Piala BJK Grup I: Kalah dari Thailand, Indonesia Tetap Lolos

Timnas tenis putri Indonesia

Timnas tenis putri Indonesia menelan kekalahan 1-2 dari Thailand pada pertandingan Piala Billie Jean King (BJK) Grup I Asia Oceania yang berlangsung di New Delhi. Meski menelan kekalahan pada pertandingan melawan Thailand, namun Indonesia tetap berhak lolos ke playoff qualifier yang akan berlangsung pada November karena Indonesia merupakan pemuncak klasemen Grup I Asia Oceania dengan empat kemenangan dan satu kekalahan. Pada pertandingan tunggal pertama, wakil Indonesia Priska Madelyn Nugroho tampil menghadapi Thasaporn Naklo. Namun pertandingan itu hanya berlangsung selama 25 menit karena Priska harus mengundurkan diri saat ia memimpin 3-2. Tim Thailand pun memimpin 1-0. Petenis tunggal putri Indonesia lainnya, Janice Tjen, tampil pada pertandingan kedua. Janice yang menghuni peringkat 41 dunia itu tidak mengalami masalah berarti saat berhadapan dengan Anchisa Chanta yang berada di peringkat 442 dunia, dan memenangi pertandingan selama 1 jam 35 menit itu dengan skor 6-2, 6-4. Skor kemudian menjadi imbang 1-1. Tim Indonesia menurunkan dua petenis muda pada pertandingan ganda, yakni pasangan Anjali Kirana Junarto/Meydiana Laviola Reinnamah untuk berhadapan dengan wakil Thailand Anchisa Chanta/Patcharin Cheapchandej. Pada pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 5 menit itu, Anchisa/Pathcarin berhasil menaklukkan pasangan Indonesia dalam dua set langsung dengan skor 6-2, 6-4

Piala AFF Futsal 2026: Indonesia Selangkah Lagi Juara!

Selebrasi Timnas Futsal Indonesia

Timnas Futsal Indonesia yang sukses melaju ke final Piala AFF Futsal 2026. Skuad Garuda melaju ke final usai meraih kemenangan dengan skor 3-2 atas Vietnam pada babak semifinal. Hasil semifinal Piala AFF Futsal 2026 laga Timnas Futsal Indonesia vs Vietnam yang digelar di Nonthaburi Hall, Jumat (10/4/26). Skuad Garuda meraih kemenangan dengan skor 3-2 dan melaju ke final Piala AFF Futsal 2026. Laga semifinal berjalan sangat seru sejak menit awal. Indonesia unggul 2-0 pada babak pertama lewat gol yang dicetak oleh Andarias Kareth. Flank milik klub Fafage Banua itu mencetak gol pada menit ke-10 dan 13. Vietnam memberi perlawanan sengit pada babak kedua. Bahkan, The Golden Star yang dipimpin pelatih Diego Giustozzi mampu mencetak dua gol lewat Nguyen Da Hai dan Trinh Cong Dai. Namun, kemenangan jadi milik Indonesia setelah Muhammad Sanjaya mampu menambah satu gol pada babak kedua. Kemenangan ini membawa Indonesia lolos ke final Piala AFF Futsal 2026. Pasukan pelatih Hector Souto itu akan berhadapan dengan Thailand pada babak final.

PBSI panggil pemain muda untuk perkuat skuad Thomas & Uber Cup

Thomas & Uber Cup 2026

Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memanggil pebulu tangkis muda untuk memperkuat tim bulu tangkis Indonesia yang bersaing di Thomas & Uber Cup 2026. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian mengatakan fokus utama dari PBSI saat ini adalah memastikan kesiapan tim secara menyeluruh. “Kami melihat kesiapan secara keseluruhan sebagai faktor utama. Setiap pemain yang terpilih diharapkan dapat menjalankan perannya dengan baik dan berkontribusi untuk tim,” ujar Eng Hian dikutip dari keterangan PBSI, Sabtu. Di tim Thomas, Indonesia akan diperkuat pebulu tangkis muda seperti Alwi Farhan, Raymond Indra, dan Nikolaus Joaquin. Sedangkan di tim Uber, Merah Putih akan dihuni pemain muda seperti Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Thalita Ramadhani Wiryawan. Eng Hian menegaskan bahwa penentuan komposisi pemain dilakukan melalui proses evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari performa, kesiapan fisik dan mental, hingga kebutuhan strategi tim. Keputusan ini diambil secara objektif dan kolektif bersama dari tim kepelatihan yang ada saat ini di PBSI yang menganalisis kedalaman komposisi terbaik untuk bisa memberikan keseimbangan. Di dalam komposisi tim saat ini dipadukan antara pemain muda dengan pemain berpengalaman. Sebagai unggulan kedua, tim Thomas Cup memiliki harapan untuk memberikan hasil yang terbaik bagi Indonesia. “Namun harus disadari bahwa saat ini persaingan begitu ketat dan setiap pertandingan memiliki tantangan tersendiri. Oleh karena itu, Tim Thomas akan fokus pada setiap langkah dimulai dari fase grup sambil terus menjaga performa tim,” ungkap Eng Hian.​ Sedangkan untuk tim Uber, Eng Hiang mengatakan bahwa targetnya yakni tampil optimal sejak fase grup dan terus bersaing untuk melaju terus ke babak berikutnya. “Sementara itu untuk tim Uber fokus kami adalah memastikan tim dapat tampil optimal sejak fase grup, sambil terus membangun kepercayaan diri dan kekompakan tim untuk melangkah ke tahap berikutnya,” ujar Eng Hian. Ajang Thomas & Uber Cup 2026 dijadwalkan akan berlangsung mulai 24 April hingga 3 Mei 2026 mendatang. Dilansir dari PBSI, berikut tim bulu tangkis Indonesia untuk Thomas & Uber Cup 2026: Skuad Thomas Cup Indonesia 2026: 1. Jonatan Christie 2. Alwi Farhan 3. Moh Zaki Ubaidillah 4. Anthony Sinisuka Ginting 5. Fajar Alfian 6. Muhammad Shohibul Fikri 7. Sabar Karyaman Gutama 8. Moh Reza Pahlevi Isfahani 9. Raymond Indra 10. Nikolaus Joaquin Skuad Uber Cup Indonesia 2026: 1. Putri Kusuma Wardani 2. Thalita Ramadhani Wiryawan 3. Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi 4. Ester Nurumi Tri Wardoyo 5. Febriana Dwipuji Kusuma 6. Meilysa Trias Puspitasari 7. Rachel Allessya Rose 8. Febi Setianingrum 9. Siti Fadia Silva Ramadhanti 10. Amallia Cahaya Pratiwi

