Kevin/Marcus Sukses Singkirkan Lawan Kuatnya dan Melaju ke Final Japan Open Super Series 2017

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon Lolos ke Final Japan Open Super Series 2017 (Dok. PBSI)

SemiFinal Japan Open Super Series 2017 yang berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium pada Sabtu (23/9) kemarin menjadi kesuksesan besar yang di raih pasangan ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Pasalnya pada Pertandingan ini Kevin/Marcus akhirnya bisa mengalahkan lawan kuat mereka asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dua game langsung dengan perolehan skor 21-15 dan 21-14. Dengan begitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses melaju ke babak final Japan Open Super Series 2017. Rekor pertemuan mereka mencatat, Kevin/Marcus tertinggal 1-4 dari Boe/Mogensen. Keduanya bahkan kalah di tiga pertemuan terakhirnya. Kekalahan terakhir terjadi pada final ajang Korea Open Super Series 2017 pekan lalu. Setelah merebut kemenangan, Herry Iman Pierngadi yang merupakan pelatih ganda putra mengatakan bahwa hal ini tidak terlepas dari penerapan strategi baru oleh Kevin/Marcus. Herry mengaku banyak mempelajari permainan Boe/Mogensen dari laga terakhir mereka di Korea. Beruntung rupanya, strategi tersebut bisa berjalan dengan sukses dan membuahkan kemenangan. “Belajar dari kekalahan Kevin/Marcus kemarin di Korea, saya amati dan pelajari, ada beberapa strategi baru yang harus kami terapkan hari ini. Ternyata Kevin/Marcus juga bisa menjalankan dengan bagus. Kemudian dari lawan juga dari segi kekuatan otot sudah lebih menurun. Sementara Kevin/Marcus sudah lebih segar dibanding di Korea kemarin,” ujar Herry yang dilansir dari badmintonindonesia.org. Selanjutnya di babak final, Kevin/Marcus akan berhadapan dengan pasangan Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko. Herry pun sudah mempersiapkan strategi lain, agar Kevin/Marcus bisa mengungguli pertandingan dan merebut gelar juara. “Namanya final, segala kemungkinan bisa terjadi. Peluangnya fifty-fifty. Tapi ada nilai plusnya mungkin buat Kevin/Marcus, karena ini kan levelnya super series, Jepang tampil sebagai tuan rumah, pasti tekanannya lebih tinggi buat lawan,” kata Herry. “Ada beberapa pukulan-pukulan mereka memang yang perlu diantisipasi. Terutama mungkin pemainnya yang kidal, karena depannya dia cukup bagus,” pungkasnya.

Indonesia Sabet Empat Gelar di Singapura International Series 2017

Ganda Campuran: Andika Ramadiansyah/Mychelle Chrystine Bandaso (Dok: PBSI)

Tim bulu tangkis Indonesia berhasil menyabet empat gelar di Singapura International Series 2017 yang berlangsung di Singapore Badminton Hall, Sabtu 23 September 2017. Empat gelar berhasil dikoleksi Tim Merah Putih pada turnamen tersebut. Di kutip dari badmintonindonesia.org, Empat gelar itu didapat dari nomor ganda campuran, tunggal putri, ganda putri dan ganda putra. Satu gelar yang lepas dari genggaman Indonesia ialah dari sektor tunggal putra, yang dikuasai oleh tuan rumah lewat pertandingan All-Singapore Final. Pada pertandingan ganda campuran, gelar Indonesia menjadi milik pasangan pelatnas Andika Ramadiansyah/Mychelle Chrystine Bandaso. Tak di sangka pasangan non unggulan itu berhasil menjadi juara usai mengalahkan ganda Campuran asal Hong Kong, Chang Tak Ching/Ng Wing Yung dengan perolehan skor 21-16 dan 21-18. Pada pertandingan tunggal putri menjadi milik Ruselli Hartawan setelah melalui partai pertandingan panjang dan menciptakan kejutan. Unggulan tujuh tersebut menaklukkan peraih emas SEA Games 2017, Goh Jin Wei asal Malaysia dengan rubber set 21-13, 10-21, 21-19. Sementara Dua gelar lainnya diperoleh melalui “perang saudara” pada sektor ganda putri dan ganda putra. Gelar ganda putri yang memainkan All-Indonesian Final berhasil dimiliki Nisak Puji Lestari/Rahmadhani Hastiyanti Putri. Pasangan baru dari pelatnas itu keluar sebagai juara usai menaklukkan Tania Oktaviani Kusumah/Vania Arianti Sukoco dengan skor 21-19 dan 26-24. Sedang ganda putra yang juga mempertandingkan All-Indonesian Final dimenangkan oleh Kenas Adi Haryanto/Moh Reza Pahlevin Isfahani yang mengalahkan Akbar Bintang Cahyono/Giovani Dicky Oktavan. Unggulan satu itu menang dua set langsung dengan skor 21-18 dan 21-18. Sementara satu gelar yang direbutkan tuan rumah lewat “Perang saudara” pada pertandingan tunggal putra. Pada Akhirnya gelar juara menjadi milik Kean Yew Loh setelah mengalahkan Ng Zin Rei Ryan dengan skor 21-15 dan 21-15.

