Berprestasi di Karate, Pendidikan Tetap Nomor Satu

Berprestasi di Karate, Pendidikan Tetap Nomor Satu

Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya dikenal kerap unjuk gigi di bidang akademik. Di bidang lain, seperti olahraga pun mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia juga tidak pernah sepi dalam meraih prestasi. Seperti ditunjukkan oleh karateka muda Universitas Teknokrat Indonesia, Selly Septiani yang telah malang melintang di dunia olahraga bela diri khas Jepang itu. Selly terdaftar sebagai salah satu mahasiswa Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP) Universitas Teknokrat Indonesia, Selly Septiani. Segudang prestasi dimiliki siswa yang masuk Universitas Teknokrat Indonesia pada 2017 lalu. Teranyar, karateka cantik ini bakal mengikuti South East Asia Karate Federation di Filipina. Selly menjadi satu dari wakil Indonesia yang mengikuti ajang tersebut. Gadis kelahiran 1999 ini menyebut, selama menjalani kuliah dan tetap bertanding diberbagai kejuaraan dirinya mendapat dukungan penuh dari pihak kampus. “Karena kebetulan aku kan jurusannya pendidikan olahraga, memang ada saat aku nggak bisa hadir dalam ujian. Tapi Alhamdulillah banget dosen di Universitas Teknokrat Indonesia itu membantu aku,” jelas Selly. Salah satu contoh, saat dirinya harus menjalani UTS praktek sepak takraw di lapangan belum lama ini. Karena kondisi Selly masih ikut pelatnas di Bali, maka Selly membeli bola takraw dan menggantikan praktek di kampus dengan mengirimkan video teknik dasar sepak takraw. “Begitu juga saat Selly UAS. Karena kebetulan nggak bisa, akhirnya dosen memperbolehkan aku untuk ujian dengan daring (dalam jaringan). Jadi kalau IPK saya tinggi ya karena ada dukungan dosen-dosennya juga,” tambahnya. Selanjutnya, Selly menyambut agenda terdekat ialah South East Asia Karate Federation di Filipina pada akhir Mei mendatang. Selly juga bakal melanjutkan kegiatan pelatnas di Bali. “Selly mohon doanya untuk kedepan bisa berprestasi lebih baik lagi. Kemudian bisa juga membawa harum nama Universitas Teknokrat Indonesia lagi, sebelumnya juga sudah kejuraan POMNAS di Makassar. Selly berharap kedepan bisa terus membawa harum nama Universitas Teknokrat Indonesia, Lampung dan Indonesia,” jelas Selly. Terkait prestasi Selly, Wakil Rektor III, M. Najib Dwi Satria, S.Kom., M.T. mengucapkan rasa bangganya. Selly tidak hanya membanggakan Universitas Teknokrat Indonesia, namun juga Lampung dan Indonesia. “Selly saya ucapkan selamat dan Selly ini merupakan mahasiswa kebanggaan Universitas Teknokrat Indonesia. Tentu dengan capaian Seli capai sampai saat ini, tidak mudah. Rekam jejak Seli bukan serta merta mewakili timnas karate tanpa proses namun juga proses panjang. Tentu nya Universitas Teknokrat Indonesia, sangat mendukung kegiatan mahasiswa nya, apalagi yang berprestasi,” jelas Najib. Tentu Selly menjadi contoh bagaimana bagi semua mahasiswa agar bisa mencapai prestasi setinggi apapun. “Saya harapap jadi motivasi kita semua terkhusus mahasiswa yang berproses belsjsr untuk mencapai proses lainnya. Tapi tentu Selly jangan berpuas diri dahulu, namun bagaimana terus meningkatkan prestasi kedepannya. Apalagi prestasi Selly sudah luar biasa, sudah mewakili Indonesia bukan hanya Lampung diajang internasional. Ini amanah besar yang Selly bawa,” tambahnya. Atas prestasi yang diraih Selly sejauh ini, menjadi kebanggaan bagi Universitas Teknokrat Indonesia. Karena mahasiswa Teknokrat bisa bersaing bahkan di tingkat nasional-internasional. Wakil Dekan FSIP, Rizki Yuliandra, S.Pd., M.Pd. juga membeberkan prestasi Selly tidak hanya di lapangan sebagai atlit. Prestasi akademik pun diraih, apalagi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Selly cukup tinggi, diatas 3. “Pencapaian Selly cukup baik di akademik, Selly saat ini mahasiswa semester 8 ini memiliki IPK diatas 3. Artinya dalam bidang akademik sendiri Selly bagus, bisa mengikuti perkuliahan dengan dukungan online learning kita,” jelas Rizki. Apalagi, Selly ini hampir setengah tahun ikut pelatnas tim karate Indonesia, di Bali. Selly harus meninggalkan provinsi Lampung yang notabene Selly juga atlet PON Lampung yang siap ikut bertanding pada 2021 di Papua. Tapi meskipun begitu nama Selly tetap ada di atlet PON Lampung.

Meski Ditengah Pandemi, Esa Unggul Cup Sukses Digelar

Meski Ditengah Pandemi, Esa Unggul Cup Sukses Digelar

Esa Unggul Cup edisi ke-2 kembali di gelar di tahun 2021, meski masih dalam masa pandemi, kejuaraan berlevel nasional hasil binaan UKM karate Univesitas Esa Unggul ini sukses digelar secara virtual, pada tanggal 26-28 Maret 2021 lalu. Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, MBA, IPU. menerangkan kompetisi kejuaraan Esa Unggul Cup ke-2 ini merupakan sebuah bukti dari Univesitas Esa Unggul (UEU) yang sangat memperhatikan dan mendorong peningkatan prestasi anak muda terutama mahasiswa UEU dalam menyalurkan bakatnya. “Universitas Esa Unggul dikenal dengan kampusnya para mahasiswa berbakat dan berprestasi, prestasi dan bakat para mahasiswa UEU bukan hanya di bidang akademik melainkan di bidang non akademik pun sangat banyak, terbukti kita menjadi tuan rumah penyelenggaran kejuaraan karate yang levelnya sudah nasional,” ucap Arief Kusuma. Sementara itu, Wakil Rektor 3 bidang kemahasiswaan Ari Pambudi ,S.Kom., M.Kom. mengatakan Total 1548 peserta yang mengikuti kejuaraan ini dengan 114 kontingen dari seluruh Indonesia. Ari pun menerangkan dalam kejuaraan ini memperebutkan piala juara umum UEU, kategori open dan festival serta memperebutkan juga beasiswa prestasi pada kategori junior putra dan putri. “Jadi sistem pertandingan virtual ini memiliki sistem para peserta mengirimkan video kepada panitia lalu di nilai oleh juri dari PB FORKI secara offline di kampus Univ. Esa Unggul dan penilaian live di zoom meeting,” ucap Ari. Ketua Karate UKM Karate UEU, Leo berharap Kejuaraan Esa Unggul Cup kembali terselenggara di tahun-tahun selanjutnya, karena selain menjadi wadah bagi para atlet potensial, kegiatan ini juga dapat menjadi semacam seleksi anak muda berprestasi di bidang karate. “Kami berharap kejuaraan ini akan terus berlanjut di tahun depan untuk mencari bibit atlet berprestasi dan kita apresiasi dengan memberikan beasiswa kuliah di Univ. Esa Unggul,” ucapnya. Kejuaraan Karate Universitas Esa Unggul ditutup dengan hasil kontingen UEU menjadi juara umum 1 untuk kategori open dengan total 8 emas 6 perak 10 perunggu dan untuk juara umum kategori festival dengan peserta terbanyak di raih oleh team Inkanas Resmata Jawa Timur.

