur dalam menyelenggarakan turnamen pembinaan secara berjenjang,” jelas Kombes Abast. Menurutnya, tingginya partisipasi klub dari berbagai kabupaten dan kota menjadi indikator keberhasilan sistem pembinaan yang selama ini dijalankan. Hal tersebut sekaligus menunjukkan kepercayaan besar kepada Kabupaten Tulungagung sebagai tuan rumah. Lebih lanjut, Kombes Abast menjelaskan bahwa Kejurprov U18 ini tidak sekadar menjadi ajang pertandingan. Kejuaraan ini juga berfungsi sebagai sarana evaluasi pembinaan atlet usia muda di daerah. Dari kompetisi inilah, bibit-bibit unggul bola voli Jawa Timur dapat terpantau sejak dini. “Ke depan diharapkan atlet bola voli di Jawa Timur mampu menjadi tulang punggung prestasi bola voli di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya. Kapolres Tulungagung AKBP Dr. Ihram Kustarto, Wakapolres Tulungagung, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta Ketua KONI Kabupaten Tulungagung juga turut hadir dalam agenda pembukaan tersebut. Hadir pula jajaran pejabat utama Polres Tulungagung, pengurus PBVSI provinsi dan kabupaten, para wasit, panitia, pelatih, ofisial, serta seluruh peserta kejuaraan. Agenda Kejurprov Bola Voli Indoor U18 Tahun 2026 yang didukung penuh dari berbagai pihak diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi yang kelak mengharumkan nama Jawa Timur.

Piala Asia U23: Kalahkan Korsel Adu Penalti, Vietnam Finis Ketiga

Timnas Vietnam U23

Vietnam berhasil menuntaskan Piala Asia U-23 2026 dengan merebut tempat ketiga. Golden Star Warriors mengalahkan Korea Selatan dengan skor 7-6 di adu penalti. Vietnam vs Korea Selatan berlangsung di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (23/1/2026) malam WIB. Vietnam memimpin 1-0 di babak pertama pada menit ke-31. Nguyen Quoc Viet mencetak gol di menit ke-30 lewat skema serangan balik. Korsel menyamakan skor menjadi 1-1 di menit ke-69. Gol Korsel dicetak oleh Kim Tae-won. Vietnam dengan cepat mencetak gol balasan untuk memimpin 2-1. Pasukan Kim Sang-sik memimpin berkat gol Nguyen Dinh Bac di menit ke-1 lewat tendangan bebas. Vietnam harus bermain dengan 10 orang di menit ke-86. Nguyen Dinh Bac, yang merupakan kapten tim, diganjar kartu merah akibat tekel keras ke lawan. Korsel mampu memaksakan laga waktu normal tuntas 2-2 berkat gol Shin Min-ha di menit ketujuh injury time. Pertandingan pun dilanjutkan ke tambahan 2×15 menit. Tidak ada gol selama waktu tambahan 2×15. Pemenang di laga ini harus dicari lewat adu penalti. Skor adu penalti terus imbang 5-5 setelah kedua negara menurunkan lima eksekutor. Vietnam pada akhirnya berhasil menang saat kedua tim sudah masuk penembak ketujuh. Vietnam finis ketiga setelah mengalahkan Korsel dengan skor 7-6. Pada laga final Piala Asia U-23 2026 ada duel China vs Jepang. Pertandingan bergulir di Prince Abdullah Al-Faisal Sports City Stadium, Sabtu (24/1/2026) malam WIB.

Indonesia kokoh di peringkat 2 ASEAN Para Games 2025

ASEAN Para Games 2025

Kontingen Merah Putih yang berlaga di panggung ASEAN Para Games 2025 Thailand kembali membuat bangga, usai dihari ketiga  pelaksanaan pesta olahraga penyandang disabilitas itu berhasil menyumbangkan 29 medali emas, per Jumat (23/1) malam. Sehari sebelumnya, Kontingen Indonesia berhasil menyumbangkan 21 medali emas. Hasil itu setidaknya telah naik dua kali lipat dari target raihan medali emas yang dipatok 13 medali emas per hari. Dihari ketiga ini putra putri terbaik bangsa masih terus memberikan kebanggaan dengan setidaknya meraih 3 kali lipat perolehan medali tertinggi per hari yang diperebutkan di ASEAN Para Games 2025 Thailand ini. Cabang olahraga para atletik masih menjadi lumbung serta keran besar raihan medali emas Indonesia dengan menyumbangkan 10 medali emas, disusul cabor para renang 5 medali emas, cabang olahraga para tenis meja 4 medali emas. Kemudian tak mau ketinggalan, cabor boccia 2 emas, para panahan 2 emas, para angkat berat 2 emas, para judo 2 emas, tenpin bowling 1 emas, serta para catur 1 emas. Dengan hasil ini kontingen Merah Putih masih duduk di peringkat kedua klasemen sementara dengan 69 emas, 75 perak, 69 perunggu. Sementara tuan rumah Thailand masih kokoh di puncak klasemen dengan 109 emas, 101 perak, 84 perunggu.