Indonesia Keluar Menjadi Juara Umum ASEAN di ajang Para Games 2017

Indonesia berhasil keluar menjadi juara umum,  pada penutup pertandingan indonesia menambah 9 medali emas dan kokoh di puncak klasemen dengan raihan 126 medali emas, atau selisih 36 medali dengan tuan rumah Malaysia pada posisi kedua. Di kutip dari tribunnews, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi sangat bersyukur atas raihan atlet-atlet Indonesia dengan mengekspresikan rasa sukacitanya atas raihan ini, di sela-sela kegiatannya saat mengunjungi Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON), Sabtu (23/09) Kemarin. “Alhamdulillah, Indonesia Juara umum Asean Para Games 2017, inilah pencapaian terbaik Indonesia,” seru Menpora bangga. Dari 11 cabang yang diikuti, ada 36 rekor baru ditorehkan oleh para atlet, yakni, 28 rekor dari cabang renang, 4 rekor dari atletik dan 4 rekor dari angkat berat. “Sebuah perjuangan dan dedikasi luar biasa, untuk tidak sekedar jadi juara tapi juga hadirkan kebanggaan bagi kita,” ucap Imam. Ke depannya, Ia memastikan komitmen pemerintah untuk terus mendukung dan memberi perhatian penuh pada perjuangan atlet Indonesia, termasuk dukungan kepada atlet dengan  kebutuhan khusus atau disabilitas. “Dukungan tidak hanya terkait proses latihan dan pemenuhan kebutuhan atlet untuk menghadapi pertandingan, tetapi termasuk kesetaraan dalam memenuhi apa yang menjadi hak-hak atlet termasuk pemberian bonus, “tegasnya. Menurutnya bonus bukan tujuan awal, tetapi bonus akan menjadi tambahan semangat untuk terus meningkatkan kemampuan diri dalam berbagai event dan kejuaraan yang diikuti hingga level tertinggi olimpiade. Minggu sore (24/9), seluruh atlet Indonesia di ASEAN Para Games, akan kembali ke Solo, Jawa Tengah dengan pesawat dan akan langsung disambut oleh Menpora. Seluruh Atlet juga direncanakan akan melanjutkan pemusatan latihan di Solo dan bersiap menghadapi multievent yang akan datang yakni Asian Para Games 2018. “Raihan positif dalam ASEAN Para Games akan menjadi modal yang baik untuk menghadapi Asian Para Games 2018 dimana kita menjadi tuan rumah,” tutup Menpora.

Berkat Kiper Jadi Striker, Tim Jateng Maju ke Semifinal Popnas 2017

Tim sepak bola Jawa Tengah (Jateng) melaju ke semifinal Popnas 2017 setelah gol tunggal dari Sang Kiper Rakasurya Handika diciptakan. Jateng Menang dengan skor 1-0 di Stadion Citarum, Sabtu (16/9/2017). Menurut lansiran dari tribunjateng.com (17/09/2017), Raka, penjaga gawang tim tersebut, diturunkan pelatih Jateng di menit 64 untuk menggantikan striker, Ardigo Prasetyo. Hal tersebut dilakukan, karena skuat Jateng kekurangan pemain pengganti. Akhirnya, hanya ada satu pemain pengganti. Asisten Pelatih Tim Jateng, Andreas Tri Widagdo menjelaskan Raka sudah pernah coba dimainkan sebagai striker saat laga penyisihan grup melawan Maluku Utara. Menurut dia, Raka cukup bisa diandalkan sebagai striker pengganti.

Gulat Popnas 2017 Ternyata Menyimpan Cerita Unik Mengenai Sepasang Atlet Yang Merupakan Kakak-Adik

Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 digelar di Jawa Tengah. Pada gelaran nasional itu terdapat 21 cabang olahraga (cabor) dan empat cabor eksebisi yang akan digelar. Diantara 21 cabor, ada sepenggal kisah unik dari cabor gulat, yaitu atlet gulat yang siap bertanding rupanya ada yang sepersaudaraan (kakak-adik). Menurut lansiran Tribunjateng.com, dalam cabor gulat, ada kakak-adik bersaudara yang mengikuti Popnas 2017. Mereka bersama satu orang atlet gulat lain asal brebes akan siap bertanding. Ketiga atlet tersebut yakni Tegar Arya Wibisono, Justra Aditya dan Bagas Widianto. Aditya dan Bagas inilah si kakak- adik bersaudara dalam Popnas. Pendamping ketiga atlet gulat asal Brebes, Soewarko mengatakan Bagas dan Adit merupakan kakak adik di SMK NU 3 Larangan, Brebes. Bagas pernah meraih juara 1 Kejurda Remaja 2017, juara 2 Kejurda Yunior 2017, juara 1 Kejurda Remaja 2016, dan juara 1 Kejurda Yunior 2016. Sedangkan Aditya, pernah meraih juara 2 Kejurda Remaja 2017, dan juara 2 Indonesia Open 2016.

Sediakan Kelas Olahraga Bagi Atlet Prestasi, SMPN 1 Tangsel Siap Cetak Bibit Jawara

SMPN-1-Tangsel

Mungkin, banyak yang mendengar jika ingin masuk atau mendaftar ke sekolah maupun universitas ada yang menempuh jalur prestasi bagi atlet-atlet olahraga. Ini yang di terapkan juga oleh SMP Negeri 1 Tangsel sudah lama secara rutin. Setidaknya, ratusan pendaftar ingin menempuh melalui jalur prestasi. Namun biasanya, mereka terlebih dahulu dan harus melalui tahapan tes yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Wakil Kepala Bagian Kesiswaan SMPN 1 Tangsel, Heliana mengatakan, setiap tahun menjaring sedikitnya 32 siswa prestasi di bidang olahraga. “Sekarang ada sekitar 126 siswa prestasi. Tiap kelas ada 32 siswa dari kelas 7, 8 dan 9,” ucap Heliana atau yang biasa disapa Eli. Lebih lanjut, para siswa berprestasi ini memiliki jam khusus untuk berolahraga ketika pulang sekolah. Mereka akan di tentukan jadwalnya sesuai dengan intruksi pelatih, lantaran terdapat atlet prestasi dari cabang olahraga tinju, futsal, taekwondo, karate, voli, bulutangkis, atletik dan pencak silat. “Yang paling menonjol itu ada atlet tinju, karate dan taekwondo karena sudah sampai level yang atas. Saya harap, atlet yang lain bisa terus berlatih dengan giat dan meraih prestasi yang gemilang. Tak lupa, kami terus melakukan pembibitan,” tambahnya. Beberapa alumni SMPN 1 Tangsel pun, saat ini tengah mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV di Semarang, Jawa Tengah. Untuk fasilitas sekolahnya, Eli masih memiliki harapan, menginginkan lapangan futsal yang lebih baik dan juga luas. Menurutnya, dengan begitu para atlet bisa maksimal dalam berlatih. “Sebenarnya sudah ada dua lapangan yang tersedia. Namun, lapangan yang satu belum bisa dipakai meski mempunyai lahan yang luas. Untuk sarana dan prasarana, kami banyak terbantu oleh pengertian orangtua. Kami memang menyediakan perlatan latihan, karena jumlah atlet banyak. Para atlet prestasi membawa perlengkapan sendiri dan orangtua disini sangat mengerti,” papar Eli. (pah/adt)