Desak Made raih emas, Indonesia tambah lima tiket Asian Games 2026

Desak Made Rita Kusuma Dewi

Tim panjat tebing Indonesia menambah lima tiket Asian Games 2026 Aichi-Nagoya sekaligus meraih satu medali emas dan satu perunggu pada hari kedua World Climbing Asian Championship 2026 di Meishan, China, Kamis. Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi bintang kemenangan Indonesia setelah merebut medali emas nomor speed putri setelah mengalahkan wakil tuan rumah Zhou Yafei pada final dengan catatan waktu 6,07 detik, lebih cepat dari Zhou yang membukukan 6,47 detik. Selain memastikan podium tertinggi, hasil tersebut juga otomatis mengamankan satu tempat bagi Desak untuk tampil pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Sementara itu, Veddriq Leonardo turut menyumbangkan medali perunggu dari nomor speed putra setelah memenangi small final melawan atlet China Ling Yongzhi yang mengalami fall. Veddriq mencatatkan waktu 5,15 detik dalam laga tersebut. Meski finis di posisi ketiga, Veddriq tetap memastikan diri lolos kualifikasi Asian Games 2026. Selain dua peraih medali tersebut, Indonesia juga mendapatkan tambahan tiket dari sejumlah atlet lain yang tampil kompetitif di nomor speed dan boulder. Aditya Tri Syahria berhasil mengamankan tiket setelah finis di posisi keenam nomor speed putra. Ia sempat mencatatkan waktu 5,37 detik pada perempat final saat menghadapi rekan senegara Veddriq Leonardo yang mencatatkan 5,01 detik. Dari sektor putri, Berthdigna Devi Surya Kusuma juga memastikan tempat setelah menempati peringkat kelima nomor speed putri. Ia mencatatkan waktu 6,73 detik pada perempat final saat berhadapan dengan Desak Made yang membukukan 6,48 detik. Tambahan tiket juga datang dari nomor boulder putra melalui Raviandi Ramadhan. Ia mampu menembus semifinal setelah sebelumnya menempati peringkat ke-22 pada babak kualifikasi dengan nilai 69,4 poin dan kemudian berada di posisi ke-11 pada semifinal dengan 49,9 poin. Hasil tersebut membuat Raviandi menyusul rekannya yang telah lebih dahulu mengamankan tiket Asian Games dari kejuaraan sebelumnya yakni yakni Putra Tri Ramadani (lead putra), Sukma Lintang Cahyani (lead putri), dan Ravianto Ramadhan (boulder putra). Dengan tambahan hasil di Meishan, Indonesia kini telah mengamankan total delapan tiket Asian Games 2026, yang terdiri atas dua atlet speed putra, dua speed putri, dua boulder putra, serta masing-masing satu atlet lead putra dan lead putri. Kejuaraan Asia Panjat Tebing 2026 masih menyisakan pertandingan nomor lead putra dan putri hingga beberapa hari ke depan, sehingga peluang Indonesia untuk menambah jumlah wakil di Asian Games masih terbuka.

Basral Graito Semakin Dekat Dengan Kualifikasi Olimpiade

Basral Graito Hutomo

Atlet muda skateboard Indonesia, Basral Graito Hutomo menempati peringkat 38 dunia dalam rilis terbaru World Skateboarding Ranking, yang juga memperbesar peluang lolos ke fase kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. “Targetnya 40 dunia di akhir Maret 2028, kalau bisa maka lolos dari fase satu kualifikasi, dan akan masuk ke fase dua yang akan diikuti oleh 44 atlet dengan ranking tertinggi,” kata Manajer Timnas Skateboard Indonesia, Achmad Topan saat dihubungi di Jakarta, Jumat. Basral yang merupakan peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand, mencatatkan kenaikan 18 peringkat setelah mengumpulkan total 3.651 poin. Poin tersebut diraih melalui performanya saat mengikuti di WST World Cup Rome 2025 dan WST Sao Paulo Street & Park World Championship 2026. Langkah Basral di kategori street putra diikuti oleh Sanggoe Darma Tanjung yang melesat naik 26 peringkat ke posisi 64 dunia. Sanggoe kini mengantongi 1.421 poin usai berlaga di dua kompetisi kejuaraan dunia di Roma Italia pada 2025 dan Sao Paulo Brasil awal tahun ini. Pada kategori street putri, peraih medali perak SEA Games 2025 Ni Wayan Malana Fairbrother naik 16 peringkat ke posisi 46 dunia dengan koleksi 2.666 poin. Atlet asal Bali ini mendapatkan 1.500 poin dari kompetisi Kejuaraan Dunia Skateboard di Brasil usai lolos ke babak perempat final. Sedangkan rekan setimnya, Zeefara Darmawan juga menunjukkan progres signifikan dengan menduduki peringkat 59 dunia, naik 21 peringkat. Beralih ke kategori park putri, Mikhayla Shanum Caya dan Nyimas Bunga Cinta sama-sama naik 14 peringkat dan kini menempati posisi 70 serta 71 dunia. Sementara di kategori park putra, Firdausy Nuzula mencatat lonjakan 25 peringkat menuju posisi 77 dunia. Achmad Topan menjelaskan jika atlet Indonesia mampu menembus 20 besar dunia pada fase kedua kualifikasi, maka mereka otomatis akan mengantongi tiket Olimpiade. Menurutnya, peluang Indonesia cukup besar mengingat adanya regulasi pembatasan kuota atlet dari satu negara. “Nah kalau dari 44 itu kita bisa masuk 20 besar, kita otomatis masuk Olimpiade. Karena sampai saat ini peringkat satu sampai 40 itu, ambil contoh Jepang aja bisa delapan sampai 10 atlet sendiri. Sementara satu negara maksimal hanya tiga atlet per kategori, per gender,” kata Topan menambahkan. Sistem peringkat dalam World Skateboarding Ranking ini berpatokan pada poin yang didapatkan dari keikutsertaan dalam kompetisi yang ditentukan oleh World Skate. Semakin rutin mengikuti kompetisi World Skate, maka peluang untuk naik peringkat kian besar. Selain itu, poin dalam World Skate juga memiliki masa kadaluarsa. Sehingga kenaikan peringkat para atlet skateboard Indonesia dikarenakan atlet lain yang tidak berpartisipasi pada kompetisi terakhir, atau dari atlet yang poinnya sudah kadaluarsa. Sejauh ini Indonesia belum pernah mengirimkan atlet skateboard ke kompetisi multicabang tingkat dunia ini sejak cabang olahraga tersebut dipertandingkan dalam perebutan medali pada Olimpiade Tokyo 2020.