Dzaky turut sumbang emas dari para angkat beban

M Mabruk Arib Dzaky

Atlet para angkat beban Indonesia Mabruk Arib Dzaky merebut medali emas ketiga tim para angkat beban Indonesia, dalam ASEAN Para Games 2025 Thailand, di Convention Hall, The Centre Point Hotel Korat, Nakhon Ratchasima, Kamis siang. Atlet berusia 21 tahun itu merupakan debutan final nomor 59kg putra klasifikasi BB. “Saya sudah cukup yakin menghadapi pertandingan hari ini, karena memang angkatan saya rata-rata 163 kg saat latihan, sehingga hasil angkatannya jauh melebihi lawan,” kata atlet asal Kalimantan Barat itu. Dzaky membukukan angkatan terbaik (best lift) 163 kg pada percobaan ketiga. Saat percobaan pertama, dia berhasil pada angkatan 157 kg, sedangkan pada percobaan kedua, atlet kelahiran 29 Februari 2004 itu berhasil dalam angkatan 161kg. Medali perak diraih lifter Filipina, Jules Empizo, dengan angkatan awal 140 kg, 147 kg (best lift), dan terakhir 162 kg tidak sah. Tempat ketiga diduduki Van Phuc Nguyen dari Vietnam. Dia membuat angkatan pertama 123 kg, 128 kg (best lift), dan 138 kg (no lift).

Mutiara Cantik Raih Medali Emas Sekaligus Pecah Rekor

Harsanto Mutiara Cantik

Atlet para renang putri Indonesia Harsanto Mutiara Cantik berhasil memecahkan rekornya sendiri, sekaligus merebut medali emas kedua dari cabang olahraga tersebut pada ASEAN Para Games 2025 Thailand. Mutiara berhasil menorehkan prestasi terbaik lewat final nomor 100 meter gaya dada putri klasifikasi SB9, yang diselenggarakan di 80th Birthday Anniversary Stadium’s Aquatic Center, Nakhon Ratchasima, Rabu (21/01) pagi. Atlet berumur 22 tahun tersebut mencatatkan waktu satu menit 29,86 detik guna mengungguli wakil Malaysia, Ong Jia Xuan, di peringkat kedua. Sedangkan peringkat ketiga ditempati oleh atlet tuan rumah yakni Kangpila Monruedue. Torehan waktu Mutiara itu berhasil mematahkan rekornya sendiri di nomor yang sama. Selain Mutiara, Syuci Indriani juga meraih medali yang sama dan merupakan emas ketiga untuk tim para renang Indonesia. Dia mencatatkan waktu satu menit 11,41 detik melalui nomor 100 meter 100 meter gaya kupu-kupu putri klasifikasi S14. Selain itu, perolehan medali juga diraih oleh Firmansyah Syailendra, lewat 100 meter gaya dada putra klasifikasi SB14, dengan waktu satu menit 11,53. Hingga Rabu siang, sejumlah nomor lomba masih berlangsung di 80th Birthday Anniversary Stadium’s Aquatic Center, Nakhon Ratchasima. Tim para renang Indonesia diperkuat 28 atlet yang terdiri atas 19 putra dan sembilan putri. Komposisi atlet terbagi menjadi dua kelompok umur, yakni perenang senior yang masih berprestasi dan perenang muda hasil pembinaan berjenjang.

MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Masuki Seri 2, Bayan Peduli Ambil Peran di Kalimantan

(kiri-kanan) Group Brand Head Dairy PT Global Dairi Alami Vanessa Ingrid Pamela, Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono, Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025-2026 Seri 2 resmi dimulai dengan total 12 kota penyelenggaraan. Tangerang dan Semarang menjadi kota pembuka rangkaian kompetisi.

