21 cabang olahraga DBON siap diterapkan di sekolah

Erick Thohir

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir mengatakan, 21 cabang olahraga Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) siap diterapkan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dimulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, Menpora menjelaskan bahwa dirinya sudah mengoordinasikan hal tersebut dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Ke-21 cabang DBON tersebut merupakan cabang unggulan Olimpiade yaitu atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju, taekwondo, balap sepeda, voli pantai (2×2), bola basket (3×3), dayung (dayung dan kano), tenis anggar, gulat, dan equestrian. Selain itu, ada pula abang world heritage yang merupakan olahraga milik bangsa Indonesia yaitu pencak silat. Menpora menjelaskan masing-masing jenjang sekolah akan diberikan pilihan menjalankan cabang olahraga DBON dengan jumlah yang berbeda sesuai tingkatan. Di tingkat SD, dia menambahkan, akan diberikan pilihan dua cabang, sedangkan tingkat SMP memilih empat cabang, dan SMA enam cabang. Kemudian untuk tingkat SMA, akan diberikan pilihan menjalankan cabang induk olahraga (mother of sport) yaitu renang, atletik, senam. “Itu disesuaikan dengan kondisi fasilitas pendukung masing-masing sekolah,” kata dia. Menpora mengatakan bahwa penerapan cabang-cabang olahraga DBON di tingkat sekolah mulai tingkat SD merupakan bagian dari upaya menyiapkan talenta atlet sejak dini. Dengan menekuni cabang olahraga tertentu dari level SD yang kemudian dilanjutkan ke tingkat sekolah berikutnya maka para pelajar bisa berkembang sebagai atlet pelajar yang siap bersaing di level nasional hingga panggung internasional.

Perbasi gelar seleksi nasional Timnas U18 untuk Asia Cup 2026

Seleknas Timnas Bola Basket U18 putra dan putri

DPP Perbasi menggelar seleksi nasional (seleknas) Timnas Bola Basket U18 putra dan putri di Hoops Ancol, Jakarta Utara, pada 26-28 Februari 2026 sebagai persiapan menghadapi FIBA U18 Asia Cup SEAB Qualifiers 2026. ​Pimpinan Proyek Timnas Bola Basket U18 Putra dan Putri, Fictor Roring menjelaskan bahwa seleksi ini bertujuan menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia. ​“Kami mulai Seleknas untuk memilih pemain yang akan perkuat Indonesia di dua ajang itu. Kita sudah mengundang sekitar 70-an putri dan seratusan pemain putra seluruh Indonesia untuk ikuti seleksi ini,” ujar Fictor dalam keterangannya di Jakarta, Jumat. Seleknas ini ditujukan untuk dua agenda internasional berbeda. Timnas U18 Putri dipersiapkan untuk FIBA U18 Women’s Asia Cup SEAB Qualifiers 2026 di Filipina pada Mei mendatang, sementara Timnas U18 Putra akan berlaga pada kualifikasi di Thailand pada Juni 2026. ​Sebanyak 181 pemain dipanggil dalam seleksi tahap pertama ini, yang terdiri atas 76 pemain putri dan 105 pemain putra. Mereka merupakan hasil pantauan Badan Tim Nasional (BTN) dan rekomendasi dari DPD Perbasi di seluruh tanah air. ​Terkait tahapan seleksi, Fictor menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut akan dikerucutkan menjadi 40 pemain, kemudian terpilih 20 pemain pada hari terakhir seleksi untuk menjalani pemusatan latihan (training camp) pada Mei mendatang. ​Selain pemain domestik, Perbasi juga membuka kesempatan bagi pemain yang menempuh pendidikan di luar negeri maupun pemain heritage yang memegang paspor Indonesia untuk mengikuti seleksi tahap kedua secara terpisah. ​Mengenai kriteria, Fictor Roring menegaskan bahwa tim membutuhkan pemain yang kompetitif secara fisik dan teknik. ​“Yang pasti yang terbaik yang ada. Yang paling jago, kalau kita mau bilang simpel. Jago, kuat, besar, cepat. Yang pasti untuk kepentingan Indonesia nanti,” katanya. ​Sementara itu, Sekjen DPP Perbasi Nirmala Dewi mengapresiasi antusiasme para atlet muda dalam memperebutkan tempat di skuad Merah Putih. Ia berharap proses ini mampu melahirkan tim yang kompetitif di level Asia Tenggara maupun Asia. ​“Kiranya melalui seleknas ini kita bisa menjaga bahwa talenta Indonesia tidak kalah dengan tim dari negara di Asia maupun Asia Tenggara,” ucap Nirmala. ​Pada edisi sebelumnya, Timnas U18 Putra Indonesia berhasil lolos ke FIBA U18 Asia Cup 2024 di Yordania setelah menjadi runner up di babak kualifikasi, sementara Timnas U18 Putri berkompetisi di FIBA U18 Women’s Asia Cup 2024 Division A di China.

China juara umum Kejuaraan Asia Anggar Kadet dan Junior 2026

Asian Cadet and Junior Fencing Championship 2026

Kontingen China keluar sebagai juara umum Kejuaraan Asia Anggar Kadet dan Junior 2026 setelah meraih dua medali emas tambahan dari kategori junior pada hari terakhir penyelenggaraan ajang tersebut di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat. Dua emas tersebut memantapkan posisi China di klasemen akhir kategori junior dengan total koleksi delapan medali emas. China juga telah meraih empat medali emas dari kategori kadet, sehingga mereka keluar sebagai juara umum lewat raihan keseluruhan 12 medali emas, lima perak, dan empat perunggu sejak kejuaraan itu bergulir mulai Jumat (20/2) pekan lalu. Dua emas kontingen China pada hari terakhir datang dari nomor saber beregu putra junior seusai mengatasi Uzbekistan 45-41 dan nomor foil beregu putri junior lewat kemenangan telak 44-18 atas China Taipei. Hasil hari terakhir menegaskan dominasi China di kategori junior lewat koleksi delapan medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Dominasi tersebut menjadi penentu keberhasilan China merebut gelar juara umum, meskipun mereka harus mengakui keunggulan Hong Kong di klasemen akhir kategori kadet. China harus puas duduk di peringkat kedua kategori kadet lewat koleksi empat medali emas, empat perak, dan tiga perunggu, di bawah Hong Kong yang mengumpulkan lima emas, empat perak, dan empat perunggu. Kendati demikian perolehan total di kedua kategori membuat China begitu dominan di klasemen umum akhir kejuaraan yang diikuti oleh 801 atlet dari 26 negara Asia tersebut. Hong Kong yang ada di posisi kedua klasemen umum “hanya” bisa mengoleksi enam medali emas, lima perak, dan lima perunggu. Sementara itu, Korea Selatan finis di peringkat ketiga dengan meraih tiga medali emas, lima perak, dan enam perunggu, menegaskan persaingan ketat di antara negara-negara Asia Timur dalam olahraga anggar. Sementara itu, Indonesia selaku tuan rumah belum mampu berbicara banyak dalam kejuaraan itu. Para atlet Merah Putih harus terhenti di babak 32 besar di berbagai nomor yang diikuti, sehingga belum berhasil menyumbangkan medali. Singapura menjadi satu-satunya negara dari kawasan Asia Tenggara yang mampu menembus dominasi Asia Timur dengan meraih satu medali emas di kategori junior. Berikut klasemen akhir Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di Jakarta: Kategori kadet Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total 1 Hongkong 5 4 4 13 2 China 4 4 3 11 3 Korea Selatan 3 4 2 9 4 Jepang 0 0 6 6 5 Australia 0 0 4 4 6 Kazakhstan 0 0 2 2 7 Thailand 0 0 1 1 7 China Taipei 0 0 1 1 7 Singapura 0 0 1 1   Kategori junior Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total 1 China 8 1 1 10 2 Jepang 1 3 2 6 3 Hongkong 1 2 3 6 4 China Taipei 1 1 2 4 5 Singapura 1 1 1 3 6 Uzbekistan 0 3 3 6 7 Korea Selatan 0 1 4 5 8 Kazakhstan 0 0 2 3

