Gelar Open House Bagi Calon Wali Murid, Sekolah Kharisma Bangsa Tawarkan Pendidikan Berkualitas Global

kharisma-bangsa

Ciputat- Pendidikan menjadi hal yang sangat penting. Sebab, pendidikan mampu menciptakan manusia yang berintelektual, berkualitas, dan jauh dari kebodohan. Disisi lain, setiap orang tua mengharapkan anaknya mendapatkan pendidikan terbaik dengan cara memilih institusi pendidikan yang tepat, terpercaya, dan berintegritas tinggi. Pada Sabtu (17/11), sekolah Kharisma Bangsa, yang berlokasi di Jalan Terbang Layang Nomor 21, Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, menggelar Open House. Event ini dihadiri 40 peserta. Tujuannya untuk memberikan informasi secara langsung mengenai sekolah Kharisma Bangsa mengenai gambaran umum tentang sekolah Kharisma Bangsa, kurikulum, fasilitas, sistem pendidikan yang diterapkan serta informasi tentang pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2019-2020 yang telah dibuka sejak September lalu. “Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan serta memperlihatkan kepada calon orang tua murid dan masyarakat umum tentang sekolah Kharisma Bangsa serta fasilitas terbaik yang dimiliki sekolah ini,” ujar Imam Husnan Nugroho, Principal of Senior High School Kharisma Bangsa, pada Sabtu (17/11). Ditambahkan Imam, selain bisa membuka saluran komunikasi antara sekolah dengan orang tua siswa-siswi maupun calon orang tua yang ingin bergabung dengan Kharisma Bangsa, Open House ini juga bisa semakin mendekatkan diri dengan masyarakat di lingkungan sekitar sekolah. “Kami ingin para orang tua calon wali murid bisa melihat keunggulan Kharisma Bangsa, baik dari segi kegiatan dan fasilitas. Mereka juga bisa menyaksikan secara langsung bagaimana siswa-siswi yang ada di sekolah ini berinteraksi dengan tamu maupun orang yang datang dari luar. Dengan begitu, orang tua calon wali murid ini bisa mengambil kesimpulan mengenai kualitas pendidikan yang ditawarkan Kharisma Bangsa,” lanjut Imam. Dalam kesempatan itu, selain Open House, para calon wali murid juga bisa menyaksikan event Kalibrate dan Stems Expo 2018, yang dihadiri sekaligus dibuka oleh Drs. Taryono, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Banten. Kalibrate atau Kharisma Bangsa Logical Science and Brain Contest merupakan kompetisi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bergengsi yang diselenggarakan sekolah Kharisma Bangsa melalui Tim Olimpiade Sains Kharisma Bangsa (TOSKA), yang mengundang pelajar SMP/MTs dari sekolah-sekolah di seluruh wilayah di Indonesia. Pada 2017 menandakan pertama kalinya Kalibrate diselenggarakan, dimana kompetisi ini terdiri dari 3 babak, yakni penyisihan, semifinal, dan final. Khusus babak penyisihan diadakan secara online dan offline yang diadakan pada hari yang sama. Sedangkan babak semifinal, kompetisi berupa rally games sehingga peserta tidak hanya mengerjakan soal, tapi juga untuk mengasah skill motorik mereka. Tujuan diadakannya kompetisi ini yaitu untuk mengembangkan potensi akademik pelajar SMP dan se-derajat dalam bidang Sains maupun Matematika. Sementara itu, untuk materi yang diujikan yakni berupa bidang Matematika dan IPA yang disesuaikan dengan Silabus Olimpiade Sains Nasional 2018. Dan, kompetisi ini diikuti lebih dari 60 tim dari 35 sekolah yang berbeda di seluruh Indonesia. Kemudian setiap tim terdiri dari 3 orang. Adapun pemenang dari Kalibrate 2018, yakni SMPK Penabur 4 Jakarta (Juara 1), SMPN 115 Jakarta (Juara 2), SMP Xaverius 1 Bandar Lampung (Juara 3), SMP Al Azhar 16 Cikarang (Harapan 1), dan SMP Pribadi Depok (Harapan 2). Sedangkan Stems Expo adalah ajang tahunan sekolah Kharisma Bangsa yang menampilkan project siswa di bidang Science, Technologi, Engineering, Mathematics dan Social. Kompetisi dibagi menjadi 2 bagian utama yaitu Video Challenge dan Exhibition. Untuk tahun ini, yang merupakan tahun kelima Stems Expo dipamerkan sebanyak 67 project, 39 project siswa putra dan 28 project siswa putri. Project dikerjakan selama 8 minggu penuh dan dipamerkan pada Sabtu (17/11). Semua video yang dikompetisikan di video challenge diunggah di Youtube. “Kalibrate merupakan wadah kompetisi untuk anak-anak sekolah lain di luar Kharisma Bangsa. Sedangkan Stems Expo adalah kami meminta kepada para siswa untuk mempersiapkan sebuah project yang akan ditampilkan dalam bentuk pameran. Para siswa ini masing-masing akan mendapatkan satu stand dan mereka harus menjelaskan konsep-konsep tertentu yang berhubungan dengan Science, Technologi, Engineering, dan Mathematics. Jadi ada sekitar 60-an project yang dipamerkan,” jelas Imam. Hal serupa diungkapkan Sandra Susanto, Principal of Junior High School Kharisma Bangsa. Menurutnya, kehadiran Stems Expo untuk yang kelima kalinya ini untuk memberikan kesempatan kepada para siswa dalam mengekplore kemampuan yang dimiliki di bidang Science, Technologi, Engineering, Mathematics, dan Sosial. “Dengan event ini, maka siswa akan mendapatkan pengalaman baru. Tidak hanya di kelas, berupa teori, tapi juga dalam bentuk praktek langsung. Mereka akan mendapatkan trial sebagai bentuk mengembangkan potensi yang dimilik di bidang Stems,” imbuh Sandra. Sebagai event rutin, Sandra menegaskan penyelenggaraan Stems Expo dari tahun ke tahun semakin baik. “Dari pertama kami gelar Stems Expo dimana peserta untuk siswa kelas 7 hingga 12 kami tidak wajibkan. Tapi, saat ini seluruh siswa sudah terlibat dan ditugaskan mengikuti Stems Expo, mulai dari siswa SD hingga SMA, dan pesertanya juga cukup banyak. Apalagi, ini sudah menjadi tradisi di Kharisma Bangsa,” tukas Sandra. Selain itu, juga dimeriahkan dengan Art exhibition menampilkan karya seni lukis dan kerajinan tangan dari siswa-siswi SD, SMP dan SMA Kharisma Bangsa, pemeriksaan kesehatan gratis oleh RS Citra Ananda, Fun Games (Inflatable Playground for Kids), dan bazar. (Adt)