JAKARTA, 20 Januari 2026 – Bayan Peduli mendukung penuh penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 – 2026 Seri 2 di Kalimantan, dengan menjadikan Samarinda dan Banjarmasin sebagai dua kota baru dalam rangkaian turnamen tersebut. Penambahan ini membuat MLSC kini digelar di total 12 kota, setelah sebelumnya bergulir di sejumlah daerah lain, termasuk Semarang dan Tangerang sebagai kota pembuka turnamen sepak bola putri KU 8, KU 10, dan KU 12 yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife. Kuantitas peserta MilkLife Soccer Challenge menunjukkan tren positif dengan peningkatan di setiap seri. Pada Seri 1 2024, tercatat 5.163 peserta turut andil. Sementara Seri 2 2024 meningkat sebanyak 10.051 siswi berpartisipasi. Lalu pada MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2025 – 2026, peserta semakin tinggi yaitu 17.492 calon pesepakbola putri Tanah Air ambil bagian. Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan keberlanjutan MilkLife Soccer Challenge menjadi bukti penyelenggara dalam menyediakan ruang kompetisi yang terstruktur dan berjenjang bagi pesepakbola putri. Ia menilai bahwa kontinuitas turnamen menjadi kunci penting dalam pembinaan atlet sejak usia dini. “MilkLife Soccer Challenge dirancang sebagai program jangka panjang. Setelah Seri 1 berjalan dengan baik di 10 kota, kami melanjutkan ke Seri 2 agar para peserta memiliki kepastian kompetisi yang berkelanjutan. Konsistensi ini penting supaya atlet, orang tua, dan sekolah melihat sepak bola putri sebagai jalur pembinaan yang serius dan berkesinambungan,” ujar Teddy. Teddy melanjutkan, penambahan Samarinda dan Banjarmasin merupakan langkah strategis untuk memperluas basis pembinaan di luar Pulau Jawa, sekaligus merespons tingginya minat dan potensi sepak bola putri di Kalimantan. Ia berharap, iklim positif yang terjadi di Seri 1 dapat berlanjut pada seri mendatang. Terlebih mantan pelatih timnas Indonesia yang kini juga menjabat sebagai Direktur Akademi Borneo FC, Jacksen Ferreira Tiago bergabung sebagai Head Coach MilkLife Soccer Challenge bersama Timo Scheunemann. “Kami melihat dampak positif MLSC tidak hanya pada kualitas pemain, tetapi juga pada tumbuhnya ekosistem. Semakin banyak sekolah dan SSB putri yang terbentuk setelah MLSC hadir di suatu daerah. Ini efek domino yang sangat kami harapkan. Hadirnya Jacksen yang reputasinya sudah tak diragukan lagi sebagai pelatih ataupun pemain juga kami harap mampu memantik semangat dan kualitas peserta meningkatkan prestasi pada MLSC,” lanjutnya. Vanessa Ingrid Pamela, Group Brand Head Dairy, PT Global Dairi Alami selaku produsen MilkLife menegaskan bahwa dukungan terhadap MilkLife Soccer Challenge merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang generasi masa depan melalui olahraga. Ia juga merespon gembira penambahan dua kota baru pada gelaran turnamen tahun ini.  “Kami melihat MilkLife Soccer Challenge bukan sekadar turnamen, tetapi sebuah gerakan bersama. Dampaknya terasa luas, mulai dari atlet, sekolah, orang tua, hingga SSB maupun klub sepak bola di berbagai daerah. Karena itu, kami terus mendukung MLSC agar konsistensinya terjaga dan manfaatnya semakin meluas. Terlebih mulai seri ini juga digelar di ggSamarinda dan Banjarmasin. Jadi semakin banyak generasi masa depan yang gemar olahraga serta #BeraniCetakGol,” kata Vanessa. Dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MLSC di Kalimantan diberikan oleh Bayan Peduli, yang melihat MilkLife Soccer Challenge sebagai program yang sejalan dengan visi penguatan olahraga dan pembinaan generasi muda, khususnya sepak bola putri. Bayan Peduli sebelumnya telah menyukseskan sejumlah agenda kejuaraan olahraga maupun multi-event seperti Bayan Open 2022, ASEAN Para Games 2022 & 2023, KONI – Bayan Championship 2024 & 2025, hingga Road to Paralympic Paris 2023 Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menyambut positif kolaborasi dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dalam penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di Samarinda dan Banjarmasin. Dukungan terhadap dua kota tersebut didasari oleh keberhasilan penyelenggaraan MLSC di berbagai daerah sebelumnya, yang sejalan dengan komitmen Bayan Group melalui Bayan Peduli dalam mendukung pengembangan ekosistem sepak bola putri d. Ai Indonesia. “MilkLife Soccer Challenge yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife adalah salah satu ruang strategis untuk menguatkan komitmen program CSR Bayan Group melalui Bayan Peduli di bidang olahraga dalam pengembangan atlet muda Indonesia khususnya dalam hal ini sepak bola putri. Antusiasme peserta, keterlibatan sekolah dan dinas-dinas terkait, hingga munculnya SSB putri baru menjadi indikator positif. Melalui Bayan Peduli, kami ingin berkontribusi memperkuat ekosistem sepak bola putri di Kalimantan dengan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge di Samarinda dan Banjarmasin,” ujarnya. Memasuki Seri 2 dan menjangkau wilayah baru hingga Kalimantan, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 diharapkan semakin memperkuat fondasi sepak bola putri Indonesia, sekaligus membuka lebih banyak ruang pembinaan bagi talenta muda dari berbagai daerah. “Kami berharap keikutsertaan Bayan Peduli dalam MilkLife Soccer Challenge dapat mendorong semakin banyak siswi di Kalimantan untuk mencintai dan menekuni sepak bola sejak dini. Dari sinilah kami optimistis akan lahir generasi pesepakbola putri yang kelak mampu membawa Timnas Sepak Bola Putri Indonesia berprestasi di tingkat dunia, termasuk di ajang Piala Dunia Wanita,” papar Merlin. Sejak pertama kali digulirkan, MLSC dinilai berhasil menciptakan efek berantai, mulai dari meningkatnya minat para srikandi muda terhadap sepak bola, bertambahnya kegiatan ekstrakurikuler dan SSB putri di berbagai daerah, hingga terbukanya jalur pembinaan menuju level yang lebih tinggi, termasuk seleksi tim nasional. Founder sekaligus Head Coach SSB None Mude, Leonardo Sedubun mengatakan bahwa turnamen MLSC memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan dan pemassalan sepak bola putri. Pada SSB None Mude misalnya, kali pertama dibentuk pasca MilkLife Soccer Challenge All-Stars pada Januari 2025, hanya menaungi 20 atlet. Namun kini tak kurang dari 100 atlet putri tercatat di SSB tersebut.  “Setelah MilkLife Soccer Challenge All-Stars, banyak yang datang ke kami untuk daftar ikut latihan. Sekarang sudah ada sekitar 100 atlet SSB None Mude. Itu juga lumayan banyak yang kami rekomendasikan ke SSB lain, karena pertimbangan jarak rumah mereka dengan tempat latihan cukup jauh,” ucap Leo yang juga menjabat sebagai Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Tangerang. Ia menambahkan, yang dijalankan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife melalui turnamen berjenjang serta berkelanjutan sudah sesuai koridor. Mulai dari MilkLife Soccer Challenge yang menyasar KU 8, KU 10, dan KU 12, lalu dilanjutkan dengan Hydroplus Pertiwi Cup U-14 & U-16, serta Hydroplus Soccer League U-15 & U-18. “Jadi sekarang klub maupun SSB yang cukup besar seperti di Tangerang ada Raga Negeri FC dan Astam FC yang membuka kelas untuk putri. Sebelumnya kan khusus putra dan fokusnya senior … Read more