Berkenalan Dengan Dwi Apriyani, Calon Bintang Kempo Indonesia

Kempo merupakan salah satu olahraga bela diri berasal dari Jepang yang banyak diminati di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Dwi Apriyani alumni SMK Taruna Negara Wonosobo adalah salah satu gadis yang ikut melestarikan bela diri ini. Pemilik berat badan 47 kg ini menggeluti kempo tepatnya sejak 2016 lalu, saat dia masih berstatus sebagai pelajar. Banyak kejuaraan yang telah diikuti dan mendapatkan prestasi yang cukup memuaskan. Di antaranya Juara 1 Randori perorangan klas 40 kg Pekan Olah Raga Kabupaten Wonosobo 2016, Juara 1 Embu ( Kerapian teknik) berpasangan Porkab Kabupaten Wonosobo 2016, Juara 1 Randori ( perkelahian) kelas 46 kg Kejuaraan Nasional Kempo Bandung 2019, Juara 2 Embu Berpasangan Putri Kejuaraan Nasional Kempo Bandung 2019, dan yang terbaru Juara 1 Kejuaraan E Kempo IKF Portugal April 2021. Saat ini dia tetap fokus berlatih untuk persiapan kejuaraan selanjutnya. Hal ini disebabkan karena angan- angannya suatu saat ingin menjadi atlet nasional yang tampil dalam Asian Games bahkan jika bisa ingin tampil pada Olimpiade di masa mendatang. Di sisi lain orang tuanya ternyata belum mendukung penuh dikarenakan kempo dianggap olahraga keras dan berisiko cedera. Namun dengan semangat tinggi bertekad untuk menunjukkan kepada kedua orang tua bahwa pilihan untuk menggeluti kempo adalah hal yang tepat. Ternyata di balik kerasnya seni bela diri kempo, gadis kelahiran 16 April 2001 ini bercita- cita untuk memiliki usaha di bidang tata rias rambut dan kecantikan. Selain itu berharap ingin memiliki studio musik lengkap untuk menyalurkan hobi bermain musik yang juga merupakan kesenangannya. Di bawah pelatih Robert Hery Prayogo, seorang pelatih dan penguji di Jawa Tengah, yang juga mantan juara nasional, Ariyani juga berharap supaya Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Pusat memberikan apresiasi lebih baik bagi para atletnya. Hal ini dapat memotivasi dalam berlatih dan bertanding setiap atlet. Pun juga berkeinginan banyak generasi muda ikut membangun negeri tercinta Indonesia lewat olahraga bela diri kempo. Sementara itu, Bonar Novi Priatmoko politisi muda yang juga anggota DPRD Kota Salatiga sebagai Ketua Umum Porkemi Jawa Tengah akan selalu terus mendukung para atlet kempo untuk dapat berlomba di laga daerah hingga internasional. Beliau sangat bangga kepada Dwi Apriyani yang menang Kejuaraan Internasional di Portugal dan berharap ada dukungan lebih dari Bapak Gubernur Jawa Tengah dan Bapak Bupati Wonosobo untuk memberi reward kepada Dwi Apriyani, karena sudah ikut membawa harum nama daerah kita tercinta.

Sukses Digelar, Ketum Pertina Apresiasi Kejurda Tinju Junior Amatir Youth 2021

Sukses Digelar, Ketum Pertina Apresiasi Kejurda Tinju Junior Amatir Youth 2021

Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), Mayjen TNI (Purn) Komarudin Simanjuntak, mengapresiasi pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Junior Amatir Youth 2021. Hal ini disampaikan pada penutupan Kejurda yang berlangsung mulai tanggal 7-10 April 2021 ini, Sabtu (10/4/2021) malam di Sekretariat Pertina Kota Siantar, Jalan Kartini bawah, Kecamatan Siantar Barat. Komarudin juga mengaku bangga, serta mengapresiasi Ketua Pertina Sumatera Utara dan Ketua Pertina Siantar yang telah mampu menyelenggarakan Kejurda itu. “Saya berharap, pertandingan tinju seperti ini terus ditingkatkan dan berkelanjutan di daerah-daerah lain di Sumut. Karena kegiatan ini akan menjaring generasi-generasi muda atlet tinju di Sumut,” sebutnya. Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina Sumut, Romein Manalu mengatakan, akan mengirim wakilnya dari kegiatan Kejurda itu untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Parapat Kabupaten Simalungun pada bulan Juni 2021 mendatang. Sementara Ketua Pertina Siantar, Mayor CPM Binson Simbolon menjelaskan, Kejurda ini telah berjalan dengan baik dan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Menurutnya, pelaksanaan Kejurda ini bertujuan agar olahraga tinju di Siantar bangkit kembali seperti di tahun 1980-1990 an. Binson menuturkan, saat itu Siantar banyak menghasilkan petinju yang disegani. “Dengan Kejurda ini akan lahir atlet tinju dari Siantar yang bisa diandalkan, baik di Kejurnas maupun tingkat internasional,” sebut Dandenpom I/1 Pematangsiantar ini. Dalam penutupan Kejurda itu dilakukan Upacara Penghormatan Pemenang (UPP), penyerahan piala kategori petinju terbaik, harapan, favorit dan piala juara umum. Petinju Terbaik Rivaldo Ferdian Sitanggang (Medan), Petinju Favorit, Aurin Tambunan (Siantar), Petinju Harapan, Rangga Rezeki Sembiring (Binjai) dan Juara Umum diraih Pertina Medan. Hadir dalam penutupan kejurda itu, Ketua DPRD Siantar Timbul Marganda Lingga, Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani, Wakil Wali Kota, Togar Sitorus, mewakili Kapolres Siantar Kasat Intel, AKP Basri Lubis, mewakili Danrem 022/Pantai Timur, Pasi Intel, Mayor Czi PM Panjaitan, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Siantar, Jayadi Sagala, Ketua KONI Medan, Edi Sibarani, Ketua Panitia Kejurda Lettu CPM T Sijabat.

Petembak Muda Omar Rawiendra Tampil di Piala Danjen Kopassus

Petembak Muda Omar Rawiendra Tampil di Piala Danjen Kopassus

Dalam rangka memperingati HUT Kopassus ke-69, Komandan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Surakarta, Solo, bekerja sama dengan Pengprov Perbakin Jawa Tengah dan Kiky Shooting Club (KSC) menggelar lomba tembak The International Practical Shooting Confederation (IPSC) Level III Danjen Kopassus Open Championship 2021. Kejuaraan tersebut digelar pada Jumat 9 April 2021 hingga Minggu 11 April 2021 di Lapangan Tembak Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan – Kartasura, Solo. Kejuaraan yang melombakan beragam kelas ini mengundang antusiasme ratusan penembak, tidak hanya di level elite namun juga di level junior. Salah satu petembak yang ikut dalam kejuaraan ini adalah Omar Rawiendra Harnoko. Omar menjadi salah satu petembak muda potensial yang turut serta dalam ajang menembak tingkat nasional ini. Belum banyak yang mengenal Omar, akan tetapi petembak berusia 16 tahun dari Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) DKI Jakarta ini sudah seringkali mengikuti kejuaraan menembak. Selama 2021, tercatat Omar sudah mengikuti kejuaraan menembak sebanyak empat kali. Di antaranya adalah Piala Dankormar, Piala Gubernur Jabar, Piala Kasau, dan Piala Danjen Kopassus. “Motifasi saya mengikuti kejuaraan IPSC ingin mencari tantangan dalam hidup saya dan ingin mendapatkan prestasi baik di nasional maupun internasional. Semoga saya bisa mengharumkan bangsa Indonesia di dunia menembak internasional,” ujar Omar, Minggu 11 April 2021. Pemuda yang baru satu tahun lebih bergelut menjadi atlet menembak ini menyampaikan, dukungan yang diberikan oleh orang tua menjadi pemacu dan motivasi bagi dirinya untuk menjadi atlet menembak yang bisa sampai ke level internasional. “Saya berharap semoga kejuaraan IPSC bisa banyak digelar, sehingga sehingga atlet-atlet muda seperti saya bisa mendapatkan ilmu dan pelajaran berharga serta kejuaraan IPSC dengan kelas tembak reaksi yang jadi favorit dalam ajang ini bisa lebih di kenal oleh masyarakat luas,” tutup Omar.