Februari 2019, Eduversal dan Sekolah Kharisma Bangsa Gelar Festival Sains dan Budaya Terbesar di Indonesia

Eduversal (Education Service Provider) akan menyelenggarakan ajang Festival Sains dan Budaya (FSB) 2019. Event ini diselenggarakan di Sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, pada 22-24 Februari 2019. (istimewa)

Pamulang- Mengusung tema ‘Sumbangsih untuk Negeri’, Eduversal (Education Service Provider) akan menyelenggarakan ajang Festival Sains dan Budaya (FSB) 2019. Event ini diselenggarakan di Sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, pada 22-24 Februari. FSB merupakan penggabungan program besar dari Indonesia Science Project Olympiad (ISPO) serta Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI). ISPO adalah event olimpiade proyek penelitian dalam bidang sains, teknologi, lingkungan, dan komputer. Event ini diperuntukkan bagi generasi muda Indonesia di jenjang SMPN/MTs, SMA/MA, dan SMK se-Indonesia. Sedangkan OSEBI, yakni event tahunan yang menjadi media untuk menggali bakat, kemampuan, dan kecerdasan siswa, memperkaya sumbangsih bagi khasanah budaya bangsa dalam bidang seni dan bahasa Indonesia. Event ini diperuntukkan bagi generasi muda Indonesia yang berusia antara 6-18 tahun. Penggabungan dua program besar ini menjadi satu indikasi konkret keberpihakan Eduversal dan Sekolah Kharisma Bangsa terhadap pembangunan generasi muda bangsa yang memiliki keseimbangan karakter, kritis, inovatif, kreatif, sekaligus sopan, santun, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa. “Ini adalah event tahunan. Pada 2019, ISPO merupakan pelaksanaan ke-11, sedangkan OSEBI menjadi penyelenggaraan ke-5,” ujar R.S. Dwi Prajitno Wibowo, Ketua Panitia FSB 2019, di Sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat (2/11). Dwi menyebut secara kecerdasan sesungguhnya SDM (Sumber Daya Manusia) yang dimiliki Indonesia tidak kalah, bahkan mampu bersaing dengan SDM dari negara-negara lain. “Namun, masalah utama yang dihadapi yakni pola pendidikan di level sekolah. Mereka sangat cerdas, namun tidak memiliki kemampuan dalam menjual ‘isi’ kepalanya. Sesuai dengan konsep ISPO, maka siswa diharapkan mampu menjual apa yang mereka kerjakan dari sebuah project, terutama dalam bentuk sains,” lanjutnya. “Ini bukan seperti olimpiade sains biasa yang hanya pada tataran pemahanan ilmu, melainkan lebih kepada hasil karya. Di ISPO, para siswa bisa mempresentasikan apa yang mereka kerjakan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Sebab, pemenang di event ini nantinya akan mewakili Indonesia di beberapa ajang internasional,” tambahnya. Harapannya, jelas Dwi, adalah membangun pola pendidikan siswa yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tapi cerdas dalam menyampaikan isi kepalanya. Sedangkan OSEBI, menurut Dwi, yakni sebagai upaya untuk tetap menjaga budaya, seni, dan kultur di Indonesia. “Dengan adanya ISPO dan OSEBI, para siswa yang tidak pandai di sains, mereka bisa pandai di sosial budaya. Jika event seperti ini sedikit, maka lebih banyak generasi muda Indonesia di usia sekolah yang sibuk dengan media sosial. Karena mereka tidak memiliki wadah untuk mengaktualisasikan diri. ” terangnya. Sementara itu, Imam Husnan Nugroho, Principal of Senior High School Kharisma Bangsa, menegaskan pihaknya siap menjadi tuan rumah yang baik bagi penyelenggaaran FSB 2019. “Eduversal pasti akan mempersiapkan semua hal untuk event ini dengan baik. Dan, Sekolah Kharisma Bangsa yang akan menjadi ‘host’ sangat siap untuk menyelenggarakan FSB 2019. Dengan event ini, kami juga ingin Sekolah Kharisma Bangsa bisa lebih dikenal lagi kedepannya,” tukas Imam. (Adt)

Kharisma Bangsa Harapkan Jadi Sekolah Terbaik, Basket Kini Ekstrakulikuler Unggulan

Tim basket putra Kharisma Bangsa (hitam) ketika melakukan training camp menjelang keberangkatan ke Paris, Perancis, mengikuti Paris World Games Basketball Championship 2018, Juli lalu. (istimewa)

