Cerita Vivian, Awal Dipandang Sebelah Mata, Kini Mendunia

Vivi Indrawaty atau yang biasa dipanggil Vivian ini memiliki cerita panjang dalam perjalanan kariernya hingga bisa menyandang predikat atlet putri Timnas Esport Indonesia. Dipandang sebelah mata oleh teman hingga orang tuanya mampu dijawab dengan prestasi membanggakan untuk Indonesia. Atlet yang bergabung dalam Mobile Legend: Bang Bang (MLBB) putri Indonesia ini awalnya dipandang sebelah mata ketika meniti karier menjadi gamers. Salah satu bentuk pandangan sebelah mata tersebut diantaranya datang dari teman-teman terdekat dan lingkungan sekitar bahkan dari orang tuanya yang mengkritik jika bermain game itu tak berguna dan hanya membuang-buang waktu. “Apaan sih main games, tidak jelas, buang-buang waktu, cewek pula?,” cerita Vivian yang menirukan teman-temanya saat itu. Begitu juga dengan pandangan orang tuanya yang menyayangkan kenapa anak kuliah main games terus di rumah. Meski diterpa banyak pandangan yang tak mendukung karier dan hobinya, Vivian terus jalani apa yang ia yakini. Kini dirinya mampu membuktikan apa yang telah ia jalani berbuah manis. Ia memberi motivasi untuk pemuda-pemudi Indonesia yang ingin menjadi pro player, atlet profesional player MLBB ladies untuk terus berlatih tekun tak mudah putus asa terus kerjar prestasi demi mengharumkan nama bangsa seperti dirinya. “Sekarang pemuda-pemudi Indonesia istilahnya sudah enak ya, sudah ada contoh dan bisa bilang ke orang tua. Karena dulu aku tidak ada, banyak memandang sebelah mata karena main game di handphone (HP) terus,” jelas peraih Final MVP Woman Star League Season 4 dan Final MVP WSL Season 8 ini. “Sekarang mamah sudah mulai bangga dengan apa yang sudah aku raih. Mamah juga bisa bilang ke orang-orang sekitarnya dengan senang dan bangga yang tadinya main games dipandang sebelah mata, kini bangga,” imbuh Vivian usai pelepasan Timnas Esport Indonesia ke International Esports Federation World Esports Championship (IESF WEC) 2024 di Media Center Kemenpora Senayan, Jakarta, Jumat (8/11) lalu. Konsisten, fokus, belajar tekun, tidak mudah putus asa dan disiplin, menurut peraih medali emas bersama timnas Mobile Legends di SEA Games 2023 lalu, menjadi hal yang penting meraih cita-cita di dunia Esport. “Tapi ya balik lagi karena dari awal aku suka, cinta dan hobi sama game ini merasa yakin dan konsisten itu yang penting. Satu tahun pertama 2017an berat ya, tapi tahun kedua aku mulai buktiin dan terus belajar, tekun, kembangkan terus pasti awal-awal banyak cibiran itu sudah pasti,” tegasnya. “Dulu aku juga pernah sampai main pakai akun orang terus dapat uang. Tapi, sekarang orang tua aku sudah mulai bangga dengan prestasi-prestasi aku. Ini semua juga takdir ya aku cuma ngejalani aja konsisten dan disiplin,” tandas peraih Juara 1 Unipin Ladies Series SEA Championship 2023. Vivian memulai karier esports bersama Bigetron, sejak 2018 dan telah meraih banyak prestasi baik di dalam negeri, dan juga di kancah internasional mewakili Indonesia. Mampu menjadi yang terbaik di ajang IESF WEC 2024 artinya menyandang status sebagai juara dunia, pastinya akan membanggakan bangsa dan negara. “Aku merasa senang dan bangga karena pelepasan atlet esport ke IESF tahun 2024 ini dilepas oleh orang-orang hebat. Terima kasih Pak Menpora. Ini adalah hal yang harus kita balikin dengan medali emas,” tekadnya. “Di IESF ini kejuaraan pertama aku persiapannya 99% siap. Maunya semua ditim selalu respect sama tim lawan. Mainnya kompak, fokus karena kesalahan sedikit menjadi cela melawan kita. Fokus kita adalah menang agar bisa ngibarin Merah-Putih di negara orang dan ingin tunjukin ke seluruh dunia kalau atlet MLBB Women terbaik lahirnya di Indonesia,” imbuhnya. “Pokoknya aku mau berlatih keras. Target kedepannya maunya juara 1 terus termasuk ke olimpic game dan semuanya,” pungkas lulusan D3 Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) jurusan Graphic Arts Engineering ini. Biodata Vivian Nama: Vivi Indrawaty Tanggal Lahir: Depok, 7 Januari 1999 Role(s): Roamer Tim: Team Vitality Prestasi Juara 1 Sea Games 32 Tahun 2023 1st Place WSL S4 2022 1st Place MLBB MWI 2022 1st Place UniPin Ladies Series 2022 1st Place MLBB UPoint Esports Invitational 2022 1st Place UniPin Ladies Championship 2021 1st Place Dignity of Srikandi Chapter III 2021 1st Place Woman Club Series 2021 1st Place WSL Ignition 2020 1st Place Dignity of Srikandi: Kartini Series 2021 1st Place UniPin Ladies Series 2021 1st Place WSL S3 2021 1st Place Nimo TV Queens Championship 2021 1st Place WISC 2021 1st Place UniPin Ladies Series SEA 2021 1st Place MLBB UPoint Invitational Esports 2021 1st Place BYGE MLBB Ladies Invitational 2021 1st Place Yamisok Female Cup 2020 1st Place Star 8 MLBB Ladies Tournament 2020 1st Place FSL ID 2020 1st Place WSL Ignition 2020 1st Place Good Dat Well Played MLBB Kickoff Tournament 2020 3rd Place of WSL Invitational 2020 2nd Place Female Gaming League Minor Series 2019

Profil Brian Ick, Pemain Terbaik Piala AFF Futsal

Timnas Futsal Indonesia berhasil meraih gelar juara Piala AFF Futsal 2024, setelah di final mengalahkan Vietnam. Gelar juara milik Indonesia makin lengkap dengan terpilihnya Wendy Brian Ick sebagai pemain terbaik turnamen futsal antar negara ASEAN ini. Indonesia menang 2-0 atas Vietnam pada laga yang digelar di Terminal 21, Thailand, Minggu (10/11/2024). Gol Indonesia di laga ini dibuat oleh Muhammad Syaifullah dan Rizky Xavier. Wendy Brian Ick total mencetak 3 gol dalam Piala AFF Futsal kali ini. Namun, kontribusinya secara keseluruhan di lapangan menjadikannya layak menyandang gelar Pemain Terbaik. Pencapaian ini mendapat apresiasi dari Ketum FFI, Michael Sianipar. Michael berharap Brian bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik di Timnas Futsal Indonesia. “Saya ingin mengucapkan selamat kepada Wendy Brian atas penghargaan Pemain Terbaik yang sangat layak ia terima. Kami berharap Indonesia bisa terus berkembang dan memberikan lebih banyak kebanggaan di kancah internasional,” ucap Michael dalam keterangan resminya, Senin (11/11/2024). Keberhasilan Brian dalam meraih gelar pemainterbaik Piala AFF Futsal 2024 ini menambah prestasi individu yang mengesankan. Wendy Brian Ick lahir di Jayapura, Papua, 14 Oktober 1999 yang saat ini berusia 25 tahun. Brian saat ini bermain untuk klub Liga Futsal Profesional, Black Steel FC. Ia juga pernah bermain di Thailand untuk Royal Thai, di mana ia menunjukkan performa yang mengesankan. Sosoknya dikenal dengan permainan yang agresif dan teknik yang baik, menjadikannya salah satu pemain kunci dalam tim nasional. Brian terbukti menjadi figur penting dalam kesuksesan Timnas Indonesia di Piala AFF Futsal 2024. Sumber: RRI