Jaring Bakat-bakat Pesepeda Tanah Air, ASC Cycling Challenge Seri 2 Sukses Digelar

Berawal dari curahan hati para atlet sepeda yang merasa kurangnya event saat pandemi, pengusaha sekaligus anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ahmad Sahroni, menggelar kompetisi balap sepeda. Bertajuk “Tercepat Challenge Crit Race Series”, kompetisi tersebut digelar di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara dan diikuti oleh 126 atlet dari berbagai daerah, Kamis (8/4/2021). Dalam keterangannya, Sahroni menyebut bahwa dirinya dan komunitas sepeda binaannya ASC Cycling menggelar kompetisi ini untuk terus mengembangkan prestasi para atlet dan menjaring bakat-bakat pesepeda di tanah air. “Awalnya, atlet sepeda curhat ke saya bahwa selama pandemi ini, mereka kurang event. Kemudian dua minggu lalu, kami mengadakan kompetisi sepeda di Sentul, Bojong Koneng, dan Alhamdulillah berjalan sangat baik. Sekarang kembali kita adakan lagi di Jakarta, dengan tujuan untuk terus mengembangkan prestasi para pesepeda tanah air,” ujar Sahroni dalam keterangannya. Sahroni menambahkan, bahwa selain untuk meningkatkan prestasi para atlet, kompetisi ini juga digelar untuk menjaring bakat-bakat muda yang siap berkompetisi di level yang lebih tinggi. “Hari ini juga kita kedatangan beberapa peserta yang masih muda namun sudah jago-jago banget untuk ikut berkompetisi. Kami terus berkomitmen untuk memfasilitasi pengembangan bakat para bibit muda ini agar mereka bisa menjadi kebanggaan bangsa kedepannya,” sambungnya. Terakhir, Sahroni juga menyampaikan bahwa untuk terus bisa mengembangkan prestasi sepeda di Indonesia, ASC Cycling akan terus mengadakan kompetisi serupa di berbagai daerah. “Ini kegiatan yang positif, dan kita lihat banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan dari para atlet muda ini. Karenanya rencananya, ASC Cycling akan terus mengadakan kompetisi serupa di tempat lain,” demikian Sahroni. Sebagai informasi tambahan, berikut nama-nama pemenang yang berhasil mencapai finish lebih dulu dalam ASC Cycling seri kedua ini: Kategori Wanita: Posisi pertama: Ayustina Delia (Brotherspeed 113) Posisi kedua: Ratu Afifah Nur Indah (Manta Racing) Posisi ketiga: Liontin Evangelina Setiawan (Cycle Up) Kategori Pria: Posisi pertama: Elan Riyadi (Voila Cycling) Posisi kedua: Dealton Nur Arif Prayogo (KGB Racing Team) Posisi ketiga: Kevin Pradita Gotami (MCT) Posisi keempat: Terry Yudha Kusuma (KGB Racing Team) Posisi kelima: Julian Abimanyu (ASC Monster)

AFC Tunjuk Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia Wanita U-17

AFC Tunjuk Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia Wanita U-17

Indonesia resmi ditunjuk Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sebagai tuan rumah Piala Asia Wanita U-17 2022. Hal tersebut dipastikan setelah AFC menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) di Manama, Bahrain, Rabu (7/4/2021) lalu. Sementara, kepastian ini baru diumumkan PSSI melalui laman resminya pada Kamis (8/4/2021). Pada rapat Exco tersebut diambil sejumlah keputusan, diantaranya terkait tuan rumah Piala Asia Wanita U-20 dan U-17 tahun 2022. “Exco AFC memutuskan memberikan hak tuan rumah dari Piala Asia Wanita U-20 2022 kepada Asosiasi Sepak Bola Uzbekistan dengan tanggal baru yakni dari 4-17 April 2022. Sementara, Piala Asia Wanita U-17 2022 akan dihelat oleh PSSI pada 9-22 Mei 2022,” tulis pernyataan resmi AFC. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa PSSI siap menyelenggarakan event bergengsi tersebut. Dengan ditetapkannya Indonesia sebagai tuan rumah, PSSI pun akan berkoordinasi dengan semua pihak demi sukses ya gelaran tersebut. “Alhamdulillah bersyukur PSSI mendapat kepercayaan dari AFC untuk menggelar Piala Asia Wanita U-17 tahun 2022. Turnamen tersebut menjadi persiapan PSSI untuk menggelar Piala Dunia U-20 2023 mendatang agar sama-sama berjalan sukses dan lancar,” kata Iriawan. Iriawan berharap pada tahun depan pandemi Covid-19 sudah mereda dan tidak tertutup kemungkinan Piala Asia Wanita U-17 dapat dihadiri penonton secara langsung. “Tentu kami akan mempersiapkan dengan baik Timnas Wanita U-17 agar dapat bersaing dan berprestasi di turnamen tersebut. PSSI akan bekerja keras agar menjadi tuan rumah yang baik dan sukses dalam penyelenggaraan,” tambahnya. Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat pada gelaran AFC Champions League 2020 di Doha, Qatar, dijadikan dasar yang dapat digunakan pada tahun kompetisi di tahun 2021. Ia pun berterimakasih kepada seluruh anggota AFC yang menujukkan antusiasnya untuk menjadi tuan rumah penyelenggara kompetisi Asian Qualifiers, AFC Champions League dan AFC Cup dengan format sentralisasi. “Suksesnya penyelenggaraan AFC Champions League 2020 telah memberikan contoh sebagai dasar mengawali kompetisi tahun 2021 dengan keyakinan yang lebih baik. Terima kasih dan apresiasi yang tulus kami sampaikan kepada seluruh anggota AFC yang sudah sepakat untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan kompetisi baik untuk pertandingan tim nasional dan klub pada tahun 2021 ini,” kata Sheikh Salman. “Merupakan hal yang penting bagi kita semua untuk menunjukkan kepada dunia bahwa sepak bola Asia sudah siap untuk kembali. Untuk para pemain, tim dan suporter dari berbagai benua, dan sama pentingnya bahwa, kita harus membuktikan bahwa AFC terus berupaya melakukan semua hal terbaik untuk mewujudkan kompetisi yang aman dan bertaraf kelas dunia seperti yang tertuang pada visi AFC. Kami juga mengucapkan apresiasi tinggi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, yang hadir pada rapat Exco AFC di Bahrain. Selain itu berterimakasih kepada FIFA atas dukungan yang terus diberikan kepada AFC beserta anggotanya, khususnya pada masa-masa penuh tantangan seperti sekarang ini,” tukas Sheikh Salman.