Piala BJK Grup I: Indonesia Tekuk Korea Selatan

Priska Madelyn Nugroho

Timnas tenis putri Indonesia bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Korea Selatan dengan skor 2-1, pada pertandingan Piala Billie Jean King (BJK) Grup I Asia Oceania di New Delhi, India, Jumat. Indonesia menurunkan petenis tunggal, Priska Madelyn Nugroho, pada pertandingan pertama yang berhadapan dengan Dayeon Back. Pada laga yang berlangsung selama 2 jam 47 menit itu, Priska takluk 5-7, 6-3, 2-6. Petenis peringkat 41 dunia putri, Janice Tjen, membuka asa Indonesia untuk bangkit pada pertandingan tunggal kedua. Janice berhasil menang dua set langsung atas Eunhye Lee dengan skor 6-2, 6-2 pada laga yang berlangsung selama 1 jam 27 menit. Pada pertandingan ketiga yang menampilkan laga ganda putri, Indonesia menurunkan pasangan Aldila Sutjiadi/Janice untuk menghadapi BoYoung Jeong/Eunhye Lee. Pasangan Indonesia Aldila/Janice tidak mengalami kesulitan berarti untuk mengatasi perlawanan BoYoung/Eunhye, dengan kemenangan dua set langsung, 6-4, 6-3 pada pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 4 menit tersebut. Dengan hasil pertandingan melawan Korsel tersebut, Indonesia memuncaki klasemen sementara Grup I Asia Oceania, dengan empat kemenangan dari empat pertemuan menghadapi lawan-lawan sebelumnya. Indonesia memiliki catatan sepuluh kemenangan dan dua kekalahan. Lawan Indonesia pada Jumat, Korsel, berada di posisi kedua klasemen sementara dengan tiga kemenangan dan satu kekalahan dari empat pertemuan menghadapi lawan-lawan sebelumnya. Korsel memiliki catatan menang-kalah yang sama dengan Indonesia yakni sepuluh kemenangan dan dua kekalahan. Dua tim teratas akan promosi ke babak playoff qualifier pada November, sementara dua tim terbawah akan terdegradasi ke Grup II Asia/Oceania 2027. Indonesia masih akan meladeni tim Thailand pada Sabtu (11/4).

48 Klub Ramaikan Kejurprov Voli Jateng U-18 di GOR Satria Purwokerto

Kejurprov Bola Voli Jawa Tengah Grup U-18

Sebanyak 48 klub bola voli putra dan putri dipastikan ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Voli Jawa Tengah Grup U-18 yang akan digelar di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada 9–12 April 2026. Turnamen berdurasi empat hari tersebut memperebutkan Piala PBVSI Banyumas dan diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) PBVSI Jawa Tengah bersama PBVSI Banyumas. Pembukaan kejuaraan dijadwalkan berlangsung Kamis (9/4/2026), bertepatan dengan pertandingan perdana. Panitia menyatakan seluruh persiapan teknis telah dirampungkan guna memastikan pelaksanaan turnamen berjalan lancar dan kompetitif. Selain menjadi ajang pembinaan atlet muda, Kejurprov ini juga terbuka untuk publik. Panitia menetapkan harga tiket masuk bagi pelajar dan mahasiswa sebesar Rp5.000, sedangkan untuk penonton umum Rp10.000. Pada kategori putri, kompetisi akan diikuti 23 klub dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah. Klub-klub tersebut terdiri dari Tunas Magelang (Kota Magelang), Vita Solo, Tamtama Kroya (Cilacap), Avoba Banyumas, Patriot Purworejo, Kazana Banyumas, Prayoga Wonogiri, Revolusi Karanganyar, Bhayangkara Muda Grobogan, Bekade Taman Sanggra Banyumas, Bintang Selatan Sukoharjo, Izaura Kebumen, Gavo Salatiga, M2B Sido Gumelar BNA, Mitra Kencana Semarang, Porvit Kudus, Perdana Wonosobo, Pervores (Kabupaten Magelang), Kabupaten Semarang, Boemi Perwira Purbalingga, Kyai Mojo Sragen, Mafaza Brebes, serta Kabupaten Pati. Sementara itu, kategori putra diikuti 25 klub. Daftar peserta meliputi Avotax Karanganyar, Vita Solo, Mandubest Brebes, Patriot Purworejo, Kabisturon Banyumas, Lavici Banyumas, Bhayangkara Muda Grobogan, Bintang Selatan Sukoharjo, Viar Sragen, Baruna Banjarnegara, Abimanyu Boyolali, Atlas Semarang, BVB Purwokerto Banyumas, Bhayangkara MJB Kebumen, Porvit Kudus, Bina Taruna Klaten, Pijar Salatiga, Pervores (Kabupaten Magelang), Kabupaten Semarang, Boemi Perwira Purbalingga, CSA Kota Pekalongan, Pradikta Wonogiri, Tunas Bintang Jepara, Kabupaten Pati, serta Padepokan Rembang. Ketua Harian PBVSI Banyumas, Agus Supriyanto, menegaskan Kejurprov U-18 ini bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga menjadi wadah penting untuk seleksi atlet muda. “Kejuaraan ini menjadi momentum untuk mengukur kemampuan atlet usia muda sekaligus memperkuat pembinaan berjenjang di daerah,” kata Agus. Panitia menargetkan turnamen ini dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus membawa nama Jawa Tengah lebih diperhitungkan dalam peta bola voli Indonesia. Adapun batas akhir pendaftaran klub ditetapkan pada 2 April 2026. Informasi lebih lanjut terkait teknis pertandingan dan pelaksanaan turnamen dapat diperoleh melalui Sekretariat PBVSI Banyumas.