Pamulang- Sederet prestasi berhasil diukir siswa-siswi Sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, di berbagai event nasional maupun internasional. Okan Celiker, Management Advisor Kharisma Bangsa, mengatakan institusi pendidikan yang dipimpinnya itu memiliki torehan prestasi, diantaranya tim basket putra SMA Kharisma Bangsa, meraih gelar juara Divisi 2 Paris World Games Basketball Championship 2018, Paris, Perancis, Juli lalu. “Di bidang sains, pada 2018, siswa SMA Kharisma Bangsa meraih dua medali perak yakni The 59th International Mathematics Olympiad Cluj-Napoca, Rumania, dan Hong Kong International Mathematics Olympiad, Hong Kong. Selain itu, meraih medali perunggu pada The 15th International Geography Olympiad , Quebec City, Canada,” ujar Okan, di kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Jumat (2/11). Selain itu, lanjut Okan, Kharisma Bangsa adalah sekolah yang menggunakan kurikulum gabungan yakni Cambridge International School dan nasional. Disisi lain, ungkap Okan, ada sekitar 10 persen alumni Kharisma Bangsa yang melanjutkan kuliah di luar negeri. “Jadi kami berusaha untuk meningkatkan jumlah 10 persen agar lebih banyak lagi siswa yang bisa kuliah ke luar negeri. Guna mendukung hal tersebut, Kharisma Bangsa memiliki satu departemen bernama college consuling. Mereka nantinya yang akan membantu siswa untuk lebih banyak yang mendaftar di luar negeri. Kedepan, kami juga ingin menjadi sekolah internasional dengan menerima lebih banyak siswa dari berbagai negara,” lanjutnya. “Kami juga memiliki program olimpiade sains yang sangat baik di sekolah. Bahkan dari tim nasional Indonesia yang berangkat ke olimpiade internasional, selalu ada siswa dari Kharisma Bangsa yang mewakili,” tambahnya. Dalam kesempatan itu, ia berharap dapat membawa semua pengalaman yang dimiliki selama berada di Amerika Serikat (AS) ke Indonesia. Diakuinya, bila selama ini Kharisma Bangsa merupakan salah satu institusi pendidikan yang terbaik. “Tentu dengan pengalaman yang saya miliki selama di Amerika Serikat, saya ingin membawa Kharisma Bangsa lebih baik lagi. Semoga bisa menjadi sekolah terbaik di wilayah Jakarta dan sekitarnya,” tegas Okan. Sementara itu, Imam Husnan Nugroho, Principal of Senior High School Kharisma Bangsa, menjelaskan ekstrakulikuler basket menjadi salah satu unggulan Sekolah Kharisma bangsa. “Saat ini yang paling bersinar itu basket. Karena sudah sampai level internasional prestasinya. Tapi, itu bukan berarti kami meninggalkan pembinaan ekstrakulikuler olahraga lainnya. Kami juga memiliki futsal, karate, taekwondo, badminton, bola voli, dan panahan,” ungkap Imam. Ia melanjutkan selain basket, olahraga yang memiliki peminat cukup banyak adalah futsal, dan taekwondo, untuk di tingkat Sekolah Dasar (SD) Kharisma Bangsa. “Namun prestasinya olahraga itu belum sampai ke level kompetisi yang besar. Meski demikian, kami akan tetap melakukan pembinaan semua olahraga yang ada di Kharisma Bangsa,” tukas Imam. (Adt)

Kharisma Bangsa dan PSKD 1 Jakarta Kampiun ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, Panitia: Kualitas Peserta Meningkat

Tim Basket Putra SMA Kharisma Bangsa menjadi kampiun Satelite Cup 2018 Volume 2, yang dihelat di Satelite Basketball Court, Depok, sejak awal September, usai di partai final menaklukan SMAN 2 Depok, dengan skor 78-42. (Riz/NYSN)

Depok- Satelite Cup 2018 Volume 2 berakhir pada Minggu (23/9). Kompetisi yang dihelat di Satelite Basketball Court, Depok, Jawa Barat (Jabar) sejak awal September, akhirnya menasbihkan Tim Basket Putra Kharisma Bangsa, dan Tim Basket Putri SMA PSKD 1 Jakarta Pusat (Jakpus) menjadi kampiun. Kharisma Bangsa meraih gelar juara setelah di partai final menaklukan SMAN 2 Depok, dengan skor 78-42. “Anak-anak sangat bagus. Kerjasama tim juga berjalan dengan baik. Tapi, mereka tetap harus berlatih lebih keras menghadapi ajang kompetisi lainnya,” ujar Sali Hairulla, Manajer Tim Basket Putra Kharisma Bangsa, Minggu (23/9). Serupa, Fajar Satria, Kapten Tim Basket Putra Kharisma Bangsa, mengatakan rekan-rekannya tampil baik pada pertandingan ini. “Sejak awal rekan-rekan bermain dengan baik. Mungkin karena stamina kami lebih unggul dari lawan, maka kami bisa meraih kemenangan. Yang pasti kami harus tetap latihan lebih keras lagi,” tutur Satria. Sementara, Dhendy Saputra, Pelatih SMAN 2 Depok, menegaskan secara keseluruhan dirinya puas dengan performa anak didiknya tersebut. “Jujur tidak kecewa dengan hasil hari ini, meskipun skornya jauh. Mereka tahu kalah level dengan Kharisma Bangsa, tapi mereka tidak gentar dan tampil fight,” tegas Dhendy. Di pertandingan lain, Tim Putri SMA PSKD 1 Jakpus berhasil merebut gelar juara usai menekuk SMAN 6 Depok, Jawa Barat (Jabar), dengan skor terpaut jauh 106-27. Sani Wulandari, Arsitek Tim Putri SMA PSKD 1 Jakpus, mengaku performa anak didiknya di partai final sangat menjanjikan. “Kemampuan anak-anak merata, karena kami tidak ingin bergantung dengan salah satu pemain,” ungkapnya. “Lawan harusnya bisa tampil lebih baik dari hari ini. Karena terakhir bertemu dengan SMAN 6 Depok, penampilan mereka sangat baik. Harusnya kemampuan mereka bisa lebih dari pertandingan tadi,” tambah Sani. Di kubu SMAN 6 Depok, Kevin Nuardy Erdiham, mengakui tim nya tidak tampil dalam kekuatan penuh. “Sebenarnya hari ini kami ada 2 laga penting. Tadi pagi kami harus tampil di ajang DBL West Java Series 2018-West Region di Bogor, dan 5 pemain juga tampil di Satelite Cup 2018 ini. Mungkin mereka terlalu capai,” terangnya. “Lawan juga kami akui memiliki kualitas, baik dari segi postur maupun otot. Karena memang mereka merupakan student athlete dari jalur beasiswa, sehingga mengutamakan pembinaan. Tapi, kami bersyukur sudah bisa tampil hingga ke final,” cetus Kevin. Sedangkan Daffa Amasya, Ketua Panitia Satelite Cup 2018 Volume 2, menjelaskan ajang ini berjalan lancar sejak dimulai pada awal September lalu hingga puncaknya pada Minggu (23/9). Terlebih, menurutnya, kualitas peserta menunjukkan peningkatan dibandingkan pelaksanaan yang sama pada 2017. “Satelite Cup 2018 Volume 2 berjalan lancar. Peserta juga memperlihatkan kualitas yang baik selama event. Beberapa peserta saat event tahun lalu tidak ikut, tapi kali ini bisa ikut, bahkan bisa menjadi juara seperti SMA Kharisma Bangsa. Semoga event ini menjadi barometer basket, khususnya di wilayah Depok,” tukas Daffa. (Adt) Hasil Pertandingan Final Satelite Cup 2018 Volume 2: Putra 1. SMA Kharisma Bangsa vs SMAN 2 Depok: 78-42 2. SMAN 8 Depok vs SMKN 2 Depok: 43-34 Putri  1. SMA PSKD 1 Jakarta vs SMAN 6 Depok: 106-27 2. SMAN 3 Depok vs SMAN 8 Depok: 23-5

Masuk Skuat Kejuaraan Basket Pelajar Asia 2018, Siswa Sekolah Kharisma Bangsa Tangsel Optimis Indonesia Bisa Bersaing

Saddam Asyurna (kaos hitam) saat mengikuti training center jelang keberangkatan tim basket putra sekolah Kharisma Bangsa ke Paris, Perancis, mengikuti kejuaraan dunia basket antar SMA, Juli lalu. (Adt/NYSN)

Yogyakarta- Kejuaraan basket pelajar Asia, Asian School Basketball Championship (ASBBC) 2018 resmi dibuka. Peresmian ini dilakukan di Keraton Yogyakarta, Yogyakarta, Sabtu (8/9) malam. Ini merupakan kali kedelapan Asian School Basketball Championship digelar. Sebelum di Yogyakarta, ASBBC ketujuh digelar di Thailand. Dalam pembukaan kejuaraan basket pelajar ini, turut hadir juga Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Mulyana, yang mewakili Menpora Imam Nahrawi. Turut hadir juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Yogyakarta, Kadarmana Baskara Aji, yang mewakili Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Lewat Kadarmana, Sri Sultan Hamengkubuwuno X berharap, kompetisi seperti ini melahirkan atlet berprestasi bagi negara masing-masing. “Saya harap, dari kegiatan sekolah seperti ini, masing-masing negara bisa menghasilkan atlet yang berprestasi di masa depan,” tutur Kadarmana, mewakili pak gubernur. Kejuaraan ini berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Among Rogo, Yogyakarta. Kendati level Asia, namun kejuaraan tahunan ini hanya diikuti empat negara, yakni tuan rumah Indonesia, China, Hongkong, dan Thailand. Salah satu skuat tim basket putra, Saddam Asyurna, yang merupakan siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengaku pada kejuaraan basket pelajar Asia edisi kedelapan ini lawan yang dihadapi merupakan tim tangguh. Namun, remaja kelahiran 19 November 2001 itu tetap optimis bila Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara peserta lainnya. “Meski waktunya mepet , karena persiapan untuk TC (training center) itu hanya 10 hari, apalagi lawan yang dihadapi juga merupakan tim-tim tangguh,” ujar Saddam, Sabtu (8/9). “Tapi, kami sudah berlatih secara intensif. Mudah-mudahan semua bisa saling support untuk memberikan yang terbaik, sehingga bisa bersaing dengan peserta dari negara lain,” tambahnya. Ajang ini menggunakan sistem round robin, dimana tim yang bertanding saling bertemu. Menurutnya, China dan Hongkong memiliki kualitas materi pemain di atas Indonesia. Dan lawan juga unggul postur tubuh. “China dan Hongkong permainannya beda dengan Indonesia. Untuk Thailand, mudah-mudahan bisa imbang. Modal kami ya skill bagus, chemistry diantara sesama anggota tim, serta gameplay yang baik,” tegas Saddam. Hal senada diungkap Adelaide Callista Wongsohardjo. Penggawa putri Indonesia itu masih buta dengan kekuatan lawan. Menurut siswi SMA Katolik Santo Albertus Malang, Jawa Timur (Jatim), dirinya dan kolega belum pernah bertemu maupun menyaksikan permainan tim yang ikutserta, dalam kejuaraan pelajar Asia tersebut. “Semaksimal mungkin kami akan berusaha menampilkan permainan terbaik di kejuaraan Asia ini,” urai pebasket kelahiran Malang, Jatim, 12 Oktober 2001 itu. Diakui dara cantik yang baru saja memperkuat timnas basket putri Indonesia di Asian Games XVIII/2018 itu, waktu yang mepet membuat ia dan kawan-kawan sulit beradaptasi. Namun, Lady, sapaan akrabnya, meyakini saat pertandingan nanti bisa lebih baik. “Chemistry sekarang sudah mulai terbentuk. Semoga saat pertandingan nanti bisa lebih baik,” tukas amunisi klub Bima Sakti Malang itu. (Adt)

Kandaskan SMK PGRI 1 Cibinong Di Laga Pembuka, Tim Basket Putra Kharisma Bangsa Unggul Pengalaman

Tim putra SMA Kharisma Bangsa (putih) mengalahkan SMK PGRI 1, Cibinong, dengan skor 91-22, dalam laga pembuka turnamen bola basket ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, di lapangan Basket SMAN 13, Depok, pada Sabtu (1/9). (Adt/NYSN)

Depok- Tim putra SMA Kharisma Bangsa mengawali laga pembuka kompetisi bola basket bertajuk ‘Satelite Cup 2018 Volume 2’, pada Sabtu (1/9), dengan hasil positif. Bermain di Lapangan Basket SMAN 13 Depok, Jawa Barat, Fajar Satria dan kolega menang telak 91-22 atas SMK PGRI 1, Cibinong, Jawa Barat. Satria, Kapten Tim, mengatakan performa timnya pada pertandingan itu dalam kondisi baik. “Di kuarter pertama kami masih butuh adaptasi dengan lapangan. Tapi, selebihnya kami bermain sangat baik,” ujar Satria. Menurutnya, lawan merupakan tim yang cukup bagus. “Mungkin mereka kurang pengalaman, sehingga kami bisa manfaatkan kondisi itu meraih kemenangan,” lanjutnya. Senada, Abdurrasjid Juzar mengungkapkan, pada pertandingan perdana ia dan kolega masih diberi kemudahan dalam memenangkan laga. “Jam terbang dan pengalaman kami mungkin lebih banyak dibanding lawan,” terangnya. “Apalagi sebagian pemain kami juga berhasil dalam mengeksekusi lemparan tiga angka ke jaring lawan,” tukas Abdurrasjid. (Adt)

Siswa Sekolah Kharisma Bangsa Sadam Asyurna Masuk Timnas Basket ASG 2018, Pelatih : Kerja Keras dan Doanya Terbayarkan

Siswa Sekolah Kharisma Bangsa Sadam Asyurna (berdiri ketiga dari kiri no.9) dipercaya masuk skuat timnas basket ASEAN School Games X 2018, di Malaysia. (Adt/NYSN)

Jakarta- Sadam Asyurna, siswa kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, dipercaya masuk skuat tim nasional (Timnas) basket putra pada ajang ASEAN School Games 2018 (ASG) X 2018, di Malaysia. Di ASG 2018, pria kelahiran 19 November 2001 itu menjadi bagian dari kontingen Indonesia yang berkekuatan 189 orang yakni terdiri dari 158 atlet putra dan 31 atlet putri. Mereka mengikuti delapan cabang olahraga, yakni atletik, renang, bulutangkis, sepak takraw, bola voli, bola basket, senam, dan squash. Untuk cabor net ball dan tenis meja, Indonesia tak mengirimkan wakilnya. Semua atlet ditempa skill dan mental mereka dibeberapa titik, termasuk sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta. Pada ASG 2018, kontingen Indonesia sukses mengoleksi 31 emas, 36 perak, dan 31 perunggu, melampaui target awal sedikitnya 26 emas. Hasil itu membuat Indonesia berada diposisi runner up, sedangkan tuan rumah Malaysia sebagai juara umum dengan torehan 37 emas, 34 perak, dan 31 perunggu. Ari Adiska, Pelatih Basket Sekolah Kharisma Bangsa, mengatakan dipercayanya Sadam membela Merah Putih di ajang ASEAN School Games merupakan ‘buah’ dari kerja keras. “Alhamdulillah, Sadam masuk tim nasional ASEAN School Games. Kerja keras yang selama ini dijalaninya serta doanya terbayarkan,” ujar Ari, Selasa (24/7). Ia menambahkan semua atlet pasti memiliki keinginan untuk bisa membela Merah Putih di pentas internasional. Dan, menurut Ari, hal itu bisa diwujudkan oleh Sadam yang memiliki talenta di basket. “Karena setiap atlet pasti memimpikan bisa jadi pemain nasional. Dan pada tahun ini Sadam bisa mengikuti ASEAN School Games di Malaysia. Dia memang memiliki talenta kuat di basket,” tambah Ari. Sementara, Sinta Berliana Herru, ibunda Sadam, menyebut dengan melihat putranya tumbuh dan berkembang sesuai dengan passion-nya saat ini adalah bentuk kesuksesan dirinya sebagai orang tua. “Naluri saya merasakan bahwa Sadam dan basket saling menemukan tanpa saling mencari. You got your passion my boy,” tukas Sinta. (Adt)

Kampiun Kejuaraan Dunia Basket Antar SMA, Tim Basket Sekolah Kharisma Bangsa Dapat Pelajaran Penting Dari Perancis

Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa (putih) sukses jadi kampiun usai menaklukan Paris University Club, 48-35, di laga final Kejuaraan Basket antar SMA, di Paris, Perancis, 6-13 Juli 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa jadi kampiun Kejuaraan Dunia Basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA) Divisi 2, di Paris, Perancis, usai menaklukan tim tuan rumah Paris University Club, pada Kamis (12/7). Di partai puncak, Mohammed Aofar Hedyan dan kolega tampil superior, dan menang dengan skor 48-35. Ari Adiska, Juru Racik Tim, mengatakan pada laga final kontra Paris University Club anak didiknya mampu menerapkan kerja sama tim dengan baik. Selain itu, menurutnya, semua pemain cadangan sangat siap dan bisa saling melengkapi. “Team work berjalan baik. Terjalin saling pengertian diantara sesama pemain. Begitu juga dengan pemain bench (cadangan). Mereka sangat siap serta saling melengkapi. Tidak banyak berbuat kesalahan,” ujar Ari, Minggu (15/7). Pelatih berpostur tinggi tegap itu, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain. Ia menyebut beberapa pemain di skuatnya mampu tampil gemilang sejak awal laga hingga ke partai puncak dan meraih juara. “Bila diawal pertandingan stamina jadi bahan evaluasi tim, namun, di final kemarin hal itu bisa kami atasi dengan cara merotasi pemain, meskipun mereka hanya bermain tiga menit, tapi efektif,” ungkapnya. Ia menilai ada beberapa pemain yang penampilannya menonjol seperti Aofar, yang sejak awal bermain sangat bagus. Kemudian Syekhan Manzis Effendy, di awal pertandingan tampil kurang baik, tapi di pertandingan kedua dan terakhir bermain sangat rapi. Lalu, Muhammad Saddam Pandu Sutreisno. Meski posturnya lebih kecil dari teman-temanya, tapi dia banyak melakukan rebound. Tapi, Ari menilai secara keseluruhan semua pemain berjuang, kerja keras, dan bisa mengeluarkam kemampuan yang dimilikinya secara maksimal. Baginya berlaga di Kejuaraan Dunia Basket antar SMA di Paris, Perancis, banyak mendapatkan pelajaran penting bagi dirinya maupun anak didiknya. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu hingga timnya berlaga Kejuaraan Dunia Basket antar SMA, di Paris, Perancis, selama satu pekan. “Kami banyak pelajaran penting selama di Paris. Salah satunya simple basket. Mereka tidak banyak melakukan drible, tidak gaya-gayaan dalam bermain, dan banyak shooting,” tukasnya. “Meski juara Divisi 2, tapi bagi kami ini sebuah kebanggaan yang sangat besar. Banyak ilmu yang bisa didapat. Apalagi, Indonesia berada diperingkat 113, sedangkan Perancis berada di urutan 2 dunia, di bawah Amerika Serikat. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu sehingga kami bisa berlaga di Kejuaraan Dunia Basket antar SMA, di Paris, Perancis, tahun ini,” pungkasnya. (Adt)

Mainkan Laga Final Kontra Paris University Club, Tim Basket Sekolah Kharisma Bangsa Waspadai Center Lawan

Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa (hitam) akhirnya meraih kemenangan atas tim Isso India 2, dengan skor 75-70. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa melaju ke final Play Off B Divisi 2 Kejuaraan Dunia Basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Paris, Perancis. Syekhan Manzis Effendy dan kawan-kawan bakal meladeni perlawanan Paris University Club, Kamis (12/7). Keberhasilan tim basket yang bermarkas di Kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan itu, bermain di laga pamungkas setelah meraih 3 kemenangan melawan tim dari India, serta menderita kekalahan dari tim tuan rumah di babak penyisihan. “Meski masuk final di Play Off B Divisi 2, kami tetap memberikan apresiasi pada seluruh pemain. Jadi di penyisihan grup, peringkat 1 dan 2 berhak tampil di Play Off A, sedangkan peringkat 3 dan 4 lolos ke Play Off B Divisi 2, masing-masing diambil 6 tim,” ujar Ari Adiska, juru ramu tim. Laga final Play Off B berlangsung pada Kamis (12/7) pukul 21.00 waktu Paris, atau pukul 03.00 WIB. Ari mengungkapkan pihaknya punya gambaran kekuatan lawan. “Lawan memiliki 2 pemain center yang perlu diwaspadai, sebab memiliki postur besar. Jadi pemain harus bisa menutup jalur passing ke pemain center mereka,” lanjutnya. Pada laga itu, Ari menekankan ke anak didiknya untuk bermain lebih sabar, dan berani untuk mengeksekusi bola. “Kami optimis apalagi pemain sudah bisa bermain seperti di Indonesia. Mungkin kekurangan kami adalah soal stamina dan postur tubuh,” cetusnya. Sebelumnya, skuat basket Sekolah Kharisma Bangsa berhasil mengalahkan tim Isso India 2, dengan skor 75-70. “Sangat menegangkan bertemu wakil India. Karena dia akhir kuarter skornya beda tipis. Saat skor kami menang jauh malah terlalu santai. Mikirnya aman dengan skor seperti itu,” terang Syekhan. Sementara itu, Mohammed Aofar Hedyan, Point Guard, menjelaskan dirinya memiliki tanggung jawab besar mengatur tempo permainan. “Untuk game ketiga kemarin saat lawan India, kami semua bermain bagus. Tapi, kami sedikit lengah untuk defence, dan game ketiga ini bisa menjadi pelajaran bagi tim untuk lebih fokus,” tukas Aofar. (Adt)

SMABA Gagal Curi Kemenangan Di Pertandingan Kedua, Pelatih : Kami Kehabisan Tenaga di Kuarter 3 dan 4

Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa (hitam) kembali menelan kekalahan di pertandingan kedua, melawan AAS Fresnes, dengan skor 46-61. (SMABA)

Jakarta- Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa gagal mencuri kemenangan di pertandingan kedua kejuaraan dunia basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Paris, Perancis. Melakoni laga dengan tim AAS Fresnes, Selasa (10/7), Syekhan Manzis dan kawan-kawan kalah dengan skor 46-61. Ari Adiska, Pelatih Tim, mengatakan di laga kedua semua pemain sudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Namun, diakuinya lawan memiliki keunggulan terutama dari segi postur tubuh. “Kalau dibilang puas ya belum puas dengan penampilan tim. Tapi, di pertandingan kedua ini para pemain sudah berani improve. Mungkin belajar dari pertandingan pertama. Sehingga bisa memperbaiki kesalahan,” ujar Ari. Ia menyebut kemampuan anak asuhnya sangat merata dan rapi dibanding dengan partai perdana saat berjumpa tim Paris Bballwithus, pada Senin (9/7). Bahkan, pada kuarter pertama dan kedua, tim smaba masih mampu mengimbangi permainan AAS Fresnes. “Tapi, di kuarter ketiga dan keempat kami sudah kehabisan tenaga. Sehingga lawan bisa memenangkan pertandingan,” tambahnya. Berikutnya, Muhammad Aofar dan kawan-kawan akan melakoni laga ketiga melawan tim Isso India 2, pada Rabu (11/7). Senada dikatakan Abdurrasjid Juzar, punggawa tim. Menurutnya, di game kedua bersama rekan-rekannya sudah mengeluarkan kemampuan semaksimal mungkin. “Kuarter pertama dan kedua, kami masih mengimbangi skor. Perbedaannya hanya 5 point. Namun di kuarter ketiga dan keempat, kami sudah tidak bisa mengimbangi karena masih kalah soal stamina dan fisik,” terang Juzar. Sedangkan Fajar Satria, Kapten Tim, menyatakan melawan tim AAS Fresnes banyak perkembangan dibandingkan game sebelumnya melawan tim Paris Bballwithus. “Kami mulai bisa beradaptasi disini. Kami sanggup mengimbangi hingga pertengahan kuarter 3, namun di kuarter terakhir kami mulai ketinggalan dengan lawan,” urainya. “Tapi, ketinggalan itu tak seburuk seperti game pertama. Kami sudah lumayan mendapatkan ritme seperti di Indonesia, dan kami harap untuk ke game selanjutnya kami dapat bisa memberi lebih dari game sebelumnya,” tukas Satria. (Adt)

Meski Takluk 42-90 Dari Tim Paris Bballwithus, Tim Basket Putra Sekolah Kharisma Bangsa Tampil Fight

Tim basket putra sekolah Kharisma Bangsa (putih), menelan kekalahan dari tim basket Paris Bballwithus 42-90, pada Senin (9/7). (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim basket putra sekolah Kharisma Bangsa menelan kekalahan dari tim Paris Bballwithus dengan skor 42-90, pada kejuaraan dunia basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Gymnase Federation, Paris, Perancis, Senin (9/7). Meski mengawali dengan hasil negatif, namun anak didik Ari Adiska itu tetap tampil fight. “Kami belum bisa mengeluarkan kemampuan terbaik, karena proses aklimatisasi cuaca, sebab udaranya disini sangat dingin. Tapi, ada beberapa pemain yang memang siap dan tampil baik di pertandingan pertama ini seperti Saddam Asyurna, Muhammad Saddam Pandu Sutrisno, dan Muhammad Aofar,” ujar Ari, Arsitek Tim. Diakuinya, beberapa pemain baru di skuatnya masih ‘demam panggung. “Mereka masih nervous, mungkin baru pertama kali mereka tampil di level internasional. Apalagi lawan bermain sangat rapih. Postur tubuh pemain lawan juga bagus. Namun, kami tetap bisa tampil fight menghadapi lawan,” lanjutnya. Ari mengaku timnya mendapatkan pelajaran berharga pada laga perdana. Ia menambahkan bakal melakukan evaluasi guna menghadapi laga selanjutnya. “Beikutnya kami harus berani. Kami terlalu banyak turn over. Harus lebih cepat bagi pemain untuk membuka celah. Harus lebih percaya diri lagi,” cetusnya. Pertandingan berikutnya yang dijalani SMABA yakni melawan AAS Fresnes, pada Selasa (10/7). Sementara, Pandu mengungkapkan sebelum melakoni laga awal ia bersama rekan-rekannya telah melakukan persiapan secara matang, diantaranya dengan melakukan conditioning di pagi hari, dan bertanding pada sore hari. “Kami bertanding melawan tim dari Perancis dengan postur tinggi besar. Tapi, kami tak pernah takut dan selalu siap menghadapi siapapun lawan. Dari kekalahan 42-90 di pertandingan kemarin, kami mulai belajar sehingga bisa lebih baik lagi di pertandingan hari ini,” terang Pandu. Senada diungkapkan Mikail Jaydra Muhammad Darmawan. Menurutnya, sebagai rookie di tim basket putra sekolah Kharisma Bangsa, dirinya akan berusaha semaksimal mungkin serta mengeluarkan kemampuan terbaiknya setiap kali tampil. “World games ini adalah tournament international pertama saya. Dan, saya merasa sangat senang karena sudah merasakan pengalaman ini, meskipun kemarin kami kalah. Tapi, itu akan kami jadikan motivasi serta pelajaran untuk game berikutnya,” tukas Jaydra. (Adt)

Persiapan Lancar, Tim Basket Putra Sekolah Kharisma Bangsa Siap ke Paris Hari Jumat

Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa percaya diri dan siap berlaga di kejuaraan dunia antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Paris, Perancis. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa percaya diri dan siap berlaga di kejuaraan dunia antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Paris, Perancis, pada 6-13 Juli 2018. Selama kurang lebih dua pekan menjalani training camp (TC), sejak Senin (25/6), hingga saat ini, Muhamma Aofar dan kawan-kawan digenjot fisik, teknik, strategi, serta kesiapan mental. “Alhamdulillah persiapan semua lancar, sudah 98 persen. Memang stamina dan mental perlu dimatangkan lagi. Begitu juga dengan team work. Tapi itu mudah-mudahan bisa teratasi saat nanti di Paris,” ujar Ari Adiska, Juru Ramu Tim Basket Putra Sekolah Kharisma Bangsa, Rabu (4/7). Meski diakuinya, tak mudah untuk bisa bersaing dengan tim peserta dari negara lain pada kejuaran dunia basket antar SMA itu. Namun, Ari berharap anak didiknya mampu memberikan hasil terbaik saat tampil di negara yang terkenal dengan menara Eiffel-nya itu. “Keinginan kami tak muluk-muluk. Yang penting, fokus untuk bisa lolos penyisihan grup. Kalau itu bisa terlewati, baru persiapkan diri untuk bisa melaju ke pertandingan selanjutnya,” lanjutnya. Yang terpenting, tegasnya, bahwa semua tim harus memiliki tujuan, semangat, dan kemauan yang sama. Rencananya tim akan bertolak ke Paris, pada Jumat (6/7) dan akan menginap di Hotel Ibis Meudon, Paris, Perancis. “Kami tentu akan berusaha keras dan berjuang mempersembahkan yang terbaik. Apalagi ini membawa nama baik sekolah, dan Indonesia. Selain itu, semua pihak yang mendukung kami sehingga bisa berangkat dan berlaga di kejuaraan basket dunia ini,” ungkapnya. “Insya Allah semua tim bisa mengemban amanah ini dengan baik. Dan, bila sebelumnya team work menjadi pekerjaan rumah selama training camp, tapi kni team work sudah lebih baik,” tegas Ari. (Adt)