Atlet Muda Indonesia Borong Emas Kejuaraan Dunia Kempo Virtual 2021

Atlet Muda Indonesia Borong Emas Kejuaraan Dunia Kempo Virtual 2021

Tim Kempo Indonesia menorehkan prestasi apik di Kejuaraan Dunia Kempo Virtual 2021. Merah-Putih membawa pulang lima emas. IKF (Federasi Kempo Internasional) mengadakan E-Kempo IKF World Championship 2021, yakni kejuaraan kempo internasional yang dihelat secara virtual pada 2-3 April. Ini jadi edisi kedua setelah tahun lalu yang diselenggarakan secara virtual karena pandemi virus corona. Kompetisi ini mempertandingkan dua divisi utama, yaitu kata dan weapon kata. Setiap divisi kembali dibagi menjadi dua kelompok, yaitu hard dan soft. Prosedur untuk berpartisipasi dalam kompetisi itu adalah dengan mengirimkan rekaman video saat atlet memperagakan gerakan kata, dan video tersebut akan dinilai oleh tiga orang juri. Untuk memastikan penilaian yang adil, juri tidak boleh menilai atlet dari negara yang sama, dan video yang dikirimkan pun harus merupakan satu video utuh dan tidak boleh diedit. Indonesia sebagai salah satu pesertanya meraih hasil apik. Dari 36 nomor kata yang dipertandingkan, Indonesia turun di 28 nomor untuk merebut total 16 medali. Rinciannya adalah lima emas, enam perak, dan lima perunggu. Salah satu peraih emas ajang tersebut adalah M Salahuddin Kevin Santosa, atlet asal Jawa Timur yang meraih emas di nomor hard kata putra 16-18 tahun. Selain lima emas, Indonesia juga merebut enam medali perak dan lima medali perunggu. Torehan medali juga tersebar dalam berbagai kategori usia, dari yang paling muda kategori usia 5-7 tahun hingga yang tertua kategori usia di atas 37 tahun. Ketua Dewan Pengawas dan Pertimbangan Anggota Porkemi, Timbul Thomas Lubis, mengatakan torehan itu merupakan peningkatan prestasi signifikan, mengingat Indonesia hanya mendapatkan satu perak dan satu perunggu pada kejuaraan pertama. “Meski baru berusia dua tahun, Porkemi telah berkembang dan ada di 24 provinsi dengan lebih dari 100 graha, dan lebih dari 2.500 anggota. Tapi bukan jumlah anggota yang kami kejar karena kami mementingkan kualitas,” kata Timbul. Hasil kejuaraan dunia kempo virtual berencana akan dilaporkan Porkemi ke Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam waktu dekat. Timbul yakin kempo akan menjadi penyumbang medali bagi Indonesia jika dipertandingkan pada ajang multievent, seperti Asian Games dan Olimpiade. Ia menambahkan Porkemi juga sudah mendapat persetujuan dari IKF untuk menggelar Kejuaraan Asia pertama, yang rencananya akan digelar pada 2022 atau 2023. Jika kompetisi tingkat Asia berhasil digelar, maka target berikutnya adalah masuk dalam ajang multievent Asia. “Lupakan SEA Games. Kami sudah berbicara kepada Komite Olimpiade Indonesia bahwa IKF setuju untuk kejuaraan Asia pertama di Indonesia. Semoga dengan adanya kejuaraan Asia, kami bisa mendorong kempo masuk ke Asian Martial Arts Games dan setelah itu Olimpiade,” tegas Timbul. “Kami sudah tekankan pada para ksatria untuk tidak mengedit video yang mereka kirimkan. Format yang diminta adalah format MP4 dan ukuran satu video cukup besar. Penyelenggara memiliki tim kontrol kualitas yang memeriksa metadata setiap video untuk memastikan video tersebut tidak diedit,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal I Porkemi, Musashi Nainggolan.

Muhammad Dzaky, Pemain Termuda Pada Turnamen ePiala Indonesia 2021

Muhammad Dzaky, Pemain Termuda Pada Turnamen ePiala Indonesia 2021

Turnamen ePiala Indonesia 2021 yang digelar PSSI di Hotel Ibis Slipi, Jakarta telah resmi berakhir pada Sabtu (3/4) malam. Ajang eFootball resmi FIFA yang baru pertama kalinya digelar di Indonesia ini memunculkan Moehamd Zulisar sebagai juara. Namun, ada satu orang yang mencuri perhatian. Ya, dia adalah Muhammad Dzaky asal Sulawesi Selatan. Pada turnamen yang diikuti oleh 48 peserta tersebut, sebetulnya ada dua pemain termuda yang ikut berpartisipasi dalam gelaran ini dan lolos ke babak 8 besar. Mereka adalah Kevin Naufal Firmansyah asal Jawa Barat dan Muhammad Dzaky Firdaus asal Sulawesi Selatan. Keduanya diketahui masing-masing berusia 20 tahun dan 17 tahun. Meski usia mereka terbilang muda, namun keduanya mampu menumbangkan lawan-lawan yang sarat pengalaman dan menembus babak 8 besar turnamen ePiala Indonesia. Pada babak 16 besar, Kevin berhasil mengalahkan Muhammad Ikhsan dari DKI Jakarta dengan skor 6-3, sementara Dzaky menumbangkan perlawanan Guntur Wicaksono dengan skor tipis 5-4. Keikutsertaan keduanya dalam turnamen ini terasa istimewa karena pengalaman yang didapat terutama ketika bertemu dengan pemain-pemain pro lainnya. “Saya merasa deg-degan ketika mengikuti turnamen ini. Apalagi untuk lolos ke babak 8 besar saya bertemu dengan kak Guntur Wicaksono. Kak Guntur adalah pemain yang cukup dikenal di kalangan pemain FIFA, sementara saya jarang menggunakan mode permainan FIFA Ultimate Team (FUT). Saya senang sekali bisa ikut turnamen ini dan mengalahkan salah satu pemain kuat di turnamen,” ungkap Muhammad Dzaky. Hal yang sama juga diutarakan Kevin Nauval yang berhasil mengalahkan salah satu unggulan Muhammad Ikhsan. Kevin yang mengidolakan salah satu pemain pro Muhammad Egga Aditya atau Eggsy merasa bersyukut biasa berpartisipasi dengan pemain idolanya. “Saya sangat excited mengikuti turnamen ini. Dapat pengalaman baru untuk bertemu dan bertanding dengan pemain-pemain pro yang sudah biasa mengikuti kompetisi internasional. Diluar kompetisi dan sebelum pandemi, biasanya kami bertemu dengan beberapa pemain untuk membahas permainan atau main PlayStation bersama. Tapi untuk berada dalam satu turnamen sangat jarang. Senang karena salah satu pemain pro favorit saya juga ikut dalam turnamen resmi dari FIFA ini bersama saya,” ujar Kevin. Dihari ketiga penyelenggaraan turnamen, sayangnya langkah Kevin harus terhenti di babak 8 besar, pada Sabtu (3/4) pagi. Sementara Muhammad Dzaky, harus terhenti di babak semifinal. “Menurut saya kompetisi yang ada sudah bagus. Kompetitor yang dihadapi semuanya sama kuat sejak awal turnamen. Saya bukan dari Jakarta dan jauh-jauh ke sini untuk ikut turnamen ini. ini sangat berharga untuk pengalaman dan saya pribadi. Pemain FIFA bukan hanya dari Jakarta, banyak pemain diluar sana yang ingin merasakan atmosfer kompetisi juga. Semoga turnamen-turnamen seperti ini kedepannya akan sering dilakukan,” tutup Dzaky.