Apresiasi Menpora untuk Youth Football Tournament Bali 7s 2026

Youth Football Tournament Bali 7s 2026

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, memberi apresiasi terhadap pelaksanaan kompetisi usia muda Youth Football Tournament Bali 7s 2026 yang sudah berjalan hingga tahun ketiga. Apresiasi tersebut diberikan Menpora Erick saat menghadiri pembukaan Youth Football Tournament Bali 7s 2026 di Bali United Training Center, Gianyar, Jumat (3/4) sore. “Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap penyelenggaraan Youth Football Tournament Bali 7s 2026 yang telah memasuki tahun ketiga,” ujar Menpora. “Turnamen ini mampu hadir secara konsisten dari tahun ke tahun, menjaga kesempatan talenta kita untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi pesepakbola profesional di masa depan.” Menurut Menpora, ajang ini menjadi tempat bagi para pemain muda untuk mengembangkan potensi dan prestasi. “Di sini mereka bukan sekadar mengasah bakat dan merasakan atmosfer pertandingan di lapangan, tapi juga membentuk karakter sportif, menjalin persahabatan dan persaudaraan dengan para peserta lintas negara dan budaya,” kata ET. Turnamen ini juga bukti nyata bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah kegiatan olahraga usia dini berskala internasional dan berkualitas. “Yang tidak kalah penting, kegiatan ini turut memberikan dampak bagi perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif,” ujarnya. “Kami meyakini bahwa ajang seperti ini memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan sport tourism di Indonesia. Oleh karena itu, Kemenpora mendukung penuh penyelenggaraan Bali7s sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan memaksimalkan potensi sektor wisata olahraga tanah air, serta membina generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berdaya saing global.” Youth Football Tournament Bali 7s 2026 diikuti 500 tim peserta yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, India, dan Belanda dengan total peserta sebanyak 8.000 pemain. Keseluruhan pemain tersebut tersebar dalam beberapa kelompok usia yang berkompetisi mulai dari U8, U10, U12, U14, U16, hingga Pro dan Women. Lebih dari sekadar turnamen sepak bola, Bali 7s juga menawarkan pengalaman festival keluarga dengan menghadirkan area Food & Beverages booth UMKM sebanyak 42 tenant yang menjadikan turnamen ini sebuah perayaan olahraga dan hiburan yang menyenangkan untuk seluruh keluarga. Sementara Direktur Turnamen Internasional Bali 7s 2026, Yabes Tanuri, mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Menpora dan para sponsor pada pelaksanaan Bali 7s tahun ini. “Harapannya, turnamen ini bisa menjadi ajang pengembangan generasi muda untuk menjadi pesepak bola profesional di masa depan, salah satunya mencetak pemain Timnas Indonesia di masa mendatang,” kata Yabes Tanuri.

Indonesia Kirim 16 Atlet Panjat Tebing ke Kejuaraan Asia 2026 di China

Syawalan dan Pelepasan Atlet Timnas Panjat Tebing Indonesia ke World Climbing Asia Championship Meisan 2026

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menerjunkan 16 atlet ke World Climbing Asia Championship Meishan 2026 pada 8-12 April 2026. Turnamen itu diikuti demi memperbesar peluang panjat tebing Indonesia meraih medali di Asian Games 2026. FPTI baru saja menggelar “Syawalan dan Pelepasan Atlet Timnas Panjat Tebing Indonesia ke World Climbing Asia Championship Meisan 2026” di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Bekasi, Jumat (3/4/2026). “Kita bersyukur para atlet, dengan segala tempaan dan latihan yang telah mereka jalani, saya yakin siap untuk memenuhi tantangan yang diberikan oleh pemerintah maupun harapan dari masyarakat,” ujar Ketua FPTI, Yenny Wahid. “Perjalanan kita juga penuh cerita. Ada air mata yang terkuras, tenaga, pikiran, serta emosi yang bergejolak. Namun pada akhirnya, kita berharap semuanya berujung pada happy ending,” jelasnya. Tim panjat tebing Indonesia di World Climbing Asia Championship 2026 dipimpin Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi. Sejauh ini, sudah tiga atlet panjat tebing Indonesia yang lolos ke Asian Games 2026. Ketiganya adalah Ravianto Ramadhan, Putra Tri Rahmadani, dan Sukma Lintang. “Target kita adalah mengirimkan atlet untuk berlaga di Asian Games. Semoga kita bisa memenuhi seluruh kuota, dan para atlet mampu meraih medali emas maupun medali lainnya. Ini tentu menjadi harapan kita semua,” ucap Yenny Wahid. “Kami dari FPTI menyiapkan secara teknis, baik dari sisi kepelatihan maupun atlet, secara maksimal. Sementara itu, pemerintah memfasilitasi dan memberikan berbagai insentif, yang tentu menjadi salah satu penyemangat bagi atlet karena menghargai pencapaian mereka.” “Inilah kehebatan atlet panjat tebing kita, bukan hanya dari sisi kemampuan, tetapi juga mental mereka yang kuat. Semoga mereka bisa meraih prestasi terbaik. Kita akan fokus pada tujuan di ajang mendatang, dan dengan dukungan masyarakat, kita akan tetap bersemangat dan kuat untuk meraih prestasi,” jelasnya. Daftar Atlet Panjat Tebing Indonesia Atlet yang Sudah Lolos ke Asian Games 2026 Ravianto Ramadhan (Boulder Pa) Putra Tri Rahmadani (Lead Pa) Sukma Lintang (Lead Pi) Atlet yang Berangkat ke World Climbing Asia Championship Meishan 2026 Speed Putra Veddriq Leonardo Kiromal Katibin Raharjati Nursamsa Antasyafi Robbi Al-Hilmi Aditya Speed Putri Desak Made Rajiah Salsabilla Kadek Asih Berdigna Diva Lead Putra Musawir Risky Simatupang Ramzi Raviandi Mahesa Caesar Lead Putri Nurdiatul Jannah Alma

Charleston Open 2026: Langkah Janice Tjen Terhenti

Janice Tjen

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, ditaklukkan tuan rumah pada babak 32 besar Charleston Open 2026. Janice Tjen tampil untuk pertama kalinya pada ajang Charleston Open 2026. Turnamen dalam agenda Clay-court Swing ini digelar pada 30 Maret hingga 5 April 2026 di Althea Gibson Club Court, Amerika Serikat. Janice Tjen menantang petenis Amerika Serikat, McCartney Kessler. Petenis berusia 23 tahun ini tak berdaya melawan wakil tuan rumah pada turnamen WTA 500 itu. Meski berstatus unggula ke-12, Janice takluk di tangan Kessler dengan skor akhir 2-6, 1-6. Namun, petenis peringkat 41 dunia itu sempat unggul terlebih dahulu pada gim pertama. Tetapi, sang rival memberikan perlawanan ketat hingga ada tiga gim berikutnya. Kessler tampil dominan hingga set pertama berhasil diamankan dengan skor 2-6. Berangkat dengan modal positif untuk set kedua, Kessler tampil apik hingga memimpin dengan skor 5-0. Janice lagi-lagi mencoba mengejar ketertinggalan pada gim keenam. Pemenang dari Chennai Open 2025 ini berhasil mencuri satu poin dari gim itu. Waktu menjadi halangan Janice untuk kembali bangkit. Sehingga, laga harus berakhir dengan kekalahan Tjen. Dengan hasil ini, perjalanan dari petenis asal Jakarta itu pada Charleston Open 2026 sudah resmi berakhir pada dua nomor yang diikutinya.