Terganggu Kesiapan, DKI Jakarta Targetkan 8 Emas Cabor Renang di POPNAS XIV

Suasana_time_trial_renang_di_GOR_Soemantri_Brodjonegoro,_Kuningan,_Jakarta

Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) adalah kegiatan olahraga multi event yang merupakan titik kulminasi pembinaan olahraga pelajar di Indonesia. Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1989 di DKI Jakarta, kemudian secara rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali, pada tahun 1997 Jawa Tengah pernah menjadi Tuan Rumah Penyelenggaran POPNAS IV dan di tahun 2017 Provinsi Jawa Tengah ditunjuk kembali sebagai Tuan Rumah POPNAS XIV tepatnya di Semarang, Jawa Tengah. Sebanyak 5567 atlet dari 34 Provinsi, sudah unjuk gigi dalam ajang dua tahunan ini sejak (11/9) lalu dan akan berkahir pada (21/9). Provinsi DKI Jakarta sendiri terlihat mendominasi dalam perolehan medali dengan mengumpulkan 53 emas, 40 perak dan 42 perunggu. Diikuti, Jawa Barat dengan perolehan 46 emas, 41 perak dan 50 perunggu. Untuk di Cabang Olahraga (Cabor) renang, dalam perhelatan POPNAS XIV 2017 kontingen DKI Jakarta pun, mengalami kendala dalam hal persiapan. Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) DKI Jakarta, Felix Sutanto mengatakan, bahwa persiapan untuk POPNAS XIV tidak maksimal. “Atlet kami banyak yang di pelatnas juga dan sempat juga ikut di Sea Games kemarin di Malaysia, jadi persiapannya bisa dibilang persiapan kita kecolongan,” ucap Felix ketika di konfirmasi nysnmedia.com melalui telfon selulernya. DKI Jakarta mengirimkan 20 atlet untuk cabor renang dan menurunkan atlet lapis satu dan dua. Felix sendiri mengaku, bahwa peta kekuatan POPNAS XIV di cabor renang kali ini cukup merata. “Kalau kekuatan cukup merata. Terlihat Jabar sangat mempersiapkan diri dengan baik. Lapis satu kami yang kelahiran tahun 2000 sangat baik dan yang paling menonjol lapis dua kami atlet kelahiran 2003. Meski, belum bisa mendapat medali, tetapi nantinya akan kami persiapkan untuk POPNAS dua tahun mendatang,” terangnya. Jika tahun lalu, DKI Jakarta sanggup meraih 21 emas. Di POPNAS XIV ini, kontingen DKI Jakarta harus kehilangan 10 emas dan menargetkan setidaknya 8 emas. “Banyak kecolongan, 10 emas hilang. Jadi target kami saat ini, hanya 8 emas. Dan, saat ini sudah mendapatkan 5 emas,” pungkas Felix. (pah/adt)

Perolehan Medali di Klasemen Akhir Popnas XIV 2017

Kontingen pelajar Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendapat gelar juara umum Popnas XIV 2017. Jabar berhasil memenangi klasemen akhir dengan perolehan 58 medali emas, 45 medali perak, dan 54 medali perunggu. Menurut lansiran dari solopos.com (21/09/2017), Jabar baru naik menduduki urutan pertama pada hari terakhir pelaksanaan Popnas, Rabu, (20/9). Selama pelaksanaan pesta olahraga multievent bagi pelajar Indonesia tersebut posisi pertama klasemen sementara selalu dikuasai kontingen DKI Jakarta. Namun, pada klasemen akhir DKI Jakarta menempati posisi runner up dengan perolehan medali menutup catatan akhir dengan 56 medali emas, 44 medali perak dan 43 medali perunggu. Sedangkan, tuan rumah, Jawa Tengah tetap bertahan di peringkat ketiga dengan 40 emas, 39 perak, dan 55 perunggu. Sedangkan di posisi keempat klasemen akhir perolehan medali Popnas XIV 2017 ditempati kontingen Jawa Timur dengan 33 emas, 29 perak dan 48 perunggu, sedangkan Riau berada pada posisi kelima dengan 14 emas, 15 perak dan 15 perunggu. Popnas XIV resmi ditutup oleh Sekretaris Kementrian Pemuda dan Olahraga Gatot S.Dewabroto . Gatot pun menyampaikan terima kasih kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah telah menyukseskan pergelaran ini. “Dengan alokasi yang tidak seberapa, Jateng sanggup menjadi tuan rumah yang sukses,” kata Gatot menurut lansiran dari solopos.com (sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara). Ia juga mengapresiasi sportivitas Jawa Tengah yang tidak memaksa juara umum meski sebagai tuan rumah. Serta mengaku akan mengusulkan Jateng sebagai tuan rumah Asean School Games. Hingga akhirnya, Gatot pun menyampaikan sampai jumpa pada Popnas 2019 di Papua. Ini Dia Perolehan Medali pada Klasemen Akhir Popnas XIV 2017: No. Kontingen Emas Perak Perunggu 1 Jawa Barat 58 45 54 2 DKI Jakarta 56 44 43 3 Jawa Tengah 40 39 55 4 Jawa Timur 33 29 48 5 Riau 14 15 15 6 Lampung 11 9 8 7 Banten 10 15 14 8 Sumatra Barat 8 6 21 9 DI Yogyakarta 7 6 18 10 Kalimantan Timur 7 3 18 11 Sumatra Utara 4 10 16 12 Sulawesi Selatan 4 10 15 13 Nusa Tenggara Barat 4 5 6 14 Maluku 4 3 1 15 Kalimantan Barat 4 2 5 16 Bali 3 10 14 17 Nusa Tenggara Timur 3 5 7 18 Kalimantan Tengah 3 2 0 19 Sulawesi Barat 3 0 1 20 Kalimantan Selatan 2 5 9 21 Bangka Belitung 2 3 3 22 Sumatra Selatan 2 1 9 23 Bengkulu 2 1 5 24 Jambi 1 5 7 25 Maluku Utara 1 3 1 26 Kepulauan Riau 1 0 2 27 Sulawesi Tengah 0 5 4 28 Aceh 0 2 5 29 Papua 0 1 7 30 Sulawesi Utara 0 1 4 31 Sulawesi Tenggara 0 1 3 32 Gorontalo 0 1 3 33 Kalimantan Utara 0 0 1 34 Papua Barat 0 0 0