18 Atlet Indonesia Ikut Kejuaraan Asia Panjat Tebing Remaja 2024

Sebanyak 18 atlet muda RI bakal bertanding di Kejuaraan Asia Panjat Tebing Remaja 2024. Selain menambah jam terbang, ajang ini bertujuan menguji daya saing atlet di tingkat Asia. Kejuaraan dengan nama resmi IFSC Youth Asian Championships Jamshedpur 2024 akan dilaksanakan di India, mulai 14-18 November ini. Serta mempertandingkan semua disiplin cabang yaitu lead, boulder, dan speed. Sekretaris Umum FPTI Pristiawan Buntoro mengatakan Indonesia mengirimkan 18 atlet yang terdiri dari 11 atlet putra dan 7 putri. Mereka merupakan pemanjat terbaik dan telah menjalani berbagai tahapan seleksi yang diselenggarakan oleh FPTI. Senada, Ketua bidang Pembinaan dan Pengembangan Prestasi FPTI M. Rizali Umarella menyatakan bahwa partisipasi Indonesia dalam kompetisi ini bertujuan untuk menambah jam terbang dan pengalaman internasional bagi atlet-atlet muda, sekaligus menguji daya saing mereka di tingkat Asia. Selain itu, pengalaman bertanding di tingkat Asia ini juga penting dalam membangun mental kuat pada atlet. Apalagi, mereka juga diproyeksikan untuk persiapan mengikuti Olimpiade Los Angeles 2028. “Kami memiliki target untuk mempertahankan bahkan meningkatkan perolehan medali di Olimpiade Los Angeles 2028. Oleh karena itu, kami terus mempersiapkan para atlet muda agar memiliki mental yang matang serta daya juang yang tinggi di kejuaraan internasional,” kata Rizali, yang juga manajer tim Indonesia. Daftar Atlet Indonesia di Kejuaraan Asia Remaja 2024: Putra Putra Tri Ramadani (Lead & Boulder) Ramaski Aswin Kristanto (Speed) Anstasyafi Robby Al Hilmi (Speed) Muhammad Fauzan Akbar (Speed) Rizky Aditya (Lead & Boulder) Aditya Maulana Ibrahim (Speed) Abdillah Nabihan Tajusa (Speed) Ardana Cikal Damarwulan (Lead & Boulder) Laksamana Krido Swarnabumi (Lead & Boulder) Haddan Malik Baqmuhyibar (Lead & Boulder) Aeifhel Tri Andika (Speed) Putri Cinta Dwi Maharani (Speed) Aninda Qalbi Arsyillah (Speed) Taqiyya Nur Aziza (Lead & Boulder) Noor Arsyada (Speed) Tsaniya Ema Kusumawati (Speed) Alma Ariella Tsany (Lead & Boulder) Fransiska Alexandria Dwi Rahayu (Lead & Boulder) Sumber: Detiksport

BNI Sirnas Premier DKI Jakarta 2024: Ribuan Pebulutangkis Ramaikan Seri Pamungkas

Ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) telah sampai di seri pamungkas. Bertajuk BNI Sirnas Premier DKI Jakarta 2024, turnamen ini berlangsung mulai hari ini, Senin (11/11) hingga Sabtu (16/11) mendatang di Gelanggang Remajan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Total, ada 1413 atlet dari berbagai klub bulu tangkis se-Indonesia bersaing menjadi yang terbaik dari setiap nomor yang dipertandingkan. Salah satunya dari klub PB Djarum. Sebanyak 124 atlet PB Djarum akan melakoni pesaingan di ajang BNI Sirkuit Nasional (Sirnas) DKI Jakarta 2024. Diakui manjer tim PB Djarum, Fung Permadi bahwa para atlet yang dikirimkan tentu dalam keadaan yang siap untuk bertanding. Ketika ditanya soal target, lagi-lagi Fung menjawab berharap bisa menjadi klub dengan peraih gelar terbanyak. “Tentu atlet-atlet yang kami kirimkan semua dalam kondisi siap untuk bertanding. Kalau soal target, pastinya berharap atlet-atlet kita bisa mendominasi gelar di sini,” tutur Fung. BNI Sirnas Premier DKI Jakarta 2024 menjadi satu-satunya turnamen berlabel ‘premier’ pada ajang sirkuit nasional sekaligus menjadi yang paling bergengsi. Selama tahun 2024, BNI Sirnas telah menyambangi 7 kota di Indonesia untuk mencari bibit-bibit pebulutangkis muda potensial. Ajang ini sekaligus dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembinaan dan pematangan pemain-pemain muda potensial. Para pebulutangkis muda yang menjuarai berbagai Sirnas akan memiliki poin ranking nasional yang lebih tinggi. Mereka yang kerap tampil sebagai juara dan punya rangking nasional terbaik, serta didukung talenta menjanjikan, bakal diprioritaskan untuk mengikuti seleksi masuk bergabung dengan Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur.

Putri Ukir Sejarah di Korea Masters, Indonesia Boyong Dua Medali

Untuk pertama kalinya sejak Korea Masters digelar tahun 2007, akhirnya Patriot Olahraga Prestasi Indonesia menjadi juara untuk pertama kalinya. Gelar juara diraih pada nomor tunggal putri oleh Putri Kusuma Wardani. Prestasi membanggakan yang mengukir sejarah Indonesia tersebut diraih usai Putri KW menang dari atlet Cina Han Qian Xi dengan skor meyakinkan 21-14, 21-14 di Iksan Gymnasium. Akhirnya bertepatan dengan Hari Pahlawan, Putri KW mempersembahkan prestasi membanggakan tanggal 10 November 2024. Ini merupakan pertama kali Putri KW meraih juara di tingkat internasional usai terakhir kali pada Orleans Masters 2022. Pada tahun ini, Putri KW dua kali sampai ke laga final, sayangnya ia harus puas menjadi runner up pada Taipei Open dan Hong Kong Open. Medali lain dipersembahkan oleh kontingen Indonesia dari nomor ganda campuran. Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja yang bertanding sebelumnya, mampu mempersembahkan medali perak usai kalah dari wakil Cina Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dengan skor 21-10, 21-12 dalam waktu 31 menit. Atas prestasi tersebut, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengucapkan selamat dan terima kasih. “Selamat, dan terima kasih atas kerja keras Putri Kusuma Wardani yang sukses mempersembahkan juara Korea Masters 2024, sebagai atlet Indonesia pertama yang meraih juara pada ajang tersebut setelah beberapa tahun. Saya juga mengucapkan selamat kepada pasangan Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja yang berhasil meraih medali perak. Ini persembahan hebat para Patriot Olahraga di Hari Pahlawan,” katanya. Ketum KONI Pusat mengapresiasi Putri KW yang pantang menyerah dalam meraih gelar juara. Ia berharap, sosoknya dapat menginspirasi banyak atlet di Tanah Air. “Selaku Ketum KONI Pusat, saya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh atlet yang berlaga, para pelatih ofisial dan juga PBSI yang telah melakukan pembinaan atlet dengan baik. Semoga prestasi ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan pada kompetisi selanjutnya,” sambungnya. Sumber: RRI