Charleston Open 2026: Perjuangan Aldila/Janice Terhenti

Aldila Sutjiadi/Janice Tjen v Aleksandra Krunic/Zhang Shuai

Bertanding pada babak pertama ajang WTA 500 di Charleston, AS, Rabu WIB, Janice/Aldila tak mampu menghadang pasangan unggulan teratas Aleksandra Krunic/Zhang Shuai dengan 6-7(3), 5-7, demikian catatan WTA. Pertandingan berlangsung ketat pada set pertama, dengan duet Kroasia/China itu berusaha mendominasi permainan lewat servis kuat mereka. Krunic/Shuai unggul satu ace, dan berhasil memasukkan 71,8 persen servis pertama mereka. Sementara Janice/Aldila melakukan dua kesalahan ganda, Krunic/Shuai mengkonversi satu-satunya peluang break point. Mereka kemudian melaju memenangi tujuh dari 10 poin tie-break untuk mencuri keunggulan. Janice/Aldila mencoba bangkit di set kedua dengan unggul dua ace, dan 66,7 persen persentase poin pengembalian bola kedua. Namun, Krunic/Shuai tetap kokoh dengan servis mereka untuk menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan setelah satu jam 33 menit.

Wushu Indonesia Finis 3 Besar di Kejuaraan Dunia Junior 2026

Timnas Wushu Junior Indonesia

Tim Nasional (Timnas) Wushu Indonesia kembali mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Dalam ajang The 10th World Junior Wushu Championship 2026 yang diselenggarakan di Tianjin, Tiongkok, Indonesia berhasil mengukuhkan posisi di peringkat tiga besar dunia. Kompetisi yang berlangsung dari 25 hingga 30 Maret 2026 ini menjadi panggung pembuktian bagi atlet-atlet muda Tanah Air. Indonesia sukses membawa pulang total 27 medali, dengan 9 di antaranya medali emas. Dengan raihan ini, Indonesia hanya berada di bawah Hongkong yang menempati posisi pertama dan tuan rumah Tiongkok di posisi kedua. Salah satu sorotan utama dalam kejuaraan ini adalah penampilan memukau dari Noach Daiki Santoso. Atlet muda berbakat ini berhasil menyumbangkan dua medali emas untuk Merah Putih, yang sekaligus memperkuat dominasi Indonesia di beberapa nomor perlombaan. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan atlet wushu di Indonesia tetap berjalan konsisten dan mampu mempertahankan standar prestasi dari waktu ke waktu. Meskipun saat ini cabang olahraga wushu tidak lagi masuk dalam daftar cabang olahraga (cabor) unggulan dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) menegaskan komitmennya untuk tetap mencatatkan prestasi di level internasional. PB WI berharap agar pemerintah tetap memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan wushu, terutama mengingat adanya target besar di masa depan. “Kami tetap mengharapkan pemerintah juga komit bisa tetap men-support keberadaan wushu, apalagi ke depan untuk menuju Olimpiade Remaja,” ujar Sekjen PB Wushu, Ngatino.

Rampung 2027, Stadion Sudiang Siap Jadi Pusat Latihan Atlet Muda

Stadion Sudiang Makassar

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan, pembangunan Stadion Sudiang di Kota Makassar rampung pada 2027, sebagai fasilitas olahraga baru untuk mendukung pembinaan atlet muda dan peningkatan prestasi olahraga nasional. Stadion berkapasitas 27.000 penonton tersebut mengusung konsep full single seat dan dirancang tidak hanya sebagai tempat pertandingan, tetapi juga pusat kegiatan olahraga sekaligus ikon baru kota. Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan infrastruktur olahraga menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan atlet berkelanjutan. “Pemerintah melalui Kementerian PU berkomitmen menghadirkan infrastruktur olahraga berkualitas dan berstandar internasional. Stadion tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga ruang pembinaan bibit-bibit atlet muda agar mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” kata Dody dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 2 April. Stadion Sudiang dirancang memenuhi standar FIFA dengan berbagai fasilitas modern. Fasilitas tersebut antara lain lapangan dengan rumput berkualitas tinggi, sistem pencahayaan LED dengan tingkat terang 1.500 lux, ruang ganti atlet hingga sistem penyiraman otomatis dan sistem drainase dirancang optimal untuk mencegah genangan. Pembangunan Stadion dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Sulawesi Selatan, dengan kontaktor pelaksana Waskita–Adhi (KSO). Proyek tersebut didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai sekitar Rp637,15 miliar. Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan struktur, arsitektur dan mekanikal elektrikal plumbing (MEP) pada bangunan utama stadion yang meliputi tribun utara, barat, selatan dan timur.

Pertama Sejak 95 Tahun, PSSI Awards 2026 Sukses Digelar

PSSI Awards 2026

PSSI Awards 2026 merupakan kali pertama digelar sejak 95 tahun berdirinya kepengurusan sepak bola Indonesia ini. Ajang penghargaan ini dihadiri para pelaku olahraga sepak bola Indonesia, termasuk para legenda sepak bola Tanah Air. Ada 17 kategori penghargaan yang diberikan, terbagi dalam performance awards dan special recognition awards. Di antara penerima penghargaan yaitu Jay Idzes sebagai Men’s Player of the Year. Para pemain sepak bola lainnya yang menerima penghargaan di antaranya Maarten Paes sebagai Men’s Goalkeeper of the Year, Marcelino Ferdinan sebagai Men’s Young Player of the Year, hingga Safira Ika Putri sebagai Women’s Player of the Year. Selain pemain sepak bola, para pelaku olahraga sepak bola lainnya juga mendapatkan penghargaan seperti Thoriq Alkatiri sebagai Referee of the Year, Fuad Qohar sebagai Assistant Referee of the Year, hingga almarhum Mas Katon sebagai Supporter of the Year. Sementara untuk kategori Legend of the Year, diberikan kepada Tan Liong Houw, pemain sepak bola kenamaan Indonesia di era 1950-an. PSSI Awards 2026 juga memberikan penghargaan atas upaya-upaya pengembangan sepak bola nasional. Di antaranya melalui kategori Provincial Association of the Year yang diberikan kepada PSSI Jawa Timur, Football Development Program of the Year untuk Gala Siswa yang diterima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, juga Grassroots Development Program of the Year kepada MilkLife Soccer. Diketahui, PSSI Awards menjadi ajang penghargaan pertama di Indonesia yang secara khusus memberikan pengakuan bagi insan sepak bola. Penghargaan ini bukan semata tentang siapa yang terbaik, tetapi juga tentang siapa yang memberikan dampak, menginspirasi, dan terus mendorong sepak bola kita untuk melangkah maju. Ajang penghargaan ini diharapkan menjadi tolok ukur prestasi bagi talenta-talenta terbaik di olahraga sepak bola indonesia.