Popnas 2017: Tim Renang Jabar Unggul

Tim renang pelajar provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi juara umum cabang renang Popnas XIV/2017 di Semarang, Rabu (20/09). Menurut lansiran dari kompas.com (20/09/2017), Tim renang Jabar tahun ini membalas keterpurukan dari Popnas 2015 di Bandung. Di hari terakhir lomba renang Popnas, Jabar menambah 3 medali emas melalui Athalarik Maulidio di nomor 200 meter gaya dada putra, Erick Achamd Fatoni di 50 meter gaya bebas putra serta Azel Zelmi di nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra Sedangkan Tim DKI hanya kebagian dua medali emas di hari terakhir lewat atlet SEA Gamesnya, Felicia Angelica di 200 meter gaya dada puteri serta estafet 4×100 meter serta gaya ganti puteri oleh  Sofie Kemala, Felicia Angelica, Angel Gabriella Yus dan Laila Siti Aminah. Tim kontingen Jawa Timur sendiri juga meraih dua emas melalui atlet SEA Games, Adinda Larasati Dewi nomor 50 meter gaya bebas puteri serta 100 meter gaya kupu-kupu puteri.

Indonesia Berhasil sabet Dua Mendali Emas pada Korea Open Super Series 2017

Babak Final Kejuaraan Korea Open Super Series 2017 yang berlangsung  di SK Handball Stadium, Seoul, Minggu (17/09) menjadi ladang keberuntungan bagi Indonesia, pasalanya Indonesia bermain apik dan mendominasi Perolehan mendali. Berkat kerja keras, Indonesia berhasil meraih Dua mendali Emas yang di sumbangkan dari pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto dan tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan rekannya sendiri, Jonatan Christie. Di kutip dari badmintonindonesia.org, Kemenangan pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto mengalahkan pasangan Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping dalam dua game langsung dengan total skor 21-17 dan 21-18. ini sekaligus membalas pertemuan pertama mereka yang terjadi di Badminton Asia Championships 2017. Saat itu Jordan/Debby kalah 22-24 dan 19-21 dari Wang/Huang. Tak hanya itu, hasil dari  “perang saudara” yang terjadi di sektor tunggal putra, antara Jonatan Christie yang berhadapan dengan Anthony Sinisuka Ginting. pertandingan ini di menangkan oleh Anthony yang berhasil menyabet mendali Emas melalui pertarungan tiga babak dengan hasil skor akhir 21-13, 19-21 dan 22-20. Atas kemenangan Anthony dengan begitu Jonatan Christie menjadi Runner Up pada pertandingan ini. ia menuturkan kepada badmintonindonesia.org, Korean Open Super Series mungkin belum rejekinya, namun ia bersyukur dapat melaju jauh hingga ke Final. Pertandingan Akhir yang mendebarkan dan menjadi penentu satu perolehan mendali Emas melalui sektor Ganda Putra antara Indonesia vs Denmark. pada pertandingan Ini, Kevin Sanjaya Sukamujo/Marcus Fernaldi Gideon di buat kualahan menghadapi pasangan unggulan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen. setelah melalui pertandingan panjang tiga babak, Kevin/Marcus kalah dengan prolehan skor 19-21, 21-19 dan 15-21 dalam 68 menit. walaupun tak berhasil menyabet gelar Juara, Kevin/Marcus menjadi Runner Up atas Pertandingan ini. Dengan begitu Indonesia pada ajang Korean Open Super Series berhasil membawa dua gelar Juara dengan perolehan dua mendali Emas dan dua gelar Runner Up dengan Perolehan dua mendali Perak.  

Ini Perenang Yang Pantang Menyerah, Berhasil Raih Emas Perdana Popnas 2017

Perenang asal Bandung, Athalarik Maulidio F mampu meraih emas pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV 2017. Athalarik sempat gagal meraih emas di Popnas dua tahun lalu. Baginya, kegagalan menjadi sebuah pengalaman berharga agar berlatih lebih keras lagi. Selama dua tahun terakhir, Dia terus mengembangkan kemampuannya. Usaha memang tidak ada yang sia-sia, tahun ini Ia akhirnya bisa meraih target tertinggi pada final cabang renang Popnas Jateng di kompleks Stadion Jatidiri Semarang. “Jadi, kesan Popnas kali ini, saya bangga bisa raih medali untuk Jabar. Ini bisa jadi pemicu saya lebih baik lagi,” ujar Athalarik yang dilansiran dari viva.co.id (17/09/2017). Remaja 17 tahun tersebut bertanding di nomor 400 meter gaya bebas putra, dan mampu mengalahkan lawan terberatnya, sang atlet DKI yaitu Joe Aditya, dengan catatan waktu 4 menit 06.06 detik. Meski begitu, ia tidak ingin berpuas diri karena catatan waktu yang diperolehnya belum sesuai target pribadi. “Best time nasionalnya untuk nomor ini kan 4 menit 04 detik. Targetku 4 menit 02 detik, tetapi baru dapat 4 menit 06 detik,” ujar Athalarik. Target ia ke depan adalah ingin masuk ke olympic. Hal ini karena menurut Athalarik baru sedikit atlet Indonesia yang tembus ke olympic.