Timnas Futsal Indonesia Juara ASEAN Futsal Championship 2024

Timnas Futsal Indonesia berhasil mencatatkan sejarah baru dengan meraih gelar juara ASEAN Futsal Championship 2024. Timnas Futsal Indonesia mematenkan gelar dengan menaklukan Vietnam dua gol tanpa balas di Nakhon Ratchasima, Thailand, Minggu (10/11/2024). Tensi tinggi terjadi dengan aksi saling serang sejak menit awal. Kesulitan merangsek pertahanan Vietnam, Timnas Futsal Indonesia akhirnya mencetak gol pertama dari M Syaifullah di menit 8. Skor 1-0 pun bertahan sampai turun minum. Babak kedua, Timnas Futsal Indonesia kembali mendominasi serangan dengan tak membiarkan Vietnam lolos ke pertahanan. Lima menit terakhir, Vietnam sudah frustasi dengan menggunakan skema power play alias menurunkan ‘kiper’ ke tengah lapangan. Sayangnya cara tersebut tak bisa dimanfaatkan untuk menjebol gawang Timnas Futsal Indonesia. Malah gol kedua Timnas Indonesia terjadi ketika tendangan jarak jauh Rizki Xavier yang tak bisa dikejar oleh kiper terbang Vietnam. Bahkan Ahmad Habibie sempat hampir mencetak gol dari tendangan jarak jauhnya. Skor 2-0 menutup babak kedua ini membuat Timnas Futsal Indonesia memastikan diri sebagai juara turnamen yang sebelumnya bernama Piala AFF Futsal ini. Timnas Indonesia mencetak sejarah baru dengan menghentikan Thailand meraih gelar kesepuluh beruntun setelah mengalahkan di babak semifinal dengan skor telak 5-1. Ini kedua kali kedua Timnas Indonesia menjadi juara di ajang ini. Sebelumnya, Indonesia pernah jadi juara di edisi 2010 setelah mengalahkan Malaysia 5-0. Indonesia juga menjadi satu-satunya negara yang berhasil menjadi juara selain Thailand yang mendominasi dengan raihan 16 gelarnya. Sumber: TV One

Tak Pernah Kalah Sejak 2016, BOSA Raih Gelar Kesepuluh DBL Yogyakarta!

Gelar kesepuluh SMA BOPKRI 1 Yogyakarta. Kepastian ini didapat setelah kesatria BOSA -sebutan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta- menang atas Olifant -sebutan SMA Olifant Yogyakarta- partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2024 DI Yogyakarta dengan skor akhir 62-37. Mentalita BOSA dalam menjaga teritori takhta mereka sungguh luar biasa. Rekam jejak Olifant yang melantai pertama kali musim ini tak membuat BOSA tersipu. Keberhasilan BOSA dalam membendung laju sang debutan dimulai sejak kuarter awal. Skuad asuhan Adjie Putra berhasil memaksa pemain andalan Olifant, Yowel Son, melakukan dua pelanggaran pada kuarter pertama. Pelanggaran tersebut membuat Yowel harus lebih lama duduk di bangku cadangan ketimbang melantai. Nah, di sana BOSA mulai menjauh dari kejaran Olifant. Buktinya keunggulan 11 poin menutup paruh pertama. Bukan hanya itu saja. BOSA juga berhasil membuat penggawa Olifant tak berkutik selama dua kuarter (kuarter kedua dan ketiga). Total Olifant hanya mencetak 14 poin saja dari dua kuarter tersebut. Sedangkan Demetrius Deric dan kawan-kawan berhasil mencetak 27 poin. Datang ke partai final dengan status debutan ternyata membuat Olifant tak nyaman dalam mengembangkan permainannya. Terlalu banyak ekspektasi yang ada di pundak penggawa Olifant membuat mereka tergesa-gesa untuk menyerang. “Kuncinya ada pada kemauan anak-anak. Dari awal mereka tahu kalau masuk di tim BOSA itu apa. Dari awal semuanya sudah sepakat kalau mau juara lagi,” ungkap Ichsan Gigih, asisten pelatih BOSA. Terbukti ada 41 turnover yang diciptakan penggawa Olifant. Meski begitu bisa melangkah hingga babak final dengan status debutan bukan hal mudah. Terdapat tiga pemain BOSA yang mencetak dua digit poin. Ishak Benniray dan Lingga Wisnujati memimpin daftar dengan perolehan masing-masing 11 poin. Di belakangnya ada nama Joshua Allan dengan tambahan 10 poin. “Sebenarnya musim ini begitu spesial. Semuanya kita dapat. Dari babak playoffs lawannya juga gak mudah. Masuk ke Fantastic Four juga. Terus di final ketemunya sama Olifant. Jadinya kita sudah terbiasa menghadapi gim-gim ketat,” terangnya. Pada skuad Olifant, hanya Yowel Son yang menjadi tumpuan dengan raihan 10 poin. Kemenangan ini membuat kesucian BOSA yang tak pernah kalah sejak musim 2016! Plus membawa pulang gelar kesepuluh. Selamat BOSA! Luar biasa. Sumber: DBL

Ukir Sejarah! Putri Olifant Tiga Kali Jadi Ratu DBL Yogyakarta

Ratu DBL Yogyakarta masih milik SMA Olifant Yogyakarta. Kepastian ini didapat setelah pada partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2024 DI Yogyakarta putri Olifant berhasil menang atas Stece -sebutan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta- dengan skor akhir 84-25 Ketangguhan sang juara bertahan sudah terlihat sejak kuarter awal. Evangeline Yvonne dan kolega langsung melesat meninggalkan perolehan angka Stece. Keberhasilan mereka selalu mencetak dua digit poin selama empat kuarter menjadi bukti keganasan Olifant. Bahkan meski sudah unggul dengan selisih 16 poin di paruh pertama, Olifant tak mengendorkan serangan di babak kedua. Buktinya mereka justru terus melesat dan menyerang! Bertemu dengan Stece di partai final merupakan hal baru bagi Olifant. Terakhir kali mereka bertemu pada musim 2022 pada babak Fantastic Four. Saat itu pula Olifant berhasil menyingkirkan pemilik delapan gelar juara DBL Jogja. “Sejujurnya aku sendiri gak pernah ketemu Stece di final. Ini baru pertama kali. Sempat deg-degan juga soalnya kan Stece banyak freshman,” ungkap Josephine Felicia, salah satu penggawa Ilifant. Pada partai final pasukan Olifant menggempur bertubi-tubi pertahanan Stece. Mulai dari tusukan hingga tembakan tiga angka. Buktinya ada 86 percobaan menembak yang diciptakan putri Olifant. Hal ini berbanding terbalik dengan srikandi Stece yang sedikit sulit dalam menembus pertahanan Olifant (hanya 53 kali kesempatan menembak). Sejatinya srikandi Stece punya cara untuk memangkas jarak poin yang terlampau jauh. Cara tersebut adalah memaksimalkan tembakan gratis yang mereka dapat. Sayangnya kesempatan emas untuk memangkas margin tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik. Michelle Emanuela dan kawan-kawan hanya memasukkan 8 poin dari 29 percobaan tembakan gratis. Pada skuad Olifant nama Quinsah Ferlin menjadi tumpuan dalam mendulang angka. Total ada 19 poin dan 6 asis. Di belakangnya ada Evangeline Yvonne dengan tambahan 18 poin dan 8 steal. Lalu ada Agustina Refita dengan tambahan 14 poin dan 2 rebound. Sang kapten, Dinda Nugraheni memberi rasa aman di skuad Olifant kala melakukan defense. Terbukti ada 19 rebound yang ia koleksi pada partai final. “Pastinya senang karena kita bisa mempertahankan gelar tiga kali berturut-turut. Atmosfer di final memang beda banget. Suporternya Stece yang berisik itu bikin kita sempat nervous. Untungnya kita cepat buat nemu temponya,” sambung cewek yang masih duduk di bangku kelas 11 SMA. Di skuad Stece hanya ada nama Halmaherani Blandina yang mengoleksi dua digit poin dengan torehan 12 poin dan 9 rebound. Kemenangan ini semakin spesial bagi putri Olifant. Mereka berhasil mengukir sejarah baru untuk sekolah. Mempersembahkan gelar ketiga secara beruntun. Selamat, Olifant! Sumber: DBL