Veda Ega Pratama gagal selesaikan balapan Moto3 Amerika Serikat 2026

Veda Ega Pratama

Pembalap Indonesia yang membela tim Honda Team Asia, Veda Ega Pratama gagal menyelesaikan balapan ketika melakoni balapan Moto3 Amerika Serikat 2026 di Sirkuit of the Americas, Texas, Minggu waktu setempat. Dikutip dari laman resmi MotoGP, Senin, Veda Ega Pratama memulai balapan Moto3 Amerika Serikat dari posisi keempat setelah tampil kompetitif dalam sesi kualifikasi. Ketika balapan dimulai, Veda bersaing melawan rival sesama rookie, Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) serta Joel Esteban (LEVEL UP – MTA). Veda turun ke posisi kedelapan. Namun, ia dapat bangkit dan bahkan mencetak lap tercepat pada Lap 4. Sayangnya, satu lap berikutnya, Veda membuat kesalahan. Saat keluar dari Tikungan 11, ia mengalami highside. Esteban yang berada di belakangnya tidak dapat menghindar. Sementara itu, posisi pertama Moto3 Amerika Serikat 2026 ditempati Guido Pini (Leopard Racing), sedangkan tempat kedua kedua diamankan oleh Maximo Quiles (CFMOTO Valresa Aspar Team). Posisi ketiga ditempati oleh Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo), lalu keempat Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3), dan tempat kelima dihuni Adrian Fernandez (Leopard Racing). Berikut hasil lengkap Moto3 GP Amerika Serikat 2026: 1. Guidi Pini (Leopard Racing) – 31:20.489 2. Maximo Quiles (Valresa Aspar Team) – +0.056 3. Alvaro Carpe (Red Bull Ajo) – +0.254 4. Valentin Perrone (Red Bull Tech3) – +0.445 5. Adrian Fernandez (Leopard Racing) – +9.192 6. Rico Salmela (KTM Tech3) – +15.075 7. Brian Uriarte (KTM Ajo) – +15.105 8. Adrian Cruces (CIP Green Power) – +14.914 9. Matteo Bertelle (Level Up – MTA) – +15.420 10. Scott Ogden (CIP Green Power) – +15.570 11. Eddie O’Shea (Mlav Racing) – +16.204 12. Marco Morelli (Valresa Aspar Team) – +17.274 13. Hakim Danish (AEON Credit) – +18.513 14. Marcos Uriarte (Liqui Moly) – +20.559 15. Jesus Rios (Rivacold Snipers) – +27.200 16. Ruche Moodley (Code Motorsports) – +28.093 17. Nicollo Carraro (Rivacold Snipers) – +28.099 18. Ryusei Yamanaka (AEON Credit) – +28.332 19. Cormac Buchanan (Code Motorsports) – +37.244 20. Leo Rammerstrofer (SIC58 Squadra Corse) – +61.694 DNF (Gagal menyelesaikan balapan) Zen Mitani (Honda Team Asia) Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse Joel Esteban (Level Up – MTA) Joel Kelso (Mlav Racing Veda Ega Pratama (Honda Team Asia).

Pembalap Indonesia Kiandra Ramadhipa tampil di Moto3 Junior mulai Mei

Kiandra Ramadhipa

Pembalap muda, Kiandra Ramadhipa, yang baru berusia 16 tahun, dipastikan tampil pada kejuaraan FIM Moto3 Junior World Championship 2026 yang bergulir mulai 24 Mei. Dikutip dari laman FIM, Rabu, nama Kiandra masuk dalam daftar pembalap tetap sementara untuk kompetisi tersebut. Di FIM Moto3 Junior World Championship 2026, Kiandra yang memperkuat Honda Asia-Dream Racing Junior bersaing dengan 29 pembalap lainnya dari seluruh dunia. Kiandra merupakan satu-satunya pembalap Indonesia yang mengikuti ajang tersebut, sementara Asia hanya diwakili lima orang. Selain Kiandra, ada Yaroslav Karpushin (Kyrgyztan), Seiryu Ikegami (Jepang), Ryota Ogiwara (Jepang) dan Kiattisak Singhapong (Thailand). FIM Moto3 Junior World Championship menjadi salah satu kejuaraan penting untuk menembus Moto3 yang menjadi ekosistem MotoGP. Itu menjadi tantangan bagi Kiandra untuk menyusul Veda Ega Pratama yang berkompetisi di Moto3 mulai musim 2026. Kiandra merupakan salah satu pembalap muda berbakat Indonesia. Pembalap yang berasal dari DI Yogyakarta itu sudah menorehkan banyak prestasi internasional. Pada 2025, Kiandra berada di posisi kelima klasemen akhir European Talent Cup, setelah memenangi dua seri balapan, meski dia berstatus debutan pada ajang tersebut. Tahun yang sama, Kiandra sukses menduduki posisi kedelapan klasemen akhir Red Bull Rookies Cup, di mana dia satu kali mengisi podium sebagai peringkat kedua. Di Red Bull Rookies Cup 2025 itu, rekan senegara Kiandra, Veda Pratama, bertengger di urutan kedua klasemen akhir. Berikut jadwal FIM Moto3 Junior World Championship 2026: 24 Mei: Sirkuit Barcelona-Catalunya (Spanyol) 14 Juni: Sirkuit Do Estoril (Portugal) 5 Juli: Sirkuit Jerez (Spanyol) 26 Juli: Sirkuit Nevers Magny Cours (Prancis) 6 September: Sirkuit Ricardo Tormo (Spanyol) 27 September: Sirkuit Aragon (Spanyol) 18 Oktober: Sirkuit Misano (Italia).