Sayu Bella Raih Emas di India

Sayu Bella

Pembalap sepeda gunung putri Indonesia, Sayu Bella Sukma Dewi kembali membuktikan taji di pentas Asia dengan meraih medali emas pada ajang Asian Mountain Bike Series UCC India-1 yang berlangsung di India, 26–28 Februari 2026. Sayu naik podium tertinggi pada nomor Cross Country Olympic (XCO) Elite Putri dan menjadi satu-satunya penyumbang emas bagi Indonesia dalam seri tersebut. Dia membukukan 1 menit 32,16 detik, mengalahkan Nur Deena Safia Nor Effandy asal Malaysia dengan 1 menit 41,21 detik, dan wakil Indonesia lainnya Vara Sefti Rahmadani yang pulang dengan perunggu setelah mencatatkan 1 menit 44,21 detik. “Bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet Squad MTB XC Indonesia yang telah berjuang dengan maksimal dan penuh dedikasi pada ajang Asia Mountain Bike Series UCC India 1 di India,” demikian keterangan resmi Federasi Sepeda Indonesia (ICF) melalui akun Instagram, Jumat. ICF menyebut semangat juang dan komitmen para atlet menjadi bukti Indonesia mampu terus bersaing di level Asia. Secara keseluruhan, Indonesia mengoleksi satu emas, dua perak, dan dua perunggu. View this post on Instagram Selain emas dari Sayu dan perunggu dari Vara, dua medali perak diraih Zaenal Fanani dari nomor Cross Country Short Circuit (XCC) Elite Putra dan XCO Elite Putra. Sementara satu perunggu dipersembahkan Feri Yudoyono pada nomor Cross Country Eliminator (XCE) Elite Putra. Hasil tersebut melanjutkan tren positif Sayu pada awal musim 2026. Sebelumnya, atlet asal Bali yang juga peraih emas SEA Games 2023 Kamboja nomor XCO itu memastikan tiket tampil pada putaran pembuka WHOOP UCI Mountain Bike World Series 2026 di MONA YongPyong, Korea Selatan, 1–3 Mei. Tiket itu diraih melalui jalur kualifikasi “golden ticket” dari ajang Asia UCI MTB Continental Series Thailand MTB Cup 2026 pada 13–14 Januari. Pada kejuaraan tersebut, Indonesia mengoleksi dua emas, tiga perak, dan satu perunggu. Selain Sayu, atlet yang lolos ke Korea Selatan yakni Zaenal Fanani, Ihza Muhammad, Feri Yudoyono, Achmad Dhani, dan Melinda Ayu Putri.

Janice Tjen terhenti di semifinal sektor ganda Merida Open

Janice Tjen dan Katarzyna Piter

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen bersama petenis Polandia, Katarzyna Piter terhenti di semifinal sektor ganda Merida Open di Meksiko, setelah kalah dari unggulan kedua Cristina Bucsa/Jiang Xinyu, Jumat (27/2) waktu setempat atau Sabtu WIB. Janice/Piter memberi perlawanan kuat pada set pertama namun tak mampu menghalau Cristina Bucsa/Jiang Xinyu setelah satu jam 24 menit dengan skor akhir 5-7, 6-2. Meski Bucsa/Jiang unggul dengan persentase servis pertama yang masuk 68,4 persen, Janice/Piter mampu unggul dari poin servis pertama yang mereka menangi sebesar 68,4 persen, demikian statistik WTA. Pasangan Indonesia/Polandia itu juga unggul dari segi poin pengembalian bola pertama, namun Bucsa/Jiang unggul dari segi pengembalian bola kedua. Duo Spanyol/China itu juga mampu menghadapi poin kritis pada kedudukan 5-5, berhasil mengkonversi dua dari tiga peluang break point untuk merebut set pembuka. Set kedua dimulai dengan Bucsa/Jiang mencoba mempertahankan momentum dengan mengambil alih gim pertama, yang langsung dibalas Janice/Piter pada gim kedua untuk menyamakan keadaan. Dengan servis kuat Janice/Piter mencatatkan persentase servis pertama yang masuk 81 persen. Namun, kekuatan itu tidak cukup ketika Bucsa/Jiang jauh lebih unggul dalam pengembalian bola. Mereka memenangi tiga gim beruntun setelahnya atau kedudukan 4-1. Janice/Piter berusaha untuk merusak ritme permainan dengan mengambil satu gim, namun upaya itu tidak mampu menghentikan Bucsa/Jiang untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Dengan kekalahan di sektor ganda tersebut, Janice harus angkat kaki dari ajang WTA 500 itu setelah juga terhenti pada babak pertama sektor tunggal usai kalah dari petenis Kolombia Camila Osorio 4-6, 3-6. Bagi Janice dan Piter hasil tersebut lebih baik dari terakhir kali mereka berpasangan ketika terhenti pada babak pertama Australian Open 2026. Janice dan Piter juga telah dua kali meraih trofi bersama yakni pada WTA 250 Guangzhou tahun lalu dan WTA 250 Hobart pada Januari.