Atlet Muda Indonesia Sabet Medali Emas di Kejuaraan Ice Skating Filipina

Berita baik datang dari dunia ice skating! Indonesia kembali mengukir sejarah membanggakan melalui torehan prestasi seorang atlet cilik berbakat. Medina Khaira Fastabiqa, putri penulis ternama Ippho Santosa, berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih medali emas di ajang bergengsi Philippines National Figure Skating Championship 2024 pada Kamis (7/11/2024). Menjadi peserta termuda dan berhijab, Medina menduduki peringkat pertama, di antara 21 peserta dari beberapa negara seperti Singapura dan Filipina. Dengan bakat luar biasa, gadis yang belum genap berusia 9 tahun ini memukau penonton saat tampil di atas es. Mengenakan hijab dengan anggun, Medina menunjukkan pembawaan yang ceria namun tetap profesional, yang membuatnya tampil dengan kelenturan dan teknik yang sempurna dalam setiap gerakan. Kemampuannya meluncur di atas es mencerminkan dedikasi dan kerja keras yang telah ia curahkan dalam latihan, menjadikannya teladan bagi generasi muda Indonesia. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika penampilannya yang energik dan penuh semangat mampu memikat hati para juri dan penonton yang hadir. Lantas, apa yang membuat Medina berbeda dari peserta lainnya, sehingga mampu meraih medali emas? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini. Kesuksesan Medina Khaira Fastabiqa di arena ice skating internasional bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari dedikasi dan persiapan yang matang. Astrid Suhaimi, ibunda sekaligus mentor utama Medina, mengungkapkan strategi yang diterapkan dalam mempersiapkan putrinya menghadapi kompetisi bergengsi di Filipina. “Dengan pengelolaan waktu yang teliti, Medina menjalani program latihan intensif yang mencakup 3,5 jam sesi di atas es (on ice) dan 2 jam latihan di luar es (off ice) setiap minggunya, sambil tetap menjaga keseimbangan antara pendidikan dan waktu istirahat. Ia juga mengkonsumsi suplemen pendukung kesehatan seperti British Propolis,” kata Astrid. Di samping itu, sang bunda menceritakan kekhasan yang mencolok, partisipasi Medina di arena ice skating internasional memberikan warna tersendiri. Menjadi peserta cilik berhijab satu-satunya dalam ajang tersebut, aksinya disambut hangat dan memperoleh tanggapan positif dari juri beserta peserta lainnya. “Keunikan Medina dengan hijabnya justru menjadi inspirasi tersendiri. Responnya sangat menggembirakan, membuktikan bahwa dunia olahraga ice skating sangat terbuka terhadap keberagaman,” tutur Astrid dengan bangga. Atlet muda yang mengenakan hijab sebagai bagian dari identitas muslimahnya ini juga berhasil mengalahkan 21 pesaing tangguh dari berbagai negara, termasuk atlet berpengalaman dari Singapura dan tuan rumah Filipina, dalam ajang Philippines National Figure Skating Championship tahun ini. “Alhamdulillah, Medina berhasil meraih medali emas dalam kompetisi ini. Yang membanggakan, ini merupakan pencapaian di level yang lebih tinggi dibandingkan kompetisi sebelumnya,” ungkap ibunda Medina, Astrid Suhaimi. Perjalanan membanggakan Medina Khaira Fastabiqa di kancah ice skating internasional terus berlanjut dengan torehan prestasi yang menakjubkan. Kiprah gadis cilik berbakat ini telah dimulai sejak beberapa waktu lalu, terbukti dengan keberhasilannya meraih medali perak dalam kompetisi bergengsi Thailand Open Figure Skating Trophy di Bangkok pada Mei 2024. Namun, saat ini panggung Filipina menjadi saksi bisu atas kemampuan dan bakat luar biasa yang dimiliki Medina. Pencapaian ini tidak hanya membuktikan bahwa talenta tidak mengenal batas, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda Muslim di seluruh dunia untuk berani mengejar impian mereka. “Kami sangat bersyukur karena penilaian yang diberikan benar-benar didasarkan pada kemampuan dan teknik yang ditampilkan Medina. Para juri dan penonton memberikan penghargaan tinggi atas keunikan dan profesionalisme yang ia tunjukkan,” ungkap sang ibunda. Sumber: Kapan Lagi

530 pecatur junior bersaing di Kejurnas Catur Junior VI 2024

Sebanyak 530 pecatur junior dari seluruh provinsi di Indonesia bersaing di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur Junior VI 2024 yang berlangsung di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV), Depok mulai 8 hingga 11 November. Kejurnas yang memasuki edisi keenam ini mempertandingkan tujuh kategori kelompok umur yakni KU-7, KU-9, KU-11, KU-13, KU-15, KU-17 dan KU-19. “Kejuaraan Nasional Catur Junior ini adalah wadah penting untuk melahirkan talenta-talenta muda yang siap bersaing tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional,” kata Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat dalam pidato upacara pembukaan kejuaraan, Jumat malam WIB. “Ini adalah bukti nyata komitmen Percasi dalam membangun generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berprestasi… Sekali lagi kepada para pesta kerja, selamat bertanding, terus asah prestasi, menunjukkan semangat sportivitas dan integritas yang tinggi, kalah atau menang bukanlah akhir tetapi bagian dari proses untuk terus belajar berprestasi,” kata Taufik yang juga merupakan legenda bulu tangkis Indonesia tersebut. Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto menjelaskan bahwa Kejurnas Catur Junior biasanya dilangsungkan serentak dengan Kejurnas Catur Senior, namun karena ada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 gelaran kejurnas akhirnya dilangsungkan secara terpisah. Utut Adianto juga mengatakan sebenarnya Kejurnas Catur Junior direncanakan di kota Manado, Sulawesi Utara, namun disebabkan karena beberapa faktor akhirnya gelaran turnamen dipindahkan ke Depok. “Harusnya pada Juli itu sudah dijadwalkan dilangsungkan teman-teman di Manado, tetapi karena satu dan lain hal, teman-teman di Manado belum berhasil melaksanakan. PB Percasi mengambil sikap sebagai leader of the last resort, kalau Bank namanya Federal Resort (menyelenggarakan disini),” kata Utut Adianto. Nantinya para peraih gelar juara di turnamen kali ini akan dikirimkan menuju turnamen catur tingkat ASEAN untuk menambah jam terbang. “Jadi juara Kejurnas kali ini, juara kelompok, juara satunya kita kirim ke ASEAN atas biaya PB Percasi. PB Percasi duitnya dari mana, yaudahlah nanti Insyaallah Tuhan membantu,” ujar Utut Adianto. Sumber: ANTARA

Kevin Diks, Estella Loupatty dan Noa Leatomu Resmi jadi WNI

Kementerian Hukum RI melakukan sumpah kewarganegaraan terhadap pemain sepak bola putra Kevin Diks beserta dua putri Estella Raquel Loupattij dan Noa Johanna Christina Cornelia Leatomu menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) di Kedutaan Besar RI di Copenhagen, Denmark, Jumat. Dalam siaran pers Kementerian Hukum RI yang diterima pewarta di Jakarta, Jumat malam, menjelaskan bahwa Kevin, Estela, dan Noa merupakan pemain sepak bola kelahiran Belanda yang memiliki garis keturunan Indonesia. Pengambilan sumpah kewarganegaraan ketiga pemain dilakukan setelah melalui proses panjang, di antaranya mendapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden RI. Dijelaskan, dengan telah resminya pengambilan sumpah ketiga pemain tersebut, maka mereka siap memperkuat timnas Indonesia di berbagai ajang kejuaraan. Pengambilan sumpah kewarganegaraan dilakukan Kementerian Hukum RI yang diwakili oleh Direktur Jenderal Andministrasi Hukum Umum Cahyo M. Muzhar dan disaksikan oleh Staf Khusus Menteri Akhmad Ali Fahmi, Sesditjen Administrasi Hukum Umum Mohamad Aliamsyah, Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, dan Chief of President office PSSI Nirmala Dewi. Turut hadir menyaksikan sumpah kewarganegaraan yaitu Duta Besar Republik Indonesia untuk Denmark Dewi Savitri Wahab beserta jajarannya. Ketua PSSI, Erick Thohir menyambut gembira dengan pengambilan sumpah kewarganegaraan, termasuk Kevin Diks. Erick Thohir memberikan apresiasi proses naturalisasi pemain FC Copenhagen itu yang cepat karena dukungan Presiden Prabowo Subianto, Komisi X dan XIII DPR, Dirjen AHU dan Dirjen Imigrasi, serta Dukcapil DKI Jakarta. “Alhamdulillah hari ini Kevin Diks sudah mengambil sumpah sebagai Warga Negara Indonesia untuk memperkuat Timnas Indonesia,” kata Erick Thohir. “Terima kasih Bapak Presiden Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, Ketua DPR RI, Pimpinan dan Anggota DPR, juga Bapak Menteri, atas dukungannya dan memungkinkan percepatan sumpah Kevin untuk Timnas Indonesia,” ujarnya. Lebih lanjut, Erick Thohir menjelaskan bahwa Kevin Diks telah melakukan proses pembuatan KTP dan paspor. Selanjutnya, Kevin akan melakukan proses perpindahan federasi untuk membela timnas Indoensia. Kehadiran Kevin Diks akan menambah kekuatan bek timnas Indonesia. Apalagi timnas Indonesia akan melawan Jepang dan Arab Saudi di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 15 dan 19 November 2024. “Kedatangan Kevin Diks yang kita ketahui sangat tangguh di lini belakang FC Copenhagen, termasuk saat mampu bertarung dengan tim-tim kuat Eropa di Europa Conference League, sangat kita butuhkan. Tak hanya di dua laga tandang kita besok, tapi di laga-laga lain,” kata Erick Thohir. Kita tunggu saja, apakah proses perpindahan federasi bisa selesai sebelum melawan Jepang dan Arab Saudi. Timnas Indonesia akan melakoni dua laga penting dalam perjuangan untuk lolos ke Piala Dunia 2026 yaitu melawan Timnas Jepang pada Jumat, 15 November 2025 Selanjutnya, tim asuhan pelatih Shin Tae-yong juga kembali berperan sebagai tuan rumah untuk menjamu Timnas Arab Saudi pada Selasa, 19 November 2024. Timnas Indonesia saat ini berada di posisi kelima klasemen sementara Grup C dengan membukukan tiga poin menahan imbang Arab Saudi 1-1, Australia 0-0, Bahrain 2-2, dan takluk dari China 1-2. Sumber: West Java Today

Ikut Latihan, Keysha Calon Pemain Diaspora Baru Berikutnya?

Di sela-sela TC Timnas Wanita Indonesia di Belanda beberapa pekan lalu, tampak satu pemain baru yang ikut latihan bersama skuad Satoru Mochizuki. Dia adalah Keysha Bulgamin, putri dari Galih Bulgamin dan Marissa Bulgamin, diaspora Indonesia yang tinggal di Amsterdam, Belanda. Keysha saat ini berusia 14 tahun dan aktif bermain sepak bola di tim laki-laki Dream Team Academy U-14. Timnas Wanita Indonesia sendiri tengah memperkuat kedalaman skuadnya. Terbaru, PSSI bakal menaturalisasi dua pemain yakni Estella Loupattij, dan Noa Leatomu. Keduanya telah mendapat lampu hijau dari Komisi XIII DPR RI dan Komisi X DPR RI. Setelah ini, proses naturalisasi berlanjut ke rapat paripurna DPR, dan berlanjut ke Keputusan Presiden (Keppres). Dari situ, tahap terakhirnya adalah diambil sumpah kewarganegaraan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Seusai menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), baru tiga pemain tersebut melakukan perpindahan federasi. Estella Loupattij sendiri bermain di FC Amsterdamsche, Belanda serta kelahiran 14 November 2003 dan Noa Leatomu bermain di Alemania Aachen, Jerman dan kelahiran 7 November 2003. Disisi lain, Timnas Wanita Indonesia sedang melakukan persiapan guna menghadapi Piala AFF Putri yang akan digelar pada 23 November mendatang.

Indonesia Boyong 24 Medali di Ajang 1st China-ASEAN Wushu Championship 2024

Tim Wushu Indonesia membuat kejutan dengan merebut 24 medali di ajang 1st China ASEAN Wushu Championship 2024, di Nantong, Jiangsu, China, 3-6 November 2024. Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) mengapresiasi hasil yang mampu diraih Timnas Wushu Indonesia. Terlebih ajang ini hanya untuk menambah jam terbang bagi Agni Agustine Dimonim dan kolega dengan tidak menargetkan apa-apa. Namun, Timnas Wushu Indonesia mampu menghadirkan prestasi terbaik dengan membawa pulang total 24 medali dengan rincian sebelas emas, tujuh perak, dan enam perunggu. “Ini merupakan kebanggaan karena mereka tampil tanpa target dan hanya menambah jam terbang,” kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Taoulu PB WI, Herman Wijaya, saat dihubungi pewarta, Rabu (6/11). Herman mengatakan kesuksesan ini juga tak lepas dari komitmen Ketua Umum mereka, Airlangga Hartarto, dalam menjalankan program pembinaan pelatnas yang berjenjang dan berkesinambungan. “Juga tidak lupa peran Pengprov WI serta dukungan dari pemerintah lewat Kemenpora,” kata Herman. Pada event yang melibatkan negara-negara di Asia Tenggara dan China ini, dua atlet wushu putri penghuni Pelatnas, Terrenca Tjahyadi dan Agni Agustine Dimonim, mampu menyumbangkan masing-masing dua medali emas. Sementara atlet penghuni Pelatnas lainnya seperti Ahmad Ghifari Fuaiz, Rainer Reinaldy Ferdiansyah, dan Patricia Geraldine juga mampu menyumbang masing-masing satu medali emas. Selain atlet pelatnas, medali emas juga diraih atlet daerah seperti, Arya Gita Sentosa (DKI Jakarta), Abigail Fang (Sumut), Josh Tiasto Tanto (DKI Jakarta), dan Zefanya Adelia Sidharta (DIY). Sementara itu, medali perak juga disumbangkan oleh Alexandra Calista Setiawan, Ahmad Ghozali Fuaiz, Andrea Simon, Abigail Fang, Andrea Simon, Theodora Rosa Santoso, dan Kenneth Christovani Wijaya. Untuk enam medali perunggu lainnya masing-masing disumbangkan oleh Ahmad Ghifari Fuaiz, Patricia Geraldine, Jennifer Tjahyadi, Ahmad Ghozali Fuaiz, Zefanya Adelia Sidharta, dan Theodora Rosa Santoso. Timnas Wushu Indonesia sendiri berkekuatan 17 atlet dengan didampingi tiga pelatih di antaranya Ahmad Hulaefi, Probo Muljono, dan Fuliana. Sumber: Akurat.co

Pelajar RI Borong 15 Medali di Ajang Karate Internasional Belanda, Ini Daftar Juaranya

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra-putri terbaik bangsa Indonesia di kejuaraan internasional. Bagaimana tidak, sebanyak 15 medali berhasil diborong dan diboyong ke Tanah Air dari ajang karate Dutch Open for Youth Championship yang diselenggarakan di Almere, Belanda pada 31 Oktober-5 November 2024. Raihan ini menjadikan Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam ajang rutin tahunan yang diadakan Karate-do-Bond Nederland. Kelima belas medali ini terdiri dari delapan medali emas, dua medali perak, dan lima medali perunggu. Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, memberikan apresiasi terhadap perjuangan karateka muda Indonesia. Hal ini menjadi bukti bila Nusantara mampu bersaing di segala bidang pada event internasional. “Selamat kepada para siswa dan tim pelatih, dan semua pihak yang telah mendukung para siswa hingga meraih prestasi ini. Adik-adik telah membuktikan mampu bersaing di level internasional,” kata Maria dikutip dari laman resmi Puspresnas, Kamis (7/11/2024). Para siswa yang bertarung dalam salah satu kejuaran karate internasional terbesar di dunia itu merupakan para juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabor karate tahun 2024. Setiap jenjang pendidikan baik SD, SMP, dan SMA turut menyumbang wakilnya. Sebelum berangkat, karateka sudah mendapat pembinaan yang difasilitasi oleh Puspresnas. Pembinaan ini bekerja sama dengan Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI). Adapun daftar peraih medali dalam ajang tersebut yakni: Medali Emas Rifqi Syahputra (Kelas Kumite dan Kata) dari SD Negeri 1 Ampenan Jose Alvin Sebastian (Kelas Kumite) dari SD Negeri 4 Purwodadi Adelio Zahran Puasa (Kelas Kata) dari SMP Negeri 4 Jayapura Aghniya Faza Nurwidhi (Kelas Kata) dari SMP Negeri 81 Jakarta Jafran Mujaffar (Kelas Kata) dari SMPN 1 Banjaran Fahrel Apriansyah Amartha (Kelas Kumite) dari SMA Negeri 1 Bandar Lampung Ida Ayu Kirana Maheswari (Kelas Kumite) dari SMAN 1 Sukawati Medali Perak Rameyza Qanita (Kelas Kumite) dari SD Negeri 2 Rajabasa Adelio Zahran Puasa (Kelas Kata) dari SMP Negeri 4 Jayapura. Medali Perunggu I Gede Arya Wiguna (Kelas Kumite) dari SD Negeri 2 Pesinggahan Eloven Kristian Langit Potoroli (Kelas Kumite) dari SMP Negeri 1 Tabukan Tengah Ida Ayu Kirana Maheswari (Kelas Kata) dari SMAN 1 Sukawati Daffa Raditya Widiarta (Kelas Kata) dari SMA Negeri 5 Mataram Adinda Carissa Rahma Budhi (Kumite) dari SMA Negeri 8 Bekasi Sumber: Detikcom

Drawing Piala Asia U20 2025: Indonesia Tantang Juara Bertahan Uzbekistan

Berdasarkan hasil drawing Piala Asia U20 2025 yang berlangsung di Shenzhen, Tiongkok, pada Kamis, 7 November 2024, Tim Nasional Indonesia U20 dipastikan tergabung dalam Grup C bersama Yaman, Iran, dan juara bertahan, Uzbekistan. Dalam undian ini, Garuda Nusantara ditempatkan di pot 3 bersama Arab Saudi, Suriah, dan Kirgistan. Sebanyak 16 tim berhasil lolos ke putaran final Piala Asia U20 2025 di Tiongkok setelah menyelesaikan babak kualifikasi pada akhir September 2024. Menurut jadwal, turnamen ini akan berlangsung pada 6-23 Februari 2025. Lolosnya Timnas Indonesia U20 ke Piala Asia U20 2025 membuka kesempatan bagi Indonesia untuk tampil di Piala Dunia U20 2025 di Chili, yang tentunya menjadi motivasi besar bagi Jens Raven dan rekan-rekannya. Saat ini, Timnas Indonesia U20 tengah berada di Jepang untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) sejak 5 November 2024, sebagai persiapan menghadapi turnamen di Tiongkok. TC ini akan berlangsung hingga 23 November 2024. Pelatih Indra Sjafri membawa 30 pemain yang dijadwalkan akan melakoni serangkaian laga uji coba, baik melawan klub-klub J-League 2 maupun menghadapi tim-tim universitas terkemuka di Jepang. Pelatih Indra Sjafri menegaskan pentingnya persiapan matang menyusul hasil drawing ini. “Kita akan membuat roadmap menuju Piala Asia U20 2025, tentu sudah bisa secara spesifik karena lawan-lawan yang dihadapi sudah jelas. Tiga kali kita akan bertanding di Grup C, dan jika lolos, kita akan bertanding di semifinal, yang sekaligus membuka jalan menuju Piala Dunia U20 2025. Ini yang akan kita upayakan bersama pemain dan staf ofisial. Kami mulai menyusun program dengan baik, dan semoga apa yang kita targetkan bisa tercapai,” ujar Indra Sjafri, Kamis 7 November 2024. Dengan roadmap yang jelas dan persiapan yang matang, Timnas Indonesia U20 berharap mampu meraih hasil terbaik di Piala Asia U20 2025 dan melangkah ke ajang Piala Dunia U20 2025.

Gebyar Olahraga Pendidikan 2024 Jadi Ajang Pembibitan Atlet Muda DIY

Gebyar Olahraga Pendidikan 2024 ajang kompetisi olahraga pelajar SMP se-DIY dibuka Selasa (5/11/2024). Event yang digagas oleh Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) DIY ini berlangsung selama tiga hari, hingga 7 November mendatang di GOR Amongraga. Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono, mengatakan bahwa Gebyar Olahraga Pendidikan bukan sekadar ajang kompetisi biasa. Lebih dari itu, event ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengasah bakat, menjunjung tinggi nilai sportivitas, dan mempersiapkan diri sebagai generasi penerus bangsa. “Olahraga adalah bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda,” kata Beny. Ketua Bapopsi DIY, Priya Santosa menyampaikan, kegiatan Gebyar Olahraga Pendidikan 2024 ini merupakan kolaborasi dari tiga sub kegiatan, yaitu kompetisi olahraga pendidikan jenjang Sekolah Dasar atau usia dini, festival olahraga pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA, dan kompetisi antar KKO SMP se-DIY. Kompetisi olahraga ini bertujuan mendorong partisipasi aktif pelajar DIY dalam berbagai cabang olahraga, terutama dalam rangka pembibitan atlet usia dini. “Selain itu juga bertujuan untuk mengembangkan karakter positif pada pelajar DIY, memberikan wadah kompetisi bagi sekolah penyelenggara Kelas Khusus Olahraga SMP di DIY juga mempererat tari persaudaraan antara pelajar DIY,” ucap Priya. Disebutkan Priya, lokasi pertandingan bertempat di berbagai venue menyesuaikan dengan cabang olahraga yang dipertandingkan. Beberapa cabang olahraga yang dikompetisikan diantaranya seperti SKJ pelajar, atletik, bola voli mini, pencak silat, tarung derajat, panjat tebing, bulutangkis, bola basket, renang, sepak bola, dan taekwondo. Kontingen yang bertanding dalam Gebyar Olahraga Pendidikan 2024: SMP Negeri 1 Rongkop SMP Negeri 1 Saptosari SMP Negeri 1 Playen SMP Negeri 13 Yogyakarta SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta SMP Negeri 1 Kalasan SMP Negeri 3 Sleman SMP Negeri 2 Tempel SMP Negeri 1 Ngawen Kontingen pelajar mewakili Kabupaten Bantul Kontingen Kabupaten Sleman Kontingen Kabupaten Gunungkidul Kontingen Kabupaten Kulon Progo Kontingen Kota Yogyakarta. SMP Negeri 3 Imogiri, SMP Negeri 2 Kretek SMP Negeri 3 Pleret SMP Negeri 2 Sewon SMP Negeri 1 Kretek SMP Negeri 1 Nanggulan SMP Negeri 1 Panjatan SMP Negeri 2 Galur SMP Negeri 3 Samigaluh. Sumber: Harian Jogja

Kisah Atlet MMA Muda Asal Sorong: Tuntaskan Dendam Ayah yang Tak Dihargai Jadi Atlet