Elkan Baggott Kembali! Ini Skuad Final Indonesia Untuk FIFA Series 2026

Elkan Baggott Kembali Perkuat Timnas

Elkan Baggott benar-benar kembali memperkuat Timnas Indonesia. Bek berdarah Inggris-Indonesia itu telah bergabung dengan skuad Garuda, bersama dengan para pemain lain yang sudah kumpul di Jakarta jelang FIFA Series 2026. Nama Elkan Baggott jadi satu dari 24 pemain yang masuk dalam skuad final Timnas Indonesia. Dia berada di barisan pemain belakang skuad Garuda untuk FIFA Series 2026 yang akan digelar pada 27-30 Maret 2026 di Jakarta. Masuknya nama Baggott menghadirkan keriuhan di kalangan penggemar Timnas Indonesia. Sebab ia kembali bergabung dengan skuad Garuda lagi setelah terakhir pada Piala Asia 2023 yang digelar pada Januari 2024. Kebahagiaan pun bukan hanya dirasakan oleh penggemar Timnas Indonesia. Elkan Baggott tampaknya merasakan perasaan serupa. Hal itu terlihat dari unggahan media sosial Instagram resmi Garuda, di mana penggawa Ipswich Town itu sudah tiba dan datang ke hotel tempat tim menginap. Sembari mengenakan kaus putih dan tas ransel, Elkan Baggott datang dengan senyum semringah. Dia datang bersama dengan para pemain lain seperti Beckham Putra, Ivar Jenner, Rizky Ridho, Nadeo Argawinata, Eliano Reijnders, Cahya Supriadi, dan Ramadhan Sananta. Kedatangan para pemain Timnas Indonesia tersebut disambut hangat oleh para staf pelatih Timnas Indonesia. Termasuk John Herdman sebagai pelatih kepala yang tak ragu menyapa dan menyalami pemain yang tiba. Khusus Elkan Baggott, kemunculannya mencuri perhatian. Sebab bek berpostur jangkung 196 sentimeter itu mendapat pelukan hangat dari asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto. Pelukan Nova Arianto dan Elkan Baggott ini terasa lebih dari sekadar sambutan. Pertemuan keduanya bisa dibilang reuni mengingat sang bek untuk pertama kalinya kembali dipanggil ke Timnas Indonesia setelah absen lama. Nova Arianto sendiri satu-satunya tim kepelatihan Timnas Indonesia era John Herdman, yang sebelumnya juga ada dalam struktur kepelatihan Garuda era Shin Tae-yong. Sehingga tak mengherankan jika Baggott sangat disambut oleh Nova. Kini, Elkan Baggott dan para pemain Timnas Indonesia tinggal menunggu waktu jelang FIFA Series 2026. Skuad Garuda dijadwalkan melakoni dua pertandingan dalam rangkaian kompetisi mini tersebut pada 27-30 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada laga pertama FIFA Series 2026 pada 27 Maret. Sementara laga kedua bakal dimainkan tiga hari kemudian, melawan antara Bulgaria atau Kepulauan Solomon. Berikut Daftar 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026: Kiper: Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta) Emil Audero (US Cremonese) Maarten Paes (AFC Ajax) Nadeo Argawinata (Borneo FC) Bek: Dean James (Go Ahead Eagles) Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta) Elkan Baggott (Ipswich Town) Jay Idzes (US Sassuolo) Justin Hubner (Fortuna Sittard) Kevin Diks (Borussia Mönchengladbach) Nathan Tjoe-A-On (Willem II) Rizky Ridho (Persija Jakarta) Sandy Walsh (Buriram United) Tengah: Calvin Verdonk (LOSC Lille) Eliano Reijnders (Persib Bandung) Ivar Jenner (Dewa United) Joey Pelupessy (Lommel SK) Jordi Amat (Persija Jakarta) Depan: Beckham Putra Nugraha (Persib Bandung) Mauro Zijlstra (Persija Jakarta) Ole Romeny (Oxford United) Ragnar Oratmangoen (FCV Dender) Ramadhan Sananta (DPMM FC) Yakob Sayuri (Malut United)

Janice Tjen Juga Kandas di Ganda Ajang Miami Open 2026

Janice Tjen & Chan Hao-ching

Petenis muda Indonesia, Janice Tjen harus kembali menelan pil pahit di Miami Open 2026. Janice harus mengakhiri perjuangannya di Miami Open 2026 setelah menelan kekalahan di sektor ganda. Menggandeng Chan Hao-ching dari Chinese Taipei, petenis kelahiran Jakarta itu menelan kekalahan saat menghadapi unggulan empat turnamen, Elise Mertens/Zhang Shuai. Duet Janice/Hao-ching harus mengakui ketangguhan pasangan asal Belgia dan China tersebut dengan dua set langsung, 3-6, 4-6 di Hard Rock Stadium, Miami Garden, Miami, Amerika Serikat, pada Senin (23/3) dini hari WIB. Kekalahan ini membuat Janice Tjen dan Chan Hao-ching dipastikan gugur dalam turnamen level WTA 1000 tersebut. Mereka belum mampu berbicara banyak karena langsung kandas di babak pertama alias 32 besar. Bagi Janice Tjen, ini bukan kekalahan pertama yang ia rasakan di Miami Open 2026. Sebelumnya petenis berusia 23 tahun itu juga mendapatkan hasil serupa pada sektor tunggal beberapa hari sebelumnya. Janice Tjen yang memiliki ranking WTA nomor 40 dunia, langsung gugur pada babak pertama Miami Open 2026 usai kalah dari Yulia Putintseva. Anak didik Chris Bint itu menyerah di tangan petenis Uzbekistan lewat pertarungan sengit tiga set, 6-3, 3-6, 4-6 pada Jumat (20/3). Dengan demikian, Janice Tjen mencatatkan debut tak menyenangkan di Miami Open 2026. Sebab dirinya gagal meraih satupun kemenangan dalam salah satu turnamen elite WTA Tour tersebut meski turun di dua nomor berbeda.