Kalahkan Tuan Rumah 7-1, Indonesia Sabet Peringkat Ketiga Piala AFF U-18

Timnas U-19 Indonesia (Dok. PSSI)

Timnas U-19 Indonesia sukses taklukkan tuan rumah Myanmar dengan skor 7-1 pada pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala AFF U-18 di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Minggu (17/9/2017). di kutip dari Kompas.com, Gol-gol Indonesia dicetak oleh Muhammad Rafli Mursalim pada menit ke-13 dan (59′), Witan Sulaeman pada menit ke-27, Egy Maulana Vikri (34′, 85′), dan Hanis Saghara (73′, 92′). satu gol yang di cetak tuan rumah memalui tendangan Kaung Khant pada menit ke-91 menjadi penyejuk bagi Myanmar. Atas kemenangan ini, Garuda Nusantara, julukan Timnas U-19 Indonesia, meraih peringkat ketiga pada ajang Piala AFF U-18. Babak Pertama Egy Maulana Vikri, yang pada laga ini menjadi kapten tim, memberi umpan-umpan datar ke tengah yang berhasil disambut dengan baik oleh Rafli. Tendangan Rafli berhasil menembus gawang Myanmar. Garuda Nusantara pun unggul 1-0. Tertinggal, Myanmar coba terus menekan pertahanan Indonesia. Kiper Indonesia, Aqil, beberapa kali berhasil mengantisipasi gerak bola yang mengarah ke gawangnya. Penyerang tuan rumah, Win Naing Tun, yang melakukan akselerasi berhasil di blok oleh Nurhidayat. Tendangan bebas Khant terlepas dari tangkapan Aqil. Beruntung, bola masih berhasil di blok pemain lain. Pada menit ke-27, Indonesia berhasil menekan myanmar dengan hasil menggandakan keunggulan. Tendangan datar kaki kanan Witan mengecoh kiper lawan dan beehasil membobol gawang lawan. Skor pun berubah 2-0 untuk Indonesia. Garuda Nusantara kembali menambah keunggulan pada menit ke-34. Kerja sama yang apik antara Rafli, Witan, dan dituntaskan oleh Egy menambah perolehan gol yang di cetak Indonesia. Menguasai bola, Rafli melakukan akselerasi ke dalam kotak penalti lawan. Dia kemudian memberi umpan kepada Witan yang mengirim umpan lambung ke tengah kotak penalti lawan. Tanpa penjagaan, Egy berhasil menyundul bola dan masuk ke gawang lawan. Indonesia pun unggul 3-0! Pada menit ke-39, Asnawi Mangkualam dilanggar dengan keras oleh Soe Moe Kyaw. Atas pelanggarannya itu, dia diganjar kartu kuning. Pada menit ke-41, Nurhidayat mengalami cedera. Dia pun digantikan oleh Kadek. Setelah itu, babak pertama pun berakhir untuk keunggulan 3-0 Indonesia atas Myanmar. Babak kedua Pada awal babak kedua, Indonesia beberapa kali mendapat tekanan. Tendangan sudut lawan merepotkan lini pertahanan Garuda Nusantara. Tandukan pemain Myanmar, Soe Moe Kyaw, masih tipis dari gawang Aqil. Pada menit ke-49, Aung Soe melakukan pelanggaran keras terhadap Egy Maulana Vikri. Atas pelanggarannya itu, Soe pun mendapat kartu kuning. Kembali serangan Indonesia efektif menembus lawan. Bermula dari umpan Egy, Rafli berhasil menguasai bola dan tendangannya berhasil menembus gawang lawan. Indonesia pun unggul 4-0. Namun, setelah itu, Rafli harus ditarik keluar karena mendapat pelanggaran keras dari pemain Myanmar. Dia diganti oleh Hanis Saghara. Pemain Myanmar kembali menampilkan aksi pelanggaran kerasnya. Mengecoh lawan, Witan dilanggar dengan keras oleh kaung Khant. Dia pun mendapat kartu kuning. Setelah itu, lagi-lagi pemain lawan mendapat kartu kuning. Kali ini, Phyoe Wai dalam tayangan ulang terlihat menginjak dada Samuel. Para pemain Indonesia menunjukkan kedewasaan dalam bermain. Egy Maulana Vikri dkk terlihat tidak begitu terpancing dengan permainan keras lawan. Pada menit ke-73, Hanis Saghara berhasil menambah keunggulan Indonesia setelah Mendapat umpan dari Iqbal, Hanis langsung menembus gawang Myanmar. Garuda Nusantara pun unggul 5-0. Tak terpancing provokasi lawan, Indonesia kembali menambah keunggulan menjadi enam gol. Kali ini Egy Maulana Vikri menambah perolehan gol pada laga ini dengan mencetak gol keduanya. Akselerasi Egy di dalam kotak penalti lawan merepotkan barisan pertahanan lawan. Dia berhasil melepaskan tendangan datar yang menembus gawang lawan. Indonesia unggul 6-0! Pada perpanjangan waktu, Myanmar mencetak gol hiburan lewat Kaung Khant yang menghasilkan satu poin. Namun, tekanan gol Garuda Nusantara pun belum berhenti. Hanis Saghara berhasil mencetak gol keduanya sekaligus menutup kemenangan Indonesia dengan skor 7-1. Indonesia menang meyakinkan atas tuan rumah, Myanmar, dan menjadi juara III pada ajang AFF U18 Championship 2017. pic.twitter.com/KRhakFX1D4 — PSSI – FAI (@pssi__fai) September 17, 2017 Atas hasil ini, Anak asuh Indra Sjafri itu pun berhak atas peringkat ketiga Piala AFF U-18. Selamat Timnas U-19 Indonesia!

Cabor Karate Tambah Raihan Emas Kontingen Lampung Pada POPNAS XIV 2017

Cabang Olahraga (Cabor) karate menambah jumlah medali yang di peroleh kontingen Lampung di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV 2017 Semarang, Jawa Tengah. Pada partai final karate kumite 61 kg yang digelar Minggu (17/09/2017) di GOR Patriot Kodam IV Diponegoro, Semarang, Nur Halim Arlendi berhasil mempersembahkan medali emas. Di kutip dari kupastuntas.co, Pada babak final, Halim menaklukkan andalan DKI Jakarta, M Fareza dengan skor tipis, 2-1. Halim yang memang ditargetkan meraih medali emas tampil begitu superior sebelum menjejakkan kakinya dibabak final. “Saya senang dan bangga dengan hasil ini. Persiapan yang saya lakukan tidak sia-sia dan ini saya persembahkan untuk Lampung dan kedua orang tua saya,” kata Halim seusai penyerahan medali. Dengan demikian, medali emas diraih Nur Halim Arlendi, medali perak untuk M Fareza dan perunggu menjadi milik Alfian Adhi (Jawa Barat) dan Nova Ternater (Jawa Timur). “Alahamdulillah, halim mampu mempersembahkan medali emas buat Lampung. Pertandingan final berlangsung ketat, keduanya tidak ingin kecolongan angka. Namun Halim lebih agresif dan mampu mengatur ritme pertandingan,” ujar M Jose Rizal pelatih karate Lampung. Selain medali emas, cabang karate juga mempersembahkan satu medali perunggu dari nomor kata beregu putra. Medali emas beregu putra ini direbut Jawa Tengah, perak untuk Sulawesi Selatan. Di hari ketiga pertandingan karate Senin (18/09), Lampung masih menyisakan 4 karate dinomor perorangan. Keberhasilan tim karate disambut gembira oleh Kadispora Lampung, Hannibal. Menurut Hannibal, Halim memiliki mental juara selain teknik dan fisik yang mumpuni. Halim merupakan salah satu karateka unggulan Lampung yang dipersiapkan untuk menghadapi berbagai even nasional maupun internasional. “Halim adalah karateka yang memiliki teknik, fisik dan mental bertanding yang sangat baik. Semoga hasil yang diraih Halim mampu menambah motivasi untuk berprestasi lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Menakjubkan, Timnas Indonesia U-16 Bekukan Kepulauan Mariana Utara dengan Skor 18-0

Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 (Dok. PSSI)

Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 berhasil menang dengan skor mengejutkan saat melawan tim dari Kepulauan Mariana Utara dengan total perolehan skor 18-0. Ya, Anda tidak salah baca. Anak asuh Fakhri Husaeni ini berhasil mengalahkan Kepulauan Mariana Utara dalam ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 yang berlangsung di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (16/9). For your information, Kepulauan Mariana Utara dalam letak geografis memang bukan termasuk di bagian Negara Asia, Namun sejak tahun 2009, mereka diakui oleh AFC lalu masuk dalam grup Asia. kualitasnya di Asia pun belum bisa dibilang bagus. Dua tahun lalu di ajang yang sama, Kepulauan Mariana Utara pun menjadi bulan-bulanan. saat 58 gol masuk ke gawang mereka dari enam pertandingan yang dijalani. Lebih parahnya lagi, negara persemakmuran Amerika ini hanya mencetak dua gol. Pada Sabtu kemarin mereka kembali jadi bulan-bulanan. kali ini tim nasional Indonesia yang menghabisi mereka. Dalam laga kali ini Indonesia tampil degan formasi 4-3-3. Inilah daftar susunan pemain Timnas Indonesia U-16 yang akan menghadapi Kepulauan Mariana Utara. Kemenangan meyakinkan diraih skuat Garuda Asia pada pertandingan pertama kualifiikasi Piala AFC U-16 Grup G.#GarudaAsia pic.twitter.com/xtBLp8kWbH — PSSI – FAI (@pssi__fai) September 16, 2017 Amirudin Bagus, Mochammad Supriadi, dan Amanar Abdillah menjadi trisula di lini depan. Sedangkan kapten David Maulana menjadi tulang punggung di lini tengah. Babak pertama “Garuda Asia” sudah unggul setengah lusin. Mochammad Supriadi menjadi penyumbang skor pertama pada menit kedelapan,kedua hattrick diciptakan oleh Amiruddin Bagus di menit ke-12, 24, 41 serta sepasang gol Rendy Juliansyah menit ke-13 dan 21 menutup jalannya 45 menit babak pertama. Babak kedua Indonesia tidak berhenti mencetak gol. Supriyadi mencetak dua gol lanjutan di menit ke-46 dan 89. Sutan Zico menyumbang gol terbanyak, terbukti dengan terciptanya lima gol pada pertandingan sabtu kemarin. Sisanya Hamsa Lestaluhu mencetak hattrick dan Amanar Abdillah serta Andre Oktaviansyah masing-masing mengemas satu gol. Kemenangan meyakinkan diraih skuat Garuda Asia pada pertandingan pertama kualifiikasi Piala AFC U-16 Grup G. Ada baiknya David Maulana dan kolega tidak besar kepala dengan kemenangan pada pertandingan pertama kemarin. Pasalnya tiga lawan berat menanti mereka pada fase grup G ini. Pada Senin (18/9) pukul 16.00 WIB Timor Leste akan menjadi lawan berikutnya Timnas U-16. Dua hari berselang tepatnya Rabu (20/9) pukul 19.30 WIB, giliran tuan rumah Thailand yang harus dihadapi oleh anak asuh Fakhri Husaeni. Pada laga pamungkas, Jumat (22/9) pukul 16.00 WIB, Laos yang menjadi lawan bagi Indonesia. Juara grup akan maju berlaga pada Piala Asia U-16 yang akan digelar di Malaysia 2018 mendatang. Sedangkan Kesebelasan yang menjadi runner-up akan memperebutkan posisi yang terbaik untuk bisa masuk ke babak selanjutnya.

Selisih Satu Angka di Adu Penalti, Indonesia Gagal maju ke Final AFF U-18

Timnas Indonesia U-19 (Dok: PSSI)