Jerico Moi adalah salah satu atlet junior MMA Indonesia dalam pemusatan latihan PB Pertacami. Ia tengah mempersiapkan diri untuk mewakili Indonesia di GAMMA World MMA Championships 2024. Jalan Jerico sampai di tahap ini begitu terjal, karena ia sulit mendapatkan restu ayahnya. Jerico menunjukkan ketertarikannya dengan bela diri sejak lama. Pada usia 13, Jerico sudah mengenal karate, kickboxing, hingga muaythai. Namun, mimpinya di dunia bela diri tak mendapatkan restu dari ayah. Sekitar dua tahun Jerico memohon lampu hijau dari ayahnya. Belakangan Jerico tahu ternyata ayahnya adalah eks atlet bela diri. Ayahnya menilai, atlet bela diri tak punya masa depan cerah. “Dulu saya lihat orang-orang pada ikut bela diri karate, kick boxing, muaythai. Jadi saya lihat, lalu saya bilang kepada orang tua saya, ‘Pak, saya mau ikut bela diri,’ saya bilang. Cuma belum ada respons-belum ada respons, akhirnya orang tua buka masa lalu orang tua saya, bapak saya, bahwa bapak saya dulu itu atlet,” kata Jerico. “Dulu bapak cerita kepada saya kalau dia gagal mencapai cita-citanya, yaitu sebagai tentara, TNI, karena kurangnya prestasi atau bakat yang dia punya, walaupun dia itu seorang atlet. Tapi dulu katanya atlet itu tidak berharga di Indonesia ini, tidak ada harga dirinya karena sudah dianggap biasa seperti itu, tidak bisa membanggakan nama Indonesia,” lanjutnya. Jerico bercerita bahwa sang ayah tak ingin jejaknya diikuti. Ayah Jerico pernah sampai gagal untuk bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) karena minimnya prestasi. “Dulu bapak cerita, karena tidak adanya perkembangan dari bela diri ini, dulu dia, korban sih, lebih ke korban, kalau dia dibilang atlet itu tidak ada gunanya, atlet itu tidak ada manfaatnya, faedahnya, tidak menghasilkan duit,” ucap Jerico. “Mungkin itulah kata-kata teman bapak saya, atau orang tua dari orang tua saya, dan dia [ayah Jerico] tetap menantang penuh bahwa bela diri itu tidak sereceh itu,” sambungnya. Pada akhirnya, Jerico mendapatkan lampu hijau dari sang ayah. Jerico ditempa di sasana yang dibangun oleh ayahnya sendiri, yang saat ini terafiliasi dengan Patunggung Simalungun Siantar Club (PSSC). Atlet 16 tahun itu awalnya diragukan keseriusannya, namun semenjak dirinya diangap pantas oleh sang ayah, Jerico mulai ditempa habis-habisan. Jerico pun kini punya motivasi besar. Ia ingin membayar kepercayaan ayahnya, dengan meraih prestasi tinggi. Jerico kini fokus dengan PB Pertacami dalam persiapan GAMMA World MMA Championships 2024 yang akan digelar di Dewa United Arena, Banten, mulai 6 Desember mendatang. “Sebenarnya saya sempat goyah mendengar kata-kata kalau atlet itu tidak berharga, tidak dapat menghasilkan apa-apa, tidak berguna seperti itu dari orang tua saya. Tapi entah kenapa memang jiwa saya memang ke atlet, saya memang tetap berpegang teguh pada pendirian saya bahwa saya bisa menjadi atlet melebihi dari orang tua saya,” ujar Jerico. “Motivasi terbesar saya itu memang dari orang tua saya. Karena orang tua saya adalah orang yang gagal dalam mewujudkan mimpinya [sebagai atlet] dan saya bercita-cita untuk mewujudkan mimpinya kembali di masa muda saya ini. Saya tidak akan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang sudah diberi, saya akan ambil semua,” tutupnya. Sumber: Kumparan

Kanisius Back to Back Champion Junior Exhibition Games 2024 Jakarta

SMP Kolese Kanisius Jakarta sukses meraih back to back champion Junior Exhibition Games 2024 Jakarta. Kepastian itu didapat setelah mereka mengalahkan SMPN 68 Jakarta (Sixtyeight) dengan skor akhir 72-67, Selasa 5 November 2024. Pelatih Kanisius, Turindro Cahyono menyebut bertahannya gelar juara tim asuhannya itu buah dari kedisiplinan yang ia terapkan. Mulai mempersiapkan diri sejak Agustus lalu, Turindro selalu menegaskan kepada timnya hanya untuk menjalankan latihan-latihan yang ia tentukan. “Saya selalu bilang ke anak-anak untuk selalu disiplin, gak usah nambah latihan apa-apa di rumah selain yang saya minta. Supaya performa mereka di lapangan gak turun,” ucap Turindro. Turindro lalu menceritakan apa yang terjadi pada anak asuhnya di laga final itu. Terutama ketika anak asuhnya nyaris terkejar oleh lawannya. Pada kuarter ketiga, Sixtyeight memang memberikan ancaman serius terhadap Kanisius. Tim asuhan Turindro yang semula telah unggul 14 poin pada kuarter pertama berhasil dipangkas oleh Sixtyeight menjadi tiga angka. Kejadian serupa turut terjadi di kuarter pamungkas. Namun Kanisius berusaha membendung ancaman yang diberikan Sixtyeight. Upaya mereka berhasil, Kanisius pertahankan keunggulan sekaligus pastikan kembali jadi juara. “Anak-anak fokus mau dapet steal tadi, gak disiplin sama instruksi yang udah saya kasih. Saya minta mereka terus disiplin kalau mau menjaga performanya,” lanjutnya. Menjadi juara untuk kedua kalinya di Junior Exhibition Games 2024 Jakarta menjadi kebanggan tersendiri bagi Kanisius. Turindro mengakui itu. Apalagi anak-anak SMP Kanisius sejak awal sangat antusias mengikuti Junior Exhibition Games 2024 Jakarta. “Gelar ini kebanggan tersendiri bagi mereka. Apalagi anak-anak memang nargetin jadi juara sejak awal. Nuansa kompetisi ini kan nasional, jadi saya rasa SMP di Indonesia banyak yang nunggu kompetisi ini,” tutup Turindro. Junior Exhibition Games 2024 Jakarta merupakan rangkaian DBL Jakarta Championship. Perhelatan DBL Jakarta Championship sendiri menyisakan satu pertandingan pamungkas yakini Final DBL Jakarta yang akan dihelat di Indonesia Arena. Final DBL Jakarta di Indonesia Arena bakal mempertemukan empat tim basket SMA (putra dan putri). Mereka bakal berebut gelar Raja dan Ratu basket Jakarta. Empat tim SMA yang bakal bermain di Final DBL Jakarta di Indonesia Arena itu adalah SMA Bukit Sion vs SMA Jubilee. Mereka berlaga di final basket putra. Sedangkan di basket putri ada SMA Jubilee vs SMAN 70 Jakarta. Siap-siap tiket Final DBL Jakarta di Indonesia Arena itu segera dirilis secara presale. Siap-siap war ticket ya, jangan sampai kehabisan seperti tahun lalu. DBL Jakarta Championship merupakan rangkaian panjang dari Honda DBL with Kopi Good Day 2024-2025 yang digelar di 31 kota dan 23 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. Honda DBL with Kopi Good Day 2024-2025 juga menampilkan AZA 3X3 Competition. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2024-2025 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Sumber: DBL