Gelar Latih Tanding Lawan Gede Basketball Club, Tim Basket Sekolah Kharisma Bangsa Fokus Benahi Stamina Pemain

Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa gelar latih tanding jelang kejuaraan dunia basket antar SMA di Paris, Prancis, 6-13 Juli 2018. (Adt/NYSN)

Jakarta- Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa menggelar latih tanding, Sabtu (30/6), melawan tim Gede Basketball Club, yang merupakan tim juara divisi dua usia di bawah 22 tahun Jakarta Selatan, pada 2015. Agenda ini merupakan bagian dari persiapan jelang kejuaraan dunia basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Paris, Prancis, 6-13 Juli 2018. Pada laga di Hall Basket Sekolah Kharisma Bangsa, di Kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten itu, Muhammad Aofar dan kawan-kawan unggul tipis atas lawan, 115-113. Ari Adiska, Juru Racik Tim Basket Putra Sekolah Kharisma Bangsa, menyebut terdapat 20 pemain yang melakoni latih tanding dalam Training Camp (TC) ini. Ia memberikan kesempatan yang sama kepada pemain, baik yang lama maupun baru untuk melakoni latih tanding tersebut. “Kami semua ada 20 pemain. Dan kami ingin mereka semua merasakan bermain dalam latih tanding ini. Sehingga kami bagi rata untuk minute play-nya,” ujar Ari. Pada latih tanding tersebut, ia menjelaskan memainkan tim utama, skuatnya mampu memimpin 27 poin atas lawan. “Tapi karena kami ingin memberikan kesempatan kepada pemain baru, jadi harus ada rotasi pemain. Meski kami menang tapi poinnya tipis,” lanjutnya. Ari mengapresiasi pemain utama di timnya yang tampil dengan baik, terutama Aofar yang bermain apik di laga latih tanding. “Evaluasinya adalah pemain baru harus bisa menyesuaikan dengan skuat yang lama. Selain itu, soal stamina pemain lama, begitu juga dengan pemain center di dalam yang mengalami sedikit kelelahan. Itu semua akan kami benahi disisa waktu yang ada sebelum kami berangkat ke Paris nanti,” tambahnya. “Kami juga rencananya akan menggelar latih tanding lagi pada Senin (2/6) siang melawan tim basket PORDA (Pekan Olahraga Daerah) Kota Bogor (Jawa Barat). Diharapkan skill pemain terus meningkat,” tukas Ari. (Adt)

Jelang Kejuaraan Dunia Basket Antar SMA di Paris, Tim Basket Putra Sekolah Kharisma Bangsa Gelar Training Camp

Tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa (SMABA), mengelar training camp (TC) jelang kejuaraan dunia basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA), di Paris, Perancis. (Adt/NYSN)

Jakarta- Jelang keberangkatan ke Paris, Prancis, guna mengikuti kejuaraan dunia basket antar Sekolah Menengah Atas (SMA), pada 6-13 Juli 2018, tim basket putra Sekolah Kharisma Bangsa, mengelar training camp (TC), selama kurang lebih dua pekan yang dimulai sejak Senin (25/6). Sekolah yang berlokasi di Kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, memberikan porsi latihan pagi (08.30 – 10.00 WIB), dan sore (15.30 – 17.30 WIB), pada Saddam Asyurna dan kawan-kawan. Pada sesi latihan pagi, anak asuh Ari Adiska itu fokus pada latihan fundamentals. Sedang sore hari menekankan pada game plan. Ari mengatakan timnya masih terus bekerja keras guna memoles kemampuan skuadnya demi meraih hasil terbaik di Paris nanti. Menurutnya, dibutuhkan waktu untuk membuat tim ini bisa memiliki chemistry yang kuat antara pemain lama dan baru. “Selama dua hari latihan sejak kemarin (Senin, 25/6), kami terus melakukan pembenahan. Apalagi kami menyatukan pemain lama dan baru. Mereka itu beda style. Tugas kami adalah bagaimana agar mereka bisa padu dan kompak di lapangan,” ujar Ari, sang juru racik tim basket putra SMA Kharisma Bangsa, Selasa (26/6). Ia menambahkan saat ini masing-masing pemain masih memperlihatkan ego-nya. “Mereka masih ingin menunjukan diri seolah mereka jago. Untuk itu, sebagai pelatih saya tekankan ke mereka melakukan drills serta passing. Yang pasti kami ingin membuat suasana tim yang penuh kebersamaan,” lanjutnya. Diakuinya, kemampuan individu yang dimiliki anak didiknya sangat luar biasa, namun masih minim secara team work. Sementara untuk fisik, Ari mengungkapkan hanya butuh beberapa hari mengembalikan kebugaran para pemain. “Mereka pingin show off. Kalau soal fisik mungkin butuh 3 sampai dengan 4 hari untuk kondisinya pulih, dan mereka beberapa hari lalu menghadapi libur lebaran. Tapi, kalau untuk pemain lama fisiknya sudah oke,” tukas Ari. (Adt) Skuat Tim Basket Sekolah Kharisma Bangsa : 1. Timothy Samad 2. Fajar Satria 3. Abdurrasjid Juzar 4. Sadam Asyurna 5. M. Aofar 6. Bagja 7. Daffa Aydan 8. Mikail Jaydra 9. Omar Bagader 10. Satria Dewabrata 11. Prawira Adjas 12. Syekhan Manzis 13. Khairandi 14. Diyo Wirawan 15. M. Saddam Pandu