DBL Indonesia Lirik Potensi Pebasket Muda Kota Ambon

DBL Indonesia Lirik Potensi Pebasket Muda Kota Ambon

Guna mencari atlet basket berbakat se-Indonesia, Developmental Basketball League (DBL) Indonesia kini melirik potensi pebasket muda di Kota Ambon. Menggandeng komunitas anak muda Voor Maluku, DBL berkeinginan kuat untuk membangkitkan potensi generasi muda Ambon dengan menyasar pembinaan bagi pemain, pelatih, wasit, dan manajer. Hal ini disampaikan perwakilan DBL Indonesia, Yondang Tubangkit saat berkunjung ke kota Ambon, akhir pekan lalu. Dalam kesempatan tersebut, Yondang Tubangkit dan rombongan juga bertemu dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang dihadiri oleh Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, yang didampingi Sekretaris Kota (Sekot), A.G Latuheru, dan Kepala Dinas (Kadis) Pemuda dan Olahraga, Richard Luhukay, di Balai Kota. Yondang mengatakan, Kota Ambon memiliki banyak potensi di bidang olahraga, dan basket adalah salah satunya, ini dilihat dari keberadaan atlet basket asal Maluku yang bermain di liga profesional. DBL Indonesia telah punya pengalaman panjang dalam melaksanakan kompetisi basket bagi Siswa SMP dan SMA di berbagai kota di Indonesia namun baru kali ini berkesempatan datang ke Ambon “Kami memulai liga basket tahun 2004, seiring dengan berjalannya waktu DBL bukan hanya kompetisi basket tetapi bertransformasi sebagai ajang representasi sekolah, kita sudah hadir di 30 dan 22 provinsi di Indonesia,” katanya. DBL sendiri, kata Yondang, selain melaksanakan kompetisi Basket antar SMP dan SMA juga memiliki sejumlah even anak muda dan program pembinaan bagi anak usia 5 hingga 17 tahun. “Kita punya junior DBL bagi siswa SMP, kompetisi jurnalis sekolah, juga ada Youth Con, semacam olimpiade kreatif dengan lomba mading, poster, art, vocal grup, robotic, film, dan lain sebagainya, meski baru dilaksanakan di jawa timur, kita sangat berharap bisa dikembangkan di seluruh indonesia, termasuk di Ambon,” kata dia. Ditambahkan, dalam satu musim kompetisi DBL dapat melibatkan kurang lebih 40 ribu pelajar, dan ada 2 juta anak muda, guru, dan orang tua yang terlibat. Tidak sampai disitu saja, setiap tahun akan disaring atlet terbaik yang dikirim untuk menimba ilmu dan bertanding di Amerika Serikat. Pertemuan dengan Syarif Hadler, ungkap Yondang, menjadi entry point yang baik, selanjutnya DBL Indonesia akan berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, dalam persiapan sarana dan prasarana untuk memulai pembinaan olahraga basket bagi pelajar di kota Ambon. Sementara itu, Syarif Hadler, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian dan kehadiran DBL Indonesia bagi kota Ambon. Dirinya menjelaskan, jelang HUT Kota Ambon, Pemkot selalu menggelar berbagai kompetisi olahraga, salah satunya adalah kompetisi basket bagi Pelajar SMP dan SMA, namun kegiatan tersebut pada tahun 2020, terhenti karena pandemi Covid 19. “Kami berharap dengan kehadiran DBL Indonesia, akan menggali atlet basket berbakat untuk dibina sehingga dapat mengharumkan nama Maluku di event nasional maupun internasional. Bahkan jika ada atlet basket yang DBL kirimkan ke Amerika kita berharap salah satunya adalah dari Ambon,” ujar Syarif Hadler.

Muhammad Uchida, Atlet Muaythai Calon Bintang Masa Depan Indonesia

Muhammad Uchida, Atlet Muaythai Calon Bintang Masa Depan Indonesia

Usia muda tidak menghalangi Muhammad Uchida untuk berprestasi. Beberapa waktu lalu, Uchida berhasil menjadi Juara 1 pada Kejurnas Muaythai yang dihelat di Kota Kendari. Bukan tidak mungkin, ke depan Uchida sanggup mengumpulkan lebih banyak medali dan piala serta bisa mengharumkan Ibu Pertiwi di kancah internasional. Memang sudah banyak terbukti pepatah yang menyebut buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Seperti itulah ibaratnya seorang anak yang mewarisi keterampilan dan diasah dalam bimbingan orang tuanya. Bakat olahraga jelas mengalir deras di tubuh Uchida. Di usia yang masih sangat muda sudah mampu menjadi juara. Deretan raihan juara juga sudah berderet rapi di lemarinya dari kejuaraan nasional hingga Asia. Prestasi yang diraih Uchida berkat latihan keras dan juga arahan kedua orang tuanya. Ayahnya Dr Sudirman MH, adalah Ketua Umum PB Muaythai Indonesia. Dulu ayahnya juga seorang atlet berprestasi. Tercatat, Sudirman pernah meraih emas di ajang SEA Games dua kali. Tahun 1997 dan 2001. “Selain bakat, kami tetap menanamkan jiwa kesatria dan nilai sportivitas dalam diri Uchida. Di luar urusan prestasi, lebih penting bagaimana nilai yang terkandung dalam olahraga itu mampu menuntun dan membentuk jiwanya,” kata sang ayah, Sudirman saat di Kendari. Selain itu, baginya sebagai ayah, Uchida juga harus mampu mencerminkan perilaku yang santun. Peka terhadap keadaan sosial dan sedapat mungkin bisa membantu serta bermanfaat bagi siapa pun. “Jadi dia (Uchida) diharapkan menjelma menjadi figur yang punya fisik kuat sebagai atlet, disertai keteguhan jiwa dalam mempertahankan nilai yang dianut dan punya hati yang peka,” imbuhnya. Sementara prestasi sang ayah yang juga Ketum PB MI adalah Peringkat 4 Dunia World Karate Federation Tahun 1992, Medali Perunggu ASIA APUKO Tahun 1993, Medali Perunggu Sea Games 1995, Medali Perak Pesta Sukan Merdeka Games Tahun 1996, Medali Emas Sea Games Tahun 1997, Medali Emas Sea Games Tahun 2001 dan Atlet Asian Games. Biodata Uchida: Nama: Muhammad Uchida Sudirman TTL: Jakarta/25 Maret 2003 Nama Ayah: Sudirman Nama Ibu: Wiana Bachtiar Alamat : Jl.Manila No.9 Jakarta Pusat Pendidikan: TK Fantasia SD Negeri 12 BENDHIL Jakarta Pusat SMP Negeri 19 Jakarta SMA Negeri 70 Jakarta Prestasi Muaythai: Juara 1 Kejurnas Seri II GOR Volley Ball Senayan Jakarta JUARA 1 Liganas Makassar THE BEST WAIKRU Makassar JUARA 1 Kejuaraan Asia Muaythai di Twin Plaza Jakarta Kejuaraan Dunia Tahun 2015 THAILAND Kejuaraan Dunia Tahun 2016 di BUCHAREST RUMANIA Juara III SEA GAMES 2019 PHILIPINA Juara 1 KEJURNAS SERI X 2019 di Kedaton Jawa Barat Juara 1 Kejurnas SERI XI 2021 di Kendari. Sumber: Wartakini.co