Debut Moto3, Veda start dari posisi kelima

Veda Ega Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama memulai debutnya di Moto3 dengan start dari posisi kelima pada seri pembuka musim ini di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand. Veda yang memperkuat tim Honda Team Asia, mendapat posisi startnya ini setelah mencatatkan waktu 1 menit 40,877 detik pada sesi Kualifikasi 2 (Q2) di Sirkuit Internasional Chang, Sabtu. Pembalap 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta itu sempat melesat ke posisi ketiga pada fase awal sesi Q2. Ia kemudian turun ke posisi kelima, lalu keenam ketika sesi kualifikasi menyisakan tiga menit. Catatan waktu terbaik Veda pada akhirnya tercipta pada detik-detik akhir, saat ia mencatatkan waktu 1 menit 40,877 detik, terpaut 0,789 detik dari David Almansa dari tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP yang meraih pole. Di posisi kedua, ada Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo. Pembalap Leopard Racing Adrian Fernandez menempati posisi ketiga, sementara Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar akan memulai balapan di Buriram di posisi keempat. Sebelumnya, Veda yang merupakan runner-up Red Bull Rookies Cup 2025 itu membuka debutnya di Moto3 saat ia mencatatkan waktu 1 menit 41,854 detik untuk menempati posisi keenam pada sesi Latihan Bebas 1 (FP1), Jumat (27/2). Catatan waktunya membaik menjadi 1 menit 41,508 detik ketika ia lolos ke Q2, setelah menghuni posisi kedelapan pada sesi Latihan di hari yang sama. Adapun, sebelum menyelesaikan sesi kualifikasi di posisi kelima, Veda sempat tercecer ke posisi 13 dengan waktu 1 menit 41,770 detik ketika ia mencari setelan motor terbaiknya pada sesi pembuka hari ini di Latihan Bebas 2 (FP2). Balapan Moto3 akan dimainkan Minggu (1/3) siang pukul 12.00 WIB dengan jumlah 19 lap. Berikut hasil kualifikasi Moto3 di Thailand, Sabtu: David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:40.088 Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) – 01:40.518 Adrian Fernandez (Leopard Racing) – 01:40.693 Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:40.697 Veda Pratama (Honda Team Asia) – 01:40.877 David Munoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) – 01:41.091 Ryusei Yamanaka (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:41.198 Scott Ogden (CIP Green Power) – 01:41.291 Guido Pini (Leopard Racing) – 01:41.319 Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) – 01:41.337 Marco Morelli (CFMOTO Gaviota Aspar Team) – 01:41.363 Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) – 01:41.426 Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) – 01:41.694 Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) – 01:41.752 Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI) – 01:41.761 Joel Kelso (GRYD – MLav Racing) – 01:41.788 Jesus Rios (Rivacold Snipers Team) – 01:41.794 Joel Esteban (LEVEL UP – MTA) – 01:41.903.

Seleksi Timnas U17 Dimulai

Tim Nasional Indonesia U17

Sebanyak 42 pemain muda dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U17 yang akan berlangsung di Yogyakarta pada 23-28 Februari 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Yogyakarta International School Soccer Field dan berada di bawah arahan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto. Agenda seleksi tersebut menjadi bagian dari persiapan tim menuju Piala AFF U17 yang dijadwalkan bergulir pada 11-23 April mendatang, serta Piala Asia U-17 2025 yang akan digelar pada 30 April – 17 Mei nanti di Arab Saudi. Pemanggilan ini sekaligus menandai momentum baru, untuk pertama kalinya Kurniawan Dwi Yulianto memimpin langsung kelompok usia U17, yang sebelumnya ditangani Nova Arianto. Kurniawan dikenal sebagai salah satu mantan penyerang Timnas Indonesia yang memperkuat skuad Garuda pada periode 1995-2005. Dalam perjalanan karier kepelatihannya, ia pernah menjadi asisten Indra Sjafri di Timnas Indonesia U23. Pada peran tersebut, Kurniawan turut menjadi bagian dari tim yang meraih medali emas SEA Games 2023. Terkait komposisi pemain yang mengikuti seleksi, pemanggilan 42 pemain ini merupakan sebaran hasil pembinaan usia muda di Indonesia. Para pemain berasal dari berbagai klub dan akademi sepak bola, di antaranya Persib Bandung, Bali United, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Madura United, PPLP Papua, hingga Erlangga FA. Berikut daftar 42 pemain yang dipanggil: Kiper Syahdan Caesar – ASIOP Moh Fahrizal – Persib Bandung Noah Leo Duvart – Bali United Vito Fauza – Persijap Jepara Belakang Waliyuddin Shofa A – Persib Bandung Pandu Aryo – Persik Kediri Putu Ekayana Yoga – Bali United Farik Rizqi – Madura United Shoyyo Himawan P – Persis Solo Zidane Raditya Chandra – Persis Solo M. Widi Fathillah – Persebaya Surabaya Marthquin Yoku – PPLP Papua M Rifaldi – Persija Jakarta M Fata Fatihul Ihsan – PSS Sleman Farrel Luckyta W – PSS Sleman Made Arbi Ananta – Bali United Rizki Qory Khatami – Persib Bandung Gilbert G Wangge – Persita Tangerang Handri Dimas Sulityo – Persik Kediri Peres Akwila Tjoe – Persija Jakarta M Daffa Prasetyo – Borneo FC M Rauf – Bhayangkara Presisi Tengah Fardan Faras Prawita – Borneo FC Girly Andrade Guevara – Persik Kediri Chico Jericho Y – ASIOP Keanu Sanjaya – Bali United Miraj Riski Sulaiman – Madura United M Irgi Fahrezi – Erlangga FA Alfredo Naraya N – Persebaya Surabaya Abdul Galih R – Persib Bandung Ridho – Persija Jakarta I Komang Semadi – Bali United Dava Yunna Adi – Persebaya Surabaya Rohmat Nur H – PSM Makassar M Rofiq Januar – Bhayangkara Presisi Ichiro Akbar – Bhayangkara Presisi Faisal Ade – Malut United Depan Sean Rahman Castor – Persik Kediri Fardhan Ary – Madura United M Mierza F – Persik Kediri M Hadza M – Borneo FC Yohanes Yapagaimu – Safin Pati