Naufal Junindra Juara Tenis Meja ASEAN U-17 2024

Bintang muda BRImo Indonesia Pingpong League (IPL) 2024, Naufal Junindra berhasil merebut gelar juara turnamen ASEAN U-17 2024 di Singapura, Ahad (3/11/2024 ). “Naufal yang berasal dari klub tenis meja Onic Sports sukses menyabet gelar juara usai mengalahkan wakil Singapura, Zavier Wong, dengan skor 4-0 di partai final,” kata CEO and Founder BRImo IPL Yon Mardiono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin. “Ini merupakan program lanjutan dari Indonesia Pingpong League. Kami memantau empat pemain terbaik BRImo IPL yang berusia di bawah 17 tahun dan mencoba mendekati klub-klub elite tersebut untuk mengajak bersaing berkompetisi di kejuaraan ASEAN,” kata Yon Mardiyono. “Tujuan awalnya sebatas pengalaman bertanding untuk atlet-atlet muda tapi, ternyata Naufal bisa jadi juara. Hasil ini membuktikan atlet tenis meja Indonesia bisa bersaing di level Asia Tenggara,” ujar Yon menambahkan. Kejuaraan tenis meja tingkat ASEAN bertajuk SEA Invitation Single Challenge (Boys U-17) 2024 yang berlangsung pada 2-4 November ini, diikuti para atlet dari Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia. Indonesia mengirimkan empat atlet muda terbaik dari klub-klub peserta BRImo IPL untuk bersaing yaitu, Naufal Junindra (klub Onic), Rio Dwi Marsa (klub Sukun), Ustum Zubair (klub Arwana), dan M Luky Purwadisastra (klub Gree One). Ia menyebutkan, Naufal Nunindra tampil cemerlang dalam kejuaraan itu, hingga berhasil keluar sebagai juara, sementara tiga wakil Indonesia lainnya gugur di babak pertama. Lebih lanjut, Mardiyono mengatakan, keikutsertaan para atlet dalam kompetisi tingkat ASEAN itu menunjukkan bahwa ajang BRImo IPL tidak berhenti di tempat karena para atlet terbaik diberikan kesempatan untuk berlaga di level yang lebih tinggi. Mardiyono menambahkan, pembinaan atlet tenis meja tidak hanya melalui seri-seri kejuaraan BRImo IPL dengan babak grand final pada Desember mendatang, namun diharapkan bisa terus ke jenjang internasional. Sementara itu, Penanggung Jawab Brimo IPL 2024, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, mengapresiasi prestasi yang diraih para atlet dalam kejuaraan ASEAN tersebut. “Selamat kepada Naufal yang sukses menjadi juara. Jangan cepat puas dan harus tambah semangat raih prestasi di ajang yang lebih besar,” ujarnya. Ia meminta ketiga pemain lainnya yang masih gagal agar tetap menjaga semangat karena perjuangan masih masih panjang untuk meraih prestasi. “Terus matangkan mental kalian di kompetisi IPL. Insyaallah kita bisa sama-sama mengembalikan kejayaan tenis meja Indonesia di mata dunia,” ujarnya. Sumber: imsport.tv

Ini 8 Tim Yang Lolos Grand Finale Meet the World SKF Road to Gothia Cup 2025

Turnamen sepak bola usia muda Meet the World With SKF Road to Gothia Cup 2025 sudah dimulai. Itu ditandai dengan bergulirnya fase Regional Tournament di Jakarta dan Bandung pada 2-3 November 2024. Masing-masing Regional Tournament di Jakarta dan Bandung, diikuti 32 tim yang terbagi dalam 8 grup. Untuk tiap grupnya dihuni 4 tim. Di Jakarta, pertandingan berlangsung di Stadion Militer Vitaya Jales Yudha, Kelapa Gading. Sedangkan di Bandung, bergulir di Lapangan Pindad Soccer Field. Dari total 64 tim peserta, telah tersaring 8 tim terbaik yang berhak melaju ke babak Grand Finale. 8 tim itu merupakan gabungan 4 semifinalis di Regional Tournament Jakarta dan Bandung. Di Regional Tournament Jakarta, terdapat ASIOP yang keluar sebagai juara setelah menundukkan Nawasena FC lewat adu penalti dengan skor 4-3 (1-1) di final. Sedangkan laga perebutan tempat ketiganya dimenangkan Cipta Cendikia yang menaklukkan Labskill 1-0. Untuk Regional Tournament Bandung, terdapat Akademi Persib Cimahi (APC) Biru yang keluar sebagai kampiun setelah mengalahkan RMIFA Merah dengan skor 2-0 pada fase final. Sedangkan untuk juara ketiganya diraih PR Star Warrior yang mengalahkan APC Putih lewat adu penalti dengan skor 2-1 (0-0). President Director SKF, Satheswaran Mayachandran, mengatakan gelaran Meet the World With SKF Road to Gothia Cup 2025 selalu menekankan nilai-nilai positif, yaitu Teamwork, Sportsmanship, Fair Play, Leadership, Character Development, serta Friendships. Menurutnya, hal ini sangat berguna untuk perkembangan anak usia U-12 yang menjadi peserta turnamen. “Inilah komitmen SKF untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada anak-anak di dunia, khususnya Indonesia. SKF fokus terhadap youth development melalui platform sepak bola,” ujar Satheswaran Mayachandran. “Dukungan ini diberikan melalui program SKF Care, yang pembiayaannya lahir dari Corporate Social Responsibility (CSR) SKF. Kami mendukung perkembangan sepak bola Indonesia yang kini mulai dibicarakan di level internasional. Itulah komitmen kami,” tambahnya. “Saya cukup bangga dengan antusias yang sangat luar biasa di Jakarta dan Bandung. Saya ucapkan selamat kepada 8 tim yang sudah lolos ke babak Grand Finale lewat Regional Tournament di Jakarta dan Bandung. Selanjutnya, bertanding secara sportif di babak Grand Finale,” sambung Satheswaran. Meet the World With SKF Road to Gothia Cup 2025 berlangsung berkat dukungan SKF, Kogelahar Indonesia, Panca Putra Satria Wibawa, SLS Indonesia, Efasindo Primantara, Yuan Wira Perdana, Aliko CV, Ceva Logistic, JAS Worldwide Indonesia, Arta Alam Prima, Banjar Bearing Sentosa, dan Tritunggal Sulawesi. Selanjutnya, babak Regional Tournament akan terselenggara di Surabaya dan Solo (9-10 November), Makassar (15-16 November), dan Pekanbaru (16-17 November). Untuk babak Grand Finale akan berlangsung di Jakarta pada 23-24 November. Nantinya, juara di babak Grand Finale akan dikirimkan ke Gothia Cup 2025 untuk mewakili Indonesia bersama satu wakil yang sudah ditetapkan, yakni dari hasil seleksi yang dilakukan Papua Football Academy (PFA) by Freeport. Chandra Syahriar selaku pemimpin Cantrik ACL, pihak penyelenggara Meet the World with SKF di Indonesia, mengungkapkan rasa syukurnya karena babak regional tournament berjalan dengan lancar dan baik di Jakarta maupun Bandung. “Kita lihat tadi antusiasme yang luar biasa di Jakarta dan Bandung. Pada akhir pekan, para orang tua mendukung anak-anak mereka bertanding. Nilai-nilai ini sangat penting untuk perkembangan anak ke depannya,” kata Chandra Syahriar. “Saya berharap pelaksanaan regional tournament di kota-kota selanjutnya dapat berjalan baik dan lancar, dan tentu saja semaraknya lebih dari Jakarta dan Bandung. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang sudah berpartisipasi di Meet the World With SKF Road to Gothia Cup 2025,” tambahnya. “Bagi yang lolos ke babak Grand Finale, saya ucapkan selamat. Bagi yang belum beruntung, tetap semangat dan mudah-mudahan bisa mencoba lagi di penyelenggaraan berikutnya,” tutup Chandra yang akrab disapa Oki. Berikut hasil lengkap Regional Tournament Meet the World With SKF Road to Gothia Cup 2025 di Jakarta dan Bandung: Regional Jakarta 1. Juara: ASIOP 2. Peringkat 2: Nawasena FC 3. Peringkat 3: Cipta Cendikia 4. Peringkat 4: Labskill Top Skorer: Gifahri Al Fatih (ASIOP) Pemain Terbaik : Jason Dhimpos Agrecio Naibaho (NAWASENA) Regional Bandung 1. Juara: Akademi Persib Cimahi Team Biru 2. Peringkat 2: RMIFA Football Akademi Team MERAH 3. Peringkat 3: PR STAR WARRIORS FA 4. Peringkat 4: Akademi Persib Cimahi Team PUTIH Top Skor: Algifarih (Akademi Persib Cimahi Team Biru) Pemain Terbaik: Jajang Mulyana (RMIFA Team Merah) Sumber: Medcom