Keren! Janice Tjen tekuk unggulan di laga pembuka Australian Open

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen melaju ke babak kedua Australian Open setelah mengalahkan unggulan ke-22 Leylah Fernandez dengan straight set pada babak pertama di ANZ Arena, Melbourne Park, Selasa. Janice yang untuk pertama kalinya masuk dalam undian utama Grand Slam itu mengawali penampilannya dengan kuat. Meski lawannya yang merupakan runner-up US Open 2021 bangkit pada set kedua, Janice sukses melewati tiebreak untuk mengemas kemenangan dengan 6-2, 7-6(1). Dalam pertandingan yang berlangsung selama satu jam 43 menit itu, Janice unggul tipis atas Leylah dengan catatan empat ace dan 17 winners, serta sukses mengonversi empat dari tujuh peluang break point, demikian statistik pertandingan dikutip dari laman resmi Australian Open. Pada set pertama, Leylah berhasil mencuri keunggulan melalui gim pertama yang berlangsung alot. Namun, Janice dengan mudah menyamakan kedudukan. Petenis Kanada itu kemudian kembali memimpin dengan mengambil gim ketiga, namun sejak itu Janice mengambil alih pertandingan dengan memenangi lima gim beruntun. Set kedua berlangsung ketat dengan kedua petenis saling berkejar-kejaran angka. Janice sempat unggul 3-1, namun Leylah mencoba membalikkan keadaan dengan unggul 4-3. Tak menyerah begitu saja, Janice memaksa set ketiga ke tiebreak saat ia menyamakan kedudukan 6-6. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu hanya kehilangan satu poin saat kedudukan 3-1, kemudian menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Australian Open 2026 merupakan Grand Slam kedua bagi Janice setelah US Open tahun lalu ketika ia berjuang dari babak kualifikasi untuk mencapai undian utama. Dalam turnamen major pertamanya itu, Janice juga berhasil melangkah ke babak kedua setelah mengalahkan petenis unggulan ke-24 saat itu Veronika Kudermetova. Namun, ia terhenti di tangan Emma Raducanu pada babak kedua. Selain sektor tunggal, Janice juga akan turun di sektor ganda bersama petenis Polandia Katarzyna Piter. Mereka baru saja meraih gelar WTA 250 Hobart pekan lalu. Janice/Piter juga sukses mengangkat trofi pada WTA 250 Guangzhou Oktober lalu, yang menjadi gelar ganda WTA pertamanya sebelum kembali menempati podium teratas pada WTA 250 Chennai bersama kompatriotnya Aldila Sutjiadi pada pekan selanjutnya.

Turnamen U13 ASKAB PSSI Lingga Siapkan Atlet Muda

Ajang Turnamen Sepak Bola Usia 13 Tahun Piala ASKAB PSSI Lingga menjadi wadah pembinaan atlet muda daerah. Kompetisi ini menargetkan lahirnya bibit pesepak bola berprestasi sejak usia dini. Melalui turnamen ini, ASKAB PSSI Lingga menyiapkan pemain muda untuk mewakili daerah di ajang olahraga pelajar. Atlet terpilih diarahkan tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah atau POPDA tingkat Provinsi Kepri. Partai final turnamen digelar Minggu, 18 Januari 2026, di Lapangan Merdeka Dabo Singkep. Klub Daik Junior berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan klub asal Tanjung Kelit. Pertandingan final berlangsung kompetitif dengan permainan cepat dari kedua tim. Daik Junior tampil konsisten hingga memastikan gelar juara turnamen. Wakil Bupati Lingga bersama Ketua PSSI dan Ketua KNPI Lingga menyerahkan medali serta piala kepada para pemenang. Klub juara dan finalis juga menerima hadiah bola kaki dari Sekda Pemkab Lingga. Ketua ASKAB PSSI Lingga, Aziz Martindas, menyebut turnamen ini sebagai bentuk keseriusan pembinaan usia dini. Ia menilai kompetisi rutin penting untuk membentuk mental dan kualitas pemain muda. “Tentunya, dengan kompetisi rutin sangat penting untuk membentuk mental dan kualitas pemain muda,” kata Aziz. Wakil Bupati Lingga Novrizal mengapresiasi pelaksanaan turnamen tersebut. Menurutnya, pembinaan sejak dini akan memudahkan daerah mendapatkan atlet berbakat di masa depan. “Tenty dengan pembinaan sejak dini akan memudahkan daerah mendapatkan atlet berbakat di masa depan,” kata Novrizal. Untuk mematangkan pembinaan, ASKAB PSSI Lingga berencana menggelar Liga Lingga. Selain itu, para pelatih sepak bola di Lingga juga telah disertifikasi agar klub mampu bersaing di tingkat provinsi. Sumber: RRI

Atlet Muda Siap Menggebrak di Indonesia Masters 2026

M. Zaki Ubaidillah, Nikolaus Joaquin, dan Felisha Pasaribu

Barisan atlet muda mengobarkan semangat jelang Indonesia Masters 2026 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, 20-25 Januari 2026. Tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah antusias dalam debutnya di Indonesia Masters. Atlet 18 tahun itu pernah tampil di Indonesia Masters II 2025 yang berstatus Super 100. Kini pemuda asal Sampang itu meniti tapak di Super 500 dari babak kualifikasi. “Pertama saya mau mengucap syukur Alhamdulillah sudah diberi kesempatan main di Istora. Ini pertama kali saya bermain di Istora. Pastinya antusias untuk memberi performa yang terbaik,” kata Ubai dalam konferensi pers di Istora, Jakarta, Senin (19/1). Peraih emas SEA Games 2025 di nomor beregu itu mengakui terselip tekanan karena usia masih begitu muda namun sudah mendulang prestasi internasional. Meski begitu, Ubed, panggilan akrabnya, ingin tampil maksimal dalam setiap turnamen yang dijalani. “Kalau dilihat dari usia saya sekarang, beban pasti ada. Banyak lawan senior tapi saya tidak mau kalah. Dari situ saya bisa belajar lebih baik lagi menghadapi senior,” ucap Ubai. Optimisme juga disampaikan oleh Nikolaus Joaquin, ganda putra prospektif yang dimiliki Indonesia. Atlet 20 tahun itu enggan rendah diri setelah melihat hasil undian Indonesia Masters 2026. Di sektor ganda putra Indonesia Masters 2026, wakil tuan rumah menumpuk di bagan bawah. Artinya bentrok sesama wakil Merah Putih akan tersaji lebih dulu dan otomatis Joaquin dan pasangannya, Raymond Indra bakal bersua senior-seniornya. “Kalau melihat drawing jujur agak kaget karena semua ganda putra Indonesia di pool bawah. Tapi dari empat pasang ganda putra itu bisa di mana saja. Semoga bisa melaju terus wakil Indonesia,” ujarnya. Sadar persaingan ganda putra kian ketat, atlet kelahiran Jakarta itu tak sabar ingin segera tampil di Istora. Arena berkapasitas 7.166 kursi itu jadi impiannya sejak lama. “Saya senang sekali main di Istora karena jadi wish list sejak kecil. Rasa-rasanya ingin cepat-cepat besok untuk segera main,” pungkasnya. Di sisi lain, pebulu tangkis ganda campuran, Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, berharap bisa melaju jauh di turnamen ini meski persaingannya cukup ketat. “Melihat undian dari Indonesia Masters tahun ini, saya dan Jafar berharap bisa melaju jauh.” “Dengan target yang besar tahun ini, tak mudah memang, tapi kami berharap, bagaimana pun undiannya, semoga kami bisa fokus pada tujuan awal kami demi Indonesia,” ungkap Felisha.

AMMA Championships 2026: Indonesia bawa satu medali emas

Delvi Nurfadillah

Tim Mix Martial Arts (MMA) Indonesia membawa pulang satu emas dan tiga medali perunggu dari 3rd AMMA Championships 2026 di Luzhou, China. Medali emas disumbangkan oleh Delvi Nurfadillah dari nomor Traditional MMA 49 kg. “Momen paling menentukan terjadi di partai final ketika saya terkena takedown. Di situ saya memutuskan untuk tetap tenang dan percaya pada latihan. Saya langsung mengambil peluang untuk mengunci omoplata,” kata atlet yang baru berusia 20 tahun itu dalam keterangan tertulis pada Senin. “Bagi saya, kunci kemenangan ada pada ketenangan, refleks dari hasil latihan, dan kemampuan mengambil keputusan cepat di momen kritis,” imbuhnya. Delvi juga mendapatkan penghargaan “Most Outstanding Athlete Award” berkat performa dominan, teknik matang, dan konsistensi sepanjang kejuaraan. Tiga medali perunggu masing-masing disumbangkan oleh Vallensia Fahira Hotmauli (Modern MMA 54 kg-putri), Maydelse Sitepu (Modern MMA 60 kg-putri) dan Dwi Ani Retno Wulan (Traditional MMA 54 kg-putri). Keberhasilan ini menjadi modal penting Indonesia yang masih akan berproses menatap kualifikasi Asian Games 2026. PB PERTACAMI menargetkan sebanyak mungkin atlet lolos kualifikasi dan berbicara banyak dalam Asian Games serta kejuaraan-kejuaraan besar Asia lainnya. Sumber: ANTARA

Ratusan Bibit Atlet Bulu Tangkis Cilik Adu Prestasi di Garut

Sportunity Badminton Competition 2026

Upaya regenerasi atlet bulu tangkis terus digencarkan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ratusan atlet usia dini adu prestasi dalam Sportunity Badminton Competition 2026. Sejak empat hari yang lalu, 157 atlet muda dari 18 klub binaan saling unjuk gigi di GOR SDK Kadungora. Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Kecamatan Kadungora, Deden Syamsul Rizal, mengatakan kejuaraan ini menjadi bagian penting dalam proses membangun fondasi atlet muda, karena difokuskan pada kelompok usia dini. Para atlet yang bertanding dinilainya bukan pemula, melainkan sudah memiliki dasar teknik dan pergerakan yang matang sebagai calon pemain masa depan. “Dari proses ini ke depan kita bisa mencetak atlet-atlet potensial, baik di tingkat nasional hingga dunia,” ujarnya usai penutupan kegiatan, Minggu (18/1/2026) petang. Ia menuturkan, ratusan atlet itu selama ini telah mengikuti pembinaan melalui berbagai klub yang tersebar di berbagai daerah di Garut. Deden berharap dari ajang ini bisa melahirkan kembali atlet-atlet bulu tangkis asal Garut yang mampu berprestasi, mengikuti jejak atlet Garut yang telah dikenal sebelumnya. “Semoga ada Dejan Ferdiansyah atlet profesional lain yang lahir dari Garut,” ungkapnya. Penyelenggara Kegiatan, Imelia Pratiwi, menyampaikan bahwa Sportunity Badminton Competition tidak hanya digelar satu kali, melainkan akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebanyak empat seri dalam satu tahun. Kompetisi ini dirancang sebagai ruang tumbuh bagi atlet, pelatih, serta klub bulu tangkis di Garut. “Event ini kami posisikan sebagai gebrakan awal dalam memperkuat pembinaan bulutangkis di Kabupaten Garut, mulai dari usia dini hingga atlet berprestasi,” ujarnya. Ia menuturkan, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus ditopang oleh kompetisi yang rutin, sistem yang jelas, dan kolaborasi berbagai pihak. Melalui ajang ini, diharapkan ekosistem bulu tangkis di Garut semakin kuat lantaran atlet memperoleh jam tanding, dan pelatih hingga klub memiliki ruang evaluasi. “Harapan kami, dari lapangan-lapangan sederhana di Garut hari ini, kelak akan lahir atlet-atlet hebat yang mampu mengharumkan nama daerah, bahkan nasional,” ungkapnya. Syabiq Arsenio (11), atlet muda binaan Harum Sport Klub, berhasil menyabet dua medali emas pada nomor tunggal (single) dan ganda dalam kejuaraan tersebut. Bocah yang masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar asal Kadungora mengaku cukup senang dapat mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten. “Alhamdulillah dapat dua medali, semoga bisa terus berprestasi dan membahagiakan orang tua,” ungkapnya. Sumber: Tribunnews

Jacksen F. Tiago Turun Gunung Pantau Bibit Sepak Bola Putri

Jacksen F. Tiago

Masa depan sepak bola putri Indonesia mendapatkan sorotan serius dari salah satu pelatih legendaris Tanah Air, Jacksen F. Tiago. Pria yang pernah menukangi Timnas Indonesia tersebut kini terjun langsung untuk memantau perkembangan bakat-bakat muda di level akar rumput. Dalam turnamen sepak bola putri usia dini, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026, yang baru saja rampung digelar di Tangerang dan Semarang, Jacksen menegaskan betapa vitalnya peran kompetisi kelompok umur bagi keberlangsungan tim nasional. “Untuk mereka mencapai level Timnas Indonesia, ini adalah jalurnya. Sehingga saya rasa bukan penting, tapi sangat luar biasa penting karena ini boleh dikatakan salah satu wadah yang ada bagi atlet muda putri,” ujar Jacksen. Ia bahkan memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan, bibit-bibit muda inilah yang akan menghiasi skuad Garuda Pertiwi. “Tiga sampai empat tahun ke depan wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai baju merah putih,” tambahnya penuh optimisme. Jacksen, yang kini menjabat sebagai Head Coach dalam program pembinaan tersebut bersama Timo Scheunemann, juga menyoroti tantangan unik dalam melatih atlet putri. Menurutnya, pendekatan psikologis menjadi kunci utama yang membedakan penanganan atlet putri dengan putra. “Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat,” jelasnya. Meski demikian, Jacksen sangat yakin bahwa dengan adanya wadah kompetisi yang konsisten seperti ini, sepak bola putri Tanah Air akan segera mencapai masa kejayaannya. Turnamen yang digelar pada 13 hingga 18 Januari 2026 ini sendiri mencatatkan partisipasi yang luar biasa. Di Tangerang, tercatat sebanyak 1.424 siswi dari 135 SD & MI ikut ambil bagian, sementara di Semarang ada 1.239 siswi dari 65 sekolah yang bertanding. Program Director, Teddy Tjahjono, mengakui adanya peningkatan signifikan baik dari segi kuantitas maupun kualitas permainan para peserta dibandingkan seri sebelumnya. “Secara kualitas juga selalu ada peningkatan, karena mereka sudah mempersiapkan diri dan tahu jadwal pelaksanaannya seperti apa,” ucap Teddy. Pada kategori usia 10 tahun (KU 10), SDN Pinang 3 C keluar sebagai juara di Tangerang, sedangkan SDN Klepu 03 menjadi yang terbaik di Semarang. Sementara untuk kategori usia 12 tahun (KU 12), gelar juara diraih oleh SDN Kunciran 4 C di Tangerang dan SDN Sendangmulyo 04 di Semarang. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga melatih mental bertanding sejak dini, seperti yang dirasakan oleh Nitya Safira Jaya, pemain terbaik KU 10 dari SDN Pinang 3 C. “Saya senang sekali bisa menang dan menjadi juara. Saya sempat khawatir saat menit terakhir lawan hampir membuat comeback,” ungkap Nitya yang sukses mencetak dua gol di final.

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 Kian Seru, Talenta Bermunculan