Hong Kong mantap di puncak klasemen Kejuaraan Asia Anggar Kadet-Junior

Kejuaraan Anggar Kadet Junior Asia 2026

Kontingen Hong Kong tampil impresif dan semakin mantap memimpin klasemen Kejuaraan Asia Anggar Kadet-Junior 2026 setelah rangkaian pertandingan hari ketiga di Jakarta Convention Centre, Senayan, Senin. Hong Kong mendominasi klasemen sementara dengan koleksi lima medali emas dari berbagai nomor yang dipertandingkan. Medali emas kelima Hong Kong datang dari nomor floret beregu putri kadet. Dalam partai final yang berlangsung ketat, Hong Kong berhasil menundukkan China dengan skor 45–38. Kemenangan ini menegaskan kekuatan Hong Kong di sektor beregu putri, yang tampil konsisten sejak babak awal hingga partai puncak. Namun, Hong Kong harus mengakui keunggulan Korea Selatan pada final nomor sabel beregu putra kadet setelah kalah dengan skor 39–45, sehingga harus puas hanya membawa pulang medali perak dari nomor tersebut. Dengan tambahan medali pada hari ketiga, Hong Kong kini kokoh di puncak klasemen sementara dengan total 13 medali, yang terdiri atas lima emas, empat perak, dan empat perunggu. Raihan ini menempatkan Hong Kong sebagai kontingen paling produktif sejauh kejuaraan berlangsung. Posisi kedua klasemen sementara ditempati oleh China yang menambah satu medali emas melalui nomor degen beregu putra kadet setelah mengalahkan Korea Selatan dengan skor meyakinkan 45–29 di partai final. Tambahan emas ini membuat kontingen Negeri Tirai Bambu mengoleksi total empat medali emas hingga hari ketiga kejuaraan. Sementara itu, Korea Selatan berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan raihan tiga medali emas, meskipun gagal menambah emas pada nomor degen beregu putra kadet. Hingga berakhirnya pertandingan di nomor beregu kadet, tercatat hanya Hong Kong, China, dan Korea Selatan yang berhasil meraih medali emas yang menandai ketatnya persaingan sekaligus menegaskan dominasi tiga negara tersebut dalam cabang olahraga anggar. Kejuaraan itu sendiri diikuti oleh 801 atlet dari 26 negara, yang bersaing di berbagai nomor kadet dan junior. Setelah menyelesaikan rangkaian pertandingan kategori kadet, persaingan akan kembali dilanjutkan pada Rabu (25/2) dengan mempertandingkan kategori junior. Para atlet dijadwalkan menjalani masa istirahat selama satu hari sebelum kembali bertanding, guna memulihkan kondisi dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan selanjutnya. Berikut klasemen Kejuaraan Asia Anggar Kadet-Junior 2026 pada Senin: Nomor Negara Emas Perak Perunggu Total 1 Hongkong 5 4 4 13 2 China 4 4 3 11 3 Korea Selatan 3 4 2 9 4 Jepang 0 0 6 6 5 Australia 0 0 4 4 6 Kazakhstan 0 0 2 2 7 Thailand 0 0 1 1 7 Taipei 0 0 1 1 7 Singapura 0 0 1 1  

Janice Tjen melesat ke peringkat 36 dunia

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia Janice Tjen mencatatkan tonggak pencapaian baru dengan melesat ke peringkat 36 dunia, Senin, setelah “Middle East swing” berakhir pekan lalu dengan dengan Dubai Duty Free Tennis Championships, turnamen WTA 1000 kedua musim 2026. Bertanding sebagai wild card, Janice mencatatkan kemenangan Top 30 keempat dalam kariernya dalam perjalanannya menuju babak 16 besar WTA 1000 untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Leylah Fernandez untuk kedua kalinya setelah pada babak pertama Australian Open 2026. Petenis berusia 23 tahun itu memasuki Top 40 untuk pertama kalinya, naik 10 peringkat dari No.46 ke No.36, demikian dikutip dari WTA. Sebelumnya di WTA 1000 Doha, Janice terhenti di tangan unggulan teratas Iga Swiatek pada babak kedua Qatar Total Energies Open 2026 setelah mengalahkan petenis Brasil Beatrice Haddad Maia dengan 6-0, 6-1. Janice memulai “Middle East swing” di Mubadala Abu Dhabi Open 2026. Ia mengalahkan petenis No.1 Australia yang sedang naik daun Maya Joint pada babak pertama ajang WTA 500 tersebut. Namun, Janice kandas pada babak kedua setelah dihentikan unggulan kelima Liudmila Samsonova. Meski begitu, Janice berhasil mencapai semifinal di sektor ganda bersama petenis Filipina Alexandra Eala. Eala juga mencatatkan tonggak capaian baru dengan melompat 16 peringkat dari No.47 ke No.31 setelah berhasil mencapai perempat final WTA 1000 Dubai. Setelah “Middle East swing” Janice bertolak ke Meksiko untuk “Sunshine Swing” dengan mengikuti Merida Open 2026. Pada ajang WTA 500 tersebut Janice menjadi unggulan keenam dengan akan menghadapi petenis Kolombia Camila Osorio pada babak pertama yang dijadwalkan Rabu (25/2). Janice juga akan tampil bermain ganda bersama Katarzyna Piter. Janice/Piter akan menghadapi Madeleine Brooks/Shuo Feng pada laga pembuka mereka, Rabu (25/2).

El Salvador jadi tuan rumah FIBA 3×3 AmeriCup 2026 dan 2027

Trofi FIBA 3x3 Champions Cup.

El Salvador ditunjuk Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) sebagai tuan rumah ajang FIBA 3×3 AmeriCup edisi 2026 dan 2027. Direktur Pelaksana FIBA 3×3 Alex Sanchez, dalam laman FIBA 3×3, Selasa, menyatakan keputusan menggelar turnamen secara beruntun memberikan kesinambungan dalam kalender kompetisi kontinental. “Kami senang membawa FIBA 3×3 AmeriCup ke El Salvador untuk edisi 2026 dan 2027,” kata dia. Sanchez menjelaskan, penunjukan itu menegaskan komitmen negara tersebut dalam mengembangkan bola basket 3×3 di kawasan Amerika. Ajang yang diselenggarakan oleh Federacion Salvadorena de Baloncesto (FESABAL) itu akan berlangsung pada 5-8 November dan menghadirkan tim nasional (timnas) putra dan putri terbaik dari seluruh Benua Amerika. Selain itu, El Salvador juga akan menjadi tuan rumah edisi ke-19 FIBA Women’s AmeriCup pada 2027. Direktur Eksekutif FIBA Americas Carlos Alves menilai langkah tersebut menunjukkan El Salvador telah siap untuk memajukan bola basket di kawasan itu. “Menjadi tuan rumah FIBA 3×3 AmeriCup 2026 dan 2027, serta FIBA Women’s AmeriCup 2027 menunjukkan komitmen nyata El Salvador terhadap pengembangan bola basket di kawasan,” ujar dia. Sementara itu, anggota Central Board FIBA dari El Salvador, Yamil Bukele, menyebut menyelenggarakan ajang itu adalah sebuah kehormatan besar bagi negaranya. “Kehadiran tim-tim terbaik 3×3 di Amerika, termasuk para Olympian dan peraih medali Piala Dunia, mencerminkan komitmen kami untuk mengangkat disiplin ini dan menampilkan El Salvador di panggung global,” tambah dia. Sejak pertama digelar, AmeriCup 3×3 didominasi Amerika Serikat (AS) yang meraih empat gelar putra dan tiga gelar putri, sementara Puerto Riko dan Kanada masing-masing juga pernah menjadi juara.

Merah-Putih berkibar di podium juara WSK Euro Series Italia

Podium WSK Euro Series 2026

Pembalap muda Indonesia Qarrar Firhand mengibarkan Merah Putih di podium tertinggi setelah menjuarai seri pembuka WSK Euro Series 2026 kategori OK di Sirkuit Internasional Viterbo, Italia. Pada balapan final yang berlangsung Sabtu (14/2) waktu setempat, Qarrar tampil dominan sejak awal pekan dengan menyapu bersih sesi heats, prefinal, hingga final. “Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak yang terus mengiringi langkah saya di aspal internasional. Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para sponsor utama: Pertamina, Bank BRI & Telkomsel,” kata Qarrar dikutip dari keterangan tertulis. Pembalap yang memperkuat tim Ward Racing itu memastikan kemenangan dengan selisih waktu 4,679 detik atas rekan setimnya asal Spanyol, Benjamin Manach. Kemenangan tersebut mengantarkan Qarrar memimpin klasemen sementara Euro Series OK Championship dengan 111 poin, unggul cukup jauh dari pesaing terdekatnya asal Jerman, Luke Kornder, yang mengoleksi 55 poin. Sepanjang akhir pekan balapan, Qarrar juga mencatatkan performa impresif di lintasan yang sempat diguyur hujan dan menjadi licin. Ia menjadi satu-satunya pembalap yang mampu mencatatkan waktu putaran di kisaran 1 menit 3,800 detik dengan kecepatan puncak mencapai 100,4 kilometer per jam. Keberhasilan tersebut mempertegas kapasitas pembalap Indonesia untuk bersaing di level Eropa, yang selama ini dikenal sebagai barometer pembinaan balap dunia. Kemenangan di Viterbo juga menjadi modal penting bagi Qarrar menjelang debutnya di ajang British Formula 4 (F4) yang dijadwalkan berlangsung pertengahan tahun ini. Dengan hasil ini, Qarrar membuka peluang besar untuk mempertahankan konsistensi pada seri-seri berikutnya sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan gelar WSK Euro Series musim ini.

Janice Tjen jadi unggulan keenam Merida Open

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen menjadi unggulan keenam Merida Open di Meksiko, yang akan berlangsung pada 23 Februari – 1 Maret 2026. Janice Tjen sendiri akan melawan Camila Osorio dalam babak pertama turnamen WTA 500 Merida Open 2026. Duel Janice Tjen vs Ososiro akan berlangsung di Yucatan Country Club pada Rabu (25/2) pukul 23:00 waktu Indonesia. Janice juga akan tampil bermain ganda bersama Katarzyna Piter. Janice/Piter akan menghadapi Madeleine Brooks/Shuo Feng pada laga pembuka mereka, Rabu (25/2). Osorio mencatat pencapaian terbaik pada 2025 dengan menjuarai turnamen WTA 250 Bogota, untuk tahun kedua berturut-turut, dan ketiga kali dalam kariernya. Ia juga mencapai semifinal WTA 250 Rabat dan perempat final WTA 250 Singapura. Petenis berusia 24 tahun itu kini berada di peringkat 62 dunia, berada di bawah Janice yang menempati posisi 46 per Minggu malam ini. Bagi Janice, musim 2025 merupakan tahun terobosan setelah mencapai final WTA 250 di Sao Paulo. Ia kemudian menjuarai tur pertamanya di Chennai sehingga menjadi petenis Indonesia pertama yang menjuarai tunggal WTA Tour sejak Angelique Widjaja di Pattaya City 2002. Peringkat Janice meroket dari No. 411 ke peringkat tertinggi dalam kariernya, No.53. Pada 2025, Janice juga memenangi dua gelar ganda pertamanya di Guangzhou bersama Katarzyna Piter, dan Chennai bersama Aldila Sutjiadi. Ia juga menjuarai WTA 125 Jinan dan meraih enam gelar tunggal ITF pada paruh pertama tahun itu. Sebelum terbang ke Meksiko, Janice menyelesaikan Middle East Swing dengan catatan positif dengan mencapai 16 besar WTA 1000 Dubai setelah kandas pada babak 32 besar Qatar Open. Di Dha, Janice terhenti di tangan unggulan teratas Iga Swiatek. Sebelumnya di Abu Dhabi, Janice yang mendapatkan wild card kandas di babak kedua setelah dihentikan unggulan kelima Liudmila Samsonova. Janice juga akan tampil bermain ganda bersama Piter. Janice/Piter akan menghadapi Madeleine Brooks/Shuo Feng pada laga pembuka.

Juara Dunia Putri Termuda WBC Zamorano Pertahankan Gelar

Camila Zamorano

Juara dunia kelas atom putri (46,2 kg) World Boxing Council (WBC), Camila Zamorano sukses mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan Claudia Veronica Ruiz di Sonora, Meksiko. “Zamorano meraih kemenangan atas Ruiz melalui keputusan bulat saat juri memberikan skor 100–90, 98–92, 97–93 setelah laga 10 ronde,” demikian laporan hasil pertarungan yang dalam kanal YouTube Box Azteca yang dipantau di Jakarta, Senin. Kedua petinju dengan perbedaan usia yang mencolok (Zamorano sebagai juara dunia putri termudah WBC di usia 18 tahun dan Ruiz 28 tahun) masuk dalam pertukaran serangan sejak bel berbunyi. Ruiz melayangkan banyak serangan tetapi selalu kalah oleh jab dan kombinasi pukulan Zamorano dari jarak menengah. Setiap kali Ruiz lengah dari posisi bertahan yang tinggi, remaja itu berusaha menghukumnya dengan berbagai serangan, mulai dari uppercut dan hook, untuk menyerang bagian bawah tubuhnya. Zamoran menghujani pukulan-pukulan telak ke tubuh penantang asa Argentina itu yang membuahkan hasil bagi sang juara di ronde kedua dan keempat. Ruiz sempat berputar untuk merayakan knockdown (KO) palsu di pertengahan ronde ketiga ketika Zamorano kehilangan keseimbangan. Namun, lengan sang penantang tidak terangkat lama ketika Zamorano langsung kembali ke pertukaran pukulan. Zamorano tampil apik di awal ronde keenam dengan lebih banyak pukulan yang membuat sorakan pendukung tuan rumah menggema. Meski demikian, Ruiz yang tak gentar tetap melanjutkan tekanannya untuk melayangkan pukulan dan membuatnya terus bergerak. Ruiz terus memastikan tidak ada kemenangan yang mudah dengan terus memberikan perlawanan ronde ke-10. Saat bel terakhir berbunyi, Ruiz memanjat tali ring untuk merayakan kemenangannya di sudut ring, namun Zamorano keluar sebagai pemenang setelah kerja keras yang tampak mudah tetapi sebenarnya sulit. Dengan hasil itu, Zamorano mempertahankan gelar juara dunia kedua kalinya setelah mencatatkan kemenangan tanpa kebobolan melawan Sana Hazuki pada Oktober 2025. Petinju Meksiko itu kembali mempertegas dominasinya di divisi atomweight putri dengan dua kali mempertahankan gelar dalam waktu empat bulan serta menjaga rekor tak terkalahkan dengan 14 kemenangan termasuk satu KO.

Zaskia Kembali Raih Emas di Turnamen WKF Youth League

Zaskia Putri Salurante

Karateka muda Indonesia, Zaskia Putri Salurante meraih medali emas nomor Kata Perorangan Putri Junior di ajang World Karate Federation (WKF) Youth League Fujairah 2026. Tahun lalu, Zaskia juga meraih emas pada kelas Kata Perorangan Putri Kadet. Prestasi tersebut merupakan emas kedua secara beruntun bagi karateka yang akrab disapa Keong itu di ajang WKF Youth League. Prestasi ini mempertegas konsistensinya sebagai salah satu karateka muda Indonesia di level dunia. Di arena pertandingan, Zaskia tampil dominan sejak babak awal dengan mengalahkan atlet Rusia (5-0), Mesir (5-0), Iran (5-0), Belgia (4-1), dan Portugal (4-1). Pada partai final dia meraih kemenangan atas atlet Austria (4-1). Pada hari pertama kompetisi, Zaskia menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang berhasil menyumbangkan medali. Medali emas tersebut disaksikan langsung Ketua Umum PB FORKI, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto, didampingi Wakil Ketua Umum I Agus Widjayanto dan Wakil Ketua Umum IV Ricky Muchtar. “Prestasi Zaskia ini sangat membanggakan dan menunjukkan pembinaan karate usia muda di Indonesia berada di jalur yang tepat. Ini adalah hasil kerja keras atlet, pelatih, perguruan, serta seluruh stakeholder karate di Tanah Air,” ujarnya. Hadi Tjahjanto menyampaikan apresiasi atas dukungan perguruan dan pemangku kepentingan karate nasional yang mendorong lahirnya prestasi internasional. Dia juga menegaskan komitmen PB Forki mendorong prestasi internasional melalui penyelenggaraan kejuaraan besar di dalam negeri. “Kami juga bersyukur Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Senior di Nusa Dua, Provinsi Bali, pada 17-21 Juni 2026. Ini momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di peta karate Asia dan dunia,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum IV PB Forki, Ricky Muchtar menilai prestasi tersebut memiliki makna strategis bagi pembinaan karate nasional. Mengingat ajang WKF Youth League merupakan salah satu kompetisi usia muda paling bergengsi di dunia. “Prestasi Zaskia meraih medali emas di tengah persaingan seketat ini menunjukkan pembinaan karate usia muda Indonesia sudah mampu bersaing di level global,” ujarnya. Ajang WKF Youth League Fujairah 2026 ini diikuti oleh 93 negara dengan total 2.305 peserta dan menjadi tolok ukur kualitas pembinaan karate dunia. Kategori yang dipertandingkan meliputi U14 (12–13 tahun), Kadet (14–15 tahun), dan Junior (16–17 tahun). Indonesia menurunkan sejumlah atlet muda melalui Tim Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) dan Tim OSH DOJO. Pada nomor Kata Perorangan Putra Junior, sejumlah atlet Indonesia telah tampil maksimal, meskipun belum berhasil melangkah jauh. Aufa kalah dari atlet Mesir (1–4), Malvian Dwi Aprilio gugur di babak ketiga dari atlet Arab Saudi (1–4), dan Valent Oliver kalah tipis dari atlet Amerika Serikat (2–3). Kemudian, empat atlet Indonesia masih akan berlaga pada hari kedua, 14 Februari 2026, di nomor kumite. Mereka adalah Tytian Aulia Putri Hidayat (Kumite -53 kg Putri), Zihaan Faiha Az-Zalya (Kumite -59 kg Putri), Zahra Putri Nurcahyani (Kumite -48 kg Putri), dan Akhtar Holden Rezvan Asar (Kumite -68 kg Putra).

Peraih Gelar Individu Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026

Klub Mitra PB Djarum 2026

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 sukses digelar di GOR Djarum, Jati, Kudus, 9–14 Februari 2026. Dari kategori beregu campuran U-15, Champion Gading Jaya memastikan gelar juara usai menundukkan Champion Magelang dalam pertarungan sengit. Ajang yang diinisiasi PB Djarum bersama Djarum Foundation melalui program Bakti Olahraga ini juga mempertandingkan nomor perorangan U-9 dan U-11 serta beregu U-13 dan U-15. Sebanyak 25 klub mitra dan tiga klub undangan ambil bagian, di antaranya PB Talenta Manado, PB Champion Makassar, PB Victory Bandung, dan Hevindo Balikpapan. Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 tak hanya melahirkan para juara, tetapi juga mempertegas komitmen pembinaan berjenjang yang berorientasi pada kualitas dan mental bertanding demi masa depan bulutangkis Indonesia. Daftar pemenang Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 Kategori Perorangan U-9 Putra Juara I : Ray Kalandra Al Kahfi (Champion Kudus) Juara II : Yusuf Al Ghifari Prasetia (Champion Madiun) Juara III : Azka Aldric Arrasyid (Victory Bandung) & Alfarizy Shagufta Mekka Heryanto (PMS Solo) U-9 Putri Juara I : Almeera Nafisha Shareen (Champion Madiun) Juara II : Asha Adiba Zada (Champions Jepara) Juara III : Inara Kania Aulia Mufida (Arista Semarang) & Gendhis Maheswari (Panorama Solo) U-11 Putra Juara I : Zayn Abdullah Rajendra (Champion Klaten) Juara II : Kentaro Javas Kaivan Tsaqib (PB Champion Kebumen) Juara III : Ibrahim Yuki Suwandi Yamamoto (Champion Klaten) & Kenzou Leonardo Wijaya (Champion Kudus) U-11 Putri Juara I : Ailsie Elaina Sembiring (Champion Kudus) Juara II : Aqila Zyan Noufalin (Arista Semarang) Juara III : Satmika Cinta (Champion Klaten) & Biancha Ramadhani Zhafira Wardoyo (Champion Madiun) Kategori Beregu U-13 Putra Juara I : Champion Klaten A Juara II : Champion Jepara Juara III : PMS Solo & Champion Kudus A Kategori Beregu U-13 Putri Juara I : Champion Klaten Juara II : Arista Semarang Juara III : Champion Kebumen & Kayp1 Champion Academy Kategori Beregu Campuran U-15 Juara I : Champion Gading Jaya Juara II : Champion Magelang Juara III : Champion Klaten & Champion Jepara

Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026: Gading Jaya juara Beregu Campuran

kategori beregu campuran U15 pada Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026

Klub bulu tangkis asal Jakarta Timur, Champion Gading Jaya, berhasil meraih gelar juara pada kategori beregu campuran U15 dalam ajang Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 yang digelar di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu. Pelatih PB Champion Gading Jaya Daniel Bagas Irawan di Kudus, Sabtu, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Keberhasilan ini terasa istimewa karena menjadi kompetisi perdana yang diikuti tim di bawah kepelatihannya. “Tidak gampang, persaingannya sangat ketat. Hampir semua pebulu tangkis dari klub mitra PB Djarum kualitasnya bagus. Perjuangan anak-anak luar biasa, bahkan ada atlet yang sempat sakit sebelum berangkat ke Kudus,” ujarnya usai laga final di GOR Djarum Jati, Kudus. Pada ajang yang diikuti 18 atlet usia 13 dan 15 tahun itu, kata dia, kejuaraan ini bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga momentum menambah pengalaman bertanding dan menempa mental. Terlebih, di partai final mereka harus berhadapan dengan tim kuat Champions Magelang. Menurut dia secara fisik kemampuan para pemain relatif seimbang. Namun faktor mental dan daya juang menjadi pembeda hingga akhirnya Champion Gading Jaya mampu memastikan kemenangan. Kejuaraan Klub Mitra PB Djarum 2026 kembali menjadi panggung pembinaan atlet muda dengan format pertandingan yang semakin berkembang. Sebanyak 518 atlet dari 28 klub, terdiri atas 25 klub mitra PB Djarum dan tiga klub undangan, ambil bagian dalam ajang yang berlangsung pada 9–14 Februari 2026 di Kudus. Sedangkan kategorinya mulai perorangan U9 dan U11 serta nomor beregu U13 dan U15. Khusus sektor beregu, tahun ini format pertandingan mengadopsi sistem kejuaraan beregu dunia, yakni format Piala Thomas dan Piala Uber untuk U13, serta format Piala Sudirman untuk U15. Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengatakan kejuaraan yang digagas sejak empat tahun lalu tersebut menjadi wadah peningkatan kualitas atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa klub mitra dan undangan yang turut ambil bagian antara lain PB Talenta Manado (Sulawesi Utara), PB Champion Makassar (Sulawesi Selatan), PB Victory Bandung (Jawa Barat), dan Hevindo Balikpapan (Kalimantan Timur). “Kejuaraan ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga nyala semangat bulutangkis di Indonesia. Dengan ajang ini, klub dapat mengukur kemampuan atletnya dan bersama-sama meningkatkan kualitas pembinaan,” ujarnya. Ia menambahkan sejumlah atlet binaan klub mitra bahkan telah menembus Pelatnas PBSI, seperti Selsi Jovika, Moh Zaki Ubaidillah, dan Richie Duta Richardo. Selain kompetisi, kejuaraan ini juga dirangkai dengan “coaching clinic” dan “sharing session” bagi para pelatih. Tahun ini, materi peningkatan endurance dipaparkan oleh pelatih fisik PB Djarum, Ari Subarkah. Ketua Panitia Pelaksana Sigit Budiarto menjelaskan penerapan tiga sistem pertandingan berbeda dirancang sebagai proses pembelajaran kompetitif bagi atlet muda agar terbiasa menghadapi tekanan sejak dini. “Tahun ini ada tiga kategori sistem pertandingan, mulai dari perorangan hingga beregu campuran. Harapannya, format yang berbeda-beda ini menjadi pelajaran baru bagi pelatih maupun atlet untuk terus mengasah mental dan semangat bertanding,” ujar Sigit. Meningkatnya jumlah peserta dibanding tahun lalu yang diikuti 439 atlet menjadi bukti antusiasme klub mitra terhadap kejuaraan ini. Penyelenggara berharap seluruh atlet tidak hanya menambah jam terbang, tetapi juga menjadikan ajang tersebut sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas permainan.

Indonesia Turunkan Atlet Terbaik di Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026

Pertandingan Anggar

Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026. Event ini akan berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, 20-27 Februari 2026. Atlet-atlet anggar terbaik dikerahkan Indonesia agar bisa meraih prestasi membanggakan. Ketua Umum PB Ikasi, Amir Yanto memaastikan tuan rumah menerjunkan 24 atlet di kadet dan 24 atlet di junior. Mereka akan bertanding di tiga nomor, yaitu floret, degen dan sabel baik individu maupun beregu, untuk putra dan putri. “Sebagai tuan rumah, Indonesia menurunkan kuota maksimal 24 atlet. Seluruh atlet tersebut akan tampil di semua nomor pertandingan individu dan beregu,” kata Amir Yanto saat jumpa pers di JCC Senayan, Kamis 19 Februari 2026. Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 sendiri diikuti 801 atlet dari 26 negara Asia dan Oceania. Jepang, China dan Korea masih akan menjadi pesaing terberat Indonesia di ajang tersebut. “Kita realistis, mereka masih mendominasi. Tapi mudah-mudahan kita bisa menembus tiga besar sebagai langkah pembelajaran untuk lebih maju lagi,” ujar Amir. Soal persiapan tim Indonesia, Amir Yanto yang merupakan mantan JAM Intel Kejaksaan Agung RI ini menyebut bahwa sejauh ini persiapan dilakukan secara intensif melalui Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Disebutnya, para atlet yang ikut pelatnas sebelumnya menjalani seleksi nasional (Seleknas) yang digelar di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara. Selain itu, beberapa atlet yang berlatih di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat, juga dipanggil untuk memperkuat skuad Merah Putih. “Kita ingin membangun kekuatan dari bawah. Mudah-mudahan ke depan bisa membawa kejayaan lagi untuk tanah air. Saat ini kita memang masih merangkak, tetapi dengan kesabaran dan kerja keras, saya yakin hasilnya akan datang,” kata Amir. Kejuaraan ini juga memiliki arti strategis karena menjadi bagian dari seleksi menuju Youth Olympic (Olimpiade Junior) 2026 di Dakar, Senegal. Karena itu, Amir meminta para atlet tampil maksimal dan tidak rendah diri. “Dengan kepercayaan sebagai tuan rumah, ini harus menjadi kebanggaan dan motivasi untuk berprestasi. Mental harus kuat,” tegasnya. Diketahui, Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia kali ini masuk kalender federasi internasional, dimana juaranya bisa lolos ke Youth Olympic di Dakar. Karenanya, para atlet Indonesia tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Sementara itu, atlet anggar putri Indonesia Jessyca Emilia menyatakan kesiapannya tampil maksimal di nomor EP Putri. Meski baru tiba di lokasi pertandingan, ia memastikan persiapan yang dilakukan sejauh ini berjalan dengan sangat baik. “Sejauh ini persiapan sangat baik ya, soalnya kita dari kemarin sore sudah nge-push buat latihan. Memang belum ketemu sama negara lain karena kita datang kemaleman. Tapi hari ini menurut saya sudah maksimal karena kita bisa sparring sama negara Taipe, India, UAE, dan lain-lain,” ujar Emilia. Menurutnya, kesempatan berlatih tanding dengan sejumlah negara tersebut menjadi pengalaman berharga sebelum benar-benar turun ke lapangan pertandingan. Hal itu dinilai penting untuk mengukur kemampuan sekaligus mematangkan strategi.