Indonesia gagal melaju ke final Piala AFF U-18 2017. Pada semifinal yang berlangsung di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Jumat (15/9), tim Garuda Nusantara kalah dari Thailand dengan skor seimbang 3-2. dilansir dari CNN Indonesia, Pada babak pertama permainan Indonesia berlaga cukup meyakinkan. Berbagai peluang tercipta, namun itu belum menjadi penentu Indonesia dapat melaju kebabak selanjutnya. Pada babak pertama, peristiwa yang melibatkan Saddil Ramdani dan Wudtichai Kumkeam harus dibayar mahal dengan dijatuhkan kartu merah kepada Saddil yang baru masuk ke lapangan kurang dari satu menit. Timnas Indonesia U-19 gagal melangkah ke partai puncak Piala AFF U-18 2017. (Dok. PSSI)   Indonesia pun  harus berjuang dengan bermain dengan jumlah 10 orang di babak kedua. Kalah jumlah pemain, anak asuh Indra Sjafri tak patah arah, mereka tampil mengejutkan dengan mendominasi serangan dan beberapa kali mengancam gawang Thailand yang dikawal Kantaphat Manpati. Skor pun imbang tanpa gol hingga akhir dua babak pertandingan. Laga berlanjut ke babak adu penalti.   Timnas Indonesia U-19 akan kembali bertanding pada Minggu (17/9) memperebutkan peringkat ketiga di Piala AFF U-18 2017. (Dok. PSSI) Egy Maulana Vikri menjadi eksekutor pertama Indonesia sekaligus membuka keunggulan Merah Putih. Eksekusi penaltinya membuat Indonesia unggul 1-0. Thailand. Egy membuka asa Merah Putih maju ke final. Kapten Thailand, Kritsada Kaman gagal mengeksekusi tendangan penalti sehingga membuat Indonesia tetap unggul 1-0. Sayang tendangan pinalti kedua Indonesia yang dilakukan M Iqbal tidak mampu menambah angka bagi Indonesia. Sehingga kesempatan untuk mengungguli Thailand lebih jauh tidak terwujud. Justru skuat Gajah Perang yang menyamakan kedudukan setelah Nattawut Chootiwat menyamakan kedudukan. M Luthfi Kamal Baharsyah kembali mengantarkan Indonesia unggul 2-1. Tetapi keunggulan langsung dibalas oleh Chokanan Saima-In yang mampu membobol gawang Indonesia. Skor 2-2. Nurhidayat Haji Haris di posisi bek tengah yang tampil cukup apik di laga ini tidak dapat menyelesaikan penampilannya dengan sempurna. Tendangannya ditepis kiper Thailand Kanthapat Manpati. Teerapat Laohabut membuat Thailand berbalik unggul 3-2. Rifad Marasabessy yang menanggung beban sebagai penendang terakhir, tidak bisa menyelamatkan Indonesia. Indonesia kalah 2-3 di babak adu penalti dan gagal mengulang cerita berlaga di partai puncak seperti empat tahun lalu di Sidoarjo, Jawa Timur, ketika Evan Dimas dan kawan-kawan berjaya di hadapan suporter yang memadati Stadion Gelora Delta. Rachmat Irianto dan tim akan segera menjalani laga perebutan peringkat ketiga, Minggu (17/9), menghadapi kesebelasan yang kalah di laga semifinal antara Myanmar dan Malaysia.

Berhasil Kalahkkan Jepang, Praveen Jordan dan Debby Susanto Maju ke Semifinal

Praveen Jordan/Debby Susanto (badmintonindonesia)

Ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto meraih kesuksesan di babak perempat final Korea Open Super Series 2017. Keduanya berhasil menang dari Takuro Hoki/Sayaka Hirota, Jepang dan memastikan tiket keempat buat Indonesia ke semifinal. Sebelumnya, sudah ada Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang menang ke empat besar. Jordan/Debby lolos usai berhadapan dengan Takuro Hoki/Sayaka Hirota, Jepang, 21-17 dan 21-17. Keduanya pun mengaku tak menemukan kesulitan yang berarti. Bisa mencapai hingga babak semifinal, Jordan/Debby mengatakan mulai bisa menguasai kondisi lapangan. Sebelumnya menurut mereka, mereka cukup terpengaruh oleh angin yang ada di lapangan pertandingan. “Sejauh ini mainnya sudah enak. Dan saya juga tadi banyak cari pukulan, dengan kondisi seperti ini harus seperti apa,” ujar Jordan. “Dibilang mudah juga enggak sebenarnya. Cuma kami keuntungannya sudah pegang permainan dari awal, jadi mereka nggak enak duluan. Kalau dibilang gampang sih enggak,” kata Debby kepada badmintonindonesia.org usai bertanding (15/09). Pada ajang semifinal nanti, Jordan/Debby akan berhadapan dengan pasangan Jerman, Marvin Emil Seidel/Linda Efler. Melawan pemain non unggulan, dikatakan Jordan/Debby, mereka harus tetap fokus dan tak anggap enteng lawan. “Kalau melihat kans sih ada peluangnya. Tapi ya kami jadi nggak boleh santai juga, karena mereka kan bukan pemain unggulan tapi bisa mengalahkan pemain yang bisa dibilang bagus-bagus juga. Jadi kami harus bisa menjaga kondisi buat besok dan tidak menganggap enteng lawan,” jelas Debby. “Kalau pemain Eropa mereka mengandalkan strategi, jadi kami harus mengantisipasi hal tersebut,” lanjut Jordan

Taklukkan Tiongkok, Ganda Putra Bulutangkis Indonesia Maju ke Semi Final Korea Open Super Series

Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon (badmintonindonesia)

Setelah sebelumnya Anthony Sinisuka Ginting mengamankan posisi di semifinal Korea Open Super Series 2017, kini giliran pasangan ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon yang menyusul ke babak empat besar. Kevin/Marcus mengalahkan Liu Cheng dan Zhang Nan dari Tiongkok di SK Handball Stadium, Seoul pada Jumat (15/9), dua game langsung 21-16 dan 28-26. Kemenangan ini sekaligus menambah keunggulan 2-0, Kevin/Marcus atas pasangan juara dunia 2017 tersebut. Sebelumnya di Malaysia Open 2017, Kevin/Marcus menang dengan skor 23-21 dan 21-16. “Kami mainnya lumayan bagus, awalnya mungkin agak kagok karena mereka mainnya cepat. Tapi setelah poin 15 kami mulai menyusul, ya sudah lumayan enak. Pas game kedua kami sudah unggul lumayan jauh, tapi mereka mainnya lebih siap dan lepas, nggak terlalu tegang dan nggak mikirin. Akhirnya mereka malah lebih bagus,” kata Marcus kepada badmintonindonesia.org Berikutnya pada ajang semifinal, Kevin/Marcus masih menunggu lawan antara pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dari Jepang. Tetapi saat melihat kekuatan di atas kertas, Kamura/Sonoda yang menjadi unggulan ketiga lebih berpeluang untuk bisa menang. “Kalau dengan Jepang kami sudah pernah ketemu beberapa kali, jadi sudah saling tahu satu sama lain. Harus lebih siap saja. Kalau pasangan Jepang mereka kuat, rapi dan nggak gampang mati,” ujar Kevin.

Jonatan Christie Berhasil Melaju ke Semifinal Setelah Kalahkan Jepang di Korea Open Super Series 2017

Jonatan Christie (badmntonindonesia)

Satu lagi wakil Indonesia yang berhasil menuai kesuksesan dengan lolos ke semifinal Korea Open Super Series 2017. Jonatan Christie terus melaju setelah menumbangkan Kazumasa Sakai asal Jepang, lewat tiga babak pertandingan dengan skor 21-13, 16-21 dan 21-19. “Puji Tuhan setinggi-tingginya, dengan bantuan-Nya saya bisa menang kali ini. Saya akui permainan saya tadi belum matang. Dengan kondisi permainan saya yang tadi, saya seperti tidak bisa mengontrol harus menggunakan stroke seperti apa. Di situ saya sebenarnya paham harus main seperti apa, tapi yang keluar tidak sejalan dengan pukulan saya,” kata Jonatan tentang penampilannya kepada badmintonindonesia.org Kemenangannya di perempat final ini rupanya memiliki arti tersendiri buat Jonatan. Sebab pada hari yang sama, Jonatan merayakan hari ulang tahunnya yang ke 20 tahun. “Bersyukur banget ini jadi kado yang indah buat saya. Kemarin malam saya sempat tegang, sedih sama happy, nggak tahu kenapa. Senang karena di delapan besar bisa ketemu Sakai, jadi ada peluang buat lolos. Karena sebelum-sebelumnya saya pasti dapat lawan berat di babak-babak awal,” ungkap atlet kelahiran Jakarta tersebut saat ditemui di SK Handball Stadium, Seoul usai laganya, Jumat (15/9). Berikutnya pada pertandingan semifinal Korea Open Super Series, Jonatan akan berhadapan dengan Wang Tzu Wei, Taiwan. Sebelumnya, tiga kali berhadapan Jonatan belum pernah memperoleh kemenangan satu kali pun. Untuk itu, ia berharap laganya besok bisa membalas tiga kekalahan tersebut. “Pastinya saya akan berusaha semaksimal mungkin. Mudah-mudahan bisa membalas kekalahan sebelumnya, amin,” pungkas Jonatan.

Melalui Perjuangan Berliku, Pegulat Pelajar Putri Asal Grobogan Ini Berhasil Raih Emas di Ajang POPNAS

Dwi Ayu Puspita Sari (Tengah) diapit Ketua PGSI Jateng Andreas BW dan Sekretaris Umum PGSI Jateng Bambang R Munadjat, usai menerima medali emas final gaya bebas di kelas 49 Kilogram di Ajang Popnas XIV tahun 2017 di GOR Simpanglima Purwodadi, Kabupaten Grobogan , Jawa Tenga. Foto : okberita.com

Dwi Ayu Puspitasari, Pegulat Putri asal Grobogan berhasil menyumbangkan medali emas pertama bagi kontingen Jawa Tengah dalam ajang Popnas 2017  yang belangsung di GOR Simpanglima Purwodadi. Dalam laga final, siswi SMKN 1 Purwodadi ini berhasil menundukkan lawannya dari kontingen Jawa Barat. Partai final gaya bebas di kelas 49 kg itu dilangsungkan Jumat (15/9/2017) malam. Dalam laga puncak, Ayu yang tampil di sudut biru diperkirakan bakal menelan kekalahan. Hingga menit akhir, siswi kelas XII jurusan Tata Busana itu sudah tertinggal skor sampai 8-0. Namun, pada detik-detik akhir, Ayu menunjukkan kualitasnya. Memanfaatkan kelengahan lawan, Ayu berhasil melakukan kuncian dan memaksa duta dari Jawa Barat takluk. Juri sempat diprotes oleh offisial Jabar yang meragukan hasil pertandingan. Menghadapi protes ini, dewan juri kemudian menayangkan ulang rekaman selama pertandingan. Setelah melihat rekaman, kubu Jabar akhirnya bisa menerima keputusan dewan juri. Dewan juri akhirnya memutuskan Ayu keluar sebagai pemenang. “Ini merupakan pertandingan yang berat sekaligus istimewa. Terima kasih atas doa dan dukungannya, sehingga saya bisa menyumbang medali emas buat Jateng,” kata Ayu yang dilansir dari murianews.com. Dalam even Popnas, ada satu pegulat putri Grobogan yang ikut memperkuat Jateng. Yakni, Eva Nurkhasanah yang juga tercatat sebagai siswa SMKN 1 Purwodadi. Namun, Eva gagal meraih medali, setelah kalah dalam perebutan juara III melawan pegulat Jatim.

Lolos ke Semifinal, Anthony akan Melawan Pembulutangkis Kelas satu Dunia Pada Ajang Korea Open Super Series

Anthony Sinisuka Ginting (badmintonindonesia)

Anthony Sinisuka Ginting sukses melangkah ke babak semifinal Korea Open Super Series 2017.Sebelum memastikan diri ke semifinal, Anthony melaju dengan mengalahkan pemain Jepang, Kenta Nishimoto. Tunggal putra Pelatnas Cipayung itu menang dua game langsung, 21-19 dan 21-13 dalam 39 menit. Dikatakan Anthony, Nishimoto mencoba merubah pola permainannya di tengah laga. Hal tersebut sempat membuat Anthony terpengaruh di lapangan. Beruntung akhirnya di poin-poin kritis, Anthony sukses berbalik memimpin lagi dengan 18-18, 20-19 hingga menang 21-19. “Pemain Jepang bola-bolanya lebih safe. Jadi saya harus lebih siap lagi. Siap capek dan siap segalanya. Karena di lapangan saya kan nggak tahu dia mau menerapkan strategi yang seperti apa,” ujar Anthony. Pada Semifinal Korea Open Super Series mendatang ia akan ditantang oleh pemain rangking satu dunia sekaligus tuan rumah, Son Wan Ho. Di atas kertas, posisi Son jelas lebih diunggulkan, dibanding Anthony yang berada di peringkat 24 dunia. Meski begitu Anthony mengaku siap untuk menghadapi situasi tersulitnya kelak di lapangan. Ia juga berharap bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya yang sudah dilatih selama ini. “Saya harus mempersiapkan mental dan pikiran yang lebih baik lagi. Yang penting siap capek dan siap susah. Karena besok lawannya kan top player juga, jadi sudah pasti akan capek dan susah. Besok saya mau coba lebih lepas aja. Buat nambah pengalaman juga dan apa yang dilatih selama ini bisa keluar semua dengan baik,” ujar Anthony kepada badmintonindonesia.org ditemui usai laganya, Jumat (15/9).