Veda Ega ukir sejarah, pembalap Indonesia pertama naik podium Moto3

Veda Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama mengukir sejarah dengan meraih podium ketiga pada ajang Moto3 Brasil 2026 di Sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, Minggu malam WIB. Pembalap Honda Team Asia itu menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu naik podium pada ajang Grand Prix setelah tampil konsisten dalam balapan yang sempat dihentikan akibat bendera merah tersebut. Veda berada di belakang dua pembalap CFMoto Aspar Team Maximo Quiles dan Marco Morelli. “Luar biasa. Saya sempat kesulitan sebelum bendera merah dikibarkan, tetapi ini menjadi pencapaian terbesar saya sejauh ini,” kata Veda dalam wawancara MotoGP setelah balapan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang memberikan dukungan selama balapan berlangsung. “Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, sponsor, serta keluarga yang menyaksikan dari Indonesia. Ini sungguh luar biasa,” ujarnya. Dalam balapan tersebut, Veda yang memulai lomba dari posisi keempat sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan naik ke posisi tiga pada lap-lap awal. Namun, persaingan ketat membuatnya sempat tersenggol pembalap lain sehingga turun ke posisi tujuh. Situasi makin menantang ketika Veda perlahan turun hingga posisi 10. Ia kemudian naik satu peringkat setelah pimpinan lomba David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) terjatuh. Insiden tersebut membuka jalan bagi Maximo Quiles (CFMoto Gaviota Aspar Team) untuk memimpin balapan dengan selisih waktu yang sempat mencapai empat detik dari para pesaingnya. Drama balapan terjadi ketika bendera merah dikibarkan pada lap ke-15 yang memaksa lomba dihentikan sementara. Setelah balapan dilanjutkan dengan tambahan lima lap, Veda kembali memulai perjuangannya dari posisi ke-10. Dalam situasi restart tersebut, Quiles tetap tampil dominan hingga memastikan kemenangan. Sementara Marco Morelli (CFMoto Gaviota Aspar Team) finis di posisi kedua. Veda memanfaatkan momentum restart dengan baik. Ia secara bertahap memperbaiki posisi hingga akhirnya berhasil menembus tiga besar dan mengamankan podium ketiga. Hasil ini sekaligus memperbaiki capaian Veda pada seri pembuka Moto3 musim 2026 di Thailand, di mana ia finis di posisi kelima. Berikut hasil balapan Moto3 Brasil 2026 di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, Minggu (22/3) malam WIB: Maximo Quiles (CFMOTO Aspar Team) Marco Morelli (CFMOTO Aspar Team) +0,143 detik Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) +1,650 detik Alvaro Carpe (Red Bull KTM Factory Racing) +1,741 detik Guido Pini (Leopard Racing) +1,786 detik Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) +1,842 detik Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) +1,949 detik Adrian Fernandez (Leopard Racing) +2,522 detik Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) +2,894 detik Hakim Danish (MT Helmets MSI) +3,083 detik Brian Uriarte (Red Bull KTM Factory Racing) +3,158 detik Joel Kelso (GRYD MLav Racing) +3,791 detik Adrian Cruces (CIP Green Power) +4,001 detik Ryusei Yamanaka (MT Helmets MSI) +4,374 detik Eddie O’Shea (GRYD MLav Racing) +4,750 detik Zen Mitani (Honda Team Asia) +6,438 detik Nicola Carraro (Rivacold Snipers Team) +6,595 detik Cormac Buchanan (Code Motorsports) +12,823 detik Tidak finis (DNF): Ruche Moodley (Code Motorsports), Matteo Bertelle (LEVELUP MTA), Jesus Rios (Rivacold Snipers Team), Joel Esteban (LEVELUP MTA), David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP), Leo Rammerstorfer (SIC58 Squadra Corse), Scott Ogden (CIP Green Power).

Diva Renatta kembali raih emas di kejuaraan lompat galah Taiwan

Diva Renatta

Atlet lompat galah putri Indonesia, Diva Renatta Jayadi kembali menorehkan prestasi internasional dengan meraih medali emas pada Nantou International Pole Vault Invitational Meet 2026 yang berlangsung di Nantou, Taiwan, Minggu. Diva memastikan posisi teratas setelah mencatatkan lompatan terbaik setinggi 4,20 meter, sekaligus menunjukkan konsistensinya setelah tahun sebelumnya juga menjadi juara di lokasi yang sama. Berdasarkan hasil lomba pada kompetisi tersebut, atlet Amerika Serikat Natalie Lark meraih medali perak dengan lompatan 4,10 meter, sedangkan Nitika Aakre dari India merebut medali perunggu dengan catatan 3,95 meter. Persaingan di final berlangsung ketat antara Diva dan Natalie. Setelah Diva sukses melewati mistar 4,20 meter, Natalie mencoba meningkatkan lompatan ke 4,30 meter, namun gagal. Diva kemudian mencoba melampaui rekor pribadinya dengan upaya di ketinggian 4,40 meter, tetapi belum berhasil. Hasil tersebut memastikan Diva tetap menjadi juara dengan catatan 4,20 meter, diikuti Natalie di posisi kedua dan Nitika di peringkat ketiga. Diva saat ini tercatat sebagai pemegang rekor nasional lompat galah putri Indonesia dengan lompatan 4,35 meter yang ia bukukan di SEA Games 2025 Thailand pada 11 Desember 2025. Catatan tersebut sekaligus mempertajam rekor sebelumnya atas namanya, yakni 4,30 meter, serta menjadi rekor baru SEA Games. Pada ajang tersebut, medali perak diraih atlet Thailand dengan lompatan 4,05 meter, sementara medali perunggu diraih bersama oleh atlet Indonesia Maria A. Melabessy dan atlet Thailand setelah sama-sama mencatatkan lompatan 3,90 meter. Kala itu, Manajer Tim Nasional Atletik PB PASI, Mustara Musa mengatakan keberhasilan Diva merupakan hasil dari proses pembinaan jangka panjang yang berjalan konsisten. Menurut dia, prestasi tersebut menunjukkan perkembangan positif nomor lompat galah putri Indonesia di level internasional. Keberhasilan Diva di SEA Games 2025 juga tercatat sebagai medali emas pertama Indonesia di nomor lompat galah putri sejak Ni Putu Desi Margawati meraihnya pada SEA Games 2003 di Hanoi dengan lompatan 3,95 meter. Sementara itu, selama berada di Taiwan, Diva juga dijadwalkan mengikuti Taiwan International Indoor Pole Vault Meet pada 25 Maret 2026. Keikutsertaan dalam rangkaian kejuaraan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus menjaga konsistensi performa menghadapi persaingan internasional. Pada rangkaian kompetisi di Taiwan tersebut, Indonesia hanya menurunkan Diva di nomor lompat galah putri dengan didampingi pelatih Frederick Saputra. Turnamen lompat galah internasional di kawasan Sun Moon Lake tahun ini diikuti sekitar 50 atlet dari 14 negara dan wilayah, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan.