Dua Atlet Termuda Indonesia Bidik Emas Thailand

Siti Aisyah

Dua atlet termuda kontingen Indonesia siap mengincar medali emas pada ajang ASEAN Para Games di Thailand. Delima Yunia Susanti bersama Siti Aisyah menjadi tumpuan utama proses regenerasi atlet nasional dalam ajang tersebut. Keduanya dijadwalkan bertolak menuju Thailand melalui Bandara Adi Soemarmo, Kamis (15/1/2026) dini hari, pukul 04.00 WIB dan 11.30 WIB. National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) resmi mendaftarkan total 290 atlet untuk mengikuti 18 cabang olahraga. Atlet cabang para angkat berat Delima Yunia Susanti merasa optimistis dapat meraih medali emas pada laga tersebut. Perempuan berusia 15 tahun tersebut menargetkan prestasi tertinggi meskipun akan melawan banyak sekali pesaing atlet senior. “Sejujurnya, ASEAN Para Games 2025 ini lebih menegangkan dibandingkan kejuaraan-kejuaraan sebelumnya. Karena selama masa persiapan, benar-benar dibutuhkan proses dan tenaga yang besar,” ujar Adel dikutip dari RRI. “Bagi saya, ASEAN Para Games 2025 ini juga menjadi ajang untuk menguji mental. Sebagai atlet muda, saya juga ingin mencari pengalaman di ajang ini,” katanya. Selain Adel terdapat Siti Aisyah sebagai atlet berbakat pada cabang olahraga para renang dengan prestasi dunia. Aisyah menargetkan perolehan medali emas meskipun merasa grogi karena harus bersaing melawan rekan satu provinsi yang sama. “Perasaan grogi tentu ada. Saya takut enggak bisa menampilkan performa terbaik untuk Indonesia,” ucapnya. “Apalagi, saya juga akan menghadapi rekan senegara di nomor yang sama. Dia adalah senior saya sendiri dan berasal dari provinsi yang sama, ini yang membuat saya tambah merasa grogi,” ujar Aisyah. “Saya rasa, pesaing terberat yang akan dihadapi tentu adalah tuan rumah. Karena kalau menghadapi negara-negara lain, saya masih merasa yakin bisa mengalahkan mereka,” kata Aisyah. Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun menjelaskan bahwa menurunkan atlet muda merupakan bentuk komitmen proses regenerasi panjang. Senny berharap para atlet usia dini dapat memperoleh pengalaman berharga sebelum menuju laga Paralimpiade Los Angeles 2028. “Kami harus berani menampilkan mereka agar persiapan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 semakin matang. Ini harus dimaksimalkan menjadi ajang mencari pengalaman,” ucapnya. “Kalau tidak berani begitu, kapan lagi kita bisa melahirkan atlet-atlet hebat. Sekarang kami mulai,” ujar Senny. Rombongan kontingen dijadwalkan mendarat di Kota Bangkok sebelum menempuh perjalanan darat menuju lokasi lomba di Nakhon Ratchasima. Indonesia menargetkan total 82 medali emas dari ajang olahraga bergengsi yang diikuti oleh berbagai negara Asia Tenggara. Sumber: RRI

Perjuangan Khalimatus Sadiyah Dibalik Keterbatasan untuk Harumkan Indonesia

Perjuangan Khalimatus Sadiyah Dibalik Keterbatasan untuk Harumkan Indonesia

Keterbatasan fisik tak menghalangi Khalimatus Sadiyah alias Alim untuk berprestasi. Terbukti, sejak menjadi atlet para-bulutangkis Indonesia, Alim berhasil menorehkan prestasi luar biasa salah satunya, medali emas Paralimpiade Tokyo 2020 di nomor ganda putri bersama Leani Tantri. Alim merupakan putri dari pasangan Maslukah dan Suko Handoko. Masa kecilnya berbeda dengan teman seusianya, sebab Alim memiliki masalah pada kaki. Kendati demikian, Alim tetap semangat menjalani aktivitas sehari-harinya. Potensi yang ada didalam diri wanita kelahiran 17 September 1999 asal Mojokerto ini berhasil dimaksimalkan. “Kenali potensi dirimu, buatlah orang mengenalmu karena kelebihan mu, bukan kekuranganmu,” kata Alim. Perjuangan Alim kini berlanjut di arena ASEAN Para Games 2022 di Solo. Diharap, dia akan melanjutkan tren baik tersebut untuk meraih medali emas. “Berlatih dengan disiplin, menjaga kesehatan fisik dan mental, mempunyai tekad kuat untuk bisa jadi juara sehingga bisa membanggakan Indonesia,” jelasnya.