Sabreena Dressler Bicara Soal Tantangan Di Timnas Wanita

Sabreena Dressler Bicara Soal Tantangan Di Timnas Wanita

Pesepakbola putri, Sabreena Dressler merupakan satu dari sekian nama yang dipanggil ikut pemusatan latihan timnas Indonesia putri di Jakarta pada 8-31 Maret 2021. Dara berusia 20 tahun tersebut mengakui tak mudah menjalani program yang diberikan pelatih Rudy Eka Priyambada. Saat ini, Sabreena dan 37 pemain lain sedang mengikuti (TC) Timnas Wanita Indonesia untuk proyeksi SEA Games 2021 Vietnam. Sabreena tak pernah menyangka satu dari sekian banyak mimpinya terwujud. Pemain asal DKI Jakarta ini tak berhenti bersyukur karena salah satu impiannya untuk mengikuti seleksi dan pemusatan latihan (TC) timnas wanita Indonesia bisa tercapai di awal tahun 2021 ini. Dilansir laman resmi PSSI, Sabreena mengaku jika minat terhadap olahraga sepakbola yang ia miliki berawal dari hobi berolahraga saja. “Dari kecil saya sudah menyukai olahraga tetapi sejujurnya saya tidak pernah main sepak bola. Saya baru mulai bermain sepakbola sejak usia 12 tahun. Saat itu di sekolah saya tidak ada tim sepak bola putri, karena tidak ada yang suka bermain bola. Saya bergabung dengan tim putra dan mulai mengikuti turnamen kecil sepakbola putri antar sekolah,” kata Sabreena. Setelah menyadari dirinya mampu bermain sepakbola, Sabreena memutuskan untuk mengasah kemampuannya di Pro Direct Academy pada tahun 2018. Namun sayangnya tak lama berselang ia bergabung bersama Pro Direct, pemain berdarah campuran Jerman-Indonesia ini dibekap cedera selama delapan bulan, hingga akhirnya menetap beberapa waktu di Jerman. Setelah sedikit pulih dari cedera, Sabreena pun kembali ke Indonesia dan tak lama setelah itu tepatnya pada tahun 2019, dirinya pun dipanggil untuk memperkuat Persija Putri pada kompetisi tertinggi sepakbola putri di Indonesia, Liga 1 Putri 2019. “Saat saya dikontrak dengan Persija, rasanya sungguh luar biasa senang, karena bertepatan dengan sembuhnya saya dari cedera. Seperti momen comeback dan keajaiban yang ditunggu-tunggu. Sayangnya saat di Persija saya memang belum banyak mendapatkan kesempatan bermain karena kondisi yang belum fit seratus persen,” ujar Sabreena. Kini Sabreena masuk dalam seleksi dan pemusatan latihan Timnas Wanita. Tiga pekan sudah pemain yang berposisi sebagai gelandang sayap ini berada dalam TC dibawah asuhan pelatih Rudy Eka Priyambada. Ini menjadi pencapaian yang luar biasa untuk Sabreena selama dirinya berkarier dalam dunia sepakbola. “Senang sekali saya bisa masuk seleksi dan TC. Keinginan untuk masuk ke timnas sudah ada sejak lama, tapi saya sadar fisik dan skill saya belum cukup bagus untuk bisa diperhitungkan di timnas, apalagi pernah dibekap cedera. Dipanggil ikut TC saja sudah sangat bersyukur. Saya aku coba menunjukkan yang terbaik dan berusaha lebih keras lagi,” lanjutnya Sabreena pun menyadari latihan yang dijalani bersama timnas jauh lebih intens dan berat daripada latihan lainnya. Anak keempat dari empat bersaudara ini mengaku materi yang diberikan selama pemusatan latihan menjadi tantangan tersendiri untuk dirinya. “Materi yang diberikan tentu lebih susah daripada yang di klub apalagi dari segi fisik. Di sini benar-benar dilatih fisiknya. Drill-drill yang diberikan juga intens dan menantang. Namun yang terpenting adalah pembentukan mental. Mental kita benar-benar ditempa disini. Di sini kami dituntut untuk selalu fokus, baik saat latihan atau pertandingan, karena kita bermain untuk negara,” tambah Sabreena “Tidak ada kesulitan beradaptasi sama teman-teman karena saya orangnya mudah bersosialisasi dengan orang lain dan saya tahu berbicara bahasa Indonesia dengan lancar juga, jadi tidak ada kesulitan untuk bergabung dengan yang lain selama TC ini,” tutupnya.

Misi BaPSPI Membantu Percepatan Pembangunan Sepak Bola Indonesia

Misi BaPSPI Membantu Percepatan Pembangunan Sepak Bola Indonesia

Badan Pembinaan Sepak Bola Prestasi Indonesia (BaPSPI) melakukan rapat kerja pengurus pusat di Hotel Grand Zury, Serpong Tangerang Selatan, Minggu 28 Maret 2021. Ketua umum BaPSPI periode 2020-2025, Eko Setyawan mengungkapkan, agenda rapat kerja membahas Inpres No 3 tahun 2019 dan membahas program kerja BaPSPI 2021 serta penyerahan SK kepada beberapa wakil ketua dan kepala bidang “Alhamdulillah hari ini komplet dan sudah tercukupi susunan kepengurusan BaPSPI pusat dengan di serahkan nya SK masing-masing posisi dan dijelaskan serta disosialisasikan program kerja BaPSPI serta dibahas tuntas AD, ART, JUKLAK, JUKDIS, seluruh pengurus pusat dapat menjalankan tugas-tugas nya sesuai tupoksi masing masing,” kata Eko. Ketua Umum BaPSPI Eko Setyawan mengatakan ada beberapa target yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Salah satunya adalah melantik seluruh pengurus ketua BaPSPI provinsi hingga ke kabupaten. Eko juga meminta Sekjen BaPSPI, H Yudo Hadiyanto untuk mempercepat pelantikan ketua BaPSPI provinsi. Tujuannya agar cita-cita BaPSPI untuk menjadi badan organisasi dan punya andil dalam membantu pemerintah dalam membangun percepatan pembangunan sepak bola Indonesia. Eko juga menjelaskan, bahwa saat ini sumber dana BaPSPI masih mandiri dan beberapa sponsor. “Saat ini masih mandiri dan dari sponsor, kita masih terus rumuskan dan kordinasi dengan beberapa kementrian terkait Inpres No 3 tahun 2019 semoga saja beliau beliau yang terkait bisa melihat dan mendukung kami BaPSPI yang nyata untuk anak bangsa dalam pembangunan sepak bola Indonesia,” pungkasnya. Sumber: Medcom.id

Berkenalan Dengan Bertram Beryl Si Jago Akting dan Basket

Berkenalan Dengan Bertram Beryl Si Jago Akting dan Basket

Bertram Beryl rupanya tak puas hanya dikenal sebagai atlet basket. Dia pun mulai menekuni dunia akting. Remaja kelahiran Blitar, Jawa Timur itu megatakan bahwa berakting adalah salah satu impiannya. Beryl juga pernah menggeluti dunia modeling saat masih kecil. “Aku ingin mengembangkan semua potensi yang ada pada diri aku,” kata Bertram Beryl kepada awak media di Jakarta, baru-baru ini. https://www.instagram.com/p/CMwr_xrLeWQ/ Meski terjun berakting, Beryl tetap akan bermain basket bersama klub GMC (generasi muda Cirebon) Basketball. “Saya harus bisa mengatur waktu antara akting dengan kegiatan basket. Saya terdaftar atlet Perbasi wilayah Cirebon,” ujar Beryl. Saat ini, Beryl dikabarkan ikut berperan dalam sebuah film televisi (FTV) di salah satu stasiun TV. Ia pun berharap, jika kedua karirnya tersebut dapat berjalan lancar. “Doakan semoga main basket dan berakting bisa berjalan lancar,” kata Beryl. Bertram Beryl dikenal sebagai atlet basket berbakat. Dia sering mendapatkan predikat sebagai Most Valuable Player (MVP). https://www.instagram.com/p/B1oIhI6nT7k/ Dia telah mengikuti banyak event basket, mulai dari kompetisi antar-sekolah, kejuaraan daerah di antaranya Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA), hingga kejurnas. Beryl juga pernah mendapat kesempatan bermain di kejuaraan Internasional tingkat ASEAN di Singapura dan Thailand.

Sirnas Wushu Taolu Seri I Lahirkan Juara Baru, Tandai Regenerasi Wushu Indonesia

Sirnas Wushu Taolu Seri I Lahirkan Juara Baru, Tandai Regenerasi Wushu Indonesia

Atlet wushu muda asal Jawa Barat, Tasya Ayu Puspa Dewi, sukses menjadi juara baru Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri I/2021 yang digelar secara virtual, Kamis (25/3/2021). Tasya sukses menyabet medali emas dengan mengalahkan seniornya Juwita Niza Wasni yang tercatat pernah menjadi juara dunia 2015. Ayu yang saat ini baru menginjak usia 20 tahun itu tampil lebih sempurna membawakan Jurus Selatan (Nan Quan). Dirinya sukses meraih emas dengan mengalahkan Juwita yang harus puas dengan medali perak. “Seneng pasti bisa meraih medali emas di Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri I/2021. Boleh dibilang saya memang beruntung karena kak Niza yang sudah banyak meraih gelar juara di ajang internasional lagi masa pemulihan dari cidera jadi tak bisa tampil maksimal,” kata Tasya yang merupakan anak kedua dari dua bersaudara pasangan Hermanto dan Lenny Wati Tatang itu. Atlet yang mengidolakan bintang kungfu asal China, Wang Di dan mantan atlet nasional Indonesia, Eric Losardi ini mengaku senang dengan digelarnya Sirkuit Nasional Taolu di bawah PB WI pimpinan Airlangga Hartarto dan didukung Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Terlebih, ajang ini dimanfaatkannya sebagai ajang uji coba untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. “Ya, senang pasti adanya Sirkuit Nasional Wushu Taolu karena sudah setahun tidak ada even akibat pandemi Covid 19,” ucapnya. “Di sini, saya bisa melihat perkembangan prestasi dan lawan-lawan yang bakal dihadapi pada PON Papua nanti,” sambung Tasya yang menargetkan mampu menyumbangkan medali emas untuk Kontingen PON Jawa Barat nanti. Dirinya mengaku berlatih olahraga wushu sejak berusia 9 tahun. Dia berlatih di Sasana Wushu Yayasan Harapan Kasih Bandung di bawah asuhan Andry Hertanton, Ginggi Safitri dan Yadi. “Saya senang dengan olahraga beladiri wushu karena gerakan sangat indah,” pungkas Tasya yang selalu berdoa sebelum tampil dan tetap semangat sesuai pesan kedua orang tuanya. Hermansyah Bio Data Nama: Tasya Ayu Puspa Dewi Panggilan: Tasya Lahir: Bandung, Jawa Barat, 15 Oktober 2000 Klub: Yayasan Harapan Kasih Bandung Prestasi: – 1 Emas Kejurnas Wushu Babak Kualifikasi PON Bangka 2019 – 3 Emas Kejuaraan Wushu Junior Semarang 2019 – 2 Perak Kejuaraan Wushu Junior Yogjakarta 2017 – 3 Emas Kejuaraan Wushu Junior A Bangka 2016

Selesai Jalani Vaksinisasi Covid-19, Medina Warda Jadi Wakil Asia di Kejuaraan Dunia Rusia

Selesai Jalani Vaksinisasi Covid-19, Medina Warda Jadi Wakil Asia di Kejuaraan Dunia Rusia

Pecatur muda Indonesia, Medina Warda Aulia, menjadi salah satu atlet yang telah menyelesaikan vaksinasi Covid-19 dua tahap. Setelah agenda vaksinisasi tersebut, pecatur putri yang memiliki gelar Woman Grand Master (WGM) ini akan menjadi wakil Asia pada kejuaraan dunia 2021 di Rusia. Ia pun siap tampil baik dan mengharumkan nama bangsa. Demikian disampaikan Medina saat menjalani vaksinasi tahap kedua di RS Olahraga Nasional, Jakarta, Senin (15/3). Ia menyebut, Rusia sebagai tuan rumah menjadi pesaing yang cukup berat. Selain itu, juga ada Tiongkok dan Amerika. “Saya kira ketiga negara itu menjadi pesaing ya. Mereka cukup kuat. Meski begitu, aku optimis dan bisa tampil maksimal. Semoga bisa delapan besar, bahkan lebih,” ujar pecatur berusia 23 tahun tersebut. Untuk memenuhi target itu, dara cantik asal Jawa Barat ini terus berlatih. Dia bersama tim pelatih tengah menganalisis permainan dan memahami karakter dari para calon lawannya. “Saat ini aku latihan terus. Aku juga masih lihat dari karakter lawan bagaimana cara mainnya. Juga menganalisis. Kalau bisa saat kita main, kita pakai posisi yang dia nggak suka,” ujar Medina. “Semoga nanti bisa tampil baik saat kejuaraan dunia berlangsung pada Juli mendatang. Mohon doa masyarakat Indonesia, agar bisa memgharumkan nama bangsa. Yang jelas aku siap dan ingin tampil maksimal,” sambungnya. Lebih lanjut, peraih emas pada SEA Games 2019 ini juga semakin percaya diri untuk meraih target tersebut. Apalagi, dia baru saja menjalani vaksinasi tahap kedua. Dia harap tidak ada kendala kedepannya. “Tadi juga baru selesai vaksin yang kedua. Tentu menambah rasa percaya diri. Vaksinasi tadi juga berjalan lancar. Sama seperti sebelumnya, registrasi, lalu penyuntikan vaksin. Semoga pandemi ini segera berlalu,” jelas Medina

Dua Turnamen Ini Siap Dukung Pencarian Atlet Bulu Tangkis Berbakat

Pamor olahraga bulu tangkis di Indonesia memang sangat terkenal. Antusiasme tinggi masyarakat pun tak hanya pada saat menyaksikan pertandingan saja, melainkan juga saat “berlomba” untuk menjadi atlet bulu tangkis profesional. Banyak para orang tua yang mendaftarkan anaknya ke akademi/sekolah atau bahkan turnamen bulu tangkis untuk menyalurkan minat anaknya terhadap bulu tangkis. Atas besarnya antusiasme tersebut, pada Maret dan April 2021 tercatat dua agenda turnamen pembibitan bulu tangkis usia dini hingga pemula. Dua turnamen bulu tangkis ini diselenggarakan oleh perusahaan perlengkapan olahraga, Eagle. “Kami menyelenggarakan di Cikampek dan Bogor,” kata Direktur Marketing Eagle dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (16/3/2021). Untuk turnamen di Cikampek, Jawa Barat bernama Dewi Sport Cup. Tanggal penyelenggaraan adalah pada 28-30 Maret 2021. Sementara itu, Di Bogor, turnamen serupa diberi nama Eagel MPBI Open yang berlangsung pada 4-10 April 2021. “Ini bentuk dukungan kami agar atlet bulu tangkis Indonesia meraih prestasi terbaik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Cindy Jane. Secara rinci, turnamen pembibitan ini ada dalam lingkup pemain putra dan putri kelahiran 2007 sampai dengan 2012. Eagle RRD Cup, kata Cindy Jane lagi, merupakan turnamen bulutangkis berskala nasional pertama yang digelar di masa pandemi Covid-19. Turnamen dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat demi mencegah meluasnya pandemi Covid-19. Untuk mencegah membludaknya peserta, panitia pun membatasi nomor pertandingan yakni hanya 11 kategori. Kendati kategori pertandingan dibatasi, peserta yang hadir tetap terbilang banyak yakni 524 atlet. Mereka datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Sukabumi, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Purwokerto, Solo, Klaten, Palembang, dan Cilacap. Cindy menambahkan, selain medali, para pemenang juga mendapat hadiah sepatu bulu tangkis Eagle. Pada edisi sebelumnya, Eagle RRD Cup 1 2021 yang digelar di GOR Arhath, kawasan Bojong Sari, Kota Depok, Jawa Barat, pada 10-14 Maret 2021, klub bulu tangkis PB Jaya Raya Metland menjadi juara umum. Pada turnamen tersebut, Jaya Raya Metland mengoleksi raihan tertinggi yakni 3 medali emas dan 1 perak.