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025-2026

MilkLife Soccer Challenge Tangerang & Semarang Seri 2 2025 – 2026 yang diselenggarakan 13 hingga 18 Januari rampung digelar. SDN Pinang 3 C (KU 10) dan SDN Kunciran 4 C (KU 12) berhasil menjadi kampiun baru di Tangerang, sementara SDN Klepu 03 (KU 10) dan SDN Sendangmulyo 04 (KU 12) sukses menyandang gelar juara di Semarang. Sekadar diketahui, pada MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026, tak kurang 1.424 siswi dari 135 SD & MI ikut andil. Sementara di Semarang Seri 2 2025 – 2026, sebanyak 1.239 siswi dari 65 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) turut berpartisipasi pada turnamen yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Teddy Tjahjono selaku Program Director MilkLife Soccer Challenge melihat adanya peningkatan signifikan, baik dari jumlah peserta maupun segi kualitas pemain yang bertanding di Tangerang dan Semarang Seri 2. Sebelumnya, pada Tangerang Seri 1 sebanyak 1.302 siswi, sementara di Semarang Seri 1 2025 – 2026 tercatat 1.213 peserta. “Untuk seri kedua ini, jumlah peserta meningkat dibandingkan seri-seri sebelumnya, baik di Semarang dan Tangerang. Secara kualitas juga selalu ada peningkatan, karena mereka sudah mempersiapkan diri dan tahu jadwal pelaksanaannya seperti apa. Sehingga mereka lebih ada persiapan yang baik diantara para peserta,” ucap Teddy. Jacksen F Tiago yang kini resmi bergabung sebagai Head Coach MilkLife Soccer Challenge bersama Timo Scheunemann mengatakan bahwa turnamen KU 8, KU 10, KU 12 ini sangat penting digelar, sebagai langkah awal menjadi pesepakbola profesional. “Terus yang kedua, untuk mereka mencapai level timnas Indonesia, ini adalah jalurnya. Sehingga saya rasa bukan penting, tapi sangat luar biasa penting karena ini boleh dikatakan salah satu wadah yang ada bagi atlet muda putri. Tiga sampai empat tahun ke depan wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai baju merah putih,” ujarnya. Mantan pelatih timnas Indonesia tersebut berucap, bahwa terdapat perbedaan signifikan antara melatih atlet putra dan putri, terutama dari aspek psikologis. Jacksen menilai harus ada pendekatan secara lebih personal untuk menghadapi atlet putri. Meski demikian, ia optimistis dengan MilkLife Soccer Challenge yang telah sukses bergulir tiga tahun terakhir, sepak bola putri Tanah Air akan mencapai kejayaan. “Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat. Karena mood-nya perempuan itu sangat labil, sehingga kita harus memahami itu untuk bisa menangani mereka,” kata Jacksen. Juara MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026 pada KU 10, SDN Pinang 3 C berhasil menjadi kampiun setelah mengalahkan British School Jakarta dengan skor akhir 2-1. Pada pertandingan final yang digelar di Lapangan Kera Sakti BRIN Puspitek, Tangerang, Minggu (18/1), SDN Pinang 3 C tampil lebih dominan dari lawannya. Adalah Nitya Safira Jaya yang sukses mengemas dua gol tersebut sekaligus mengantarkan kemenangan untuk timnya. Nitya Safira Jaya mencetak gol melalui tendangan penalti pada menit ke-2, serta menit 19 melalui tendangan jarak jauh. Sementara gol semata wayang British School Jakarta tercipta dari Maya Hashimoto yang berhasil mengeksekusi tendangan penalti dengan sempurna di menit 24. “Saya senang sekali bisa menang dan menjadi juara. Saya sempat khawatir saat menit terakhir lawan hampir membuat comeback karena mengira ada penalti lagi buat lawan. Untungnya tidak terjadi dan bisa mengakhiri pertandingan dengan kemenangan,” ujar Nitya yang juga menyandang Best Player KU 10 pada MLSC Tangerang Seri 2 2025 – 2026. Sementara pada KU 12, SDN Kunciran 4 C sukses mengunci gelar juara MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026 usai meladeni pertandingan sengit SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dengan skor 3-2. Pelatih SDN Kunciran 4 C, Farid mengaku bangga dengan pencapaian timnya. Terlebih di MLSC Tangerang Seri 1 2025 – 2026 langkah mereka terhenti di babak 16 besar usai kalah adu penalti dari British School Jakarta 0 (1) – 0 (2). Sementara di Seri 2, SDN Kunciran 4 C menghentikan langkah British School Jakarta di semifinal dengan skor 3-0. “Persiapan yang sebelumnya latihan seminggu sekali, jadi tiga kali karena mengejar usia mereka yang tahun depan sudah tidak bisa ikut lagi di KU 12. Jadi anak-anak diperkuat mentalnya di Seri 2 ini,” ungkap Farid. SDN Kunciran 4 C sebelumnya juga menjadi kampiun pada MLSC Jakarta Seri 1 2025 – 2026. Selain mempertandingkan format 7 vs 7 untuk KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 juga kembali menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8. Di Semarang, kegiatan ini diikuti oleh 97 siswi dari 20 SD & MI, sementara di Tangerang 35 peserta dari 10 SD & MI turut serta. Usai Semarang dan Tangerang, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 – 2026 akan bergulir di Bandung dan Yogyakarta pada 27 Januari hingga 1 Februari 2026. Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion: SDN Pinang 3 C Runner-up: British School Jakarta Semifinalis: SDN Pasar Baru 01 Komplek Pintu Besi & SDN Buaran 02 Top Scorer: Ayu Fitria Oktaviani – SDN Cipulir 03 B (19 gol) Best Player: Nitya Safira Jaya – SDN Pinang 3 C Best Goalkeeper : Nadhifa Ferhania Sholeha – SDN Pasar Baru 01 Komplek Pintu Besi Fairplay Team : SDN Kunciran 4 Kategori Usia 12 Champion: SDN Kunciran 4 C Runner-up: SDN Kebayoran Lama Selatan 19 Semifinalis: British School Jakarta Red & SDN Pinang 3 Top Scorer: Angelina Putri Sarealita Mongan – SDN Kunciran 4 C (18 gol) Best Player: Zilda Afna Syaqila – SDN Kunciran 4 C Best Goalkeeper: Aisyah Putri Ramadhani – SDN Pinang 3 Fairplay Team: SDN Pakulonan 02 Daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2 2025 – 2026: Kategori Usia 10 Champion: SDN Klepu 03 Runner-up: SDN Kalibanteng Kidul 03 Semifinalis: SDN Kembangarum 1 Mranggen & SD Kembangarum 01 Semarang Top Scorer: Shakilla Azalia Ardani – SDN Klepu 01 (31 gol) Best Player : Christabel Jocelyn Calista – SDN Kalibanteng Kidul 03 Best Goalkeeper : Saputri Nurul Azizah – SDN Klepu 03 Fairplay Team : SDN Kembangarum 2 Semarang Kategori Usia 12 Champion: SDN Sendangmulyo 04 Runner-up: SDN Sendangmulyo 02 Semifinalis: SDN Karangsono 2 Mranggen & SDN Rejosari 01 Top Scorer: Janetta Alodya – SDN Sendangmulyo 04 (24 gol) Best … Read more

152 Atlet Ramaikan Wali Kota Indoor Archery Championship 2026

Wali Kota Indoor Archery Championship 2026

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, secara resmi membuka Wali Kota Indoor Archery Championship 2026 yang digelar di Aula Gedung 5 Lantai, Sabtu (17/1). Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pelepasan anak panah perdana oleh Sekda sebagai simbol dimulainya kompetisi. Dalam sambutannya, Zulhidayat menyampaikan apresiasi kepada PERPANI Kota Tanjungpinang, seluruh klub panahan, serta para orang tua atlet atas komitmen dan peran aktif dalam pembinaan atlet muda dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Menurutnya, prestasi olahraga tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang ditopang oleh disiplin latihan, konsistensi, dan komitmen semua pihak. “Bakat saja tidak cukup. Prestasi lahir dari disiplin berlatih, konsistensi, serta komitmen jangka panjang,” tegas Zulhidayat. Ia juga menyoroti olahraga panahan sebagai cabang olahraga yang memiliki nilai lebih karena tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk karakter atlet. Panahan, lanjutnya, melatih fokus, ketenangan, kesabaran, serta pengendalian diri yang sangat penting dalam membangun mental juara. “Panahan bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter yang selaras dengan nilai-nilai agama dan budaya,” ujarnya. Zulhidayat menambahkan bahwa memanah merupakan perpaduan antara olahraga, olahrasa, dan olah jiwa yang membentuk mental kuat dan sikap sportif bagi para atlet. Di akhir sambutannya, Sekda berharap kejuaraan ini menjadi wadah lahirnya atlet-atlet panahan berprestasi yang mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional. “Saya optimis, dari kejuaraan ini akan lahir talenta-talenta panahan yang membawa nama Tanjungpinang dan Bintan ke kancah yang lebih tinggi,” tuturnya. Kejuaraan panahan tingkat daerah ini diikuti oleh 152 peserta dari Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang yang tergabung dalam berbagai klub dan sekolah binaan. Para atlet bertanding dalam sejumlah kategori, mulai dari Pemula (SD kelas 1–3 dan 4–6), Pelajar (Barebow dan Compound), Standar Nasional kelompok umur U11, U13, dan U15, hingga kategori Umum divisi Recurve, Compound, dan Barebow, serta Barebow Ekshibisi. (Dinas Kominfo)

Janice Tjen Juara Ganda WTA Hobart

Katarzyna Piter dan Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen membawa modal berharga jelang tampil di turnamen Grand Slam Australian Open 2026 setelah menjuarai sektor ganda putri WTA 250 Hobart International bersama pasangannya asal Polandia, Katarzyna Piter. Bermain di Hobart International Tennis Centre, Australia, Sabtu, Janice/Piter tampil dominan pada partai final dengan menundukkan pasangan Belgia–Republik Ceko, Magali Kempen/Anna Siskova, dalam dua set langsung 6-2, 6-2. Gelar juara di Hobart menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Janice yang akan langsung bertolak ke Melbourne untuk mengikuti Australian Open 2026, turnamen Grand Slam pertama musim ini yang akan berlangsung pada 18 Januari hingga 1 Februari. Keberhasilan tersebut juga mengantar Janice meraih gelar ganda WTA ketiga sepanjang kariernya, sekaligus menjadi gelar kedua yang diraih bersama Katarzyna Piter. Sebelumnya, Janice dan Piter sukses menjuarai turnamen WTA 250 Guangzhou Open 2025 di China. Sementara satu gelar ganda lainnya diraih Janice di Chennai Open 2025, India, saat berpasangan dengan Aldila Sutjiadi. Pada turnamen yang sama, Janice juga berhasil merebut gelar sektor tunggal putri. Gelar Hobart International turut mengerek peringkat ganda Janice ke posisi 67 dunia, sekaligus memperkuat posisinya menjelang persaingan ketat di Australian Open 2026. Di Melbourne Park, Janice dijadwalkan kembali tampil bersama Piter di sektor ganda putri dan akan menghadapi pasangan tuan rumah Australia, Daria Kasatkina dan Arina Rodionova, pada babak pertama. Sementara di sektor tunggal, Janice akan berjumpa petenis Kanada Leylah Fernandez. Indonesia juga memiliki satu wakil lainnya di Australian Open 2026, yakni Aldila Sutjiadi. Aldila akan turun di sektor ganda putri bersama petenis Italia Giuliana Olmos dan dijadwalkan menghadapi pasangan tuan rumah Maddison Inglis dan Destanee Aiava pada laga pembuka. Sebelumnya, Aldila/Olmos harus terhenti di perempat final Hobart International setelah kalah dari pasangan unggulan ketiga Eri Hozumi/Wu Fang Hsien dengan skor 1-6, 3-6.