WTA 1000 Dubai: Janice Tjen Terhenti

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen terhenti pada babak ketiga WTA 1000 Dubai Duty Free Tennis Championships setelah tak mampu menghalau unggulan kedua Amanda Anisimova, Rabu. Janice dibuat mati langkah pada set pertama, lalu ia mencoba bangkit pada set kedua namun dipaksa menyerah oleh runner-up Wimbledon 2025 itu dengan 1-6, 3-6, demikian catatan WTA. “Saya tidak pernah bermain melawan Janice, saya melihat dia bermain dengan sangat baik sepanjang musim ini, jadi sangat senang bisa melewati ini,” ujar Anisimova usai pertandingan. Pada set pertama, Anisimova bermain solid dengan servis kuat, mencatat satu ace dan memenangi poin servis pertama 87,5 persen (14/16). Ia juga memenangi 70 persen poin pengembalian bola pada servis kedua lawan. Petenis Amerika berusia 24 tahun itu melenggang mulus untuk merebut set pertama. Namun, pada set kedua ia mendapat perlawanan kuat dari Janice yang mencatatkan 53,3 persen servis pertamanya (16/30). Anisimova berhasil lepas dari tekanan Janice pada kedudukan 3-2. Ia kemudian memenangi dua gim untuk memimpin 5-2. Namun, Janice tak ingin menyerah begitu saja. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun itu berhasil mengkonversi peluang break point untuk menahan 3-5 Anisimova. Sayangnya, pada gim kesembilan Janice melakukan double fault yang dimanfaatkan dengan baik oleh lawan. Pada kedudukan 40-30, Anisimova mengembalikan bola yang tidak dapat dijangkau Janice untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan dalam satu jam 10 menit. Selanjutnya pada perempat final, Anisimova menunggu pemenang babak 16 besar antara unggulan kelima Mirra Andreeva dan Jaqueline Cristian. Sementara itu bagi Janice mencapai babak 16 besar WTA 1000 Dubai menjadi kemajuan positif setelah kandas pada babak 32 besar pada Qatar Open pekan lalu. Dalam ajang WTA 1000 Doha tersebut Janice terhenti di tangan unggulan teratas petenis No.2 dunia Iga Swiatek 0-6, 6-3. Janice terpaksa angkat koper dari Dubai setelah juga menderita kekalahan di sektor ganda bersama Ceko Marie Bouzkova usai takluk dari unggulan kelima Gabriela Dabrowski/Luisa Stefani pada babak 16 besar, Selasa (17/8).

Jakarta Tuan Rumah Asian Cadet & Junior Fencing 2026

Ketua Umum PB Ikasi, Amir Yanto saat ditemui di Jakarta pada Kamis, 19 Februari 2026

Kejuaraan Cadet dan Junior Asia 2026 akan menjadi ajang seleksi atlet anggar Indonesia untuk tampil pada Olimpiade Remaja 2026 di Dakar, Senegal. Asian Cadet and Junior Fencing Championship 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20-27 Februari 2026 di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta. Sebanyak 26 negara dari kawasan Asia dan Oseania ambil bagian dalam turnamen yang menjadi salah satu agenda penting kalender anggar Asia tersebut. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia Amir Yanto menegaskan kejuaraan ini memiliki arti strategis bagi pembinaan atlet muda nasional. Menurutnya, hasil yang diraih dalam ajang ini akan menjadi pertimbangan utama untuk menentukan wakil Indonesia ke Olimpiade Remaja di Dakar. “Ini sebetulnya kejuaraan ini adalah sebagai seleksi peserta untuk Youth Olympic Junior di Dakar tahun 2026 ini. Jadi, saya juga sudah sampaikan kepada para atlet untuk maksimal, tidak boleh rendah diri,” kata Amir. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah berdasarkan keputusan Kongres Federasi Anggar Internasional dan Federasi Anggar Asia pada Maret 2024 di Uzbekistan. Penunjukan itu sekaligus menegaskan posisi Indonesia yang kian diperhitungkan dalam penyelenggaraan event internasional. Sebelumnya, Indonesia juga sukses menggelar kejuaraan anggar tingkat senior pada Juni 2025 di Bali. Dalam rentang waktu berdekatan, dua event internasional tersebut menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan sekaligus pembinaan atlet. Amir mengakui kekuatan anggar Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara tradisional seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Namun, ia menilai kesempatan menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan maksimal untuk menimba pengalaman. “Indonesia saya akui saat ini belum menjadi suatu macan anggar. Jadi, saya kira juga realistis kita melihat China, Jepang, maupun Korea Selatan ini masih mendominasi. Namun, demikian mudah-mudahan nanti kita bisa,” ujarnya. Secara keseluruhan, sebanyak 801 atlet ambil bagian dalam kejuaraan ini. Nomor yang dipertandingkan meliputi floret, degen, dan sabel, baik kategori individual maupun beregu putra dan putri. Indonesia menurunkan 48 atlet yang terdiri atas 24 kategori cadet dan 24 kategori junior. Salah satu yang menjadi sorotan ialah Jessyca Emilia, yang sebelumnya mampu menembus babak 64 besar nomor perorangan pada Kejuaraan Anggar Asia 2025 di Nusa Dua, Bali. Kejuaraan ini bukan sekadar perebutan gelar Asia, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi atlet muda Indonesia untuk menatap panggung Olimpiade Remaja di Dakar.

Bangkok tuan rumah FIBA 3×3 Champions Cup 2026

Trofi FIBA 3x3 Champions Cup.

Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) mengumumkan Kota Bangkok, Tailan, sebagai tuan rumah FIBA 3×3 Champions Cup 2026, yang diselenggarakan pada pada 13 hingga 15 Maret. Laman FIBA 3×3, Minggu, menyatakan turnamen tahunan tersebut kembali digelar setelah edisi perdana pada 2025 dinilai sukses menghadirkan persaingan tingkat tinggi antartim nasional bola basket 3×3 terbaik di dunia. Ajang itu mempertemukan juara kontinental, juara dunia, negara dengan peringkat tertinggi, serta tuan rumah dalam satu turnamen elite. Dalam sektor putra, Serbia datang sebagai juara bertahan setelah menjuarai edisi pertama. Belanda dan Australia yang masing-masing finis sebagai runner-up dan peringkat ketiga juga kembali berpartisipasi. Mereka akan bersaing bersama Amerika Serikat (AS), Lithuania, Spanyol, Madagaskar, serta tuan rumah Thailand. Grup A sektor putra dihuni Serbia, Lithuania, Spanyol, dan Thailand. Sementara grup B diisi AS, Belanda, Australia, dan Madagaskar. Sementara di sektor putri, Kanada memimpin persaingan sebagai juara bertahan. Spanyol dan Australia yang naik podium pada 2025 kembali tampil bersama Belanda, AS, Azerbaijan, Madagaskar, dan Thailand. Grup A sektor putri terdiri atas Belanda, AS, Australia, dan Madagaskar. Sedangkan grup B diisi Spanyol, Kanada, Azerbaijan, dan Thailand. Selain memperebutkan gelar juara, pemenang FIBA 3×3 Champions Cup 2026 juga akan mendapatkan tiket langsung ke FIBA 3×3 World Cup 2027, FIBA 3×3 Champions Cup 2027, serta turnamen Kualifikasi Olimpiade berbasis piala pada 2028. Seluruh rangkaian pertandingan Champions Cup digelar di CentralWorld Square, yakni salah satu kawasan pusat kota Bangkok, dengan akses masuk gratis bagi penonton selama 3 hari pelaksanaan.