Gelora 10 November Siap Disulap Jadi Akademi Sepak Bola

Gelora 10 November Siap Disulap Jadi Akademi Sepak Bola

Kota Surabaya bakal memiliki pusat latihan cabang (Puslatcab) olahraga sepak bola. Puslatcab yang juga disebut Akademi Sepak Bola (ASB) itu diharapkan mampu melahirkan dan mencetak kembali talenta-talenta muda dalam bidang olahraga sepak bola. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya Afghani Wardhana mengatakan, rencananya, pelatihan ASB dipusatkan di Gelora 10 November (G10N), Tambaksari Surabaya. Pelaksanaannya baru dapat berjalan dalam 6 bulan ke depan. Sebab, masih terkendala undercontrol kontraktor pelaksana. ”Sehingga Puslatcab baru dapat kita laksanakan setelah 6 bulan ke depan,” tutur Afghani pada Sabtu (20/3). Dispora Surabaya juga tengah menyiapkan atlet menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2022. Stadion G10N pun disiapkan untuk tempat latihan para atlet untuk cabang olahraga sepak bola. ”Artinya pemkot melalui Dispora punya keperluan untuk penggunaan Stadion Tambaksari (G10N) selama beberapa waktu ke depan,” ungkap Afghani. Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dispora Surabaya, Eddy Santoso menjelaskan, dari beberapa dekade ke belakang muncul legenda-legenda sepak bola asal Surabaya. Hal itu berbeda dengan kondisi saat ini. Sehingga, pemkot berencana mendirikan akademi sepak bola. ”Gagasan itu sudah lama ketika bertemu mantan-mantan pemain. Kenapa? Karena legenda sepak bola semakin tahun semakin habis. Mulai 2012 sampai sekarang nyaris tidak ada kompetisi seperti dulu sehingga Dispora punya keinginan membangkitkan lagi sepak bola Surabaya,” kata Eddy. Melalui Puslatcab tersebut, Eddy berharap, ke depan Kota Surabaya dapat kembali menelurkan atlet-atlet berprestasi. Khususnya dalam bidang olahraga sepak bola. Untuk mendukung pendidikan latihan sepak bola di G10N, pemkot bakal menggandeng Unesa (Universitas Negeri Surabaya) beserta mantan pemain asal klub di Surabaya untuk melatih. ”Kita akan coba kerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sudah akan membuka kursus olahraga sepak bola. Artinya ketika pendidikan di akademi jalan, pendidikannya kita bawa ke sana. Jadi keduanya harus seiring antara prestasi dan akademik,” kata Eddy.

Cari Bibit Crosser Berbakat, BOS Junior Motorcross Championship Digelar

Cari Bibit Crosser Berbakat, BOS Junior Motorcross Championship Digelar

Ajang IIMS Virtual Phase 2 akan menghadirkan salah satu seri Baja Otomotif Superbolock (BOS) Junior Motorcross Championship 2021 yang diadakan untuk mencari dan melahirkan talenta muda di dunia motocross Indonesia. Direktur Utama BOS, Djoko Iman Santoso mengatakan melalui ajang ini mereka ingin memberikan wadah bagi pembinaan crosser muda Indonesia, untuk dapat mengukir prestasi dan menyiapkan diri sebagai bekal menghadapi event motocross international. “Jadi BOS Junior Motorcross Championship ini, memang merupakan cita-cita kami sejak lama. Gimana kita punya atlet atau crosser yang andal untuk berlaga dan berprestasi di ajang motorcross dunia kalau tidak dilatih sejak dini. Oleh Sebab itu, event motorcross ini kita fokuskan ke junior,” kata Iman dalam IIMS Virtual Phase 2, Jumat (19/3/2021). Iman menjelaskan ajang motorcross ini akan berlangsung dalam tiga round yakni round pertama tanggal 10 hingga 11 April 2021. Round kedua tanggal 17 hingga 18 Juli 2021 dan round ketiga tanggal 24 hingga 24 oktober 2021. Semuanya berlangsung di Hodden Valley Track Baja Otomotif Superblock, pulogadung, Jakarta Timur. Ajang ini nantinya akan memberikan kesempatan bagi anak-anak yang memiliki bakat di dunia motor “garuk tanah” untuk mengasah kemampuan di arena resmi yang kompetitif. BOS Junior Motorcross Championship 2021 ini membuka kesempatan kompetisi dari anak usia 4 tahun hiingga 21 tahun yang terbagi dalam 12 kelas. Penyelenggara membagi kelas crosser sesuai dengan usia peserta. Kelas yang ada diantaranya kelas 50 cc Novice untuk usia 4-7 tahun, 50 cc Junior untuk usia 8-11 tahun, 65 cc Novice 8-11 tahun, 65 cc Junior 9-12 tahun, 85 cc Novice 10-13 tahun, 85 cc Junior 11-14 tahun, 125 cc Novice 13-16 tahun, 125 Juniot 14-17 tahun dan MX2 Novice 17-21 tahun. Semua kelas ini tergabung dalam Main Class. Sementara untuk kategori Supporting Class ada tiga brand yang akan berlaga dengan pembagian kelas yakni OMR 155cc Novice Yamaha WR, OMR 150cc Novice Kawasaki KLX dan OMR 150 cc Novice Honda CRF. Kompetisi diyakini akan menjadi sebuah tontonan menarik bagi para pecinta motorcross nasional. Para peserta akan berlaga dan berkompetisi untuk menjadi jawara dalam upaya kompetitif merebut Piala Ketua Ikatan Motor Indonesia Pusat, Bambang Soesatyo. Sumber: mobilianews.com

Jelang PON dan SEA Games 2021, PB WI Gelar Sirnas Virtual

Jelang PON dan SEA Games 2021, PB WI Gelar Sirnas Virtual

Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan SEA Games 2021 sudah di depan mata. Untuk menyiapkan atlet, Pengurus Besar (PB) Wushu Indonesia (WI) pimpinan Airlangga Hartarto menggelar Sirkuit Nasional (Sirnas) Wushu Taolu. Sirkuit Nasional Wushu Taolu yang didukung penuh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan digelar dalam tiga seri yang akan digelar pada bulan Maret, Juli, dan Desember 2021. Ajang ini merupakan lanjutan virtual Wushu Championship khusus nomor Taolu dalam dua seri pada tahun 2020. “Sirkuit Nasional Wushu 2021 ini merupakan program kelanjutan dari Virtual Wushu Championship 2020 lalu. Ini merupakan strategi dalam menyiapkan program pembinaan berkesinambungan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi wushu Indonesia ke depan,” kata Sekjen PB WI, Ngatino di Jakarta, Selasa (16/3/2021). Pada Sirkuit Nasional Wushu Seri I yang digelar secara virtual, 22 – 27 Maret 2021 sebanyak 444 atlet terdiri dari 71 atlet senior (peserta PON dan Pelatnas), 111 atlet Junior A, 152 atlet Junior B, dan 110 atlet Junior C. Mereka berasal dari 10 Provinsi yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, DIY, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Lampung, Jambi, Sumatera Utara. Sebanyak 373 atlet junior yang tampil di Sirkuit Nasional Wushu itu, kata Ngatino, merupakan atlet terbaik yang dijaring dari Virtual Wushu Championship 2020. Mereka nantinya akan memperebutkan tiket ke pelatnas junior yang akan ditetapkan setelah mengikuti tiga seri. “PB WI akan merekrut 25 persen dari jumlah 373 atlet yang tampil untuk mengisi pelatnas junior. Mereka akan ditentukan sesuai dengan poin dan hasil penilaian Tim Talents Couting (pencarian bakat) yang akan diterjunkan untuk memantau atlet junior yaglng tampil,” jelasnya. Selain menjaring atlet junior potensial, kata Ngatino, Sirkuit Nasional Wushu ini juga dijadikan sebagai ajang uji coba bagi atlet wushu yang akan tampil di PON Papua 2021. “PB WI sengaja melibatkan atlet senior dan atlet pelatnas di Sirkuit Wushu Nasional untuk menjaga kualitas pertandingan di PON Papua 2021 nanti. Mereka kan sudah lama tidak tampil karena pandemi Covid 19. Jadi, mereka yang lolos di PON bisa melihat kelemahan dan kekurangan sebelum tampil di Papua nanti. Begitu juga atlet pelatnas yang akan turun di SEA Games Hanoi 2021,” jelasnya. “Penampilan atlet PON dan atlet pelatnas ini juga bisa dilihat atlet junior yang akan menggantikan posisinya di ajang event internasional,” tambah Ngatino. Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri l akan dibuka secara resmi oleh Menpora Zainudin Amali bersama Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto pada 22 Maret 2021. Lokasi pertandingan akan ditempatkan di 30 titik dimana untuk DKI Jakarta hanya 3 titik ditambah Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta yang menjadi tempat latihan pelatnas. Sementara jumlah pertandingan sebanyak 898 nomor terdiri dari 149 nomor senior dan 749 nomor junior. Sirkuit ini akan disiarkan secara live streaming @INAWUSHU Channel. Sumber: Liputan6.com